Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Jombang, Ulama Salaf Online. Selama bulan Muharram, PC Muslimat NU Jombang Jawa Timur menyelenggarakan layanan kesehatan gratis di sejumlah lokasi. Kegiatan bekerjasama dengan sejumlah pihak, dan berpindah ke sejumlah kecamatan.

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Ahad (16/10) kemarin, kegiatan diselenggarakan di halaman keluarga Nyai Hj Marfuah yang juga sesepuh Muslimat Anak Cabang Perak, Jombang.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Hj Hasanah menyampaikan bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama PC Muslimat NU Jombang dan Dinas Kesehatan setempat. "Sebagaimana diketahui bahwa Muharram merupakan bulan amal bakti sosial bagi Muslimat NU se-Indonesia," katanya.

Dan PC Muslimat NU Jombang dengan berbagai elemen masyarakat termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh warga mengadakan bakti sosial di seluruh kecamatan. "Beragam kegiatan diselenggarakan termasuk santunan anak yatim dan pengobatan gratis," terangnya.

Ulama Salaf Online

"Silakan manfaatkan kesempatan ini. Yang mau periksa kolesterol, asam urat dan diabetes monggo gratis," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Perak. Tak pelak, ulahnya mengundang tepuk tangan warga yang memadati lokasi. "Apalagi buat para embah, panjenengan tidak perlu jauh-jauh menyeberang jalan ke Puskesmas," lanjutnya.

Kegiatan yang didukung Unipdu Medika, Stikes ICME, STIKES Pemkab dan RSIA Muslimat tersebut mendapat apresiasi dari warga. "Ini pertanda baik lantaran besarnya kesadaran warga akan kesehatan," kata Khudrotun Nafisah, ketua panitia.

Sebelumnya, Hj. Munjidah Wahab mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangkaian peringatan bulan Muharram. "Sehingga kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 30 Oktober 2016 mendatang," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Bakti sosial juga sebagai perwujudan nyata kepedulian PC Muslimat NU untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga masyarakat, khususnya nahdliyin. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pahlawan, Warta Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Penyebaran informasi dan berita bohong (hoaks) baik melalui lisan maupun tulisan untuk kepentingan apa saja, termasuk politik, harus dihindari demi menjaga keutuhan hubungan persaudaraan sebangsa dan persaudaraan sesama manusia.

Hal ini diingatkan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin yang akrab dipanggil Gus Ishom, Kamis (21/9) yang saat ini masih berada di Kota Madinah dalam rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji.

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Menurutnya Keinginan hawa nafsu untuk menjatuhkan citra baik orang lain dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran agama dan norma-norma ketimuran harus cepat dikekang.

"Sangatlah tidak patut meraih kehormatan diri dengan cara menjatuhkan martabat orang lain, lebih-lebih dengan memfitnah orang terhormat yang selalu nenjaga kehormatannya," ujarnya.

Oleh karena itu menurutnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit lisan dan tulisan yang saat ini banyak sekali tersebar dengan mudahnya dan membahayakan bagi pembacanya.

Ulama Salaf Online

Yang pertama adalah tidak terburu-buru memercayai berita yang tidak jelas kebenarannya dengan bersikap kritis dan membiasakan tabayun, kroscek atau klarifikasi.

"Cegahlah diri sendiri atau orang lain dari menyampaikan berita dusta itu, baik dengan lisan atau tulisan," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar jangan mudah berburuk sangka kepada siapa saja karena sebagian buruk sangka itu perbuatan dosa.

Ulama Salaf Online

"Jangan turut serta atau terlibat dalam mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Sampaikan kritik yang konstruktif dengan prosedur yang benar dan cara yang santun," tegasnya.

Selanjutnya Ia mengingatkan agar jangan suka mengikuti hawa nafsu untuk suka bermusuhan dan membenci saat tidak setuju dengan pihak lain. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Warta, Olahraga Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Jakarta, NU.Online
Perubahan? pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) dari pola birokrasi menuju paradigma profesional masih menyisakan sejumlah kontroversial dimasyarakat.? Hal ini terlihat dari pola penerimaan mahasiswa dengan 2 pola seleksi? yaitu, Penelurusan Minat Bakat dan Potensi (PMBP) dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang sebelumnya satu jalur lewat UMPTN.

Dibeberapa perguruan tinggi negeri yang menggunakan pola BHMN (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor) menuai kritik karena dengan pola baru tersebut dianggap mematikan potensi mahasiswa yang tidak mampu secara finansial. dan berpotensi menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus.

Komentar tersebut dikemukakan sejumlah kalangan, Senin (16/6), setelah sejumlah PTN berlomba membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru dengan memasang tarif Rp 15 juta hingga Rp 150 juta. Langkah PTN menjaring dana dengan berbagai cara itu menyusul kebijakan dijadikannya kampus mereka sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN), yang diharuskan untuk mencari dana sendiri

Menanggapi "komersialiasi" PTN tersebut, Mendiknas Malik Fadjar menegaskan, ukuran masuk perguruan tinggi tetap akademis, dan sumbangan yang ditetapkan sama sekali tidak menghilangkan ukuran akademis itu. "Saya selalu menekankan jangan sampai uang menjadi persyaratan utama untuk masuk sekolah," ujar Malik usai menghadap Wakil Presiden Hamzah Haz di kantor Wapres di Jakarta, Senin.

Malik? mengatakan, sumbangan itu sifatnya sukarela. Ditanya mengapa sampai ada yang mematok Rp 150 juta, Malik menjawab, "Yang penting itu terbuka, transparan, dan akuntabilitasnya terjamin. Itu saja." Malik menambahkan, besarnya sumbangan tidak perlu diberi batasan. "Kita berikan peluang kepada masing-masing untuk tetap memperhatikan kemampuan (uang) dan persoalan (akademis). Ukurannya harus tetap akademis. Dulu juga kita sudah punya aturan seperti itu, tapi tidak jalan karena banyak mahasiswa mengaku dari golongan tidak mampu," katanya.

Ditanya soal mekanisme kontrol tentang sumbangan itu, Malik menjawab, "Kan sudah ada wali amanah dan dewan akuntabilitas akademis."

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro, pembukaan jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa baru PTN harus disertai dengan akuntabilitas penggunaan anggaran dan jaminan mutu akademik. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas akan mengevaluasi kinerja PTN yang membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru di luar jalur reguler. Berdasarkan evaluasi tersebut pemerintah akan membuat rambu-rambu menyangkut penerimaan mahasiswa baru yang berorientasi pencarian dana.

"Intinya, setiap PTN boleh saja mencari dana melalui penerimaan mahasiswa baru. Akan tetapi, harus transparan soal penggunaan anggaran, tidak diskriminatif, dan lebih penting lagi hasil seleksinya harus sesuai standar mutu akademik," kata Satryo Soemantri? Brodjonegoro

Sementara menurut? anggota Komisi VI DPR Ferdiansyah dari Fraksi Partai Golkar "Aturan itu ibarat menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus," kata , menilai maraknya pembukaan jalur mandiri di kalangan PTN itu. Walaupun mahasiswa jalur mandiri dipersyaratkan mengikuti seleksi, dipertanyakan siapa yang bisa menjamin bahwa PTN bersangkutan bisa obyektif.

"Karena niat dari awal mencari dana, PTN bersangkutan bakal tergiur dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa. Kalau begini, hasil seleksi bisa jadi tidak merupakan pertimbangan utama," katanya.

Dalam pelayanan akademik, lanjut Ferdiansyah, akan sangat sulit bagi PTN untuk berlaku sama rata terhadap seluruh mahasiswanya. Ada kemungkinan mahasiswa jalur mandiri dimanjakan dengan sejumlah kemudahan, termasuk dalam persyaratan kelulusan mata kuliah. Hal yang buruk itu akan terakumulasi nantinya dalam mutu kelulusan sarjana.

Sementara itu, kendati sejumlah PTN favorit berlomba-lomba membuka jalur khusus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tetap bertahan dengan sistem yang ada selama ini.

"ITS tidak akan ikut serta menyelenggarakan program serupa," kata Rektor ITS Dr Ir Mohammad Nuh DEA. "Dalam menyeleksi calon mahasiswa baru, kami tetap mengutamakan nilai akademis calon mahasiswa. Selain itu, ITS juga memiliki nilai-nilai tetap, salah satunya berupa tanggung jawab sosial, dengan memberikan kesempatan memperoleh pendidikan bagi siapa pun," ujarnya.

Rektor ITS menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah nilai-nilai yang mereka tetapkan dalam menerima mahasiswa baru.Tanpa menyalahkan PTN yang telah menerapkan kebijakan program khusus tersebut, Nuh menandaskan bahwDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Olahraga, Warta Ulama Salaf Online

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Minggu, 28 Januari 2018

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

Bandung,Ulama Salaf Online

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Barat mengadakan kegiatan Reuni Alumni dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Salah satu buah dari pertemuan tersebut adalah perencanaan pembuatan gedung sekretariat 3 Lantai.

Menurut Ketua Pelaksana kegiatan tersebut Muhtarom, biaya untuk pembangunan gedung dan pembelian tanah sudah terkumpul sebagian.

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

"Barusan, seperti yang kita dengar sudah terkumpul 150 meter dari (target) 500 meter untuk pembangunan gedung Ika PMII," katanya pada Reuni Alumni IKA-PMII, di kampus UNINUS, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Pada (21/8).

Ulama Salaf Online

Rencananya, gedung akan dibuat tiga lantai sebagai sentral dari kegiatan PMII seperti pelatihan, kaderisasi dan pusat komunikasi para alumni.

Ulama Salaf Online

"Di atas tanah 500 meter ini akan dibangun 3 lantai. Lantai pertama untuk aula, lantai kedua untuk kantor IKA dan lantai ketiga untuk kantor yayasan," jelasnya.

Setelah Muswil, lanjutnya, ke depan akan dimatangkan persiapan pembangunan perguruan tinggi yang akan dikelola oleh para alumni.

"Memang sekarang ada beberapa tanah yang diwakafkan ke yayasan untuk pembangunan perguruan tinggi, mudah - mudahan bisa terwujud," ujarnya.

Ketua Alumni IKA PMII Jabar Numan Abdul Hakim mengaharapkan agar para alumni bisa di garda terdepan menyelesaikan persoalan bangsa.

"PMII harus tampil, katakanlah, menjadi peniup peluitnya ketika tidak ada yang tidak beres baik itu sistem politik, sistem sosial dan sebagainya," ujarnya.

Dia juga mengimbau agar alumni PMII berkiprah di NU. "Kita berharap, (alumni) PMII tidak berhenti ketika dia punya jabatan saja, termasuk memikirkan NU sebagai organisasi sosial yang dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat," lanjutnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Mabin PB IKA PMII KH Ahmad Bagdja, dan sekitar 350 alumni dari berbagai daerah di Jawa Barat. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta Ulama Salaf Online

Minggu, 14 Januari 2018

Orang Mampu Mengaku Miskin

Sering kita jumpai orang mampu tapi mengaku orang miskin. Pengakuan tersebut sebenarnya lebih dikarenakan faktor mental, yakni orang tersebut bermental miskin, karena keserakahannya terhadap harta yang ingin dimilikinya. Orang seperti itu tidak akan merasa cukup sebelum semuanya menjadi milik dia.

Oleh karena itu, pengelola zakat harus berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya jangan sampai salah sasaran ke tangan orang yang bukan mustahiq. Jika pemberian itu  berupa hibah memang orang yang mampu berhak menerimanya. Asalkan penerima adalah orang yang membutuhkan atau pemberi hibah bermaksud mencari pahala. 

Dalam I’anatut-Thalibin disebutkan bahwa jika ada seseorang yang membayar zakat sebelum waktunya (ta’jil), dan orang fakir penerima zakat itu sudah tidak berhak lagi menerima zakat ketika waktu zakat tadi tiba, maka harta yang telah dizakatkan diambil lagi oleh muzakki. Memang orang yang mengaku fakir dan miskin bisa dibenarkan tanpa melalui sumpah, hanya saja orang kaya tidak mendapat bagian zakat. Demikian juga dijelaskan dalam Ma’rifatus-Sunan wal Atsar yang disusun Al-Baihaqi, “Tidak sah shadaqah diberikan kepada orang kaya dan orang mampu.”

Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Mampu Mengaku Miskin

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fii Syarhil Minhaj, Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan: “Jika pemberian diwakilkan kepada orang lain, dan barang diberikan kepada orang yang tidak diizinkan oleh muwakkil, maka penerima barang harus menggantinya (dhaman).” Demikian juga seorang karyawan atau pekerja yang mengaku belum dibayar (diberi upah) padahal sudah dibayar. Kemudian orang tersebut diberi upah, maka pemberian tersebut tidak halal baginya.

Ulama Salaf Online

Hal ini dikarenakan dia telah berbohong sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar: “Jika seorang pekerja mengaku belum dibayar (diberi upah) secara bohong, kemudian ia pun diberi upah, maka ia tidak halal baginya untuk menerimanya dan ia tidak bisa memiliki upah tersebut.” 

Dengan kata lain orang yang mampu dan berada tetapi mengaku-ngaku miskin dengan tujuan medapatkan zakat dan kemudian ia mendapatkan zakat. Sesungguhnya zakat yang diterimanya menjadi barang yang haram bagi dirinya. Wallahu a’lam bish shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Warta, Tokoh Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Jepara, Ulama Salaf Online. Masih dalam suasana bulan Syawal, selain dimanfaatkan untuk melaksanakan halal bihalal saling maaf memaafkan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Fathan Subchi memanfaatkan hari kemenangan dengan melakukan dialog interaktif dengan warga NU Jepara yang berlangsung di aula Gedung Haji/ IPHI, Jalan MT Haryono Kompleks Islamic Center, Jepara, Kamis (30/7).

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Kegiatan yang diikuti ratusan orang ini melibatkan perwakilan MWCNU, Badan Otonom NU serta tamu undangan dari unsur lain. Juga dihadiri perwakilan dari Pemkab Jepara.

Dalam paparannya, Fathan menyampaikan dalam kurun waktu 10 bulan masyarakat boleh kecewa dan merasa belum puas dengan kinerja DPR tetapi pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu menjelang 1 tahun ini pihaknya melakukan reses selama 5 kali. Reses adalah turun ke rakyat mendengar dan mendengar aspirasi rakyat.?

Ulama Salaf Online

Pada periode 2014-2019 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi sosial, agama dan pemberdayaan perempuan. Misalnya perihal haji, pihaknya meminta Kemenag untuk melakukan reformasi. Karena sebagaimana hasil studi banding di Turki di sana penyelenggaraan haji dikelola 2 badan pemerintah menangani 80 % dan swasta 20 %.?

Ulama Salaf Online

“Di sana ada juga badan pengelola keuangan haji,” lanjutnya.

Karena itu RUU Haji perlu dirumuskan kembali oleh DPR. RUU lain yang ia tangani ialah Disabilitas atau penanganan orang cacat.

Masih di komisinya Wakil Ketua PP Lazisnu juga memperjuangkan keberadaan dana bagi pesantren dan madrasah. Menurutnya dana senilai 20-25 trilyun layak untuk pengembangan pesantren dan madrasah agar pendidikan agama menjadi semakin bagus.

Ia menegaskan tidak boleh ada dikotomi sekolah dan madrasah sehingga 20% anggaran untuk agama. Sebab dengan agama moral bangsa menjadi lebih baik. Agar lebih baik perlu ditopang dengan sumber pendanaan yang mencukupi. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Pendidikan, Warta Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan

Jepara, Ulama Salaf Online. Aktor senio Slamet Rahardjo, menyebut Saifin Nuha atau Alex Komang merupakan “mutiara” dari Pecangaan Jepara. Desa Pecangaan Kulon kecamatan Pecangaan merupakan kampung kelahiran lelaki yang menghembuskan napas terakhir pada usia 53 ini.

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan

Alex muda, anak seorang kiai kampung KH Shohibul Munir memberanikan diri untuk hijrah ke Jakarta dan menemui sutradara kenamaan Teguh Karya. Meski ia sempat diejek sebagai anak kampungan, namun lambat laun ia diterima sebagai muridnya.

Waktu itu, Teguh Karya akan menerimanya dengan syarat dilarang malas dan harus tekun. Dengan bekal ketekunan, patuh terhadap guru lambat-laun kiprahnya makin diterima masyarakat.

Ulama Salaf Online

Buktinya ia pernah menyabet predikat aktor terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 1987. “Jakarta hanya sebagai pembungkus. Mutiaranya salah satunya lahir dari Pecangaan,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Bagi lelaki kelahiran Serang, Banten 66 tahun ini, Alex memang memiliki kebiasaan unik. Saat teman di sanggar tidur, ia bangun. Saat orang tertidur lelap ia malah bangun. Meski begitu keberadaannya semakin mewarnai sanggar teater Popular.

Sehingga Slamet meyakini kepergian almarhum tidaklah sia-sia. Sebab sudah banyak karya kebudayaan ia dedikasikan untuk bangsa dan negara.

Memet panggilan masa kecil Slamet juga mengenal ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) sebagai warga “bintang sembilan” tulen. Terbukti dengan keikutsertaannya dengan lembaga NU, Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU.

Kakak kandung Erot Djarot ini menambahkan kematian adalah keniscayaan. “Pergilah kamu, Alex. Pergilah dengan baik. Kamu tidak dipanggil oleh bupati, tidak gubernur dan tidak juga presiden. Tetapi kamu dipanggil oleh Allah. Datanglah dengan terhormat,” tuturnya.

Hanya doa, lanjutnya, yang bisa dipanjatkan untuk mengantarkan kepergian Alex Komang ke tempat peristirahatan terakhir. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Warta, Jadwal Kajian Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock