Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global

Oleh Suwendi*

Belakangan ini, kalangan pendidikan Islam Indonesia, khususnya pemangku kebijakan yang bertanggung jawab atas pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, menekadkan diri untuk menjadikan pendidikan Islam Indonesia sebagai destinasi pendidikan Islam global. Tentu kebijakan ini pada aspek tertentu membutuhkan kesiapan strategi dan keseriusan internal Kementerian Agama, di samping dukungan masyarakat dan seluruh stakeholders secara serius.

Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global

Terdapat sejumlah alasan mengapa kita perlu mendukung kebijakan itu. Pertama, pemahaman Islam yang berkembang di Indonesia adalah pemahaman Islam yang Rahmatan lil’alamin. Islam yang senaniasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghargai hak-hak asasi manusia, menghormati ragam budaya dan kultur masyarakat, mengidamkan kedamaian, keadilan, toleransi, dan sikap yang keseimbangan (tawazun). Di tengah pelbagai perbedaan dan keragaman sosio-kultural, agama, adat dan budaya, bahasa, dan lokalitas dalam ribuan pulau serta lainnya, namun Indonesia tetap kekar dalam bingkai persatuan dan kesatuan keindonesiaan. Ini menunjukkan pemahaman keagamaan Islam yang berkembang adalah Islam yang damai, toleran, dan menghargai segala bentuk perbedaan. Kedua, sebagai negara-bangsa yang mayoritas muslim dengan sosial budaya dan kultur yang sangat beragam, Indonesia patut untuk mengambil bagian strategis sebagai barometer tingkat peradaban pendidikan Islam yang dibanggakan. Dalam konteks ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi teladan bagi negara muslim dunia lainnya. Ketiga, gejolak sosial politik di Indonesia jauh lebih kondusif dibanding dengan negara muslim lainnya. Kondisi gejolak sosial-politik dan perkembangan keislaman di sejumlah negara muslim belakangan ini, terlebih di kawasan Timur Tengah, patut disayangkan. Gejolak tersebut mengakibatkan pusat-pusat keislaman pun menjadi redup. Mesir, Libya, Suriah, Yaman dan Saudi, kini ditimpa musibah konflik yang hingga kini belum usai. Demikian juga dengan pusat-pusat keislaman di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei cenderung belum mendapatkan momentumnya yang tepat. Maka bisa dikatakan, Indonesia menjadi negara yang paling memungkinkan untuk mengambil posisi sebagai pusat harapan pendidikan Islam dunia.

Di samping sejumlah alasan di atas, sesungguhnya yang menjadi alasan kuat untuk menjadikan pendidikan Islam Indonesia sebagai destinasi pendidikan dunia lebih disebabkan karena negara ini memiliki lembaga pendidikan Islam asli (genuin) Indonesia, yakni pondok pesantren. Dibanding dengan lembaga pendidikan Islam lainnya, semisal sekolah, madrasah dan perguruan tinggi agama Islam, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam khas dan otentik Indonesia.

Pondok pesantren merupakan dunia tradisonal Islam yang mampu mewarisi dan memelihara kesinambungan tradisi Islam yang dikembangkan ulama dari masa ke masa, tidak terbatas pada periode tertentu. Oleh karena itu, ketahanan lembaga pesantren agaknya secara implisit menunjukkan bahwa dunia Islam dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Keniscayaan bahwa pesantren tetap utuh hingga kini bukan hanya disebabkan kemampuannya dalam melakukan akomodasi-akomodasi tertentu, tetapi juga lebih banyak disebabkan karena karakter eksistensialnya. Karakter yang dimaksud adalah, sebagaimana dikatakan Nurcholish Madjid, pesantren tidak hanya menjadi lembaga yang identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous).?

Sebagai lembaga yang murni berkarakter keindonesiaan, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat sekitar, sehingga antara pesantren dengan komunitas lingkungannya memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan. Hal ini tidak hanya terlihat dari hubungan latar belakang pendirian pesantren dengan lingkungan tertentu, tetapi juga dalam pemeliharaan eksistensi pesantren itu sendiri melalui pemberian wakaf, sadaqah, hibah, dan sebagainya. Sebaliknya, pihak pesantren melakukan ‘balas jasa’ kepada komunitas lingkungannya dengan bermacam cara, termasuk dalam bentuk bimbingan keagamaan, sosial, kultural, dan ekonomi. Dalam konteks terakhir inilah, pesantren dengan kiainya memainkan peran yang disebut Clifford Geertz sebagai ‘cultural brokers’ (pialang budaya) dalam pengertian seluas-luasnya.

Ulama Salaf Online

Di samping karakter keindonesiaan, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman keagamaan Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak radikal. Jauh dari doktrin terorisme, saling mengkafir-bid’ahkan, apalagi pembenaran atas letupan-letupan bom bunuh diri. Dalam kondisi Indonesia yang komplek dan plural, pondok pesantren telah memainkan peranan yang strategis. Ia mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Pesantren telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di masyarakat. Oleh karenanya, tidak berlebihan jika pesantren menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman Islam yang Rahmatan lil’alamin.

Setidaknya terdapat lima substansi yang dikembangkan oleh pondok pesantren. Pertama, Pesantren mengajarkan nasionalisme. Sejarah membuktikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperjuangkan oleh ulama-ulama. Para kiai dan santri memiliki ‘saham’ besar dalam membentuk bangsa dan negara ini. Sejak awal, nasionalisme sudah tertanam kuat dalam dada para santri. Tidak satupun pesantren yang menolak pondasi dassar negara; Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kedua, pendidikan pesantren menanamkan ajaran-ajaran Islam yang toleran. Toleransi merupakan basis dan pilar pendidikan Islam di pesantren. Pesantren senantiasa menghargai akan perbedaan pendapat yang berbeda dan jauh dari klaim-klaim kebenaran tunggal. Ketiga, pendidikan Islam di pesantren mengajarkan Islam yang moderat, tidak ekstrim radikal dan tidak ekstrim liberal. Keseimbangan dan penguatan akan nilai-nilai moderasi (tawazun) ini telah menjadi kekhasan lembaga pendidikan pesantren. Keempat, pesantren menghargai keragaman agama, budaya, dan etnis (multikulturalisme) yang diarahkan dalam rangka lita’arafu (agar saling mengenal), bukan litabaghadu (saling membenci dan memusuhi). Kelima, pendidikan pesantren mengajarkan Islam yang bersifat inklusif, bukan eksklusif. Pesantren terbuka dan menerima siapapun, termasuk non-muslim. Kelima pilar inilah yang selama ini diajarkan di pondok-pondok pesantren.?

Peran dan karakteristik pesantren inilah yang di antaranya membedakan antara pesantren dengan lembaga pendidikan Islam lainnya. Sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi agama Islam merupakan bentuk improvisasi dan modernisasi lembaga pendidikan yang mengadopsi dari dunia luar. Kehadiran lembaga-lembaga pendidikan ini jauh lebih belakangan dibanding pondok pesantren. Demikian juga, lembaga-lembaga ini tidak hanya dimiliki oleh Indonesia, tetapi juga terdapat di dunia muslim lainnya, bahkan dengan tingkat kualitas yang lebih baik. Oleh karenanya, pesantrean sebagai kekhasan Indonesia patutlah didorong sebagai destinasi pendidikan Islam global, tentunya dengan keseriusan kita bersama.

Ulama Salaf Online

* Pengurus Lembaga Perguruan Tinggi NU dan alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Sholawat, Lomba Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam

Sleman, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Nusron Wahid mengutuk kekerasan atas nama agama yang dilancarkan kelompok kecil bersenjata. Nusron menyebut kelompok ekstrem ini sebagai penjahat kemanusiaan tiada tara.

Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam

“Kekerasan beberapa hari lalu di Perancis dan juga di Timur Tengah, sama sekali mencemarkan keluhuran ajaran Islam,” kata Nusron dalam sambutan pembukaan Kongres XV GP Ansor di pesantren Sunan Pandanaran jalan Kaliurang, kabupaten Sleman, Kamis (26/11) pagi.

Perhatian masyarakat dunia dikejutkan oleh penyerangan kelompok kecil bersenjata terhadap sipil yang merenggut lebih dari seratus korban jiwa. Bagaimana pun, Nusron menambahkan, kekerasan atas nama apapa pun tidak bisa diterima.

Ulama Salaf Online

Ia mengajak warga Nahdlatul Ulama termasuk aktivis GP Ansor untuk berpartisipasi menyebarkan keluhuran dan keberadaban Islam di tengah masyarakat dunia.

Ulama Salaf Online

“NU dan Ansor wajib melawan kejahatan semacam ini. Wajib dicegah,” tegas Nusron. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Jadwal Kajian, Tokoh Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi

Sleman, Ulama Salaf Online. Pesantren Wahid Hasyim yang terletak di Jalan Wahid Hasyim No. 3, Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, menggelar peringatan Haul ke-XVI KH Abdul Hadi As-Syafi’i, Jum’at malam (30/5). ? KH Abdul Hadi As-Syafi’I merupakan sang pendiri Pesantren Wahid Hasyim tahun 1977 M.?

Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara, Rais Syuriah PWNU DIY, KH Asy’ari Abta. Dalam kesempatan tersebut, KH. Asy’ari Abta menceritakan kisah yang pernah diungkapkan oleh KH Ali Maksum.?

“Ada orang sebut saja namanya fulan. Fulan ini kalau suka terhadap seseorang itu suka sekali, ada juga yang disukai kalau butuh saja, dan ada juga yang sangat dibenci. Suatu saat, fulan ini ditangkap polisi. Dia lalu datang kepada orang yang paling disukai untuk meminta pertolongan. Tapi ternyata orang tersebut tidak bisa menolongnya,” ujar Kiai Asy’ari.?

Ulama Salaf Online

Setelah itu, lanjut Kiai Asy’ari, Fulan meminta tolong pada orang yang disukai kalau pas butuh saja. Orang itu pun tidak bisa menolong si Fulan. Dengan terpaksa, si Fulan meminta pertolongan kepada orang yang dibencinya. Dan di luar dugaan, orang yang dibenci tersebut, malah siap memberikan pertolongan.?

“Sebenarnya, polisi dalam cerita tersebut ya malaikat. Sedangkan ketiga tipe orang tersebut merupakan gambaran dari harta, tetangga dan amal jariah. Ketika orang sudah meninggal, harta tidak akan mampu menolong. Begitu juga dengan tetangga. Hanya amal jariyah-lah yang mampu menolong,” jelas Kiai Asy’ari.?

Ulama Salaf Online

Ketika orang meninggal, lanjut Kiai Asy’ari, hanya ada tiga hal yang pahalanya tidak pernah putus, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih. Dan Insya’allah KH Abdul Hadi As-Syafi’I memiliki ketiga-tiganya.?

Di akhir pembicaraan, Kiai Asy’ari berpesan kepada para hadirin agar mempersiapkan putra-putri yang shalih sebagai bekal ketika sudah meninggal nanti. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan

Sumenep, Ulama Salaf Online. Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan,puluhan aktivis GP Ansor Sumenep, Jumat (26/5) melakukan seruan marhaban ya Ramadhan. Aktivis yang menamakan dirinya Forum Silaturrahim Aliansi PAC GP Ansor Se-Sumenep ini membagi bagikan jadwal imsakiyah dimulai dari taman bunga menuju jalan protokol perempatan Sumenep.

Aksi simpatik ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya kemudian dilanjutkan dengan membagi bagikan jadwal imsakiyah kepada setiap pengendara yang lewat.

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan

Dalam pantauan dilapangan Santoso sebagai Ketua Forum Aliansi PAC (Forsi) sekaligus Koorlap mengatakan aksi ini sekaligus membagikan jadwal imsakiyah agar warga masyarakat Sumenep bisa menyambut dan menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan tepat waktu.

Ikut hadir dalam kegiatan ini PC GP Ansor Sumenep M. Muhri, Abdul Wasid, Rasidi, Mohammad Rasyid, Moh Sholeh dan puluhan aktivis GP Ansor dari berbagai kecamatan se Sumenep.

Ulama Salaf Online

Sattar Efendi selaku Sekretaris PAC GP Ansor Batuputih mengaku senang karena respon setiap pengendara yang lewat dan mendapat jadwal imsakiyah sangat antusias. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Berita, Tokoh, IMNU Ulama Salaf Online

Jumat, 26 Januari 2018

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Riyadh, Ulama Salaf Online. Langkah Arab Saudi untuk melakukan reformasi kebijakan dan menerabas konservatisme terus bergulir. Yang terbaru, perempuan di negara monarki ini diizinkan mengeluarkan fatwa.

Keputusan bersejarah tersebut merupakan hasil pemungutan suara di Dewan Syura atau badan penasihat resmi Arab Saudi. Sebanyak 107 suara mendukung adanya mufti perempuan.

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Dengan demikian, aspirasi ini mengakhiri monopoli mufti laki-laki yang bertahan selama 45 tahun. Seperti dipaparkan Arab News, Jumat (29/9), para mufti perempuan dipilih oleh dekret Kerajaan.

Aspirasi tersebut semula muncul dari salah satu anggota Dewan Syura dalam pertemuan ke-49, yang meminta Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa, untuk membuka bagian independen untuk perempuan.

Ulama Salaf Online

Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa merupakan satu-satunya badan pemerintah yang berwenang menerbitkan fatwa di Kerajaan Arab Saudi.

Ini bukan kali pertama Arab Saudi mulai terbuka bagi perempuan. Sebelumnya, Raja Salam bin Abdul Aziz mengeluarkan dektrit langka dengan memperbolehkan perempuan menyetir. Keputusan tersebut secara resmi berlaku pada Juni 2018.

Pada perayaan hari nasional 23 September 2017, pemerintah Arab Saudi juga secara perdana memperbolehkan perempuan memasuki stadion lalu menikmati kemeriahan konser musik dan tarian tradional. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Ulama, Tokoh Ulama Salaf Online

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon

Rembang, Ulama Salaf Online - proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak atau abrasi terjadi di beberapa daerah di sekitar Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Bahaya ini menarik keprihatinan para anggota Satkoryon Banser Kragan yang juga menggerus sebelah utara masjid Badrut Tamam Desa Pandangan Kulon Kragan.

Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Banser Rembang Abdul Hakim mengatakan, abrasi yang terjadi di Pandangan Kulon ini terjadi mulai tahun 2015. Hal ini terjadi dikarenakan dampak dari pembangunan dermaga Tempat Penakaran Ikan (TPI) di Pandangan Kulon sepanjang 100 meter dari bibir pantai.

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon

Hal ini mengakibatkan abrasi ketika terjadi angin timur atau ombak timur pada musim kemarau. Abrasi juga terjadi di pesisir barat dermaga, sekitar 300 meter yang memanjang ke barat.

Ulama Salaf Online

"Bahkan bibir pantai akibat abrasi ini tergerus hingga kurang lebih 130 cm ke bawah. Dalam setahun hal ini sudah terjadi sebanyak dua kali," terangnya kepada Ulama Salaf Online, Senin (22/8).

Ia menambahkan, kegiatan ini hanya bersifat mendadak. Para anggota Banser Satkoryon Kragan mengadakan iuran untuk membantu meminimalisasi terjadinya abrasi yang terjadi di Pandangan Kulon.

Ulama Salaf Online

"Dari hasil iuran tersebut, kami belikan batu belah dan kami serahkan ke tamir masjid Badrut Tamam Pandangan Kulon. Karena memang dampak abrasi yang paling parah terjadi di sana," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Pesantren, Tokoh Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah

Magelang, Ulama Salaf Online. Pagi yang cerah di lereng Gunung Sumbing disambut riuh kicau burung di pepohonan, 200 siswa Madrasah Ibtidaiyah tampak bersemangat mengikuti kegiatan hari itu, Rislah Ruhiyyah atau perjalanan spiritual yang diadakan Kelompok Kerja Madrasah Ma’arif  se-Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang yang diikuti siswa kelas VI  dari 11 Madrasah dibawah yayasan Ma’arif  NU. 

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Ma’arif Bandongan Gelar Rihlah Ruhiyah

Ketua Panitia Rozib Sulistyo menjelaskan, rihlah ruhiyyah adalah perjalanan menggunakan hati dan jiwa spiritualisme siswa agar dapat meneladani sifat, sikap dan perjuangan tokoh-tokoh NU, tidak hanya sekedar perjalanan fisik belaka dari pagi hingga sore mendatangi makam di kabupaten Magelang.

Acara ini merupakan dukungan riil terhadap visi misi Nahdlatul Ulama yaitu “al mukhafadhotu “alal qodimi wal ahdhu bil jadidil aslahi” mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik dan mempertahankan hal lama yang masih baik. Di sisi lain secara akademis siswa kelas VI Madrasah Ma’arif Nahdlatul Ulama harus menjalani ujian praktek mata pelajaran ke-NU-an sebagai mata pelajaran kelembagaan yang salah satunya membaca tahlil, siswa diperkenalkan kepada tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama di wilayah Magelang agar menghargai dan melanjutkan perjuangan mereka.

Ulama Salaf Online

Tujuan lain adalah menjadi ajang silaturahmi dan menghilangkan kejenuhan bagi siswa yang dalam waktu beberapa minggu ini bergelut dengan berbagai model soal guna menghadapi Ujian Nasional.

Ulama Salaf Online

Pukul 8 pagi semua siswa dan guru pendamping menggunakan 15 angkudes dan 4 mobil pribadi telah berada dititik awal kegiatan di makam Kiai Raden Abdullah di Tonoboyo Bandongan kemudian menuju Banjaragung Kajoran makam Kiai Raden Abdul Chamid, dilanjutkan makam KH Nur Muhammad di Ngadiwongso Salaman, tujuan berikutnya adalah makam Kiai Haji Raden Ma’sum di Tempuran dan kompleks makam Keluarga Kerajaan Mataram di Gunung Pring Muntilan, tempat terakhir pukul 3 sore adalah kompleks makam KH Chudlori di Tegalrejo Magelang.

“Siswa tidak diajarkan untuk meminta kepada arwah tokoh yang diziarahi namun mendoakan agar waliyullah tersebut diampuni dosanya, sedangkan siswa tetap berdoa kepada Allah dengan masing-masing sesuai hajat atau keinginannya,” tutur Rozib

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Tokoh Ulama Salaf Online

Minggu, 14 Januari 2018

Orang Mampu Mengaku Miskin

Sering kita jumpai orang mampu tapi mengaku orang miskin. Pengakuan tersebut sebenarnya lebih dikarenakan faktor mental, yakni orang tersebut bermental miskin, karena keserakahannya terhadap harta yang ingin dimilikinya. Orang seperti itu tidak akan merasa cukup sebelum semuanya menjadi milik dia.

Oleh karena itu, pengelola zakat harus berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya jangan sampai salah sasaran ke tangan orang yang bukan mustahiq. Jika pemberian itu  berupa hibah memang orang yang mampu berhak menerimanya. Asalkan penerima adalah orang yang membutuhkan atau pemberi hibah bermaksud mencari pahala. 

Dalam I’anatut-Thalibin disebutkan bahwa jika ada seseorang yang membayar zakat sebelum waktunya (ta’jil), dan orang fakir penerima zakat itu sudah tidak berhak lagi menerima zakat ketika waktu zakat tadi tiba, maka harta yang telah dizakatkan diambil lagi oleh muzakki. Memang orang yang mengaku fakir dan miskin bisa dibenarkan tanpa melalui sumpah, hanya saja orang kaya tidak mendapat bagian zakat. Demikian juga dijelaskan dalam Ma’rifatus-Sunan wal Atsar yang disusun Al-Baihaqi, “Tidak sah shadaqah diberikan kepada orang kaya dan orang mampu.”

Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Mampu Mengaku Miskin

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fii Syarhil Minhaj, Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan: “Jika pemberian diwakilkan kepada orang lain, dan barang diberikan kepada orang yang tidak diizinkan oleh muwakkil, maka penerima barang harus menggantinya (dhaman).” Demikian juga seorang karyawan atau pekerja yang mengaku belum dibayar (diberi upah) padahal sudah dibayar. Kemudian orang tersebut diberi upah, maka pemberian tersebut tidak halal baginya.

Ulama Salaf Online

Hal ini dikarenakan dia telah berbohong sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar: “Jika seorang pekerja mengaku belum dibayar (diberi upah) secara bohong, kemudian ia pun diberi upah, maka ia tidak halal baginya untuk menerimanya dan ia tidak bisa memiliki upah tersebut.” 

Dengan kata lain orang yang mampu dan berada tetapi mengaku-ngaku miskin dengan tujuan medapatkan zakat dan kemudian ia mendapatkan zakat. Sesungguhnya zakat yang diterimanya menjadi barang yang haram bagi dirinya. Wallahu a’lam bish shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Warta, Tokoh Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Shalawat Rindu Bergema di Kampus UI

Depok, Ulama Salaf Online

Kamis (29/12), ada pemandangan yang tidak biasa di Masjid Ukhuwah Islamiyah (UI) Universitas Indonesia. Sore itu Masjid UI dipenuhi orang-orang berkerudung dan berpeci di ruang utama. Dengan khidmat mereka melantunkan syair-syair pujian karya Syaikh Ja’far Al Barzanji.

Pada hari itu Masjid UI sedang menjadi tuan rumah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tajuk Sholawat Rindu. Acara ini diinisiasi oleh gabungan PMII UI, KMNU UI, Asyraaf UI, dan Matan UI.

Shalawat Rindu Bergema di Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Rindu Bergema di Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Rindu Bergema di Kampus UI

Hadir dalam forum tersebut Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis, Ketua DKM Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Muhammad Luthfi dan Ketua Umum PBNU ke-4 KH Hasyim Muzadi.

Ulama Salaf Online

Dalam sambutannya, Muhammad Anis mengutip Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56. Ia menggarisbawahi tiga poin penting yang terangkum dalam ayat tersebut, yakni Allah yang memberikan rahmat kepada Nabi, Malaikat yang memintakan ampun untuk Nabi, dan anjuran berdoa bagi orang mukmin agar mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Anis berpesan kepada para hadirin untuk kembali mengingat pentingnya shalawat kepada Rasul. Selepas sambutan dari rektor UI, acara dilanjutkan dengan sesi mauidhah hasanah oleh KH Hasyim Muzadi.

Ulama Salaf Online

Kiai Hasyim menekankan kepada para hadirin untuk memosisikan Rasulullah sebagai pusat teladan. Ia juga mengingatkan bahwa intelektualitas yang tinggi tak selalu diiringi kepekaan rohani yang rendah. (Daniel/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh Ulama Salaf Online

Kamis, 28 Desember 2017

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Sukabumi,Ulama Salaf Online

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Kecamatan Bershalawat Nabi di alun-alun Masjid Agung Palabuhan Ratu, Senin (12/6) dengan tema "Anugerah Alam, Anugerah Shalawat".

Kegiatan yang disponsori Djarum Coklat tersebut juga menggelar buka puasa bersama dengan warga, para kiai, santri Palabuhan Ratu, bakti sosial berupa santunan anak yatim dan dhuafa, serta ceramah.

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukabumi Gelar Kecamatan Bershalawat Nabi

Ketua Pjs PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Nurodin, mengatakan, pemuda NU bekerja sama dengan Djarum Coklat berikhtiar mewujudkan bangsa yang hidup rukun, damai dan toleran di tengah-tengah masyarakat

Ulama Salaf Online

“Tentunya GP Ansor harus menjadi solusi dalam menghadapi cobaan yang menimpa bangsa ini,” katanya.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran itu, menurut Nurodin, diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan memperkuat Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang rahmatan lil alamin.

Ulama Salaf Online

“Di usia menginjak 84 tahun, GP Ansor hadir di Indonesia sebagai pengawal Islam kebangsaan Islam rahmatan lil alamin yang selalu menjaga NKRI,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dimeriahkan tim hadrah Rijalul Ansor Kabupaten Sukabumi dan tausyiah oleh KH Misbahuddin, dan juga doa tutup Rais Syuriah MWC NU yang juga Ketua MUI Kecamatan Palabuhan Ratu KH Useh Ahmad Ahwasi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Wilayah Fatayat NU DI Yogyakarta bekerja sama dengan King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID) mengadakan acara Lokakarya Pemudi Antariman dengan tema "Mengelola Keberagaman Agama bagi Pemudi Antariman Di Yogyakarta, Indonesia" pada 28-29 Agustus 2015 di Villa Mawar Asri, Kaliurang Barat, Kaliurang, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,.

Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia, yang hampir semua etnis dan agama dengan segala denominasinya, hidup dan berkembang. Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata, separuhnya hampir dihuni oleh anak muda yang datang dari berbagai penjuru Nusantara untuk belajar dan mengembangkan diri. Hal tersebut menyebabkan dinamika kehiduapan sosial, budaya dan agama sangat tinggi, dan pada gilirannya meningkatkan potensi konflik, bahkan bisa jadi merambat menjadi kekerasan di DIY. Hal itu sudah terbukti dalam empat tahun terakhir ini, kekerasan atas nama etnis dan agama semakin meningkat di Yogyakarta.

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Dalam rangka itulah, diperlukan intervensi untuk mengantisipasi dan memastikan kekerasan atas nama agama tidak terulang lagi, khususnya intervensi bagi para perempuan muda lintasagama. "Usia muda merupakan masa sangat produktif, para perempuan muda akan bereproduksi, merawat dan mendidik anak-anak dan juga berkarier dan mengembangkan diri di lingkungan dan tempat kerja mereka. Inilah alasan diadakannya acara loka karya." Kata Wiwin Siti Aminah, Ketua panitia sekaligus fasilitator dalam acara tersebut.

Ulama Salaf Online

Acara ini pun bertujuan memberikan kesempatan kepada para pemudi lintas iman untuk bertemu, mengenal satu sama lain dan berbagi pengetahuan serta pengalaman.? Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran mengenai realitas dinamika kemajemukan masyarakat dan pentingnya mengelola keberagaman agama dengan dialog sebagai sebuah kekuatan bersama dalam menciptakan perdamaian. Seperti penjelasan ketua Fatayat NU DIY, Mustaghfiroh Rahayu "selain itu, acara ini untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya peran perempuan dalam proses dialog antariman di Yogyakarta."

Acara ini tidak berhenti hanya pada lokakarya saja, namun ada tindak lanjut selama empat kali pertemuan serta mengadakan kunjungan di lima tempat yakni Pesantren, Vihara, Hare Krishna, Katolik Seminari, dan Gereja Kristen Jawa. PW Fatayat NU DIY berharap dengan kegiatan ini senafas dengan gerakan Islam Nusantara yang sedang menjadi pembahasan di kancah nasional maupun internasional. (Muyassaroh/Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Tokoh, RMI NU Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

Ustadz Hamid: Jangan Gampang Menyalahkan Sebelum Memahami

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Ustadz Abdul Hamid pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang diadakan rutin di kantor NU kabupaten Pringsewu, Ahad (16/08/15) menyampaikan pesan agar tidak gampang menyalahkan sebelum memahami persoalan secara menyeluruh dan mendalam. 

Ustadz Hamid: Jangan Gampang Menyalahkan Sebelum Memahami (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadz Hamid: Jangan Gampang Menyalahkan Sebelum Memahami (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadz Hamid: Jangan Gampang Menyalahkan Sebelum Memahami

Pesan ini disampaikan menyikapi fenomena di zaman sekarang ini banyak sekelompok golongan yang dengan gampang menyalah-nyalahkan amaliyah golongan lain.

Menurut Ustadz Hamid golongan ini sering memahami makna dari Al-Qur’an dan hadits secara tekstual saja. Padahal menurutnya, dalam memahami makna dari ayat Al-Qur’an dan hadits diperlukan pemahaman yang dalam, mencakup juga makna kontekstual berikut asbabun nuzul dan asbabul urutnya.

Ulama Salaf Online

Menurut Ustadz yang sedang menempuh pendidikan S3 di IAIN Radin Intan Lampung ini, pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an hendaknya tidak memotong-motong ayat. Hal ini karena banyak sekali ayat Al-Qur’an yang memiliki kaitan dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Sedangkan dalam memahami hadits, Ustadz Hamid mengatakan bahwa diperlukan pemahaman tentang sebab-sebab dan bagaimana hadits tersebut disampaikan oleh Nabi.

Hal senada juga disampaikan Mustasyar NU Pringsewu KH Sujadi yang memoderatori Jihad Pagi tersebut. Menurutnya, para ulama Nahdlatul Ulama tidak hanya mengkaji dan menyampaikan secara tekstual dalil dan hukum di dalam agama Islam. Banyak sekali yang menyampaikannya dengan langsung memberikan uswatun hasanah kepada umat.

Ulama Salaf Online

KH Sujadi mencontohkan bagaimana baru-baru ini KH Maimun Zubair memberikan uswatun hasanah dengan berdiri ketika dilantunkan lagu Indonesia Raya pada Muktamar ke-33 NU di Jombang walaupun kondisi beliau sedang menggunakan kursi roda. 

"Kemudian apakah ada dalil upacara kemerdekaan 17 Agustus? Apakah ada dalil menghormati bendera merah putih? Hal itu tidak harus diperdebatkan karena para ulama lebih tahu dengan mencontohkan yang terbaik kepada umatnya," terangnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh Ulama Salaf Online

Sabtu, 23 Desember 2017

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Tegal, Ulama Salaf Online - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai Said) menegaskan bahwa NU, masyarakat, dan Indonesia juga harus maju. Hal itu dikatakan Kiai Said saat menghadiri Halal Bihalal di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Kamis (20/7).

Kemajuan itu, kata Kiai Said, yakni maju di bidang agama, akhlak, ilmu religi, kultur, moral, kemanusiaan, dalam bahasa arabnya Tsaqafah. "Kalau masyarakat Tegal, warga NU, semuanya agamanya bagus, akhlaknya bagus, cerdas berpendidikan, namanya masyarakat itu telah maju di bidang tsaqafah," ujar Kiai Said.

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Yang kedua, lanjutnya, kemajuan dibidang ekonomi, tatanan kehidupan masyarakat, administrasi, manajemen, pembangunan fisik. "Kemajuan itu dalam bahasa arab namanya hadharah. Jika kedua-duanya maju, maka orang itu disebut tamaddun atau mutamadin. Sedangkan masyarakatnya disebut Madinah," jelasnya

Ulama Salaf Online

Menurut kiai kelahiran Cirebon itu, Warga NU masih bisa dibanggakan tsaqafahnya, agamanya, akhlaknya, moralnya bagus. Tetapi warga NU yang masih ketinggalan dibidang hadoroh, kesejahteraannya masih ketinggalan.

Ulama Salaf Online

"Masih banyak warga NU yang sangat-sangat miskin, sangat-sangat fakir, menyedihkan kalau kita lihat, masih banyak warga NU yang masih berpikir besok makan apa. Hari ini tidak makan, tapi besok makan apa? Ungkap Kiai Said

Fakir itu, kata Kiai Said, rezekinya ditentukan oleh tulang punggungnya. Kalau mau angkat-angkat dia bisa makan, kalau tidak angkat-angkat, maka tidak makan. "Kalau miskin punya sumber rezeki/gaji, punya masukkan tapi kurang mencukupi," terangnya

Oleh karena itu, bagaimana caranya agar agamanya maju, akhlaknya baik, pendidikannya maju, ekonominya juga maju.

"Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah berhasil 15 abad yang lalu membangun Madinah. Masyarakatnya? beriman, berakhlak, berbudaya, bermoral, dan sejahtera, tidak ada yang kelaparan. Maka negaranya namanya Madinah, karena masyarakatnya cukup sandang, pangan, papan, dan agamanya bagus," urai Kiai Said.

Ia menegaskan, tidak boleh ada orang atau sekelompok orang kaya sendiri, tidak boleh kenyang sendirian. Tidak boleh organisasi hanya memikirkan kepentingan organisasinya saja.

"Semua harus bekerja sama untuk mewujudkan itu. Kewajiban pemerintah bagaimana membangun kesehatan masyarakat, kesejahteraan, pendidikan dan lainnya agar maju semua. Negara maju bukan hanya ekonomi saja tapi juga pemerataan," imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman, sejumlah kiai, Pemuda Ansor, Banser dan ratusan warga Nahdliyin. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Makam, Tokoh Ulama Salaf Online

Rabu, 13 Desember 2017

Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat

Sumedang, Ulama Salaf Online. Janganlah sekali-kali memutuskan persaudaraan karena akan menghambat turunnya Rahmat Allah Swt. Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh dalam silaturahmi dan halal bihalal Lembaga Pendidikan Maarif Kabupaten Sumedang yang diselenggarakan di SMK Maarif 1 Sumedang, Sabtu (5/8).

Semua yang terjadi di dunia, itu karena Rahmat Allah Swt. Sapaya Rahmat Allah turun kepada kita maka persatuan harus tetap utuh dan jagalah persaudaraan. Ada beberapa hal yang harus dilaksanakan supaya persaudaraan tetap terjaga.

Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Putusnya Persaudaraan Jadi Penghambat Turunnya Rahmat

Pertama, sesama manusia tidak boleh saling mengejek karena siapa tahu yang diejek itu lebih baik dari daripada si pengejek. Kedua, jauhilah berburuk sangka. Ketiga, harus toleran, harus menyadari bahwa manusia diciptakan dalam berbagai suku, warna kulit, bentuk wajah, dan lain sebagainya. 

Keempat, jangan merasa paling beriman, paling berislam, dan paling bertaqwa. Dihadapan Allah Swt manusia itu sama kecuali taqwa yang membedakannya. Dan yang kelima yaitu manusia harus saling menghargai. 

“Kalau kelima sikap ini bisa dilaksanakan maka persaudaraan akan tetap terjaga dan Rahmat Allah akan turun,” kata Sadulloh. 

Ulama Salaf Online

Sementara Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang Cucu Suhayat mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ini merupakan agenda tahunan LP Maarif NU Sumedang. 

Karena halal bihalal ini bertepatan dengan tahun pelajaran baru, maka dalam susunan acara dimasukan agenda pembagian SK kepada 501 guru dari 43 sekolah yang ada di lingkungan LP Maarif NU Sumedang. Semoga LP Maarif NU Sumedang kedepanya bisa lebih maju lagi. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Tokoh, Santri Ulama Salaf Online

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

Kehadiran lailatul qadar ditunggu siapapun. Ia merupakan malam penuh berkah dan kemuliaan. Beribadah pada malam tersebut dianggap lebih baik ketimbang beribadah di bulan lain, sekalipun selama seribu bulan. Begitulah cara Allah SWT mengistimewakan malam ini.

Akan tetapi, tidak ada satupun yang mengetahui kapan waktu pasti kehadirannya. Kepastiannya dirahasiakan oleh Yang Maha Kuasa. Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa lailatul qadhar datang pada sepuluh hari akhir Ramadhan. Karenanya, Beliau SAW memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam tersebut.

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

‘Aisyah mengatakan, “Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Ulama Salaf Online

Hadits ini dijadikan Ibnu Bathal sebagai landasan bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan.

Sementara Abu Ishaq al-Syirazi, dalam kitabnya At-Tanbih menuliskannya sebagai berikut,

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Hal itu bukan berati lailatul qadar tidak terjadi pada malam genap atau sebelum sepuluh terakhir. Sangat mungkin lailatul qadar hadir di malam genap dan sebelum sepuluh terakhir.

Maka dari itu, usahakan beribadah sebanyak mungkin dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Bisa jadi satu dari sekian banyak ibadah yang kita kerjakan bertepatan dengan malam penuh kemuliaan itu.

Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan, “Siapa yang mendirikan (memperbanyak ibadah) pada malam lailatul qadar atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka dosanya diampuni, baik yang berlalu maupun yang akan datang.”

Hadits ini mengisyaratkan kita untuk terus-menerus dan menjaga konsistensi ibadah di bulan Ramadhan karena kita tidak tahu kapan datangnya lailatul qadar.

‘Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, andaikan aku bertemu lailatul qadar, do’a apa yang bagus dibaca? Rasul menjawab, ‘Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku),” (HR Ibnu Majah).

Lagi-lagi kita tidak tahu waktu pasti terjadinya lailatul qadar. Untuk itu do’a yang diajarkan Rasul ini sangat baik untuk dibaca pada terutama sepuluh malam terakhir Ramadhan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

Kairo, Ulama Salaf Online. Presiden Mesir Mohammad Mursi mengatakan bahwa negaranya sudah siap untuk memasuki era baru swasembada pangan.

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

Mursi menyatakan pernyataan itu di sela-sela pidato panen raya gandum yang digelar pada Rabu (15/5) kemarin di salah satu ladang petani di Provinsi Alexandria, Mesir Utara.

"Dalam empat tahun kedepan, Mesir akan menghentikan secara total impor gandum dari luar dan lebih mengandalkan produksi dalam negerinya. Mesir siap untuk memasuki era swasembada pangan," demikian kata Mursi sebagaimana dilansir kantor berita Russia Today edisi bahasa Arab (16/5).

Ulama Salaf Online

Meski tercatat sebagai negara yang subur dan hijau serta banyaknya produksi gandum, namun di zaman pemerintahan Mubarak atau pra-revolusi, Mesir justru tercatat sebagai negara pengimpor gandum terbesar di kawasan Timur Tengah. Mesir membeli dan mengimpor gandum didapatkan dari Amerika dan Israel.

Ditambahkan Mursi, produksi gandum di negaranya pada tahun ini terhitung mencapai angka 9,5 juta ton, meningkat 30 persen dari jumlah produksi di tahun sebelumnya.

Ulama Salaf Online

Dua tahun ke depan, kata Mursi, Mesir menargetkan dapat mencapai kuota produksi gandum sejumlah 12 juta ton. Angka ini berarti Mesir sudah mencukupi 80 persen kebutuhan gandum dalam negerinya.

"Dan empat tahun ke depan, Mesir secara total akan menghentikan impor gandum dari luar," sambung Mursi.

Dengan pencapaian angka produksi gandum yang mencapai 9,5 juta ton tahun inim Mesir berarti hanya akan mengimpor gandum sekitar 4 juta ton sampai 5 juta ton saja, padahal sebelum-sebelumnya impor gandum di Mesir mencapai 10 juta ton pertahun.

Penulis: Ahmad Ginanjar Sya’ban

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Tokoh, Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 23 November 2017

Pakai Batik Berarti Ikuti Jejak Nabi

Bandung, Ulama Salaf Online. Saya pernah menghadiri pengajian Wakil Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri di pengajian rutin komunitas Mata Air, di Jl Mangunsarkoro, Mentang, Jakarta, Rabu 26 Oktober 2011. Pengajian yang berlangsung pukul 19.30 ini dihadiri sekitar 40 orang peserta.?

Dalam pengajian itu, kiai yang akrab disapa Gus Mus itu memaparkan, dewasa ini, umat Indonesia cenderung mengenakan pakaian gaya Arab; berjubah putih, berserban, dan memelihara jenggot. Mereka menyangka, kata dia, yang demikian itu merupakan salah satu ittiba’ (mengikuti jejak) Nabi Muhammad.?

Pakai Batik Berarti Ikuti Jejak Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakai Batik Berarti Ikuti Jejak Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakai Batik Berarti Ikuti Jejak Nabi

“Mereka kira, pakaian yang mereka pakai itu pakaian Kanjeng Nabi. Padahal, jubah, serban, sekalian jenggotnya, itu bukan pakaian Kanjeng Nabi. Abu Jahal juga begitu, karena itu pakaian nasional (Arab),” ungkap kiai asal Rembang, Jawa Tengah ini.?

Ulama Salaf Online

Kiai kita ini menegaskan bahwa Kanjeng Nabi sangat menghormati tradisi tempat tinggalnya. Buktinya ia memakai pakaian Arab. Nabi tidak membikin pakaian sendiri untuk menunjukkan bahwa dia Rasulullah.?

“Seandainya, ini seandainya, kalau Rasulullah itu lahir di Texas, mungkin pake jeans,” ujar kiai yang pelukis dan penyair ini, disambut tawa hadirin, “Makanya Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), saya, make pakaian sini (Jawa); pake batik,” ujarnya sambil menunjuk baju yang dikenakannya: batik coklat motif bunga berbentuk limas berwarna hitam.?

“Ini, ittiba’ Kangjeng Nabi. Ya begini ini, bukan pake serban, berjenggot. Itu ittiba’ Abu Jahal juga bisa. Tergantung mukanya,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Gus Mus menegaskan, jadi, perbedaan antara Abu Jahal, Abu Lahab dengan Kanjeng Nabi adalah air mukanya. Kanjeng Nabi itu wajahnya tersenyum, Abu Jahal wajahnya sangar. Kalau ingin iitiba’ Kanjeng Nabi, pake serban pake jubah, wajah harus tersenyum.

Gus Mus lalu mengisahkan, pada zaman Nabi, kalau ada sahabatnya yang sumpek, mempunyai beban, ketemu Kanjeng Nabi, melihat wajahnya, hilang sumpeknya. “Sekarang ini, nggak. Pakaiannya aja yang sama. Kita nggak sumpek, nggak apa, lihat wajahnya malah sumpek,” pungkasnya.?

UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Peringatan Hari Batik Nasional melalui Penerbitan Kepres No 33, 17 November 2009. Selamat Hari Batik. (Abdullah Alawi)

?

Keterangan foto: Ratusan Muslimat NU sedang mengikuti pengajian rutin di gedung Kebersamaan Musmlimin milik Ranting NU Cimerah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka mengenakan batik.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Tokoh Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

Kenapa Merokok Batalkan Puasa?

Keisengan selalu muncul di waktu senggang. Pengasuh pesantren Gedongan Cirebon KH Mukhlas yang sudah sepuh itu hadir dalam pelantikan pengurus baru pelajar NU Cirebon. Acara pelantikan belum juga selesai. Padahal melantik tidak perlu makan waktu lama. Yang penting kan aksinya.

Dari sinilah keisengan muncul. Ia duduk di salah satu ruang di kantor PCNU Cirebon dikelilingi 3 santri. Entah berapa batang rokok berubah menjadi abu di tangannya.

Kenapa Merokok Batalkan Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Merokok Batalkan Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Merokok Batalkan Puasa?

Lalu seseorang datang menyapa mereka. Usai cium tangan, yang datang menawarkan kopi atau teh manis kepada sang kiai. Yang ditawarin menjawab sambil senyum, “Kula puasa (Saya puasa).” Yang menawarkan dan yang mendengar tahu kiai sedang tidak berpuasa. Ia lalu pamit menghilang entah ke mana.

Mereka lalu meneruskan perbincangan. Sambil mencabut sebatang rokok, Kiai meminta 3 santri di sekitarnya menjawab, “Kalian tahu kenapa rokok membatalkan puasa?”

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Mereka kaget menerima pertanyaan tak terduga. Salah seorang dari mereka mencoba menjawab sekenanya. Sementara lainnya meraba-raba ke mana maksud pertanyaan sang kiai.

Udut membatalaken puasa ya asape metu maning (Rokok membatalkan puasa karena asapnya keluar lagi). Lamun bli metu, ya wis bli pa pa (Coba kalau nggak keluar, ya puasanya tidak batal),” kata Kiai Mukhlas yang sebentar serius sebentar gurau itu.

Mendengar jawaban itu, keheningan ruangan pecah oleh derai tawa mereka. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Doa, Tokoh Ulama Salaf Online

Jumat, 17 November 2017

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

Jakarta, Ulama Salaf Online. Peringatan Hari Lahir atau Harlah ke-88 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Jum’at (31/1) malam, diliputi suasana duka menyusul wafatnya Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh pada Jum’at (24/1) lalu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memulai ceramahnya dengan berdoa dan mengenang pemimpin tertinggi NU itu.

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

“Kita bersyukur sekaligus berduka. Bersyukur karena NU saat ini bertambah usia. NU sudah berusia 88 tahun. Kita berduka karena baru saja kita ditinggal ole Rais Aam Almukarram Syekh KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,” kata Kiai Said.

KH Sahal Mahfudh adalah seorang yang alim, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih. Salah satu kitab monumental yang ditulis adalah Thariqatul Husul yang merupakan penjelasan dari kitab Ghayatul Wushul karya ulama Syafiiyah terkemuka, Syekh Zakariya Al-Anshari.

“Kitab? Ghayatul Wushul itu merupakan kitab ushul fiqh yang cukup sulit, namun Kiai Sahal melalui Thariqatul Husul membuat kitab Syekh Zakaria itu jadi mudah. Dan kitab itu ditulis Kiai Sahal pada saat berusia 24 tahun,” kata Kiai Said.

“Kealiman Kiai Sahal tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya sembari merinci tujuh kitab berbahasa Arab yang ditulis Kiai Sahal.

Ulama Salaf Online

Kiai Said melanjutkan, Kiai Sahal merupakan sosok yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang sangat kuat memegang prinsip. Bahasa kita, beliau itu sulit untuk dilobi,” kata Kiai Said di hadapan sekitar seribu warga Nahdliyin yang hadir yang memenuhi aula utama PBNU, termasuk sejumlah kader NU yang aktif di partai politik dan menduduki pos-pos penting di pemerintahan.

Tasyakuran Peringatan Harlah ke-88 didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para pendiri dan tokoh NU. Sejumlah keluarga pendiri dan tokoh NU hadir, antara lain, keluarga KH Hasyim As’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ma’shum, KH Zainul Arifin, KH Djamaluddin Malik, H. Asrul Sani, H Mahbub Djunaidi, dan KH Idham Chalid. (A. Khoirul Anam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Internasional, Ulama Ulama Salaf Online

Senin, 13 November 2017

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1436 dan antisipasi penyakit anthrax, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memperketat pengawasan lalu lintas ternak maupun hewan qurban. Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Probolinggo merupakan jalur lalu-lintas ternak dan produk hewan dari arah timur ke barat maupun sebaliknya.

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax (Sumber Gambar : Nu Online)
Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax (Sumber Gambar : Nu Online)

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Hj Endang Sri Wahyuni mengungkapkan, populasi ternak sapi potong Kabupaten Probolinggo menempati urutan ke-3 tertinggi se-Jawa Timur. Sehingga Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu tujuan pencarian ternak dari berbagai wilayah se-JawaTimur bahkan dari luar provinsi dan pulau.

“Dengan kondisi ini, tentunya akan membawa risiko masuknya penyakit hewan menular ke Kabupaten Probolinggo melalui lalu-lintas ternak dan produk hewan,” ungkapnya, Sabtu (19/9).

Ulama Salaf Online

Menurut Endang, pengawasan ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya penyakit hewan menular ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Terutama penyakit Zoonosis (penyakit hewan yang dapat menular kemanusia) serta mengendalikan populasi ternak di Kabupaten Probolinggo.

Ulama Salaf Online

“Selain itu, mengantisipasi peredaran daging/jerohan impor di pasar tradisional Kabupaten Probolinggo dan mencegah peredaran daging yang tidak Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di wilayah Kabupaten Probolinggo, terutama daging yang berasal dari pemotongan hewan qurban,” jelasnya.

Endang menjelaskan, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai anthrax yang disebabkan oleh bacteri Bacillus Anthracis. Di mana tanda-tandanya ternak mati mendadak dengan mengeluarkan darah hitam dari lubang alami (anus, alat kelamin, hidung, mulut, telinga), tetapi gejala klinis tidak terlihat.

“Penyakit ini dapat menular ke manusia jika kontak langsung dengan tanda-tanda, jika terkena kulit yang luka mengakibatkan borok. Jika masuk ke saluran napas menunjukkan gejala sesak nafas dan gagal napas selanjutnya mengakibatkan kematian. Dan jika masuk ke pencernaan mengakibatkan diare sampai kematian,” tegasnya.

Dalam rangka melakukan pengawasan ini, DPKH melaksanakan sosialisasi ke pengusaha peternakan, para pedagang, petugas pasar, kepala desa dan masyarakat luas dalam bentuk pertemuan, surat edaran, penyebaran leaflet, pemasangan spanduk dan poster.

“Di samping juga melaksanakan operasi lalu lintas bekerja sama dengan pihak Polres/Polresta, Dishub dan Satpol PP serta melaksanakan operasi di pasar hewan dan pasar tradisional serta pengawasan pelaksanaan kurban di tempat pemotongan hewan sementara,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Tokoh Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock