Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan

Brebes, Ulama Salaf Online. Islam terlahir dan berkembang bukan karena hunusan pedang. Ia pun hadir untuk kedamaian melalui penyempurnaan akhlak. Ritual berupa shalat, puasa, haji, zakat, dan bentuk ibadah lainnya semata-mata untuk perubahan akhlak.

Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan

Demikian disampaikan Dr KH Abas Fuad Hasyim dari Buntet Pesanteren Cirebon, Jawa Barat, saat mengisi pengajian Maulud Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Brebes di Masjid Darul Muttaqin Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (29/1).

Kang Babas, demikian biasa disapa, mengajak kepada warga untuk tidak mencoreng Islam dengan melakukan tindak kekerasan. “Jangan marah, karena marah berasal dari setan,” kata Babas yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor itu.

Ulama Salaf Online

Dia berharap umat Islam mampu menunjukan sebagai umat Nabi yang mengutamakan akhlakul karimah. Bisa santun, menebar kasih saying dan tidak mudah marah. “Bila dua kubu saling menyerang, maka kedua-keduanya akan masuk neraka,” tandas Babas seraya menyitir sebuah hadits.

Ulama Salaf Online

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kab Brebes K Agus Mudrik Khaelani Al Khafidz. Menurutnya, kehidupan akan terasa indah manakala dihiasi dengan kedamaian. Kenyamanan akan tercipta bila masyarakat bisa saling menjaga silaturahmi, saling menghargai, dan hidup rukun.

“Alangkah indahnya, pada saat ini juga tengah berkumpul antara ulama dan umara sebagai lambang kekuatan bangsa, kekuatan Brebes,” ungkap  Pengasuh Pondok Pesanteren Bustanul Arifin Bangbayang Bantarkawung itu.

Sementara Drs KH Dirjo Abdul Hadi menyampaikan pentingnya penghormatan kepada orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda. Anak-anak jangan sampai durhaka kepada orang tua, demikian juga sebaliknya orang tua harus memberi contoh teladan yang terbaik bagi anak-anaknya. “Mau jadi apa kalau anak sampai durhaka pada orang tuanya,” tutur Ujo dalam bahasa yang kocak.

Peringatan Maulud Nabi mengambil tema menjalin persatuan, merajut persaudaraan demi terwujudnya masyarakat Brebes yang mandiri dan bermatarbat meski diguyur hujan deras namun pengunjung yang berjumlah ribuan orang itu tetap bertahan.

Bupati Brebes dalam kata sambutannya berharap kepada masyarakat Brebes untuk makin menguatkan persatuan dan kesatuan demi suksesnya pembangunan daerah. Pemerintahan tidak bisa berjalan kalau tidak ada dukungan dari umat. Untuk stabilitas keamanan dan keimanan harus sejajar demi mencapai kesuksesan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu. Santunan diberikan secara simbolis karena tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Brebes Ferdi Sambo, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, staf Ahli Bupati, para pejabat eselon II, III dan IV Kabupaten Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Lomba, News Ulama Salaf Online

Jumat, 23 Februari 2018

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Sidoarjo, Ulama Salaf Online

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat NU Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) pada Senin (23/5) telah resmi dilantik. Pengukuhan tersebut bertepatan dengan pembukaan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa Unusida Open 2016 se-Jawa-Bali yang diikuti sekitar 500 peserta dan tim pendamping.

Acara yang digelar di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah itu berlangsung selama 4 hari, 23-26 Mei 2016, dengan mempertandingkan lima kelas putra-putri dan dua kategori, yakni tarung dan seni.

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Ilham Athoillah, ketua UKM yang juga ketua panitia kejuaraan tersebut mengatakan, Unusida Open 2016 merupakan program kerja pertama UKM yang dipimpinnya yang sengaja dilaksanakan bersamaan dengan acara pengukuhan.

Ulama Salaf Online

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifudin yang merupakan mantan ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Sidoarjo membuka secara resmi Unusida Open 2016, yang ditandai dengan pemukulan gong pertandingan dan diiringi Shalawat Nabi.

Cak Nur, sapaan Wakil Bupati Sidoarjo, saat memberi sambutannya di depan para peserta menyampaikan, pendekar Pagar Nusa merupakan benteng NU dan NKRI, karena itu masa depan NU dan Indonesia salah satunya berada di pundak mereka. "Kalian-kalianlah yang menjaga masa depan NU dan keutuhan NKRI dari berbagai hal yang mengancam," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Menurut Cak Nur, Pagar Nusa merupakan organisasi yang punya andil besar dalam membentuk karakter, terutama membentuk mental para pemimpin. Diharapkan para peserta yang sebagian besar masih berstatus pelajar dan mahasiswa kelak menjadi manusia yang memiliki jiwa besar.? ? ? ?

?

Dukungan pun datang dari Rektor Universitas NU Sidoarjo Dr. Fatkul Anam. Ia berharap, ajang kejuaraan tersebut menjadi agenda tahunan UKM Pagar Nusa UNU Sidoarjo. "Ini salah satu agenda yang mudah-mudahan bisa jadi agenda tahunan," ungkapnya. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, News Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Jakarta, Ulama Salaf Online - Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)Mahfud MD mendukung penolakan terhadap keberadaan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menurutnya, selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga tidak sejalan dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

"HAM tak selalu mutlak-universal. LGBT bertentangan dengan nilai ketuhanan, moralitas, dan budaya Indonesia. Pasal 28J (UUD)," ujar Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/1).

ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Berbicara mengenai LGBT, menurutnya, seharusnya menjadi kepedulian bersama. Bukan hanya bidang-bidang ilmu tertentu. Ia mengingatkan, berbicara ihwal keberadaan LGBT berbeda dengan mengamati.

Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga menulis, LGBT merupakan perilaku yang berbahaya dan menjijikan. Namun, untuk penangannya, ia menilai, tidak perlu berlebihan, misalnya dengan pengawalan Brimob. Berbicara mengenai LGBT yang semakin marak, ia mempertanyakan ihwal penerimaan kaum-kaum tersebut dari moralitas nilai-nilai agama.

Ulama Salaf Online

"Apakah moralitas nilai-nilai agama kita sekarang sudah menerima LGBT?," tulisnya.

Ulama Salaf Online

Hal senada juga diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bahwa kelompok LGBT tidak boleh masuk kampus.

"Masa kampus untuk itu? Ada standar nilai dan standar susila yang harus dijaga. Kampus adalah penjaga moral," katanya, seperti dikutip Antara belum lama ini.

Pernyataan Menteri Nasir mengemuka sebagai reaksi atas keberadaan gerakan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT.

"Begitu dapat informasi, saya langsung hubungi Rektor UI. Ternyata, kegiatan itu tidak mendapatkan izin dari UI," ujarnya.

Beberapa hari terakhir, nama SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Universitas Indonesia) menjadi perbincangan publik di media sosial. SGRC UI mengklaim sebagai organisasi yang memberikan konseling dan edukasi bagi pelaku LGBT. SGRC UI juga membantah sebagai organisasi yang melindungi dan menyebarkan perilaku orientasi seksual menyimpang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, News Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

Jombang, Ulama Salaf Online. Lembaga Tamir Masjid NU Jombang dibantu pemuda Ansor setempat melakukan pendataan jumlah masjid dan musholla milik warga NU. Kegiatan ini dilakukan untuk mengamankan tempat ibadah warga yang biasa mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah ini sebagai aset NU.

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

"Ke depan kita keluarkan sertifikasi atas pendataan masjid dan mushola yang sudah dilakukan. Sertifikasi itu merupakan bentuk pengamanan asset. Sehingga aset milik NU tidak diambil kelompok lain," ujar Ketua LTMNU Jombang AH Sutari saat pelatihan manajemen masjid bersama GP Ansor Jombang di aula MAN Tambakberas, Ahad (8/2).

Sutari menambahkan, data masjid dan musholla NU yang telah masuk di mejanya sebanyak 2000. Data ini murni yang mengisi adalah takmir masjid dan musholla sendiri. "Kita tinggal mencocokkan dan segera mengeluarkan sertifikasi saja. Ke depan harapannya dengan pelatihan bersama Ansor ini ada penggerak di setiap masjid dan musholla," ujar Sutari.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Zulfikar D Ikhwanto meminta seluruh kader Ansor memfungsikan masjid dan musholla sebagai basis kegiatan kader-kader NU. Tidak hanya itu, diharapkan setiap masjid dan musholla ada Banser yang menjadi penggerak. "Saya sudah intruksikan, minimal satu masjid dan musholla ada 2 Banser. Di samping untuk menjaga aset, Banser harus bisa menjadi penggerak kegiatan," ujarnya.

Keberadaan tempat ibadah milik warga NU, lanjut Gus Antok, menjadi tanggung jawab Ansor bersama Bansernya. "Apalagi seluruh Banom NU bisa menjadikan musholla menjadi semacam sekretariat, sehingga tidak ada lagi kelompok yang bertentangan dengan Pancasila berani mengambil atau menguasai aset milik NU," tandasnya.

Ulama Salaf Online

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar meminta LTM dan Ansor lebih giat lagi untuk meramaikan kegaiatan berbasis masjid dan musholla. "Sudah seharusnya yang menjaga aset dan menjadi penggerak masjid musholla milik warga NU adalah Ansor bersama Bansernya. Jangan sampai masjid dan musholla malah diisi kelompok lain," ujarnya saat membuka kegiatan.

Peserta pelatihan ini terdiri atas pengurus masjid, pengurus MWCNU, pengurus Ansor tingkat anak cabang. Mereka menerima materi penataan organisasi masjid, manajemen dan fungsi masjid dalam kehidupan bermasyarakat. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, News, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

P3M Turut Bicara Masjid

Bantul, Ulama Salaf Online. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) melalui direkturnya, Anas Saidi, turut membincang hubungan NU dengan masjidnya. Anas menilai orang NU tidak memanfaatkan masjid dengan baik.

“Kita terlalu terlena dengan keadaan yang katanya mayoritas, sehingga kita tidak memanfaatkan masjid dengan baik," ujar Anas yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Pesantren Al-Muhsin, Krapyak Wetan-Sewon, Bantul, Rabu (13/3).

P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

P3M Turut Bicara Masjid

Padahal, lanjut Anas, masjid itu  bisa menjadi tempat yang strategis jika dikelola dengan baik, displin, dan istiqamah. 

Ulama Salaf Online

Sebelumnya, dalam acara yang sama, KH Masdar Arif Mas’udi mengungkapkan bahwa jika ingin membangun umat harus dimulai dari masjid.

“Kalau kita ingin membangun umat, mulailah dari masjidnya. Masjid itu menjadi potret umat Islam. Kalau ingin tahu bagaimana kondisi umat Islam, lihatlah masjidnya," jelas Rais Syuriah PBNU itu. 

Ulama Salaf Online

Acara diskusi tentang kemasjidan tersebut terselenggara hasil kerja sama PC LTMNU Kabupaten Bantul dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren (P3M)DIY. Acara yang diikuti puluhan orang tersebut dimulai Rabu siang dan berakhir Jumat, 15 Maret. 

“Dalam rangka menyambut 1 abad NU  tahun 1926 mendatang, sudah seharusnya NU bertumpu pada dua kaki, yakni pesantren masjid dan pesantren. Pesantren sebagai rujukan kultural dan keilmuan sedangkan masjid sebagai rujukan struktural kegiatan,” Kiai Masdar.

Di pelbagai daerah, Kiai Masdar bersama LTM NU, Lazis NU, dan lain-lain kembali giat mensyiarkan masjid sebagai pusat aktivitas umat dalam banyak bidang. Semoga dengan turutnya P3M mengusung tema masjid, gerakan "kembali ke masjid" yang dipelopori LTM NU, menjadi makin kuat.



Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Pahlawan Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat

Surabaya, Ulama Salaf Online. Ikhtiar mengantisipasi dan mencegah penyebaran penyakit pada santri di pondok pesantren menjadi perhatian pemerintah. Para santri pun diharapkan dapat membantu mendorong masyarakat sekitar agar berperilaku hidup bersih dan sehat.

Demikian diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Fadila Supari saat berkunjung ke Pondok Pesantren At-Tauhid, Sidosermo, Surabaya, Ahad (25/2) kemarin. Dalam kunjungan ke Ponpes pimpinan KH Mas Mansyur itu, Menkes juga sekaligus meresmikan program Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).

“Dengan program ini. Paling tidak, para santri bisa memberikan motivasi, inspirasi dan katalisator dalam menghimpun sumber daya masyarakat dalam berprilaku hidup sehat. Sekaligus dapat menyukseskan pembangunan kesehatan,” kata Menkes menyerahkan sejumlah alat-alat kesehatan dan obat-obatan, terutama untuk penyakit demam berdarah dan flu burung.

Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat

Sementara, Pengasuh Ponpes At-Tauhid KH Mas Mansyur mengaku cukup bangga Ponpesnya dipilih pemerintah untuk mengembangkan Poskestren. Ia berjanji, keberadaan poskestren itu, tidak hanya dimanfaatkan santri, melainkan juga masyarakat sekitar.

“Poskestren ini nanti akan kami kelola secara profesional oleh para santri-santri sendiri. Dan petugas kesehatannya akan didatangkan langsung dari Dinas Kesehatan dan dari pesantren sendiri dalam menangani pasien,” ujar Kiai Mansyur.

Ulama Salaf Online

Selain bisa memberikan pelayanan kesehatan pada santri dan masyarakat, Kiai Mansyur berharap, santri-santri nantinya juga mendapat bimbingan penyuluhan dan pelatihan dalam menangani pasien oleh Dinas Kesehatan. “Paling tidak para santri bisa mengerti bagaimana memberikan penanganan pada pasien dan memberikan pertolongan pertama,” harapnya.

Bantu Program Pemerintah

Ulama Salaf Online



Pada bagian lain, Menkes menambahkan, data di Dinas Kesehatan Nasional, sedikitnya terdapat 14.798 ponpes di seluruh Indonesia dengan jumlah santri sekitar 2.057.814. “Dengan jumlah tersebut keberdaan santri cukup membantu program kesehatan pemerintah. Ke depan, keberadaan santri ketika sudah berbaur dengan masyarakat bukan hanya membawa pesan agama tapi juga menyampaikan pesan kesehatan,” ungkapnya usai menyerahkan dana sebesar Rp 200 juta untuk pembangunan Poskestren.

Dengan berdirinya Poskestren itu, Menkes mengatakan, pemahaman pemberdayaan masyarakat akan sadarnya kesehatan harus diberikan sejak dini. Yakni, dengan memberikan pengarahan pada para santri yang notabenenya adalah pelajar. Menurutnya, keberadaan santri dan ponpes untuk membantu program kesehatan pemerintah dalam memberantas penyakit menular harus mulai diberdayakan.

“Selama ini yang menjadi perhatian dari pemerintah untuk memberdayakan program kesehatan kebanyakan pos-pos kesehatan atau RSUD. Dengan Poskestren keberadaan santri dalam membantu program kesehatan nasional juga ikut terdorong,” terang Menkes. (duta)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Majalengka, Ulama Salaf Online. Pengurus Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupetan Majalengka resmi dilantik, Kamis (13/03) di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

Pelantikan dipimpin langsung oleh KH. Adang Badrudin (Abah Cipulus) pengasuh Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Purwakarta selaku Ketua Umum DPP FSGN Jawa Barat didampingi oleh KH Maman Imanulhaq, pengasuh Pesantren Al-Mizan sekaligus Ketua Dewan Penasehat FSGN Kabupaten Majalengka dan jajaran pengurus DPP FSGN lainnya.

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Dalam sambutannya, KH. Adang Badrudin berpesan agar pengurus dan anggota FSGN Majalengka yang baru dilantik dapat solid dalam menjalankan amanat organisasi sebagai wadah perjuangan bagi guru-guru ngaji yang selama ini kerapkali masih diabaikan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu ketua terpilih Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupaten Majalengka, M Zanel Muhyidin, menyebutkan bahwa salah satu perjuangan FSGN adalah memperjuangkan dan mempertahankan serta melestarikan paham  dan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan berpedoman kepada Al-Qur’anul Karim, Hadits Nabi, Ijma Ulama dan Qiyas Mu’tabar.

Ulama Salaf Online

“Kita berupaya membentengi dan menjaga tradisi salafussolihin dan kearifan tradisi lokal masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh disebutkan, forum guru ngaji ini mencakup seluruh guru ngaji baik yang mengajar ngaji di  pondok pesantren, majlis ta’lim, masjid jami’ , mushola, dan rumah. 

Selanjutnya menurut Zaenal, agar forum ini sampai ke akar rumput dan dapat dirasakan manfaatnya  maka ditingkat kecamatan dan desa akan dibentuk  juga FSGN. 

“Kita akan akan wadahi, fasilitasi, dan perjuangkan nasib guru-guru ngaji di pelosok kampung-kampung yang selama ini telah konsisten tulus mengabdi mencerdaskan umat, walaupun nasib mereka tidak pernah ada yang memperhatikan,” pungkas kang Zaenal. (Ade Duryawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, News Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika

Depok, Ulama Salaf Online. Kementerian Sosial siap memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi korban penyanderaan yang dilakukan kelompok bersenjata di Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Siapkan Pendampingan Psikososial Korban Penyanderaan Mimika

"Kami sudah mengirimkan tim layanan dukungan psikososial ke Mimika. Saat ini sedang melakukan koordinasi dengan dinas sosial Mimika dan instansi terkait untuk melakukan asessment kepada korban yang telah berhasil dibebaskan," ungkap Khofifah disela-sela penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (18/11).

Khofifah mengatakan, layanan dukungan psikososial yang diberikan berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, dan psikoedukasi kepada korban yang mengalami trauma. 

Pendampingan psikososial tersebut diberikan terutama kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, difabel, dan ibu hamil.

Ulama Salaf Online

"Masing-masing membutuhkan cara penanganan yang berbeda, sesuai hasil asessment," ujar Khofifah kepada Ulama Salaf Online.

Dilaporkan, sedikitnya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata sejak Kamis (9/11) lalu. 

Aksi pengisolasian warga dua kampung di Mimika ini terjadi setelah tiga pekan lalu seorang anggota Brimob tewas ditembak oleh kelompok bersenjata di Timika, Papua. Dia tewas saat terlibat pengejaran kelompok tersebut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online News Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Makassar, Ulama Salaf Online. Pelatiahan Kader Lanjutan yang digagas Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar mengundang antusias para peserta. Kegiatan yang berlangsung di gedung BLKI makassar Senin (26/9) dikemas dengan metode dialog tersebut menghasilkan kesepakatan antara peserta pelatihan.

Gagasan itu timbul saat salah satu mantan Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan Mulyadi Prayitno menyampaikan materi dengan tema advokasi dan pendampingan masyarakat. Pengalamannya yang luas mengenai pendampingan masyarakat saat memaparkan materinya membuat para peserta PKL terangsang untuk berdiskusi.

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Mulyadi menyampaikan, para kader PMII harus turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan berbaur guna mengidentifikasi problematikan yang dihadapi bangsa ini. “Sebagai warga pergerakan wajib hukumnya untuk mengabdi kepada masyarakat untuk kemajuan negara Republik Indonesia,” imbau Direktur Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) pada PKL bertema "Mencetak kader ulul albab dalam menjawab tantangan globalisasi."

Ia meminta agar peserta pelatihan kader lanjutan PMII Makassar agar senantiasa mempertajam intelektual dan wawasannya. "Para kader PMII harus memiliki kecerdasan yang tinggi karena kalianlah yang akan menjadi intelektual bagi generasi penerus Nahdatul Ulama. Dan seperti kita ketahui bahwa NU merupakan salah satu ujung tombak negara kita, oleh kerana itu berkontribusi kepada NU sama dengan berkontribusi untuk Indonesia," tegas Mulyadi di depan para peserta.

Ulama Salaf Online

Para peserta yang terdiri 19 orang dari beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan termasuk peserta yang bersal dari Kutai Timur dan Kutai Kertanegara diminta untuk memaparkan problem yang dihadap dalam masyarakat tempat mereka masing-masing. Setalah itu Direktur YKPM memberikan sebuah kerangka gerakan dalam menyelasaikan persoalan tersebut.

Ulama Salaf Online

Di akhir paparanya Mulyadi menyampaikan, pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan semua problematika bangsa ini. Perlu ada kerja sama dengan banyak pihak. Dan salah satu pihak wajib membantunya adalah para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan cara turun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa," tutup ketua PKC PMII Sul-Sel 1995-1997.

Menurut Sonny Majid salah satu fasilitator kegiatan tersebut bahwa alumni PKL nantinya diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmunya di dalam masyarakan mereka masing-masing.

“Seperti yang disampaikan Mulyadi, bahwa alumni PKL harus turun langsung dalam mengadvokasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama penduduk minoritas yang terkadang diinjak-injak haknya oleh kelompok mayoritas,” tutur alumni PMII Ekonomi UMI ini saat mengevaluasi peserta PKL. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Daerah, News Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online

KH Ali Mustafa Ya’qub yang wafat Kamis (28/4) pagi ini membawa duka mendalam bagi umat Islam di Tanah Air. Ribuan orang memadati kompleks Pondok Pesantren Darussunnah Ciputat, Tangerang Selatan.

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir

Saat berita ini dimuat, prosesi menshalati jenazah rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 ini masih berlangsung berkali-kali di Masjid Pesantren Darussunnah. Di antara tokoh yang hadir antara lain, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Wasekjen PBNU ishfah Abidal Azis, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur, dan sejumlah pengurus NU dan MUI lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Mamun yang menjadi imam shalat jenazah sekaligus mauidhah hasanah menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian sahabatnya tersebut. Mengutip hadits Nabi, Kiai Syukron meminta para penakziah untuk menjadikan kematian sebagai nasihat.

Ulama Salaf Online

Pesantren Darus Sunnah, jelas Kiai Syukron, adalah bukti pengabdian Kiai Ali Mustafa untuk terus menyebarkan ilmu. "Semoga pahalanya terus mengalir kepada beliau, karena ini merupakan ilmu yuntafau bih (bermanfaat)," terangnya.

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952. Saat ini, domisili beliau di Jalan SD Inpres No. 11 RT. 002 RW. 09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang Selatan, Banten. (Muchlison Rochmat/Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat

Jember, Ulama Salaf Online. Peningkatan kualitas dan performa IPNU-IPPNU Cabang Kencong, Jember, Jawa Timur terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggelar Diklat Administrasi dan Paduan Suara.

Kegiatan yang digelar? Ahad (29/1) di aula MTs. Negeri Kencong tersebut diikuti oleh 40 peserta. Mereka berasal dari unsur Pimpinan Anak Cabang, Ranting dan Pimpinan Komisariat? IPNU-IPPNU se-Cabang Kencong.

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat

Menurut Ketua IPNU Cabang Kencong, Muhammad Mansyur, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberi bekal kepada peserta dalam? mengelola organisasi agar kedepan lebih baik dan tertib. Dikatakannya, selama ini secara umum pengelolaan administrasi di lingkungan NU masih jauh dari harapan. Padahal, penataan dan pengelolaan administrasi itu bagian tak terpisahkan dari kemajuan organisasi. “Tertib administrasi itu penting agar roda organisasi berjalan sesuai relnya,? dan ini bagian dari penguatan struktural juga,” ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Alumni Universitas Islam Jember (UIJ) itu menambahkan, selama ini penguatan struktural organisasi di lingkungan NU lebih menitikberatkan kepada rekruitmen anggota dan konsolidasi internal. Pengembangan visi yang berbasis Ahlussunnah wal-Jama’ah selalu menjadi titik tekan organisasi di lingkungan NU, dan itu berjalan dengan baik.

“Tapi ketika berbicara administrasi, susah. Padahal fungsinya? banyak. Salah satunya adalah ukuran dan capaian kinerja ada di situ. Data-data anggota dan sebagainya juga penting, dan di situlah perlunya tertib administrasi,” ungkapnya.

Sementara Diklat Paduan Suara bertujuan untuk mendorong kader IPNU-IPPNU yang punya minat atau bakat di bidang tarik suara agar dapat dikembangkan. Diungkapkan Mansyur, sejatinya potensi seni itu ada dalam jiwa mansuia, sehingga perlu digali dan didorong agar berkembang.

Ulama Salaf Online

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap rekan-rekan yang punya bakat di bidang tarik suara. Kami beri pelatihan dengan mendatangkan yang ahli di bidangnya,” jelas Mansyur. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, News, Warta Ulama Salaf Online

Senin, 27 November 2017

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali

Subang,Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa barat sukses menggelar sebanyak 10 kali proses kaderisasi selama satu periode kepemimpinan atau 4 tahun.

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dimana kaderisasi GP Ansor di Kabupaten Subang belum pernah sebanyak ini. Dan mestinya ini harus kita pertahankan dimasa yang akan datang," ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata saat memberikan sambutan Konferensi Cabang XV di Hotel Markoni Pamanukan, Rabu (31/8).

Ia merinci, dalam penyelenggaraan kaderisasi tersebut, sebanyak 4 kali melakukan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan 6 kali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Ulama Salaf Online

"Tentunya dari sekian banyak kaderisasi tersebut sudah dilakukan di semua zona kaderisasi yang ada di Kabupaten Subang meliputi 30 Kecamatan dan 253 desa se Kabupaten Subang," katanya.

Sehingga, kata Asep, dengan keberhasilan kaderisasi tersebut, target membentuk kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting sudah tercapai.

Ulama Salaf Online

"Tinggal pemberdayaan sumberdaya manusia aja yang akan kita maksimalkan kedepan. Sehingga para pengurus di tingkat grassrhoot memiliki sumberdaya yang handal," tegas Mantan Ketua PMII Subang tersebut.

Dirinya berharap dengan sejumlah prestasi yang dimiliki GP Ansor Subang tersebut bisa menjadi motivasi untuk lebih massif dan progress lagi dalam? membesarkan GP Ansor di masa yang akan datang.

"Saat ini Kita sudah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ansoruna sebagai bahan pemberdayaan pengurus dan masyarakat dalam dunia Pendidikan. Semoga ke depan GP Ansor Subang bisa memantapkan eksistensinya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Amalan, News Ulama Salaf Online

Sabtu, 25 November 2017

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM

H. Usep Romli HM, lahir di Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, 16 April 1949. Menempuh pendidikan SD dan SMP di Limbangan, sambil nyantri di beberapa pesantren kecil dekat rumah (1955-1964). Melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) di kota Garut (1964-1967), juga sambil nyantri antara lain di pesantren tradisional Galumpit.?

Ia mengikuti “pengajian politik” di rumah Bapak KH Prof. Dr. Anwar Musaddad, Jl.Ciledug, Garut, yang berlangsung setiap awal bulan, dihadiri para politikus NU dan para ajengan pesantren terkenal dari Garut dan sekitarnya. Aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan GP Ansor.

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM

Tahun 1964, Usep mulai mengumumkan tulisan sastra (prosa dan puisi),serta jurnalistik. Dimuat dalam surat kabar Harian Banteng (corong PNI Jabar), Harian Rakyat (corong PKI Jabar). Tapi tak pernah satu kalipun dimuat di Harian Karya (corong NU Jabar), walapun sering direkomendasikan oleh pengurus IPNU, GP Ansor dan PCNU Garut. Lulus dari SPGN Garut (1967), langsung diangkat menjadi PNS Guru SD di pedesaan Kecamatan Kadungora. Professi guru dijalani hingga tahun1983, ketika diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jabar.

Namun tahun 1984, mengundurkan diri dari PNS tanpa meminta pensiun karena ingin fokus kepada professi wartawan yang telah dirintis sejak tahun1966 dengan menjadi koresponden freelance untuk beberapa surat kabar terbitan Bandung, Jakarta dan Medan. Selama menjadi wartawan full time di SK Pikiran Rakyat Bandung (1984-2004), pernah mendapat tugas jurnalistik ke seluruh penjuru tanah air dan luar negeri. Antara lain kawasan Timur Tengah, Balkan, Eropa Barat, Eropa Timur dan Asia Tengah. Terutama yang berkaitan dengan masalah politik dan kebudayaan Islam. Tahun1998-2002, menjabat Ketua Seksi Diklat PWI Jabar. Kini menjadi pemegang “kartu biru” keanggotaan PWI seumur hidup.

Ulama Salaf Online

Pernah menimba ilmu bahasa dan sastra Arab di IKIP Bandung (1983) dan IAIN Sunan Gunung Jati (1986). Setelah pensiun sebagain wartawan aktip PR, menjadi kontributor tulisan untuk beberapa majalah dan surat kabar, sambil mengelola pesantre anak asuh du’afa wal yatama di kampungnya, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut. Menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia, yang sudah diterbitkan berupa buku antara lain: A. Bahasa Sunda 1. Sabelas Taun (kumpulan sajak), Nyi Kalimar Bulan (ceritera anak-anak), Oray Bedul Macok Mang Konod (humor pedesaan), Bongbolongan Nasrudin (humor terjemah dari bahasa Arab), Dulag Nalaktak (humor pesantren), Bentang Pasantren (novel), Dalingding Angin Janari (novel), Dongeng-dongeng Araheng (dongeng anak-anak), Ceurik Santri (kumpulan cerpen) Jiad Ajengan (kumpulan cerpen) Sanggeus Umur Tunggang Gunung (kumpulan cerpen) Sapeuting di Cipawening (kumpulan cerpen) Nu Lunta Jauh (kumpulan sajak) Jurig Congkang Bisul na Bujur (kumpulan cerita misteri-humor) Lalakon Ngatrok : Saba D

esa Saba Nagara (kumpulan pengalaman jurnalistik) Saur Bapa Gubernur (kumpulan carpon), Nganteurkeun (novel), Paguneman jeung Firaon (kumpulan carpon), The Last Herro (novel).

Usep juga menulis dalam Bahasa Indonesia di antaranya Si Ujang Anak Peladang (ceritera anak-anak) Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati (ceritera anak-anak), Sehari di Bukit Resi (ceritera anak-anak), Desa Tercinta (ceritera anak-anak), Berlibur di Kaki Gunung (ceritera anak-anak), Aki Dipa Pemburu Tua (ceritera anak-anak), Bambu Runcing Aur Kuning (ceritera anak-anak), Pahlawan Tak Dikenal (ceritera anak-anak), Percikan Hikmah (kumpulan anekdot sufi), Pertaruhan Domba dan Kelinci (ceritera anak-anak bergambar), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (analisa).

Ulama Salaf Online

Semua buku ceritera anak-anak baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia, dibeli oleh pemerintah (proyek Inpres Buku Bacaan), sejak tahun1973 hingga tahun1986. Tiap judul rata-rata dibeli 24.000 (dua puluh empat ribu) eksemplar, honornya dibayar tunai.

Dua kali mendapat Hadiah Rancage. Yang pertama, hadiah sastra, untuk karyanya Sanggeus Umur Tunggang Gunung tahun 2010 dan yang kedua hadiah jasa berkat pengabdian terhadap bahasa dan sastra Sunda tahun 2011. Di lingkungan NU, pernah menjabat penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001). Pernah menjadi aggota pengurus DPW PKB Jabar (1998-1999).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kiai, News Ulama Salaf Online

Minggu, 19 November 2017

Pemerintah RI Abai Terhadap Gerakan Khilafah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pemerintah Republik Indonesia sudah melakukan pembiaran terhadap gerakan khilafah. Pembiaran Pemerintah RI menujukkan ketidakjelasan sikapnya. Padahal gerakan khilafah berupaya terang-terangan mendongkel dasar negara Indonesia Pancasila.

Demikian dikatakan oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mashdar Farid Masudi dalam forum diskusi yang diadakan LAKPESDAM NU di Kantor PBNU lantai delapan, jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (2/8) sore lalu.

Pemerintah RI Abai Terhadap Gerakan Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI Abai Terhadap Gerakan Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI Abai Terhadap Gerakan Khilafah

Terkait sikap abai pemerintah itu, KH Mashdar merujuk kepada peristiwa deklarasi khilafah oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beberapa bulan lalu di stadion utama Bung Karno, Jakarta Selatan.

Ulama Salaf Online

“Deklarasi khilafah itu ditayangkan oleh stasiun televisi pemerintah Televisi Republik Indonesia (TVRI),” kata KH Mashdar dalam diskusi yang bertajuk ‘Menggugat Empat Pilar’ yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin, Peneliti LIPI Siti Zuhro, Peneliti Pusat Pancasila UGM Kailani.

KH Mashdar menunjukkan sikap kecewa terhadap Pemerintah RI yang membiarkan media resminya TVRI memberikan forum gerakan khilafah dalam siarannya. Ia menilai pembiaran tayangan deklarasi khilafah itu sebagai tindakan fatal Pemerintah RI?

Ulama Salaf Online

“Pemerintah ini ingin menunjukkan sikap yang sangat toleran atau sikap saking linglungnya?” tegas KH Mashdar di hadapan sedikitnya 70 peserta diskusi.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News Ulama Salaf Online

Senin, 13 November 2017

Pengurus NU Harus Ikhlas

Cirebon, Ulama Salaf Online. Para pengurus NU harus berjuang membesarkan jam’iyyah yang didirikan 1926 tersebut, dengan ikhlas seperti para pendahulu dan kiai-kiai di pesantren. 

Pengurus NU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Ikhlas

Menurut KH Ja’far Aqil Siroj, supaya NU lebih terasa di masyarakat, pengurus NU harus banyak berbuat untuk kepentingan mereka. Disamping itu, yang terpenting didasari keikhlasan.

“Yang pertama kita harus banyak berbuat, dan yang utama adalah ikhlas. Tulus!” tegasnya di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Cirebon, 14-17 September lalu.  

Ulama Salaf Online

Kiai kelahiran 1951 tersebut kemudian bercerita perjuangan ayahnya dalam mengajarkan agama. 

Ulama Salaf Online

“Kiai Aqil itu kalau mengisi pengajian, pulangnya saya tahu sendiri paling dapat ubi, sampeu (singkong) atau boled, nggak pernah minta,” ujarnya.

Dengan sikap seperti itu, sambung Kiai Ja’far, akan membekas di hati masyarakat. 

“Kalau sekarang, mubaligh itu saya akan datang, kumpulkan sepuluh ribu umat. Ini, ini. Jadi kayak tontonan. Pulang nggak ada bekasnya.” 

Jadi, NU itu harus dibawa dengan ikhlas. “Insyaallah kalau ikhlas akan berkah,” ujarnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, News, Pertandingan Ulama Salaf Online

Rabu, 08 November 2017

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Sidoarjo, Ulama Salaf Online - Ratusan pelajar MTs di Sidoarjo memperingati Hari Kartini dan Hari Buku Inernasional. Mereka mengampanyekan gerakan antinarkoba di kalangan pelajar, Sabtu (23/4). Pada kesempatan ini juga mereka menggelar aksi baca bersama sebagai bentuk ajakan untuk kalangan pelajar agar gemar membaca buku.

Mereka mengawali aksinya dengan pembacaan dzikir dan istighotsah. Mereka mengirimkan doa kepada Nabi Muhammad SAW, para ulama, pejuang bangsa, para pendiri NU, pendiri YPM Sidoarjo, dan RA Kartini.

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Yosi Aprilia, siswi kelas 7 MTs YPM Sidoarjo berorasi mengajak pelajar lain dan lingkungannya untuk menjauhi narkoba.

"Narkoba itu berbahaya dan bisa merusak cita-cita generasi penerus bangsa. Untuk itu hindari narkoba. Kami juga ingin memotivasi para pelajar lainnya supaya gemar membaca dan belajar. Karena, dalam waktu dekat ini, siswa dan siswi kelas 9 akan melaksanakan ujian nasional," kata Yosi Aprilia.

Ulama Salaf Online

Kepala Sekolah MTS YPM 1 Wonoayu, Sidoarjo, Suhardi mengatakan bahwa para siswa diberikan ilmu agama, dan dididik mentalnya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan negative untuk mendidik akhlak mereka.

Ulama Salaf Online

"Selama ini kami juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke kelas-kelas. Jika terdapat salah satu siswa yang menggunakan narkoba, kami tidak segan-segan untuk mengeluarkan siswa tersebut. Semoga dengan kegiatan Hari Kartini dan Hari Buku Internasional ini para siswa bisa mengambil hikmahnya," ujar Suhardi.

Selain aksi, para siswa juga mendapatkan materi dan wawasan seputar bahaya narkoba, miras, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. Pihak BNN mengapresiasi dan memberikan respon positif atas aksi ratusan pelajar MTs ini.

"Ini sangat baik dan inovatif. Saya minta kepada para pelajar, tolong jangan mengikuti kegiatan yang kurang baik. Jangan sampai menggunakan narkoba, miras, dan lain sebagainya yang merugikan diri sendiri," pesan Syamsudin, anggota BNN Sidoarjo bagian pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Peringatan Hari Kartini dan Hari Buku internasional ini juga dimeriahkan oleh penampilan para siswi berupa fashion show dengan mengenakan busana kebaya. Dengan semangat dan antusias, mereka berlenggak-lenggok menampilkan kebaya yang dikenakannya. (Ika Auza Riati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, News, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Jumat, 03 November 2017

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

Ulama Salaf Online

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Ulama Salaf Online

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Anti Hoax, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta

Majalengka, Ulama Salaf Online. Ketua Lembaga Pemberdayaan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Majalengka Jakfar menyatakan prihatin atas terendamnya ribuan hektare sawah milik petani di empat desa di kecamatan Ligung dan kecamatan Sumberjaya, Majalengka. Banjir akibat luapan sungai Cikamangi ini, menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Hektare Sawah Banjir, Petani Majalengka Rugi Ratusan Juta

Banjir merendam empat desa itu seperti desa Sukawera, desa Leuweunghapit, desa Majasari kecamatan Ligung, dan desa Lojikobong kecamatan Sumberjaya.

Jakfar menjelaskan, jika musim hujan tiba sungai Cikamangi meluap dan tanaman padinya dipastikan terendam banjir. Masalah banjir ini terjadi setiap tahunnya. Lazimnya air baru surut setelah empat hari. Ironisnya, pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya belum menangani masalah klasik ini.

Ulama Salaf Online

"Kalau sering terendam banjir, tanaman padi menjadi rusak dan kami selalu gagal panen hingga rugi puluhan juta rupiah,” kata Jakfar saat ditemui Ulama Salaf Online di mushola samping Gedung PCNU Majalengka, Selasa, (3/2) siang.

Dulu, Jakfar bercerita, para petani sempat menormalisasikan sungai tapi itu sudah berlangsung lama. "Kalau sekarang belum digaruk lagi, jadi air sungai meluap lagi," katanya.

Ulama Salaf Online

Menurut para warga, banjir luapan sudah terjadi setiap tahun terhitung dari tahun 2000 hingga merendam ratusan tanaman padi. "Sampai sekarang masih turun hujan, airnya masih menggenangi ribuan hektare tanaman padi milik petani," tuturnya.

Pihak LPPNU Majalengka menuntut Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) segera menormalisasi aliran sungai Cikamangi karena selalu merugikan petani. "Kami harap BBWSC segera turun tangan, agar kerugian petani tidak terjadi setiap tahunnya,” jelasnya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Pertandingan, News Ulama Salaf Online

Sabtu, 28 Oktober 2017

Habib Luthfi Baiat Ribuan Jama’ah Jaga dan Pertahankan NKRI

Kudus, Ulama Salaf Online. Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya membaiat ribuan jamaah pengajian di Desa Bandaran Garung Kidul Kaliwungu Kudus, Jawa Tengah. Para jamaah diajak mengucapkan janji untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Habib Luthfi Baiat Ribuan Jama’ah Jaga dan Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Baiat Ribuan Jama’ah Jaga dan Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Baiat Ribuan Jama’ah Jaga dan Pertahankan NKRI

Pembaiatan yang berlangsung Ahad (5/4) malam lalu di sela-sela Habib lutfi menyampaikan tausiyah ini terlaksana penuh khidmah. Diawali membaca syahadat dan sholawat Nabi, Habib Luthfi membaca baiat sepatah-patah kemudian diikuti oleh para jamaah secara bersama-sama.

Berikut bunyi baiat yang dibacakan Habib Lutfi dengan nada lantang dan heroik:

Ulama Salaf Online

"Bismillahirrahmanirrahim, Asyhadu Alla Ilaaha Illallah, Waasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah,

Ulama Salaf Online

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad waala Alihi Washohbihi Ajmain,

Demi Allah, saya bangga sebagai Warga Negara Indonesia. Demi Allah, saya anak Indonesia,

Saya Berjanji kepada Allah, saya akan menjaga dan mempertahankan NKRI, harga mati dan bukan basa basi"

Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi menegaskan pentingnya menjunjung tinggi semangat nasionalisme. "Indonesia tidak akan mudah dimasuki paham radikalisme manakala TNI, Polri dan masyarakat tidak terpecah belah," tandasnya dihadapan ribuan jamaah yang menghadiri pengajian umum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News Ulama Salaf Online

Selasa, 24 Oktober 2017

GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Harian GP Ansor Pringsewu akan menggunakan sistem online untuk merekrut calon anggota Ansor dan Banser. Sistem ini rencananya akan diberlakukan saat rekrutmen calon peserta PKD Ansor dan Diklatsar Banser Angkatan II yang akan diselenggarakan pada akhir Desember 2015 ini.

Sistem itu saat ini sedang dikerjakan. Targetnya pada awal Oktober sudah bisa diuji coba dan dipakai dalam rekrutmen.

GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Rekrut Kader Via Online

Menurut Sekretaris Bidang Pendidikan, Kaderisasi, dan Ideologi Henudin, "Sudah saatnya Ansor Pringsewu menerapkan program-programnya melalui teknologi supaya akses informasi lebih cepat dan mudah. Jangan sampai organisasi sebesar ini ketinggalan zaman dan tidak ngerti teknologi alias gaptek."

Ulama Salaf Online

Saat ? rapat koordinasi bidang kaderisasi di Sekretariat GP Ansor Ambarawa, Ahad (6/9) sore, Henudin menambahkan bahwa sistem ini akan menyatu pada web-blog GP Ansor Pringsewu. Ia berharap ketika calon peserta PKD Ansor dan Diklatsar Banser Angkatan II mendaftarkan diri, mereka secara tidak langsung dapat mengetahui informasi-informasi tentang ke-NUan, Ke-Ansoran, ke-Banseran, dan lain sebagainya.

Ulama Salaf Online

“Sehingga ketika mereka digembleng pada kegiatan itu, mereka sudah memiliki pengetahuan tentang ke-NUan dan sebagainya.”

Calon peserta yang akan mendaftarkan diri, kata Henudian, cukup masuk ke laman http://ansorpringsewu.blogspot.co.id kemudian pilih tab Registrasi, mengisi data secara lengkap berdasarkan form yang tersedia di sana. Setelah data lengkap maka calon peserta akan mendapat balasan melalui email ataupun kontak sesuai dengan data yang dikirim.

Jika peserta mengalami kesulitan, tersedia pula form manualnya dan peserta bisa mengunduhnya sendiri kemudian melengkapinya. Kemudian form langsung diserahkan ke Sekretariat PAC GP Ansor di masing-masing daerahnya untuk diverifikasi. Peserta yang sudah diverifikasi bisa mengikuti kegiatan PKD Ansor atau Diklatsar Banser Angkatan II. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, News Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock