Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menghadiri ASEAN Labour Ministers Meeting on Occupational Safety and Health at the XXI World Congress On Safety and Health at Work 2017 (Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN  dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kongres Dunia ke-21 tentang K3 yang diadakan di Singapura pada 3-8 September 2017.

Acara Kongres Dunia tingkat ASEAN tentang K3 ini dihadiri oleh Menteri-menteri Tenaga Kerja negara-negara ASEAN yang terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.  

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

"Pertemuan tingkat Menteri ini untuk memperkuat komitmen dan kerja sama negara-negara ASEAN dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja," kata Menteri Hanif di Jakarta, Sabtu (2/9). 

Menteri Hanif mengatakan kerja sama  negara-negara ASEAN dalam penerapan standar K3 sangat penting karena setiap pekerja memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

"Oleh karena itu, dibutuhkan tekad kolektif ASEAN untuk mempercepat pengembangan K3 dan meningkatkan standar, kinerja dan kemampuan ASEAN melalui langkah-langkah untuk mengatasi risiko dan bahaya yang muncul di lingkungan bisnis dan teknologi baru yang berkembang," kata Hanif.

Ulama Salaf Online

Menteri Hanif menambahkan penerapan K3 di negara-negara kawasan ASEAN ini ditujukan juga untuk meningkatkan aspek perlindungan bagi para pekerja dan mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan 

(SDGs).

Ulama Salaf Online

"Penerapan standar K3 di kawasan ASEAN ini juga dapat memotivasi kita untuk mencapai Tujuan Pembangunan Ekonomi  Berkelanjutan pada tahun 2030 dan untuk menciptakan pekerjaan yang layak untuk semua," kata Hanif.

Kerangka kerja K3 yang kuat di kawasan ASEAN, kata Hanif akan memberikan landasan yang kuat dalam mendukung tujuan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN untuk mengangkat kualitas hidup masyarakatnya dengan menempatkan kesejahteraan mereka sebagai prioritasnya.

Dalam kunjungan kerja ke Singapura ini, Menteri Hanif juga diagendakan akan melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura untuk meninjau pelatihan TKI yang diselenggarakan KBRI Singapura 

Selain itu, Menteri Hanif diagendakan juga melakukan pertemuan bilateral dalam acara jamuan makan malam dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura dan melakukan kunjungan ke "Workforce" Singapura. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Santri, Berita Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik

Jakarta, Ulama Salaf Online



Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan bahwa misi melantik Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah tercapai atau terlaksana dengan baik.

"Jadi begini, mission accomplished, its done. Dalam pengertian regardless apa pun yang dilakukan Israel untuk tidak mengizinkan saya masuk ke Ramallah tetapi pelantikan Konsul Kehormatan Indonesia di Ramallah tetap dapat dilakukan di KBRI kita di Amman, Yordania," kata Menlu Retno LP Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (15/3).

Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina di Ramallah Terlaksana dengan Baik

Sebelumnya, Otoritas Israel melarang Menlu RI Retno LP Marsudi beserta delegasi pendampingnya memasuki wilayah Palestina pada Minggu (13/3) pagi waktu setempat.

Awalnya, Menlu Retno dan rombongan dijadwalkan akan melaksanakan kunjungan resmi ke Kota Ramallah guna bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan Menteri Luar Negeri Palestina Riyadh Maliki, serta dalam rangka pembukaan konsulat kehormatan RI di Palestina.

Ulama Salaf Online

Namun Israel menolak memberikan visa untuk Menlu RI guna memasuki Ramallah.

"Ini sudah hal yang kita duga sebelumnya. oleh karena itu, jadi berita mengenai tidak adanya izin itu kita peroleh pada tanggal 12 tengah malam pada tanggal 13 pagi (kita) lakukan komunikasi dengan Ramallah baik dengan Konsul Kehormatan kita ataupun Menteri Palestina," katanya.

Pada saat itu, akhirnya diambil keputusan yang dinilai paling tepat dengan melantik Konsul Kehormatan di KBRI Amman di Yordania.

"Kita ambil satu keputusan yang saya kira keputusan sangat tepat dan ini coba kita proyeksikan sebelum berangkat untuk melantik karena misi saya yang diberikan Presiden adalah melantik Konsul Kehormatan," katanya.

Ulama Salaf Online

Ia menegaskan pelantikan tetap dapat dilaksanakan dengan dihadiri Menlu Palestina yang melakukan perjalanan darat dari Ramallah menuju Amman.

Retno menambahkan pihaknya tidak perlu melakukan pembicaraan dengan Israel terkait Konsul Kehormatan ini ada di Ramallah sebab hal ini merupakan urusan Indonesia dengan Palestina.

"Apapun yang dilakukan untuk mencegah saya sampai ke Ramallah tidak berhasil karena pelantikan tetap dapat dijalankan dengan kehadiran Menlu Palestina ini capaian politik luar negeri yang bagus," katanya.

Retno mengatakan Presiden Jokowi menyatakan puas bahwa misi tersebut pada akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Kyai Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Surabaya, Ulama Salaf Online. Sebanyak 30 santri perwakilan 30 pesantren di Jawa Timur mengikuti pendidikan Hak Asasi Manusia dan Perdamaian serta Respon atas Fenomena Terorisme di Hotel Novotel Surabaya, Senin-Jumat (5-8/1). Mereka berasal dari pesantren di Surabaya, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki. Peserta umumnya berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi.

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif Islam dan HAM. Pendidikan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan dan dialog perwakilan 2 pengungsi konflik Syiah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang praktik terbaik bina damai dan penanganan konflik dengan harapan dapat membekali mereka dalam upaya pembangunan perdamaian dan penanganan konflik di Jawa Timur.

Koordinator Program Pesantren for Peace (PfP) Idris Hemay menegaskan, program ini dilatarbelakangi oleh aksi kekerasan dan teror atas nama agama yang terus marak terjadi. Belum lama ini misalnya masyarakat dunia dikejutkan dengan aksi kekerasan yang terjadi di Paris yang mengakibatkan setidaknya 120 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

"Salah satu tersangka pelaku terorisme di Paris adalah Frederick C Jean Salvi alias Ali, yang menurut berbagai sumber diketahui kerap mendatangi berbagai pesantren di Bandung Jawa Barat. Salah satunya pesantren di Cileunyi Bandung," terangnya.

Dalam rangka berkontribusi aktif dalam upaya mengurangi dan mencegah aksi kekerasan dan terorisme, pihaknya dari Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa mengembangkan dan menjalankan sebuah program penting bertajuk "Pesantren for Peace (PfP)".

Program ini dijalankan dengan melibatkan banyak pondok pesantren di 5 wilayah di Jawa, salah satunya di Jawa Timur. Program ini diadakan untuk mendorong dan mendukung peran pesantren sebagai lokomotif moderasi Islam di Indonesia dalam rangka menegakkan dan memajukan HAM, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Idris, hasil penelitian yang dilakukan PfP beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pesantren di Jawa Timur masih belum memaksimalkan perannya dalam membangun perdamaian dan mencegah aksi kekerasan. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa akar penyebab konflik dan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

"Hal ini dipicu oleh hadirnya kebijakan yang tidak adil, sikap diskriminatif dan intoleran, rendahnya rasa kebersamaan, menguatnya identitas keagamaan, dan kentalnya prasangka (prejudice) di antara kelompok masyarakat baik di kalangan antaragama maupun intra agama itu sendiri," ujar pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Santri, Kajian Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah

Magelang, Ulama Salaf Online. Pagi yang cerah di lereng Gunung Sumbing disambut riuh kicau burung di pepohonan, 200 siswa Madrasah Ibtidaiyah tampak bersemangat mengikuti kegiatan hari itu, Rislah Ruhiyyah atau perjalanan spiritual yang diadakan Kelompok Kerja Madrasah Ma’arif  se-Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang yang diikuti siswa kelas VI  dari 11 Madrasah dibawah yayasan Ma’arif  NU. 

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah

Ketua Panitia Rozib Sulistyo menjelaskan, rihlah ruhiyyah adalah perjalanan menggunakan hati dan jiwa spiritualisme siswa agar dapat meneladani sifat, sikap dan perjuangan tokoh-tokoh NU, tidak hanya sekedar perjalanan fisik belaka dari pagi hingga sore mendatangi makam di kabupaten Magelang.

Acara ini merupakan dukungan riil terhadap visi misi Nahdlatul Ulama yaitu “al mukhafadhotu “alal qodimi wal ahdhu bil jadidil aslahi” mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik dan mempertahankan hal lama yang masih baik. Di sisi lain secara akademis siswa kelas VI Madrasah Ma’arif Nahdlatul Ulama harus menjalani ujian praktek mata pelajaran ke-NU-an sebagai mata pelajaran kelembagaan yang salah satunya membaca tahlil, siswa diperkenalkan kepada tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama di wilayah Magelang agar menghargai dan melanjutkan perjuangan mereka.

Ulama Salaf Online

Tujuan lain adalah menjadi ajang silaturahmi dan menghilangkan kejenuhan bagi siswa yang dalam waktu beberapa minggu ini bergelut dengan berbagai model soal guna menghadapi Ujian Nasional.

Ulama Salaf Online

Pukul 8 pagi semua siswa dan guru pendamping menggunakan 15 angkudes dan 4 mobil pribadi telah berada dititik awal kegiatan di makam Kiai Raden Abdullah di Tonoboyo Bandongan kemudian menuju Banjaragung Kajoran makam Kiai Raden Abdul Chamid, dilanjutkan makam KH Nur Muhammad di Ngadiwongso Salaman, tujuan berikutnya adalah makam Kiai Haji Raden Ma’sum di Tempuran dan kompleks makam Keluarga Kerajaan Mataram di Gunung Pring Muntilan, tempat terakhir pukul 3 sore adalah kompleks makam KH Chudlori di Tegalrejo Magelang.

“Siswa tidak diajarkan untuk meminta kepada arwah tokoh yang diziarahi namun mendoakan agar waliyullah tersebut diampuni dosanya, sedangkan siswa tetap berdoa kepada Allah dengan masing-masing sesuai hajat atau keinginannya,” tutur Rozib

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Tokoh Ulama Salaf Online

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi

Sleman, Ulama Salaf Online. Para santri Pondok Pesantren Nailul Ula Plosokuning Yogyakarta, selain diajarkan kitab kuning, pengajian Al-Qur’an, tapi juga teknologi yang berkembang dewasa ini. Pengenalan teknologi diisi dengan pelatihan Teknologi Informasi (TI).

Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi

Pengasuh Pondok Pesantren Nailul Ula KH. Aliy Asad mengatakan, di zaman serba "mobile" ini para santri diajak melek teknologi karena disadari atau tidak, Muslim Indonesia (Aswaja) sudah ketinggalan, “Kebanyakan aplikasi islami dibuat mereka (non-Aswaja). Berangkat dari keperihatinan itulah kami mengadakan kegiatan ini," terangnya, Ahad lalu (19/5).

Menurutnya, pada zaman dahulu, Walisongo menggunakan kebudayaan sebagai media dakwah di Jawa (islamisasi Jawa - jawanisasi Islam). Hal itu dilakukan karena masih kental dengan budaya Hindu-Budha.

Ulama Salaf Online

Walisongo kemudian berhasil mendakwahkan Islam melalui media budaya, “Kalau kita sebagai penerus Walisongo, berarti harus jeli menggunakan "perangkat budaya" yang paling dominan hari ini, yaitu teknologi digital, lebih spesifik lagi gadget,” tambahnya.

Ia menambahkan, sebagai para pengikut Walisongo, semestinya dapat memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi digital sebagai alat untuk berdakwah, sebagai itiba kepada mereka. Selain itu juga untuk mengimbangi dominasi penguasaan teknologi orang non-Muslim yang semakin kuat dengan konten-konten yang tidak bertanggung jawab dan penuh maksiat.

Ulama Salaf Online

Metode pembelajaran di Nailul Ula tidak sepadat di pesantren pada umumnya, karena memang disesuaikan dengan kegiatan santri yang rata-rata aktivis kampus seperti UGM, AMIKOM, UIN, UII, UNY, dan lain-lain.

Pesantren yang terletak di daerah Ploso Kuning III No:81 Sleman juga menyediakan wadah mendukung minat dan bakat santri, dviantaranya seni rebana, english club, dan juga LPQ Bina Akhlaq.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor    : Ajie Najmuddin, M Khoiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Magelang, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengharapkan kehadiran parlemen Israel dalam suatu pertemuan parlemen berbagai negara di Pulau Bali jangan sampai memicu keributan di Indonesia.

"Sebenarnya Israel itu tidak tanggungan Indonesia karena yang mengundang itu perkumpulan parlemen internasional, mudah-mudahan tidak ada apa-apa, tidak ada keributan, itu sudah tidak tanggungjawab nya Indonesia," katanya di Magelang, Kamis.

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Rencananya pertemuan Inter Parliamentary Union (IPU) ke-166 diikuti 148 negara termasuk parlemen Israel berlangsung di Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007.

Ia menyatakan kawatir kehadiran parlemen Israel dalam pertemuan itu menimbulkan keributan, demo dan gangguan kamtibmas sehingga mengakibatkan citra Indonesia di mata internasional buruk.

Apalagi, katanya, kehadiran parlemen Israel dikawatirkan menimbulkan aksi terorisme yang memanfaatkan situasi yang ada. "Kalau sampai terjadi demo, gangguan, Indonesia sekalipun tidak ngundang juga kena, apalagi kalau ada teroris dan teroris biasanya sangat senang mengada-ada Israel," katanya.

Ia mengharapkan, pertemuan IPU yang akan digelar di Indonesia itu bisa berlangsung lancar. "Kita cuma mengharapkan agar selamat," kata KH Hasyim Muzadi. (ant/kut)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Santri, Nasional, Humor Islam Ulama Salaf Online

Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri

Rembang, Ulama Salaf Online. KH Ahmad Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus meminta seluruh santri di Indonesia untuk menjaga toleransi terhadap mereka yang tidak setuju dengan penetapan Hari Santri, yang jatuh pada 22 Oktober. Para santri, kata Gus Mus, tidak perlu terpancing emosi oleh perbedaan pendapat.

Demikian disampaikan Gus Musa saat menerima kedatangan rombongan peserta Kirab Panji Resolusi Jihad sekaligus peringatan Hari Santri yang singgah di pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Senin (19/10) pagi.

Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri

"Kalau ada kelompok lain kurang sependapat, santri sebaiknya tetap menghormati. Semisal belakangan dari kalangan Muhammadiyah tidak setuju penetapan Hari Santri Nasional, santri NU jangan menyerang balik.”

Ulama Salaf Online

Gus Mus berharap semua pihak mewaspadai kemungkinan adanya upaya pihak-pihak tertentu yang hendak membenturkan antara NU dan Muhammadiyah, dan memecah belah keduanya.

“Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah merupakan aset kekayaan bangsa Indonesia. Jika kedua belah pihak dapat dibenturkan dan hancur, negara ini pun bisa hancur,” kata Gus Mus.

Ulama Salaf Online

Ia meminta, kedua belah pihak dapat menahan diri dan saling menghormati tentang adanya perbedaan perihal Hari Santri yang telah ditetapkan pemerintah dan diperingati oleh para santri NU. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Nasional, Aswaja Ulama Salaf Online

Minggu, 07 Januari 2018

NU Bogor Berharap Walikota Bogor Hanya Khilaf

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto berharap mudah-mudahan kehadiran Walikota Bogor Bima Arya untuk meresmikan kantor sebuah organisasi Islam anti-NKRI awal Februari lalu hanya kekhilafan dan kealpaan sebagai manusia biasa.

“Jika benar khilaf adanya, tidak ada salahnya kita mengingatkan dan membimbingnya kembali ke jalan yang benar,” kata Ifan dalam akun facebooknya mengaku baru saja pulang dari luar negeri dan langsung diberondong pertanyaan dari warga soal tindakan Walikota.

NU Bogor Berharap Walikota Bogor Hanya Khilaf (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bogor Berharap Walikota Bogor Hanya Khilaf (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bogor Berharap Walikota Bogor Hanya Khilaf

Ia menjelaskan, jika merujuk pada fatwa MUI organisasi tersebut ditengarai tergolong kelompok bughat (pemberontak) terhadap pemerintahan yang sah.?

Ia mengaku sempat melakukan tabayyun (klarifikasi) ke yang bersangkutan dan menanyakan apakah betul hadir dalam peresmian kantor organisasi anti Pancasila/NKRI tersebut. Dalam jawaban yang disampaikan, Bima Arya membenarkan kehadirannya tapi dalam kapasitas sebagai pemimpin yang perlu mengayomi dan merawat silaturahmi dengan berbagai kelompok masyarakat, seraya menambahkan bahwa tidak perlu mempermasalahkan setiap perbedaan agar energi tidak habis. Persamaan harus dikedepankan. Dalam hal ini Bima Arya menemukan persamaan semangat dengan organisasi tersebut di dalam melihat musuh bersama, yaitu kemiskinan, pengangguran, HIV/AIDS, korupsi, dan kriminalitas.

Ulama Salaf Online

“Alasan di atas menurut saya mencerminkan bahwa beliau gagal paham bahwa mengayomi gerakan organisasi anti-NKRI adalah tindakan yang blunder dan inkonstitusional,” tandasnya.?

Menurut Ifan, sebagai pejabat negara, menghadiri peresmian kantor organisasi anti-NKRI sama saja dengan mengakui eksistensi/keberadaan mereka. “Kurang yakinkah beliau mengatasi berbagai persoalan pembangunan yang ada di Kota Bogor dengan dukungan rakyat yang mencintai NKRI?” tanyanya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta

Jakarta, Ulama Salaf Online
Menyusul aksi warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) yang menuntut dibubarkannya FPI, MMI dan HTI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membantah dirinya telah diusir oleh ormas-ormas Islam radikal dalam acara Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta, Jawa Barat (23/5) lalu. Menurutnya, yang terjadi hanyalah kesalahpahaman saja.

"Siapa yang diusir, saya dari awal sudah bilang sama panitia bahwa saya tidak bisa mengikuti acara sampai habis. Begitu selesai berbicara dan tanya-jawab, saya langsung pulang. Bukan pengusiran," kata Gus Dur saat hadir dalam acara bincang-bincang di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (27/5)

Kesalahpahaman terjadi dalam acara yang digelar PC GP Ansor Purwakarta tersebut. Gus Dur dan beberapa anggota FPI saling tuding yang mengakibatkan penandatanganan prasasti kebersamaan yang sedianya dilakukan oleh para pemuka agama, pemerintah dan elemen masyarakat lainnya batal.

Akibatnya, Jumat (26/5) lalu sejumlah massa pendukung Gus Dur dari Garda Bangsa mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan FPI, mereka tidak menerima aksi pengusiran yang dilakukan terhadap mantan Presiden RI ke-4 tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani menyatakan bahwa tuntutan para pendukung Gus Dur tersebut tidak bisa dipenuhi. “FPI tidak bisa dibubarkan. Ada kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (26/5) lalu.

Firman menolak pernyataan bahwa polisi memberi angin segar bagi FPI sehingga dua organisasi tersebut bisa bertindak anarkis. "Kami memberikan angin segar kepada mereka yang berserikat secara baik," ujarnya.

Bahkan, kata Firman, polisi masih menahan 21 anggota FPI di Bekasi karena bertindak anarkis, walau ada sejumlah anggota FPI yang berunjukrasa meminta 21 anggota yang ditahan dibebaskan. Menurut Firman, mereka tidak akan dilepaskan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, Santri, Pertandingan Ulama Salaf Online

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta

Jumat, 29 Desember 2017

Muslim Tengger Idul Adha 17 November

Lumajang, Ulama Salaf Online. kaum muslimTengger yang berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan melaksanakan shalat Idul Adha pada Rabu (17/11). Mereka mengikuti Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah yang menetapkan Idul Adha pada Rabu besok.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Argosari, Martiam, pada Senin (15/11), mengatakan jika kaum muslim Tengger menjalankan ibadah shalat Idul Adha sesuai dengan ketetapan pemerintah dan juga NU.

Muslim Tengger Idul Adha 17 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Tengger Idul Adha 17 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Tengger Idul Adha 17 November

"Kaum muslim Tengger akan berbondong-bondong menuju ke masjid dan musala yang ada di desa setempat untuk menunaikan shalat Idul Adha. Perbedaan pelaksanaan shalat Id tidak menjadi masalah bagi mualaf Tengger karena warga Tengger sangat menghargai toleransi dan perbedaan yang ada,”tutur Martiam.

Ulama Salaf Online

Perbedaan itu biasa saja. Kami semua di Tengger katanya, tidak terlalu menganggap perbedaan itu hal penting karena agama adalah persoalan keyakinan masing-masing dan sepenuhnya hak masing-masing untuk menunaikan shalat Id.

Menurut Martiam , di Desa Argosari, terdapat lima dusun yakni Dusun Pusung Dhuwur, Dusun Gedok, Dusun Puncak, Dusun Bakalan dan Dusun Argosari. Sedangkan mualaf Tengger terbanyak berada di Dusun Gedok, sedangkan empat dusun lainnya masih banyak warga Tengger yang beragama Hindu dan jumlah mualaf Tengger di empat dusun itu masih sedikit.

Ulama Salaf Online

Meski demikian, lanjut Martiam warga Tengger yang beragama Islam hidup rukun berdampingan dengan warga Tengger yang beragama Hindu, bahkan toleransi beragama dijunjung tinggi oleh Suku Tengger.

"Toleransi umat beragama di sini masih tinggi, sehingga suku Tengger saling menghormati, meski keyakinannya berbeda. Mereka yang beragama Hindu menghormati pelaksanaan shalat Id yang dilakukan mualaf Tengger," terang mualaf Tengger yang masuk Islam pada tahun 2004 itu.

Hingga kini, jumlah mualaf Tengger di Desa Argosari bertambah dua orang menjadi 298 orang. "Biasanya sejumlah lembaga Islam dari berbagai daerah membagikan hewan kurban kepada seluruh mualaf Tengger yang berada di Desa Argosari," katanya.

Setelah Shalat Id menurut Martiam, biasanya kaum muslim Tengger akan pulang ke rumah masing-masing dan tidak menunggu pembagian daging kurban seperti di sejumlah daerah yang antre untuk menerima sebungkus daging kurban.

"Memang sejak dulu, warga Tengger enggan mengantre hanya untuk menunggu pembagian hewan kurban karena mereka malu menerima bantuan itu,"ujar Martiam.(amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Doa Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah tegas dalam melindungi kelompok minoritas. Sejumlah persoalan keagamaan selama tahun 2013 masih terus bermunculan, yang mengganggu keharmonisan hubungan antar agama.

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas

Pada Natal 2013 ini, Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Bekasi menggelar misa Natal di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta karena gereja karena masih adanya masalah terhadap keberadaan gereja mereka. Demikian pula, umat Islam yang menjadi minoritas di beberapa daerah juga mengalami kesulitan membangun masjid. Sementara umat diantara umat Islam sendiri menghadapi persoalan dengan aliran Syiah dan Ahmadiyah.

“PBNU berharap terjadinya hubungan keagamaan yang beradab dan toleran,” katanya di gedung PBNU, Kamis (26/12).?

Menurut Kiai Said, jika umat Islam mampu menghargai dan melindungi minoritas, maka umat Islam sendiri akan mendapatkan simpati.

Ulama Salaf Online

“Islam bukan sekedar soal akidah dan syariah, tetapi juga ada budaya, moral dan etika,” paparnya.

Ulama Salaf Online

Tetapi jika umat Islam sendiri bersikap jumud, menggunakan cara-cara kekerasan, maka yang timbul adalah sikap antipati.?

Ia menegaskan, dalam Al-Qur’an sendiri diperintahkan agar agama, nyawa dan martabat manusia dilindungi karena hal itu merupakan sesuatu yang suci, siapapun mereka. Jika kekerasan dilakukan oleh umat Islam, maka sama dengan mengotori kesucian umat Islam sendiri. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, RMI NU, Santri Ulama Salaf Online

Jumat, 22 Desember 2017

Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi

Jakarta, Ulama Salaf Online. Survei yang dilakukan Wahid Foundation tahun 2016 menemukan fakta bahwa intoleransi yang dilakukan oleh umat Muslim kepada sesama Muslim yang berbeda kelompok, angkanya lebih tinggi dibandingkan intoleransi orang Muslim kepada non-Muslim. Intoleransi kepada non-Muslim sebanyak 38, 4 persen; sementara kepada sesama Muslim mencapai 49 persen.

Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi

Data juga diperkuat dengan temuan bahwa angka toleransi kepada non-Muslim mencapai 40, 4. Sementara angka toleransi kepada sesama Muslim hanya 0,6 persen.

Demikianlah salah satu poin penting yang disampaikan pada Diskusi Terfokus (FGD) Pembahasan draft Rekomendasi Kebijakan dan Program Kontra Radikalisme, Kamis (16/11) di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Wahid Foundation melandaskan ukuran intoleransi dengan sikap-sikap antara lain penerimaan terhadap pendirian rumah ibadah, kegiatan keagamaan yang dilakukan penganut agama, dan penerimaan kepemimpian non-Muslim dalam pemerintahan.

Terkait dengan potensi radikalisme, Wahid Foundation mendapati 7,7 persen orang yang bersedia bertindak radikal; 0,4 persen melakukan tindak radikal; 19,9 persen tidak memilih sikap; dan 72 persen menolak tindakan radikal.?

Ulama Salaf Online

Kabar baiknya, pencegahan dan penanggulangan radikalisme terus menjadi isu prioritas di Indonesia. Radikalisme disadari sebagai ancaman serius bagi Indonesia yang ingin maju, demokratis, dan sejahtera.?

Hal itu tergambar antara lain dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 sebagai ujung tombak Polri berhasil melemahkan jaringan terorisme dengan melumpuhkan aktor-aktor yang terlibat.

Ulama Salaf Online

Kemudian, melalui pemblokiran oleh Kemenkominfo dan investigasi ujaran kebencian oleh Polri, pemerintah juga berhasil memaksa pengelola situs-situs berkonten radiskalisme untuk berubah jadi lebih ‘lunak’.

Melalui BNPT, pemerintah juga sangat serius untuk melakukan deradikalisasi. Upaya tersebut mulai berbuah positif. Beberapa pelaku terorisme mengubah sikap ekstrim nya dan bahkan bersedia ambil bagian dalam mengkampanyekan kontra radikalisme ke masyarakat.

Sejak Januari 2017 Wahid Foundation mengimplementasikan Program Promosi Pluralisme dan Toleransi (Proposi) untuk memperkuat kerja sama masyarakat dengan negara dalam mencegah radikalisme dan terorisme.

Salah satu yang dilakukan dalam kerangka program Proporsi, adalah melakukan kajian terhadap program dan kebijakan pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme yang telah dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Minggu, 17 Desember 2017

Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya?

Surabaya, Ulama Salaf Online 

Direktur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) A. Ginanjar Syaban mengatakan, Hadratussyekh KH Hasyim Asyari mengaji tasawuf kepada Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Abdul Syakur. Jika Syekh Nawawi adalah guru besar Ulama Nusantara yang namanya sangat terkenal, lalu siapa Syekh Abdul Syakur?

Hal ini menjadi pembahasan dan tema menarik yang diungkap Ginanjar dan Zainul Milal Bizawi dalam kajian Turats Ulama Nusantara di Islam Nusantara Center (INC), Sabtu (5/8). 

Syekh Abdul Syakur adalah salah satu guru KH Hasyim Asyari dari Surabaya. Mbah Hasyim mengkhatamkan kitab "al-Hikam al-Athiyyah" dengan metode "sorogan". Serta mendapat ijazah dan sanad dari gurunya ini.

Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya?

"Karena itu Mbah Hasyim Asyari tidak populer sebagai ulama ahli tarekat. Bukannya tidak belajar tasawuf, tapi tasawuf yang diambil tasawuf akhlaqi," jelas penulis Mahakarya Islam Nusantara ini.

Bisa dilihat dalam pada naskah kitab Hikam milik KH Hasyim Asyari bahwa beliau mengaji pada bulan Ramadhan tahun 1318 Hijriah. 

Ulama Salaf Online

Dalam Kitab-kitab "Thabaqat" (Hagiography) ataupun "Asanid" (transmisi Intelektual) berbahasa Arab, menurut Ginanjar tidak ditemukan entri penjelasan Syekh Abdul Syakur Surabaya.

"Yang mengejutkan, informasi tentang Syekh Abdul Syakur Surabaya ada dalam sumber Barat, yaitu dalam catatan Snouck Hurgronje ketika berada di Makkah pada tahun 1885-1886," tandasnya.

Syekh Abdul Syakur punya jaringan yang sangat luas, aktivitas yang sangat padat, reputasi tinggi dengan para ulama yang mengajar di Mekkah. Rumah yang terletak di dekat masjidil Haram menjadi tujuan sowan orang-orang dari berbagai kalangan dan lapisan.

Catatan Mbah Hasyim dan Snock menjadi informasi pembuka tentang Syekh Abdul Syakur. "Pertanyaannya, kenapa nama Syekh Abdul Syakur terkubur, tidak seperti Syekh A. Khotib Minangkabau atau Syekh Mukhtar Bogor," kata Ginanjar.

"Mungkin karena karya-karya beliau belum ditemukan, atau tidak menulis. Tapi rasanya kemungkinan kecil kalau beliau tidak menulis. Karena mertuanya seorang ulama besar dan iparnya adalah pengarang Ianatut Thalibin. Sulit jika Syekh Abdul Syakur tidak memiliki kitab karangan", tambahnya.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Gus Milal mengatakan bahwa bisa jadi Syekh Abdul Syakur memakai nama lakob atau nama anaknya karena ketawadhuannya. Sehingga perlu dicari informasi detail. Termasuk wilayah tepatnya di Surabaya dimana ia berasal.

"Belum terlacak Surabayanya sebelah mana. Apakah Syekh Abdul Syakur berasal dari Sidoresmo Surabaya. Ini perlu dilemparkan kepada publik santri agar ikut mencari dan meneliti," ujar Milal.

Tugas para santri di sini adalah meneliti jejak langkah dan karya Syekh Abdul Syakur dan ulama Nusantara lainnya. (Damar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Pertandingan, Lomba Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Jakarta, Ulama Salaf Online. Rais Syuriyah Pengururs Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon periode lalu, KH Usamah Manshur menyampaikan bahwa perkembangan Islam sangat cepat karena muballigh dan Walisongo dilakukan dengan pendekatan yang sopan dalam menghormati budaya dan kearifan lokal.?

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Perkembangan tersebut sampai kepada Mbah Kholil Bangkalan, lalu tongkat estafet nilai-nilai aswaja diserahkan ke Mbah Hasyim Asy’ari lewat Mbah As’ad Syamsul Arifin, nilai-nilai Aswaja tersebut ? kemudian menjelma menjadi Nahdlatul Ulama.

Dulu, kata Kiai Usamah, saat Mbah Hasyim mendirikan NU, virus-virus yang mengganggu Ahlussunnah Waljamaa’ah An-Nnahdiyah masih terkonsetrasi di Hijaz.?

“Tapi saat saya memimpin NU Cirebon bersama kiai Ali Murtadlo ini virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai ASWAJA sudah ada di teras-teras rumah kita,” ujarnya pada acara Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Cirebon yang bertempat di Susukan, Cirebon, Sabtu (25/2).

Munculnya kelompok-kelompok ekstrem, kelompok takfiri mulai mengganggu keberislaman di Indonesia karena kelompok-kelompok tersebut suka mengklaim dirinya yang paling benar.

Ulama Salaf Online

Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut yang suka menyudutkan NU, karena NU mengayomi bahkan mempelopori hal-hal yang mereka anggap bid’ah.?

Juga soal propaganda-propaganda yang terus didengungkan mereka, katanya, mereka menuduh presiden, menteri, bupati sampai kuwu, RT/RW adalah pemerintahan yang toghut yang harus diperangi dan harus diganti dengan sistem pemerintah khilafah.

Ulama Salaf Online

“Dan mereka menganggap musuh yang utama adalah NU, sebab NU semboyannya dimanapun dan kapan pun NKRI harga mati,” tegasnya diikuti tepuk tangan peserta Konfercab.

Maka kemudian seperti HTI, Salafi Wahabi ini akan menjadi virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai NU. “Maka saya berpesan siapapun yang terpilih harus mengawal nilai ideologi NU,” ujarnya. (Husni Sahal/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Rabu, 13 Desember 2017

Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat

Sumedang, Ulama Salaf Online. Janganlah sekali-kali memutuskan persaudaraan karena akan menghambat turunnya Rahmat Allah Swt. Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh dalam silaturahmi dan halal bihalal Lembaga Pendidikan Maarif Kabupaten Sumedang yang diselenggarakan di SMK Maarif 1 Sumedang, Sabtu (5/8).

Semua yang terjadi di dunia, itu karena Rahmat Allah Swt. Sapaya Rahmat Allah turun kepada kita maka persatuan harus tetap utuh dan jagalah persaudaraan. Ada beberapa hal yang harus dilaksanakan supaya persaudaraan tetap terjaga.

Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat

Pertama, sesama manusia tidak boleh saling mengejek karena siapa tahu yang diejek itu lebih baik dari daripada si pengejek. Kedua, jauhilah berburuk sangka. Ketiga, harus toleran, harus menyadari bahwa manusia diciptakan dalam berbagai suku, warna kulit, bentuk wajah, dan lain sebagainya. 

Keempat, jangan merasa paling beriman, paling berislam, dan paling bertaqwa. Dihadapan Allah Swt manusia itu sama kecuali taqwa yang membedakannya. Dan yang kelima yaitu manusia harus saling menghargai. 

“Kalau kelima sikap ini bisa dilaksanakan maka persaudaraan akan tetap terjaga dan Rahmat Allah akan turun,” kata Sadulloh. 

Ulama Salaf Online

Sementara Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang Cucu Suhayat mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ini merupakan agenda tahunan LP Maarif NU Sumedang. 

Karena halal bihalal ini bertepatan dengan tahun pelajaran baru, maka dalam susunan acara dimasukan agenda pembagian SK kepada 501 guru dari 43 sekolah yang ada di lingkungan LP Maarif NU Sumedang. Semoga LP Maarif NU Sumedang kedepanya bisa lebih maju lagi. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Tokoh, Santri Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

Kairo, Ulama Salaf Online. Presiden Mesir Mohammad Mursi mengatakan bahwa negaranya sudah siap untuk memasuki era baru swasembada pangan.

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

Mursi menyatakan pernyataan itu di sela-sela pidato panen raya gandum yang digelar pada Rabu (15/5) kemarin di salah satu ladang petani di Provinsi Alexandria, Mesir Utara.

"Dalam empat tahun kedepan, Mesir akan menghentikan secara total impor gandum dari luar dan lebih mengandalkan produksi dalam negerinya. Mesir siap untuk memasuki era swasembada pangan," demikian kata Mursi sebagaimana dilansir kantor berita Russia Today edisi bahasa Arab (16/5).

Ulama Salaf Online

Meski tercatat sebagai negara yang subur dan hijau serta banyaknya produksi gandum, namun di zaman pemerintahan Mubarak atau pra-revolusi, Mesir justru tercatat sebagai negara pengimpor gandum terbesar di kawasan Timur Tengah. Mesir membeli dan mengimpor gandum didapatkan dari Amerika dan Israel.

Ditambahkan Mursi, produksi gandum di negaranya pada tahun ini terhitung mencapai angka 9,5 juta ton, meningkat 30 persen dari jumlah produksi di tahun sebelumnya.

Ulama Salaf Online

Dua tahun ke depan, kata Mursi, Mesir menargetkan dapat mencapai kuota produksi gandum sejumlah 12 juta ton. Angka ini berarti Mesir sudah mencukupi 80 persen kebutuhan gandum dalam negerinya.

"Dan empat tahun ke depan, Mesir secara total akan menghentikan impor gandum dari luar," sambung Mursi.

Dengan pencapaian angka produksi gandum yang mencapai 9,5 juta ton tahun inim Mesir berarti hanya akan mengimpor gandum sekitar 4 juta ton sampai 5 juta ton saja, padahal sebelum-sebelumnya impor gandum di Mesir mencapai 10 juta ton pertahun.

Penulis: Ahmad Ginanjar Sya’ban

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Tokoh, Ulama Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal

Solo, Ulama Salaf Online. Pola pengkaderan gerakan radikal banyak menyasar kepada generasi muda, membuat para kader PMII, sebagai salah satu komponen kader muda Nahdliyin, perlu ikut terlibat dalam mewaspadai dan mencegah perkembangan gerakan tersebut.

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah, Ibnu Aqil, pada acara pelantikan pengurus cabang dan komisariat PMII Kota Surakarta di Gedung FKIP UNS, Sabtu (6/6) lalu.

“Khususnya di Kota Solo ini, para kader PMII mesti ikut terlibat dalam upaya mewaspadai gerakan radikalisme,” tegas Aqil.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Kota Surakarta Ahmad Rodif mengatakan terkait upaya pencegahan gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa, dapat dilakukan dengan cara mendorong kader PMII agar ikut aktif di masjid kampus.

Ulama Salaf Online

“Masjid kampus perlu kita masuki. Selama ini, masjid kampus seakan jadi ruang hampa, justru jadi lahan pembibitan radikalisme,” ujarnya.

Dalam orasinya, Rodif juga menegaskan di era sekarang PMII mesti bisa mengambil posisi strategis serta mampu membaca perkembangan zaman. 

“Semisal dalam persoalan adanya “bonus demografi” yang dapat menjadi bermanfaat kalau dapat kita kelola dengan baik, atau dapat sebaliknya,” kata dia.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, Ketua IKA PMII Solo Chamim Irfani dan Syuriyah PCNU Sukoharjo Ahmad Hafidh. (ajie najmuddin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri Ulama Salaf Online

Senin, 04 Desember 2017

Fatayat NU Kudus Rayakan Harlah bersama Pedagang Kecil

Kudus, Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Kudus memperingati ulang tahunnya yang ke-65 di sepanjang deret pasar tradisional di Kudus, pada Jum’at pagi (24/4). Bekerja sama dengan LAZISNU Kudus, para pengurus Fatayat membagikan nasi kotak kepada para pedagang kecil  yang mayoritas perempuan.

Sebanyak seratus nasi kotak disiapkan untuk aksi sosial ini. Selain untuk merayakan hari lahir, agenda ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Kartini. Kali ini, mereka mengambil tema Sejahtera Perempuan Indonesia.

Fatayat NU Kudus Rayakan Harlah bersama Pedagang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Kudus Rayakan Harlah bersama Pedagang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Kudus Rayakan Harlah bersama Pedagang Kecil

“Aksi ini merupakan rangkaian kegiatan harlah Fatayat ke-65. Kami memberi apresiasi kepada para pedagang kecil perempuan di pasar-pasar tradisional. Mereka adalah para perempuan yang menopang ekonomi keluarga. Selain dalam rangka memperingati Harlah sekaligus hari Kartini,” papar Karyati Inayah, Ketua PC. Fatayat NU Kudus.

Ulama Salaf Online

Aksi dilaksanakan di sejumlah pasar kecil tradisional, antara lain pasar Krempyeng, pasar Tiban, serta pasar Pace. “Kami sengaja memilih pasar tradisional yang di sana terdapat banyak pedagang perempuannya. Dan setelah kami survei, ternyata pasar-pasar inilah yang kami rasa sesuai dengan target,” jelas Inayah.

Selain aksi sosial tersebut, PC. Fatayat NU Kudus juga akan mengadakan pertemuan silaturrahim pengurus dan alumni. “Setelah ini akan diagendakan silaturrahim bersama pengurus dan alumni Fatayat NU kudus di rumah salah satu pengurus. Silaturrahim nanti rencananya hari Ahad siang tanggal 26 April besok,” lanjut Inayah yang juga guru SMK NU Hasyim Asy’ari 02 Kudus ini. (Istahiyyah/Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Santri Ulama Salaf Online

Kamis, 30 November 2017

Waketum PBNU Panjatkan Doa di Makam Bung Karno

Blitar, Ulama Salaf Online. Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali menziarahi makam Proklamator RI, H Ir Sukarno di kelurahan Sentul, Blitar, Rabu (13/8) siang. Asad bersama Wasekjen PBNU Abdul Mun’im DZ, sejumlah pengurus harian NU Blitar, dan Ketua DPRD Blitar Guntur Wahono memanjat doa sejenak untuk Sang Proklamator.

Sebelum ziarah ke makam Bung Karno, mereka menghadiri Halal Bihalal yang diselenggarakan PCNU Blitar di pendapa kabupaten Blitar. Asad di sini disambut sebanyak 2000 warga NU yang terdiri pengurus NU, lajnah, lembaga, dan banom-banom NU.

Waketum PBNU Panjatkan Doa di Makam Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU Panjatkan Doa di Makam Bung Karno (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU Panjatkan Doa di Makam Bung Karno

Di hadapan 2000 warga NU Blitar, Waketum PBNU sempat menyinggung masalah ISIS. Asad mengimbau warga agar tidak perlu resah dengan kehadiran kelompok-kelompok yang mendukung gerombolan Islamic State of Iraq and Syiria.

Ulama Salaf Online

Menurut Asad, ISIS itu ibarat balon. Ketika meledak, seketika itu juga menjadi kosong. Pasalnya, mereka tidak memiliki visi dan misi yang jelas tehadap perkembangan Islam.

Kendati demikian, Asad mengingatkan warga untuk tetap mewaspadai gerakan ini dan gerakan lain yang serupa.

Ulama Salaf Online

“Untuk itu NU harus memperkuat Aswaja Center di daerah-daerah dan juga melalui lembaga pendidikan milik NU untuk membentengi warga dari pengaruh ideologi di luar paham NU,” kata Asad.

Ia juga sempat mampir di jalan Bali kabupaten Blitar. Di sini, Asad meresmikan lokasi usaha Saudagar Blitar. (Imam Kusnin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri Ulama Salaf Online

Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa

Mojokerto, Ulama Salaf Online?

Takbir keliling merupakan budaya turun-temurun yang sampai saat ini masih dijalankan masyarakat luas ketika malam hari raya Idul Fitri seperti yang dilakukan Remaja Masjid (Remas) dan Karang Taruna Tunas Harapan Dusun Pasinan Wetan, Desa Kupang Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Logo NU pada Takbir Keliling Pemuda Desa

Panitia Takbir Keliling tersebut, Khoirul Mustain berpendapat kegiatan itu merupakan ungkapan rasa syukur karena telah selesai menjalankan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan.?

Tradisi itu, kata dia, seharusnya terus dilestarikan karena sebagai ungkapan rasa syukur dan tentunya bisa menjaga kerukunan di masyarakat itu sendiri.?

"Sebagai pemuda, kita harus bisa merawat dan melestarikan tradisi. Seiring dengan pergeseran zaman, pemuda saat ini enggan melakukan pawai takbir, melainkan lebih memilih untuk melakukan kegiatan lainnya," ujarnya Sabtu (23/6).

Ulama Salaf Online

Pawai takbir itu menyedot perhatian masyarakat. Perhatian masyarakat di antaranya pada suguhan simbol bintang sembilan pada dengan balutan hiasan lampu yang mengelilingnya.

?

"Kami mengusung simbol NU karena kami cinta NU. Sejak masuk bulan Ramadhan rancangan sudah ada, namun setelah pertengahan Ramadhan mulai kita eksekusi," ujar Khafid salah seorang pengurus NU daerah tersebut.?

Tidak hanya remaja saja yang mengikuti pawai ini. Masyarakat pun antusias turun ke jalan. Pawai ini bisa berjalan lancar berkat bantuan masyarakat yang mengamankan jalan sehingga tidak sampai terjadi kemacetan di jalan raya. (Nuruddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online AlaNu, Santri, PonPes Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock