Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat

Setiap orang yang membangun rumah tangga dalam sebuah ikatan perkawinan dapat dipastikan ingin mendapatkan keturunan. Dan kehadiran seorang anak dalam kehidupan rumah tangga adalah sesuatu yang paling diharapkan lebih dari lainnya. Ini bisa di lihat dalam pergaulan kehidupan sehari hari, di mana ketika seseorang bertemu dengan temannya maka pertanyaan yang pertama kali dilontarkan adalah “anakmu sudah berapa?”. Juga ketika sepasang suami istri telah sekian lama menikah, harta telah melimpah dan hidup dalam kecukupannamun belum juga dikaruniai momongan, kenikmatan hidup berumah tangga itu belum lengkap dirasakan. Keduanya akan rela mengeluarkan biaya berapa pun banyaknya demi mendapatkan momongan, anak keturunan.

Dan ketika anak keturunan telah didapatkan orang tua masih memiliki harapan agar kelak anak-anaknya menjadi orang-orang yang sukses, bukan saja di dunia tapi juga kelak di akhirat. Ini adalah harapan ideal yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap keluarga muslim.

Di dalam Al-Qur’an secara tersirat maupun tersurat Allah banyak memberikan ajaran bagaimana menciptakan keturunan generasi penerus yang saleh, berkualitas, sukses dunia dan akhirat. Dari banyak ajaran itu salah satu yang menjadi kunci pokoknya adalah kesalehan dan ketaatan orang tua kepada Tuhannya.

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat

Secara tersirat pesan ini disampaikan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 124 yang menceritakan perihal bagaimana Nabi Ibrahim melakukan ketaatan hingga berbuah keturunan yang dianugerahi kesuksesan. Allah berfirman:

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya: “Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa perintah, maka ia melaksanakan perintah itu dengan sempurna. Tuhannya berkata, “Sesungguhnya Aku menjadikanmu sebagai pemimpin bagi umat manusia.” Ibtahim berkata, “(demikian pula) sebagian anak turunku.” Tuhannya berkata, “Janjiku tidak berlaku bagi orang-orang yang berbuat aniaya.”

Secara garis besar ayat tersebut menceritakan tentang ujian yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang macam ujian yang diberikan Allah kepada nabi-Nya tersebut. Ada yang berpendapat bahwa ujian itu berupa perintah menyembelih putra beliau Nabi Ismail. Ulama yang lain mengatakan ujian itu berupa rangkaian ibadah mansik haji. Pun ada yang menuturkan bahwa Nabi Ibrahim diuji oleh Allah dengan berbagai perintah yang berkaitan dengan kebersihan diri seperti memotong kuku, mencukur bulu ketiak, memotong kuku dan lain sebagainya.

Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut yang jelas pada ayat di atas dituturkan bahwa pada akhirnya Nabi Ibrahim dapat melaksanakan perintah-perintah Allah yang diujikan kepadanya dengan sempurna, tanpa ada ada kekurangan juga tanpa berlebihan (Muhammad Nawawi Al-Jawi, Tafsir Al-Munir [Beirut: Darul Fikr, 2008], jil. 1, hal. 37).

Imam Ibnu Kasir menuturkan bahwa atas prestasi ini maka kemudian Allah memberikan balasan dengan menjadikan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin bagi umat manusia (Ibnu Kasir, Tafsir Al-Qur’an AL-‘AdhimI [Semarang: Toha Putra, tt], juz 1, hal. 165). Beliau menjadi panutan yang diikuti oleh siapapun dalam hal kebaikan. Namun rupanya Nabi Ibrahim belum benar-benar puas atas penghargaan yang diberikan Allah. Kepada Tuhannya beliau meminta agar tidak dirinya saja yang dijadikan pemimpin bagi umat manusia tapi juga sebagian dari anak keturunannya diberi kehormatan serupa. Kiranya Allah mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim. Hanya saja janji anugerah Allah ini tidak berlaku bagi siapa saja yang berbuat aniaya atau zalim.

Dalam sejarah bisa dilihat bahwa para rasul yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah setelah masa Nabi Ibrahim mereka semua adalah anak-anak keturunan beliau. Bahkan sebagian di antaranya ada yang tidak hanya diberi kenabian namun juga kekuasaan sebagai seorang raja. Nabi Dawud, Sulaiman dan Yusuf adalah contohnya.

Dari kajian di atas bisa diambil pendidikan luhur bahwa kesalehan dan ketaatan orang tua kepada Allah merupakan modal besar bagi terbentuknya generasi yang berkualitas baik duniawi maupun ukhrawi. Adanya anak keturunan Nabi Ibrahim dianugerahi Allah kemuliaan dengan diangkat sebagai nabi dan raja adalah tidak lepas dari bagaimana Nabi Ibrahim sebagai leluhurnya menjalankan dan mentaati perintah-perintah Allah secara sempurna. 

Berangkat dari itu bila orang tua menghendaki generasi penerusnya mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat, menjadi anak-anak yang berkualitas lahir dan batin, maka semestinya orang tua mau mengawalinya dengan membentuk kesalehan diri sendiri. Ketaatan orang tua dalam menjalani perintah-perintah Tuhannya dan menjauhi setiap larangan-Nya memiliki andil yang cukup besar dalam membentuk dan mencapai harapan itu. Allah tidak hanya memberikan balasan kebaikan bagi pelakunya saja namun juga bagi generasi penerusnya.

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 7 Allah juga berfirman:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Bila kalian melakukan kebaikan maka kalian melakukan kebaikan bagi diri kalian sendiri, dan bila kalian melakukan kejelekan maka kejelekan itupun untuk diri sendiri”. 

Imam Ar-Razi di dalam kitab tafsirnya Mafâtihul Ghaib mengutip penjelasan Al-Wahidi tentang ayat di atas bahwa apabila kalian melakukan ketaatan kepada Allah maka dengan ketaatan kalian itu Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan keberkahan bagi kalian. Sebaliknya bila kalian melakukan kejelekan maka dengan jeleknya kemaksiatan yang kalian lakukan itu Allah akan membukakan pintu-pintu keburukan bagi kalian (Fakhrudin Al-Razi, Mafâtihul Ghaib [Beirut: Darul Fikr, 1981], juz 20, hal 159).

Bila ayat tersebut diterapkan dalam kaitan sebab akibat antara ketaatan orang tua dan kesuksesan anaknya maka bisa diambil satu pemahaman bahwa ketaatan seseorang kepada aturan-aturan Allah akan mewujudkan kebaikan dan keberkahan bagi dirinya sendiri yang salah satunya berupa kesuksesaan anak-anak keturunan di bidang duniawi maupun ukhrawi. Ya, saat orang tua memandang anak-anaknya menjadi orang yang sukses bukankah itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya? Maka itu berarti ketaatannya membuahkan kebaikan bagi dirinya sendiri.

Satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya menyebutkan sabda Rasulullah yang menyatakan, “Sesungguhnya anak-anakmu adalah dari hasil usahamu” (Ahmad bin Hambal, Musnad Ahmad [Muassasah Al-Risalah, 2001], jil. 42, hal. 176). Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, RMI NU Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

Sumenep, Ulama Salaf Online. Sejumlah aktivis karang taruna di kawasan ini memanfaatkan kantor balai desa dengan kegiatan keagamaan. Yang dilakukan awal adalah dengan mentradisikan tahlilan, doa bersama, serta tentu saja silaturahim. 

Balai desa dimaksud adalah di daerah Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih Sumenep Jawa Timur. Tampak sejumlah pegiat karang taruna menjadikan kantor setempat sebagai sarana koordinasi yang diisi dengan kegiatan keagamaan.

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

"Awalnya memang ada agenda mingguan ke rumah anggota, namun itu berlangsung sebelum balai desa ada,” kata Hanafi, Rabu (4/1). 

Penggerak Karang Taruna Batuputih Kenek ini memandang bahwa keberadaan balai desa sangat penting bila diisi dengan aneka kegiatan. Karenanya, dengan berbagai pertimbangan diputuskan bahwa setiap kegiatan rapat dan lainnya diselenggarakan di kantor desa, lanjutnya.

Apalagi selama ini banyak anggapan bahwa kantor tersebut diperuntukkan hanya bagi para aparatur desa. “Dan hal tersebut akhirnya dapat ditepis oleh para pegiat karang taruna,” jelasnya. 

Ulama Salaf Online

Pada setiap pertemuan, para pemuda melakukan mengawali pertemuan dengan tahlilan dan doa bersama yang dilanjut musyawarah. “Kebiasaan ini dilakukan atas dasar kesadaran bersama akan peran sebagai pemuda serta mengamalkan ajaran guru ngaji tentang pentingnya silaturahim, tahlilan, dan doa bersama untuk mereka yang telah berjasa,” ungkap Hanafi.

Ulama Salaf Online

Sedangkan tokoh setempat, yakni Abdul Karim menginginkan selain ngaji dan tahlilan hendaknya kegiatan diisi dengan hal produktif. “Misalnya dengan ada tabungan serta simpan pinjam yang diperuntuhkan anggota,” kata Kepala Desa Banyuputih Kenek ini. Hal tersebut ditujukan agar ada perekat lain, sehingga para anggota dapat bertemu dan menyadarai tanggung jawabnya. 

"Hendaknya mulai dipikirkan pentingnya menyelenggarakan kegiatan simpan pinjam bagi pengurus dan anggota,” ucap Bapak Karim. 

Tanggapan positif disampaikan salah seorang pengurus, Afif. Diharapkan selanjutnya akan terjalin ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah antar aktivis dan pemuda setempat. “Inilah cara kita mengabdi kepada desa dengan merawat tradisi sebagai orang NU. Pada saat yang sama, seluruh program karang taruna dapat berjalan sesuai rencana,”pungkasnya. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Tegal, Halaqoh Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mumtaza Islamic School Khalimi mengatakan, banyak sekolah yang hanya mengedepankan wawasan keislaman saja atau yang hanya kuat pada wawasan globalnya. Namun, sekolah yang kuat dua-duanya tidaklah banyak.? ?

“Kita ingin kuat di wawasan keagamaannya tapi kita juga harus kuat di wawasan globalnya,” kata Khalimi di Pondok Cabe Tangerang Selatan, Jumat (3/11).

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global

Ia menjelaskan, kurikulum yang diterapkan Mumtaza adalah hasil perpaduan daripada kurikulum internasional Cambridge, kurikulum agama, dan kurikulum tahfidz (menghapal Al-Qur’an). Inilah yang membedakan Mumtaza dengan sekolah-sekolah lainnya.

“Sekolah yang menggunakan kurikulum internasional, tapi tahfidznya kita munculkan juga,” ucapnya.? ?

Sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum, lulusan MI Mumtaza diharapkan memiliki hafalan enam juz; kelas satu juz tiga puluh, sedangkan kelas dua sampai kelas enam menghafal juz satu hingga lima. Meski tidak semuanya memenuhi target, namun upaya maksimal untuk mewujudkan target tersebut terus dilakukan.

“Setiap selesai Salat Dzuhur kita murojaah. Di pagi hari kita tasmi’ dan murojaah hafalan. Sebelum pulang pun kita upayakan

Ulama Salaf Online

untuk murojaah,” urai alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Ulama Salaf Online

Selain itu, siswa-siswi Mumtaza juga dibekali dengan keilmuan Islam lainnya seperti Bahasa Arab, Nahwu, Sorof, dan lainnya. Ini sebagai upaya untuk memperkuat wawasan keislaman mereka.

Sedangkan kemampuan globalnya ditunjukkan dengan kemampuan bahasa Inggris dan ilmu-ilmu eksakta. Di Mumtaza, bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris dan Arab. Semua pelajaran kecuali pelajaran agama harus disampaikan dengan dua bahasa tersebut.? ?

Happy Week, ajang eksplorasi bakat siswa

Khalimi menjelaskan, Happy Week adalah ajang untuk menggali bakat dan keahlian serta mengeksplorasi kecerdasan siswa-siswi. Untuk kategori seni ada tari tradisional, paduan suara, dekorasi seni, dan menggambar. Sedangkan untuk kategori akademik ada lomba mengeja kata Bahasa Inggris (spelling bee), membaca berita, dan percobaan sains (science experiment).? ?

“Di sisi agama kita angkat juga. Ada lomba tahfidz Al-Qur’an dan cerdas cermat islami,” ujarnya.

Selain itu, acara ini juga diharapkan sebagai ajang untuk mencai bakat siswa. Siswa-siswi yang juara dan berbakat akan terus dilatih dan diikutkan ke dalam kompetisi yang lebih tinggi lagi untuk mewakili sekolah.

Sementara, Ketua Pelaksana Happy Week, M Roiyani mengatakan, ini merupakan merupakan acara tahunan dan sudah diumumkan jauh-jauh hari. Karena itu, siswa-siswi sudah siap untuk mengikutinya.

“Siswa wajib mengikuti lomba, tapi dibatasi maksimal tiga kategori lomba. Semuanya ikut lomba,” kata dia. (Muchlishon Rochmat)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Syariah Ulama Salaf Online

PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Banyaknya tantangan yang akan dihadapi Nahdlatul Ulama ke depan, terutama pada masalah kesolidan organisasi, membuat Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar kunjungan ke ke seluruh Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kota Pekalongan.

PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting

Agenda turun ke bawah (Turba) ini dibagi dalam 15 kali pertemuan dimulai sejak tanggal 23 Februari sampai dengan 9 Maret 2014. Turba dihadiri seluruh jajaran pengurus harian PCNU Kota Pekalongan, pengurus harian Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan seluruh pengurus ranting serta pengurus badan otonom NU setempat.

"Persoalan yang sangat krusial di ranting-ranting adalah masalah kepemilikan tanah dan bangunan masjid dan musholla yang hingga kini belum dilakukan sertifikasi wakaf," ujar KH Romadlon Abdul Jali, Katib Syuriyah PCNU Kota Pekalongan yang juga koordinator tim turba seusai kunjungan tersebut.

Ulama Salaf Online

Dikatakan, berbagai persoalan yang mengemuka dalam turba telah berhasil dipetakan oleh tim turba antara lain masalah tanah wakaf, pendidikan dan pengkaderan di tingkat ranting. 

Ulama Salaf Online

Romadlon meminta kepada PCNU untuk segera menindaklanjuti temuan temuan di lapangan sehingga kekayaan Nahdlatul Ulamayang belum bersertifikat tanah wakaf dapat segera diselesaikan dengan baik.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H. Muhtarom kepada Ulama Salaf Online mengatakan, kegiatan turba merupakan agenda organisasi dalam rangka konsolidasi internal, sehingga tidak benar bahwa turba dicurigai sebagai upaya menggalang kekuatan menjelang Pemilu.

Menurut Muhtarom, turba kali ini merupakan bagian dari kegiatan besar NU, yakni peringatan Hari Lahir yang akan dilakukan pada bulan Mei 2014 mendatang dan merupakan agenda yang sudah lama dicanangkan PCNU Kota Pekalongan.

Dirinya menyadari, di internal warga Nahdliyyin di Kota Pekalongan banyak perbedaan pandangan dalam berpolitik, akan tetapi secara jamiyyah NU tetap solid dan kompak. Hal ini terbukti dari animo dan semangat pengurus cabang, wakil cabang, dan ranting NU se-Kota Pekalongan yang menyambut baik kegiatan turba.

Berbagai temuan di lapangan akan dikaji dan ditindaklanjuti oleh PCNU Kota Pekalongan terutama masalah pendidikan dan perwakafan serta kaderisasi di tingkat ranting yang dinilai sangat mendesak untuk direspon. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Halaqoh Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter

Jakarta, Ulama Salaf Online. Gerakan Nasional #AyoMondok yang telah diluncurkan oleh PP dan beberapa PW RMINU di Gedung PBNU, Senin (1/6) sore menjadi perbincangan deras para netizen di media sosial, terutama di twitter. Bahkan, tagar tersebut menempati trending topic teratas di media sosial yang kerap disebut mikro blog itu.

Beragam kicauan yang disampaikan Netizen di twitter, mulai dari pengalaman dirinya ketika mondok, karakter pendidikan pondok pesantren, foto-foto unik, hingga ada juga yang meng-upload video dokumenter menarik tentang sebuah kisah perjalanan pondok pesantren.

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter

“Asiknya nyantri itu belajarnya menyenangkan dan berkesan. Bab Thoharoh hingga Junub pun dikemas lucu dan bijak. Hikmahnya dapet,” kicau Akun twitter bernama @eloquence_99.

Ulama Salaf Online

Selain itu, akun bernama @Riffanpecros berkicau, bahwa pendidikan pondok pesantren tidak hanya menjadikan lulusannya jadi kiai, modin, ustadz, penceramah, dan guru.

“Buktinya banyak yang jadi menteri, jadi pengusaha sukses, bahkan jadi Presiden RI. Dan Kalau ada yang bilang mondok itu cuma mempelajari ilmu agama, buktinya saya bisa kuliah di kampus negeri, juga entrepreneur dan bisa IT,” ujar Riffan dalam tweetnya.?

Sementara itu, akun bernama @moqsith memaparkan dalam kicauannya, bahwa di pesantren kita tak hanya belajar membaca Quran tapi juga bagaimana memahami Quran. Dengan belajar di pesantren, kita akan tahu, mana ajaran Islam dan mana tradisi masyarakat Arab. Dengan belajar di pesantren kita akan tahu variasi bacaan Quran bahkan hingga 14 jenis bacaan. Di pesantren kita juga belajar bab jihad. Tapi, makna jihad tak dipersempit hanya berupa perang.

Ulama Salaf Online

“Yang hebat dari pesantren adalah keberhasilannya mmpersaudarakan seluruh santri yang datang dari seantero negeri. Pesantren memang terus berkembang dan berbenah. Sejumlah kekurangan terus dibenahi,” imbuh @moqsith dalam tweetnya.?

Gerakan ini didukung sepenuhnya oleh para pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia. Selain itu, saat ini setiap pesantren sedang mempersiapkan diri untuk menyosialisasikan gerakan nasional #AyoMondok. Gerakan ini mempunyai konsekuensi, bahwa pondok pesantren wajib berbenah diri dengan optimal dari berbagai aspek agar mampu menciptakan lembaga dan lulusan berkualitas ala pesantren. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Halaqoh Ulama Salaf Online

Rabu, 20 Desember 2017

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Solo, Ulama Salaf Online - Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten berhasil melenggang ke babak final di Liga Santri Nusantara (LSN) U-18 Region Jateng 3 Zona Soloraya. Hasil tersebut diperoleh setelah mereka berhasil mengalahkan tim dari Boyolali, Al-Ikhlas Dawar dengan skor telak 5-0, pada laga yang digelar di Stadion Kotta Barat, Senin (29/8).

Gol-gol kemenangan Al-Manshur dicetak dari kaki M. Baidlowi di menit ke-5 dan 57’, Rahmadani (37’), Wahidin (50’), dan Rico Diman (56’). Hasil ini mengantar tim Al-Manshur melaju ke final, melawan sang juara bertahan Pesantren Walisongo Sragen.

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Sementara itu, tim sepakbola Pondok Pesantren Walisongo Sragen juga berhasil melenggang ke partai puncak, dengan skor yang cukup meyakinkan, 5-0. Masing-masing gol dicetak di Akbar Ramadhani (2 gol), Aldino Salva, Dicky Yuana dan Orananda Endar Aji.

Kemenangan Walisongo ini sudah diprediksi sebelumnya mengingat tim ini masih jadi unggulan lantaran berstatus sebagai juara bertahan Jawa Tengah musim lalu.

Ulama Salaf Online

Berbeda dengan musim lalu yang langsung maju ke level nasional setelah jadi kampiun. Musim ini Jawa Tengah dibagi tiga region. Region 1 meliputi wilayah Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Cilacap. Region 2 wilayah Kendal, Semarang, Kudus, Demak, Jepara, Blora, dan Pati. Sedangkan Region 3 dipertandingkan di dua wilayah yakni Soloraya dan Magelang (eks Karesidenan Kedu).

Ulama Salaf Online

“Sistem pertandingan berbeda dengan tahun lalu. Target kami jelas masuk putaran nasional. Tim yang menjadi juara di Region 3 akan bertanding lebih dulu dengan kampiun Magelang. Kabarnya kemungkinan besar level nasional digelar di Solo. Ini akan menjadi keuntungan bagi kami,” papar manajer Walisongo, Mustawa.

Namun demikian, Walisongo mesti menjadi pemenang di Region 3 terlebih dulu. “Juara Soloraya nanti akan bertanding melawan juara dari Magelang Raya, setelah itu pemenangnya berhak lolos ke babak 32 besar nasional,” imbuh Koordinator Liga Santri Nasional Region 3 Jateng, Abil Khoirudin. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Kajian, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Sabtu, 16 Desember 2017

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Forum Jurnalis Nahdlatul Ulama (FJNU) DIY menggelar Syawalan dan Talkshow, Ahad (9/9). Acara ini bertempat di Ballroom Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa (UST) selatan Balai Kota Yogyakarta. Dalam pantauan Ulama Salaf Online tak kurang 50 hadirin antusias mengikuti kegiatan ini. 

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan

Kebanyakan dari hadirin adalah pegiat jurnalis dari kalangan kader muda NU. Baik dari wartawan langsung maupun yang hanya memiliki hobi nulis. “FJNU bukan hanya forum untuk wartawan, tapi juga untuk semua kader NU yang menaruh perhatian besar di dunia tulis menulis,” ungkap Suraji. 

Ketua FJNU ini juga mengungkapkan bahwa FJNU sengaja dibentuk dengan mengusung visi besar bagi warga Nahdliyin agar melek media. Lebih-lebih bisa memberikan kontribusi berupa gagasan di media cetak maupun elektronik.

Ulama Salaf Online

Acara Talkshow tersebut dipendegani oleh tiga narasumber, Prof  Dr Maksum (PBNU), Hafidh Asrom (Anggota DPD-RI), dan Dr Kartono (Penulis & pakar pertanahan). Tak kurang dari dua jam, ketiganya membeberkan hal ihwal seputar NU dan dunia Jurnalis. Bahkan sesekali diselingi dengan canda tawa. Sehingga durasi waktu dua jam pun tak terasa.

Ulama Salaf Online

Jurnalis Idealis

Pena lebih tajam dari pedang, adagium inilah yang kiranya diyakini oleh Hafidh Asrom. “Bukan mustahil kekuatan pena bisa merubah Indonesia, sudah dibuktikan oleh para founding fathers bangsa ini,” tuturnya. 

“Tak lain tak bukan karena media mampu menggiring opini publik, contohnya soal korupsi yang tengah santer diperbincangkan,” tegasnya.

Ketiga narasumber juga menghimbau agar melalui dunia jurnalistik kader-kader muda NU dapat menghadirkan sinar benderang bagi NU. Dengan catatan, bahwa jurnalis tersebut harus seorang yang idealis bukan jurnalis pragmatis. 

Kampus UST dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan acara agar para jurnalis NU dapat meneladani Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar, dengan idealismenya, mampu menyuguhkan bara api lewat tulisannya. Sehingga menyulut perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisasi. 

Dalam waktu dekat, kegiatan yang sama juga bakal diagendakan untuk kalangan guru serta siswa di lingkungan NU. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hanif

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Aswaja Ulama Salaf Online

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Pati, Ulama Salaf Online

Harta wakaf harus diproduktifkan supaya banyak manfaat yang bisa diambil. Poin utama wakaf adalah intifa (mengambil manfaat). Jika wakaf tanah yang dibangun di atasnya masjid, maka masjid tersebut harus dikelola secara produktif untuk shalat jamaah, tadarrus al-Quran, mengaji ilmu agama, musyawarah urusan umat, dan lain-lain.

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Demikian pesan KH M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis Tayu dalam Seminar Wakaf Produktif yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Jawa Tengah, Senin (30/5), di Aula Ipmafa Lantai 2, Pati.

“Jika masjid kosong, tidak digunakan untuk jamaah, tadarrus al-Quran, dan lain-lain, maka nilai kemanfaatannya tidak ada dan orang yang wakaf (waqif) tidak mendapatkan pahala yang menjadi tujuan wakaf,” ujarnya di hadapan forum yang terselenggara atas kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Pati ini.

Ulama Salaf Online

Begitu juga, lanjut Kiai Aniq, jika seseorang mewakafkan tanahnya yang dikelola dan keuntungannya untuk kemaslahatan masjid, maka tanah tersebut harus dikelola secara produktif sehingga menghasilkan pendapatan yang besar untuk memakmurkan masjid. Misalnya, tanahnya ditanami pepaya, pisang, atau sejenis, lalu dikelola dengan baik, sehingga menghasilkan produk yang laris dijual yang uangnya diberikan kepada masjid untuk mengembangkan masjid.

Dalam wakaf, shighat memegang posisi kunci, seperti waqaftu hadza ala al-masjidi (saya mewakafkan harta ini kepada masjid). Namun, untuk mengamankan posisi wakaf, aspek administrasi dan sertifikasi penting dilakukan supaya tidak terjadi perselisihan dan persengketaan di kemudian hari, bahkan sampai berujung ke pengadilan. Melihat pentingnya wakaf ini, orang yang akan mewakafkan tanahnya di masa mendatang bisa melakukan washiyyah bil waqfi (wasiat wakaf), namun proses sertifikasi tanahnya bisa segera dilakukan sekarang supaya aman dari fitnah.

Ulama Salaf Online

Empat tugas nadhir wakaf



Supaya nadhir wakaf yang berkewajiban mengelola harta wakaf mampu mengelola wakaf secara produktif, maka menurut KH. Muslihan dari Badan Wakaf Indonesia dan Penyelanggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Pati, nadhir wakaf harus menerapkan manajemen profesional. Manajemen professional dilihat dari aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan evaluasi (controlling).? ?

Ia menjelaskan, ada empat tugas nadhir wakaf. Pertama, melakukan proses administrasi harta wakaf secara tertib. Kedua, mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya. Ketiga, mengawasi dan melindungi harta benda wakaf. Keempat, melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Empat tugas nadhir ini harus dilakukan secara maksimal supaya potensi besar wakaf bisa dikelola secara produktif.

Di Indonesia, lanjut Muslihan, dengan asumsi umat Islam yang akan berwakaf 5 persen dari 190 juta, sekitar 9,5 juta jiwa, maka jika masing-masing mengeluarkan wakaf Rp 100.000 setiap bulan, maka akan terkumpul Rp 950 miliar per bulan dan Rp 11,4 triliun per tahun. Dana sebesar itu sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat untuk program pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa berprestasi, dan pemberikan kecakapan hidup (life skills) kepada kaum pengangguran di negeri ini.

Melihat potensi besar wakaf ini, Muslihan mendorong Program Studi Zakat Wakaf Ipmafa Pati supaya menjadi garda depan gerakan sadar wakaf dengan melahirkan amil zakat dan nadhir wakaf yang jujur, akuntabel, komunikatif, dan visioner.

Jamal Mamur Asmani selaku Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa menyatakan siap menjadikan Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA sebagai pionir gerakan sadar wakaf demi kemajuan umat dan kejayaan bangsa. Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati Bapak Mumu Mubarak menyatakan, MES Pati siap mendukung gerakan pembumian ekonomi syariah di Pati, termasuk gerakan sadar wakaf supaya nilai-nilai ekonomi syariah membumi di bumi nusantara dan dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat. Muhammad Fachrurrozi, selaku moderator mengatakan bahwa potensi wakaf yang besar ini harus disadari oleh masyarakat muslim supaya bisa dikelola secara profesional. (Red: Mahbib)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso

Bondowoso, Ulama Salaf Online

Gerakan Pemuda Ansor dalam upaya menertibkan administrasi dan menata system pengaderan melakukan akreditasi kelembagaan mulai dari tingkat wilayah, cabang, anak cabang, hingga anak ranting.

Untuk proses ini, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kebupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengingatkan seluruh anak cabang atau kepengurusan di tingkat kecamatan untuk mempersiapkan diri menyongsong giliran akreditasi pada September ini.

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso

“Adanya akreditasi tentu menjadi sebuah motivasi bagi kita selaku kader Gerakan Pemuda Ansor,” kata Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil pada rapat pleno yang diikuti ketua dan sekeretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Se-Kabupaten Bondowoso di Desa Wisata Organik, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Ahad (14/8) siang.

Ulama Salaf Online

Proses akreditasi akan dilakukan langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur. Muzammil memaparkan rincian jadwal turba (turun ke bawah) dalam akreditasi kali ini ini. Secara berurutan, akderitasi akan dilakukan tiap hari dari tanggal 1-23 September.

PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso mendapat giliran pertama kali kunjungan akreditasi (1 September), disusul Tenggarang, Wonosari, Botolinggo, Cermee, Klabang, Pejaten, Tapen, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, Tolgosari, Grujugan, Jambesari, dan Maesan.

Ulama Salaf Online

Pada tanggal 17 September, kunjungan berlanjut ke PAC GP Ansor Kecamatan Tamanan, kemudian hari berikutnya ke Binakal, Curahdami, Pakem, Taman? Krocok, Tegalampel, dan terakhir pada 23 September di Kecamatan Wringin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus harian PC GP Ansor Bondowoso, Satkorcab Banser Bondowoso, dan segenap PC Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia

Jakarta, Ulama Salaf Online - Kabar duka kembali menyelimuti warga Nahdlatul Ulama (NU). Innalillahi wa inna ilaihi raji‘un. telah pulang ke rahmatullah almukarram Ajengan KHR Mukhtar Ruyani. Kiai yang mengabdikan diri untuk warga NU ini wafat Selasa (12/4) sore.

Semasa hidupnya almarhum diamanahi sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Mustasyar PBNU 2015-2020.

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia

"Ia sudah priode ke-4 sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor. Ia wafat tadi sore hari Selasa (12/4) jam 17.00. Almarhum juga Pengasuh Pesantren Riyadul Aliyyah, Cisempur, Cipunegara, Caringin Bogor," kata Mantan Katib PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub melalui pesan singkatnya.

Ulama Salaf Online

KH Zuhri Yaqub menambahkan, "Kiai Mukhtar sangat peduli dengan NU sebagai jamaah dan jamiyyah. Pengabdiannya terhadap NU patut dijadikan contoh."

Ulama Salaf Online

"Semoga ilmu, amal dan pengabdiannya kepada NU menjadi amal baik," tutup Zuhri. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Blitar, Ulama Salaf Online

Pembuatan Kartanu di Wilayah Kabupaten Blitar, 4 April kemarin mulai dilaksanakan. Pemotretan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gandusari. 

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Mengingat luasnya wilayah MWC, maka pemotretan dilakukan di 48 titik secara pergantian.

Sambutan warga NU dan banomnya sangat luar biasa. Hal ini terlihat, sejak pagi hari para anggota sudah siap menunggu petugas pomotretan setelah lebih dulu didaftar oleh panitia. 

Ulama Salaf Online

Alhamdulillah antusias warga NU secara keseluruhan sangat bagus. Semoga target NU Kabupaten Blitar bisa terpenuhi,’’ ujar H Mohammad Faizin kepada Ulama Salaf Online, Jum’at.

Ulama Salaf Online

Menurut Faizin, target awal PCNU Kabupaten Blitar bisa membuat setidaknya 25 ribu Kartanu. Namun melihat antusias anggota NU, khususnya dukungan para anggota badan otonom, diperkirakan ada kenaikan yang luar bisa ada kemungkinan bisa lebih dari itu. 

“Sebagai panitia kami sangat bangga dengan warga NU beserta banomnya. Mereka sangat mendukung sekali dengan program Kartanu ini. Dengan melihat itu ada kemungkinan program ini bisa melebihi target bahkan bisa dua kali,’’ ungkap mantan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Blitar ini.

Diperkirakan, tim Kartanu ada sekitar sebulan melakukan pendataan dan pemotretan. Hal ini terkait dengan kondisi daerah yang memiliki wilayah 22 Kecamatan dengan lokasi tempuh yang sangat jauh. Khususnya wilayah di Blitar Selatan.

Bagaimana dengan banom? Ia mengtatakan peran banom sangat besar sekali. Karena mereka yang jadi ujung tombak penyuksesan program ini. Contohnya Muslimat NU. Di semua titik banom ini yang menjadi ujung tombaknya. Anggotanya terkoordinasi dengan baik. 

“Semua banom memiliki peran masing-masing. Baik Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor. Kalau Ansor yang aktif adalah para Bansernya,’’ katanya.

Paran ISNU ( Ikatan Sarjana NU) juga lumayan bagus. Meski di Kabupaten Blitar terbilang masih baru namun sudah memperlihatkan perannya. Misalnya, dalam program Kartanu ini selain anggotanya dikerahkan untuk ikut menjadi anggota, ISNU juga memfasilitasi pembuatan seragam petugas Kartanu. 

“PC ISNU Blitar membuatkan seragam bagi petugas Kartanu. Bantuan itu membuat tim Kartanu tampil beda,’’ tandasnya.

Info lainnya, lanjut Faizin, para pejabat daerah setempat juga minta dibuatkan Kartanu. Misalnya Bupati dan wakilnya, Ketua DPRD dan beberapa pejabat eselon. “ 

Pak Bupati dan Ketua DPRD tadi juga kontak. Agar didaftar sebagai anggota NU. Periode dulu juga sudah dan dalam program ini mereka juga mengajukan,’’ tambahnya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Halaqoh, Daerah Ulama Salaf Online

Kamis, 30 November 2017

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

Bojonegoro, Ulama Salaf Online. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Gayam Bojonegoro meluncurkan forum dialog bertajuk Obrolan Bareng Ansor (Obor) dan Buletin Irodah. Dua kegiatan ini diresmikan langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Gayam, Sabtu (5/9) kemarin.

Ketua PAC GP Ansor Gayam, Nur Chamid mengatakan, dialog Obor akan diadakan setiap satu bulan sekali, tema yang diangkat nantinya akan? berbeda-beda setiap bulanya.

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

"Temanya nanti kita bedakan menjadi tiga, pertama tentang problematika ke NU-an, Kedua tentang wirausaha dan ketiga soal keilmuwan multidisiplin," paparnya.

Ulama Salaf Online

Harapanya, kegiatan tersebut dapat memberikan peningkatan wawasan dan manfaat bagi para pemuda setempat. Selain itu, ia berharap nantinya lewat kegiatan itu akan muncul pula wirausahawan dari kalangan pemuda Ansor.

"Kedepanya. Akan ada banyak diskusi dengan tema - tema yang menarik dan kontekstual," lanjutnya.

Ulama Salaf Online

Disisi lain,? adanya pembuatan Buletin Irodah diharapkan akan menjadi media syiar pemuda Ansor Gayam. "Termasuk memuat hasil Kajian Obor, profil tokoh islam lokal serta berisi konten dakwah lainya," tandasnya.

Sementara itu, Rois syuriyah MWCNU Gayam, Solikhin Shohih menyampaikan apresiasinnya terhadap kajian dan buletin tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut? bisa menjadi forum yang mencetak kader - kader potensial.

"Kegiatan ini akan menjadi Laboratorium Sosial di Ansor Gayam, semoga bermanfaat untuk masyarakat luas," harap kyai yang juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren alm KH Sahal Mahfudh ini. (M. Yazid/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Pertandingan, Aswaja Ulama Salaf Online

Kamis, 16 November 2017

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

Banyumas, Ulama Salaf Online - Orang pintar memiliki harga yang tinggi. Untuk meraih harga yang tinggi, seseorang harus rajin membaca. Suka membaca adalah syarat orang menjadi pintar.

Demikian diungkapkan oleh sastrawan Ahmad Tohari dalam acara Gerakan Budaya Baca Masyarakat Banyumas (Gebyarmas) yang diadakan oleh Fokus Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Banyumas, di Kampus IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, Ahad (7/5).

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

"Menteri luar negeri pertama Indonesia, Agus Salim. Dia bukan dari kalangan sekolah tinggi, tapi menguasai tujuh bahasa, belajar secara otodidak," kata pria asal Jatilawang, Kabupaten Banyumas ini.

Ulama Salaf Online

Ahmad Tohari mengajak masyarakat untuk gemar membaca agar berpengetahuan luas. Sebab kurangnya pengetahuan, menurutnya, merupakan salah satu faktor orang kecil harganya.

Ulama Salaf Online

"Kalau kurang membaca, meski dia sarjana, pasti jadi sarjana yang pas-pasan, harganya umum atau rata-rata," lanjutnya.

Selain itu, Ahmad Tohari juga menyoroti orang yang berpenghasilan pas-pasan tapi maniak rokok. "Seandainya uangnya buat membeli buku, itu investasi pengetahuan, memodali ilmu pengetahuan," tadasnya.

Tohari juga berpesan kepada generasi muda untuk menggunakan teknologi informasi yang telah maju sebagi alat untuk melakukan pengembangan diri. Sedangkan bagi orang tua diharapkan bisa mencukupi kebutuhan bacaan anak-anak mulai sejak dini. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Halaqoh Ulama Salaf Online

Kamis, 09 November 2017

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Banyumas, Ulama Salaf Online

Pengurus Cabang? Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas memberangkatkan 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) ke pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen untuk mengikuti Istighotsah Akbar dan Apel Penggerak Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Tengah Sabtu Sore (15/4) dan Ahad (16/4).

Pemberangkatan dipimpin langsung Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Ahmad Hasan (Gus Hasan) di halaman masjid Nur Sulaiman Jl. Alun-alun Barat Banyumas.

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Gus Hasan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa warga NU akan bergerak ke Kebumen untuk mengibarkan bendera NU di pantai Petanahan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan, siapa yang mengganggu Indonesia akan berhadapan dengan NU.

Ulama Salaf Online

"Segala sesuatu yang akan menggangu NKRI maka akan berhadapan dengan NU," katanya.

Ulama Salaf Online

Selain 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, PCNU Banyumas juga menerjunkan 500 anggota banser untuk ikut mengamankan lokasi kegiatan.

"Ada sekitar 500-an anggota Banser yang kami turunkan," kata Kasatkorcab Banser Banyumas Slamet Ibnu Ansori.

Para kader penggerak Nahdlatul Ulama terlihat sangat semangat mengikuti acara pemberangkatan tersebut.

"Kita sengaja berkumpul dulu di sini. Dari sini kita akan berangkat bersama-sama ke Kebumen," kata Sarwono dari Ajibarang. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Tegal, Halaqoh Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji

Jakarta, Ulama Salaf Online. Sehubungan Dana Optimalisasi Haji (DOH), Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) wajib minta ridha jamaah haji. Ridha ditujukan agar jamaah merestui Kemenag RI dalam pengelolaan kelebihan DOH.

“Karena pada dasarnya dana kelebihan optimalisasi haji merupakan hak milik jamaah,” kata staf Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Sarmidi dalam sidang pleno.

Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji

Permintaan ridha dimaksudkan agar pengelolaan sisa DOH oleh Kemenag RI sesuai dengan syar’iat.

Ulama Salaf Online

Sidang pleno menutup kegiatan bahtsul masail nasional LBM PBNU di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa-Rabu (2-3/7).

Kepemilikan dana kelebihan optimalisasi haji didasarkan pada kepemilikan DOH. Pemilik DOH yang disetorkan jamaah di awal untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) adalah jamaah haji itu sendiri.

Ulama Salaf Online

Sementara jamaah haji memberikan hak pengelolaan BPIH kepada Kemenag RI. Dalam hal ini, kedua pihak menggunakan akad wakalah. Akad wakalah dalam hal ini sebuah praktik di mana calon jamaah haji mewakilkan kepada Kemenag RI atau Menteri Agama untuk mengelola BPIH bagi kepentingan ibadah haji.

Kegiatan bahtsul masail nasional LBM PBNU dihadiri oleh pengurus Syuriyah PWNU se-Indonesia, sejumlah pengurus Syuriyah PBNU, dan utusan beberapa pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Halaqoh Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura

Sepuluh Muharram termasuk hari paling bersejarah bagi penganut agama samawi, khususnya Islam. Pada hari itu, Nabi Adam diterima pertobatannya oleh Allah SWT; kapal Nabi Nuh terdampar di daratan; Nabi Yusuf dikeluarkan dari sumur; Nabi Yunus keluar dari perut ikan; Nabi ‘Isa lahir pada sepuluh Muharram; dan Nabi Musa diselamatkan dari kejaran pasukan Fir’aun juga pada tanggal sepuluh Muharram.

Seluruh kejadian fenomenal ini disebutkan oleh Ibnu Bathal di dalam kitab Syarah Shahih Al-Bukhari.

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura

Maka dari itu, ketika Rasulullah SAW berada di Madinah, Beliau mendapati seorang Yahudi sedang berpuasa. Nabi bertanya, “Puasa apa yang kamu lakukan ini? Mereka menjawab, “Pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Akhirnya Nabi Musa puasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur.” Mendengar jawaban ini, Nabi berkata:

? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya, “Kami lebih berhak atas puasa Musa daripada kalian." Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk puasa,” (HR Ibnu Majah).

Ulama Salaf Online

Badruddin Al-‘Ayni dalam Umdatul Qari mengatakan, menurut madzhab Hanafi, puasa Muharram termasuk puasa wajib pada awalnya. Kemudian hukum wajib tersebut dihapus setelah adanya perintah wajib puasa Ramadhan. Pada waktu umat Islam diwajibkan mengerjakan puasa Ramadhan, maka status hukum puasa ‘Asyura berubah menjadi sunah. Kendati ulama menyepakati kesunahan puasa ‘Asyura, mereka berbeda pendapat terkait waktu pelaksanaan puasa ‘Asyura itu sendiri. Ada yang mengatakan sembilan dan ada pula yang mengatakan sepuluh Muharram. Perbedaan ini didasarkan pada variasi riwayat terkait puasa ‘Asyura.

Untuk menengahi perbedaan tersebut, maka puasa ‘Asyura dapat dibagi menjadi tiga tingkatan: Pertama, mengerjakan puasa dari tanggal sembilan sampai sebelas Muharram; kedua, puasa pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram; ketiga, puasa tanggal sepuluh Muharram saja. Pembagian ini sebagaimana dijelaskan Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi.



Pendapat ulama yang menganjurkan puasa sebelum dan sesudah sepuluh Muharram berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Puasalah kalian pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Kerjakan puasa dari satu hari sebelumnya sampai satu hari sesudahnya,” (HR Ahmad).

Hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud ‘Asyura itu adalah sepuluh Muharram, bukan sembilan Muharram. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW meminta pelaksanaan puasanya menjadi tiga hari, yaitu dari tanggal sembilan sampai sebelas. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi berencana puasa tanggal sembilan Muharram, namun Beliau sudah wafat sebelum menunaikan niat itu.

Penjelasan ini dapat dipahami bahwa ulama menyepakati kesunahan puasa ‘Asyura. Bahkan dianggap sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Akan tetapi, lebih disunahkan lagi mengerjakannya mulai dari tanggal sembilan hingga sebelas. Kalaupun tidak mampu melaksanakan tiga hari, diperbolehkan puasa khusus pada tanggal sepuluh Muharram tersebut. Wallahu alam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Anti Hoax, AlaNu Ulama Salaf Online

Minggu, 08 Oktober 2017

Ansor Jatim Kawal Penuntasan Kasus Penembakan Mathur Husairi

Surabaya, Ulama Salaf Online. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Jumat petang (6/2/) kemarin, menjenguk aktivis antikorupsi Mathur Husairi di RSUD Dr Soetomo Surabaya. LBH GP Ansor Jatim berjanji akan mengawal pengungkapan dan penuntasan kasus penembakan Mathur Husairi.

Ansor Jatim Kawal Penuntasan Kasus Penembakan Mathur Husairi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jatim Kawal Penuntasan Kasus Penembakan Mathur Husairi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jatim Kawal Penuntasan Kasus Penembakan Mathur Husairi

“Kami akan mengadvokasi hingga adanya tuntuntan di pengadilan, baik secara litigasi maupun non-litigasi,” kata Direktur LBH GP Ansor Jatim Othman Ralibi.

Othman datang menjenguk aktivis Madura Corruption Watch (MCW) itu dengan didampingi M Ja’farShodiq, Muhammad Rutabus Zaman (wakil direktur), Mansyur, (sekretaris direktur), serta sejumlah pengurus lain, di antaranya Anang Romli dan M Yunus.

Ulama Salaf Online

Kedatangan mereka disambut istri Mathur, Muthmainah. Kondisi Mahtur sudah dalam tahap penyembuhan. Sehingga, aktivis LBH Ansor Jatim dapat berbincang bersamanya selama hamper satu jam.

Mathur yang juga salah satu pengurus GP Ansor Kabupaten Bangkalan adalah pegiat antikorupsi yang kerap mengungkap berbagai kasus korupsi di Bangkalan. Bahkan, dia yang melaporkan ke KPK. Mathur ditembak oleh orang tak dikenal di depan rumahnya di Bangkalan, Senin dini hari, 20 Januari 2015 lalu. Saat itu ia baru selesai diskusi dengan rekan sesame aktivis di Surabaya.

Ulama Salaf Online

Othman menilai, penembakan yang dialami Mathur tersebut bukan criminal biasa. Menurutnya, ha litu dapat ditengarai adanya motif politis yang dilakukan oleh orang-orang yang khawatir  terhadap  perilaku koruptif yang selama ini dilakukannya.

“LBH Ansor Jatim berkewajiban untuk mengawal dan mengadvokasi korban agar terlindungi dari ancaman dan intimidasi yang berkelanjutan, baik  terhadap  diri pribadi korban maupun terhadap keluarganya dan mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum yang seadil-adilnya ” tegasnya.

Othman meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan secara tuntas hingga ditetapkannya tersangka baik kepada pelaku utama (eksekutor) maupun  aktor intelektualnya dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Kasus ini dapat dijadikan sebagai pelajaran, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pihak kepolisian harus mengungkap  adanya peredaran senjata ilegal,” pungkasnya. (Hady/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Halaqoh, Kiai Ulama Salaf Online

Sabtu, 07 Oktober 2017

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Jombang, Ulama Salaf Online

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus mengoptimalkan pengaderan di sekolah-sekolah dengan membentuk sejumlah komisariat.

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaderan Pelajar NU di Ngoro Didukung Banyak Pihak

Ketua PAC IPPNU Siti Mufarikha mengungkapkan, terobosan dan upaya demikian adalah pertama kali dilakukan pada masa kepengurusannya. Meskipun demikian, ia mengaku program tersebut sangat efektif dilakukan. “Ini merupakan pertama kalinya pergantian pengurus komisariat di Kecamatan Ngoro masa jabatan saya,” katanya kepada Ulama Salaf Online, Ahad (3/4).

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bahrul Ulum Genukwatu Ngoro misalnya, telah terbentuk kepengurusan tingkat komisariat dengan dilakukannya pelantikan oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Jombang, Kamis (31/3) di Masjid Baitul Makmur Genukwatu.

Ulama Salaf Online

Ia menyatakan, kerja sama yang tengah dijalain antarpengurus PAC dan beberapa guru sekolah di sejumlah kecamatan tersebut berjalan dengan baik. Dengan demikian, hal itu sangat dimungkinkan seluruh sekolahan di Ngoro akan mudah dibentuk komisariat-komisariat. “Pada pelantikan kemrin saja begitu meriah dan disaksikan seluruh jajaran dewan guru dan siswa siswi MTs Bahrul Ulum,” ujarnya.

Bahkan salah satu dewan guru MTs Bahrul Ulum saat itu, lanjut dia, sangat mendukung terhadap upaya yang dilakukan IPNU-IPPNU saat ini. Ia mengimbau pengurus PAC untuk berkomitmen melakukan pengaderan dan mengembangkan potensi yang dimilki.

Ulama Salaf Online

“Ahmad Muthohar, guru madrasah MTs Bahrul Ulum memberi pesan kepada pengurus IPNU-IPPNU untuk lebih aktif dalam berorgnisasi. Dan pihak? guru yang lain juga? selalu memberikan support, khususnya kepada pengurus komisariat,” tuturnya."

Sementara itu, Veronika Putri, salah satu Ketua Pengurus Komisariat IPPNU di Ngoro mengungkapkan, akan menjaga kepercayaan dari sejumlah guru dan pengurus IPNU-IPPNU setempat. “Saya meminta dukungan kepada seluruh rekan-rekan agar dapat mengemban amanah dengan maksimal,” ucapnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh Ulama Salaf Online

Senin, 18 September 2017

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia

Jakarta, Ulama Salaf Online - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus melakukan pemulangan (repatriasi) WNI/TKI gelombang ke-275 terhadap 33 (tiga puluh tiga) orang WNI/TKW ke Indonesia via Bandara Beirut, Libanon, Kamis (9/6). Para TKW yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat. Sisanya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB.

Mereka berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh Staf KBRI Damaskus Amiruddin Thamrin.

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkah Ramadhan, 33 TKI via Damaskus Dipulangkan ke Indonesia

Dengan keberangkatan sebanyak 33 WNI/TKW ini, saat ini di shelter KBRI Damaskus masih terdapat 21 WNI yang diduga kuat korban perdagangan manusia.

Ulama Salaf Online

Duta Besar RI di Damaskus Djoko Harjanto menegaskan bahwa pemulangan atau repatriasi WNI ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011. Repatriasi dilakukan karena situasi keamanan di Suriah masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin memperpanjang kontrak kerja mereka.

Program pemulangan ini juga dilakukan karena pemerintah RI mengambil kebijakan berupa penghentian secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.

Ulama Salaf Online

Sementara Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Ekonomi Makhya Suminar menambahkan bahwa sebanyak lima dari 33 WNI/TKW yang dipulangkan ini diduga kuat adalah korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja, yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji, dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

“Dengan keberkahan bulan Ramadhan mudah-mudahan segala urusan repatriasi WNI/TKW berjalan lancar dan diharapkan tidak ada lagi masuknya TKW illegal ke Suriah, sehingga program repatriasi ini dapat segera selesai,” ujar Makhya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh Ulama Salaf Online

Selasa, 12 September 2017

Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat

Makassar, Ulama Salaf Online. Muslimat sebagai sebuah organisasi kaum ibu yang dipayungi oleh Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran dan tanggung jawab penting dalam membangun masyarakat sehat, khususnya pada Ibu dan Anak.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa pada acara Pembukaan Training of Trainers (TOT) dengan tema “Imunisasi sebagai Pencegahan Penyakit pada Anak “ hasil Kerjasama PP Muslimat NU dan UNICEF yang diselenggarakan di Hotel Yasmin Makassar, Rabu (01/08).

Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Terus Upayakan Masyarakat Sehat

Acara diikuti oleh perwakilan dari Pengurus Muslimat NU di lima cabang di Sulawesi Selatan antara lain Kotamadya Makassar, Kabupaten Bone, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Goa. “Lima daerah inilah yg menjadi paramater capaian imunisasi yang harus ditingkatkan”, ujar mantan Menteri di era Gus Dur ini.

“Kita ketahui bersama bahwasanya di Indonesia setiap 20 menit, anak bayi di Indonesia meninggal akibat penyakit campak. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat khususnya ibu-ibu membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi dan vitamin A. Dengan TOT ini, PP Muslimat NU mengajak Muslimat dicabang-cabang untuk menggalakkan kampanye kesadaran untuk melakukan imunisasi pada anak", ujar Anggota DPR RI ini.

Tanggung jawab kampanye Imunisasi Campak dilakukan oleh Pemerintah dengan tujuan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk mengimunisasi anaknya. "Namun bukan semata tanggung jawab Pemerintah, kita semua, siapa saja dan kapan saja," lanjutnya.

Tujuan Program Muslimat NU dan UNICEF lewat TOT, kata Khofifah, adalah mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya imunisasi demi kesehatan anaknya. Masyarakat diharapkan peduli terhadap anak sehingga anak tidak mengalami gangguan dari penyakit yang masuk dalam kategori berbahaya ini.

Ulama Salaf Online

“Ingat, campak tidak hanya mengakibatkan demam semata namun bisa sampai pada taraf mengganggu otak pada anak bahkan kebutaan hingga sampai pada kematian. Sehingga bila ada jalan untuk melakukan langkah-langkah prefentif mengapa tidak kita lakukan demi buah hati kita," ujarnya.

Pengaruh-pengaruh yang mengakibatkan kurangnya kepedulian dalam melakukan imunisasi baik dari sisi Agama, Kultur dan lain sebagainya, kata Khofifah, akan dicarikan formulasinya dalam TOT itu untuk mendapatkan solusinya.(saz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Halaqoh, Pondok Pesantren, AlaSantri Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock