Minggu, 25 September 2016

Haul ke-4 Gus Dur, PCINU Maroko Bedah Syair Tanpo Waton

Maroko, Ulama Salaf Online. Memperingati haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid, Sekretaris Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko Rifqi Maula memimpin tahlil untuk mengawali bedah syair Tanpo Waton karya KH Moh Nizam As-Shofa di sekretariat PCINU Maroko, Boukhalef, Tanger, Maroko, Kamis (2/1).

Bedah syair Tanpo Waton merupakan amanat langsung pengarang dan pelantun syair tersebut kepada salah satu muridnya Vera DwiIryanti. Vera kini menjabat sebagai bendahara PCINU Maroko.

Haul ke-4 Gus Dur, PCINU Maroko Bedah Syair Tanpo Waton (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul ke-4 Gus Dur, PCINU Maroko Bedah Syair Tanpo Waton (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul ke-4 Gus Dur, PCINU Maroko Bedah Syair Tanpo Waton

Mahasiswi yang sedang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Abdel Malek Assaadi, Tetouan, menyatakan kebahagiannya karena mampu melaksanakan amanat gurunya. Ia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di Maroko yang mendukung terlaksananya bedah syair Tanpo Waton.

Ulama Salaf Online

Sementara Syuriyah PCINU Maroko Alvian Iqbal Zahasfan yang menjadi narasumber mengawali forum itu dengan melantunkan bait-bait syairnya bersama-sama.

Ulama Salaf Online

“Jika kita mendengar nama Gus Dur, maka ia adalah salah satu manusia yang keberadaanya menjadi milik dunia. Berbicara tentang Gus Dur bukanlah perkara yang mudah, karena tak jarang kita melihat sikapnya yang berlainan dalam menghadapi satu masalah,” kata Alvian.

Tapi dari situlah, lanjut Alvian, kita belajar bahwa sesuatu yang bertentangan tidak harus di pertengkarkan. Gus Dur adalah orang yang serius, tapi di satu sisi ia adalah orang yang suka bercanda. Bahkan dalam menghadapi masalah rumit tak jarang Gus Dur menghadapinya dengan ungkapan “Gitu Aja Kok Repot”.

Sedangkan pembawa acara Abdullah Aniq Nawawi menambahkan, Gus Dur adalah orang yang rasional, tapi di sisi lain ia juga mempercayai sesuatu yang supranasional. Sementara bagi orang yang tak mengerti, hal itu sering dianggap irrasional. “Itu menunjukan bahwa sesuatu yang bertentangan tidak harus dipertentangkan,” tegas Aniq.

Selesai membedah syair itu, Alvian mengatakan meski syair Tanpo Waton tak terlantunkan dari lisannya Gus Dur, tetapi semangat syair itu merupakan refleksi dari kehidupan Gus Dur.

Bedah syair itu ditutup doa yang dipimpin Ahmad Faiz Yunus. (Kusnadi El Ghezwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online. Haul ke-4 Gus Dur, PCINU Maroko Bedah Syair Tanpo Waton di Ulama Salaf Online ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock