Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menghadiri ASEAN Labour Ministers Meeting on Occupational Safety and Health at the XXI World Congress On Safety and Health at Work 2017 (Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN  dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kongres Dunia ke-21 tentang K3 yang diadakan di Singapura pada 3-8 September 2017.

Acara Kongres Dunia tingkat ASEAN tentang K3 ini dihadiri oleh Menteri-menteri Tenaga Kerja negara-negara ASEAN yang terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.  

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

"Pertemuan tingkat Menteri ini untuk memperkuat komitmen dan kerja sama negara-negara ASEAN dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja," kata Menteri Hanif di Jakarta, Sabtu (2/9). 

Menteri Hanif mengatakan kerja sama  negara-negara ASEAN dalam penerapan standar K3 sangat penting karena setiap pekerja memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

"Oleh karena itu, dibutuhkan tekad kolektif ASEAN untuk mempercepat pengembangan K3 dan meningkatkan standar, kinerja dan kemampuan ASEAN melalui langkah-langkah untuk mengatasi risiko dan bahaya yang muncul di lingkungan bisnis dan teknologi baru yang berkembang," kata Hanif.

Ulama Salaf Online

Menteri Hanif menambahkan penerapan K3 di negara-negara kawasan ASEAN ini ditujukan juga untuk meningkatkan aspek perlindungan bagi para pekerja dan mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan 

(SDGs).

Ulama Salaf Online

"Penerapan standar K3 di kawasan ASEAN ini juga dapat memotivasi kita untuk mencapai Tujuan Pembangunan Ekonomi  Berkelanjutan pada tahun 2030 dan untuk menciptakan pekerjaan yang layak untuk semua," kata Hanif.

Kerangka kerja K3 yang kuat di kawasan ASEAN, kata Hanif akan memberikan landasan yang kuat dalam mendukung tujuan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN untuk mengangkat kualitas hidup masyarakatnya dengan menempatkan kesejahteraan mereka sebagai prioritasnya.

Dalam kunjungan kerja ke Singapura ini, Menteri Hanif juga diagendakan akan melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura untuk meninjau pelatihan TKI yang diselenggarakan KBRI Singapura 

Selain itu, Menteri Hanif diagendakan juga melakukan pertemuan bilateral dalam acara jamuan makan malam dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura dan melakukan kunjungan ke "Workforce" Singapura. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Santri, Berita Ulama Salaf Online

Minggu, 18 Maret 2018

PBNU Mengutuk Kekerasan Terhadap Syiah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk terulangnya aksi kekerasan terhadap warga Islam Syiah di Nanggernang, Sampang, Madura, Jawa Timur. 

Peristiwa tersebut dinilai sebagai kriminal murni, dan aparat penegak hukum didesak dapat menjalankan tugas penegakan dengan baik. 

PBNU Mengutuk Kekerasan Terhadap Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Mengutuk Kekerasan Terhadap Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Mengutuk Kekerasan Terhadap Syiah

"Saya melihat (kejadian) itu sebagai kriminal murni, karena dakwah tidak dibenarkan kalau sampai harus saling melukai, apalagi saling bunuh. Oleh karenanya aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, harus bisa bertindak sesuai dengan hukum yang ada," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (27/8). 

Ulama Salaf Online

Terkait tudingan sejumlah pihak Syiah sebagai aliran sesat, Kiai Said menambahkan, dengan tegas NU menolak penyelesaiannya dilakukan melalui jalur kekerasan. Jalur dakwah untuk tujuan pencerahan diminta tetap dikedepankan. 

Ulama Salaf Online

"Tidak dibenarkan kalau penyelesaiannya melalui jalan kekerasan. Laa ikraha fiddin, tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), tidak ada kekerasan dalam agama," sambungnya tegas. 

Dalam kesempatan yang sama Kiai Said kembali menegaskan sikap NU, yaitu menolak kekerasan dari dan kepada siapapun, apapun latar belakang kejadiannya. 

"NU dengan Syiah jelas beda, terlebih dengan Ahmadiyah, jelas berbeda. Tapi dalam pergaulan kami menolak adanya kekerasan, karena ajakan berubah itu ada metodenya. Dakwah, diskusi yang bermartabat, dan itu semua yang selama ini kami lakukan," tandas Kiai Said. 

PBNU sejauh ini sudah melakukan sejumlah upaya untuk membantu menyelesaikan perselisihan warga Islam Syiah di Sampang, Madura. Ketua PBNU Saifullah Yusuf yang juga tercatat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, secara khusus sudah diberikan mandat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, tetap sesuai dengan prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama. 

Warga Islam Syiah di Nanggernang, Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali diserang oleh sekelompok orang hingga mengakibatkan jatuhnya 2 korban jiwa dan beberapa lainnya luka. Polisi sejauh ini sudah mengamankan tujuh orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan tersebut. 

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Emha Nabil Harun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Maret 2018

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Allah SWT sudah menentukan bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah diatur dan dibagi sesuai qodrat irodat-Nya. Manusia hanya berusaha untuk melakukan ikhtiar dan tawakkal terhadap ketentuan ini. Bentuk usaha tersebut dapat dilakukan dengan berdoa agar diberi yang terbaik oleh-Nya.

"Perlu dipahami bahwa pada dasarnya doa yang kita panjatkan tidak akan mempengaruhi apa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Itu adalah hak prerogratif-Nya dan kita harus menyadarinya jika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah SWT," demikian pernyataan Mustasyar MWCNU Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, KH Solikhin Thohir dalam Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Minggu (24/1).

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Lalu kenapa kita dianjurkan dalam Al-Quran untuk berdoa dan selalu mengharapkan ridho dari Allah SWT? "Kita ini makhluk yang lemah. Karena kelemahan itulah maka kita minta perlindungan dan pertolongan Allah dengan berdoa," lanjut alumni Pesantren Lirboyo Jawa Timur ini.

Ulama Salaf Online

Selain karena manusia makhluk yang lemah, berdoa juga merupakan sebuah perintah langsung dari Allah. Karenanya, maka prinsip kita adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Perkara hasil serahkan kepada-Nya," ujarnya.

Ulama Salaf Online

Tema tasawuf yang diangkat pada kesempatan tersebut mengingatkan segenap jamaah untuk menyadari bahwa Allah berkehendak untuk memberikan Rahmat-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan sebaliknya Allah juga berkehendak untuk mencabut rahmat dari orang yang diinginkannya.

Jadi, kata dia, jangan merasa Amal kita sudah baik dan diterima. Bisa jadi amal yang kita lakukan akan ditolak semua di akhir hidup kita. Dan juga jangan menganggap amal orang lain tidak baik karena bisa jadi mereka akan dirahmati Allah dengan husnul khotimah.

Oleh karenanya, Kiai Solihin mengajak jamaah untuk senantiasa berdoa agar kehidupan yang sedang dijalani ini bermuara kepada kondisi akhir yang husnul khotimah. "Mari sisa umur yang kita miliki digunakan untuk menuju keridoan-Nya. Segala yang di dunia ini bukan milik kita. Kita hanya mengaku-ngaku, tapi sebenarnya tidak memiliki. Semua akan kembali kepada Nya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Berita, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Blora, Ulama Salaf Online. Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah Region 1 Grup B telah ditutup pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Acara penutupan yang juga berpusat di Stadion Kridosono Blora ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Turut hadir juga Wakil Bupati Blora Ahmad Arif Rahman.

Dalam penutupan LSN di Blora kali ini, Helmy mengutarakan kekagumannya pada laga final di Blora tahun ini. “Bersyukur bahwa dalam final LSN region 1 Jawa Tengah kali ini, saya seperti menonton MU versus City. Sungguh pertandingan yang menurut saya, berskala internasional,” pujinya.

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ia menyatakan senang, bergembira, sekaligus bangga bahwa ternyata santri merupakan atlet-atlet kebanggaan Indonesia, yang diharapkan nanti dapat mengukir prestasi dalam dunia olahraga di kancah nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga merupakan suatu hal yang sangat penting.?

“Bahkan dalam perpres yang baru, pendidikan karakter, olahraga merupakan bagian dari olah pikir dan olah hati,” terangnya.

Mantan Menteri Pembangunnan Daerah Tertiggal Dan Transmigrasi ini, menutup pidatonya dengan menyitir pepatah asing yang berkaitan dengan olahraga, “Men sana in corpore sano. Bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Maka untuk berpikir yang sehat diperlukan pula badan yang sehat terlebih dahulu. Untuk itu, mari kita terus galakkan olahraga terutama di kalangan santri.”?

Ulama Salaf Online

Laga Final LSN Jateng Region 1 Grup B kali ini dimainkan oleh tim tuan ruamah, An Nur FC Blora melawan tim asal pesantren asuhan Gus Mus, Robin FC Rembang. Namun, Robin FC harus tunduk pada tim tuan rumah dengan menenggak pahitnya kekalahan 1-0.?

Dengan hasil tersebut, An Nur nantinya masih akan ditandingkan dengan pemenang LSN Region 1 Jateng Grup A Manhik FC Kendal di Stadion Gelora Kartini, Jepara, pada 30 September mendatang untuk memperebutkan posisi wakil ketiga dari Jawa Tengah guna melaju mewakili ke Liga Santri Nusantara tingat nasional. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Humor Islam Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Banyuwangi, Ulama Salaf Online



Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Karangrejo mengadakan pengajian rutin. Pekan ini mereka menggelarnya di masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Senin (9/10) malam.

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Turut hadir pada pengajian rutin dua mingguan itu pengurus Syuriah dan Tanfidziyah serta puluhan warga mulai. Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al-Waqiah, Rotibul Haddad, dan istighosah bersama. Kemudian pengajian umum sekaligus pembekalan dari Rais Syuriah Tanfidziyah.

Ketua PRNU Kelurahan Karangrejo Ahmad Thoyib mengatakan, dengan adanya rutinan organisasi seperti itu, akan menambah daya gedor perjuangan.

Ulama Salaf Online

"Apa pun gerakannya, sebesar apapun massanya, jika tidak diimbangi dengan perkumpulan rutin, hanya omong kosong," tegasnya. 

Ia menambahkan, dengan agenda kegiatan seperti ini PRNU Kelurahan Karangrejo mampu membaca perubahan, peluang, dan tantangan terbaru secara up to date.

"Seperti malam ini, kita dapat merapatkan persiapan agenda kegiatan menyongsong Hari Santri Nasional (HSN). Serta mampu merekrut masyarakat sekitar untuk terlibat dalam struktural organisasi NU lebih giat. Tak kalah penting juga menambah persaudaraan antar pengurus dan anggota baru," terang Thoyib.

"Semoga kegiatan ini selalu diberikan keistiqomahan. Karena istiqomah lebih baik daripada seribu karomah. Juga dengan amalan yang istiqomah ini, Allah lebih menyukai meskipun sedikit," tutup Thoyib.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh perwakilan jajaran pengurus cabang Rijalul Ansor Ahmad Sugiono. Serta pengurus PAC IPNU Kecamatan Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online





Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Kajian, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Ribuan Jamaah Hadiri Acara Tahunan Majelis Al-Hidayah

Sukoharjo, Ulama Salaf Online. Meskipun suasana dingin masih menyelimuti daerah Sukoharjo dan sekitarnya, tapi masyarakat menyurutkan langkahnya untuk hadir ke acara Gema Sholawat yang diselenggarakan Majelis Al-Hidayah Solo Baru, Senin (18/3) malam.

 

Ribuan Jamaah Hadiri Acara Tahunan Majelis Al-Hidayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Acara Tahunan Majelis Al-Hidayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Acara Tahunan Majelis Al-Hidayah

Acara yang digelar di Jalan Ir Soekarno (Depan Griya Radio Al-Hidayah 87.06 FM) Solo Baru Sukoharjo dihadiri ribuan jamaah hadir pada acara yang menjadi agenda tahunan Majelis Al-Hidayah tersebut.

Acara diisi dengan pembacaan tahlil dan maulid Simtuddurar bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Asseqaf. Usai pembacaan Maulid, Prof. Dr. KH Ahmad Muzayyid, dalam ceramhnya menjelaskan beberapa tingkatan dalam beragama. Keempat tingkat itu yakni syariat, thariqat, makrifat, dan hakikat.

“Ibarat orang yang sedang sekolah untuk menggapai cita-cita, maka ia mulai dari SD ke SMP, SMA dan seterusnya. Begitu juga dalam beragama ada tingkatan syariat, thariqat, makrifat, dan hakikat,” terang Muzayyid.

Ulama Salaf Online

Ia menceritakan tentang beberapa kisah, ada orang buta yang diusap menjadi sembuh ada orang mati yang didoakan jadi hidup, ada tulang ayam didoakan kembali utuh hidup seperti semula,”Kisah yang saya sebutkan tadi adalah kisah Nabi Isa as dan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani. Kisah yang seperti ini tidak masuk akal, tidak akan dipercaya, kalau hanya dicocokkan dengan akal,” kata Kiai asal Malang ini.

Namun, ia melanjutkan bila ada orang yang tidak percaya dengan mukjizat para nabi dan karamah para wali, tidak perlu disalahkan, “ Karena tingkatannya masih SD.”

“Maka dari itu kita juga perlu menaikkan tingkat pemahaman kita dari SD ke SMP dan seterusnya, dari syariat ke tariqat dan seterusnya sampai hakikat,” Tegas Muzayyid.

Dalam acara semalam, berkumpul para habaib dan ulama se Solo Raya diantaranya Habib Jamal bin Abdul Qadir Asseqaf, KH Adib Zain, KH Ahmad Baedlowi (Sukoharjo), KH Abdul Karim (Solo), dan KH Djablawi (Klaten). Juga sekaligus menjadi momentum berkumpulnya majelis-majelis dzikir dan Sholawat di Solo Raya, seperti Ahbabul Mustofa, Ar-Raudhah, Jamuro, Al-Hidayah, dan lainnya.

Ulama Salaf Online

Bupati Sukoharjo, H Wardoyo yang juga hadir pada acara tersebut, mengingatkan jamaah untuk tetap meningkatkan persatuan dan kesatuan,” Bulan Mei akan ada gawe Pilgub Jateng, diharap untuk menjaga kondusifitas daerah masing-masing.”

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

Bandung, Ulama Salaf Online. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Eman Suryaman menginstruksikan kepada seluruh cabang-cabang NU di Jawa Barat agar jangan sampai terlibat dalam konflik sosial. Hal ini terkait berbagai aksi kekerasan agama yang kerapkali terjadi di wilayah Jawa Barat.

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

"NU adalah ormas Islam yang menghormati kebhinnekaan, artinya menerima pihak manapun dalam membangun negara yang maju, aman dan damai. NU juga harus menjaga netralitasnya dalam menghadapi segala konflik yang terjadi di Jawa Barat Khususnya dan Indonesia pada umumnya," tutur Eman.

Eman juga mengatakan bahwa radikalesme harus segera dihentikan, karena Islam tidak mengajarkan kekerarasan, terlebih memaksakan orang lain untuk masuk ke ajaran manapun.

Ulama Salaf Online

Ditambahkan sebagai agama rahmatan lil alamin, seharusnya orang yang beragama Islam mampu memberikan pencerahan dengan cara-cara yang cantik. Para wali penyebar Islam di Nusantara pun sukses mengislamkan sebagian besar masyarakat Indonesia ? bukan dengan kekerasan, melainkan dengan mencontohkan ahlakul karimah dan uswatun hasanah.

"Ada cara-cara yang lebih baik untuk menghadapi beberapa kelompok yang menyimpangkan agama daripada menyikapinya dengan kekerasan. Para wali saja bisa mengajak masyarakat yang bukan beragama Islam, masa yang melencengkan agama masa tidak bisa diajak kembali kepada ajaran yang sebenarnya?” katanya.

Ulama Salaf Online

Ditambahkan, untuk meluruskan ajaran yang menyimpang seperti Ahmadiyah jangan menggunakan kekerasan, bahkan sampai dibunuh atau dianiaya. Ada cara-cara lain yang bisa membuat mereka tertarik kepada ajaran yang sesungguhnya.

"Mereka juga tahu ketika mereka lahir dan dibesarkan, Al-Qur’an yang jadi pegangan mereka sama dengan kita," pungkasnya?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Humor Islam Ulama Salaf Online

Senin, 05 Februari 2018

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Jakarta, Ulama Salaf Online



Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), Royandi Haikal, SH, MH, menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Hukum Bagi Orang Miskin dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi DKI Jakarta, di kantor Kanwil Kemenkumham RI Provinsi DKI Jakarta, Selasa 29 Maret 2016. 

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari telah diakuinya LPBHNU sebagai Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah lulus verifikasi dengan akreditasi C, sebagaimana Sertifikat Akreditasi berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-01.HN.03.03 Tahun 2016, thl 7 Januari 2016. 

Royandi Haikal menjelaskan, penganugerahan Sertifikat Akreditasi OBH kepada LPBHNU merupakan pengakuan terhadap eksistensi LPBH NU sebagai OBH yang sejajar dengan OBH lain seperti YLBHI, Posbakum, dan lainnya. Sertifikat Akreditasi tersebut juga menjadi dasar bagi LPBHNU untuk berperan dalam layanan bantuan hukum secara resmi, profesional dan akuntabel, sekaligus diisi dengan dakwah sebagai salah satu misi NU. “Semoga hal ini menjadi langkah awal yang positif bagi LPBHNU untuk berperan dalam proses penegakan hukum dan dakwah,” katanya.

Ia menambahkan wujud kemitraan antara LPBHNU dengan Pemerintah dalam memberikan bantuan hukum baik litigasi maupun nonlitigasi kepada orang miskin atau kelompok orang miskin sesuai dengan amanah UU No 16 Tahun 2016 tentang bantuan hukum. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Humor Islam Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi

Pekalongan, Ulama Salaf Online 

PAC GP Ansor Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan masa khidmah 2016-2018 secara resmi dilantik oleh M Ahsin Hana, mewakili ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah.  

Pelantikan berlangsung dengan suasana hidmat di hadapan ribuan Nahdliyin Kecamatan Kajen yang menghadiri acara tersebut yang sekaligus diisi pengajian umum dan tahlil massal sebagai rangkaian peringatan harlah ke-93 NU Kecamatan Kajen. 

PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC GP Ansor Kajen Siap Wujudkan Kemandirian Organisasi

Acara pelantikan dihadiri PW GP Ansor Jawa Tengah, PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Pengurus MWC NU Kecamatan Kajen dan segenap badan otonom NU di Kecamatan Kajen.

Dalam sambutan pelantikannya, Ahsin Hana selaku wakil ketua PW GP Ansor Jawa Tengah berpesan kepada pengurus yang dilantik untuk mengimplementasikan tiga visi besar GP Ansor ke dalam program-program yang riil, meliputi: (1) revitalisasi nilai dan tradisi Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah, (2) menguatkan sistem kaderisasi, dan (3) pemberdayaan potensi kader. Dan untuk dapat mewujudkan visi GP Ansor tersebut harus dibangun kebersamaan dan soliditas organisasi. 

"Tanpa adanya kebersamaan dan soliditas di antara segenap pengurus tidak mungkin terwujud visi dan cita-cita GP Ansor," tegas Ahsin.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Abdul Muid selaku ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kajen masa khidmah 2016-2018 dengan segenap dukungan segenap kader GP Ansor yang potensial siap mengemban amanah untuk mewujudkan visi GP Ansor. Untuk itu pengurus sudah menetapkan beberapa progam prioritas yang nantinya akan dilaksanakan. 

Ulama Salaf Online

"Kami akan meneruskan program-program pengurus periode yang lalu dengan fokus pada kemandirian organisasi. Untuk dapat mewujudkan kemandirian organisasi, sebagaimana arahan Pimpinan Pusat, mutlak dibutuhkan soliditas organisasi. Untuk itu konsolidasi akan terus kami gencarkan  untuk menyatukan persepsi dan gerakan Ansor," tandasnya. (Alim Mustofa/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Jadwal Kajian, Humor Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Sidoarjo, Ulama Salaf Online - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan berbagai lomba kreativitas anak secara gratis. Perlombaan ini rencananya digelar pada Ahad, 7 Agustus 2016, sejak pagi.

Panitia acara Reza Ahmadi menyebutkan, lomba yang akan digelar di antaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, dan festival rebana.

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Lomba mewarnai (ibu dan anak kategori, PG/TK/RA. Peserta yang mengikuti lomba diharap membawa peralatan sendiri seperti meja dan crayon noncarandas.

Ulama Salaf Online

"Untuk? lomba fashion show (ibu dan anak) kategori PG/TK/RA juga gratis, pesertanya pun terbatas. Peserta yang ikut fashion show dimohon memakai pakaian dengan tema batik Muslim atau Muslimah," kata Reza, Selasa (19/7).

Ia menambahkan, untuk festival rebana kontemporer kategori SMP/ MTs-SAM/MA, peserta membawakan satu lagu bebas dan satu lagu wajib yaitu mars Syubbanul Wathan. Peserta membawa peralatan sendiri seperti rebana dan alat musik elektrik.

Ulama Salaf Online

"Peserta yang sudah konfirmasi pendaftaran bisa registrasi ulang 30 menit sebelum acara (mengingat peserta terbatas). Peserta mendapatkan snack dan softdrink. Seluruh peserta merebutkan juara 1 hingga harapan 3 dan juara favorit, plus uang pembinaan. Untuk konfirmasi pendaftaran bisa hubungi Resty di nomor kontak 085748485444 dan Machfud? dengan nomor 085655264048," tutupnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Ulama, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Rabu, 24 Januari 2018

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Jakarta, Ulama Salaf Online. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Mochammad Maksum Mahfoedz memaparkan sebab terjadinya ketimpangan harga hasil pertanian di desa yang berbeda jauh setelah didistribusikan ke kota.

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Faktor Ini Sebabkan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Pertama, petani kecil tidak mempunyai akses ke pasar. Oleh karenanya, persimpangan harganya bisa jauh sekali.

"Sebut saja (di pasar) Kramat Jati (Jakarta) harga bisa tinggi sekali, (lalu bandingkan) gak usah jauh-jauh di Brebes, itu bisa separuhnya (jauh lebih murah), padahal cuma berjarak beberapa kilometer. Nah kenapa begitu, karena petani kecil tidak punya bargaining power dan dibiarkan begitu saja oleh negara," kata Maksum di Gedung PBNU, Selasa (9/1).

Pria yang juga Guru Besar Sosial Ekonomi Industri Pertanian Universitas Gajah Muda Yogyakarta ini menyayangkan ketidakhadiran negara dalam persoalan pertanian para petani kecil yang tidak mempunyai daya tawar.

Ulama Salaf Online

"(Negara) sama sekali tidak hadir dalam urusan penanggulangan rakyat tani miskin. Dibiarkan petani kecil itu beratarung dengan tengkulak, dengan pasar besar, pasti dengan konsumen. Mereka gak punya daya tawar," jelasnya. 

Ulama Salaf Online

Kedua, biaya produksi mahal sekali, sementara para petani kecil tidak mampu menjangkaunya. Padahal menurutnya, pemerintah harusnya memproteksi produksi petani kecil. 

"Kita (pemerintah) harusnya bersyukur masih ada yang mau nanam, sehingga ada produksi, sehingga harga murah, kita bisa menikmati makanan sehat. Sementara negara tidak bisa menyediakan lapangan kerja. Kalau negara bisa menyediakan lapangan kerja, bagus. Mereka akan bekerja di lapangan kerja yang disediakan, tapi gak ada lapangan kerja, sehingga mereka lahan sejengkal pun tetap digeluti untuk usaha tani, tetapi tidak pernah mengentaskan mereka dari kemiskinan," terangnya.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah seharusnya mampu memproteksi sistem produksi atau memperoteksi pasar, terlebih memproteksi keduanya.

"Caranya tata niaga diatur agar tidak mencekik konsumen dan juga tidak membunuh petani," jelasnya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Humor Islam Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Magelang, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengharapkan kehadiran parlemen Israel dalam suatu pertemuan parlemen berbagai negara di Pulau Bali jangan sampai memicu keributan di Indonesia.

"Sebenarnya Israel itu tidak tanggungan Indonesia karena yang mengundang itu perkumpulan parlemen internasional, mudah-mudahan tidak ada apa-apa, tidak ada keributan, itu sudah tidak tanggungjawab nya Indonesia," katanya di Magelang, Kamis.

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Rencananya pertemuan Inter Parliamentary Union (IPU) ke-166 diikuti 148 negara termasuk parlemen Israel berlangsung di Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007.

Ia menyatakan kawatir kehadiran parlemen Israel dalam pertemuan itu menimbulkan keributan, demo dan gangguan kamtibmas sehingga mengakibatkan citra Indonesia di mata internasional buruk.

Apalagi, katanya, kehadiran parlemen Israel dikawatirkan menimbulkan aksi terorisme yang memanfaatkan situasi yang ada. "Kalau sampai terjadi demo, gangguan, Indonesia sekalipun tidak ngundang juga kena, apalagi kalau ada teroris dan teroris biasanya sangat senang mengada-ada Israel," katanya.

Ia mengharapkan, pertemuan IPU yang akan digelar di Indonesia itu bisa berlangsung lancar. "Kita cuma mengharapkan agar selamat," kata KH Hasyim Muzadi. (ant/kut)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Santri, Nasional, Humor Islam Ulama Salaf Online

Minggu, 07 Januari 2018

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Tarim, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menerapkan sistem Ahlul Halli pada pemilihan pemimpin baru dalam Konferensi Cabang Istimewa Ke-3. Penentuan rais syuriah dan ketua tanfidhiyah dilakukan oleh tim formatur yang terdiri dari utusan beberapa organisasi di Yaman.

Tim formatur terdiri dari para ketua organisasi seperti PPI, AMI Al Ahgaff, FLP Yaman, dan organisasi kedaerahan seperti OPISI (Sumatera), Pajajaran (Jawa Barat & Banten), PPJJ (Jawa Tengah), Keramat Jatim, Fosmaya (Madura), dan Roudlotul Banjariyyin.

Sidang pleno yang dipimpin Rais Syuriah PCINU Yaman Nuril Izza Muzakki ini sebelumnya memunculkan dua kandidat rais Syuriah, yaitu Hasan Bashri Hayy dan Muhammad Gufron, dan dua kandidat ketua tanfidhiyah, yakni H M Thohir Uzt dan Abdul Rahman Malik.

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Pemilihan yang diagendakan hanya 15 menit berjalan alot hingga molor sampai satu jam. Namun forum akhirnya memutuskan dan menetapkan Hasan Bashri Hayyi sebagai Rais Syuriah PCINU Yaman dan Abdul Rahman Malik sebagai Ketua Tanfidhiyah PCINU Yaman masa khidmah 2015-2016.

Ulama Salaf Online

Pemilihan ketua yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Al Ahgaff, Tarim, Rabu malam (11/15) waktu setempat itu berlangsung dalam sidang pleno ketiga. Sebelumnya telah dilaksanakan sidang laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus demisioner dan sidang soal program PCINU ke depan.

"Laporan pertanggungjawaban merupakan hasil realisasi program selama satu periode berdasarkan lajnah dan lembaga yang ada di PCINU Yaman," tutur Nuril. Lajnah dan lembaga itu meliputi Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengemembangan Sumber Daya Manusia), LDNU (Lembaga Dakwah NU), LMI-NU (Lembaga Media dan Informasi NU), LTNNU (Lanjah Talif wa Nasyr NU) dan LBMNU (Lajnah Bahtsul Masail NU).

Ulama Salaf Online

Acara pada malam itu disambung dengan peluncuran buku karya aktivis NU Yaman "Membumikan Maqashid Syariah" dan kitab "Mighnathisul Afrah fi Adiyatin Nikah". Acara semakin meriah dengan pengumuman pemenang Lomba Menulis Artikel Islam (LMAI) PCINU Yaman yang digelar sejak 30 Desember 2014. Hadiah berupa uang tunai, piagam penghargaan, dan buku “Wisata Religi di Negeri Para Wali” karya LTN-NU diberikan kepada tiga juara terbaik.

Rangkaian acara Konferensi Cabang Istimewa ini dimulai sejak Ahad (8/2) dengan agenda seminar tentang ISIS, bahtsul masail, diskusi panel, dan kuliah umum bersama KH Yunus Roichan. (Arman Malieky/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Fragmen, Sunnah Ulama Salaf Online

Rabu, 03 Januari 2018

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja

Tegal, Ulama Salaf Online



Terkait dengan konferensi Anak Cabang, IPNU ke XVII dan IPPNU ke XVI Kecamatan Tarub Tegal, para kader muda NU ini mengadakan beberapa kegiatan, di antaranya kemah bhakti, seminar dan karnaval budaya. Kemah bhakti sudah dilaksanakan pada tanggal 1-3 Januari di Bumi Perkemahan Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu Tegal yang diikuti oleh 60 peserta.

Kegiatan kedua berupa seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada Hari Senin, 8 Februari 2016 di Balai Desa Bulakwaru Kec. Tarub Kab. Tegal dengan tema “Kenakalan Remaja, Salah Siapa?”

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja

Seminar ini diisi oleh 3 narasumber yaitu pihak Dinas Sosial Kab. Tegal, Kapolsek Tarub, dan Tokoh Agama dari Ketua PAC GP Ansor Tarub (Ustadz Abdul Ghofir).

Terdapat 170 peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulilllah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 170 peserta dan bukan hanya dihadiri oleh kader-kader Kecamatan Tarub, tapi dari Kecamatan tetangga juga hadir bahkan mereka yang tidak ikut IPNU-IPPNU pun tertarik mengikuti kegiatan ini,” kata Ganang Fatkhu Rokhim, selaku ketua panitia.

Ketua IPNU Anak Cabang Tarub Moh. Ali Sukron dalam kesempatan tersebut menyampaikan “Kegiatan ini sengaja mengambil tema “Kenakalan Remaja, Salah Siapa?” Itu bukan kita mencari, menjustifikasi atau bahkan mengkambinghitamkan salah satu pihak, tapi di sini sebagai ajang analisa diri (muhasabah) karena semua orang/remaja memiliki potensi untuk nakal, dan diharapkan ketika sudah membaca diri sendiri mulai ada aksi nyata untuk melakukan aksi sosial, yang dimotori oleh anda sekalian (kader-kader IPNU-IPPNU),” katanya.

Ulama Salaf Online

Camat Tarub, Munawar menyambut baik kegiatan seperti ini. Ia mengharapkan kader IPNU-IPPNU menjadi duta pemerintahan bahkan agen perubahan demi tercapainya generasi emas yang memiliki moral dan akhlak yang baik.

“Saya sangat bangga, melihat kader-kader IPNU-IPPNU Kec. Tarub yang luar biasa dalam membantu mengawal para pemuda-pemudi di Kec Tarub,” tandasnya.

Di sesi terakhir Ketua IPPNU Kec. Tarub Hesty Ayu selaku melakukan pembagian kelompok kerja sebagai aksi nyata menjadi duta antikenakalan remaja.

Ulama Salaf Online

“Kami membagi di setiap desa dan di setiap sekolahan itu ada koordinatornya. Untuk desa yang belum memiliki kepengurusan, dipegang oleh desa tetangga yang ada IPNU-IPPNUnya, mereka diberi nomor pihak terkait, dari Camat Tarub, Kapolsek, Danramil, Dinsos dan pihak terkait lainnya”. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Fragmen Ulama Salaf Online

Kamis, 07 Desember 2017

Masuk Kampus, IPNU Bolmong Utara Sosialisasi Bahaya Radikalisme

Bolmong Utara, Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Bolmong Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, berkunjung ke IAIN Sultan Amai Gorontalo, menemui seluruh mahasiswa asal Bolmut yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Mania (Fokmma).

Silaturahim antarkedua organisasi ini diwujudkan dalam kegiatan “Wisata Ilmiah” selama 3 hari yang dilaksanakan di Desa Timbuolo, Kecamatan Botu Pingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Ahad (29/3).

Masuk Kampus, IPNU Bolmong Utara Sosialisasi Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuk Kampus, IPNU Bolmong Utara Sosialisasi Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuk Kampus, IPNU Bolmong Utara Sosialisasi Bahaya Radikalisme

Kegiatan bertujuan untuk menyosilaisasikan Islam Indonesia dari ancaman Islam trasnasional yang akhir-akhir ini mulai marak masuk ke kampus-kampus Islam, terutama di IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Ulama Salaf Online

“Apalagi hampir rata-rata mahsiswa yang ikut kegiatan tersebut masih semester 2, rentan pikiran mereka dimasuki oleh paham-paham radikal, sehingganya kegiatan ini bermaksud membentengi mereka dari ajaran radikal tersebut yang mulai merajalela di kampus-kampus Islam,” kata Wakil Ketua PC IPNU Bolmong Utara Kamil Buhohang.

Panitia membagi sesi kegiatannya dalam dua bentuk, pertama diskusi seputar Islam Indonesia dan Islam transnasional, kemudian kedua, peserta mencari informasi terkait dengan paham radikal tersebut dari masyarakat setempat.

Ulama Salaf Online

Sementara itu Ketua Umum  Fokmma Rita Mokodoto mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Sebagai mahasiswa yang berasal dari Bolmut pihaknya merasa bertanggung jawab penuh dari berbagai paham ekstrem yang bisa merasuki pikiran dan mental mahasiswa Bolmut.

“Karena kita adalah generasi penerus nanti di Bolmut. Kalau sudah termakan dengan paham Islam yang radikal tersebut  bisa bahaya perkembangan Islam di Bolmut nanti,”  tuturnya.

Hadir dalam pembicara pada acara diskusi tersebut di antaranya Ketua PC IPNU Bolmut Donal Lamunte,  mantan ketua Pengurus Komisariat PMII IAIN Gorontalo Kamil, mantan presiden BEM IAIN Rinaldi Datunsolang, dan Preseiden BEM IAIN Iwan Ege. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, IMNU Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Kudus, Ulama Salaf Online - Menjelang Ramadhan, sekitar 600 orang dari berbagai lapisan masyarakat memadati Pengajian Pitulasan di pendopo Yayasan Makam dan Masjid Menara Sunan Kudus (YM3SK), Jawa Tengah. Tradisi khas Kudus tiap Ramadhan sejak puluhan tahun lalu ini merupakan pengajian dialogis. Hadirin dapat langsung menanyakan berbagai persolan Islam maupun kehidupan secara umum dengan narasumber.

Hadir dalam kesempatan yang dimoderatori oleh KH M Faruq Senin (27/6) malam tersebut, empat kiai besar Kudus yang menjadi narasumber, yakni KH Nadjib Hassan, KH Ulil Albab Arwani, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani.

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Adapun tema utama yang disampaikan pada pengajian dialogis tersebut adalah bab zakat. KH Nadjib Hassan dalam pengantar materinya menuturkan bahwa pembahasan tentang zakat sangat penting, meskipun ibadah ini dilakukan setahun sekali, tetapi tidak sedikit yang tidak tahu atau lupa mengenai tata caranya.

"Masalah yang berkaitan zakat semakin lama semakin berkembang. Tidak ada salahnya kita mempelajari lagi pembahasan tentang zakat," ujar kiai yang juga Ketua YM3SK itu.

Ulama Salaf Online

Dengan suguhan kopi hangat yang disediakan oleh panitia untuk seluruh hadiran, malam itu ada belasan hadirin yang mengacungkan jari lalu menanyakan 1-3 masalah tentang zakat yang dihadapkan dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Tidak sedikit juga hadirin yang menanyakan beragam masalah di luar bab zakat. Tak jarang ada yang menanyakan dari masalah sepele, konyol sampai masalah aktual.

Ulama Salaf Online

Secara bergantian, satu demi satu para kiai yang menjadi narasumber itu menjawab dengan berlandaskan keterangan atau kaidah yang ada di dalam kitab-kitab kuning dalam tradisi kalangan Ahlussunnah wal-Jamaah.

Saifur Rohman, hadirin asal Desa Kaliwungu, Kudus, mengungkapkan pengajian dialogis ini menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Terutama pengajian dialogis. Jarang-jarang ada di tengah masyarakat karena biasanya hanya orang-orang tertentu saja. Ini kesempatan besar bagi kita sebagai pemula, pelajar maupun orang dewasa campur menjadi satu untuk bertukar pikiran," ungkap pria yang menanyakan hukum Kebiri Kimia bagi pelaku kekerasan seksual pada anak.

Senada dengan Rohman, Bahrul Ulum, pelajar asal Desa Mlati, Kudus ini merasa mendapatkan banyak manfaat. Bagi pemuda yang menanyakan masalah zakat ini menilai pengajian dialogis tersebut membuka wawasan baru tentang hukum-hukum Islam yang terkadang dianggap sepele, padahal apabila dijabarkan sangat luas isinya.

Di ujung acara, sekitar pukul 12 malam, para kiai tidak lupa meminta maaf tatkala ada hal-hal yang dirasa kurang atas jawaban diberikan. "Semoga acara ini mendapatkan barokah dan manfaat," pungkas Kiai Nadjib Hassan yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam Ulama Salaf Online

Jumat, 24 November 2017

Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda

Klaten, Ulama Salaf Online . Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Klaten menggelar training dai-daiyah muda di Klaten, Jawa Tengah pada Ahad, (14/7).

Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda

Ketua PC IPNU Kabupaten Klaten Ahmad Saifuddin mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi beberapa hal. Di satu sisi, sudah banyak muncul orang yang baru hafal satu dua ayat maupun hadits, lalu berani berdakwah, bahkan berfatwa. 

Di sisi lain, banyak pendakwah yang justru lebih mementingkan aspek hiburan semata, sehingga menjadi sasaran tembak untuk membunuh karakter pendakwah. 

Ulama Salaf Online

“Dalam training ini, peserta akan dibekali retorika dakwah dan cara menghadapi masyarakat sebagai lahan dakwah serta berbagai tips menjadi pendakwah super”, ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut Saifuddin mengatakan, training tersebut bukan merupakan “produksi satu kali langsung jadi”, namun lebih pada sebuah langkah awal untuk membangkitkan motivasi dan mental para kader muda untuk berani berdakwah dan menyiapkan diri mereka untuk menegakkan kebenaran Islam. 

Sehingga, diharapkan akan ada tindak lanjut dari para peserta dan panitia untuk membentuk karakter pendakwah yang berkualitas.

Training tersebut diikuti 54 peserta dari berbagai kecamatan, bahkan ada yang dari luar Klaten, misalnya Boyolali. 

Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Drs. Syamsuddin Asyrofi, MM menyampaikan "retorika dakwah". 

Sesi kedua, salah seorang pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Klatenh KH. Drs. Munawwir menyampaiakn materi “memahami masyarakat sebagai lahan dakwah. 

Sementara sesi tiga, para peserta mempraktikan apa yang disampaikan para pemateri. Sementara pemateri sendiri memberikan masukan demi meingkatnya kualitas para peserta.

Pada pembukaan kegiatan bertema “Menjadi Pendakwah Super” hadir sejumlah tokoh NU Klaten, badan otonom-badan otonom NU Klaten, dan juga dewan Pembina IPNU-IPPNU Klaten. Hadir juga perwakilan dari pemerintah, seperti perwakilan dari bupati, MUI, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan Klaten. 

Redaktur: Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Doa, Amalan, Humor Islam Ulama Salaf Online

Minggu, 19 November 2017

Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah

Oleh Muhammad Ishom



Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa kelak pada hari Qiamat Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada 7 golongan orang. Salah satunya adalah golongan? orang yang semasa hidupnya suka bersedekah sedemikian rupa sehingga tidak diketahui orang lain. Dalam hadits itu disebutkan bahwa ketika tangan kanan memberikan sedekah, tangan kiri tidak mengetahuinya. Tangan kiri dalam hadits tersebut dipahami sebagai perumpamaan orang lain. Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah tersebut? berbunyi:

Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reinterpretasi ‘Tangan Kanan’ dan ‘Tangan Kiri’ dalam Bersedekah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

“Seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.”

Hadits tersebut pada umumnya dipahami seperti itu, yakni sedekah yang paling baik adalah sedekah yang tidak diketahui orang lain. Atas dasar pemahaman seperti itu, maka tidak jarang? kita mendengar atau menemukan? daftar penyumbang anonim, yakni seseorang memberikan sedekah atau sumbangan dengan tidak mencantumkan namanya; atau dengan mengidentifikasi diri sebagai “Hamba Allah”. ?

Ulama Salaf Online

Pemahaman seperti itu memang sudah jamak. Namun, jika pemahaman seperti itu yang benar, maka pertanyaaanya bagaimanakah sikap kita ketika kita disodori list atau daftar penyumbang di mana nama penyumbang dan besarnya sumbangan dicantumkan secara jelas? Bagaimana pula ketika kita berada di masjid, misalnya, kita disodori kotak infaq berjalan? Apakah sebaiknya kita menolak? mengisi kotak infaq itu dengan alasan khawatir tidak ikhlas karena dilihat banyak orang?

Untuk menjawab persoalan-persoalan di atas, marilah kita telaah sampai dimana pemahaman seperti itu bisa diterima.? Untuk maksud itu, saya akan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an? sebagai dasar rujukan, atau sering disebut dengan dalil naqli dan? logika yang sering disebut dengan dalil aqli.

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas secara panjang lebar, saya ingin menyampaikan? jawaban sementara bahwa pemahaman tangan kiri adalah perumpamaan orang lain bukanlah pemahaman yang tepat.. Argumentasi saya adalah:

Pertama, tangan kiri jika dikaitkan dengan tangan kanan sebagaimana disebut dalam hadits di atas, kurang tepat jika ditafsirkan sebagai orang lain. Alasannya, tangan kiri dan tangan kanan merupakan pasangan anggota badan yang terdapat dalam diri seseorang, sebagaimana telinga kiri berpasangan dengan telinga kanan,? kaki kiri berpasangan dengan kaki kanan, dan seterusnya. Singkatnya,? tangan kiri bukanah orang lain, tetapi bagian dari diri sendiri dalam satu tubuh.

Kedua, dalam Al-Qur’an kata “kanan” sering dikaitkan dengan “kebaikan”, dan kata “kiri” dikaitkan dengan “keburukan”. Sebagai contoh misalnya, dalam Surah Al Waqi’ah, ayat 27,? terdapat istilah “ashabul yamin” (artinya golongan kanan);? dan dalam ayat 41 terdapat istilah “ashabus syimal” (artinya golongan kiri). Yang dimaksud “Ashabul yamin” (golongan kanan) adalah orang-orang baik yang menerima buku catatan amal dengan tangan kanan dan oleh karena itu mereka masuk surga. Sedangkan “ashabus syimal” (golongan kiri)? adalah orang-orang jelek yang menerima catatan amalnya dengan tangan kiri, dan karena itu mereka masuk neraka? sebelum kemudian masuk surga setelah masa hukumannya habis terlebih dahulu. Singkatnya, “kanan” berarti “baik” dan “kiri” berarti “buruk” atau “jelek”.? Dalam kaitan dengan hadits di atas, jika “tangan kiri” diartikan sebagai orang lain, maka arti itu kurang tepat.

Ketiga, sehubungan dengan makna-makna tersebut, maka? “tangan kanan” dalam hadits di atas dapat diartikan sebagai? simbol positif berupa amal sedekah kepada orang lain dengan dilandasi niat yang baik. Dengan kata lain, yang dimaksud dengan “tangan kanan” adalah perbuatan baik yang didorong oleh keinginan yang baik, yakni niat ikhlas beribadah? semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Inilah yang sering disebut dengan nafsul muthmainnah, yakni nafsu yang baik. Sedangkan “tangan kiri”? adalah simbol negatif berupa kejelekan yang didorong oleh keinginan yang jelek, seperti riya’, pamrih dan sombong. Inilah yang sering disebut dengan nafsul ammarah bis suu’, yakni nafsu yang jelek.

Keempat, apakah sedekah yang dilakukan secara rahasia dan tidak diketahui orang lain dijamin pasti lebih baik dari pada yang dilakukan secara terbuka? Jawabanya, belum tentu sebab baik buruk suatu amal tergantung pada keikhlasan, sedangkan keikhlasan itu terletak di dalam hati. Bisa saja seseorang bersedekah dengan menggunakan anonim, seperti “Hamba Allah”, tetapi dalam hati sebenarnya ia sangat membanggakannya. Ini bisa berarti riya’, yang berarti pula tidak ikhlas. Demikian sebaliknya, bisa saja seseorang bersedekah secara terbuka dengan mencantumkan nama yang jelas dan diketahui orang banyak, tetapi dalam hatinya tidak ada rasa pamer sedikitpun dan jauh dari keinginan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Bukankah yang disebut terakhir itu lebih baik dari pada yang disebut pertama?

Kelima, Al-Qur’an membolehkan sedekah dilakukan secara terbuka atau terang-terangan sebagaimana diperbolehkannya sedekah secara rahasia atau tertutup. Hal itu sebagaimana dinyatakan dalam? Surah Al Baqarah, ayat? 274:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang – terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Berdasar pada ayat di atas, maka sebenarnya tidak ada perbedaan berarti antara sedekah yang dilakukan secara sirri atau rahasia dengan sedekah yang dilakukan secara terbuka atau terang-terangan. Al-Qur’an? mengakui keabsahan dan kebaikan keduanya meski beberapa ulama berpendapat bahwa sedekah untuk pribadi lebih baik tidak diketahui orang lain untuk menjaga privasi pihak penerima. Jika demikian halnya, maka sejatinya yang terpenting dalam bersedekah adalah keikhlasan atau niat tulus dan bersih dari keinginan-keinginan duniawi, seperti mendapatkan balasan yang lebih banyak; mendapatkan pujian dari orang lain; mendapatkan popularitas di tengah-tengah masyarakat; atau pencitraan dengan maksud-maksud tertentu.

Keikhlasan seperti itu hanya bisa dicapai ketika seseorang dalam bersedekah menyembunyikan tangan kanannya agar tidak diketahui oleh tangan kirinya. Maksudnya,? jangan sampai sedekah yang kita lakukan dengan? niat samata-mata beribadah kepada Allah, dirusak oleh nafsu jelek yang ada dalam diri kita sendiri. Untuk itu, ada baiknya kita adakan? upaya melupakan setiap sedekah yang telah kita lakukan agar keikhlasan benar-benar terjaga. Artinya, tidak perlu kita mengingat-ingat kembali sedekah yang telah kita keluarkan seberapapun banyaknya sebab hal itu sama saja dengan membuka peluang bagi tangan kiri atau nafsu jelek untuk merusak keikhlasannya.? Jika kita telah mampu melupakannya, dalam arti benar-benar dapat mengendalikan tangan kiri, maka goda-godaan apapun, baik yang berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar, tidak akan? akan mampu mempengaruhi keikhlasan kita.

Jika hal itu bisa kita capai, maka itulah yang dimaksud merahasiakan sedekah demi mencapai keikhlasan yang optimal. Bukan merahasiakan terhadap orang lain, tetapi terhadap nafsunya sendiri yang disimbolkan dengan tangan kiri. Ketika kita ikhlas, maka tidak ada persoalan apakah sedekah itu kita lakukan secara terbuka dengan diketahui orang lain atau? kita lakukan secara rahasia tanpa diketahui orang lain. Singkatnya, dalam bersedekah tantangan kita sebenarnya adalah diri kita sendiri dan bukan orang lain, yakni bagaimana kita bisa bersedekah secara ikhlas dalam arti yang sebenarnya.

Dengan argumentasi-argumentasi sebagaimana saya uraikan di atas, maka saya berkesimpulan yang? dimaksud tangan kiri dalam hadits di atas adalah nafsu kita sendiri yang disebut nafsul amamrah bis suu’.? Dengan demikian, jika tangan kiri dipahami sebagai orang lain dan sedekah dianggap lebih baik apabila dirahasiakan dari orang lain, maka pemahaman itu kurang tepat. Apalagi sekarang manajemen modern menuntut adanya transparansi dan akuntabiltas, terutama dalam laporan-laporan keuangan. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 tentang pedoman pelaporan dana kampanye.? Dalam peraturan itu, seorang penyumbang dana untuk partai politik tidak diperkenankan menggunakan anonim, seperti “Hamba Allah”. Alasannya, untuk mencegah dana yang diterima partai politik termasuk dalam unsur pidana, seperti uang dari perbuatan korupsi dengan tujuan money laundry, dan sebagainya.

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Humor Islam Ulama Salaf Online

Jumat, 08 September 2017

PBNU Serukan Salat Ghaib

Jakarta, Ulama Salaf Online

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menghimbau seluruh umat Islam untuk melakukan salat ghaib bagi para korban yang meninggal akibat bencana alam maupun musibah kecelakaan yang menimpa dunia transportasi Indonesia.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyampaikan seruan itu, usai mengadakan pertemuan dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (8/1).

PBNU Serukan Salat Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Salat Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Salat Ghaib

"Orang Islam yang meninggal di mana-mana belum tentu diurus sesuai dengan aturan agama, kita harus menyalatkannya, kalau tidak berdampak pada musibah selanjutnya, "ujar Hasyim.

Hasyim mengatakan, memasuki tahun baru Hijriah 1 Muharram 1428H penuh dengan berbagai keprihatinan yang sangat mendalam, karena beruntunnya musibah baik bencana sosial maupun bencana alam.

Ia menghimbau agar seluruh warga NU dan umat Islam yang bersedia agar melakukan puasa sunat "Tasua dan Asyura" mulai tanggal 1 sampai 10 Muharram 1428H atau pada 20-30 Januari 2007, serta memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah) dan membaca hauqolah (mohon kekuatan kepada Allah).

Ulama Salaf Online

Selain itu juga umat diserukan untuk menjauhi perbuatan yang secara langsung atau tidak langsung menyebabkan murka Allah, berupaya mendekatkan diri kepada Allah dengan kejujuran, peningkatan ibadah, sedekah serta menyantuni mereka yang terkena musibah.

Senada dengan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan keprihatinan atas musibah yang terjadi ditanah air, karenanya Ia meminta seluruh masyarakat dan pemimpin bangsa untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah).

"Musibah beruntun itu tanda-tanda kekuasaan Allah, sunatullah, sudah waktunya kita muhasabah dan mawas diri, " tandasnya. (rif)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Nasional, Meme Islam Ulama Salaf Online

Kamis, 24 Agustus 2017

Sejarah Indonesia Tak Memberi Ruang untuk Pesantren

Pati, Ulama Salaf Online. Buku babon sejarah nasional Indonesia enam jilid yang diterbitkan oleh pemerintah Orde Baru tidak memberi ruang bagi kalangan pesantren dalam perjuangan nasional. Padahal jelas sekali peran ulama dan santri luar biasa besar dalam mendirikan dan mempertahankan negara Indonesia.

Sejarah Indonesia Tak Memberi Ruang untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Indonesia Tak Memberi Ruang untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Indonesia Tak Memberi Ruang untuk Pesantren

Demikian dalam bedah buku ‘Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad’ karya Zainul Milal Bizawie di STAI Mathali’ul Falah (STAI MAFA) Pati, Jawa Tengah, Kamis (10/4). Penulisnya hadir sebagai narasumber bersama Munawir Aziz (peneliti dan kolumnis), dan juga Ketua STAIMAFA, H. Abdul Ghoffar Rozien.

‘Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad’ ingin meluruskan kembali sejarah nasional Indonesia yang sudah dibelokkan oleh kekuasaan Orde Baru, melalui tim kerja Nugroho Notosusanto itu.

Ulama Salaf Online

Milal mengungkapkan, pertarungan kepentingan untuk melemahkan Indonesia antara lain dilakukan melalui narasi sejarah.

Ulama Salaf Online

“Jika mau menghancurkan negara, sekarang tidak usah berperang. Cukup dengan melenyapkan dan membelokkan sejarahnya, maka pelan-pelan akan hancur sendiri,” katanya.

Karena itu, Milal berusaha untuk mengetengahkan kembali peran ulama dan pesantren dalam perjuangan nasional.

Munawir Aziz mengatakan, banyak sekali ulama-ulama yang berjuang pada masa Perang Diponegoro dan perang kemerdekaan pada 1945.

“Akan tetapi hal ini tidak kelihatan karena naskah-naskah sejarah yang ada tidak banyak memberi tempat bagi kiprah ulama,” ungkap Munawir yang sedang melakukan riset tentang kajian pesisiran.

Abdul Ghoffar Rozien menambahkan, narasi pengetahuan Indonesia yang beredar memang tidak menyebutkan ulama-ulama sebagai penegak perjuangan kemerdekaan.

“Maka sudah saatnya, sejarah dan pengetahuan di Indonesia, diluruskan dengan informasi dan publikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Santri dan kaum pesantren bukan penumpang, tapi pemilik sah Indonesia,” tegas Rozien.

Buku karya Milal Bizawie, mengisahkan tentang perjuangan ulama dan santri pada perjuangan kemerdekaan awal abad 20. (Farid Abbad/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Fragmen, Humor Islam Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock