Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Jombang, Ulama Salaf Online. Selama bulan Muharram, PC Muslimat NU Jombang Jawa Timur menyelenggarakan layanan kesehatan gratis di sejumlah lokasi. Kegiatan bekerjasama dengan sejumlah pihak, dan berpindah ke sejumlah kecamatan.

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Ahad (16/10) kemarin, kegiatan diselenggarakan di halaman keluarga Nyai Hj Marfuah yang juga sesepuh Muslimat Anak Cabang Perak, Jombang.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Hj Hasanah menyampaikan bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama PC Muslimat NU Jombang dan Dinas Kesehatan setempat. "Sebagaimana diketahui bahwa Muharram merupakan bulan amal bakti sosial bagi Muslimat NU se-Indonesia," katanya.

Dan PC Muslimat NU Jombang dengan berbagai elemen masyarakat termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh warga mengadakan bakti sosial di seluruh kecamatan. "Beragam kegiatan diselenggarakan termasuk santunan anak yatim dan pengobatan gratis," terangnya.

Ulama Salaf Online

"Silakan manfaatkan kesempatan ini. Yang mau periksa kolesterol, asam urat dan diabetes monggo gratis," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Perak. Tak pelak, ulahnya mengundang tepuk tangan warga yang memadati lokasi. "Apalagi buat para embah, panjenengan tidak perlu jauh-jauh menyeberang jalan ke Puskesmas," lanjutnya.

Kegiatan yang didukung Unipdu Medika, Stikes ICME, STIKES Pemkab dan RSIA Muslimat tersebut mendapat apresiasi dari warga. "Ini pertanda baik lantaran besarnya kesadaran warga akan kesehatan," kata Khudrotun Nafisah, ketua panitia.

Sebelumnya, Hj. Munjidah Wahab mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangkaian peringatan bulan Muharram. "Sehingga kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 30 Oktober 2016 mendatang," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Bakti sosial juga sebagai perwujudan nyata kepedulian PC Muslimat NU untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga masyarakat, khususnya nahdliyin. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pahlawan, Warta Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Penyebaran informasi dan berita bohong (hoaks) baik melalui lisan maupun tulisan untuk kepentingan apa saja, termasuk politik, harus dihindari demi menjaga keutuhan hubungan persaudaraan sebangsa dan persaudaraan sesama manusia.

Hal ini diingatkan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin yang akrab dipanggil Gus Ishom, Kamis (21/9) yang saat ini masih berada di Kota Madinah dalam rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji.

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Menurutnya Keinginan hawa nafsu untuk menjatuhkan citra baik orang lain dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran agama dan norma-norma ketimuran harus cepat dikekang.

"Sangatlah tidak patut meraih kehormatan diri dengan cara menjatuhkan martabat orang lain, lebih-lebih dengan memfitnah orang terhormat yang selalu nenjaga kehormatannya," ujarnya.

Oleh karena itu menurutnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit lisan dan tulisan yang saat ini banyak sekali tersebar dengan mudahnya dan membahayakan bagi pembacanya.

Ulama Salaf Online

Yang pertama adalah tidak terburu-buru memercayai berita yang tidak jelas kebenarannya dengan bersikap kritis dan membiasakan tabayun, kroscek atau klarifikasi.

"Cegahlah diri sendiri atau orang lain dari menyampaikan berita dusta itu, baik dengan lisan atau tulisan," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar jangan mudah berburuk sangka kepada siapa saja karena sebagian buruk sangka itu perbuatan dosa.

Ulama Salaf Online

"Jangan turut serta atau terlibat dalam mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Sampaikan kritik yang konstruktif dengan prosedur yang benar dan cara yang santun," tegasnya.

Selanjutnya Ia mengingatkan agar jangan suka mengikuti hawa nafsu untuk suka bermusuhan dan membenci saat tidak setuju dengan pihak lain. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Warta, Olahraga Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Jakarta, NU.Online
Perubahan? pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) dari pola birokrasi menuju paradigma profesional masih menyisakan sejumlah kontroversial dimasyarakat.? Hal ini terlihat dari pola penerimaan mahasiswa dengan 2 pola seleksi? yaitu, Penelurusan Minat Bakat dan Potensi (PMBP) dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang sebelumnya satu jalur lewat UMPTN.

Dibeberapa perguruan tinggi negeri yang menggunakan pola BHMN (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor) menuai kritik karena dengan pola baru tersebut dianggap mematikan potensi mahasiswa yang tidak mampu secara finansial. dan berpotensi menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus.

Komentar tersebut dikemukakan sejumlah kalangan, Senin (16/6), setelah sejumlah PTN berlomba membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru dengan memasang tarif Rp 15 juta hingga Rp 150 juta. Langkah PTN menjaring dana dengan berbagai cara itu menyusul kebijakan dijadikannya kampus mereka sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN), yang diharuskan untuk mencari dana sendiri

Menanggapi "komersialiasi" PTN tersebut, Mendiknas Malik Fadjar menegaskan, ukuran masuk perguruan tinggi tetap akademis, dan sumbangan yang ditetapkan sama sekali tidak menghilangkan ukuran akademis itu. "Saya selalu menekankan jangan sampai uang menjadi persyaratan utama untuk masuk sekolah," ujar Malik usai menghadap Wakil Presiden Hamzah Haz di kantor Wapres di Jakarta, Senin.

Malik? mengatakan, sumbangan itu sifatnya sukarela. Ditanya mengapa sampai ada yang mematok Rp 150 juta, Malik menjawab, "Yang penting itu terbuka, transparan, dan akuntabilitasnya terjamin. Itu saja." Malik menambahkan, besarnya sumbangan tidak perlu diberi batasan. "Kita berikan peluang kepada masing-masing untuk tetap memperhatikan kemampuan (uang) dan persoalan (akademis). Ukurannya harus tetap akademis. Dulu juga kita sudah punya aturan seperti itu, tapi tidak jalan karena banyak mahasiswa mengaku dari golongan tidak mampu," katanya.

Ditanya soal mekanisme kontrol tentang sumbangan itu, Malik menjawab, "Kan sudah ada wali amanah dan dewan akuntabilitas akademis."

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro, pembukaan jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa baru PTN harus disertai dengan akuntabilitas penggunaan anggaran dan jaminan mutu akademik. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas akan mengevaluasi kinerja PTN yang membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru di luar jalur reguler. Berdasarkan evaluasi tersebut pemerintah akan membuat rambu-rambu menyangkut penerimaan mahasiswa baru yang berorientasi pencarian dana.

"Intinya, setiap PTN boleh saja mencari dana melalui penerimaan mahasiswa baru. Akan tetapi, harus transparan soal penggunaan anggaran, tidak diskriminatif, dan lebih penting lagi hasil seleksinya harus sesuai standar mutu akademik," kata Satryo Soemantri? Brodjonegoro

Sementara menurut? anggota Komisi VI DPR Ferdiansyah dari Fraksi Partai Golkar "Aturan itu ibarat menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus," kata , menilai maraknya pembukaan jalur mandiri di kalangan PTN itu. Walaupun mahasiswa jalur mandiri dipersyaratkan mengikuti seleksi, dipertanyakan siapa yang bisa menjamin bahwa PTN bersangkutan bisa obyektif.

"Karena niat dari awal mencari dana, PTN bersangkutan bakal tergiur dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa. Kalau begini, hasil seleksi bisa jadi tidak merupakan pertimbangan utama," katanya.

Dalam pelayanan akademik, lanjut Ferdiansyah, akan sangat sulit bagi PTN untuk berlaku sama rata terhadap seluruh mahasiswanya. Ada kemungkinan mahasiswa jalur mandiri dimanjakan dengan sejumlah kemudahan, termasuk dalam persyaratan kelulusan mata kuliah. Hal yang buruk itu akan terakumulasi nantinya dalam mutu kelulusan sarjana.

Sementara itu, kendati sejumlah PTN favorit berlomba-lomba membuka jalur khusus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tetap bertahan dengan sistem yang ada selama ini.

"ITS tidak akan ikut serta menyelenggarakan program serupa," kata Rektor ITS Dr Ir Mohammad Nuh DEA. "Dalam menyeleksi calon mahasiswa baru, kami tetap mengutamakan nilai akademis calon mahasiswa. Selain itu, ITS juga memiliki nilai-nilai tetap, salah satunya berupa tanggung jawab sosial, dengan memberikan kesempatan memperoleh pendidikan bagi siapa pun," ujarnya.

Rektor ITS menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah nilai-nilai yang mereka tetapkan dalam menerima mahasiswa baru.Tanpa menyalahkan PTN yang telah menerapkan kebijakan program khusus tersebut, Nuh menandaskan bahwDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Olahraga, Warta Ulama Salaf Online

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Minggu, 28 Januari 2018

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

Bandung,Ulama Salaf Online

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Barat mengadakan kegiatan Reuni Alumni dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Salah satu buah dari pertemuan tersebut adalah perencanaan pembuatan gedung sekretariat 3 Lantai.

Menurut Ketua Pelaksana kegiatan tersebut Muhtarom, biaya untuk pembangunan gedung dan pembelian tanah sudah terkumpul sebagian.

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

"Barusan, seperti yang kita dengar sudah terkumpul 150 meter dari (target) 500 meter untuk pembangunan gedung Ika PMII," katanya pada Reuni Alumni IKA-PMII, di kampus UNINUS, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Pada (21/8).

Ulama Salaf Online

Rencananya, gedung akan dibuat tiga lantai sebagai sentral dari kegiatan PMII seperti pelatihan, kaderisasi dan pusat komunikasi para alumni.

Ulama Salaf Online

"Di atas tanah 500 meter ini akan dibangun 3 lantai. Lantai pertama untuk aula, lantai kedua untuk kantor IKA dan lantai ketiga untuk kantor yayasan," jelasnya.

Setelah Muswil, lanjutnya, ke depan akan dimatangkan persiapan pembangunan perguruan tinggi yang akan dikelola oleh para alumni.

"Memang sekarang ada beberapa tanah yang diwakafkan ke yayasan untuk pembangunan perguruan tinggi, mudah - mudahan bisa terwujud," ujarnya.

Ketua Alumni IKA PMII Jabar Numan Abdul Hakim mengaharapkan agar para alumni bisa di garda terdepan menyelesaikan persoalan bangsa.

"PMII harus tampil, katakanlah, menjadi peniup peluitnya ketika tidak ada yang tidak beres baik itu sistem politik, sistem sosial dan sebagainya," ujarnya.

Dia juga mengimbau agar alumni PMII berkiprah di NU. "Kita berharap, (alumni) PMII tidak berhenti ketika dia punya jabatan saja, termasuk memikirkan NU sebagai organisasi sosial yang dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat," lanjutnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Mabin PB IKA PMII KH Ahmad Bagdja, dan sekitar 350 alumni dari berbagai daerah di Jawa Barat. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta Ulama Salaf Online

Minggu, 14 Januari 2018

Orang Mampu Mengaku Miskin

Sering kita jumpai orang mampu tapi mengaku orang miskin. Pengakuan tersebut sebenarnya lebih dikarenakan faktor mental, yakni orang tersebut bermental miskin, karena keserakahannya terhadap harta yang ingin dimilikinya. Orang seperti itu tidak akan merasa cukup sebelum semuanya menjadi milik dia.

Oleh karena itu, pengelola zakat harus berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya jangan sampai salah sasaran ke tangan orang yang bukan mustahiq. Jika pemberian itu  berupa hibah memang orang yang mampu berhak menerimanya. Asalkan penerima adalah orang yang membutuhkan atau pemberi hibah bermaksud mencari pahala. 

Dalam I’anatut-Thalibin disebutkan bahwa jika ada seseorang yang membayar zakat sebelum waktunya (ta’jil), dan orang fakir penerima zakat itu sudah tidak berhak lagi menerima zakat ketika waktu zakat tadi tiba, maka harta yang telah dizakatkan diambil lagi oleh muzakki. Memang orang yang mengaku fakir dan miskin bisa dibenarkan tanpa melalui sumpah, hanya saja orang kaya tidak mendapat bagian zakat. Demikian juga dijelaskan dalam Ma’rifatus-Sunan wal Atsar yang disusun Al-Baihaqi, “Tidak sah shadaqah diberikan kepada orang kaya dan orang mampu.”

Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Mampu Mengaku Miskin

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fii Syarhil Minhaj, Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan: “Jika pemberian diwakilkan kepada orang lain, dan barang diberikan kepada orang yang tidak diizinkan oleh muwakkil, maka penerima barang harus menggantinya (dhaman).” Demikian juga seorang karyawan atau pekerja yang mengaku belum dibayar (diberi upah) padahal sudah dibayar. Kemudian orang tersebut diberi upah, maka pemberian tersebut tidak halal baginya.

Ulama Salaf Online

Hal ini dikarenakan dia telah berbohong sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar: “Jika seorang pekerja mengaku belum dibayar (diberi upah) secara bohong, kemudian ia pun diberi upah, maka ia tidak halal baginya untuk menerimanya dan ia tidak bisa memiliki upah tersebut.” 

Dengan kata lain orang yang mampu dan berada tetapi mengaku-ngaku miskin dengan tujuan medapatkan zakat dan kemudian ia mendapatkan zakat. Sesungguhnya zakat yang diterimanya menjadi barang yang haram bagi dirinya. Wallahu a’lam bish shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Warta, Tokoh Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Jepara, Ulama Salaf Online. Masih dalam suasana bulan Syawal, selain dimanfaatkan untuk melaksanakan halal bihalal saling maaf memaafkan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Fathan Subchi memanfaatkan hari kemenangan dengan melakukan dialog interaktif dengan warga NU Jepara yang berlangsung di aula Gedung Haji/ IPHI, Jalan MT Haryono Kompleks Islamic Center, Jepara, Kamis (30/7).

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Kegiatan yang diikuti ratusan orang ini melibatkan perwakilan MWCNU, Badan Otonom NU serta tamu undangan dari unsur lain. Juga dihadiri perwakilan dari Pemkab Jepara.

Dalam paparannya, Fathan menyampaikan dalam kurun waktu 10 bulan masyarakat boleh kecewa dan merasa belum puas dengan kinerja DPR tetapi pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu menjelang 1 tahun ini pihaknya melakukan reses selama 5 kali. Reses adalah turun ke rakyat mendengar dan mendengar aspirasi rakyat.?

Ulama Salaf Online

Pada periode 2014-2019 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi sosial, agama dan pemberdayaan perempuan. Misalnya perihal haji, pihaknya meminta Kemenag untuk melakukan reformasi. Karena sebagaimana hasil studi banding di Turki di sana penyelenggaraan haji dikelola 2 badan pemerintah menangani 80 % dan swasta 20 %.?

Ulama Salaf Online

“Di sana ada juga badan pengelola keuangan haji,” lanjutnya.

Karena itu RUU Haji perlu dirumuskan kembali oleh DPR. RUU lain yang ia tangani ialah Disabilitas atau penanganan orang cacat.

Masih di komisinya Wakil Ketua PP Lazisnu juga memperjuangkan keberadaan dana bagi pesantren dan madrasah. Menurutnya dana senilai 20-25 trilyun layak untuk pengembangan pesantren dan madrasah agar pendidikan agama menjadi semakin bagus.

Ia menegaskan tidak boleh ada dikotomi sekolah dan madrasah sehingga 20% anggaran untuk agama. Sebab dengan agama moral bangsa menjadi lebih baik. Agar lebih baik perlu ditopang dengan sumber pendanaan yang mencukupi. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Pendidikan, Warta Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan

Jepara, Ulama Salaf Online. Aktor senio Slamet Rahardjo, menyebut Saifin Nuha atau Alex Komang merupakan “mutiara” dari Pecangaan Jepara. Desa Pecangaan Kulon kecamatan Pecangaan merupakan kampung kelahiran lelaki yang menghembuskan napas terakhir pada usia 53 ini.

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan

Alex muda, anak seorang kiai kampung KH Shohibul Munir memberanikan diri untuk hijrah ke Jakarta dan menemui sutradara kenamaan Teguh Karya. Meski ia sempat diejek sebagai anak kampungan, namun lambat laun ia diterima sebagai muridnya.

Waktu itu, Teguh Karya akan menerimanya dengan syarat dilarang malas dan harus tekun. Dengan bekal ketekunan, patuh terhadap guru lambat-laun kiprahnya makin diterima masyarakat.

Ulama Salaf Online

Buktinya ia pernah menyabet predikat aktor terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 1987. “Jakarta hanya sebagai pembungkus. Mutiaranya salah satunya lahir dari Pecangaan,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Bagi lelaki kelahiran Serang, Banten 66 tahun ini, Alex memang memiliki kebiasaan unik. Saat teman di sanggar tidur, ia bangun. Saat orang tertidur lelap ia malah bangun. Meski begitu keberadaannya semakin mewarnai sanggar teater Popular.

Sehingga Slamet meyakini kepergian almarhum tidaklah sia-sia. Sebab sudah banyak karya kebudayaan ia dedikasikan untuk bangsa dan negara.

Memet panggilan masa kecil Slamet juga mengenal ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) sebagai warga “bintang sembilan” tulen. Terbukti dengan keikutsertaannya dengan lembaga NU, Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU.

Kakak kandung Erot Djarot ini menambahkan kematian adalah keniscayaan. “Pergilah kamu, Alex. Pergilah dengan baik. Kamu tidak dipanggil oleh bupati, tidak gubernur dan tidak juga presiden. Tetapi kamu dipanggil oleh Allah. Datanglah dengan terhormat,” tuturnya.

Hanya doa, lanjutnya, yang bisa dipanjatkan untuk mengantarkan kepergian Alex Komang ke tempat peristirahatan terakhir. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Warta, Jadwal Kajian Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Gagasan Islam Damai di Ruang Publik

Oleh Muhammad Aras Prabowo



Islam damai memiliki prinsip al-tawassuth, yaitu jalan tengah, tidak ekstrem kanan atau kiri. Prinsip tawazun, yakni menjaga keseimbangan dan keselarasan, sehingga terpelihara secara seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat, kepentingan pribadi dan masyarakat, dan kepentingan ? agama dan negara. Prinsip al-tasamuh, yaitu bersikap toleran terhadap perbedaan, sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Prinsip ta’adul (keseimbangan) Ahlussunnah wal Jamaah terefleksikan pada kiprah mereka dalam kehidupan sosial, cara mereka bergaul serta kondisi sosial pergaulan dengan sesama Muslim yang tidak mengkafirkan serta senantiasa ber-tasamuh terhadap sesama Muslim maupun umat manusia pada umumnya.

Gagasan Islam Damai di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagasan Islam Damai di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagasan Islam Damai di Ruang Publik

Corak ini pula yang mendatangkan kekaguman dari berbagai negara. Termasuk, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik memuji keberadaan pesantren yang ternyata berperan dalam menyebarkan kedamaian. "Selama 2,5 tahun, saya hanya mendengar tentang Pesantren Tebuireng yang punya peran sangat penting dalam sejarah Indonesia, dan saya yakin akan punya peran penting untuk masa depan Indonesia ke depan. Jadi, saya di sini untuk mempelajari dan melihat bagaimana Indonesia bisa lebih berhasil (mengatasi ekstremisme dan radikalisme)," ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (28/4). (Republika.co.id)

Meskipun umat Islam sebagai warga negara mayoritas, tapi tidak membuat rasa egois dalam diri penganutnya untuk mendominasi dengan pemeluk keyakinan yang lain. Perbedaan suku, ras, agama dan budaya disatukan dalam sikap nasionalisme terhadap negara. Salah satu guru bangsa sekaligus mantan presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid sebagai bapak pluralisme mananamkam sikap saling menghargai antarsesama warga negara tanpa memandang suku, ras, agama dan budaya. Beliaulah yang banyak memahamkan bangsa ini pentingnya toleransi terhadap perbedaan dalam kehidupan bernegara.

Namun, belakangan ini kata kafir, bid’ah dan sesat seringkali mewarnai ceramah keagamaan baik di masjid, lingkungan kampus, lingkungan sekolah (rohis) maupun di media (televisi, youtube, facebook dan media sosial yang lain). Kelompok tersebut seringkali menampilkan Islam yang marah, padahal kita butuh Islam yang ramah bukan Islam marah, kata Gus Dur. Kelompok tersebut menganggap dirinya yang paling benar.

Pertarungan kebenaran dalam wacana agama bermula dari klaim kebenaran yang dibuat oleh masing-masing kelompok. Klaim kebenaran itu lahir dari interpretasi atas teks otoritatif yang diperkuat oleh pemegang otoritas dalam agama. Klaim kebenaran sejatinya adalah hal pokok yang mendasari dan diperlukan dalam setiap keyakinan. Seseorang akan merasa nyaman dengan keyakinannya ketika ia, secara sadar, meyakini kebenaran dari nilai-nilai yang tertuang dari keyakinannya tersebut. Namun, ketika interpretasi tertentu atas klaim kebenaran tersebut menjadi proposisi yang menuntut pembenaran tunggal dan diperlakukan sebagai doktrin kaku, maka kecenderungan terhadap penyelewengan dalam agama muncul dengan mudah. Kecenderungan itu merupakan tanda-tanda awal kejahatan atas nama agama (Kimball, 2003: 84).

Ulama Salaf Online

Di mata mereka, sebuah negara menjadi musuh Islam dengan bertindak melawan kehendak hukum syariah, pada gilirannya mereka berpendapat bahwa orang-orang yang mendukung pemerintah murtad dan karena itu pembunuhan orang-orang semacam itu dapat diterima secara religius (Doran diedit oleh Hoge Jr & Rose 2001, halaman 35). Gagasan seperti ini harus diantisipasi, guna menjaga keutuhan bangsa.?

Gagasan tentang softpower ini pertama kali dibahas oleh Joseph Nye, dia menyatakan alih-alih penggunaan kekuatan, dengan kekuatan keras, softpower lebih bergantung pada diskusi dan debat, dengan menggunakan persuasi ideologis (Nye 1991, halaman 259-60).

Kelompok-kelompok islam moderat yang ada di Indonesia, seperti Nahdatul Ulama, harus merebut ruang-ruang publik dalam menyebarkan Islam damai. Pertarungan seperti ini tidak bisa dihindari guna mempersempit ruang gerak meraka. Gagasan Islam damai harus disebarkan lewat berbagai media (televisi, youtube, facebook dan media sosial yang lain) sama seperti metode yang mereka gunakan. Intensitas akan mengeser posisi mereka di tempat-tempat strategis.

Ulama Salaf Online

Bagi organisasi kemahasiswaan, memperbanyak diskusi di pojok-pojok kampus juga menjadi salah satu alternatif yang cukup strategis. Agar proses kaderisasi merka terhambat, dengan memberikan pemahaman Islam yang damai kepada mahasiswa, khusnya bagi mahsiswa yang baru masuk. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gusdurian dan organisasi lainnya herus hadir di tengah-tengah mahasiswa untuk mengemban tugas tersebut.

Selain di lingkungan kampus, lingkungan sekolah harus menjadi perhatian. Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) yang wilayah kaderisasinya di sekolah harus memaksimalkan perannya dalam menularkan gagasan Islam damai kepada para siswa. Organisasi intra sekolah seperti Rohani Islam (rohis) harus di jadikan sebagai wadah dalam sosialisasi.

Teori Public Sphere Habermas mengatakan bahwa ruang terbuka publik adalah arena pertarungan ide dan gagasan, setiap kelompok mengambil peran ? dalam ruang publik dan berusaha mengambil kuasa, pemenangnya adalah: ide dan gagasan yang dikelola dengan baik, kuantitas ide dan gagasan yang masuk ke ranah publik.

Sinergitas gerakan akan mengambil kuasa dan peran ? dalam ruang publik mulai dari masjid, lingkungan kampus, lingkungan sekolah (rohis) maupun di media (televisi, youtube, facebook dan media sosial yang lain) akan melahirkan sebuah kaderisasi yang massif. Tentunya, akan mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok yang merasa dirinya paling benar. Dan gagasan Islam damai akan mengakar di setiap ruang-ruang publik. Dengan begitu, keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara akan selalu kuat dan terpelihara dengan gagasan Islam damai.





Penulis adalah Gusdurian Makassar/PMII RE UMI Makassar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta Ulama Salaf Online

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta

Jakarta, Ulama Salaf Online
Menyusul aksi warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) yang menuntut dibubarkannya FPI, MMI dan HTI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membantah dirinya telah diusir oleh ormas-ormas Islam radikal dalam acara Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta, Jawa Barat (23/5) lalu. Menurutnya, yang terjadi hanyalah kesalahpahaman saja.

"Siapa yang diusir, saya dari awal sudah bilang sama panitia bahwa saya tidak bisa mengikuti acara sampai habis. Begitu selesai berbicara dan tanya-jawab, saya langsung pulang. Bukan pengusiran," kata Gus Dur saat hadir dalam acara bincang-bincang di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (27/5)

Kesalahpahaman terjadi dalam acara yang digelar PC GP Ansor Purwakarta tersebut. Gus Dur dan beberapa anggota FPI saling tuding yang mengakibatkan penandatanganan prasasti kebersamaan yang sedianya dilakukan oleh para pemuka agama, pemerintah dan elemen masyarakat lainnya batal.

Akibatnya, Jumat (26/5) lalu sejumlah massa pendukung Gus Dur dari Garda Bangsa mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan FPI, mereka tidak menerima aksi pengusiran yang dilakukan terhadap mantan Presiden RI ke-4 tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani menyatakan bahwa tuntutan para pendukung Gus Dur tersebut tidak bisa dipenuhi. “FPI tidak bisa dibubarkan. Ada kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (26/5) lalu.

Firman menolak pernyataan bahwa polisi memberi angin segar bagi FPI sehingga dua organisasi tersebut bisa bertindak anarkis. "Kami memberikan angin segar kepada mereka yang berserikat secara baik," ujarnya.

Bahkan, kata Firman, polisi masih menahan 21 anggota FPI di Bekasi karena bertindak anarkis, walau ada sejumlah anggota FPI yang berunjukrasa meminta 21 anggota yang ditahan dibebaskan. Menurut Firman, mereka tidak akan dilepaskan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, Santri, Pertandingan Ulama Salaf Online

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta

Jumat, 29 Desember 2017

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

Jombang, Ulama Salaf Online. Aqidah Ahlussunah wal Jamaah secara substantif telah ada sejak zaman sahabat. Pendiri madzhab ini, Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari, lalu menyusun doktrinnya secara sistematis, sehingga menjadi pedoman atau madzab resmi umat Islam.

Demikian disampaikan Ketua Aswaja NU Center Jombang Ustadz Yusuf Suharto saat mengisi Sekolah Aswaja yang digelar PYF (Pro Yakin Fondation) bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Jatirejo dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Ahad (10/5) malam.

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

“Kita jangan ragu berpaham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Karena selain paham yang mayoritas dianut muslimin didunia, Aswaja ini secara sanad (mata rantai) keilmuan paling jelas dibanding paham-paham yang lain, bahkan mereka itu tidak mempunyai mata rantai sehingga paham mereka perlu dipertanyakan kebenarannya,” tambahnya.

Ulama Salaf Online

Tapi, menurutnya, jumlah yang sangat besar di dunia bisa melengahkan para penganutnya. Sehingga, tingkat militansi dakwahnya bisa tertinggal dari kelompok-kelompok Islam non-moderat yang berseberangan dengan paham Aswaja.

“Kenapa NU sekarang terlihat adem-ayem, secara amaliah kalah dengan HTI, PKS yang tiap hari jamaah terkontrol, puasa Senin-Kamisnya juga. Kenapa? Mungkin dikarenakan kita terlalu asyik dengan jumlah kita yang banyak,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Sekrteris Perstuan Guru NU (Pergunu) Jombang ini menilai, sebanyak 80 persen Muslim di dunia adalah penganut paham Aswaja, ada yang berafiliasi ke Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari. “Kita terlalu gemuk hingga untuk jalan saja susah,” tuturnya.

Sekolas Aswaja kali ini mengusung tema “Memperkuat Paham Ahlussunah wal Jamaah di Era Globalisasi”. Sekolah Aswaja diagendakan hingga 6 kali pertemuan yang diselenggarakan satu bulan sekali di Rumah Belajar PYF, Pacolgowang, Jombang, Jawa Timur.

Menurut H Abdul Rojak, ketua PYF, Sekolah Aswaja penting diadakan untuk memberi wawasan kepada mahasiswa yang kini hampir tidak pernah mendikusikan masalah-masalah yang berhubungan dengan Aswaja. Sekolah Aswaja diharapkan mampu mengarahkan mahasiswa agar tidak terjerumus ke aliran-aliran yang mengatasnamakan Aswaja namun dalam praktiknya jauh dari nilai-nilai Aswaja yang moderat dan toleran. (Aldo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pondok Pesantren, Warta, Hadits Ulama Salaf Online

Kamis, 28 Desember 2017

Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketika membandingkan tentang logika berpikir antara orang Barat dan orang Islam, peneliti sejarah Islam Nusantara, Agus Sunyoto menyampaikan bahwa logika berpikir Barat lebih cenderung bersumber pada hal-hal materialistik atau bendawi.

Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam

"Kita lihat logika berpikir Barat dari angka. Munculnya angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0 itu niru angka Arab pada Abad pertengahan, sebelumnya I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X. Logika berpikir Eropa itu hanya sampai pada angka V, kelipatan V, kelipatan V, angka X itu dua V yang digabungkan dan dibalik satunya jadinya X,” terang Agus Sunyoto di hadapan Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta Kelas Ciganjur, Jumat (26/9).

Menurut Agus Sunyoto, penulisan angka itu merupakan bentuk internalisasi dari logika berpikir yang mengedepankan alam material atau bendawi.

Ulama Salaf Online

“Kenapa? Sebelumnya orang Eropa itu asumsinya terbatas, jadi angka I contohnya lidi-nya satu, angka II lidi-nya dua, angka III lidi-nya tiga, angka IV lidi-nya satu sebelum angka V, angka VI lidinya satu setelah angka V dan seterusnya, makanya dulu itu tidak ada perkalian dan pembagian, mereka hanya punya simbol tambah (+) dan kurang (-).”

“Anda bisa membayangkan bagaimana ngitung perkalian dan pembagian menggunakan angka Romawi,” tambah Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) itu.

Ulama Salaf Online

Penulis buku “Atlas Wali Songo” itu pun menyebutkan bahwa angka Romawi tidak mempunyai angka 0, selain itu jika dibandingkan antara angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 0 dengan angka ?, ?, ?, ?, ?, ?, ?, ?, ?, dan ? ternyata mempunyai kemiripan.

Walaupun logika berpikir Arab bisa mengubah logika berpikir Barat dalam hal angka, tambah Agus, namun tidak demikian dengan sebaliknya. Sebab dalam pemikiran Arab angka yang besar itu ada disebelah kiri, sementara angka romawi sebaliknya, dengan demikian angka yang di sebelah kiri lebih besar dari angka yang ada di sebelah kanan, contohnya adalah angka 9001 itu lebih besar dari angka 1009.

“Ini saya diberi tahu sama teman yang ngambil kuliah Pascasarjana di Amerika, ternyata logika berpikir matematis ini tidak bisa diubah karena sudah berkembang di dunia,” pungkasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Warta Ulama Salaf Online

Selasa, 26 Desember 2017

Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Demak, Ulama Salaf Online

Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak menyelenggarakan kegiatan Jalsah Mubarokah bersama Al Habib As Sayyid Amin bin Muhammad bin Ali Al Hasaniy dari Lebanon, cucu dari As Sayyidi Asy Syaikh Abdul Qodir Al jilani. 

Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Kegiatan tersebut di laksanakan di Masjid An Nur Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, yang diikuti oleh santri, kiai dan pengasuh yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Futuhiyyah. 

Pihak pondok mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas  kehadiran Al Habib As Sayyid Amin bin Muhammad bin Ali Al Hasaniy dari Lebanon, yang sebelumnya juga sudah pernah hadir juga cucu Syekh Abdul Qodir Al Jilani lainnya, yaitu Asy Syaikh As Sayyid Muhammad Asyrof Kalim Asyrof Al Jilani dan Asy Syaikh As Sayyid Jamal Asyrof Asyrofi Al Jilani dari India, dan juga Syekh Muhammad Fadhil Al Jilani dari Turki. 

Pesantren Futuhiyyah memang berkeinginan untuk menghadirkan para cucu Syekh Abdul Qodir Al Jilani, yang mana beliau adalah mursyid Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsyabandiyyah yang sanadnya sampai kepada Syekh Abdul Qodir Al Jilani. 

Selanjutnya dalam Mauidhoh Al Habib As Sayyid Amin bin Muhammad bin Ali Al Hasaniy mengajak kepada hadirin untuk menggunakan waktu sebaik-baik mungkin, untuk mencari ilmu, beribadah, beramal sholeh, aktivitas yang bermanfaat pada orang lain, dan lain sebagainya. 

Ulama Salaf Online

Dia menjelaskan tentang kandungan surat Al Mujadilah ayat 11, bahwasanya Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman sekaligus orang yang berilmu.

Dia juga menjelaskan tentang hukum mencari ilmu, ada hukum yang sifatnya fardu ‘ain (wajib bagi setiap orang) yaitu ilmu tentang syari’at, dan juga ada hukum mencari ilmu yang sifatnya fardu kifayah (wajib bagi sebagian orang) seperti halnya ilmu kedokteran, ilmu perbintangan, dll. 

Pada kesempatan tersebut Sayyid Amin memberikan ijazah secara umum untuk mengamalkan bacaan tahlil (La ilaha illah) 100 kali, istighfar 100 kali dan sholawat 100 kali setiap pagi dan sore. (Abdus Shomad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Makam, Warta Ulama Salaf Online

Jumat, 22 Desember 2017

Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) H. Rhoma Irama sowan ke PBNU pada Selasa (5/1). Ia diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya, lantai 3 gedung PBNU, Kramat Raya 164, Jakarta.

Pria yang dikenal sebagai raja dangdut tersebut memperkenalkan bahwa partainya berpaham Ahlussunah wal-Jamaah. Bahkan di AD/ART disebutkan Islam yang mengikuti mazhab empat. Dengan demikian, partai tersebut sesuai dengan NU.

Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Idaman, Rhoma Irama Sowan ke PBNU

Pada kesempatan itu, ia mengajak warga NU untuk membesarkan partai tersebut. “Saya tahu NU sudah punya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa, red). Kalau PKB anak emas, Partai Idaman anak peraknya,” ungkapnya sambil tersenyum. ?

Ulama Salaf Online

Ia menyebutkan, partainya merangkul semua pihak. Ia mengistilahkannya dangan partai pelangi. Namun ia berharap, agar NU lebih dominan di partainya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, sampai saat ini, Partai Idaman sudah memiliki Pengurus Wilayah di seluruh provinsi. Sementara di tingkat kabupaten dan kota sudah terbentukratusan Cabang.

Ulama Salaf Online

Kiai Said menyebutkan, status NU adalah khittah 1926, tidak ikut partai mana pun. Tapi warga NU boleh iktu partai apa pun.

Menurut dia, meskipun bebas memilih partai, warga NU punya standar sendiri dalam memilih, yaitu partai yang Ahlussunah wal-Jamaah.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU H M Sulton Fatoni, Bendahara PBNU H Bina Suhendra, Rais Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, Ketua Lembaga Ta’mir Masjid PBNU H Mansur Sayerozi, Wakil Sekretaris Jenderal Andi Najmi. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta Ulama Salaf Online

Rabu, 13 Desember 2017

Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Dewan Tahfiz Al-Qur’an Dunia (al-Hayah al-Alamiyyah li Tahfizh Al-Quran) mengumumkan rencana digelarnya Musabaqah Tahfizh Al-Quran (MTQ) tingkat internasional putaran keenam di kota Jeddah, Saudi Arabia awal bulan Ramadhan nanti.

Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah

Kantor berita Moheet (26/7) melansir, selain MTQ internasional, Dewan Tahfiz Al-Quran juga akan menggelar acara pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkhidmah untuk kitab suci itu, mulai para qari, pengajar, penulis dan pengkaji di bidang kajian Al-Qur’an.

Penghargaan yang diberikan oleh Dewan Tahfiz Al-Quran akan meliputi sepuluh bidang, yaitu tokoh pengkhidmah terbaik atas Alquran tahun 1434 H, perguruan tinggi Al-Qur’an terbaik, perlombaan Al-Qur’an terbaik, lembaga tahfiz Al-Qur’an terbaik, program telvisi dan radio Al-Qur’an terbaik, situs Al-Qur’an terbaik, penghargaan para qari internasional dan juga kajian terbaik dalam bidang pengajaran Al-Qur’an.

Ulama Salaf Online

Acara MTQ internasional merupakan acara rutin yang digelar setiap satu tahun sekali, tepatnya setiap bulan Ramadhan oleh Dewan Tahfiz Al-Qur’an dunia. Gelaran acara tersebut juga untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan yang disebut juga sebagai bulan Al-Qur’an. Tahun lalu, acara tersebut digelar di Kairo, Mesir.

Ulama Salaf Online

Penulis: Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Ubudiyah, Warta Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU

Jombang, Ulama Salaf Online

Warga Nahdhatul Ulama (NU) Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur resmi memiliki Baitul Mal wat Tamwil Nahdhatul Ulama (BMT-NU) cabang setempat dan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU), Ahad (21/2/2016) pagi menjelang siang.

Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU

Melengkapi momentum peringatan hari lahir (harlah) ke-90NU, peluncuran BMT-NU juga peresmian kantor MWCNU tersebut dilakukan secara bersamaan. Hal ini merupakan kegembiraan tersendiri bagi masyarakat Nahdliyin, khususnya di Kesamben dan warga NU secara umum.

Peresmian yang dilangsungkan di aula kantor MWCNU Kesamben itu dilakukan Ketua NU Jombang, KH Isrofil Amar dan didampingi Ketua DPRD Jawa Timur, H A Halim Iskandar, Ketua DPC PKB Jombang, M Subaidi Mukhtar dan Ketua BMT-NU Jombang pusat, Khairul Anam.

Dalam sambutannya, Kiai Isrofil mengapresiasi terhadap kesolidan kinerja pengurus MWCNU Kesamben dan badan otonom (banom) NU yang lain untuk mendirikan lembaga keuangan mikro tersebut.  

“Kami sangat senang karena di Kesamben mulai Muslimat, Fatayat, Ansor dan banom yang lain sangat kompak,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Ia berharap kesolidan dan kebersamaan yang sudah dilakukan mereka hendaknya terus berlanjut hingga BMT-NU menjadi lembaga keuangan yang maju dan berkembang pesat, dan tidak mengenyampingkan tujuan awal berdirinya BMT-NU untuk menjembatani kesejahteraan warga masyarakat. “Semoga kebersamaan yang sudah dilakukan oleh Nahdliyin Kesamben bersifat selamanya,” harapnya.

Sementara Halim, begitu dia disapa setiap harinya disaat yang sama menyatakan akan terus mendorong pengembangan BMT-NU. Menurutnya optimalisasi pengembangan lembaga perekonomian sangat berkaitan dan mendorong dengan agenda besar Jawa Timur ke depan, yaitu pengembangan bidang ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan.

“Kita berdayakan ekonomi warga NU. Jangan sampai ekonomi Indonesia dimasuki ekonomi liberal,” tegas Halim, Ketua DPW PKB Jatim ini.

Ia juga memberikan bantuan kepada Pengurus Fatayat NU Kesamben berupa sepeda motor untuk kebutuhan operasional, dan kepada Pengurus Muslimat NU berupa peralatan kantor.

Ulama Salaf Online

Sementara M Subaidi Mukhtar, salah satu orang yang sangat berperan dalam pendirian gedung MWCNU dan BMT-NU di Jombang menegaskan bahwa BMT-NU tersebut adalah satu dari delapan BMT-NU yang difasilitasi oleh DPC PKB Jombang. 

“BMT NU kesamben ini adalah salah satu paket program yang telah disiapkan oleh DPC PKB Jombang. Saya sampaikan selamat atas diresmikannya BMT NU di kecamatan Kesamben ini,” kata Subaidi yang juga Wakil Ketua DPRD Jombang ini.

Namun demikian, melihat perkembangan BMT-NU yang begitu pesat di tiga MWC-NU Jombang yang sudah ada, menurutnya, DPC PKB Jombang akan mempercepat gerakan ekonomi kerakyatan yang dikelola Lembaga Perekonomian (LP) NU Jombang tersebut. yang semula target rampung pada tahun 2019 untuk 8 BMT-NU, namun akan dilakukan akselerasi sehingga pada 2017 mendatang semuanya sudah berdiri.

Dengan diresmikannya gedung MWCNU dan BMT-NU, Iin Inayatul Ainiyah, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat yang juga sebagai Pengurus BMT-NU Kesamben berharap akan menambah semangat dan kerjasama yang baik dalam menjalankan program NU yang sudah direncanakan. 

“Semoga dengan diresmikan gedung MWCNU akan menambah semangat seluruh pengurus MWCNU serta banom-banomnya dalam berorganisasi dengan niat berjuan di jalan Allah. Kepada para pengurus BMT-NU mari kita mantapkan niat, berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan BMT-NU, karena lembaga keuangan ini berjalan dengan baik jika pengelolaan dilakukan dengan baik dan tentunya didasari dengan SDM yang mumpuni,” ucapnya. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, Makam Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren

Jember, Ulama Salaf Online - Wacana penerapan full day school yang digagas Mendikbud Muhajir Efendi terus menggelinding sebagai perbincangan publik. Mereka terbelah kepada yang pro, dan juga yang kontra. Tapi sesungguhnya, bagi dunia pesantren, full day school bukan sesuatu yang baru. Bahkan durasi dan pola pengajaran di pesantren lebih dari sekadar full day.

Pendapat ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jember H Hobri Ali Wafa. Menurutnya, jika memang salah satu latar belakang munculnya ide full day school adalah karena pendidikan di rumah dinilai kurang berkualitas, maka pesantren seharusnya menjadi alternatif.

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren

"Full day school yang sesungguhnya yaitu memondokkan anak di pesantren. Hal ini jika diasumsikan bahwa pendidikan anak di rumah kurang berkualitas," kata H Hobri kepada Ulama Salaf Online di Jember, Kamis (11/8).

Ulama Salaf Online

Ia menyatakan bahwa sah-sah saja full day school diterapkan asalkan tidak mengabaikan unsur-unsur edukasi dan bermain anak. Menurutnya, full day school bisa membantu orang tua dalam melakukan perlindungan terhadap anak dengan menitipkannya lebih lama di sekolah. Untuk masalah bermain, di rumah juga kadang-kadang cara bermain anak tidak terkontrol dan kurang berkualitas, apalagi sekarang zamannya game.

"Full day school bagus, tapi yang lebih bagus lagi adalah memondokkan anak di pesantren. Apalagi sekarang banyak pesantren yang memiliki lembaga formal dengan kualifikasi modern dan maju," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Hobri mengaku khawatir penolakan terhadap full day school, imajnya akan menjalar ke pesantren dengan asumsi-asumsi yang tidak menguntungkan. Sebab, bisa jadi kegiatan pendidikan di pesantren yang begitu padat, juga akan dicap tidak memberikan ruang bermain pada anak serta memforsir mereka untuk belajar.

"Asumsi ini sangat keliru. Pesantren walaupun disiplinnya tinggi, tapi sistem pengasuhannya seperti ibu dan anak," kata mantan aktivis PMII Universitas Jember ini. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Nasional, Warta Ulama Salaf Online

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat

Jember, Ulama Salaf Online. Peningkatan kualitas dan performa IPNU-IPPNU Cabang Kencong, Jember, Jawa Timur terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggelar Diklat Administrasi dan Paduan Suara.

Kegiatan yang digelar? Ahad (29/1) di aula MTs. Negeri Kencong tersebut diikuti oleh 40 peserta. Mereka berasal dari unsur Pimpinan Anak Cabang, Ranting dan Pimpinan Komisariat? IPNU-IPPNU se-Cabang Kencong.

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat

Menurut Ketua IPNU Cabang Kencong, Muhammad Mansyur, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberi bekal kepada peserta dalam? mengelola organisasi agar kedepan lebih baik dan tertib. Dikatakannya, selama ini secara umum pengelolaan administrasi di lingkungan NU masih jauh dari harapan. Padahal, penataan dan pengelolaan administrasi itu bagian tak terpisahkan dari kemajuan organisasi. “Tertib administrasi itu penting agar roda organisasi berjalan sesuai relnya,? dan ini bagian dari penguatan struktural juga,” ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Alumni Universitas Islam Jember (UIJ) itu menambahkan, selama ini penguatan struktural organisasi di lingkungan NU lebih menitikberatkan kepada rekruitmen anggota dan konsolidasi internal. Pengembangan visi yang berbasis Ahlussunnah wal-Jama’ah selalu menjadi titik tekan organisasi di lingkungan NU, dan itu berjalan dengan baik.

“Tapi ketika berbicara administrasi, susah. Padahal fungsinya? banyak. Salah satunya adalah ukuran dan capaian kinerja ada di situ. Data-data anggota dan sebagainya juga penting, dan di situlah perlunya tertib administrasi,” ungkapnya.

Sementara Diklat Paduan Suara bertujuan untuk mendorong kader IPNU-IPPNU yang punya minat atau bakat di bidang tarik suara agar dapat dikembangkan. Diungkapkan Mansyur, sejatinya potensi seni itu ada dalam jiwa mansuia, sehingga perlu digali dan didorong agar berkembang.

Ulama Salaf Online

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap rekan-rekan yang punya bakat di bidang tarik suara. Kami beri pelatihan dengan mendatangkan yang ahli di bidangnya,” jelas Mansyur. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, News, Warta Ulama Salaf Online

Rabu, 29 November 2017

GP Ansor Kalsel Helat Kemah Bakti Aswaja di Tanah Laut

Tanah Laut, Ulama Salaf Online

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Selatan menggelar Kemah Bakti Aswaja Generasi Muda Nahdlatul Ulama se-Kalimantan Selatan pada 27 April hingga 1 Mei 2016. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan BP3T Tambang Ulang, Tanah Laut, Kalsel ini mengusung tema “Integralisasi Doktrin Kebangsaan dan Keislaman untuk Keumatan".

Peserta kemah berjumlah 675 dari berbagai badan otonom NU seperti Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Fatayat NU, dan organisasi semiotonom GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

GP Ansor Kalsel Helat Kemah Bakti Aswaja di Tanah Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kalsel Helat Kemah Bakti Aswaja di Tanah Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kalsel Helat Kemah Bakti Aswaja di Tanah Laut

Di dalamnya ada pendidikan keaswajaan, bakti sosial, sosialisasi bahaya narkoba, dan berbagai lomba mulai dari lomba hafalan Al-Qur’an, puitisasi Al-Qur’an, cerdas cermat, pidato, masak, hingga stand up comedy. Dalam kemah lima hari ini ada pula Diklat Terpadu Dasar Banser dan Fatser (Fatayat Serbaguna).

Ulama Salaf Online

Kemah ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi. Turut hadir Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, Bupati Tanah Laut H Bambang Alamsyah, Waketum Pimpinan Pusat GP Ansor M Khairul Amri serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kalimantan Selatan. Dalam pembukaan ini, H Sahbirin Noor dan H Bambang Alamsyah menerima anugerah sebagai pembina Banser Kalimantan Selatan ditandai dengan pemasangan jaket Banser.

Tentang kegiatan ini, PW GP Ansor Kalse menegaskan komitmennya untuk menjadi benteng bagi Ahlussunnah wal Jama’ah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ulama Salaf Online

“Diminta atau tidak GP Ansor akan selalu menjadi benteng dan garda terdepan dalam membela Ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terang Harun Nur Rasyid, Ketua PW GP Ansor Kalimantan Selatan.

Menpora dalam kesempatan itu mengingatkan kader NU bahwa mereka akan menggadapi tangan glonal yang kian berat. Karena itu, sangat penting mempersiapkan diri secara matang. "Ke depan menjadi seorang pemimpin tidak mudah diraih, sehingga bekal harus diperoleh dengan baik, salah satunya melalui Kemah Bakti Aswaja Ansor," ujar Imam Nahrawi yang kehadiran disambut atraksi drum band GP Ansor dan Tari Puji Bastari dari Pleihari.(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta Ulama Salaf Online

Kamis, 23 November 2017

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Makassar, Ulama Salaf Online. Pengurus LP Maarif NU Sulawesi Selatan menyelenggarakan rapat kerja di Gedung NU Sulsel, Rabu (17/12). Mereka bertemu untuk mengevaluasi dan membuat langkah kerja ke depan dalam rangka mewujudkan pendidikan di lingkungan NU yang kian diminati masyarakat.

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut 2015, Ma’arif NU Sulsel Benahi Tata Kelola Kelembagaan Pendidikan

Ketua LP Maarif NU Sulsel Abdur Rahim Sanjata mengatakan, keberadaan Maarif Sulsel sebagai lembaga yang mengurusi pendidikan di Sulawesi Selatan sangat dibutuhkan dan ke depan sekolah atau madrasah NU mesti dikelola secara profesional tanpa meninggalkan rutinitas nilai-nilai Aswaja.

Sementara Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid melihat posisi strategis LP Maarif NU di Sulsel sebagai jantung aktifitas dakwah NU khususnya di bidang pendidikan. Arifin berharap, ke depannya pengurus Maarif, sekolah/madrasah di bawah naungan LP Maarif untuk senantiasa memperbaiki manajemen dan standardisasi untuk perbaikan tata kelola yang bermutu dan berkualitas.

Ulama Salaf Online

“Dewasa ini pendidikan di Indonesia menjadi tolok ukur proses maju tidaknya bangsa Indonesia. Sehingga perbaikan kualitas pendidikan ke depan menjadi pra syarat menuju bangsa yang berkualitas,” kata Ketua PP LP Ma’arif NU H Zainal Arifin Junaidi di hadapan ratusan peserta rapat kerja.

Dirjen Pendis Kemenag RI Kamaruddin Amin mengapresiasi pertemuan rapat kerja LP Maarif Sulsel ini. “Kami berharap Maarif mampu menjadi sarana bagi peningkatan kualitas madrasah dan pesantren khususnya di lingkungan NU di Sulawesi Selatan.”

Ulama Salaf Online

Kamaruddin juga mnyorot aspek SDM sebagai modal peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Maarif NU. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, Amalan Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mempertanyakan dasar pemberhalaan praktik ziarah kubur di makam para wali. Dengan menyebut makam wali sebagai berhala, Ditjen Pendis Kemenag dalam buku guru SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 sudah seharusnya mempertanggungjawabkan pijakan argumentasinya.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir meminta Kemenag mengeluarkan klarifikasi dan pernyataan permohonan maaf secara terbuka atas keteledorannya.

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

“Di mana letak pemberhalaan ziarah kubur?” Kiai Saifuddin menuntut penjelasan Kemenag, Rabu (17/9) pagi.

Ulama Salaf Online

Orang-orang yang berziarah ke makam orang tuanya, para guru dan kiai, orang-orang saleh, para wali hingga makam Rasulullah Saw, hakikatnya mengikuti perintah Rasulullah sendiri. Kiai Saifuddin menyitir hadits Nabi Muhammad Saw, ‘Ala fazuruha. Liannaha tudzakkirukumul mauta’ (Ingat, berziarahlah. Karena, ziarah kubur itu akan mengingatkanmu pada kematian).

“Jadi kalau Nabi yang menyuruh orang ziarah untuk mengingat kematian, kok malah disamakan dengan penyembahan berhala? Musyrik? Apanya yang musyrik? Yang musyrik itu orang yang mempertahankan sesuatu selain Allah,” kata Rais Syuriyah PBNU yang aktif mengajar kitab kuning di puluhan masjid di Jakarta kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

Kiai Saifuddin menantang pihak Kemenag untuk musyawarah perihal argumentasi pernyataan itu. “Saya pengen banget lihat tampang orang Kemenag yang sok-sok begitu, yang ngomongnya ngaco. Kalau mereka bisa meruntuhkan argumentasi kesunahan ziarah kubur, saya akan membayar mereka.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Warta, IMNU Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock