Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Melaksanakan shalat berjamaah biasanya tidak terlepas dari adzan dan iqamah. Adzan adalah sarana untuk mengingatkan para Muslim atas masuknya waktu shalat sekaligus menjadi pemanggil bagi mereka untuk melangkahkan kaki dan berjamaah bersama di masjid. Sedangkan iqamah (qamat) adalah sarana untuk mengingatkan Muslim bahwa shalat jamaah akan dilaksanakan segera.

Biasanya kita sering melihat bahkan menjadi budaya di sebagian daerah bahwa setiap orang yang adzan (muadzin) maka dia lah yang seharusnya mengumandangkan iqamah juga. Benarkah hal ini menjadi sebuah keharusan? Apakah diperkenankan jika adzan dan iqamah dikumandangkan oleh orang yang berbeda?

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Abu Dawud dalam Sunan-nya membuat sebuah bab khusus yang menjelaskan tentang hal ini. Abu Dawud menamai bab tersebut dengan “Babu fir Rajuli Yuadzinu wa Yuqimul Akhar” (Bab yang menjelaskan seorang laki-laki melakukan adzan dan iqamahnya dilakukan oleh orang lain). Dalam bab ini Abu Dawud mencantumkan tiga hadits.

Ulama Salaf Online

Pertama, hadits yang menjelaskan tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid.

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ?. ? ?". ? ?. ? ?: ? ? ? ? ?. ?: " ? ?"

Ulama Salaf Online

Artinya, “Dari Abdullah bin Zaid, ia berkata, ‘Nabi ingin melakukan beberapa hal dalam adzan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.’ Kemudian Abdullah bin Zaid diperlihatkan kalimat adzan melalui mimpinya. Lalu Abdullah bergegas mendatangi Nabi SAW dan memberitahukannya. Nabi pun berkata, ‘Berikan adzan itu kepada Bilal. Abdulah pun memberikan kepada Bilal. Bilal pun melaksanakan adzan.’ Abdullah bin Zaid berkata, ‘Saya melihat dalam mimpi bahwa saya menginginkan iqamah.’ Nabi pun lalu berkata, ‘Kumandangkanlah iqamah!’”

Tetapi hadits di atas hukumnya dhaif karena ada salah satu perawi dhaif dalam rangkaian sanad hadits tersebut. Rawi tersebut bernama Muhammad bin Amr Al-Waqifi.

Kedua, hadits yang mendukung kebolehan bergantian tersebut. Hadits ini menjadi pendukung dari hadits di atas akan tetapi hadits ini juga berstatus dhaif.

Ketiga, hadits yang menjelaskan anjuran agar adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang. Seorang yang mengumandangkan adzan, maka dia juga yang mengumandangkan iqamah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ziyad bin Al-Haris As-Shadai.

Saat itu waktu Subuh, Ziyad mengumandangkan adzan pertama, kemudian Bilal ingin iqamah tapi Nabi mencegahnya. Nabi kemudian berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh saudaramu yang bagus itu telah mengumandangkan adzan, siapa yang mengumandangkan adzan, dia lah yang mengumandangkan iqamah.”

Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi dengan mengutip Al-Hafiz Al-Hazimi menjelaskan bahwa para ahli ilmu bersepakat tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Ibnu Malik mengatakan bahwa hal tersebut makruh tetapi menurut Imam Syafi’i dan Abu Hanifah tidak makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i berpendapat dan Abu Hanifah mengatakan bahwa hal itu tidak makruh. Atas dasar riwayat bahwa Ibnu Umi Maktum ketika adzan, maka yang iqamah adalah Bilal, begitu juga sebaliknya. Sedangkan hadits tersebut mengandung pesan agar orang yang adzan tidak ditimpa rasa kesedihan akibat iqamah dilakukan orang lain.”

Mereka berbeda pendapat terkait manakah yang lebih utama. Sebagian besar berpendapat tidak ada bedanya. Tetapi beberapa ulama seperti Malik, sebagian besar ahli Hijaz, Abu Hanifah dan sebagian besar ahli Kufah berpendapat bahwa yang lebih utama adalah adzan dan iqamah itu dilakukan oleh satu orang. Hal ini juga diungkapkan oleh Imam Ats-Tsauri dan Imam Syafi’i.

Sebenarnya larangan Nabi agar Bilal tidak iqamah dalam hadits riwayat Abu Dawud di atas adalah dalam rangka untuk menjaga hati si muadzin agar tidak kecewa sehingga para ulama tidak mempermasalahkan kebolehan bergantian. Tetapi mereka tetap bersepakat bahwa yang paling utama adalah adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang, yakni agar tidak terjadi kekecewaan di hati seorang muadzin. (Muhammad Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Quote Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU

Jakarta,Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (3/12) malam. Didampingi Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa, Kang Said mengungkapkan apresiasinya terhadap pengabdian Muslimat NU untuk kemaslahatan umat maupun warga NU.

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU

“Faktor kepemimpinan yang disertai dengan pengembangan program membuat saya sangat mengapresiasi Hj Khofifah, semoga kader lain bisa mewarisi dan meniru beliau,” ujar Kang Said di depan ratusan kader Muslimat NU dari berbagai wilayah.

Muslimat NU yang memiliki cabang istimewa di negara Saudi Arabia, Malaysia, maupun di negara-negara lain juga membuktikan, bahwa semangat berkhidmah ibu-ibu NU ini tidak diragukan lagi meskipun berada jauh di negeri seberang.

Ulama Salaf Online

Selanjutnya, Kang Said mengungkapkan, bahwa konsep kembali ke pesantren sebagai representasi jati diri NU perlu dikembangkan oleh Muslimat NU. “Misal kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Muslimat bisa memanfaatkan pesantren sebagai simbol kultural kebanggam NU yang penuh dengan komitmen dan ketuma’ninahan,” jelasnya.

Sebelum Kang Said memberikan sambutannya, Khofifah lebih dulu memberikan arahan kepada para peserta Rakernas. Selain melibatkan seluruh pengurus wilayah di Indonesia, beberapa cabang Muslimat dari luar negeri juga hadir mengikuti kegiatan bertajuk ‘Penguatan Organisasi menuju Kemandirian Muslimat NU’ ini. (Fathoni)?

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Kyai, Jadwal Kajian Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik

Jakarta, Ulama Salaf Online



Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan bahwa misi melantik Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah tercapai atau terlaksana dengan baik.

"Jadi begini, mission accomplished, its done. Dalam pengertian regardless apa pun yang dilakukan Israel untuk tidak mengizinkan saya masuk ke Ramallah tetapi pelantikan Konsul Kehormatan Indonesia di Ramallah tetap dapat dilakukan di KBRI kita di Amman, Yordania," kata Menlu Retno LP Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (15/3).

Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik

Sebelumnya, Otoritas Israel melarang Menlu RI Retno LP Marsudi beserta delegasi pendampingnya memasuki wilayah Palestina pada Minggu (13/3) pagi waktu setempat.

Awalnya, Menlu Retno dan rombongan dijadwalkan akan melaksanakan kunjungan resmi ke Kota Ramallah guna bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan Menteri Luar Negeri Palestina Riyadh Maliki, serta dalam rangka pembukaan konsulat kehormatan RI di Palestina.

Ulama Salaf Online

Namun Israel menolak memberikan visa untuk Menlu RI guna memasuki Ramallah.

"Ini sudah hal yang kita duga sebelumnya. oleh karena itu, jadi berita mengenai tidak adanya izin itu kita peroleh pada tanggal 12 tengah malam pada tanggal 13 pagi (kita) lakukan komunikasi dengan Ramallah baik dengan Konsul Kehormatan kita ataupun Menteri Palestina," katanya.

Pada saat itu, akhirnya diambil keputusan yang dinilai paling tepat dengan melantik Konsul Kehormatan di KBRI Amman di Yordania.

"Kita ambil satu keputusan yang saya kira keputusan sangat tepat dan ini coba kita proyeksikan sebelum berangkat untuk melantik karena misi saya yang diberikan Presiden adalah melantik Konsul Kehormatan," katanya.

Ulama Salaf Online

Ia menegaskan pelantikan tetap dapat dilaksanakan dengan dihadiri Menlu Palestina yang melakukan perjalanan darat dari Ramallah menuju Amman.

Retno menambahkan pihaknya tidak perlu melakukan pembicaraan dengan Israel terkait Konsul Kehormatan ini ada di Ramallah sebab hal ini merupakan urusan Indonesia dengan Palestina.

"Apapun yang dilakukan untuk mencegah saya sampai ke Ramallah tidak berhasil karena pelantikan tetap dapat dijalankan dengan kehadiran Menlu Palestina ini capaian politik luar negeri yang bagus," katanya.

Retno mengatakan Presiden Jokowi menyatakan puas bahwa misi tersebut pada akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Kyai Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Tegal, Ulama Salaf Online - Momentum Ramadhan berkah dimanfaatkan oleh pelajar NU Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal untuk berbagi bersama anak yatim. Kegiatan ini diwujudkan melalui acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di MDTA Miftakhul Ulum Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/6).

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan ranting se-Kecamatan Kedungbanteng, para alumni serta Pembina. Pihak panitia juga mengundang lintas organisasi antara lain Ikatan Pelajar Muhammadiyah setempat.

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Ketua IPPNU Kedungbanteng Rina Sugiarti mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan berbagi dengan sesama serta untuk menunjukan rasa solidaritas yang tinggi rekan-rekanita IPNU-IPPNU.

Ulama Salaf Online

"Kegiatan diikuti 30 anak yatim piatu dari warga setempat. Mereka kita berikan sekedar santunan dan bingkisan berupa uang dan alat tulis. Semoga bisa bermanfaat," ujar Rina.

Ketua IPNU Kedungbanteng Khoirul Mualimin menambahkan, pelajar NU harus berbagi dengan sesama dan perlu ditanamkan rasa kepedulian sejak dini kepada anak yatim piatu yang notabenya tidak memiliki orang tua.

Ulama Salaf Online

"Sebagai Pelajar NU, hendaknya kita mampu berbagi dengan anak yatim. Setidaknya untuk untuk membahagiakan mereka (anak yatim)," ungkapnya.

Sejumlah Alumni dan pembina menyampaikan apresiasi dengan adanya kagenda yang menarik ini. "Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungbanteng perkembangannya sangat luar biasa. Walaupun dengan kegiatan sederhana namun mampu menunjukkan daya tarik dan solidaritas sesama anggota," kata mantan Ketua IPPNU Tegal Lutfatun Nihlah sekaligus alumni IPPNU Kedungbanteng. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Jumat, 12 Januari 2018

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Karanganyar, Ulama Salaf Online. Ribuan jamaah memadati lapangan Mapolres Karanganyar, malam Jum’at (28/2), dalam acara Tabligh Akbar Polres Karanganyar Berdzikir yang diselenggarakan keluarga besar Polres Karanganyar Jawa Tengah.

Acara dibuka dengan pembacaan tahlil dilanjutkan bacaan sholawat dan maulid simtuddurar yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf. Di tengah-tengah acara, seperti biasa Habib Syech mengajak para jamaah untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Usai bersholawat, dilanjutkan mauidoh hasanan yang disampaikan oleh Habib Ismail Al-Attas (Pekalongan). Beliau menyampaikan hubungan antara nasionalisme dan Islam.

Ulama Salaf Online

“Islam dan nasionalisme bukan dua hal yang berbeda. Keduanya berjalan kelindan,” terang Habib Ismail.

Ulama Salaf Online

Pada puncak acara, sang mursyid, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Pekalongan) memberikan wejangannya. Salah satunya tentang hakikat dzikir. Dzikir bukan sekedar ucapan penghias bibir, melainkan hal untuk merasakan kehadiran Allah.

“Dalam berdzikir, kita dituntut dalam setiap ucapan. Bahkan tidak hanya itu, tetapi semua anggota badan kita juga bisa ikut berdzikir,” jelas Habib Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karanganyar juga melantik 24 Dai Kamtibnas, sebagai salah satu badan untuk menangkal ajaran radikalisme.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Kyai, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Blitar, Ulama Salaf Online. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Blitar Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU setempat diawali dengan workshop kewirausahaan dan seni yang berlangsung Gedung Radio Mahardika FM, milik Pemkot Blitar.

Menurut ketua panitia acara, Mohammad Sidik, workshop ini mengambil tema “Membangun Kebersamaan Dalam Seni Budaya di Masa Depan”.

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Workshop berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00 Wib. Bertindak selaku pembicara Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar  KH Abdul Karim Muhaimin  (Gus Karim)dan Hary Panca dari Trans Power Umat yang berbagi pengalaman tentang TV production.  Acara yang dimoderatori oleh Habib Bawafi itu berlangsung gayeng.

Ulama Salaf Online

Acara ini juga mendapat sambutan luar biasa dari warga dan pengurus NU Kota Blitar. "Mereka adalah utusan dari MWCNU, Pengurus Ranting, para guru serta warga sekitar,"  ungkap Mohammad Sidik.

Ulama Salaf Online

Ketua LAZISNU Kota Blitar menyampaikan,  usai kegiatan workshop acara dilajutan dengan penampilan kesenian Islami oleh Group Qosidah moderan dari Mamnu Kota Blitar. 

Pembukaan Pasar Rakyat dilakukan pada Sabtu (26/1) sore dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat Blitar dan sekitarnya.  Hadir di lapangan PPIP, Sentul, Jl Dr Mohammad Hatta, tempat dilaksanakannya acara, antara lainWakil Walikota  Blitar H Purnawan Buchori, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar KH Abdul Karim Muhaimin (Gus Karim), Ketua Tafidziyah NU Drs Mohammad Bakir dan sejumlah pengurus lainnya. 

Pasar Rakyat di Kota Blitar akan berlangsung hingga Ahad besok. Para pengunjung bisa mendapatkan beberapa bahan sembako dengan harga lebih murah dari harga pasar. Kegiatan diselingi dengan panggung hiburan.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Kyai, Pahlawan Ulama Salaf Online

Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya

Makassar, Ulama Salaf Online 

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai mengingatkan kepada peserta Pelatihan Penggerak Masjid tentang keberadaan masjid-masjid yang berkultur Nahdlatul Ulama yang sudah mulai dikuasai oleh kelompok-kelompok lain.

Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya

Menurut Hasan, kelompok yang melakukan pengambilan masjid NU itu menggunakan strategi yang matang. Dari mulai menjadi tukang sapu masjid, tukang adzan, menjadi imam, sampai menjadi pengurus masjid. 

Demikian disampaikan Hasid Hasan Palogai saat memberikan sambutan pada acara Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Aula Masjid Syuro Kota Makassar yang diselenggarakan atas kerja sama Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senin (4/12). 

"Anehnya, masyarakat tidak mempersoalkan, ini karena bisa jadi pemahaman masyarakat (tidak mengerti)," katanya. 

Ulama Salaf Online

Oleh karena itu, ia berpesan kepada peserta yang mengikuti pelatihan agar lebih mengaktifkan dan menyemarakkan masjid untuk mencegah pengambilan masjid-masjid oleh kelompok-kelompok lain. 

Kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI" ini dibuka Ketua PCNU Kota Makassar Abdul Wahid Tahir didampingi Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Makassar KH Abdul Mutthalib, dan Bendahara PCNU Kota Makassar H Hasnawi Makkatutu. 

Adapun peserta yang mengikuti pelatihan di Kota Makassar ini berjumlah 100 orang  yang terdiri atas beberapa badan otonom NU seperti Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, PMII dan juga dari remaja masjid sekitar Kota Makassar. (Husni Sahal/Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Pertandingan Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar

Brebes, Ulama Salaf Online. Segenap pengurus GP Ansor kecamatan Jatibarang, Brebes untuk masa khidmat 2014-2018 Senin (14/7) malam, mengadakan rapat persiapan pelantikan di kediaman salah seorang pengurus Ansor Ali Mursidi di desa Kertasinduyasa, Jatibarang. Mereka membentuk susunan panitia pelantikan yang dikemas dalam bentuk tablig akbar.

Menurut Ketua GP Ansor Jatibarang ustadz Jazuli Purnomo, pelantikan pengurus GP Ansor Jatibarang merupakan keharusan kendati GP Ansor Brebes masih kisruh pascakonferensi cabang lalu. Jazuli yakin pelantikan dapat terlaksana. Pihaknya telah menghubungi pihak Ansor Brebes dan Ansor Jateng.

Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan, GP Ansor Jatibarang Gelar Tabligh Akbar

Ia berharap GP Ansor Jatibarang ke depan lebih maju dari sebelumnya. “Kita ke depan harus lebih berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Kita sudah menyiapkan banyak agenda sosial yang akan digarap setelah pelantikan nanti,” kata Jazuli.

Ulama Salaf Online

Kepengurusan GP Ansor kini juga tertantang untuk memikat banyak kalangan pemuda yang kecendrerungannya enggan terlibat dalam organisasi kepemudaan. Pasalnya, kalangan pemuda lebih berorientasi pada profit ketika terjun di masayarakat. (Hadi Mullyanto/Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Daerah Ulama Salaf Online

Selasa, 02 Januari 2018

Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu

Brebes, Ulama Salaf Online . Bendera dan replika lambang NU menghiasi pawai Karnaval Tradisi dan Budaya Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Ahad Sore (8/9). Panji-panji NU tersebut diusung siswa siswi SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu. 

“Hidup NU, NU pertahankan tradisi Islami,” teriak anak-anak SMA BU NU lewat pengeras suara saat arak-arakan karnaval yang menyedot  puluhan ribu warga. Sambil melambai-lambaikan tangan kepada seluruh penonton dan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, anak-anak NU itu melantunkan shalawat Nabi. 

Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu

Tidak hanya itu anak-anak SMA BU NU menampilkan marching band Jagadraya. Marching band tersebut selalu dinanti masyarakat Bumiayu karena telah berprestasi tingkat nasional sejak tahun 1990-an.

Ulama Salaf Online

Ketua Majelis Wakil Cabang NU Bumiayu H Taufiq Tohari bangga bisa berpartisipasi dalam pawai HUT ke-68 Kemerdekaan RI. “Kami bangga, dari unsur NU tampil memikat hati masyarakat,” kata Taufiq di sela menyaksikan jalannya karnaval dari atas panggung penghormatan. 

Ulama Salaf Online

Selain penampilan replika lambang NU dan panji-panji NU juga mengusung tokoh-tokoh NU dari periode ke periode. Termasuk penegasan NU sebagai organisasi yang plurarisme yang mengakui perbedaan di bumi Indonesia. 

Tampak juga pasukan pencak silat Pagar Nusa yang merupakan seni bela diri milik NU. Tidak ketinggalan iringan rebana dan seni tradisional Kuntulan. “Seni Kuntulan pernah jaya di Bumiayu saat kepemimpinan Haji Basori era 70-an,” kata H Faris Sulhaq yang juga mantan Wakil Bupati Brebes.

Sindiran terhadap hukuman kematian bagi para koruptorpun diusung para peserta dari SMU BU NU. Sekelompok orang mengusung keranda sementara di belakangnya terlihat setan-setan perempuan. Menggambarkan, para koruptor yang tidak langsung ke kuburan, tetapi akan menjadi setan yang gentayangan. 

Ketua Panitia HUT RI Bumiayu H Taryono menjelaskan, kegiatan Karnaval merupakan rangkaian kegiatan HUT. Sebanyak 154 peserta yang terdiri dari kelompok masyarakat, anak sekolah bahkan partai politik berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kami mempersilahkan partai atau calon legislatif memeriahkan acara karnaval, tetapi dilarang meneriakan yel-yel,” pungkasnya.

Pawai yang dimulai pukul 12.00 itu berakhir hingga bada Maghrib. Arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan lingkar Bumiayu  untuk menghindari kemacetan. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Doa, Kyai Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda kembali menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan paham keagamaan NU, Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Ia mengajak para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk turut serta melestarikan paham yang dikenal moderat itu.

“Bagaimanapun juga, PMII adalah bagian dari NU. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga serta melestarikan Aswaja dari paham-paham baru yang muncul akhir-akhir ini,” kata Kiai Nuril saat menjadi penceramah pada acara Semarak Ramadhan yang digelar Pengurus Cabang (PC) PMII Jakarta Pusat, di Masjid Jami’ Al-Ma’mur, Jalan Raden Saleh, Jakarta (25/9)

Di hadapan para aktivis organisasi berbasis mahasiswa NU itu, Kiai Nuril menjelaskan, saat ini Aswaja tengah terancam keberadaannya. Pasalnya, tidak sedikit muncul paham baru yang mengatasnamakan ahlussunnah. “Sekarang harus diingat, ada (paham, red) ahlussunnah tok (saja, red), ada ahlussunah yang ada wal jama’ah-nya,” terangnya.

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

“Ahlussunnah tidak sama dengan Aswaja. Ajaran yang tanpa mengejek orang lain, keyakinan orang lain, paham yang dianut orang lain, itulah Aswaja,” jelas Kiai Nuril.

PMII, sebagai organisasi yang menghimpun para pemuda NU, kata Kiai Nuril, memiliki peran besar dalam rangka turut serta melestarikan Aswaja. Menurutnya, pemuda memiliki semangat yang masih besar. Hal itulah yang menurutnya dibutuhkan oleh NU saat ini .

Selain para aktivis PMII, acara tersebut juga diikuti sekitar 100 anak-anak yang tinggal di sekitar Masjid Jami’ Al-Ma’mur. Mereka memang sengaja diundang pada acara Semarak Ramadhan itu untuk berbuka bersama.

Ulama Salaf Online

Acara tersebut merupakan pembukaan dari serangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan PC PMII Jakpus selama bulan Ramadhan kali ini, antara lain, Pesantren Kilat, Halaqoh dan Pengajian Kitab Salaf, Buka Bersama Anak Jalanan dan Silaturrahmi Antar-Tokoh Ormas Islam dan OKP. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, AlaSantri, Sunnah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Sabtu, 30 Desember 2017

PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan, veto Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush terhadap rancangan undang-undang (RUU) penarikan pasukan AS dari Irak merupakan bukti bahwa Bush tak mau mendengarkan suara sebagian besar rakyatnya.

“Keputusan Kongres Amerika Serikat itu ‘kan keputusan mayoritas. Artinya, itu suara mayoritas rakyatnya. Kalau Bush mem-veto, jelas membuktikan bahwa Bush tidak mau mendengarkan rakyatnya,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (2/5)

PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Veto, Bukti Bush Tak Mau Dengarkan Rakyatnya

Bahkan, imbuhnya, veto orang nomer satu di negeri Paman Sam itu pun cukup menjadi bukti bahwa Bush mengabaikan desakan masyarakat dunia yang menginginkan pasukan pendudukan AS segera keluar dari Irak.

“Semua orang tahu, PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) saja tidak didengar. Termasuk unjuk rasa jutaan rakyat Inggris di London yang menolak invasi AS ke Irak. Juga unjuk rasa lebih 1,5 juta rakyat Australia di Melbeurne dengan slogan; ‘No War For Oil’,” terang Presiden World Conference on Religion for Peace itu.

Namun demikian, Hasyim menegaskan, veto Bush terhadap keputusan Kongres AS yang dipelopori Partai Demokrat itu bukan berarti tidak ada lagi harapan bagi perdamaian di Irak. Perlawanan terhadap kesewenangan negara Adidaya tersebut, apa pun bentuknya, tetap harus digelorakan.

Begitu juga, lanjutnya, desakan terhadap upaya penarikan pasukan AS dan sekutunya bagi perdamaian di Irak jangan pernah berhenti. “Kita tidak bisa berharap bahwa penjajahan Amerika Serikat itu berhenti dengan sukarela. Kita tidak mungkin mengharapkan amal saleh dari penjajah itu,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu menambahkan, selain desakan dari semua pihak agar AS segera meninggalkan Irak, lebih penting lagi adalah persatuan rakyat Irak sendiri. Pasalnya, tanpa persatuan itu, AS akan semakin mudah untuk menaklukkan negeri kaya minyak itu.

Presiden Bush, seperti diberitakan diberitakan AFP, Rabu (2/5), memveto rancangan RUU mengenai penarikan pasukan AS dari Irak. Hal tersebut berarti legislasi yang telah disetujui Kongres AS yang didominasi Partai Demokrat itu tidak bisa dilaksanakan.

Ulama Salaf Online

Bush langsung menolak RUU penarikan pasukan tersebut begitu kembali ke Gedung Putih usai melakukan kunjungan ke pangkalan Angkatan Udara MacDill di Florida, AS yang merupakan markas besar Central Command AS.

RUU tersebut berisi tentang penarikan tahap pertama pasukan tempur AS dari Irak yang harus sudah dilakukan pada 1 Oktober. Penarikan keseluruhan akan selesai pada 6 bulan mendatang.

Sesuai RUU tersebut, penarikan pasukan AS akan dimulai paling awal pada 1 Juli dan selambat-lambatnya pada 1 Oktober. Di Kongres AS pekan lalu, RUU Demokrat ini disetujui dengan hanya mendapat dukungan dari 4 anggota Partai Republik. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, Kyai, Ubudiyah Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Jakarta, Ulama Salaf Online

Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Polri soal rencana pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai tidak Pancasilais.

"Kemendagri sudah rapat koordinasi dengan Kejaksaan dan Polri. Ada Ormas dapat disebut melakukan makar dan akan dibubarkan. Kami merekomendasikan agar tindakan ormas diproses secara hukum," kata Tjahjo Kumolo pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Tjahjo Kumolo mengatakan hal itu menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy, yang meminta penjelasan soal pernyataan Menteri Dalam Negeri bahwa Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai tidak sejalan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelumnya, pada Rembuk Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasai), di Purwakarta, Senin (9/5), Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan, Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai menolak Pancasila.

Menurut Tjahjo, Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, sudah bertemu dan membahas hal itu, yakni melarang ormas anti-Pancasila.

Ulama Salaf Online

Tjahjo enggan menyebutkan nama ormas tersebut, tapi ormas itu cukup besar.

"Ormasnya cukup besar dan terang-terangan anti-Pancasila," katanya.

Ulama Salaf Online

Tjahjo menambahkan, hasil keputusan dari rapat koordinasi Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, dikirim ke seluruh pemerintah daerah di Indonesia, agar menjadi pegangan di tiap daerah.

"Supaya pimpinan daerah tidak bingung menindaklanjutinya," katanya.

Dia menegaskan, Pancasila adalah konsensus nasional dan ideologi negara yang merekatkan bangsa Indonesia.

"Karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menghujat Pancasila," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Kyai, Khutbah Ulama Salaf Online

Sabtu, 16 Desember 2017

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Pemerintah dinilai panik dan frustasi menyikapi persoalan perberasan yang meruncing karena harga beras di banyak tempat telah naik tajam. Keputusan pemerintah menambah jumlah beras impor sebesar 500.000 sangat membahayakan ketahanan pangan Indonesia.

”Bagi saya, ini sungguh keputusan politik yang tergesa-gesa. Alasan-alasan yang dibangun juga sangat klasik, produksi yang turun, konsumsi naik, jumlah penduduk naik, dan alasan-alasan instan reaktif lainnya,” kata KH. Mohammad Maksum, Wakil Ketua Penguruts Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Ulama Salaf Online di Yogyakarta, Kamis (15/2).

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan

Menurut Maksum yang juga peneliti di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gajah Mada (UGM), semua pihak harus duduk bersama dan mencermati urusan pangan dari perpektif jangka panjang. Keberlanjutan ketahanan dan kedaulatan RI harus diprioritaskan.

“Banyak yang harus kita telah sehingga tidak reaktif -impor begitu saja. Padahal itu membahayakan kedaulatan pangan dan RI kita. Selain itu impor beras untuk kebutuhan Operasi Pasar itu lebih banyak mubazirnya,” kata Maksum.

Dikatakan, mestinya pemerintah berangkat dari mempertanyakan kenapa OP yang baru-baru ini digencarkan selalu gagal dan tidak efektif. Menurut teori OP berfungsi untuk menyetabilkan harga, namun kenyataannya tidak demikian. “Misteri itu harus diungkap.. Harus kita sadari bahwa misteri itu ada,” katanya.

Gejolak perberasan memang menjadi kebiasaan tahunan. Pada Januari-Februari tahun ini kenaikan harga beras termasuk paling dahsyat. Namun, kata Maksum, perlu diingat bahwa ada kelambatan panen di satu fihak dan ada manipulasi pasar di fihak lain. Pembangunan pertanian harus dilakukan secara sistemik pernah sistemik dan tidak reaktif begitu saja.

Ulama Salaf Online

”Apakah dengan impor persoalan selesai? Saya yakin tidak! Kecuali kita reorientasi membangun bangsa ini dengan mementingkan pertanian dan kaum sebagai kiblat dan pusat perhatian, bukan hanya sebagai semboyan seperti dulu. Tanpa memahami sistem pasar yang terjadi di balik dinamika harga ini, solusinya pasti reaktif, jangka pendek, dan tidak pernah selesaikan persoalan,” katanya. (nam)

Ulama Salaf Online



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Habib, Khutbah Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya

Sumenep, Ulama Salaf Online. Kiai M Faizi yang juga aktif di dunia kepenyairan menyinggung seputar jalan raya dan perilaku manusianya. Ia melihat rusaknya akhlak masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. Padahal etika di jalan raya merupakan saah satu faktor kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Demikian disampaikan Kiai M Faizi saat apel pagi di lingkungan Madaris III Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Senin (18/1) pagi.

Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya

Kiai muda yang juga mengemban amanah sebagai Direktur Madaris III Annuqayah ini menyarankan supaya masyarakat kembali membiasakan berjalan kaki atau bersepeda untuk jarak yang memungkinkan. Karena hal tersebut, terangnya, juga merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan demi mengurangi emisi karbon.

Kiai M Faizi juga menyampaikan beberapa hal seputar perilaku tata tertib di jalan raya yang merupakan bagian akhlak terpuji. Tanpa akhlak di jalan raya, kecelakaan hingga berujung maut sangat mungkin terjadi. Itu jelas merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ia juga menyoroti keputusan menebang pohon yang belakangan marak terjadi seiring kebijakan pemerintah melebarkan jalan raya. Menurut Kiai M Faizi, itu jelas ada alasannya.

Ulama Salaf Online

"Persoalan apakah alasan masuk akal atau tidak, itu masalah lain lagi. Yang tidak ada alasannya adalah semakin habisnya bahu jalan karena aspal dan sama sekali tidak ada tempat untuk pejalan kaki," pungkasnya.

Pada kesempatan lain, Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Kiai Muhammad Mushthafa menyatakan, penebangan pohon kala pelebaran jalan memang dilema. Pelebaran jalan, terangnya, mungkin dibutuhkan karena volume kendaraan meningkat.

"Karena memang pemerintah kita masih belum serius memprioritaskan bikin angkutan umum yang nyaman. Tapi jika harus menebang pohon, menurut saya yang penting pengurus publik harus segera menanam kembali," tegasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai Ulama Salaf Online

Rabu, 06 Desember 2017

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

Jombang, Ulama Salaf Online - Banyaknya pondok pesantren besar berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang memberikan kontribusi yang besar terhadap terciptanya toleransi dan kebebasan beragama di wilayah tersebut. Jamiyah NU yang berkarakter moderat mampu merangkul dan mengakui adanya keberagamaan di Jombang.

Hal ini disampaikan Syamsul Arifin, guru besar sosiologi agama Universitas Muhammadiyah Malang kepada wartawan, Kamis siang (06/04), usai menjadi salah satu narasumber acara Diskusi Panel Nasional bertajuk “Toleransi dan Kebebasan Beragama di Indonesia” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darul Ulum Jombang bekerja sama dengan Asia Foundation serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

“Harmonisnya kehidupan beragama di Jombang banyak dipengaruhi karakter pesantren yang menjadi karakter masyarakat di sini," ujar direktur Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (Pusam) Program Pascasarjana UMM ini.

Di samping? berkultur Aswaja, karakter masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman menjadikan kehidupan yang harmonis. “Karakteristik masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman lebih memudahkan pekerjaan kami (pengendalian Kamtibmas)," papar Waka Polres Jombang, Kompol Hendriyana.

Ulama Salaf Online

Syamsul juga tidak setuju terkait wacana pemisahan antara agama dan politik. Karena menurutnya, hal itu sulit dilakukan. Ia memberikan sebuah contoh, adanya Kementerian Agama di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, tapi juga bukan negara teokratif. "Terpenting sekarang adalah bagaimana membangun agama sebagai etika publik," tambahnya.

Namun demikian, Syamsul mengakui bahwa isu agama sangat mudah di eksploitasi untuk kepentingan elite politik tertentu, sehingga akhir-akhir ini muncul isu primordialisme agama. Agak berbeda dengan Syamsul, salah satu narasumber lainnya yakni Budhy Munawar Rachman dari Asia Foundation lebih sepakat jika politik dipisahkan dari agama. "Itu bukan berarti agama disingkirkan, ini yang orang sering salah paham. Artinya, semua urusan politik bernegara harus di dasarkan pada konstitusi, itu entry pointnya," papar Budhy.

Ulama Salaf Online

Masih menurut Budhy, Indonesia sebenarnya mempunyai paham yang telah disepakati bersama, namun belum terlihat pada praktiknya. "Realitasnya, agama masih bisa mempengaruhi politik hari ini. Jadi sebenarnya, jangan sampai ada pertentangan antara substansi agama dengan substansi konstitusi," pungkas Budhi.

Tentang pelaksanaan kebebasan beragama di Indonesia, Budhy menilai pada masa reformasi indeksnya masih bagus. Dengan indikator rangking indeks internasional (freedom index) di angka enam hingga tujuh. Indeks ini adalah meliputi indeks kebebasan berekspresi, berserikat, beragama dan lain-lain. "Namun pada akhir periode pemerintahan SBY, indeks ini turun hingga pada angka lima," pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Kyai, IMNU Ulama Salaf Online

Selasa, 05 Desember 2017

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Aceh Besar, Ulama Salaf Online. Sepuluh warga yang duduk di kursi paling depan segera berdiri begitu Yayah Ruchyati, pembawa acara penyerahan paket bantuan PBNU kepada warga terdampak gempa di Desa Mesjid Tuha, Meurudu, Pidie Jaya, mengumumkan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj akan menyerahkan secara simbolis barang bantuan kepada mereka.

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Tak lama kemudian, Kiai Said mulai menyerahkan paket tersebut. Wajah warga penerima pun tampak diwarnai keharuan. Ketika paket tersebut diserahkan Kiai Said kepada warga yang berdiri kedua dari kanan, air mata Asmawati (50 tahun) menetes, tapi kemudian berbinar lagi.

Disambutnya tangan Kiai Said dengan khidmat. Belum dilepas tangan itu, Asmawati segera berkata, “Terima kasih, Kiai. Saya suka menonton ceramah Kiai di Aswaja TV.” Kiai Said pun tersenyum. Dan kembali mengucap terima kasih. Dikatakannya juga harapan agar bantuan PBNU akan bermanfaat buat mereka.

Peristiwa tersebut terjadi Rabu ? (14/12) kemarin, saat rombongan PBNU mengunjungi pengungsi warga terdampak gempa Aceh. Kepada Ulama Salaf Online seusai acara penyerahan bantuan, Aswamati bercerita bahwa kunjungan dan ceramah Kiai Said sangat baik.?

Ulama Salaf Online

“Terima kasih kepada NU. Semoga NU lebih peduli lagi kepada warga masyarakat, terutama yang kena musibah,” kata Asmawati.

Perihal ceramah kiai-kiai NU di Aswaja TV, Asmawati menambahkan ia sangat menyukaimya. Selain ceramah Kiai Said yang sering diikuti Asmawati adalah ceramah almarhum Imam Besar Majsid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub dan Emha Ainun Najib. Bagi Asmawati, menonton ceramah kiai-kiai tersebut selain menambah keilmuan, juga mendamaikan dan menyejukkan jiwanya.?

Kunjungan Kiai Said dan rombongan PBNU ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa Aceh memang mendapat sambutan positif. Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M Ali mengatakan, kunjungan Kiai Said adalah kehormatan bagi warga Aceh. Ia berharap kunjungan tersebut seharusnya diperlama.

“Silakan Kiai bermalam di Pidie ini, supaya merasakan bagaimana gempa,” kata Marzuki. Tak ayal ucapan tersebut mendapat respons berupa tawa hadirin yang berada di lokasi acara.?

Ulama Salaf Online

Sampai beberapa hari lalu, gempa masih terasa di Pidie Aceh, terutama pada malam hari. Gempa terseebut hanya berskala ringan sehingga tidak menimbulkan bahaya atau kerusakan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Cerita, Kyai Ulama Salaf Online

Minggu, 03 Desember 2017

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Tasikmalaya, Ulama Salaf Online?

Pondok Pesantren Al-Istiqomah Cibunigeulis, Bungursari pimpinan KH Didi Ruyani, dipadati jamaah pengajian. Santri dan ratusan warga masyarakat berbaur memadati tempat yang dipersiapkan panitia untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.?

Mengawali pengajian pada Rabu siang (5/5) itu, jamaah disuguhkan dengan penampilan qosidah rebana dan kreasi seni dari para santri.?

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Tradisi Nahdliyyin, Kader Ansor Tasik Peringati Isra Miraj

Ketua panitia Ajat Sudrajat mengatakan, peringatan Isra dan Mi’raj ini dilaksanakan untuk menjaga tradisi keagamaan yang ada di NU.

“Saat ini telah terjadi fenomena dimana banyak kelompok yang terus gencar membidah-bidahkan tradisi dan amalan-amalan yang biasa dilaksanakan oleh kalangan NU. Makanya kita jadikan acara ini sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap Nahdliyyin,” terang pengurus Ansor Tasikmalaya bidang IPTEK ini.?

Lebih lanjut, Ajat mengingatkan akan peran dari pondok pesantren dalam upaya menjaga nilai-nilai luhur yang ditanamkan para ulama terhadap umat.?

Ulama Salaf Online

"Pesantren Al-Istiqomah ini sudah cukup lama berdiri di Bungursari, dan akan terus berkomitmen menjaga tradisi yang ? telah diwariskan oleh para ulama Ahlisunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah," terang keponakan dari KH Didi Ruyani ini.?

Ketua PMII Kota Tasik 2014-2015 ini mengatakan, "Tujuan kegiatan ini disamping untuk merawat tradisi, juga untuk menjaga ukhuwah Islamiah, serta mengambil Hikmah dari peristiwa Isra wal Miraj Nabi Muhammad SAW," pungkasnya

Mubaligh yang mengisi pengajian pada kegiatan itu adalah Pimpinan Pondok Hidayatul Ulum Awipari ? KH Asep Nur Ilyas. Dalam taushiyahnya, ia mengingatkan perihal perlunya menjaga tradisi Rajaban sebagai upaya memperkuat ukhuwah islamiyyah, wathoniyah dan basyariyah. (A. Arif/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Olahraga, Kiai Ulama Salaf Online

Selasa, 21 November 2017

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional

Jakarta, Ulama Salaf Online. Madrasah kembali membawa nama harum Indonesia di kancah Internasional. Setelah berhasil meraih prestasi pada olimpiade sains nasional yang berlangsung di Yogyakarta beberapa hari lalu, salah satu ? siswa madrasah didaulat menjadi duta Indonesia di kancah olimpiade sains tingkat dunia.?

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional

Adalah Muhammad Ahdillah Fadlila Dayajati, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gorontalo terpilih menjadi salah satu duta Indonesia dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) tahun 2015. Ajang bergengsi tingkat dunia ini akan berlangsung di Magelang pada tanggal 26 juli – 4 Agustus 2015, seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Perjuangan Fadhil, begitu biasanya ia disapa, tidaklah mudah. Dia memulai prestasi olimpiade sejak masih duduk di kelas X dan XI di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Saat itu, Fadhil berhasil mendapatkan medali perunggu dalam ajang OSN tahun 2013 di Bandung. Tidak ? menyerah sampai disitu, Fadhil terus belajar dengan giat, dan akhirnya berhasil mendapatkan medali emas setahun kemudian, tepatnya dalam ajang OSN 2104 yang berlangsung di Mataram NTB.?

Ulama Salaf Online

Mendapat medali emas OSN 2014 bukanlah akhir dari perjuangan Fadhil. Setidaknya ada tiga tahapan seleksi menuju IOAA yang harus dilaluinya, yaitu: pelatnas tahap 1 atau 30 besar yang diadakan di Bandung pada Oktober – November 2014, pelatnas tahap 2 atau 22 besar pada Maret 2015, dan pelatnas tahap 3 atau 16 besar pada April – Mei 2015.?

Setelah mengikuti pelatnas ketiga yang merupakan penentu ke tahap internasional, akhirnya Muhammad Ahdillah Fadlilla DJ berhasil menjadi yang terbaik dan masuk sebagai MAIN TEAM (TIM UTAMA) yang akan berlaga di ajang IOAA tahun 2015 bersama beberapa siswa lainnya. Tim Nasional Indonesia untuk mengikuti IOAA 2015 di Magelang tanggal 26 Juli – 4 Agustus 2015 terdiri dari ? 10 siswa ? yang terbagi ? dalam 2 ? Tim (Main Team dan Guest Team) dan ? masing-masing terdiri dari 5 (lima) siswa. ?

Ulama Salaf Online

Prestasi Muh. Ahdillah Fadlilla DJ tak luput dari perhatian Direktur Pendidikan Madrasah kemenag RI. ?

“Kami sangat mengapresiasi prestasi ananda Muh. Fadlilla yang mampu bersaing dan menjadi duta Indonesia dalam ajang IOAA tahun ini. Kami senantiasa mendorong madrasah untuk terus berprestasi dan menjadi kiblat pendidikan di Tanah Air,” papar M. Nur Kholis, Jakarta, Senin (06/01). Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berpesan agar prestasi yang ditorehkan siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo ini dapat memacu semangat madrasah lain agar terus berprestasi.?

Sementara itu, Kepala MAN IC Gorontalo Moh. Naim mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras semua pihak, khususnya tim olimpiade dan guru pembina olimpiade dalam menggembleng peserta didik sejak kelas X. Ini juga buah perhatian dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dinas Dikpora Provinsi Gorontalo serta Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI.?

“Terima kasih kepada semua pihak dan mohon doanya agar ananda Fadlilla bisa sukses memperoleh medali di ajang IOAA 2015 ini,” harapnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Budaya Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama

Sukoharjo, Ulama Salaf Online. Pencak Silat Pagar Nusa NU Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggelar latihan bersama di halaman kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sukoharjo, Ahad (16/11). Latihan tersebut diikuti ratusan anggota dari berbagai daerah anak cabang.

Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama

“Ratusan peserta yang hadir datang dari Pagar Nusa Anak Cabang Polokarto, Tawangsari, Kartasura, Bulu, dan Kota Sukoharjo,” terang wakil ketua PC Pagar Nusa Sukoharjo, Muhammad Hasyim.

Lebih lanjut Hasyim menerangkan, kegiatan latihan bersama ini bertujuan untuk menyeragamkan jurus.

Ulama Salaf Online

“Inti dari kegiatan ini, disamping silaturahim antar anggota, juga untuk menyeragamkan jurus. Sebab di Sukoharjo ini, ada beberapa cabang pencak silat Pagar Nusa, antara lain Gasmi dan Pagar Nusa Nasional,” paparnya.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Ketua PCNU Sukoharjo H.M. Naqib Sutarno yang hadir dalam acara tersebut, menceritakan sejarah Pagar Nusa dan memberikan semangat kepada para pendekar NU tersebut.

Menurutnya Pagar Nusa menjadi bagian penting dalam tubuh NU, “Saya harapkan para anggota Pagar Nusa di Sukoharjo, juga dapat ikut nguri-nguri (menjaga) NU,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Fragmen, Kyai Ulama Salaf Online

Selasa, 14 November 2017

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader

Bandung, Ulama Salaf Online. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diharapkan menjadi organisasi kader yang mampu menyiapkan generasi unggul di tengah perubahan zaman.

“IPPNU adalah akar. Jika akarnya busuk maka busuklah NU ke depan,” kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bagdja saat memberikan sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional Rakernas IPPNU di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Cigondewah, Bandung, Kamis (30/8).

Dalam Rakernas bertajuk “Reposisi Pelajar dan Santri Menuju Kader Mandiri di Tengah Transisi Kebangsan” Kiai Bagdja berpesan, IPPNU harus melakukan reposisi secara lebih baik. Dikatakan, peran organisasi pelajar saat ini patut dipertanyakan. “IPPNU harus membangunkan kembali semangat pelajar yang rusak,” katanya.

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader

Menurut Sekjen PBNU era KH Abdurrahman Wahid itu, reposisi hanya bisa dilakukan jika mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam tiga domain utama, yakni politik, ekonomi dan sosial.

“Mulailah melakukan hal-hal yang kecil, nanti akan menjadi besar. Tak ada finish kalau kita tidak melakukan start. Jangan menuliskan program yang tidak mungkin bisa dilaksanakan,” katanya.

Ulama Salaf Online

Ketua umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma mengakui, IPPNU memang sangat potensial untuk masuk ke dalam arus ideologi transnasional yang terbuka sejak era reformasi 1998, baik ideologi liberal kapitalis yang menggeser moral dan mengusik akidah, maupun ideologi yang dibawa oleh kalangan Islam radikal yang hendak membuyarkan format agama-negara di Indonesia yang telah dirintis oleh para ulama pendahulu.

“IPPNU memang berada dalam situasi sulit. Kami merasa tidak bisa menghadapinya sendiri. Kami butuh dibimbing dan diarahkan. Kita bersinergi untuk memunculkan generasi penerus masa depan,” katanya.

Rakernas dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Brat yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Maarif H Numan Abdul Hakim, lalu dilanjutkan dengan acara peluncuran website resmi IPPNU yang berlamat www.ippnu.or.id dan majalah Rek-Anita sebagai media ekspresi remaja putri.

Ulama Salaf Online

Pada acara Rakernas itu Ketua Umum IPPNU menandatangi nota kesepahaman (MoU) bersama Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nadlatul Ulama H Thayyib IM mengenai pendirian komisariat IPPNU di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Ma’arif.

IPPNU juga bertekad mengaktifkan kembali Lembaga Korp Kepanduan Putri (L-KKP) yang merupakan lembaga pengembangan SDM di bidang lingkungan alam, kepanduan, kesehatan dan kemasyarakatan.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Fragmen, Sholawat Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock