Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menghadiri ASEAN Labour Ministers Meeting on Occupational Safety and Health at the XXI World Congress On Safety and Health at Work 2017 (Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN  dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kongres Dunia ke-21 tentang K3 yang diadakan di Singapura pada 3-8 September 2017.

Acara Kongres Dunia tingkat ASEAN tentang K3 ini dihadiri oleh Menteri-menteri Tenaga Kerja negara-negara ASEAN yang terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.  

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

"Pertemuan tingkat Menteri ini untuk memperkuat komitmen dan kerja sama negara-negara ASEAN dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja," kata Menteri Hanif di Jakarta, Sabtu (2/9). 

Menteri Hanif mengatakan kerja sama  negara-negara ASEAN dalam penerapan standar K3 sangat penting karena setiap pekerja memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

"Oleh karena itu, dibutuhkan tekad kolektif ASEAN untuk mempercepat pengembangan K3 dan meningkatkan standar, kinerja dan kemampuan ASEAN melalui langkah-langkah untuk mengatasi risiko dan bahaya yang muncul di lingkungan bisnis dan teknologi baru yang berkembang," kata Hanif.

Ulama Salaf Online

Menteri Hanif menambahkan penerapan K3 di negara-negara kawasan ASEAN ini ditujukan juga untuk meningkatkan aspek perlindungan bagi para pekerja dan mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan 

(SDGs).

Ulama Salaf Online

"Penerapan standar K3 di kawasan ASEAN ini juga dapat memotivasi kita untuk mencapai Tujuan Pembangunan Ekonomi  Berkelanjutan pada tahun 2030 dan untuk menciptakan pekerjaan yang layak untuk semua," kata Hanif.

Kerangka kerja K3 yang kuat di kawasan ASEAN, kata Hanif akan memberikan landasan yang kuat dalam mendukung tujuan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN untuk mengangkat kualitas hidup masyarakatnya dengan menempatkan kesejahteraan mereka sebagai prioritasnya.

Dalam kunjungan kerja ke Singapura ini, Menteri Hanif juga diagendakan akan melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura untuk meninjau pelatihan TKI yang diselenggarakan KBRI Singapura 

Selain itu, Menteri Hanif diagendakan juga melakukan pertemuan bilateral dalam acara jamuan makan malam dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura dan melakukan kunjungan ke "Workforce" Singapura. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Santri, Berita Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Maret 2018

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Allah SWT sudah menentukan bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah diatur dan dibagi sesuai qodrat irodat-Nya. Manusia hanya berusaha untuk melakukan ikhtiar dan tawakkal terhadap ketentuan ini. Bentuk usaha tersebut dapat dilakukan dengan berdoa agar diberi yang terbaik oleh-Nya.

"Perlu dipahami bahwa pada dasarnya doa yang kita panjatkan tidak akan mempengaruhi apa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Itu adalah hak prerogratif-Nya dan kita harus menyadarinya jika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah SWT," demikian pernyataan Mustasyar MWCNU Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, KH Solikhin Thohir dalam Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Minggu (24/1).

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Lalu kenapa kita dianjurkan dalam Al-Quran untuk berdoa dan selalu mengharapkan ridho dari Allah SWT? "Kita ini makhluk yang lemah. Karena kelemahan itulah maka kita minta perlindungan dan pertolongan Allah dengan berdoa," lanjut alumni Pesantren Lirboyo Jawa Timur ini.

Ulama Salaf Online

Selain karena manusia makhluk yang lemah, berdoa juga merupakan sebuah perintah langsung dari Allah. Karenanya, maka prinsip kita adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Perkara hasil serahkan kepada-Nya," ujarnya.

Ulama Salaf Online

Tema tasawuf yang diangkat pada kesempatan tersebut mengingatkan segenap jamaah untuk menyadari bahwa Allah berkehendak untuk memberikan Rahmat-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan sebaliknya Allah juga berkehendak untuk mencabut rahmat dari orang yang diinginkannya.

Jadi, kata dia, jangan merasa Amal kita sudah baik dan diterima. Bisa jadi amal yang kita lakukan akan ditolak semua di akhir hidup kita. Dan juga jangan menganggap amal orang lain tidak baik karena bisa jadi mereka akan dirahmati Allah dengan husnul khotimah.

Oleh karenanya, Kiai Solihin mengajak jamaah untuk senantiasa berdoa agar kehidupan yang sedang dijalani ini bermuara kepada kondisi akhir yang husnul khotimah. "Mari sisa umur yang kita miliki digunakan untuk menuju keridoan-Nya. Segala yang di dunia ini bukan milik kita. Kita hanya mengaku-ngaku, tapi sebenarnya tidak memiliki. Semua akan kembali kepada Nya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Berita, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji

Brebes, Ulama Salaf Online. Meski bersuara lembut, Rifdah Khoerunnida tidak memanfaatkan suara emasnya untuk menyanyi, tetapi mengaji. Alhasil, dari lantunan suara merdu, dia keluar sebagai juara I Lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba itu digelar pada 14-16 April 2014 lalu di asrama haji Donohudan Solo.

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Rifdah, Tiada Hari Tanpa Mengaji

“Abah membimbingku untuk mengaji, bukan menyanyi,” tutur Rifdah yang kini duduk di bangku kelas VIII SMP N 2 Brebes, saat dihubungi Humas di ruang Kepala Sekolah setempat, Jumat (9/5).

Ulama Salaf Online

Gadis lincah kelahiran Brebes 16 April 2000 ini mengaku tiada hari tanpa mengaji. Ketika mengikuti MTQ tingkat kecamatan, dirinya langsung menggondol kejuaraan. “Sejak kelas V di MI Asyafiiyah Jatibarang, saya dapat juara,” kata Rifdah mengenang masa lalu.

Ulama Salaf Online

Tak heran, ketika menempuh pendidikan di SMP 2 Brebes, dirinya langsung mendapatkan juara di tingkat kabupaten dan provinsi. Di ajang Region Arts and Sains Olympiade (RASO)  2013, dia juga menjadi juara I kelas provinsi Jateng.

Putrid dari pasangan Abah Moh Muzakki dan Umi Musyarofah ini setiap hari berlatih di bawah bimbingan langsung dari Abahnya. Ia berlatih setiap hari di kediamannya di jalan Martapura I nomor 38 Kendawa Jatibarang.

Sedangkan di sekolah, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bersama rekan-rekannya. “Kebetulan, guru ekstrakurikuler MTQ Abahnya Rifda,” terang Kepala SMP N 2 Jatibarang Taufiq yang mendampingi wawancara.

Kata Taufiq, boleh jadi Rifdah memiliki bakat keturunan yang mengalir dari abahnya. Karena Moh Muzakki dulu juga pernah menjadi juara provinsi Jawa Tengah pada lomba MTQ. Taufiq menasihati agar Rifdah untuk optimis menekuni dunia tilawah. “Kamu hebat, Insya Allah ada jalan untuk mencapai cita-citamu,” kata Taufiq memberi semangat.

Menjelang FLS2N tingkat Nasional di Semarang pada 1-6 Juni 2014 mendatang, Rifdah berlatih tanpa henti. Ada pantangan yang tidak boleh dilanggar agar suaranya tetap jernih; tidak diperkenankan minum es dan makan goreng-gorengan.

“Tapi sama abah, saya dianjurkan makan buah-buahan yang banyak mengandung air,” kata Rifdah yang bercita-cita menjadi dokter.

Selain mempersiapkan FLS2N, ia juga mendapat tugas berat sebagai delegasi Jateng pada STQ tingkat Nasional di Batam Kepulauan Riau. “Pada even gerakan gemar mengaji di Batam nanti, saya mewakili Jawa Tengah pada Cabang Tahfidz Tilawah 1 Juz.”

Selain pandai mengaji, Rifdah juga lincah baris-berbaris. Karenanya, ia dipercaya sebagai wakil ketua ekstrakurikuler Paskibra. Ketika berlaga dalam Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat Karesidenan Pekalongan, ia lagi-lagi terpilih menjadi pengatur upacara terbaik.

Keberkahan pun mengalir ke Rifda. Setiap saat, ia diundang mengisi pembacaan kalam Ilahi di setiap pengajian umum baik di desa maupun di kabupaten. Pada acara zikir akbar peringatan Hardiknas satu contoh. Di situ, ia melantunkan ayat suci Al-Quran di hadapan bupati dan ribuan pengunjung.

“Ya, Alhamdulillah saya sering mendapat undangan qiro di pengajian,” pungkasnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, Syariah, Berita Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan

Sumenep, Ulama Salaf Online. Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan,puluhan aktivis GP Ansor Sumenep, Jumat (26/5) melakukan seruan marhaban ya Ramadhan. Aktivis yang menamakan dirinya Forum Silaturrahim Aliansi PAC GP Ansor Se-Sumenep ini membagi bagikan jadwal imsakiyah dimulai dari taman bunga menuju jalan protokol perempatan Sumenep.

Aksi simpatik ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya kemudian dilanjutkan dengan membagi bagikan jadwal imsakiyah kepada setiap pengendara yang lewat.

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Gelar Aksi Simpatik Ramadhan

Dalam pantauan dilapangan Santoso sebagai Ketua Forum Aliansi PAC (Forsi) sekaligus Koorlap mengatakan aksi ini sekaligus membagikan jadwal imsakiyah agar warga masyarakat Sumenep bisa menyambut dan menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan tepat waktu.

Ikut hadir dalam kegiatan ini PC GP Ansor Sumenep M. Muhri, Abdul Wasid, Rasidi, Mohammad Rasyid, Moh Sholeh dan puluhan aktivis GP Ansor dari berbagai kecamatan se Sumenep.

Ulama Salaf Online

Sattar Efendi selaku Sekretaris PAC GP Ansor Batuputih mengaku senang karena respon setiap pengendara yang lewat dan mendapat jadwal imsakiyah sangat antusias. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Berita, Tokoh, IMNU Ulama Salaf Online

Rabu, 24 Januari 2018

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional

Jakarta, Ulama Salaf Online. Industri pengolahan kopi menunjukkan kontribusi yang semakin meningkat bagi ekspor Indonesia. Pada tahun 2016, sektor ini mencatat angka ekspor USD 427,89 juta, atau meningkat sekitar 19% dari tahun 2015.

“Neraca perdagangan produk kopi olahan kita surplus USD 349,18 juta. Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor utama yaitu ASEAN, RRT, dan Uni Emirat Arab.” jelas Dirjen Industri Kecil Menengah Gati Wibawaningsih pada acara puncak Perayaan Hari Kopi Internasional, Ahad (1/10).

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional

Kementerian Perindustrian kembali menggelar perayaan Hari Kopi Internasional. Perayaan di tahun ke-3 ini diselenggarakan di Provinsi Lampung, salah satu daerah penghasil kopi robusta di Indonesia. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 29 September–1 Oktober 2017 ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri dan mendorong ekspor. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Perwakilan berbagai Kementerian, para duta besar negara sahabat, Perwakilan 17 Provinsi Penghasil Kopi, Asosiasi Kopi, Petani Kopi, serta Dinas dan Lembaga. Bertemakan “Kopi Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat”, acara ini dirancang untuk semakin memperkuat budaya minum kopi yang sudah mengakar sejak lama bagi masyarakat Indonesia. Perayaan hari kopi intrnasional juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri. 

Potensi Pengembangan industri kopi olahan dan kopi spesial di dalam negeri masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata masih sebesar 1,1 kg perkapita/tahun. Jumlah itu jauh dibawah negara-negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg,  Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun. 

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Panggah Susanto memaparkan, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi ditujukan untuk terus mengembangkan potensi pasar di dalam negeri. Beberapa program yang dikembangkan yaitu; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa (cupper), peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan terutama kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting. “Diharapkan di masa depan, Indonesia menjadi eksportir utama roasted bean di Asia dan dunia,” tutur Panggah

Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau sekitar 8 % dari produksi kopi dunia. Komposisi produksi kopi Indonesia adalah 72,84% kopi jenis robusta dan 27,16% kopi jenis arabika. “Kami optimistis bahwa pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia juga akan meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri secara signifikan,” paparnya.

Perayaan Hari Kopi Internasional merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Badan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Kementerian Perindustrian juga mengundang beberapa organisasi kopi untuk bertandang dalam acara tersebut. Seperti, Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Ekportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).

Ulama Salaf Online

Beragam acara ditampilkan mulai dari Workshop dan Pameran, Tur ke Perkebunan Kopi PT Nestle, Pertemuan Master Trainer, Pemilihan Duta Kopi, hingga acara minum kopi bersama. Kejuaraan Barista tingkat Nasional untuk kategori cup taste, manual brewing dan latte art juga digelar untuk mengapresiasi kemahiran para pecinta kopi. Selain dirayakan di Provinsi Lampung, perayaan Hari Kopi Internasional juga diadakan di tiga kota yaitu Batam, Pinrang, Badung dan Jakarta. Khusus di Jakarta, acara akan digelar dalam kegiatan Car Free Day. Di sana akan ada gerai kopi yang menawarkan petualangan mencicipi berbagai macam jenis kopi, sekaligus informasi kepada para pengunjung untuk akses permodalan kedai kopi.

“Perhatian dan dukungan seluruh pihak terkait kami harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku rantai nilai perkopian Indonesia mulai dari petani, industri sampai penyedia jasa retail kopi dan konsumen,” tutup Gati.(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Berita Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

Memahami Makna Sujud

"Wasjud Waqtarib" demikianlah Allah swt menutup firmannya dalam surat al-Alaq. Suatu statemen yang tegas dan gamblang. Bahwa sujud merupakan wahana paling efesien untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Memang secara psiklogis sujud memiliki nilai lebih dibandingkan dengan rukun shalat yang lain. Karena ketika sujud posisi seseorang benar-benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Sang Khaliq. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi bagian paling istimewa dalam tubuh manusia dan tempat bersemayamnya pancaindera. Juga anggota tubuh yang paling dimuliakan oleh manusia, tiba-tiba diposisikan begitu rendahnya hingga rata dengan tanah, tempat kaki berpijak.

Sebenarnya sujud menjadi wahana intim antara hamba dengan Allah swt. Pada saat itulah mereka merasakan ke-hinaannya dan sekaligus ke-agungan Allah swt. Begitulah yang diisyaratkan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Makna Sujud

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt adalah ketika (hamba tersebut) sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika sujud.

Oleh karena sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim, maka dianjurkan ketika bersujud untuk memperbanyak doa.

Ulama Salaf Online

Demi mengkondisikan kehinaan dirinya sebagai hamba dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz selalu sujud di atas tanah. Sehingga kulit jidatnya bertemu langsung dengan tanah dan hidungnya dapat mencium bumi.rdo

Kehinaan seorang hamba ketika bersujud tidaklah sia-sia, karena Allah swt berjanji akan menaikkan derajat orang tersebut dan sujud itu akan menyingkirkan berbagai macam keburukan darinya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ulama Salaf Online

Dengan kata lain sujud juga dapat menjadi salah satu terapi menghindarkan diri dari berbagai keburukan dan kemaksiatan, sebagaimana shalat dapat mencegah diri dari kekejian dan kemungkaran.

Begitu pentingnya makna sujud sehingga Rasulullah saw pernah berwasiat kepada salah satu sahabatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? "? ? ?". Bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, "doakanlah aku agar dapat menjadi orang yang menerima syafaatmu (di hari kiamat) dan mendapatkan rizqi dengan menemanimu di surga" kemudian Rasulullah saw menjawab "maka aku perintahkan untuk memperbanyak sujud"

Sebagai bukti penguat betapa pentingnya sujud adalah cerita penderitaan setan ketika seseorang melakukan sujud tilawah (sujud yang diperintahkan ketika membaca ayat tertentu dalam al-quran). maka setanpun berkata "sungguh beruntung hamba ini yang diperinthakn bersujud, kemudian ia bersujud. Maka surge akan menjadi bagiannya. Dan sungguh celaka diriku ini (setan) yang diperintahkan sujud, tetapi malah membangkang. Maka aku akan kebagian neraka.

Redaktur: Ulil Hadrawy.



. Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Kajian, Berita Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Jakarta, Ulama Salaf Online. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengaku gembira dengan umat Islam Tanah Air yang dalam dekade terakhir aktif memperingati tahun baru dalam kalender hijriyah. Menurut dia, ini adalah momentum terbaik bagi evaluasi diri (muhasabah).

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Kiai Malik menyampaikan hal tersebut dalam program rutin Bincang Tentang NU (Bintang NU) Radio NU yang disiarkan secara online di radio.nu.or.id, Senin (4/10), pukul 10.00 WIB.

“Dan muhasabah ini diungkapkan dalam bahasa yang sangat indah oleh Sayyidina Umar bin Khattab: hasibu anfusakum qabla an tuhasabu. Wazinuha qabla an tuzanu. Lakukanlah perhitungan terhadap dirimu sebelum pihak lain menghitungmu. Timbanglah dirimu sebelum pihak lain, terutama Allah, menimbangmu,” katanya.

Ulama Salaf Online

Kiai asal Madura ini lalu mengutip pernyataan Imam al-Ghazali yang? berbunyi, “Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun (Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka)."

Menurut Kiai Malik, pertambahan tahun memberi beban kepada setiap manusia untuk berupaya lebih baik. Hal itu pula yang sedang diusahakan NU sebagai ormas sosial keagamaan dengan melakukan koreksi diri dan peningkatan kerja kelembagaan.

Ulama Salaf Online

“Kita merangsang lembaga, lajnah, dan banom (badan otonom) untuk meningkatkan kiprahnya di bidang sosial itu juga agar ke depan secara lebih baik,” ujarnya.

Pada tahun 1435 hijriyah kali ini, lanjut Kiai Malik, tantangan menjadi kian besar karena menjelang musim politik 2014. Warga NU diuji idealismenya untuk tidak tergoda dengan kepentingan-kepentingan pragmatis yang dapat merugikan organisasi, bahkan Indonesia secara umum. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Berita Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Banyuwangi, Ulama Salaf Online - Salah seorang ulama Nusantara yang terkemuka pada akhir abad XIX di Haramain adalah Syekh Nahrawi Al-Banyumasi. Ia adalah guru besar di Masjidil Haram yang semasa dengan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syekh Mahfudz Termas.

Ulama asal Banyumas ini juga merupakan guru pendiri NU KH Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan semasa keduanya belajar di Mekkah.

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Sayangnya, kiprah Syekh Nahrawi yang cukup masyhur pada masanya itu, laksana hilang terkubur pada masa kini. Tak banyak catatan yang menulis tentang biografinya atau karya-karyanya.

Ulama Salaf Online

Direktur Islam Nusantara Center (ICN) Ahmad Ginanjar Syaban dalam bukunya yang terbaru, Mahakarya Islam Nusantara (2017), hingga saat ini, masih belum menemukan karya intelektual Syekh Nahrawi.

Amirul Ulum, salah seorang penulis biografi ulama Nusantara, juga tak mencantumkan satu judul pun karya Syekh Nahrawi saat mengupas biografinya. Dalam bukunya, Ulama-Ulama Aswaja Nusantara yang Berpengaruh di Negeri Hijaz (2015), ia hanya menulis tentang Syekh Nahrawi sebagai guru besar di Masjidil Haram dan mursyid tarekat Syadiliyah. Tak disinggung sedikitpun tentang karyanya.

Di tengah "hilangnya" jejak intelektual putra KH Harja Muhammad itu, Komunitas Pegon berhasil menemukan sebuah karya intelektual Syekh Nahrawi. Komunitas yang bergerak di dalam mendokumentasi dan memublikasi sejarah pesantren dan NU di Banyuwangi itu, menemukannya dari koleksi kitab KH. Abdullah Faqih, Cemoro, Songgon.

Ulama Salaf Online

"Kami menemukannya saat memeriksa empat kardus dari tujuh kardus kitab peninggalan Kiai Faqih Cemoro," kata Koordinator Komunitas Pegon Ayung Notonegoro saat ditemui di markasnya yang berada di kompleks Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (10/7).

Kitab langka ini, terang Ayung, merupakan catatan (ta‘liq) dari Risalah Istiarat karya Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan al-Makki, salah seorang mufti Mekkah dari madzab Syafi’iyah yang menjadi guru para ulama besar di Indonesia. Termasuk juga Syekh Nahrawi sendiri. "Kitabnya hanya terdiri dari 8 halaman," tutur Ayung.

Kitab ini, diterbitkan oleh Mathbaah Taraqi Al-Majidiyah al-Utsmaniyah di Mekkah pada 1331 H atau sekitar 1912 M. Penerbit ini, dikenal sebagai pencetak utama karya-karya ulama Nusantara di Mekkah yang dimiliki oleh adik ipar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. "Di dalamnya tidak ada keterangan kapan Syekh Nahrawi memulai ataupun menyelesaikan karyanya tersebut," kata Ayung.

Dengan penemuan kitab langka ini di Banyuwangi, Ayung meyakini bahwa keterlibatan ulama-ulama Banyuwangi pada awal abad ke-20 telah berjejaring dengan ulama lainnya. Tidak hanya di Nusantara, tapi juga di dunia.

"Banyak sebenarnya, kiai-kiai Banyuwangi pada masa awal abad ke-20 yang telah berjejaring dengan ulama-ulama besar Nusantara, bahkan hingga ke Haramain. Selain Kiai Faqih, ada juga Kiai Saleh Lateng, Kiai Syamsuri Singonegaran dan juga Kiai Manan Berasan," jelasnya.

Tetapi, keluh Ayung, kiprah para kiai Banyuwangi tersebut tak banyak terungkaps sehingga kiprah kiai Banyuwangi seolah tak ada dalam perbincangan khazanah Islam Nusantara di Indonesia.

"Atas keprihatinan ini, kami menginisiasi Komunitas Pegon," pungkasnya. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Nahdlatul, Tegal Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Bojonegoro, Ulama Salaf Online. Badan Student Crisis Center (BSCC) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menggelar pelatihan kader, di gedung Lemdikacab Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/5/2013). Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan nalar kritis kader NU di Bojonegoro.

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Acara yang diikuti 40 orang itu dikemas secara menarik, diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad (3-5/5/2013). Dengan mengambil tema Membangun kapasitas dalam mengawal pendidikan berkualitas.

Ada beberapa materi yang disampaikan seperti halnya advokasi, teknik investigasi, studi kasus, manajemen aksi, kajian kebijakan publik. Serta pengembangan kapasitas, analisis aktor dan juga kajian tentang kebijakan pendidikan nasional.

Ulama Salaf Online

Ketua panitia penyelenggara, Ainun Najib mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas nalar dan intelektual pelajar dalam menghadapi perubahan sosial di masyarakat.

"Diharapkan kader NU mampu mengidentifikasi problematika pelajar-pelajar serta menyelesaikannya," ujarnya kepada Ulama Salaf Online, Sabtu (4/5/2013).

Ulama Salaf Online

Menurutnya, selama ini dunia pendidikan mengalami banyak permasalahan yang harus bisa diidentifikasi. Seperti halnya kurikulum pendidikan nasional yang berubah-ubah, sistem pendidikan nasional yang belum matang dan beberapa persoalan pendidikan lainnya.

"Segala permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus segera dicarikan solusinya," terangnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Bojonegoro Misbakhul Munir mengharapkan, pasca pelatihan ini mampu mencetak kader NU di Bojonegoro yang konsisten dan komitmen menyikapi pendidikan. Dengan persoalan dan permasalahan didalamnya.

Segela keluhan pelajar lanjut Kak Bah sapaan akrabnya, bisa ditangani IPNU Bojonegoro. "Mengawal kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Bojonegoro," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Nahdlatul Ulama, Meme Islam Ulama Salaf Online

Senin, 18 Desember 2017

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Gunungan wayang merupakan salah satu simbol kebudayaan Jawa dan Keraton Yogyakarta. Sebab itu, ikon yang terdapat wayang kulit itu juga menghiasi pembukaan ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) itu digunakan untuk membuka kegiatan.

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabut Gunungan Wayang, Menag Buka Aksioma dan KSM 2017

Dalam pembukaan yang diikuti oleh sekitar 12.000 hadirin yang memenuhi tribun stadion Mandala Krida itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mencabut gunungan wayang sebagai tanda dibukanya kegiatan Aksioma-KSM. Lalu ia memberikannya kepada Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.

Dalam sambutan sebelum membuka acara, Lukman mendorong agar siswa madrasah bisa menjadi bagian dari kemajuan zaman. Untuk menjawab semua itu, kompetisi seni dan sains digelar setiap tahunnya.

Menurut Menang, siswa madrasah harus memperkuat nilai, naik yang bersifat akademik maupun akhlak. Kecerdasan tersebut akan mengantarkan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik dalam menghadapi zaman yang semakin maju.

Ulama Salaf Online

"Ini bagian dari pembelaan nusa dan bangsa," tegas Menag di hadapan sekitar 1178 kontingen dari 34 Provinsi, Senin (7/8). Selain Aksioma dan KSM, juga diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Madrasah Expo.

Selain para pejabat Kementerian Agama lintas eselon, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Paduka Paku Alam X juga hadir untuk mewakili Gubernur Sri Sultan Hamengku Bowono yang berhalangan hadir.

Ulama Salaf Online

?

Acara pembukaan juga dimeriahkan sejumlah pentas seni dan budaya yang dibawakan langsung oleh para siswa madrasah. Di antara penampilan mereka ialah, tari kolosal, peragaan pakaian daerah dari 34 provinsi, dan pagelaran wayang kulit dengan dalang cilik Fahri Shodiq dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul, Yogyakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Syariah Ulama Salaf Online

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

Bandung, Ulama Salaf Online 

Persatuan Guru Nahdlatul Uama (Pergunu) bekerjasama dengan Universitas Islam Nusantara (Uninus) memberikan beasiswa pascasarjana S2 dan S3 bagi guru-guru NU kuliah di Uninus. Beasiswa tersebut berbentuk parsial, sehingga para guru NU hanya membayar 50 persen dari biaya kuliahnya.

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

"Beasiswa ini dimulai pada masa perkuliahan tahun akademik 2016-2017 dengan jumlah mahasiswa S2 PAI sebanyak 87 orang, S2 Manajemen Pendidikan sebanyak 47 orang dan S3 Ilmu Pendidikan sebanyak 37 orang," papar Ketua PP Pergunu H Saepuloh, di ruang kerjanya, Kamis (20/9).

Saepuloh mengatakan untuk tahun akademik 2017-2018 beasiswa diraih oleh 104 orang untuk S2 PAI. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya.

Ulama Salaf Online

"Sedangkan untuk S2 Manajemen Pendidikan dan S3 Ilmu Pendidikan masih dalam tahap seleksi dan akan diumumkan dalam waktu secepatnya," tambahnya.

Terkait persyaratan mendapatkan beasiswa tersebut, Saepuloh menjelaskan calon mahasiswa penerima beasiswa harus mempunyai kartu tanda anggota (KTA) Pergunu, rekomendasi dari PW Pergunu, dan lolos seleksi akademik di Uninus.

Selain dengan Uninus, Pergunu juga menjalin kerja sama dengan Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto memberikan beasiswa penuh untuk program S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam.

"Beasiswa S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam di Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), ini beasiswa full yang meliputi biaya kuliah, uang makan, asrama, dan pengajian di pondok pesantren," tutur Saepuloh

Beasiswa mahasiswa IKHAC diberikan kepada 68 orang guru NU perwakilan dari semua provinsi, dengan ketentuan mendapatkan rekomendasi dari PW Pergunu atau PWNU serta siap tinggal di Pondok Pesantren Amanatul Ummah selama mengikuti pendidikan. (Awis Saepuloh/Kendi Setiawan)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Sejarah, Berita Ulama Salaf Online

Rabu, 06 Desember 2017

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan dan silaturrahim elit pengurus Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sore ini, Jumat (8/1) di Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164.

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU

Kedatangan elit partai pemenang pemilu 2014 itu dalam rangka mengundang secara khusus Ketua Umum dan Sekjend PBNU ke acara Rakernas dan Harlah PDI-P pada tanggal 10 Januari 2016 di JJC Kemayoran Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa ada banyak kesamaan visi antara PBNU dengan PDIP terutama yang menyangkut pendampingan wong cilik dan program-program kerakyatan.

Ulama Salaf Online

“PDIP memiliki visi memberdayakan rakyat kecil dan itu sejalan dengan visi NU yang sangat peduli pada rakyat kecil,” tandas Hasto.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menceritakan, ia telah melaporkan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri soal dirinya yang bergabung dalam kepengurusan LAZISNU periode 2015-2020 ini. Menanggapi hal itu Megawati sangat berbahagia dan mendukung sepenuhnya.

Sementara itu dalam sambutannya KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa PDIP sebagai partai penguasa hendaknya harus terus bersinergi dengan ormas-ormas yang ada untuk urusan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta itu juga banyak memberi masukan soal keadaan terkini dunia Islam terutama soal kondisi konflik yang mendera negara-negara teluk di kawasan Timur Tengah.

“Di saat negara-negara teluk berkonflik, kita di Indoenesia harus memberi contoh, bahkan harus siap memediasi,” tandas Kang Said.

Lebih Lanjut, Sekjen HA Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa Indonesia sangat siap untuk menjadi juru damai dan mediator konflik yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran ini.

“Kita sangat siap untuk menjadi juru damai konflik negara-negara teluk yang sangat meresahkan itu. Kedua negara baik Iran mapun Arab Saudi adalah representasi negara Islam. Jadi sebagai sesama muslim kita siap membantu mengatasi konflik,” ujar Kang Helmy.

Selain KH Said Aqil Siroj dan H Helmy Faishal Zaini, hadir juga Bendum PBNU, Bina Suhendra, Wasekjen PBNU H Imam Pituduh, dan H Ishfah Abidal Aziz.

Sementara dari pihak PDIP rombongan terdiri dari Sekjen Hasto Kristiyanto, Wasekjen Ahmad Basarah serta beberapa pengurus harian lainnya. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Doa, Makam, Berita Ulama Salaf Online

Rabu, 22 November 2017

Seminar Internasional Islam Nusantara Awali Konfercab NU Belanda

Amsterdam, Ulama Salaf Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda hari ini, Senin (27/3), membuka konferensi cabang (konfercab) dengan seminar internasional tentang Islam Nusantara.

Seminar Internasional  Islam Nusantara Awali Konfercab NU Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Seminar Internasional Islam Nusantara Awali Konfercab NU Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Seminar Internasional Islam Nusantara Awali Konfercab NU Belanda

Konferensi bertema Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: from Local Relevance to Global Significance ini berlangsung di kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, pukul 10.00 hingga 17.00 waktu setempat.

"Sejak Islam Nusantara menjadi tema di Muktamar Jombang tahun 2015, ini seminar pertama Islam Nusantara yang dilakukan elemen NU di luar negeri," ungkap panitia seminar, Muhammad Shohib kepada Hamzah Sahal di Amsterdam, Ahad (26/3).

Ulama Salaf Online

Seminar internasional ini, kata Shohib, adalah "mandat kultural" PBNU bagi orang atau komunitas NU yang tinggal di luar negeri. "Tapi bagi kami pengurus cabang istimewa syiar Islam Nusantara ke dunia adalah mandat institusional, atau wajib. Sebab, PCI NU bagian dari struktur Nahdlatul Ulama," tambahnya.

Ulama Salaf Online

Senada dengan Shohib, Ahmad Dakhoir dari IAIN Palangkaraya mengatakan bahwa seminar ini menjadi pionir gerakan Islam tradisional Indonesia di dunia internasional. Tapi di sisi lain juga menjadi kelanjutan dari gerakan ulama-ulama Indonesia yang telah lama berkiprah di dunia, khususnya Timur Tengah.

"Seminar ini kampanye penting tentang Islam di Indonesia yang muktikultural. Topik yang diangkat betul-betul Indonesia yang relevan untuk dunia, khususnya kehidupan beragama," tambah Dakhoir yang ke Belanda untuk membimbing dua mahasiswanya yang akan presentasi dalam seminar tersebut. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Nahdlatul, Aswaja Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS

Tulungagung, Ulama Salaf Online. Ratusan anggota Banser Tulungagung terus merapatkan barisan untuk mempersempit ruang gerak kelompok radikal ISIS. Mereka mendapat bimbingan intensif dari Banser Nasional dalam menjaga NKRI di kantor GP Ansor Tulungagung jalan Sentot Prawirodirjo, Tulungagung, Kamis (30/4).

“Salah satu gerakan radikal yang dibangun ISIS adalah ingin memecah belah persatuan bangsa Indonesia,’ kata Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser Alfa Isnaeni yang hadir di tengah-tengah ratusan kader Banser tersebut.

Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tulungagung Hadang Gerakan ISIS

Penolakan dan penentangan kelompok ISIS terhadap Pancasila sebagai dasar negara RI menjadi salah satu indikasi kelompok ini sebagai gerombolan pemecah-belah persatuan bangsa. “Selama ini, bangsa Indonesia dapat bersatu dan besar karena memiliki kesamaan pemahaman antarsuku, yakni percaya Pancasila adalah dasar Negara Indonesia,’’ kata mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur ini.

Ulama Salaf Online

Dalam agenda gemblengan kader Banser ini, Alfa Isnaeni meminta anggota Banser sebagai salah satu banom ormas NU untuk benar-benar solid. “Kader Banser jangan hanya sebagai jamaah, namun harus bisa menjadi jamiyah Banser yang benar-benar mempu memberikan kotribusi riil terhadap pembangunan generasi muda,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Hadir pada agenda yang dibarengi dengan peringatan Rojabiyah ini, Wakil Syuriyah PCNU Jawa Timur KH Hadi Muhammad Mahfud. Pengasuh pesantren Al-Hikmah Mlanten itu berpesan agar kader Banser jangan hanya terlena mengurusi isu-isu. Namun, dalam urusan konsolidasi organisasi harus tetap solid.

“Banser harus tetap solid untuk ikut andil dan berkontribusi dalam pembangunan,’’ katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama, Berita Ulama Salaf Online

Sabtu, 18 November 2017

KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu

Jakarta, Ulama Salaf Online. Penetapan dan penahanan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjadi tragedi menyedihkan bagi perempuan Indonesia terutama bagi mereka yang berkiprah di politik. Peristiwa itu sekaligus menjadi kado yang menyedihkan di Hari Ibu yang diperingati pada 22 Desember.

Penilaian itu diungkapkan Ketua Korps PMII Putri Jawa Timur (KOPRI) Athik Hidayatul Ummah, kepada wartawan, di Jakarta, Ahad (22/12).

KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

KOPRI Jatim: Kasus Atut Tragedi Menyedihkan di Hari Ibu

“Hari ini, sebenarnya hari yang bersejarah bagi perjuangan kaum perempuan. Sungguh disayangkan, Atut jadi tersangka kasus korupsi. Ini tragedi yang menyedihkan,” katanya.

Ulama Salaf Online

Apalagi, menurutnya, Atut hingga kini tercatat sebagai satu-satunya perempuan yang bisa menduduki jabatan Gubenur di tanah air. “Betapa sulitnya perempuan bisa menjadi Gubernur. Di banyak tempat termasuk Jatim, tokoh perempuan gagal menjadi gubernur. Sama beratnya dengan perjuangan para caleg perempuan untuk duduk di kursi legislatif,” katanya.

Lebih menyakitkan lagi, kata Athik, kasus yang menimpa Atut, telah menambah daftar politisi perempuan yang bermasalah dengan kasus hukum. Sebelum Atut, Angelina Sondakh dan Wa Ode Nurhayati telah terlebih dahulu masuk bui dengan kasus yang sama.

Ulama Salaf Online

Mereka ini adalah korban pragmatisme politik dan demokrasi transaksional yang merusak tatanan. Tapi apa boleh buat korupsi harus tetap diberantas,” jelas aktivis perempuan muda ini.

Meski demikian, kasus yang menimpa Atut, Angelina Sondakh dan Wa Ode Nurhayati, jangan sampai menyurutkan langkah para perempuan Indonesia untuk terus berkiprah di jalur politik. Justru kasus yang menimpa mereka, bisa menjadi bahan renungan dan pelajaran agar ke depan lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil kebijakan.

Perempuan-perempuan potensial Indonesia tak boleh surut semangat untuk terus memperjuangkan nasib perempuan. Nasib perempuan akan semakin baik, jika banyak kaum perempuan menduduki jabatan strategis dalam pengambilan kebijakan,” jelas alumni Universitas Negeri Malang.

Ia meyakinkan, masih banyak perempuan Indonesia yang amanah dan layak menempati jabatan-jabatan penting. Kita tidak boleh melakukan generalisasi. Kasus yang terjadi adalah ujian bagi kaum perempuan. Masih banyak tokoh perempuan yang menjadi inspirasi bagi para generasi muda.

Lebih lanjut ia mengatakan, bagi kaum ibu yang berkiprah dalam ranah domistik keluarga, kasus yang menimpa para figur politisi perempuan itu patut menjadi bahan pelajaran di mana pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari keluarga sejak dini.

Sejak dini, anak-anak perlu dibekali pendidikan antikorupsi. Ini bahan refleksi berharga di tengah perayaan Hari Ibu yang sedang diperingati secara nasional, pungkasnya. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Internasional Ulama Salaf Online

Kamis, 16 November 2017

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

Banyumas, Ulama Salaf Online - Orang pintar memiliki harga yang tinggi. Untuk meraih harga yang tinggi, seseorang harus rajin membaca. Suka membaca adalah syarat orang menjadi pintar.

Demikian diungkapkan oleh sastrawan Ahmad Tohari dalam acara Gerakan Budaya Baca Masyarakat Banyumas (Gebyarmas) yang diadakan oleh Fokus Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Banyumas, di Kampus IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, Ahad (7/5).

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

"Menteri luar negeri pertama Indonesia, Agus Salim. Dia bukan dari kalangan sekolah tinggi, tapi menguasai tujuh bahasa, belajar secara otodidak," kata pria asal Jatilawang, Kabupaten Banyumas ini.

Ulama Salaf Online

Ahmad Tohari mengajak masyarakat untuk gemar membaca agar berpengetahuan luas. Sebab kurangnya pengetahuan, menurutnya, merupakan salah satu faktor orang kecil harganya.

Ulama Salaf Online

"Kalau kurang membaca, meski dia sarjana, pasti jadi sarjana yang pas-pasan, harganya umum atau rata-rata," lanjutnya.

Selain itu, Ahmad Tohari juga menyoroti orang yang berpenghasilan pas-pasan tapi maniak rokok. "Seandainya uangnya buat membeli buku, itu investasi pengetahuan, memodali ilmu pengetahuan," tadasnya.

Tohari juga berpesan kepada generasi muda untuk menggunakan teknologi informasi yang telah maju sebagi alat untuk melakukan pengembangan diri. Sedangkan bagi orang tua diharapkan bisa mencukupi kebutuhan bacaan anak-anak mulai sejak dini. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Halaqoh Ulama Salaf Online

Kamis, 09 November 2017

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Syech KH Ali Akbar Marbun lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Medan.

Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun (Alm) dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan (meninggal pada usia 105 tahun) adalah petani dan orang yang taat beragama Islam.

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis.

Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Mekkah untuk belajar. Syekh Ali banyak belajar dari ulama-ulama Sunni di Mekkah, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar.

Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Kiai Ulama Salaf Online

Selasa, 10 Oktober 2017

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal

Jakarta, Ulama Salaf Online. Advokat Syariah Mustolih Siradj turut menjadi pembicara pada acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) yang diadakan oleh Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di Blue Sky Hotel Jakarta Pusat, Rabu (29/12).

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal

Menurutnya, hari ini kalau berbicara tentang uang, ada 3 aspek yang bisa mendapatkan uang segar dan cash, mendatangkan kran uang besar. Pertama, lembaga zakat, infaq, dan shodaqoh; kedua, Corporate Social Responsibility (CSR); dan ketiga, dana bencana.

Mustolih mengingatkan kepada masyarakat bahwa hari ini masih banyak lembaga amil zakat yg tidak memiliki izin atau ilegal.?

“Sedikitnya ada 4 lembaga besar yang tercatat dan masuk dalam kategori sebagai lembaga pengelola zakat ilegal,” ujarnya tanpa menyebutkan secara jelas 4 lembaga tersebut.

Pentingnya mempunyai izin karena terdapat ancaman bagi pengelola zakat yang ilegal. “Barang siapa yang mengelola zakat tanpa ada izin. Maka bisa terkena pidana 1 tahun,” tegasnya

Ulama Salaf Online

“Kalau LAZISNU sih sudah punya izin,” katanya diikuti tepuk tangan peserta.

Ulama Salaf Online

Hadir pada acara yang bertemakan Penguatan Filantropi Islam Nusantara berjumlah 38 peserta sebagai perwakilan dari lembaga-lembaga dan banom-banom Nahdlatul Ulama. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Kyai, Berita Ulama Salaf Online

Rabu, 04 Oktober 2017

Muslimat NU, Banom Terbaik Nahdlatul Ulama

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf menilai Muslimat NU sebagai organisasi di bawah naungan NU yang paling menonjol. Dengan kepemimpinan yang solid, Muslimat NU mendorong perubahan di tengah masyarakat dalam pelbagai bidang.

Muslimat NU, Banom Terbaik Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU, Banom Terbaik Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU, Banom Terbaik Nahdlatul Ulama

Demikian dikatakan H Slamet Effendi dalam malam Ta’aruf Muslimat NU bersama Gubernur DKI Jakarta Ir H Joko Widodo di Gedung Serba Guna 2 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Selasa (27/5).

“Muslimat NU ini luar biasa kompak. Di bawah kepemimpinan Hj Khofifah, Muslimat NU bisa menggerakan ribuan kader dari seluruh Indonesia untuk hadir dalam Rakernas ini. Dari 25 lembaga, lajnah, dan banom NU, Muslimat adalah yang terbaik,” kata Slamet.

Ulama Salaf Online

Slamet juga menilai seluruh program Muslimat NU di bidang pendidikan, koperasi, majelis taklim, da’iyah, yayasan haji, dan lain-lain mampu berjalan baik di seluruh Indonesia. Ia mendorong kesungguhan peserta dalam mengikuti jalannya Rakernas dan Mukernas Muslimat NU.

Ulama Salaf Online

Hal ini dimaksudkan agar derap langkah Muslimat NU terus maju searah dengan kemajuan bangsa Indonesia, khususnya bagi wanita Islam di Indonesia.

Slamet juga berpesan agar seluruh kader Muslimat NU tidak terjebak konflik dalam perpolitikan praktis. “Semua mempunyai preferensi politik atas nama pribadi bukan organisasi, dan ini merupakan penghargaan NU terhadap demokrasi selama ini,” ujar Ketua Umum GP Ansor periode 1985-1995 ini.

Tak kurang dari 1500 kader Muslimat berkumpul di Asrama Haji Jakarta dalam rangka Rakernas dan Mukernas Perangkat Muslimat NU hingga 1 Juni 2014 mendatang.

Tampak hadir dalam Malam Ta’aruf yang digelar sebelum Rakernas dan Mukernas Muslimat ini antara lain Ketua Dewan Penasihat Muslimat NU Hj Aisyah Hamid Baidlowi, Gubernur DKI Jakarta H Joko Widodo, mantan Wakil Penglima TNI Jend (Purn) Fakhrurozi, dan Alwi Shihab. (Fathoni/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita Ulama Salaf Online

Minggu, 27 Agustus 2017

Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung

Rembang, Ulama Salaf Online - Ratusan kiai dari seluruh penjuru Kabupaten Rembang ikut menghadiri peringatan hari santri di alun-alun kota, yang digelar secara bersama oleh PCNU Rembang dan Lasem, Sabtu (21/10) malam.

Peringatan hari santri 2017 diawali dengan zikir pesisiran, parade 1001 rebana, dan Keplok Alfiyah sebagai salah satu tradisi pesantren yang ada di Kabupaten Rembang, yaitu Pesantren Raudlotut Tholibien asuhan KH Ahmad Musthofa Bisri.

Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung

Selain itu, acara yang dilanjutkan dengan ngobrol bersama delapan tokoh asal Kabupaten Rembang yang sudah berkiprah di Jakarta yang di antaranya KH A Musthofa Bisri, KH Maimoen Zubair yang membuka iftitah.

Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf, KH Abdul Ghofur Maimoen, M Imdadun Rohmat, M Arwani Thomafi, Maryono, dan Phutut EA bertindak sebagai narasumber diskusi yang digelar di alun-alun Rembang.

Ulama Salaf Online

Menurut Panitia pelaksana Hamzah Iklil, sedikitnya ada sekitar 176 kiai dan sejumlah aparat dari Pemerintah Daerah Rembang yang didaftar hadir pada peringatan santri.

Ulama Salaf Online

"Ada sekitar 176, para kiai dari seluruh kecamatan yang ada. Minimal yang hadir itu ada perwakilan dari setiap kecamatan," katanya.

Selain zikir pesisiran, parade rebana, dan keplok alfiyah, puncak hari santri Kabupaten Rembang 2017 adalah apel santri di alun-alun yang berlanjut dengan kirab merah putih, yang akan diikuti ribuan santri yang sudah dikoordinir oleh PCNU Rembang dan Lasem, pada Ahad (22/10) pagi.

Peserta kirab merah putih akan berjalan mengelilingi jalan-jalan protokol yang ada di wilayah Kota Rembang, dan kembali finish di alun-alun kota. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen, Kajian Sunnah, Berita Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock