Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Makna Ukhuwah Islamiyah

Selama ini, masyarakat seringkali memaknai ukhuwah Islamiyah sebagai persaudaraan terhadap sesama orang Islam. Mestinya tidak demikian. Ukhuwah Islamiyah (Islamic brotherhood) berbeda dengan ukhuwah baynal-muslimin atau al-Ikhwanul-Muslimun (moslem brotherhood).

Makna persaudaraan antara sesama orang Islam itu bukan ukhuwah Islamiyah, tetapi ukhuwah baynal-muslimin/ al-Ikhwanul-Muslimun (Moslem Brotherhood). Jika dikaji dari segi nahwu, ukhuwah Islamiyah adalah dua kata yang berjenis mawshuf atau kata yang disifati (ukhuwah) dan shifat atau kata yang mensifati (Islamiyah). Sehingga, ukhuwah Islamiyah seharusnya dimaknai sebagai persaudaraan yang berdasarkan dengan nilai-nilai Islam. Sedangkan persaudaraan antar sesama umat Islam dinamakan dengan ukhuwah diniyyah.

Dari pemaknaan tersebut, maka dapat dipahami bahwa ukhuwah diniyyah (persaudaraan terhadap sesama orang Islam), ukhuwah wathâniyyah (persaudaraan berdasarkan rasa kebangsaan), dan ukhuwah basyâriyyah (persaudaraan berdasarkan sesama makhluk Tuhan) memiliki peluang yang sama untuk menjadi Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah tidak sekedar persaudaraan dengan sesama orang Islam saja, tetapi juga persaudaraan dengan setiap manusia meskipun berbeda keyakinan dan agama, asalkan dilandasi dengan nilai-nilai keislaman, seperti saling mengingatkan, saling menghormati, dan saling menghargai.

Makna Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Ukhuwah Islamiyah

Implementasi Ukhuwah Islamiyah

Revitalisasi makna ukhuwah Islamiyah tersebut merupakan sebuah pencerahan terutama ketika jaman ini sudah didominasi oleh sikap radikal dan agresif meski itu dalam bidang agama dan keyakinan. Peristiwa saling menyerang dan merugikan dalam internal agama meski berbeda paham sudah sangat sering dijumpai di negeri ini, negeri yang katanya paling religius dan memiliki norma paling halus di antara negeri lain.

Hanya karena berbeda penafsiran dari ayat Al Qur’an dan Hadits, tak jarang suatu kelompok menjelek-jelekkan kelompok lain, bahkan sampai keluar kata “kafir dan sesat”. Tidak hanya sampai itu, kebencian terhadap kelompok lain yang sejatinya masih seagama itu juga disebarkan ke kalangan awam. Terlebih lagi kebencian terhadap kalangan agama lain, yang seringkali disertai argumentasi yang berasal dari fantasi sendiri sehingga menjadi bumbu penyedap yang pada akhirnya virus kebencian tersebut benar-benar menyebar.

Indonesia, 90% lebih penduduknya beragama Islam. Kondisi ini membuat Indonesia menajdi negara yang penduduk Islamnya terbanyak sedunia. Di dalam agama Islam itu sendiri, tidak dapat dipungkiri dan sudah menjadi sunnatulah, bahwa terdapat bermacam penafsiran terhadap teks Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum Islam. Pada akhirnya muncul berbagai paham dan madzhab dalam Islam. Hal ini pun sudah diprediksi oleh Nabi Muhammad SAW bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 golongan (Sunan al-Tirmîdzî [2565]).

Ulama Salaf Online

Kondisi yang mustahil untuk dihindari ini mestinya disikapi dengan bijak, terlebih lagi Islam adalah agama yang tidak hanya sekedar membuat pengikutnya selamat di akhirat, tetapi juga di dunia. Islam berasal dari kata “salimu” yang artinya selamat, bahkan Nabi Muhammad SAW mempertegas orang tidak dikatakan beragama Islam jika orang yang berada di sekitarnya belum selamat dari mulut, tangan, dan sikapnya. Pemaknaan ini yang juga mempertegas bahwa Islam adalah rahmat untuk seluruh alam.

Ulama Salaf Online

Revitalisasi makna Ukhuwah Islamiyah tersebut seharusnya menjadi spirit baru dalam kehidupan beragama, sehingga agama menjadi sebuah institusi yang menyejukkan, bukan institusi yang menebar virus kebencian. Di satu sisi, keteguhan dalam memegang prinsip dan tafsir yang diyakini adalah penting, tetapi di sisi lain, keteguhan tersebut tidak menjadi kebenaran ketika disertai dengan sikap memaksa, mengkafirkan, menyesatkan, dan menyebarkan kebencian. Pada taraf inilah, ukhuwah (persaudaraan) dengan orang Islam tidak menjadi ukhuwah Islamiyah, ketika disertai dengan sikap saling merugikan dan mendhalimi. Tetapi, ketika persaudaraan dengan orang lain meskipun berbeda keyakinan, pada saat itu juga persaudaraan itu menjadi ukhuwah Islamiyah.

Implementasi dari ukhuwah Islamiyah ini memang harus benar-benar ditegakkan. Ditegakkan bukan hanya sekedar simbol dan semboyan. Tetapi juga harus berusaha diinternalisasikan kepada seluruh orang Islam. Seringkali penulis masih menemui kondisi yang tidak mencerminkan ukhuwah Islamiyah meskipun sesama orang Islam sendiri. Padahal, seluruh pimpinan ormas-ormas Islam di Indonesia mencontohkan kerukunan dan persaudaraan yang tinggi, misalkan antara para petinggi di PBNU dan PP Muhammadiyah. Pada taraf ini, persaudaraan sudah terjalin dengan baik.

Namun, satu hal yang tertinggal, bahwa internalisasi nilai ukhuwah Islamiyah tersebut juga harus sampai pada tingkat “akar rumput”, misalkan tingkat desa. Hal yang seringkali terjadi adalah pada tingkat atas sudah dapat mengimplementasikan ukhuwah Islamiyah dengan baik sedangkan pada tingka “akar rumput” belum mampu melaksanakannya. Kondisi ini harus menjadi perhatian khusus.

Selain itu, bagaimana ukhuwah Islamiyah ini bisa terimplementasikan dengan baik tidak hanya sekedar ketika bertemu dengan orang yang berlainan pemahaman, tetapi juga ketika tidak bertemu sekalipun. Masih banyak majelis-majelis yang membicarakan kejelekan saudara Islam dan menjatuhkannya meski hanya persoalan perbedaan pemahaman. Ini menjadi PR besar untuk semua umat Islam di Indonesia.

Pada konteks eksternal, ukhuwah Islamiyah inter keyakinan dan agama ini juga masih harus ditingkatkan demi kemaslahatan. Sikap saling menghargai dan menghormati baik itu ketika berada “di depan” maupun ketika berada “di belakang” harus lebih ditingkatkan dengan memahamkan masyarakat bahwa berbeda itu bukan berarti lawan, karena semua manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki hak asasi dalam beragama. Sikap ukhuwah ini tentunya tetap disertai dengan sikap keteguhan dan memegang prinsip dan keyakinan sebagai jati diri beragama.

Dengan demikian, sikap ukhuwah Islamiyah akan menjadi representasi Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam. Ukhuwah Islamiyah akan merepresentasikan bahwa agama adalah institusi yang menyelamatkan dan menyejukkan. Pada akhirnya kerukunan dan persaudaraan pada agama Islam pada khususnya dan Indonesia pada umumnya akan menjadi kuat dan kokoh. Dengan ukhuwah, umat akan terberdayakan. Dengan ukhuwah, umat akan mencapai kemaslahatan.

Ahmad Saifuddin, Mahasiswa S2 Program Magister Psikologi Profesi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bergiat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama Kabupaten Klaten dan Sekretaris Lembaga Kajian Pemikiran Islam Darul Afkar Klaten.

 

Catatan: Sebagian besar artikel ini diinspirasi dari KH Abdul Malik Madani, Katib Aam PBNU saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional yang bertemakan “Merajut Ukhuwah, Membangun ‘Izzah, Menggapai Mashlahah (Aktualisasi Ukhuwah Islamiyah dan Kesejahteraan Umat)”. Seminar diselenggarakan Sabtu, 15 Maret 2014, oleh Yayasan Jama’ah Haji Al Mabrur Kabupaten Klaten dalam rangka tasyakuran Hari Lahirnya yang ke-35. Selain KH Abdul Malik Madani, hadir Prof Hamim Ilyas dari PP Muhammadiyah, dan Prof Musa Asy’ari, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Pertandingan Ulama Salaf Online

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi dewasa ini, Pengurus dan Anggota Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) harus mampu memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat seiring perkembangan zaman.

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PW IPPNU Provinsi Lampung Amalia Fadhila saat hadir di arena Konferensi Cabang ke 2 PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu, Sabtu (22/4).

Amalia Fadhila yang menahkodai PW IPPNU Lampung periode 2017-2020 ini juga mengajak agar pelajar NU saat ini ikut mewarnai dunia maya dengan rajin menulis.?

"Mari tuangkan pikiran kita melalui media-media sosial khususnya yang bernafas NU," ajaknya dihadapan para peserta Konferensi yang terdiri dari Pengurus PAC, Ranting dan Komisariat yang telah terbentuk di Pringsewu.

Ulama Salaf Online

"Kita sekarang hidup di dua dunia, Dunia Nyata dan Dunia maya. Jangan hanya jadi user saja yang gampang termakan hoax. Mari cerdas hidup didunia maya dan mengisinya dengan konten yang benar dan menyejukkan," ajaknya dihadapan peserta Konferensi yang juga dihadiri oleh Pengurus PW IPNU Lampung, Pengurus NU, Banom di Pringsewu dan beberapa undangan dari ormas kepemudaan diluar NU.

Konferensi yang mengangkat tema "Satukan Tekad untuk Memantapkan Roda Organisasi" ini dibuka oleh Wakil Sekretaris PCNU Pringsewu Muhammad Faizin. Dalam sambutannya, ia juga mengajak pengurus IPNU dan IPPNU Pringsewu untuk mampu menjawab tantangan zaman dengan terus berbenah menyiapkan diri melanjutkan Jamiyyah NU.

"IPNU dan IPPNU merupakan Kawah candra dimuka pembentukan kader kader penerus NU. Jadi mari tingkatkan keilmuan baik dibidang agama maupun dibidang ? organisasi sebagai modal membesarkan Jamiyyah," terangnya seraya berharap seluruh PAC dan Ranting di Kabupaten Pringsewu dapat dibentuk kepengurusannya.

Ulama Salaf Online

Bagi para senior IPNU dan IPPNU ia mengajak untuk segera menyiapkan diri untuk aktif berkiprah di Organisasi atau Badan Otonom lainnya yang ada di NU sesuai dengan jenjang umurnya seperti Ansor dan Fatayat. "Ayo move on. Cinta IPNU dan IPPNU boleh. Tapi Banom lainnya sudah menunggu kalian," pungkasnya disambut senyum para pengurus yang sebentar lagi paripurna.

Pada acara Konferensi tersebut juga dibagikan sejumlah piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Konferensi tersebut. Lomba yang dipertandingkan antara lain Bulu Tangkis, Kaligrafi dan berbagai lomba lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Senin, 19 Februari 2018

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda

Betul juga apa yang dikatakan kolumnis berjuluk pendekar pena, H. Mahbub Djunaidi (1933-1995), bahwa pemerintah tak ubahnya seperti nyonya rumah tangga, perlu nafkah. Barangsiapa yang punya anjing, dia mesti bayar pajak. Barangsiapa punya perabot, dia mesti bayar pajak. Barangsiapa kerja, mesti pula menyisihkan gajinya buat pemerintah. (Bisnis Kuburan, 1977).

Begitu juga ulah orang Belanda di Nusantara ini. Entah dari mana datangnya, kemudian mereka yang mengaku beradab itu merasa mempunyai hak untuk memerintah di negeri orang.  

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda

Namun, masak iya menyembelih hewan kurban saja harus ada pajaknya? Tak boleh dong. Mungkin begitu pikir NU pada masa penjajahan Belanda. Enak saja, mereka melancong dari Eropa sana, datang ke sini, lalu meminta pajak hewan kurban. Yang benar saja. 

Berikut pemberitahuan NU di majalah Berita Nahdlatoel Oelama:

Ulama Salaf Online



Harap menjdjadi perhatian



Ulama Salaf Online

Oentuk kepentingan cabang NU khususnya dan untuk umat Islam di Indonesia pada umumnya, yang berhubungan dengan penyembelihan chewan-chewan, yang akan digunakan untuk hari Idul Qurban maka kita turunkan di sini surat, yang telah kita terima dari Adviseur voor Inlandsche Zaken berkenaan dengan soal tersebut di atas.

Berikut surat balasan dari pemerintah Hindia Belanda yang mengabulkan upaya NU agar pemotongan hewan kurban di waktu itu tidak dikenakan pajak.Adviseur voor Inlandsche Zaken                          Batavia, 29 April ‘38

Nr. 590/E/7



Berhubung dengan permohonan bebasnja beja sembelih (slachtbelasting) jg oleh pemerintah telah didjawab dengan soeratnja tg. 18 Januari ’38 Nr 145/A, maka bersama ini saja perma’lumkan kepada Hoofdb. NO, bahwa dengan besluit pemerentah tg. 14 boelan April ini (Nr (Staatsblad 174) telah ditetapkan, bahwa oentoek menjembelih chewan goena qoerban pada hari Idil Qoerban, dibebaskan dari pembajaran (slachtbelasting) Oentoek dapat kebebasan beja itoe, lebih doeloe haroes diminta seboeah soerat keterang Bestuur itoe soerat keterangan bolehnja diberikan, kalau soedah terang bahwa itoe chewan akan disembelih boeat qoerban pada hari Idil Qoerban, dan dagingnja tidak akan diberikan kepada orang lain dengan pembajaran, dengan apa joega.



Soerat keterangan terseboet sebeloemnja chewan itoe disembelih, haroes dipasrahkan kepada seseorang, jg diwadjibkan oleh Bestuur berhadlir pada waktoenja menjembelih (memotong).Lain tidak ma’loem djoega adanja.





Salam dan hormat





(wg.) G F. Pyper

(Adviseur voor Inlandsche Zaken)  

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Nusantara Ulama Salaf Online

Minggu, 18 Februari 2018

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

Subang, Ulama Salaf Online. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang Jawa Barat resmi dilantik oleh Rais PCNU Subang KH Agus Salim di halaman Masjid Besar Kecamatan Dawuan pada Rabu (25/3).

Pada pelantikan yang sekaligus pengajian bulanan Muslimat NU Subang itu, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH Musyfiq Amrullah sangat mengapresiasi kinerja pengurus MWCNU Dawuan dan mengharapkan kepada mereka agar lebih aktif lagi dalam berorganisasi.

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

"Saya mengharapkan agar pengurus MWCNU Dawuan lebih baik dari sebelum dilantik. Karena sebelum dilantik saja sudah banyak kegiatan, apalagi kalau sudah dilantik," katanya.

Ulama Salaf Online

Di tempat terpisah, Ketua MWCNU Dawuan, Toto Ubaidillah Haz mengatakan program unggulan MWCNU Dawuan adalah di bidang ekonomi, bahtsul masail, dan pendidikan.

Ulama Salaf Online

"Program unggulan kita mungkin lebih ke di bidang ekonomi agar para pengurus bisa sejahtera sehingga dalam kegiatan tidak terlalu pusing dalam mencari dana,” teranganya.?

Menurut dia, kegiatan kegiatan pelantikan tersebut juga tidak meminta pihak lain dengan proposal. Panggung, sound system, konnsumsi disediakan MWCNU.?

Dalam kesempatan itu, turut hadir Bupati Subang, Camat Dawuan, Kepala Kemenag Subang dan para Pengurus PCNU serta ratusan ibu-ibu pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Subang. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, AlaSantri, Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

Memahami Makna Sujud

"Wasjud Waqtarib" demikianlah Allah swt menutup firmannya dalam surat al-Alaq. Suatu statemen yang tegas dan gamblang. Bahwa sujud merupakan wahana paling efesien untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Memang secara psiklogis sujud memiliki nilai lebih dibandingkan dengan rukun shalat yang lain. Karena ketika sujud posisi seseorang benar-benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Sang Khaliq. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi bagian paling istimewa dalam tubuh manusia dan tempat bersemayamnya pancaindera. Juga anggota tubuh yang paling dimuliakan oleh manusia, tiba-tiba diposisikan begitu rendahnya hingga rata dengan tanah, tempat kaki berpijak.

Sebenarnya sujud menjadi wahana intim antara hamba dengan Allah swt. Pada saat itulah mereka merasakan ke-hinaannya dan sekaligus ke-agungan Allah swt. Begitulah yang diisyaratkan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Makna Sujud

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt adalah ketika (hamba tersebut) sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika sujud.

Oleh karena sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim, maka dianjurkan ketika bersujud untuk memperbanyak doa.

Ulama Salaf Online

Demi mengkondisikan kehinaan dirinya sebagai hamba dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz selalu sujud di atas tanah. Sehingga kulit jidatnya bertemu langsung dengan tanah dan hidungnya dapat mencium bumi.rdo

Kehinaan seorang hamba ketika bersujud tidaklah sia-sia, karena Allah swt berjanji akan menaikkan derajat orang tersebut dan sujud itu akan menyingkirkan berbagai macam keburukan darinya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ulama Salaf Online

Dengan kata lain sujud juga dapat menjadi salah satu terapi menghindarkan diri dari berbagai keburukan dan kemaksiatan, sebagaimana shalat dapat mencegah diri dari kekejian dan kemungkaran.

Begitu pentingnya makna sujud sehingga Rasulullah saw pernah berwasiat kepada salah satu sahabatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? "? ? ?". Bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, "doakanlah aku agar dapat menjadi orang yang menerima syafaatmu (di hari kiamat) dan mendapatkan rizqi dengan menemanimu di surga" kemudian Rasulullah saw menjawab "maka aku perintahkan untuk memperbanyak sujud"

Sebagai bukti penguat betapa pentingnya sujud adalah cerita penderitaan setan ketika seseorang melakukan sujud tilawah (sujud yang diperintahkan ketika membaca ayat tertentu dalam al-quran). maka setanpun berkata "sungguh beruntung hamba ini yang diperinthakn bersujud, kemudian ia bersujud. Maka surge akan menjadi bagiannya. Dan sungguh celaka diriku ini (setan) yang diperintahkan sujud, tetapi malah membangkang. Maka aku akan kebagian neraka.

Redaktur: Ulil Hadrawy.



. Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Kajian, Berita Ulama Salaf Online

Minggu, 07 Januari 2018

NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat

Den Haag, Ulama Salaf Online - Belakangan ini ideologi populisme berbasis sentimen primordial kian menguat di berbagai penjuru dunia, termasuk di negara-negara dengan tradisi demokrasi dan hak-hak sipil yang kuat. Di benua Amerika Utara, tiga peristiwa penting yang baru-baru ini terjadi menggambarkan hal tersebut: kebijakan Presiden Trump mencegah warga negara dari tujuh negara Muslim masuk ke wilayah negara USA, pembakaran masjid di Texasm USA, dan penembakan membabi buta jamaah yang sedang shalat di sebuah masjid di Quebec, Kanada.

Seperti ditunjukkan oleh tiga peristiwa tersebut, populisme berbasis sentimen primordial telah berimbas pada menguatnya sikap intoleransi pada kelompok minoritas dan tindakan permusuhan terhadap para migran. Sayangnya, gejala semacam ini sekarang juga mulai merebak di Tanah Air.

NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat

Fenomena semacam di atas menjadi keprihatinan dan bahan refleksi dalam tasyakuran peringatan Harlah Nahdlatul Ulama ke-91 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Belanda belum lama (30/01). Acara ini berlangsung di kediaman KH Ade Syihabuddin, Syuriah PCINU Belanda di Den Haag, Belanda. Hadir dalam acara ini jajaran PCINU Belanda, warga Nahdliyin maupun para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut di Belanda.

“Kami sangat menyesalkan aksi intoleran dan kekerasan yang bermotif sentimen primordialisme di berbagai belahan dunia. PCINU Belanda menyikapi serius kejadian semacam ini. Untuk itu, kami kini sedang merancang kegiatan untuk mempromosikan Islam Nusantara sebagai Islam yang moderat di Indonesia,” kata M. Shohibuddin, Katib Syuriyah PCINU Belanda.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

“Pada saat yang sama, kami juga menyadari bahwa gejala yang sama sekarang juga merebak di Tanah Air. Hal ini tentu harus menjadi bahan refleksi dan pemikiran-ulang bagi umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan Nahdliyin,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama, Fachrizal Afandi, Ketua Tanfidziyah PCINU Belanda menyatakan tugas PCINU sebagai duta NU di luar negeri semakin berat dan menantang. Untuk itu, pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCINU Belanda yang kedua pada Maret 2017 mendatang akan dijadikan momentum untuk mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat.

“Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan Muslim Indonesia kepada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis. Islam Nusantara harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka menghilangkan Islamophobia di Dunia Barat,” kata kandidat Doktor di Leiden University ini menambahkan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kiai, Nusantara Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Membangun Pondasi Historiografi Pesantren

Bagaimana memahami alur pemikiran, pondasi pengetahuan dan historiografi pesantren? Abdul Munim DZ menulis refleksi mendalam tentang bagaimana membangun pengetahuan dan mengembangkan historiografi Nusantara.?

Melalui buku "Fragmen Sejarah NU", Munim mengembangan le petit histoire (sejarah kecil) pesantren yang disambungkan dengan peta besar dunia, dalam level nasional dan internasional.?

Buku ini berusaha menggali epistemologi Nusantara sekaligus mengembangkan historiografi pesantren. Dalam buku ini, Abdul Munim DZ menjelaskan bahwa wajah pesantren dan Nahdlatul Ulama dalam buku-buku akademik, cenderung mengalami peyorasi dan marginalisasi gagasan. Hal ini, karena tidak adanya pemahaman komprehensif degan dimensi-dimensi kehidupan warga Nahdliyyin, dari sosiologis-antropologis hingga spiritualitasnya.?

Membangun Pondasi Historiografi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pondasi Historiografi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pondasi Historiografi Pesantren

Di sisi lain, ada warisan pemikiran dan sarjana-sarjana kolonial yang menempatkan pesantren dan jaringan kunci penggerak Nahdliyyin di lorong sepi sejarah serta pemikiran sosial. Warisan pemikiran yang khas kolonial ini, tidak memberi ruang bagi pemikiran, kekayaan budaya dan peran penting pejuang dari pesantren dalam proses panjang "menjadi Indonesia".?

Dalam buku ini, Munim juga menjelaskan ada dua proses pencarian ilmu, yang selama ini menjadi kekayaan peradaban Nusantara. Yakni, rihlah (lelono broto, perjalanan ilmiah) dan uzlah (topo broto). Perjalanan panjang untuk memahami dunia dengan segenap pengalaman, kemudian dikoneksikan dengan renungan dalam pertapaan untuk mengheningkan diri dan pikiran (hal. 17-18).?

Gagasan yang tumbuh dalam ruang hening, merupakan kristalisasi ide untuk memahami sesuatu yang berkecamuk dalam dunia luar, yang diperas selama perjalanan. Untuk itu, banyak kiai pesantren yang sering melakukan perjalanan panjang untuk silaturahmi, sekaligus melakukan renungan dalam kesunyian untuk mengendapkan pengalaman. Dari proses inilah, gagasan khas para begawan Nusantara mengalir.?

Ulama Salaf Online

Sejarah kecil gagasan besar

Kisah-kisah yang ditampilkan dalam buku ini sangat menarik. Bahkan, ada beberapa yang merupakan kisah istimewa, karena belum pernah dipublikasikan dalam buku ataupun media massa. Kisah-kisah rahasia itu, hasil wawancara pribadi maupun perbincangan penulis dengan warga Nahdliyyin selama perjalanan. Kisah-kisah tentang tokoh NU yang menjadi kunci dalam beberapa kebijakan strategis negara, jarang terdengar dalam perbincangan publik. Peran tokoh NU di lingkaran intelijen juga menjadi penting dipahami.?

Misalkan, sebuah kisah tentang bagaimana Gus Dur berdialog dengan Ali Moertopo, Ketua Operasi Khusus (Opsus) yang kemudian menjadi Ketua Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Ketika itu, Gus Dur baru pulang dari belajar di Mesir, Irak dan perjalanan berkeliling Eropa. Kedatangan Gus Dur berhasil menggebrak jagad intelektual Indonesia, dengan argumentasi yang jernih dan cemerlang.?

Ketika Gus Dur mulai menuliskan pemikirannya, banyak tokoh yang merasa putra Kiai Wahid Hasyim ini akan menjadi intelektual cemerlang. Ali Moertopo, sebagai petinggi intelijen tertarik dengan sosok Gus Dur. Ia mengundang Gus Dur dalam diskusi terbatas di bawah koordinasi BAKIN. Menghadapi Ali Moertopo, Gus Dur mampu berdebat dan melempar argumentasi secara tajam, jernih serta tidak mudah dipatahkan. Singkatnya, Gus Dur berhasil membuat Ali Moertopo simpatik dengan pikiran jernihnya. Dari jaringan intelijen, Gus Dur berkenalan dengan Benny Moerdani dan orang-orang penting dalam jajaran intelijen negara (hal. 211-213).?

Ulama Salaf Online

Bagaimana dengan sosok Subhan ZE? Dalam buku ini, disebutkan bagaimana Subhan merupakan kader muda Nahdliyyin yang matang dalam peta politik. Manuver-manuver Subhan ZE sangat penting untuk memahami bagaimana warga NU bersikap, terutama dalam konstelasi politik level nasional dan internasional.?

"Saat itu para kader NU selalu mendapatkan informasi tentang perkembangan politik, sehingga tahu peta politik nasional, sehingga mereka cerdik dalam politik. Nasehat itu menjadi pegangan aktifis NU dalam mengantisipasi perkembangan politik nasional pada awal Orde Baru, " tulis Munim (hal. 192). Kisah-kisah penting yang jarang terdengar serta analisis jernih tentang manuver tokoh NU dalam pendulum sejarah bangsa sangat penting disimak.?

Buku ini menjadi catatan sekaligus renungan berharga, bagaimana membangun pohon pengetahuan yang berakar dari pemikiran Nusantara, dengan ragam tradisi, pembelajaran dan khazanah sejarahnya.?

Data Buku

Judul: Fragmen Sejarah NU: Menyambung Akar Budaya Nusantara

Penulis: Abdul Munim DZ

Penerbit: Compass Pustaka Jakarta

Cetakan: Januari 2017?

Tebal: xxii+413 hal

ISBN: 978-602-60537-2-5

Peresensi: Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Khutbah, Nusantara Ulama Salaf Online

Selasa, 26 Desember 2017

Amalan Antiejakulasi Dini

Assalamu ’alaikum wr. wb

Redaksi Bahtsul Masail Ulama Salaf Online yang saya hormati. Sebelumnya saya mohon maaf, karena saya mau menanyakan hal yang agak sensitif. Saya mohon nama saya dirahasiakan. Sudah hampir satu tahun saya mengalami masalah kehidupan seks. Saya selalu “keluar” duluan. Awalnya isteri sering protes, tetapi sekarang sudah tidak.

Amalan Antiejakulasi Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Antiejakulasi Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Antiejakulasi Dini

Namun sebagai seorang suami tentu saya merasa bersalah sebab tidak bisa membahagiakan isteri di ranjang. Saya sudah berobat ke mana-kemana, tapi hasilnya belum maksimal. Memang tidak cukup hanya berobat, tetapi berdoa juga sangat penting. Usaha dan doa harus seimbang. Pertanyaan saya adakah doa khusus yang diajarkan Nabi SAW atau doa dari para ulama mengenai masalah yang saya hadapi. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr, wb

(Klaten/Nama dirahasiakan)

Ulama Salaf Online

Jawaban

Ulama Salaf Online

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Seorang isteri sudah semestinya menaati suaminya. Namun suami juga harus memenuhi hak-hak isterinya termasuk juga di dalamnya hak untuk mendapatkan kenikmatan seksual. Dalam hubungan intim dengan isteri suami jangan hanya mencari kepuasan diri sendiri, tetapi harus sama-sama saling menikmati.

Jika kemudian ada masalah dalam hubungan intim seperti pihak suami kurang bisa memuaskan isterinya karena mengalami ejakulasi dini, hal ini harus dikonsultasikan baik-baik dengan isteri dan dicari jalan keluarnya. Misalnya dengan melakukan konsultasi kepada dokter spesialis dan melakukan pengobatan. Dalam hal ini dukungan isteri mutlak diperlukan.

Kami melihat bahwa penanya sudah melakukan upaya-upaya serius untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam kasus ini berobat menjadi keharusan, tetapi berdo’a juga tidak kalah pentingnya. Berobat dan berdo’a sudah semestinya berjalan beriringan.

Sedangkan do’a khusus yang diajarkan Nabi Muhammad SAW mengenai kasus ejakulasi dini sepanjang penelusuran kami dalam pelbagai literatur Islam klasik tidak ditemukan. Tetapi kami hanya menemukan doa yang dipanjatkan oleh Ibnul Mukadir, salah seorang tabi’in. Doanya sebagai berikut.

? ? ? ? ? ?

Allahumma qawwi dzakarî fa innahû manfa’atun li ahlî. Artinya, “Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku.”

Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab Faidlul Qadir karya Abdurra’uf al-Munawi, Ibnul Munkadir memanjatkan do’a agar dikuatkan dzakarnya semata-mata untuk memenuhi apa yang menjadi hak isterinya. Dengan kata lain untuk memenuhi birahi isterinya. Sebab, syahwat-birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Jika dibiarkan atau tidak “disentuh”, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan.

? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnul Munkadir berdo’a, ‘Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku’. Doa itu dipanjatkan agar Allah menguatkan dzakar Ibnul Munkadir semata-mata untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak isterinya, bukan untuk mengumbar syahwatnya. Sebab, birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan,” (Lihat Aburra’uf al-Munawi, Faidlul Qadir, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz, IV, h 145).

Penjelasan yang terdapat dalam kitab Faidlul Qadir di atas sangat menarik untuk dicermati dan diperhatikan terutama bagi para suami. Sebab, acap kali kita mendengar berita di pelbagai media massa perselingkuhan perempuan yang sudah bersuami dengan alasan suaminya tidak bisa memuaskan atau membahagiakannya di ranjang. Kendati harus dicatat bahwa kekurangan suami itu bukan alasan pembenaran atas praktik zina dan menurunnya sikap harmonis.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Untuk para suami yang sedang mengalami masalah seperti yang dihadapi oleh penanya di atas kami sarankan terbuka kepada isteri dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis agar cepat mendapat penangangan. Mereka yang mengalami masalah ini tidak perlu frustasi. Insya Allah ada jalan keluarnya.

Sembari berobat jangan lupa berdoa. Doa Ibnul Munkadir bisa dijadikan alternartif di samping do’a-doa lain. Sedangkan para isteri sudah semestinya bersikap sabar dan mendukung suami dalam menyelesaikan problem yang dihadapi. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Nusantara Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara

Sejarah perkembangan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tulisan. Terlebih tulisan Arab Pegon yang merupakan sarana untuk mentransfer ilmu agama dengan perantara dunia tulis-menulis.

Hal ini tidak menafikan adanya transfer ilmu dengan cara mendengarkan materi yang telah disampaikan oleh seorang ulama atau kiai yang mengajak kepada agama Allah dengan melalui lisan, entah dengan cara dakwah keliling atau dengan cara menyelenggarakan pengajian agama di surau-surau atau pesantren-pesantren.

Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara

Transfer ilmu dengan tulisan dilakukan oleh ulama atau kiai dengan tujuan agar ilmu bisa lebih terjaga dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Bukan orang yang hidup semasanya, namun generasi yang setelahnya juga bisa meneguk ilmu tadi. Para ulama atau kiai tadi menulis juga dikarenakan melihat kondisi kapasitas otak manusia yang tidak bisa luput dari salah dan lupa. Sehingga, perlu adanya pengabadian dengan cara menulis.

Ulama Salaf Online

Dengan adanya tulisan Arab Pegon di kala itu, ilmu akan lebih terjaga dari perubahan dan penyimpangan. Bukti pentingnya adanya sebuah tulisan, banyak ulama Nusantara di kala itu yang meninggalkan sebuah karya, seperti Suluk Sunan Bonang (Head Book Van Bonang) yang dipercaya sebagai karya Sunan Bonang, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai, Risalah Tasawuf Hamzah Fansuri, karya kiai Rifai Kalisasak, karya kiai Shaleh Darat, dan lain-lain. Karya-karya ulama Nusantara ini kebanyakan ditulis dengan aksara Arab pegon, baik karya asli atau hasil dari terjemahan dari kitab-kitab yang berliteratur Arab.

Huruf Pegon berasal dari lafal Jawa pego, yang mempunyai arti menyimpang. Hal ini dikarenakan memang huruf Pegon ini menyimpang dari literatur Arab dan juga menyimpang dari literatur Jawa. Bagi yang pernah nyantri tentunya faham dengan huruf Pegon. Huruf-huruf pegon ini bisa dikatakan sebagai sebuah aksara yang nyleneh karena susunan atau tatanannya yang agak berbeda dengan bahasa aslinya (Arab bukan, Jawa juga bukan).

Arab Pegon ini disebut pula Arab Pego atau Arab Jawi. Yaitu, tulisan yang menggunakan huruf Arab atau huruf hijaiyah, akan tetapi dalam praktik bahasanya menggunakan bahasa Jawa atau bahasa daerah lainnya yang sesuai dengan selera orang yang ingin menggunakannya. Di suatu daerah, Arab Pegon juga disebut dengan Arab Melayu. Hal ini dikarenakan menggunakan bahasa Melayu atau Indonesia; atau bahasa lokal lain yang ditulis dengan huruf Arab.

Ulama Salaf Online

Penamaan huruf Pegon sangatlah banyak. Di daerah Malaysia dinamakan huruf Jawi. Sedangkan di kalangan pesantren dinamai huruf Arab Pegon. Akan tetapi, untuk kalangan yang lebih luas, huruf Arab Pegon dikenal dengan istilah huruf Arab Melayu karena ternyata huruf Arab berbahasa Indonesia ini telah digunakan secara luas di kawasan Melayu mulai dari Terengganu (Malaysia), Aceh, Riau, Sumatera, Jawa (Indonesia), Brunei, hingga Thailand bagian Selatan. Maka tidak mengherankan, jika kita membeli produk-produk makanan di kawasan dunia Melayu (Malaysia, Thailand Selatan, Brunei, dan beberapa wilayah di Indonesia) dapat dipastikan terdapat tulisan Arab Pegon dalam kemasannya walaupun dengan bahasa yang berbeda. Bahasa tersebut disesuaikan dengan tempat atau Negara yang mengeluarkan produk-produk tersebut.

Huruf Arab Pegon ini mempunyai keunikan tersendiri. Jika dilihat dari kejauhan, tulisan Arab Pegon seperti tulisan Arab pada biasanya. Namun, kalau dicermati sebenarnya, susunannya atau rangkaian huruf-hurufnya bukan susunan bahasa Arab. Orang Arab asli tidak akan bisa membaca tulisan Arab Pegon. Seandainya mereka bisa membaca Arab Pegon, niscaya tidak sejelas dengan bacaan orang Jawa atau Melayu asli.

Mengenai siapa yang menemukan huruf Arab Pegon ada beberapa pendapat. Menurut suatu catatan, huruf Arab Pegon muncul sekitar tahun 1400 M yang digagas oleh RM. Rahmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel di Pesantren Ampel Dentha Surabaya. Sedangkan menurut pendapat lain, penggagas huruf Arab Pegon adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Cirebon. Ada juga yang mengatakan bahwa huruf Arab Pegon ini ditemukan oleh Imam Nawawi Al-Bantani.

Sayangnya, huruf Arab pegon kini tidak lagi dikenal oleh masyarakat Islam secara luas. Padahal, menurut sejarahnya, huruf Arab Pegon telah digunakan secara luas oleh para penyiar agama Islam, ulama, penyair, sastrawan, pedagang, hingga politikus di kawasan dunia Melayu. Peran penjajah juga mempunyai pengaruh dalam menggrogoti berkurangnya pemahaman tentang huruf Arab Pegon. Sebab, pada masa penjajahan dalam pemerintahannya, tulisan yang digunakan untuk urusan negara adalah dengan menggunakan huruf Latin. Sedangkan huruf Arab Pegon terisolir di dunia pesantren. Keadaan ini berbeda dengan sebelum penjajah menginjakkan kakinya di bumi Nusantara.

Kongres bahasa yang diadakan di Singapura pada 1950-an juga telah memperkuat kedudukan huruf Romawi. Salah satu keputusan dalam kongres tersebut menghasilkan pembentukan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia yang mempelopori dan mengompori penggunaan abjad Romawi. Saat itulah hampir semua penerbit koran, majalah, dan buku dengan terpaksa mengganti aksara Arab pegon dengan huruf Romawi.

Pada tahun 2007 telah diselenggarakan Kongres Ijtima Ulama Nusantara ke 2 di Malaysia. Dalam kesempatan ini, ada ulama asal Indonesia (KH. Maimeon Zubair) telah menyampaikan betapa kelestarian tradisi salaf dalam tahap kritis. Beberapa ajaran salaf mulai terlupakan, salah satunya adalah Arab Pegon. Di tengah masyarakat, Arab Pegon mulai ditinggalkan secara perlahan.

KH. Maimeon Zubair dalam beberapa kesempatan tak henti-hentinya memotivasi beberapa pihak untuk senantiasa mentradisikan salaf, termasuk menghidupkan kembali Arab Pegon sebagai ikon salaf yang perlu dilestarikan.

Jika tradisi Arab Pegon ini terlupakan, maka orang Islam di Indonesia ini telah lupa akan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita menggali dan melestarikan Arab Pegon agar tidak hilang ditelan bumi. Banyak sekali ilmu-ilmu ulama atau kiai terdahulu yang bertuliskan dengan Arab Pegon. Jika bukan kita umat Islam yang melestarikan, lalu siapa?

*Penulis adalah Esais dan ketua Website PP. Al Anwar Sarang Rembang Jateng asal Pati.

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Nusantara Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Bandung, Ulama Salaf Online. Katib Syuriah PWNU Jawa Barat Prof KH Rachmat Syafe’i mengatakan perbedaan penentuan Hari Raya Idul Adha sebetulnya bukan hanya terjadi antara NU dan Muhammadiyah saja, bahkan di kalangan NU sendiri juga bisa saja berbeda karena berlainan metode penetapan awal bulan.

Menurut Kiai Rachmat perbedaan pendapat sudah biasa terjadi di kalangan ulama salaf dan di pesantren-pesantren, tinggal bagaimana memahami alasan dan dasar yang dipegang. “Jika sudah dipahami, saling menghormati itulah yang harus dikedepankan,” terangnya Sabtu pagi (4/10).

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Sikap masyarakat, lanjut dia harus kembali pada pendapat yang diyakini karena persoalan ini adalah masalah ibadah. Supaya tidak tersinggung, Kiai Rachmat mengajak masyarakat supaya saling memahami.

Ulama Salaf Online

Baginya, toleransi itu sangat penting, yang tidak boleh adalah saling menyalahkan. Ia menjelaskan bahwa toleransi adalah mengajak orang untuk memahami dan bertanya kepada ahlinya. Dianggap penting karena toleransi pengaruhnya sangat besar. “Toleransi adalah sesuatu yang menjadi kewajiban bagi seluruh manusia,” tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Ulama Salaf Online

Kiai yang juga menjadi ketua bidang Fatwa MUI Jawa Barat ini berharap kepada masyarakat supaya meningtkatkan kesadaran toleransi dalam beragama. Ujung-ujungnya inti dari agama, kata dia, adalah memberi nasihat, oleh karena itu harus saling menasihati.

Tingkatkan pengetahuan dengan bertanya kepada ahlinya supaya objektivitasnya tinggi, sehingga agama tidak dipengaruhi emosional yang kaku. Agama memang ada sikap emosional tetapi emosional yang tidak berdasarakan syariah, maka akan terjadi pertentangan yang tidak perlu, tambah Kiai Rachmat.

“Jadi pendekatan utama adalah tidak berdasarkan dalil, tapi bagaimana agama disikapi dengan toleransi dan saling menasehati,” pungkas pengasuh pondok Pesantren Al-Wafa, Cibiruhilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Senin, 23 Oktober 2017

Ingin Berkesan, Kasatkornas Donor Darah di Apel Banser Bali

Bali, Ulama Salaf Online. Kasatkornas Barisan Ansor Serbaguna (Banser), H Alfa Isnaini mengaku bersyukur bisa datang ke Bali untuk menyapa kader Ansor Banser dalam Apel Kebangsaan yang diadakan PW GP Ansor Bali, Ahad (14/5).

Agar kedatangannya tetap terkesan, setelah Apel dibubarkan, ia langsung menuju stand donor darah yang telah disiapkan panitia.

"Saya ini sering donor darah, tapi kalau donor darah pas di acara Apel Banser, ya sekarang ini untuk pertama kalinya," ujar Alfa saat badannya terbaring di tandu ditemani Ketua PW GP Ansor Bali, Amron Sudarmanto.

Ingin Berkesan, Kasatkornas Donor Darah di Apel Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Berkesan, Kasatkornas Donor Darah di Apel Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Berkesan, Kasatkornas Donor Darah di Apel Banser Bali

Usai donor ia melayani ratusan kader Banser yang meminta foto bareng pimpinan tertinggi Banser ini secara bergantian. Alfa kemudian mengambil nasi bungkus daun pisang yang sebenarnya disediakan untuk paserta, namun ia tak segan menyantabnya bersama anggota Banser lainnya.

Untuk diketahui, Apel Kebangsaan yang diadakan di Lapangan Lumintang Denpasar ini, dihadiri seribu Kader Ansor Banser dari sembilan Kabupaten/kota se Provinsi Bali. Dalam Apel tersebut, juga ditandatangani pernyataan sikap GP Ansor Bali untuk terus melawan kelompok yang Anti Pancasila.? (Abraham Iboy/Zunus)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Lomba, Nusantara Ulama Salaf Online

Minggu, 08 Oktober 2017

Indonesia Dinilai Darurat Kekerasan Seksual

Jakarta, Ulama Salaf Online 



Kabar meninggalnya seorang siswi SMP bernama Yuyun, 14 tahun (YY) dari Bengkulu, menyita perhatian masyarakat Indonesia beberapa hari ini. Korban yang sedang duduk dibangku SMP mengalami perlakuan tragis dari para remaja yang tidak bertanggung jawab hingga meninggal dunia.

Indonesia Dinilai Darurat Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Dinilai Darurat Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Dinilai Darurat Kekerasan Seksual

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, ini sangat menyakitkan bagi kita sesama perempuan," sesal anggota DPR RI Nihayatul Wafiroh, dalam siaran pers, Selasa (4/5).

Menurutnya, saat ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus membangun kekuatan solidaritas guna melakukan perlawanan terhadap aksi kekerasan seksual, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak yang kerap kali menjadi korban.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu bersama-sama melawan aksi kekerasan dan seksual terhadap perempuan. Perempuan bukanlah objek seksual," ungkap Nihayah.

Nihayatul juga mengatakan, sepanjang tahun kasus perkosaan meningkat. Menurut Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan 2016, saat ini kasus kekerasan seksual naik menjadi peringkat kedua dari keseluruhan kasus kekerasan terhadap perempuan. Bentuk kekerasan seksual tertinggi pada ranah personal adalah perkosaan sebanyak 72 persen atau 2.399 kasus, pencabulan 18 persen atau 601 kasus, dan pelecehan seksual 5 persen atau 166 kasus.

Ulama Salaf Online

Menanggapi tigginya angka kekerasan seksual diatas, Nihayah yang juga duduk di legislatif dan menjadi anggota Badan Legislatig (Baleg) berjanji untuk segera bekerja keras melakukan lobi politik kepada anggota baleg lain agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini segera dibahas dan diundangkan.

"Bagi saya sekarang ini Indonesia sedang darurat kekerasan seksual, tidak ada tawar-menawar lagi untuk tidak segera membuat regulasi/perundang-undangan yang tegas dan memberikan efek jera bagi pelaku sekaligus memberikan rasa aman bagi korban dan masyarakat," tegas Nihayah. (Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Khutbah, Santri Ulama Salaf Online

Kamis, 28 September 2017

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

Subang, Ulama Salaf Online. Puluhan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Huda Pungangan, Subang, Jawa Barat, mengikuti study tour yang diselenggarakan madrasah setempat ke beberapa lokasi di Jakarta, Sabtu (28/2).

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

"Kami harap anak-anak dapat menikmati study tour ini sehingga mulai pekan besok mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fresh," ungkap Dedi Setiawan, salah satu guru yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTN PCNU Subang itu menambahkan, lokasi tujuan study tour ini adalah Museum Fatahillah, Monumen Nasional (Monas), dan Masjid Istiqlal.

Ulama Salaf Online

"Mereka kita minta untuk menulis seputar sejarah dan kondisinya pada masa kini, tujuannya sekaligus agar anak-anak gemar dan punya keterampilan menulis," imbuhnya

Sementara itu, Muhammad Heryadi, Kepala MTs Al-Huda Pungangan menyampaikan keinginannya untuk mengubah paradigma anak-anak, karena selama ini ada anggapan bahwa tempat belajar terbatas hanya di kelas saja.

Ulama Salaf Online

"Kita ingin menyampaikan kepada anak-anak bahwa belajar itu bukan hanya di kelas saja, semua tempat adalah sekolah, tempat belajar yang bisa kita petik ilmunya jadi tidak dibatasi ruang dan waktu," pungkas Ketua IPNU Subang periode 2000-2004 itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Sholawat Ulama Salaf Online

Rabu, 13 September 2017

Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur

Di zaman serba instan begini tidak banyak orang melakukan upacara terlebih dahulu sebelum tidur. Kalau mau tidur, mereka langsung melemparkan diri di kasur atau sofa lalu memejamkan mata atau buka hape sambil menunggu kantuk.

Namun demikian sebagian orang hingga kini masih mengamalkan amalan jelang tidur yang diwariskan oleh Rasulullah SAW. Mereka sebagaimana Rasulullah SAW membaca surat Al-Fatihah, Qulhu, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sekali. Setelah itu mereka meniup kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali sebelum diusapkan di sekujur badannya. Setelah mengusap sekujur badan, mereka membaca doa sebagai berikut.

Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa dan Sejumlah Amalan Rasulullah Jelang Tidur

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Bismika rabbî wadla‘tu janbî wa bika arfa‘uhu. In amsakta nafsî farhamhâ. Wa in arsaltahâ fahfazhhâ bimâ tahfazhu bihî ‘ibâdakas shâlihin.

Artinya, “Dengan nama-Mu hai Tuhanku, aku berbaring. Dengan nama-Mu juga aku terbangun. Jika Kau tahan nyawaku, berilah rahmat untuknya. Jika Kau lepaskan nyawaku, peliharalah sebagaimana Kau memelihara para hamba-Mu yang saleh,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Ulama Salaf Online

Setelah itu dianjurkan membaca Ayat Kursi, Âmanar rasûlu hingga akhir surat, dan istighfar tiga kali. Semua ini diamalkan Rasulullah SAW sebelum tidur. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, AlaSantri, Pesantren Ulama Salaf Online

Selasa, 11 Juli 2017

Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI

Dua bulan menjelang pergantian abad 21, atau tepatnya 20 Oktober 1999, barangkali menjadi sebuah kejutan besar bagi bangsa Indonesia bahkan masyarakat dunia, termasuk penulis yang kala itu ikut menyaksikan lewat layar kaca, ketika seorang dari kalangan santri bernama KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) Ke-4.

Penulis buku Biografi Gus Dur, Greg Barton, mengisahkan detik-detik terpilihnya Gus Dur menjadi presiden. Beberapa jam sebelum penghitungan suara dimulai, kebanyakan orang menganggap bahwa Megawati akan melaju untuk meraih kemenangan. Sebab pada Pemilu, partai PDI-P yang mengusung Megawati, meraih suara terbanyak.

Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Terpilihnya Seorang Santri Jadi Presiden RI

Namun kejutan muncul, dimulai ketika Habibie (incumbent) yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar) mengumumkan pengunduran dirinya dari calon presiden. Praktis, hanya tersisa Gus Dur dan Megawati.

Ulama Salaf Online

Pemilihan presiden, kala itu masih menggunakan sistem pemilihan yang dilakukan oleh anggota MPR. Ketika penghitungan mulai dilakukan, Megawati pada awalnya memimpin, namun perlahan namun pasti, perolehan suara Gus Dur yang disokong kubu Poros Tengah dapat mengimbangi perolehan suara Megawati.

Bahkan, keadaan menjadi berbalik ketika pada penghitungan akhir Gus Dur mengumpulkan 60 suara lebih banyak. Gus Dur jadi Presiden! Dengan diiringi lantunan sholawat badar, Gus Dur dibantu berdiri dan dibimbing podium untuk disumpah menjadi presiden.

Ulama Salaf Online

Pidato perdana

Usai diambil sumpah jabatan sebagai Presiden RI, Gus Dur menyampaikan pidato pertamanya. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan komitmennya untuk menegakkan keadilan dan untuk mendatangkan kemakmuran bagi sebanyak mungkin warga masyarakat.

Selain itu, yang tak kalah penting untuk mempertahankan keutuhan wilayah bangsa. “Karena itu, kita tetap tidak bisa menerima adanya campur tangan dari negara lain atau bangsa lain kepada bangsa dan negara kita. Apa pun akan kita lakukan untuk mempertahankan keutuhan wilayah kita, untuk mempertahankan harga diri kita sebagai bangsa yang berdaulat!” Tegas Gus Dur.

“Demikian pula kita harus meletakkan sendi-sendi kehidupan yang sentosa bagi bangsa kita di masa-masa yang akan datang. Ini bukanlah tugas yang ringan, ini tugas yang berat. Apalagi karena pada saat ini kita tengah didera oleh perbedaan faham yang sangat besar oleh longgarnya ikatan-ikatan kita sebagai bangsa,” lanjutnya.

Pada akhir pidato, Gus Dur berbicara mengenai hakikat demokrasi. Menurutnya, demokrasi hanya dapat dipelihara dan dikembangkan oleh orang-orang yang mengerti tentang hakikat demokrasi.

“Karena itu, saya berharap bahwa kita semua sebagai warga dari bangsa Indonesia sanggup memahami hal ini dan akan tetap menjunjung demokrasi sebagai sendi kehidupan kita menuju masa yang akan datang. Hanya dengan cara seperti itu, kita dapat menegakkan kedaulatan hukum, kebebasan berbicara, persamaan hak bagi semua orang tanpa memandang perbedaan keturunan, perbedaan bahasa, perbedaan budaya dan perbedaan agama,” pungkas dia.

Gus Dur mengemban amanah sebagai presiden hingga Juli 2001. Berbagai tudingan miring dan kasus yang dituduhkan kepada dirinya (meski tidak terbukti sampai sekarang), menjadi alasan pencopotan jabatannya sebagai presiden, yang kemudian digantikan wakilnya, Megawati.

(Ajie Najmuddin)

Sumber: Kepustakaan Presiden dan Greg Barton. 2002. Biografi Gus Dur. Yogyakarta. LKiS.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Mei 2017

Jerman Tolak Pemisahan Kolam Renang untuk Siswi Muslim

Berlin, Ulama Salaf Online. Sebuah Pengadilan Jerman, Rabu, memutuskan bahwa siswi muslim harus mengikuti kelas berenang gabungan dengan siswa laki-laki, dalam sebuah keputusan bersejarah yang menyentuh hubungan sensitif antara agama dan negara.

Jerman Tolak Pemisahan Kolam Renang untuk Siswi Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Jerman Tolak Pemisahan Kolam Renang untuk Siswi Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Jerman Tolak Pemisahan Kolam Renang untuk Siswi Muslim

Keputusan Pengadilan Jerman untuk urusan publik dan pemerintahan itu menunjukkan sinyal sengketa bahwa kewajiban konstitusional negara untuk mendidik anak-anak dapat lebih diutamakan daripada adat dan praktek terkait dengan keyakinan agama seseorang.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan pemerintahan kanan-tengahnya telah berusaha berdialog dengan sekitar empat juta muslim di negara itu, tetapi juga mengatakan jika mereka harus berupaya untuk berintegrasi dan mempelajari Jerman.

Ulama Salaf Online

Pengadilan mengatakan siswi muslim tidak bisa dibiarkan tidak mengikuti pelajaran berenang, asalkan mereka diizinkan untuk memakai apa yang disebut `burqini`, pakaian berenang seluruh tubuh yang dikenakan oleh banyak wanita Muslim yang hanya menampakkan wajah, tangan dan kaki. 

Ulama Salaf Online

Penggugat adalah seorang siswi Muslim, yang berasal dari Maroko , yang bersekolah di negara bagian barat, Hesse. 

Orangtuanya telah mencoba selama beberapa tahun untuk mencegah dia mengikuti pelajaran berenang gabungan bersama dengan anak laki-laki.

Siswi itu berusia 11 tahun ketika kasus dimulai. "Penggugat tidak memberikan penjelasan yang cukup...jika mengikuti pelajaran renang dengan menggunakan burkini melanggar aturan berpakaian dalam Islam," kata Pengadilan Pemerintah Federal di Leipzig, yang menolak permohonannya. 

Dua pengadilan di Hesse telah menolak gugatannya untuk dibebaskan tidak mengikuti pelajaran berenang. Namun pengacara siswi tersebut mengatakan bahwa siswi itu malu melihat anak laki-laki hanya mengenakan celana berenang. 

"Al-Quran tidak hanya melarang seorang perempuan untuk dilihat oleh orang lain dalam pakaian minim namun juga melihat anak laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian minim (baju berenang)," kata pengacaranya, Klaus Meissner, kepada media Jerman sebelum sidang . 

Perdebatan mengenai siswi Muslim mengikuti pelajaran olahraga dan berenang telah memicu sengketa hukum di beberapa negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir, yang menggarisbawahi tantangan untuk mengakomodasi keyakinan agama yang berbeda. Kelompok Islam Jerman mengatakan mereka tidak menentang burqini. 

"Dari sudut pandang kami , baju renang seluruh badan adalah tepat dan dapat diterima dalam Islam. Namun, kebebasan berkeyakinan dan hati nurani harus dihormati," kata Kepala Dewan Muslim Jerman Aiman Mazyek kepada radio Jerman. 

Pada Mei, Mahkamah Agung Swiss menolak kasus gugatan keluarga Muslim terhadap aturan sekolah bahwa putri mereka harus ikut serta dalam pelajaran berenang dan tidak boleh mengenakan burkini. Sikap teguh juga diambil oleh Perancis yang sekuler, yang telah melarang penggunaan simbol-simbol agama seperti jilbab Muslim dan topi Yahudi serta salib besar Kristen di sekolah negeri, beberapa kolam renang umum juga telah melarang penggunaan burkini, demikian Reuters. (mukafi niam)

foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Sejarah, Nusantara Ulama Salaf Online

Kamis, 13 April 2017

Mendes Minta Kades Tak Perlu Takut Gunakan Dana Desa

Purwakarta, Ulama Salaf Online. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengumpulkan seluruh Kepala Desa (Kades) se-Purwakarta, Jawa Barat dalam kerja cepat yang dilakukan  di awal tahun 2016. Kepada ratusan kades yang hadir, disampaikannya agar jangan takut menggunakan dana desa untuk program padat karya dan mempercepat kesejahteraan desa.

Mendes Minta Kades Tak Perlu Takut Gunakan Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Minta Kades Tak Perlu Takut Gunakan Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Minta Kades Tak Perlu Takut Gunakan Dana Desa

"Tidak  perlu takut gunakan dana desa. Justru dengan dana desa ini,  kalau dibelanjakan untuk program desa akan membantu pembangunan nasional," ujar Marwan saat berdialog dengan para kades di Pendopo Kabupate Purwakarta, Kamis (7/1).

Marwan mengatakan, ada banyak ketakutan para kades dan perangkat desa dalam menggunakan dana desa. Bahkan ada upaya menakut-nakuti kades dalam memakai dana desa sehingga program berjalan lambat. "Saya tegaskan,  jangan takut dari kepolisian juga sudah karena Kapolri dan Kejaksaan Agung membuat surat agar tidak lakukan kriminalisasi kepada kades yang memakai dana desa," ujarnya.

Ulama Salaf Online

"Kapolri sudah minta agar kapolres tahan diri menangani kasus yang bersinggungan langsung dengan kades," jelas Marwan.

Ulama Salaf Online

Pria asal Pati, Jawa Tengah ini juga menyatakan bahwa pihaknya sangat serius mengupayakan agar dana desa dipakai dan disalurkan dengan benar. Ini sangat penting karena penyerapan dana desa akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkait kemungkinan adanya penyimpangan dana desa, Marwan menegaskan, sudah ada sistem pengawasan berlapis dan upaya-upaya yang sifatnya preventif. Sudah ada BPKP yang tersebar di desa-desa untuk penyiapan audit yang benar. Juga ada pendamping desa. Juga ada Pemkab yang ikut mengarahkan.

"Jadi berlapis pengawasannya. Bahkan Kajari kabupaten juga melakukan pelatihan bagaimana agar dana desa dipakai sesuai koridor. Langkah preventif sudah dilakuakan terus," kata Marwan.

Dia mengingatkan bahwa komitmen pemerintahan Jokowi-JK dalam menempatkan desa sebagai pondasi pembangunan nasional sudah sangat kuat. Bahkan postur APBN juga sudah memihak ke daerah, karena dana transfer daerah terus meningkat dan mencapai angka tertinggi sampai sejauh ini.

"Nilai dana transfer daerah itu sudah mencapai Rp 700 triliun. Ini sejarah paling tinggi dan bentuk komitmen bahwa pembangunan nasional dimulai dari daerah dan desa," tukas Marwan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi mengatakan, program untuk desa membangun memang terus dijalankan dengan penuh inovasi. Tujuan utamanya agar desa bisa sejajar dengan kota dalam hal pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya.

"Intinya mah, bagaimana desa itu bisa sama dan sejajar dengan kota. Desa menjadi makmur dan tidak ada ketimpangan," ujar Dedy. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Quote, Tokoh Ulama Salaf Online

Minggu, 19 Maret 2017

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

Tidak dinyana sebelumnya, kesadaran kaum salafi terutama di Indonesia untuk menggunakan ruang publik sebagai spatial medium bagi dakwah mereka begitu menakjubkan. Kelompok ini sangat cepat belajar menatap kebutuhan masa depan mereka. Setelah era majalah cetak di kalangan mereka habis, ditandai dengan kejatuhan majalah cetak Sabili, Hidayatullah, dan beberapa jenis yang lainnya, kaum salafi begitu cepat melakukan proses adaptasi ke online media.

Sebagaimana yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya –lihat dua post terakhir saya—, gejala seperti ini, selain dilatarbelakangi oleh “kewarasan” mengenai perlunya terus eksis di ruang publik, gejala ini juga menunjukkan adanya penerimaan yang rendah atas kelompok ini di ruang konkrit kalangan Muslim Indonesia. Karenanya, bagi mereka, hijrah untuk menggunakan ruang online media atau internet merupakan ruang baru yang menjanjikan. Sebuah medan baru untuk melaksanakan jihad baru juga. Jihad lama dengan senjata tidak dihapus, namun jihad baru melalui pena dan tulisan perlu digalakkan.?

Tulisan ini tidak ingin mencari bagaimana masalah penggunaan teknologi internet atau online untuk keperluan dakwah di kalangan salafi, namun lebih ingin melihat antusiasme mereka dalam mengelola, menyajikan dan mengkampanyekan opini, diskursus, berita yang bernuansa salafi melalui surat kabar atau majalah, webpage, facebook, dan sarana-sarana online mereka lainnya. Basis analisis yang akan saya pakai di sini adalah teori-teori mengenai “ruang” (space) terutama abstract space. Yang saya maksud dengan abstract space di sini adalah ruang yang tidak tidak tersentuh oleh dunia nyata atau biasa disebut dengan istilah virtual. Selain itu, dalam menulis artikel ringan ini, saya terilhami oleh metode riset kualitatif yang biasa disebut dengan netnografi (netnography). Netnografi adalah etnografi di internet. Artinya, metode ini menggunakan teknik-teknik riset etnografis untuk mengkaji kebudayaan dan masyarakat yang muncul melalui komunikasi berbasis internet. Metode riset kualitatif ini pada mulanya digunakan untuk meriset konsumen di online misalnya forum-forum di internet untuk menjajagi apa yang diminati dan dikehendaki oleh konsumen. Metode ini sangatlah berguna untuk melihat kehadiran kaum salafi di ruang online –ruang-ruang forum–dan bagaimana mereka mempersuasi audien.

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

?

Makna Ruang Maya Bagi Salafi

Sebagaimana kita tahu tahu bahwa kaum mainstream Indonesian yang berhaluan Sunni masih belum bisa menerima sepenuh hati kehadiran kalangan salafi. Meskipun istilah salafi atau salafiyyah sendiri sudah lama dipakai I Indonesia misalnya oleh kalangan NU untuk menamai pesantren mereka, namun salafi yang saya maksudkan di sini, masih dianggap oleh mainstream Islam di Indonesia sebagai Wahhabi. Dalam kajian Islam, Wahhabi sebenarnya masih dalam kategori Sunni, namun masyarakat Sunni Islam di Indonesia—merupakan Sunni terbesar di seluruh dunia—belum bisa memasukki Wahhabi ke dalam kelompok mereka. Dalam diskursus publik, mayoritas ulama di Indonesia keberatan dengan Wahhabi. Fenomena lain yang sering dijumpai adalah meskipun mereka secata teologis berafilalsi dengan Wahhabi namun kebanyakan juga tidak berterus terang atau enggan disebut sebagai kaum Wahhabi. Hal ini semua karena stigmatisasi Wahhabi di Indonesia sebagai kelompok sesat dalam Islam sudah sekalian lama terjadi. Sudah barang tentu bagi mereka yang belajar di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah NU, Perti, al-Wasiliyah organisasi-organisasi lainnya, pernah disodori pelajaran Ahlusunnah Waljamaah dengan menggunakan buku pegangan yang dikarang oleh KH. Siradjuddin Abbas. Jelas dalam buku beliau, I’tiqad Ahlussunnah Waljamaah, Wahhabi dikeluarkan dari firqah najiyah (kelompok yang selamat). Tidaknya hanya Wahhabi, seluruh mereka yang menolak Imam AshʿārÄ« dan MāturidÄ« sebagai pedoman i’tiqad mereka bukan menjadi bagian dari mereka.

Namun yang lebih mendasar lagi, penolakan atas Wahhabi oleh kalangan Islam mainstream juga disebabkan oleh kekhuwatiran mereka akan ajaran Wahhabi yang mengancam pada tradisi keagamaan kaum mainstream. Di sini kaum mainstream bisa dikatakan sebagai kaum ortodoks dimana mereka menggunakan alasan-alasan kesucian doktrin agama untuk melarang ajaran lain yang dipandangnya keluar dari ortodoksi. Talal Asad menyatakan ortodoksi adalah pengaturan kembali pengetahuan yang bertujuan membangun sebuah relasi penguasaan wacana dalam hal pengaturan mana bentuk-bentuk praktis Islam yang benar. (210-11, Genealogy of Religion).

Ulama Salaf Online

Meskipun di Saudi Arabia, salafi-Wahhabi bisa dikatakan sebagai pemegang ortodoksi, tapi di Indonesia mereka tidak demikian adanya. Dari perspektif kaum mainstream Islam Indonesia, salafi-Wahhabi adalah kaum heterodok karena pemegang kebenaran ajaran Islam di Indonesia adalah kelompok mainstream Islam yang memiliki perbedaan cara pandang keagamaan dengan kaum salafi-Wahhabi. Karenanya, pada titik ini, keberadaan kaum Wahhabi sebenarnya hampir mirip dengan nasib-nasib kelompok sempalan lainnya, katakanlah kelompok Syiah atau Ahmadiyah. MUI sendiri misalnya secara implisit menolak salafi melalui fatwa-fatwa mereka yang menolak jihad ekstrim kaum salafi-Wahhabi sebagaimana juga menolak kaum Syiah. ? Nahdlatul Ulama secara keras menolak model pemikiran dan praktik keagamaan kaum Wahhabi.? Kembali kepada pandangan Talal Asad? bahwa kaum Muslim yang memiliki kuasa untuk mengatur, mempertahankan, mempersyaratkan, merendahkan atau mengganti hal-hal yang tidak benar adalah kaum ortodok.

Sebagai kelompok heterodok, kaum salafi-Wahhabi di Indonesia memerlukan ruang untuk mengekspresikan dan mempertahankan doktrin mereka yang dianggap “menyimpang” dari mainstream Islam di Indonesia dan “internet space” adalah pilihan yang tepat. Ketika mereka tidak bisa atau terancam oleh ketatnya ortodoksi dalam “concrete space,” maka ruang internet menyediakan mereka kebebasan untuk berdakwah karena di dalam ruang ini mereka adalah atau kita adalah pemegang kendali diskursus yang kita kehendaki. Berbeda dengan model interaksi “dari muka ke muka,” interaksi di ruang internet bisa dilakukan secara arbitrer, doktriner dan sekaligus otoriter. Dalam konteks Indonesia, Salafi-Wahhabi memerlukan ruang yang demikian ini untuk bergerak? karena pada dasarnya mereka adalah “kaum ortodoksi” juga di negara asalnya, namun karena ortodoksi mereka tidak mendapatkan legitimasi maka mereka menjadi heterodok. Di ruang maya ada proses dialog dan interaksi, tapi pemegang domain secara unilateral bisa menghentikan atau mentiadakan proses dialog atau forum. Ruang maya juga merupakan hal yang paling strategis untuk berkampanye pada audien yang tidak memerlukan penelahaan panjang (tidak kritik). Namun patut diakui bahwa daya juang kaum salafi-Wahhabi di ruang maya luar sangat efektif. Saya tidak menjumpau kelompok-kelompok heterodok lain yang seperti salafi-Wahhabi ini yang sedemikian efektif dan strategis dalam menggunakan “internet space.” Katakanlah kelompok Ahmadiyah dan Syiah Indonesia, mereka tidak punya “cyberspace fighters” sebagaimana yang dipunyai oleh kaum salafi-Wahhabi. Internet space sekarang menjadi semacam masjid virtual pusat pembelajaran alternatif.

Dalam kondisi yang terdesak di ruang konkrit, web-space menyediakan sifat immediacy, kecepatan untuk memanfaatkan media online ini dalam merespon peristiwa, kejadian, atau hal-hal genting lainnya, dalam waktu yang hampir bersamaan. Surat kabar, hasil riset, majalah dan sumber-sumber informasi offline lainnya tidak memiliki ini. Kita teringat ketika kaum salafi-Wahhabi mendapatkan tuduhan sebagai pelaku pengeboman beberapa tempat penting di Eropa, dengan cyberspace mereka bisa bereaksi secara cepat baik reaksi dan meluas itu untuk melakukan pembenaran maupun pengingkaran akan keterlibatan dirinya. Meskipun para ahli cyberspace crime bisa menemukan “concrete space” yang dijadikan sebagai tempat dimana mereka mengeluarkan pernyataan tersebut, tetapi hal ini memerlukan waktu yang lumayan agak panjang dan cara yang agak rumit.?

Dalam satu dekade terakhir, setelah beberapa peristiwa pengeboman di beberapa tempat penting di Indonesia dimana kaum salafi-Wahhabi adalah pihak yang banyak dituduh, dicurigai dan ada juga yang sudah terbutki secara hukum, mereka menyadari akan marginalisasi kelompok mereka di ruang konkrit. Tidak hanya menyadari hal ini, namun mereka berusaha untuk mencari ruang baru (alternative site). Ruang baru ini tidak hanya menyediakan kenyamanan bagi mereka, namun juga mempermudah transnasionalisasi ide dan gagasan mengingat frontier di dalam virtual space sangat cair dan bahkan bisa dikatakan borderless (tanpa batas). Di dunia nyata, transnasionalisasi membutuhkan ongkos yang tidak murah. Memindahkan dan mengirimkan orang, buku, dan juga hal-hal sarana lainnya dari satu negara ke negara lain tidak bisa dilakukan tanpa dukungan uang yang banyak. Lihat berapa uang yang dihabiskan oleh pemerintah Saudi dalam menyebarkan Islam-versi mereka ke negara-negara lain dalam kurun 30 tahun terakhir ini. Namun dalam dunia maya, mobilitas dan migrasi ide dan gagasan tidak memerlukan kehadiran seseorang, rujukan yang tersentuh, dan lain sebagainya.

Ulama Salaf Online

Lalu bagaimana dengan otoritas agama? Dunia maya tidak kurang canggih dalam mengakomodasi dan mempertahankan otoritas agama. Apabila di dunia offline, otoritas agama bisa runtuh gara-gara penampilan seorang pemegang otoritas yang kacau, di dunia maya, otoritas agama tidak hanya disediakan ruang untuk menyampaikan, tapi juga ruang untuk memperindah dan bila perlu memanipulasi kekurangan-kekurangan yang terjadi di ruang offline. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh ruang maya dan salafi Wahhabi Indonesia membaca ini sebagai hal yang berguna bagi perjuangan mereka.

*) Penulis adalah Rais Syuriah PCI-NU Jerman, saat ini menetap di Berlin.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online PonPes, Nusantara Ulama Salaf Online

Jumat, 03 Maret 2017

PCINU Turki Diskusi Rutin "on Air"

Istanbul, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki mengadakan diskusi rutin dua pekanan on air via radio on line. Narasumber dipilih dari para mahasiswa mahasiswa atau pakar dari Indonesia yang dinilai kompeten di bidangnya dengan tema-tema yang menarik.

“Setiap tahun semakin banyak orang Indonesia yang belajar ke Turki, ini perlu kita manfaatkan agar budaya intelektual Mahasiswa Indonesia di Turki semakin berkembang pesat dan kelak ketika kembali ke tanah air benar-benar mampu memberikan manfaat dari ilmu yang telah didapatkan,” ujar koordinator diskusi sekaligus Sekretaris Tanfidziyah PCINU Turki Budy El Sugandi kepada Ulama Salaf Online terkait diskusi ini.

PCINU Turki Diskusi Rutin on Air (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Turki Diskusi Rutin on Air (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Turki Diskusi Rutin "on Air"

“Materi yang disampaikan juga beragam mulai dari agama, pendidikan, politik, sejarah, motivasi, dan lain-lain sesuai dengan kompetensi masing-masing mahasiswa,” tambahnya.

Ulama Salaf Online

Kamis 22 November 2012 pukul 20.00 waktu Turki diskusi PCINU mengangkat tema ‘fungsi negara’ yang dipaparkan oleh Rusdi Jarwo Abbas (Mahasiswa Doktoral Political Science Marmara University) dan Safrin La Batu (Mahasiswa Master Sosiologi Agama Istanbul University).?

Ulama Salaf Online

“Abbas menjelasan pengertian dan teori fungsi negara dengan lugas dan Safrin menambahkan materi yang terkait dan dihubungkan dengan keadaan di Amerika sesuai pengalamannya dua bulan di Amerika dalam program Short course,” papar Budy Sugandi.

“Fungsi atau tugas negara adalah untuk mengatur kehidupan yang ada dalam negara untuk mencapai tujuan negara. Fungsi negara, antara lain menjaga ketertiban masyarakat, mengusahakan kesejahteraan rakyat, membentuk pertahanan, dan menegakkan keadilan,” papar Budi mengutip Abbas.

Paparan narasumber dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para pendengar yang mengikuti diskusi on air ini, demikian Budy Sunadi.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Habib, Amalan Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Januari 2017

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD

Yogyakarta. Ulama Salaf Online - Biro Kaderisasi PMII DIY menggelar kelompok kerja materi Pelatihan Kader Dasar (PKD) selama empat hari (29/8-1/9) di Sekret PMII DI Yogyakarta. Mereka membahas pilihan materi yang mesti masuk dalam daftar kajian pada PKD.

Peserta rapat kemudian sepakat memilih empat ateri pokok dalam PKD. Empat materi itu antara lain Paradigma PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Aswaja, dan Ke-PMII-an.

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD

Peserta Pokja adalah Ketua dan Koordinator Biro Kaderisasi dari masing-masing komisariat dan rayon di bawah naungan PMII DI Yogyakarta.

Empat materi ini bersifat wajib bagi seluruh komisariat dan rayon yang berada di bawah naungan PMII DI Yogyakarta untuk dijadikan materi dalam pelaksanaan PKD.

Ulama Salaf Online

Tujuan dari Pokja ini untuk melakukan penyeragaman beberapa materi di PKD. Selama ini, tidak ada kesamaan antara komisariat dan rayon dalam materi PKD meskipun secara subtansi sama. “Empat materi tersebut wajib untuk dijadikan materi dalam PKD,” kata Ketua PMII DI Yogyakarta Faizi Zain, Ahad (28/8).

Ketua PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Thoriq Yuda menyambut baik adanya penyeragaman empat materi wajib tersebut. “Tapi materi tersebut akan disampaikan sesuai latar dan kadar pengetahuan peserta baru,” lanjutnya, Ahad (28/8).

Ulama Salaf Online

Mereka berencana menghadirkan Nur Kholiq Ridwan, KH Umarudin Masdar, Kang Mustafied, dan Prof KH Yudian Wahyudi sebagai narasumber materi wajib PKD itu.

“Mereka akan memantik materi wajib PKD. Ada beberapa pemateri yang masih dalam tahap konfirmasi,” ujar Aziz, salah satu anggota Biro Kaderisasi (28/8).

PMII DI Yogyakarta berencana mengadakan PKD pada awal September. (Ahmad Riyadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Meme Islam, Ulama Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock