Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji

Brebes, Ulama Salaf Online. Meski bersuara lembut, Rifdah Khoerunnida tidak memanfaatkan suara emasnya untuk menyanyi, tetapi mengaji. Alhasil, dari lantunan suara merdu, dia keluar sebagai juara I Lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba itu digelar pada 14-16 April 2014 lalu di asrama haji Donohudan Solo.

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji

“Abah membimbingku untuk mengaji, bukan menyanyi,” tutur Rifdah yang kini duduk di bangku kelas VIII SMP N 2 Brebes, saat dihubungi Humas di ruang Kepala Sekolah setempat, Jumat (9/5).

Ulama Salaf Online

Gadis lincah kelahiran Brebes 16 April 2000 ini mengaku tiada hari tanpa mengaji. Ketika mengikuti MTQ tingkat kecamatan, dirinya langsung menggondol kejuaraan. “Sejak kelas V di MI Asyafiiyah Jatibarang, saya dapat juara,” kata Rifdah mengenang masa lalu.

Ulama Salaf Online

Tak heran, ketika menempuh pendidikan di SMP 2 Brebes, dirinya langsung mendapatkan juara di tingkat kabupaten dan provinsi. Di ajang Region Arts and Sains Olympiade (RASO)  2013, dia juga menjadi juara I kelas provinsi Jateng.

Putrid dari pasangan Abah Moh Muzakki dan Umi Musyarofah ini setiap hari berlatih di bawah bimbingan langsung dari Abahnya. Ia berlatih setiap hari di kediamannya di jalan Martapura I nomor 38 Kendawa Jatibarang.

Sedangkan di sekolah, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bersama rekan-rekannya. “Kebetulan, guru ekstrakurikuler MTQ Abahnya Rifda,” terang Kepala SMP N 2 Jatibarang Taufiq yang mendampingi wawancara.

Kata Taufiq, boleh jadi Rifdah memiliki bakat keturunan yang mengalir dari abahnya. Karena Moh Muzakki dulu juga pernah menjadi juara provinsi Jawa Tengah pada lomba MTQ. Taufiq menasihati agar Rifdah untuk optimis menekuni dunia tilawah. “Kamu hebat, Insya Allah ada jalan untuk mencapai cita-citamu,” kata Taufiq memberi semangat.

Menjelang FLS2N tingkat Nasional di Semarang pada 1-6 Juni 2014 mendatang, Rifdah berlatih tanpa henti. Ada pantangan yang tidak boleh dilanggar agar suaranya tetap jernih; tidak diperkenankan minum es dan makan goreng-gorengan.

“Tapi sama abah, saya dianjurkan makan buah-buahan yang banyak mengandung air,” kata Rifdah yang bercita-cita menjadi dokter.

Selain mempersiapkan FLS2N, ia juga mendapat tugas berat sebagai delegasi Jateng pada STQ tingkat Nasional di Batam Kepulauan Riau. “Pada even gerakan gemar mengaji di Batam nanti, saya mewakili Jawa Tengah pada Cabang Tahfidz Tilawah 1 Juz.”

Selain pandai mengaji, Rifdah juga lincah baris-berbaris. Karenanya, ia dipercaya sebagai wakil ketua ekstrakurikuler Paskibra. Ketika berlaga dalam Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat Karesidenan Pekalongan, ia lagi-lagi terpilih menjadi pengatur upacara terbaik.

Keberkahan pun mengalir ke Rifda. Setiap saat, ia diundang mengisi pembacaan kalam Ilahi di setiap pengajian umum baik di desa maupun di kabupaten. Pada acara zikir akbar peringatan Hardiknas satu contoh. Di situ, ia melantunkan ayat suci Al-Quran di hadapan bupati dan ribuan pengunjung.

“Ya, Alhamdulillah saya sering mendapat undangan qiro di pengajian,” pungkasnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Syariah, Berita Ulama Salaf Online

Senin, 19 Februari 2018

GP Ansor Sumenep Bedah Buku "Pesantren: Nalar dan Tradisi"

Sumenep, Ulama Salaf Online - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur, membedah buku bertemakan pesantren, Sabtu (2/4). Bertempat di aula PKPRI Sumenep, acara tersebut berlangsung 3 jam mulai dari pukul 14.00-17.00 WIB.

Buku yang dibedah berjudul Pesantren; Nalar dan Tradisi karya tokoh muda NU Jawa Timur, Gus Baddrut Tamam. Tampak hadir Ketua PCNU Sumemep KH Pandji Taufiq, Ketua PC GP Ansor M Muhri Zaen, penulis buku, 23 pengurus PC Ansor, dan 65 pengurus dari 22 PAC Ansor se Kabupaten Sumenep. Serta, beberapa pengasuh pesantren di Sumenep.

GP Ansor Sumenep Bedah Buku Pesantren: Nalar dan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Bedah Buku Pesantren: Nalar dan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Bedah Buku "Pesantren: Nalar dan Tradisi"

Akademisi NU Sumenep Dr Rahbini, tampil sebagai pembanding. Rahbini mengaku senang dan bangga punya kader NU seperti Gus Baddrut karena dia tergolong santri yang aktivis. "Di tengah kesibukannya, masih sempat menelurkan pikiran cerdasnya untuk kemudian diterbitkan dalam bentuk buku," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan itu, Gus Baddrut berbicara tentang nilai-nilai pesantren harusnya terus kita sandang di mana pun dan jadi apa pun kita. "Oleh sebab itu, kita mesti selalu beretika, santun, dan bersahaja.Santri juga harus siap menghadapi berbagai problem sosial kemasyarakatan," tegas pria yang kini menjabat Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen menegaskan, bedah buku ini adalah rangkaian dalam memeriahkan harlah GP Ansor ke-82. Pihaknya berharap dengan membedah buku kepesaantrenan, peserta bisa mengikuti para pejuang yang sekaligus pengasuh/ pendiri pesantren yang mempunyai jasa besar terhadap bangsa ini.

Ulama Salaf Online

"Pesantren lah yang berperan besar dan bersemangat luar biasa dalam hal ikut andil dalam memerdekakan serta mendidik umat dalam segala aspek kehidupan," tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

Jombang, Ulama Salaf Online. Lembaga Tamir Masjid NU Jombang dibantu pemuda Ansor setempat melakukan pendataan jumlah masjid dan musholla milik warga NU. Kegiatan ini dilakukan untuk mengamankan tempat ibadah warga yang biasa mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah ini sebagai aset NU.

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

"Ke depan kita keluarkan sertifikasi atas pendataan masjid dan mushola yang sudah dilakukan. Sertifikasi itu merupakan bentuk pengamanan asset. Sehingga aset milik NU tidak diambil kelompok lain," ujar Ketua LTMNU Jombang AH Sutari saat pelatihan manajemen masjid bersama GP Ansor Jombang di aula MAN Tambakberas, Ahad (8/2).

Sutari menambahkan, data masjid dan musholla NU yang telah masuk di mejanya sebanyak 2000. Data ini murni yang mengisi adalah takmir masjid dan musholla sendiri. "Kita tinggal mencocokkan dan segera mengeluarkan sertifikasi saja. Ke depan harapannya dengan pelatihan bersama Ansor ini ada penggerak di setiap masjid dan musholla," ujar Sutari.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Zulfikar D Ikhwanto meminta seluruh kader Ansor memfungsikan masjid dan musholla sebagai basis kegiatan kader-kader NU. Tidak hanya itu, diharapkan setiap masjid dan musholla ada Banser yang menjadi penggerak. "Saya sudah intruksikan, minimal satu masjid dan musholla ada 2 Banser. Di samping untuk menjaga aset, Banser harus bisa menjadi penggerak kegiatan," ujarnya.

Keberadaan tempat ibadah milik warga NU, lanjut Gus Antok, menjadi tanggung jawab Ansor bersama Bansernya. "Apalagi seluruh Banom NU bisa menjadikan musholla menjadi semacam sekretariat, sehingga tidak ada lagi kelompok yang bertentangan dengan Pancasila berani mengambil atau menguasai aset milik NU," tandasnya.

Ulama Salaf Online

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar meminta LTM dan Ansor lebih giat lagi untuk meramaikan kegaiatan berbasis masjid dan musholla. "Sudah seharusnya yang menjaga aset dan menjadi penggerak masjid musholla milik warga NU adalah Ansor bersama Bansernya. Jangan sampai masjid dan musholla malah diisi kelompok lain," ujarnya saat membuka kegiatan.

Peserta pelatihan ini terdiri atas pengurus masjid, pengurus MWCNU, pengurus Ansor tingkat anak cabang. Mereka menerima materi penataan organisasi masjid, manajemen dan fungsi masjid dalam kehidupan bermasyarakat. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, News, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

Kunci Kabah yang Dilelang Diminta Kembali

Makkah, Ulama Salaf Online

Kunci Kabah berusia 800 tahun yang tiba-tiba dilelang pekan lalu di Sotheby London diminta pihak penjaga Kabah untuk dikembalikan. Kemungkinan kunci yang laku 18 dolar AS atau sebelumnya dilaporkan dibeli dengan harga Rp 200 milyar itu adalah hasil curian.



Kunci Kabah yang Dilelang Diminta Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Kabah yang Dilelang Diminta Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Kabah yang Dilelang Diminta Kembali

Penjaga Kabah Saleh Al-Shaybi telah meminta bantuan para jutawan muslim untuk membeli kembali kunci Kabah tersebut dan dikembalikan ke Makkah. "Saya kira kunci itu dicuri pada tahun-tahun lalu," katanya.

Menurut sejarawan Arab Saudi, Hani Fairouzi, pencurian itu cukup mengherankan dan menyedihkan. "Ini bukan kriminal biasa," katanya seperti dikutip harian Arab News edisi Kamis (17/4). "Hilangnya kunci itu merupakan tanggungjawab penjaga Kabah," tambahnya.

Ulama Salaf Online

Sayangnya, tak jelas kapan dilaporkan hilangnya kunci tersebut. “Saya imbau pemerintah untuk meneliti kasus ini dan memberi pengaman lebih untuk tidak terjadi kasus serupa. Kerajaan harus berusaha untuk mengembalikan kunci Kabah tersebut," kata Fairouzi.

Menurutnya, OKI, Liga Muslim Sedunia, dan organisasi Islam lainnya harus berupaya mengembalikan kunci Kabah tersebut dengan berbagai cara.

Ulama Salaf Online

Sementara penulis Arab Saudi Intisar Al-Okayl menyebut pencuri kunci Kabah itu sangat tahu nilai benda bersejarah itu.

"Tujuan mereka hanya satu, yaitu uang," tulisnya. Karena itu ia mengimbau kalangan jutawan muslim untuk agar urun dana untuk membebaskan kunci tersebut dengan harga yang sangat mahal sekalipun. (dpg/nur)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Selasa, 16 Januari 2018

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit

Pati, Ulama Salaf Online. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengajak dan mengajarkan warga sekitar cara berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah yang kerap menumpuk sia-sia.

“Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli polybag untuk menawan sayuran seperti sledri, sawi, kangkung, bayam, cabe dan lain sebagainya.” jelas Siswanto, penanggung jawab Devisi Litbang Lakpesdam Pati, Senin (30/11).

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit

Gerakan ini diharapkan menjadi solusi bagi aksi hijau di tengah keterbatasan lahan dan pemanfaatan sampah yang semakin melimpah ruah. Lakpesdam NU Pati membuat percontohan di rumah-rumah pengurus terlebih dahulu, untuk kemudian ditiru masyarakat.

Ulama Salaf Online

“Untuk kali ini rumahnya Khoirun Niam di desa Plukaran Gembong Pati, yaitu pengurus Lakpesdam dari Devisi Kajian dan Penerbitan sebagai tempat percontohan, menanam sledri di media tanam dari plastik bekas,” ujar Ratna Andi Irawan, Ketua Lakpesdam NU Pati

Ke depan diharapkan masyarakat Pati bisa berkebun sendiri di lahan sempit, bisa di depan ataupun samping rumah. Media tanamnya pun bisa cukup dengan memanfaatkan barang-barang rumah tangga yang sudah tak terpakai. Selain mengurangi penumpukan sampah, kegiatan kreatif ini bisa sedikit menghemat anggaran dapur karena sawi, sledri, kangkung, bayam, atau cabe dapat dipetik dari kebun sendiri.

Ulama Salaf Online

Siswanto menambahkan, dalam waktu dekat ini Lakpesdam NU akan mengadakan pelatihan tentang menumpuk rupiah dari sampah. Peserta akan diberikan pemahaman bahwa sampah bisa bernilai ekonomis apabila kita mengetahui cara mengelolanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif

Tulungagung,Ulama Salaf Online

Para pemain kesebelasan Pondok Pesantren Darut Taibin (DaTa) Campur Darat Tulungagung tidak bisa istirahat total. Kesebelasan yang menoreh kemenengan dalam Liga Santri Nusantara, 31 September 2016 di Stadion Brawijaya Kota Kediri lalu tersebut, hanya sempat jeda dua hari. Kemudian mereka langsung digenjot latihan intensif.

Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif

”Tidak ada waktu leha-leha. Anak-anak? langsung? digenjot latihan fisik dan teknik,’’ ungkap? Manajer DaTa Ahmad Syaif’i kepada Ulama Salaf Online Sabtu siang (3/9).

Begitu selesai pertandingan, para pemain diistirahatkan dua hari. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa sekolah dan mengaji.

Ulama Salaf Online

“Pagi setelah subuh senam dan latihan fisik. Terus sekolah. Sore harinya setelah istirahat dia latihan game-game di lapangan,’’ katanya.

Sebagimana diketahui DaTa berhasil menjadi juara Liga Santri Nusantara Region Jatim II. Tim dari kota marmer itu juara setelah berhasil melibas Tim An-Nur 2 Turen Malang dengan skor 3-0. Atas keberhasilan tersebut, DaTa selain lolos ke tingkat Nasional, juga berhak atas tropi juara dari Walikota Kediri.

Ulama Salaf Online

Karena mereka para santri maka tidak ada waktu luang dan leha-leha. Setelah diberi istirahat dua hari oleh pelatih. Mulai Sabtu pagi, merekaharus berlatih lagi.

”Tidak boleh hanya puas setelah menang kemarin karena kompetisi yang? sebenarnya dan yang berat nanti yadi tingkat nasional itu,’’ tambah Agus pelatih DaTa.

Ia yakin, yang masuk babak selanjutnya di tingkat nasional ini nanti pasti tim terbaik karena hasil seleksi se-nusantara.

“Daerah-daerah yang selama ini menjadi sentral pemain pasti akan kuat sepakbolanya seperti daerah-daerah Timur,’’ tambah Agus. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Pidato di PBB, Aktivis NU Ini Ingatkan Pemuda Dunia Tantangan Global

Jakarta, Ulama Salaf Online

Salah satu aktivis NU, Gugun Gumilar, mendapat kesempatan berpidato di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Amerika Serikat. Pada forum “International Young Leaders Assembly 2015” ini ia mengangkat tema “Peran Pemuda di Abad 21”.

Menurutnya, ada begitu banyak tantangan bangsa dunia yang harus diselesaikan. Tantangan terbesar adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, mengatasi kesenjangan ekonomi, serta memberantas korupsi.

Dalam konteks global, pemuda menghadapi tantangan yang tidak ringan. Globalisasi dicirikan dengan persaingan yang makin ketat, dan kondisi ini tidak bisa dihindari. “Dalam waktu dekat, Pemuda Indonesia akan menghadapi free trade era (perdagangan bebas) di kawasan Asia Pasifik dan ASEAN Economic Community 2015,” tutur Gugun di hadapan seribu pemuda dari 90 negara, Selasa (18/) lalu, sebagaina disampaikan dalam siaran pers.

Pidato di PBB, Aktivis NU Ini Ingatkan Pemuda Dunia Tantangan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato di PBB, Aktivis NU Ini Ingatkan Pemuda Dunia Tantangan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato di PBB, Aktivis NU Ini Ingatkan Pemuda Dunia Tantangan Global

Lulusan pascasarjana Harford Seminary hasil program beasiswa PBNU ini menambahkan, kunci untuk memenangkannya adalah dengan meningkatkan daya saing bangsa. Daya saing bangsa yang merupakan akumulasi dari daya saing daerah harus dipacu dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia, variabel-variabel ekonomi, serta penegakan hukum, dan reformasi birokrasi.

Secara makroekonomi, lanjutnya, ekonomi Indonesia telah masuk dalam kelompok negara-negara G20. Namun dilihat dari daya saing sumber daya manusia kita, Human Development Index Indonesia tahun 2014 menurut UNDP masih cukup rendah.

Ulama Salaf Online

“Tahun ini indeks kita (Indonesia) mengalami peningkatan dari ranking 112 menjadi 108. Bandingkan dengan negara-negara ASEAN yang masih unggul dari Indonesia seperti Singapura peringkat 9, Brunei Darussalam peringkat 30, Malaysia di peringkat 62, dan Thailand 89. Begitu pula untuk kelompok negara-negara BRIC, Indonesia kalah dari Rusia di peringkat 57, Brasil di 79, China 91, dan hanya lebih baik dari India di peringkat 135,” kata Gugun Gumilar.

Untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa ini Indonesia mesti mengembangkan kualitas sumber daya manusianya. “Menurut seorang pakar manajemen modern, Forbes, sumber kemakmuran masa depan tidak lagi terdapat pada seberapa besar comparative advantage (sumber daya alam yang melimpah) karena pada akhirnya sumber daya alam akan habis, tetapi oleh competitive advantage, yakni sumber daya manusia,” imbuhnya.

“Kekuatan sumber daya manusia tidak akan pernah habis karena kualitas sumber daya manusia Indonesia adalah penggerak utama pembangunan. Sekarang ini adalah era knowledge based economy. Di mana  kualitas sumber daya manusia menjadi roda penggerak kemajuan ekonomi suatu negara. Kita sudah tidak bisa lagi bergantug pada sumber daya alam saja,” tutup Gugun. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Kiai, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Istri Duta Besar Pemerintah Arab Saudi di Jakarta Azzah Mubarok mengunjungi Kantor Pimpinan Pusat Muslimat NU di Jalan Pengadegan Timur Raya Nomor 2, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (8/7) siang.

Mewakili suaminya, Azzah Mubarok melakukan kunjungan balik. Sebelumnya PP Muslimat NU melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Dubes Pemerintah Arab Saudi, Selasa (2/7).

Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU

Azzah Mubarok disambut oleh pengurus teras PP Muslimat NU. Pengurus PP Muslimat NU yang terlihat hadir menyambut ialah Ketua Himpunan Daiyah Muslimat NU (HIDMAT NU) Hj Mahfudzoh Ali Ubaid dan Ketua III PP Muslimat NU Sri Mulyati ditemani sejumlah pengurus harian PP Muslimat NU.

Ulama Salaf Online

“Dubes Saudi sangat apresiasi dengan gerakan Muslimat NU. Sedangkan istrinya ingin mengenal lebih jauh gerakan Muslimat NU. Karena, kaum ibu yang tergabung dalam Muslimat NU memiliki kepedulian pada isu pendidikan dan isu perempuan,” kata Sri Mulyati kepada Ulama Salaf Online di teras PP Muslimat NU usai kunjungan.

Ulama Salaf Online

Gerakan Muslimat NU terbilang besar hingga melebarkan cabang istimewa di luar negeri. Karena, perempuan di Indonesia bebas berserikat dan bergerak dalam kegiatan sosial, kata Sri Mulyati mengulangi apa yang dikatakan Azzah Mubarok.

Perempuan Indonesia dalam Muslimat NU memanfaatkan kebebasan berserikat untuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan sosial, pendidikan anak usia dini, dan masalah keagamaan untuk kebutuhan kaum ibu, tegas Sri Mulyati menirukan ucapan Azzah Mubarok.

Pertemuan berlangsung selama satu jam. Kunjungan diisi dengan dialog kedua pihak. Sebagai penutup kunjungan, PP Muslimat NU memberi cendera mata berupa plakat Muslimat NU dan buku berisi visi, misi, dan kegiatan nyata Muslimat NU.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Ini Puisi Zawawi Imron di Pembukaan Muktamar NU

Jombang, Ulama Salaf Online. Penyair berjuluk Celurit Emas asal Madura, KH D Zawawi Imron membawakan puisi bertajuk “Indonesia Tanah Sajadah” di pembukaan Muktamar ke-33 NU, Sabtu (1/8) malam di panggung utama Alun-alun Jombang.

Sehari sebelumnya, Zawawi menyatakan, bahwa puisi ini hasil kristalisasi dari puluhan karyanya yang khusus dia persembahkan untuk  hajatan terbesar 5 tahunan NU ini. Berikut puisi karya Zawawi Imron tersebut:

Ini Puisi Zawawi Imron di Pembukaan Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Puisi Zawawi Imron di Pembukaan Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Puisi Zawawi Imron di Pembukaan Muktamar NU

Ulama Salaf Online

Indonesia Tanah Sajadah

Sebelum kita lahir ke dunia ini

Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu

Ulama Salaf Online

Lalu kita diturunkan

Pada sebidang tanah air

Yang membentang dari Aceh sampai Papua

Itulah Indonesia

Yang gunungnya biru berselendang awan

Ada hamparan padi menguning keemasan

Serta pohon kelapa yang melambai di tepi pantai 

Indahnya tanah air kita

Sepotong surga yang diturunkan Allah di bumi

Kita minum air Indonesia menjadi darah kita

Kita makan buah-buahan dan beras Indonesia menjadi daging kita

Kita menghirup udara Indonesia menjadi napas kita

Satu saat nanti kalau kita mati

Kita akan tidur pulas dalam pelukan bumi Indonesia

Daging kita yang hancur 

Akan menyatu dengan harumnya bumi Indonesia

Tanah air yang indah

Harus diurus dengan hati yang indah

Hati yang taqarrub kepada Allah

Kalau Indonesia ingin tetap indah

Harus diurus dengan akhlak yang indah 

Tanah air adalah ibunda kita 

Siapa mencintainya

Harus menanaminya dengan benih-benih kebaikan dan kemajuan

Agar Indah yang indah semakin damai dan indah

Tanah air adalah sajadah

Siapa mencintainya

Jangan mencipratinya dengan darah 

Jangan mengisinya dengan fitnah, maksiat, dan permusuhan

Tanah air Indonesia 

Adalah sajadah

Sampai kita bersujud kepada Allah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Rabu, 13 Desember 2017

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

Kehadiran lailatul qadar ditunggu siapapun. Ia merupakan malam penuh berkah dan kemuliaan. Beribadah pada malam tersebut dianggap lebih baik ketimbang beribadah di bulan lain, sekalipun selama seribu bulan. Begitulah cara Allah SWT mengistimewakan malam ini.

Akan tetapi, tidak ada satupun yang mengetahui kapan waktu pasti kehadirannya. Kepastiannya dirahasiakan oleh Yang Maha Kuasa. Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa lailatul qadhar datang pada sepuluh hari akhir Ramadhan. Karenanya, Beliau SAW memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam tersebut.

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

‘Aisyah mengatakan, “Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Ulama Salaf Online

Hadits ini dijadikan Ibnu Bathal sebagai landasan bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan.

Sementara Abu Ishaq al-Syirazi, dalam kitabnya At-Tanbih menuliskannya sebagai berikut,

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Hal itu bukan berati lailatul qadar tidak terjadi pada malam genap atau sebelum sepuluh terakhir. Sangat mungkin lailatul qadar hadir di malam genap dan sebelum sepuluh terakhir.

Maka dari itu, usahakan beribadah sebanyak mungkin dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Bisa jadi satu dari sekian banyak ibadah yang kita kerjakan bertepatan dengan malam penuh kemuliaan itu.

Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan, “Siapa yang mendirikan (memperbanyak ibadah) pada malam lailatul qadar atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka dosanya diampuni, baik yang berlalu maupun yang akan datang.”

Hadits ini mengisyaratkan kita untuk terus-menerus dan menjaga konsistensi ibadah di bulan Ramadhan karena kita tidak tahu kapan datangnya lailatul qadar.

‘Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, andaikan aku bertemu lailatul qadar, do’a apa yang bagus dibaca? Rasul menjawab, ‘Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku),” (HR Ibnu Majah).

Lagi-lagi kita tidak tahu waktu pasti terjadinya lailatul qadar. Untuk itu do’a yang diajarkan Rasul ini sangat baik untuk dibaca pada terutama sepuluh malam terakhir Ramadhan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Bandung, Ulama Salaf Online. Katib Syuriah PWNU Jawa Barat Prof KH Rachmat Syafe’i mengatakan perbedaan penentuan Hari Raya Idul Adha sebetulnya bukan hanya terjadi antara NU dan Muhammadiyah saja, bahkan di kalangan NU sendiri juga bisa saja berbeda karena berlainan metode penetapan awal bulan.

Menurut Kiai Rachmat perbedaan pendapat sudah biasa terjadi di kalangan ulama salaf dan di pesantren-pesantren, tinggal bagaimana memahami alasan dan dasar yang dipegang. “Jika sudah dipahami, saling menghormati itulah yang harus dikedepankan,” terangnya Sabtu pagi (4/10).

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Sikap masyarakat, lanjut dia harus kembali pada pendapat yang diyakini karena persoalan ini adalah masalah ibadah. Supaya tidak tersinggung, Kiai Rachmat mengajak masyarakat supaya saling memahami.

Ulama Salaf Online

Baginya, toleransi itu sangat penting, yang tidak boleh adalah saling menyalahkan. Ia menjelaskan bahwa toleransi adalah mengajak orang untuk memahami dan bertanya kepada ahlinya. Dianggap penting karena toleransi pengaruhnya sangat besar. “Toleransi adalah sesuatu yang menjadi kewajiban bagi seluruh manusia,” tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Ulama Salaf Online

Kiai yang juga menjadi ketua bidang Fatwa MUI Jawa Barat ini berharap kepada masyarakat supaya meningtkatkan kesadaran toleransi dalam beragama. Ujung-ujungnya inti dari agama, kata dia, adalah memberi nasihat, oleh karena itu harus saling menasihati.

Tingkatkan pengetahuan dengan bertanya kepada ahlinya supaya objektivitasnya tinggi, sehingga agama tidak dipengaruhi emosional yang kaku. Agama memang ada sikap emosional tetapi emosional yang tidak berdasarakan syariah, maka akan terjadi pertentangan yang tidak perlu, tambah Kiai Rachmat.

“Jadi pendekatan utama adalah tidak berdasarkan dalil, tapi bagaimana agama disikapi dengan toleransi dan saling menasehati,” pungkas pengasuh pondok Pesantren Al-Wafa, Cibiruhilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Sutisna Senjaya, Tokoh Pers dari NU Jabar

Raden Sutisna Sendjaya lahir di Wanaraja, Garut, pada 27 Oktober tahun 1890 M dan wafat di Bandung pada 11 Desember tahun 1961. Selain sebagai tokoh NU, ia sangat dikenal sebagai tokoh pers di Jawa Barat.

Ia dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Majalah al-Mawa’idz; Pangrodjong Nahdlatoel ‘Oelama yang diterbitkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tasikmalaya pada bulan Agustus 1933. Pengabdiannya di NU, ia lanjutkan hingga tingkat wilayah. Tahun 1948 menjadi ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat. Selain aktif di NU, ia juga salah seorang tokoh pergerakan di Paguyuban Pasundan.

Sutisna Senjaya, Tokoh Pers dari NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sutisna Senjaya, Tokoh Pers dari NU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sutisna Senjaya, Tokoh Pers dari NU Jabar

Dalam dunia jurnalistik, selain di Al-Mawaidz, ia pernah menjadi redaktur di beberapa surat kabar pada masa penjajahan Belanda seperti Silliwangi (1921-1922). Aktif menulis di surat kabar Sipatahoenan (1923). Dalam menulis, ia sering menggunakan inisial Sutsen.

Ulama Salaf Online

Pendidikan Sutsen ditempuh di Sakola Raja (KweekSchool) di Bandung pada tahun 1911. Sutsen pernah mengajar di HIS Banten kemudian di HIS Bandung. Kemudian ia melanjutkan belajar ke HKS, dan kemudian melanjutkan kembali kegiatan mengajar di HIS Pasundan 1 Tasikmalaya.

Ulama Salaf Online

Pada zaman penjajahan Jepang, ia menjadi anggota Chuo Sangi in. Kemudian menjadi koordinator pergerakan perjuangan rakyat pada zaman revolusi fisik dan anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Tasikmalaya.

Pada zaman penjajahan Belanda, Sutsen bersama pengurus NU Tasikmalaya seperti KH Ruhiat (ayah dari Rais Aam PBNU KH Ilyah Ruhiat), berpandangan, gelar ulil amri bagi pemerintah kolonial harus dipandang sebagai suatu siyasi (politik). Pemerintah Hindia Belanda sebagai pemerintahan yang sah, tetapi statusnya tetaplah penguasa asing yang hanya berkuasa secara politik.

Dengan demikian, pemerintah hanya berwenang mengatur masyarakat berkaitan urusan politik. Masalah lain seperti keagamaan, sejatinya diserahkan sepenuhnya kepada para ulama yang menjadi panutan rakyat. ?

Zaman kemerdekaan, pada tahun 1952, Sutsen menjadi Kepala Kantor Urusan Agama di Jakarta. Setelah pensiun pada tahun 1954, ia bergabung dengan Daya Sunda. Kemudian bersama teman-temannya kembali aktif dalam jurnalistik. Ia menerbitkan mingguan berbahasa Sunda Kalawarta Kudjang (1956) dan bertindak sebagai pemimpin redaksi. (Abdullah Alawi, dari berbagai sumber)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Doa Ulama Salaf Online

Senin, 06 November 2017

Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami

Jakarta, Ulama Salaf Online. Staf khusus kepresidenan bidang Bantuan Sosial dan bencana alam, Andi Arief mengakui ada kelalaian di 12 jam pertama kejadian tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat itu. Kelalaian itu disebabkan karena hilangnya alat pendeteksi dini tsunami di perairan tersebut.



Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)
Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)

Staf SBY Akui Lalai Antisipasi Tsunami

"Kita memang lalai pada 12 jam pertama sejak pukul 06.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib ketika itu. Ada kesimpangsiuran berita dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan ada indikasi terjadi tsunami. Tapi, setelah dikonfirmasi tidak terindikasi sehingga peringatan tsunami dicabut, dan ternyata terjadi tsunami,"kata Andi Arief? di Jakarta, Sabtu (30/10).

Bahkan dia mengetahui adanya tsunami tersebut dari media asing. Di mana ketinggian airnya mencapai 3,4 meter - 5 meter bahkan lebih. “Kita juga mengakui keterlambatan evakuasi korban jiwa akibat transportasi yang jumlahnya terbatas,”ujarnya beralasan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) pada Sabtu (30/10) pagi. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 07.55 WIB dan tidak berpotensi terjadi tsunami.

Pusat gempa berada pada kedalaman sebelas kilometer dan berjarak 152 kilometer barat daya Pulau Pagai Selatan, 156 kilometer darat daya Pulau Pagai Utara, 182 kilometer barat daya Pulau Sipura, dan 255 kilometer barat daya Muko-muko, Bengkulu, kata BMKG di lamannya.

Ulama Salaf Online

Gempa susulan terus terjadi di Kepulauan Mentawai sejak terjadinya gempa berkekuatan 7,2 SR yang menimbulkan tsunami pada 25 Oktober 2010. Hingga Sabtu tercatat telah terjadi 20 gempa susulan dengan kisaran kekuatan pada 5.0 SR.

Gempa berkekuatan 7,2 SR, yang memicu tsunami pada 25 oktober 2010, telah menyebabkan 408 orang meninggal, 303 belum ditemukan, 270 orang luka berat dan 142 luka ringan. Selain itu, gempa ini menyebabkan 517 rumah rusak berat dan 204 rusak ringan. Dan, tsunami itu telah menyebabkan sekitar 23 ribu orang hingga saat ini berada di pengungsian. (amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 10 September 2017

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

Jakarta, Ulama Salaf Online 



Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, reuni, kongres atau apapun namanya boleh saja dilakukan. Apalagi jika dimaksudkan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan sesama warga negara).

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni 212 Boleh Saja, Asal Jangan Jadikan Agama sebagai Tunggangan Politik

Ia mengatakan hal itu ketika mengomentari Reuni alumni 212 yang akan digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12). Reuni itu memperingati aksi yang dilakukan umat Islam setahun yang lalu.   

"Namun, jangan ada upaya untuk mengarus-utamakan agama dalam percaturan politik praktis, apalagi menjadikan agama sebagai tunggangan politik. Politisasi agama akan mengoyak kohesivitas sosial yang pada gilirannya merusak persatuan dan kesatuan bangsa," katanya di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (30/11). 

Ia meminta untuk menjadikan agama sebagai inspirasi dalam  mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan jadikan agama sebagai aspirasi politik. Kesepakatan para pendiri bangsa atas NKRI (mu’ahadah wathaniyyah, konsep negara bangsa) harus kita junjung tinggi.

“Betapa rendah kedudukan agama bila dijadikan aspirasi politik hanya untuk menangguk keuntungan politik elektoral lima tahunan. Apalagi untuk dikonversi dengan perolehan suara dalam politik elektoral.” (Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah, Kiai Ulama Salaf Online

Rabu, 23 Agustus 2017

Menag Tunda Paling Cepat 10 Tahun Registrasi Mereka yang Pernah Haji

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin pada Jumat (29/5), mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) nomor 29 Tahun 2015 yang mengatur pendaftaran calon jamaah haji yang pernah menunaikan haji wajib. Setelah Permen ini keluar, mereka yang pernah berhaji tetapi ingin kembali berhaji bisa melakukan registrasi ulang setelah 10 tahun dari keberangkatan haji sebelumnya.

Menag Tunda Paling Cepat 10 Tahun Registrasi Mereka yang Pernah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tunda Paling Cepat 10 Tahun Registrasi Mereka yang Pernah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tunda Paling Cepat 10 Tahun Registrasi Mereka yang Pernah Haji

“Mulai sekarang diberlakukan bagi setiap calon jamaah yang mendaftar tahun ini dan sudah berhaji, maka paling cepat bisa berhaji lagi sepuluh tahun kemudian. Ini darurat di tengah keterbatasan bahkan pengurangan kuota,” kata Lukman.

Menurut putra KH Saifuddin Zuhri ini, pemerintah sejatinya tidak menutup sama sekali kesempatan berhaji merekayang pernah menunaikannya. Keluarnya kebijakan ini lebih dikarenakan pada pemberian prioritas bagi calon haji yang belum pernah berhaji.

Ulama Salaf Online

“Karena mereka itu tetap diberi peluang setelah sepuluh tahun,” kata Lukman.

Ketentuan dalam Permen ini, tambah Lukman, tidak berlaku bagi pembimbing ibadah. Untuk para pembimbing, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag akan membuat aturan tersendiri.

Ulama Salaf Online

Pasal 3 ayat (4) Permen ini berbunyi bahwa jamaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji dapat melakukan pendaftaran haji setelah 10 (sepuluh) tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir. Sementara Ayat (5)-nya menyebutkan bahwa ketentuan pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak berlaku bagi pembimbing.

Adapun ayat (6) mencatat bahwa ketentuan lebih lanjut pendaftaran bagi pembimbing sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Sebagaimana diketahui, isu penundaan keberangkatan haji mereka yang pernah menunaikannya ini pernah diangkat pada bahtsul masail pra muktamar ke-33 NU di pesantren al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta pada 28-29 Maret 2015.

Pada forum ini, para kiai akhirnya memutuskan agar pemerintah membuat kebijakan soal pelaksanaan haji mereka yang sudah menunaikan haji wajib. Para kiai juga menyebutkan banyak dalil dalam hasil akhir forum ini. Mereka yang pasti menuntut keseriusan pemerintah dalam menangani isu ini dengan memperbaiki database orang-orang yang pernah berhaji. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Kajian, Quote Ulama Salaf Online

Rabu, 26 Juli 2017

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara

Jakarta, Ulama Salaf Online - Seorang calon sarjana filologi sudah tinggal menanti sidang skripsinya. Namun, ia harus mengganti skripsinya, dalam arti membuat ulang sebab naskah yang ia kaji sudah lebih dulu dikaji orang lain. Untuk menghindari hal demikian terulang, Oman Fathurrahman berijtihad untuk membuat sebuah katalog naskah daring yang tidak saja memuat identitas naskah, tetapi sampai pada berapa kali judul naskah tersebut dikutip, di buku mana dan halaman berapa dan sudah diteliti siapa saja.

Hal tersebut diceritakan oleh Muhammad Nida Fadlan, narasumber pada kegiatan Persiapan Penyusunan Manuskrip Keagamaan yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Kementerian Agama di Hotel Takes Mansion, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara

Senada dengan Nida, Kabid Lektur dan Keagamaan Fakhriati menyampaikan, laman yang diberi judul Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts ini dibuat pada dasarnya untuk mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang naskah.

Ulama Salaf Online

“Mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang naskah,” ujar Fahriyati.

Pada kesempatan tersebut, Nida yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menampilkan laman yang sudah lahir semenjak tahun 2010 itu, http://lektur.kemenag.go.id/naskah/. Laman tersebut sudah memuat 3118 judul. Sejak lahirnya, laman tersebut belum mengalami pembaharuan. Oleh karena itu, alumni Pondok Buntet Pesantren itu juga berharap kepada Puslitbanglektur agar laman yang sudah berusia 7 tahun itu dapat mengikuti zaman. Ia juga berharap agar thesaurus itu dapat lebih mudah diakses.

Ulama Salaf Online

“Saya juga berharap agar thesaurus ini lebih handy. Misal dibuat aplikasinya di Playstore,” ujarnya.

Laman yang juga dibidani oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini masih membatasi pada naskah Islam Nusantara. Naskah yang dimaksud mencakup dua bidang, yakni naskah karya ulama Nusantara dan naskah berbahasa Nusantara. (Syakirnf/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Selasa, 27 Juni 2017

Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Ratusan pegiat media sosial (medsos) NU Jawa Tengah menggelar acara Kopi Darat (Kopdar) Netizen NU Jawa Tengah di Aula Kantor PCNU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (8/1).?

Selain pengarahan dan diskusi bersama Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faisal Zaini dan tokoh-tokoh muda NU, dalam acara yang bertajuk Membangun Masyarakat Medsos Yang Edukatif dan Berakhlaqul Karimah itu juga digelar Deklarasi Netizen NU Jateng dengan dipimpin oleh Pengurus Anshor Jawa Tengah, Sholahuddin Al-Ahmadi.?

Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah

Adapun bunyi deklarasi tersebut adalah sebagai berikut:?

Bismillahirrahmanirrahim



Ulama Salaf Online



Kami, Netizen NU Jawa Tengah, siap memposting dawuh-dawuh para kiai Nahdlatul Ulama dan memproduksi karya di media sosial baik berupa video, meme dan artikel untuk dakwah yang inspiratif dan berakhlaqul karimah ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah.





Ulama Salaf Online

La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.





Pekalongan, 8 Januari 2017 M / 9 Rabiul Akhir 1438 H?

(Ahmad Mundzir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Pendidikan, News Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Mei 2017

Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU

Banyumas, Ulama Salaf Online. Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, membuka kegiatan Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU Banyumas, di Pasar Desa Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang, Sabtu (4/5).

Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Banyumas Buka Pasar Rakyat NU

Bupati dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh NU. Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa warga Nahdliyin mempunyai potensi besar dan memiliki kepedulian yang tinggi dalam pembangunan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Banyumas, dalam bidang perekonomian khususnya untuk memberdayakan potensi lokal.

Achmad Husein mengatakan, NU sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis agama Islam terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam memajukan umat di berbagai bidang. 

Ulama Salaf Online

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf, ketua dan pengurus PCNU Kabupaten Banyumas, kepala dinas/lemtekda Pemkab Banyumas, pimpinan unit instansi Kecamatan Ajibarang, dan kepala desa, perangkat serta tokoh masyarakat Desa Ajibarang Kulon.

Kepada para pengunjung Pasar Rakyat, Husein berpesan agar semua menjaga ketertiban. “Jangan saling berebut. Agar bisa saling menghargai, saling membantu dan saling menjaga diri sehingga kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut dapat berjalan aman, tertib dan lancar,” katanya.

Ulama Salaf Online

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Sabtu, 25 Februari 2017

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan

Jakarta, Ulama Salaf Online - Beberapa hari terakhir santer pemberitaan terkait rencana aksi sebagian kecil umat Islam yang mengklaim diri sebagai alumni aksi 212. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin adalah salah satu pihak yang menilai bahwa aksi-aksi tersebut justru berpotensi menciptakan kegaduhan.

Jumat yang bertepatan dengan aksi 299, Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini alih-alih memberikan atensi terkait aksi, justru memilih mengikuti Panen Raya Jagung Musim Kemarau 2017 di Desa Kendali Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan

Menempuh medan yang tak selalu mulus, cicit Syekh Nawawi Al-Bantani ini membiarkan tangan halusnya tergores tajamnya daun dan batang jagung.

Ulama Salaf Online

Kiai Maruf mengapresiasi langkah Pemkab Lamongan, Asosiasi Tani Nelayan Andalan, juga Asosiasi Petani Jagung Indonesia bersama-sama para petani di Lamongan yang mampu meningkatkan hasil jagung mereka hingga 300 persen bila dibandingkan masa panen sebelumnya.

Inisiatif demikian, tambahnya, lebih mulia ketimbang aksi-aksi yang justru berpotensi memicu kegaduhan. (Red Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Kamis, 23 Februari 2017

BMT NU Cabang Kesamben Siap Diresmikan

Jombang, Ulama Salaf Online

Sejumlah kebutuhan untuk pendirian cabang Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ? telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari teknis pendirian, gedung beroperasi hingga sumber daya manusia (SDM) atau pengelola cabang BMT-NU tersebut.

Sekretaris BMT NU Jombang pusat, Muhammad Muchlis Irawan saat dihubungi menyatakan bahwa pendirian cabang BMT NU Kesamben dipastikan pada hari Ahad, (21/2/2016). Kurang lebih dari dua bulan sebelumnya rencana pembentukan cabang BMT ini sudah dibincangkan dengan intensif oleh pengurus BMT-NU pusat dan warga ? nahdliyin Kesamben. “Iya sudah pasti tanggal 21 (besok, red),” katanya kepada Ulama Salaf Online, Jumat malam (19/2/2016).

BMT NU Cabang Kesamben Siap Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Cabang Kesamben Siap Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Cabang Kesamben Siap Diresmikan

Senada dengan pernyataan tersebut, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kesamben, Lin Inayatul Ainiyah menegaskan selain peresmian cabang BMT NU, juga akan dilangsungkan peresmian gedung NU serta penyerahan secara simbolis bantuan dari Ketua DPRD Jawa Timur, Halim Iskandar.

“Semuanya sudah kami persiapkan, dan untuk acara hari Ahad besok adalah peresmian gedung NU dan BMT-NU sekaligus penyerahan simbolis bantuan dari Pak Halim kepada Fatayat dan Muslimat NU,” tuturnya.

Ainiyah yang juga sebagai pengurus BMT NU itu menambahkan, pada kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 400 orang. Mereka terdiri dari pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), badan otonom (banom) NU setempat dan perwakilan dari lembaga sekolahan di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif se-Kecamatan Kesamben. “Insyaallah akan dihadiri 400 orang dari MWCNU dan Banom NU serta Kepala MI, MTs dan MA Ma’arif se Kecamatan Kesamben,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Hadits, Pahlawan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock