Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU

Pati, Ulama Salaf Online. Penggurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menyelenggarakan Penddikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang dilaksanakan pada tanggal 14-17 Mei, bertempat di Pesantren Shofa Azzahro Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Kamis (14/5).?

Pengasuh Pesantren Shofa Azzahro, KH Imam Shofwan dalam sambutannya menyatakan bahwa acara PKPNU ini merupakan langkah konkrit bagi NU untuk mencetak kader-kader NU yang berkualitas dan mampu untuk memahami tata kelola organisasi dengan baik dan benar sebagai modal untuk mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang berdaya guna,” kata mantan Ketua PCNU Pati itu.

PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kab. Pati KH Aniq Muhammadun menjelaskan bahwa PKPNU adalah upaya mengkader para calon pimpinan NU melalui kegiatan yang terarah dan terukur supaya bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan NU ke depan. Karena kemajuan NU ke depan juga berada di tangan para generasi-generasi muda saat ini, ungkapnya.

Ulama Salaf Online

“Padatnya agenda selama pelatihan tidak lain adalah upaya untuk membekali para peserta agar mereka memiliki cikal bekal yang mumpuni di masyarakat serta mampu mengamalkan apa yang mereka dapat selama mengikuti acara PKPNU,” kata Kiai Aniq.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik dalam tausiyahnya menjelaskan pentingnya PKPNU yang diselenggarakan oleh PCNU Pati tidak lain adalah untuk memberikan bekal dan wawasan khazanah keilmuan yang luas. Para kader NU ini, harapannya mampu melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang dilanggengkan oleh para masyayikh pendiri NU, terangnya.?

Ulama Salaf Online

Terlebih saat ini banyak bermunculan ajaran atau kelompok radikal yang mencoba menyerang ajaran-ajaran NU yang dianggap mereka menghalang-halangi langkah dan gerakan ajarannya. Maka KH Masyhuri Malik menekankan agar para kader yang mengikuti pelatihan PKPNU yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Pati, bisa menggerakkan Jamiyyah Nahdlatul Ulama di masing-masing daerahnya agar tidak mudah terdoktrin oleh aliran radikalisme yang marak saat ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja), keorganisasian, wawasan global, spiritual, serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme, fundamentalisme dan aliran-aliran lainnya.?

Selama mengikuti pendidikan pelatihanPKPNU semua peserta wajib mengikuti program kegiatan yang telah diagendakan oleh panitia, bahkan tidak boleh meninggalkan tempat pelatihan. Harapan adalah agar mereka benar-benar bisa fokus terhadap kegiatan, sehingga nantinya bisa melahirkan kader-kader militan yang berwawasan luas. Target utamanya, para alumni PKPNU diharapkan dapat menghidupkan dan mengurus organisasi NU di wilayahnya masing-masing secara mandiri dan profesional. (siswanto el mafa/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Cerita Ulama Salaf Online

Kamis, 08 Februari 2018

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta warga NU Jatim menjaga soliditasnya pasca berlangsungnya pemilihan gubernur, Kamis (30/8). Sejumlah kader NU bersaing dalam pilgub tersebut.

Ia berharap perbedaan pilihan dimaknai secara dewasa, dan setelah proses pemilihan tersebut selesai, semuanya kembali kepada aktifitas sehari-hari secara produktif.

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

“Mari kita tunggu proses akhirnya yang sedang berlangsung. Selanjutnya, kita kembali pada aktifitas sebelumnya, yang bekerja kembali pada pekerjaannya, yang menjadi pengurus NU harus tetap menjaga amanahnya,“ katanya, Jum’at. 

Ulama Salaf Online

Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian akhir penghitungan suara ini menjunjung tinggi politik keadaban. Jangan sampai gaya-gaya politik Machiavelis yang berlangsung sebelum pilgub digunakan.

Ulama Salaf Online

“Semuanya harus menjunjungi tinggi politik yang berkeadaban. Dan jika ada masalah selesaikan melalui jalur hukum di MK,“ tandasnya.

Berdasarkan hasil sejumlah quick count pasangan Karwo-Syaifullah (Karsa) menang, tetapi pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang diusung PKB juga mengklaim menang berdasarkan perhitungan riil dari saksi-saksi yang diturunkan di lapangan. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita Ulama Salaf Online

Minggu, 28 Januari 2018

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Jakarta, Ulama Salaf Online - Pemerintah akan menyerahkan anugerah tanda kehormatan jenis bintang untuk almarhum KH Hasyim Muzadi di Istana Negara pada Selasa, 15 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui Pak Hasyim merupakan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Rezim Jokowi.

Dalam rangka mempersiapkan hari penyerahan anugerah ini Kementerian Sekretariat Negara RI mengundang ahli waris almarhum KH Hasyim Muzadi atau yang mewakili untuk hadir di Ruang Rapat Sekretariat Militer Presiden, Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara RI, Lantai 5, Jalan Veteran, Nomor 18, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 Agustus 2017.

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Ahli waris almarhum atau yang mewakili diminta hadir untuk mendengarkan penjelasan singkat persiapan dari Sekretariat Militer Presiden.

Pak Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pagi, 16 Maret 2017 di Malang. Almarhum dimakamkan di Kompleks Pesantren Al-Hikam, Depok. Pak Hasyim dimanahi sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 1999 di Kediri dan Muktamar NU 2004 di Boyolali.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Pak Hasyim juga terlibat dalam gerakan perdamaian dunia melalui pimpinannya Islamic Conference for International Scholars (ICIS). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Kajian, Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 28 Desember 2017

Alhamdulillah, Buku Gus Dur Wali Telah Terbit

Jakarta, Ulama Salaf Online. Alhamdulillah, kisah serial Gus Dur wali yang selama ini dipublikasikan di Ulama Salaf Online telah diterbitkan, sehingga bisa dibaca lebih enak dan nyaman, untuk dijadikan koleksi atau untuk hadiah. Sebanyak 99 kisah pilihan Gus Dur wali plus humor Gus Dur ini diterbitkan oleh Renebook Jakarta.

Alhamdulillah, Buku Gus Dur Wali Telah Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Buku Gus Dur Wali Telah Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Buku Gus Dur Wali Telah Terbit

Bagi yang berminat, mulai Sabtu besok, buku sudah bisa dibeli di lokasi haul Gus Dur pada Sabtu (28/12) malam pukul 19.00 di pesantren Ciganjur Jakarta Selatan seharga 45 ribu per buku atau melakukan pre order dengan harga diskon sebesar 40.000 ke telepon 021-7998510/021-46573324-081335485385. Informasi lokasi penjualan juga bisa dilihat di twitter @gusdurwali atau facebook.com/penerbit.renebook

Penerbit akan melakukan roadshow di lokasi haul Gus Dur di Yogyakarta dan Jombang sesuai dengan pelaksanaan haul di dua tempat tersebut yang jadualnya berlangsung sampai awal Januari 2014.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, untuk penjualan di toko buku Gramedia dan lainnya, bisa diperoleh sekitar seminggu ke depan atau pekan pertama Januari 2014. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Wilayah Fatayat NU DI Yogyakarta bekerja sama dengan King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID) mengadakan acara Lokakarya Pemudi Antariman dengan tema "Mengelola Keberagaman Agama bagi Pemudi Antariman Di Yogyakarta, Indonesia" pada 28-29 Agustus 2015 di Villa Mawar Asri, Kaliurang Barat, Kaliurang, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,.

Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia, yang hampir semua etnis dan agama dengan segala denominasinya, hidup dan berkembang. Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata, separuhnya hampir dihuni oleh anak muda yang datang dari berbagai penjuru Nusantara untuk belajar dan mengembangkan diri. Hal tersebut menyebabkan dinamika kehiduapan sosial, budaya dan agama sangat tinggi, dan pada gilirannya meningkatkan potensi konflik, bahkan bisa jadi merambat menjadi kekerasan di DIY. Hal itu sudah terbukti dalam empat tahun terakhir ini, kekerasan atas nama etnis dan agama semakin meningkat di Yogyakarta.

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Dalam rangka itulah, diperlukan intervensi untuk mengantisipasi dan memastikan kekerasan atas nama agama tidak terulang lagi, khususnya intervensi bagi para perempuan muda lintasagama. "Usia muda merupakan masa sangat produktif, para perempuan muda akan bereproduksi, merawat dan mendidik anak-anak dan juga berkarier dan mengembangkan diri di lingkungan dan tempat kerja mereka. Inilah alasan diadakannya acara loka karya." Kata Wiwin Siti Aminah, Ketua panitia sekaligus fasilitator dalam acara tersebut.

Ulama Salaf Online

Acara ini pun bertujuan memberikan kesempatan kepada para pemudi lintas iman untuk bertemu, mengenal satu sama lain dan berbagi pengetahuan serta pengalaman.? Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran mengenai realitas dinamika kemajemukan masyarakat dan pentingnya mengelola keberagaman agama dengan dialog sebagai sebuah kekuatan bersama dalam menciptakan perdamaian. Seperti penjelasan ketua Fatayat NU DIY, Mustaghfiroh Rahayu "selain itu, acara ini untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya peran perempuan dalam proses dialog antariman di Yogyakarta."

Acara ini tidak berhenti hanya pada lokakarya saja, namun ada tindak lanjut selama empat kali pertemuan serta mengadakan kunjungan di lima tempat yakni Pesantren, Vihara, Hare Krishna, Katolik Seminari, dan Gereja Kristen Jawa. PW Fatayat NU DIY berharap dengan kegiatan ini senafas dengan gerakan Islam Nusantara yang sedang menjadi pembahasan di kancah nasional maupun internasional. (Muyassaroh/Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Tokoh, RMI NU Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini

Lampung Tengah, Ulama Salaf Online - Pesantren di Indonesia kurang lebih ada 23.000. Peran pesantren sangatlah besar, salah satunya? adalah ikut mencerdaskan anak bangsa melalui proses pendidikan yang ada di negara ini. Pesantren jelas tulang punggung republik ini.

Demikian disampaikan Hj Nihayatul Wafiroh selaku anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di sela-sela sambutannya dalam agenda Tasyakkur dan Peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah di kompleks kampus setempat Jalan Kotasari RT 12 / RW 06 No 1 Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah, Ahad (3/9).

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tulang Punggung Republik Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tulang Punggung Republik Ini

“Jangan pernah malu mondok di pesantren. Jebolan pesantren bisa menjadi apapun, dengan barokah doa kiai insya Allah ilmu kalian akan bermanfaat di masyarakat,” pungkas Dosen Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi Jawa Timur ini.

Sementara Kiai Andi Ali Akbar selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah menambahkan, kehadiran kampus ini dirintis sejak 2014 lalu. Alhamdulillah tiga bulan lalu surat izin operasional sudah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Ulama Salaf Online

“Kami berharap dengan hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah ini mampu menambah corak atau warna pendidikan tinggi di Lampung Tengah dan menciptakan generasi muda Islam yang andal dalam keilmuan, menjadi ilmuwan yang saleh atau salehah dan ilmunya membawa kemaslahatan untuk masyarakat sekitar,” pungkas Wakil Ketua GP Ansor Lampung ini.

Hadir dalam agenda tasyakkur dan peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah tokoh-tokoh NU yaitu mantan Ketua PWNU Propinsi Lampung KH Ngaliman Marzuqi, Wakil Sekretaris PCNU Lampung Tengah Imam Kastolani, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, Wakil Ketua Fatayat NU Lampung Tengah Hj Laili Mashitoh, PMII Lampung Tengah Irmansyah, KOPRI Lampung Tengah, IPNU Lampung Tengah, IPPNU Lampung Tengah, Camat Kotagajah Eduart Hartono, Pengasuh pesantren Sunan Ampel Punggur Kiai Ali Fadilah Musthofa, Ketua MWCNU Kotagajah Kiai Imron Rosyadi, Sekretaris MWCNU Kotagajah Kiai Sumarjono, LP Ma’arif? NU Kotagajah H Moch Sofyan, Fatayat NU Kotagajah Laila Rahmawati, Kasubag Hukum Diktis Kemenag RI Ibnu Anwaruddin, Sekretaris Kopertais Wilayah VII Sumbagsel Herizal, Dosen IAIN Jurai Siwo Metro Imam Mustofa, Rektor Institut Agama Islam Agus Salim Metro Ahmad Khoiri, dan ratusan santri pesantren Nurul Ulum Kotagajah, serta masyarakat sekitar. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat

Jepara, Ulama Salaf Online. Keberadan madrasah saat ini harus benar-benar berada di tengah-tengah masyarakat. Semakin membuka diri (inklusif) tidak terkesan eksklusif. Hal itu dikemukakan Achmad Makhali, Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam (YPI) NU Safinatul Huda Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jika dulu menyebut madrasah murni pendidikan agama dan terkesan eksklusif, sekarang lanjutnya, hampir sama antara sekolah dan madrasah.? Madrasah ada pelajaran umum juga pelajaran agama. “Murid madrasah pinter sains juga pinter kitab salaf,” terang Kepala MA NU Safinatul Huda ini.?

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat

Jika pelajaran salaf dan umum dikuasai, menurut dia, siswa akan menjadi manusia yang seutuhnya.? Mestinya, madrasah saat ini harus semakin mempunyai kepercayaan diri. Sebab nilai plusnya pembelajaran akhlak tidak ditemukan di sekolah umum.?

“Guru dan siswa madrasah tidak boleh minder,” katanya yang juga Sekretaris Pergunu Jepara disela-sela kegiatan Sarasehan “Madrasah Dulu, Sekarang dan Akan Datang” di Madrasah Safinatul Huda, Kamis (15/9) lalu.

Ulama Salaf Online

Ia menegaskan kini kualitas madrasah juga semakin bagus. Misalnya guru madrasah tidak hanya menempuh S1 dan S2 saja tetapi sudah masuk ke jenjang S3. Itu tidak lain, tambahnya, dalam rangka menerjemahkan slogan Lebih Baik Madrasah, Madrasah Lebih Baik.?

Kegiatan Sarasehan merupakan rangkaian Harlah YPI NU Safinatul Huda ke-61. Dalam Harlah yang berlangsung dua hari itu Rabu-Kamis (14-15/9) juga diisi ? dengan Praktik Qurban, Aneka Lomba, Pentas Rebana, Istighotsah, Tahlil, Ziarah Wali dan Pendiri dan Kilas Balik Berdirinya Yayasan. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Cerita, Pahlawan Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara

Sejarah perkembangan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tulisan. Terlebih tulisan Arab Pegon yang merupakan sarana untuk mentransfer ilmu agama dengan perantara dunia tulis-menulis.

Hal ini tidak menafikan adanya transfer ilmu dengan cara mendengarkan materi yang telah disampaikan oleh seorang ulama atau kiai yang mengajak kepada agama Allah dengan melalui lisan, entah dengan cara dakwah keliling atau dengan cara menyelenggarakan pengajian agama di surau-surau atau pesantren-pesantren.

Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Huruf Pegon, Pemersatu Ulama Nusantara

Transfer ilmu dengan tulisan dilakukan oleh ulama atau kiai dengan tujuan agar ilmu bisa lebih terjaga dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Bukan orang yang hidup semasanya, namun generasi yang setelahnya juga bisa meneguk ilmu tadi. Para ulama atau kiai tadi menulis juga dikarenakan melihat kondisi kapasitas otak manusia yang tidak bisa luput dari salah dan lupa. Sehingga, perlu adanya pengabadian dengan cara menulis.

Ulama Salaf Online

Dengan adanya tulisan Arab Pegon di kala itu, ilmu akan lebih terjaga dari perubahan dan penyimpangan. Bukti pentingnya adanya sebuah tulisan, banyak ulama Nusantara di kala itu yang meninggalkan sebuah karya, seperti Suluk Sunan Bonang (Head Book Van Bonang) yang dipercaya sebagai karya Sunan Bonang, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai, Risalah Tasawuf Hamzah Fansuri, karya kiai Rifai Kalisasak, karya kiai Shaleh Darat, dan lain-lain. Karya-karya ulama Nusantara ini kebanyakan ditulis dengan aksara Arab pegon, baik karya asli atau hasil dari terjemahan dari kitab-kitab yang berliteratur Arab.

Huruf Pegon berasal dari lafal Jawa pego, yang mempunyai arti menyimpang. Hal ini dikarenakan memang huruf Pegon ini menyimpang dari literatur Arab dan juga menyimpang dari literatur Jawa. Bagi yang pernah nyantri tentunya faham dengan huruf Pegon. Huruf-huruf pegon ini bisa dikatakan sebagai sebuah aksara yang nyleneh karena susunan atau tatanannya yang agak berbeda dengan bahasa aslinya (Arab bukan, Jawa juga bukan).

Arab Pegon ini disebut pula Arab Pego atau Arab Jawi. Yaitu, tulisan yang menggunakan huruf Arab atau huruf hijaiyah, akan tetapi dalam praktik bahasanya menggunakan bahasa Jawa atau bahasa daerah lainnya yang sesuai dengan selera orang yang ingin menggunakannya. Di suatu daerah, Arab Pegon juga disebut dengan Arab Melayu. Hal ini dikarenakan menggunakan bahasa Melayu atau Indonesia; atau bahasa lokal lain yang ditulis dengan huruf Arab.

Ulama Salaf Online

Penamaan huruf Pegon sangatlah banyak. Di daerah Malaysia dinamakan huruf Jawi. Sedangkan di kalangan pesantren dinamai huruf Arab Pegon. Akan tetapi, untuk kalangan yang lebih luas, huruf Arab Pegon dikenal dengan istilah huruf Arab Melayu karena ternyata huruf Arab berbahasa Indonesia ini telah digunakan secara luas di kawasan Melayu mulai dari Terengganu (Malaysia), Aceh, Riau, Sumatera, Jawa (Indonesia), Brunei, hingga Thailand bagian Selatan. Maka tidak mengherankan, jika kita membeli produk-produk makanan di kawasan dunia Melayu (Malaysia, Thailand Selatan, Brunei, dan beberapa wilayah di Indonesia) dapat dipastikan terdapat tulisan Arab Pegon dalam kemasannya walaupun dengan bahasa yang berbeda. Bahasa tersebut disesuaikan dengan tempat atau Negara yang mengeluarkan produk-produk tersebut.

Huruf Arab Pegon ini mempunyai keunikan tersendiri. Jika dilihat dari kejauhan, tulisan Arab Pegon seperti tulisan Arab pada biasanya. Namun, kalau dicermati sebenarnya, susunannya atau rangkaian huruf-hurufnya bukan susunan bahasa Arab. Orang Arab asli tidak akan bisa membaca tulisan Arab Pegon. Seandainya mereka bisa membaca Arab Pegon, niscaya tidak sejelas dengan bacaan orang Jawa atau Melayu asli.

Mengenai siapa yang menemukan huruf Arab Pegon ada beberapa pendapat. Menurut suatu catatan, huruf Arab Pegon muncul sekitar tahun 1400 M yang digagas oleh RM. Rahmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel di Pesantren Ampel Dentha Surabaya. Sedangkan menurut pendapat lain, penggagas huruf Arab Pegon adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Cirebon. Ada juga yang mengatakan bahwa huruf Arab Pegon ini ditemukan oleh Imam Nawawi Al-Bantani.

Sayangnya, huruf Arab pegon kini tidak lagi dikenal oleh masyarakat Islam secara luas. Padahal, menurut sejarahnya, huruf Arab Pegon telah digunakan secara luas oleh para penyiar agama Islam, ulama, penyair, sastrawan, pedagang, hingga politikus di kawasan dunia Melayu. Peran penjajah juga mempunyai pengaruh dalam menggrogoti berkurangnya pemahaman tentang huruf Arab Pegon. Sebab, pada masa penjajahan dalam pemerintahannya, tulisan yang digunakan untuk urusan negara adalah dengan menggunakan huruf Latin. Sedangkan huruf Arab Pegon terisolir di dunia pesantren. Keadaan ini berbeda dengan sebelum penjajah menginjakkan kakinya di bumi Nusantara.

Kongres bahasa yang diadakan di Singapura pada 1950-an juga telah memperkuat kedudukan huruf Romawi. Salah satu keputusan dalam kongres tersebut menghasilkan pembentukan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia yang mempelopori dan mengompori penggunaan abjad Romawi. Saat itulah hampir semua penerbit koran, majalah, dan buku dengan terpaksa mengganti aksara Arab pegon dengan huruf Romawi.

Pada tahun 2007 telah diselenggarakan Kongres Ijtima Ulama Nusantara ke 2 di Malaysia. Dalam kesempatan ini, ada ulama asal Indonesia (KH. Maimeon Zubair) telah menyampaikan betapa kelestarian tradisi salaf dalam tahap kritis. Beberapa ajaran salaf mulai terlupakan, salah satunya adalah Arab Pegon. Di tengah masyarakat, Arab Pegon mulai ditinggalkan secara perlahan.

KH. Maimeon Zubair dalam beberapa kesempatan tak henti-hentinya memotivasi beberapa pihak untuk senantiasa mentradisikan salaf, termasuk menghidupkan kembali Arab Pegon sebagai ikon salaf yang perlu dilestarikan.

Jika tradisi Arab Pegon ini terlupakan, maka orang Islam di Indonesia ini telah lupa akan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita menggali dan melestarikan Arab Pegon agar tidak hilang ditelan bumi. Banyak sekali ilmu-ilmu ulama atau kiai terdahulu yang bertuliskan dengan Arab Pegon. Jika bukan kita umat Islam yang melestarikan, lalu siapa?

*Penulis adalah Esais dan ketua Website PP. Al Anwar Sarang Rembang Jateng asal Pati.

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Nusantara Ulama Salaf Online

Selasa, 05 Desember 2017

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Aceh Besar, Ulama Salaf Online. Sepuluh warga yang duduk di kursi paling depan segera berdiri begitu Yayah Ruchyati, pembawa acara penyerahan paket bantuan PBNU kepada warga terdampak gempa di Desa Mesjid Tuha, Meurudu, Pidie Jaya, mengumumkan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj akan menyerahkan secara simbolis barang bantuan kepada mereka.

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Warga Aceh Penerima Paket Bantuan PBNU

Tak lama kemudian, Kiai Said mulai menyerahkan paket tersebut. Wajah warga penerima pun tampak diwarnai keharuan. Ketika paket tersebut diserahkan Kiai Said kepada warga yang berdiri kedua dari kanan, air mata Asmawati (50 tahun) menetes, tapi kemudian berbinar lagi.

Disambutnya tangan Kiai Said dengan khidmat. Belum dilepas tangan itu, Asmawati segera berkata, “Terima kasih, Kiai. Saya suka menonton ceramah Kiai di Aswaja TV.” Kiai Said pun tersenyum. Dan kembali mengucap terima kasih. Dikatakannya juga harapan agar bantuan PBNU akan bermanfaat buat mereka.

Peristiwa tersebut terjadi Rabu ? (14/12) kemarin, saat rombongan PBNU mengunjungi pengungsi warga terdampak gempa Aceh. Kepada Ulama Salaf Online seusai acara penyerahan bantuan, Aswamati bercerita bahwa kunjungan dan ceramah Kiai Said sangat baik.?

Ulama Salaf Online

“Terima kasih kepada NU. Semoga NU lebih peduli lagi kepada warga masyarakat, terutama yang kena musibah,” kata Asmawati.

Perihal ceramah kiai-kiai NU di Aswaja TV, Asmawati menambahkan ia sangat menyukaimya. Selain ceramah Kiai Said yang sering diikuti Asmawati adalah ceramah almarhum Imam Besar Majsid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub dan Emha Ainun Najib. Bagi Asmawati, menonton ceramah kiai-kiai tersebut selain menambah keilmuan, juga mendamaikan dan menyejukkan jiwanya.?

Kunjungan Kiai Said dan rombongan PBNU ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa Aceh memang mendapat sambutan positif. Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M Ali mengatakan, kunjungan Kiai Said adalah kehormatan bagi warga Aceh. Ia berharap kunjungan tersebut seharusnya diperlama.

“Silakan Kiai bermalam di Pidie ini, supaya merasakan bagaimana gempa,” kata Marzuki. Tak ayal ucapan tersebut mendapat respons berupa tawa hadirin yang berada di lokasi acara.?

Ulama Salaf Online

Sampai beberapa hari lalu, gempa masih terasa di Pidie Aceh, terutama pada malam hari. Gempa terseebut hanya berskala ringan sehingga tidak menimbulkan bahaya atau kerusakan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Cerita, Kyai Ulama Salaf Online

Minggu, 26 November 2017

IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan...

Banyumas, Ulama Salaf Online

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyatakan tidak menolak keberadaan ormas Front Pembela Islam (FPI) di wilayahnya, asalkan mereka lebih mengedepankan dialog daripada kekerasan, dalam menerapkan dan menegakan syariat Islam.

IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan... (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan... (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan...

Ketua PAC IPNU Cilongok Ahmad Syarif mengatakan, pihaknya sudah menggelar pertemuan terbatas dengan pembina IPNU setempat di kediaman Isna Zaqiyani selaku ketua PAC IPPNU Cilongok untuk menyikapi masalah tersebut, Ahad (14/2/2016).

"Soal ormas? FPI sikap PAC IPNU IPPNU Cilongok tidak melarangnya asal tidak menggunakan kekerasan saat mengambil tindakan," kata Sarip, panggilan akrabnya, yang juga diamini? ketua PAC IPPNU Cilongok.

Ulama Salaf Online

Seperti diketahui, sejumlah daerah merasa gerah dengan keberadaan FPI. Pasalnya, ormas piminan Habib Rizieq Shihab ini dianggap lebih mengedepankan kekerasan dibanding proses dialog saat mengambil keputusan. Bahkan, FPI dilarang melakukan aktivitas di daerah tertentu.

Ulama Salaf Online

Pembina PAC IPNU Cilongok Yanuar Reza Gufroni.? Mengatakan, isu penolakan kegiatan FPI di wilayah Kabupaten Banyumas sudah bermunculan dan banyak diperbincangkan sejumlah ormas di sejumlah forum.

“Tentunya ini harus diperhatikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Banyumas dan musyawarah pimpinan daerah lain. Belum lagi kedatangan Pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab bukan hanya melakukan safari tabligh tetapi sekaligus melantik kepengurusan FPI Kabupaten Banyumas,” tuturnya.

Menurut informasi yang diterima Yanuar, safari tabligh dan pelantikan FPI akan diadakan di salah satu Masjid Karangwangkal tetapi dikarenakan ada penolakan maka gelaran kegiatan FPI beralih di kompleks Pondok Pesantren Al-Fattah asuhan K Slamet, di Cilongok, 23 Februari mendatang.

Tuntut Komitmen Islam Ramah

Pro-kontra pembubaran FPI sudah seringkali diperdebatkan. PAC IPNU-IPPNU Cilongok menyatakan, sebagai kaum pelajar muda Nahdliyin tentu punya pandangan sendiri menanggapi ormas kerap dicitrakan sebagai kumpulan preman yang berbaju Islam.

Citra itu tak lain karena? aksi sweeping dalam aktivitasnya. Kami tidak menolak organisasi FPI ini yang mengedepankan untuk mengajak ke syariat Islam justru kami ingin bersama menegakan syariat Islam, kami menolak cara yang dipakai untuk mengajak kebaikan yang seringkali justru mengarah ke kekerasan dan tindakan anarkis,” tutur Reza.

PAC IPNU-IPPNU Cilongok menggarisbawahi, kalau pengurus FPI yang hendak dilantik ini mengedepankan tindakan anarkis, oraganisasi pelajar NU tersebut bakal meminta jajaran musyawarah pimpinan kecamatan menolak keberadaan dan kegiatan FPI di wilayah Cilongok.

“Mengingat gelaran tabligh dan pelantikan FPI Banyumas ini tinggal menghitung hari, tentunya kami berharap seyogianya pimpinan tertinggi FPI menyampaikan dakwahnya dengan tidak menyinggung, menghina dan menjelek-jelekan ormas lain demi terjaganya stabilitas sosial masyarakat. Bagi pengurus yang hendak dilantik diharuskan untuk berkomitmen menegakan ajaran syariat Islam yang ramah dan damai serta dialogis,” ujar Reza. (Refdah Ria Rifngatin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan

Persalinan merupakan sebuah proses yang harus dilalui oleh seorang ibu untuk menghadirkan kehidupan yang baru di dunia. Perasaan khawatir, harap-harap cemas dan lainnya campur aduk menjadi satu saat proses ini terjadi. Satu hal yang pastinya paling diharapkan ialah bayi yang dilahirkan berada dalam kondisi sehat, utuh tanpa cacat, dan segala kebaikan lainnya. Di samping itu juga berharap ibu yang melahirkan juga selamat dan cepat kembali bugar.

Agar persalinan lancar dan terhindar dari segala bahaya melahirkan, Syekh Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, dalam al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr, (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 298 menjelaskan bahwa ketika detik-detik persalinan berlangsung, seyogianya sang suami, sambil menunggu lahirnya jabang bayi, membaca:

1. Ayat kursi sebanyak satu kali

Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan

2. Membaca Surat al-A’raf ayat 54:

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

“Inna Rabbakumulladzî kholaqas samâwâti wal ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal ‘arsyi yughsyil lailan nahâra yathlubuhu hatsîtsan wasy syamsa wal qamara wan nujûma musakhkharâtim bi amrihi alâ lahul khalqu wal amru tabârokaLlâhi rabbil ‘âlamîn” 

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Lalu Dia bersemayam di ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

3. Surat al-Falaq sebanyak satu kali

4. Surat an-Nâs sebanyak satu kali

5. Di samping bacaan di atas, suami juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa di bawah ini:

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Lâ ilâha illaLlâhul ‘adzîmul halîm. Lâ ilâha illaLlâhu Rabbul ‘arsyil ‘adzîm. Lâ ilâha illaLlâhu Rabbus samâwâti wal ardli wa Robbul ‘arsyil ‘adzîm

“Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Bijaksana. Tiada tuhan selain Allah Pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada tuhan selain Allah Pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang Agung”.

 

Demikian semoga bermanfaat dan semoga diijabah oleh Allah SWT. Amin. Wallahu a’lam bi shawab. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Sholawat, Cerita Ulama Salaf Online

Minggu, 19 November 2017

Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah

Oleh Muhammad Ishom



Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa kelak pada hari Qiamat Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada 7 golongan orang. Salah satunya adalah golongan? orang yang semasa hidupnya suka bersedekah sedemikian rupa sehingga tidak diketahui orang lain. Dalam hadits itu disebutkan bahwa ketika tangan kanan memberikan sedekah, tangan kiri tidak mengetahuinya. Tangan kiri dalam hadits tersebut dipahami sebagai perumpamaan orang lain. Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah tersebut? berbunyi:

Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

“Seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.”

Hadits tersebut pada umumnya dipahami seperti itu, yakni sedekah yang paling baik adalah sedekah yang tidak diketahui orang lain. Atas dasar pemahaman seperti itu, maka tidak jarang? kita mendengar atau menemukan? daftar penyumbang anonim, yakni seseorang memberikan sedekah atau sumbangan dengan tidak mencantumkan namanya; atau dengan mengidentifikasi diri sebagai “Hamba Allah”. ?

Ulama Salaf Online

Pemahaman seperti itu memang sudah jamak. Namun, jika pemahaman seperti itu yang benar, maka pertanyaaanya bagaimanakah sikap kita ketika kita disodori list atau daftar penyumbang di mana nama penyumbang dan besarnya sumbangan dicantumkan secara jelas? Bagaimana pula ketika kita berada di masjid, misalnya, kita disodori kotak infaq berjalan? Apakah sebaiknya kita menolak? mengisi kotak infaq itu dengan alasan khawatir tidak ikhlas karena dilihat banyak orang?

Untuk menjawab persoalan-persoalan di atas, marilah kita telaah sampai dimana pemahaman seperti itu bisa diterima.? Untuk maksud itu, saya akan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an? sebagai dasar rujukan, atau sering disebut dengan dalil naqli dan? logika yang sering disebut dengan dalil aqli.

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas secara panjang lebar, saya ingin menyampaikan? jawaban sementara bahwa pemahaman tangan kiri adalah perumpamaan orang lain bukanlah pemahaman yang tepat.. Argumentasi saya adalah:

Pertama, tangan kiri jika dikaitkan dengan tangan kanan sebagaimana disebut dalam hadits di atas, kurang tepat jika ditafsirkan sebagai orang lain. Alasannya, tangan kiri dan tangan kanan merupakan pasangan anggota badan yang terdapat dalam diri seseorang, sebagaimana telinga kiri berpasangan dengan telinga kanan,? kaki kiri berpasangan dengan kaki kanan, dan seterusnya. Singkatnya,? tangan kiri bukanah orang lain, tetapi bagian dari diri sendiri dalam satu tubuh.

Kedua, dalam Al-Qur’an kata “kanan” sering dikaitkan dengan “kebaikan”, dan kata “kiri” dikaitkan dengan “keburukan”. Sebagai contoh misalnya, dalam Surah Al Waqi’ah, ayat 27,? terdapat istilah “ashabul yamin” (artinya golongan kanan);? dan dalam ayat 41 terdapat istilah “ashabus syimal” (artinya golongan kiri). Yang dimaksud “Ashabul yamin” (golongan kanan) adalah orang-orang baik yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan dan oleh karena itu mereka masuk surga. Sedangkan “ashabus syimal” (golongan kiri)? adalah orang-orang jelek yang menerima catatan amalnya dengan tangan kiri, dan karena itu mereka masuk neraka? sebelum kemudian masuk surga setelah masa hukumannya habis terlebih dahulu. Singkatnya, “kanan” berarti “baik” dan “kiri” berarti “buruk” atau “jelek”.? Dalam kaitan dengan hadits di atas, jika “tangan kiri” diartikan sebagai orang lain, maka arti itu kurang tepat.

Ketiga, sehubungan dengan makna-makna tersebut, maka? “tangan kanan” dalam hadits di atas dapat diartikan sebagai? simbol positif berupa amal sedekah kepada orang lain dengan dilandasi niat yang baik. Dengan kata lain, yang dimaksud dengan “tangan kanan” adalah perbuatan baik yang didorong oleh keinginan yang baik, yakni niat ikhlas beribadah? semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Inilah yang sering disebut dengan nafsul muthmainnah, yakni nafsu yang baik. Sedangkan “tangan kiri”? adalah simbol negatif berupa kejelekan yang didorong oleh keinginan yang jelek, seperti riya’, pamrih dan sombong. Inilah yang sering disebut dengan nafsul ammarah bis suu’, yakni nafsu yang jelek.

Keempat, apakah sedekah yang dilakukan secara rahasia dan tidak diketahui orang lain dijamin pasti lebih baik dari pada yang dilakukan secara terbuka? Jawabanya, belum tentu sebab baik buruk suatu amal tergantung pada keikhlasan, sedangkan keikhlasan itu terletak di dalam hati. Bisa saja seseorang bersedekah dengan menggunakan anonim, seperti “Hamba Allah”, tetapi dalam hati sebenarnya ia sangat membanggakannya. Ini bisa berarti riya’, yang berarti pula tidak ikhlas. Demikian sebaliknya, bisa saja seseorang bersedekah secara terbuka dengan mencantumkan nama yang jelas dan diketahui orang banyak, tetapi dalam hatinya tidak ada rasa pamer sedikitpun dan jauh dari keinginan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Bukankah yang disebut terakhir itu lebih baik dari pada yang disebut pertama?

Kelima, Al-Qur’an membolehkan sedekah dilakukan secara terbuka atau terang-terangan sebagaimana diperbolehkannya sedekah secara rahasia atau tertutup. Hal itu sebagaimana dinyatakan dalam? Surah Al Baqarah, ayat? 274:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang – terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Berdasar pada ayat di atas, maka sebenarnya tidak ada perbedaan berarti antara sedekah yang dilakukan secara sirri atau rahasia dengan sedekah yang dilakukan secara terbuka atau terang-terangan. Al-Qur’an? mengakui keabsahan dan kebaikan keduanya meski beberapa ulama berpendapat bahwa sedekah untuk pribadi lebih baik tidak diketahui orang lain untuk menjaga privasi pihak penerima. Jika demikian halnya, maka sejatinya yang terpenting dalam bersedekah adalah keikhlasan atau niat tulus dan bersih dari keinginan-keinginan duniawi, seperti mendapatkan balasan yang lebih banyak; mendapatkan pujian dari orang lain; mendapatkan popularitas di tengah-tengah masyarakat; atau pencitraan dengan maksud-maksud tertentu.

Keikhlasan seperti itu hanya bisa dicapai ketika seseorang dalam bersedekah menyembunyikan tangan kanannya agar tidak diketahui oleh tangan kirinya. Maksudnya,? jangan sampai sedekah yang kita lakukan dengan? niat samata-mata beribadah kepada Allah, dirusak oleh nafsu jelek yang ada dalam diri kita sendiri. Untuk itu, ada baiknya kita adakan? upaya melupakan setiap sedekah yang telah kita lakukan agar keikhlasan benar-benar terjaga. Artinya, tidak perlu kita mengingat-ingat kembali sedekah yang telah kita keluarkan seberapapun banyaknya sebab hal itu sama saja dengan membuka peluang bagi tangan kiri atau nafsu jelek untuk merusak keikhlasannya.? Jika kita telah mampu melupakannya, dalam arti benar-benar dapat mengendalikan tangan kiri, maka goda-godaan apapun, baik yang berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar, tidak akan? akan mampu mempengaruhi keikhlasan kita.

Jika hal itu bisa kita capai, maka itulah yang dimaksud merahasiakan sedekah demi mencapai keikhlasan yang optimal. Bukan merahasiakan terhadap orang lain, tetapi terhadap nafsunya sendiri yang disimbolkan dengan tangan kiri. Ketika kita ikhlas, maka tidak ada persoalan apakah sedekah itu kita lakukan secara terbuka dengan diketahui orang lain atau? kita lakukan secara rahasia tanpa diketahui orang lain. Singkatnya, dalam bersedekah tantangan kita sebenarnya adalah diri kita sendiri dan bukan orang lain, yakni bagaimana kita bisa bersedekah secara ikhlas dalam arti yang sebenarnya.

Dengan argumentasi-argumentasi sebagaimana saya uraikan di atas, maka saya berkesimpulan yang? dimaksud tangan kiri dalam hadits di atas adalah nafsu kita sendiri yang disebut nafsul amamrah bis suu’.? Dengan demikian, jika tangan kiri dipahami sebagai orang lain dan sedekah dianggap lebih baik apabila dirahasiakan dari orang lain, maka pemahaman itu kurang tepat. Apalagi sekarang manajemen modern menuntut adanya transparansi dan akuntabiltas, terutama dalam laporan-laporan keuangan. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 tentang pedoman pelaporan dana kampanye.? Dalam peraturan itu, seorang penyumbang dana untuk partai politik tidak diperkenankan menggunakan anonim, seperti “Hamba Allah”. Alasannya, untuk mencegah dana yang diterima partai politik termasuk dalam unsur pidana, seperti uang dari perbuatan korupsi dengan tujuan money laundry, dan sebagainya.

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Humor Islam Ulama Salaf Online

Rabu, 08 November 2017

Aksi Donor Darah Tutup Harlah IPNU-IPPNU di Sukoharjo

Sukoharjo, Ulama Salaf Online

Rangkaian kegiatan menyambut momentum hari lahir ke-61 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan hari lahir ke-62 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Sukoharjo, Jawa Tengah, rencananya akan ditutup dengan kegiatan sosial donor darah, Ahad (10/4) mendatang.

Aksi Donor Darah Tutup Harlah IPNU-IPPNU di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Donor Darah Tutup Harlah IPNU-IPPNU di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Donor Darah Tutup Harlah IPNU-IPPNU di Sukoharjo

“Insyallah penutupan harlah, kita akan mengadakan kegiatan donor darah,” terang Luffi, Koordinator Departemen Jaringan Komunikasi Informatika IPPNU Sukoharjo, Jumat (1/4) lalu.

Luffi menjelaskan, sebelumnya rangkaian kegiatan peringatan harlah sudah terlaksana, 27 Maret lalu, dengan diadakannya acara pengajian dan sarasehan di Madrasah Sedahromo Lor Kartasura.

Ulama Salaf Online

Pada acara yang bertemakan “Pelajar NU Bersinergi Membangun Negeri” tersebut juga dilengkapi dengan acara doa bersama menjelang Ujian Nasional (UN), sebagai bentuk perhatian IPNU-IPPNU kepada para pelajar. Acara ini dihadiri puluhan kader IPNU-IPPNU, pengurus NU dan banom NU setempat, serta para pelajar dan santri.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, pada momentum harlah IPNU-IPPNU, Ketua PC IPPNU Sukoharjo Nindya Aswaranti Seysar memiliki sejumlah harapan khusus. Gadis yang akrab disapa Nindy tersebut ingin IPPNU di daerah Sukoharjo lebih berkembang dan bergeliat.

Saat ini, papar Nindy, dari 12 Kecamatan di Sukoharjo baru ada 1 kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang sudah terbentuk, yakni di Kecamatan Kartasura. “Harapannya segera terbentuk semua PAC di Kabupaten Sukoharjo,” ungkap Nindy. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Kiai Ulama Salaf Online

Rabu, 01 November 2017

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Cirebon, Ulama Salaf Online 

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan masa kesetiaan anggota atau Makesta di mushola Darul Mujahidin Desa Karangwareng.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari utusan ranting dari desa-desa di Kecamatan Karangwareng dan sekitarnya. Para peserta yang terdiri dari para remaja berkisaran usia antara 14-21 tahun ini nampak antusias dan khidmat mengikuti serangkaian acara yang berlangsung sejak hari Rabu tanggal 2 Januari kemarin.

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Dalam acara tersebut hadir tokoh masyarakat setempat, Kiai Amin Rohaemin yang sekaligus membuka acara makesta tersebut. 

Dalam sambutannya, ia mengatakan ikut merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut, karena berkontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan pelajar dan pemuda di Kecamatan Karangwareng. 

Ulama Salaf Online

“Makesta ini mudah-mudahan bisa menjadi media belajar bagi remaja NU di Kec. Karangwareng tentang kedisiplinan, keNUan, serta menambah kecerdasan sehingga menjadi pelajar-pelajar remaja yang maju dan berkembang,” paparnya.

Ulama Salaf Online

Selain itu, hadir pula PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon, yang dalam sambutannya menuturkan sangat apresiatif terhadap kegiatan tersebut.

Menurut penuturan wakil ketua panitia, Mohammad Saefudin, kegiatan Makesta ini merupakan pelatihan singkat tentang organisasi, Aswaja dan kepemudaan. Alasan diadakan kegiatan ini, yang pertama adalah menanamkan nilai-nilai dan paham NU terhadap pelajar dan pemuda, memberikan pengetahuan tentang organisasi, serta sebagai sarana menyatukan para pemuda dan pelajar di Kecamatan Karangwareng. 

Kegiatan makesta ini diisi dengan berbagai materi, seperti Aswaja, kenuan, IPNU dan IPPNU, keorganisasian, manajemen konflik, yang dalam setiap sesi diselah-selahi dengan permainan yang menyegarkan, selain itu di pagi harinya diadakan senam dan tadabbur alam. 



Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Aswaja, Cerita Ulama Salaf Online

Minggu, 22 Oktober 2017

Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Sewon Aktif Kembali

Bantul, Ulama Salaf Online - Tujuan diadakan rekrutmen melalui Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) adalah mengenalkan Nahdlatul Ulama khususnya IPNU dan IPPNU kepada para peserta. Makesta kali ini diadakan untuk mengerakkan kembali Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Sewon yang telah lama vakum.

Demikian diungkapkan Ketua IPNU Bantul Ahmad Sidiq usai Makesta yang berlangsung di SMP Ma’arif Bantul di Sorogenen Sewon, Pesantren Nurul Iman, Sabtu-Ahad (30-31/1).

Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Sewon Aktif Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Sewon Aktif Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Sewon Aktif Kembali

Acara yang dihadiri oleh 45 peserta ini mendatangkan beberapa pembicara antara lain Wakil Sekretaris PWNU DIY Masyhuri, Ketua MWCNU Sewon H Mahmud Jawahir, pengurus GP Ansor Sewon, dan juga pengurus IPNU-IPPNU Bantul.

Ulama Salaf Online

Penyebab kevakuman IPNU-IPPNU Sewon, menurut Ahmad Sidiq, adalah karena adanya bencana gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta pada 2006.

Ulama Salaf Online

“Mungkin karena adanya gempa tersebut, para pengurus kehilangan semangat dan akhirnya tidak aktif lagi. tetapi, saya belum melakukan kroscek kepada para senior IPNU-IPPNU Sewon terkait hal tersebut,” ujar Sidiq.

Dalam acara tersebut, para peserta yang terdiri dari para pelajar dan santri ini sangat antusias mengikuti jalannya acara. Banyak ide-ide kreatif yang muncul ketika diadakan forum diskusi.

“Forum seperti inilah yang membuat hidup karakter seorang pelajar,” tambah Sidiq.

Ia berharap IPNU-IPPNU Sewon menjadi barometer IPNU-IPPNU Bantul. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Hikmah, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Senin, 02 Oktober 2017

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Pekalongan, Ulama Salaf Online

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, secara resmi meluncurkan seragam batik IPNU-IPPNU menjelang akhir masa bakti organisasi di bawah kepemimpinan Abraham Usman (ketua IPNU) dan Fitriyah (ketua IPPNU) ini.

Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan Abraham Usman, dalam rilis Kamis (10/3), menyatakan, baru 5 hari sejak peresmiannya, batik IPNU-IPPNU ini telah terjual sebanyak 1000 potong. Ia berharap omzet penjualannya akan terus meningkat sehingga PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan dapat menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Batik tersebut diluncurkan pada acara pembukaan Konferensi XVIII Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan yang berlangsung 4-6 Maret 2016. Seragam batik ini sekaligus menjadi seragam resmi peserta konferensi bertema "Komitmen Pelajar Islam yang Berbudaya untuk Toleransi dan Pembangunan Negeri" itu.

Batik diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Pekalongan mewakili bupati setempat, didampingi bupati Pekalongan terpilih Asip Kholbihi. Turut serta pula pada kesempatan itu anggota DPR RI H Bisri Romly dan anggota DPRD Jawa Tengah Abdul Khamid.

Ulama Salaf Online

Abraham juga berharap ke depan batik IPNU-IPPNU ini bisa digunakan oleh kader IPNU IPPNU seluruh Indonesia. Dirinya menjamin bahwa kualitas dan harga batik buatan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan tidak mengecewakan.

Ulama Salaf Online

Ia berpesan bagi kader IPNU IPPNU dimana saja berada yang berminat untuk mendapatkan batik ini bisa menghubungi Abdul Khafidz (085741909585) selaku koordinator pemasaran. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita Ulama Salaf Online

Minggu, 30 Juli 2017

Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam

Kediri, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, dunia Arab yang akhir-akhir ini dirundung konflik antarwarga negara, menjadikan umat Islam tidak bisa berharap banyak pada kemajuan peradaban Islam dari negara-negara Islam di Timur Tengah.

“Mesir masih gonjang-ganjing. Yaman perang saudara, Arab semua, Islam semua, sudah 6 bulan, yang mati sudah 2000 lebih. Apa yang bisa diharapkan dari negara seperti itu. Peradaban, kemajuan kebudayaan apa yang bisa kita harapkan, kemajuan apa untuk Islam, dari Irak, Yaman, Syiria, yang bisa kita harapkan. Tidak ada,” paparnya dalam acara ‘Reuni Akbar Ke V Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal)’ di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur, Selasa (26/5).

Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Islam

Karenanya, menurut pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 ini, sudah saatnya umat Islam Indonesia memberikan contoh kepada dunia bahwa Islam di Indonesia yang tidak mempertentangkan antara agama dan nasionalisme, patut dijadikan sebagai kiblat beragama atau teladan dalam kehidupan beragama dan bernegara.

Ulama Salaf Online

“Sudah saatnya yang menjadi qiblatul islam, bukan qiblatus sholah, awas jangan salah paham. Qiblat budaya Islam, kiblat akhlak Islam, Indonesia. Indonesianya, Nahdlatul Ulama,” katanya.

Dalam pandangan kiai yang akrab disapa Kang Said ini, salah satu sebab konflik di Timur Tengah adalah karena tidak adanya rasa nasionalisme terhadap tanah airnya. Mencintai tanah air dengan cara menjaga, merawat, dan mempertahankannya dengan baik, harus diutamakan daripada berdakwah, karena dakwah tidak mungkin dilakukan apabila konflik terus berlangsung.

Ulama Salaf Online

“Oleh karena itu Mbah Yai Hasyim Asy’ari selalu mengatakan, Islam dan nasionalisme harus saling memperkuat. Man laisa lahu ardl, laisa lahu tarikh. Wa man laisa lahu tarikh, laisa lahu dzakiroh. Barang siapa tidak punya tanah air, tidak akan punya sejarah. Sejarah ditulis di tanah air ini. Ada orang pidato, Islam, Islam, Islam. Ini mau berjuang Islamnya di atas angin apa? Di atas tanah air. Oleh karena itu, tanah air dulu kita amankan, kita kuatkan, baru bicara Islam. Bangun masjid, madrasah, pesantren, di atas tanah air. Kalau tanah airnya konflik, perang saudara, kober mboten (sempat tidak)? Nggak sempat,” tegasnya.

Karena kehendak menjadikan Indonesia sebagai kiblat Islam, menjadi harapan bagi kemajuan peradaban, kemajuan akhlak, dan karakter bagi umat Islam di dunia, Muktamar NU yang akan digelar pada 1-5 Agustus mendatang di Jombang Jawa Timur mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

“Ada yang tanya, kenapa Islam Nusantara, tidak Islam Ahlussunah wal Jama’ah saja? Maksudnya Islam Nusantara itu ya Ahlussunah wal Jama’ah, Islam yang membawa hidayah  dan rohmah, Islam yang menyatu dengan budaya. Langit, wahyu, menyatu dengan kecerdasan manusia, budaya manusia, kreativitas manusia. Tidak bertentangan dengan budaya, tidak menghapus budaya,” jelasnya. (Khoirul Anwar/Mahbib)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Jumat, 21 Juli 2017

Perolehan NU Care-LAZISNU Naik Seribu Persen

Jakarta, Ulama Salaf Online

Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) menggelar Seminar Nasional bertema “Penguatan Filantropi Islam Nusantara untuk Kemandirian Ekonomi Umat”, Kamis (2/2), di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

Seminar tersebut menjadi rangkaian awal dari “Workshop Asistensi Manajemen ZIS” yang diselenggarakan pada Jumat-Ahad, 3–5 Februari 2017, di Pondok Pesantren Global Insani Mandiri (GIM), Sukabumi, Jawa Barat.

Perolehan NU Care-LAZISNU Naik Seribu Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Perolehan NU Care-LAZISNU Naik Seribu Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Perolehan NU Care-LAZISNU Naik Seribu Persen

Ketua Panitia H Abdullah Masud, mengungkapkan seminar dan lokakarya ini diikuti 200 peserta berasal dari kepengurusan NU Care-LAZISNU di tingkat pusat, 9 pengurus wilayah, dan 67 pengurus cabang/kota. Jumlah peserta tersebut tergolong kecil dibandingkan dengan keseluruhan pengurus wilayah dan cabang yang sebenarnya ada.

Ulama Salaf Online

“Kami mengundang kepengurusan pilihan yang memang sudah aktif, walaupun banyak yang belum maksimal. Tujuannya untuk memberikan bekal dan wawasan baru untuk peningkatan kelembagaan NU Care-LAZISNU,” kata Mas’ud dalam sambutannya.

Pihaknya juga menyebutkan, NU Care-LAZISNU selama tahun 2016 berkonsentrasi pada penataan di dalam. Namun, juga dibarengi dengan perolehan dana ZIS yang mengalami peningkatan kurang lebih 1000 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ulama Salaf Online

“Tahun sebelumnya perolehan ada di angka 5-7 miliar. Tahun 2016 sudah mencapai 59 miliar,” urai Mas’ud.

Dari angka 59 miliar tersebut, sekira 40 miliar terhimpun di Jakarta. Menurut Mas’ud, bila semua daerah digerakkan secara maksimal, pemasukan ZIS di Jakarta hanya berkisar 20 persen.

“NU Care-LAZISNU saat ini menerapkan manajemen MANTAP, yaitu Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah, dan Profesional. Semoga ini bisa menjadi tonggak semangat NU Care-LAZISNU ke depan,” harap Ma’ud.

Sementara itu, Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, NU Care-LAZISNU dalam penyaluran dana ZIS bersinergi dengan lembaga dan banom NU lainnya. Ia menyebut antara lain dalam penanganan pasca gempa Pidie Jaya, Aceh, NU Care bekerja sama dengan LPBINU dan LKNU.

Syamsul mengatakan seminar dan workshop kali ini diharapkan? menjadi modal untuk terus mengembangkan NU Care LAZISNU. Sukabumi menjadi percontohan karena dinilai penerapan ZIS-nya sangat NU. Diharapkan apa yang sudah diterapkan di Sukabumi,dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

“Kita harus mengembangkan potensi di semua daerah untuk kepentingan daerah bersangkutan. Bila setiap kecamatan ada pemasukan dana ZIS senilai 100 juta per bulan, maka seluruh Indonesia akan senilai 1 triliun per bulan,” kata Syamsul.

Peningkatan NU Care-LAZISNU menjadi sangat penting bila berkaca pada lembaga zakat lainnya yang nilai pemasukannya lebih tinggi dan kiprahnya lebih dikenal.

“Kami harus sampaikan ke semua peserta bahwa persaingan semakin berat. Kita seperti baru bangun. Maka kekurangan itu harus kita perbaiki. Ada moto yang harus dipegang bahwa NU Care harus menjadi lembaga keuangan yang akuntabel, tidak bisa sewenang-wenang dan asal asalan,” kata Syamsul.

Ia menyebutkan saat ini NU Care telah mendapatkan sertifikat ISO 9001: 2015. NU Care harus taat pada audit oleh lembaga ISO tersebut. Pihaknya meminta kesiapan semua daerah mendukung sistem tersebut. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Cerita Ulama Salaf Online

Selasa, 30 Mei 2017

UIM Ajak Ribuan Guru dan Pelajar Bahas Pendidikan

Palopo, Ulama Salaf Online. Universitas Islam Makassar (UIM) menyelenggarakan seminar pendidikan nasional bertema “Problematika Menentukan Dunia Pendidikan dan Solusinya dalam Membangun Daya Saing Bangsa”, Ahad (22/2), di Gedung Saudanrae Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

UIM Ajak Ribuan Guru dan Pelajar Bahas Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Ajak Ribuan Guru dan Pelajar Bahas Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Ajak Ribuan Guru dan Pelajar Bahas Pendidikan

Dalam seminar tersebut, salah satu perguruan tinggi NU ini melibatkan ribuan guru dan pelajar SMU kelas XII dari Kabupaten/Kota Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Hadir pula dalam kesempatan ini Wakapolres Kota Palopo Drs Arief, Kepala Dinas Pendidikan Akram Reza, dan sejumah petinggi UIM.

Rektor UIM Dr Majdah Agus AN saat menjadi pembicara seminar mengungkapkan, pendidikan merupakan pilar yang menentukan kesuksesan pembangunan sebuah bangsa. Islam, katanya, sejak awal mengajarkan tentang hal tersebut.

Ulama Salaf Online

“Sesuai dengan surah pertama diturunkan dari Al-Quran yakni ‘Iqra’ berarti bacalah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan itu sendiri. Olehnya itu UIM sebagai kampus Islami mempunyai visi misi yang mengedepankan pengetahuan disertai dengan nilai-nilai moral agama dan budaya,” tambahnya.

Menurutnya, semua negara maju di dunia ini, selain pendidikan menjadi penggerak utama, budaya dan karakter juga menjadi modal utama bagi kemajuan bangsanya. Misalnya Jepang, dikenal sebagai negara yang kokoh mempertahankan nilai-nilai budayanya.

Ulama Salaf Online

Majdah juga tak lupa memberikan motivasi seluruh pelajar yang akan menghadapi ujian nasional dengan melantunkan hits "Jangan Menyerah".

Pembicara lain, Rahmansyah dari Dinas Pendidikan Tinggi Sulsel, menyoroti peran pendidikan karakter. Ia mengingatkan, pemerintah telah menerapkan kebijakan bahwa seluruh lembaga pendidikan wajib menghadirkan pendidikan karakter. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Anti Hoax, Cerita Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Mei 2017

Dua Ciri Agama yang Paling Dicintai Allah

? ? ? ? ? ?

Dua Ciri Agama yang Paling Dicintai Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ciri Agama yang Paling Dicintai Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ciri Agama yang Paling Dicintai Allah

“Agama yang paling dicintai allah adalah agama yang lurus dan toleran.” [HR Bukhari]

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Olahraga, Cerita, PonPes Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock