Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Abuya Dimyati, Keramat dari Barat

Ulama dan guru tarekat yang ‘alim dan wara’ di Banten. Nama lengkapnya adalah KH. Muhammad Dimyati bin Muhammad Amin al-Banteni yang biasa dipanggil dengan Abuya Dimyati, atau oleh kalangan santri Jawa akrab dipanggil “Mbah Dim”.?

Lahir sekitar tahun 1925 dari pasangan H. Amin dan Hj. Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyati sudah menampakan kecerdasan dan keshalihannya. Ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya, menjelajah tanah Jawa hingga ke pulau Lombok demi memenuhi pundi-pundi keilmuannya.

Abuya Dimyati, Keramat dari Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Abuya Dimyati, Keramat dari Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Abuya Dimyati, Keramat dari Barat

Kepopuleran Mbah Dim setara dengan Abuya Busthomi (Cisantri) dan kiai Munfasir (Cihomas). Mbah Dim adalah tokoh yang senantiasa menjadi pusat perhatian, yang justru ketika dia lebih ingin “menyedikitkan” bergaul dengan makhluk demi mengisi sebagian besar waktunya dengan ngaji dan ber-tawajjuh ke hadratillah.

Ulama Salaf Online

Sebagai misal, siapakah yang tidak kecil nyalinya, ketika begitu para santri keluar dari shalat jama’ah shubuh, ternyata di luar telah menanti dan berdesak-desakan para tamu (sepanjang 100 meter lebih) yang ingin bertemu Mbah Dim. Hal ini terjadi hampir setiap hari.

Para peziarah Walisanga yang tour keliling Jawa, semisal para peziarah dari Malang, Jember, ataupun Madura, merasa seakan belum lengkap jika belum mengunjungi ulama Cidahu ini, untuk sekadar melihat wajah Mbah Dim; untuk sekadar ber-mushafahah (bersalaman), atau meminta air dan berkah doa.

Ulama Salaf Online

Mbah Dim menekankan pada pentingnya ngaji dan belajar, yang itu sering disampaikan dan diingatkan Mbah Dim kepada para santri dan kiai adalah jangan sampai ngaji ditinggalkan karena kesibukan lain ataupun karena umur. Sebab, ngaji tidak dibatasi umur. Sampai-sampai, kata Mbah Dim, thariqah aing mah ngaji!, yang artinya ngaji dan belajar adalah thariqahku.

Bahkan kepada putera-puterinya (termasuk juga kepada santri-santrinya) Mbah Dim menekankan arti penting jama’ah dan ngaji sehingga seakan-akan mencapai derajat wajib. Artinya, tidak boleh ditawar bagi santri, apalagi putera-puterinya.

Mbah Dim tidak akan memulai shalat dan ngaji, kecuali putera-puterinya—yang seluruhnya adalah seorang hafidz (hafal Al-Qur’an) itu sudah berada rapi, berjajar di barisan (shaf) shalat. Jika belum dating, maka kentongan sebagai isyarat waktu shalat pun dipukul lagi bertalu-talu. Sampai semua hadir, dan shalat jama’ah pun dimulai.

Mbah Dim merintis pesantren di desa Cidahu Pandeglang sekitar tahun 1965, dan telah banyak melahirkan ulama-ulama ternama seperti Habib Hasan bin Ja’far Assegaf yang sekarang memimpin Majelis Nurul Musthofa di Jakarta. Dalam bidang tasawuf, Mbah Dim menganut tarekat Qodiriyyah-Naqsabandiyyah dari Syeikh Abdul Halim Kalahan. Tetapi praktik suluk dan tarekat, kepada jama’ah-jama’ah Mbah Dim hanya mengajarkan Thariqah Syadziliyah dari syekh Dalhar.

Itu sebabnya, dalam perilaku sehari-hari ia tampak tawadhu’, zuhud dan ikhlas.?

Banyak dari beberapa pihak maupun wartawan yang coba untuk mempublikasikan kegiatannya di pesantren selalu di tolak dengan halus oleh Mbah Dim, begitu pun ketika ia diberi sumbangan oleh para pejabat selalu ditolak dan dikembalikan sumbangan tersebut. Hal ini pernah menimpa Mbak Tutut (Anak Mantan presiden Soeharto) yang member sumbangan sebesar 1 milyar, tetapi oleh Mbah Dim dikembalikan.

Tanggal 3 Oktober 2003 tepat hari Jum’at dini hari Mbah Dim dipanggil oleh Allah SWT ke haribaan-Nya. Banten telah kehilangan sosok ulama kharismatik dan tawadhu’ yang menjadi tumpuan berbagai kalangan masyarakat untuk dimintai nasihat.?

Bukan hanya masyarakat Banten, tapi juga umat Islam pada umumnya merasa kehilangan. Ia di makamkan tidak jauh dari rumahnya di Cidahu Pandeglang, dan hingga kini makamnya selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di Tanah Air. (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU Ulama Salaf Online

Minggu, 18 Februari 2018

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

Cirebon, Ulama Salaf Online. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Machasin mengungkapkan bahwa, di ranah keluarga, ulama perempuan mempunyai peluang yang besar dalam membentuk kepribadian anak-anak, memberi bekal kepada mereka untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat dan membentuk keluarga sendiri.

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

“Ia dapat membentuk ruang keluarga yang memungkinkan pribadi-pribadi yang hidup di situ berkembang secara wajar, menjadi sandaran jiwani,” kata Machasin dalam makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4).

Menurutnya, di ranah publik banyak ruang kosong yang tidak dapat diisi oleh fungsi keulamaan laki-laki.

Hal itu Karena pada realitasnya, lanjut Machasin, agama yang menganjurkan persatuan justru memisah-misahkan orang. Menganjurkan kasih sayang, tapi justru menimbulkan banyak peperangan yang menumpahkan banyak darah. Menganjurkan kelembutan, tapi justru muncul banyak orang yang keras dan bengis.

Ulama Salaf Online

“Berperan dalam ruang publik yang sudah didominasi laki-laki tidak berarti ulama perempuan mesti bersaing, namun mengisi apa yang belum terisi, meluruskan yang menyimpang, dan memberikan kelembutan,” katanya.

Menurutnya, setidaknya perempuan memiliki tiga kekuatan yang tidak atau jarang dimiliki ulama laki-laki, yaitu ilmu agama yang peka terhadap adanya ketidakadilan dan penindasan, kelembutan, dan kepemimpinan yag melindungi dan mencintai umat yang dipimpin.

Ulama Salaf Online

Selain Machasin, hadir pula menjadi pembicara pada seminar tersebut, yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Arijawinangujn Cirebon KH Husein Muhammad, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, dan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yogyakarta Siti Aisyah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, RMI NU, Nasional Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat

Setiap orang yang membangun rumah tangga dalam sebuah ikatan perkawinan dapat dipastikan ingin mendapatkan keturunan. Dan kehadiran seorang anak dalam kehidupan rumah tangga adalah sesuatu yang paling diharapkan lebih dari lainnya. Ini bisa di lihat dalam pergaulan kehidupan sehari hari, di mana ketika seseorang bertemu dengan temannya maka pertanyaan yang pertama kali dilontarkan adalah “anakmu sudah berapa?”. Juga ketika sepasang suami istri telah sekian lama menikah, harta telah melimpah dan hidup dalam kecukupannamun belum juga dikaruniai momongan, kenikmatan hidup berumah tangga itu belum lengkap dirasakan. Keduanya akan rela mengeluarkan biaya berapa pun banyaknya demi mendapatkan momongan, anak keturunan.

Dan ketika anak keturunan telah didapatkan orang tua masih memiliki harapan agar kelak anak-anaknya menjadi orang-orang yang sukses, bukan saja di dunia tapi juga kelak di akhirat. Ini adalah harapan ideal yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap keluarga muslim.

Di dalam Al-Qur’an secara tersirat maupun tersurat Allah banyak memberikan ajaran bagaimana menciptakan keturunan generasi penerus yang saleh, berkualitas, sukses dunia dan akhirat. Dari banyak ajaran itu salah satu yang menjadi kunci pokoknya adalah kesalehan dan ketaatan orang tua kepada Tuhannya.

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat

Secara tersirat pesan ini disampaikan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 124 yang menceritakan perihal bagaimana Nabi Ibrahim melakukan ketaatan hingga berbuah keturunan yang dianugerahi kesuksesan. Allah berfirman:

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya: “Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa perintah, maka ia melaksanakan perintah itu dengan sempurna. Tuhannya berkata, “Sesungguhnya Aku menjadikanmu sebagai pemimpin bagi umat manusia.” Ibtahim berkata, “(demikian pula) sebagian anak turunku.” Tuhannya berkata, “Janjiku tidak berlaku bagi orang-orang yang berbuat aniaya.”

Secara garis besar ayat tersebut menceritakan tentang ujian yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang macam ujian yang diberikan Allah kepada nabi-Nya tersebut. Ada yang berpendapat bahwa ujian itu berupa perintah menyembelih putra beliau Nabi Ismail. Ulama yang lain mengatakan ujian itu berupa rangkaian ibadah mansik haji. Pun ada yang menuturkan bahwa Nabi Ibrahim diuji oleh Allah dengan berbagai perintah yang berkaitan dengan kebersihan diri seperti memotong kuku, mencukur bulu ketiak, memotong kuku dan lain sebagainya.

Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut yang jelas pada ayat di atas dituturkan bahwa pada akhirnya Nabi Ibrahim dapat melaksanakan perintah-perintah Allah yang diujikan kepadanya dengan sempurna, tanpa ada ada kekurangan juga tanpa berlebihan (Muhammad Nawawi Al-Jawi, Tafsir Al-Munir [Beirut: Darul Fikr, 2008], jil. 1, hal. 37).

Imam Ibnu Kasir menuturkan bahwa atas prestasi ini maka kemudian Allah memberikan balasan dengan menjadikan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin bagi umat manusia (Ibnu Kasir, Tafsir Al-Qur’an AL-‘AdhimI [Semarang: Toha Putra, tt], juz 1, hal. 165). Beliau menjadi panutan yang diikuti oleh siapapun dalam hal kebaikan. Namun rupanya Nabi Ibrahim belum benar-benar puas atas penghargaan yang diberikan Allah. Kepada Tuhannya beliau meminta agar tidak dirinya saja yang dijadikan pemimpin bagi umat manusia tapi juga sebagian dari anak keturunannya diberi kehormatan serupa. Kiranya Allah mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim. Hanya saja janji anugerah Allah ini tidak berlaku bagi siapa saja yang berbuat aniaya atau zalim.

Dalam sejarah bisa dilihat bahwa para rasul yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah setelah masa Nabi Ibrahim mereka semua adalah anak-anak keturunan beliau. Bahkan sebagian di antaranya ada yang tidak hanya diberi kenabian namun juga kekuasaan sebagai seorang raja. Nabi Dawud, Sulaiman dan Yusuf adalah contohnya.

Dari kajian di atas bisa diambil pendidikan luhur bahwa kesalehan dan ketaatan orang tua kepada Allah merupakan modal besar bagi terbentuknya generasi yang berkualitas baik duniawi maupun ukhrawi. Adanya anak keturunan Nabi Ibrahim dianugerahi Allah kemuliaan dengan diangkat sebagai nabi dan raja adalah tidak lepas dari bagaimana Nabi Ibrahim sebagai leluhurnya menjalankan dan mentaati perintah-perintah Allah secara sempurna. 

Berangkat dari itu bila orang tua menghendaki generasi penerusnya mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat, menjadi anak-anak yang berkualitas lahir dan batin, maka semestinya orang tua mau mengawalinya dengan membentuk kesalehan diri sendiri. Ketaatan orang tua dalam menjalani perintah-perintah Tuhannya dan menjauhi setiap larangan-Nya memiliki andil yang cukup besar dalam membentuk dan mencapai harapan itu. Allah tidak hanya memberikan balasan kebaikan bagi pelakunya saja namun juga bagi generasi penerusnya.

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 7 Allah juga berfirman:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Bila kalian melakukan kebaikan maka kalian melakukan kebaikan bagi diri kalian sendiri, dan bila kalian melakukan kejelekan maka kejelekan itupun untuk diri sendiri”. 

Imam Ar-Razi di dalam kitab tafsirnya Mafâtihul Ghaib mengutip penjelasan Al-Wahidi tentang ayat di atas bahwa apabila kalian melakukan ketaatan kepada Allah maka dengan ketaatan kalian itu Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan keberkahan bagi kalian. Sebaliknya bila kalian melakukan kejelekan maka dengan jeleknya kemaksiatan yang kalian lakukan itu Allah akan membukakan pintu-pintu keburukan bagi kalian (Fakhrudin Al-Razi, Mafâtihul Ghaib [Beirut: Darul Fikr, 1981], juz 20, hal 159).

Bila ayat tersebut diterapkan dalam kaitan sebab akibat antara ketaatan orang tua dan kesuksesan anaknya maka bisa diambil satu pemahaman bahwa ketaatan seseorang kepada aturan-aturan Allah akan mewujudkan kebaikan dan keberkahan bagi dirinya sendiri yang salah satunya berupa kesuksesaan anak-anak keturunan di bidang duniawi maupun ukhrawi. Ya, saat orang tua memandang anak-anaknya menjadi orang yang sukses bukankah itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya? Maka itu berarti ketaatannya membuahkan kebaikan bagi dirinya sendiri.

Satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya menyebutkan sabda Rasulullah yang menyatakan, “Sesungguhnya anak-anakmu adalah dari hasil usahamu” (Ahmad bin Hambal, Musnad Ahmad [Muassasah Al-Risalah, 2001], jil. 42, hal. 176). Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, RMI NU Ulama Salaf Online

Kamis, 08 Februari 2018

Menuntut Ilmu di Pesantren Akan Mengangkat Derajat Orang Tua

Cirebon,Ulama Salaf Online

Sejak Sabtu, (15/7/2017), ratusan peserta didik baru madrasah di lingkungan Pondok Buntet Pesantren mengikuti rangkaian Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) 2017. Selama tiga hari, mereka diberikan pembekalan sebelum masa aktif belajar dimulai.

Menuntut Ilmu di Pesantren Akan Mengangkat Derajat Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Menuntut Ilmu di Pesantren Akan Mengangkat Derajat Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Menuntut Ilmu di Pesantren Akan Mengangkat Derajat Orang Tua

Di hari terakhir, Senin, (17/7/2017), para peserta Matsama diagendakan sowan ke kiai-kiai sepuh Buntet Pesantren guna mengalap berkah dan nasihatnya.

Di kediamannya, Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza menyampaikan bahwa para peserta didik baru di madrasah Buntet Pesantren itu orang yang beruntung.

Ulama Salaf Online

“Kalian mengambil ilmu di pondok pesantren Buntet adalah sebuah keberuntungan bagi kalian karena kalian akan mengangkat maqom (kedudukan) derajat orang tua.,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Mengutip dawuh ulama, Kiai Adib menjelaskan, bahwa seseorang tidak akan mendapatkan seluruh ilmu pengetahuan meskipun dia belajar selama seribu tahun sebab ilmu itu seperti lautan. Maka ambil yang terbaiknya saja. Karena ilmu itu laut, diambil oleh siapapun dan seberapa banyak pun orang mengambil air dari laut, airnya tidak akan habis.

“Ilmu itu diibaratkan laut. Orang sedunia mengambil air dari laut, laut akan bergeming, laut tidak akan keruh, laut tidak akan asat (surut),” katanya.

Selain itu, kiai yang juga salah satu mustasyar PBNU itu menyampaikan bahwa untuk mencapai ilmu itu harus mendapatkan restu dan juga takzim kepada kiai dan guru.

“Untuk menghormati kiai dan guru adalah dengan meningkatkan kualitas belajar,” ungkapnya.

Tidak cukup hanya belajar, Kiai Adib mengingatkan agar para santri juga mendaras atau mutalaah. Dari mendaras itulah, ilmu diterima oleh akal, lalu dimasukkan ke dalam fuad (hati). Fuadlah yang akan menyetir jawarih (anggota tubuh).

“Kalau itu bisa kalian kerjakan, maka jaminannya adalah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang lebih baik, dan ilmu yang akan menyelamatkan kehidupan kalian, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.

Selain sowan pada Kiai Adib, para peserta Matsama juga sowan pada KH Abdul Hamid Anas, KH Hasanuddin Kriyani, dan KH Amiruddin Abkari. (M. Rikays/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Daerah Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

Malang, Ulama Salaf Online. Para aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, turun ke jalan membagi-bagikan masker, sejak Sabtu (15/2) pagi, menyusul hujan abu vulkanik yang mengguyur Kota Malang akibat erupsi Gunung Kelud.

Aksi bagi-bagi pelindung pernafasan tersebut diperuntukkan kepada para pengguna jalan maupun masyarakat setempat daerah Tlogomas, Malang. Berbeda dari yang lain, para aktivis PMII ini melakukan aksinya tanpa menggunakan atribut organisasi kemahasiswaan Islam tersebut.

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

“Memang begitu, ketika kita berdiri atas nama kemanusiaan, sudah selayaknya kita melepaskan atribut apapun,” ujar Ketua Komisariat PMII UMM Syukron Anshori.

Ulama Salaf Online

Pembagian masker disambut baik para pengendara. Umumnya mereka menepi dan menutupi mulut mereka dengan masker pemberian PMII UMM. Masyarakat Kota malang diimbau tetap menggunakan masker atau kacamata untuk mengindari serbuan abu vulkanik Gunung Kelud yang disertai bau belerang itu.

Ulama Salaf Online

Selain PMII, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) beserta sejumlah badan otonom dan komunitas NU lainnya ? juga aktif menggalang bantuan di sejumlah daerah terdampak. Di samping bagi-bagi masker, mereka turut menyuplai bahan makanan, selimut, perlengkapan shalat, kebutuhan bayi, dan lainnya. (Orie Muhammad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, RMI NU, Internasional Ulama Salaf Online

Selasa, 23 Januari 2018

Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus

Bandung, Ulama Salaf Online. Upaya-upaya menggali khazanah dan studi tentang Pesantren terus berkembang dengan baik di Indonesia. Sejumlah penelitian serius secara konsen mengarahkan bidikan kajiannya pada institusi pendidikan Islam tertua di Nusantara ini.

Salah satunya Studi itu dilakukan oleh KH Mujib Qulyubi, Wakil Rektor Kemahasiswaan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.

Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaji Keistimewaan Manajemen Pesantren, Kiai Mujib Qulyubi Raih Doktor di Uninus

Dalam studinya yang bertajuk Manajemen Pendidikan Karakter di Pesantren, Kiai yang juga Katib Syuriyah PBNU ini menemukan keistimewaan manajerial yang khas dan hanya dimiliki oleh Pesantren. 

"Di balik penampilan yang dikesankan biasa-biasa saja dan bahkan banyak kelangan memandang Pesantren tidak memiliki manajemen yang jelas, ternyata semua itu tidak benar. Saya menemukan bahwa di Pesantren Kevin Jambu Al-Islamy, juga di Pesantren-pesantren lain, Ada manajemen yang secara langsung berkorelasi dengan pembentukan akhlak dan karakter santri," jelas Kiai Mujib.

Di hadapan pengujinya di Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung pada Rabu (6/12), Kiai Mujib berhasil mempertahankan Disertasinya dengan sangat baik. "Insyaallah hasil kajian ini akan dikembangkan dan disempurnakan agar ada manfaatnya bagi dunia pendidikan,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Saat dikonfirmasi mengenai keistimewan Pesantren yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lainnya, Mujib mengatakan bahwa kepercayaan kepada keberkahan atau barokah adalah salah satu nilai dan prinsip yang otentik yang dimiliki Pesantren. 

Ulama Salaf Online

"Pesantren punya banyak nilai yang otentik. Salah satunya percaya pada barokah. Ini yang menyebabkan ilmu santri menjadi bermanfaat," jelasnya mengakhiri. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, AlaNu Ulama Salaf Online

Minggu, 21 Januari 2018

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Jakarta, Ulama Salaf Online - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menggelar kajian fikih ramah penyandang disabilitas di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/10). Mereka dalam kajian ini menghadirkan sejumlah komunitas penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini komunitas tersebut mengungkapkan sejumlah konstruksi dan fasilitas rumah ibadah agama Islam yang belum ramah terhadap penyandang disabitilas. Mereka juga menyampaikan kebutuhan buku-buku hadits dan fikih berhuruf Braile yang masih sangat minim.

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Ketua LBM PBNU KH Najib Hasan menyampaikan bahwa kesadaran raham penyandang disabilitas memang belum merata di kalangan pengelola fasilitas ibadah baik masjid maupun mushala.

Ulama Salaf Online

“Belum ada masjid dan pesantren yang memikirkan masalah penyandang disabilitas. Untuk itu kita ingin mendorong semua pihak untuk terbuka dengan amsalah ini,” kata Kiai Najib.

Ulama Salaf Online

Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna mengatakan bahwa P3M sebenarnya sudah lama memberikan masukan kepada PBNU.

“Pak Setia, waktu itu ia datang ke PBNU menemui Ketua PBNU KH Imam Aziz, lalu ia memanggil saya. Isu disabilitas ini disetujui Kiai Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU. Pertemuan kita kali adalah dalam rangka menyiapkan draf awal terkait materi fikih ramah disabilitas,” kata Sarmidi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, RMI NU, Sunnah Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Pamekasan, Ulama Salaf Online. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI Moh Mahfud MD menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahan Persiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepat dan proporsional. Pendapat mantan Menteri Pertahanan itu berbeda Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang menilai bahwa pemberantasan korupsi cenderung tebang pilih, khususnya pada orang dekat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Mahfud mengatakan hal itu, usai menghadiri dialog dengan tukang ojek dan tukang becak di Jalan Niaga, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/4) malam. Bahkan menurutnya, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden SBY jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. “Justru saya melihat pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini jauh lebih bagus ketimbang kepemimpinan Megawati,” ujarnya.

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Dijelaskan, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Megawati kurang bergaung. Indikasinya, terlihat dari minimnya pejabat publik yang diseret ke meja hijau. “Kalau dulu izin pemeriksaan pejabat publik seperti gubernur, tidak langsung diteken. Sekarang kan relatif lebih cepat. Presiden SBY langsung meneken permintaan izin pemeriksaan terhadap pejabat, seperti Abdullah Puteh (Gubernur NAD, Syaukani (Bupati Kutai Kertenegara), dan sebagainya,” terang Mahfud.

Karena itu, dia tidak setuju dengan pendapat sebagian pengamat, termasuk Gus Dur, yang menilai Presiden SBY terkesan tebang pilih dan hanya mengincar orang-orang rezim Megawati. Menurutnya, tudingan itu tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Dia menilai, Presiden SBY tidak pandang bulu memerangi pelaku korupsi.

“Era pemerintahan Megawati hampir tidak ada mantan pejabat yang diperiksa. Bahkan, Megawati terkesan menghalang-halangi pemeriksaan seperti yang dialami Abdullah Puteh. Tapi, begitu SBY naik, Abdullah Puteh langsung diperiksa. Begitu pun dengan mantan pejabat lainnya,” ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Selain itu, Mahfud melihat tidak ada nuansa dendam dari SBY terhadap orang-orang Megawati, seperti banyak diberitakan media massa. “Rokhmin Dahuri (mantan Menteri Kelautan) dan Widjanarko Puspoyo (mantan Dirut Bulog) merupakan pejabat sejak era Gus Dur, bukan hanya orangnya Megawati,” paparnya.

Namun demikian, Mahfud tetap melihat adanya kelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia pada era SBY. Indikasinya, penanganan korupsi belum berani menyentuh pejabat yang masih aktif. Padahal, banyak pejabat negara yang diduga tersandung korupsi dalam jumlah tidak sedikit.

“Beberapa pejabat yang nyata-nyata melakukan tindak korupsi lepas dari proses hukum. Yang diproses hanya mereka yang tidak lagi menjabat,” tandasnya.

Kondisi tersebut, menurut Mahfud, mengindikasikan adanya pengaruh kekuasaan yang masih dominan di negeri ini. Dengan kekuatan yang dimiliki, seorang pejabat bisa membeli hukum. Bahkan, katanya, hal itu tidak hanya dilakukan oleh pejabat di daerah, tapi juga di pusat. Sayangnya, pakar hukum dari UII Jogjakarta ini tidak bersedia menyebutkan nama-nama pejabat dimaksud. (gpa/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, RMI NU, AlaNu Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

600 Anak Ikuti Aneka Lomba Muslimat DKI

Jakarta, Ulama Salaf Online. Sekitar 600 anak mengikuti aneka lomba yang diselenggarakan Muslimat NU DKI Jakarta, pada Sabtu, (26/5) mulai pukul 08.00-12.00, bertempat di Anjungan Provinsi Lampung, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Anak-anak itu berasal dari 100 Pendidikan Anak Usia Dini se-DKI. Mereka mengikuti aneka lomba, diantaranya fashion show  atau lomba busana muslim, puitisasi Al-Qur’an, dan kaligrafi.

600 Anak Ikuti Aneka Lomba Muslimat DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
600 Anak Ikuti Aneka Lomba Muslimat DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

600 Anak Ikuti Aneka Lomba Muslimat DKI

Lomba busana muslim paling diminati anak-anak, dan paling banyak ditonton. Lomba ini satu pentas dengan puitisasi Al-Quran. Putisasi al-Quran adalah mendeklamasikan Surah Al-Ashri ayat 1-3. Sementara lomba kaligrafi adalah mewanai lafadz-lafadz Asmaul Husna.  

Ulama Salaf Online

Menurut Sekretaris Muslimat NU DKI Maghfirah, setiap cabang lomba akan memperebutkan 6 juara. Setiap juara akan diberi hadiah piala, tas, dan beasiswa selama enam bulan.

Lomba bertema Menuju Anak Indonesia Sehat, Cerdas dan Ceria ini merupakan salah satu rangkaian peringatan hari lahir (harlah) ke-66 Muslimat NU DKI. Beragam kegiatan digelar dari awal Mei hingga Juni. Puncaknya akan berlangsung di Gelora Bung Karno pada 19 Juni nanti.

Ulama Salaf Online

Perlombaan tersebut dibuka Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muslimat DKI Hizbiyah Rochim. Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Fadhilah Ahmad dari Pimpinan Pusat Muslimat. 



Penulis : Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Para pengikut Saddam disingkirkan

Jakarta, NU.Online
Amerika ingin mencegah Partai Baath menjadi kekuatan yang teratur. Ribuan anggota partai Baath pimpinan Saddam Husein dilarang memegang jabatan di pemerintahan. Langkah ini akan memberantas Partai Baath, dengan menancapkan "sebuah pancang di jantungnya", seorang pejabat senior dari kantor pemerintah sipil baru Amerika di Irak mengatakan kepada wartawan.

Peraturan pemerintah dikeluarkan sehari setelah kepala pemerintahan baru, Paul Bremer, mengatakan bahwa pasukan koalisi yang menduduki Irak bertekad untuk membasmi partai mantan Presiden Saddam Hussein itu.

Pasukan Amerika di Irak juga telah melancarkan misi untuk menghentikan kekacauan, yang telah melanda negeri itu sejak rezim lama disingkirkan lima minggu yang lalu.

Pejabat dari Kantor Pembangunan Kembali dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika (ORHA) di Irak mengatakan, para mantan anggota partai Baath menyulut aksi kejahatan dan demonstrasi anti Amerika di Irak.

Perkembangan lainnya

- Kanselir Jerman Gerhard Schroeder menyatakan dukungannya terhadap usulan resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Irak.

- Amnesti Internasional menyelidiki tuduhan sejumlah tawanan perang Irak bahwa mereka disiksa oleh pasukan Amerika dan Inggris.

- Kerangka 45 orang dikeluarkan dari kuburan massal di Karbala, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Penjarah ditangkap

Amerika Serikat dituduh gagal mengembalikan ketenangan dan ketertiban sejak perang berakhir.
Ratusan penjarah ditangkap. Namun salah satu jendral senior Amerika di Baghdad, Mayjen Buford Blunt mengatakan, jumlah polisi militer di Baghdad akan bertambah dua kali lipat, menjadi sekitar 4000 di akhir bulan ini.

Pasukan Amerika meningkatkan operasi melawan penjarahan, menangkap sekitar 300 orang sejak hari Rabu, sebagian dilaporkan berusia 10 tahun.

Mayjen Blount mengatakan bahwa di masa depan para penjarah akan ditahan selama tiga minggu, bukan beberapa jam atau beberapa hari seperti sekarang.

Pasukan Amerika juga telah memasang berbagai poster dalam bahasa Arab di sekitar ibukota untuk memperingatkan para penjarah kerugian terhadap upaya pembangunan kembali akibat perbuatan mereka.

"Pilihannya ada di tangan anda, anda dapat membantu pembangunan kembali Irak dan membantu membangun Irak yang makmur, atau anda dapat menyebabkan generasi masa depan hidup dalam kemiskinan. Lakukanlah apa yang disarankan akal sehat anda," kata poster tersebut.

Blount mengatakan bahwa sekitar 90% masalah keamanan disebabkan oleh penjahat biasa, yang sebagian dibebaskan dari penjara oleh Saddam Hussein dalam amnesti massal tahun 2002.

Pembasmian massal

Larangan terhadap anggota Partai Baath bekerja untuk pemerintah itu akan berdampak pada antara 15,000 dan 30,000 pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat ORHA itu.

Sebuah proses penyaringan teratur akan dimulai hari Sabtu, termasuk wawancara dan pemeriksaan catatan resmi, katanya.

Sampai 2000 anggota Partai Baath senior masih bekerja sebagai pejabat tinggi di berbagai departemen Irak, tambahnya.

Ia mengakui bahwa pembasmian orang-orang Baath berarti akan ada inefisiensi dalam sektor publik untuk beberapa lama.(BBC/Cih)
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Pertandingan, RMI NU Ulama Salaf Online

Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para pengikut Saddam disingkirkan

Rabu, 27 Desember 2017

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Wilayah Fatayat NU DI Yogyakarta bekerja sama dengan King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID) mengadakan acara Lokakarya Pemudi Antariman dengan tema "Mengelola Keberagaman Agama bagi Pemudi Antariman Di Yogyakarta, Indonesia" pada 28-29 Agustus 2015 di Villa Mawar Asri, Kaliurang Barat, Kaliurang, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,.

Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia, yang hampir semua etnis dan agama dengan segala denominasinya, hidup dan berkembang. Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata, separuhnya hampir dihuni oleh anak muda yang datang dari berbagai penjuru Nusantara untuk belajar dan mengembangkan diri. Hal tersebut menyebabkan dinamika kehiduapan sosial, budaya dan agama sangat tinggi, dan pada gilirannya meningkatkan potensi konflik, bahkan bisa jadi merambat menjadi kekerasan di DIY. Hal itu sudah terbukti dalam empat tahun terakhir ini, kekerasan atas nama etnis dan agama semakin meningkat di Yogyakarta.

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Dalam rangka itulah, diperlukan intervensi untuk mengantisipasi dan memastikan kekerasan atas nama agama tidak terulang lagi, khususnya intervensi bagi para perempuan muda lintasagama. "Usia muda merupakan masa sangat produktif, para perempuan muda akan bereproduksi, merawat dan mendidik anak-anak dan juga berkarier dan mengembangkan diri di lingkungan dan tempat kerja mereka. Inilah alasan diadakannya acara loka karya." Kata Wiwin Siti Aminah, Ketua panitia sekaligus fasilitator dalam acara tersebut.

Ulama Salaf Online

Acara ini pun bertujuan memberikan kesempatan kepada para pemudi lintas iman untuk bertemu, mengenal satu sama lain dan berbagi pengetahuan serta pengalaman.? Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran mengenai realitas dinamika kemajemukan masyarakat dan pentingnya mengelola keberagaman agama dengan dialog sebagai sebuah kekuatan bersama dalam menciptakan perdamaian. Seperti penjelasan ketua Fatayat NU DIY, Mustaghfiroh Rahayu "selain itu, acara ini untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya peran perempuan dalam proses dialog antariman di Yogyakarta."

Acara ini tidak berhenti hanya pada lokakarya saja, namun ada tindak lanjut selama empat kali pertemuan serta mengadakan kunjungan di lima tempat yakni Pesantren, Vihara, Hare Krishna, Katolik Seminari, dan Gereja Kristen Jawa. PW Fatayat NU DIY berharap dengan kegiatan ini senafas dengan gerakan Islam Nusantara yang sedang menjadi pembahasan di kancah nasional maupun internasional. (Muyassaroh/Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Tokoh, RMI NU Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah tegas dalam melindungi kelompok minoritas. Sejumlah persoalan keagamaan selama tahun 2013 masih terus bermunculan, yang mengganggu keharmonisan hubungan antar agama.

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah Tegas Lindungi Minoritas

Pada Natal 2013 ini, Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Bekasi menggelar misa Natal di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta karena gereja karena masih adanya masalah terhadap keberadaan gereja mereka. Demikian pula, umat Islam yang menjadi minoritas di beberapa daerah juga mengalami kesulitan membangun masjid. Sementara umat diantara umat Islam sendiri menghadapi persoalan dengan aliran Syiah dan Ahmadiyah.

“PBNU berharap terjadinya hubungan keagamaan yang beradab dan toleran,” katanya di gedung PBNU, Kamis (26/12).?

Menurut Kiai Said, jika umat Islam mampu menghargai dan melindungi minoritas, maka umat Islam sendiri akan mendapatkan simpati.

Ulama Salaf Online

“Islam bukan sekedar soal akidah dan syariah, tetapi juga ada budaya, moral dan etika,” paparnya.

Ulama Salaf Online

Tetapi jika umat Islam sendiri bersikap jumud, menggunakan cara-cara kekerasan, maka yang timbul adalah sikap antipati.?

Ia menegaskan, dalam Al-Qur’an sendiri diperintahkan agar agama, nyawa dan martabat manusia dilindungi karena hal itu merupakan sesuatu yang suci, siapapun mereka. Jika kekerasan dilakukan oleh umat Islam, maka sama dengan mengotori kesucian umat Islam sendiri. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, RMI NU, Santri Ulama Salaf Online

Jumat, 22 Desember 2017

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Pengurus Aswaja NU Center (Asnuter) PCNU Pamekasan terus bergerak aktif menguatkan paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Selain getol menjadi fasilitator kajian keaswajaan, pengurus Asnuter juga menyebarkan buku Khazanah Aswaja ke masyarakat sekaligus warga pergerakan.

"Kami melakukan itu supaya pemahaman terhadap Aswaja betul-betul berbasis literasi, tidak sebatas dari diskusi semata," terang Sekretaris Asnuter K Mukhlis Nashir, Ahad (19/11).

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja

Tiap kali menjadi pemateri dalam sebuah forum diskusi, pria yang akrab disapa Ra Mukhlis tersebut membagikan buku Khazanah Aswaja secara gratis kepada panitia. Itu masih terlihat pada Sabtu (18/11) saat Ra Mukhlis menjadi pemateri Aswaja sebagai Manhajul Fikr di Mapaba Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PR PMII) As-Syafiie Komisariat Universitas Madura (Unira) Cabang Pamekasan di Balai Desa Plakpak, Pegantenan, Pamekasan.

Ulama Salaf Online

"Buku yang diterbitkan PWNU Jawa Timur ini penting kita pelajari, mesti jadi pijakan dalam tiap kali diskusi keaswajaan," tarang Ra Mukhlis Nashir.

Ulama Salaf Online

Ketua Rayon PMII As-Syafiie Umarul Faruq menegaskan, pihaknya akan memanfaatkan dengan baik buku yang diterimanya dari mantan aktifis PMII UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Setelah kegiatan Mapaba, terangnya, akan ada tindak lanjut dan kajian sehingga nanti buku Khazanah Aswaja bisa dibedah bersama-sama oleh warga pergerakan. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Kajian Islam, RMI NU Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, Ulama Salaf Online. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

Ulama Salaf Online

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Aswaja, RMI NU Ulama Salaf Online

Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang PMII Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar perayaan Maulid Nabi di Aula Kantor Kementerian Agama setempat, Jumat (15/1) malam. Pengasuh Pondok Pesantren Al Abror Pamekasan KH Syatibi Sayuthi, hadir sebagai penceramah.

Dalam taushiyah yang dirangkai dengan Muspimcab PMII, Kiai Syatibi mengajak seluruh kader PMII untuk bersama memantapkan paham Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di dunia kampus. Itu untuk menangkal radikalisme sebagai embrio dari terorisme.

Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme

Kiai Syatibi juga menegaskan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan berorganisasi. Di samping itu, juga diketengahkan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk kepentingan dakwah dan keagamaan.

Ulama Salaf Online

Serta, Kiai Syatibi menegaskan pentingnya mempertahankan seni budaya lokal yang selaras dengan syariat Islam.

"Dengan teknologi hidup menjadi mudah, dengan seni budaya hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Khutbah, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Senin, 18 Desember 2017

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena

Meskipun bukan kelahiran Solo, namun di Kota Bengawan inilah awal bakatnya di dunia tulis menulis mulai tampak. Ia memulai karier menulisnya ketika Ia duduk di bangku Sekolah, sebagai Redaktur majalah Sekolah Dasar di Solo.

Mahbub Junaidi, Sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar menulis, bahkan ia pernah berstatemen, “Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis.”

Ia adalah anak pertama dari 13 Saudara kandungnya. Ayahandanya  H. Djunaidi  adalah tokoh NU dan pernah jadi anggota DPR hasil Pemilu 1955. Keluarganya harus mengungsi ke Solo karena kondisi yang belum aman pada saat awal kemerdekaan. Di Solo, ia menempuh pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum. Di tempat itu Mahbub diperkenalkan tulisan-tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain-lain. “Masa-masa itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya,” cerita Mahbub.

Saat Belanda menduduki Solo tahun 1948, Mahbub Junaidi dan keluarganya kembali ke Jakarta.  Di Jakarta ia kemudian melanjutkan pendidikannya, masuk ke SMA Budi Utomo. Di sekolah barunya bakat menulis yang dimilikinya semakin terasah. Ia sering menulis sajak, cerpen, dan esei. Tulisan-tulisannya banyak dimuat majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Bakatnya ini terus berlanjut hingga ia menjadi mahasiswa, organisatoris, kolumnis, sastrawan, jurnalis, agawaman, poltisi dan sebagainya. Ya, selain sebagai seorang penulis, sosok yang satu ini juga dikenal sebagai tokoh yang multitalenta.

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena

Dalam hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya, misalnya beliau yang menerjemahkan buku 100 tokoh yang berpengaruh di dunia karangan Michael H. Hart. Pun, dalam menulis kolom, Mahbub sangat terkenal dengan bahasa satire dan bahasanya yang humoris. Bahkan, Bung Karno samapai terkesan dengan tulisan beliau, karena Mahbub mengatakan Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence, sehingga Bung Karno sempat mengundang Mahbub ke Istana Bogor, dari situlah Mahbub Junaidi menjadi sangat dekat dengan Bung Karno, dan Mahbub sangat kagum dengan “sang penyambung lidah rakyat tersebut.”

Ajaran Bung Karno, memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya. “Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bukan bahasa gua.

Ulama Salaf Online

Salah satu ciri dari tulisan Mahbub adalah kepandaiannya dalam memasukkan unsur humor. Humor adalah cara dari Mahbub untuk mengajak seseorang masuk kedalam suatu masalah, karena salah satu kebiasaan dari orang Indonesia adalah suka tertawa, maka untuk mengkritik dengan cara yang enak adalah lewat humor. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gus Dur, “dengan humor kita dapat sejenak melupakan kesulitan hidup.”

Sebagai kolumnis, tulisan Ketua Umum PB PMII Tiga Periode Ini kerap dimuat harian Kompas, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Pelita, dan TEMPO. Kritik sosial yang tajam tanpa kehilangan humor adalah ciri khas tulisan Sang Pendekar Pena ini. Akibat tulisannya yang tajam, Ia pernah ditahan selama satu tahun di tahun 1978. Jeruji besi dan gelapnya penjara tak menghambat nalar menulisnya di dalam penjara ia menerjemahkan Road to Ramadhan, karya Heikal, dan menulis sebuah novel Maka Lakulah Sebuah Hotel. Jaya pada tahun 1975.

Ketua PMII Tiga Periode

Ulama Salaf Online

Dalam kariernya sebagai aktivis mahasiswa, Mahbub Junaidi bersama sahabat-sahabatnya membentuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 1960, dan pada saat itu juga Mahbub Junaidi terilih sebagai ketua umum. Jabatannya sebagai Ketua Umum PP.PMII diembannya selama tiga periode, yaitu periode 1960–1961, hasil Musyawarah Mahasiswa Nahdliyin pada saat PMII pertama kali didirikan di Surabaya Jawa Timur. Periode 1961-1963, Hasil Kongres I PMII di Tawangmangu Jawa Barat. Dan Periode 1963-1967, hasil Kongres PMII II di Kaliurang Yogjakarta.

Pada masa kepemimpinan sahabat Mahbub Junaidi inilah PMII secara politis menjadi sangat populer di dunia kemahasiswaan dan kepemudaan, sampai pada periode pertama sahabat Zamroni. Pernah ketika itu, sebagai ketua umum PMII dirinya menunjukkan tajinya, saat HMI hendak dibubarkan oleh Bung Karno, dikarenakan tokoh-tokoh Masyumi terlibat dalam pemberontakan PRRI PERMESTA di Sumatera Barat, Mahbub yang menjabat sebagai ketua PMII langsung berangkat ke Istana Bogor untuk berdialog langsung dengan Bung Karno, dan pemintaan Mahbub sangat tegas, yaitu “HMI jangan dibubarkan.” Dan akhirnya tuntutannya itu terkabul.

Saat menjadi aktivis mahasiswa, Mahbub juga ahli dalam membuat lagu, mars PMII dan mars Gerakan Pemuda Ansor juga ciptaan dari Mahbub Junaidi. Dari kariernya sebagai ketua umum PB PMII, membuat kaiernya melesat ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sebagai jurnalis, penulis dan sastrawan, Mahbub telah meraih prestasi yang sangat baik. Tulisannya sebagai Pemred Duta Masyarakat telah menunjukkan benang merah dari gagasan dan pikirannya mengenai berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita. Perjalanan panjang dalm organisasi di lingkungan NU dapat menjadi bukti dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Kiprahnya sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat dari petunjuk dari pengabdiannya dalam mengembangkan kehidupan pers nasional. Tulisannya sebagai sastrawan telah menununjukkan keragaman kemampuan yang dimilikinya dengan meraih penghargaan sastra tingkat nasional. Kolom “Asal Usul” yang dimuat secara tetap di tiap hari minggu harian Kompas selama jangka waktu yang cukup lama menunjukkan kemampuan Mahbub dalam menulis dan daya pikat tulisannya terhadap masyarakat. Gaya tulisannya sekarang banyak ditiru oleh penulis Indonesia.

Mahbub Djunaidi adalah tokoh nasional yang bersahaja, seorang jenius yang berkarakter mengamati perkembangan hidup melalui tulisan-tulisannya, penggerak organisasi dan seniman politik yang dimiliki oleh NU dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sementara Mahbub Djunaidi meninggal dunia pada tahun 1995 di usia 62 tahun, usia yang masih cukup untuk beraktivitas dan berjuang. (Ajie Najmuddin/disarikan dari berbagai sumber)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, RMI NU, Amalan Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah

Cirebon, Ulama Salaf Online. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Cirebon menyatakan sepakat pada mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU yang bermuara pada supremasi syuriyah NU. Pilihannya jatuh pada penerapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai proses pemilihan Rais Aam PBNU oleh dewan kiai khos pada Muktamar ke-33 NU dan muktamar NU selanjutnya.

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah

"KBNU Cirebon mendukung penuh dan siaga berada di garda terdepan untuk mengawal penerapan AHWA sebagai sistem pemilihan kepemimpinan NU mendatang, dimulai dari Muktamar ke-33, 1-5 Agustus 2015 besok di Jombang," kata KH Marzuki Wahid, perwakilan NU Cirebon kepada sejumlah awak media di Kantor PCNU Kota Cirebon, Senin (8/6).

Persiapan Muktamar ke-33 NU yang direncanakan digelar di Jombang pada Agustus 2015 ini, sudah memasuki pembahasan mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mekanisme ini rencananya akan ditetapkan pada Musyawarah Nasional (Munas) NU pada 14-15 Juni 2015 di Jakarta.

Ulama Salaf Online

AHWA, menurut Marzuki, merupakan mekanisme pemilihan yang dipandang lebih layak untuk diterapkan dalam Muktamar NU. Hal ini dapat menghilangkan potensi politis dan saling olok antarpendukung tokoh yang dicalonkan.

"AHWA bagi kami adalah demokrasi ala NU, demokrasi nahdliyyah, atau musyawarah mubarakah yang telah lama dipraktikkan oleh para kiai dan nyai-nyai NU dalam setiap Muktamar jauh sebelum diterapkan pemilihan langsung model demokrasi liberal, yang berprinsip one man one vote," katanya.

Ulama Salaf Online

Sementara mengenai apakah mekanisme AHWA bisa mengurangi hak politik warga NU atau tidak, Kiai Marzuki menjawab bahwa hak politik warga NU bisa dilibatkan dalam penentuan para tokoh kiai yang akan dijadikan sebagai anggota AHWA.

"Sebab, siapa yang berhak untuk menjadi anggota AHWA ditentukan oleh warga dan pengurus NU sesuai dengan tingkat kepengurusannya," kata Marzuki.

Sebelumnya, banyak beredar kabar bahwa sekelompok warga NU menolak pemberlakuan AHWA karena dianggap sebagai kemunduran nilai demokratis. Namun di sisi lain, AHWA merupakan tradisi pemilihan pengurus NU yang pernah diterapkan orang-orang shaleh. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Pertandingan Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sidoarjo, Ulama Salaf Online,?

Sebanyak 35 kader penggerak Nahdatul Ulama yang berasal dari Majlis Wakil Cabang (MWCNU), Lembaga dan Banom mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan PCNU Sidoarjo . Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji sejak Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret hari ini.?

Menurut Panitia Pelaksana, Aris Karomay, acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH. Dr. As’ad Ali itu bertujuan membekali kader NU dengan berbagai wawasan ke-Aswajaan dan ideologi gerakan.?

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan tersebut peserta punya bekal untuk menggerakkan organisasi di lingkungannya sesuai dengan Khittoh NU,” ujar Gus Aris.

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sebelumnya, ? panitia melakukan seleksi terhadap 49 peserta yang terdaftar melalui Test Screening secara tertulis dan interview. Alasan panitia melakukan seleksi tersebut karena banyak peserta yang berminat mengikuti pelatihan, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta PKPNU mengetahui dan memahami tentang organisasi NU.

Dikatakan, panitia sengaja memilih tempat di Ponpes Panji (sebutan lain Ponpes Al-Hamdaniyah) karena mempunyai nilai sejarah besar bagi NU sebagai tempat Rois Akbar NU KH. Hasyim Asya’ri menimba ilmu agama. Bahkan di tempat tersebut masih terdapat kamar Mbah Hasyim yang masih dirawat oleh para santri secara turun temurun.

”Mudah-mudahan dari tempat ini (ponpes red;), akan melahirkan kader-kader penggerak NU yang mempunyai semangat seperti Mbah Hasyim," tambah Gus Aris.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU, Dr. Asad Ali berharap kepada para kader NU untuk serius belajar dan menambah pengetahuan. "Kader NU diharapkan bisa menguasai semua bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, agar cita-cita besar NU dapat tercapai," jelasnya. [Aw Avendi Anwar/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online AlaNu, Hadits, RMI NU Ulama Salaf Online

Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung

Demak, Ulama Salaf Online. Bupati Demak Drs. H.A. Dakhirin Said, MSi, membuka Konferensi Badan Pengelola Pendidikan (BPP) Lembaga Pendidikan Maarif NU (LP Ma’arif NU) Raudlatul Mualimin Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Ahad, (18/1) lalu di MTs NU Raum Wedung, Demak, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Dakhirin menekankan pentingnya masa depan generasi yang tidak lepas dari pendidikan. Sehingga, tambahnya, transfer ilmu pengetahuan agar diikuti oleh ketulusan dan keikhlasan sehingga ilmu yang amalkan akan memiliki manfaat dan keberkahan.?

Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung

“Penting juga partisipasi aktif orang tua dalam mengawal proses dan hasil belajar anak-anaknya dalam menempuh pendidikannya,” ujar Dhakiri.

Ulama Salaf Online

Menurut Ketua Panitia Konferensi, Drs. Ahmad Said bahwa BPP Maarif NU Raum ini berdiri sejak 8 Pebruari 1967 dan sekarang telah memiliki 3 satuan pendidikan, yakni MTs NU Raum Wedung, MANU Raum Wedung dan SMK NU Raum Wedung. “Serta memiliki UKM Mart yang menjadi kebanggaan anggota dan masyarakat Wedung,” tutur Said.

Hasil dari Konferensi ini, lanjut Siad, telah menetapkan AD/ART baru, penerimaan LPJ Pengurus lama dan memilih kepengurusan BPP Maarif NU Raum masa khidmat 2015-2020. Adapun, tambahnya, yang terpilih menjadi Ketua KH. Masykuri Abdillah, M.Ag., Sekretaris Zainuddin, S.PdI., Bendahara Sucipto, S.PdI., dan 2 orang formatur dari unsur MWC NU Wedung, KH. Salman Dahlawi, S.Ag, M.PdI., dan utusan peserta, KH. Fatkhul Qarib, S.PdI.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan yang sama Bupati Demak meresmikan penempatan kantor baru UKM Mart yang merupakan pengembangan dari usaha dari BPP Maarif NU Raudlatul Mualimin Kecamatan Wedung Kabupaten Demak.?

“Harapannya UKM yang telah berkembang ini dapat ikut memandirikan pengelolaan pendidikan milik NU Kecamatan Wedung,” ucap Dhakirin

Konferensi ini diikuti oleh 31 peserta dari semua unsur baik dari PC Maarif NU, MWC NU Wedung, BPP Maarif NU Raum Wedung, Perwakilan dari satuan pendidikan di bawah pengelolaan BPP Ma’arif NU Raum, pimpinan Banom NU Kecamatan Wedung, ? tokoh ulama dan tokoh masyarakat. (Faojin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Makam Ulama Salaf Online

Rabu, 06 Desember 2017

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

Jombang, Ulama Salaf Online - Banyaknya pondok pesantren besar berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang memberikan kontribusi yang besar terhadap terciptanya toleransi dan kebebasan beragama di wilayah tersebut. Jamiyah NU yang berkarakter moderat mampu merangkul dan mengakui adanya keberagamaan di Jombang.

Hal ini disampaikan Syamsul Arifin, guru besar sosiologi agama Universitas Muhammadiyah Malang kepada wartawan, Kamis siang (06/04), usai menjadi salah satu narasumber acara Diskusi Panel Nasional bertajuk “Toleransi dan Kebebasan Beragama di Indonesia” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darul Ulum Jombang bekerja sama dengan Asia Foundation serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

“Harmonisnya kehidupan beragama di Jombang banyak dipengaruhi karakter pesantren yang menjadi karakter masyarakat di sini," ujar direktur Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (Pusam) Program Pascasarjana UMM ini.

Di samping? berkultur Aswaja, karakter masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman menjadikan kehidupan yang harmonis. “Karakteristik masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman lebih memudahkan pekerjaan kami (pengendalian Kamtibmas)," papar Waka Polres Jombang, Kompol Hendriyana.

Ulama Salaf Online

Syamsul juga tidak setuju terkait wacana pemisahan antara agama dan politik. Karena menurutnya, hal itu sulit dilakukan. Ia memberikan sebuah contoh, adanya Kementerian Agama di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, tapi juga bukan negara teokratif. "Terpenting sekarang adalah bagaimana membangun agama sebagai etika publik," tambahnya.

Namun demikian, Syamsul mengakui bahwa isu agama sangat mudah di eksploitasi untuk kepentingan elite politik tertentu, sehingga akhir-akhir ini muncul isu primordialisme agama. Agak berbeda dengan Syamsul, salah satu narasumber lainnya yakni Budhy Munawar Rachman dari Asia Foundation lebih sepakat jika politik dipisahkan dari agama. "Itu bukan berarti agama disingkirkan, ini yang orang sering salah paham. Artinya, semua urusan politik bernegara harus di dasarkan pada konstitusi, itu entry pointnya," papar Budhy.

Ulama Salaf Online

Masih menurut Budhy, Indonesia sebenarnya mempunyai paham yang telah disepakati bersama, namun belum terlihat pada praktiknya. "Realitasnya, agama masih bisa mempengaruhi politik hari ini. Jadi sebenarnya, jangan sampai ada pertentangan antara substansi agama dengan substansi konstitusi," pungkas Budhi.

Tentang pelaksanaan kebebasan beragama di Indonesia, Budhy menilai pada masa reformasi indeksnya masih bagus. Dengan indikator rangking indeks internasional (freedom index) di angka enam hingga tujuh. Indeks ini adalah meliputi indeks kebebasan berekspresi, berserikat, beragama dan lain-lain. "Namun pada akhir periode pemerintahan SBY, indeks ini turun hingga pada angka lima," pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Kyai, IMNU Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock