Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya

Purwakarta, Ulama Salaf Online

Akhlak menjadi hal paling pokok dalam kehidupan manusia. Ia menjadi parameter bagi keunggulan kualitas kepribadiannya. Atas dasar ini pula Allah memosisikan Rasulullah SAW pada derajat paling tinggi.

”Allah memuji Nabi Muhammad karena akhlaknya, bukan karena ilmunya,” Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj dalam ceramah peringatan Isra’ dan Mi’raj di Purwakarta, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Menurut Kiai Musthofa, berbekal kemuliaan moral, Rasulullah sukses menyebarkan kebenaran Islam dalam waktu kurang dari 23 tahun. Rasulullah merupakan rujukan ajaran dan pusat teladan bagi setiap makhluk di semesta alam ini.

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya

Nahdlatul Ulama, lanjutnya, berusaha mengikuti jejak ini dengan terus mengedepankan akhlak dalam sikap dakwah dan perjuangannya. Ormasi Islam terbesar ini juga tak ingin gegabah menghujat atau memvonis sesat kelompok lain.

Peringatan Isra’ dan Mi’raj digelar bersamaan dengan acara pembukaan Konferenci Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Purwakarta. Perayaan rutin bulan Rajab ini antara lain diisi tahlil, hadlarah, dan tausiyah.

 

Ulama Salaf Online

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Selasa, 06 Maret 2018

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Jokowi telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 74/M Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia.

Melalui Keppres tersebut Presiden mengangkat 27 orang warga negara Indonesia menjadi anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) masa jabatan tahun 2017-2020.

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Nama-nama yang diangkat oleh Presiden menjadi anggota BWI masa jabatan 2017-2020 ialah sebagai berikut:



Ulama Salaf Online

1. Prof. Dr. H. Mohammad Nuh;

2. Dr. H. Slamet Riyanto, M.Si.;

3. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si.;

Ulama Salaf Online

4. Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.;

5. Muhammad Fuad Nasar, M.Sc.;

6. Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya. LML, M.M.;

7. Dr. H. Muhammad Luthfi;

8. Ir. Jurist Efrida Robbyantono;

9. Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si.;

10. Siti Soraya Devi Zaeni, S.H., M.Kn.;

11. Ir. Rachmat Ari Kusumanto; 

12. Dr. Imam Teguh Saptono;

13. A. Muhajir, S.H., M.H.;

14. Dr. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P.;

15. Ahmad Wirawan Adnan, S.H., M.H.;

16. Dr. Atabik Luthfi;

17. Diba Anggraini Aris, M.E.;

18. Dr. Fahruroji, Lc., M.A.;

19. Dr. Hendri Tanjung;

20. Imam Nur Aziz, M.Sc.;

21. Drs. H. Zakaria Anshar;

22. H. Mochammad Sukron, S.E.;

23. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si.;

24. H. Nur Syamsuddin Buchori, S.E., S.Pd., M.Si., CIRBD;

25. H. Sarmidi Husna, M.A.;

26. Drs. H. Susono Yusuf;

27. Dr. Yuli Yasin, M.A.Berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, jumlah anggota BWI terdiri atas paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 30 (tiga puluh) orang. 

Struktur organisasi BWI, menurut Pasal 51 undang-undang wakaf tersebut, terdiri atas Dewan Pertimbangan dan Badan Pelaksana. Badan Pelaksana merupakan unsur pelaksana tugas BWI, sedangkan Dewan Pertimbangan merupakan unsur pengawas pelaksanaan tugas BWI. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU

Oleh Faridur Rohman

Tidak sedikit warga NU itu seperti pisau, tajam menggilas bagi siapa saja yang menghujat ritual keagamaan juga pada orang-orang yang merongrong keutuhan berbangsa dan bernegara. Sayangnya pisau itu perlu diasah kembali agar lebih tajam untuk membela kaum petani dan kebanyakan.

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU

Langit masih mendung, beberapa jam lalu gerimis mengguyur. Gedung berundak yang menjulang tinggi di Jalan Pahlawan Kota Semarang masih dikerumuni puluhan orang bercaping dan berjarik. Sudah seminggu lamanya mereka bertahan. Sisa-sisa hujan masih tercecer membasahi jalan bercampur dengan air mata.?

Ada yang duduk menggigil kedinginan, ada yang berdiri menghadap ke jalan, melihat lalu lalang kendaraan. Sebagian lagi menatap tajam pada siapa saja yang ada di dalam gerbang sembari memegang erat payung di tangan kanan. Mereka setia menunggu keputusan tegas dari sang durjana. Setegas spanduk yang mereka bentangkan pada pagar beruji besi “#RembangMelawan #TolakPabrikSemen #KawalPutusanMA”.

"Saya sangat mendukung gerakan ibu-ibu dari pegunungan Kendeng yang menuntut pemerintah dalam hal ini gubernur Jateng supaya melaksanakan putusan MA. Tidak ada hukum yang tertinggi selain MA. Oleh karena itu saya minta kepada Pak Ganjar untuk bersikap sebagai negarawan dan tidak berbelit belit. Sebenarnya urusan melestrikan lingkungan itu urusan negara juga."

Ulama Salaf Online

Begitu bunyi pesan yang disampaikan salah satu ketua ormas keagamaan terbesar di negeri ini, Nahdlatul Ulama. Menjadi oase di padang kerontangnya garis perjuangan. Imam Aziz kala itu, Jum’at (30/12) dengan memakai kemeja lengan pendek, celana bahan bersandal jepit mendatangi aksi petani pegunungan Kendeng dan sekitar. Membagi suplemen semangat dan harapan. Berdiri bersama memegang payung sebagai simbol kaum papa harus dilindungi. Memberi isyarat bahwa NU bersama anak muda dan mahasiswa progresifnya juga masih peduli dengan isu-isu agrarian.

Lain Kendeng lain Sukamulya. Para petani desa yang menolak pengukuran lahan imbas akan dibangunnya bandara terpaksa bentrok dengan aparat. Peristiwa November itu juga menjadi catatan merah soal isu-isu agrarian. Lewat lembaga batuan hukum NU, dibantu pemudanya (Anshor) dan mahasiswanya (PMII) sigap melakukan kajian strategis dan turut aktif membantu menyelesaikan soal sengketa lahan ini. Menegasikan kembali, ditataran akar rumput NU hadir mejadi bahu untuk mereka bersandar.

Masih banyak contoh sengketa lahan yang terjadi pada tahun ini, 2016. Entah itu melibatkan warga dengan pabrik, Aparat, Perusahaan korporasi, tambang dan lain sebagainya. Masih ingat? Sebut saja, Selok Awar Awar, Lumajang, Urut Sewu Kebumen, Kendal,Tulang Bawang, Lampungdan banyak lagi di Sumatera ditambah Kalimatan dan wilayah timur Indonesia yang tak terekam media. Mestinya ini juga menjadi garis perjuangan NU baik ditataran pusat sampai yang paling rendah, ranting atau desa.

Di mana semestinya NU

Refleksi itu bernama cermin, tempat di mana seseorang bisa berkaca tentang apa yang ada pada diri dan apa yang harus dibenahi. Semestinya NU juga harus harus berkaca tentang tujuan untuk apa ia didirikan. Salah satu butir yang ditelurkan berdirinya NU atau yang disebut Khittah NU 1926 adalah membentuk organisasi untuk memajukan pertanian, perdagangan, dan industri yang halal menurut hukum Islam. Ini memberikan bukti bahwa kiai-kiai khas NU memikirkan soal pertanian sekaligus para petaninya.Tidak berhenti pada itu, hasil muktamar Situbondo 1984, juga menelurkan hal yang sama salah satunya soal pengembangan pertanian.

Ulama Salaf Online

Bagi kalangan nahdliyin (sebutan warga NU) pasti tidak asing dengan kata “Pak Tani itulah penolong negeri”. Kata itu benar adanya, pernah ditulis oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ri, kurang lebih kata itu diambil dari cuplikan tulisan beliau, “Pendek kata, bapak tani adalah goedang kekajaan, dan dari padanja itoelah Negeri mengeloearkan belandja bagi sekalian keperloean. Pa’ Tani itoelah penolong Negeri apabila keperloean menghendakinja dan diwaktoe orang pentjari-tjari pertolongan. Pa’ Tani itoe ialah pembantoe Negeri jang boleh dipertjaja oentoek mengerdjakan sekalian keperloean Negeri, jaitoe diwaktunja orang berbalik poenggoeng (ta’ soedi menolong) pada negeri; dan Pa’ Tani itoe djoega mendjadi sendi tempat ? negeri didasarkan.”

Dimana semestinya NU jika terjadi sengketa lahan yang melibatkan para petani?. Bagi penulis setiap penambangan yang dilakukan oleh korporasi, mesti madharatnya lebih besar dibanding asas kemanfaatan. Semisal yang terjadi pada petani Kendeng jika pabrik semen benar berdiri? Apa ada jaminan ia memberikan kesejahteraan atau sebaliknya kerusakan ekosistem lingkungan, bencana, kekeringan dan langka pangan yang terjadi.?

Yang hanya ada janji janji pendapatan bertambah dan itu memang benar. Bertambah bagi segelintir orang dan pucuk perwakilan. Sedang para petani dan kebanyakan akan menjadi buruh di mana setelah kering keringatnya, mereka akan tersingkir digantikan keringat yang segar. Bagaimanapun juga, menjaga kelestarian adalah harga mati, seperti halnya menjaga keutuhan NKRI, semestinya.

Ratusan orang tidak cukup untuk mengembalikan hutan yang gundul dalam sekejap. Tidak saja menanam tapi merawat agar tumbuhan tetap tumbuh dan besar butuh energi ekstra dan waktu yang amat panjang. Sedangkan cukup, tidak lebih dari puluhan orang, dan puluhan hari satu hutan bisa dihabiskan dalam waktu yang singkat.

“Mencemarkan lingkungan, baik udara, air maupun tanah, ? apabila menimbulkan dlarar, maka hukumnya haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat)” begitu bunyi Keputusan Muktamar NU Cipasung, Tasikmalaya 1994. Diperkuat lagi dengan Halaqoh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta 2007, negara sedang genting mengalami krisis ekologi adalah kaca di mana semestinya NU berdiri.

Saya akhiri tulisan ini dengan mengutip kata Imam Syafi’i “Pendapatku benar tetapi bisa jadi mengandung kesalahan, sedangkan pendapatmu salah tetapi bisa jadi memiliki kebenaran.” Wallahu A’lam.

Penulis adalah Pegiat Omah Aksoro, Nyantri di Nutizen dan pernah belajar di STAINU Jakarta, Kader PMII karena sudah menyelesaikan PKD.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Bahtsul Masail, Habib Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama dan PT. Lion Group menandatangano nota kesepahaman (MoU) meliputi pemberdayaan ekonomi, pendanaan, dan pemasaran produk-produk UKM yang dibina PP Muslimat NU.

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi

Kesepahaman tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dengan Presiden Direktur Lion Group Rusdi Kirana di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Jakarta pada Ahad (1/6).

Dalam rilis MoU menjelaskan, kedua pihak juga sepakat untuk mengedukasi dalam rangka mengembangkan wirausaha unggul dan membangun ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

Ulama Salaf Online

“Saya meyakini bahwa apa yang kita tanda tangani ini bukan hanya seremonial atau sekadar kosmetik dalam Rakernas Muslimat NU ini,” ujar Rusdi Kirana dalam sambutannya di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Ahad (1/6) malam.

Ulama Salaf Online

Karena, lanjut Rusdi, Lion Group akan bersama dengan Muslimat NU meyakini bahwa program kerja sama ini akan berjalan. Rusdi menjelaskan bahwa keyakinan ini dasarnya mudah, yaitu ketika di Muslimat NU Expo, karya kerajinan ibu-ibu Muslimat sangat baik.

“Ini tinggal dikembangkan, meskipun produk-produk yang sudah ada sudah bisa dipasarkan, di pesawat itu, sekadar air mineral dan roti saja laku keras, apalagi produk-poduk Muslimat seperti dodol Garut dan lain-lain, pasti diminati,” papar pria berkumis ini.

Sementara Khofifah menjelaskan, dari kesepakatan ini, Muslimat NU akan menyiapkan tim QC (Quality Control). Tim ini, lanjut Khofifah, akan bekerja menyiapkan produk dari mulai proses hingga pengepakan.

“Dari proses tersebut, Muslimat akan menyiapkan kualitas dan jumlah produk, serta kontrol kualitas, jangan cuma sekali siap tapi dipesan berikutnya kita kedodoran,” jelas Khofifah dalam sambutannya yang juga mengharap semua perangkat kerjanya dapat berbasis kewirausahaan sehingga menghasilkan produk-produk yang dapat dipasarkan.  

Khofifah menuturkan, kerja sama lahir dari kreativitas kader Muslimat di daerah-daerah yang mampu menghasilkan produk makanan berkualitas untuk dipasarkan di dalam penerbangan.

“Tentu, produk-produk yang ada disesuaikan dengan kriteria penerbangan. Jadi ini sebetulnya produk yang sudah lama digeluti dengan peluang baru yang akan kita jalani,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Tegal, Ulama Salaf Online - Momentum Ramadhan berkah dimanfaatkan oleh pelajar NU Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal untuk berbagi bersama anak yatim. Kegiatan ini diwujudkan melalui acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di MDTA Miftakhul Ulum Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/6).

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan ranting se-Kecamatan Kedungbanteng, para alumni serta Pembina. Pihak panitia juga mengundang lintas organisasi antara lain Ikatan Pelajar Muhammadiyah setempat.

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Ketua IPPNU Kedungbanteng Rina Sugiarti mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan berbagi dengan sesama serta untuk menunjukan rasa solidaritas yang tinggi rekan-rekanita IPNU-IPPNU.

Ulama Salaf Online

"Kegiatan diikuti 30 anak yatim piatu dari warga setempat. Mereka kita berikan sekedar santunan dan bingkisan berupa uang dan alat tulis. Semoga bisa bermanfaat," ujar Rina.

Ketua IPNU Kedungbanteng Khoirul Mualimin menambahkan, pelajar NU harus berbagi dengan sesama dan perlu ditanamkan rasa kepedulian sejak dini kepada anak yatim piatu yang notabenya tidak memiliki orang tua.

Ulama Salaf Online

"Sebagai Pelajar NU, hendaknya kita mampu berbagi dengan anak yatim. Setidaknya untuk untuk membahagiakan mereka (anak yatim)," ungkapnya.

Sejumlah Alumni dan pembina menyampaikan apresiasi dengan adanya kagenda yang menarik ini. "Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungbanteng perkembangannya sangat luar biasa. Walaupun dengan kegiatan sederhana namun mampu menunjukkan daya tarik dan solidaritas sesama anggota," kata mantan Ketua IPPNU Tegal Lutfatun Nihlah sekaligus alumni IPPNU Kedungbanteng. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

Indramayu, NUOnline

Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (31/10) malam mengikuti kuliah umum perdana di Kampus STIDKI NU sekaligus Kantor PCNU Indramayu, Jln. Gatot Subroto No.09 Indramayu. Kuliah umum tersebut digelar sebagai tanda dimulainya perkuliahan di perguruan tinggi milik Nahdlatul Ulama tersebut.

Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu yang juga Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, menegaskan pentingnya nasionalisme di kalangan mahasiswa. 

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

“Dengan digelarnya kuliah umum perdana ini, selain untuk menandai dan membekali para mahasiswa dalam menempuh perkuliahan di STIDKI NU Indramayu, juga untuk membekali mahasiswa pemahaman kebangsaan," papar Doktor jebolan Jerman tersebut.

Menurutnya saat ini masih ada kelompok-kelompok yang terus menerus mempersoalkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mahasiswa sebagai kader terdidik NU, kata Rektor, harus tampil ke depan membela negara dan bangsa dari berbagai ancaman dan rongrongan.

KH. Muhammad Faris Elhaq Fuad Hasyim dari Buntet Pesantren Cirebon sebagai narasumber Kuliah Umum Perdana menguraikan pentingnya pemahaman kebangsaan bagi para mahasiswa dan kader NU. 

Ulama Salaf Online

“Hanya NU yang bisa berbicara mengenai empat pilar kebangsaan secara fasih dan benar, bahwa Pancasila itu sudah syar’i; UUD 1945 itu sudah syar’i; Bhinneka Tunggal Ika itu sudah syar’i dan NKRI juga sudah syar’i, sehingga wajarlah jika para pendiri NU menegaskan bahwa hubbul wathon minal iman, atau cinta tanah air itu sebagian dari iman,” urainya.

Ulama Salaf Online

Dikatakan Kiai Fariz, dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu merupakan kebanggan bagi warga NU Indramayu khususnya dan Jawa Barat umumnya, karena dengan adanya perguruan tinggi milik NU tersebut, akan menjadi kawah candra dimuka bagi kader-kader NU dan ulama yang mumpuni secara intelektual, memiliki nasionalisme yang tinggi dan menjaga Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

“Saya merasa bangga dengan berdirinya STIDKI NU Indramayu, saya yakin perguruan tinggi milik NU ini akan mejadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang,” pungkasnya.

Sebelumnya, bakda shalat Maghrib, para mahasiswa mengikuti istighotsah. Istoghosah tersebut untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus mendoakan para orang tua asuh dan donator yang telah membiayai mereka sehingga para mahasiswa STIDKI NU Indramayu bisa mengikuti perkuliahan secara gratis.

Selain itu, mahasiswa juga membacakan ikrar sebagai wujud kecintaan mereka kepada tanah air. 

Berikut teks lengkap ikrar yang dibacakan tersebut;

Kami mahasiswa STIDKI NU Indramayu berikrar: selalu setia dan siap siaga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.  Kami siap berdiri di depan melawan siapa pun yang merongrong Pancasila, serta pantang menyerah dalam mengawal cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan semangat Revolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

(Iin Rohimin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Bahtsul Masail, Nasional Ulama Salaf Online

Jumat, 26 Januari 2018

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon

Rembang, Ulama Salaf Online - proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak atau abrasi terjadi di beberapa daerah di sekitar Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Bahaya ini menarik keprihatinan para anggota Satkoryon Banser Kragan yang juga menggerus sebelah utara masjid Badrut Tamam Desa Pandangan Kulon Kragan.

Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Banser Rembang Abdul Hakim mengatakan, abrasi yang terjadi di Pandangan Kulon ini terjadi mulai tahun 2015. Hal ini terjadi dikarenakan dampak dari pembangunan dermaga Tempat Penakaran Ikan (TPI) di Pandangan Kulon sepanjang 100 meter dari bibir pantai.

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon

Hal ini mengakibatkan abrasi ketika terjadi angin timur atau ombak timur pada musim kemarau. Abrasi juga terjadi di pesisir barat dermaga, sekitar 300 meter yang memanjang ke barat.

Ulama Salaf Online

"Bahkan bibir pantai akibat abrasi ini tergerus hingga kurang lebih 130 cm ke bawah. Dalam setahun hal ini sudah terjadi sebanyak dua kali," terangnya kepada Ulama Salaf Online, Senin (22/8).

Ia menambahkan, kegiatan ini hanya bersifat mendadak. Para anggota Banser Satkoryon Kragan mengadakan iuran untuk membantu meminimalisasi terjadinya abrasi yang terjadi di Pandangan Kulon.

Ulama Salaf Online

"Dari hasil iuran tersebut, kami belikan batu belah dan kami serahkan ke tamir masjid Badrut Tamam Pandangan Kulon. Karena memang dampak abrasi yang paling parah terjadi di sana," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Pesantren, Tokoh Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa

Blitar, Ulama Salaf Online. Heee.... gembrot, kamu kesini? Panggil salah satu instruktur pendamping pada Masa Orentasi Siswa (MOS) Baru di Madrasah Aliyah Ma’arif, salah satu sekolahan di Blitar tahun lalu. Setelah Gembrot menghadap, ia ditanya mengapa kamu tidak pakai baju kresek biru seperti teman-temanmu yang lain. Selain itu mengapa kamu tidak pakai jilbab hitam?

Ditanya begitu, Gembrot langsung menjawab “Lupa Kak...tadi tergesa-gesa,’’ jawabnya.

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa

Tahu keselahan kamu? gertak instruktur.

Ulama Salaf Online

“Tidak tahu kak,’’ jawabnya. “Kalau gitu kamu pus up 10 kali,’’perintah? instruktur tadi dengan ketus.

Ulama Salaf Online

Model ploncoaan dalam MOS? siswa baru seperti itu pada tahun ini di Madrasah Aliyah Ma’arif Udanawu sudah tidak ada lagi. Sekarang pola itu diganti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan berbagai peraturan yang lebih mendidik.

“Kita sudah tidak menggunakan MOS. Kita laksanakan MPLS,’’ ungkap Edi Basuki, kepala Aliyah Ma’arif kepada Ulama Salaf Online, Selasa siang (19/7).

Mengingat, lanjut Edi Basuki, sesuai evaluasi Mendiknas pola seperti itu tidak ada korelasinya dengan dunia pendidikan. Bahkan cenderung merugikan siswa.

”Tidak jarang pola orientasi seperti itu menjadikan siswa sakit. Bahkan ada yang meninggal meski di Ma’arif tidak ada yang pernah meninggal karena MOS,’’ katanya.

Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan baru yakni Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka mulai pada tahun pelajaran 2016 – 2017 Masa Orientasi Siswa Baru berubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan maksimal 3 hari oleh penyelenggara yaitu guru,’’ tambahnya.

Sementara Plt Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Suhartono mengatakan Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan pada hari dan jam sekolah dan tidak boleh melibatkan alumni atau senior. Mereka hanya untuk membantu guru sebagai penyelenggara.

“Pada Pengenalan Lingkungan Sekolah dihari pertama, kami memastikan tidak ada perpeloncoan di lembaga sekolah di Kabupaten Blitar. Selain itu untuk wali murid dapat mengantarkan anak didik hingga masuk kesekolah. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan orang tua murid dengan guru maupun mengenal lingkungan sekolah,’’ ujar? Suhartono.

Masih menurut Suhartono, total Lembaga yang melakukan Pengenalan Lingkungan Sekolah di Kabupaten Blitar berjumlah 7 Lembaga untuk SMA Negeri, SMK 6 Lembaga dan SMP Negeri 48 Lembaga dengan total 61 Lembaga.

Begitu juga di lingkungan pendidikan agama dibawah kementerian agama di Kabupaten Blitar. Menurut salah satu guru Aliyah Negeri di wilayah Kabupaten Blitar Moh Syaikoni, mulai ajaran baru tahun ini sudah tidak ada lagi model peloncoaan. Karena sudah menerapkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

”Semua sekolah di Blitar sudah melaksanakan Permendikbud No 18tahun 2016,’’ ungkap Syaikoni. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Pamekasan, Ulama Salaf Online. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI Moh Mahfud MD menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahan Persiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepat dan proporsional. Pendapat mantan Menteri Pertahanan itu berbeda Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang menilai bahwa pemberantasan korupsi cenderung tebang pilih, khususnya pada orang dekat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Mahfud mengatakan hal itu, usai menghadiri dialog dengan tukang ojek dan tukang becak di Jalan Niaga, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/4) malam. Bahkan menurutnya, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden SBY jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. “Justru saya melihat pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini jauh lebih bagus ketimbang kepemimpinan Megawati,” ujarnya.

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Dijelaskan, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Megawati kurang bergaung. Indikasinya, terlihat dari minimnya pejabat publik yang diseret ke meja hijau. “Kalau dulu izin pemeriksaan pejabat publik seperti gubernur, tidak langsung diteken. Sekarang kan relatif lebih cepat. Presiden SBY langsung meneken permintaan izin pemeriksaan terhadap pejabat, seperti Abdullah Puteh (Gubernur NAD, Syaukani (Bupati Kutai Kertenegara), dan sebagainya,” terang Mahfud.

Karena itu, dia tidak setuju dengan pendapat sebagian pengamat, termasuk Gus Dur, yang menilai Presiden SBY terkesan tebang pilih dan hanya mengincar orang-orang rezim Megawati. Menurutnya, tudingan itu tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Dia menilai, Presiden SBY tidak pandang bulu memerangi pelaku korupsi.

“Era pemerintahan Megawati hampir tidak ada mantan pejabat yang diperiksa. Bahkan, Megawati terkesan menghalang-halangi pemeriksaan seperti yang dialami Abdullah Puteh. Tapi, begitu SBY naik, Abdullah Puteh langsung diperiksa. Begitu pun dengan mantan pejabat lainnya,” ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Selain itu, Mahfud melihat tidak ada nuansa dendam dari SBY terhadap orang-orang Megawati, seperti banyak diberitakan media massa. “Rokhmin Dahuri (mantan Menteri Kelautan) dan Widjanarko Puspoyo (mantan Dirut Bulog) merupakan pejabat sejak era Gus Dur, bukan hanya orangnya Megawati,” paparnya.

Namun demikian, Mahfud tetap melihat adanya kelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia pada era SBY. Indikasinya, penanganan korupsi belum berani menyentuh pejabat yang masih aktif. Padahal, banyak pejabat negara yang diduga tersandung korupsi dalam jumlah tidak sedikit.

“Beberapa pejabat yang nyata-nyata melakukan tindak korupsi lepas dari proses hukum. Yang diproses hanya mereka yang tidak lagi menjabat,” tandasnya.

Kondisi tersebut, menurut Mahfud, mengindikasikan adanya pengaruh kekuasaan yang masih dominan di negeri ini. Dengan kekuatan yang dimiliki, seorang pejabat bisa membeli hukum. Bahkan, katanya, hal itu tidak hanya dilakukan oleh pejabat di daerah, tapi juga di pusat. Sayangnya, pakar hukum dari UII Jogjakarta ini tidak bersedia menyebutkan nama-nama pejabat dimaksud. (gpa/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, RMI NU, AlaNu Ulama Salaf Online

Jumat, 05 Januari 2018

Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan

Solo, Ulama Salaf Online - Banyak nama untuk penyebutan Bulan Ramadhan antara lain syahrus shiyam (bulan puasa), syahrul ibadah (bulan ibadah), syahrur rahmah (bulan penuh rahmat), syahrul Qur’an (bulan Al-Quran pertama kali diturunkan) dan lain sebagainya.

Banyaknya nama penyebutan itu menjadi salah satu ciri dari kemuliaan Ramadhan. “Ada ungkapan katsratul asma’ tadullu ‘ala syarafil musamma, banyaknya nama menunjukkan atas mulianya yang dikasih nama,” tutur Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Laweyan Kota Surakarta KH Agus Himawan kepada Ulama Salaf Online, Ahad (5/6) lalu.

Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan

Pengajar di Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan ini menambahkan, sudah semestinya umat Islam menyambut gembira kedatangan bulan Ramadhan. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang dalam beberapa keterangan disebutkan, mereka telah bersiap menyambut kedatangan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya.

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang bulan Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka berdoa kembali agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan,” kata dia.

Ulama Salaf Online

Momentum bulan Puasa ini, lanjutnya, dapat digunakan untuk memperbanyak amalan ibadah.

Ulama Salaf Online

“Ini adalah bulan saling menolong, diterangkan dalam sebuah hadist, ‘Barang siapa memberi makanan berbuka untuk orang berbuka puasa berupa seteguk susu, atau sebutir kurma, atau seteguk air, maka Allah memberinya minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW yang ia tidak akan kehausan sehingga masuk ke dalam surga,’” terangnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Meme Islam Ulama Salaf Online

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum PBNU mengapresiasi hasil KTT Luar Biasa ke-5 OKI di Jakarta pada 6-7 Maret ini dengan hasil Deklarasi Jakarta sebagai upaya untuk mendorong perjuangan kemerdekaan Palestina.?

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Ia menyatakan, kemerdekaan Palestina bisa dicapai dengan persatuan bangsa Arab. Selama mereka tidak bersatu, negara lain tidak akan menghargai negara-negara tersebut mengingat mereka sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah internalnya.?

“Selama bangsa Arab masih kacau balau, karut-marut, perang saudara, Mustahil, mereka (Israel) akan menghargai negara Arab. Senjata yang paling utama, bukan embargo minyak, bukan embargo produk Israel, tapi yang paling penting adalah, negara Arab bersatu. Insyaallah, barakah Allah akan turun, pertolongan Allah akan turun,” katanya di Gedung PBNU, Selasa (8/3).

?

Negara Arab yang besar secara regional yaitu Mesir, Irak, dan Syiria, kini semuanya sedang dalam masalah.?

Ulama Salaf Online

“Senjata utama untuk mengalahkan Israel adalah kesatuan dan persatuan Arab. Selama negara Arab tidak bersatu, tidak mungkin bisa mengalahkan Israel,” tegasnya.?

Sebagaimana dilaporkan oleh Antara, bagian pertama dari Deklarasi Jakarta, OKI sepakat untuk mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.

Deklarasi Jakarta juga mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Langkah-langkah tersebut disebutkan dalam butir pembentukan "Al Quds and Al Aqsha Funds" (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina.

Ulama Salaf Online

Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Langkah konkret dalam Deklarasi Jakarta juga menyebut aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.

Poin-poin terakhir berisikan langkah OKI untuk mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintasagama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Syariah, Budaya Ulama Salaf Online

Kamis, 30 November 2017

NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka

Jepara, Ulama Salaf Online

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan Soekarno-Hatta, dua ormas besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan organisasi yang paling “berkeringat” sebelum bangsa ini lahir.

NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka

Hal itu memompa semangat H. Fachrurrozi, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Jepara saat menyampaikan kata sambutan dalam halal bihalal ke-1 keluarga besar NU dan Muhammadiyah yang dipusatkan di Pendopo kabupaten Jepara, Ahad (17/07) kemarin.

Menurutnya, kedua pendiri organisasi itu dari satu kakek yakni Sunan Giri. Dari segi silsilah keturunan, KH Ahmad Dahlan dari jalur bapak Fadlullah dan KH Hasyim Asyari dari bapak Abdurrahman (Jaka Tingkir). Sehingga ia masih ingat ketika Kh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hadir ke Jepara mengaku sebagai cucu Jaka Tingkir.

Ulama Salaf Online

“Dua tokoh besar ini ialah tokoh moderat yang turut membangun bangsa dan negara ini. Rumah sakit, perguruan tinggi maupun pesantren yang sudah dikembangkan oleh NU-MD merupakan andil besar untuk bangsa,” katanya kepada hadirin yang memadati Pendopo Jepara.

Jika dihitung kiprah NU dan Muhammadiyah untuk bangsa dan negara baru 100-an tahun. Masih jauh dari sumbangsih Al-Azhar Kairo yang sudah lebih dari 1000 tahun.

Ulama Salaf Online

Seraya mengutip Surat ash-Shaf ayat 45, ia menyatakan orang besar akan meninggalkan jasa yang besar. Fachrur meyakini siapa yang menanam akan menuai hasilnya. Untuk itu, semua sektor baik ekonomi, politik, hukum, serta pendidikan harus tetap dikembangkan.

Ia menegaskan, kiprah NU dan Muhammadiyah sudah tidak diragukan lagi sehingga sudah diakui oleh Mendagri. Pantas, lanjutnya, jika NU dan Muhammadiyah menerima dana yang besar untuk terus berkiprah terhadap republik ini.

KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara dalam mauidlahnya menekankan pemerintah harus membesarkan kedua organisasi tersebut. NU dan Muhammadiyah, kata kiai yang sering disapa Mbah Obet itu, tidak perlu demo apalagi sampai bertindak anarkis karena aspirasi disampaikan dengan cara yang santun.

“Jika NU-MD sudah besar aparat keamanan cukup ‘sare’, tidur saja. Tetapi, jika ada yang membikin rusuh dan memakai atribut ‘NU’, mesti itu bukan NU, tetapi NU jadi-jadian,” tegasnya.

NU dan Muhammadiyah memang tidak lepas perbedaan. Karena itu dalam sambutannya Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi berharap kedua oraganisasi ini mampu mengemas perbedaan menjadi rahmat. Caranya, sebut Marzuqi, dengan duduk bareng antara NU dan Muhammadiyah untuk Jepara yang bermartabat dan berkemajuan.

Kegiatan halal bihalal bertajuk “Halal bihalal sebagai Wahana Silaturrahim untuk Membangun dan Memajukan Jepara” dihadiri ribuan anggota dari dua organisasi itu baik tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Selain itu dihadiri Forkompinda dan tokoh lintas agama. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, RMI NU, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Selasa, 28 November 2017

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU

Demak, Ulama Salaf Online. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren merupakan lembaga tertua yang dimiliki Nahdlatul Ulama, ia sebagai pencetak kader bangsa dan merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan ilmu agama sejak zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka seperti sekarang,?

“Pesantren itu lembaga paling tua dalam pencetak kader akhlaq anak bangsa mulai merebut kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan.”?

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU

Demikian disampaiakan Katib Syuriyah PBNU KH Muhammad Musthofa Aqil dari Kempek Cirebon Jawa Barat pada acara haflah khotmil Qur’an dan haul akbar KH Raden Muhammad bin Syech Mafduz At - Tarmasie di pesantren Busytanu Usyaqil Qur’an Betengan Demak Jl.Sunan Kalijaga no.35 Betengan Demak 59511, Sabtu (13/4).

Ulama Salaf Online

Pengasuh pesantren Al-Gadzier Kempek Cirebon tersebut lebih lanjut menandaskan bangsa Indonesia sudah sewajarnya berterima kasih dengan pesantren dan pengelola yang masih mempertahankan sistem pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah yang selalu berpedoman dengan Al Qur’an, sunnah Rasul serta salah satu imam empat sebagai acuan beraqidah sebagai pedoman orang orang NU

Ulama Salaf Online

“Bangsa Indonesia dan umat muslim secara keseluruhan harus bersyukur masih ada pesantren masih ada Alqur’an masih ada NU,” tandas kiai Musthofa Aqil.

Pesantren dan NU merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan sejak berdirinya lembaga ini dan munculnya organisasi Aswaja tersebut dan jikalau ditengok dengan lahirnya para syuhada atau pejuang kemerdekaan banyak lahir dari pesantren di seluruh tanah air

“Kalau tidak ada pesantren dan NU maka rusak tatanan hidup bangsa ini, bahkan mungkin Indonesia belum merdeka,” tambahnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Sunnah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Kamis, 09 November 2017

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Jakarta, Ulama Salaf Online. Direktur Jenderal Industri Tekstil, Kulit, dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI Muhdori mengungkapkan tradisi bersarung yang dilakukan warga NU dan pondok pesantren, memiliki potensi dan peluang positif dilihat dari pemberdayaan ekonomi pesantren. ?

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional “Sarung Nusantara” yang digelar Lembaga Takmir Masjid Nahdltaul Ulama (LTMNU) di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

“Industri tekstil, di dalamnya termasuk industri sarung, menempati urutan ketiga penghasil devisa negara. Nilai ekspor tahun 2016 sebesar US$ 11,78 miliar (8,22 persen ekspor nasional), dengan surplus USD 4,73 miliar; berkontribusi 1,18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada tahun 2016. Industri tekstil juga merupakan satu dari sepuluh industri prioritas dan industri andalan Indonesia 2015-2035,” urai Muhdori.

Muhdori menyebut, pada tahun 2015, dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tersebut menyerap tenaga kerja langsung sejumlah 2,69 juta orang. Angka ini setara dengan 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur yang bersifat padat karya.

Oleh karena itu ia mendorong pesantren memanfaatkan peluang tersebut. “Contohnya bila di Cirebon saja ada 27 pesantren dengan rata-rata 200 santri per pesantren. Lalu koperasi pesantren membeli sarung dengan harga dasar 45 ribu dijual 50 ribu, itu akan ada keuntungan untuk pesantren. Jelas ini upaya pemberdayaan umat lewat sarung,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Belum lagi, kata Mudhori bila pesantren bisa memproduksi sarung sendiri, tentu optimalisasi pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan.

Ulama Salaf Online

Ia juga mengatakan pengembangan tekstil tidak terbatas hanya sarung. “Ketika musim haji, kiai dan satri pondok pesantren minimal kalau tidak berangkat haji bisa bertindak sebagai pemandu manasik. Sekaligus ini bisa dipersiapkan dengan mengenalkan produk pendukung ibadah haji dan umrah,” lanjut Muhdori.

Bicara tentang bisnis, kata Muhdori, tidak akan ada habisnya ketika dikaitkan dengan pondok pesantren. “Karena itu pondok pesantren dan NU harus memanfaatkan betul peluang ini, selagi masih terbuka,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Santri Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa

Way Kanan, Ulama Salaf Online. Media massa, baik cetak maupun elektronik memiliki tanggung jawab untuk kemajuan bangsa dengan jalan mencerdaskan masyarakat melalui pemberian informasi yang memiliki nilai positif sebagaimana perintah Islam, bukan sebaliknya.

Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa

"Salah satu fungsi media menurut pelopor teori komunikasi Harold D. Laswell untuk mendidik. Tapi dewasa ini, banyak ditemui sejumlah media justru mengabaikan fungsi utamanya, melanggar Kode Etik Jurnalistik atau KEJ hingga mengingkari Al Quran," ujar penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (3/11).

Ia mencontohkan, berita berjudul "Gus Ishom Klarifikasi Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur" di Ulama Salaf Online diubah dengan judul "Nah Lho, Tokoh NU Ini Protes Namanya Dicatut Oleh Kubu Ahok-Djarot Untuk Kampanye" di media online lain.

"Banyak berita dengan judul-judul provokatif, bombastis dan berlebihan di berbagai media online yang mengaku sebagai media Islam dengan isi berita tidak bernilai positif. Hal tersebut tentu saja berbanding terbalik dengan Islam Rahmatan lil Alamin," kata penggiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Lampung itu.

Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung itu menambahkan, dalam buku The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and the Public Should Expect (New York: Crown Publishers), Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001), merumuskan Sembilan Elemen Jurnalisme. Antara lain, kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.?

Ulama Salaf Online

"Selain independen, prinsip lain ditegaskan keduanya tentang esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi. Jurnalisme berfokus utama pada apa yang terjadi, seperti apa adanya. Berbeda dengan propaganda yang menyeleksi fakta atau merekayasa fakta, demi tujuan sebenarnya, yaitu persuasi dan manipulasi," ujar dia menjelaskan.

Ulama Salaf Online

Media-media massa yang mengabaikan esensi jurnalisme tersebut, imbuh dia, jelas melanggar KEJ yang ditetapkan Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor: 6/Peraturan-DP/V/2008 Tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik Sebagai Peraturan Dewan Pers.

Pasal satu KEJ menegaskan: Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Lalu pasal ketiga KEJ menegaskan: Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Karena itu, kata dia lagi, pemerintah melalui institusi terkait harus mengambil langkah tegas terhadap keberadaan media massa-media massa yang menyebarluaskan hal-hal negatif. Adapun bagi umat Islam dalam menyikapi media-media propaganda tak bertanggungjawab ialah dengan tidak mengingkari Al-Quran.

QS Al Hujuraat [49] ayat 6: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Atau QS An Nuur [24] ayat 15: "(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar."

"Jika film menurut Errol Morris suatu karya yang bisa membangun dan membudayakan suatu negara atau sebaliknya, berita juga mempunyai peluang demikian, konteks positif dari hal tersebut semestinya dipahami dan dilakukan seluruh jurnalis berikut media massa di Indonesia," demikian Gatot Arifianto. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Hikmah, Sunnah Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September

Semarang, Ulama Salaf Online. Genderang kick off Liga Santri Nusantara (LSN) secara resmi membuka pertandingan di region-region. Zona Jawa Tengah terbagi menjadi tiga regional; region satu meliputi Banyumas Raya dan Pekalongan Raya. Region II terdiri dari Kendal, kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora, Grobogan, kabupaten Semarang dan kota Salatiga. Sedangkan region III Solo Raya dan Kedu Raya. Pelaksanaan pertandingan akan dimulai awal September nanti.?

Sepak bola U-18 ini merupakan liga amatir yang diperuntukkan untuk kaum santri, dimana pesantren yang berasosiasi di bawah naungan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). LSN ini merupakan tahun kedua digelar. Pesantren dengan berbagai potensinya termasuk sepakbola memiliki andil besar untuk menyumbangkan talenta yang selama ini terpendam.?

"Kompetisi ini akan dilaksanakan pada 1-4 September 2016," papar koordinator LSN regional II Jateng, Sukirman.?

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September

Penyelenggara juga berkerjasama dengan Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (Awapi). Setidaknya terdapat 18 tim yang telah mendaftarkan diri kepada panpel.?

Pertandingan region II Jateng akan digelar di lapangan Arhanudse-15 Kodam IV Diponegoro, Semarang. Mekanisme pertandingan menggunakan sistem gugur, sampai akhirnya akan diambil satu tim untuk ditandingkan di tingkat nasional.?

Ulama Salaf Online

Kirman menambahkan bahwa Kamis, (25/8) akan digelar technical meeting (TM) untuk peserta panitia pelaksana. Sebelum TM mulai akan diawali dengan diskusi dengan tema?

"Revolusi Sepakbola Nasional dari Pesantren Pembinaan Usia Muda Tanggung jawab Siapa?" dengan menghadirkan Ketua PP RMI NU KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), pengasuh pondok pesantren API Tegalrejo Magelang dan juga Owner PPSM Magelang KH. Yusuf Chudlori (Gus Yus), Wakil Ketua DPRD Jateng dan Koordinator LSN Regional 2 Jateng 2016 Sukirman SS, Kepala Dinpora Provinsi Jateng Budi Santoso, dan pelatih usia muda yang juga mantan pelatih PPLP Jateng, Edi Prayitno. Diskusi ini akan dimulai pukul 11.00 WIB bertempat di gedung Berlian DPRD Jawa Tengah. (Zulfa/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Meme Islam, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Jumat, 27 Oktober 2017

Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih

Semarang, Ulama Salaf Online. Muhammad Ghulam Dhofir Mansur dan Alifa Muhadisholihah Afif resmi terpilih sebagai ketua Pimpinan Komisariat Perguruan tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang masa khidmah 2014-2015 melalui Rapat Anggota Komisariat yang dilaksanakan Sabtu (20/12) kemarin. Ghulam unggul dari calon lain, Ahmad Syaidur Rozat; dan Alifa unggul dari tiga calon yang lain.

Ghulam mengungkapkan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah dari anggota yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. "Amanah ini merupakan bentuk kepercayaan dari anggota kepada kita sehingga harus dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan IPNU IPPNU pada khususnya dan agama islam pada umumnya," ungkapnya saat memberikan sambutan kemenangan kemarin.

Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih

Hal senada juga diungkapkan oleh Alifa, dia mengaku tidak ada impian untuk menjadi ketua IPPNU. "Tidak ada impian sedikitpun untuk menjadi ketua IPPNU, saya bergabung dengan IPPNU hanya ingin belajar berorganisasi serta mengembangkan kemapuan diri yang ada didalam diri saya," ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Dia menuturkan akan bekerja dengan baik untuk kemajuan PKPT IPNU-IPPNU Unnes ke depan. "Bersama pengurus kita akan mengembangkan IPNU-IPPNU agar kaderisasi yang ada di Unnes dapat berjalan dengan baik serta memiliki pengaruh terhadap PKPT diperguruan tinggi yang lain." tuturnya.

Ulama Salaf Online

Alifa berharap, semua pihak dapat berkontribusi serta menyukseskan IPNU IPPNU ke depan. "Saya berharap bimbingan serta arahan baik dari pengurus NU Semarang ataupun dari alumni serta bantuan seluruh anggota untuk berkontribusi demi kemajuan IPNU IPPNU mendatang," harapnya. (Riful Mazid Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Rabu, 25 Oktober 2017

Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan

Demak, Ulama Salaf Online. Pondok Pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an, Rabu (13/5) malam yang terdiri dari peserta Khotmil Qur’an Juz ‘Amma Bil Hifdzi dan Khotmil Qur’an Bin Nadzri. 

Kegiatan Khotmil Qur’an merupakan agenda tahunan yang ada di Pesantren Nurul Burhany. Acara tersebut dilaksanakan di halaman Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, yang juga merupakan induk dari Nurul Burhany.

Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan

Menurut KH Helmi Wafa, pengasuh Pesantren Nurul Burhany, untuk menjadi peserta khotmil Qur’an para santri diharuskan untuk menghapal sura-surat pilihan. “Di antaranya surat Yasin, Al-Kahfi, Al-Waqi’ah, Ar-Rahman serta Surat Al-Mulk,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Disamping menghafal al-Qur’an, di pesantren ini juga diajarkan pegajian tafsirnya, dengan harapan santri tidak hanya hafal saja, tetapi juga harus paham maksud kandungan yang ada dalam ayat al-Qur’an tersebut. 

Ulama Salaf Online

“Sebab al-Qur’an merupakan pedoman hidup, sangat disayangkan kalau kita punya sebuah pedoman, tetapi tidak tahu atau paham apa yang ada di dalamnya,” tuturnya.

Kiai Helmi berharap setelah khatam al-Qur’an ini para santri dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam rutinitas bacaannya, maupun berinteraksi dengan beinteraksi ‘Ala al-Qur’an. (Abdus Shomad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, RMI NU, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Rabu, 11 Oktober 2017

Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Konferancab II GP Ansor Ambarawa kabupaten Pringsewu digelar pada Rabu (2/9) malam di Gedung Muslimat Al-Hidayah Ambarawa Barat. Acara tiga tahunan ini dibuka oleh Rais Syuriyah MWCNU Ambarawa Kiai Mufassirin (Abah Anom) dan dihadiri seluruh pimpinan ranting yang ada di Ambarawa.

Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa

Tampak beberapa PAC GP Ansor dari kecamatan lain untuk memilih pengurus harian PAC Ansor Ambarawa yang baru yaitu masa khidmat 2015-2018. Hadir pula Ketua MUI Ambarawa, Kiai Mubalighin (pengasuh pesantren Mathlaul Huda) dan Tim buletin Aswaja Pringsewu yang juga datang untuk melakukan pendataan Nahdliyin melalui pembuatan Kartu NU (KartaNU) di sela-sela pelaksanaan Konferancab ini.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti semua proses acara yang berlangsung dari pukul 19.30 sampai pukul 24.00 WIB, hingga akhirnya terpilihlah sahabat Hayatul Makki sebagai Ketua GP Ansor Ambarawa melalui mekanisme musyawarah-mufakat.

Ulama Salaf Online

Sebagai ketua terpilih, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memercayakan tugas ini kepadanya.

Ulama Salaf Online

"Saya dan seluruh pengurus harian yang terpilih pada malam hari ini akan bekerja keras dan bekerja sama dengan semua elemen yang ada di Ambarawa, khususnya banom-banom NU untuk menjadikan NU melalui GP Ansor sebagai organisasi yang maju dan berkualitas demi kemaslahatan umat," imbuhnya.

Ia berjanji untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan cabang dan pimpinan ranting dalam melaksanakan program-program yang akan dilaksanakan.

“Kami juga akan membuat media informasi berupa web-blog serta akun-akun media sosial yang lain seperti fesbuk dan twiter guna untuk mempermudah akses informasi bagi angoota Ansor itu sendiri maupun khalayak ramai seperti yang dilakukan oleh cabang. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Pendidikan Ulama Salaf Online

Senin, 25 September 2017

Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Tritis Bangkit Kembali

Jepara, Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nhdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara melantik Pengurus Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Tritis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Ahad malam (18/1) di halaman Masjid Ar-rohman desa setempat.

Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Tritis Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Tritis Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, IPNU-IPPNU Tritis Bangkit Kembali

Hadir dalam acara itu ratusan Nahdliyyin dan juga segenap pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU, PAC IPNU-IPPNU Nalumsari, dan PC IPNU-IPPNU Jepara.

Sebelumnya IPNU-IPPNU Desa Tritis sempat vakum beberapa tahun, dan mulai bulan Desember 2014 jajaran pengurus IPNU-IPPNU Kecamatan Nalumsari berkoordinasi dengan pengurus NU setempat sepakat untuk mendirikan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Tritis.

Ulama Salaf Online

"Dengan dibentuknya IPNU-IPPNU ini kami harap para pemuda bisa berorganisasi dengan baik yang akhirnya nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar" kata ketua panitia, Ahmad Fauzi.

Ulama Salaf Online

Sementara itu wakil Ketua PC IPNU Jepara M Shidiq mengaku bangga atas dibentuknya kembali kepengurusan IPNU-IPPNU Desa Tritis.

"Kami atas nama PC IPNU-IPPNU Jepara sangat mengapresiasi atas dibentuknya IPNU-IPPNU Desa Tritis ini," katanya

Ia menambahkan bahwa IPNU-IPPNU harus bisa menjalankan organisasi dengan maksimal agar nantinya IPNU-IPPNU semakin diminati.

"Semoga pengurus yang baru dilantik ini bisa menjalankan roda organisasi dengan baik, sehingga organisasi ini akan terus berkembang dan menarik kader-kader baru untuk ikut IPNU-IPPNU," tuturnya.

Ia juga berharap nantinya kader-kader IPNU-IPPNU Tritis bisa mengikuti pelatihan-pelatihan yang dibuat oleh PAC IPNU Nalumsari maupun PC IPNU Jepara. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock