Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Balikpapan, Ulama Salaf Online. Liga Santri Nusantara kembali digelar pada tahun 2016. Setelah tahun sebelumnya LSN diikuti oleh 184 pesantren Pesantren, pada pelaksanaan LSN tahun ini akan diikuti oleh 1.024 Pondok Pesantren di Indonesia.

Menurut Ketua Liga Santri Nusantara Abdul Ghaffar Rozin, pembukaan kick off secara nasional akan dilangsungkan di Balikpapan pada 19 Agustus 2016. "Tepatnya di Stadion Persiba Balikpapan," katanya.

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Lelaki yang akrab disapa Gus Rozin ini melanjutkan, pada pembukaan kick off LSN 2016 akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan, dan kiai/tokoh Pondok Pesantren di Balikpapan.

"Ini akan menjadi langkah baik bagi santri yang memiliki skill dan semangat olahraga yang cukup menjanjikan bagi masa depan persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Sedangkan, menurut Sekretaris LSN Koirudin Abbas mengatakan, kick off pembukaan LSN secara nasional dilakukan secara unik dan kreatif. "Kalau biasanya, kick off dalam dunia sepak bola dibuka dengan tendangan, pada kali ini dilakukan dengan menabuh bedug sebanyak lima buah," tambah pria yang akrab disapa Cak Din ini.

Selain itu, lanjut Cak Din, pertunjukan kesenian khas dunia pesantren akan diperlihatkan pada kick off LSN tahun ini. Mulai dari seni hadrah sampai pertunjukan pencak silat yang dibawakan oleh Pagar Nusa.

"Bahwa santri merupakan bagian terpenting menjaga tradisi Indonesia. Dan melalui sepak bola, santri dan pesantren akan memajukan dunia olahraga Indonesia. Liga Santri ini milik seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Ulama Salaf Online

Pada laga pembukaan kick off Liga Santri Nusantara 2016 ini akan mempertemukan Ponpes Naam dan Ponpes Al Muhajirin yang masing tim berasal dari Regional Kalimantan I yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain itu, pada pembukaan kick off LSN 2016 ini akan ada pertandingan eksebisi antara Tim PON Kaltim berhadapan dengan Tim PON Jabar. (Rizam Syafiq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Olahraga, AlaNu Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Maret 2018

Teladani Tokoh NU, IPNU Sumberasih Nobar Sang Kiai

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Sebagai upaya untuk meneladani para tokoh pendiri NU, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar nonton bareng (nobar) film Sang Kiai di Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih, Rabu (30/4).

Teladani Tokoh NU, IPNU Sumberasih Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Tokoh NU, IPNU Sumberasih Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Tokoh NU, IPNU Sumberasih Nobar Sang Kiai

Nobar film Sang Kiai ini diikuti oleh seluruh pengurus dan kader IPNU-IPPNU se-Kecamatan Sumberasih. Mereka berbaur dengan Nahdliyin menyaksikan tayangan film di layar lebar dengan menggunakan LCD.

Hadir dalam nobar Sang Kiai tersebut Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono, Ketua PAC IPNU Sumberasih Lukman Hakim serta para Ketua Ranting dan komisariat IPNU se Kecamatan Sumberasih.

Ulama Salaf Online

Ketua PAC IPNU Sumberasih Lukman Hakim mengungkapkan bahwa nobar Sang Kiai ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengenalkan para tokoh dan ulama yang berjasa dalam sejarah berdirinya NU. Dengan demikian, para kader IPNU tahu perjuangan ulama dalam mendirikan organisasi terbesar di Indonesia ini.

Ulama Salaf Online

“Kami ingin memperkenalkan lebih dalam bagaimana sejarah tokoh NU, terutama KH. Hasyim Asy’ari dan para ulama di Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang mana pada saat itu melahirkan sebuah resolusi jihad,” ungkapnya.

Menurut Lukman, nobar Sang Kiai ini sangat penting bagi kader IPNU untuk masa depan perjuangan NU. Sebab selama ini banyak Nahdliyin yang hanya mengetahui sejarah berdirinya NU dari buku-buku dan cerita saja.

“Mudah-mudahan dengan nobar Sang Kiai ini ada semacam inspirasi dan motivasi serta semangat untuk berjuang demi membesarkan organisasi NU. Sebab dengan menonton langsung, para kader tentunya akan tahu seberapa besar pengorbanan para ulama untuk bisa mendirikan NU,” tegasnya.

Nobar Sang Kiai ini mendapatkan apresiasi yang positif dari Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono. Menurutnya, langkah ini merupakan sebuah cara yang positif dan efektif supaya para kader IPNU bisa meneladani figur pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari yang sangat gigih berjuang demi merebut kemerdekaan Indonesia.

“Semoga sosok dari Kiai Hasyim Asy’ari ini bisa menjadi teladan dan inspirasi para kader IPNU dan Nahdliyin agar tidak berputus asa dalam mengkader pelajar NU yang nantinya akan menjadi estafet penerus perjuangan di organisasi NU beberapa tahun mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Jadwal Kajian, AlaNu Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

Shalat Tarawih NU Lama dan Baru

Meski dikenal mempunyai perbedaan pendapat yang sangat tajam, Gus Dur dan Soeharto tetap berteman baik. Gus Dur merupakan salah seorang tokoh yang kerap berani mengkritik rezim Soeharto di era Orde Baru.

Suatu hari di bulan Ramadhan, Gus Dur diundang oleh mantan Presiden Soeharto ke kediamannya di Jalan Cendana Jakarta untuk berbuka puasa bersama. Waktu itu Gus Dur hadir ditemani Kiai Asrowi.

?

Shalat Tarawih NU Lama dan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Tarawih NU Lama dan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Tarawih NU Lama dan Baru

Setelah buka, kemudian shalat maghrib berjamaah. Setelah minum kopi, minum teh, dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur.

?

Ulama Salaf Online

Soeharto: Gus Dur sampai malam di sini?

Gus Dur: Enggak pak! Saya harus segera pergi ke tempat yang lain.

Soeharto: Oh, iya ya ya....silaken. Tapi kiainya kan di tinggal disini, ya?

Ulama Salaf Online

Gus Dur : Oh, ? Iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.?

Soeharto: Penjelasan apa?

Gus Dur: Shalat tarawihnya nanti itu "ngikutin " NU lama atau NU baru?

Mendengar ucapan Gus Dur itu, Soeharto jadi bingung. Baru kali ini ia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya.?

Soeharto: Lho, NU Lama dengan NU baru apa bedanya?

Gus Dur: Kalau NU lama, tarawih dan witirnya itu 23 rakaat.

Soeharto: Oh Iya..ya..ya..ya....gak apa-apa.

Gus Dur sementara diam tak lagi berbicara. Sejurus kemudian Suoharto bertanya lagi.

Soeharto: Lha, kalau NU baru bagaimana?

Gus Dur: Diskon 60 persen! Hahaha... (Gus Dur, Soeharto dan semua orang yang ada di sekitarnya ngakak mendengar dialog itu)?

Gus Dur: Ya, jadi shalat tarawih dan witirnya cuma tinggal 11 rakaat.

Soeharto: Ya sudah, saya ikut NU baru saja, pinggang saya sakit.

(Fathoni)

Disunting dari buku “Ngakak Bareng Gus Dur” karya Muhammad Wahab Hasbullah (Penerbit Insania Yogyakarta, 2010).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, AlaNu Ulama Salaf Online

Sabtu, 10 Februari 2018

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir

Kairo, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir dikunjungi antropolog asal Jerman, Prof. Dr. Judith Schlehe di Kairo, Selasa malam (15/12). Kunjungannya dalam rangka meneliti dinamika warga negara Indonesia di negeri tersebut.

Guru Besar Universitas Freiburg hadir didampingi asistennya, Faridah Ulfa. Turut serta Ahmad Ginanjar Syaban selaku Wakil Homestaff KBRI. Mereka disambut pengurus harian, dan sejumlah nahdliyyin di Mesir.

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir

Sebelum memulai dialog, profesor yang lancar berbahasa Indonesia ini mengucapkan terima kasih atas keramahan dan bantuan teman-teman Indonesia. Sehingga selama di Mesir ia mendapat kemudahan mendapat akses dan data untuk bahan penelitiannya.

Ulama Salaf Online

Setelah Ketua Tanfidziyah Nurul Ahsan memaparkan struktur organisasi dan kegiatannya, Bu Judith, begitu rekan-rekan NU Mesir memanggilnya, menyampaikan kekagumannya terhadap NU.

Ulama Salaf Online

Ia sangat mengapresiasi peran NU dalam membangkitkan dinamika pemikiran dan mengakomodasi kebutuhan organisasi anggotanya yang beragam. Tercatat lebih dari 7 lembaga yang ada di bawah PCINU Mesir, masing-masing memilki fokus pada bidang tertentu, semisal; kajian filsafat dan pemikiran, budaya, seni, turats Islam, fatwa, jelajah sejarah, sampai media dan jurnalistik (cetak/online).

Hal ini, kata dia,? tentunya akan berdampak positif dan memberi warna tersendiri bagi mahasiswa dan dinamikanya.

Dialog berlangsung dengan sistem dua arah dan dibuat sesantai mungkin hingga setiap orang bisa menjadi pembicara maupun pendengar. Dr. Judith memulai percakapan dengan mengajukan beberapa pertanyaan perihal motif belajar di Mesir, hubungan WNI dengan orang Mesir, serta hubungan ulama Indonesia dengan syeikh-syeikh di Mesir. Pada kesempatan itu, setiap peserta yang hadir memberikan opini maupun pengalaman pribadinya.

Semua peserta tampak semakin antusias tatkala pengarang buku berjudul Religion, Tradition and The Popular mengajukan pertanyaan-klarifikasi tentang Masisir (Masyarakat Indonesia di Mesir) yang dianggap eksklusif di mata Atase Pendidikan dan KBRI. Pernyataan tersebut langsung disanggah oleh salah satu peserta yang mengungkapkan bahwa pihak KBRI sendirilah yang sebenarnya belum bergaul dengan Masisir.

Pengajar di Institut für Völkerkunde Freiburg ini juga membagikan pengalamannya saat meneliti di Indonesia, termasuk bagaimana ia dan beberapa dosen UGM memprakarsai kerjasama antar dua perguruan tinggi dalam bidang Antropologi. Ia juga bercerita tentang pengalamannya saat meneliti dan mempelajari mitos Nyai Roro Kidul di pantai selatan maupun mitos lainnya di pulau Jawa.

Ada satu pengalaman yang sangat menarik bagi Dr. Judith, yaitu saat ia meneliti prosesi budaya kirab di Yogyakarta.

"Ketika acara kirab berlangsung ada salah satu ormas setempat yang tidak menyetujui acara tersebut. Bagi organisasi keagamaan ini, acara tersebut tidak ada dalam Islam," katanya mengawali cerita.

Ia menyampaikan bahwa yang membuatnya kagum adalah ketika abdi-dalem keraton bisa meyakinkan ormas tersebut agar menerima kirab tanpa meninggalkan konflik berlarut.

"Abdi-dalem mengatakan bahwa ini bukan untuk prosesi agama, melainkan hanya sebagai pertunjukan budaya dan penarik turis belaka. Acara ini lantas mendapat dukungan dari ormas tersebut dan berlanjut setiap tahun," ucapnya.

Penggagas program pertukaran antropolog Indonesia-Jerman sejak tahun 2004 ini juga menambahkan bahwa hal menarik menjadi antropolog saat penelitian adalah ketika kita bisa menemukan dan memahami sudut pandang tertentu yang tidak dimiliki penduduk lokal.

Di akhir dialog, Dr. Judith menyampaikan harapannya untuk Indonesia. Setelah meneliti Indonesia dan masyarakatnya, ia menemukan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang berpotensi menjadi negara maju.

Apalagi di matanya, Indonesia adalah negara mayoritas muslim yang sukses menjodohkan antara Islam dan Demokrasi. Ia juga berharap, bahwa sentralisasi urusan dunia ke satu negara harus dihentikan dan berganti menjadi desentralisasi, semisal China sebagai contoh ekonomi, Jerman sebagai pusat teknologi, Indonesia sebagai contoh perjodohan Islam dan demokrasi, maupun pusat lainnya.

Bu Judith memberi nasehat penutup pada rekan PCINU Mesir untuk segera pulang apabila telah selesai belajar di luar negeri dan segera ikutserta membangun Indonesia dari dalam. Perbincangan ditutup dengan pertukaran cendera mata. [Miftah Wibowo/Mhd/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, Doa, Hadits Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU

Takalar, Ulama Salaf Online. Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-33 NU, 1-5 Agustus di Jombang, salah satu diskusi yang belum usai adalah kembalinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menjadi Badan Otonom NU. Pro dan kontra di internal PMII juga masih menemui jalan buntu. Namun di tengah perdebatan tersebut, PMII Cabang Takalar Sulawesi Selatan memilih menyetujui PMII kembali ke NU.

Seperti diungkapkan Ketua PMII Cabang Takalar Musafir, bahwa sudah saatnya PMII kembali ke rumah ditempat dia dilahirkan.

PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU

"Menurut kami PMII sudah saatnya kembali ke NU, mengingat sejarah PMII dilahirkan dari NU dan harusnya mengabdi untuk NU sebagai bagian yang tidak terpisahkan," ungkap Musafir.

Ulama Salaf Online

Lanjut menurut Musafir, selama ini PMII dirasa sudah cukup jauh dari ulama yang berimbas pada semakin kaburnya pemahaman aswaja kader-kadernya. Padahal PMII adalah anak kandung NU yang seharusnya sudah waktunya kembali untuk membesarkan NU.

Selain itu alasan independensi PMII di masa lalu adalah lantaran NU menjadi partai politik, tapi sekarang NU telah lama kembali  ke khittahnya sehingga tidak ada lagi alasan untuk terus berada diluar. Ajakan NU agar PMII kembali wajib dipatuhi.

Ulama Salaf Online

Meskipun demikian, kembalinya PMII ke NU bukan berarti  NU akan akan terlalu jauh mengintervensi kepentingan internal PMII, seperti yang ditakutkan oleh sebagian kader PMII yang tidak setuju PMII kembali ke NU.

"Secara tegas kami PMII Cabang Takalar setuju PMII kembali ke NU, dan kami berharap PB PMII bersama sahabat-sahabat  kader PMII lainnya juga setuju dengan hal tersebut," tegas Musafir. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu Ulama Salaf Online

Selasa, 23 Januari 2018

Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus

Bandung, Ulama Salaf Online. Upaya-upaya menggali khazanah dan studi tentang Pesantren terus berkembang dengan baik di Indonesia. Sejumlah penelitian serius secara konsen mengarahkan bidikan kajiannya pada institusi pendidikan Islam tertua di Nusantara ini.

Salah satunya Studi itu dilakukan oleh KH Mujib Qulyubi, Wakil Rektor Kemahasiswaan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.

Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus

Dalam studinya yang bertajuk Manajemen Pendidikan Karakter di Pesantren, Kiai yang juga Katib Syuriyah PBNU ini menemukan keistimewaan manajerial yang khas dan hanya dimiliki oleh Pesantren. 

"Di balik penampilan yang dikesankan biasa-biasa saja dan bahkan banyak kelangan memandang Pesantren tidak memiliki manajemen yang jelas, ternyata semua itu tidak benar. Saya menemukan bahwa di Pesantren Kevin Jambu Al-Islamy, juga di Pesantren-pesantren lain, Ada manajemen yang secara langsung berkorelasi dengan pembentukan akhlak dan karakter santri," jelas Kiai Mujib.

Di hadapan pengujinya di Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung pada Rabu (6/12), Kiai Mujib berhasil mempertahankan Disertasinya dengan sangat baik. "Insyaallah hasil kajian ini akan dikembangkan dan disempurnakan agar ada manfaatnya bagi dunia pendidikan,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Saat dikonfirmasi mengenai keistimewan Pesantren yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lainnya, Mujib mengatakan bahwa kepercayaan kepada keberkahan atau barokah adalah salah satu nilai dan prinsip yang otentik yang dimiliki Pesantren. 

Ulama Salaf Online

"Pesantren punya banyak nilai yang otentik. Salah satunya percaya pada barokah. Ini yang menyebabkan ilmu santri menjadi bermanfaat," jelasnya mengakhiri. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, AlaNu Ulama Salaf Online

Minggu, 21 Januari 2018

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Jember, Ulama Salaf Online. Pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah di Twitter berbuntut panjang. Ia yang menyebut sinting gagasan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional menuai unjuk rasa santri di beberapa daerah.

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Ratusan santri yang tergabung dalam aliansi santri Rembang, Jawa Tengah, Jumat sore (4/7) menggelar aksi sebagai bentuk protes . Mereka berorasi sambil berjalan dari alun-alun kota Rembang menuju depan kantor DPRD Kabupaten Rembang. Dalam orasinya, mereka menuntut agar Fahri Hamzah meminta maaf di hadapan publik secara jantan.

Salah seorang santri, Agus Prihatmojo, saat di temui Ulama Salaf Online menjelaskan, tidak seharusnya wakil rakyat menngeluarkan celetukan seperti itu, meski hanya dalam kicauan jejaring sosial. Hal itu menurut Agus, sangat menyakiti hati para santri di Rembang kususnya dan umumnya di Indonesia. "Kami sangat tidak menerima apa yang dikatakan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera itu,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Winardi, santri asal Desa Trembes Gunem Rembang berpendapat, santri merupakan garda terdepan dalam mendidik dan membentuk karakter bangsa. Tidak semestinya seorang politisi dari partai mengaku Islam seperti PKS berkata seperti itu.

Tak hanya di Rembang, sebelumnya, Kamis sore, (3/7) Ratusan santri dan tokoh masyarakat Jember yang tergabung dalam Laskar Santri Nusantara berunjuk rasa di depan kantor Dewan Pengurus Daerah PKS Jember,? Jl. Danau Toba, Tegalgede, Jember, Jawa Timur.

Ulama Salaf Online

Mereka menuntut DPD PKS Jember, meminta maaf secara terbuka kepada santri dan kiai pondok pesantren di seluruh Indonesia terkait kicauan Twitter Fahri Hamzah,yang dinilai telah menghina santri dan? kiai.

“Apa yang dikatakan Fahri Hamzah telah melukai hati kami para santri. Untuk itu kami minta Fahri dan pengurus DPD PKS Jember? meminta maaf sekarang juga,” ujar koordinator aksi, Farhan.

Menurut Farhan, Fahri Hamzah tidak pernah belajar dari sejarah bahwa peran santri sangat besar terhadap perjuangan merebut kemerdekaan negeri ini.

Pernyataan pribadi

Para pengunjuk rasa ditemui sekretaris umum DPD PKS Jember, Ahmad Rusdan. Menurutnya, apa yang disampaikan Fahri Hamzah merupakan pernyataan pribadi, bukan mewakili lembaga. Ia pun menolak jika secara kelembagaan PKS Jember harus meminta maaf. “Kalau secara pribadi saya minta maaf, tetapi saya tidak mewakili lembaga,” katanya.

Aksi para laskar santri nusantara tersebut, mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Jember. Sampai-sampai polisi harus menutup total arus lalu lintas ke arah kantor DPD PKS Jember. (Ahmad Asmui/Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, Kajian Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, belum lama ditinggal ibunya pada 13 Juli lalu, Wakil Ketua LTN NU Saiful Hadi Chalid kini menyusulnya. Ia mengembuskan nafas terakhir pada Ahad (15/10) pukul 21.15 di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan.

Putra mendiang KH Idham Chalid ini aktif di dunia jurnalistik 1980-an. Puncak karirnya menjabat sebagai Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sejak 2012 hingga 2016.

Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia

Bersama rekannya, Ipul, begitu ia akrab disapa, pernah berniatan membuat catatan perjalanannya selama menjadi wartawan. Ia bahkan sudah menyiapkan judul untuk catatan yang sedianya dibuat dalam bentuk novel itu, yakni The Prince and The Eel Hunter.

“Kami pernah punya niat untuk membuat novel yang didasarkan pada kisah hidup kami. Bahkan Saiful sudah memberikan judul novel tersebut; The Prince and The Eel Hunter. Kisah Pangeran dan Pencari Belut yang Ditakdirkan untuk Bersahabat selama lebih 25 tahun,” tulis Akhmad Kusaeni pada ucapan bela sungkawanya pada dinding Facebook.

Alumni Pondok Buntet Pesantren itu dikenal baik oleh kerabatnya. “Alm Saiful adalah sahabat yang baik. Tutur katanya santun dan menyenangkan,” tulis Timbo Siahaan dalam ucapan dukanya melalui dinding Facebook. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online AlaNu, Budaya Ulama Salaf Online

Minggu, 14 Januari 2018

Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Lapangan Triguna di samping UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipadati kaum muslimin. Spanduk-spanduk bertajuk shalawat dan Majelis Rasulullah bertebaran di sekitar area kampus. Malam itu Tabligh Akbar “UIN Jakarta Bershalawat dan Santunan Anak Yatim” diselenggarakan CSSMoRA (Community Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) UIN Jakarta dan Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN, bekerja sama dengan Majelis Rasulullah SAW.

Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Santri Gemakan Shalawat di UIN Jakarta

Menurut Widya Prayoga selaku perwakilan panitia penyelenggara dari CSSMoRA, acara yang berlangsung Jumat (25/03) tersebut merupakan bentuk silaturrahim komunitas penerima beasiswa santri Kementerian Agama RI kepada mahasiswa UIN Jakarta serta kepada khalayak luas.

“Semoga lewat acara UIN Bershalawat ini kita juga bisa menjalin perdamaian dan persaudaraan, serta mengambil hikmah dari Syekh Syarif Hidayatullah yang menjadi nama universitas kita ini,” ujar Widya.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Rektor UIN Jakarta, yang diwakili oleh Kepala Subbagian Administrasi dan Alumni, Rohmatullah. Selain menyampaikan amanat Rektor, Rohmatullah juga mengulas sejarah Syarif Hidayatullah sebagai cikal bakal nama institusi UIN yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan itu.

“Syarif Hidayatullah, yang juga dikenal dengan Sunan Gunung Jati ini merupakan seorang pemimpin yang memiliki peran penting dalam perkembangan daerah Jakarta, yang waktu itu masih bernama Jayakarta. Karena hubungan itulah, Syarif Hidayatullah terpilih menjadi nama universitas ini,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Jamaah tampak khidmat menyimak dan melantunkan Simthud Duror bersama pemimpin majelis. Di panggung hadir Kapolsek Ciputat, Ketua PCNU Tangerang Selatan H Muhammad Tohir, serta pejabat dari Kelurahan Cempaka Putih. Tausiyah dan doa diisi oleh Habib Abdurrahman bin Ahmad Al Habsyi, dan acara ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim oleh Bapak Rohmatullah.

CSSMoRA adalah organisasi berbasis pesantren yang berusaha turut melestarikan budaya Islam di Indonesia, dan berorientasi untuk pengembangan dunia pesantren. Organisasi ini beranggotakan penerima beasiswa santri dari Kemenag RI, dan tersebar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. (Red: Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Pamekasan, Ulama Salaf Online. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI Moh Mahfud MD menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahan Persiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepat dan proporsional. Pendapat mantan Menteri Pertahanan itu berbeda Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang menilai bahwa pemberantasan korupsi cenderung tebang pilih, khususnya pada orang dekat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Mahfud mengatakan hal itu, usai menghadiri dialog dengan tukang ojek dan tukang becak di Jalan Niaga, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/4) malam. Bahkan menurutnya, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden SBY jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. “Justru saya melihat pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini jauh lebih bagus ketimbang kepemimpinan Megawati,” ujarnya.

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Dijelaskan, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Megawati kurang bergaung. Indikasinya, terlihat dari minimnya pejabat publik yang diseret ke meja hijau. “Kalau dulu izin pemeriksaan pejabat publik seperti gubernur, tidak langsung diteken. Sekarang kan relatif lebih cepat. Presiden SBY langsung meneken permintaan izin pemeriksaan terhadap pejabat, seperti Abdullah Puteh (Gubernur NAD, Syaukani (Bupati Kutai Kertenegara), dan sebagainya,” terang Mahfud.

Karena itu, dia tidak setuju dengan pendapat sebagian pengamat, termasuk Gus Dur, yang menilai Presiden SBY terkesan tebang pilih dan hanya mengincar orang-orang rezim Megawati. Menurutnya, tudingan itu tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Dia menilai, Presiden SBY tidak pandang bulu memerangi pelaku korupsi.

“Era pemerintahan Megawati hampir tidak ada mantan pejabat yang diperiksa. Bahkan, Megawati terkesan menghalang-halangi pemeriksaan seperti yang dialami Abdullah Puteh. Tapi, begitu SBY naik, Abdullah Puteh langsung diperiksa. Begitu pun dengan mantan pejabat lainnya,” ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Selain itu, Mahfud melihat tidak ada nuansa dendam dari SBY terhadap orang-orang Megawati, seperti banyak diberitakan media massa. “Rokhmin Dahuri (mantan Menteri Kelautan) dan Widjanarko Puspoyo (mantan Dirut Bulog) merupakan pejabat sejak era Gus Dur, bukan hanya orangnya Megawati,” paparnya.

Namun demikian, Mahfud tetap melihat adanya kelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia pada era SBY. Indikasinya, penanganan korupsi belum berani menyentuh pejabat yang masih aktif. Padahal, banyak pejabat negara yang diduga tersandung korupsi dalam jumlah tidak sedikit.

“Beberapa pejabat yang nyata-nyata melakukan tindak korupsi lepas dari proses hukum. Yang diproses hanya mereka yang tidak lagi menjabat,” tandasnya.

Kondisi tersebut, menurut Mahfud, mengindikasikan adanya pengaruh kekuasaan yang masih dominan di negeri ini. Dengan kekuatan yang dimiliki, seorang pejabat bisa membeli hukum. Bahkan, katanya, hal itu tidak hanya dilakukan oleh pejabat di daerah, tapi juga di pusat. Sayangnya, pakar hukum dari UII Jogjakarta ini tidak bersedia menyebutkan nama-nama pejabat dimaksud. (gpa/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, RMI NU, AlaNu Ulama Salaf Online

Rabu, 03 Januari 2018

Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW

Kudus, Ulama Salaf Online. Mbah Arwani satu-satunya kiai di Kudus yang pada masa hayatnya berpenampilan meneladani Nabi Muhammad SAW. Kiai yang alim dalam bidang Al-Qur’an ini, membawa sisir ke mana saja untuk menjaga penampilan dan kerapian.

Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW

Demikian dikatakan Mustasyar PBNU KH Sya’roni  Ahmadi saat menerangkan sifat dan tabiat Nabi Muhammad SAW kepada jamaah pengajian rutin Tafsir Al-Quran di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Jum’at (9/5) pagi.

KH Sya’roni menceritakan, Nabi Muhammad mempunyai rambut panjang tidak lebih sampai telinga, mbah Arwani juga menjaga rambutnya hingga telinga.

Ulama Salaf Online

“Seperti juga yang dilakukan kanjeng Nabi,  Mbah Arwani juga selalu membawa sisir untuk merapikan  rambut usai melaksanakan wudhu,” kata KH Sya’roni.

Ulama Salaf Online

Mbah Arwani selalu memakai cincin Seloko bukan cincin batu akik seperti yang dipakai kebanyakan orang. Sebab, cincin Nabi yang dipakai juga berupa seloko. “Tidak ada ulama yang bisa meniru prilaku kanjeng nabi kecuali mbah Arwani,”tegas KH Sya’roni.

Mengenang sosok Mbah Arwani,  Pengurus Bidang Media ISNU Kudus Rosidi menuturkan hal yang berbeda. Menurutnya, Mbah Arwani pernah menerima penghargaan “Al-Qoriul Kabir” dari pemerintah Arab Saudi pada tahun 2009.

“Ia menerima gelar itu karena karya tulisnya kitab Faidh al-Barakat fi as-Sabi’a Qira’at.  Mbah Arwani mempunyai tradisi menulis karya yang patut menjadi inspirasi dan teladan bagi santri dan generasi masa kini,” kata Rosidi saat memberi motivasi menulis santri di Madrasah Aliyah NU TBS.

KH Arwani merupakan ayahanda  Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani. Ia lahir pada 15 Rajab 1323 H bertepatan dengan 5 September 1905 M di kampung Kerjasan Kota Kudus Jawa Tengah. iamendirikan pesantren Yanbu’ul Qur’an.

Pada 1 Oktober 1994 M, Mbah Arwani Wafat dalam usia 92 tahun (dalam hitungan Hijriyah) dan dikebumikan di kompleks pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus. Hingga kini makamnya selalu ramai diziarahi para santri dan masyarakat Kudus dan sekitarnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Doa, AlaNu Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahya Purnama (Ahok) mendukung gerakan advokasi dan sosialisasi imunisasi pentavalen Muslimat NU. Ahok melihat kehadiran Muslimat NU yang berbasis kaum ibu cukup strategis dalam melakukan penyuluhan imunisasi pentavalen khususnya di DKI Jakarta.

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU

“Muslimat NU bisa bantu kami pemerintah soal RT siaga. Kita ingin Muslimat NU terdepan dalam melayani warga, bagaimana anak panas, dan lainnya,” kata Ahok membuka advokasi dan sosialisasi imunisasi pentavalen Muslimat NU di balai agung Kantor Balai Kota jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Jumat (23/10) siang.

Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta Muslimat NU untuk hadir mengisi kerohanian warga Jakarta. “Di Jakarta tidak cukup orang hanya pintar. Mereka juga harus memiliki rohani yang kuat. Orang harus tahu dirinya dan tahu Penciptanya,” kata Ahok di hadapan sedikitnya 150 pengurus Muslimat NU di Jakarta.

Ulama Salaf Online

Muslimat NU DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Kemenkes RI, akan menggarap pendampingan dan sosialisasi imunisasi pentavalen di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

Ulama Salaf Online

“Tiga kota itu kita garap berdasarkan tingginya angka kematian bayi dibandingkan Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, maupun Jakarta Selatan,” kata Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim.

Imunisasi pentavalen ini terbilang memudahkan, Ketua PP Muslimat NU bidang Kesehatan Hj Rosmani Sudibyo manambahkan. Menurutnya, dengan imunisasi ini orang tua tidak perlu lagi mengatur jadwal imunisasi lainnya. Karena pentavalen mengandung lima vaksin yang dibutuhkan balita seperti vaksin polio, meningitis, hepatitis b, dan lainnya.

Sementara Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada anggota Muslimat NU di Jakarta untuk mengawal imunisasi pentavalen. “Monitoring terhadap vaksinasi itu harus. Penelantaran anak bukan hanya karena tidak memberikan makan yang cukup, tetapi juga membiarkan mereka tumbuh tanpa vaksin.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, AlaNu Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

LPBINU Berikan Bantuan untuk Pengungsi Longsor Banjarnegara

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menurunkan sejumlah bantuan yang dibutuhkan para korban longsor Banjarnegara di pengungsian. Sebanyak 120 relawan LPBI dan Banser Tanggap Bencana mendistribusikan bantuan lewat posko bersama pengungsian LPBI dan PCNU Banjarnegara.

LPBINU Berikan Bantuan untuk Pengungsi Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Berikan Bantuan untuk Pengungsi Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Berikan Bantuan untuk Pengungsi Longsor Banjarnegara

Bencana ini memaksa 1.692 mengungsi di 10 titik posko pengungsian. Jumlah pengungsi yang terdampak langsung bencana longsor sebenarnya hanya 200 orang, namun karena kekhawatiran masyarakat sekitar akan terjadinya longsor susulan memaksa mereka harus ikut mengungsi.

LPBI NU melalui PCNU Banjarnegara telah mengirimkan bantuan awal untuk membeli peralatan evakuasi dan operasional tim. Tim LPBI NU membawa antara lain kebutuhan pengungsi seperti makanan, air bersih, nutrisi bayi, pakaian, peralatan sholat, baby kits, hygiene kits untuk pria dan wanita (termasuk peralatan mandi) selimut, matras dan lain-lain.

Ulama Salaf Online

Bantuan ini diserahkan melalui Posko bersama PCNU Banjarnegara. Ketua PCNU Banjarnegara KH Zahid Khasani mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PP LPBI NU atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan.

Ulama Salaf Online

“Bantuan ini akan segera kami distribusikan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana. PCNU Banjarnegara juga telah mendirikan Posko Bantuan Kemanusiaan yang terletak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian atau di depan Pos Pengungsian Utama korban longsor yang berasal dari Dusun Jemblung. PCNU bersama keluarga besar NU Banjarnegara juga menyelenggarakan pembacaan Yasin dan Tahlil hingga hari ke-7 di lokasi kejadian,” kata Kai Zahid.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Avianto Muhtadi mengatakan, kejadian longsor di Banjarnegara ini untuk kesekian kalinya mengingatkan kita semua terutama pemerintah betapa pentingnya sistem peringatan dini di daerah atau kawasan yang rawan bencana. Karena, pada tahun 2007 Banjarnegara juga didera bencana longsor yang besar.

Selain itu, “Perlunya kesadaran dari semua pihak untuk terus melakukan upaya pengurangan risiko bencana agar kelak kejadian seperti ini tidak terus menerus terulang,” kata Avianto. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sidoarjo, Ulama Salaf Online,?

Sebanyak 35 kader penggerak Nahdatul Ulama yang berasal dari Majlis Wakil Cabang (MWCNU), Lembaga dan Banom mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan PCNU Sidoarjo . Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji sejak Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret hari ini.?

Menurut Panitia Pelaksana, Aris Karomay, acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH. Dr. As’ad Ali itu bertujuan membekali kader NU dengan berbagai wawasan ke-Aswajaan dan ideologi gerakan.?

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan tersebut peserta punya bekal untuk menggerakkan organisasi di lingkungannya sesuai dengan Khittoh NU,” ujar Gus Aris.

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sebelumnya, ? panitia melakukan seleksi terhadap 49 peserta yang terdaftar melalui Test Screening secara tertulis dan interview. Alasan panitia melakukan seleksi tersebut karena banyak peserta yang berminat mengikuti pelatihan, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta PKPNU mengetahui dan memahami tentang organisasi NU.

Dikatakan, panitia sengaja memilih tempat di Ponpes Panji (sebutan lain Ponpes Al-Hamdaniyah) karena mempunyai nilai sejarah besar bagi NU sebagai tempat Rois Akbar NU KH. Hasyim Asya’ri menimba ilmu agama. Bahkan di tempat tersebut masih terdapat kamar Mbah Hasyim yang masih dirawat oleh para santri secara turun temurun.

”Mudah-mudahan dari tempat ini (ponpes red;), akan melahirkan kader-kader penggerak NU yang mempunyai semangat seperti Mbah Hasyim," tambah Gus Aris.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU, Dr. Asad Ali berharap kepada para kader NU untuk serius belajar dan menambah pengetahuan. "Kader NU diharapkan bisa menguasai semua bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, agar cita-cita besar NU dapat tercapai," jelasnya. [Aw Avendi Anwar/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online AlaNu, Hadits, RMI NU Ulama Salaf Online

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis

Jakarta, Ulama Salaf Online. Rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit untuk penentuan awal bulan Ramadhan 1436 H pada Selasa (16/6) petang, bertepatan dengan 29 Sya’ban dinyatakan tidak berhasil. Hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tanggal 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015.

Data hisab dalam almanak yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU menyebutkan bahwa peristiwa ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada pukul 21.07 WIB dan tinggi hilal pada saat Matahari terbenam masih -2 derajat di bawah ufuk sehingga dinyatakan hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyat atau tidak bisa dilihat.

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis

Meski demikian Lajnah Falakiyah NU tetap melaksanakan rukyatul hilal di beberapa titik di Indonesia. “Hasil  hisab tetap harus diuji lewat rukyat di seluruh Indonesia,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU ditemui Ulama Salaf Online di kantor PBNU Jakarta, Selasa petang.

Ulama Salaf Online

“Dalam pandangan NU rukyatul hilal itu setidaknya mempunyai tiga nilai, yaitu memperkuat imam, ibadah dan untuk tujuan ilmiah atau menguji hasil hisab yang sudah dilakukan,” tambahnya.

Ulama Salaf Online

Berdasarkan hasil rukyatul hilal yang didukung dengan metode hisab yang kontemporer itu maka dilakukan istikmal atau penggenapan bulan Syaban menjadi 30 hari, sehingga tanggal 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada hari Kamis.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang memimpin Itsbat Penetapan awal Ramadhan 1436 H di kantor Kementerian Agama Jakarta melaporkan, dari 36 titik rukyat yang dikoordinir tidak satu pun tim rukyat yang berhasil menyaksikan hilal. (Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu Ulama Salaf Online

Kamis, 30 November 2017

Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa

Mojokerto, Ulama Salaf Online?

Takbir keliling merupakan budaya turun-temurun yang sampai saat ini masih dijalankan masyarakat luas ketika malam hari raya Idul Fitri seperti yang dilakukan Remaja Masjid (Remas) dan Karang Taruna Tunas Harapan Dusun Pasinan Wetan, Desa Kupang Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa

Panitia Takbir Keliling tersebut, Khoirul Mustain berpendapat kegiatan itu merupakan ungkapan rasa syukur karena telah selesai menjalankan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan.?

Tradisi itu, kata dia, seharusnya terus dilestarikan karena sebagai ungkapan rasa syukur dan tentunya bisa menjaga kerukunan di masyarakat itu sendiri.?

"Sebagai pemuda, kita harus bisa merawat dan melestarikan tradisi. Seiring dengan pergeseran zaman, pemuda saat ini enggan melakukan pawai takbir, melainkan lebih memilih untuk melakukan kegiatan lainnya," ujarnya Sabtu (23/6).

Ulama Salaf Online

Pawai takbir itu menyedot perhatian masyarakat. Perhatian masyarakat di antaranya pada suguhan simbol bintang sembilan pada dengan balutan hiasan lampu yang mengelilingnya.

?

"Kami mengusung simbol NU karena kami cinta NU. Sejak masuk bulan Ramadhan rancangan sudah ada, namun setelah pertengahan Ramadhan mulai kita eksekusi," ujar Khafid salah seorang pengurus NU daerah tersebut.?

Tidak hanya remaja saja yang mengikuti pawai ini. Masyarakat pun antusias turun ke jalan. Pawai ini bisa berjalan lancar berkat bantuan masyarakat yang mengamankan jalan sehingga tidak sampai terjadi kemacetan di jalan raya. (Nuruddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online AlaNu, Santri, PonPes Ulama Salaf Online

Kamis, 23 November 2017

Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Musim haji menjelang. Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus melakukan persiapan, salah satunya melakukan rekrutmen petugas haji, baik petugas kelompok terbang (kloter) maupun non-kloter.

“Pada 12 Mei 2016 dilaksanakan tes petugas haji yang menyertai jemaah (kloter) di seluruh Indonesia secara serentak,” terang Kasubdit Pembinaan Petugas Khoirizi Dasir di Jakarta, Rabu (11/5) melalui rilis yang diterima Ulama Salaf Online.?

Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil

Menurut Khoirizi, seleksi petugas kloter ini akan diikuti oleh 2.188 peserta hasil seleksi di tingkat Kabupaten dan Kota yang dilaksanakan pada Rabu (27/4) lalu. Mereka terdiri dari unsur Kemenag Kabupaten/Kota, unsur masyarakat, pondok pesantren, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan instansi terkait.?

Seleksi ini akan memperebutkan 770 kuota petugas kloter yang terbagi dalam dalam dua kategori, yaitu: Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) ? dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Proses seleksi akan dilakukan di Kanwil Kemenag Provinsi. Untuk wilayah DKI Jakarta, akan dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dan dimulai pukul 08.00 WIB.

Ulama Salaf Online

“Untuk menjaga kerahasiaan dokumen tes, maka seluruh berkas akan dibawa langsung oleh petugas Supervisi ke masing-masing provinsi,” kata Khoirizi.?

Dokumen tersebut, lanjut Khoirizi, sudah disiapkan dan diserahkan langsung oleh Dirjen PHU Abdul Djamil kepada petugas Supervisi pada Senin (9/5) lalu di ruang sidang Dirjen PHU. “Pelaksanaan tes akan diawasi langsung oleh Tim Pengawas dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama,” tegasnya.

Khoirizi berharap seleksi petugas kloter ini akan dapat menjaring para petugas haji yang profesional dan lebih mengutamakan pelaksanaan tugas pembinaan, pelayanan dan perlindungan jamaah saat bertugas nanti. Hal ini menurutnya sesuai dengan motto: “Saya ibadah untuk bertugas, bukan bertugas untuk ibadah.” (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Sholawat, AlaNu Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura

Sepuluh Muharram termasuk hari paling bersejarah bagi penganut agama samawi, khususnya Islam. Pada hari itu, Nabi Adam diterima pertobatannya oleh Allah SWT; kapal Nabi Nuh terdampar di daratan; Nabi Yusuf dikeluarkan dari sumur; Nabi Yunus keluar dari perut ikan; Nabi ‘Isa lahir pada sepuluh Muharram; dan Nabi Musa diselamatkan dari kejaran pasukan Fir’aun juga pada tanggal sepuluh Muharram.

Seluruh kejadian fenomenal ini disebutkan oleh Ibnu Bathal di dalam kitab Syarah Shahih Al-Bukhari.

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura

Maka dari itu, ketika Rasulullah SAW berada di Madinah, Beliau mendapati seorang Yahudi sedang berpuasa. Nabi bertanya, “Puasa apa yang kamu lakukan ini? Mereka menjawab, “Pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Akhirnya Nabi Musa puasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur.” Mendengar jawaban ini, Nabi berkata:

? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya, “Kami lebih berhak atas puasa Musa daripada kalian." Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk puasa,” (HR Ibnu Majah).

Ulama Salaf Online

Badruddin Al-‘Ayni dalam Umdatul Qari mengatakan, menurut madzhab Hanafi, puasa Muharram termasuk puasa wajib pada awalnya. Kemudian hukum wajib tersebut dihapus setelah adanya perintah wajib puasa Ramadhan. Pada waktu umat Islam diwajibkan mengerjakan puasa Ramadhan, maka status hukum puasa ‘Asyura berubah menjadi sunah. Kendati ulama menyepakati kesunahan puasa ‘Asyura, mereka berbeda pendapat terkait waktu pelaksanaan puasa ‘Asyura itu sendiri. Ada yang mengatakan sembilan dan ada pula yang mengatakan sepuluh Muharram. Perbedaan ini didasarkan pada variasi riwayat terkait puasa ‘Asyura.

Untuk menengahi perbedaan tersebut, maka puasa ‘Asyura dapat dibagi menjadi tiga tingkatan: Pertama, mengerjakan puasa dari tanggal sembilan sampai sebelas Muharram; kedua, puasa pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram; ketiga, puasa tanggal sepuluh Muharram saja. Pembagian ini sebagaimana dijelaskan Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi.



Pendapat ulama yang menganjurkan puasa sebelum dan sesudah sepuluh Muharram berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Puasalah kalian pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Kerjakan puasa dari satu hari sebelumnya sampai satu hari sesudahnya,” (HR Ahmad).

Hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud ‘Asyura itu adalah sepuluh Muharram, bukan sembilan Muharram. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW meminta pelaksanaan puasanya menjadi tiga hari, yaitu dari tanggal sembilan sampai sebelas. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi berencana puasa tanggal sembilan Muharram, namun Beliau sudah wafat sebelum menunaikan niat itu.

Penjelasan ini dapat dipahami bahwa ulama menyepakati kesunahan puasa ‘Asyura. Bahkan dianggap sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Akan tetapi, lebih disunahkan lagi mengerjakannya mulai dari tanggal sembilan hingga sebelas. Kalaupun tidak mampu melaksanakan tiga hari, diperbolehkan puasa khusus pada tanggal sepuluh Muharram tersebut. Wallahu alam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Anti Hoax, AlaNu Ulama Salaf Online

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kickoff LSN Region Jabar IV Digelar 28 Agustus di Kota Bogor

Bogor, Ulama Salaf Online - Rabithah Ma`ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kota Bogor Jawa Barat siap melaksanakan dan memeriahkan gelar akbar Liga Santri Nusantara (LSN) tahun 2016. Kota Bogor menjadi tuan rumah untuk LSN Region Jabar IV yang meliputi Bogor, Cianjur, dan Sukabumi dan digelar di Stadion Pajajaran Bogor.

"Liga Santri Nusantara yang merupakan kompetisi sepakbola paling bergengsi antarklub bola binaan pesantren, secara nasional sudah dimulai. Untuk wilayah Bogor dan sekitarnya yang tergabung dalam Region Jabar IV akan dimulai pada 28 Agustus sampai pertengahan September," kata Koordinator Regional Jabar IV, Heri Firdaus, di Bogor, Rabu (24/8).

Kickoff LSN Region Jabar IV Digelar 28 Agustus di Kota Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kickoff LSN Region Jabar IV Digelar 28 Agustus di Kota Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

Kickoff LSN Region Jabar IV Digelar 28 Agustus di Kota Bogor

Heri Firdaus yang juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bogor itu menjelaskan, RMI-NU sebagai operator kompetisi sepakbola antarpesantren ini bekerja sama dengan Kemenpora RI sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari.

Ulama Salaf Online

"Kompetisi LSN 2016 ini juga disambut baik oleh PCNU dan pesantren-pesantren yang ada di Bogor dan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kota Bogor KH Fuad Fitri yang dihubungi di pesantrennya menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini. Karena, menurutnya, di pesantren perlu juga digalakkan olahraga, selain olah jiwa. Dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdoni, yang juga pengasuh Pesantren Yasina juga menyatakan antusiasnya menghadapi kompetisi sepakbola ini.

Ulama Salaf Online

"Liga Santri Nusantara ini merupakan agenda yang positif, selain untuk membangun silaturahim, juga untuk mencari bakat-bakat terpendam pesepakbola di kalangan santri," ujarnya.

Bahkan, di Pesantren Yasina yang diasuhnya, katanya lagi, juga siap mengirimkan tim kesebelasan.

"Dan sekarang sudah berlatih keras menghadapi ajang kompetisi sepakbola ini," ujar Kang Doni, panggilan akrab Ketua PCNU Kabupaten Bogor itu pula.

Sementara itu lagi, salah satu pesantren di kawasan Kencana, Tanah Sareal, yaitu pesantren Al Alawiyah juga telah jauh-jauh hari menyiapkan tim sepakbolanya untuk mengikuti kompetisi sepak bola antarpesantren ini.

"Kami bertekad menjuarai Region IV ini, biar kami bisa ikut putaran final di Jakarta/Yogyakarta pada akhir September nanti," ujar KH Moh Alwi, pengasuh pesantren Al Alawiyah, Kencana.

Di Pesantren kami, katanya lebih lanjut, selain belajar kitab-kitab kuning sambil sekolah umum, juga diberi fasilitas untuk mengembangkan diri, termasuk bermain sepakbola.

Heri Firdaus sebagai Koordinator LS Region Jabar IV juga menambahkan bahwa pihaknya merasa sangat bersyukur, ternyata penerimaan ajang Liga Santri Nusantara ini oleh pesantren-pesantren di Bogor dan sekitarnya sangat baik.

"Kami juga akan bertekad memaksimalkan kesiapan panitia untuk suksesnya Liga Santri Nusantara ini," ujarnya.

Heri juga menyebutkan, Liga Santri Nusantara ini akan menjadi kalender resmi tahunan kompetisi sepakbola antarpesantren.

"Dalam hitungan hari LSN Region Jabar IV ini akan dilangsungkan, panitia membuka peluang kerja sama dan dukungan dari semua pihak, guna memeriahkan dan menyukseskan ajang bergengsi ini," demikian Heri Firdaus. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, Kyai Ulama Salaf Online

Rabu, 18 Oktober 2017

Raja Abdullah, Reformis Sosial-Ekonomi yang Hati-Hati

Riyadh, Ulama Salaf Online. Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, yang lahir ketika mobil pertama melewati jalanan berdebu Riyadh, mangkat pada Jumat dini hari, meninggalkan warisan modernisasi dalam bentuk reformasi sosial-ekonomi yang hati-hati.

Raja Abdullah, Reformis Sosial-Ekonomi yang Hati-Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Abdullah, Reformis Sosial-Ekonomi yang Hati-Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Abdullah, Reformis Sosial-Ekonomi yang Hati-Hati

Sang raja, yang lahir sekitar 90 tahun lalu, menjadi penguasa Arab Saudi sejak 2006 namun sudah secara de facto menjadi penyelenggara negara satu dekade sebelumnya.

Setelah menunjuk dua pewaris, adik tirinya Sultan dan Nayef, Abdullah digantikan oleh Putra Mahkota Salman.

Ulama Salaf Online

Pangeran Salman diperkirakan akan meneruskan upaya Abdullah selama dua dekade lebih untuk mendorong ulama konservatif yang berkuasa menerima perubahan hati-hati yang ditujukan untuk mendamaikan tradisi Islam dengan kebutuhan ekonomi modern.

Ulama Salaf Online

Raja Abdullah lahir ditunggui sang ayah Raja Abdul Aziz Ibn Saud pada 1924 menurut Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington.?

Ibu Kota Riyadh saat itu masuk kota oasis kecil yang dikelilingi dinding bata di pusat kerajaan yang miskin tapi berkembang cepat.

Ketika secara de facto menjadi pemimpin pada 1995 ketika pendahulunya King Fahd menderita stroke, dia dikenal para diplomat asing sebagai orang saleh dan konservatif yang punya ikatan kuat dengan suku Badui.

Namun reputasi itu kemudian pudar oleh semangat calon putra mahkota itu ketika dia berusaha mengendalikan kebiasaan keluarga penguasa dan masalah pengangguran pada pemuda dengan meliberalisasi ekonomi untuk merangsang pertumbuhan sektor swasta.

Kendati demikian, masalah keamanan domestik, kebijakan ekonomi populis dan kebijakan ekonomi luar negerinya mengecewakan sejumlah kelompok liberal Saudi.

Setelah serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat dan kampanye Al Qaeda untuk menyerang orang Barat di kerajaan, dia mengingatkan ulama konservatif yang menyampaikan pesan intoleran di sekolah dan masjid-masjid.?

"Negara ini terus maju, dengan pertolongan Allah, melalui reformasi yang bertahap dan telah dipelajari," kata dia, berjanji mengabaikan seruan "stagnasi dan imobilitas" dari kelompok konservatif dan kelompok liberal yang menyebut kebijakannya "menuju kegelapan dan petualangan sembrono."

Reformasi itu berjalan lambat dan hanya sebagian yang berhasil, tapi mereka mencondongkan kebijakan dinamis Saudi menuju perubahan gradual dan menjadikan Raja Abdullah sebagai pemimpin populer di kalangan anak-anak muda. Sekitar 60 persen populasi Arab Saudi berusia kurang dari 30 tahun.

Meski demikian Abdullah membiarkan sebagian besar sistem politik Arab Saudi tak tersentuh.

Selain memperkenalkan pemilihan untuk dewan kota yang hanya memegang sedikit kekuasaan nyata, satu-satunya reformasi politik yang dia lakukan adalah menetapkan dewan keluarga berkuasa untuk membuat suksesi kerajaan lebih teratur.

Raja Abdullah kukuh menentang demonstrasi pro-demokrasi di sejumlah negara tetangga pada masa ? kebangkitan Arab, mencerminkan kekhawatiran kejatuhan sekutu lama bisa membuka peluang bagi pesaing regional Iran dan Al Qaeda.

Perintahnya untuk menghabiskan 110 miliar dolar AS untuk bantuan sosial, perumahan baru, dan pekerjaan baru membantu mencegah kegelisahan pro-demokrasi di Arab Saudi.

Dalam tahun-tahun belakangan, para aktivis yang menuntut perubahan melalui petisi harus berakhir di penjara, dan partai-partai politik serta demonstrasi publik dilarang.

Namun bahkan di antara warga Saudi yang menyeru "hari kemarahan" untuk memprotes kurangnya demokrasi, Raja Abdullah tetap populer.?

Pengkritik keluarga berkuasa menyatakan itu karena belanja besar pemerintah selama pemerintahannya, periode dengan pendapatan minyak tinggi dalam sejarah.

Dalam keluarga kerajaan yang dikenal dengan kemewahan, kesukaannya mengasingkan diri dalam tenda di gurun membedakannya dengan bangsawan-bangsawan Saudi yang lebih suka menghabiskan musim panas di istana Mediterania.

Salah satu dari tindakan pertamanya sebagai raja adalah mengendalikan belanja keluarga kerajaan, menuntut para bangsawan mulai membayar biaya telepon dan tiket pesawat dan tidak memperlakukan lembaga negara sebagai layanan parkir.

Ketika mengunjungi warga Saudi yang hidup di tempat kumuh setelah menjabat sebagai raja, dia dipuji karena mengakui kepada publik bahwa kemiskinan ada di negaranya.

Dia juga berupaya memperbaiki nasib perempuan, menawarkan pendidikan yang lebih baik dan prospek pekerjaan dan menyatakan mereka akan diizinkan berpartisipasi dalam pemilihan umum kota pada 2015.

Dia mengatakan perempuan akan dipilih menjadi anggota Dewan Syuro selanjutnya, badan yang menjadi penasihat pemerintah dalam pembuatan hukum baru.

Perempuan masih dilarang mengemudi dan harus mendapat persetujuan dari "penjaga" pria untuk bekerja, melakukan perjalanan ke luar negeri, membuka rekening bank dan menjalani operasi dalam sejumlah kasus.

Dalam tahun-tahun belakangan, kebijakan luar negeri raja difokuskan pada upaya untuk mencegah apa yang dalam kerajaan Sunni dilihat sebagai peningkatan pengaruh kekuasaan Muslim Syiah Iran di Timur Tengah.

Kebijakan itu mencapai titik tertinggi pada Maret 2011 ketika Arab Saudi mengirim pasukan ke Bahrain untuk mendukung pulau monarki Muslim Sunni itu melawan mayoritas Syiah.

Keputusan itu tidak populer di antara minoritas Syiah di Arab Saudi, tapi beberapa pemimpin sekte di kerajaan mengatakan Raja Abdullah melakukan lebih banyak dibanding pendahulunya untuk mengurangi diskriminasi, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, Fragmen Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock