Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan

Blitar, Ulama Salaf Online. Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 merupakan kepawaian pembacaan para kiai NU terhadap situasi bangsa saat itu. Keberhasilan itu harus diikuti NU pada situasi sekarang ini.

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan

Menurut Ach. Dofir Zuhri, bahwa semua kader NU harus mengembalikan nalar kritis dalam mebaca situasi bangsa ini, karena pada zaman sekarang tantangan NU dan bangsa ini sangat kompleks, mulai ekonomi, budaya, politik dan lain sebagainya.

“Untuk itu mengembalikkan nalar kritis sangat penting dalam kondisi saat ini yakni perang dingin atau perang ideologi,” katanya pada Bedah Film dan Refleksi Sejarah peringatan Resolusi Jihad NU yang digelar Lakpesdam NU Kota Blitar di Aula Masjid Agung, Sabtu, (26/10).

Ulama Salaf Online

Selain itu menurut narasumber Drs. Syaiful Maarif, bahwa NU sekarang belum memiliki ulama yang memiliki ketokohan dan kewaro’an seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Hasbullah dan KH. Wahid Hasyim.

Ulama Salaf Online

“Untuk itu kader-kader NU khususnya ulama-ulama sekarang harus merefleksikan dan mencontoh? ketokohan ulama-ulama tersebut,” imbaunya.

Gigih Wardana selaku Sekretaris PC Lakpesdam NU Kota Blitar mengatakan, peringatan Resolusi Jihad NU harus menjadi agenda rutinan tiap tahun. “Peringatan ini sebagai momentum refleksi kader-kader NU untuk senantiasa meneruskan perjuangan ulama dan santri memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Kegiatan bertema “Resolusi Jihad NU Melawan Penjajah: Peran NU Bagi NKRI” dibuka Ketua PCNU Kota Blitar KH. Ahmad Subakir.

Hadir dalam acara tersebut Ketua GP Ansor Kota Blitar Drs Ahmad Harir, Ketua Umum PC PMII Blitar Mahathir Muhammad serta kader-kader PMII, dan anggot banom-banom NU seperti GP Ansor dan Banser, Musimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, ISNU dan lainnya. (Imam Kusnin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, Kajian Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot

KH. Ruhiat adalah tokoh terkenal pada zamannya karena dialah pendiri pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya. Namun generasi saat ini kurang lagi mengenal ketokohannya. Bahkan puteranya yaitu KH Iyas Ruhiat lebih dikenal apalagi setelah menduduki jabatan tertinggi di NU sebagai Rais Aam. Hal itu bisa dimengerti, kiai sepuh tersebut telah meninggal 29 tahun lalu. Tanggal 17 Dzulhijjah 1426 H yang bertepatan dengan 17 Januari 2006, adalah haul (peringatan hari wafat) ke-29 KH. Ruhiat.

Pesantren Cipasung saat ini merupakan pesantren terbesar dan paling berpengaruh di Jawa Barat. Perannya dalam penyiaran agama, pengembangan masyarakat dan menjaga harmoni sosial sangat besar. Selain keteguhannya mengembangkan pesantren yang responsif pada perkembangan dunia pendidikan, pada masa penjajahan, Ajengan Ruhiat juga seorang patriot yang mengorbankan tenaga dan pikirannya untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Ajengan Patriot

Jika syarat seorang pahlawan nasional adalah mendukung kemerdekaan sejak awal mula diproklamasikan, maka Ajengan Ruhiat (AR) memenuhi syarat itu. Tak lama setelah berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Cipasung, AR segera pergi ke kota Tasikmalaya. Dengan menghunus pedang, ia berpidato di babancong, podium terbuka yang tak jauh dari Pendopo Kabupaten. Ia menyatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan yang sudah diraih cocok dengan perjuangan Islam, oleh karenanya harus dipertahankan dan jangan sampai jatuh kembali ke tangan penjajah. Ia meneriakkan pekik merdeka seraya menghunus pedangnya itu. Dia tokoh Islam pertama di Tasikmalaya yang melakukan hal itu.

Ketika pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) berlangsung, ia tak goyah sekalipun gangguan dari pihak DI sangat kuat. Ia menolak tawaran menjadi salah seorang imam DI. Ia menampik gerakan yang disebutnya ‘mendirikan negara di dalam negara’ itu, karena melihatnya sebagai bughat (pemberontakan) yang harus ditentang. Puncaknya ia hampir diculik oleh satu regu DI, tetapi berhasil digagalkan. Akibat sikapnya yang tegas itu ia mengalami keprihatinan yang luar biasa, karena terpaksa harus mengungsi setiap malam hari, selama tiga tahun lamanya.

Kegigihannya sebagai seorang pejuang dibuktikan dengan pernah dipenjara tak kurang dari empat kali. Pertama, pada tahun 1941 ia dipenjara di Sukamiskin selama 53 hari bersama pahlawan nasional KH. Zainal Mustofa. Alasan penahanan ini karena Pemerintah Hindia Belanda cemas melihat kemajuan Pesantren Cipasung dan Sukamanah yang dianggap dapat menganggu stabilitas kolonial. Kedua, bersama puluhan kiai ia dijebloskan ke penjara Ciamis. Ia hanya tiga hari di dalamnya karena keburu datang tentara Jepang yang mengambil alih kekuasaan atas Hindia Belanda tahun 1942. Ketiga, tahun 1944 ia dipenjara oleh pemerintah Jepang selama dua bulan, sebagai dampak dari pemberontakan KH. Zainal Mustofa di Sukamanah. Pada saat itu, Ajengan Cipasung dan Sukamanah lazim disebut dua serangkai dan sama-sama aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Kecintaan sang Ajengan pada NU sangat mendalam, oleh karena itu pada saat Ajengan Sukamanah berbulat tekad untuk melawan Jepang, keduanya membuat kesepakatan. Ajengan Sukamanah tidak akan melibatkan NU secara organisasi dan perjuangannya bersifat pribadi, agar NU tidak menjadi sasaran tembak tentara Jepang. Secara organisatoris, Ajengan Sukamanah menyatakan keluar dari NU (Aiko Kurasawa,1993). Dengan kesepakatan ini, jika terjadi akibat buruk dari perlawanannya--sesuatu yang sudah mereka perhitungkan--, organisasi NU tidak akan terbawa-bawa dan AR tetap bisa mengembangkan NU di Tasikmalaya dan Jawa Barat. Kesepakatan itu dibuktikan oleh Ajengan Ruhiat lewat keterlibatannya di NU sampai ke tingkat pusat.

Karirnya di PBNU dibuktikan dengan menjadi A’wan (pembantu) Syuriah PBNU periode 1954-56 dan 1956-59, serta perkembangan NU di Tasikmalaya dan Jawa Barat yang ditunjang oleh para alumni Cipasung. Keempat, ia dijebloskan ke penjara Tasikmalaya selama sembilan bulan pada aksi polisionil kedua, dan dibebaskan setelah penyerahan kedaulatan. Ini membuktikan bahwa AR seorang non-kooperatif sehingga sangat dibenci penjajah yang membonceng pasukan NICA itu. Sebelum masuk penjara yang terakhir itu, sepasukan tentara Belanda datang ke pesantren pada waktu ia sedang solat ashar bersama tiga orang santrinya. Tanpa peringatan apapun, tentara Belanda itu memberondongkan peluru ke arah mereka yang sedang solat. AR luput dari tembakan, tetapi dua santrinya tewas dan seorang lagi cedera di kepala.

Mungkin ia tidak disebut sebagai pahlawan karena tidak pernah menduduki jabatan dalam pemerintahan, sebab konsisten memilih jalur pendidikan pesantren sebagai pengabdiannya, bahkan sebagai tarekat-nya. “Tarekat Cipasung adalah mengajar santri,” ujarnya. Atau karena tidak pernah menjadi politisi yang berjuang di parlemen. Sebab katanya, “Biarlah bagian politik itu sudahDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Kajian Ulama Salaf Online

KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot (Sumber Gambar : Nu Online)
KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot (Sumber Gambar : Nu Online)

KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot

Jumat, 23 Februari 2018

KH Muslih Abdurrahman Mranggen

Bagi kaum thariqah di Indonesia, khususnya pengikut Thariqah Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN), nama KH Muslih Abdurrahman Mranggen tentu sudah sangat masyhur. Keberadaannya sebagai salah seorang mursyid TQN, yang sekaligus aktif dalam mengembangkan dan membesarkan Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyah (Jatman) hingga akhir hayat pada tahun 1981, membuat muridnya menyebut Kiai Muslih sebagai Abul Masyayekh dan Syeikhul Mursyidin.

Tak hanya itu, Kiai Muslih berjasa pula dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang, baik sebagai anggota laskar Hizbullah yang berlatih kemiliteran bersama Syeikh KH Abdulloh Abbas Buntet Cirebon dalam satu regu di Bekasi Jawa Barat, maupun ketika bergabung dengan komando pasukan Sabilillah yang beranggotakan para kiai/ulama di wilayah Demak selatan atau front Semarang wilayah Tenggara.

Kiai Muslih dilahirkan di Suburan Mranggen Demak, pada tahun 1908, dari pasangan Syekh KH Muslih bin Syeikh KH Abdurrohman dan Hj. Shofiyyah. Dari jalur ayah, silsilah kiai Muslih sampai kepada Syeikh Al-Jali atau Syeikh Al-Khowaji yang berasal dari Baghdad keturunan Sayyidina Abbas r.a, paman Nabi Muhammad saw. Sedangkan ibunya masih keturunan dari Sunan Ampel.

KH Muslih Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muslih Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muslih Abdurrahman Mranggen

Sejak kecil Muslih sudah gemar ngaji. Tercatat, ia pernah berguru mulai dari ayahnya, Syekh KHAbdurrahman bin Qosidil Haq, hingga kepada para Masyayikh yang ada di Haromain, diantaranya Syeikh Yasin Al-Fadani Al- Makky. Kiai Muslih juga pernah menimba ilmu kepada Syeikh KH Ibrohim Yahya (Mranggen); KH Zuber, Syeikh Imam, Syeikh Imam, dan KH Maksum (Rembang); dan Syeikh Abdul Latif Al- Bantani. Selain itu, Kiai Muslih juga pernah belajar di Pesantren Termas Pacitan.

Dari hasil pendidikannya tersebut Kiai Muslih mendapatkan banyak ilmu seperti ilmu kalam Bahasa Arab, tauhid, fiqh, tafsir, hadist, Ilmu Tasawwuf dan berbagai ilmu lainnya.

Membesarkan Pesantren Futuhiyyah

Ulama Salaf Online

Pondok Pesantren Futuhiyyah yang diasuh ayahnya mengalami rehabilitasi pada tahun 1927 M. Saat itu sudah ada puluhan santri yang ikut ngaji, namun aktifitas Madrasah tersebut menjadi terhenti, setelah diminta oleh NU cabang Mranggen. 

Selang beberapa waktu, Syekh KH Muslih berusaha mendirikan kembali Madrasah Diniyyah Awaliyyah Futuhiyyah di komplek Pesantren Futuhiyyah. Kali ini ia mengambil sikap, jika NU ingin mengelola Madrasah lagi supaya mendirikan sendiri. Keputusan tersebut  diambil karena, dua kali Futuhiyyah mendirikan Madrasah, yakni pada tahun 1927 dan 1929 M, dua kali pula diminta oleh NU Cabang Mranggen dengan cara Bedol Madrasah, yakni murid dan gurunya dipindah tempat, yang kemudian dikelola oleh NU Cabang Mranggen. Hal tersebut menjadikan aktivitas di Futuhiyyah menjadi sedikit terkendala.

Setelah madrasah baru yang didirikan oleh Kiai Muslih berjalan lancar, satu tahun kemudian beliau kembali mondok ke Termas dan pengelolaan madrasah diserahkan kepada adiknya, KH Murodi, yang baru pulang mondok dari Lasem. NU Cabang Mranggen, akhirnya juga dapat mendirikan sendiri Madrasah Diniyyah Awaliyyah dan dapat bertahan hingga sekarang, di Kauman Mranggen, yang dikenal kemudian dengan nama Madrasah Ishlahiyyah.

Kiai Muslih saat datang di Termas, langsung diminta oleh KH Ali Maksum (Krapyak Yogya), selaku kepala Madrasah di Termas saat itu, untuk mengajar kelas Alfiyyah. Semula Kiai Muslih menolak, dengan alasan belum mampu mengajar Alfiyyah. Namun setelah dibujuk gurunya, dia pun bersedia. Di Termas pula, Kiai Muslih belajar bagaimana cara mengajar yang baik dan bagaimana menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sistem klasikal (madrasah).

Dengan berbekal Ilmu yang lebih luas dan pengalaman selama menjadi guru madrasah Tsanawiyyah di Termas itulah, pada tahun 1935 M Kiai Muslih pulang dan bermukim kembali di Suburan Mranggen. Dengan tekad untuk mengembangkan Pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen. Pada tahun 1936 M berdirilah Madrasah Ibtida’iyyah. Madarasah tersebut terus berkembang dan bertahan sampai sekarang.

Ulama Salaf Online

Ada hal yang menarik pada saat proses penerimaan siswa baru. Pada saat itu meskipun belum ada radio, tidak ada stensil, tidak ada pula mesin tulis apalagi fotocopy, namun info tentang madrasah di Mranggen berkembang luas. Banyak sekali calon santri, baik yang berasal dari desa-desa wilayah kecamatan Mranggen dan sekitarnya hingga Gubug-Purwodadi, berdatangan. Hal ini terjadi karena tersiarnya berita bahwa di pondok Suburan Mranggen telah muncul seorang tokoh kiai yang alim, siapa lagi kalau bukan Kiai Muslih Abdurrahman. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Kajian Ulama Salaf Online

Minggu, 18 Februari 2018

Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pemerhati anak yang juga pendongeng Seto Mulyadi mengatakan akan mendorong istrinya untuk menjadi anggota Muslimat NU.

“Tadi pas dinyanyikan Mars Muslimat NU, saya ikut bernyanyi. Muslimat NU ini hebat sekali. Lalu saya ingin mendorong istri saya jadi anggota Muslimat NU,” kata Psikolog yang akrab disapa Kak Seto saat tampil pada Halal Bihalal Muslimat NU dan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.?

Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU

Tak ayal para hadirin pun menyambut ucapan Kak Seto dengan tepuk tangan meriah.

Pada kesempatan tersebut Kak Seto tampil bersama Kak Heny Purwonegoro dan tim akrobatik. Mereka membawakan lagu-lagu dan cerita berisi pesan-pesan kebaikan dan karakter yang sesuai untuk anak-anak serta aksi-aksi akrobat.

Ulama Salaf Online

?

Sesekali mereka menyapa dan mengajak anak-anak menari dan bernyanyi, sehingga pertunjukan menjadi sangat interaktif. Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para kader Muslimat NU dari sejumlah daerah.? (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Fragmen, Khutbah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza

Pacitan, Ulama Salaf Online. Puluhan aktivis PMII Pacitan mengadakan penggalangan dana peduli korban sipil di Gaza. Mengutuk tindakan brutal Israel, mereka melakukan long march yang bertolak dari kantor sekretariat cabang PMII jalan Veteran nomor 20, Pacitan, Kamis (17/7) siang. Menyusuri jalan protocol, mereka bergerak menuju alun-alun kota Pacitan lalu mengarah ke perempatan Penceng.

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pacitan Galang Dana Peduli Gaza

Dalam orasi terbuka, Ketua PMII Pacitan Septian Dwi Cahyo mengatakan, apa yang terjadi di Gaza bukanlah perang, melainkan pembantaian. Pasalnya, sasaran Israel bukanlah tentara Hamas melainkan rakyat sipil.

Septian mengecam kejahatan militeristik di Gaza. Kejahatan itu, Septian melanjutkan, harus segera dihentikan. “Perserikatan Bangsa Bangsa diberi amanah warga dunia untuk menghentikan agresi Israel di Gaza. PBB harus segera menentukan sikap,” tegas Septian.

Ulama Salaf Online

Sebagai simbol perlawanan atas agresi Israel, para aktifis melakukan sholat ghaib dan mendoakan para korban tidak berdosa di Palestina. Rencananya hasil penggalangan dana yang didapat akan didonasikan melalui PB PMII. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Kajian Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Banyuwangi, Ulama Salaf Online



Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Karangrejo mengadakan pengajian rutin. Pekan ini mereka menggelarnya di masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Senin (9/10) malam.

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Turut hadir pada pengajian rutin dua mingguan itu pengurus Syuriah dan Tanfidziyah serta puluhan warga mulai. Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al-Waqiah, Rotibul Haddad, dan istighosah bersama. Kemudian pengajian umum sekaligus pembekalan dari Rais Syuriah Tanfidziyah.

Ketua PRNU Kelurahan Karangrejo Ahmad Thoyib mengatakan, dengan adanya rutinan organisasi seperti itu, akan menambah daya gedor perjuangan.

Ulama Salaf Online

"Apa pun gerakannya, sebesar apapun massanya, jika tidak diimbangi dengan perkumpulan rutin, hanya omong kosong," tegasnya. 

Ia menambahkan, dengan agenda kegiatan seperti ini PRNU Kelurahan Karangrejo mampu membaca perubahan, peluang, dan tantangan terbaru secara up to date.

"Seperti malam ini, kita dapat merapatkan persiapan agenda kegiatan menyongsong Hari Santri Nasional (HSN). Serta mampu merekrut masyarakat sekitar untuk terlibat dalam struktural organisasi NU lebih giat. Tak kalah penting juga menambah persaudaraan antar pengurus dan anggota baru," terang Thoyib.

"Semoga kegiatan ini selalu diberikan keistiqomahan. Karena istiqomah lebih baik daripada seribu karomah. Juga dengan amalan yang istiqomah ini, Allah lebih menyukai meskipun sedikit," tutup Thoyib.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh perwakilan jajaran pengurus cabang Rijalul Ansor Ahmad Sugiono. Serta pengurus PAC IPNU Kecamatan Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online





Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Kajian, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran

Malang, Ulama Salaf Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat menyesalkan pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa negara-negara di Timur Tengah (Timteng) tak mempersoalkan sikap Indonesia yang mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran terkait program nuklirnya.

“Sulit dicari negara Arab yang netral, sedangkan ulama adalah kelompok idealis yang dengan negaranya sendiri sering tidak cocok. Di Indonesia sendiri, antara pemerintah dan ulamanya berbeda,” ungkap Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi di di Kediamannya di Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Ahad (2/4).

Wapres Kalla, usai menjalankan ibadah umroh di Mekkah, Jumat (30/3) lalu, mengatakan, beberapa negara di Timteng yang ditemuinya merespon positif sikap Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB nomor 1747 terkait pengayaan uranium Iran. Hal itu, menurut Wapres, sama sekali tak diduga oleh pemerintah Indonesia.

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran

Namun demikian, pernyataan itu dibantah oleh Hasyim. Ia menilai ada negara-negara di Timteng yang justru merasa senang dengan sanksi yang dijatuhkan DK PBB terhadap Iran. Hal itu terjadi karena adanya kepentingan, pertimbangan praktis, politis dan ekonomis. “Karena itulah, negara-negara Arab tidak pernah menang,” tandasnya.

Presiden World Conference on Religion for Peace itu menegaskan, akibat dukungan pemerintah RI atas resolusi DK PBB, pihaknya sempat diprotes dari ulama dan tokoh agama di Timur Tengah. Mereka menyesalkan sikap pemerintah, karena Indonesia sebenarnya diharapkan menjadi penengah berbagai konflik, terutama di Timteng.

Ulama Salaf Online

 

“Saya tidak mengatakan Indonesia dijauhi negara Timteng, tapi dipertanyakan ulama-ulamanya. Kalau Wapres mendapat dukungan dari Libanon, karena Libanon adalah negara ‘unik multisektarian’ mungkin saja yang ketemu itu tidak suka terhadap Iran,” tutur Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Ulama Salaf Online

Doktor Kehormatan bidang Peradaban Islam itu hingga kini masih kecewa dengan sikap pemerintah Indonesia soal nuklir Iran. Padahal, NU sebenarnya berharap agar Indonesia mengambil posisi lebih tinggi dari negara-negara di Timur Tengah yang bertikai. ”Harapan saya terhadap Indonesia ternyata terlalu tinggi. Ternyata kita masih kelas masih ‘inlander’,” pungkasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Setiap tahun, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya selalu memantau sekaligus ikut serta mengamankan arus lalu lintas mudik lebaran.

Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran

Demikian disampaikan salah seorang putera Habib Luthfi, Habib Bahaudin usai mengikuti ayahnya memantau arus mudik di Pos Penjagaan Lalu Lintas THR Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (4/7) malam.

"Setiap tahun Abah (Habib Luthfi) selalu ikut mengawasi dan mengatur lalu lintas, beliau melakukan demikian setiap H-3 lebaran sampai malam lebaran H-1," kata Habib Bahaudin.

Ditambahkannya, pemudik yang melewati jalur pekalongan tidak banyak yang tahu bahwa Habib Luthfi turun ke lapangan untuk mengamankan lalu lintas karena saat di lapangan Habib Luthfi selalu memakai kostum petugas keamanan.

Ulama Salaf Online

"Saat ikut mengurai kemacetan, tidak semua orang tahu bahwa beliau itu adalah Habib Luthfi, karena beliau nyamar jadi petugas," imbuhnya.

Diceritakannya, saat melihat Habib Luthfi ikut mengamankan lalu lintas arus mudik lebaran, Habib Bahaudin merasa terenyuh hatinya karena melihat ayahnya yang usianya sudah lanjut namun memiliki kepedulian sosial yang luar biasa.

"Saya kira sangat jarang sekali yang seperti Abah, seorang ulama dan hukama rela turun ke jalan ikut mengamankan arus mudik Lebaran, semoga ulama, hukama atau kiai bisa mencontoh beliau," harapnya. (Aiz Luthfi-Azmat Maula/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Kajian, Tegal Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Surabaya, Ulama Salaf Online. Sebanyak 30 santri perwakilan 30 pesantren di Jawa Timur mengikuti pendidikan Hak Asasi Manusia dan Perdamaian serta Respon atas Fenomena Terorisme di Hotel Novotel Surabaya, Senin-Jumat (5-8/1). Mereka berasal dari pesantren di Surabaya, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki. Peserta umumnya berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi.

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif Islam dan HAM. Pendidikan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan dan dialog perwakilan 2 pengungsi konflik Syiah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang praktik terbaik bina damai dan penanganan konflik dengan harapan dapat membekali mereka dalam upaya pembangunan perdamaian dan penanganan konflik di Jawa Timur.

Koordinator Program Pesantren for Peace (PfP) Idris Hemay menegaskan, program ini dilatarbelakangi oleh aksi kekerasan dan teror atas nama agama yang terus marak terjadi. Belum lama ini misalnya masyarakat dunia dikejutkan dengan aksi kekerasan yang terjadi di Paris yang mengakibatkan setidaknya 120 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

"Salah satu tersangka pelaku terorisme di Paris adalah Frederick C Jean Salvi alias Ali, yang menurut berbagai sumber diketahui kerap mendatangi berbagai pesantren di Bandung Jawa Barat. Salah satunya pesantren di Cileunyi Bandung," terangnya.

Dalam rangka berkontribusi aktif dalam upaya mengurangi dan mencegah aksi kekerasan dan terorisme, pihaknya dari Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa mengembangkan dan menjalankan sebuah program penting bertajuk "Pesantren for Peace (PfP)".

Program ini dijalankan dengan melibatkan banyak pondok pesantren di 5 wilayah di Jawa, salah satunya di Jawa Timur. Program ini diadakan untuk mendorong dan mendukung peran pesantren sebagai lokomotif moderasi Islam di Indonesia dalam rangka menegakkan dan memajukan HAM, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Idris, hasil penelitian yang dilakukan PfP beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pesantren di Jawa Timur masih belum memaksimalkan perannya dalam membangun perdamaian dan mencegah aksi kekerasan. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa akar penyebab konflik dan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

"Hal ini dipicu oleh hadirnya kebijakan yang tidak adil, sikap diskriminatif dan intoleran, rendahnya rasa kebersamaan, menguatnya identitas keagamaan, dan kentalnya prasangka (prejudice) di antara kelompok masyarakat baik di kalangan antaragama maupun intra agama itu sendiri," ujar pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Santri, Kajian Ulama Salaf Online

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

Malang, Ulama Salaf Online. Para aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, turun ke jalan membagi-bagikan masker, sejak Sabtu (15/2) pagi, menyusul hujan abu vulkanik yang mengguyur Kota Malang akibat erupsi Gunung Kelud.

Aksi bagi-bagi pelindung pernafasan tersebut diperuntukkan kepada para pengguna jalan maupun masyarakat setempat daerah Tlogomas, Malang. Berbeda dari yang lain, para aktivis PMII ini melakukan aksinya tanpa menggunakan atribut organisasi kemahasiswaan Islam tersebut.

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

“Memang begitu, ketika kita berdiri atas nama kemanusiaan, sudah selayaknya kita melepaskan atribut apapun,” ujar Ketua Komisariat PMII UMM Syukron Anshori.

Ulama Salaf Online

Pembagian masker disambut baik para pengendara. Umumnya mereka menepi dan menutupi mulut mereka dengan masker pemberian PMII UMM. Masyarakat Kota malang diimbau tetap menggunakan masker atau kacamata untuk mengindari serbuan abu vulkanik Gunung Kelud yang disertai bau belerang itu.

Ulama Salaf Online

Selain PMII, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) beserta sejumlah badan otonom dan komunitas NU lainnya ? juga aktif menggalang bantuan di sejumlah daerah terdampak. Di samping bagi-bagi masker, mereka turut menyuplai bahan makanan, selimut, perlengkapan shalat, kebutuhan bayi, dan lainnya. (Orie Muhammad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, RMI NU, Internasional Ulama Salaf Online

Minggu, 28 Januari 2018

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Jakarta, Ulama Salaf Online - Pemerintah akan menyerahkan anugerah tanda kehormatan jenis bintang untuk almarhum KH Hasyim Muzadi di Istana Negara pada Selasa, 15 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui Pak Hasyim merupakan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Rezim Jokowi.

Dalam rangka mempersiapkan hari penyerahan anugerah ini Kementerian Sekretariat Negara RI mengundang ahli waris almarhum KH Hasyim Muzadi atau yang mewakili untuk hadir di Ruang Rapat Sekretariat Militer Presiden, Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara RI, Lantai 5, Jalan Veteran, Nomor 18, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 Agustus 2017.

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Ahli waris almarhum atau yang mewakili diminta hadir untuk mendengarkan penjelasan singkat persiapan dari Sekretariat Militer Presiden.

Pak Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pagi, 16 Maret 2017 di Malang. Almarhum dimakamkan di Kompleks Pesantren Al-Hikam, Depok. Pak Hasyim dimanahi sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 1999 di Kediri dan Muktamar NU 2004 di Boyolali.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Pak Hasyim juga terlibat dalam gerakan perdamaian dunia melalui pimpinannya Islamic Conference for International Scholars (ICIS). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Kajian, Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Buka Konbes, Waketum PBNU Sampaikan Ceramah Kepemimpinan

Jakarta, Ulama Salaf Online. Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali menyampaikan ceramah kepemimpinan saat pembukaan Konferensi Besar IPPNU 2014, Jumat (28/2) siang. Di hadapan sedikitnya 200 peserta, ia menyebutkan lebih terang sifat-sifat kepemimpinan sungguhan.

Buka Konbes, Waketum PBNU Sampaikan Ceramah Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Konbes, Waketum PBNU Sampaikan Ceramah Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Konbes, Waketum PBNU Sampaikan Ceramah Kepemimpinan

Kepemimpinan, menurutnya, harus dijiwai oleh semangat kejujuran, keadilan, istiqamah, dan amanah. Karena ia bukan sekadar gerakan lahir sebuah sistem dan struktur. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan proyek jangka panjang dalam membangun fondasi-fondasi kemaslahatan.

Dalam pada itu, sejauhmana pemimpin mengintegrasikan nilai-nilai di atas sangat menentukan warna kepmimpinan.

Ulama Salaf Online

Berkaitan dengan pelajar putri NU, H Asad mengatakan, “Tugas IPPNU sekurangnya dua, yaitu mengenal aswaja dan setia pada NKRI.”

Ulama Salaf Online

Dua hal itu bisa diterjemahkan bahwa kita sebagai warga negara harus tetap mengenal agama, tetapi juga di dalam rangka patuh bernegara, tandas H Asad di area Konbes IPPNU 2014 di Gedung PP PON Kemenpora Cibubur, Jakarta Timur.

Sedangkan seorang delegasi Kemenpora Hamka Hamdan mengatakan, IPPNU terbilang organisasi yang tertib. Karenanya, “Kemenpora beberapa bulan lalu menempatkan organisasi ini pada peringkat kedua OKP terbaik.”

Tampak hadir dalam pembukaan Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa dan Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online PonPes, Kajian Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

Memahami Makna Sujud

"Wasjud Waqtarib" demikianlah Allah swt menutup firmannya dalam surat al-Alaq. Suatu statemen yang tegas dan gamblang. Bahwa sujud merupakan wahana paling efesien untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Memang secara psiklogis sujud memiliki nilai lebih dibandingkan dengan rukun shalat yang lain. Karena ketika sujud posisi seseorang benar-benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Sang Khaliq. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi bagian paling istimewa dalam tubuh manusia dan tempat bersemayamnya pancaindera. Juga anggota tubuh yang paling dimuliakan oleh manusia, tiba-tiba diposisikan begitu rendahnya hingga rata dengan tanah, tempat kaki berpijak.

Sebenarnya sujud menjadi wahana intim antara hamba dengan Allah swt. Pada saat itulah mereka merasakan ke-hinaannya dan sekaligus ke-agungan Allah swt. Begitulah yang diisyaratkan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Makna Sujud

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt adalah ketika (hamba tersebut) sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika sujud.

Oleh karena sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim, maka dianjurkan ketika bersujud untuk memperbanyak doa.

Ulama Salaf Online

Demi mengkondisikan kehinaan dirinya sebagai hamba dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz selalu sujud di atas tanah. Sehingga kulit jidatnya bertemu langsung dengan tanah dan hidungnya dapat mencium bumi.rdo

Kehinaan seorang hamba ketika bersujud tidaklah sia-sia, karena Allah swt berjanji akan menaikkan derajat orang tersebut dan sujud itu akan menyingkirkan berbagai macam keburukan darinya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ulama Salaf Online

Dengan kata lain sujud juga dapat menjadi salah satu terapi menghindarkan diri dari berbagai keburukan dan kemaksiatan, sebagaimana shalat dapat mencegah diri dari kekejian dan kemungkaran.

Begitu pentingnya makna sujud sehingga Rasulullah saw pernah berwasiat kepada salah satu sahabatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? "? ? ?". Bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, "doakanlah aku agar dapat menjadi orang yang menerima syafaatmu (di hari kiamat) dan mendapatkan rizqi dengan menemanimu di surga" kemudian Rasulullah saw menjawab "maka aku perintahkan untuk memperbanyak sujud"

Sebagai bukti penguat betapa pentingnya sujud adalah cerita penderitaan setan ketika seseorang melakukan sujud tilawah (sujud yang diperintahkan ketika membaca ayat tertentu dalam al-quran). maka setanpun berkata "sungguh beruntung hamba ini yang diperinthakn bersujud, kemudian ia bersujud. Maka surge akan menjadi bagiannya. Dan sungguh celaka diriku ini (setan) yang diperintahkan sujud, tetapi malah membangkang. Maka aku akan kebagian neraka.

Redaktur: Ulil Hadrawy.



. Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Kajian, Berita Ulama Salaf Online

Minggu, 21 Januari 2018

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Jember, Ulama Salaf Online. Pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah di Twitter berbuntut panjang. Ia yang menyebut sinting gagasan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional menuai unjuk rasa santri di beberapa daerah.

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Ratusan santri yang tergabung dalam aliansi santri Rembang, Jawa Tengah, Jumat sore (4/7) menggelar aksi sebagai bentuk protes . Mereka berorasi sambil berjalan dari alun-alun kota Rembang menuju depan kantor DPRD Kabupaten Rembang. Dalam orasinya, mereka menuntut agar Fahri Hamzah meminta maaf di hadapan publik secara jantan.

Salah seorang santri, Agus Prihatmojo, saat di temui Ulama Salaf Online menjelaskan, tidak seharusnya wakil rakyat menngeluarkan celetukan seperti itu, meski hanya dalam kicauan jejaring sosial. Hal itu menurut Agus, sangat menyakiti hati para santri di Rembang kususnya dan umumnya di Indonesia. "Kami sangat tidak menerima apa yang dikatakan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera itu,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Winardi, santri asal Desa Trembes Gunem Rembang berpendapat, santri merupakan garda terdepan dalam mendidik dan membentuk karakter bangsa. Tidak semestinya seorang politisi dari partai mengaku Islam seperti PKS berkata seperti itu.

Tak hanya di Rembang, sebelumnya, Kamis sore, (3/7) Ratusan santri dan tokoh masyarakat Jember yang tergabung dalam Laskar Santri Nusantara berunjuk rasa di depan kantor Dewan Pengurus Daerah PKS Jember,? Jl. Danau Toba, Tegalgede, Jember, Jawa Timur.

Ulama Salaf Online

Mereka menuntut DPD PKS Jember, meminta maaf secara terbuka kepada santri dan kiai pondok pesantren di seluruh Indonesia terkait kicauan Twitter Fahri Hamzah,yang dinilai telah menghina santri dan? kiai.

“Apa yang dikatakan Fahri Hamzah telah melukai hati kami para santri. Untuk itu kami minta Fahri dan pengurus DPD PKS Jember? meminta maaf sekarang juga,” ujar koordinator aksi, Farhan.

Menurut Farhan, Fahri Hamzah tidak pernah belajar dari sejarah bahwa peran santri sangat besar terhadap perjuangan merebut kemerdekaan negeri ini.

Pernyataan pribadi

Para pengunjuk rasa ditemui sekretaris umum DPD PKS Jember, Ahmad Rusdan. Menurutnya, apa yang disampaikan Fahri Hamzah merupakan pernyataan pribadi, bukan mewakili lembaga. Ia pun menolak jika secara kelembagaan PKS Jember harus meminta maaf. “Kalau secara pribadi saya minta maaf, tetapi saya tidak mewakili lembaga,” katanya.

Aksi para laskar santri nusantara tersebut, mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Jember. Sampai-sampai polisi harus menutup total arus lalu lintas ke arah kantor DPD PKS Jember. (Ahmad Asmui/Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, Kajian Ulama Salaf Online

Selasa, 02 Januari 2018

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta

Majalengka, Ulama Salaf Online. Ketua Lembaga Pemberdayaan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Majalengka Jakfar menyatakan prihatin atas terendamnya ribuan hektare sawah milik petani di empat desa di kecamatan Ligung dan kecamatan Sumberjaya, Majalengka. Banjir akibat luapan sungai Cikamangi ini, menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta

Banjir merendam empat desa itu seperti desa Sukawera, desa Leuweunghapit, desa Majasari kecamatan Ligung, dan desa Lojikobong kecamatan Sumberjaya.

Jakfar menjelaskan, jika musim hujan tiba sungai Cikamangi meluap dan tanaman padinya dipastikan terendam banjir. Masalah banjir ini terjadi setiap tahunnya. Lazimnya air baru surut setelah empat hari. Ironisnya, pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya belum menangani masalah klasik ini.

Ulama Salaf Online

"Kalau sering terendam banjir, tanaman padi menjadi rusak dan kami selalu gagal panen hingga rugi puluhan juta rupiah,” kata Jakfar saat ditemui Ulama Salaf Online di mushola samping Gedung PCNU Majalengka, Selasa, (3/2) siang.

Ulama Salaf Online

Dulu, Jakfar bercerita, para petani sempat menormalisasikan sungai tapi itu sudah berlangsung lama. "Kalau sekarang belum digaruk lagi, jadi air sungai meluap lagi," katanya.

Menurut para warga, banjir luapan sudah terjadi setiap tahun terhitung dari tahun 2000 hingga merendam ratusan tanaman padi. "Sampai sekarang masih turun hujan, airnya masih menggenangi ribuan hektare tanaman padi milik petani," tuturnya.

Pihak LPPNU Majalengka menuntut Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) segera menormalisasi aliran sungai Cikamangi karena selalu merugikan petani. "Kami harap BBWSC segera turun tangan, agar kerugian petani tidak terjadi setiap tahunnya,” jelasnya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Ubudiyah Ulama Salaf Online

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Jakarta, Ulama Salaf Online. Dalam perjuangannya membumikan Islam selama hidupnya, memanusiakan masyarakat, menegakkan keadilan hukum, kesejahteraan, demokratisasi dan pluralism di Indonesia, yang pantang menyerah diibaratkan Gus Yusuf (Magelang Jateng) sebagai perwujudan Islam yang tidak boros takbir atau terlalu sering mengucapkan Allahu Akbar.

“Kalau di kampus-kampus dan kota-kota di Indoensia makin marak dengan kumandang takbir dalam menjalankan ajaran agama, tapi tidak demikian dengan Gus Dur. Karena bagi santri itu sehari-semalam cukup lima kali takbir. Sebab, kalau sering disebut was-was, peragu dan itulah yang dekat dengan syetan,”tandas Gus Yusuf dalam acara haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12) malam.

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Yang jelas kata Gus Yusuf, Gus Dur itu merupakan inspirasi bagi bangsa ini yang menempatkan sama antara satu dengan golongan masyarakat yang lain. Sehingga Gus Dur dan NU pun bisa diterima di mana-mana dan kapan saja. Sebagaimana keikhlasan dan ketulusannya dalam mengabdi kepada masyarakat, maka dalam kondisi sakit parah pun beliau masih sempat mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada teman-temannya

Ulama Salaf Online

Untuk itulah lanjut Gus Yusuf, kehadiran kita dalam haul ini sebegai generasi muda adalah sebagai komitmen untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur, menegakkan niat dan meluruskan perjuangan. Dan, yang paling penting adalah sebagai ta’dzim, hormat kita kepad guru dan orangtua, yang kini mulai pudar di negeri ini.

Apa artinya symbol-simbol agama yang megah dan mewah, jika kondisi masyarakatnya terpecah-belah dan memprihatinkan. Gus  Dur kata Gus Yusuf, Selalu menceritakan ketika di Pesantren Tegalrejo, Magelang asuhan KH Khudori. Dalam cerita itu terjadi tarik-menarik kepentingan masyarakat antara mendirikan masjid dan membeli gamelan.

Ulama Salaf Online

“Mengingat tanpa masjid pun umat Islam bisa beribadah, sedangkan mereka juga perlu hiburan, maka KH Khudori memilih uang desa itu digunakan untuk membeli gamelan. Toh dengan kebersamaan, masjid pasti akan terbangun. Sedangkan gamelan bekas itu tidak mesti selalu ada, apalagi dengan harga murah,”katanya menirukan cerita Gus Dur.

Cerita lain lanjut Gus Yusuf,  sewaktu ingin makan ikan, Gus Dur mengajak keempat temannya untuk mengambil di kolam ikan pesantren miliki KH Khudori. Ketika malam itu ikannya sudah banyak dalam ember, KH Khudori keluar menggunakan sandal (bakiak). Mendengar itu Gus Dur menyuruh teman-temannya lari meninggalkan kolam ikan. Sedangkan Gus Dur duduk di samping ikan dalam ember tersebut.

Karuan saja ketika kepergok KH Khudori, beliau menanyakan,”Lagi ngapain Durrahman?”  Kata  Gus Dur, “Ini kiai, lagi menyelamatkan ikan yang mau diambil, tadi orangnya berlarian.” “Ya, sudah kamu goring saja?” jawab KH Khudori. Akhirnya Gus Dur kembali masuk kamar pesantren dan memanggil teman-temannya tadi. Teman-temannya pun menolak dituduh sebagai pencuri, karena semua itu atas inisiatif Gus Dur.

Lalu Gus Dur mengatakan, “Kamu kan tadi ingin ikan dan sekarang sudah ada ikannya, halal lagi. Jadi, ayo kita goreng.” Maka digorenglah semua ikan emas dalam ember tersebut. Artinya, seluruh liku-liku, hiruk-pikuk, pahit getirnya perjuangan Gus Dur selama ini adalah dilalui dengan jalan yang benar, halal dan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita semua harus meneladani dan melanjutkan perjuangannya.(amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Kajian, Pendidikan Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter

Jakarta, Ulama Salaf Online. Gerakan Nasional #AyoMondok yang telah diluncurkan oleh PP dan beberapa PW RMINU di Gedung PBNU, Senin (1/6) sore menjadi perbincangan deras para netizen di media sosial, terutama di twitter. Bahkan, tagar tersebut menempati trending topic teratas di media sosial yang kerap disebut mikro blog itu.

Beragam kicauan yang disampaikan Netizen di twitter, mulai dari pengalaman dirinya ketika mondok, karakter pendidikan pondok pesantren, foto-foto unik, hingga ada juga yang meng-upload video dokumenter menarik tentang sebuah kisah perjalanan pondok pesantren.

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter

“Asiknya nyantri itu belajarnya menyenangkan dan berkesan. Bab Thoharoh hingga Junub pun dikemas lucu dan bijak. Hikmahnya dapet,” kicau Akun twitter bernama @eloquence_99.

Ulama Salaf Online

Selain itu, akun bernama @Riffanpecros berkicau, bahwa pendidikan pondok pesantren tidak hanya menjadikan lulusannya jadi kiai, modin, ustadz, penceramah, dan guru.

“Buktinya banyak yang jadi menteri, jadi pengusaha sukses, bahkan jadi Presiden RI. Dan Kalau ada yang bilang mondok itu cuma mempelajari ilmu agama, buktinya saya bisa kuliah di kampus negeri, juga entrepreneur dan bisa IT,” ujar Riffan dalam tweetnya.?

Sementara itu, akun bernama @moqsith memaparkan dalam kicauannya, bahwa di pesantren kita tak hanya belajar membaca Quran tapi juga bagaimana memahami Quran. Dengan belajar di pesantren, kita akan tahu, mana ajaran Islam dan mana tradisi masyarakat Arab. Dengan belajar di pesantren kita akan tahu variasi bacaan Quran bahkan hingga 14 jenis bacaan. Di pesantren kita juga belajar bab jihad. Tapi, makna jihad tak dipersempit hanya berupa perang.

Ulama Salaf Online

“Yang hebat dari pesantren adalah keberhasilannya mmpersaudarakan seluruh santri yang datang dari seantero negeri. Pesantren memang terus berkembang dan berbenah. Sejumlah kekurangan terus dibenahi,” imbuh @moqsith dalam tweetnya.?

Gerakan ini didukung sepenuhnya oleh para pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia. Selain itu, saat ini setiap pesantren sedang mempersiapkan diri untuk menyosialisasikan gerakan nasional #AyoMondok. Gerakan ini mempunyai konsekuensi, bahwa pondok pesantren wajib berbenah diri dengan optimal dari berbagai aspek agar mampu menciptakan lembaga dan lulusan berkualitas ala pesantren. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Halaqoh Ulama Salaf Online

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

Cianjur, Ulama Salaf Online. Dengan menghadirkan pemerintah daerah dan perbankan yang menjadi mitra Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diharapkan bisa meningkatkan investasi ke desa-desa.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi menjelaskan, bahwa pameran potensi desa merupakan ajang promosi dan sosialisasi, sebagai ajang pembangunan potensi di daerah perdesaan.

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

"Dengan adanya pameran potensi desa ini, secara tidak langsung akan ada interaksi dan komunikasi antar-daerah dan beberapa perbankan yang menjadi mitra kementerian, sehingga  bisa berdampak positif pada masyarakat desa," ujar Anwar Sanusi dalam sambutannya di Cianjur, Kamis (15/10).

Ulama Salaf Online

Dari beberapa pameran potensi desa yang sudah diselenggarakan, imbuh Anwar, sudah banyak beberapa daerah yang merasakan efek positif dari pameran yang diselenggerakan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

"Ini pameran yang keempat, dari pameran-pameran sebelumnya sudah ada beberapa desa yang berhasil menarik investor untuk berinvestasi di desa," tandasnya.

Ulama Salaf Online

Anwar juga menjelaskan alasan kenapa Cianjur dipilih sebagai tuan rumah pameran potensi desa Ke-4 di tahun 2015 ini. "Cianjur memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian, perkebunan, peternakan,  dan industri kerajinan. Dan Cianjur juga merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia," papar Anwar.

Sementara itu, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh berharap dengan adanya pameran potensi desa, desa-desa yang ada di Cianjur bisa mengembangkan potensi secara mandiri. Pasalnya, di masa akan datang desa akan menjadi garda depan dalam pembangunan wilayah.

"Oleh karena itu, masyarakat desa di dorong untuk menginisiasi, memprakarsai pembangunan desa secara langsung dengan mengacu keberagaman potensi desa yang menjadi kekuatan pendukung dalam pembangunan desa," ujar Tjetjep.

Potensi unggulan kabupaten Cianjur, menurut Tjetjep didominasi sektor pertanian yang mencapai 37 persen tanaman pangan. "Selain itu ada juga sektor pariwisata, perkebunan dan industri kreatif," imbuhnya.

Sebagai informasi, pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diikuti oleh beberapa pemerintah kabupaten seperti, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kendal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Dogiyai, Papua, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Utara yang mengkordinir 10 Peserta yang terdiri atas Mitra Kabupaten, Kabupaten Boltim, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Minut, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Kotamobagu.

Selain dari pemerintah daerah, peserta pameran potensi desa juga datang dari sektor perbankan mitra kementerian yaitu Bank BTN, juga UMKM dari Jawa Timur. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Sejarah, Kajian Ulama Salaf Online

Selasa, 26 Desember 2017

Ketika Pendemo Keseleo Lidah

Di siang hari yang cukup terik, ratusan massa dari berbagai daerah di sebuah kabupaten ? berkumpul ? di depan kantor DPRD setempat. Mereka ingin menyampaikan aspirasi ? penolakan terhadap rencana reklamasi salah satu pantai yang berada di kabupaten itu.

Sudah dua orang menyampaikan orasi dalam demo tersebut. Maka tampillah orang ketiga. Namun sayang, baru 2 menit sang orator berkoar-koar, ia terbatuk-batuk. Dia pun menghentikan orasinya dan menyerahkan mikrofon kepada teman di sebelahnya.

Sebut saja Man Udin, laki-laki asal desa ini kebetulan berdiri di barisan depan berdampingan dengan para orator demo. Entah apakah secara kebetulan pula ia diserahi mikrofon oleh orator ketiga tadi. Yang jelas dengan begitu bersemangatnya, Man Udin lalu maju satu langkah dan melanjutkan orasi yang sempat terputus dengan berteriak:

Ketika Pendemo Keseleo Lidah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pendemo Keseleo Lidah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pendemo Keseleo Lidah

“Tolak Proklamasi...Tolak Proklamasi... Tolak Proklamasi...”.?

Teriakan orator pengganti ini membuat suasana demo menjadi riuh. Suara teriakan dan tawa terkekeh-kekeh terdengar dari para pendemo. Situasi ini justru membuat Man Udin semakin bersemangat dan kembali berteriak:

Ulama Salaf Online

“Tolak Proklamasi....Tolak Proklamasi....Tolak Proklamasi...”

Mungkin masih terngiang di benak Man Udin kata “proklamasi”. Karena demo itu berlansung beberapa hari setelah bangsa Indonesia memperingati hari proklamasi kemerdekaannya. Beruntung ia segera ditarik mundur ? ke belakang.

Melihat peristiwa itu, barisan Polisi pengawal aksi demo pun tidak dapat menahan tawanya.

(Hosni Rahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Internasional, Kajian Ulama Salaf Online

Sabtu, 23 Desember 2017

Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil

Gresik, Ulama Salaf Online. Rukyatul hilal penentuan awal bulan Rajab 1434 H pada Jum’at (10/5) sore bertepatan dengan 29 Jumadil Akhir di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik tidak berhasil melihat hilal. Posisi hilal sebenarnya sudah layak dirukyat (imkanurrukyat) namun pengamatan hilal terhalang awan.

Dari markaz perhitungan Condrodipo Gresik, seperti dalam data hisab metode Irsyadul Murid yang dihitung oleh Ibnu Zahid Abdo el-Moeid, umur hilal sudah mencapai 09:48:54. Sementara tinggi hilal pada saat dilakukan pengamatan mencapai 03018’ 08,38”.

Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil

Rukyat diawali dengan istighotsah dan tahlil yang dipimpin oleh KH Taufiqurrahman. Rukyat awal Rajab kali ini sangat istimewa karena diikuti oleh para kiai dan ahli hisab dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Lajnah Falakiyah PBNU di Gresik.

Ulama Salaf Online

Proses rukyat dipandu oleh Abdo el-Moeid, pengurus Lajnah Falakiyah Gresik, bersama H. Ahmad Izzuddin, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat yang juga mengikuti rukyat di bukit Condrodipo yang berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan air laut.

Pada sekitar pukul 17.40 WIB saat hilal sudah tenggelam (ghurub) rukyat di Balai Rukyat Condrodipo itu Gresik. Sebenarnya di tengah pelaksanaan rukyat ada yang mengaku melihat hilal, namun setelah diverifikasi dengan gambar yang diambil persekian detik oleh kamera teleskop sama sekali tidak ditemukan hilal. Posisi ufuk barat memang sangat gelap karena tertutup awan.

Ulama Salaf Online

Hingga berita ini ditulis pada Jum’at malam, belum ada satu laporan pun yang mengatakan telah berhasil melihat hilal. Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri yang mengikuti rukyatul hilal di Condrodipo Gresik itu mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan pengamatan hilal di titik rukyat yang lain.

Penulis: A. Khoirul Anam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Fragmen, Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock