Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Jakarta, Ulama Salaf Online. Banyak wanita kerap mengartikan kata cantik dengan pengunaan kosmetik yang tebal dan mahal. Apalagi, saat ini ada banyak sekali produk kecantikan yang membanjiri pasar dengan harga yang beragam. Anggapan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar.

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Terkait itu, PP Muslimat  NU mengajak masyarakat tampil cantik dan halal dalam sebuah acara yang  digelar di Gedung Aneka Bhakti Kementerian sosial RI, Jumat (27/11/2015). Ormas perempuan terbesar itu menggandeng Dharma Wanita Kemeterian Sosial untuk menyosialisasikan kosmetik yang mengedepankan prinsip kosmetik halal.

Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2011 Tentang penggunaan plasenta hewan halal untuk bahan kosmetika dan obat luar menyatakan, bahwa penggunaan kosmetik untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat bahan yang digunakan halal dan suci.

Ulama Salaf Online

Ketua Periodik PP Muslimat NU, Dr Mursyidah Thohir yang juga anggota komisi fatwa MUI mengatakan, bahwa ada titik kritis yang akan mengganggu jika kita menggunakan kosmetik yang tidak halal, itu dikarenakan kosmetik tersebut menggunakan plasenta hewan babi, alkohol bahkan bangkai binatang.

Mursyidah juga mendukung penuh kegiatan sosisalisasi seperti ini agar sampai pada akar rumput karena tidak banyak yang tahu bahwa ada produk halal dan juga produksi Indonesia yang bisa digunakan dengan aman dan halal tentunya. "Produk kosmetik yang ramah wudlu harus bisa meresap air minimal 30 persen, dan produk wardah bisa menyerap air sampai 50,” imbuhnya

Ulama Salaf Online

Sementara itu Ketua Umum Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak ibu-ibu tampil cantik dan halal. "Tetaplah jadi diri kita, syukuri nikmat yang dianugerahkan kita, dengan cara merawat anugerah tersebut dengan cara yang sehat, halal dan asli," katanya.

"Menggunakan kosmetik yang halal sama saja dengan kita menjaga anugerah Allah, jadilah kita indah di mata orang, indah ragawi, dan indah jasmani," imbuhnya. (Winnie Diova/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Internasional, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren

Bandung, Ulama Salaf Online 

Liga Santri Nasional (LSN) 2017 menyisakan banyak harapan-harapan dari berbagai kalangan, terutama pesantren peserta LSN tahun ini yang digelar di kota Bandung 23-29 Oktober. Harapan-harapan tersebut mulai dari keberlanjutan LSN di tahun depan, penjaringan pemain santri yang harus lebih selektif, hingga harapan tentang terbentuknya the dream team atau tim terbaik jebolan LSN 2017.

Sebagaimana menurut pelatih tim Nurul Fauzi, Karim, menyetujui terbentuknya semacam The Dream Team atau Tim Nasional Pesantren setelah pagelaran LSN 2017 ini. Ia menilai hal ini akan menambah motivasi persaingan anak-anak pesantren. Apalagi Liga Santri diadakan memang untuk memfasilitasi anak-anak di daerah untuk seleksi Timnas Indonesia. 

Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren

"Saya setuju pisan, apalagi kesempatan anak-anak (pesantren) kan sudah habis. Kalau dikaitkan di PSSI kan kebanyakan anak-anak SSB. Yang namanya SSB kan terprogram, sedangkan di pesantren masih bersifat ekstrakulikuler,” papar Karim yang juga pengajar di pesantren tersebut.

Hal yang sama juga diungkap kapten tim DDI Kaballangan Sahrul yang menyarankan kepada Kemenpora supaya lebih teliti dalam mengamati potensi pemain Liga Santri supaya bisa dibentuk the dream team.

"Mudah-mudahan ada," ujar pemain yang berposisi bek yang menginjak kelas 3 Madrasah Aliyah itu, Kamis (26/10), di barak penginapan para pemain di Pusdikif, kota Bandung. 

Ulama Salaf Online

Ali Hamid, rekan satu tim Sahrul, juga mendukung supaya pemain sepak bola santri bisa maju. Di pesantren cukup bagus juga pemain bolanya. Menurutnya, setelah LSN 2017 selesai, pemain-pemain terbaik di segala posisi diambil lalu disatukan menjadi semacam timnas pesantren.

“Tidak ada Timnas sepak bola selain Indonesia yang mempunyai Timnas Pesantren,” harap Ali yang telah menyarangkan 7 gol, namun timnya kalah di babak 16 besar dari tim Al-Kahfi Kebumen.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Direktur Pertandingan Mohamad Kusnaeni menuturkan ia memang mempunyai target setelah Liga Santri Nusantara, jebolan pesantren bisa ikut kompetisi reguler, seperti Liga Suratin.

Hanya saja, komentator bola yang akrab disapa Bung Kus ini melihat kalau kondisi saat ini memang belum ada langkah nyata untuk merealisasikan target yang ingin dicapai, terutama dari penyelenggara Liga Santri Nusantara. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Sampang, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sampang bertakziah ke rumah duka bersama sahabat-sahabat PAC dan Banser, Selasa (6/2) siang. Mereka melakukan tahlil dan doa bersama untuk mendiang guru budi.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu sempat beredar perihal seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun Sampang Ahmad Budi Cahyanto yang meninggal setelah dianiaya muridnya sendiri yang berinisial NL.

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Guru Budi meninggal akibat mengalami pecah pembuluh darah di batang otak sehingga membuat seluruh organ dalam tidak berfungsi hingga merenggut nyawanya.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Sampang Gus Khoirul Anwar menuturkan bahwa takziyah ini merupakan kegiatan solidaritas kemanusiaan sekaligus belasungkawa mendalam dari jajaran GP Ansor Sampang.

"Takziah ini merupakan wujud dari rasa belasungkawa dan solidaritas kami kepada almarhum."

Ulama Salaf Online

Sementara Gus Amin Syafiuddin menambahkan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan moral kepada keluarga agar senantiasa ikhlas melepas kepergian sang guru.

"Semoga keluarga guru Budi tetap tabah dan sabar serta bisa mengikhlaskan kepergiannya," imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Kabupaten Sampang.

"Kami atas nama GP Ansor Sampang berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali." (Ainur Ridho/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 05 Februari 2018

Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M

Pamekasan, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan meminta Pemkab Pamekasan untuk menggunakan secara efektif anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk memperbaiki tangkis laut di sepanjang pantai Pamekasan. Karena, kondisi tangkis laut di sejumlah titik mengalami rusak parah menyusul gelombang tinggi di perairan Pamekasan.

"Sehingga, abrasi yang terus-menerus itu mengancam perumahan warga di sepanjang pesisir. Rencana Pemkab yang mengusulkan anggaran lebih dari Rp 20 miliar, realisasinya nanti harus efektif," terang Sekretaris PCNU Pamekasan KH Abdurrahman Abbas saat dihubungi Ulama Salaf Online, Selasa (27/5).

Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M

Imbauan Kiai Abbas ini merujuk pada semangat Pemkab Pamekasan mengusulkan pembangunan proyek tangkis laut di desa Tlontoh Raja Pasean yang pembangunannya langsung ditangani pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, pada 2014 ini pihaknya akan mengusulkan penambahan anggaran pembangunan tangkis laut itu. Karena menurutnya, tangkis laut dari tumpukan sak berisi pasir itu hanya pembangunan tahap awal.

Ulama Salaf Online

"Nanti akan ditutup dengan beton. Sehingga bisa lebih kuat menahan gelombang," ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Syafii juga menyebut bahwa pembangunan tangkis laut dengan menggunakan beton direncanakan akan dibangun pada tahun ini mengingat tangkis laut dari tumpukan pasir itu hanya bertahan seumur jagung.

Beberapa waktu yang lalu, Syafii mengaku turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi proyek yang dinilai asal-asalan itu. Waktu itu Pemkab Pamekasan mempertemukan masyarakat dengan pihak BBWS Brantas.

”Saya waktu itu mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek. setelah mendapat penjelasan, akhirnya saya memahami, ” ujarnya.

Sebelumnya setelah sempat terjadi polemik, perwakilan BBWS Isgiyanto langsung meninjau proyek di lapangan. Pihaknya menjelaskan, pengerjaan proyek tangkis laut di Tlontoh Raja sudah sesuai rencana. Memang diakuinya, perencanaan proyek tersebut berlangsung cepat.

Sebab, Pemkab Pamekasan berkirim surat meminta pemerintah pusat untuk membangun tangkis laut di wilayah pesisir pantura pada 1 Januari 2013 lalu. Padahal, anggaran sudah tidak ada karena proyek 2013 sudah direncanakan 2012 lalu.

Atas pertimbangan kebutuhan, lanjut Isgiyanto, selanjutnya dianggarkan dalam APBNP sekitar Juli-Agustus 2013. Karung pasir hanya bagian inti dari tangkis laut, sedangkan bungkusnya memang direncanakan menggunakan beton.

Jika betonisasi juga dibangun pada waktu itu, lanjutnya, panjang garis pantai yang bisa dilindungi hanya berjarak sekitar 400 meter. Sementara garis pantai yang harus dilindungi sangat panjang, sehingga lapis penutup beton tidak dipasang pada 2013. Dana yang ada digunakan untuk membangun bagian inti, sehingga panjangnya mencapai 1.000 meter.

"Pembangunan akan dilanjutkan tahun ini. Menunggu surutnya gelombang. Memang bertahap sesuai anggaran yang ada,” urainya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional Ulama Salaf Online

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Ulama Salaf Online

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Ulama Salaf Online

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, PonPes, Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

Malang, Ulama Salaf Online. Para aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, turun ke jalan membagi-bagikan masker, sejak Sabtu (15/2) pagi, menyusul hujan abu vulkanik yang mengguyur Kota Malang akibat erupsi Gunung Kelud.

Aksi bagi-bagi pelindung pernafasan tersebut diperuntukkan kepada para pengguna jalan maupun masyarakat setempat daerah Tlogomas, Malang. Berbeda dari yang lain, para aktivis PMII ini melakukan aksinya tanpa menggunakan atribut organisasi kemahasiswaan Islam tersebut.

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

“Memang begitu, ketika kita berdiri atas nama kemanusiaan, sudah selayaknya kita melepaskan atribut apapun,” ujar Ketua Komisariat PMII UMM Syukron Anshori.

Ulama Salaf Online

Pembagian masker disambut baik para pengendara. Umumnya mereka menepi dan menutupi mulut mereka dengan masker pemberian PMII UMM. Masyarakat Kota malang diimbau tetap menggunakan masker atau kacamata untuk mengindari serbuan abu vulkanik Gunung Kelud yang disertai bau belerang itu.

Ulama Salaf Online

Selain PMII, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) beserta sejumlah badan otonom dan komunitas NU lainnya ? juga aktif menggalang bantuan di sejumlah daerah terdampak. Di samping bagi-bagi masker, mereka turut menyuplai bahan makanan, selimut, perlengkapan shalat, kebutuhan bayi, dan lainnya. (Orie Muhammad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, RMI NU, Internasional Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Jakarta, Ulama Salaf Online. Terjadinya penyiksaan maupun pembunuhan terhadap TKI di luar negeri yang menimpa Sumiati, Haryatin, Kikim Komalasari dan lain-lain menunjukkan jika kebijakan yang dibuat pemerintah tidak tegas sehingga tidak efektif. Ini memalukan dan merendahkan harkat dan martabat banagsa Indonesia.

“Kebijakan yang dibuat harus tegas dan seefektif mungkin agar majikan TKI di luar negeri itu tidak seenaknya melakukan pelanggaran HAM sampai TKI ini cacat bahkan meninggal dunia,”tandas Ketua PBNU Kacung Marijan pada Ulama Salaf Online di Jakarta, Jumat (19/11).

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Yang pasti menurut guru besar Universitas Airlangga Surabaya ini, peristiwa Ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan sudah sering terjadi. Baik di Saudi Arabia, Malaysia dan Negara-negara lain. Kasus ini menunjukkan kebijakan perlindungan terhadap TK di luar negeri ini masih lemah dan belum efektif.

Ulama Salaf Online

Sementara Indonesia dalam posisi subordinat di negara-negara tersebut. Sementara dari sisi sumber daya manusia (SDM), TKI yang dikirim tersebut kurang bagus dan tidak profesional. “Ke depan hal itu harus diperhatikan dengan memprioritaskan mereka yang terampil dan lebih professional,”tutur Kacung mengingatkan.

Penyiksaan terhadap TKI di Arab Saudi belum juga berakhir. Dua kasus terakhir menimpa Sumiati asal Dompu NTB, Haryatin asal Blitar Jatim, dan Kikim Komalasari asal Cianjur Jabar, yang tewas dibunh majikannya tiga hari menjelang hari raya idul Adha 1431 H di kota Abha, Saudi Arabia.

Ulama Salaf Online

Sedangkan Sumiati, mungkin masih lebih beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan dan kini dalam kondisi sudah membaik. Sumiati menderita luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan sebagian bibirnya digunting majikannya. Saat ini, Sumiati sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Fahd, Madinah

Dalam merespon kasus pelanggaran HAM berat tersebut, selain mengadili pelaku sampai ke pengadilan, pemerintah juga akan melakukan kesepakatan(MoU) dengan pemerintah Arab Saudi dll dalam melindungi TKI tersebut. Bahkan para TKI di luar negeri itu nanti akan dilengkapi HP untukmelakukan komunikasi dengan KJRI (konsulat jenderal Republik Indonesia) maupun Kedubes RI setempat.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Budaya Ulama Salaf Online

Jumat, 12 Januari 2018

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Karanganyar, Ulama Salaf Online. Ribuan jamaah memadati lapangan Mapolres Karanganyar, malam Jum’at (28/2), dalam acara Tabligh Akbar Polres Karanganyar Berdzikir yang diselenggarakan keluarga besar Polres Karanganyar Jawa Tengah.

Acara dibuka dengan pembacaan tahlil dilanjutkan bacaan sholawat dan maulid simtuddurar yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf. Di tengah-tengah acara, seperti biasa Habib Syech mengajak para jamaah untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Usai bersholawat, dilanjutkan mauidoh hasanan yang disampaikan oleh Habib Ismail Al-Attas (Pekalongan). Beliau menyampaikan hubungan antara nasionalisme dan Islam.

Ulama Salaf Online

“Islam dan nasionalisme bukan dua hal yang berbeda. Keduanya berjalan kelindan,” terang Habib Ismail.

Ulama Salaf Online

Pada puncak acara, sang mursyid, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Pekalongan) memberikan wejangannya. Salah satunya tentang hakikat dzikir. Dzikir bukan sekedar ucapan penghias bibir, melainkan hal untuk merasakan kehadiran Allah.

“Dalam berdzikir, kita dituntut dalam setiap ucapan. Bahkan tidak hanya itu, tetapi semua anggota badan kita juga bisa ikut berdzikir,” jelas Habib Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karanganyar juga melantik 24 Dai Kamtibnas, sebagai salah satu badan untuk menangkal ajaran radikalisme.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Kyai, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 28 Desember 2017

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Aparatur negara sudah selayaknya berpartisipasi menjaga lingkungan hidup dan tidak tergoda iming-iming uang. Karena, dampak kerusakan lingkungan hidup akan menjadi tanggung jawab bersama.

Demikian disampaikan Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Korea Selatan Sukaryadi di Ansan, Korea Selatan, Rabu (30/9) ketika menanggapi kasus pembunuhan petani penolak penambangan pasir, Salim di desa Selo Awar-Awar kecamatan Pasirian, Lumajang.

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil

"Saya sepakat pelakunya mendapat hukuman setimpal. Kami berharap kasus ini diusut dengan tuntas," ujar Sukaryadi kepada Ulama Salaf Online saat diwawancarai.

Ulama Salaf Online

Salim alias Kancil dibunuh sebelum demo penolakan tambang pasir di desa Selo Awar-Awar, Pasirian oleh pihak pro-penambangan pasir. Sementara warga lain yang juga menolak penambangan pasir Tosan mengalami luka serius. Kini ia dirawat secara intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

Ulama Salaf Online

"Penganiayaan berlangsung di balai desa tentu menimbulkan kecurigaan adanya kongkalikong oknum aparatur negara dalam hal ini oknum aparatur desa dengan para pelaku pembunuhan sadis itu," ujar Sukaryadi.

Senada Sukaryadi, Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Waykanan Yozi Rizal juga menanggapi terbunuhnya Kancil. Ia menyayangkan orang-orang yang demi materi menggelapkan mata.

"Sama di tempat kita, demi harta mereka tega mengeruhkan sungai, menghancurkan ekosistem dengan merugikan lebih banyak manusia," ujar Yozi.

Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto meminta negara tidak lagi melakukan pembiaran berulang. Menurutnya, negara sudah berulang kali alpa dan berulang melakukan pembiaran atas penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga?

"Narapidana bersalah saja masih bisa mungkin mendapatkan grasi, mengapa orang-orang benar seolah-olah dan melulu dibiarkan untuk dibunuh?" ujar Gatot yang baru saja menggelar kelas menulis lingkungan hidup, "Berdamai dengan Lingkungan Hidup. Berdamai dengan Masa Depan Yang Hidup" itu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, IMNU, AlaSantri Ulama Salaf Online

Selasa, 26 Desember 2017

Ketika Pendemo Keseleo Lidah

Di siang hari yang cukup terik, ratusan massa dari berbagai daerah di sebuah kabupaten ? berkumpul ? di depan kantor DPRD setempat. Mereka ingin menyampaikan aspirasi ? penolakan terhadap rencana reklamasi salah satu pantai yang berada di kabupaten itu.

Sudah dua orang menyampaikan orasi dalam demo tersebut. Maka tampillah orang ketiga. Namun sayang, baru 2 menit sang orator berkoar-koar, ia terbatuk-batuk. Dia pun menghentikan orasinya dan menyerahkan mikrofon kepada teman di sebelahnya.

Sebut saja Man Udin, laki-laki asal desa ini kebetulan berdiri di barisan depan berdampingan dengan para orator demo. Entah apakah secara kebetulan pula ia diserahi mikrofon oleh orator ketiga tadi. Yang jelas dengan begitu bersemangatnya, Man Udin lalu maju satu langkah dan melanjutkan orasi yang sempat terputus dengan berteriak:

Ketika Pendemo Keseleo Lidah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pendemo Keseleo Lidah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pendemo Keseleo Lidah

“Tolak Proklamasi...Tolak Proklamasi... Tolak Proklamasi...”.?

Teriakan orator pengganti ini membuat suasana demo menjadi riuh. Suara teriakan dan tawa terkekeh-kekeh terdengar dari para pendemo. Situasi ini justru membuat Man Udin semakin bersemangat dan kembali berteriak:

Ulama Salaf Online

“Tolak Proklamasi....Tolak Proklamasi....Tolak Proklamasi...”

Mungkin masih terngiang di benak Man Udin kata “proklamasi”. Karena demo itu berlansung beberapa hari setelah bangsa Indonesia memperingati hari proklamasi kemerdekaannya. Beruntung ia segera ditarik mundur ? ke belakang.

Melihat peristiwa itu, barisan Polisi pengawal aksi demo pun tidak dapat menahan tawanya.

(Hosni Rahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Internasional, Kajian Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah

Jakarta, Ulama Salaf Online

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin mengatakan, kelompok teroris sebenarnya menyandera Islam dan berusaha mengubah wajah Islam menjadi anarkis serta bernuansa terorisme. Hal ini sangat bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.

Mustasyar PBNU ini melanjutkan bahwa salahnya kelompok teroris terletak pada keinginan menyulap dan memaksakan manusia menjadi malaikat tanpa dosa dan kesalahan. Bid’ah itu adalah ingin membuat Islam melampaui Islam itu sendiri.

Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah

“Apapun yang menghalalkan kekerasan dalam memajukan Islam, maka itu wajib ditolak,” tuturnya pada pertemuan para dai yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui mitra kerjanya Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Rabu (20/4), di Jakarta.

Ulama Salaf Online

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini, Sekretaris Utama BNPT RI Mayjend TNI R Gautama Wiranegara memaparkan bahwa yang bertanggung jawab dalam aksi terorisme adalah mereka yang memiliki paham radikal dalam menafsirkan agama. “Sudah 15 tahun kita menangani aksi terorisme, sampai sekarang belum juga selesai,” ujar jendral bintang dua ini.

Ulama Salaf Online

Peran TNI, tambahnya, tidak cukup untuk mencegah terorisme. Menurutnya, harus ada usaha saling bahu-membahu dalam penggulangan radikalisme dan terorisme. Para dai diharapkan dapat memberikan solusi dan kontribusi dalam penanggulangan terorisme, termasuk menekan isu SARA yang mungkin terjadi di Jakarta.

Firdaus Syam, pembicara lain, mengatakan bahwa dai adalah seseorang yang diharapkan untuk mencerdaskan umat, bukan memprovokasi mereka sehingga melahirkan kebencian. Baginya, dakwah harus menebarkan kasih sayang dan cinta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Pertandingan, Internasional Ulama Salaf Online

Jumat, 15 Desember 2017

Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar

Banda Aceh, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU) Kota Banda Aceh menggelar Training Spiritual Leadership? dan Latihan Kepemimpinan Muda (Lakmud), Sabtu (31/12). Penguatan ke-Aswajaan NU ini diadakan selama sehari di Aula Museum UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Ketua IPNU Ridwan Idy mengatakan, Training Spiritual Leadership dan Latihan Kader Muda IPNU dan IPPNU Banda Aceh bertujuan untuk menanam aqidah bagi kader muda NU agar sesuai dengan pengamalan ajaran Islam yang sebenarnya, Ahlussunah wal Jamaah.

Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar

Sekretaris PWNU Aceh Ustadz Asnawi M Amin pada pertemuan ini mengatakan, "IPNU dan IPPNU di Aceh tidak begitu terkenal. Berbeda dengan IPNU dan IPPNU di Pulau Jawa. Kalau di Pulau Jawa, gerakan pelajar NU lebih aktif sampai ke tingkat sekolah-sekolah," ujarnya.

Pendidikan ini diisi oleh tiga pemateri yaitu Ustadz Asnawi M Amin, Ustadz Umar Rafsanjani, dan Afdhal Khalilullah Mukhlis. (Ketua KNPI Kota Banda Aceh). (Fauzan/Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Makam Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Padang Pariaman, Ulama Salaf Online. Ketua yayasan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan H Idarussalam memberikan gelar “Tuanku Imam Nahdliyin” untuk Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi di pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Padang Pariaman, Ahad (18/1). Pemberian gelar kehormatan ini merupakan kali pertama dilakukan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan.

Pemberian gelar ini berlangsung saat tabligh akbar maulud Nabi Muhammad SAW. Kiai Hasyim sendiri hadir sebagai penyampai taushiyah pada tabligh akbar tersebut.

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Menurut H Idarussalam, pemberian gelar merupakan kesepakatan pimpinan dan majelis guru pesantren Nurul Yaqin. "Kami menilai kehadiran Kiai Hasyim ke pesantren Ringan-Ringan patut diberikan penghargaan. Walaupun banyak tokoh yang sudah pernah hadir di pesantren ini, namun kehadiran Kiai Hasyim mampu mengangkat harkat pesantren Nurul Yaqin," kata H Idarussalam.

Ulama Salaf Online

Yang lebih penting lagi, kata H Idarussalam, Kiai Hasyim merupakan tokoh kiai kaliber nasional yang memahami kitab-kitab yang diajarkan di pesantren Ringan-Ringan. Kiai Hasyim merupakan tokoh ulama, bukan sekadar ulama. Paham keagamaannya Aswaja seperti yang diajarkan di pesantren Nurul Yaqin ini.

Ulama Salaf Online

"Gelar Tuanku Imam Nahdliyin disematkan karena Kiai Hasyim memang imamnya orang NU yang disebutkan warga nahdliyin. Sebagai pesantren yang melahirkan ulama dengan gelar “Tuanku” dan diakui oleh Pemkab Padang Pariaman, kita patut memberikan gelar tersebut," kata H Idarussalam.

Pesantren Nurul Yaqin selama ini terbuka terhadap kultur masing-masing santri dalam memberikan sebuah gelar. Sehingga gelar dari tamatan pesantren Nurul Yaqin pun beragam. Ada yang berbau Padang Pariaman seperti Tuanku Sidi, Bagindo, Sutan. Ada pula yang berbau Arab, Indonesia, dan juga ada yang menyesuaikan dengan daerah masing-masing di luar Padang Pariaman.

"Kita serahkan kepada masing-masing keluarga santri siapa gelar “Tuanku” yang diberikan kepada anaknya," tambah H Idarussalam. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Olahraga, Habib Ulama Salaf Online

Selasa, 05 Desember 2017

Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa

Solo, Ulama Salaf Online. Menjelang bulan Mulud (Rabi’ul Awal), suasana alun-alun utara Kota Surakarta terasa lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Lapangan disulap jadi pasar yang penuh dengan penjual dengan macam-macam barang dagangannya. Dan masyarakat Solo dan sekitarnya, akan berbondong-bondong datang.

Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa

Mereka ada yang sekedar datang untuk mengunjungi pasar rakyat, sebagian adapula yang datang untuk menghadiri prosesi Maleman Sekaten, yang puncaknya pada malam 12 mulud, ? masyarakat akan menunggu gong sekaten yang akan dibunyikan pihak keraton.

Maleman Sekaten atau Grebeg Mulud pada tahun ini, sudah dimulai sejak 29 Desember lalu. Rencananya panitia akan mengadakan berbagai rangkaian acara yang akan melibatkan banyak pihak. Publikasi acara melalui spanduk ataupun baliho terpasang di beberapa sudut kota. Salah satunya di gapura masuk alun-alun utara, terpampang jelas tulisan: Maleman Sekaten 2013: “Mangayubagya Grebeg Mulud, Jimakir 1946, Karaton Surakarta (Memperingati Hari Lahir Nabi Muhammad SAW).”

Ulama Salaf Online

Dari pantauan Ulama Salaf Online, Ahad (6/1), di lokasi acara. Terlihat animo yang tinggi dari warga terhadap acara tahunan ini. Salah seorang pengunjung, Rodif (21), menuturkan tanggapannya saat mengunjungi sekaten, “Pasar rakyat dan sekaten memang perlu dihidupkan. Ini adalah warisan leluhur. Saya pikir Pemkot dan masyarakat perlu bekerjasama untuk tetap memberi ruang dan menghidupkan acara semacam ini,” ujar mahasiswa asal Pekalongan ini di tengah keramaian pasar rakyat.

Acara Sekaten atau Grebeg Mulud, merupakan cerminan dari akulturasi antara Islam dan kebudayaan lokal, dalam hal ini yakni kebudayaan Jawa. Keduanya membentuk sebuah perpaduan baru yang kemudian dikenal dengan Islam-Jawa. Perpaduan dari kedua hal tadi, tak lepas dari kreasi para Walisongo.

Ulama Salaf Online

Walisongo dalam metode dakwahnya, mencipta dan menggabungkan berbagai jenis kebudayaan sebagai alat dakwah. Semisal gong sekaten, terdiri Kiai Sekati dan Nyai Sekati, merupakan perlambang Syahadatain (dua syahadat). Demikian pula dengan wayang, gamelan dan lain sebagainya. Kesemuanya, menurut Bibit Suprapto (2009), mempunyai filsafat tertentu berisi nilai-nilai ketauhidan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Fragmen, Internasional Ulama Salaf Online

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Aceh Besar, Ulama Salaf Online. Sepuluh warga yang duduk di kursi paling depan segera berdiri begitu Yayah Ruchyati, pembawa acara penyerahan paket bantuan PBNU kepada warga terdampak gempa di Desa Mesjid Tuha, Meurudu, Pidie Jaya, mengumumkan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj akan menyerahkan secara simbolis barang bantuan kepada mereka.

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Tak lama kemudian, Kiai Said mulai menyerahkan paket tersebut. Wajah warga penerima pun tampak diwarnai keharuan. Ketika paket tersebut diserahkan Kiai Said kepada warga yang berdiri kedua dari kanan, air mata Asmawati (50 tahun) menetes, tapi kemudian berbinar lagi.

Disambutnya tangan Kiai Said dengan khidmat. Belum dilepas tangan itu, Asmawati segera berkata, “Terima kasih, Kiai. Saya suka menonton ceramah Kiai di Aswaja TV.” Kiai Said pun tersenyum. Dan kembali mengucap terima kasih. Dikatakannya juga harapan agar bantuan PBNU akan bermanfaat buat mereka.

Peristiwa tersebut terjadi Rabu ? (14/12) kemarin, saat rombongan PBNU mengunjungi pengungsi warga terdampak gempa Aceh. Kepada Ulama Salaf Online seusai acara penyerahan bantuan, Aswamati bercerita bahwa kunjungan dan ceramah Kiai Said sangat baik.?

Ulama Salaf Online

“Terima kasih kepada NU. Semoga NU lebih peduli lagi kepada warga masyarakat, terutama yang kena musibah,” kata Asmawati.

Perihal ceramah kiai-kiai NU di Aswaja TV, Asmawati menambahkan ia sangat menyukaimya. Selain ceramah Kiai Said yang sering diikuti Asmawati adalah ceramah almarhum Imam Besar Majsid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub dan Emha Ainun Najib. Bagi Asmawati, menonton ceramah kiai-kiai tersebut selain menambah keilmuan, juga mendamaikan dan menyejukkan jiwanya.?

Kunjungan Kiai Said dan rombongan PBNU ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa Aceh memang mendapat sambutan positif. Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M Ali mengatakan, kunjungan Kiai Said adalah kehormatan bagi warga Aceh. Ia berharap kunjungan tersebut seharusnya diperlama.

“Silakan Kiai bermalam di Pidie ini, supaya merasakan bagaimana gempa,” kata Marzuki. Tak ayal ucapan tersebut mendapat respons berupa tawa hadirin yang berada di lokasi acara.?

Ulama Salaf Online

Sampai beberapa hari lalu, gempa masih terasa di Pidie Aceh, terutama pada malam hari. Gempa terseebut hanya berskala ringan sehingga tidak menimbulkan bahaya atau kerusakan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Cerita, Kyai Ulama Salaf Online

Sabtu, 18 November 2017

Bupati Brebes dan Forkompinda Safari Ramadhan

Brebes,Ulama Salaf Online. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan Safari Ramadhan di sejumlah masjid se Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Pada Senin malam (30/6) bupati melakukan kegiatan tersebut di Masjid Al Ikhlas desa Pabuaran Kecamatan Salem.

“Nilai-nilai ibadah harus kita tambah di bulan yang penuh berkah, dan tarling ini mudah-mudahan bisa menjadi jembatan silaturahmi untuk menambah nilai ibadah kita kepada Allah SWT,” kata Idza Priyanti.

Bupati Brebes dan Forkompinda Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes dan Forkompinda Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes dan Forkompinda Safari Ramadhan

Bupati juga berharap pada Ramadhan tahun ini yang juga ada hajat pesta demokrasi, agar seluruh warga Kabupaten Brebes khususnya Kecamatan Salem supaya berbondong-bondong mencoblos pada 9 Juli mendatang di TPS masing-masing.

Ulama Salaf Online

Sebab, kata dia, partisipasi masyarakat dalam pemilu akan membawa perbaikan kehidupan demokrasi di negara kita. “Jangan sampai golput, mari kita mencoblos pada 9 Juli mendatang dengan pilihan yang tepat sesuai dengan hati nurani,” tuturnya.

Sementara Camat Salem Urip Rosidik SIP berterima kasih atas kedatangan Bupati beserta rombongan dalam Safari Ramadhan. Kedatangan Bupati sangat berpengaruh positif terhadap gairah warga dalam beribadah dan bermasyarakat. Apalagi desa Pabuaran terletak di Kecamatan Salem yang sulit dijangkau dari Kota Brebes.

Ulama Salaf Online

Safari Ramadhan diisi dengan ceramah agama oleh seorang daiyah setempat, Hj Dedeh Hikmatusyadiyah. Dia menekankan pentingnya bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfirah dan minkum minanar. Keistimewaan Ramadhan tersebut, sulit dicapai kalau tidak ada ikhtiar yang dilakukan dengan ikhlas.

Namun akan mudah dilakukan, lanjutnya, kalau sebelumnya kita mematuhi segala perintah Allah SWT, Rosulullah SAW dan Pemimpin.

Safari Ramadhan diisi dengan pembagian sembako bagi keluarga tidak mampu, penyerahan bantuan Al-Quran dan Peralatan Ibadah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Buka Puasa Bersama, Shalat Maghrib, Isya dan Taraweh berjamaah.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MH, para Asisten, Kepala SKPD dan alim ulama serta ribuan umat muslim.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Brebes Narjo juga melakukan hal yang sama di Masjid Al Ittihad Jatibarang Lor, Kec Jatibarang Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Bupati Brebes dan Forkompinda Safari Ramadhan

Brebes, Ulama Salaf Online

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan Safari Ramadhan di sejumlah masjid se Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Pada Senin malam (30/6) bupati melakukan kegiatan tersebut di Masjid Al Ikhlas desa Pabuaran Kecamatan Salem.

?

“Nilai-nilai ibadah harus kita tambah di bulan yang penuh berkah, dan tarling ini mudah-mudahan bisa menjadi jembatan silaturahmi untuk menambah nilai ibadah kita kepada Allah SWT,” kata Idza Priyanti.

?

Bupati juga berharap pada Ramadhan tahun ini yang juga ada hajat pesta demokrasi, agar seluruh warga Kabupaten Brebes khususnya Kecamatan Salem supaya berbondong-bondong mencoblos pada 9 Juli mendatang di TPS masing-masing.

?

Sebab, kata dia, partisipasi masyarakat dalam pemilu akan membawa perbaikan kehidupan demokrasi di negara kita. “Jangan sampai golput, mari kita mencoblos pada 9 Juli mendatang dengan pilihan yang tepat sesuai dengan hati nurani,” tuturnya.

?

Sementara Camat Salem Urip Rosidik SIP berterima kasih atas kedatangan Bupati beserta rombongan dalam Safari Ramadhan. Kedatangan Bupati sangat berpengaruh positif terhadap gairah warga dalam beribadah dan bermasyarakat. Apalagi desa Pabuaran terletak di Kecamatan Salem yang sulit dijangkau dari Kota Brebes.

?

Safari Ramadhan diisi dengan ceramah agama oleh seorang daiyah setempat, Hj Dedeh Hikmatusyadiyah. Dia menekankan pentingnya bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfirah dan minkum minanar. Keistimewaan Ramadhan tersebut, sulit dicapai kalau tidak ada ikhtiar yang dilakukan dengan ikhlas.

?

Namun akan mudah dilakukan, lanjutnya, kalau sebelumnya kita mematuhi segala perintah Allah SWT, Rosulullah SAW dan Pemimpin.

?

Safari Ramadhan diisi dengan pembagian sembako bagi keluarga tidak mampu, penyerahan bantuan Al-Quran dan Peralatan Ibadah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Buka Puasa Bersama, Shalat Maghrib, Isya dan Taraweh berjamaah.

?

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MH, para Asisten, Kepala SKPD dan alim ulama serta ribuan umat muslim.

?

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Brebes Narjo juga melakukan hal yang sama di Masjid Al Ittihad Jatibarang Lor, Kec Jatibarang Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Bupati Brebes dan Forkompinda Safari Ramadhan

Brebes, Ulama Salaf Online

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan Safari Ramadhan di sejumlah masjid se Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Pada Senin malam (30/6) bupati melakukan kegiatan tersebut di Masjid Al Ikhlas desa Pabuaran Kecamatan Salem.

“Nilai-nilai ibadah harus kita tambah di bulan yang penuh berkah, dan tarling ini mudah-mudahan bisa menjadi jembatan silaturahmi untuk menambah nilai ibadah kita kepada Allah SWT,” kata Idza Priyanti.

Bupati juga berharap pada Ramadhan tahun ini yang juga ada hajat pesta demokrasi, agar seluruh warga Kabupaten Brebes khususnya Kecamatan Salem supaya berbondong-bondong mencoblos pada 9 Juli mendatang di TPS masing-masing.

Sebab, kata dia, partisipasi masyarakat dalam pemilu akan membawa perbaikan kehidupan demokrasi di negara kita. “Jangan sampai golput, mari kita mencoblos pada 9 Juli mendatang dengan pilihan yang tepat sesuai dengan hati nurani,” tuturnya.

Sementara Camat Salem Urip Rosidik SIP berterima kasih atas kedatangan Bupati beserta rombongan dalam Safari Ramadhan. Kedatangan Bupati sangat berpengaruh positif terhadap gairah warga dalam beribadah dan bermasyarakat. Apalagi desa Pabuaran terletak di Kecamatan Salem yang sulit dijangkau dari Kota Brebes.

Safari Ramadhan diisi dengan ceramah agama oleh seorang daiyah setempat, Hj Dedeh Hikmatusyadiyah. Dia menekankan pentingnya bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfirah dan minkum minanar. Keistimewaan Ramadhan tersebut, sulit dicapai kalau tidak ada ikhtiar yang dilakukan dengan ikhlas.

Namun akan mudah dilakukan, lanjutnya, kalau sebelumnya kita mematuhi segala perintah Allah SWT, Rosulullah SAW dan Pemimpin.

Safari Ramadhan diisi dengan pembagian sembako bagi keluarga tidak mampu, penyerahan bantuan Al-Quran dan Peralatan Ibadah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Buka Puasa Bersama, Shalat Maghrib, Isya dan Taraweh berjamaah.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MH, para Asisten, Kepala SKPD dan alim ulama serta ribuan umat muslim.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Brebes Narjo juga melakukan hal yang sama di Masjid Al Ittihad Jatibarang Lor, Kec Jatibarang Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional Ulama Salaf Online

Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Surabaya, Ulama Salaf Online. Nahdlatul Ulama patut berbangga lantaran dari hasil pengumuman Ujian Nasional (UN) 2013 untuk tingkat Madrasah Aliyah, ternyata didominasi madrasah dari kalangan lembaga pendidikan Ma’arif.?

Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Perasaan bangga itu disampaikan oleh Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Akhmad Muzakki, PhD.?

“Tahun ini kita layak bersyukur lantaran sejumlah siswa berprestasi adalah dari lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif,” katanya.

Ulama Salaf Online

Untuk tingkat Madrasah Aliyah Program IPA, ada nama Alif Kholifah dari MA Mathali’ul Anwar Lamongan dengan nilai UN 57.00. Demikian juga Teguh Ari Wibowo dari MA Abu Dzarrin Bojonegoro dengan total nilai 56.85.

Ulama Salaf Online

Untuk program keagamaan tercatat Novi Octavia dari MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.35), kemudian Himatul Mukaromah dari MA MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.30).

Sedangkan dari program SMK terdapat nama Ardi Pranata dari SMK NU I Karanggeneng Lamongan yang mengumpulkan nilai UN 38.20

Melihat hasil sangat istimewa ini, Muzakki menandaskan PW LP Ma’arif NU Jatim patut berbangga.?

“Hasil ini merupakan proses kerja keras para pendidik dalam mengelola kualitas pendidikan sesuai standar nasional pendidikan,” tandas dosen pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini kepada NU Online (27/5).

“Hasil ini menggambarkan bahwa tingkat pendidikan warga NU menunjukkan kualitas yang lebih baik,” katanya. “Apalagi ? fakta telah menunjukkan dimana jumlah madrasah dan sekolah ? di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jatim mendominasi peringkat tertinggi, tidak terpaut jauh dengan sekolah negeri maupun ? madrasah negeri,” lanjutnya.

Dalam pandangannya, prestasi yang diperoleh madrasah maupun sekolah di atas membuktikan bahwa lembaga pendidikan di bawah LP Maarif telah mampu menunjukkan kualitas yang berdaya saing tinggi pada satu sisi dan disertifikasi kualitas pada sisi yang lain.?

Ada sejumlah pesan penting dari torehan ini yakni pertama bahwa tidak hanya di program keagamaan, Ma’arif berprestasi melalui madrasah-madrasahnya, melainkan juga program umum, baik melalui wadah SMA maupun SMK.

“Kedua, meskipun berstatus swasta, tapi sekolah maupun madrasah di lingkungan Maarif mampu menunjukkan hasil yang tidak kalah baik dibandingkan sekolah negeri walaupun fasilitas pendukung harus diupayakan sendiri tanpa menggantungkan dari anggaran pemerintah atau negara,” kata Muzakki.

Salah seorang komisioner Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini berharap agar prestasi yang diraih tersebut dapat melecut semua madrasah serta sekolah di lingkungan Ma’arif NU.?

“Kita berharap raihan ini kian membuat saling gayung bersambut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU,” pungkasnya. ?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Warta Ulama Salaf Online

KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu

Jakarta, Ulama Salaf Online. Penetapan dan penahanan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjadi tragedi menyedihkan bagi perempuan Indonesia terutama bagi mereka yang berkiprah di politik. Peristiwa itu sekaligus menjadi kado yang menyedihkan di Hari Ibu yang diperingati pada 22 Desember.

Penilaian itu diungkapkan Ketua Korps PMII Putri Jawa Timur (KOPRI) Athik Hidayatul Ummah, kepada wartawan, di Jakarta, Ahad (22/12).

KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu

“Hari ini, sebenarnya hari yang bersejarah bagi perjuangan kaum perempuan. Sungguh disayangkan, Atut jadi tersangka kasus korupsi. Ini tragedi yang menyedihkan,” katanya.

Ulama Salaf Online

Apalagi, menurutnya, Atut hingga kini tercatat sebagai satu-satunya perempuan yang bisa menduduki jabatan Gubenur di tanah air. “Betapa sulitnya perempuan bisa menjadi Gubernur. Di banyak tempat termasuk Jatim, tokoh perempuan gagal menjadi gubernur. Sama beratnya dengan perjuangan para caleg perempuan untuk duduk di kursi legislatif,” katanya.

Lebih menyakitkan lagi, kata Athik, kasus yang menimpa Atut, telah menambah daftar politisi perempuan yang bermasalah dengan kasus hukum. Sebelum Atut, Angelina Sondakh dan Wa Ode Nurhayati telah terlebih dahulu masuk bui dengan kasus yang sama.

Ulama Salaf Online

Mereka ini adalah korban pragmatisme politik dan demokrasi transaksional yang merusak tatanan. Tapi apa boleh buat korupsi harus tetap diberantas,” jelas aktivis perempuan muda ini.

Meski demikian, kasus yang menimpa Atut, Angelina Sondakh dan Wa Ode Nurhayati, jangan sampai menyurutkan langkah para perempuan Indonesia untuk terus berkiprah di jalur politik. Justru kasus yang menimpa mereka, bisa menjadi bahan renungan dan pelajaran agar ke depan lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil kebijakan.

Perempuan-perempuan potensial Indonesia tak boleh surut semangat untuk terus memperjuangkan nasib perempuan. Nasib perempuan akan semakin baik, jika banyak kaum perempuan menduduki jabatan strategis dalam pengambilan kebijakan,” jelas alumni Universitas Negeri Malang.

Ia meyakinkan, masih banyak perempuan Indonesia yang amanah dan layak menempati jabatan-jabatan penting. Kita tidak boleh melakukan generalisasi. Kasus yang terjadi adalah ujian bagi kaum perempuan. Masih banyak tokoh perempuan yang menjadi inspirasi bagi para generasi muda.

Lebih lanjut ia mengatakan, bagi kaum ibu yang berkiprah dalam ranah domistik keluarga, kasus yang menimpa para figur politisi perempuan itu patut menjadi bahan pelajaran di mana pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari keluarga sejak dini.

Sejak dini, anak-anak perlu dibekali pendidikan antikorupsi. Ini bahan refleksi berharga di tengah perayaan Hari Ibu yang sedang diperingati secara nasional, pungkasnya. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Internasional Ulama Salaf Online

Jumat, 17 November 2017

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

Jakarta, Ulama Salaf Online. Peringatan Hari Lahir atau Harlah ke-88 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Jum’at (31/1) malam, diliputi suasana duka menyusul wafatnya Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh pada Jum’at (24/1) lalu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memulai ceramahnya dengan berdoa dan mengenang pemimpin tertinggi NU itu.

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

“Kita bersyukur sekaligus berduka. Bersyukur karena NU saat ini bertambah usia. NU sudah berusia 88 tahun. Kita berduka karena baru saja kita ditinggal ole Rais Aam Almukarram Syekh KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,” kata Kiai Said.

KH Sahal Mahfudh adalah seorang yang alim, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih. Salah satu kitab monumental yang ditulis adalah Thariqatul Husul yang merupakan penjelasan dari kitab Ghayatul Wushul karya ulama Syafiiyah terkemuka, Syekh Zakariya Al-Anshari.

“Kitab? Ghayatul Wushul itu merupakan kitab ushul fiqh yang cukup sulit, namun Kiai Sahal melalui Thariqatul Husul membuat kitab Syekh Zakaria itu jadi mudah. Dan kitab itu ditulis Kiai Sahal pada saat berusia 24 tahun,” kata Kiai Said.

“Kealiman Kiai Sahal tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya sembari merinci tujuh kitab berbahasa Arab yang ditulis Kiai Sahal.

Ulama Salaf Online

Kiai Said melanjutkan, Kiai Sahal merupakan sosok yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang sangat kuat memegang prinsip. Bahasa kita, beliau itu sulit untuk dilobi,” kata Kiai Said di hadapan sekitar seribu warga Nahdliyin yang hadir yang memenuhi aula utama PBNU, termasuk sejumlah kader NU yang aktif di partai politik dan menduduki pos-pos penting di pemerintahan.

Tasyakuran Peringatan Harlah ke-88 didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para pendiri dan tokoh NU. Sejumlah keluarga pendiri dan tokoh NU hadir, antara lain, keluarga KH Hasyim As’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ma’shum, KH Zainul Arifin, KH Djamaluddin Malik, H. Asrul Sani, H Mahbub Djunaidi, dan KH Idham Chalid. (A. Khoirul Anam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Internasional, Ulama Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Jakarta, Ulama Salaf Online. Momen acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (5/9), menjadi berkah bagi para pedagang, dari yang menjual makanan, pakaian, perlengkapan ibadah, asesoris, batu akik, hingga pernak-pernik ke-NU-an.

Sebagian dari mereka menggelar tikar dan berderet di pelataran dan lingkungan masjid nasional itu. Sementara sebagian yang lain berjalan mondar-mandir di antara kerumunan massa atau di tepi jalan menuju pintu masuk.

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Salah satu pedagang asal Bekasi, Jawa Barat, Erma (40) mengaku senang dengan acara pelantikan ini. Siang itu ia menjejer kaos bergambar logo Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang, 1-5 Agustus lalu.

Ulama Salaf Online

Menurut Erma, meski Muktamar NU telah berlangsung satu bulan yang lalu namun peminat kaos dagangannya masih cukup banyak. Sejenak saja ia duduk menunggu, pembeli sudah menghampirinya.

Ulama Salaf Online

"Tapi ya nggak kayak Muktamar dulu. Waktu itu saya bawa 3000 kaos. Laris. Hanya sisa ratusan," kata Erma yang saat itu didampingi dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Hal serupa juga dirasakan Heri (34), pemilik NU Distro, yang mangkal di tepi sungai depan Masjid Istiqlal. Pria asal Cirebon ini datang sejak pukul 11.00. Heri memang spealis menjual kaos bergambar logo NU atau tokoh-tokoh NU. Di lapaknya juga tampak stiker dan pin bernuansa ke-NU-an.

Kendati tak seberuntung ketika pembukaan Munas 2015 bulan lalu di tempat yang sama, Heri mengaku tetap meraup laba cukup banyak.

Ditanya tentang acara pelantikan PBNU periode 2015-2020, ia mengungkapkan harapannya kepada para pengurus baru. "Semoga lebih merangkul masyarakat, bekerja lebih keras, kembali ke Khittah (1926, red). Tidak ada agenda politik praktis," ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri ribuan warga NU dari berbagai daerah. Sebagian besar datang berombongan dengan menggunakan bus. Hadir pula Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja, dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Internasional, Sejarah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock