Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

KH Muslih Abdurrahman Mranggen

Bagi kaum thariqah di Indonesia, khususnya pengikut Thariqah Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN), nama KH Muslih Abdurrahman Mranggen tentu sudah sangat masyhur. Keberadaannya sebagai salah seorang mursyid TQN, yang sekaligus aktif dalam mengembangkan dan membesarkan Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyah (Jatman) hingga akhir hayat pada tahun 1981, membuat muridnya menyebut Kiai Muslih sebagai Abul Masyayekh dan Syeikhul Mursyidin.

Tak hanya itu, Kiai Muslih berjasa pula dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang, baik sebagai anggota laskar Hizbullah yang berlatih kemiliteran bersama Syeikh KH Abdulloh Abbas Buntet Cirebon dalam satu regu di Bekasi Jawa Barat, maupun ketika bergabung dengan komando pasukan Sabilillah yang beranggotakan para kiai/ulama di wilayah Demak selatan atau front Semarang wilayah Tenggara.

Kiai Muslih dilahirkan di Suburan Mranggen Demak, pada tahun 1908, dari pasangan Syekh KH Muslih bin Syeikh KH Abdurrohman dan Hj. Shofiyyah. Dari jalur ayah, silsilah kiai Muslih sampai kepada Syeikh Al-Jali atau Syeikh Al-Khowaji yang berasal dari Baghdad keturunan Sayyidina Abbas r.a, paman Nabi Muhammad saw. Sedangkan ibunya masih keturunan dari Sunan Ampel.

KH Muslih Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muslih Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muslih Abdurrahman Mranggen

Sejak kecil Muslih sudah gemar ngaji. Tercatat, ia pernah berguru mulai dari ayahnya, Syekh KHAbdurrahman bin Qosidil Haq, hingga kepada para Masyayikh yang ada di Haromain, diantaranya Syeikh Yasin Al-Fadani Al- Makky. Kiai Muslih juga pernah menimba ilmu kepada Syeikh KH Ibrohim Yahya (Mranggen); KH Zuber, Syeikh Imam, Syeikh Imam, dan KH Maksum (Rembang); dan Syeikh Abdul Latif Al- Bantani. Selain itu, Kiai Muslih juga pernah belajar di Pesantren Termas Pacitan.

Dari hasil pendidikannya tersebut Kiai Muslih mendapatkan banyak ilmu seperti ilmu kalam Bahasa Arab, tauhid, fiqh, tafsir, hadist, Ilmu Tasawwuf dan berbagai ilmu lainnya.

Membesarkan Pesantren Futuhiyyah

Ulama Salaf Online

Pondok Pesantren Futuhiyyah yang diasuh ayahnya mengalami rehabilitasi pada tahun 1927 M. Saat itu sudah ada puluhan santri yang ikut ngaji, namun aktifitas Madrasah tersebut menjadi terhenti, setelah diminta oleh NU cabang Mranggen. 

Selang beberapa waktu, Syekh KH Muslih berusaha mendirikan kembali Madrasah Diniyyah Awaliyyah Futuhiyyah di komplek Pesantren Futuhiyyah. Kali ini ia mengambil sikap, jika NU ingin mengelola Madrasah lagi supaya mendirikan sendiri. Keputusan tersebut  diambil karena, dua kali Futuhiyyah mendirikan Madrasah, yakni pada tahun 1927 dan 1929 M, dua kali pula diminta oleh NU Cabang Mranggen dengan cara Bedol Madrasah, yakni murid dan gurunya dipindah tempat, yang kemudian dikelola oleh NU Cabang Mranggen. Hal tersebut menjadikan aktivitas di Futuhiyyah menjadi sedikit terkendala.

Setelah madrasah baru yang didirikan oleh Kiai Muslih berjalan lancar, satu tahun kemudian beliau kembali mondok ke Termas dan pengelolaan madrasah diserahkan kepada adiknya, KH Murodi, yang baru pulang mondok dari Lasem. NU Cabang Mranggen, akhirnya juga dapat mendirikan sendiri Madrasah Diniyyah Awaliyyah dan dapat bertahan hingga sekarang, di Kauman Mranggen, yang dikenal kemudian dengan nama Madrasah Ishlahiyyah.

Kiai Muslih saat datang di Termas, langsung diminta oleh KH Ali Maksum (Krapyak Yogya), selaku kepala Madrasah di Termas saat itu, untuk mengajar kelas Alfiyyah. Semula Kiai Muslih menolak, dengan alasan belum mampu mengajar Alfiyyah. Namun setelah dibujuk gurunya, dia pun bersedia. Di Termas pula, Kiai Muslih belajar bagaimana cara mengajar yang baik dan bagaimana menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sistem klasikal (madrasah).

Dengan berbekal Ilmu yang lebih luas dan pengalaman selama menjadi guru madrasah Tsanawiyyah di Termas itulah, pada tahun 1935 M Kiai Muslih pulang dan bermukim kembali di Suburan Mranggen. Dengan tekad untuk mengembangkan Pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen. Pada tahun 1936 M berdirilah Madrasah Ibtida’iyyah. Madarasah tersebut terus berkembang dan bertahan sampai sekarang.

Ulama Salaf Online

Ada hal yang menarik pada saat proses penerimaan siswa baru. Pada saat itu meskipun belum ada radio, tidak ada stensil, tidak ada pula mesin tulis apalagi fotocopy, namun info tentang madrasah di Mranggen berkembang luas. Banyak sekali calon santri, baik yang berasal dari desa-desa wilayah kecamatan Mranggen dan sekitarnya hingga Gubug-Purwodadi, berdatangan. Hal ini terjadi karena tersiarnya berita bahwa di pondok Suburan Mranggen telah muncul seorang tokoh kiai yang alim, siapa lagi kalau bukan Kiai Muslih Abdurrahman. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Kajian Ulama Salaf Online

Rabu, 21 Februari 2018

Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Setiap pengguna media sosial atau Medsos harus ekstra hati-hati. Disarankan menghindari hal yang akan menjadi masalah, apalagi gesekan sesama warga NU. Justru keberadaannya bisa dijadikan sarana untuk menambah ilmu dan berbagi kebaikan.

Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial

"Jadikanlah Medsos sebagai sarana ngaji, baik fikih, dalil amaliyah dan sejenisnya," kata Kiai Maruf Khozin, Ahad (13/8).

Pandangan ini disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Ngaji Medsos; Media Dakwah Santri di Era Cyber yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Siwalanpanji, Buduran.?

Menurut Kiai Maruf, saat berinteraksi di dunia maya seperti Medos, maka disarankan untuk menjaga etika. "Apalagi pernah nyantri, maka harus menjaga etika seperti halnya saat di pesantren," pesan alumni Pondok Pesantren Ploso Kediri tersebut.

Sikap ala pesantren juga akan tercermin ketika mengomentari ataupun status yang dimunculkan di Medsos. Apalagi para santri dan alumni tidak bisa dipisahkan dari Nahdlatul Ulama. "Tidak boleh mengomentari masalah yang menimbulkan gesekan di antara sesama NU," kata salah seorang anggota dewan pakar PW Aswaja NU Center Jatim ini.?

Ulama Salaf Online

Etika dan sikap ekstra hati-hati tersebut juga hendaknya menjadi ciri khas dari para santri, khususnya mereka yang tengah maupun sudah selesai menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. "Karena KH Nurul Huda Jazuli ? ada di jajaran Syuriah PBNU. Apalagi para masyayikh Pesantren Ploso sangat baik dengan siapapun," pesannya.

Setidaknya ada seratus peserta yang mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam tersebut. Mereka terhimpun dalam Forum Komunikasi Putra Delta PP Al-Falah Ploso Mojo Kediri di Sidoarjo. Bahkan ada peserta dari Pondok Pesantren Langitan Tuban dan sejumlah pesantren lain dari berbagai kota di Jawa Timur.?

Sejumlah narasumber dihadirkan yakni Hakim Jayli dan Sururi Arumbani dari TV9, tim pemateri dari PW Lembaga Talif wan Nasyr NU Jatim, Ulama Salaf Online dan Majalah Aula. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, IMNU Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

Sarat Wajib adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah. Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Sedangkan rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Adapun Syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah. Karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:



Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Ulama Salaf Online

Syarat yang kedua seseorang itu berkewajiban menjalankan ibadah puasa ramadhan, yaitu ia sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid. Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun.

Ulama Salaf Online

Dan bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya. Dengan syarat ketentuan baligh ini, menegaskan bahwa ibadah puasa ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi cirri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewjiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa dikemudian hari (mengganti di hari selain bulan ramadhan).



رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i: orang yang tidur sapai ia terbagngun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh. (Hadits Shahih, riwayat Abu Daud: 3822, dan Ahmad: 910. Teks hadits riwayat al-Nasa’i)

Syarat keempat adalah kuat menjalankan ibadah puasa. Selain islam, baligh, dan berakal,  seseorang harus  mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah. Untuk keterangan lebih detailnya akan dijelaskan pada fasal selanjutnya yang insyaallah akan diterangkan pada pasal permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan ibadah puasa.

Syarat kelima Mengetahui Awal Bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu. Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadlon dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan sya’ban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad s.a.w, yang diriwayatkan oleh Imam Buchori, r.a:



صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ 



Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari (H.R. Imam Buchori)



عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: جَاءَ اَعْرَبِيُّ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِنِّي رَاَيْتُ اْلهِلَالَ فَقَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّاَ اللهَ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: يَا بِلَالُ اَذِّنْ فِى النَّاسِ فَلْيَصُوْمُوْا غَدًا 

Dari ‘ikrimah, ia dapatkan dari Ibnu Abbas, berkata: datanglah orang Arab Badui menghadap Nabi s.a.w, ia berkata: sesungguhnya aku telah melihat hilal. Nabi menjawab: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”, orang Arab Badui tadi menjawab; “ia”. Lalu Nabi bertanya lagi: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “ sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah”, dan Orang Arab Badui menjawab “ia”. Lalu Nabi bersabda; “wahai Bilal perdengarkanlah adzan ditengah-tengah kerumunan manusia, dan perintahkanlah mereka untuk mengerjakan puasa pada esok hari” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh lima Imam, kecuali Ahmad)

Adapun Rukun puasa hanya dua, pertama Niat. Niat puasa Ramadhan merupakan pekerjaan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya didalam niat tersebut, contoh; saya berniat untuk melakukan puasa fardlu bulan Ramadhan, atau lengkapnya dalam bahsa Arab, sebagai berikut:



نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah s.w.t, semata.

Sedangkan dalil yang menjelaskan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari adalah sabda Nabi Muhammad s.a.w, sebagai berikut:



 Ù…َنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ 



Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa. (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i:2293).

Adapun dalil yang menjelaskan waktu mengucapkan niat untuk puasa sunnah, bisa dilakukan setelah terbit fajar, yaitu:



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ ÙˆÙŽ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ØŸ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ 

Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, suatu hari Nabi s.a.w, dating kepadaku dan bertanya, “apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak”. Maka Belaiu bersabda, “hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau dating lagi kepadaku, lalu aku katakana kepadanya, “wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa” lalu Beliau memekannya. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 1952, Abu Daud: 2099, al-Tirmidzi; 666, al-Nasa’i:2283, dan Ahmad:24549)

Dan rukun kedua adalah Menahan Diri Dari Segala Sesuatu Yang Membatalkan Puasa. Untuk detailnya apa-apa yang membatalkan puasa akan dijelaskan pada pasal sesuatu yang membatalkan puasa.



...فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ...

“…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba...(QS. al-Baqarah, 2: 187) 

(Penulis: KH.Syaifullah Amin/Red: Ulil H). Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Kajian Islam, IMNU Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan

Sumenep, Ulama Salaf Online. Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan,puluhan aktivis GP Ansor Sumenep, Jumat (26/5) melakukan seruan marhaban ya Ramadhan. Aktivis yang menamakan dirinya Forum Silaturrahim Aliansi PAC GP Ansor Se-Sumenep ini membagi bagikan jadwal imsakiyah dimulai dari taman bunga menuju jalan protokol perempatan Sumenep.

Aksi simpatik ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya kemudian dilanjutkan dengan membagi bagikan jadwal imsakiyah kepada setiap pengendara yang lewat.

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan

Dalam pantauan dilapangan Santoso sebagai Ketua Forum Aliansi PAC (Forsi) sekaligus Koorlap mengatakan aksi ini sekaligus membagikan jadwal imsakiyah agar warga masyarakat Sumenep bisa menyambut dan menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan tepat waktu.

Ikut hadir dalam kegiatan ini PC GP Ansor Sumenep M. Muhri, Abdul Wasid, Rasidi, Mohammad Rasyid, Moh Sholeh dan puluhan aktivis GP Ansor dari berbagai kecamatan se Sumenep.

Ulama Salaf Online

Sattar Efendi selaku Sekretaris PAC GP Ansor Batuputih mengaku senang karena respon setiap pengendara yang lewat dan mendapat jadwal imsakiyah sangat antusias. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Berita, Tokoh, IMNU Ulama Salaf Online

Sabtu, 10 Februari 2018

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013

Brebes, Ulama Salaf Online. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Kabupaten Brebes Jawa Tengah akan menggelar pasar rakyat. Pasar rakyat HIPSI 2013 rencananya akan digelar pada 10 Oktober di Pesantren Al-Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

“Pasar Rakyat ini tidak hanya menjual produk saja,” tegas Ketua PW HIPSI Jateng H Moh Imaduddin.

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013

Tetapi, lanjutnya, juga ada pertemuan-pertemuan khusus dengan para pengusaha berkelas nasional maupun internasional.

Ulama Salaf Online

HIPSI juga menggelar Seminar Wirausaha 1000 santri dan pelantikan pengurus baru HIPSI Brebes. Mereka yang akan dilantik antara lain Ketua H Moh Sodikin, Sekretaris Fatkhurojak dan Bendahara Nely Astuti.

Ulama Salaf Online

Pembina HIPSI Brebes KH Solahudin Masruri (Gus Solah) menandaskan, kalau di Brebes banyak terdapat pesantren, lebih dari 120 pesantren aktif. Untuk jiwa wirausaha, para santri tidak diragukan lagi. Tetapi untuk permodalan memang masih perlu bapak angkat.

“Dengan persatuan para anggota HIPSI, saya pandang persatuan ini bisa saling bergandeng tangan dan juga saling berbagi untuk eksistensi santri,” tambah Gus Sholah yang juga pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

Audiensi anggota dan pengurus HIPSI diterima langsung Bupati Brebes Hj Idza Priyanti didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes Asih Pambudi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Brebes Herman Ady, Kabag Kesra Setda Brebes Mabruri dan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Doktor Angkatno.

Bupati menyambut baik rencana HIPSI Brebes yang akan menggelar pasar rakyat. Apalagi Kabupaten Brebes dalam salah satu pilar pembangunannya akan meningkatkan ekonomi kerakyatan antara lain dengan pengembangan UMKM.

“Saya yakin HIPSI bisa berperan serta dalam percepatan pembangunan di sektor ekonomi, sehingga bisa meningkatkan IPM Brebes,” harapnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, IMNU Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian

Rembang, Ulama Salaf Online. Hari lahir (Harlah) ke-61 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Harlah ke-60 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) terus diperingati di berbagai daerah. Pimpinan Ranting IPNNU-IPPNU Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, meramaikan momen tahunan ini dengan beragam agenda.

Penyelenggaraan karnaval jalan santai sukses digelar pada Kamis (26/2) siang, disambung malamnya dengan acara pengajian serta santunan anak yatim. Sebelumnya, organisasi pelajar NU ini juga mengadakan Bazar Sembako Murah pada 22-23 Februari 2015.

Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian

Karnaval yang dimulai dari perempatan Desa Kumbo menuju Dukuh Bamban itu berhasil menarik ribuan massa untuk mengikuti acara tersebut. Prosesi pembukaan dibuka secara resmi oleh Jatmiko, mewakili Camat Kecamatan Sedan.

Ulama Salaf Online

Dalam acara karnaval itu panitia juga menampilkan beberapa hiburan, di antaranya Orkes, Stand Up Comedy, serta hadiah menarik bagi peserta. Acara yang berpusat di Dukuh Bamban, Desa Kumbo, itu turut didukung beberapa perusahaan dan lembaga sosial, di antaranya PT Semen Indonesia, PT Wings, serta Yayasan Bina Dhuafa Rembang.

Ulama Salaf Online

M Aan Ainun Najib, Ketua PR IPNU Kumbo mengatakan, acara pengajian serta santunan anak yatim menjadi puncak acara. Dalam kesempatan itu, pihak panitia mengundang puluhan anak yatim dan dihadiri KH Ubaidillah Musthofa dari Kota Pati sebagai pembicara.

"Alhamdulillah acara jalan santai cukup sukses, terbukti dengan banyaknya massa yang mengikuti acara tersebut. Mulai dari seluruh perwakilan jenjang pendidikan yang ada di Desa Kumbo dan sekitarnya juga turut hadir perwakilan dari Anak Cabang dan Cabang (IPNU-IPPNU) Kabupaten Rembang," ungkap Aan yang merangkap sebagai ketua panitia pelaksana. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Rabu, 03 Januari 2018

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur resmi dipimpin oleh Kiai Mahmud Mudzofar yang sebelumnya menjabat sebagai ketua caretaker melalui Konfercab GP Ansor Jakarta Timur. Proses pemilihan dilakukan dengan jalan musyawarah. Dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, masing-masing Pimpinan Anak Cabung (PAC) GP Ansor dipersilakan untuk mengajukan satu calon kandidat.

Sembilan PAC dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur, semua mengajukan nama Kiai Mahmud, hanya PAC GP Ansor Makassar mengajukan nama lain, Dendi Zuhairil Finsa dan Firman Abdul Hakim, akhir pekan lalu (18/10). Namun, nama Firman Abdul Hakim gugur karena tak memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai ketua PC Ansor.

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Sehingga hanya ada dua calon yang lolos, KH Mahmud dan Dendi pada putaran selanjutnya. Pada pemilihan terbuka tersebut, sembilan dari sepuluh pemilik suara semua memilih Kiai Mahmud, satu suara dari PAC Makassar memilih abstain.

Ulama Salaf Online

Secara aklamasi terpilihlah Kiai Mahmud Mudzofar sebagai Ketua PC Ansor Jakarta Timur Periode 2015-2019. "Bagi saya, amanah (memimpin GP Ansor Jakarta Timur) ini beban berat. Namun beban berat ini akan menjadi ringan bila kita sama-sama, baik PAC dan kepengurusan yang ada bekerja sama," kata Kiai Mahmud, usai pemilihan di Kantor PW NU di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (18/10) semalam.

Ulama Salaf Online

Menurut ustadz muda alumni Pesantren Ploso ini, GP Ansor adalah milik umat dan organisasi berlatar belakang NU ini lahir untuk mengawal dan membangun bangsa ini sejahtera. Alasan itu, ia meminta agar kader Ansor lebih berkontribusi pada negara dan lebih bermanfaat bagi umat.

"Tujuan kita ber-Ansor untuk memantapkan diri agar lebih bermanfaat bagi umat dan negara ini. Negara dalam hal ini, bukan pemerintahan, tapi tata kelola masyarakat perlu kita tata bersama dari unsur keumatan," jelasnya.

Ia menyadari bahwa GP Ansor Jakarta Timur banyak menghadapi kendala sehingga belum optimal memberi kontribusi kepada umat. Di era kepemimpinannya ini, Kiai Mahfud berjanji akan mengembalikan tradisi keilmuan NU dengan sistem pengajian santri.

"Kita di Ansor ada tradisi keilmuan dan berupaya menjaganya dengan banyak melakukan silaturahmi ke kaum ulama. Saya masih ingat pesan para alim ulama, ‘Jika mencari rezeki jangan di NU, tapi kalau mau mengabdi buat umat maka di Ansor NU tempatnya,’" ujarnya.

Terpisah M. Imaduddin, wakil sekretaris Pengurus Pusat LDNU mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Mahmud Muzofar. "Mudah-mudahan Gus Mahmud mampu membawa GP Ansor Jakarta Timur menjadi lebih baik lagi dan mampu mengakomodasi segenap potensi kader-kader GP Ansor Jaktim yang beragam".

Selanjutnya ia menyarankan kepada ketua terpilih untuk memaksimalkan potensi kader-kader Ansor Jakarta Timur yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Saya melihat kader-kader Ansor Jaktim bagus-bagus dan lengkap. Banyak kader yang berlatar belakang pondok pesantren salaf yang menguasai literatur kitab-klasik serta sudah berperan di masyarakat dan juga banyak yang berlatarbelakang aktifis mahasiswa yang sudah teruji di lapangan. Tentu bila dua latar belakang ini dapat dimaksimalkan maka saya yakin GP Ansor Jakarta Timur akan semakin maju", ujarnya.

Kader muda NU yang berangkat dari GP Ansor Jakarta Timur ini juga menyatakan, Mengingat kondisi masyarakat Jakarta yang heterogen dan masifnya serbuan ideologi-ideologi transnasional yang merongrong NKRI yang sasarannya adalah generasi muda, maka program GP Ansor Jaktim di masa kepemimpinan Gus Mahmud ke depan? hendaknya lebih fokus pada dua hal.

“Pertama, pengembangan keilmuan dan intelektualitas, terutama pengembangan dan sosialisasi faham aswaja an-nahdhiyah; kedua pemberdayaan masyarakat dengan mengadakan kegiatan-kegiatan dan pelatihan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dan melakukan pembelaan (advokasi) terhadap masyarakat. Dengan dua hal ini insya Allah GP Ansor akan semakin dicintai masyarakat Jakarta,” tutur alumni Pesantren Lirboyo ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock