Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Ulama Salaf Online

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Ulama Salaf Online

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, PonPes, Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan permusuhan di masyarakat.?

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.?

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya," kata Rizza.

Rizza menegaskan, setiap ceramah yang disampaikan Khalid itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir, sebelumnya sudah mengingatkan panitia agar Khalid Basalamah tidak dihadirkan, karena ada penolakan. Namun, Anwar juga tidak melarag karena negara sudah menjamin semua warga untuk melaksanakan kegiatan agama. Ketika ada reaksi penolakan dan atas dasar keamanan, agar acaranya ditunda dulu.

Ulama Salaf Online

"Ke depan, kami akan melakukan silaturahim lebih baik lagi agar tidak terjadi hal yang sama karena miskomunikasi," pungkasnya.?

Sekadar diketahui, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan dan meminta pemateri pengajian, Khalid Basalamah tidak melanjutkan ceramahnya. Khalid Basalamah saat itu sedang ceramah pada acara tabligh akbar yang diadakan Takmir Masjid Shalahuddin di wilayah Gedangan Sidoarjo, Sabtu (4/3).?

Sekadar diketahui juga, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurut dia, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”. Selain itu, kata “saysyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Ulama Ulama Salaf Online

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Sidoarjo, Ulama Salaf Online - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan berbagai lomba kreativitas anak secara gratis. Perlombaan ini rencananya digelar pada Ahad, 7 Agustus 2016, sejak pagi.

Panitia acara Reza Ahmadi menyebutkan, lomba yang akan digelar di antaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, dan festival rebana.

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Lomba mewarnai (ibu dan anak kategori, PG/TK/RA. Peserta yang mengikuti lomba diharap membawa peralatan sendiri seperti meja dan crayon noncarandas.

Ulama Salaf Online

"Untuk? lomba fashion show (ibu dan anak) kategori PG/TK/RA juga gratis, pesertanya pun terbatas. Peserta yang ikut fashion show dimohon memakai pakaian dengan tema batik Muslim atau Muslimah," kata Reza, Selasa (19/7).

Ia menambahkan, untuk festival rebana kontemporer kategori SMP/ MTs-SAM/MA, peserta membawakan satu lagu bebas dan satu lagu wajib yaitu mars Syubbanul Wathan. Peserta membawa peralatan sendiri seperti rebana dan alat musik elektrik.

Ulama Salaf Online

"Peserta yang sudah konfirmasi pendaftaran bisa registrasi ulang 30 menit sebelum acara (mengingat peserta terbatas). Peserta mendapatkan snack dan softdrink. Seluruh peserta merebutkan juara 1 hingga harapan 3 dan juara favorit, plus uang pembinaan. Untuk konfirmasi pendaftaran bisa hubungi Resty di nomor kontak 085748485444 dan Machfud? dengan nomor 085655264048," tutupnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Ulama, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Minggu, 28 Januari 2018

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Jakarta, Ulama Salaf Online - Pemerintah akan menyerahkan anugerah tanda kehormatan jenis bintang untuk almarhum KH Hasyim Muzadi di Istana Negara pada Selasa, 15 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui Pak Hasyim merupakan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Rezim Jokowi.

Dalam rangka mempersiapkan hari penyerahan anugerah ini Kementerian Sekretariat Negara RI mengundang ahli waris almarhum KH Hasyim Muzadi atau yang mewakili untuk hadir di Ruang Rapat Sekretariat Militer Presiden, Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara RI, Lantai 5, Jalan Veteran, Nomor 18, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 Agustus 2017.

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Ahli waris almarhum atau yang mewakili diminta hadir untuk mendengarkan penjelasan singkat persiapan dari Sekretariat Militer Presiden.

Pak Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pagi, 16 Maret 2017 di Malang. Almarhum dimakamkan di Kompleks Pesantren Al-Hikam, Depok. Pak Hasyim dimanahi sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 1999 di Kediri dan Muktamar NU 2004 di Boyolali.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Pak Hasyim juga terlibat dalam gerakan perdamaian dunia melalui pimpinannya Islamic Conference for International Scholars (ICIS). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Kajian, Ulama Ulama Salaf Online

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan

Tuban, Ulama Salaf Online. Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting untuk mencetak pemimpin masa depan dan mampu menekan kenakalan remaja.

"Saya bangga, Pramuka di LP Maarif NU itu maju, karena kalau Pramuka maju, maka kenakalan remaja akan dapat ditekan dan akan menjadi media pembelajaran untuk mencetak pemimpin masa depan," katanya saat membuka perkemahan LP Maarif se-Jatim di Alun-Alun Tuban, Sabtu.

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan

Didampingi Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, Bupati Tuban Fathul Huda, dan Wakil Bupati Noor Nahar, ia menyampaikan penghormatan kepada LP Maarif NU Jatim yang mampu menyelenggarakan Perkemahan Pramuka Penggalang Antar-Gugus Depan di lingkungan LP Maarif NU (Pergama) VII di Tuban, 30 Juni - 3 Juli 2012.

Ulama Salaf Online

"Pramuka itu merupakan media antara rumah dan sekolah. Kalau di rumah ada orang tua dan di sekolah ada guru, sehingga para remaja akan beres, tapi antara rumah dan sekolah itu ada kekosongan sehingga menimbulkan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan sejenisnya. Nah, LP Maarif mengisi kekosongan itu dengan Pramuka," katanya.

Ulama Salaf Online

Dalam pembukaan perkemahan yang diikuti 2.240 siswa, 184 pendamping, 150 panitia, dan beberapa "peserta istimewa" dari LP Maarif NU NTB, serta dihadiri Wakil Ketua DPRD Jatim H Abdul Halim Iskandar itu, Gus Ipul sempat memberi nilai 9,9 setelah menyaksikan penampilan sejumlah anggota Pramuka se-Jatim dari lingkungan LP Maarif NU itu.

"Ada rasa bangga, karena penggalang gugus depan LP Maarif NU Jatim itu termasuk salah satu Pramuka yang terbaik di Jatim. Artinya, anggota Pramuka LP Maarif itu dibina dan dibimbing instruktur, diarahkan guru, dan diberi ketrampilan memadai, sehingga nggak kalah dari gugus depan dari sekolah lain. Saya beri nilai 9,9," katanya, disambut applaus hadirin.

Menurut dia, apa yang dilakukan LP Maarif NU Jatim itu akan menjadi modal untuk mencetak pemimpin masa depan. "Gus Dur sendiri sewaktu menghadiri perkemahan di Purwokerto, Jateng penah mengatakan Pramuka itu makin hari makin tidak dikenal orang, bahkan bangsa Indonesia mungkin sudah tidak mengenalnya," katanya.

Padahal, katanya mengutip almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pramuka itu mengajarkan hal penting dalam kehidupan yakni mencintai sesama dan mencintai alam melalui gotong royong, disiplin, saling tolong menololong, berbuat baik kepada sesama dan lingkungan.

Dalam perkemahan yang dibuka di Alun-Alun Kota Tuban dan diselenggarakan di lapangan belakang STIT Machdum Ibrahim, Tuban itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah sempat menyerahkan 23 medali dan sertifikat "Maarif Award" untuk 13 perintis Pergama, tiga penyelenggara rintisan Pergama, dan tujuh penyelenggara Pergama (I-VI).

Penerima "Maarif Award" antara lain KH Choiron Syakur, KHA Gaffar Rahman, H Warry Zein, HA Saerozi, H Suharbillah, HM Muchit Syarief, KH Abdullah Shomadi, H Achmad Marzuqi, HM Tsalis Fahmi, H Abdul Hamid Wahid Zaini, dan sebagainya.

Secara terpisah, Sekretaris Panitia Pelaksana Pergama VII-2012, Khoirul Badri mengatakan perkemahan pelajar SMP/MTs se-Jatim itu untuk pertama kalinya diisi berbagai kegiatan kepramukaan dan pembinaan mental dan spiritual dengan sistem evaluasi berbasis internet atau IT.

"Evaluasi berbasis IT itu digunakan empat kepentingan yakni evaluasi soal-soal yang diberikan secara online (soal kepramukaan dan keagamaan), evaluasi administrasi (surat izin, surat kesehatan, dan sebagainya), peserta juga bisa melakukan komplain secara online, dan pemberitaan tentang kegiatan Pergama VII-2012," katanya.

Untuk keperluan itu, panitia menyiapkan tiga server di Pusat IT (Kesekretariatan), menyiapkan satu wifi "standby" (diam) yang bekerja sama dengan Telkom, tiga wifi "mobile" (gerak) yang bekerja sama dengan Pemkab Tuban, menyiapkan 18 komputer (mobile) dan lima komputer (di Pusat IT), dan menyiapkan website/laman beralamat maarif-jatim.or.id.?

Redaktur: Mukafi Niam

sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama Ulama Salaf Online

Jumat, 26 Januari 2018

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Riyadh, Ulama Salaf Online. Langkah Arab Saudi untuk melakukan reformasi kebijakan dan menerabas konservatisme terus bergulir. Yang terbaru, perempuan di negara monarki ini diizinkan mengeluarkan fatwa.

Keputusan bersejarah tersebut merupakan hasil pemungutan suara di Dewan Syura atau badan penasihat resmi Arab Saudi. Sebanyak 107 suara mendukung adanya mufti perempuan.

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Dengan demikian, aspirasi ini mengakhiri monopoli mufti laki-laki yang bertahan selama 45 tahun. Seperti dipaparkan Arab News, Jumat (29/9), para mufti perempuan dipilih oleh dekret Kerajaan.

Aspirasi tersebut semula muncul dari salah satu anggota Dewan Syura dalam pertemuan ke-49, yang meminta Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa, untuk membuka bagian independen untuk perempuan.

Ulama Salaf Online

Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa merupakan satu-satunya badan pemerintah yang berwenang menerbitkan fatwa di Kerajaan Arab Saudi.

Ini bukan kali pertama Arab Saudi mulai terbuka bagi perempuan. Sebelumnya, Raja Salam bin Abdul Aziz mengeluarkan dektrit langka dengan memperbolehkan perempuan menyetir. Keputusan tersebut secara resmi berlaku pada Juni 2018.

Pada perayaan hari nasional 23 September 2017, pemerintah Arab Saudi juga secara perdana memperbolehkan perempuan memasuki stadion lalu menikmati kemeriahan konser musik dan tarian tradional. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Ulama, Tokoh Ulama Salaf Online

Minggu, 14 Januari 2018

Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam

Jakarta, Ulama Salaf Online. Hukuman mati yang telah dijalani oleh terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marianus Riwu juga bisa diberikan kepada terpidana yang beragama Islam yang telah melakukan kesalahan serupa.

Hal itu dikatakan oleh mantan Menteri Agama RI KH. Moh. Tholchah Hasan kepada Ulama Salaf Online di Jakarta (23/9), menjawab pertanyaan seputar sentimen agama yang muncul menjelang dan pasca-pelaksanaan eksekusi mati Tibo Cs yang dilaksanakan Jumat (22/9) dini hari.

Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam

“Bukan hanya Tibo, orang Islam juga kalau melakukan kesalahan serupa telah melalui proses pengadilan telah diputuskan untuk mendapatkan hukuman mati ya kita harius menghormati hukum. Jadi bukan persoalan agama,” kata Kiai Tholchah

Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menegaskan bahwa sampai hari ini hukum posistif kita membolehkan hukuman mati.

 “Di dalam hukum agama Islam apalagi. Orang Islam boleh dihukum mati kalau membunuh dan lalu pihak yang dibunuh atau pemerintah menuntut dia dan telah dibuktikan. Itu disebut qishas. Nah, NU menganut hukum agama asekaligus tidak mengabaikan hukum positif,” kata kiai Tholchah.

Ulama Salaf Online

Soal penundaan dan kelambatan proses eksekusi mati Tibo Cs. yang diklaim banyak kalangan dilakukan secara sengaja oleh pemerintah atau pihak-pihak di belakangnya untuk memperpanas keadaan dan memicu konflik, Kiai Tholhah mengatakan, klaim itu terlalu berlebihan.

“Saya masih percaya kepada pemerintah, mudah-mudahan kepercayaan ini tidak berubah. Bahwa penundaan dan kelambatan prosses eksekusi mati itu hanyalah karena persoalan teknis,” kata Kiai Tholchah. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Ulama Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol

Kuningan, Ulama Salaf Online. Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar mengingatkan kembali filosofi tiga simbol yang disampaikan Syaikhuna Kholil Bangkalan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, yaitu QS Thoha ayat 17-23, tongkat, dan tasbih.

“Para muassis menginginkan NU yang sakti seperti tongkat Nabi Musa. Filosofi tongkat menunjukkan aspek kepemimpinan,” papar Kiai Akhyar, Selasa (24/10) pada Halaqah Alim Ulama se-Wilayah 3 Cirebon, Ciamis, dan Banjar di Pondok Pesantren Mursyidul Falah. 

Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir

Aspek kepemimpinan tersebut, lanjut Kiai Akhyar, meniscayakan NU sebenarnya tidak alergi terhadap politik, namun tentu saja politik yang santun, bermoral, dan menjunjung kemaslahatan umat.

Ulama Salaf Online

Adapun simbol tasbih sebagai fondasi ruhaniyah dan religiusitas dalam ber-NU. 

Untuk menyambut 100 tahun NU, Kiai Akhyar mengusulkan perlunya tiga hal yaitu grand design, grand strategy, dan grand control dalam menjalankan roda organisasi.

Sementara itu, H Ali Anwar Yusuf dari PWNU Jawa Barat mengungkapkan menjadi pengurus NU merupakan khidmah atau pengabdian.

Ulama Salaf Online

“(Pengabdian yang) dilandasi oleh tiga hal yaitu ilmu, keikhlasan dan kesungguhan,” kata H Yusuf.

Sekretaris PCNU Kuningan KH Aang Asy’ari berharap, halaqah ini menjadi momentum menjadikan NU sebagai organisasi tangguh, memperkuat, mengembangkan pemikiran aswaja an-Nahdiyyah, dan menjaga eksistensi NKRI dan ideologi dari gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merongrongnya. (Das/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Fragmen, Ulama Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

Kairo, Ulama Salaf Online. Presiden Mesir Mohammad Mursi mengatakan bahwa negaranya sudah siap untuk memasuki era baru swasembada pangan.

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

Mursi menyatakan pernyataan itu di sela-sela pidato panen raya gandum yang digelar pada Rabu (15/5) kemarin di salah satu ladang petani di Provinsi Alexandria, Mesir Utara.

"Dalam empat tahun kedepan, Mesir akan menghentikan secara total impor gandum dari luar dan lebih mengandalkan produksi dalam negerinya. Mesir siap untuk memasuki era swasembada pangan," demikian kata Mursi sebagaimana dilansir kantor berita Russia Today edisi bahasa Arab (16/5).

Ulama Salaf Online

Meski tercatat sebagai negara yang subur dan hijau serta banyaknya produksi gandum, namun di zaman pemerintahan Mubarak atau pra-revolusi, Mesir justru tercatat sebagai negara pengimpor gandum terbesar di kawasan Timur Tengah. Mesir membeli dan mengimpor gandum didapatkan dari Amerika dan Israel.

Ditambahkan Mursi, produksi gandum di negaranya pada tahun ini terhitung mencapai angka 9,5 juta ton, meningkat 30 persen dari jumlah produksi di tahun sebelumnya.

Ulama Salaf Online

Dua tahun ke depan, kata Mursi, Mesir menargetkan dapat mencapai kuota produksi gandum sejumlah 12 juta ton. Angka ini berarti Mesir sudah mencukupi 80 persen kebutuhan gandum dalam negerinya.

"Dan empat tahun ke depan, Mesir secara total akan menghentikan impor gandum dari luar," sambung Mursi.

Dengan pencapaian angka produksi gandum yang mencapai 9,5 juta ton tahun inim Mesir berarti hanya akan mengimpor gandum sekitar 4 juta ton sampai 5 juta ton saja, padahal sebelum-sebelumnya impor gandum di Mesir mencapai 10 juta ton pertahun.

Penulis: Ahmad Ginanjar Sya’ban

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Tokoh, Ulama Ulama Salaf Online

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Surabaya, Ulama Salaf Online

Tidak semua kaum muslimin di tanah air bisa mendaftar dan berangkat haji. Kementerian Agama (Kemenang) baru saja membuat aturan terkait ibah haji yang perlu diketahui kaum muslimin.

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya, KH Farmadi Hasyim menjelaskan sejumlah aturan tersebut pada kegiatan Ngaji Manasik Haji dan Umrah yang diselenggarakan salah satu kelompok bimbingan ibadah haji di Surabaya, Ahad (15/5).

Ulama Salaf Online

"Kementerian Agama mematok usia minimal calon jamaah haji atau CJH adalah 12 tahun," kata Kiai Farmadi, sapaan akrabnya di hadapan jamaah yang hadir. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. "Aturan tersebut berlaku secara serentak di seluruh Indonesia sejak 18 April 2016," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jatim ini.

Ulama Salaf Online

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menuturkan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan lahirnya keputusan itu. "Salah satunya, masalah kematangan umur atau yang dalam bahasa fiqih disebut baligh," terangnya. Umur dikhawatirkan dapat berpengaruh pada proses ibadah saat di Tanah Suci secara penuh. Hal itu dapat terjadi jika usia minimum pendaftaran tidak dibatasi, lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Farmadi juga menjelaskan PMA Nomor 29 Tahun 2015 merupakan perubahan dari PMA Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Ada beberapa poin yang dihapus atau digantikan dalam aturan tersebut. Misalnya, pasal 4 ayat (1) PMA 14/2012 yang mengatur syarat mendaftar haji sehat jasmani dan rohani (keterangan dokter). Dalam aturan baru, ketentuan itu dihapus dan digantikan dengan syarat usia minimal pendaftaran CJH.

Aturan tersebut pun disusul dengan penghapusan ayat (3) PMA 14/2012 tentang ketentuan penggunaan kartu identitas lain bagi CJH di bawah 17 tahun. Sebab, dengan pembatasan usia 12 tahun, CJH dimungkinkan memiliki kartu identitas resmi saat akan berangkat.

Yang juga layak diketahui publik adalah bagi mereka yang pernah menunaikan ibadah haji. "PMA 29/2015 ini juga mengatur pendaftaran mereka yang telah berhaji," ungkapnya. Sesuai pasal 3 ayat (4), jamaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji baru dapat melakukan pendaftaran haji setelah sepuluh tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir.

"Dengan aturan ini pemerintah akan memberikan prioritas mereka yang belum berhaji, mengingat masa tunggu keberangkatan haji saat ini sudah terlalu lama," jelasnya.

Sebagai abdi masyarakat dan negara, Kiai Farmadi akan terus melakukan sosialisasi sejumlah aturan baru yang akan berlaku untuk musim haji tahun ini. "Penjelasan juga diperlukan sebagai pengetahuan bagi mereka yang akan mendaftar, maupun yang sudah ada kepastian keberangkatan ke tanah suci," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pondok Pesantren, Ulama Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS

Tulungagung, Ulama Salaf Online. Ratusan anggota Banser Tulungagung terus merapatkan barisan untuk mempersempit ruang gerak kelompok radikal ISIS. Mereka mendapat bimbingan intensif dari Banser Nasional dalam menjaga NKRI di kantor GP Ansor Tulungagung jalan Sentot Prawirodirjo, Tulungagung, Kamis (30/4).

“Salah satu gerakan radikal yang dibangun ISIS adalah ingin memecah belah persatuan bangsa Indonesia,’ kata Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser Alfa Isnaeni yang hadir di tengah-tengah ratusan kader Banser tersebut.

Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS

Penolakan dan penentangan kelompok ISIS terhadap Pancasila sebagai dasar negara RI menjadi salah satu indikasi kelompok ini sebagai gerombolan pemecah-belah persatuan bangsa. “Selama ini, bangsa Indonesia dapat bersatu dan besar karena memiliki kesamaan pemahaman antarsuku, yakni percaya Pancasila adalah dasar Negara Indonesia,’’ kata mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur ini.

Ulama Salaf Online

Dalam agenda gemblengan kader Banser ini, Alfa Isnaeni meminta anggota Banser sebagai salah satu banom ormas NU untuk benar-benar solid. “Kader Banser jangan hanya sebagai jamaah, namun harus bisa menjadi jamiyah Banser yang benar-benar mempu memberikan kotribusi riil terhadap pembangunan generasi muda,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Hadir pada agenda yang dibarengi dengan peringatan Rojabiyah ini, Wakil Syuriyah PCNU Jawa Timur KH Hadi Muhammad Mahfud. Pengasuh pesantren Al-Hikmah Mlanten itu berpesan agar kader Banser jangan hanya terlena mengurusi isu-isu. Namun, dalam urusan konsolidasi organisasi harus tetap solid.

“Banser harus tetap solid untuk ikut andil dan berkontribusi dalam pembangunan,’’ katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama, Berita Ulama Salaf Online

Jumat, 17 November 2017

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

Jakarta, Ulama Salaf Online. Peringatan Hari Lahir atau Harlah ke-88 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Jum’at (31/1) malam, diliputi suasana duka menyusul wafatnya Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh pada Jum’at (24/1) lalu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memulai ceramahnya dengan berdoa dan mengenang pemimpin tertinggi NU itu.

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

“Kita bersyukur sekaligus berduka. Bersyukur karena NU saat ini bertambah usia. NU sudah berusia 88 tahun. Kita berduka karena baru saja kita ditinggal ole Rais Aam Almukarram Syekh KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,” kata Kiai Said.

KH Sahal Mahfudh adalah seorang yang alim, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih. Salah satu kitab monumental yang ditulis adalah Thariqatul Husul yang merupakan penjelasan dari kitab Ghayatul Wushul karya ulama Syafiiyah terkemuka, Syekh Zakariya Al-Anshari.

“Kitab? Ghayatul Wushul itu merupakan kitab ushul fiqh yang cukup sulit, namun Kiai Sahal melalui Thariqatul Husul membuat kitab Syekh Zakaria itu jadi mudah. Dan kitab itu ditulis Kiai Sahal pada saat berusia 24 tahun,” kata Kiai Said.

“Kealiman Kiai Sahal tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya sembari merinci tujuh kitab berbahasa Arab yang ditulis Kiai Sahal.

Ulama Salaf Online

Kiai Said melanjutkan, Kiai Sahal merupakan sosok yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang sangat kuat memegang prinsip. Bahasa kita, beliau itu sulit untuk dilobi,” kata Kiai Said di hadapan sekitar seribu warga Nahdliyin yang hadir yang memenuhi aula utama PBNU, termasuk sejumlah kader NU yang aktif di partai politik dan menduduki pos-pos penting di pemerintahan.

Tasyakuran Peringatan Harlah ke-88 didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para pendiri dan tokoh NU. Sejumlah keluarga pendiri dan tokoh NU hadir, antara lain, keluarga KH Hasyim As’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ma’shum, KH Zainul Arifin, KH Djamaluddin Malik, H. Asrul Sani, H Mahbub Djunaidi, dan KH Idham Chalid. (A. Khoirul Anam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Internasional, Ulama Ulama Salaf Online

Jumat, 10 November 2017

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Konflik tanah di Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah berlangsung sejak penggabungan desa 1920. Pada 1932 pemerintah Kolonial Belanda mengadakan klangsiran tanah yang membagi tanah berdasarkan nilai ekonomisnya, dengan tujuan akhir menetapkan pajak yang harus dibayar oleh masyarakat.

Penjajah Belanda mengklaim tanah pada jarak ± 150—200 m dari garis pantai sebagai milik Belanda. Masyarakat menyebutnya sebagai “Tanah Kompeni”, dan melawan Belanda untuk merebut kembali tanah-tanah ini. Pada 1937, Tentara Kolonial Belanda memakai pesisir Urutsewu sebagai arena latihan militer, dan dilanjutkan oleh Jepang pada 1942-5.

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Maret-April 1998 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) melakukan pemetaan sepihak dan melabeli area lapangan tembak dengan “Tanah TNI-AD”, dan meminta tandatangan dari kepala desa di kawasan Urutsewu. Belakangan tanda tangan ini dipakai oleh TNI-AD sebagai klaim pengalihan status kepemilikan tanah, sesuatu yang tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Pada 2006, TNI kembali melakukan klaim lewat mekanisme tanah berasengaja yang dipakai untuk lapangan tembak. Dalam persepsi warga berasengaja adalah tanah yang sengaja di-bera-kan (tidak ditanami) dan digunakan sebagai penggembalaan ternak.

TNI AD meluaskan klaimnya menjadi 1000 m dari garis pantai pada 2007 dan meminta ganti rugi dalam proses pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa. Klaim TNI AD ini memicu perlawanan keras dari masyarakat dalam bentuk pencabutan patok radius 1000 m dari garis pantai. TNI AD mengancam warga terkait perlawanan ini. Belakangan, klaim “jarak 1000 m” TNI AD diakomodir dalam Draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kebumen.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Pada 2008 Kodam IV Diponegoro mengeluarkan surat Persetujuan Pemanfaatan Tanah TNI AD di Kecamatan Mirit untuk Penambangan Pasir Besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang (MNC). Artinya, TNI AD meneruskan klaimnya terhadap tanah di pesisir Urutsewu, sekaligus terlibat dalam bisnis pertambangan pasir besi. Hal terakhir ini diperkuat dengan terlibatnya salah seorang pensiunan TNI-AD sebagai komisaris PT MNC. Per Januari 2011, pemerintah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT MNC selama 10 tahun, tanpa sosialisasi. Dalam surat ini dinyatakan bahwa luasan lahan yang akan ditambang adalah 591,07 ha dengan 317,48 ha diantaranya adalah tanah milik TNI AD.

Hal ini memicu reaksi keras dari warga yang disusul dengan penyerangan warga oleh TNI AD dan berujung pada 6 orang petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka, 6 orang diantara luka akibat tembakan peluru karet dan di dalam tubuh seorang petani lainnya bersarang peluru karet dan timah, 12 sepeda motor milik warga dirusak dan? beberapa barang, seperti handphone, kamera dan data digital dirampas oleh tentara. Tetapi pada Mei 2011, melalui surat Kodam IV Diponegoro, TNI AD mencabut persetujuan penambangan pasir besi yang telah diberikan kepada PT MNC.

Pada 2012, warga menolak pengesahan perda RTRW yang menjadikan Urutsewu sebagai kawasan pertambangan pasir besi dan area latihan dan uji coba senjata berat. Alternatif tuntutan warga adalah “jadikan Urutsewu hanya sebagai kawasan pertanian dan pariwisata”. Masih dalam fase yang sama, warga mengusir PT MNC dari Kecamatan Mirit, meskipun izin pertambangan belum dicabut sampai sekarang (Januari 2014).

Pada Desember 2013, TNI AD melakukan pemagaran dan sudah merambah 2 desa di Kecamatan Mirit, yaitu Desa Tlogodepok dan Mirit Petikusan. Meskipun sudah mendapatkan penolakan yang sangat keras dari masyarakat, tetapi TNI AD tetap melanjutkannya.

Karena itu, kami dari Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dengan ini menuntut kepada Panglima TNI untuk :

1. Memerintahkan penghentian pemagaran di sepanjang pesisir Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jateng oleh TNI AD.

2. Memerintahkan untuk membersihkan semua material, baik yang sudah terpasang maupun belum terpasang dari lokasi pemagaran.

Mengingat mayoritas petani adalah Nahdliyin, kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, kami memohon perlindungan terhadap warga di Urutsewu sehubungan dengan konflik tanah yang berkepanjangan di daerah ini.

Dalam konteks yang lebih luas, mengingat tata kelola sumber daya alam (SDA) yang sebagain besar dikuasai oleh perusahaan asing dan maraknya konflik berbasis SDA di Indonesia dewasa ini, maka FNKSDA:

1. Menuntut Pemerintahan Republik Indonesia supaya menentukan sikap dan tindakan nyata dan sepadan terhadap usaha-usaha yang membahayakan KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan AGAMA.

2. Menuntut Nahdlatul Ulama agar memerintahkan perjuangan “fi sabilillah” guna merebut penguasaan sumber daya alam demi tegaknya KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan Agama Islam.

3. Menyerukan kepada semua warga Nahdliyin dan ummat Islam untuk mempertahankan tanah air dari rongrongan kapitalisme ekstraktif dengan merebut dan menasionalisasi penguasaan Sumber Daya Alam.

________

Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) adalah wadah koordinasi antara Jamaah NU yang memiliki kehirauan mengenai permasalahan konflik pengelolaan sumberdaya alam (SDA), seperti udara, air, tanah, dan segala yang terkandung di dalamnya, terutama yang terjadi di basis NU.

Kelahiran Front ini diawali oleh diskusi tematik bertajuk “NU dan Konflik Tata Kelola SDA” yang diadakan di Pendopo LKiS, Yogyakarta pada tanggal 4 Juli 2013 dengan pembahasan kasus di berbagai daerah di Indonesia. Diskusan sepakat untuk membentuk aliansi dengan tujuan menyiapkan media jaringan untuk kelancaran sirkulasi informasi dan kemudahan pengorganisasian serta mengarusutamakan tata kelola SDA di kalangan NU. (Red: Abdullah Alawi)

Keterangan foto: Warga NU diskusi Fiqih dan Kedaulatan Sumber Daya Alam di PCNU Kebumen, Ahad (26/1).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama Ulama Salaf Online

Senin, 06 November 2017

Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami

Jakarta, Ulama Salaf Online. Staf khusus kepresidenan bidang Bantuan Sosial dan bencana alam, Andi Arief mengakui ada kelalaian di 12 jam pertama kejadian tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat itu. Kelalaian itu disebabkan karena hilangnya alat pendeteksi dini tsunami di perairan tersebut.



Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)
Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)

Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami

"Kita memang lalai pada 12 jam pertama sejak pukul 06.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib ketika itu. Ada kesimpangsiuran berita dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan ada indikasi terjadi tsunami. Tapi, setelah dikonfirmasi tidak terindikasi sehingga peringatan tsunami dicabut, dan ternyata terjadi tsunami,"kata Andi Arief? di Jakarta, Sabtu (30/10).

Bahkan dia mengetahui adanya tsunami tersebut dari media asing. Di mana ketinggian airnya mencapai 3,4 meter - 5 meter bahkan lebih. “Kita juga mengakui keterlambatan evakuasi korban jiwa akibat transportasi yang jumlahnya terbatas,”ujarnya beralasan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) pada Sabtu (30/10) pagi. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 07.55 WIB dan tidak berpotensi terjadi tsunami.

Pusat gempa berada pada kedalaman sebelas kilometer dan berjarak 152 kilometer barat daya Pulau Pagai Selatan, 156 kilometer darat daya Pulau Pagai Utara, 182 kilometer barat daya Pulau Sipura, dan 255 kilometer barat daya Muko-muko, Bengkulu, kata BMKG di lamannya.

Ulama Salaf Online

Gempa susulan terus terjadi di Kepulauan Mentawai sejak terjadinya gempa berkekuatan 7,2 SR yang menimbulkan tsunami pada 25 Oktober 2010. Hingga Sabtu tercatat telah terjadi 20 gempa susulan dengan kisaran kekuatan pada 5.0 SR.

Gempa berkekuatan 7,2 SR, yang memicu tsunami pada 25 oktober 2010, telah menyebabkan 408 orang meninggal, 303 belum ditemukan, 270 orang luka berat dan 142 luka ringan. Selain itu, gempa ini menyebabkan 517 rumah rusak berat dan 204 rusak ringan. Dan, tsunami itu telah menyebabkan sekitar 23 ribu orang hingga saat ini berada di pengungsian. (amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 02 November 2017

Ciptakan Kader Militan, IPNU-IPPNU Wonoasih Makesta

Probolinggo, Ulama Salaf Online - Sebagai upaya menciptakan kader NU yang benar-benar militan dan mau berjuang untuk membesarkan NU di kalangan pelajar, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Selasa (20/12).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Pondok Pesantren An-Nur Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo ini diikuti oleh 80 orang peserta yang merupakan siswa dan siswi dari SMPN 8 Probolinggo, MAN 1 Probolinggo, MTs Intisarul Ulum, MA An Nur, SMPI Riyadlus Sholihin, MTs Mutaallimin? dan SMKN 4 Probolinggo.

Ciptakan Kader Militan, IPNU-IPPNU Wonoasih Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciptakan Kader Militan, IPNU-IPPNU Wonoasih Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciptakan Kader Militan, IPNU-IPPNU Wonoasih Makesta

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Anton, Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Nur Baiti As-Shiddiqy, Ketua PAC IPNUKecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok, Ketua PAC IPPNU Kecamatan Wonoasij Mamlu’ul Hasanah serta segenap pembina.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok mengungkapkan bahwa Makesta merupakan pengkaderan tingkat awal bagi anggota IPNU-IPPNU. Dimana tujuannya adalah untuk memperdalam dan memperkokoh kembali faham Ahlussunnah wal Jamaah.

Ulama Salaf Online

? “Dalam Makesta ini para anggota IPNU-IPPNU dikenalkan pengertian dari materi ke-Aswaja-an, ke-NU-an, kepemimpinan, keorganisasian dan ke-IPNU dan IPPNUan. Sehingga mampu menjaring santri yang benar-benar berakhlak mulia dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Melalui Makesta ini Tatok mengharapkan agar PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Wonoasih tambah mantap dalam belajar, berjuang dan bertaqwa menjalankan syiar IPNU dan IPPNU di Kecamatan Wonoasih.

“Mudah-mudahan Makesta ini mampu menghasilkan kader IPNU-IPPNU yang benar-benar matang dalam segi pemahaman dan segi penerapan sebagai pelajar NU selanjutnya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama, Budaya, Hikmah Ulama Salaf Online

Senin, 30 Oktober 2017

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Untuk memberikan bekal keterampilan dalam hal service dinamo, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo akan memberikan pelatihan service dinamo kepada segenap anggota sebagai bekal untuk menambah pendapatan keluarga.

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo

Tidak hanya digelar di tingkat PAC, pelatihan service dinamo ini juga akan digelar di masing-masing ranting se PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih dengan mendatangkan instruktur yang sudah ahli dalam hal service dinamo. Selain itu juga ada instruktur yang berasal anggota PAC GP Ansor Sumberasih sendiri.

Terobosan baru yang akan dilakukan oleh pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih tersebut disambut antusias oleh segenap pengurus Ansor hingga tingkat ranting. Pasalnya melalui pelatihan ini setidaknya pemuda Ansor dapat memiliki keterampilan dalam service dinamo.

Ulama Salaf Online

“Setidaknya setelah mengikuti pelatihan ini, pemuda Ansor bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan bukan tidak mungkin juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ungkap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Edi Hariyanto.

Menurut Edi, selain sebagai terobosan baru bagi pemuda Ansor, pelatihan service dinamo yang akan dilakukan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih ini merupakan salah satu upaya bentuk kepedulian terhadap kaum nahdliyin dan sekaligus menjadi Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) yang merupakan salah satu program dari GP Ansor pusat.

Ulama Salaf Online

“Mudah-mudahan melalui pelatihan service dinamo, pemuda Ansor khususnya se PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih memiliki bekal untuk menciptakan lapangan pekerjaan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” harap Edi singkat.

Kontributor: Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama Ulama Salaf Online

Senin, 25 September 2017

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Jepara, Ulama Salaf Online. Pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari mengadakan rapat kerja dalam rangka memaksimalkan peran di Gedung MWCNU Nalumsari kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (30-31/8). Mereka dalam rapat ini juga menyusun program kerja ke depan.

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

"Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi pengurus agar kualitas kerja mereka lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Ketua PAC IPNU Nalumsari Lukman Hakim.

Sementara Wakil Ketua IPNU Jepara M Shidiq yang juga hadir dalam rapat itu mengingatkan maksud pertemuan. “Upgrading ini menyadarkan kita terhadap wilayah kerja masing-masing,” kata Shidiq.

Ulama Salaf Online

Shidiq mendorong pengurus anak cabang IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menata ulang pola pikir. Pola pikir kita, ujar Shidiq, harus lebih baik dari pengurus ranting. Ia menyatakan, kepengurusan IPNU Jepara akan memfasilitasi mereka dalam memaksimalkan pengurus ranting. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Ulama Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Rabu, 09 Agustus 2017

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

Way Kanan,? Ulama Salaf Online

Himpunan pengasuh pesantren dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tergabung dalam Lembaga Persatuan Tokoh Islam (LPTI) Wali Songo diketuai KH Rofiul Bashori Annashih menggelar pengajian akbar dengan menghadirkan penceramah Kiai Angling Darma (Gus Hafidz), di lapangan Kampung Way Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Ahad (21/8).

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

"Yang suka mabuk, suka judi silakan, tapi setelah itu ngaji, setelah ngaji ya tobat. Jangan mengulangi perbuatan yang dilarang Allah. Kalau setelah ngaji mabuk lagi, judi lagi, dapat diibaratkan berjalan menuju masjid sambil melempar pecahan kaca di depan langkah, tidak akan sampai-sampai amal ibadah kita, tidak ada gunanya," kata kiai dari Semarang, Jawa Tengah itu.

Ulama Salaf Online

Tampil di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi sekitar 60 tenda, Gus Hafidz mengajak kaum muslim untuk intropeksi diri. Jika shalat sudah, tapi masih diuji dengan utang yang masih banyak misalnya, koreksi shalat dilakukan tepat atau belum, gerakannya sungguh-sungguh atau asal-asalan.

Ulama Salaf Online

"Shalat lima waktu sudah lengkap atau belum? Kalau mendengar adzan subuh kakinya melangkah menuju masjid apa malah ditutup selimut? Sudahkan mata kita digunakan membaca Al-Quran tiga lembar saja dalam sehari?" tanya Gus Hafidz.

Jika demikian yang masih terjadi, kata dia lagi, tidak usah protes dengan ujian yang diberikan oleh Allah. "Maka dari itu ibadah harus serius, harus ikhlas, harus sungguh-sungguh. Setelah mabuk, yang ngaji, tobat, jangan mabuk lagi," ujar dia lalu melantunkan tembang Haram karya Rhoma Irama diiringi orkes melayu Patria Nada.

Ia menegaskan, mabuk sebagaimana disampaikan Rhoma merusak pikiran, karena itu harus dihindari. "Dan jika generasi kita demikian adanya, wajar saja jika Allah murka, dan kita terus diuji dan diuji. Menjadi tugas kita bersama dan para ulama untuk menyelematkan generasi muda dan umat dari hal-hal yang merusak masa depan dan iman," pungkasnya.

Hadir pada pengajian diamankan puluhan anggota Banser dari Way Tuba, Buay? Bahuga, Bumi Agung dan Bahuga tersebut antara lain, Bupati Raden Adipati Surya, Ketua DPRD Nikman Karim, Camat Buay Bahuga Tupoyo, Kapolsek Buay Bahuga AKP Maryadi dan sejumlah pengasuh pesantren setempat. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, Doa, Ulama Ulama Salaf Online

Jumat, 14 April 2017

PBNU: Ketimpangan Ekonomi Ancaman Nyata Persatuan Nasional

Palangkaraya, Ulama Salaf Online - Nahdlatul Ulama (NU) melihat persoalan ketimpangan telah menjadi ancaman nyata bagi persatuan dan kesatuan nasional. Kekayaan dimonopoli segelintir orang yang menguasai lahan, jumlah simpanan uang di bank, saham perusahaan, dan obligasi pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan hal itu terkait dengan latar belakang penyelenggaraan diskusi Kesenjangan Sosial dan Penguatan Ekonomi Warga yang digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Ahad (8/10).

PBNU: Ketimpangan Ekonomi Ancaman Nyata Persatuan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Ketimpangan Ekonomi Ancaman Nyata Persatuan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Ketimpangan Ekonomi Ancaman Nyata Persatuan Nasional

World Bank pada 2015, katanya, menyebut Indonesia adalah negara ranking ketiga tertimpang setelah Rusia dan Thailand, dengan gini rasio mencapai 0,39 dan indeks gini penguasaan tanah mencapai 0,46. 1 persen orang terkaya menguasai 50,3 persen kekayaan nasional, 0,1 persen pemilik rekening menguasai 55,7 persen simpanan uang di bank. Sekitar 16 juta hektar tanah dikuasai 2000-an perusahaan perkebunan, 5,1 juta hektar di antaranya dikuasai 25 perusahaan sawit.

Ulama Salaf Online

"Di sisi lain, 15,57 juta petani tidak punya lahan. Jumlah petani susut dari 31 juta keluarga tani menjadi 26 juta, dua pertiganya adalah petani gurem yang terpuruk karena penyusutan lahan dan hancurnya infrastruktur pertanian," ujarnya dalam jumpa pers.

Ulama Salaf Online

Menurutnya, peningkatan ketimpangan akan mengancam sendi-sendi kebangsaan karena di luar faktor paham keagamaan, ketimpangan ekonomi adalah lahan subur berseminya ekstremisme dan radikalisme.

NU mendorong pemerintah berjihad mengatasi ketimpangan dengan menggalakkan pembangunan inklusif yang berorientasi memajukan kesejahteraan umum dan kemakmuran sebesar-besar rakyat Indonesia.

"Bukan hanya sekadar kesejahteraan segelintir orang atau kelompok saja," kata Kiai Said.

Kegiatan Pra-Munas dan Konbes NU di Palangka Raya hari ini akan mempertajam tema Munas dan Konbes dalam dua sesi seminar yang digelar pagi hingga sore.

Hadir dalam kesempatan ini Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Said Ismail. (Mahbib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Doa, Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 26 Maret 2017

Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri

Tidak semua orang bisa mudik ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, bercengkerama, bersilaturahim, berziarah ke makam leluhur. Tidak semua orang. Contohnya Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih. Ia telah 22 tahun tak berlebaran di Indonesia. Berikut catatan ibu 48 tahun yang telah dikaruniai 5 anak tersebut.

Saya sudah 22 tahun di Malaysia dan selama 22 tahun pula berlebaran Idul Fitri belum pernah di kampung halaman, ke Indonesia. Bukannya tidak kangen pulang kampung, tapi dikarenakan liburan sekolah anak-anak hanya satu minggu sehingga tidak cukup untuk lebaran di kampung dengan kondisi jalan yang macet.

Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri

Selama 22 tahun lebaran di negeri orang membuat saya tidak berkumpul dengan keluarga keluarga yang jauh-jauh. Hanya saya sekeluarga yang tidak dapat datang. Dan jelas saya tidak bisa ziarah kubur kepada ibu dan ayah yang udah wafat.

Ulama Salaf Online

Kemudian rindu masakan pada hari raya. Biasanya ada lontong, ketupat dan sambal goreng kentang. Memang di Malaysia juga ada, tapi rasanya tidak senikmat ibu yang masak.

Ulama Salaf Online

Aduh, saya juga rindu keliling silaturrahim ke rumah saudara-saudara dengan berjalan beramai-ramai

Meski demikian, alhamdulilah di Malaysia, saya mempunya ramai kawan yang dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia; dari kalangan pelajar, pekerja pejabat akan datang ke rumah karena mungkin saya termasuk orang lama di negri jiran ini sehingga ramai yang menganggap saya orang tua khususnya para pelajar.

Alhamdulilah juga saya di Malaysia mempunya orang tua angkat yang asli orang Malaysia sehingga saya bisa silaturrahim ke orang tua angkat pengobat rasa rindu keluarga di kampung.

Untuk melupakan kesedihan karena tidak dapat lebaran di kampung, saya memasak masakan yang biasa dimasak di Indonesia sehingga suasananya hampir sama dengan di Indonesia.

Di antara tetangga satu dengan tetangga lainnya kami saling berkunjung walaupun adat dan budaya berbeda. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin... (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama, Humor Islam, Pertandingan Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock