Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

Jakarta, Ulama Salaf Online



Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin menyesalkan bahwa ada pejabat negara yang ikut gabung kelompok terorisme ISIS (Negara Islam Irak dan Syiria).?

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta, Senin, (9/5).

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

“(Salah satu motifnya adalah) Mereka mempercayai bahwa sekarang sudah akhir zaman, maka mereka berbondong ke tanah Suriah untuk jihad dan menunggu sang imam Mahdi,” kata Hamidin.

Menurutnya, ada dua cara mengapa orang bisa sampai bergabung dengan kelompok radikalisme tersebut. “Pertama face to face (antara calon teroris dan teroris) dan yang kedua adalah lewat media sosial,” tegasnya. ? ?

Ia menjelaskan bahwa ada 133 organisasi terorisme di dunia, 21 jaringan berada di Indonesia, 7 yang berkaitan langsung dengan ISI. “Tiga (dari tujuh) diantaranya melakukan rekrutmen langsung untuk ISIS,” ungkap laki-laki kelahiran Sumatera Selatan tersebut.

Ulama Salaf Online

Meski demikian, lanjut Hamidin, Indonesia tidak bisa melakukan banyak hal terhadap gerakan-gerakan yang secara benderang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia karena Undang-undang tentang terorisme itu usang dan perlu diperbaharui. ?

“Orang menyerukan teroris, orang berangkat ke luar negeri (untuk gabung kelompok terorisme), orang mengaku ISIS, orang mengaku tentara ISIS terang-terangan, orang mendukung ISIS, dan orang yang simpati terhadap ISIS. Mereka tidak bisa diapa-apakan oleh negara,” paparnya.

Hamidin menilai bahwa kelompok terorisme itu bukanlah Islam. “Pada saat menangkap Basri (anggota kelompok teroris Santoso), saya melihat banyak tato di tubuhnya, ada juga gambar wanita telanjang. Ketika saya ajak debat soal agama, meski pengetahuan agama saya seadanya, ia tidak bisa menjawab,” ungkap Hamidin.

“Mereka hanya menggunakan simbol agama (Islam) untuk membenarkan dan melegitimasi gerakan mereka,” pungkasnya.

Ulama Salaf Online

Selain Brigjen Pol Hamidin, ada KH Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam Nahdlatul Ulama) dan C Holland Taylor (Direktur Bayt Rahmah California Amerika) yang juga menjadi narasumber. (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang

Jeddah, Ulama Salaf Online - Jemaah haji yang wafat di Arab Saudi kini mencapai 43 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak pemberangkatan gelombang pertama 28 Juli 2017, hingga Sabtu (19/8) kedatangan di Kota Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Mayoritas jemaah meninggal karena terkena serangan jantung dan gangguan pernafasan.

Informasi ini berdasarkan data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, sebagaimana dilansir situs resmi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Ahad (20/8).

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang

Jemaah bernama Enung binti Renung Ukin (79) dari kloter 003 Jakarta (JKG 003) meninggal di pemondokan Makkah karena gangguan pernafasan.

Ulama Salaf Online

Marzuki bin Abdur Rahmat (79) dari kloter 01 Palembang (PLM 01) meninggal di Sektor Makkah karena serangan jantung.

Ulama Salaf Online

Suwanah binti Hajemin Maridin (60) dari kloter 40 Jakarta (JKG 40) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Airport Jeddah karena serangan jantung.

Jakaria bin Jawas Pallo (54) dari kloter 015 Ujungpandang (UPG) meninggal di perjalanan menuju Makkah karena serangan jantung.

Kaseri bin Kasan Dikromo (68) dari kloter 012 Surabaya (SUB 012) meninggal di Sektor Makkah karena serangan jantung.

Abdul Rahman bin Kelsabar (68) dari kloter 014 Ujungpandang (UPG 0014) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan saluran pernafasan.

Sarfiddin bin Sahbuddin Muhammad (65) dari kloter 04 Batam (BTH 04) meninggal di pemondokan Makkah karena gangguan saluran pernafasan.

Berikut data jemaah haji yang wafat sebelumnya:

1. Diah Rialati Kasbullah Tjasuri (SOC 05), wafat 7 Agustus 2017 di RS Al Ansaar, Madinah, karena sakit pada saluran pernafasan.

2. Samidi Ciro Sentono (BTH 06), wafat 7 Agustus 2017 di RS King Fahd karena serangan jantung.

3. Mudjiono Sukibat bin Somodimedjo (SUB 08), wafat 5 Agustus 2017 pukul 10.43 WAS di hotel karena mengalami serangan jantung.

4. Supono Suseno Satari bin Suseno (SUB 07), wafat 5 Agustus 2017 jelang Salat Subuh di halaman Masjid Nabawi karena mengalami serangan jantung.

5. Amnah Hasri Husin binti Husin (MES 02), wafat 4 Agustus 2017 pukul 03.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

6. Sarnata Sarun (JKG 05), wafat 3 Agustus 2017 pukul 20.00 di hotel karena serangan jantung.

7. Ilebbi binti Jinatta Lepu (UPG 08), wafat 3 Agustus 2017 jam 16.16 WAS di pelataran Masjid Nabawi karena serangan jantung.

8. Hadiarjo Singarejo Singaleksana Kasenet bin Singarejo Kasenet (SOC 01), wafat 3 Agustus 2017 jam 13.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

9. Sukamto bin Sudarman Muryadi (JKS 16), wafat 3 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena serangan jantung.

10. Indriyani Wahadi Wiyono (SOC 02), wafat 2 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena penyakit jantung.

11. Agus Salim Mulia Siregar (MES 02), wafat 1 Agustus 2017, karena trauma pada tulang leher disebabkan terjatuh.

12. Umi Nadiroh Yunus Husen (SUB 05), wafat 31 Juli 2017 di RS Al Anshoor, karena mengalami serangan jantung.

13. Marfuah merupakan jemaah dari kloter 17 embarkasi Surabaya (SUB 17), wafat di Al Dar Hospital Madinah karena mengalami serangan jantung.

14. Engkos Kostiman bin Darya dari embarkasi JKS 6, asal Parung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, wafat di Makkah karena serangan jantung.

15. Slamet Tarni Achad (62), calon haji asal Ploso Kandang, Tulungagung, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir di Makkah karena gangguan saluran pencernaan.

16. Risda Yarni Muhammad Rasyid (47) dari embarkasi Batam kloter 6. Meninggal di pemondokan, Madinah.

17. Siti Aminah Janip Sain (53) jemaah haji dari kloter 11 Jakarta-Bekasi, meninggal di pemondokan, Makkah, akibat serangan jantung.

18. Imas Yuhana Misbah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi atau JKS 3 berumur 61 tahun, wafat di Makkah karena terkena serangan jantung.

19. Ilyas Muhammad Jasa dari embarkasi Batam atau BTH 8, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah. Ilyas meninggal dunia dalam umur 64 tahun.

20. Ramlah Abdul Jalil Silalahi asal embarkasi Medan atau MES 8. Ia meninggal di pemondokan saat mengikuti rangkaian ibadah Arbain di Madinah. Ramlah meninggal di usia 69 tahun.

21. Dahlia Hanum Nasution (60), berasal dari Embarkasi Medan kloter 5 (MES 5), meninggal pada 12 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi akibat serangan jantung.

22. Jembar Untung Semo (61), berasal dari Embarkasi Surabaya kloter 18 (SUB 18), meninggal pada 14 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat gangguan pernafasan.

23. Suyahtri Kasmi Tohjoyo berusia 51 tahun, berasal dari Embarkasi Surabaya Kloter 7 (SUB 7). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) karena serangan jantung.

24. Dadang Iskandar Empan, berusia 65 tahun dan jemaah dari Jakarta kloter 35 (JKS 35). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat serangan jantung.

25. Nasiman Mochamad Sahlan (65), dari kloter 46 Solo (SOC 46). Meninggal di pemondokan karena ada pendarahan dalam tubuhnya.

26. Ida Rosika P binti Maradaman HSB (78), berasal dari kloter 007 embarkasi Medan. Ia meninngal di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

27. Razali Haka bin Abdul Karim (82), berasal dari 016 Batam, meninggal di Masjid Makkah karena serangan jantung.

28. Kusno bin Kadari Mursadi (75), berasal dari kloter 041 embarkasi Surabaya meninggal Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan saluran pencernaan.

29. Utami binti Kasan Kasti (46) kloter 040 Jakarta-Bekasi (JK 040) meninggal Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan pernapasan.

30. Bedjo Al Juwahir bin Poncokromo (73) dan Sumaryam binti Kerti Mat (62). Bedjo Al Juwahir yang tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) wafat di pemondokan. Makkah karena serangan jantung.

31. Sumaryam adalah jemaah kloter 53 Embarkasi Surabaya (SUB 53). Alrmahumah wafat di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

32. Emdenis bin Mukhtarudin (60). Almarhumah adalah jemaah kloter 16 Embarkasi Padang (PDG 16). Almarhumah wafat di pemondokan Makkah karena gangguan pernafasan.

33. Purni binti Pungut Minan (65), kloter 023 Jakarta meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena serangan jantung

34. Iyah binti Saari Ili (50) kloter 040 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 040) meninggal di pemondokan Madinah karena serangan jantung.

35. Solikhin bin Mursidik Dipawikrama (60) kloter 046 embarkasi Solo meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernafasan.

36. Sutomo bib H Sosro Harsono (83) kloter 022 Jakarta-Bekasi meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Makkah akibat penyakit tumor.

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Lomba, Olahraga, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106

Solo, Ulama Salaf Online. Menjelang puncak peringatan haul ke-104 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo, Jawa Tengah, Senin-Selasa (8-9/1) para tamu dari berbagai luar kota mulai hadir di Kota Solo.

Pihak Pemerintah Kota Solo bahkan telah mempersiapkannya sejak hari Ahad (6/9), dengan mengalihkan sebagian arus lalu lintas. Melalui edaran yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Jalan Kapten Mulyadi yang berada di depan Masjid Riyadh selama 3 hari ke depan akan ditutup.

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106

“Untuk mengantisipasi kemacetan akan dilakukan beberapa perubahan arus lalu lintas, antara lain di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Ahmad Dahlan,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno.

Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga, Habib Muhammad bin Husein bin Anis, menuturkan rangkaian acara haul di Masjid Riyadh akan digelar selama 3 hari.

Ulama Salaf Online

“Rangkaian peringatan haul akan dilaksanakan mulai Ahad bakda ashar, dengan kegiatan Rauhah,” terangnya.

Ditambahkan dia, sejumlah kegiatan lainnya juga akan diadakan untuk memeriahkan acara haul ini. “Selama 3 malam berturut-turut, akan ada penampilan hijir marawis dan tarian zafin,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Quote, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Joko Widodo mengunegerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkontribusi besar untuk Indonesia. Masing-masing yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau, dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.?

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh

Upacara penganugerahan tersebut dilakukan di Istana Negara, Kamis (9/11). Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada Oktober lalu.

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut keluarga ahli waris keempat tokoh, para menteri kabinet kerja, dan para pejabat tinggi negara lainnya.?

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengatakan dengan penganugerahan keempat pahlawan nasional baru tersebut, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Para pahlawan tersebut berasal dari sipil dan juga TNI/Polri.?

Khofifah menjelaskan Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan pemerintah kepada seorang Warga Negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara yang semasa hidupnya tanpa cela.?

Ulama Salaf Online

"Mereka yang menyandang gelar pahlawan nasional tidak hanya yang berjasa di medan perang tapi juga di bidang lain yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional," terangnya.?

"Permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden melalui Dewan Gelar. Sebelumnya diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, serta sarasehan," katanya.?

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras mengatakan ada syarat umum dan syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum akhirnya tokoh tersebut diputuskan memperoleh gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden. Dikatakan, empat tokoh yang memperoleh anugerah tahun ini telah memenuhi seluruh persyaratan.?

Hartono menerangkan, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid lahir di Nusa Tenggara Barat 19 April 1908 dan wafat pada 21 Oktober 1997. Beliau merupakan seorang nasionalis pejuang kemerdekaan, dai, ulama, dan tokoh pendidikan emansipatoris. Ia merupakan pendiri organisasi Islam Nahdatul Wathan. Organisasi ini menjadi organisasi Islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama.

Ulama Salaf Online

Gelar pahlawan nasional kedua diberikan kepada Laksamana Malahayati yang merupakan tokoh pejuang asal Nanggroe Aceh Darussalam. Malahayati lahir pada tahun 1550 dan wafat pada 1615 dimakamkan di Krueng Raya, Aceh Besar. Malahayati adalah laksamana perempuan pertama dari Aceh. Ia membentuk pasukan "Inong Balee" yang berisi para janda prajurit Aceh yang mahir menembakkan meriam dan menunggang kuda.?

Tahun 1559 Malahayati memimpin armada laut berperang melawan Belanda dan berhasil menewaskan Cornelis De Houtman. Di Tahun 1606, Malahayati bersama Darmawangsa Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) berhasil mengalahkan armada laut Portugis. Sebelumnya nama Malahayati telah diabadikan sebagai nama kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali kelas Fatahillah milik TNI AL dengan nomor lambung 362.?

Sementara itu, lanjut Hartono, gelar ketiga Pahlawan Nasional diberikan kepada Sultan Mahmud Riayat Syah asal Kepulauan Riau. Sultan Mahmud lahir di Sulu Sungai Riau Agustus 1760 silam dan wafat pada 12 Januari 1812. Pada rentang tahun 1782 hingga 1784, Sultan berhasil mengalahkan Belanda yang ingin menanamkan pengaruhnya di Riau dalam Perang Riau I. Kapal Komando Belanda Malakas Walvaren berhasil diledakkan.

Ditahun 1784, Sultan kembali memimpin perang melawan Belanda yang dipimpin Pieter Jacob van Braam di Tanjung Pinang. Sultan Mahmud menolak ajakan Belanda untuk berdamai dan menerapkan startegi gerilya laut untuk mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau. Tahun 1811 Sultan Mahmud mengirimkan bantuan kapal perang lengkap guna melawan ekspansi Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.?

Adapun, gelar pahlawan nasional keempat diberikan kepada Lafran Pane tokoh asal Yogyakarta. Lafran Pane lahir di Sipirok 12 April 1923 dan wafat di Yogyakarta 24 Januari 1991. Lafran Pane dikenal sebagai tokoh pergerakan pemuda dan memprakarsasi pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam pada tanggal 5 Februari 1947.?

Dalam perjalanannya, HMI secara konsisten menolak gagasan Negara Islam yang digagas oleh Sekar Maridjan Kartosoewiryo pendiri gerakan Darul Islam. Lafran Pane menjadi salah satu tokoh utama penentang pergantian ideologi negara dari Pancasila menjadi komunisme. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Jakarta, Ulama Salaf Online. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZIS) NU Se-Indonesia secara serentak akan memulai penyembelihan hewan kurban pada Rabu, 17 November 2010. Penyaluran hewan kurban pada tahun ini diprioritaskan ke daerah-daerah yang mayoritas penduduknya adalah dhuafa.

“Sesuai dengan keputusan PBNU bahwa Idul Adha jatuh pada hari Rabu, maka LAZIS NU se-Indonesia akan memulainya Rabu pagi setelah salat Ied. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” tegas KH Masyhuri Malik, Ketua LAZIS PBNU kepada Ulama Salaf Online Selasa, 14 November 2010.

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Sementara itu, Bendahara LAZIS PBNU, Agus Salim Thoyib menyatakan, “Kami terus berkoordinasi dengan LAZIS Wilayah, Cabang, dan Cabang Luar Negeri untuk meningkatkan jumlah hewan kurban. Namun yang terpenting bagaimana agar kurban tepat sasaran. Hewan kurban juga ada yang kita kirim ke Merapi dan Mentawai.”

Ulama Salaf Online

Peningkatan jumlah hewan kurban yang diterima LAZIS NU tahun ini meningkat cukup cukup signifikan. “Hasil koordinasi di daerah-daerah, peningkatan penerimaan hewan kurban naik hingga 70 persen,” ujar Mohamad Zuhdi, Sekretaris LAZIS PBNU.

Ulama Salaf Online

Selain itu, pemilihan hewan kurban yang disalurkan oleh LAZIS NU juga melalui pemerikasaan yang cukup ketat. LAZIS NU juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan disembelih. “Kalau tidak hati-hati, kurban bisa menimbulkan penyakit karena daging yang tidak sehat. Makanya sebelum disembelih kami telah memeriksanya dengan teliti,” lanjut Zuhdi.

LAZIS NU juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dermawan yang telah memercayakan kurban melalui LAZIS NU. “Kami atas nama LAZIS NU, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” pungkas Agus Salim.

Pengelolaan hewan kurban adalah salah satu bagian penting dari tugas pokok dan fungsi LAZIS NU. Program-program yang ditangani LAZIS NU berorientasi menibgkatkan kesejahteraan masyarakat. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Nahdlatul Ulama, Doa Ulama Salaf Online

Selasa, 23 Januari 2018

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Koperasi NU Mandiri Syariah diluncurkan di halaman Kantor PCNU Pamekasan, Selasa (28/3). Peluncuran ini dihadiri pengurus dan warga nahdliyin dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Sesuai namanya, koperasi ini hadir dalam rangka mendorong warga nahdliyin mandiri secara ekonomi," ujar Direktur Koperasi NU Mandiri Syariah KH Mudarris (Gus Dar).

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin

Ia menambahkan, dengan diresmikannya koperasi milik PCNU Pamekasan pihaknya berharap akan menambah semangat dan kerja sama yang baik dalam menjalankan program NU yang sudah direncanakan.

"Semoga diresmikan Koperasi NU Mandiri Syariah ini akan menambah semangat seluruh pengurus PCNU, MWCNU, serta banom-banomnya dalam berorganisasi dengan niat berjuang di jalan Allah," tegas Pengasuh Pesantren Nurul Falah, Batubintang, Batumarmar Pamekasan tersebut.

Ulama Salaf Online

Kepada para pengurus koperasi, Gus Dar mengajak agar memantapkan niat, berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan koperasi NU karena lembaga keuangan tersebut berjalan dengan baik jika pengelolaannya dilakukan dengan baik.

Ulama Salaf Online

"Tentunya didasari dengan SDM yang mumpuni," kata Gus Dar. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Habib Ulama Salaf Online

Rabu, 17 Januari 2018

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api

Probolinggo, Ulama Salaf Online - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan, sejumlah santri yang berada di Pondok Pesantren Nurul Islam Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo bermain olahraga sepakbola api. Rutininas selama bulan suci Ramadhan ini dilakukan usai shalat Tarawih.

Namun sebelum melakukan olahraga sepakbola api ini, para santri terlebih dahulu diberi wejangan dan ilmu kebal oleh kiai pengasuh supaya tubuh tidak merasakan sakit sedikitpun saat bermain sepakbola api.

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api

Olahraga sepak bola ini memang sangat berbeda dengan sepakbola pada umumnya. Selain bola terbuat dari kelapa yang kering direndam dalam minyak tanah, seluruh pemainnya tidak boleh mengenakan sepatu alias bertelanjang kaki saat menendang bola.

Uniknya, meskipun menendang bola api dengan kaki telanjang, para pemain ini tidak merasakan panas atau sakit sedikit pun saat menggiring dan menendang bola api. Bahkan yang mereka rasakan hanya seperti menggiring bola pada umumnya.

Ulama Salaf Online

Para santri mengaku usai diberi ilmu kebal oleh kiai, mereka tidak merasakan sakit sedikitpun saat menendang bola api, yang mereka rasakan hanya capek berlarian mengejar bola untuk disarangkan ke gawang lawan.

Ulama Salaf Online

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Ustadz Mukhlas mengatakan kegiatan semacam ini sudah rutin dilakukan di kalangan pesantren. Selain menguji ilmu kebal juga merupakan hiburan tersendiri dikalangan santri.

“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap malam selama bulan suci Ramadhan. Semua ini kami lakukan untuk menguji ilmu kebal yang diamalkan oleh para santri,” katanya, Ahad (19/6).

Setelah puas bermain dan melihat sepakbola api, para santri selanjutnya membersihkan diri dan melakukan tadarus Al Qur’an. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit

Semarang, Ulama Salaf Online. Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara (LSN) Regional 2 Jawa Tengah menggelar Technical Meetting (TM) dan diskusi publik di Gedung Berlian (DPRD Jawa Tengah) Kota Semarang, Kamis (25/8).?

Demi menjaga moralitas santri yang dikenal santun dan anti kekerasan, dalam TM itu disepakati oleh para manajer klub bahwa setiap pemain yang mendapat kartu kuning harus mencium tangan wasit. "Ini demi menjaga supaya tidak ada santri yang main kemudian terjadi hal-hal yang diinginkan," demikian dikatakan salah satu peserta TM. ?

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit

Ketua panitia pelaksana Regional 2 Jateng, Shalahuddin menyatakan ada 18 klub pesantren yang telah dinyatakan lolos verifikasi data dengan catatan penting semua klub harus main fair play terlebih masalah pemain santri. "Kalau ditemukan ada pemain dari non-santri, kami tidak segan untuk mendiskualifikasi klub tersebut," tandasnya. (Mundzir/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Hadits, Habib Ulama Salaf Online

Jumat, 12 Januari 2018

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Karanganyar, Ulama Salaf Online. Ribuan jamaah memadati lapangan Mapolres Karanganyar, malam Jum’at (28/2), dalam acara Tabligh Akbar Polres Karanganyar Berdzikir yang diselenggarakan keluarga besar Polres Karanganyar Jawa Tengah.

Acara dibuka dengan pembacaan tahlil dilanjutkan bacaan sholawat dan maulid simtuddurar yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf. Di tengah-tengah acara, seperti biasa Habib Syech mengajak para jamaah untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Usai bersholawat, dilanjutkan mauidoh hasanan yang disampaikan oleh Habib Ismail Al-Attas (Pekalongan). Beliau menyampaikan hubungan antara nasionalisme dan Islam.

Ulama Salaf Online

“Islam dan nasionalisme bukan dua hal yang berbeda. Keduanya berjalan kelindan,” terang Habib Ismail.

Ulama Salaf Online

Pada puncak acara, sang mursyid, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Pekalongan) memberikan wejangannya. Salah satunya tentang hakikat dzikir. Dzikir bukan sekedar ucapan penghias bibir, melainkan hal untuk merasakan kehadiran Allah.

“Dalam berdzikir, kita dituntut dalam setiap ucapan. Bahkan tidak hanya itu, tetapi semua anggota badan kita juga bisa ikut berdzikir,” jelas Habib Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karanganyar juga melantik 24 Dai Kamtibnas, sebagai salah satu badan untuk menangkal ajaran radikalisme.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Kyai, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menjadi wirausahawan harus bisa memikirkan untuk mempekerjakan orang lain, sebab banyak juga wirausahawan yang hanya mampu mempekerjakan dirinya sendiri. Itu sebabnya menjadi wirausahawan banyak tantangan yang harus dihadapi.

Demikian disampaikan Owner restoran? Solaria, Auliyanto saat mengisi diskusi Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur di Kalangan Generasi Muda” dalam rangka Dies Natalis ke-I Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah Menteng Jakarta Pusat, Jumat (17/6) sore.

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia

Menurut Auliyanto, menjadi wirausahawan adalah salah satu pilihan, artinya tidak semua orang harus menjadi wirausahawan. Karena tidak semua orang suka dengan dunia usaha.?

Menjadi wirausahawan sesungguhnya ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan yang dimaksud di antaranya tidak ada yang menyaratkan. “Syarat menjadi wirausahawan adalah tergantung dari diri sendiri. Berbeda dengan menjadi pegawai atau karyawan, ada syarat-syarat yang diperlukan saat melamar, misalnya usia dan ijazah,” kata pemilik 220 cabang restoran ini.

Sementara kekuarangannya menjadi wirausahawan adalah harus mencari tempat usaha, barang dan pendukung lainnya. Orang yang bekerja tidak usah mencari toko atau kios dan barang yang dijual. Sedangkan wirausahawan harus mencari tempat jualan dan barang yang dijual. Maka di dunia wira usaha yang tidak disyaratkan untuk memasukinya, justru syaratnya menjadi lebih banyak.

Ulama Salaf Online

Hal yang sering dikeluhkan calon wirausahawan adalah ketiadaan modal. Menurut Auliyanto, bisa jadi hambatannya bukan hanya itu saja. Sangat mungkin calon wirausahawan sesungguhnya masih banyak kekurangan, sedangkan dirinya merasa sudah siap menjadi wirausahawan.

“Memiliki modal saja belum cukup. Orang yang memiliki modal kemudian terjun begitu saja ke dunia usaha, bisa jadi modalnya hilang. Kemampuan akan bidang usaha, pangsa pasar (pelanggan), ? tingkat kebutuhan, dan pengetahuan akan lokasi usaha, harus diperhatikan dan disiapkan oleh calon wirausahawan,” ujarnya.

“Kebanyakan orang ingin meloncat dan langsung ingin berhasil. Padahal usaha yang besar juga dimulai dari yang kecil,” kata lulusan Akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) yang aktif dalam gerakan sosial dan pendidikan itu.

Ulama Salaf Online

Kemampuan berwirausaha bisa dipelajari dari lingkungan terdekat, misalnya orang tua atau keluarga yang juga wirausahawan. Tetapi, jika bidang pekerjaan orangtua bukan dunia usaha, seseorang bisa mempelajari dunia usaha di bangku kuliah. Sayangnya saat kuliah, kebanyakan orang tidak menyiapkan diri.

Selain itu, lanjut dia, kemampuan wirausaha dapat dibangun saat bekerja atau dari pergaulan dengan banyak pengusaha lain (networking). ? “Untuk membentuk kemampuan wirausaha dapat diupayakan sesusai kemampuan. Kalau kemampuan belum ada, jelas belum bisa menjadi wirausahawan,” kata Auliyanto.?

Pria yang pernah berkecimpung di bidang usaha minimarket hingga memiliki tujuh cabang minimarket itu mengkritisi banyaknya calon wirausahawan yang ingin sama persis suksesnya dengan pengusaha lain yang sudah ada.

“Menjadi pengusaha harus menjadi diri sendiri. Jangan terpengaruh atau meniru-niru orang lain,” tegas Auliyanto. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Bojonegoro, Ulama Salaf Online. Badan Student Crisis Center (BSCC) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menggelar pelatihan kader, di gedung Lemdikacab Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/5/2013). Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan nalar kritis kader NU di Bojonegoro.

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Acara yang diikuti 40 orang itu dikemas secara menarik, diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad (3-5/5/2013). Dengan mengambil tema Membangun kapasitas dalam mengawal pendidikan berkualitas.

Ada beberapa materi yang disampaikan seperti halnya advokasi, teknik investigasi, studi kasus, manajemen aksi, kajian kebijakan publik. Serta pengembangan kapasitas, analisis aktor dan juga kajian tentang kebijakan pendidikan nasional.

Ulama Salaf Online

Ketua panitia penyelenggara, Ainun Najib mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas nalar dan intelektual pelajar dalam menghadapi perubahan sosial di masyarakat.

"Diharapkan kader NU mampu mengidentifikasi problematika pelajar-pelajar serta menyelesaikannya," ujarnya kepada Ulama Salaf Online, Sabtu (4/5/2013).

Ulama Salaf Online

Menurutnya, selama ini dunia pendidikan mengalami banyak permasalahan yang harus bisa diidentifikasi. Seperti halnya kurikulum pendidikan nasional yang berubah-ubah, sistem pendidikan nasional yang belum matang dan beberapa persoalan pendidikan lainnya.

"Segala permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus segera dicarikan solusinya," terangnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Bojonegoro Misbakhul Munir mengharapkan, pasca pelatihan ini mampu mencetak kader NU di Bojonegoro yang konsisten dan komitmen menyikapi pendidikan. Dengan persoalan dan permasalahan didalamnya.

Segela keluhan pelajar lanjut Kak Bah sapaan akrabnya, bisa ditangani IPNU Bojonegoro. "Mengawal kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Bojonegoro," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Nahdlatul Ulama, Meme Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

MAU WH Tambakberas Bentuk Kelompok Baca Perpustakaan

Jombang, Ulama Salaf Online. Terhitung sejak bulan lalu, Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang membentuk kelompok baca perpustakaan. Meskipun baru memiliki 15 anggota yakni para siswa dan siswi madrasah setempat, diharapkan jumlah kelompok ini terus bertambah.

"Alhamdulillah, sejak bulan Januari telah terbentuk kelompok baca perpustakaan MAU WH yang anggotanya 15 siswa," kata Ustadz Mustaufikin, Senin (13/2) siang.?

MAU WH Tambakberas Bentuk Kelompok Baca Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
MAU WH Tambakberas Bentuk Kelompok Baca Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

MAU WH Tambakberas Bentuk Kelompok Baca Perpustakaan

Staf unit Pengendalian Mutu Madrasah di MAU WH ini mengemukakan bahwa kelompok baca tersebut fokus pada kegiatan peningkatan minat baca dan menulis. "Kegiatan wajibnya, mereka harus membaca setiap hari, dan setiap minggu adalah menulis," jelas alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Sedangkan kegiatan insidental adalah kajian literasi, seperti yang dilakukan tadi siang. "Tema kajian adalah menggerakkan literasi madrasah yang menghadirkan Ustadz Miftahul Arif," ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Ustadz Miftahul Arif mengemukakan bahwa kesadaran literasi bangsa Indonesia termasuk rendah. "Rendahnya kesadaran literasi menjadi salah satu faktor masifnya peredaran khabar bohong atau hoax," kata Ustadz Arif, sapaan akrabnya. Dengan budaya baca yang rendah, masyarakat menelan informasi, seacara instan, tanpa berupaya mencerna secara utuh, lanjutnya.

Ulama Salaf Online

Wakil Kepala Sekolah MAU WH bidang kurikulum tersebut menyebutkan data UNESCO bahwa indeks membaca bangsa Indonedia hanya 0,0001. "Artinya, dari 1000 orang, hanya satu orang yang punya tradisi membaca secara serius," ungkapnya.

Sementara itu ada sekitar 132, 7 juta orang telah menggunakan internet. Baginya, kondisi tersebut sebagai hal yang kontradiktif. "Menggunakan teknologi tinggi tanpa dilandasi tradisi membaca, maka buahnya adalah tradisi berteriak di jalanan sembari menyebar kebencian, memproduksi fitnah, serta memporak-porandakan ketentraman atas nama tuhan," tandas kandidat doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.?

Karenanya, Ustadz Arif mengajak seluruh elemen madrasah untuk mengawal gerakan literasi. "Tugas guru disamping mengajar adalah mendidik, menginspirasi dan menggerakkan," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Harapan serupa disampaikan Ustadz Mustaufikin. "Kami mohon dukungan bapak dan ibu guru untuk ikut menyemangati anak-anak untuk lebih banyak membaca," pintanya. Dia juga berharap dari komunitas kecil ini akan lahir siswa dan siswi yang gemar membaca dan memiliki kemampuan yang baik dalam menulis, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Lomba Ulama Salaf Online

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

Sesungguhnya kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya khusus untuk-Nya.

Dan Dia Yang Maha Perkasa tanpa peduli akan melemparkan siapapun yang sombong ke dalam api neraka.

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. sungguh hanya dengan taqwalah kita dapat mengisi kehidupan ini dengan segala sifat-sifat kebaikan dan menghindar dari sifat tercela. Diantara sifat baik yang dulu menjadi karakter bangsa ini dan kini semakin menipis karena terkena erosi kehidupan materialistic adalah tawadhu'. Dan hal ini secara otomatis menyuburkan sifat tercela yang menjadi kebalikannya yaitu takabbur atau sombong.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan ini, khatib hendak menengok kembali kedua sifat yang saling bertentangan ini. sekedar sebagai pengingat bagi kita semua agar tidak semakin terjerumus dalam kesombongan-kesombongan yang menyebabkan Allah swt membenci kita.

Hadirin Jama'ah Jum'ah yang Berbahagia

Tawadhu' termasuk salah satu sifat terpuji yang harus dimilki oleh seorang muslim. Tawadhu' secara bahasa dapat dimaknai dengan 'merendahkan diri'. Artinya sengaja memposisikan diri lebih rendah dari posisi sebenarnya. Pada dasarnya tawadhu' hanya ditujukan kepada Allah Yang Maha Agung. Yakni merasa lemah dan tidak berdaya dibanding dengan kekuasaan Allah swt. apalah kuasa manusia sampai berani mengharap surganya Allah? apakah Allah rela memberikan surga kepada seorang hamba, jika hamba tersebut merasa tidak memerlukan surga? Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa tujuan tawadhu sebenarnya adalah mengharapkan surga (ridha-Nya) Allah swt dan menghindarkan diri dari api neraka (thoma'an li jannatihi ta'ala wa rahban min narihi ta'ala).

Meskipun tawadhu' ditujukan kepada Allah swt sebagai bukti adanya hubungan fertikal, tetepi harus dibuktikan dalam praktek keseharian ketika bermuamalah dengan seksama yang mengandaikan hubungan horizontal. Sebagaimana di terangkan dalam surat al-Furqan ayat 63

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Artinya bahwa diantara tanda-tanda orang yang memiliki sifat tawadhu' selalu berjalan dengan menundukkan kepala. Seolah-olah tidak pernah melihat langit. Berjalan dengan santai tanpa membusungkan dada. Meskipun ia memiliki kuasa sebagai gubernur, jendral ataupun ulama misalnya. Hal ini berbeda dengan orang-orang yang sombong yang berjalan dengan mendongak ke atas tidak pernah melihat bumi. Bahkan ketika mereka disapa dan dikomentari, mereka hanya menjawab 'salama', yang artinya keselamatan atas kita semua, diantara kita tidak ada yang lebih baik, aku juga tidak lebih baik dari kamu begitu juga sebaliknya.

Begitu spesialnya sifat tawadhu, sehingga Allah mengistimewakan mereka yang memiliki sifat tawadhu' dengan menyebut 'ibadurrahman' hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang. Hal ini sejalan dengan janji Allah sebagaimana disampaikan kepada Rasulullah saw dalam haditsnya

? ? ? ? ? ? ? ?

Allah akan mengangkat derajat mereka yang memiliki sifat tawadhu', dan akan membenamkan mereka yang bersifat sombong.

Jama'ah Rahimakumullah

Lalu apakah sebenarnya pentingnya tawadhu'? selain mengharapkan derajat dari Allah swt, tawadhu juga menghindarkan diri kita dari sifat yang paling dibenci Allah Yang Maha Kuasa yaitu sombong. Karena kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya pantas dimiliki-Nya. Oleh karena itu Allah sangat membenci orang yang sombong. Hal ini terbersit dari hadits qudsi yang disampaikan oleh Rasulullah saw

? ? ? ? : ? ? ? - ? ? ? ? - : ( ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? (? ?)

Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.

Artinya, kesombongan dan keagungan itu hanya khusus milik Allah. Allah sungguh tidak terima bila ada hamba yang memilki sifat keduanya. Begitu tersinggungnya Allah hingga Ia akan melempar siapapun yang 'menggunakan' kedua sifat itu, ke Neraka tanpa peduli. Tanpa peduli apakah dia seorang sufi, seorang wali, seorang nabi, seorang preiden atau juga seorang raja.

Oleh karena itu guna mempermudah diri melatih menuju ketawadhuan kepada Allah hendaknya seorang hamba harus mengakui dan memiliki beberapa perasaan. Pertama, merasa hina (dzlil) dan meyakini bahwa yang mulia adalah Allah. seorang hamba harus segera sadar bahwa ia seorang yang hina. Ia hanyalah berasal dari setetes air mani, yang jikalau Allah swt menghendaki bisa saja mani itu tumpah dan menjadi konsumsi semut dan lalat.

Kedua, merasa faqir selalu membutuhkan dan Allahlah yang Maha Kaya Raya. Sekarang para hartawan dan miliyuner akan merasa bangga atas kejayaan dan mengandalkan segala macam harta yang dimilikinya padahal kata Allah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...

Sesungguhnya semua harta itu adalah hartaKu, orang-orang faqir itu keluargaKu, dan para hartawan adalah wakilku. Barang siapa yang berlaku pelit terhadap keluargaKu. Aku akan menyiksanya tanpa peduli.

Ketiga, merasa bahwa dirinya adalah orang yang bodoh dan Allah yang Yang Maha Mengetahui. Seringkali para hamba yang dianugerahi ilmu oleh Allah swt. melupakan bahwasannya ilmu itu hanya sekedar titipan Allah swt yang dapat diambil kapanpun. Lihatlah ketika seorag professor, doctor, cendekia tetapi terkena struk apa yang dapat ia lakukan?

Keempat, merasa lemah dan hanya Allah Yang Maha Kuat. Sebagai pelajaran betapa banyak legenda tentang kejayaan para raja yang berkuasa begitu hebatnya, tetapi sekarang hanya tinggal dalam kenangan dan catatan sejarah saja. Bukankah kekuatan negara adidaya di dunia juga selalu silih berganti?

Jama'ah Jum'ah yang Dimuliakan Allah

Adapun gambaran praktek tawadhu kepada sesama dalam kehidupan sehari sangatlah bagus berpegang pada pesan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani kepada muridnya bahwa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jikalau kamu berjumpa dengan seseorang maka hendaklah engkau melihat keunggulannya dibanding denganmu. Dan katkanlah (dalam hati) bahwa "orang itu lebih baik dari pada aku di mata Allah swt". Maka apabila (kamu berjumpa) dengan anak kecil, hendaklah berkata (dalam hati) dia ini belum terlalu banyak maksyiyat (karena umurnya lebih muda) dan otomatis dia lebih baik dari pada aku. Dan apabila (kamu berjumpa) dengan orang tua, hendaklah berkata orang ini telah lama beribadah kepada Allah sebelum aku (karena umurnya lebih tua, maka dia lebih baik dia dari pada aku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang 'alim, hendaklah berkata (dalam hati) dia telah diberi sesuatu (pengetahuan) yang aku belum memilikinya dan dia telah memperoleh sesuatu yang aku belum peroleh dan dia juga telah mengerti apa yang aku tidak mengerti. Dia beamal dengan ilmunya (pastilah lebih diterima amalnya dari padaku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang bodoh, hendaklah berkata dia maksyiat karena kebodohannya, sedangkan aku melakukan maksyiat dengan ilmuku. Sungguh aku tidak tahu apakah aku lebih baik dari pada dia?

Demikianlah khutbah sigkat kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Ya Allah tunjukkanlah jalan kepada hambamu yang sombong ini jalan menuju ketawadhu'an yang engkau ridhai. Karena sesungguhnya hanya engkaulah yang mampu menjadikan kami orang yang bertawadhu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Hadits, Habib Ulama Salaf Online

Jumat, 01 Desember 2017

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Cirebon, Ulama Salaf Online

Belasan regu dari sejumlah sekolah dan pesantren se-Kabupaten Cirebon mengikuti lomba cerdas cermat memperingati Harlah Ke-82 Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembagan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cirebon bekerjasama dengan PC PMII setempat di Pesantren Darul Ulum Klangenan, Jum’at (25/1) kemarin.

Selain lomba cerdas-cermat, juga digelar lomba karya tulis santri. Kegiatan ini, menurut Ketua Lakpesdam Cirebon Ali Mursyid, dimaksudkan juga untuk menanamkan ideologi ke-NU-an di kalangan remaja usia sekolah, agar dapat membentengi mereka dari virus ajaran Islam garis keras.

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan NU Sejak Dini dengan Lomba Cerdas Cermat

Lomba cerdas cermat dan karya tulis santri merupakan salah satu dalam rangkaian peringatan Harlah NU ke-82 yang dilaksanakan oleh Lakpesdam bekerja sama dengan PC PMII dan beberapa lembaga dan badan otonom NU.

Ulama Salaf Online

“PC Lakpesdam Cirebon menyelenggarakan Dwi Pekan Muharram dan Harlah NU ke-82 dengan tema meneguhkan tradisi untuk pemberdayaan masyarakat. Yang paling penting dari seluruh kegiatan yang ada adalah Pengkaderan NU Cirebon yang berlangsung 28-30 Januari 2008 dan halqah kamu muda NU se-Indonesia 3-7 Februari 2008”, kata Ali.

Ulama Salaf Online

Ketua Panitia dari PMII Cirebon Ibnu Hamdun menyatakan, PMII dengan suka hati bekerjasama dengan Lakpesdam Cirebon, demi meramaikan Harlah NU ke-82. "NU-lah yang melahirkan PMII, meski PMII tetap independen," katanya.

Dwi pekan Muharram 1429 H dan peringatan Harlah NU ke-82 juga diisi dengan rangkaian kegiatan lainnya, seperti Safari Khittah, dan juga pagelaran seni tradisi NU sebagai puncak acara Harlah.

Menurut Ali Mursyid, Safari Khittah yang dimaksud bukan lagi bermakna Safari Khittah NU yang dilakukan ketika kiai-kiai dianjurkan bukan hanya berkecimpung di PPP seperti dulu, tetapi lebih sebagai usaha memurnikan misi sosial NU dengan mempertemukan kiai-kiai sepuh dengan warga NU di tingkat MWC-MWC. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 26 November 2017

KH Zaini Mun’im, Seorang Santri Mbah Hasyim

Adalah KH. Zaini Mun’im, pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo. Ia berasal dari Desa Galis, Pamekasan Madura. Lahir pada tahun 1906 silam, putra pertama dari dua bersaudara pasangan KH. Abdul Mun’im dan Ny. Hj. Hamidahini memiliki nama kecil Abdul Mughni.

Ayahnya, KH. Abdul Mun’im adalah putra Kiai Mudarik bin Kiai Ismail yang merupakan generasi kedua penerus Pesantren Kembang Kuning, Pamekasan Madura. Sedangkan ibunya, Ny. Hj. Hamidah merupakan keturunan Raja Pamekasan melalui jalur KH. Bujuk Azhar atau dikenal dengan Ratoh Sidabulangan, penguasa Kraton Pamekasan Madura.

KH Zaini Mun’im, Seorang Santri Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Zaini Mun’im, Seorang Santri Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Zaini Mun’im, Seorang Santri Mbah Hasyim

Tahun 1937, Lora Abdul Mughni, yang juga dikenal dengan nama KH. Zaini Mun’im ini menikah dengan keponakan Kiai Abdul Majid Banyuanyar, Nafi’ah. Dari pernikahannya, ia dikaruniai enam putra dan satu putri. Yaitu, KH. Moh. Hasyim, BA, Alm. Drs. KH. A. Wahid Zaini, SH, Nyai Hj. Aisyah, KH. Fadlurrahman, BA, KH. Moh. Zuhri Zaini, BA, Alm. KH. Abdul Haq Zaini, Lc dan Drs. KH. Nur Chotim Zaini.

Ulama Salaf Online

Sejak kecil, KH. Zaini Mun’im mendapatkan pendidikan agama dari kedua orang tuanya. Menginjak usia 11 tahun, pada masa penjajahan Belanda, ia sekolah Wolk School (Sekolah Rakyat) selama empat tahun (1917-1921). Selanjutnya, ia memperdalam Al-Qur’an beserta tajwidnya kepada KH. M. Kholil dan KH. Muntaha, menantu Kiai Kholil di Pesantren Kademangan Bangkalan Madura.

Ulama Salaf Online

Dan tahun 1922, ia melanjutkan ke Pesantren Banyuanyar Pamekasan yang diasuh oleh KH. R. Abdul Hamid dan putranya KH. Abdul Majid. Pada tahun 1925, merantau ke Jawa dan mondok di Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Disini KH. Zaini Mun’im hanya belajar satu tahun, karena ayah tercintanya wafat. Sebagai putra sulung, ia harus pulang ke Madura untuk menggantikan posisi ayahnya.

Di usia 22 tahun, KH. Zaini Mun’im mondok di Pesantren Tebuireng, Jombang yang diasuh oleh KH. Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Di pesantren ini, ia mempertajam ilmu agama dan ilmu bahasa Arab. Pertengahan tahun 1928, ia berangkat ke Mekah untuk berhaji dan menetap di Sifirlain untuk menuntut ilmu, selama lima tahun. Sebelum pulang ke tanah air, ia sempat bermukim di Madinah selama enam bulan untuk ikut berbagai pengajian di Masjid Nabawi dari beberapa ulama terkemuka saat itu.

Ketika awal kedatangannya di Desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, KH. Zaini Mun’im tidak bermaksud mendirikan lembaga pendidikan pesantren. Ia hanya ingin mengisolasi diri dari keserakahan dan kekejaman penjajah untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke pedalaman Yogyakarta, menemui teman seperjuangannya.

Tapi sebelum cita-cita luhur itu terealisasi, KH. Zaini Mun’im mendapat amanah dua orang santri. Keduanya mengaji di surau kecil yang berfungsi sebagai tempat shalat, juga ruang tamu, mengajar dan tempat tidur santri. Karena itulah, ia mengurungkan niatnya dan menetap di Desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo hingga akhirnya mendirikan Pesantren Nurul Jadid. (Syamsul Akbar/Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Rabu, 08 November 2017

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Sidoarjo, Ulama Salaf Online - Ratusan pelajar MTs di Sidoarjo memperingati Hari Kartini dan Hari Buku Inernasional. Mereka mengampanyekan gerakan antinarkoba di kalangan pelajar, Sabtu (23/4). Pada kesempatan ini juga mereka menggelar aksi baca bersama sebagai bentuk ajakan untuk kalangan pelajar agar gemar membaca buku.

Mereka mengawali aksinya dengan pembacaan dzikir dan istighotsah. Mereka mengirimkan doa kepada Nabi Muhammad SAW, para ulama, pejuang bangsa, para pendiri NU, pendiri YPM Sidoarjo, dan RA Kartini.

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Yosi Aprilia, siswi kelas 7 MTs YPM Sidoarjo berorasi mengajak pelajar lain dan lingkungannya untuk menjauhi narkoba.

"Narkoba itu berbahaya dan bisa merusak cita-cita generasi penerus bangsa. Untuk itu hindari narkoba. Kami juga ingin memotivasi para pelajar lainnya supaya gemar membaca dan belajar. Karena, dalam waktu dekat ini, siswa dan siswi kelas 9 akan melaksanakan ujian nasional," kata Yosi Aprilia.

Ulama Salaf Online

Kepala Sekolah MTS YPM 1 Wonoayu, Sidoarjo, Suhardi mengatakan bahwa para siswa diberikan ilmu agama, dan dididik mentalnya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan negative untuk mendidik akhlak mereka.

Ulama Salaf Online

"Selama ini kami juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke kelas-kelas. Jika terdapat salah satu siswa yang menggunakan narkoba, kami tidak segan-segan untuk mengeluarkan siswa tersebut. Semoga dengan kegiatan Hari Kartini dan Hari Buku Internasional ini para siswa bisa mengambil hikmahnya," ujar Suhardi.

Selain aksi, para siswa juga mendapatkan materi dan wawasan seputar bahaya narkoba, miras, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. Pihak BNN mengapresiasi dan memberikan respon positif atas aksi ratusan pelajar MTs ini.

"Ini sangat baik dan inovatif. Saya minta kepada para pelajar, tolong jangan mengikuti kegiatan yang kurang baik. Jangan sampai menggunakan narkoba, miras, dan lain sebagainya yang merugikan diri sendiri," pesan Syamsudin, anggota BNN Sidoarjo bagian pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Peringatan Hari Kartini dan Hari Buku internasional ini juga dimeriahkan oleh penampilan para siswi berupa fashion show dengan mengenakan busana kebaya. Dengan semangat dan antusias, mereka berlenggak-lenggok menampilkan kebaya yang dikenakannya. (Ika Auza Riati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, News, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Kepengurusan Baru PCNU Malang Angkat Slogan “NU MUDA”

Malang, Ulama Salaf Online

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang bersiap akan menggelar pelantikan untuk para pengurus baru periode lima tahun mendatang. Rais syuriyah dan ketua tanfidziyah yang terpilih dalam konferensi cabang Oktober 2016 lalu berkomitmen memajukan organisasi NU setempat.

"NU Kota Malang memiliki tagline ‘NU MUDA’ yang merupakan kepanjangan NU Menjaga Marwah Ulama dan Aswaja. Pelantikan akan dilaksanakan di Gedung Pertamina Politeknik Negeri Malang, pada hari Sabtu (18/2)," kata Ketua PCNU Kota Malang terpilih, Isroqunnajah, Rabu (15/2).

Kepengurusan Baru PCNU Malang Angkat Slogan “NU MUDA” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan Baru PCNU Malang Angkat Slogan “NU MUDA” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan Baru PCNU Malang Angkat Slogan “NU MUDA”

Sebelum acara pelantikan, akan digelar apel kebangsaan. Isroqunnajah akan bertindak sebagai inspektur upacaranya di hadapan peserta yang terdiri dari jajaran polisi Polresta Malang, anggota tentara Kodim 0833, anggota Banser, para santri, ulama, anggota Kokam, satgas ormas dan partai politik di Kota Malang.

Ulama Salaf Online

Ketua SC acara pelantikan ini Mujab Masyhudi menjelaskan, tema besar pelantikan kali ini adalah "Revitalisasi Nilai-nilai Patriotisme dan Nasionalisme untuk Ketahanan Umat". Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan perkembangan dinamika Indonesia dewasa ini.

Ulama Salaf Online

"Indonesia sedang mengalami dinamika yang sangat kompleks dalam berbagai bidang. Diperlukan patriotisme sekaligus nasionalisme sebagaimana telah diteladankan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat untuk menghidupkan kembali peran-peran NU dalam berbagai bidang agar Indonesia umumnya, dan Kota Malang khususnya, semakin sejuk, aman, dan damai," ujar doktor lulusan India yang juga Kaprodi PAI-BSI S3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Pelantikan PCNU Kota Malang ini berdasarkan SK PBNU No 131/A.II.04.d/02/2017 yang ditetapkan pada tanggal 7 Februari 2017. Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin direncanakan akan hadir dan menyampaikan taushiyah terkait perkembangaan NU dan Indonesia belakangan ini.

Acara kemudian akan dilanjutkan dengan rapat pimpinan dan lokakarya yang akan disampaikan oleh KH Cholil Nafis dari PBNU, Brigjen Wahyu Aprilianto (BAIS TNI), dan Dudi Herawadi (Kepala BI Kanwil Malang), dan diikuti oleh segenap pengurus NU Kota Malang dari berbagai tingkatan. Pada kesempatan itu juga disampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Kerja ke-1 yang akan dilangsungkan di Gedung DPRD Kota Malang, jalan Tugu no 1 Malang, pada Ahad (19/2). (Achmad Diny Hidayatullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

PBNU Soroti Terbelahnya Anggota OKI dalam Menyikapi Yerusalem

Jakarta, Ulama Salaf Online. Sepanjang tahun 2017, PBNU merekam kejadian-kejadian penting terkait perdamaian internasional. Antara lain angin perubahan politik yang berhembus di Arab Saudi, sisa-sisa etnonasionalisme di Catalonia Spanyol, tragedi etnis Rohingnya di Myanmar, dan manuver sepihak Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. 

Perihal kasus Yerusalem, PBNU menyayangkan keterbelahan sikap negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI (organisasi konferensi Islam) saat merespons manuver AS terkait dengan penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menandakan lemahnya solidaritas akibat kurangnya dialog dan kerja sama. 

PBNU Soroti Terbelahnya Anggota OKI dalam Menyikapi Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Soroti Terbelahnya Anggota OKI dalam Menyikapi Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Soroti Terbelahnya Anggota OKI dalam Menyikapi Yerusalem

“Karena itu, PBNU mengimbau negara-negara yang tergabung dalam OKI lebih intensif menjalin dialog dan kerja sama agar solid dalam merespons isu-isu kemanusiaan yang membutuhkan kebulatan sikap dan solidaritas,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara Muhasabah 2017 dan Resolusi Kebangsaan 2018, Rabu (3/1) di Kantor PBNU Jakarta.

Selain itu, PBNU menyambut baik keinginan Arab Saudi yang hendak mengembangkan Islam wasathy, yaitu manhaj Islam moderat sebagaimana dianut mayoritas umat Islam Indonesia. 

Menurut Kiai Said, keinginan ini perlu disambut oleh Pemerintah Indonesia dengan mengintensifkan dialog dan kerja sama dengan Kerajaan Arab Saudi dalam rangka mengakselerasi penyelesaian damai atas sejumlah konflik di Timur Tengah.

Ulama Salaf Online

PBNU juga menyoroti tragedi Rohignya mengingatkan perlunya penguatan nation-state berbasis kewargaan (civic nationalism), bukan sentimen etnis yang membuat suku mayoritas merasa berhak mendominasi atau bahkan menyingkirkan etnis minoritas. 

Kenyataan bahwa semua nation-state di dunia terdiri dari banyak suku bangsa, termasuk Indonesia, mengajarkan perlunya penguatan prinsip persamaan, kesetaraan, dan keadilan bagi semua warga negara tanpa diskriminasi SARA.

Ulama Salaf Online

“Prinsip ini ada di dalam Pancasila, tetapi mulai diabaikan bahkan diingkari oleh kelompok yang dengan enteng men-thagut-kan Pancasila,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini. 

Negara modern seperti Spanyol, imbuhnya, masih didera isu etnonasionalisme Catalonia, tetapi Indonesia telah berhasil melewati masa-masa genting itu di awal-awal reformasi. Ini tidak lepas dari peran Pancasila sebagai kalimatun sawa atau common denominator yang menjembatani berbagai agama, suku, golongan, dan kepercayaan.

“Kejadian-kejadian di dunia menjadi cermin agar bangsa Indonesia bersyukur mempunyai Pancasila yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandas guru besar ilmu tasawuf ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, IMNU, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Rabu, 25 Oktober 2017

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Jakarta, Ulama Salaf Online. Komnas Haji menilai Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus menegaskan jurang lebar antara si kaya dan si miskin. Dengan menyetor dana sebesar Rp.80-100 juta, calon jamaah haji khusus memangkas waktu antrean dari 10-20 tahun menjadi 3 tahun waktu tunggu. Kemenag RI karenanya harus menghentikan praktik diskriminasi ini.

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menyebutkan data 2013 PIHK menghabiskan kuota sebesar 13 ribu jamaah haji 2013. “Kuota haji khusus itu sangat tidak adil karena terlalu besar dan tidak jelas dasar pertimbangannya,” ujar Mustolih kepada Ulama Salaf Online, Ahad (6/9) siang.

Sementara calon jamaah haji reguler hanya memegang uang pas-pasan. Mereka menyetorkan uang sebesar Rp. 30 juta dengan waktu tunggu 10-20 tahun. Mostolih menyayangkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji Kemenag RI yang ditentukan atas dasar tebal-tipisnya kocek jamaah.

Ulama Salaf Online

“Lalu apa bedanya ibadah perjalanan menuju rumah Allah dengan perjalanan wisata biasa pada umumnya?” Mustolih menegaskan.

Ulama Salaf Online

Kementerian Agama RI, Mustolih manambahkan, lebih baik menghapus kuota kelas premium ini sehingga kedudukan jamaah sejajar dalam hal pelayanan dan waktu tunggu. Pihak Kemenag RI juga harus meningkatkan layanan yang prima bagi jamaah.

“Kaya dan miskin harus sama-sama antre, tidak boleh dibedakan,” tandas Mustolih. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Sejarah Ulama Salaf Online

Senin, 02 Oktober 2017

PBNU Kecewa dan Sayangkan Insiden di Tolikara

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj sangat kecewa dan menyayangkan insiden di Tolikara, Papua, dan berharap jangan ada lagi konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Saya berharap kejadian ini adalah yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa yang akan datang," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, terkait insiden antarkelompok warga di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, yang bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1436 H pada Jumat (17/7) pagi lalu.

PBNU Kecewa dan Sayangkan Insiden di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecewa dan Sayangkan Insiden di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecewa dan Sayangkan Insiden di Tolikara

Said Aqil Siroj mengingatkan, jangan sampai ada lagi kerusuhan hanya karena perbedaan agama atau suku.

Ulama Salaf Online

Ia menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan kesatuan yang kokoh di era globalisasi.?

Bangsa Indonesia, apapun agamanya, apapun sukunya, apapun partai politiknya, apapun alirannya, menurut Siradj, harus bersatu memasuki era globalisasi ini supaya bangsa ini tidak tergerus dengan era yang sangat menantang ini.?

Ulama Salaf Online

"Hal ini sangat membutuhkan persatuan dan kesatuan yang kokoh," katanya.?

Ia berharap, kejadian di Tolikara adalah yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa yang akan datang.?

Mengenai kemungkinan adanya aktor intelektual yang "memancing di air keruh", Siroj menegaskan, kalau sampai ada aktor intelektual di balik kejadian ini maka siapapun orang itu sangat jahat sekali.?

Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya.?

"Perbedaan agama bukanlah barang baru," katanya.?

Sejak sebelum merdeka, bangsa ini semua sudah sepakat bahwa negara ini adalah negara kebangsaan (nation state), darussalam, atau negara kesatuan yang merangkul semua komponen bangsa, demikian Said Aqil Siroj. (Red: Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock