Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Balikpapan, Ulama Salaf Online. Liga Santri Nusantara kembali digelar pada tahun 2016. Setelah tahun sebelumnya LSN diikuti oleh 184 pesantren Pesantren, pada pelaksanaan LSN tahun ini akan diikuti oleh 1.024 Pondok Pesantren di Indonesia.

Menurut Ketua Liga Santri Nusantara Abdul Ghaffar Rozin, pembukaan kick off secara nasional akan dilangsungkan di Balikpapan pada 19 Agustus 2016. "Tepatnya di Stadion Persiba Balikpapan," katanya.

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diikuti 1024 Pesantren, Pembukaan Kompetisi LSN 2016 Digelar di Balikpapan

Lelaki yang akrab disapa Gus Rozin ini melanjutkan, pada pembukaan kick off LSN 2016 akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan, dan kiai/tokoh Pondok Pesantren di Balikpapan.

"Ini akan menjadi langkah baik bagi santri yang memiliki skill dan semangat olahraga yang cukup menjanjikan bagi masa depan persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Sedangkan, menurut Sekretaris LSN Koirudin Abbas mengatakan, kick off pembukaan LSN secara nasional dilakukan secara unik dan kreatif. "Kalau biasanya, kick off dalam dunia sepak bola dibuka dengan tendangan, pada kali ini dilakukan dengan menabuh bedug sebanyak lima buah," tambah pria yang akrab disapa Cak Din ini.

Selain itu, lanjut Cak Din, pertunjukan kesenian khas dunia pesantren akan diperlihatkan pada kick off LSN tahun ini. Mulai dari seni hadrah sampai pertunjukan pencak silat yang dibawakan oleh Pagar Nusa.

"Bahwa santri merupakan bagian terpenting menjaga tradisi Indonesia. Dan melalui sepak bola, santri dan pesantren akan memajukan dunia olahraga Indonesia. Liga Santri ini milik seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Ulama Salaf Online

Pada laga pembukaan kick off Liga Santri Nusantara 2016 ini akan mempertemukan Ponpes Naam dan Ponpes Al Muhajirin yang masing tim berasal dari Regional Kalimantan I yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain itu, pada pembukaan kick off LSN 2016 ini akan ada pertandingan eksebisi antara Tim PON Kaltim berhadapan dengan Tim PON Jabar. (Rizam Syafiq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Olahraga, AlaNu Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji

Brebes, Ulama Salaf Online. Meski bersuara lembut, Rifdah Khoerunnida tidak memanfaatkan suara emasnya untuk menyanyi, tetapi mengaji. Alhasil, dari lantunan suara merdu, dia keluar sebagai juara I Lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba itu digelar pada 14-16 April 2014 lalu di asrama haji Donohudan Solo.

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji

“Abah membimbingku untuk mengaji, bukan menyanyi,” tutur Rifdah yang kini duduk di bangku kelas VIII SMP N 2 Brebes, saat dihubungi Humas di ruang Kepala Sekolah setempat, Jumat (9/5).

Ulama Salaf Online

Gadis lincah kelahiran Brebes 16 April 2000 ini mengaku tiada hari tanpa mengaji. Ketika mengikuti MTQ tingkat kecamatan, dirinya langsung menggondol kejuaraan. “Sejak kelas V di MI Asyafiiyah Jatibarang, saya dapat juara,” kata Rifdah mengenang masa lalu.

Ulama Salaf Online

Tak heran, ketika menempuh pendidikan di SMP 2 Brebes, dirinya langsung mendapatkan juara di tingkat kabupaten dan provinsi. Di ajang Region Arts and Sains Olympiade (RASO)  2013, dia juga menjadi juara I kelas provinsi Jateng.

Putrid dari pasangan Abah Moh Muzakki dan Umi Musyarofah ini setiap hari berlatih di bawah bimbingan langsung dari Abahnya. Ia berlatih setiap hari di kediamannya di jalan Martapura I nomor 38 Kendawa Jatibarang.

Sedangkan di sekolah, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bersama rekan-rekannya. “Kebetulan, guru ekstrakurikuler MTQ Abahnya Rifda,” terang Kepala SMP N 2 Jatibarang Taufiq yang mendampingi wawancara.

Kata Taufiq, boleh jadi Rifdah memiliki bakat keturunan yang mengalir dari abahnya. Karena Moh Muzakki dulu juga pernah menjadi juara provinsi Jawa Tengah pada lomba MTQ. Taufiq menasihati agar Rifdah untuk optimis menekuni dunia tilawah. “Kamu hebat, Insya Allah ada jalan untuk mencapai cita-citamu,” kata Taufiq memberi semangat.

Menjelang FLS2N tingkat Nasional di Semarang pada 1-6 Juni 2014 mendatang, Rifdah berlatih tanpa henti. Ada pantangan yang tidak boleh dilanggar agar suaranya tetap jernih; tidak diperkenankan minum es dan makan goreng-gorengan.

“Tapi sama abah, saya dianjurkan makan buah-buahan yang banyak mengandung air,” kata Rifdah yang bercita-cita menjadi dokter.

Selain mempersiapkan FLS2N, ia juga mendapat tugas berat sebagai delegasi Jateng pada STQ tingkat Nasional di Batam Kepulauan Riau. “Pada even gerakan gemar mengaji di Batam nanti, saya mewakili Jawa Tengah pada Cabang Tahfidz Tilawah 1 Juz.”

Selain pandai mengaji, Rifdah juga lincah baris-berbaris. Karenanya, ia dipercaya sebagai wakil ketua ekstrakurikuler Paskibra. Ketika berlaga dalam Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat Karesidenan Pekalongan, ia lagi-lagi terpilih menjadi pengatur upacara terbaik.

Keberkahan pun mengalir ke Rifda. Setiap saat, ia diundang mengisi pembacaan kalam Ilahi di setiap pengajian umum baik di desa maupun di kabupaten. Pada acara zikir akbar peringatan Hardiknas satu contoh. Di situ, ia melantunkan ayat suci Al-Quran di hadapan bupati dan ribuan pengunjung.

“Ya, Alhamdulillah saya sering mendapat undangan qiro di pengajian,” pungkasnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Syariah, Berita Ulama Salaf Online

Selasa, 13 Februari 2018

IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme

Kudus, Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kudus, Jawa Tengah, secara tegas menolak keberadaan paham radikalisme dan ISIS di bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, paham radikalisme telah merongrong pemikiran setiap orang dan merusak keyakinan ideologi agama dan bangsa.

IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme

"Kami pelajar NU menolak radikalisme dan ISIS karena ajaran doktrinnya tidak sesuai ajaran Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW," tegas Ketua PC IPPNU Kudus Futuhal Hidayah, Jumat (3/4).

Ulama Salaf Online

Hidayah mengatakan, penganut paham radikalisme telah keliru memahami makna jihad dengan kekerasan berkedok agama. Hal ini sangat berlawanan dengan Islam yang hadir sebagai penyebar kasih sayang bagi semua (rahmatan lil alamain).

Ulama Salaf Online

"Jihad itu bukan iming-iming get list masuk surga semata namun bagaimana memperjuangkan ajaran Islam yang kita lakukan tetap dalam koridor agama dan berpedoman Al Quran," tandasnya.

?

Oleh karenanya,? Hidayah mengajak mengajak pelajar, santri, dan semua kader IPPNU meningkatkan ketaqwaan dan keimanan guna membentengi diri dari paham radikalisme atau ISIS. Kader IPPNU, pesannya,? supaya selalu merapatkan diri dengan alim ulama,? para ibu nyai dan habaib dalam berjamiyyah, khususnya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

?

"Dengan kedekatan berjamiyyah (IPPNU) di lingkungan keluarga diharapkan fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dapat memberikan pembekalan ilmu secara intensif," ujarnya lagi.

?

Lewat organisasi di IPPNU, tegas dia,? pelajar dan santri? akan terbuka cakrawala dunia karena mereka akan ditempa berbagai wawasan keislaman, keilmuan, kebangsaan. "Tak kalah pentingnya, mengaji? di surau, langgar, pondok, mushala dan masjid," imbuh Hidayah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Syariah Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Tradisi Saparan Sebaran Apem Pengging dan Potensi Ekonomi

Jalanan di sekitar kompleks Pengging, Banyudono, Boyolali usai shalat Jum’at (25/11), terlihat ramai. Meski gerimis, dari berbagai penjuru, warga mulai berdatangan. Bahkan, sebagian dari mereka datang sejak pagi.

Sementara itu, dua gunungan apem setinggi 1,5 meter sudah disiapkan di Kantor Kecamatan Banyudono Boyolali. Dua apem inilah yang akan diarak dalam acara tradisi Saparan Sebaran Apem Kukus Keong Mas.

Tradisi Saparan Sebaran Apem Pengging dan Potensi Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Saparan Sebaran Apem Pengging dan Potensi Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Saparan Sebaran Apem Pengging dan Potensi Ekonomi

Jelang pukul 14.00 WIB, acara pun dimulai. Setelah berbagai sambutan dari pemerintah, dua gunungan apem didoakan oleh ulama setempat untuk kemudian dikirab menuju ke lokasi sebar apem.

Ulama Salaf Online

Acara kirab, diiringi oleh rombongan berpakaian khas Keraton Surakarta dan beberapa warga yang juga ikut dengan menampilkan potensi budaya lokal. Dua gunungan kemudian berpisah, satu dibawa di depan Pasar Candirejo Pengging, lainnya diarak menuju arah Masjid Ciptomulyo.

Ulama Salaf Online

Begitu apem dibawa ke atas panggung, ribuan pengunjung yang sudah menanti, langsung pasang badan untuk bersiap mendapatkan apem.

Apem mulai dilempar. Sembari mendongak ke atas, warga berebut apem yang dilempar ke arahnya. Suasana menjadi sangat riuh. Namun, kemeriahan itu tak berlangsung lama, sebab rintik hujan mulai turun. Tanpa dikomando, mereka langsung mencari tempat berteduh.

Menurut salah satu sesepuh Pengging, Sunarto, Tradisi sebar apem di kawasan Pengging ini berawal di zaman pujangga kraton Yosodipuro I, kala itu masyarakat mengeluhkan serangan hama keong mas dan tikus yang mengakibatkan gagal panen.

Oleh Yosodipuro, petani diminta untuk memasak hama keong mas dengan cara dikukus dan dibungkus dengan janur. Sejak saat itu, hama keong mas menghilang dan petani kembali bisa menikmati panen.

Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat, yang hadir dalam acara itu, berharap tradisi ini juga dapat menjadi potensi ekonomi bagi warga skitar. “Berkah iya, tak kalah penting ekonomi masyarakat bisa terangkat dengan adanya traisi sebaran apam ini,” kata Said. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Lomba Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Blitar, Ulama Salaf Online. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Blitar Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU setempat diawali dengan workshop kewirausahaan dan seni yang berlangsung Gedung Radio Mahardika FM, milik Pemkot Blitar.

Menurut ketua panitia acara, Mohammad Sidik, workshop ini mengambil tema “Membangun Kebersamaan Dalam Seni Budaya di Masa Depan”.

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Workshop berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00 Wib. Bertindak selaku pembicara Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar  KH Abdul Karim Muhaimin  (Gus Karim)dan Hary Panca dari Trans Power Umat yang berbagi pengalaman tentang TV production.  Acara yang dimoderatori oleh Habib Bawafi itu berlangsung gayeng.

Ulama Salaf Online

Acara ini juga mendapat sambutan luar biasa dari warga dan pengurus NU Kota Blitar. "Mereka adalah utusan dari MWCNU, Pengurus Ranting, para guru serta warga sekitar,"  ungkap Mohammad Sidik.

Ulama Salaf Online

Ketua LAZISNU Kota Blitar menyampaikan,  usai kegiatan workshop acara dilajutan dengan penampilan kesenian Islami oleh Group Qosidah moderan dari Mamnu Kota Blitar. 

Pembukaan Pasar Rakyat dilakukan pada Sabtu (26/1) sore dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat Blitar dan sekitarnya.  Hadir di lapangan PPIP, Sentul, Jl Dr Mohammad Hatta, tempat dilaksanakannya acara, antara lainWakil Walikota  Blitar H Purnawan Buchori, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar KH Abdul Karim Muhaimin (Gus Karim), Ketua Tafidziyah NU Drs Mohammad Bakir dan sejumlah pengurus lainnya. 

Pasar Rakyat di Kota Blitar akan berlangsung hingga Ahad besok. Para pengunjung bisa mendapatkan beberapa bahan sembako dengan harga lebih murah dari harga pasar. Kegiatan diselingi dengan panggung hiburan.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Kyai, Pahlawan Ulama Salaf Online

Senin, 08 Januari 2018

Belajar Toleransi dari Italia

Italia adalah negara penuh peradaban. Bukan hanya olahraga sepak bolanya yang melegenda, tetapi keagamaan dan budaya tetap dijaga. Banyak kota-kota di Italia yang menjadi landmark atau brand iconic dunia, salah satunya adalah Pisa yang terkenal dengan menaranya yang miring. Orang biasa menyebutnya menara miring Pisa.

Roma yang merupakan sumber peradaban kuno juga dikenal sebagai kerajaan Romawi Kuno. Colloseum yang sering kita baca sebagai tempat diadunya para gladiator sampai mati, juga istana dan benteng Kaisar Nero yang terkenal sangat sadis. Roma sampai hari ini masih menyimpan rapi bukti-bukti sejarahnya. Dahulu kota ini terkenal dengan Imperium Romawi. Banyak benteng kokoh sebagai tembok pertahanan.

Belajar Toleransi dari Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi dari Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi dari Italia

Sebagai warga Indonesia, saya berbangga dengan Indonesia. Di kota Roma ini, Indonesia memiliki kantor di pusat kota yang strategis. Tidak banyak negara yang dapat memiliki atau menempati kantor sebagai kedutaan di Via Campania, Kota Roma ini, karena mungkin saja di sekitar gedung di sini sudah tidak boleh lagi dimiliki sendiri.

Selain Indonesia yang kantor kedutaannya berkedudukan di Via Compania, adalah Amerika Serikat dan Jepang yang kantor kedutaannya di zona yang tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan ini.

Ulama Salaf Online

Toleransi di Itali, terlihat? seperti di Milan, Roma, dan Vatikan yang tampak sangat damai. Sering adanya undangan dialog keagamaan dari Vatikan untuk Muslim di Roma agar menjaga keharmonisan, kerukunan antarumat beragama, dan keutuhan kebangsaan. Begitu yang diceritakan oleh Adnan kepada saya.

Adnan adalah seorang staf KBRI yang juga ahli hukum Islam. Kepada saya, ia banyak menjelaskan toleransi di Roma. Banyak pemuka agama di Vatikan yang bahkan lebih tahu tentang hukum-hukum dalam keislaman dibandingkan umat Islam sendiri di sini. Sebagai Muslim seharusnya kita termotivasi untuk mempelajari keislaman lebih banyak, dengan menyediakan waktu untuk membaca dan belajar Al-Qur’an.

Ulama Salaf Online

“Sebagai Muslim yang minoritas, yang berada di negara dengan mayoritas Katolik, haruslah tetap berbuat baik, sopan santun, dan berakhlak baik,” kata Adnan.

Ia pun menyarankan kepada saya setiap menyampaikan ceramah Ramadhan tidak menyentuh masalah-masalah yang berbau politik, apalagi masalah-masalah hubungan negara yang diplomatik. Tidak memberikan keterangan-keterangan yang memancing kerisauan umat Islam. Apalagi di sini background mereka berbeda-beda.

***

Lebaran di Italia tidak semegah dan semeriah di kampung halaman, Indonesia. Takbiran pun dibatasi, menghormati tetangga yang sedang istirahat. Begitu juga dengan izin mengadakan keramaian kepada polisi setempat. Jangan tanyakan tentang takbir keliling di Italia, itu jelas tidak ada.

Beruntung bagi diaspora Muslim Indonesia di Roma, karena KBRI menyelenggarakan shalat Idul Fitri di halaman wisma dan difasilitasi oleh Nadwah Ukhuwah Roma (NUR) yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.

Saya berkesempatan mengimami dan memberikan khutbah Idul Fitri. Saya sampaikan judul khutbah, “Menjadi Manusia Ramadhan yang Mandiri dan Rabbani”. Judul itu sengaja saya pilih yang berisi uraian bagaimana pemantapan tauhid kita bersama.

Karena suasana lebaran masuk musim panas, ini jadi ujian juga, terutama ujian pandangan. Panasnya menyengat, karena suhu di Roma pada akhir bulan Juni ini mencapai 31 derajat.

Bagi penduduk Italia, ini waktunya berlibur. Sekolah libur tiga bulan lebih. Yang punya uang banyak bisa liburan ke luar negeri. Yang uangnya pas-pasan liburan di pantai sekitar Italia. Bagi saya ini agak aneh. Saat? panas mereka ke pantai berjemur. Saat musim dingin mereka ke gunung. Bukannya malah tambah panas ketika musim panas, dan tambah dingin ketika musim dingin?

Diaspora Indonesia, terutama para mahasiswa ada yang pulang kampung ke Indonesia. Karena musim panas ini, adalah libur panjang di Italia. Libur bulan Juni hingga pertengahan September.

Para pekerja di Italia ada yang bisa mengambil cuti, ada juga yang tidak bisa mengambil cuti, tergantung bidang pekerjaannya. Mereka yang bisa ambil cuti, bisa jalan-jalan menikmati indahnya pemandangan alam Italia. Italia juga terkenal dengan batu alamnya. Granit, marmer, keramik, semuanya terunggul di dunia. Batu alam Italia terkenal kokoh dan cantik. Marmer dan bebatuan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, sebagian besar berasal dari Italia.

Banyak lokasi yang bisa dikunjungi di Italia saat libur lebaran. Colloseum di Roma, tempat para gladitor diadu dengan hewan sampai mati. Pantheon, gereja tua yang dibangun pada tahun 27 Masehi. Trevi Fountain, air mancur yang mitosnya pengunjung akan balik ke Roma jika melempar koin ke dalam kolamnya. Menara miring Pissa, termasuk gereja-gereja besar di sekitar Roma. Eldumo di Milan. Stadion-stadion sepak bola Sansiro, Turino, Olimpico. Begitu juga wisata? sejarah? di Napoli, Kampung Pompeyy. Ada juga wisata air Venesia.

Sayangnya saya tidak bisa menyusuri keindahan Venesia dan Pompeyy. Padahal keduanya adalah wisata terkenal di Italia yang bisa dijadikan sebagai wahana tadabbur alam. Venesia adalah wisata kampung air yang dapat dibilang terbaik di dunia. Pompeyy adalah kampung yang penduduknya berbuat maksiat dan langsung diazab dengan lahar panas gunung Vesuviius di Napoli.

Menurut orang-orang yang sudah sampai ke sana, Irwanda, staff KBRI salah satunya, sisa-sisa sejarahnya masih utuh. Kerangka mereka terlhat seperti berbuat maksiat waktu dulu. Memang letaknya sangat jauh dari kota Roma. Membutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan dengan bus atau 5-6 jam dengan kereta. Harus kuat fisik juga menyusuri keindahannya.

Mengisi liburan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan memang penting, sebagai bentuk membaca kebesaran ciptaan Allah yang memang harus dijadikan pelajaran.

Tetapi, lebih penting lagi, karena suasana masih dalam Idul Fitri adalah mengunjungi orangtua, kerabat, teman, dan keluarga. Itu yang lebih utama, sebagaimana Rasulullah bersabda, “Siapa yang mau diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, sambunglah silaturrahmi,” (HR Muslim).

H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai dan Media Internasional (TIDIM) LDNU, dan Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma, Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Syariah Ulama Salaf Online

Jumat, 05 Januari 2018

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum PBNU mengapresiasi hasil KTT Luar Biasa ke-5 OKI di Jakarta pada 6-7 Maret ini dengan hasil Deklarasi Jakarta sebagai upaya untuk mendorong perjuangan kemerdekaan Palestina.?

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Ia menyatakan, kemerdekaan Palestina bisa dicapai dengan persatuan bangsa Arab. Selama mereka tidak bersatu, negara lain tidak akan menghargai negara-negara tersebut mengingat mereka sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah internalnya.?

“Selama bangsa Arab masih kacau balau, karut-marut, perang saudara, Mustahil, mereka (Israel) akan menghargai negara Arab. Senjata yang paling utama, bukan embargo minyak, bukan embargo produk Israel, tapi yang paling penting adalah, negara Arab bersatu. Insyaallah, barakah Allah akan turun, pertolongan Allah akan turun,” katanya di Gedung PBNU, Selasa (8/3).

?

Negara Arab yang besar secara regional yaitu Mesir, Irak, dan Syiria, kini semuanya sedang dalam masalah.?

Ulama Salaf Online

“Senjata utama untuk mengalahkan Israel adalah kesatuan dan persatuan Arab. Selama negara Arab tidak bersatu, tidak mungkin bisa mengalahkan Israel,” tegasnya.?

Sebagaimana dilaporkan oleh Antara, bagian pertama dari Deklarasi Jakarta, OKI sepakat untuk mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.

Deklarasi Jakarta juga mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Langkah-langkah tersebut disebutkan dalam butir pembentukan "Al Quds and Al Aqsha Funds" (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina.

Ulama Salaf Online

Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Langkah konkret dalam Deklarasi Jakarta juga menyebut aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.

Poin-poin terakhir berisikan langkah OKI untuk mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintasagama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Syariah, Budaya Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mumtaza Islamic School Khalimi mengatakan, banyak sekolah yang hanya mengedepankan wawasan keislaman saja atau yang hanya kuat pada wawasan globalnya. Namun, sekolah yang kuat dua-duanya tidaklah banyak.? ?

“Kita ingin kuat di wawasan keagamaannya tapi kita juga harus kuat di wawasan globalnya,” kata Khalimi di Pondok Cabe Tangerang Selatan, Jumat (3/11).

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global

Ia menjelaskan, kurikulum yang diterapkan Mumtaza adalah hasil perpaduan daripada kurikulum internasional Cambridge, kurikulum agama, dan kurikulum tahfidz (menghapal Al-Qur’an). Inilah yang membedakan Mumtaza dengan sekolah-sekolah lainnya.

“Sekolah yang menggunakan kurikulum internasional, tapi tahfidznya kita munculkan juga,” ucapnya.? ?

Sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum, lulusan MI Mumtaza diharapkan memiliki hafalan enam juz; kelas satu juz tiga puluh, sedangkan kelas dua sampai kelas enam menghafal juz satu hingga lima. Meski tidak semuanya memenuhi target, namun upaya maksimal untuk mewujudkan target tersebut terus dilakukan.

“Setiap selesai Salat Dzuhur kita murojaah. Di pagi hari kita tasmi’ dan murojaah hafalan. Sebelum pulang pun kita upayakan

Ulama Salaf Online

untuk murojaah,” urai alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Ulama Salaf Online

Selain itu, siswa-siswi Mumtaza juga dibekali dengan keilmuan Islam lainnya seperti Bahasa Arab, Nahwu, Sorof, dan lainnya. Ini sebagai upaya untuk memperkuat wawasan keislaman mereka.

Sedangkan kemampuan globalnya ditunjukkan dengan kemampuan bahasa Inggris dan ilmu-ilmu eksakta. Di Mumtaza, bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris dan Arab. Semua pelajaran kecuali pelajaran agama harus disampaikan dengan dua bahasa tersebut.? ?

Happy Week, ajang eksplorasi bakat siswa

Khalimi menjelaskan, Happy Week adalah ajang untuk menggali bakat dan keahlian serta mengeksplorasi kecerdasan siswa-siswi. Untuk kategori seni ada tari tradisional, paduan suara, dekorasi seni, dan menggambar. Sedangkan untuk kategori akademik ada lomba mengeja kata Bahasa Inggris (spelling bee), membaca berita, dan percobaan sains (science experiment).? ?

“Di sisi agama kita angkat juga. Ada lomba tahfidz Al-Qur’an dan cerdas cermat islami,” ujarnya.

Selain itu, acara ini juga diharapkan sebagai ajang untuk mencai bakat siswa. Siswa-siswi yang juara dan berbakat akan terus dilatih dan diikutkan ke dalam kompetisi yang lebih tinggi lagi untuk mewakili sekolah.

Sementara, Ketua Pelaksana Happy Week, M Roiyani mengatakan, ini merupakan merupakan acara tahunan dan sudah diumumkan jauh-jauh hari. Karena itu, siswa-siswi sudah siap untuk mengikutinya.

“Siswa wajib mengikuti lomba, tapi dibatasi maksimal tiga kategori lomba. Semuanya ikut lomba,” kata dia. (Muchlishon Rochmat)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Syariah Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Ketua Dewan Penasihat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari akhirnya secara resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur H Soekarwo sebagai Bupati Probolinggo periode 2013-2018, Rabu (20/2) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Bersama Wakil Bupatinya HA Timbul Prihanjoko, istri mantan Bupati Probolinggo sebelumnya H Hasan Aminuddin ini dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Tentang Pengangkatan dan Pengesahan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo.

Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo

Hj Puput Tantriana Sari terpilih sebagai Bupati Probolinggo setelah dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Probolinggo yang dihelat 8 November 2012 lalu meraih suara terbanyak dibandingkan dengan dua pasangan lainnya.

Kemudian berdasarkan rekapitulasi suara Pemilukada Kabupaten Probolinggo dalam rapat pleno KPU Kabupaten Probolinggo, Tantri-Timbul dinyatakan sebagai pemenang.

Ulama Salaf Online

Tidak hanya itu, kemenangan Tantri semakin dikuatkan oleh Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI yang menolak gugatan dua pasangan calon lainnya. Yaitu, Salim Qurays-Agus Setiawan (Bagus) dan H Kusnadi-H Wahid Nurrahman (Kawan).

Pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI, Kapolda Jawa Timur  Irjen Pol Hadiatmoko, Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur Hj. Nina Soekarwo, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah serta sejumlah Kepala Daerah se Jawa Timur.

Ulama Salaf Online

Gubernur Jawa Timur H Soekarwo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Hj Puput Tantriana Sari danHA Timbul Prihanjoko sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo periode 2013-2018 dengan harapan dapat mengemban amanah rakyat dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap semua keberhasilan yang sudah diraih selama ini bisa dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Salah satu faktor pokoknya adalah kerja sama dengan DPRD yang baik. Tidak ada yang tidak bisa dibicarakan dengan musyawarah mufakat,” ungkapnya.

Pade Karwo, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur ini meminta agar Bupati dan Wakil Bupati yang baru selalu melibatkan Forum Pimpinan Daerah, ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk merumuskan apa saja yang dapat diselesaikan dengan baik.

“Memang menjadi Bupati dan Wakil Bupati itu harus mengurangi tidur. Memang banyak menghabiskan energi untuk melakukan koordinasi dengan Forpimda, toga, tomas, parpol dan ormas,” tegasnya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Syariah Ulama Salaf Online

Senin, 18 Desember 2017

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena

Meskipun bukan kelahiran Solo, namun di Kota Bengawan inilah awal bakatnya di dunia tulis menulis mulai tampak. Ia memulai karier menulisnya ketika Ia duduk di bangku Sekolah, sebagai Redaktur majalah Sekolah Dasar di Solo.

Mahbub Junaidi, Sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar menulis, bahkan ia pernah berstatemen, “Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis.”

Ia adalah anak pertama dari 13 Saudara kandungnya. Ayahandanya  H. Djunaidi  adalah tokoh NU dan pernah jadi anggota DPR hasil Pemilu 1955. Keluarganya harus mengungsi ke Solo karena kondisi yang belum aman pada saat awal kemerdekaan. Di Solo, ia menempuh pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum. Di tempat itu Mahbub diperkenalkan tulisan-tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain-lain. “Masa-masa itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya,” cerita Mahbub.

Saat Belanda menduduki Solo tahun 1948, Mahbub Junaidi dan keluarganya kembali ke Jakarta.  Di Jakarta ia kemudian melanjutkan pendidikannya, masuk ke SMA Budi Utomo. Di sekolah barunya bakat menulis yang dimilikinya semakin terasah. Ia sering menulis sajak, cerpen, dan esei. Tulisan-tulisannya banyak dimuat majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Bakatnya ini terus berlanjut hingga ia menjadi mahasiswa, organisatoris, kolumnis, sastrawan, jurnalis, agawaman, poltisi dan sebagainya. Ya, selain sebagai seorang penulis, sosok yang satu ini juga dikenal sebagai tokoh yang multitalenta.

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena

Dalam hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya, misalnya beliau yang menerjemahkan buku 100 tokoh yang berpengaruh di dunia karangan Michael H. Hart. Pun, dalam menulis kolom, Mahbub sangat terkenal dengan bahasa satire dan bahasanya yang humoris. Bahkan, Bung Karno samapai terkesan dengan tulisan beliau, karena Mahbub mengatakan Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence, sehingga Bung Karno sempat mengundang Mahbub ke Istana Bogor, dari situlah Mahbub Junaidi menjadi sangat dekat dengan Bung Karno, dan Mahbub sangat kagum dengan “sang penyambung lidah rakyat tersebut.”

Ajaran Bung Karno, memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya. “Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bukan bahasa gua.

Ulama Salaf Online

Salah satu ciri dari tulisan Mahbub adalah kepandaiannya dalam memasukkan unsur humor. Humor adalah cara dari Mahbub untuk mengajak seseorang masuk kedalam suatu masalah, karena salah satu kebiasaan dari orang Indonesia adalah suka tertawa, maka untuk mengkritik dengan cara yang enak adalah lewat humor. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gus Dur, “dengan humor kita dapat sejenak melupakan kesulitan hidup.”

Sebagai kolumnis, tulisan Ketua Umum PB PMII Tiga Periode Ini kerap dimuat harian Kompas, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Pelita, dan TEMPO. Kritik sosial yang tajam tanpa kehilangan humor adalah ciri khas tulisan Sang Pendekar Pena ini. Akibat tulisannya yang tajam, Ia pernah ditahan selama satu tahun di tahun 1978. Jeruji besi dan gelapnya penjara tak menghambat nalar menulisnya di dalam penjara ia menerjemahkan Road to Ramadhan, karya Heikal, dan menulis sebuah novel Maka Lakulah Sebuah Hotel. Jaya pada tahun 1975.

Ketua PMII Tiga Periode

Ulama Salaf Online

Dalam kariernya sebagai aktivis mahasiswa, Mahbub Junaidi bersama sahabat-sahabatnya membentuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 1960, dan pada saat itu juga Mahbub Junaidi terilih sebagai ketua umum. Jabatannya sebagai Ketua Umum PP.PMII diembannya selama tiga periode, yaitu periode 1960–1961, hasil Musyawarah Mahasiswa Nahdliyin pada saat PMII pertama kali didirikan di Surabaya Jawa Timur. Periode 1961-1963, Hasil Kongres I PMII di Tawangmangu Jawa Barat. Dan Periode 1963-1967, hasil Kongres PMII II di Kaliurang Yogjakarta.

Pada masa kepemimpinan sahabat Mahbub Junaidi inilah PMII secara politis menjadi sangat populer di dunia kemahasiswaan dan kepemudaan, sampai pada periode pertama sahabat Zamroni. Pernah ketika itu, sebagai ketua umum PMII dirinya menunjukkan tajinya, saat HMI hendak dibubarkan oleh Bung Karno, dikarenakan tokoh-tokoh Masyumi terlibat dalam pemberontakan PRRI PERMESTA di Sumatera Barat, Mahbub yang menjabat sebagai ketua PMII langsung berangkat ke Istana Bogor untuk berdialog langsung dengan Bung Karno, dan pemintaan Mahbub sangat tegas, yaitu “HMI jangan dibubarkan.” Dan akhirnya tuntutannya itu terkabul.

Saat menjadi aktivis mahasiswa, Mahbub juga ahli dalam membuat lagu, mars PMII dan mars Gerakan Pemuda Ansor juga ciptaan dari Mahbub Junaidi. Dari kariernya sebagai ketua umum PB PMII, membuat kaiernya melesat ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sebagai jurnalis, penulis dan sastrawan, Mahbub telah meraih prestasi yang sangat baik. Tulisannya sebagai Pemred Duta Masyarakat telah menunjukkan benang merah dari gagasan dan pikirannya mengenai berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita. Perjalanan panjang dalm organisasi di lingkungan NU dapat menjadi bukti dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Kiprahnya sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat dari petunjuk dari pengabdiannya dalam mengembangkan kehidupan pers nasional. Tulisannya sebagai sastrawan telah menununjukkan keragaman kemampuan yang dimilikinya dengan meraih penghargaan sastra tingkat nasional. Kolom “Asal Usul” yang dimuat secara tetap di tiap hari minggu harian Kompas selama jangka waktu yang cukup lama menunjukkan kemampuan Mahbub dalam menulis dan daya pikat tulisannya terhadap masyarakat. Gaya tulisannya sekarang banyak ditiru oleh penulis Indonesia.

Mahbub Djunaidi adalah tokoh nasional yang bersahaja, seorang jenius yang berkarakter mengamati perkembangan hidup melalui tulisan-tulisannya, penggerak organisasi dan seniman politik yang dimiliki oleh NU dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sementara Mahbub Djunaidi meninggal dunia pada tahun 1995 di usia 62 tahun, usia yang masih cukup untuk beraktivitas dan berjuang. (Ajie Najmuddin/disarikan dari berbagai sumber)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, RMI NU, Amalan Ulama Salaf Online

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Gunungan wayang merupakan salah satu simbol kebudayaan Jawa dan Keraton Yogyakarta. Sebab itu, ikon yang terdapat wayang kulit itu juga menghiasi pembukaan ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) itu digunakan untuk membuka kegiatan.

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Dalam pembukaan yang diikuti oleh sekitar 12.000 hadirin yang memenuhi tribun stadion Mandala Krida itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mencabut gunungan wayang sebagai tanda dibukanya kegiatan Aksioma-KSM. Lalu ia memberikannya kepada Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.

Dalam sambutan sebelum membuka acara, Lukman mendorong agar siswa madrasah bisa menjadi bagian dari kemajuan zaman. Untuk menjawab semua itu, kompetisi seni dan sains digelar setiap tahunnya.

Menurut Menang, siswa madrasah harus memperkuat nilai, naik yang bersifat akademik maupun akhlak. Kecerdasan tersebut akan mengantarkan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik dalam menghadapi zaman yang semakin maju.

Ulama Salaf Online

"Ini bagian dari pembelaan nusa dan bangsa," tegas Menag di hadapan sekitar 1178 kontingen dari 34 Provinsi, Senin (7/8). Selain Aksioma dan KSM, juga diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Madrasah Expo.

Selain para pejabat Kementerian Agama lintas eselon, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Paduka Paku Alam X juga hadir untuk mewakili Gubernur Sri Sultan Hamengku Bowono yang berhalangan hadir.

Ulama Salaf Online

?

Acara pembukaan juga dimeriahkan sejumlah pentas seni dan budaya yang dibawakan langsung oleh para siswa madrasah. Di antara penampilan mereka ialah, tari kolosal, peragaan pakaian daerah dari 34 provinsi, dan pagelaran wayang kulit dengan dalang cilik Fahri Shodiq dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul, Yogyakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Syariah Ulama Salaf Online

Kamis, 07 Desember 2017

Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional

Jakarta, Ulama Salaf Online. Prestasi yang diraih oleh Marching band Tsanawiyah-Aliyah Maarif NU Blitar? layak dibanggakan. Dalam kelompok khusus para anggota yang berprestasi di “Masama All Star”, mereka menjadi juara I pada Malaysia World Band Competition (MWBC) 2010 dalam kategori Street Parade.



Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional

Penampilan apik juga mereka tunjukkan adalah pada acara Global Peace Festival di Jakarta, Ahad (18/10) di Gelora Bung Karno yang mendapat apresiasi luar biasa dari puluhan ribu penonton yang hadir, termasuk sekitar 100 peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara.

Mereka menampilkan permainan luar biasa dengan berbagai atraksi serta kekompakan yang membuat pertunjukan tersebut sangat indah untuk dinikmati.

Ulama Salaf Online

Pembina marching band Shan’ani menuturkan kepada Ulama Salaf Online, Selasa, (19/10) sejak didirikan pada tahun 2001, berbagai prestasi telah diraih. Tetapi hal tersebut tidak diraih dengan hal yang mudah, melainkan harus melalui kerja keras dan kekompakan antar seluruh tim.

Ulama Salaf Online

Basis pendidikan pesantren yang menjadi dasar bagi para anggota tim dengan nilai-nilai kepatuhan dan loyalitas menjadi salah satu faktor keberhasilan marching band ini. Saat menjelang sebuah acara, tim ini bisa melakukan latihan sampai jam dua malam untuk memaksimalkan penampilan yang mereka impikan.

Prestasi yang dimiliki ini juga membuahkan apresiasi dari Pemda Blitar dengan memberikan dukungan material yang diperlukan bagi kelangsungan marching band ini. Sebagian dari anggotanya diangkap menjadi PNS di lingkungan Pemda Blitar.

PCNU Blitar juga memberi dukungan penuh terhadap prestasi anak-anak didik yang belajar dibawah naungan Maarif NU ini. Salah satu pembinanya merupakan wakil ketua PCNU Blitar.

San’ani menuturkan, selama 10 tahun ini, sudah banyak alumni yang menjadi pelatih senior. Saat ini terdapat 22 orang yang siap memberikan pelatihan. Salah satu sekolah di Riau telah meminta disediakan pelatih sekaligus menyediakan peralatan marching band.

Karena prestasi ini pula, Pemda Jatim mempercayakan kepada tim ini untuk membentuk sebuah marching band yang beranggotakan dari berbagai sekolah di Jawa Timur untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Kepercayaan ini tak disia-siakan dengan menjadi peraih medali terbanyak PON di Kalimantan Timur 2008 lalu.

Ia menambahkan, Masama All Star diundang dalam festival di Pasadena pada 2012 dan kunjungan ke Paris Perancis 2013. Yang menjadi kendala dalam berbagai kunjungan internasional ini adalah pembiayaan yang sangat besar.

Beberapa prestasi sudah diraih.

1. Juara umum kejuaraan daerah Jawa Timur 2001 di Surabaya

2. Juara umum Kejuaraan Nasional di Palembang 2002

3. Finalis Grand Prix di Jakarta 2003

4. Juara eksibisi PON Palembang 2004

5. Juara umum kejuaraan nasional di Yogyakarta 2005

6. Juara umum kejuaraan nasional di Semarang 2006

7. Peraih 2 medali emas pra-PON kejuaraan nasional di Banyuwangi 2007

8. Peraih medali terbanyak PON di Kalimantan Timur 2008

9. Juara street parade MWBC di Malaysia 2010. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Ubudiyah Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

Kitab Fiqih Terbesar Syekh Arsyad Banjar yang Tersimpan di Saudi

Ini adalah gambar halaman pertama dan kedua dari manuskrip kitab “Sabîlul-Muhtadîn fît-Tafaqquh bi Amrid-Dîn” (berarti “Jalan Para Pencari Petunjuk dalam Mempelajari Perkara Agama”) karangan ulama besar Nusantara abd ke-18 M asal Kesultanan Banjar, yaitu Syekh Muhammad Asyad ibn ‘Abdullâh al-Banjarî al-Jâwî (Syekh Muhammad Arsyad Banjar, w. 1227 H/ 1812 M).

Kitab ini berisi kajian tentang fiqih ibadah menurut madzhab Syafi’i, mencakup kajian tentang bersuci, sembahyang, zakat, puasa, haji, perburuan, dan makanan. Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab dan Melayu beraksara Jawi, dan dicatat sebagai kitab fiqih ibadah terbesar berbahasa Melayu klasik dalam sejarah khazanah literatur Islam Nusantara.

Kitab Fiqih Terbesar Syekh Arsyad Banjar yang Tersimpan di Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Terbesar Syekh Arsyad Banjar yang Tersimpan di Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Terbesar Syekh Arsyad Banjar yang Tersimpan di Saudi

Adapun gambar naskah ini saya dapatkan dari koleksi perpustakaan Universitas King Saud, Riyadh, KSA, dengan nomor kode 2318. Dalam data identitasnya, disebutkan jika naskah ini adalah tulisan tangan sang pengarang, yaitu Syekh Muhammad Arsyad Banjar, dengan tititamangsa penulisan pada hari Ahad, 27 Rabi’ul Akhir 1195 Hijri (bertepatan dengan 22 April 1781 M).

Ulama Salaf Online

Tertulis di halaman identitas manuskrip ini;

Ulama Salaf Online

217.3 ?.? / 2318 / ? ? ? ? ? ? (? ?)? ? ? ? ? ? ? ? _ ? ? 1195 ?. ? ? 1195 ?

Sayangnya, dalam kolofon tidak disebutkan tempat dilakukannya penyalinan naskah. Namun jika benar ini adalah naskah tulisan tangan Syekh Arsyad Banjar atas kitab karangannya yang fenomenal itu, maka naskah ini adalah naskah yang sangat istimewa yang menjadi naskah acuan utama.

Tebal keseluruhan naskah ini 288 halaman. Setiap halaman berisi rata-rata 23 baris teks. Kondisi tulisan naskah sangat bagus, jelas, dan mudah dibaca. Teks pada naskah ditulis dalam bahasa Arab dan Melayu beraksara Jawi, dengan tinta berwarna merah dan hitam.

Dalam pembukaan, Syekh Arsyad Banjar mengatakan bahwa dirinya diminta oleh Sultan Banjar pada masa itu, yaitu Sultan Tamhidullah anak dari Sultan Tamjidullah (juga bergelar Sunan Nata Alam, memerintah 1761-1801 M), untuk menulis sebuah kitab yang berisi kajian fiqih (yurisprudensi) Islam madzhab Syafi’i dalam bahasa Jawi (Melayu), agar dapat dijadikan acuan dan pedoman oleh masyarakat Muslim Kesultanan Banjar.

Syekh Arsyad Banjar menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Telah meminta kepadaku pada tahun J-SH-Q-‘A (1193) Hijriah, seorang raja yang bijaksana, pemilik kecerdasan dan pandangan yang sempurna, yang hatinya bening dan pemahamannya tajam, pemilik kekuasaan atas Negeri Banjar, yang melakukan segenap usaha perbaikan atas hal-hal agama dan negara, tuan junjungan kita yang agung dan pemimpin kita yang mulia, Sultan Tamhidullah putra dari Sultan Tamjidullah, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat atasnya, melanggengkan kerajaan dan keturunannya, yang mana poros kerajaannya masih terus berputar, dan gemawan kebajikan dan kedermawanannya masih terus membasuhi rakyatnya … (memerintahkanku) untuk menulis sebuah kitab dalam bidang fiqih madzhab Syafi’i RA, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jawi (Melayu) yang diketahui dan difahami oleh para penduduk negeri Banjar).

Sebenarnya, sebelum upaya penulisan kitab “Sabîlul-Muhtadîn” ini, terdapat sebuah kitab fiqih yang mengkaji masalah-masalah ibadah dan ritual yang ditulis dalam bahasa Melayu, yaitu kitab “al-Shirâth al-Mustaqîm” karangan seorang ulama Nusantara dari Kesultanan Aceh, Syekh Nûr al-Dîn Muhammad ibn ‘Alî ibn Hasanjî al-Rânîrî (Nuruddin Raniri, w. 1069 H/ 1658 M). Sejak dikarangnya “al-Shirâth al-Mustaqîm” pada tahun 1054 H (1644 M), kitab tersebut telah tersebar luas dan sangat populer di kalangan Muslim Nusantara, serta dijadikan rujukan oleh lembaga-lembaga pendidikan dan hukum di pelbagai Negara-Kesultanan di Nusantara.

Hal ini sebagaimana juga diungkap oleh Syekh Muhammad Arsyad Banjar;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Sesungguhnya kitab karangan seorang alim nan utama Syekh Nuruddin al-Rani[ri] yang bernama “al-Shirâth al-Mustaqîm” dalam menerangkan fiqih madzhab Syafi’I, adalah sebaik-baik kitab [dalam bidang tersebut] yang diterjemahkan [ditulis] ke dalam bahasa Jawi [Melayu]. Hal ini karena kajian-kajian di salamnya diambil dari beberapa sumber fiqih rujukan, karena itulah banyak orang yang mengambil kemanfaatan darinya, dan menerimanya dengan ramai. Semoga Allah membalas budi baik sang pengarangnya dengan keutamaanNya).

Namun, rupanya ada banyak hal yang perlu disempurnakan dari kitab “al-Shirâth al-Mustaqîm” tersebut. Sebagaimana yang ditulis oleh Syekh Muhammad Arsyad Banjar;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...

(Tetapi di dalam kitab [al-Shirâth al-Mustaqîm] tersebut terdapat beberapa bahagian ungkapan yang terasa asing nan samar bagi para pengkaji, karena ia banyak memuat unsur bahasa Aceh yang tidak difahami oleh para pengkaji yang bukan penuturnya, di samping di banyak tempat dalam kitab tersebut juga telah terdapat kesalahan, perubahan, bahkan pengurangan yang diakibatkan oleh kesalahan para penyalin [naskah] yang kurang cakap).

Dalam upaya menulis kitab “Sabîlul-Muhtadîn”, Syekh Muhammad Arsyad Banjar pun merujuk kepada kitab-kitab referensial dalam fiqih madzhab Syafi’i, seperti “Fath al-Wahhâb bi Syarh Manhaj al-Thullâb” karangan Syekh Zakariyâ al-Anshârî, “Mughnî al-Muhtâj ilâ Ma’rifah Alfâzh al-Minhâj” karangan Syekh al-Khatîb al-Syarbînî, “Tuhfah al-Muhtâj bi Syarh al-Minhâj” karangan Syekh Ibn Hajar al-Haitamî, “Futûhât al-Wahhâb bi Taudhîh Syarh Manhaj al-Thullâb” (Hâsyiah al-Jamal) karangan Syekh Sulaimân ibn Manshûr al-Jamal al-Azharî, dan “Nihâyah al-Muhtâj bi Syarh al-Minhâj” karya Syams al-Dîn al-Ramlî.

Kitab ini pertama kali dicetak di Istanbul pada tahun 1300 H/1882 M atas inisiasi Syekh Ahmad al-Fathânî (Patani), kepala percetakan kitab-kitab berbahasa Jawi (Melayu) pada percetakan Negara Ottoman. Setelah versi cetak Istanbul, kitab ini kemudian dicetak ulang di Mekkah dan Kairo. Data cetakan “Sabîlul-Muhtadîn” di Istanbul pada tahun 1300 Hijri ini dapat dilacak dalam sumber arsip pemerintahan Imperium Ottoman untuk wilayah Hijaz (Hicaz Vilayet-i Salnamesi; Yil 1300 Hicri).

Pertanyaan lanjutan pun kian bermunculan; “Apakah kitab “Sabîlul-Muhtadîn” versi cetakan pertama di Istanbul pada tahun 1300 H (1882 M) tersebut berlandaskan pada naskah tulis tangan Syekh Arsyad Banjar (bertitimangsa 1195 H/ 1781 M) yang kini tersimpan di Riyadh dan sedang diperbincangkan ini?” (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Syariah Ulama Salaf Online

Jumat, 01 Desember 2017

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Cirebon, Ulama Salaf Online

Belasan regu dari sejumlah sekolah dan pesantren se-Kabupaten Cirebon mengikuti lomba cerdas cermat memperingati Harlah Ke-82 Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cirebon bekerjasama dengan PC PMII setempat di Pesantren Darul Ulum Klangenan, Jum’at (25/1) kemarin.

Selain lomba cerdas-cermat, juga digelar lomba karya tulis santri. Kegiatan ini, menurut Ketua Lakpesdam Cirebon Ali Mursyid, dimaksudkan juga untuk menanamkan ideologi ke-NU-an di kalangan remaja usia sekolah, agar dapat membentengi mereka dari virus ajaran Islam garis keras.

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Lomba cerdas cermat dan karya tulis santri merupakan salah satu dalam rangkaian peringatan Harlah NU ke-82 yang dilaksanakan oleh Lakpesdam bekerja sama dengan PC PMII dan beberapa lembaga dan badan otonom NU.

Ulama Salaf Online

“PC Lakpesdam Cirebon menyelenggarakan Dwi Pekan Muharram dan Harlah NU ke-82 dengan tema meneguhkan tradisi untuk pemberdayaan masyarakat. Yang paling penting dari seluruh kegiatan yang ada adalah Pengkaderan NU Cirebon yang berlangsung 28-30 Januari 2008 dan halqah kamu muda NU se-Indonesia 3-7 Februari 2008”, kata Ali.

Ulama Salaf Online

Ketua Panitia dari PMII Cirebon Ibnu Hamdun menyatakan, PMII dengan suka hati bekerjasama dengan Lakpesdam Cirebon, demi meramaikan Harlah NU ke-82. "NU-lah yang melahirkan PMII, meski PMII tetap independen," katanya.

Dwi pekan Muharram 1429 H dan peringatan Harlah NU ke-82 juga diisi dengan rangkaian kegiatan lainnya, seperti Safari Khittah, dan juga pagelaran seni tradisi NU sebagai puncak acara Harlah.

Menurut Ali Mursyid, Safari Khittah yang dimaksud bukan lagi bermakna Safari Khittah NU yang dilakukan ketika kiai-kiai dianjurkan bukan hanya berkecimpung di PPP seperti dulu, tetapi lebih sebagai usaha memurnikan misi sosial NU dengan mempertemukan kiai-kiai sepuh dengan warga NU di tingkat MWC-MWC. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Rabu, 22 November 2017

Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel

Sumenep, Ulama Salaf Online - Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Ahmad Falhan Afifi meraih juara lomba cerpen nasional peringkat ketiga dengan tema Teka-Teki Silang dalam Festival Jurnalistik LPM Solidaritas UINSA, Kamis (4/5). Ia telah mengasah kemampuan menulisnya sejak sekolah di madrasah aliyah.

"Saya belajar menulis mulai sejak duduk di sekolah MA I Annuqayah. Masuk kampus Instika saya juga aktif di LPM Fajar. Tapi, selama saya aktif di LPM, saya masih belum punya keberanian mengikuti lomba, apalagi even skala nasional," kata mahasiswa semister akhir Fakultas Ekonomi Islam, Ahmad Falhan Afifi.

Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel

Upaya yang ditempuhnya, menurut Ahmad Falhan, adalah berdoa kepada Allah dan terus berusaha menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Menurutnya, yang memicu semangatnya mengikuti lomba even nasional adalah itikad meningkatkan akreditasi Fakultas Ekonomi Islam kampusnya. Hal ini mendorongnya untuk mengikuti even lomba skala nasional.

Ulama Salaf Online

"Meskipun tema kali ini tidak ada kaitannya dengan Fakultas Ekonomi Islam, tapi saya yakin dengan prestasi yang saya torehkan mendapat juara tiga, insya Allah bisa menjadi inspirasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam di bidang tulis-menulis.”

Ahmad Falham Afifi berpesan, Annuqayah adalah buminya penulis. Jadi, ungkapkan apa yang harus diungkapkan mahasiswa demi mendapatkan apa yang diinginkan adalah salah satunya menulis.

Ulama Salaf Online

"Intinya menulis. Karena event-event tersebut menanti mahasiswa Instika secara umum," tegas Ahmad Falhan Afifi.

Menurut Warek I Instika Maimun Syamsuddin, prestasi karya tulis baik fiksi atau nonfiksi adalah tradisi Instika dari tahun ke tahun, sebagaimana lomba kebahasaan asing.

"Setiap event perlombaan, kami ikut sertakan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi. Itu dilakukan untuk pengembangan intelektual dan membuktikan daya saing Instika di level nasional," kata Maimun Syamsuddin.

Ia berharap para mahasiswanya terus meningkatkan prestasi. Ia menyatakan, pihaknya juga terus melakukan pembinaan dan kaderisasi secara berjenjang. (Zainal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Syariah Ulama Salaf Online

Selasa, 21 November 2017

Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat

Malang,Ulama Salaf Online. Ponsel pintar atau smartphone berbasis android makin digemari pengguna telepon seluler di tanah air. Berbagai vendor seakan terus berlomba menjajakan produknya masing-masing untuk memanjakan para penikmat gadget canggih ini.

Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat

Selain bermanfaat untuk hubungan jara jauh, fungsi smartphone juga memberikan fasilitas kemudahan untuk menagakses internet, jaringan media sosial dan beragam aplikasi lainnya.

Di antara ribuan aplikasi yang berkembang, ada beberapa aplikasi berbasis android yang terkait dengan pelaksanaan ibadah umat Islam seperti aplikasi waktu shalat dan arah kiblat. Namun sayangnya, aplikasi yang tersedia kadang-kadang tidak sesuai dengan standar perhitungan waktu shalat dan arah kiblat yang benar. Sehingga justru aplikasi itu dikhawatirkan bisa menyesatkan.

Ulama Salaf Online

Atasa dasar itulah, Pimpinan Wilayah Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU Jatim) menggagas pelatihan yang bertajuk Kaderisasi Ulama Hisab dan Rukyat angkatan XV dengan materi utama pembuatan apliakasi perhitungan waktu shalat berbasis android.

Ulama Salaf Online

Pelatihan ini dilaksanakan pada Sabtu-Ahad (17-18/5) di Ponpes Darul Falah Dadaprejo, Junrejo, Batu.

“Kami turut prihatin banyak aplikasi berbasis android terkait dengan waktu shalat yang tidak sesuai dengan kaidah ilmu falak. Makanya kami mengadakan pelatihan ini agar makin banyak ahli di bidang ini dan memberikan kontribusi untuk menciptakan aplikas-aplikasi baru yang benar,” kata Ketua PW LFNU Jatim KH Shofiyulloh, ST, MSi.

Dalam kesempatan tersebut, terdapat sekitar 70 peserta yang hadir dari berbagai daerah di Jatim. Mereka adalah utusan dari para pengurus LFNU se-Jatim, santri pondok pesantren, Kemenag se-Jatim dan para dosen ilmu falak di sejumlah perguruan tinggi. Sedangkan untuk memberikan materi berwawasan teknologi ini, PW LFNU Jatim mengundang Ustadz Tolhah Ma’ruf dari Pasuruan. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Ubudiyah Ulama Salaf Online

Senin, 13 November 2017

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Garut, Ulama Salaf Online. Santri-santri di Garut melahirkan ratusan karya tulis. Diantara mereka yang terkenal adalah Raden Haji Muhammad Musa, Haji Hasan Mustofa, H. Usep Romli HM, H Enas Mabarti, dan KH Moh. Nuh Ad-Dawami.

Haji Muhammad Musa (1822- 1886), adalah pemula dalam sastra Sunda. Karangan terkenalnya Wawacan Panji Wulung. Haji Hasan Mustofa (1852- 1930) pengarang, ulama, dan tokoh Sunda abad ke-19. Diriwayatkan, ia menulis 10.000 bait dangding yang mutunya dianggap sangat tinggi oleh para pengeritik sastra Sunda.

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Dari tangan Usep Romli HM lahir puluhan karya, mulai novel, puisi, cerita anak dan esai. Ia dua kali dianugerahi Sastra Rancage. Enas Mabarti menulis buku Sidep Rencep Gunem dan Padoman Politik Keur Warga NU. KH M Nuh Ad-Dawami, menulis, menukil dan menerjemahkan kitab hingga 20 buah lebih. Yang lebih muda ada Iip D. Yahya, serta penulis-penulis lain.   

Ulama Salaf Online

Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan pada pelatihan jurnalistik dengan tema “Santriwati menulis; mendokumentasikan khidmah pesantren”, berlangsung di Pesantren Nurul Huda Cibojong, Kecamatan Cisurupan, 25 km ke arah selatan dari pusat Kota Garut, pada Ahad-Senin (10-11/2).

Ulama Salaf Online

Pesertanya 20 santriwati. Mereka para aktivis di Fatayat, Kopri PMII, IPPNU, santriwati, dan OSIS. “Selama ini kan ngomong pesantren itu selalu laki-laki. Ingin menginisiasi pesantren dari persepektif perempuannya melalui aktivitas menulis,” jelas Irham Saifuddin, salah seorang panitia, ketika ditanya Ulama Salaf Online, Senin (11/2).

Ia menambahkan, kita baru tahu Abdurrahman Wahid dan adiknya yang hebat-hebat itu dibesarkan oleh ibunya yang luar biasa. Sehingga ia dikatakan “ibu perjuangan”. Ini artinya, perempuan juga bisa berperan penting.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menciptakan perempuan yang bisa bergerak keagamaan di daerah masing-masing,”  tambah Ai Sadidah salah seorang pemateri.    

Sementara itu, salah seorang pengasuh pesantren Ajengan Cecep Jaya Krama mengatakan, menulis  juga bisa dijadikan alat untuk berdakwah. Ia menukil sebuah kaidah bahwa dakwah itu ada tiga; bil-hal, bil lisan dan bi-tadwin. Nah, menulis ini adalah bagian dakwah bi-tadwin (tulisan).

Penulis: Abdullah Alawi   

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Olahraga, Fragmen Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Jakarta, Ulama Salaf Online. Momen acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (5/9), menjadi berkah bagi para pedagang, dari yang menjual makanan, pakaian, perlengkapan ibadah, asesoris, batu akik, hingga pernak-pernik ke-NU-an.

Sebagian dari mereka menggelar tikar dan berderet di pelataran dan lingkungan masjid nasional itu. Sementara sebagian yang lain berjalan mondar-mandir di antara kerumunan massa atau di tepi jalan menuju pintu masuk.

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Salah satu pedagang asal Bekasi, Jawa Barat, Erma (40) mengaku senang dengan acara pelantikan ini. Siang itu ia menjejer kaos bergambar logo Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang, 1-5 Agustus lalu.

Ulama Salaf Online

Menurut Erma, meski Muktamar NU telah berlangsung satu bulan yang lalu namun peminat kaos dagangannya masih cukup banyak. Sejenak saja ia duduk menunggu, pembeli sudah menghampirinya.

Ulama Salaf Online

"Tapi ya nggak kayak Muktamar dulu. Waktu itu saya bawa 3000 kaos. Laris. Hanya sisa ratusan," kata Erma yang saat itu didampingi dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Hal serupa juga dirasakan Heri (34), pemilik NU Distro, yang mangkal di tepi sungai depan Masjid Istiqlal. Pria asal Cirebon ini datang sejak pukul 11.00. Heri memang spealis menjual kaos bergambar logo NU atau tokoh-tokoh NU. Di lapaknya juga tampak stiker dan pin bernuansa ke-NU-an.

Kendati tak seberuntung ketika pembukaan Munas 2015 bulan lalu di tempat yang sama, Heri mengaku tetap meraup laba cukup banyak.

Ditanya tentang acara pelantikan PBNU periode 2015-2020, ia mengungkapkan harapannya kepada para pengurus baru. "Semoga lebih merangkul masyarakat, bekerja lebih keras, kembali ke Khittah (1926, red). Tidak ada agenda politik praktis," ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri ribuan warga NU dari berbagai daerah. Sebagian besar datang berombongan dengan menggunakan bus. Hadir pula Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja, dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Internasional, Sejarah Ulama Salaf Online

Jumat, 03 November 2017

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Gorontalo, Ulama Salaf Online. Salah satu tradisi Gorontalo adalah tumbilotohe atau disebut tradisi pasang lampu. Tradisi tersebut dimulai pada hari ke-27 malam Ramadhan yang diadakan setiap tahun. Pada saat itu, rumah, jalan, dan persawahan dipenuhi lampu botol.

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Keramaian tumbilotohe mengalami pasang surut setiap tahunnya. Hal itu disebabkan kelangkaan dan naiknya harga bahan bakar minyak tanah yang mengakibatkan masyarakat tidak terlalu banyak memasang lampu botol saat tumbilotohe.

Kekhawatiran itu, menjadi salah satu perhatiaan anak-anak Muda NU Gorontala dalam menjaga dan merawat tradisi tersebut. “Sayang jika tradisi yang sudah ratusan tahun itu hilang hanya akibat kelangkaan dan naiknya bahan bakar minyak tanah,” ungkap Djemi Raji melalui siaran pers yang diterima Ulama Salaf Online (15/6).

Ulama Salaf Online

Menjawab persoalan itu, tambah pegiat Gusdurian Gorontalo ini, anak-anak muda NU yang tergabung dalam Jaringan Ekonomi dan Politik NU (Jempol NU), melakukan langkah kreatif untuk memenuhi kebutuhan pesanan lampu botol. Mereka mendasain lampu dengan mengunakan tenaga listrik.

Ulama Salaf Online

Menurut Kepala Biro Ekonomi Jempol NU Gorontalo Hery Ibrahim, kreativitas yang mereka ciptakan adalah untuk meminimalisir pengunaan bahan bakar minyak tanah yang belebihan dan menekan polusi akibat pengunaan lampu botol. Sementara tradisi tersebut tetap dipertahankan.

“Kami berharap, produk yang kami ciptakan ini mendapat perhatian pemerintah agar masyarakat Gorontalo lebih bersemangat dalam memeriahkan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun,” lanjutnya.

Hingga hari ini, Hery menambahkan, banyak yang telah memesan lampu botol hasil ciptaan mereka. “Orderan lampu botol tercatat ada 800 set. Harga per setnya 400 ribu,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Syariah Ulama Salaf Online

Kamis, 02 November 2017

Pesantren Raudlatul Mubtadiin Pupuk Semangat Kebangsaan Santri

Majalengka, Ulama Salaf Online. Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin  Cisambeng, Palasah, Majalengka, Jawa Barat, memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ang ke-69 dengan menggelar upacara bendera di halaman pesantren setempat, Ahad (17/8).

Upacara pengibaran sang Saka Merah Putih ini berlangsung khidmat, diikuti seluruh santri dan ustadz pondok. Hj Atun Minatul Maula, pengasuh Pesantren Raudlatul Mubtadiin, menjadi pembina dalam acara tersebut. Upacara bendera dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan penumbuhan semangat rasa cinta Tanah Air di kalangan santri.

Pesantren Raudlatul Mubtadiin  Pupuk Semangat Kebangsaan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Raudlatul Mubtadiin Pupuk Semangat Kebangsaan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Raudlatul Mubtadiin Pupuk Semangat Kebangsaan Santri

Rais Am Pesantren Raudhlatul Mubtadiin Agus Rofii mengatakan, jika dahulu pesantren merespon realitas sosial dalam atmosfer perjuangan melawan penjajahan, maka respon pesantren pasca kemerdekaan tentu lebih condong kepada segala macam upaya untuk mengisi kemerdekaan.

Ulama Salaf Online

“Nah, dalam proses mengisi kemerdekaan inilah, peradaban Nusantara – dalam hal ini menyempit menjadi Indonesia-tidak bisa menghindar dari arus modernisasi dalam banyak bidang, berbaurnya pergaulan dengan masyarakat dunia global dengan berbagai macam latar belakang budayanya sehingga upaya memupuk semangat kebangsaan dan menumbuhkan jiwa patriotisme di kalangan generasi muda harus terus dilakukan,” katanya melalui rilis yang dikirim Ahad.

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut Agus yang mendapat penghargaan sebagai pemuda pelopor ini berharap, generasi muda masa kini mesti mengenal dunia pesantren. Menurutnya, sumbangsih pesantren yangbegitu besar dalam mempertahankan kemerdekaan membuat negeri ini berhutang pada para ulama dan santri. Tanpa itu, katanya, Indonesia akan dijajah terus oleh negara asing.

Ia juga berujar untuk tak secara berlebihan membanggakan produk asing yang sampai hari ini dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. “Santri masa kini harus menjawab tantangan di masa kini dan yang akan datang sehingga makna mencintai negeri dan menghargai bangsa ini dengan menjunjung nilai kebersamaan untuk terciptanya rasa persatuan dan kesatuan Indonesia,” tuturnya. (Aris Prayuda/Mahbib)





Foto: Prosesi upacara bendera dalam rangka HUT RI ke-69 di Pesantren Raudhlatul Mubtadiin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Kyai, Syariah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock