Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

Jakarta, Ulama Salaf Online



Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin menyesalkan bahwa ada pejabat negara yang ikut gabung kelompok terorisme ISIS (Negara Islam Irak dan Syiria).?

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta, Senin, (9/5).

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

“(Salah satu motifnya adalah) Mereka mempercayai bahwa sekarang sudah akhir zaman, maka mereka berbondong ke tanah Suriah untuk jihad dan menunggu sang imam Mahdi,” kata Hamidin.

Menurutnya, ada dua cara mengapa orang bisa sampai bergabung dengan kelompok radikalisme tersebut. “Pertama face to face (antara calon teroris dan teroris) dan yang kedua adalah lewat media sosial,” tegasnya. ? ?

Ia menjelaskan bahwa ada 133 organisasi terorisme di dunia, 21 jaringan berada di Indonesia, 7 yang berkaitan langsung dengan ISI. “Tiga (dari tujuh) diantaranya melakukan rekrutmen langsung untuk ISIS,” ungkap laki-laki kelahiran Sumatera Selatan tersebut.

Ulama Salaf Online

Meski demikian, lanjut Hamidin, Indonesia tidak bisa melakukan banyak hal terhadap gerakan-gerakan yang secara benderang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia karena Undang-undang tentang terorisme itu usang dan perlu diperbaharui. ?

“Orang menyerukan teroris, orang berangkat ke luar negeri (untuk gabung kelompok terorisme), orang mengaku ISIS, orang mengaku tentara ISIS terang-terangan, orang mendukung ISIS, dan orang yang simpati terhadap ISIS. Mereka tidak bisa diapa-apakan oleh negara,” paparnya.

Hamidin menilai bahwa kelompok terorisme itu bukanlah Islam. “Pada saat menangkap Basri (anggota kelompok teroris Santoso), saya melihat banyak tato di tubuhnya, ada juga gambar wanita telanjang. Ketika saya ajak debat soal agama, meski pengetahuan agama saya seadanya, ia tidak bisa menjawab,” ungkap Hamidin.

“Mereka hanya menggunakan simbol agama (Islam) untuk membenarkan dan melegitimasi gerakan mereka,” pungkasnya.

Ulama Salaf Online

Selain Brigjen Pol Hamidin, ada KH Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam Nahdlatul Ulama) dan C Holland Taylor (Direktur Bayt Rahmah California Amerika) yang juga menjadi narasumber. (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Maret 2018

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Balikpapan, Ulama Salaf Online. Liga Santri Nusantara kembali digelar pada tahun 2016. Setelah tahun sebelumnya LSN diikuti oleh 184 pesantren Pesantren, pada pelaksanaan LSN tahun ini akan diikuti oleh 1.024 Pondok Pesantren di Indonesia.

Menurut Ketua Liga Santri Nusantara Abdul Ghaffar Rozin, pembukaan kick off secara nasional akan dilangsungkan di Balikpapan pada 19 Agustus 2016. "Tepatnya di Stadion Persiba Balikpapan," katanya.

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Lelaki yang akrab disapa Gus Rozin ini melanjutkan, pada pembukaan kick off LSN 2016 akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan, dan kiai/tokoh Pondok Pesantren di Balikpapan.

"Ini akan menjadi langkah baik bagi santri yang memiliki skill dan semangat olahraga yang cukup menjanjikan bagi masa depan persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Sedangkan, menurut Sekretaris LSN Koirudin Abbas mengatakan, kick off pembukaan LSN secara nasional dilakukan secara unik dan kreatif. "Kalau biasanya, kick off dalam dunia sepak bola dibuka dengan tendangan, pada kali ini dilakukan dengan menabuh bedug sebanyak lima buah," tambah pria yang akrab disapa Cak Din ini.

Selain itu, lanjut Cak Din, pertunjukan kesenian khas dunia pesantren akan diperlihatkan pada kick off LSN tahun ini. Mulai dari seni hadrah sampai pertunjukan pencak silat yang dibawakan oleh Pagar Nusa.

"Bahwa santri merupakan bagian terpenting menjaga tradisi Indonesia. Dan melalui sepak bola, santri dan pesantren akan memajukan dunia olahraga Indonesia. Liga Santri ini milik seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Ulama Salaf Online

Pada laga pembukaan kick off Liga Santri Nusantara 2016 ini akan mempertemukan Ponpes Naam dan Ponpes Al Muhajirin yang masing tim berasal dari Regional Kalimantan I yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain itu, pada pembukaan kick off LSN 2016 ini akan ada pertandingan eksebisi antara Tim PON Kaltim berhadapan dengan Tim PON Jabar. (Rizam Syafiq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Olahraga, AlaNu Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang

Jeddah, Ulama Salaf Online - Jemaah haji yang wafat di Arab Saudi kini mencapai 43 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak pemberangkatan gelombang pertama 28 Juli 2017, hingga Sabtu (19/8) kedatangan di Kota Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Mayoritas jemaah meninggal karena terkena serangan jantung dan gangguan pernafasan.

Informasi ini berdasarkan data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, sebagaimana dilansir situs resmi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Ahad (20/8).

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang

Jemaah bernama Enung binti Renung Ukin (79) dari kloter 003 Jakarta (JKG 003) meninggal di pemondokan Makkah karena gangguan pernafasan.

Ulama Salaf Online

Marzuki bin Abdur Rahmat (79) dari kloter 01 Palembang (PLM 01) meninggal di Sektor Makkah karena serangan jantung.

Ulama Salaf Online

Suwanah binti Hajemin Maridin (60) dari kloter 40 Jakarta (JKG 40) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Airport Jeddah karena serangan jantung.

Jakaria bin Jawas Pallo (54) dari kloter 015 Ujungpandang (UPG) meninggal di perjalanan menuju Makkah karena serangan jantung.

Kaseri bin Kasan Dikromo (68) dari kloter 012 Surabaya (SUB 012) meninggal di Sektor Makkah karena serangan jantung.

Abdul Rahman bin Kelsabar (68) dari kloter 014 Ujungpandang (UPG 0014) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan saluran pernafasan.

Sarfiddin bin Sahbuddin Muhammad (65) dari kloter 04 Batam (BTH 04) meninggal di pemondokan Makkah karena gangguan saluran pernafasan.

Berikut data jemaah haji yang wafat sebelumnya:

1. Diah Rialati Kasbullah Tjasuri (SOC 05), wafat 7 Agustus 2017 di RS Al Ansaar, Madinah, karena sakit pada saluran pernafasan.

2. Samidi Ciro Sentono (BTH 06), wafat 7 Agustus 2017 di RS King Fahd karena serangan jantung.

3. Mudjiono Sukibat bin Somodimedjo (SUB 08), wafat 5 Agustus 2017 pukul 10.43 WAS di hotel karena mengalami serangan jantung.

4. Supono Suseno Satari bin Suseno (SUB 07), wafat 5 Agustus 2017 jelang Salat Subuh di halaman Masjid Nabawi karena mengalami serangan jantung.

5. Amnah Hasri Husin binti Husin (MES 02), wafat 4 Agustus 2017 pukul 03.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

6. Sarnata Sarun (JKG 05), wafat 3 Agustus 2017 pukul 20.00 di hotel karena serangan jantung.

7. Ilebbi binti Jinatta Lepu (UPG 08), wafat 3 Agustus 2017 jam 16.16 WAS di pelataran Masjid Nabawi karena serangan jantung.

8. Hadiarjo Singarejo Singaleksana Kasenet bin Singarejo Kasenet (SOC 01), wafat 3 Agustus 2017 jam 13.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

9. Sukamto bin Sudarman Muryadi (JKS 16), wafat 3 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena serangan jantung.

10. Indriyani Wahadi Wiyono (SOC 02), wafat 2 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena penyakit jantung.

11. Agus Salim Mulia Siregar (MES 02), wafat 1 Agustus 2017, karena trauma pada tulang leher disebabkan terjatuh.

12. Umi Nadiroh Yunus Husen (SUB 05), wafat 31 Juli 2017 di RS Al Anshoor, karena mengalami serangan jantung.

13. Marfuah merupakan jemaah dari kloter 17 embarkasi Surabaya (SUB 17), wafat di Al Dar Hospital Madinah karena mengalami serangan jantung.

14. Engkos Kostiman bin Darya dari embarkasi JKS 6, asal Parung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, wafat di Makkah karena serangan jantung.

15. Slamet Tarni Achad (62), calon haji asal Ploso Kandang, Tulungagung, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir di Makkah karena gangguan saluran pencernaan.

16. Risda Yarni Muhammad Rasyid (47) dari embarkasi Batam kloter 6. Meninggal di pemondokan, Madinah.

17. Siti Aminah Janip Sain (53) jemaah haji dari kloter 11 Jakarta-Bekasi, meninggal di pemondokan, Makkah, akibat serangan jantung.

18. Imas Yuhana Misbah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi atau JKS 3 berumur 61 tahun, wafat di Makkah karena terkena serangan jantung.

19. Ilyas Muhammad Jasa dari embarkasi Batam atau BTH 8, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah. Ilyas meninggal dunia dalam umur 64 tahun.

20. Ramlah Abdul Jalil Silalahi asal embarkasi Medan atau MES 8. Ia meninggal di pemondokan saat mengikuti rangkaian ibadah Arbain di Madinah. Ramlah meninggal di usia 69 tahun.

21. Dahlia Hanum Nasution (60), berasal dari Embarkasi Medan kloter 5 (MES 5), meninggal pada 12 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi akibat serangan jantung.

22. Jembar Untung Semo (61), berasal dari Embarkasi Surabaya kloter 18 (SUB 18), meninggal pada 14 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat gangguan pernafasan.

23. Suyahtri Kasmi Tohjoyo berusia 51 tahun, berasal dari Embarkasi Surabaya Kloter 7 (SUB 7). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) karena serangan jantung.

24. Dadang Iskandar Empan, berusia 65 tahun dan jemaah dari Jakarta kloter 35 (JKS 35). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat serangan jantung.

25. Nasiman Mochamad Sahlan (65), dari kloter 46 Solo (SOC 46). Meninggal di pemondokan karena ada pendarahan dalam tubuhnya.

26. Ida Rosika P binti Maradaman HSB (78), berasal dari kloter 007 embarkasi Medan. Ia meninngal di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

27. Razali Haka bin Abdul Karim (82), berasal dari 016 Batam, meninggal di Masjid Makkah karena serangan jantung.

28. Kusno bin Kadari Mursadi (75), berasal dari kloter 041 embarkasi Surabaya meninggal Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan saluran pencernaan.

29. Utami binti Kasan Kasti (46) kloter 040 Jakarta-Bekasi (JK 040) meninggal Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan pernapasan.

30. Bedjo Al Juwahir bin Poncokromo (73) dan Sumaryam binti Kerti Mat (62). Bedjo Al Juwahir yang tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) wafat di pemondokan. Makkah karena serangan jantung.

31. Sumaryam adalah jemaah kloter 53 Embarkasi Surabaya (SUB 53). Alrmahumah wafat di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

32. Emdenis bin Mukhtarudin (60). Almarhumah adalah jemaah kloter 16 Embarkasi Padang (PDG 16). Almarhumah wafat di pemondokan Makkah karena gangguan pernafasan.

33. Purni binti Pungut Minan (65), kloter 023 Jakarta meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena serangan jantung

34. Iyah binti Saari Ili (50) kloter 040 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 040) meninggal di pemondokan Madinah karena serangan jantung.

35. Solikhin bin Mursidik Dipawikrama (60) kloter 046 embarkasi Solo meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernafasan.

36. Sutomo bib H Sosro Harsono (83) kloter 022 Jakarta-Bekasi meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Makkah akibat penyakit tumor.

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Lomba, Olahraga, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Selasa, 13 Februari 2018

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Jombang, Ulama Salaf Online. Selama bulan Muharram, PC Muslimat NU Jombang Jawa Timur menyelenggarakan layanan kesehatan gratis di sejumlah lokasi. Kegiatan bekerjasama dengan sejumlah pihak, dan berpindah ke sejumlah kecamatan.

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Ahad (16/10) kemarin, kegiatan diselenggarakan di halaman keluarga Nyai Hj Marfuah yang juga sesepuh Muslimat Anak Cabang Perak, Jombang.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Hj Hasanah menyampaikan bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama PC Muslimat NU Jombang dan Dinas Kesehatan setempat. "Sebagaimana diketahui bahwa Muharram merupakan bulan amal bakti sosial bagi Muslimat NU se-Indonesia," katanya.

Dan PC Muslimat NU Jombang dengan berbagai elemen masyarakat termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh warga mengadakan bakti sosial di seluruh kecamatan. "Beragam kegiatan diselenggarakan termasuk santunan anak yatim dan pengobatan gratis," terangnya.

Ulama Salaf Online

"Silakan manfaatkan kesempatan ini. Yang mau periksa kolesterol, asam urat dan diabetes monggo gratis," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Perak. Tak pelak, ulahnya mengundang tepuk tangan warga yang memadati lokasi. "Apalagi buat para embah, panjenengan tidak perlu jauh-jauh menyeberang jalan ke Puskesmas," lanjutnya.

Kegiatan yang didukung Unipdu Medika, Stikes ICME, STIKES Pemkab dan RSIA Muslimat tersebut mendapat apresiasi dari warga. "Ini pertanda baik lantaran besarnya kesadaran warga akan kesehatan," kata Khudrotun Nafisah, ketua panitia.

Sebelumnya, Hj. Munjidah Wahab mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangkaian peringatan bulan Muharram. "Sehingga kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 30 Oktober 2016 mendatang," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Bakti sosial juga sebagai perwujudan nyata kepedulian PC Muslimat NU untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga masyarakat, khususnya nahdliyin. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pahlawan, Warta Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Penyebaran informasi dan berita bohong (hoaks) baik melalui lisan maupun tulisan untuk kepentingan apa saja, termasuk politik, harus dihindari demi menjaga keutuhan hubungan persaudaraan sebangsa dan persaudaraan sesama manusia.

Hal ini diingatkan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin yang akrab dipanggil Gus Ishom, Kamis (21/9) yang saat ini masih berada di Kota Madinah dalam rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji.

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Menurutnya Keinginan hawa nafsu untuk menjatuhkan citra baik orang lain dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran agama dan norma-norma ketimuran harus cepat dikekang.

"Sangatlah tidak patut meraih kehormatan diri dengan cara menjatuhkan martabat orang lain, lebih-lebih dengan memfitnah orang terhormat yang selalu nenjaga kehormatannya," ujarnya.

Oleh karena itu menurutnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit lisan dan tulisan yang saat ini banyak sekali tersebar dengan mudahnya dan membahayakan bagi pembacanya.

Ulama Salaf Online

Yang pertama adalah tidak terburu-buru memercayai berita yang tidak jelas kebenarannya dengan bersikap kritis dan membiasakan tabayun, kroscek atau klarifikasi.

"Cegahlah diri sendiri atau orang lain dari menyampaikan berita dusta itu, baik dengan lisan atau tulisan," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar jangan mudah berburuk sangka kepada siapa saja karena sebagian buruk sangka itu perbuatan dosa.

Ulama Salaf Online

"Jangan turut serta atau terlibat dalam mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Sampaikan kritik yang konstruktif dengan prosedur yang benar dan cara yang santun," tegasnya.

Selanjutnya Ia mengingatkan agar jangan suka mengikuti hawa nafsu untuk suka bermusuhan dan membenci saat tidak setuju dengan pihak lain. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Warta, Olahraga Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Jakarta, NU.Online
Perubahan? pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) dari pola birokrasi menuju paradigma profesional masih menyisakan sejumlah kontroversial dimasyarakat.? Hal ini terlihat dari pola penerimaan mahasiswa dengan 2 pola seleksi? yaitu, Penelurusan Minat Bakat dan Potensi (PMBP) dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang sebelumnya satu jalur lewat UMPTN.

Dibeberapa perguruan tinggi negeri yang menggunakan pola BHMN (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor) menuai kritik karena dengan pola baru tersebut dianggap mematikan potensi mahasiswa yang tidak mampu secara finansial. dan berpotensi menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus.

Komentar tersebut dikemukakan sejumlah kalangan, Senin (16/6), setelah sejumlah PTN berlomba membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru dengan memasang tarif Rp 15 juta hingga Rp 150 juta. Langkah PTN menjaring dana dengan berbagai cara itu menyusul kebijakan dijadikannya kampus mereka sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN), yang diharuskan untuk mencari dana sendiri

Menanggapi "komersialiasi" PTN tersebut, Mendiknas Malik Fadjar menegaskan, ukuran masuk perguruan tinggi tetap akademis, dan sumbangan yang ditetapkan sama sekali tidak menghilangkan ukuran akademis itu. "Saya selalu menekankan jangan sampai uang menjadi persyaratan utama untuk masuk sekolah," ujar Malik usai menghadap Wakil Presiden Hamzah Haz di kantor Wapres di Jakarta, Senin.

Malik? mengatakan, sumbangan itu sifatnya sukarela. Ditanya mengapa sampai ada yang mematok Rp 150 juta, Malik menjawab, "Yang penting itu terbuka, transparan, dan akuntabilitasnya terjamin. Itu saja." Malik menambahkan, besarnya sumbangan tidak perlu diberi batasan. "Kita berikan peluang kepada masing-masing untuk tetap memperhatikan kemampuan (uang) dan persoalan (akademis). Ukurannya harus tetap akademis. Dulu juga kita sudah punya aturan seperti itu, tapi tidak jalan karena banyak mahasiswa mengaku dari golongan tidak mampu," katanya.

Ditanya soal mekanisme kontrol tentang sumbangan itu, Malik menjawab, "Kan sudah ada wali amanah dan dewan akuntabilitas akademis."

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro, pembukaan jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa baru PTN harus disertai dengan akuntabilitas penggunaan anggaran dan jaminan mutu akademik. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas akan mengevaluasi kinerja PTN yang membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru di luar jalur reguler. Berdasarkan evaluasi tersebut pemerintah akan membuat rambu-rambu menyangkut penerimaan mahasiswa baru yang berorientasi pencarian dana.

"Intinya, setiap PTN boleh saja mencari dana melalui penerimaan mahasiswa baru. Akan tetapi, harus transparan soal penggunaan anggaran, tidak diskriminatif, dan lebih penting lagi hasil seleksinya harus sesuai standar mutu akademik," kata Satryo Soemantri? Brodjonegoro

Sementara menurut? anggota Komisi VI DPR Ferdiansyah dari Fraksi Partai Golkar "Aturan itu ibarat menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus," kata , menilai maraknya pembukaan jalur mandiri di kalangan PTN itu. Walaupun mahasiswa jalur mandiri dipersyaratkan mengikuti seleksi, dipertanyakan siapa yang bisa menjamin bahwa PTN bersangkutan bisa obyektif.

"Karena niat dari awal mencari dana, PTN bersangkutan bakal tergiur dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa. Kalau begini, hasil seleksi bisa jadi tidak merupakan pertimbangan utama," katanya.

Dalam pelayanan akademik, lanjut Ferdiansyah, akan sangat sulit bagi PTN untuk berlaku sama rata terhadap seluruh mahasiswanya. Ada kemungkinan mahasiswa jalur mandiri dimanjakan dengan sejumlah kemudahan, termasuk dalam persyaratan kelulusan mata kuliah. Hal yang buruk itu akan terakumulasi nantinya dalam mutu kelulusan sarjana.

Sementara itu, kendati sejumlah PTN favorit berlomba-lomba membuka jalur khusus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tetap bertahan dengan sistem yang ada selama ini.

"ITS tidak akan ikut serta menyelenggarakan program serupa," kata Rektor ITS Dr Ir Mohammad Nuh DEA. "Dalam menyeleksi calon mahasiswa baru, kami tetap mengutamakan nilai akademis calon mahasiswa. Selain itu, ITS juga memiliki nilai-nilai tetap, salah satunya berupa tanggung jawab sosial, dengan memberikan kesempatan memperoleh pendidikan bagi siapa pun," ujarnya.

Rektor ITS menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah nilai-nilai yang mereka tetapkan dalam menerima mahasiswa baru.Tanpa menyalahkan PTN yang telah menerapkan kebijakan program khusus tersebut, Nuh menandaskan bahwDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Olahraga, Warta Ulama Salaf Online

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi

Pekalongan, Ulama Salaf Online 

PAC GP Ansor Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan masa khidmah 2016-2018 secara resmi dilantik oleh M Ahsin Hana, mewakili ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah.  

Pelantikan berlangsung dengan suasana hidmat di hadapan ribuan Nahdliyin Kecamatan Kajen yang menghadiri acara tersebut yang sekaligus diisi pengajian umum dan tahlil massal sebagai rangkaian peringatan harlah ke-93 NU Kecamatan Kajen. 

PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi

Acara pelantikan dihadiri PW GP Ansor Jawa Tengah, PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Pengurus MWC NU Kecamatan Kajen dan segenap badan otonom NU di Kecamatan Kajen.

Dalam sambutan pelantikannya, Ahsin Hana selaku wakil ketua PW GP Ansor Jawa Tengah berpesan kepada pengurus yang dilantik untuk mengimplementasikan tiga visi besar GP Ansor ke dalam program-program yang riil, meliputi: (1) revitalisasi nilai dan tradisi Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah, (2) menguatkan sistem kaderisasi, dan (3) pemberdayaan potensi kader. Dan untuk dapat mewujudkan visi GP Ansor tersebut harus dibangun kebersamaan dan soliditas organisasi. 

"Tanpa adanya kebersamaan dan soliditas di antara segenap pengurus tidak mungkin terwujud visi dan cita-cita GP Ansor," tegas Ahsin.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Abdul Muid selaku ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kajen masa khidmah 2016-2018 dengan segenap dukungan segenap kader GP Ansor yang potensial siap mengemban amanah untuk mewujudkan visi GP Ansor. Untuk itu pengurus sudah menetapkan beberapa progam prioritas yang nantinya akan dilaksanakan. 

Ulama Salaf Online

"Kami akan meneruskan program-program pengurus periode yang lalu dengan fokus pada kemandirian organisasi. Untuk dapat mewujudkan kemandirian organisasi, sebagaimana arahan Pimpinan Pusat, mutlak dibutuhkan soliditas organisasi. Untuk itu konsolidasi akan terus kami gencarkan  untuk menyatukan persepsi dan gerakan Ansor," tandasnya. (Alim Mustofa/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Jadwal Kajian, Humor Islam Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Februari 2018

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan

Sorong, Ulama Salaf Online. Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sorong Papua Barat yang terletak di KM 12 telah selesai diresmikan pekan lalu. Kantor baru seluas 150 meter persegi ini dibangun setahun lamanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan

Ketua Umun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj, Ahad (14/9) lalu melantik PCNU Kota Sorong masa bakti 2013-2018 sekaligus melakukan peresmian kantor PCNU Kota Sorong ini.

“Kantor PCNU Kota Sorong dibangun atas dukungan swadaya umat Islam, Pemda Kota Sorong dan Pemprop Papua Barat; Setelah rampungnya pembangunan kantor PCNU, pada hari yang bersamaan juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Lembaga Ekonomi PCNU Kota Sorong yang berada di Harapan Indah,” kata Ketua PCNU Kota Sorong. H. Supran, S.Pd., M.Si.

Ulama Salaf Online

Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM dalam sambutannya mengatakan, dengan hadirnya Ketua Umum PBNU di Kota Sorong, diharapkan dapat lebih meningkatkan pembinaan umat, jangan hanya melihat Indonesia di bagian barat, tapi Indonesia di bagian timur salah satunya adalah Kota Sorong juga membutuhkan perhatian.

Ulama Salaf Online

“Setelah kembali dari Sorong ke Jakarta, Ketua Umum PBNU kiranya juga dapat menyampaikan kondisi di Sorong yang masyarakatnya begitu harmonis, dan hal ini terus dijaga dan dibina demi terus berkelanjutannya pembangunan di seluruh wilayah NKRI termasuk di Tanah Papua,” tutur Walikota.

Ketua Umum PBNU di tempat yang sama menerangkan, sesuai tema Mengukuhkan Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan NKRI. Ketiga hal tersebut merupakan solidaritas yang dibangun dalam NU yaitu solidaritas persaudaraan yang dibangun pertama adalah ukhuwah islamiyah yaitu sesama umat Islam.

Menurutnya, ukhuwah sesama umat Islam saja tidak cukup karena hubungan baik bukan hanya dibina sesama umat Islam saja tetapi terdapat umat lain, yang tentunya harus juga saling menghargai dan menghormati terlebih di Indonesia beragam agama, adat dan budaya. Oleh karena itu, terdapat Ukhuwah Wathoniah yang dipersatukan dan dipersamakan oleh satu bangsa yaitu Indonesia dan selanjutnya Ukhuwah Basyariyah yaitu membina hubungan baik sesama umat manusia.

“Tiga hal sangat penting  dan mendasar dalam NU yaitu Ukhuwah IsIamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah. Tiga hal ini harus dijalankan dengan baik, kalau hanya ukhuwah islamiyah saja tentu tidak cukup, seperti halnya di negara Islam seperti di Irak, Pakistan dan sejumlah negara Islam lainnya, sesama muslim saling perang dan saling membunuh, dan hal ini tentunya tidak boleh terjadi di negeri ini,” terang Ketua Umum PBNU.

Peresmian Kantor PCNU Kota Sorong ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PBNU, dilanjutkan pengguntingan pita oleh Ketua PBNU bersama Walikota Sorong. Usai peresmian Ketua Umum PBNU meninjau dari dekat kantor PCNU yang dibangun dua lantai tersbut. (Imam Khoirudin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pesantren, Hikmah Ulama Salaf Online

Senin, 15 Januari 2018

KH Ahmad Hanafiah, Ulama Pejuang dari Lampung

KH Ahmad Hanafia adalah seoang pejuang kemerdekaan sekaligus ulama berpengaruh dari Kota Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Ia lahir pada tahun 1905 di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Tengah. Wilayah tersebut sekarang dimekarkan menjadi Kabupaten Lampung Timur. KH Ahmad Hanafiah adalah putra sulung KH Muhammad Nur, pimpinan Pondok Pesantren Istishodiyah di Sukadana yang menjadi pondok pesantren pertama di Provinsi Lampung.

Semasa hidupnya, KH Ahmad Hanafiah telah berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari cengkeraman penjajah di tanah Lampung. Ia pernah mengenyam pendidikan pemerintahan di daerahnya, Sukadana.

KH Ahmad Hanafiah, Ulama Pejuang dari Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Hanafiah, Ulama Pejuang dari Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Hanafiah, Ulama Pejuang dari Lampung

Ia belajar agama Islam kepada ayahnya. Juga pernah belajar di sejumlah pondok pesantren di luar negeri, seperti di Malaysia dan Mekah maupun Madinah. Semenjak umur lima tahun, KH Ahmad Hanafiah sudah khatam membaca al-Quran.

Ayahandanya adalah sosok ulama besar yang lama menimba ilmu di Tanah Suci. Kegemaran menuntut ilmu sang ayah rupanya menurun kepada sosok Ahmad Hanafiah. 

Hal ini terbukti pada jejak kehidupan selanjutnya. Setelah sempat mengabdi menjadi guru Agama Islam dari tahun 1920-1925, Ahmad Hanafiah melanjutkan pendidikan ke Pesantren Kelantan Malaysia, dari tahun 1925-1930.

Ulama Salaf Online

Tidak cukup di Kelantan, usai menuntaskan pelajarannya di negeri jiran, dia pun melanjutkan perjalanan menuntut ilmu ke Mekah. Namun, Ahmad Hanafiah tidak langsung mencapai Mekah. Dalam perjalanan menuju Tanah Suci, ia singgah di India dan mendalami Ilmu tarekat.

Ia sampail di Tanah Suci pada tahun 1930. Selanjutnya ia menuntut ilmu di Masjidil Haram hingga tahun 1936.

Ulama Salaf Online

Ahmad Hanafiah telah menunjukkan kepemimpinannya sejak belia. Jiwa itu terus ada dan berkembang dalam dirinya, bahkan saat belajar di Tanah Suci. Hal itu dibuktikan dengan kemampuannya selama dua tahun menjadi Ketua Himpunan Pelajar Islam Lampung di kota Melah, Arab Saudi.

Di Mekah, Ahmad Hanafiah tidak hanya kuliah, tetapi juga mengajar ilmu pengetahuan agama Islam di Masjidil Haram pada tahun 1934-1936.

Sekembalinya ke Indonesia, ia aktif sebagai mubaligh di Lampung dan menjadi Ketua Serikat Dagang Islam (SDI)  di wilayah Kawedanan Sukadana (1937-1942). Kepiawaiannya mengatur organisasi bukan hanya di tingkatan konsep, melainkan juga manajemen yang rapi hingga ke akar rumput. 

Konsep Sarikat Dagang Islam diterapkannya bersama umat Islam di Sukadana dengan mengelola usaha-usaha akar rumput. Usaha mebel, home industry sabun, bahkan rokok kretek pun digalakkannya. Selain itu, Ahmad Hanafiah juga mengelola lembaga pendidikan. 

Dia adalah seorang ulama yang bukan hanya sibuk di bidang keillmuan, melainkan diterapkan dalam praktik dengan mendampingi masyarakat sekitar menumbuhkan ekonomi. Berbagai upaya membuat teknologi pertanian-pun dilakukan.

Selain itu KH Ahmad Hanafiah juga sosok ulama yang produktif dalam menghasilkan karya-karya yang abadi hingga kini masih terjaga, yaitu kitab Al-Hujjah dan kitab tafsir Ad-Dohri. Kedua kitab ini adalah bukti intelektualitas sang ulama yang diwariskan untuk generasi selanjutnya. 

Perjuangan Melawan Penjajah

Agresi Belanda tahun 1947 dengan melancarkan serangan serentak kepada sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Selatan. Saat itu, Belanda pun mulai menyerang Lampung yang menjadi bagian dari Karesidenan Sumatera Selatan melalui jalur darat dari Palembang. Mereka sempat mendapat perlawanan dari kesatuan TNI, meskipun akhirnya Kota Baturaja dapat dikuasai Belanda.





Agresi tersebut memicu perlawanan laskar rakyat bersama TNI terhadap Belanda dalam pertempuran di Kemarung. Kemarung adalah suatu tempat hutan belukar yang terletak di dekat Baturaja ke arah Martapura, Sumatera Selatan. Di sinilah terjadi pertempuran hebat antara laskar rakyat melawan Belanda.





Perlawanan laskar rakyat tergabung dalam barisan Hizbullah dan Sabilillah yang bersenjatakan golok. TNI dan Laskar Hizbullah yang berencana menyerang Baturaja telah dibocorkan mata-mata, sehingga personel TNI mundur ke Martapura; sedangkan pasukan Laskar Hizbullah yang tengah beristirahat di Kemarung disergap Belanda dan terjadilah pertempuran hebat.





Anggota Laskar Hizbullah banyak yang gugur dan tertawan. Sementara KH Ahmad Hanafiah ditangkap hidup-hidup, kemudian dimasukan ke dalam karung dan ditenggelamkan di sungai Ogan. Karena itu hingga sekarang makamnya tidak diketahui.



Catatan peristiwa sejarah lainnya mengungkapkan bahwa KH Ahmad Hanafiah dikenal pemberani, ditakuti, dan disegani lawan. Ia dikabarkan kebal peluru. Ia juga sosok komandan Laskar Hizbullah yang rendah hati dan tidak mau menonjolkan diri. Ia selalu berjuang tanpa pamrih.

Ia diakui juga sebagai tokoh agama, ulama, pejuang, politisi, dan komandan perang yang dikenal sebagai laskar bergolok karena mereka selalu bersenjatakan golok ciomas saat bertempur.

KH Ahmad Hanafiah memiliki sejumlah pengalaman, di antaranya pada masa penjajahan Jepang, ia menjadi anggota Chuo sangi kai di Karesidenan Lampung tahun 1945-1946. Ia pun menjadi Ketua partai Masyumi dan pimpinan Hizbullah Kewedanan Sukadana.





Ia lalu menjadi anggota DPR Karesidenan Lampung  pada tahun 1946-1947. Ia Wakil Kepala merangkap Kepala Bagian Islam pada kantor Jawatan Agama Karesidenan Lampung sejak awal 1947.





Puncaknya, KH. Ahmad Hanafiah gugur di medan perang dalam upaya mempertahankan kemerdekaan RI dari aggressor Belanda menjelang malam 17 Agustus 1947 di Front Kamerung, Baturaja, Sumatera Selatan. 

(Muhammad Candra Syahputra/diolah dari berbagai sumber) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga Ulama Salaf Online

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial?

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Pokja Cyber MUI Thobib Al-Asyhar mengatakan, media sosial memiliki efek positif tapi juga ada dampak negatifnya, tergantung siapa dan digunakan untuk apa. Lalu bagaimana seharusnya seorang Muslim menggunakan media sosial? Thobib menyebutkan, seorang Muslim harus memperhatikan empat hal ketika bermedia sosial. 

“Pertama, membangun kesadaran siapa sesungguhnya kita. Kalau kita tahu siapa kita, maka kita tidak akan sembarangan membuat status dan komen,” kata Thobib di Jakarta, Kamis (14/12).

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Seharusnya Seorang Muslim Menggunakan Media Sosial?

Kedua, memahami dosa yang tidak terbatas. Apabila informasi yang disebarkan di media sosial itu tidak benar dan hoaks, maka orang yang menyebarkannya tersebut akan menanggung dosa atas informasi yang tersebar luas tersebut. Bagi Alumni Pesantren Futihiyyah Demak itu, seorang Muslim harus lebih hati-hati dalam bermedia sosial dan menyebarkan informasi.  

“Jika ingin mengorfimasi berita, tanyakan ke orang yang bersangkutan langsung,” tegasnya.

Ketiga, memahami bahwa setiap pikiran dan kata adalah kekuatan. Orang yang memiliki pikiran yang positif, maka hidupnya akan tenang. Begitupun dalam bermedia sosial, seorang Muslim harus menulis status yang positif dan bermanfaat kepada orang lain. 

Ulama Salaf Online

“Jangan hanya curhat dan mengeluh di media sosial,” kata Dosen di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia itu.  

Keempat, mematuhi adab komunikasi dan menyebarkan berita. Seorang Muslim harus menggunakan adab dan akhlak yang mulia dalam bermedia sosial. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Di Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat terdapat sebuah tempat bernama "The Hollywood Walk of Fame", yakni trotoar sepanjang 15 blok di Hollywood Boulevard dan 3 blok di Vine Street. Di trotoar ini tertulis nama-nama orang terkenal di bidang seni dan hiburan, seperti Jackie Chan, Celine Dion dan Walt Disney. Muhammad Ali pada awalnya menolak namanya tertulis di sini demi menghormati Nabi Muhammad SAW.

The Hollywood Walk of Fame menampilkan lebih dari 2.600 ubin keramik bergambar bintang dan bertuliskan nama-nama artis dan karakter fiksi sebagai bentuk penghargaan dari Kamar Dagang Hollywood atas sumbangsih mereka bagi industri hiburan. 

Petinju Muhammad Ali baru menyetujui namanya tertulis di sana setelah terjadi pembicaraan alot mengenai di mana namanya akan dituliskan. Masalahnya, ia menolak jika namanya ditulis di atas lantai atau trotoar sebagaimana yang berlaku pada artis-artis lain karena nama Muhammad adalah nama Nabi Besar Muhammad SAW. 

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Ia mengatakan, “I bear the name of our honorable Prophet Muhammad Peace be upon him, and it is impossible that I allow people to trample on his name (Saya mengemban nama Baginda Nabi Muhammad SAW, dan tidaklah mungkin saya membolehklan orang-orang menginjak-injak nama beliau).”

Muhammad Ali baru menyetujui namanya ditulis di situ setelah ada titik temu bahwa namanya akan ditulis di dinding dan bukan di lantai atau trotoar. Gagasan tersebut juga disetujui oleh Kamar Dagang Hollywood, dan pada tanggal 11 Januari 2002 nama Muhammad Ali secara resmi tertulis di The Hollywood Walk of Fame . 

Ulama Salaf Online

Dengan tertulisnya nama Muhammad Ali di tempat itu, maka hingga tahun 2017 petinju Muhammad Ali merupakan satu-satunya dari 2.600 orang terkernal di dunia seni dan hiburan yang namanya terukir di dinding dan bukan di lantai atau trotoar Hollywood. Hal ini memunculkan celetukan bahwa nama Muhammad Ali tidak tercantum di The Hollywood Walk of Fame (walk = tempat berjalan) tetapi di The Hollywood Wall of Fame (wall = dinding). Tempat yang disebut terakhir ini tidak dikenal. . 

Begitulah cara Muhammad Ali menghormati Nabi Muhammad SAW. Di Amerika Serikat sebetulnya sudah biasa nama-nama orang berjasa diabadikan di trotoar jalan, dan di sana bukan merupakan penghinaan ketika nama-nama itu diinjak orang-orang yang berjalan di atasnya. Tetapi adalah hak Muhammad Ali sebagai seorang Muslim ketika ia berpikir lain menyangkut Nabi Muhammad SAW. Bagaimamapun ini harus diapresiasi sebagai keberhasilan dakwahnya di Amerika tanpa kekerasan. Ia wafat dalam usia 74 tahun pada tanggal 3 Juni 2016. 

Ulama Salaf Online

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Daerah, Olahraga Ulama Salaf Online

Jumat, 22 Desember 2017

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat

Jakarta, Ulama Salaf Online. Sudah waktunya umat Islam membuat masjid-masjid di seluruh tanah air lebih berdaya sehingga mampu menjadi pusat-pusat pemberdayaan ekonomi umat, kata Khatib Aam PBNU Prof Dr Nasaruddin Umar.

"Di Turki, hampir semua mesjid mengelola supermarket sehingga masjid bisa mandiri dan membiayai ulama dan dakwahnya, dan selanjutnya memberdayakan umatnya. Itu yang harus dicontoh," kata Nasaruddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Nasaruddin yang juga Dirjen Bimas Islam, Depag tersebut menyatakan bahwa potensi yang ada dalam masyarakat Islam untuk membuat sekitar 643 ribu masjid di Indonesia lebih berdaya, sangat besar, sayangnya selama ini bersifat pasif.

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat

Dari suatu penelitian, potensi zakat dari umat Islam Jabotabek jika diberdayakan mampu membangun lima masjid Istiqlal setiap tahun, yang berarti umat seharusnya mampu menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi Islam.

Sementara itu, potensi wakafnya juga sangat berlimpah ruah dengan total tanah wakaf seluas 600km2 sama dengan luas negara Singapura yang kalau saja diberdayakan akan membuat umat Islam lebih mandiri dalam perekonomiannya.

"Di Mesir, pemerintahnya bahkan meminjam modal kepada Lembaga wakaf Yayasan Al Azhar Mesir, ini mencerminkan bagaimana kemampuan yayasan wakaf jika saja diberdayakan," kata tokkoh asasal Sulsel tersebut.

Ulama Salaf Online

Paradigma umat memberdayakan masjid seperti selama ini, ujarnya, harus dibalik menjadi masjid memberdayakan umat dan karena itu mesjid harus berdaya.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut juga mengandaikan Dana Abadi Umat (DAU) lebih digunakan untuk memberdayakan umat dalam arti yang sebenarnya, bukan untuk hal-hal yang tak berhubungan dengan pemberdayaan umat seperti dilakukan di masa lalu.

Mengenai dipisahkannya Ditjen Bimas Islam dari Ditjen Penyelenggaraan Haji, ia juga menyatakan puas karena dengan cara ini masalah pemberdayaan umat yang selama ini tertutup oleh masalah haji, akan dapat terangkat.

"Permasalahan umat Islam sangat luas dan banyak, selama ini tak tertangani dengan fokusnya Depag ke masalah haji. Sayangnya anggaran Ditjen Bimas Islam hanya 1,2 persen dari anggaran Depag yang pada 2007 hanya mendapat pagu Rp105,74 miliar," keluhnya. (ant/mkf)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pondok Pesantren, Doa Ulama Salaf Online

Jumat, 15 Desember 2017

Waketum PBNU: Bedakan NU sebagai Jamaah dan Jamiyah

Jepara, Ulama Salaf Online. Wakil Ketua Umum PBNU, KH Slamet Effendy Yusuf menyatakan, warga Nahdliyin harus bisa membedakan antara NU sebagai jamaah dan jam’iyah. Bagi dia, meski tanpa jam’iyah NU akan tetap jalan sebagai jamaah, tetapi itu bukan yang dirinya maksud.

Waketum PBNU: Bedakan NU sebagai Jamaah dan Jamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU: Bedakan NU sebagai Jamaah dan Jamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU: Bedakan NU sebagai Jamaah dan Jamiyah

Pernyataan itu dipaparkan saat dirinya membuka Konferensi Cabang NU Jepara ke-31 yang berlangsung di aula lantai Gedung NU Jepara, Jl Pemuda 51, Ahad (15/11) siang.

Cermin dari jam’iyah menurut pria kelahiran Purwokerto, 12 Januari 1948 itu benar-benar menjalankan roda organisasi baik menjalankan program, laporan pertanggungjawaban maupun pengawasan.

Ulama Salaf Online

“Kalau ada pengurus cabang yang datang ke PBNU dan menanyakan cabang mana yang paling baik, saya akan jawab Cabang Jepara,” harap dia agar PCNU Jepara menjadi yang terbaik.

Statemen yang dia utarakan cukup beralasan karena PCNU Jepara memiliki lembaga pendidikan mulai tingkat dini hingga perguruan tinggi. Banyak mengelola lembaga perekonomian dan masih banyak lagi segudang aset lain.

Ulama Salaf Online

“Jika kita tidak bisa memahami antara jamaah dan jamiyyah, Kesultanan Brunei yang mengamalkan tahlil dan qunut kita anggap NU,” lanjut Slamet.

Selain itu, ia berpesan NU harus mempunyai pengurus yang riil dan bukan pengurus jadi-jadian. Di samping itu, kepada ratusan perwakilan Ranting dan MWCNU se-Jepara menjadi seorang ketua tidak boleh terlibat dalam partai politik.?

Pesan lain yang disampaikan dalam kesempatan itu, menjadi warga NU harus yakin tradisi yang dijalankan warga Nahdliyin merupakan sesuatu yang baik. “Meski kita sering mendengar radio MTA dan menyimak TV Rodja yang hendak memporak-porandakan tradisi, kita anggap saja sebagai hiburan,” tegasnya.

Ormas tetangga yang mengganggap tradisi NU itu tahayul, bidah dan churofat (TBC), toh tatkala makam tokoh ormas tersebut hilang, anehnya belakangan malah membolehkan ziarah.

Ia juga menambahkan jika selama ada kiai yang menolak bantuan pemerintah, maka menurut dia patut diluruskan. Seharusnya pemerintah hukumnya wajib membantu ormas. Apalagi sesuai dengan edaran Mendagri tentang bantuan kepada ormas yang ada sebelum kemerdekaan. Sebab NU adalah rakyat yang mesti dihidupkan.

“Ada atau pun tidaknya bantuan, kita harus terus menggerakkan jamaah dan jam’iyah kita,” pungkasnya sembari mengucapkan salam dari Rais Aam, KH Ma’ruf Amin dan Ketum PBNU, KH Said Aqil Siraj. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU

Jakarta, Ulama Salaf Online

Di sela-sela perhelatan International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil), Amy Chew wartawan asal Malaysia, menceritakan kesan dan pengalamannya kepada Ulama Salaf Online, tentang kehidupan umat Islam, khususnya NU, di Indonesia.

“Saya pertama kali datang ke Indonesia tahun 1998. Saya sampai ke Jakarta 6 minggu sebelum Pak Harto (Presiden Soeharto) lengser. Jadi saya waktu itu banyak meliput aksi demonstrasi setiap harinya,” papar Amy memulai ceritanya, Selasa (10/5), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU

Amy yang saat itu menjadi wartawan Reuters meneruskan, suatu hari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menggelar istighotsah di Istora Senayan. Teman-teman Amy memintanya agar berangkat pagi-pagi, karena massa Gus Dur sangat besar.

Ulama Salaf Online

Amy sampai di lokasi 45 menit sebelum acara. Waktu itu Istora Gelora Bung Karno (dulu bernama Istora Senayan) sudah dipadati warga, keadaan pun susah untuk dilewati.

Ulama Salaf Online

“Saya sampai mencopot sandal ketika jalan,” tutur perempuan ini dengan wajah berbinar-binar mengingat semua pengalamannya.

Amy sebenarnya belum tahu sosok Gus Dur seperti apa dan belum mengenal secara dekat. Informasi tentang Gus Dur Amy dapatkan  dari membaca surat kabar.

Amy melihat sajadah-sajadah  peserta istighotsah sudah terhampar di tanah. Orang-orang itu sangat ramah dan menerima Amy dengan mengatakan, “Silakan silakan.”

Keramahan itu membuat Amy sangat tersentuh. Sampai ketika akhirnya Amy bertemu Gus Dur di atas panggung, Amy sungguh terharu.

Menurut Amy, bagaimana sosok pemimpin bisa dinilai dari warganya. Amy mendapati warga NU sangat ramah dan sangat inklusif. Mulai dari situ Amy, tahu. “Oh, ini yang namanya Gus Dur.”

Amy tinggal di Indonesia selama 12,5 tahun. Ia sering meliput acara Gus Dur, dan mendengar pidato Gus Dur. Dari situ ia semakin mengenal Gus Dur dan NU.  Menurutnya, cara NU dalam beragama sungguh indah.

“Buat saya walau saya nonmuslim, cara NU beragama mencerminkan asas nilai-nilai agama Islam yang ramah dan inklusif, penuh kepedulian terhadap orang lain,  bersikap baik walaupun kepada warga nonmuslim,” kata Amy.

Gus Dur turun langsung ke lapangan atau mengerahkan Banser untuk membantu warga nonmuslim dalam kesusahan atau dalam keadaan terancam, misalnya setelah aksi pengeboman gereja pada Natal tahun 2000.

“Saya masih ingat Gus Dur mengerahkan Banser untuk mengamankan gereja. Saya rasa sampai hari ini pun NU seperti itu, semua orang bisa berpartisipasi dan kehidupan beragama dan kehidupan Islam menjunjung tinggi  nilai kekeluargaan, kemasyarakatan, dan persahabatan. Ini bukan hal yang saya baca, tapi sesuatu yang saya alami sendiri.”

Itu sebabnya jika  ada orang bertanya tentang NU, Amy menjawab bahwa NU bukan untuk dipelajari, tapi untuk dialami.

Ketika ditanya kesannya sebagai warga Malaysia bila NU hadir di sana, misalnya melalui Muslimat NU seperti yang sudah berjalan beberapa waktu, Amy merasa sangat senang mendengarnya.

“Saya menyambut kehadiran NU dengan baik karena NU membantu memperkaya Islam, Islam  Nusantara yang amat ramah dan inklusif mencakup nilai-nilai yang ada di Nusantara. Saya menyambut kehadiran NU di  Malaysia,” paparnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pahlawan, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Senin, 11 Desember 2017

Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur

Mataram, Ulama Salaf Online. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku gembira dengan suasana Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang mendapat dukungan pemerintah lokal maupun pusat. Ini berbeda dari perhelatan serupa yang juga digelar di Nusa Tenggara Barat 20 tahun lalu bertepatan dengan era Orde Baru.

Namun demikian, katanya, forum kali ini diiringi dengan rasa bela sungkawa seiring dengan bencana banjir bandang yang menimpa 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sedikitnya dua orang meninggal dunia.

Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur

“Semoga korban diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran,” ucap Kiai Said saat pidato pada acara pembukaan Munas-Konbes NU 2017 yang berlangsung di pelataran Islamic Center NTB, Kota Mataram, Kamis (23/11).

NU Care-LAZSINU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) telah terjun ke lokasi bencana untuk meninjau dan melakukan penyaluran bantuan, Senin (20/11) malam. Aksi penyaluran bantuan dilakukan bersama PMII Lombok Timur yang bergerak ke lokasi bencana. 

Hujan berintensitas tinggi menyebabkan dua buah embung di bagian bawah Bendungan Pandandure meluap. Buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai memperparah keadaan menyebabkan bandang menerjang permukiman dan lahan pertanian. 

Ulama Salaf Online

Dampak banjir bandang di Desa Sepit Kecamatan Seruak mengakibatkan 15 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, 15 rumah rusak ringan, dan 4 jembatan rusak. Sedangkan di Desa Senyiur, banjir bandang merusak 47 rumah rusak berat, 25 rumah rusak sedang, dan 2 jembatan rusak. 

Ulama Salaf Online

Kiai Said mengajak musyawirin untuk turut berpatisipasi meringankan beban korban dengan menyalurkan bantuan melalui NU Care-LAZISNU. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Amalan Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Padang Pariaman, Ulama Salaf Online. Ketua yayasan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan H Idarussalam memberikan gelar “Tuanku Imam Nahdliyin” untuk Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi di pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Padang Pariaman, Ahad (18/1). Pemberian gelar kehormatan ini merupakan kali pertama dilakukan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan.

Pemberian gelar ini berlangsung saat tabligh akbar maulud Nabi Muhammad SAW. Kiai Hasyim sendiri hadir sebagai penyampai taushiyah pada tabligh akbar tersebut.

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Menurut H Idarussalam, pemberian gelar merupakan kesepakatan pimpinan dan majelis guru pesantren Nurul Yaqin. "Kami menilai kehadiran Kiai Hasyim ke pesantren Ringan-Ringan patut diberikan penghargaan. Walaupun banyak tokoh yang sudah pernah hadir di pesantren ini, namun kehadiran Kiai Hasyim mampu mengangkat harkat pesantren Nurul Yaqin," kata H Idarussalam.

Ulama Salaf Online

Yang lebih penting lagi, kata H Idarussalam, Kiai Hasyim merupakan tokoh kiai kaliber nasional yang memahami kitab-kitab yang diajarkan di pesantren Ringan-Ringan. Kiai Hasyim merupakan tokoh ulama, bukan sekadar ulama. Paham keagamaannya Aswaja seperti yang diajarkan di pesantren Nurul Yaqin ini.

Ulama Salaf Online

"Gelar Tuanku Imam Nahdliyin disematkan karena Kiai Hasyim memang imamnya orang NU yang disebutkan warga nahdliyin. Sebagai pesantren yang melahirkan ulama dengan gelar “Tuanku” dan diakui oleh Pemkab Padang Pariaman, kita patut memberikan gelar tersebut," kata H Idarussalam.

Pesantren Nurul Yaqin selama ini terbuka terhadap kultur masing-masing santri dalam memberikan sebuah gelar. Sehingga gelar dari tamatan pesantren Nurul Yaqin pun beragam. Ada yang berbau Padang Pariaman seperti Tuanku Sidi, Bagindo, Sutan. Ada pula yang berbau Arab, Indonesia, dan juga ada yang menyesuaikan dengan daerah masing-masing di luar Padang Pariaman.

"Kita serahkan kepada masing-masing keluarga santri siapa gelar “Tuanku” yang diberikan kepada anaknya," tambah H Idarussalam. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Olahraga, Habib Ulama Salaf Online

Minggu, 03 Desember 2017

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Tasikmalaya, Ulama Salaf Online?

Pondok Pesantren Al-Istiqomah Cibunigeulis, Bungursari pimpinan KH Didi Ruyani, dipadati jamaah pengajian. Santri dan ratusan warga masyarakat berbaur memadati tempat yang dipersiapkan panitia untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.?

Mengawali pengajian pada Rabu siang (5/5) itu, jamaah disuguhkan dengan penampilan qosidah rebana dan kreasi seni dari para santri.?

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Ketua panitia Ajat Sudrajat mengatakan, peringatan Isra dan Mi’raj ini dilaksanakan untuk menjaga tradisi keagamaan yang ada di NU.

“Saat ini telah terjadi fenomena dimana banyak kelompok yang terus gencar membidah-bidahkan tradisi dan amalan-amalan yang biasa dilaksanakan oleh kalangan NU. Makanya kita jadikan acara ini sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap Nahdliyyin,” terang pengurus Ansor Tasikmalaya bidang IPTEK ini.?

Lebih lanjut, Ajat mengingatkan akan peran dari pondok pesantren dalam upaya menjaga nilai-nilai luhur yang ditanamkan para ulama terhadap umat.?

Ulama Salaf Online

"Pesantren Al-Istiqomah ini sudah cukup lama berdiri di Bungursari, dan akan terus berkomitmen menjaga tradisi yang ? telah diwariskan oleh para ulama Ahlisunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah," terang keponakan dari KH Didi Ruyani ini.?

Ketua PMII Kota Tasik 2014-2015 ini mengatakan, "Tujuan kegiatan ini disamping untuk merawat tradisi, juga untuk menjaga ukhuwah Islamiah, serta mengambil Hikmah dari peristiwa Isra wal Miraj Nabi Muhammad SAW," pungkasnya

Mubaligh yang mengisi pengajian pada kegiatan itu adalah Pimpinan Pondok Hidayatul Ulum Awipari ? KH Asep Nur Ilyas. Dalam taushiyahnya, ia mengingatkan perihal perlunya menjaga tradisi Rajaban sebagai upaya memperkuat ukhuwah islamiyyah, wathoniyah dan basyariyah. (A. Arif/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Olahraga, Kiai Ulama Salaf Online

Rabu, 22 November 2017

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Malang, Ulama Salaf Online. Pimpinan Anak Cabang IPNU - IPPNU kecamatan Pujon kabupaten Malang bersama komunitas 65391 mengadakan halal bihalal guna memperkokoh persaudaraan antar sesama di tengah adanya tindakan radikal yang menimpa saudara muslim di Papua.

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Halal bihalal yang diadakan di daerah setempat, Ahad (19/7) kali ini diisi juga dengan memberikan santunan anak yatim sejumlah 160 anak se kecamatan Pujon. Tidak hanya anak-anak beragama Islam, anak-anak yatim non muslim pun mendapat santunan.

Kegiatan ini dihadri muspika kec Pujon, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat.

Ulama Salaf Online

Untuk memeriahkan acara, juga diisi dengan berbagai pagelaran, mulai dari sholawat banjari, music jazz, campursari hingga musik jalalan. Acara ditutup dengan mauidoh hasanah dengan tema Islam Nusantara yang Rahmatan lil Alamin.

"IPNU IPPNU pujon berharap Islam Nusantara dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan karena kami yakin dengan model Islam yang seprti itu akan tercipta situasi yang benar-benar aman tentram dan damai,” kata Fauzan Anwari, sekretaris PAC NU Kec Pujon.

Ulama Salaf Online

“Pada akhir-akhir ini radikalisme dari berbagai agama sangat subur dan menyebar kemana-mana ditambah lagi islamphobia yang menjadi-jadi. Isu-isu dibuat untuk menghncurkn negara ,” tambahnya.

Upaya yang dilakukan kelompok radikal nyaris berhasil. Namun, lanjutnya, Indonesia tidak akan bisa diotak-atik oleh jika rakyatnya masih memiliki sikap kebhinekaan yang sudah seratus abad yang lalu terjaga.

“Jangan sampai sikap rakyatnya terdegradasi oleh budaya dan pemikiran sesat yang dikembangkn oleh Barat. IPNU IPPNU harus menjadi pioner dalam melegitimasi bahwa islam yang kita anut dan kita jalankn selama ini adl islam yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga Ulama Salaf Online

Jumat, 17 November 2017

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

Brebes, Ulama Salaf Online. Umat Islam Indonesia, tergolong umat yang mendapatkan penghargaan dari istimewa dari Allah SWT. Pasalnya, di tanah Jawa (Indonesia) adanya keturunan Rasulullah, yakni para wali dan sultan yang menyebarkan agama Islam di Indonesia.

“Berkah dari adanya keturunan Rasulullah SAW, menjadikan Indonesia damai,” tutur Muqodam Tariqoh At Tijaniyah Sayid Achmad Al Hadi Al Hasani  dari negara Tunisia saat mengisi tausiyah Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 di Masjid Al Ittihad Jatibarang Brebes Jumat malam (29/1).

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

Sayid Achmad yang berceramah dengan bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Syeikh Soleh Basalamah itu, lebih jauh menerangkan, kedamaian Indonesia tercipta setelah para wali menyebarkan agama Islam. Hal tersebut dicontohkan saat penyebaran agama Islam yang dilakukan dengan jalan damai, tanpa peperangan. “Masuknya Islam ke Indonesia bukan dengan peperangan tapi dengan jalan damai,” paparnya.

Ulama Salaf Online

Bukti lain di Indonesia ada keturunan Rasulullah, lanjutnya, yakni ketika raja-raja dipimpin para sultan. “Indonesia damai, karena banyak keturunan Rasulullah,” ujarnya.

Disamping itu, umat Islam Indonesia tergolong umat yang cinta nabi dan keturunannya. Karena berpaham ahlussunah wal jamaah, dengan madzhab imam Syafii RA. Imam Syafii itu menaruh hormat yang kuat terhadap para keturunan nabi. “Imam Syafii bahkan menyebut putri Rasulullah Siti Fatimah Az Zahra, sebagai bidadari surga yang diturunkan  ke bumi karena kemuliaan hatinya,” terang Sayid Achmad.

Ulama Salaf Online

Untuk itu, dia mengajak kepada hadirin untuk mencintai keturunan Rasulullah dengan mencontohkan akhlak dan perilaku tauladannya. Termasuk mencintai para wali yang juga merupakan keturunan Rasulullah. Dia menandaskan, orang yang benci pada para wali, haram hukumnya dan hidupnya di jamin tidak pernah bahagia “Membenci kepada para wali, hukumnya haram sebab para wali itu keturunan Rasulullah SAW,” ucapnya.

Imam Syafii saja, sambungnya, mengaku lebih senang duduk mendengarkan cerita atau nasehat para wali, ketimbang shalat sunah 1000 rakaat. “Padahal, shalatnya imam Syafii begitu khusyu yang tiada banding,” tuturnya lagi.

Diterangkannya, imam Syafii itu ahli syair, tapi jarang bersyair dan bersyair hanya untuk memuji-muji keluarga Rasulullah. Sampai-sampai imam Syafii disebut sebagai orang yang ‘gila’ terhadap keturunan Rasulullah.

Namun Sayid Achmad juga mengingatkan, kenapa terjadi ketidaknyamanan dan kekacauan di bumi Jawa (Indonesia), karena kini telah muncul setan-setan yang mengelilingi Indonesia. Setan-setan tersebut adalah gerakan-gerakan yang membenci Nabi dan Keturunannya. “Gerakan tersebut berusaha menjauhkan kita dari kecintaan pada Rasulullah dan keturunannya,” ucapnya tegas.

Wujud dari gerakan tersebut adalah dengan adanya aliran yang menghembuskan agar supaya benci pada keturunan Rasulullah. Aliran tersebut rusak, dengan cara merusak pula aqidah agar kecintaan kepada Rasulullah dan keturunannya hilang.

Jalan terbaik, tuturnya, kita mengikuti tasawuf. Sebab dengan menggabungkan diri kita pada tarikat kita akan terus mencintai nabi dan keturunannya. Dan itu yang membuat negara kita jadi damai. “Tasawuf, Tarekat apapun dasarnya adalah cinta pada Rasulullah dan keluarga Rasulullah,” tandasnya.

“Bagaimana akan ada cinta, kalau cinta itu sudah mulai di rusak. Mari kita rajut kembali benang-benang cinta pada Rasullah dan keturunannya,” pungkasnya.

Sementara Sesepuh Muqodam Indonesia Syeikh Abdul Muchit dari Malang Jatim meminta kepada seluruh penganut Tarekat At Tijaniyah agar merapatkan barisan dan saling menghormati. Jangan sampai menyakiti antar sesama muslim. Apalagi menyakiti dengan dalih amar maruf nahi mungkar. “Mari kita jalin ukhuwah islamiyah, ukhuwah Tijaniyah seluruh Indonesia,” pintanya.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 itu mengambil tema Tarekat sebagai solusi ruhaniyah menatap berbagai tantangan hidup akhir zaman. Kegiatan tersebut dirangkai selama 3 hari.

Kegiatan diawali pada Kamis (28/1) dengan Ziarah Kubur dengan pembacaan Tahlil dan Yasin di Makam Muqodam Tarekat At Tijani KH  Wahab Syahroni di Pemakaman Muslim Jatibarang Lor dan Syeh Ali Basalamah di Jatibarang Kidul. Dilanjutkan Jumat Sore (29/1) pembacaan hailala wadifah di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul.

Acara dihadiri 20 muqodam dari Malaysia, Muqodam Tarekat se Muspida Brebes, Ketua PCNU Brebes Drs. H Athoillah, Kapolres Brebes AKBP Beno Lautapessy  MS1 Jawa dan lebih dari 15 ribu masyarakat Brebes. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Olahraga Ulama Salaf Online

Senin, 13 November 2017

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Garut, Ulama Salaf Online. Santri-santri di Garut melahirkan ratusan karya tulis. Diantara mereka yang terkenal adalah Raden Haji Muhammad Musa, Haji Hasan Mustofa, H. Usep Romli HM, H Enas Mabarti, dan KH Moh. Nuh Ad-Dawami.

Haji Muhammad Musa (1822- 1886), adalah pemula dalam sastra Sunda. Karangan terkenalnya Wawacan Panji Wulung. Haji Hasan Mustofa (1852- 1930) pengarang, ulama, dan tokoh Sunda abad ke-19. Diriwayatkan, ia menulis 10.000 bait dangding yang mutunya dianggap sangat tinggi oleh para pengeritik sastra Sunda.

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Dari tangan Usep Romli HM lahir puluhan karya, mulai novel, puisi, cerita anak dan esai. Ia dua kali dianugerahi Sastra Rancage. Enas Mabarti menulis buku Sidep Rencep Gunem dan Padoman Politik Keur Warga NU. KH M Nuh Ad-Dawami, menulis, menukil dan menerjemahkan kitab hingga 20 buah lebih. Yang lebih muda ada Iip D. Yahya, serta penulis-penulis lain.   

Ulama Salaf Online

Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan pada pelatihan jurnalistik dengan tema “Santriwati menulis; mendokumentasikan khidmah pesantren”, berlangsung di Pesantren Nurul Huda Cibojong, Kecamatan Cisurupan, 25 km ke arah selatan dari pusat Kota Garut, pada Ahad-Senin (10-11/2).

Ulama Salaf Online

Pesertanya 20 santriwati. Mereka para aktivis di Fatayat, Kopri PMII, IPPNU, santriwati, dan OSIS. “Selama ini kan ngomong pesantren itu selalu laki-laki. Ingin menginisiasi pesantren dari persepektif perempuannya melalui aktivitas menulis,” jelas Irham Saifuddin, salah seorang panitia, ketika ditanya Ulama Salaf Online, Senin (11/2).

Ia menambahkan, kita baru tahu Abdurrahman Wahid dan adiknya yang hebat-hebat itu dibesarkan oleh ibunya yang luar biasa. Sehingga ia dikatakan “ibu perjuangan”. Ini artinya, perempuan juga bisa berperan penting.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menciptakan perempuan yang bisa bergerak keagamaan di daerah masing-masing,”  tambah Ai Sadidah salah seorang pemateri.    

Sementara itu, salah seorang pengasuh pesantren Ajengan Cecep Jaya Krama mengatakan, menulis  juga bisa dijadikan alat untuk berdakwah. Ia menukil sebuah kaidah bahwa dakwah itu ada tiga; bil-hal, bil lisan dan bi-tadwin. Nah, menulis ini adalah bagian dakwah bi-tadwin (tulisan).

Penulis: Abdullah Alawi   

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Olahraga, Fragmen Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock