Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

Subang, Ulama Salaf Online. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang Jawa Barat resmi dilantik oleh Rais PCNU Subang KH Agus Salim di halaman Masjid Besar Kecamatan Dawuan pada Rabu (25/3).

Pada pelantikan yang sekaligus pengajian bulanan Muslimat NU Subang itu, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH Musyfiq Amrullah sangat mengapresiasi kinerja pengurus MWCNU Dawuan dan mengharapkan kepada mereka agar lebih aktif lagi dalam berorganisasi.

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

"Saya mengharapkan agar pengurus MWCNU Dawuan lebih baik dari sebelum dilantik. Karena sebelum dilantik saja sudah banyak kegiatan, apalagi kalau sudah dilantik," katanya.

Ulama Salaf Online

Di tempat terpisah, Ketua MWCNU Dawuan, Toto Ubaidillah Haz mengatakan program unggulan MWCNU Dawuan adalah di bidang ekonomi, bahtsul masail, dan pendidikan.

Ulama Salaf Online

"Program unggulan kita mungkin lebih ke di bidang ekonomi agar para pengurus bisa sejahtera sehingga dalam kegiatan tidak terlalu pusing dalam mencari dana,” teranganya.?

Menurut dia, kegiatan kegiatan pelantikan tersebut juga tidak meminta pihak lain dengan proposal. Panggung, sound system, konnsumsi disediakan MWCNU.?

Dalam kesempatan itu, turut hadir Bupati Subang, Camat Dawuan, Kepala Kemenag Subang dan para Pengurus PCNU serta ratusan ibu-ibu pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Subang. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, AlaSantri, Nasional Ulama Salaf Online

Rabu, 24 Januari 2018

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional

Jakarta, Ulama Salaf Online. Industri pengolahan kopi menunjukkan kontribusi yang semakin meningkat bagi ekspor Indonesia. Pada tahun 2016, sektor ini mencatat angka ekspor USD 427,89 juta, atau meningkat sekitar 19% dari tahun 2015.

“Neraca perdagangan produk kopi olahan kita surplus USD 349,18 juta. Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor utama yaitu ASEAN, RRT, dan Uni Emirat Arab.” jelas Dirjen Industri Kecil Menengah Gati Wibawaningsih pada acara puncak Perayaan Hari Kopi Internasional, Ahad (1/10).

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional

Kementerian Perindustrian kembali menggelar perayaan Hari Kopi Internasional. Perayaan di tahun ke-3 ini diselenggarakan di Provinsi Lampung, salah satu daerah penghasil kopi robusta di Indonesia. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 29 September–1 Oktober 2017 ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri dan mendorong ekspor. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Perwakilan berbagai Kementerian, para duta besar negara sahabat, Perwakilan 17 Provinsi Penghasil Kopi, Asosiasi Kopi, Petani Kopi, serta Dinas dan Lembaga. Bertemakan “Kopi Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat”, acara ini dirancang untuk semakin memperkuat budaya minum kopi yang sudah mengakar sejak lama bagi masyarakat Indonesia. Perayaan hari kopi intrnasional juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri. 

Potensi Pengembangan industri kopi olahan dan kopi spesial di dalam negeri masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata masih sebesar 1,1 kg perkapita/tahun. Jumlah itu jauh dibawah negara-negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg,  Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun. 

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Panggah Susanto memaparkan, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi ditujukan untuk terus mengembangkan potensi pasar di dalam negeri. Beberapa program yang dikembangkan yaitu; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa (cupper), peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan terutama kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting. “Diharapkan di masa depan, Indonesia menjadi eksportir utama roasted bean di Asia dan dunia,” tutur Panggah

Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau sekitar 8 % dari produksi kopi dunia. Komposisi produksi kopi Indonesia adalah 72,84% kopi jenis robusta dan 27,16% kopi jenis arabika. “Kami optimistis bahwa pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia juga akan meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri secara signifikan,” paparnya.

Perayaan Hari Kopi Internasional merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Badan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Kementerian Perindustrian juga mengundang beberapa organisasi kopi untuk bertandang dalam acara tersebut. Seperti, Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Ekportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).

Ulama Salaf Online

Beragam acara ditampilkan mulai dari Workshop dan Pameran, Tur ke Perkebunan Kopi PT Nestle, Pertemuan Master Trainer, Pemilihan Duta Kopi, hingga acara minum kopi bersama. Kejuaraan Barista tingkat Nasional untuk kategori cup taste, manual brewing dan latte art juga digelar untuk mengapresiasi kemahiran para pecinta kopi. Selain dirayakan di Provinsi Lampung, perayaan Hari Kopi Internasional juga diadakan di tiga kota yaitu Batam, Pinrang, Badung dan Jakarta. Khusus di Jakarta, acara akan digelar dalam kegiatan Car Free Day. Di sana akan ada gerai kopi yang menawarkan petualangan mencicipi berbagai macam jenis kopi, sekaligus informasi kepada para pengunjung untuk akses permodalan kedai kopi.

“Perhatian dan dukungan seluruh pihak terkait kami harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku rantai nilai perkopian Indonesia mulai dari petani, industri sampai penyedia jasa retail kopi dan konsumen,” tutup Gati.(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Berita Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Jakarta, Ulama Salaf Online - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) menggelar bahtsul masail dan diskusi terbatas terkait taqrir jamai dan metode ilahaqul masail bi nazhairiha di Lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (31/10) siang. Pengurus harian PBNU melakukan penguatan materi untuk dibawa di forum Munas dan Konbes NU 2017 akhir November mendatang.

“Semoga pertemuan ini memberikan manfaat dan membuahkan hasil sebagai bahan Munas NU 2017,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj membuka forum diskusi.

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Forum ini dihadiri oleh pengasuh pesantren dan sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Hadir pada pertemuan ini Rais Syuriyah PBNU 2010-2015 KH Afifuddin Muhajir yang memberikan pengantar diskusi.

Ulama Salaf Online

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Munas NU 1992 di Lampung terkait taqrir jamai dan ilhaq. Kita ingin mencari formula yang lebih rinci dan operasional kedua materi tersebut,” kata Wakil Ketua LBM PBNU Komisi Maudhuiyyah KH Abdul Moqsith Ghazali yang memandu forum.

Kiai Afif membuka forum dengan penjelasan terkait taqrir. Taqrir, menurutnya, adalah sebutan lain dari istilah tarjih.

Ulama Salaf Online

“Kalau tarjih itu menyeleksi dalil, taqrir adalah memilih salah satu pendapat ulama yang beragam. Taqrir merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menyelesaikan pendapat ulama yang tampak ta’arud,” kata Kiai Afif.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta menanggapi dan memberikan masukan kepada panitia Munas NU 2017 terkait penguatan materi taqrir jamai dan ilhaqul masail bi nazhairiha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Pesantren, Amalan Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak

Kudus, Ulama Salaf Online. Untuk kesekian kalinya, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan aksi kepeduliannya pada kaum dhuafa. Jumat pagi (26/9) kemarin, pengurus dan relawan LAZISNU membagikan nasi bungkus untuk para tukang becak.

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak

Setiap tukagn Becak yang berada di sepanjang jalan, mulai kantor NU Jalan Pramuka, Pasar Bitingan hingga Alun-alun Kudus mendapatkan satu nasi bungkus bersama minuman sebagai menu makan siang mereka. Pada kesempatan itu,  relawan juga membagikan brosur LAZISNU kepada masyarakat untuk memperkenalkan eksistensi lembaga yang mengurusi dan menyalurkan zakat, infak dan sedekah ini.

Ketua LAZISNU Kudus Syaroni Suyanto mengatakan, pemberian makan kaum dhuafa merupakan bentuk program kepedulian sosial yang akan dilaksanaka setiap hari Jumat. Pihaknya ingin berbagi kebahagiaan dan empati terhadap kehidupan kaum lemah ini.

Ulama Salaf Online

 

"Alhamdulillah,  LAZISNU sudah memperoleh mitra sebagai donatur tetap dalam merealisasikan program ini. Insyaallah rutin seminggu sekali," katanya kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

 

Untuk yang pertama kali ini, kata dia, pemberian makan difokuskan pada para tukang becak karena  mereka ini termasuk pekerja berat untuk mencari rezeki bagi keluarganya. Sebagai permulaan, LAZISNU baru  membagi 50 bungkus nasi dan minuman dahulu pada mereka.

 

"Walaupun kecil nilainya namun bisa mengurangi beban biaya makan siang mereka dan alhamdulillah para abang becak merasa sangat senang," ujar Syaroni.

 

Ditambahkan, saat ini LAZISNU masih mencari formula teknis pelaksanaan program sehingga ke depan bisa bertambah baik dari sisi pelayanan dan jumlahnya. "Dalam pengembangannya nanti, kita akan berusaha tidak hanya abang becak , tapi semua kaum dhuafa di pelosok ranting pedesaan juga bisa tersentuh merasakan program LAZISNU berbagi ini," pungkasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, AlaSantri Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menjadi wirausahawan harus bisa memikirkan untuk mempekerjakan orang lain, sebab banyak juga wirausahawan yang hanya mampu mempekerjakan dirinya sendiri. Itu sebabnya menjadi wirausahawan banyak tantangan yang harus dihadapi.

Demikian disampaikan Owner restoran? Solaria, Auliyanto saat mengisi diskusi Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur di Kalangan Generasi Muda” dalam rangka Dies Natalis ke-I Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah Menteng Jakarta Pusat, Jumat (17/6) sore.

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia

Menurut Auliyanto, menjadi wirausahawan adalah salah satu pilihan, artinya tidak semua orang harus menjadi wirausahawan. Karena tidak semua orang suka dengan dunia usaha.?

Menjadi wirausahawan sesungguhnya ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan yang dimaksud di antaranya tidak ada yang menyaratkan. “Syarat menjadi wirausahawan adalah tergantung dari diri sendiri. Berbeda dengan menjadi pegawai atau karyawan, ada syarat-syarat yang diperlukan saat melamar, misalnya usia dan ijazah,” kata pemilik 220 cabang restoran ini.

Sementara kekuarangannya menjadi wirausahawan adalah harus mencari tempat usaha, barang dan pendukung lainnya. Orang yang bekerja tidak usah mencari toko atau kios dan barang yang dijual. Sedangkan wirausahawan harus mencari tempat jualan dan barang yang dijual. Maka di dunia wira usaha yang tidak disyaratkan untuk memasukinya, justru syaratnya menjadi lebih banyak.

Ulama Salaf Online

Hal yang sering dikeluhkan calon wirausahawan adalah ketiadaan modal. Menurut Auliyanto, bisa jadi hambatannya bukan hanya itu saja. Sangat mungkin calon wirausahawan sesungguhnya masih banyak kekurangan, sedangkan dirinya merasa sudah siap menjadi wirausahawan.

“Memiliki modal saja belum cukup. Orang yang memiliki modal kemudian terjun begitu saja ke dunia usaha, bisa jadi modalnya hilang. Kemampuan akan bidang usaha, pangsa pasar (pelanggan), ? tingkat kebutuhan, dan pengetahuan akan lokasi usaha, harus diperhatikan dan disiapkan oleh calon wirausahawan,” ujarnya.

“Kebanyakan orang ingin meloncat dan langsung ingin berhasil. Padahal usaha yang besar juga dimulai dari yang kecil,” kata lulusan Akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) yang aktif dalam gerakan sosial dan pendidikan itu.

Ulama Salaf Online

Kemampuan berwirausaha bisa dipelajari dari lingkungan terdekat, misalnya orang tua atau keluarga yang juga wirausahawan. Tetapi, jika bidang pekerjaan orangtua bukan dunia usaha, seseorang bisa mempelajari dunia usaha di bangku kuliah. Sayangnya saat kuliah, kebanyakan orang tidak menyiapkan diri.

Selain itu, lanjut dia, kemampuan wirausaha dapat dibangun saat bekerja atau dari pergaulan dengan banyak pengusaha lain (networking). ? “Untuk membentuk kemampuan wirausaha dapat diupayakan sesusai kemampuan. Kalau kemampuan belum ada, jelas belum bisa menjadi wirausahawan,” kata Auliyanto.?

Pria yang pernah berkecimpung di bidang usaha minimarket hingga memiliki tujuh cabang minimarket itu mengkritisi banyaknya calon wirausahawan yang ingin sama persis suksesnya dengan pengusaha lain yang sudah ada.

“Menjadi pengusaha harus menjadi diri sendiri. Jangan terpengaruh atau meniru-niru orang lain,” tegas Auliyanto. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda kembali menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan paham keagamaan NU, Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Ia mengajak para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk turut serta melestarikan paham yang dikenal moderat itu.

“Bagaimanapun juga, PMII adalah bagian dari NU. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga serta melestarikan Aswaja dari paham-paham baru yang muncul akhir-akhir ini,” kata Kiai Nuril saat menjadi penceramah pada acara Semarak Ramadhan yang digelar Pengurus Cabang (PC) PMII Jakarta Pusat, di Masjid Jami’ Al-Ma’mur, Jalan Raden Saleh, Jakarta (25/9)

Di hadapan para aktivis organisasi berbasis mahasiswa NU itu, Kiai Nuril menjelaskan, saat ini Aswaja tengah terancam keberadaannya. Pasalnya, tidak sedikit muncul paham baru yang mengatasnamakan ahlussunnah. “Sekarang harus diingat, ada (paham, red) ahlussunnah tok (saja, red), ada ahlussunah yang ada wal jama’ah-nya,” terangnya.

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

“Ahlussunnah tidak sama dengan Aswaja. Ajaran yang tanpa mengejek orang lain, keyakinan orang lain, paham yang dianut orang lain, itulah Aswaja,” jelas Kiai Nuril.

PMII, sebagai organisasi yang menghimpun para pemuda NU, kata Kiai Nuril, memiliki peran besar dalam rangka turut serta melestarikan Aswaja. Menurutnya, pemuda memiliki semangat yang masih besar. Hal itulah yang menurutnya dibutuhkan oleh NU saat ini .

Selain para aktivis PMII, acara tersebut juga diikuti sekitar 100 anak-anak yang tinggal di sekitar Masjid Jami’ Al-Ma’mur. Mereka memang sengaja diundang pada acara Semarak Ramadhan itu untuk berbuka bersama.

Ulama Salaf Online

Acara tersebut merupakan pembukaan dari serangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan PC PMII Jakpus selama bulan Ramadhan kali ini, antara lain, Pesantren Kilat, Halaqoh dan Pengajian Kitab Salaf, Buka Bersama Anak Jalanan dan Silaturrahmi Antar-Tokoh Ormas Islam dan OKP. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, AlaSantri, Sunnah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Kamis, 28 Desember 2017

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Aparatur negara sudah selayaknya berpartisipasi menjaga lingkungan hidup dan tidak tergoda iming-iming uang. Karena, dampak kerusakan lingkungan hidup akan menjadi tanggung jawab bersama.

Demikian disampaikan Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Korea Selatan Sukaryadi di Ansan, Korea Selatan, Rabu (30/9) ketika menanggapi kasus pembunuhan petani penolak penambangan pasir, Salim di desa Selo Awar-Awar kecamatan Pasirian, Lumajang.

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil

"Saya sepakat pelakunya mendapat hukuman setimpal. Kami berharap kasus ini diusut dengan tuntas," ujar Sukaryadi kepada Ulama Salaf Online saat diwawancarai.

Ulama Salaf Online

Salim alias Kancil dibunuh sebelum demo penolakan tambang pasir di desa Selo Awar-Awar, Pasirian oleh pihak pro-penambangan pasir. Sementara warga lain yang juga menolak penambangan pasir Tosan mengalami luka serius. Kini ia dirawat secara intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

Ulama Salaf Online

"Penganiayaan berlangsung di balai desa tentu menimbulkan kecurigaan adanya kongkalikong oknum aparatur negara dalam hal ini oknum aparatur desa dengan para pelaku pembunuhan sadis itu," ujar Sukaryadi.

Senada Sukaryadi, Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Waykanan Yozi Rizal juga menanggapi terbunuhnya Kancil. Ia menyayangkan orang-orang yang demi materi menggelapkan mata.

"Sama di tempat kita, demi harta mereka tega mengeruhkan sungai, menghancurkan ekosistem dengan merugikan lebih banyak manusia," ujar Yozi.

Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto meminta negara tidak lagi melakukan pembiaran berulang. Menurutnya, negara sudah berulang kali alpa dan berulang melakukan pembiaran atas penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga?

"Narapidana bersalah saja masih bisa mungkin mendapatkan grasi, mengapa orang-orang benar seolah-olah dan melulu dibiarkan untuk dibunuh?" ujar Gatot yang baru saja menggelar kelas menulis lingkungan hidup, "Berdamai dengan Lingkungan Hidup. Berdamai dengan Masa Depan Yang Hidup" itu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, IMNU, AlaSantri Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Makassar, Ulama Salaf Online. Pelatiahan Kader Lanjutan yang digagas Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar mengundang antusias para peserta. Kegiatan yang berlangsung di gedung BLKI makassar Senin (26/9) dikemas dengan metode dialog tersebut menghasilkan kesepakatan antara peserta pelatihan.

Gagasan itu timbul saat salah satu mantan Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan Mulyadi Prayitno menyampaikan materi dengan tema advokasi dan pendampingan masyarakat. Pengalamannya yang luas mengenai pendampingan masyarakat saat memaparkan materinya membuat para peserta PKL terangsang untuk berdiskusi.

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Mulyadi menyampaikan, para kader PMII harus turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan berbaur guna mengidentifikasi problematikan yang dihadapi bangsa ini. “Sebagai warga pergerakan wajib hukumnya untuk mengabdi kepada masyarakat untuk kemajuan negara Republik Indonesia,” imbau Direktur Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) pada PKL bertema "Mencetak kader ulul albab dalam menjawab tantangan globalisasi."

Ia meminta agar peserta pelatihan kader lanjutan PMII Makassar agar senantiasa mempertajam intelektual dan wawasannya. "Para kader PMII harus memiliki kecerdasan yang tinggi karena kalianlah yang akan menjadi intelektual bagi generasi penerus Nahdatul Ulama. Dan seperti kita ketahui bahwa NU merupakan salah satu ujung tombak negara kita, oleh kerana itu berkontribusi kepada NU sama dengan berkontribusi untuk Indonesia," tegas Mulyadi di depan para peserta.

Ulama Salaf Online

Para peserta yang terdiri 19 orang dari beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan termasuk peserta yang bersal dari Kutai Timur dan Kutai Kertanegara diminta untuk memaparkan problem yang dihadap dalam masyarakat tempat mereka masing-masing. Setalah itu Direktur YKPM memberikan sebuah kerangka gerakan dalam menyelasaikan persoalan tersebut.

Ulama Salaf Online

Di akhir paparanya Mulyadi menyampaikan, pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan semua problematika bangsa ini. Perlu ada kerja sama dengan banyak pihak. Dan salah satu pihak wajib membantunya adalah para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan cara turun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa," tutup ketua PKC PMII Sul-Sel 1995-1997.

Menurut Sonny Majid salah satu fasilitator kegiatan tersebut bahwa alumni PKL nantinya diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmunya di dalam masyarakan mereka masing-masing.

“Seperti yang disampaikan Mulyadi, bahwa alumni PKL harus turun langsung dalam mengadvokasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama penduduk minoritas yang terkadang diinjak-injak haknya oleh kelompok mayoritas,” tutur alumni PMII Ekonomi UMI ini saat mengevaluasi peserta PKL. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Daerah, News Ulama Salaf Online

Senin, 11 Desember 2017

Ketika Perut Rasulullah Berbunyi

Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”

Ketika Perut Rasulullah Berbunyi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Perut Rasulullah Berbunyi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Perut Rasulullah Berbunyi

Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”?

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”

Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”?

Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.” (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Sholawat, Kajian Ulama Salaf Online

Sabtu, 11 November 2017

Sarbumusi Lebarkan Basis di Banom dan Lembaga NU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Serikat Buruh NU Sarbumusi menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj. Mereka meminta Nahdlatul Ulama memfasilitasi Sarbumusi dalam penguatan posisi buruh dan tenaga kerja di sektor formal maupun informal terutama di lingkungan NU.

Sarbumusi Lebarkan Basis di Banom dan Lembaga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Lebarkan Basis di Banom dan Lembaga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Lebarkan Basis di Banom dan Lembaga NU

Di lingkungan NU sendiri banyak sekali pekerja dan buruh. “Kita ingin tenaga medis yang tergabung di bawah LKNU, guru-guru di Pergunu, atau tenaga-tenaga pendidikan di LP Ma’arif NU untuk berserikat bersama Sarbumusi,” kata Presiden Federasi Buruh NU Sarbumusi Saiful Bahri Ansori di tengah pertemuan dengan Kiai Said di Gedung PBNU, Rabu (24/9) sore.

Sarbumusi, Saiful menyebutkan, memiliki 400 basis yang tersebar di 24 sektor di seluruh Indonesia. Semuanya dimasukkan ke dalam delapan federasi seperti pertambangan, elektronik, transportasi, keuangan, pertanian, dan rokok tembakau. 

Ulama Salaf Online

Kiai Said sepenuhnya mendukung usulan Sarbumusi. PBNU, lanjut Kiai Said, akan menindaklanjuti usulan federasi buruh NU ini. ia berjanji akan melanjutkan usulan ini kepada pengurus lembaga dan banom NU terkait.

“Kita memang butuh penguatan dan pendampingan-pendampingan buruh. Negara sebesar apapun tidak akan ada artinya tanpa kekuatan civil society,” kata Kiai Said.

Ulama Salaf Online

Wakil Sekretaris Sarbumusi Baitul Khoiri mengatakan, persatuan guru-guru di luar sana sudah bergabung dengan serikat buruh. Kita juga ingin Pergunu dan tenaga medis di NU berserikat dengan Sarbumusi. 

“Kita menggarap aspek keaswajaan buruh. Ini yang tidak digarap serikat pekerja lainnya. Kita menyayangkan sekarang banyak serikat buruh dimasuki kelompok ekstrem. Tentu saja kita juga mengadakan secara berkala pelatihan dan penguatan kesadaran posisi mereka,” ujar Baitul. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri Ulama Salaf Online

Senin, 06 November 2017

IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi

Rembang, Ulama Salaf Online. Departemen Perekonomian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Rembang, Jawa Tengah merencanakan kegiatan ekonomi bagi kalangan pelajar NU di Rembang supaya mandiri.

IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi

Anggota Departemen Perekonomian IPNU Cabang Rembang Ahmad Indraki pada Ahad pagi (21/6) di kantor sekretariat IPNU Cabang Rembang, kompleks Gedung NU Jalan Pemuda No 78 Rembang, mengatakan, pihaknya akan berupaya menggagas perekonomian pelajar NU ke depan. Pasalnya kebutuhan para pelajar masakini sangatlah banyak. Jika diteruskan meminta pada orang tua bukan tidak mungkin akan membuat para orang tua kesal.

“Kebutuhan pelajar masakini mulai dari pulsa himgga transportasi dan akomodasi menuju ke sekolah sangatlah banyak. Belum lagi keperluan mereka untuk perawatan mulai dari pakaian hingga yang lainnya, jika di hitung relatif tinggi.

Ulama Salaf Online

Mengenai usaha yang akan dirintis Ahmad Indraki menjelaskan akan membuat usaha kecil-kecilan yakni memberikan suplai barang kebutuhan pokok bagi warga nahdliyin di Rembang. Seperti beras, minyak goreng, dan dan kebutuhan dapur lainnya, yang akan di dimulai sebelum ramadan hari pertama dimulai.

Dia menjelaskan, tak menarget mendapatkan untung banyak, tetapi bisa berjalan terlebih dahulu. Ahmad Indraki mengaku, tidak mudah dalam menjalankan usaha itu. Tetapi ia bersama pengurus IPNU-IPPNU yang lain akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan usaha itu.

Ulama Salaf Online

Jika dihitung jumlah warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Rembang relatif tinggi, jika bersedia menjadi member bukan tidak mungkin usaha yang dirintis oleh Departemen Perekonomian IPNU-IPPNU akan dapat berdiri, sesuai dengan harapan. Serta program merintis ke uangan para pelajar NU dapat tercapai.

Sejauh ini, kata Ahmad Indraki pihaknya sudah berkomunikasi dengan Ketua Cabang Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) M Syafi Majlis. Hasilnya LPNU sangat mendukung rencana yang akan dilakukan oleh para pelajar NU untuk mulai merintis keuangannya sendiri.

“Kita tak muluk untung sebagaimana para pengusaha. Tetapi kami akan merintis usaha kecil yang akan dikembangkan secara bertahap. Agar nantinya dapat menjadi pembelajaran kita bersama dalam berusaha ke depan,” katanya. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa meminta peserta Konbes IPPNU 2014 untuk membahas poin penting kaderisasi dalam sidang dan rapat lanjutan. Karena, kualitas kaderisasi pelajar NU masa kini, menurutnya, akan sangat menentukan warna kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Kaderisasi IPPNU, Tentukan Kepemimpinan Indonesia ke Depan

Dalam forum nasional ini, Ali Masykur yang lazim disapa Cak Ali mengatakan, mengubah wajah Indonesia tidak lain dengan pendidikan politik yang dirintis dalam pelatihan-pelatihan kepemimpinan.

“Perlu rumusan matang kaderisasi untuk melahirkan sistem kepemimpinan berkarakter dan memiliki makna,” lanjut Cak Ali di Gedung PP PON Kemenpora Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (28/2) petang.

Ulama Salaf Online

Cak Ali menyebutkan karakter sebagai pilar pokok kepemimpinan. Ia menyatakan keprihatinannya ketika karakter remaja mengalami erosi seperti turunnya rasa empati di kalangan mereka. Mereka misalnya tidak lagi menaruh rasa hormat ketika ada jenazah lewat.

Sementara di lain sisi, kalangan remaja cenderung menjadikan selebritis sebagai panutan. “Di sinilah tantangan bagi IPPNU dan IPNU,” tandas Cak Ali di hadapan utusan belasan pimpinan wilayah IPPNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri Ulama Salaf Online

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Pusat LP Maarif NU mengkukuhkan ketua umum baru PP LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015, di Kantor PBNU lantai lima Jakarta Pusat, Rabu (16/1) siang. Pengukuhan dan pelantikan ini dihadiri oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

Pelantikan ditandai dengan serah terima jabatan oleh Mansyur Ramly, Ketua Umum PP LP Maarif NU masa khidmat 2009-2012 kepada KHZ. Arifin Junaidi, Ketua Umum baru. Sedikitnya 25 pengurus harian LP Maarif NU turut menyaksikan pelantikan ketua umum baru.

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Upacara pelantikan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan selawat Nabi Muhammad SAW. Seremoni dilanjutkan dengan pembacaan berita acara oleh Zamzami, Sekretaris baru LP Maarif NU.

Ulama Salaf Online

Sementara isi berita acara menyebutkan, penyerahan kepengurusan oleh Mansyur Ramly, Mamat Burhanuddin, dan Khoiron, jajaran pengurus lama sebagai pihak pertama kepada KHZ. Arifin Junaidi dan Zamzami, pengurus baru sebagai pihak kedua.

Usai pembacaan berita acara, pihak pertama dan pihak kedua menandatangani surat serah terima jabatan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

Ulama Salaf Online

Untuk melengkapi acara, panitia memberikan kesempatan bagi Mansyur Ramly, KHZ. Arifin Junaidi, dan Marsudi Syuhud untuk menyampaikan kata sambutan. Upacara pelantikan dan pengukuhan kepengurusan baru LP Maarif NU diteruskan dengan pembacaan SK PBNU untuk LP Maarif NU. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Sri Mulyati.

“Kami mohon bantuan pengurus harian dalam mengemban amanah kepengurusan ini. Dalam berkhidmat untuk NU pun, saya mengaharapkan bapak Mansyur Ramly yang kini sebagai penasehat Maarif NU untuk membimbing kami,” kata Arifin dalam sambutannya.

Upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum baru LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015.

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Penulis: Alhafiz Kurniawan


Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, AlaSantri Ulama Salaf Online

Kamis, 19 Oktober 2017

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing

Surabaya, Ulama Salaf Online 

Kehadiran peneliti terkanal asal Belanda Martin Van Bruinessen dalam acara bedah buku “Kitab Kuning, Pesantren dan Tarikat” Senin (03/12) berhasil menyedot ratusan mahasiswa di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Van Bruinessen: Gus Dur Berjasa Luar Biasa Bagi Peneliti Asing

Pada acara yang diadakan Rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya, Martin, begitu ia akrab disapa, banyak menguraikan perjalanannya sebagai peneliti mulai dari Kurdi, Turki hingga Indonesia.

Dalam acara bedah “Kitab Kuning, Pesantren dan Tarikat “ adalah salah satu buku hasill pengembaraan di Indonesia yakni saat menyelesaikan beasiswa post doctoral sambil mengajar di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ulama Salaf Online

Menurut Martin dia bisa melakukan penelitian Islam Indonesia khususnya Pesantren di Nusantara berkat jasa Gus Dur. Baginya Gus Dur adalah orang Indonesia yang sangat berjasa dalam untuk membuka akses peneliti asing termasuk untuk mempermudah penelitinya.

Ulama Salaf Online

“Gus Dur adalah pintu luar negeri untuk para peneliti asing salah satu yang dibawa Gus Dur adalah saya, sehingga santri tidak merasa minder lagi dengan orang asing dan bisa berdiskusi denganya. Hal ini adalah jasa yang sangat luar biasa,” jelasnya

Pria kelahiran Belanda 1946 ini juga menyatakan islam Indonesia ada pengaruh dari Kurdi dan Turki. “Ada pengaruh Kurdi pada Islam Indonesia walaupun tidak secara langsung tapi pengaruh ini melalui Madinah kitab kitab dari Kurdi adalah albarjanji karya Syaikh Abdul al-Rauf dan Tanwir ql-Qulub,” tegasnya.

Dalam sesi sambutanya rektor IAIN Sunan Ampel Prof Dr H Abd A’la. Menegaskan bahwa “IAIN sunan Ampel surabaya adalah kepanjangan pesantren dan menjaga nilai-nilai khazanah klasik Islam Indonesia yang dikembangkan Walisongo dan menjadi nilai nilai pesantren sangat akomodatif,” jelasnya.

Sebagai penutup peneliti asal Belanda yang j juga fasih berbahasa Indonesia ini mnyeimpulkan perkembangan Islam Indonesia. Islam di Indonesia berasal dari Arab dan di perkaya nilai nilai lokal, Kurdi dan Turki.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, AlaSantri, Hadits Ulama Salaf Online

Senin, 16 Oktober 2017

Doa Orang Bersin

Dalam sebuah pengajian, Kiai Ahmad menerangkan tentang adab ketika seseorang bersin. “Sebaiknya yang bersin, mengucap hamdalah, Alhamdulilllah, kemudian dibalas oleh orang yang mendengar bacaan yarhamukallah dan seterusnya,” terang pak kiai.

Tiba-tiba ada jamaah yang nyeletuk. “Kalau orangnya bersin terus-terusan, apakah doa tadi juga terus dibaca?”

“Kalau itu doanya sudah beda lagi, doanya: Semoga cepat sembuh,” ucap Kiai.

“Hehe betul juga kiai.” (Ajie Najmuddin)

Doa Orang Bersin (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Orang Bersin (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Orang Bersin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, AlaSantri Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Sabtu, 30 September 2017

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Semarang, Ulama Salaf Online. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Tengah merilis program Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) ke-2. Peluncuran program tersebut diadakan bersamaan dengan sosialiasi dan seminar empat pilar yang digelar di Semarang, Ahad (21/6).

Program SKB ke-2 yang baru akan dilaksanakan mulai tahun 2015 ini merupakan lanjutan dari program SKB ke-I yang sudah diadakan oleh kepengurusan sebelumnya dalam rentang waktu  tahun 2012-2013.

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Menurut salah satu Wakil Sekretaris PW IPNU Jateng, Ahmad Saifuddin, program SKB ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader NU.

Ulama Salaf Online

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader, baik kapasitas nahdliyyah, berorganisasi, maupun intelektual kader,” ujar dia.

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut dikatakan Saifuddin, dengan program tersebut, pihaknya berharap nantinya semakin banyak kader NU Jawa Tengah yang keluar potensinya dan bermanfaat lebih luas.

Usai kegiatan Sosialisasi 4 Pilar dan rilis program SKB ke-2, acara dilanjutkan dengan buka bersama, shalat tarawih berjamaah dan sarasehan alumni IPNU-IPPNU Jawa Tengah bersama kader yang hadir. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri Ulama Salaf Online

Kamis, 21 September 2017

Belajar dari Kehebatan dan Kesederhanaan Khalifah Umar

Sejarawan Muslim terkemuka Muhammad Husain Haykal memberikan kesaksian tentang sosok Umar. Ia berkata: “dialah Umar ibn al-Khaththâb, lelaki agung yang namanya semerbak harum dalam sejarah besar umat Muhammad. Umar ? adalah sahabat Rasulullah yang paling cemerlang, sang inspirator umat Islam, hamba yang taqwa kepada Rabb-nya.?

Dialah Umar, hawâri Rasul terdekat, orang terpercaya, sekaligus penasihat utamanya. Selepas Rasulullah wafat, Umar adalah pengganti kedudukan beliau yang kedua, setelah Abu Bakar, dan menjadi khalifah Islam terbesar sepanjang sejarah.

Umar adalah sosok besar yang menatah sejarah besar. Di tangan seorang khalifah Umar, Islam telah menjelma ‘imperium’ adiluhung dalam tempo waktu yang tak lebih dari sepuluh tahun, yang mampu menaklukkan negeri-negeri legendaris, meruntuhkan imperium agung Persia, juga mengguncang keberadaan imperium adiluhung Byzantium.?

Belajar dari Kehebatan dan Kesederhanaan Khalifah Umar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kehebatan dan Kesederhanaan Khalifah Umar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kehebatan dan Kesederhanaan Khalifah Umar

Islam pun pada akhirnya memiliki wilayah kekuasaan yang membentang luas mulai dari Cerynecia (Tripoliana), Mesir, Nubia, Levantina atau Mediterania Timur (Syam; sekarang wilayahnya meliputi Syria, Lebanon, Jordania, dan Palestina), Anatolia, hingga Persia.?

Sebab itulah, sosok Umar kerap disebut sebagai seorang ‘Kaisar’ yang setara dengan Alexander Agung—Kaisar Macedonia, dan Cyrus the Great—Kisra Persia, dua emperor besar dunia pada zamannya, yang kebesaran serta kekuasaannya malang melintang di seantero jagat.

Namun demikian, jangan pernah membayangkan jika kehidupan Umar layaknya para Kaisar pada umumnya—sebuah potret kehidupan yang bergelimpah ruah sebagaimana yang diceritakan oleh epik-epik.?

Ulama Salaf Online

Umar tetap hidup sederhana dan bersahaja: ketika takwa adalah cita-cita utamanya, ketika Allah jauh lebih ia cintai dari segala isi dunia, ketika Rasulullah adalah teladan abadinya, dan ketika kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat banyak adalah impiannya.?

Hati dan akhlak Umar jauh lebih besar dari nama besarnya, jauh lebih luas dari wilayah kekuasaan dan taklukan-taklukannya, jauh lebih mulia dari kemuliaan yang diberikan orang-orang kepadanya. Hal ini bukan karena apa-apa, tetapi karena Umar lebih mengedepankan ketakwaan di atas segalanya.

Ulama Salaf Online

Jangan heran ketika kita temukan seorang ‘Kaisar’, seorang Emperor yang jauh melebihi tahta seorang presiden, yang makanannya adalah roti juwawut beroles minyak zaitun, minumnya hanya air putih, ranjang tidurnya adalah alas tikar, pakaiannya penuh dengan jahitan karena robek dan tercabik di banyak tempat, dan mahkotanya adalah serban yang sudah lusuh.?

Sekali-kali jangan heran ketika kita temukan seorang kaisar agung yang tidak memiliki ajudan seorang pun, tidak memiliki harta yang melimpah ruah sedikit pun, karena Umar men-tasaruf-kan semua gajinya untuk rakyat-rakyatnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, AlaSantri, Quote Ulama Salaf Online

Rabu, 13 September 2017

Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur

Di zaman serba instan begini tidak banyak orang melakukan upacara terlebih dahulu sebelum tidur. Kalau mau tidur, mereka langsung melemparkan diri di kasur atau sofa lalu memejamkan mata atau buka hape sambil menunggu kantuk.

Namun demikian sebagian orang hingga kini masih mengamalkan amalan jelang tidur yang diwariskan oleh Rasulullah SAW. Mereka sebagaimana Rasulullah SAW membaca surat Al-Fatihah, Qulhu, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sekali. Setelah itu mereka meniup kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali sebelum diusapkan di sekujur badannya. Setelah mengusap sekujur badan, mereka membaca doa sebagai berikut.

Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Bismika rabbî wadla‘tu janbî wa bika arfa‘uhu. In amsakta nafsî farhamhâ. Wa in arsaltahâ fahfazhhâ bimâ tahfazhu bihî ‘ibâdakas shâlihin.

Artinya, “Dengan nama-Mu hai Tuhanku, aku berbaring. Dengan nama-Mu juga aku terbangun. Jika Kau tahan nyawaku, berilah rahmat untuknya. Jika Kau lepaskan nyawaku, peliharalah sebagaimana Kau memelihara para hamba-Mu yang saleh,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Ulama Salaf Online

Setelah itu dianjurkan membaca Ayat Kursi, Âmanar rasûlu hingga akhir surat, dan istighfar tiga kali. Semua ini diamalkan Rasulullah SAW sebelum tidur. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, AlaSantri, Pesantren Ulama Salaf Online

Selasa, 12 September 2017

Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat

Makassar, Ulama Salaf Online. Muslimat sebagai sebuah organisasi kaum ibu yang dipayungi oleh Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran dan tanggung jawab penting dalam membangun masyarakat sehat, khususnya pada Ibu dan Anak.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa pada acara Pembukaan Training of Trainers (TOT) dengan tema “Imunisasi sebagai Pencegahan Penyakit pada Anak “ hasil Kerjasama PP Muslimat NU dan UNICEF yang diselenggarakan di Hotel Yasmin Makassar, Rabu (01/08).

Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat

Acara diikuti oleh perwakilan dari Pengurus Muslimat NU di lima cabang di Sulawesi Selatan antara lain Kotamadya Makassar, Kabupaten Bone, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Goa. “Lima daerah inilah yg menjadi paramater capaian imunisasi yang harus ditingkatkan”, ujar mantan Menteri di era Gus Dur ini.

“Kita ketahui bersama bahwasanya di Indonesia setiap 20 menit, anak bayi di Indonesia meninggal akibat penyakit campak. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat khususnya ibu-ibu membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi dan vitamin A. Dengan TOT ini, PP Muslimat NU mengajak Muslimat dicabang-cabang untuk menggalakkan kampanye kesadaran untuk melakukan imunisasi pada anak", ujar Anggota DPR RI ini.

Tanggung jawab kampanye Imunisasi Campak dilakukan oleh Pemerintah dengan tujuan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk mengimunisasi anaknya. "Namun bukan semata tanggung jawab Pemerintah, kita semua, siapa saja dan kapan saja," lanjutnya.

Tujuan Program Muslimat NU dan UNICEF lewat TOT, kata Khofifah, adalah mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya imunisasi demi kesehatan anaknya. Masyarakat diharapkan peduli terhadap anak sehingga anak tidak mengalami gangguan dari penyakit yang masuk dalam kategori berbahaya ini.

Ulama Salaf Online

“Ingat, campak tidak hanya mengakibatkan demam semata namun bisa sampai pada taraf mengganggu otak pada anak bahkan kebutaan hingga sampai pada kematian. Sehingga bila ada jalan untuk melakukan langkah-langkah prefentif mengapa tidak kita lakukan demi buah hati kita," ujarnya.

Pengaruh-pengaruh yang mengakibatkan kurangnya kepedulian dalam melakukan imunisasi baik dari sisi Agama, Kultur dan lain sebagainya, kata Khofifah, akan dicarikan formulasinya dalam TOT itu untuk mendapatkan solusinya.(saz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Halaqoh, Pondok Pesantren, AlaSantri Ulama Salaf Online

Selasa, 25 Juli 2017

10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme

Islamabad, Ulama Salaf Online

Para tokoh Muslim yang menjadi pembicara dalam acara seminar internasional dengan tema "The Role of Religious Leadership in Fight against Terrorism and Rejection of Sectarianismdi International Islamic University (IIU) Islamabad, Pakistan, beberpa waktu lalu sepakat bahwa para pemuka agama memainkan peran yang sangat penting dalam menangkal aksi terorisme dan ekstremisme. Mereka juga menekankan perlunya suatu formula pendekatan yang komprehensif dan jelas dalam menghadapi aksi kekerasan yang berpotensi menghilangkan perdamaian dan stabilitas dunia.

Seminar yang diselenggarakan di Auditorium kampus IIUI Faisal Masjid itu dibuka oleh Sekretaris Jenderal Muslim World League/Rabithah al-‘Alam al-Islami (MWL) Prof. Dr. Abdullah Bin Abdul Mohsin At-Turki. Seminar ini juga menghadirkan tokoh politik Raja Zafar ul haq, Kepala Dewan Senator Pakistan Maulana Sami ul Haq, Ketua Majelis al-Fikr al-Islami Abu Saad Muhammad bin Saad Al-Doussri, Direktur Maktabatu Da’wah Dr. Muhamad Abduh Atean, Dirjen Rabita al-‘Aalam al-Islami Pakistan, Ketua Utusan Universitas al-Azhar Mesir, cendikiawan dari Turki, para diplomat asing, kalangan media dan jajaran staf pengajar serta mahasiswa IIUI.

Dalam pemaparannya, Raja Zafar ul Haq mengatakan bahwa umat Islam saat ini masih mengalami ketidakadilan global dan ia menyerukan pentingnya upaya sinergis dalam melakukan perlindungan terhadap sesuatu yang menjadi kepentingan dan identitas umat Islam. Selanjutnya ia juga menyampaikan tentang masih banyaknya kalangan yang belum mengerti hakikat Islam sehingga selalu mengasosiasikannya dengan segala aksi kekerasan yang terjadi.

10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme

Selanjutnya Sekjend MLW, Prof. Dr. Abdul Muhsin at-Turki menekankan pentingnya peran yang dimainkan oleh lembaga pendidian seperti IIUI dalam mengangkat tema seminar seperti ini guna memberikan potret wajah Islam yang sebenarnya. “MWL mendukung upaya IIUI atas apa yang menjadi tujuan seminar, karena misi MWL adalah juga untuk menyebarkan paham Islam yang wasathiyah, tawazun, i’tidal, kepada dunia dan menolak segala bentuk kekerasan, ektremisme dan terorisme,” sambut at-Turki. ?

Sementara itu lebih khusus Prof. Dr. Ahmad Yousif Al-Draiweesh selaku Presiden IIUI mengajak seluruh elemen umat Islam untuk melakukan usaha bersama dalam menyusun strategi yang komprehensif guna membangun citra positif negara-negara Islam di tengah maraknya berbagai propaganda negatif terhadap Islam. “Dunia perlu diperkenalkan tentang ajaran Islam yang sesungguhnya,” pungkas Al-Draiweesh.

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut ia menyampaikan "Umat Islam, agama dan nilai budayanya mengalami tunduhan yang tidak adil, sementara tindakan konkret untuk mengubah persepsi negatif tersebut tidak pernah serius dilakukan, ajakan bekerjasama di level internasional guna membangun perdamaian dan stabilitas global juga kerap diabaikan."

Untuk maksud inilah menurut Al-Draiweesh seminar ini digelar yaitu dalam rangka mewujudkan urgensi penguatan interaksi antar sesama cendekiawan muslim dan masyarakat luas dalam membangun saluran komunikasi dan dialog untuk membahas topik terkait terorisme dan ekstremisme. Selain itu hal penting lainnya yang dibahas adalah perlunya pembaharuan metodologi pengajaran yang disesuaikan dengan view of point Islam dan mencari cara yang tepat untuk memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan yang berkembang dalam masyarakat Islam.

Seminar ini mengeluarkan “Deklarasi Islamabad” yang isinya dibacakan langsung oleh Presiden IIUI Prof Dr. Ahmed Yousif A. Al-Draiweesh, yaitu sebagai berikut:

?

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ulama Salaf Online

“Deklarasi Islamabad”

Dikeluarkan dalam acara seminar "Peran Pemuka Agama dalam Menangkal Terorisme dan Sektarianisme."

Dilaksanakan di kampus International Islamic University (IIU) - Islamabad, tanggal 24 November 2015.

Dunia Islam saat ini tengah mengalami gelombang aksi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya serta dengan berbagai dalih pembenarannya.

Sebagai rasa tanggung jawab Universitas Islam Internasional untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Islam dan penyimpangan paham yang dianut oleh umatnya baik yang berada di Timur maupun Barat dari aksi terorisme, International Islamic University (IIU) - Islamabad menggelar seminar Internasional bertemakan (Peran Pemuka Agama dalam Menangkal Terorisme dan Sektarianisme), kerjasama antara lembaga Muslim League Word/Rabithah al-‘Alam al-Islami (MLW) selaku lembaga yang memiliki perhatian terkait problematika umat Islam yang dipimpin oleh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Mohsin Al Turki, dan IIUI di bawah kepemimpinan Presiden Prof. Dr. Ahmed Yousuf A. Al-Draiweesh dan Rektor Prof. Dr. Masoon Yasinzai, bertempat di kampus lama IIUI Faisal Masjid - Islamabad.

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama terkemuka dunia, para ilmuan, stakeholders, decision makers, pemikir dan kalangan media.

Seminar ini telah membahas berbagai topik penelitian dan mengeluarkan beberapa poin pernyataan sebagai berikut:

Pertama, para peserta seminar mengapresiasi upaya IIUI yang diprakarsai oleh Lembaga Dialog Muhammad Iqbal (underbow IIUI), dalam pelaksanaan seminar ini karena urgensinya dalam menghadapi situasi sulit yang dialami oleh umat Islam saat ini, dan upayanya dalam menghadirkan para ilmuwan, pemikir terkemuka serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi secara terbuka.

Kedua, seminar menyambut hangat kehadiran Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Mohsin At-Turki, Sekjen MLW dan partisipasi aktifnya dalam memberikan arahan seminar sehingga membantu keberhasilan seminar dalam pencapaian tujuannya, sebagaimana seminar juga memberikan penghargaan kepada Presiden Republik Islam Pakistan, Mr. Mamnoon Hussain yang juga selaku pemimpin tertinggi IIUI atas dukungan, supervisi dan perhatiannya terhadap seminar ini.

Ketiga, seminar menekankan bahwa aksi terorisme adalah suatu fenomena yang tidak terkait dengan Islam baik sedikit ataupun banyak. Karena ia bertentangan dengan ajaran Islam yang benar yang menyerukan kepada kasih sayang, penuh kebijaksanaan, petuah yang baik, ajakan bertoleransi, berdialog, hidup berdampingan secara damai, sikap santun dan ahlak mulia.

Keempat, seminar telah mengkaji beberapa faktor penyebab terjadinya aksi terorisme di tingkat global, di antaranya yaitu: ketidakadilan dan standar ganda dalam penanganan isu-isu yang terkait dunia Islam, ketidakadilan dan ketidakmampuan dalam melindungi kalangan yang tertindas, ketidakpedulian terhadap pemberlakukan politik tirani, embargo, pemiskinan, pembunuhan tanpa adanya proses pengadilan yang seharusnya, panatisme paham/mazhab tanpa mengindahkan ajaran Islam yang memandang manusia secara sama; dimana tidak terdapat keutamaan bangsa arab atas bangsa lainnya kecuali karena faktor ketakwaan, dimana hal tersebut juga bertentangan dengan konsep ukhuwah islamiyyah yang merupakan landasan dalam menyebarkan ajaran Islam ke seluruh alam semesta hingga menjamah Selatan Perancis selama 200 tahun, dan selama kurun waktu tersebut tidak pernah terdengar dalam catatan sejarah adanya tindakan permusuhan, terorisme dan penumpahan darah, justru yang tampak adalah suatu role of model dari tumbuhnya sikap kasih sayang dan toleransi antara para pemeluk agama dan sesama anak manusia.

Kelima, seminar menyimpulkan bahwa di antara efek negatif dari aksi terorisme adalah merebaknya tragedi pembantaian, konflik bersenjata dan tindakan kekerasan bahkan antar kelompok umat Islam sehingga melemahkan kekuatan umat Islam sendiri dan membuka pintu para musuh Islam untuk menodai Islam, termasuk munculnya fenomena Islamophobia yang melanda dunia Barat adalah sebagai akibat dari aksi terorisme yang memberikan image negatif bagi muslim minoritas yang berada di negara barat.

Keenam, seminar memberikan peringatan bahwa musuh-musuh Islam baik di Timur dan di Barat tengah berupaya memanfaatkan tindakan ekstrem yang dilakukan oleh individu lalu dituduhkan kepada sekelompok golongan umat Islam secara tidak benar untuk melancarkan makar dan merusak umat Islam serta menebarkan sikap saling benci di dalamnya sehingga kesatuan umat Islam menjadi tercerai berai.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menghindari bahaya negatif dari terorisme, seminar memberikan suatu rekomendasi sebagai berikut:

Bahwa para pemuka/pemimpin agama yang memiliki kekuatan dalam menggerakkan massa atau memiliki pengaruh, kiranya harus melakukan beberapa peran berikut:

Menolak segala aksi terorisme baik dari sisi pemahaman, wasilah dan tujuan, serta menganggapnya sebagai suatu tindakan yang di luar ajaran Islam. Menolak setiap seruan untuk bersikap fanatik dan sektarian yang dapat menyulut terjadinya konflik pemikiran dan muaranya berakibat kepada munculnya konflik senjata, saling bunuh, saling benci dan bukan saling pemahaman, toleransi dan kooperatif. Mengadopsi metode dakwah yang baru dan didasarkan pada manhaj Islam ? ? ? ? } ? ? ? ? ? ? ?}.artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125) Memfokuskan pada tujuan utama Islam yaitu terwujudnya persatuan dan solidaritas antar umat Islam, sesuai firman-Nya: {? ? ? ? ? ?} “dan perpegang teguhlah kalian pada tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai,” (Q.S Ali-Imran: 103),” dan meyakini bahwa kebesaran Islam hakikatnya adalah karena kemampuannya dalam menghilangkan rasa benci dan permusuhan di antara pihak-pihak yang tengah bertikai dan menggantikannya dengan bersemainya sikap toleransi, lemah lembut, saling menolong, cinta dan persaudaraan serta nilai inilah yang sesunguhnya menjadi kekuatan dan keagungan Islam serta magnet bagi orang-orang untuk memeluk Islam secara berbondong-bondong. Para pemuka agama kiranya dapat memulai dari dirinya untuk meninggalkan sikap kebencian, fanatik, segala hal yang dapat menyulut atau memprovokasi aksi terorisme, dan menyerukan kepada kesatuan kata/kalimatun sawa, berpartisipasi aktif dalam pertemuan secara berkala dan terorganisir untuk menyebarkan pemahaman Islam yang benar, serta membentengi kaum pemuda muslim dari penyimpangan pemikiran dan perang kebudayaan. Terkait dengan hal ini, IIUI sebagaimana biasa selalu menyambut baik setiap usaha mulia pihak manapun yang ditujukan untuk melayani kepentingan Islam dan umatnya. Seminar menyerukan kepada para penguasa/pemimpin negara Islam untuk sesegera mungkin mengambil inisiatif menyatukan kembali umat dan menghilangkan perbedaan politik yang telah melemahkan kekuatan internal umat dan berkonsentrasi untuk mengatasi problema keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, penyakit dan upaya memajukan bangsa. Seminar memberikan apresiasi atas peran Kerajaan Arab Saudi melalui Raja Salman bin Abdul Aziz yang telah mendirikan Institut Internasional untuk Kontra-Terorisme dibawah pengawasan PBB. Dan IIUI menekankankan komitmennya untuk bekerjasama dengan Institut tersebut dengan menyediakan para ahli untuk kesuksesan misinya. Seminar juga menekankan pentingnya distribusi dan akselerasi hasil seminar kepada para pemimpin media di seluruh dunia muslim untuk kiranya dapat menggunakan metode penyebaran kebencian, provokasi, dan konflik sektarian sehingga media tidak menjadi instrumen penyulut aksi terorisme. Seminar menekankan pentingnya kerja sama antara universitas, civitas akademi, lembaga keagamaan, dan organisasi massa lainnya untuk memerangi terorisme, ekstremisme, takfir dan pengrusakan dengan cara melakukan pertemuan, seminar dan berbagai acara ilmiah lainnya. Seminar merekomendasikan untuk dibentuknya sebuah komite khusus untuk menindaklanjuti implementasi dari deklarasi ini, lalu mensosialisasikannya secara luas serta menerjemahkannya ke dalam berbagai bahasa dunia. ?

Diterjemahkan oleh:

Muladi Mughni, Aktifis PCI-NU Pakistan dan Mahasiswa program S3 IIUI). ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Syariah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock