Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

Jakarta, Ulama Salaf Online 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menceritakan tentang toleransi dalam Islam kepada para personel grup musik Wali yang bersilaturahim ke PBNU beberapa waktu lalu. Kiai Said mencontohkan toleransi pada zaman awal Islam dan dilakukan langsung Nabi Muhammad SAW sendiri. 

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

Menurut Kiai Said, Nabi Muhammad pernah berkata, pada suatu saat nanti agama Islam akan sampai ke Mesir dengan tangan Umar bin Khatab.

“Islam akan sampai ke Mesir berkat tanganmu, Umar, berkat perjuanganmu,” ceritanya kepada manajer Wali dan personelnya yaitu Apoy yang ditemani Farhan ZM atau Faank (vokalis), Ihsan Bustomi, dan Hamzah Shopi, serta manajemen Wali, di ruangan Kiai Said, lantai tiga gedung PBNU, Jakarta, Rabu sore (18/1).

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian I))

Ulama Salaf Online

Namun, kata Kiai Said, Nabi Muhammad mengingatkan Umar agar menjaga kehormatannya Kristen Qibthi (sekarang disebut Koptik). Mereka jangan dimusuhi. Amanat Nabi Muhammad itu dijaga sampai sekarang oleh umat Islam Mesir. 

“Perang Salib pernah terjadi, tapi Kristen Koptik tidak diganggu,” lanjut kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut. 

Pada peristiwa lain, Kiai Said menceritakan Nabi Muhammad ketika mendapatkan kemenangan, yaitu Fathu Mekkah. Ketika Nabi Muhammad masuk mekkah, sebagian sahabatnya ada yang menganggap bahwa hari itu adalah untuk membalas dendam kepada kafir Mekkah. Dendam itu dalam bentuk membunuh kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kepada orang Muslim (qishas).

Namun, Nabi Muhammad tidak membenarkan anggapan sahabat tersebut. Hari itu, menurut Nabi adalah hari silaturahim umat Islam dengan penduduk Mekkah.

Ulama Salaf Online

“Enggak, hari ini hari membangun silaturahim, semua penduduk Mekkah saya maafkan,” ungkap Kiai Said mengumpamakan perkataan Nabi Muhammad.

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II))



Sebelum kedatangan Nabi Muhammad ke Mekkah itu, lanjut Kiai Said, ada 15 penduduk Mekkah yang kabur karena ketakutan. Lima belas orang tersebut menyangka bahwa kaum Muslimin akan melakukan pembalasan. Di antara yang kabur tersebut Ikrimah, anaknya Abu Jahal. 

“Yang lari, dijemput, saya maafkan, saya maafkan,” lanjut Kiai Said, mengumpamakan ungkapan Nabi Muhammad.

Menurut Kiai Said, NU adalah Ahlussunah wal-Jama’ah. Prinsipnya moderat dan toleran, menjalin persaudaraan sesama uamt Islam, sesama warga bangsa, sesama manusia. 

“Jadi, NU Tidak ada celah untuk radikal, toleran, moderat. Cita-citanya membangun persaudaraan sebangsa setanah air. Jadi, radikal tidak akan hidup di NU,” tegas Kiai Said. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Lomba Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Jakarta, Ulama Salaf Online - Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)Mahfud MD mendukung penolakan terhadap keberadaan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menurutnya, selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga tidak sejalan dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

"HAM tak selalu mutlak-universal. LGBT bertentangan dengan nilai ketuhanan, moralitas, dan budaya Indonesia. Pasal 28J (UUD)," ujar Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/1).

ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Berbicara mengenai LGBT, menurutnya, seharusnya menjadi kepedulian bersama. Bukan hanya bidang-bidang ilmu tertentu. Ia mengingatkan, berbicara ihwal keberadaan LGBT berbeda dengan mengamati.

Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga menulis, LGBT merupakan perilaku yang berbahaya dan menjijikan. Namun, untuk penangannya, ia menilai, tidak perlu berlebihan, misalnya dengan pengawalan Brimob. Berbicara mengenai LGBT yang semakin marak, ia mempertanyakan ihwal penerimaan kaum-kaum tersebut dari moralitas nilai-nilai agama.

Ulama Salaf Online

"Apakah moralitas nilai-nilai agama kita sekarang sudah menerima LGBT?," tulisnya.

Ulama Salaf Online

Hal senada juga diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bahwa kelompok LGBT tidak boleh masuk kampus.

"Masa kampus untuk itu? Ada standar nilai dan standar susila yang harus dijaga. Kampus adalah penjaga moral," katanya, seperti dikutip Antara belum lama ini.

Pernyataan Menteri Nasir mengemuka sebagai reaksi atas keberadaan gerakan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT.

"Begitu dapat informasi, saya langsung hubungi Rektor UI. Ternyata, kegiatan itu tidak mendapatkan izin dari UI," ujarnya.

Beberapa hari terakhir, nama SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Universitas Indonesia) menjadi perbincangan publik di media sosial. SGRC UI mengklaim sebagai organisasi yang memberikan konseling dan edukasi bagi pelaku LGBT. SGRC UI juga membantah sebagai organisasi yang melindungi dan menyebarkan perilaku orientasi seksual menyimpang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, News Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Surabaya, Ulama Salaf Online. Sebanyak 30 santri perwakilan 30 pesantren di Jawa Timur mengikuti pendidikan Hak Asasi Manusia dan Perdamaian serta Respon atas Fenomena Terorisme di Hotel Novotel Surabaya, Senin-Jumat (5-8/1). Mereka berasal dari pesantren di Surabaya, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki. Peserta umumnya berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi.

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif Islam dan HAM. Pendidikan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan dan dialog perwakilan 2 pengungsi konflik Syiah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang praktik terbaik bina damai dan penanganan konflik dengan harapan dapat membekali mereka dalam upaya pembangunan perdamaian dan penanganan konflik di Jawa Timur.

Koordinator Program Pesantren for Peace (PfP) Idris Hemay menegaskan, program ini dilatarbelakangi oleh aksi kekerasan dan teror atas nama agama yang terus marak terjadi. Belum lama ini misalnya masyarakat dunia dikejutkan dengan aksi kekerasan yang terjadi di Paris yang mengakibatkan setidaknya 120 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

"Salah satu tersangka pelaku terorisme di Paris adalah Frederick C Jean Salvi alias Ali, yang menurut berbagai sumber diketahui kerap mendatangi berbagai pesantren di Bandung Jawa Barat. Salah satunya pesantren di Cileunyi Bandung," terangnya.

Dalam rangka berkontribusi aktif dalam upaya mengurangi dan mencegah aksi kekerasan dan terorisme, pihaknya dari Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa mengembangkan dan menjalankan sebuah program penting bertajuk "Pesantren for Peace (PfP)".

Program ini dijalankan dengan melibatkan banyak pondok pesantren di 5 wilayah di Jawa, salah satunya di Jawa Timur. Program ini diadakan untuk mendorong dan mendukung peran pesantren sebagai lokomotif moderasi Islam di Indonesia dalam rangka menegakkan dan memajukan HAM, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Idris, hasil penelitian yang dilakukan PfP beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pesantren di Jawa Timur masih belum memaksimalkan perannya dalam membangun perdamaian dan mencegah aksi kekerasan. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa akar penyebab konflik dan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

"Hal ini dipicu oleh hadirnya kebijakan yang tidak adil, sikap diskriminatif dan intoleran, rendahnya rasa kebersamaan, menguatnya identitas keagamaan, dan kentalnya prasangka (prejudice) di antara kelompok masyarakat baik di kalangan antaragama maupun intra agama itu sendiri," ujar pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Santri, Kajian Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Februari 2018

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita

Pringsewu, Ulama Salaf Online

Wakil Ketua PCNU Pringsewu KH Hambali mengajak segenap umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan diri dengan bekal yang cukup ketika saat nanti bertemu dengan alam keabadian yaitu alam akhirat.



Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita



"Dunia itu adalah tempat menanam amal, yang nantinya akan kita panen di alam akhirat," jelasnya mengutip sebuah maqalah saat memberikan mauidzatul hasanah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu (10/12).

Ulama Salaf Online





Untuk sampai ke alam keabadian ini, lanjutnya, manusia harus bertemu dahulu dengan alam kematian. Sehingga sebagai umat yang beriman harus menyadari bahwa alam kematian adalah awal dari kehidupan baru.

Ulama Salaf Online

"Kita harus bertemu kematian dulu sebelum menemui alam keabadian. Jangan dikira setelah kita meninggalkan dunia ini semua urusan selesai," jelas pria Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu.

Dengan modal kualitas dan kuantitas ibadah yang dimiliki, kata dia, diharapkan peluang pintu surga akan terbuka lebih lebar sehingga akan dapat menjadi penduduknya, walaupun pada dasarnya semua itu adalah kehendak Allah SWT.

"Yang masuk ke surga adalah mereka yang dipilih. Salah satunya adalah mereka yang mendapat syafaat dari Nabi dan mereka yang memang dikehendaki dari Allah SWT," jelasnya.

Oleh karenanya dalam setiap hembusan nafas, ia mengajak agar senantiasa mengingat Allah SWT seraya berharap semoga Allah memberi yang terbaik kepada umat-Nya.





"Tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah shalat dengan berjamaah, shalat sunah, zikir dan doa. Yang terbaik menurut Allah adalah yang terbaik untuk kita. Jangan meminta yang terlalu tinggi di luar kemampuan kita. Sesuaikan dengan diri kita sendiri," pesannya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah Ulama Salaf Online

Rabu, 31 Januari 2018

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

Lampung Tengah, Ulama Salaf Online - Sebelum aktif memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran 2016/2017, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah telah sukses melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), selama 3 hari, Selasa-Kamis lalu, 19-21 Juli 2016.

Badil Aqif Aroni selaku Sekretaris MWC NU Bumi Nabung mengatakan, saat ini Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah menaungi empat unit pendidikan, yakni MTs Maarif 05 Bumi Nabung, MTs Maarif 08 Bumi Nabung, MA Maarif 14 Bumi Nabung, dan SMA Maarif 8 Bumi Nabung.

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

?

MPLS melibatkan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Lampung Tengah. Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan MPLS kali ini antara lain pengenalan lingkungan dan tata taertib madrasah, Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ke-IPNU-an, ke-IPPNU-an, dan kedisiplinan, ditambah dengan beberapa permainan dan lomba-lomba.

?

Edi Hermawan selaku Ketua PC IPNU Lampung Tengah, di hadapan puluhan peserta mengatakan, siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di bangku madrasah di bawah naungan LP Maarif NU secara otomotisi menjadi kader IPNU dan IPPNU. Para siswa akan digembleng secara lebih mendalam dalam jenjang kaderisasi tingkat peajar, yakni Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) dan Lakmud (Latihan Kader Muda).

Ulama Salaf Online

?

Ulama Salaf Online

"Kami dari keluarga besar PC IPNU-IPPNU Lampung Tengah mengaku bangga Pimpinan Komisariat hidup di lingkungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, dan semoga ini terus berkelanjutan dan melahirkan kader-kader NU muda yang berkualitas dan berakhlaqul karimah," tambah alumni S1 IAIM NU Metro-Lampung ini.

?

"Dalam proses MPLS ini kami dari PC IPNU - IPPNU Lampung Tengah lebih menekankan kepada materi Ahlussunnah wal Jamaah. Karena (Awaja) sebagai nilai harus ditanamkan kepada murid-murid sejak dini baik MTs maupun MA khususnya di lingkungan LP Maarif NU. Aswaja adalah ciri khas, karakter pendidikan yang di bawah naungan jamiyyah Nahdlatul Ulama," imbuh mahasiswa Pascasarjana IAIN Raden Intan Bandar Lampung ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Ulama Salaf Online

Selasa, 02 Januari 2018

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta

Majalengka, Ulama Salaf Online. Ketua Lembaga Pemberdayaan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Majalengka Jakfar menyatakan prihatin atas terendamnya ribuan hektare sawah milik petani di empat desa di kecamatan Ligung dan kecamatan Sumberjaya, Majalengka. Banjir akibat luapan sungai Cikamangi ini, menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta

Banjir merendam empat desa itu seperti desa Sukawera, desa Leuweunghapit, desa Majasari kecamatan Ligung, dan desa Lojikobong kecamatan Sumberjaya.

Jakfar menjelaskan, jika musim hujan tiba sungai Cikamangi meluap dan tanaman padinya dipastikan terendam banjir. Masalah banjir ini terjadi setiap tahunnya. Lazimnya air baru surut setelah empat hari. Ironisnya, pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya belum menangani masalah klasik ini.

Ulama Salaf Online

"Kalau sering terendam banjir, tanaman padi menjadi rusak dan kami selalu gagal panen hingga rugi puluhan juta rupiah,” kata Jakfar saat ditemui Ulama Salaf Online di mushola samping Gedung PCNU Majalengka, Selasa, (3/2) siang.

Ulama Salaf Online

Dulu, Jakfar bercerita, para petani sempat menormalisasikan sungai tapi itu sudah berlangsung lama. "Kalau sekarang belum digaruk lagi, jadi air sungai meluap lagi," katanya.

Menurut para warga, banjir luapan sudah terjadi setiap tahun terhitung dari tahun 2000 hingga merendam ratusan tanaman padi. "Sampai sekarang masih turun hujan, airnya masih menggenangi ribuan hektare tanaman padi milik petani," tuturnya.

Pihak LPPNU Majalengka menuntut Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) segera menormalisasi aliran sungai Cikamangi karena selalu merugikan petani. "Kami harap BBWSC segera turun tangan, agar kerugian petani tidak terjadi setiap tahunnya,” jelasnya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Ubudiyah Ulama Salaf Online

Sabtu, 30 Desember 2017

PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan, veto Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush terhadap rancangan undang-undang (RUU) penarikan pasukan AS dari Irak merupakan bukti bahwa Bush tak mau mendengarkan suara sebagian besar rakyatnya.

“Keputusan Kongres Amerika Serikat itu ‘kan keputusan mayoritas. Artinya, itu suara mayoritas rakyatnya. Kalau Bush mem-veto, jelas membuktikan bahwa Bush tidak mau mendengarkan rakyatnya,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (2/5)

PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya

Bahkan, imbuhnya, veto orang nomer satu di negeri Paman Sam itu pun cukup menjadi bukti bahwa Bush mengabaikan desakan masyarakat dunia yang menginginkan pasukan pendudukan AS segera keluar dari Irak.

“Semua orang tahu, PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) saja tidak didengar. Termasuk unjuk rasa jutaan rakyat Inggris di London yang menolak invasi AS ke Irak. Juga unjuk rasa lebih 1,5 juta rakyat Australia di Melbeurne dengan slogan; ‘No War For Oil’,” terang Presiden World Conference on Religion for Peace itu.

Namun demikian, Hasyim menegaskan, veto Bush terhadap keputusan Kongres AS yang dipelopori Partai Demokrat itu bukan berarti tidak ada lagi harapan bagi perdamaian di Irak. Perlawanan terhadap kesewenangan negara Adidaya tersebut, apa pun bentuknya, tetap harus digelorakan.

Begitu juga, lanjutnya, desakan terhadap upaya penarikan pasukan AS dan sekutunya bagi perdamaian di Irak jangan pernah berhenti. “Kita tidak bisa berharap bahwa penjajahan Amerika Serikat itu berhenti dengan sukarela. Kita tidak mungkin mengharapkan amal saleh dari penjajah itu,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu menambahkan, selain desakan dari semua pihak agar AS segera meninggalkan Irak, lebih penting lagi adalah persatuan rakyat Irak sendiri. Pasalnya, tanpa persatuan itu, AS akan semakin mudah untuk menaklukkan negeri kaya minyak itu.

Presiden Bush, seperti diberitakan diberitakan AFP, Rabu (2/5), memveto rancangan RUU mengenai penarikan pasukan AS dari Irak. Hal tersebut berarti legislasi yang telah disetujui Kongres AS yang didominasi Partai Demokrat itu tidak bisa dilaksanakan.

Ulama Salaf Online

Bush langsung menolak RUU penarikan pasukan tersebut begitu kembali ke Gedung Putih usai melakukan kunjungan ke pangkalan Angkatan Udara MacDill di Florida, AS yang merupakan markas besar Central Command AS.

RUU tersebut berisi tentang penarikan tahap pertama pasukan tempur AS dari Irak yang harus sudah dilakukan pada 1 Oktober. Penarikan keseluruhan akan selesai pada 6 bulan mendatang.

Sesuai RUU tersebut, penarikan pasukan AS akan dimulai paling awal pada 1 Juli dan selambat-lambatnya pada 1 Oktober. Di Kongres AS pekan lalu, RUU Demokrat ini disetujui dengan hanya mendapat dukungan dari 4 anggota Partai Republik. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, Kyai, Ubudiyah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock