Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Jember, Ulama Salaf Online - NU tidak cuma dakwah dengan kata-kata, tapi dakwah dengan kepedulian sosial yang nyata. Hal itu dilakukan salah satu lembaga NU, Lesbumi kepada Mbok Marija, warga Desa Karangharjo, Silo, Jember, Jawa Timur. Perempuan renta ini hidup sebatangkara, rumahnya berdinding gedek reyot dimakan usia, mendapat ularan tangan dari lembaga seni dan budaya tersebut.

Pengurus Cabang Lesbumi Jember mengirimkan bantuan berupa 1 kwintal beras dan uang 1 juta kepadanya. “Terima kasih banyak atas bantuannya,” kata Mbok Marija dengan bahasa Madura saat menerima bantuan itu, Selasa (9/8).

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)
Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Bantuan tersebut diserahkan H. Fathurrosi, tokoh masyarakat Silo, didampingi Ketua PC Lesbumi Jember H. Rasyid Zakaria dan Wakil Ketua NU Cabang Jember H. Misbahus Salam. Menurut H. Fathurrosi, rumah Mbok Marija hanya salah satu contoh dari sekian banyak rumah tak layak huni yang bertebaran di pelosok desa.

Kendati pemerintah sudah lama mempunyai program bedah rumah, tapi masih cukup banyak rumah orang miskin yang tidak tersentuh program tersebut. Atau, kalaupun dapat bantuan bedah rumah, tapi yang dipermak hanyalah rumah bagian depan saja. Sedangkan badan rumahnya tidak tersentuh, meskipun? sudah lapuk.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

“NU harus berperan, memberikan atau mencarikan sumbangan, betapapun kecilnya. Ini agar NU rahmatan? lil’alamin. Karena itu, kita ucapkan terima kasih kepada NU Jember, khususnya Lesbumi yang telah berkenan memberikan bantuan,” ucapnya.

Sementara itu, H. Misbahus Salam berharap agar bantuan tersebut dapat merangsang para aghniya’ (kaya) atau instansi untuk turut serta menyalurkan bantuan bagi wanita tersebut. Menurutnya, masalah sosial yang terkait dengan nestapa kehidupan warga miskin sejatinya cukup banyak, tapi tak pernah terekspos ke luar.

Hal tersebut, katanya, tentu tidak bisa dipasrahkan kepada pemerintah semata. Sebab, anggarannya juga terbatas. “Karena itu, semangat gotong royong harus diabangun, dan kepedulian para aghniya’ juga perlu terus didorong,” ungkapnya kepada Ulama Salaf Online. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Sejarah Ulama Salaf Online

Rabu, 28 Februari 2018

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Aceh Utara, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan, Selasa (14/7) dengan mengunjungi pengusi Rohingya di Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara di Dusun Krueng Inoeng, Desa Blang Adoe, Kemukiman Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara,? sekitar pukul 14.30 WIB.

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Kunjungan kali ini untuk membagikan paket lebaran, berupa alat kosmetik dan peralatan mandi.? “Sumbangan ini semua bersumber dari Pimpinan Pusat LPBI NU yang disalurkan oleh PCNU Aceh Utara,” kata Teungku Zulfadli selaku koordinator penyalur bantuan dan juga sekaligus ketua tanfidziyah PCNU Aceh Utara.

Bantuan diserahkan langsung kepada pengungsi Rohingnya dan mereka sangat antusias dan mengucapkan terimakasih kepada PP LPBI NU. “Mereka sampaikan ucapkan terimakasih kami dan salam kami kepada PP LPBI NU”, tutur Hasan salah satu pengungsi Rohinngya yang bisa bahasa Melayu.

Ulama Salaf Online

Turut hadir Sekretaris Tanfidziyah PCNU Aceh Utara Tgk. Armia Sulaiman, Bendahara Tgk. Hamdani A.Hamid serta satu orang perwakilan muntasyar Tgk. H.Ismail. (Indra/Anam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Pahlawan, Makam Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Abu Yazid dan Pemabuk

Salah satu kebiasaan Imam Abu Yazid (804-874 M) adalah sering berjalan-jalan di sekitar pemakaman. Suatu malam ketika kembali, ia berpapasan dengan seorang bangsawan muda yang sedang memainkan barbath (semacam kecapi). Imam Abu Yazid secara refleks mengatakan: “La haula wa la quwwata illa billahi” sebagai bentuk memohon perlindungan Allah. 

Pemuda itu tengah mabuk dan memukul kepala Imam Abu Yazid dengan barbathnya, hingga barbathnya pecah. Kepala Imam Abu Yazid pun berdarah. Ia kembali ke tempatnya dan memanggil salah seorang temannya. Ia memberikan kepada temannya sebuah bungkusan yang dilipat rapi sembari mengatakan: Sampaikan maafku pada fulan dan berikan ini padanya serta sampaikan perkataanku ini:

Abu Yazid dan Pemabuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu Yazid dan Pemabuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu Yazid dan Pemabuk

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?

“Uang dirham ini adalah kompensasi atas barbath tuan (semacam kecapi) yang hancur karena kepalaku, dan manisan ini untuk menghilangkan kesedihan tuan sebab (hancurnya barbath tuan) di saat memukulkannya (ke kepalaku).” (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliya’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashiliy al-Wasthani al-Syafi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 193).

Ulama Salaf Online

Setelah pemuda bangsawan itu mengetahui, bahwa orang yang dipukulnya tadi malam adalah Imam Abu Yazid, ia terharu dan bergegas mendatanginya untuk meminta maaf dan bertaubat.

****

Ulama Salaf Online

Akhlak Imam Abu Yazid ini mengandung dua dimensi, yaitu dimensi pembersihan hatinya sendiri dan dimensi dakwah. Dimensi pertama, ketika mengucapkan “la haula wa la quwwata illa billah,” ada seberkas prasangka bahwa dirinya lebih baik dari pemabuk yang sedang bermusik di jalanan. Amal ibadahnya selama ini membuka pintu ‘ujub dan takabbur dalam hatinya, seakan mengemukakan perkataan halus, “ana khairun minhu—aku lebih baik darinya.” 

Karena itu, ia memandang pentingnya taubat dari keterjebakan ketaatan agar tidak seperti Iblis. Ia berkata: “Taubatun al-ma’shiyah wahidah, wa taubatun al-tha’ah alfu taubatin—taubat maksiat itu satu nilainya, sedangkan taubat taat itu seribu nilainya.” (Dr. Abdul Halim Mahmud, Abu Yazid al-Bistham, Kairo: Darul Ma’arif, tt, 111).

Menurut Syekh Abdul Halim Mahmud (1910-1978 M), konsep taubat Imam Abu Yazid ini berdasarkan pada ayat (Q.S. al-Baqarah [2]: 221: “Inna Allah yuhibbu al-tawwabin—sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang memperbanyak taubatnya”, atau secara terus menerus. 

Lafad yang digunakan Al-Qur’an adalah al-tawwabin yang berarti orang yang banyak atau memperbanyak taubatnya, bukan al-ta’ibin (orang yang bertaubat). Tujuannya adalah, untuk menjaga pintu hati tidak mudah disusupi oleh sifat takabbur, sum’ah dan ‘ujub.

Dimensi kedua (dakwah), dengan menyampaikan permohonan maaf dan mengganti alat musik yang pecah sesuai dengan harganya, meskipun posisi Imam Abu Yazid di sini adalah korban, meninggalkan keharuan dan kesan mendalam di hati pemuda itu. Ditambah perhatian Imam Abu Yazid atas kesedihan hati pemuda itu karena barbathnya yang rusak, sehingga pemuda itu mengalami ekstase keharuan yang disebabkan oleh akhlak mulia seseorang, yang sama sekali tidak pernah sekalipun terlintas di benaknya, bahwa ada orang yang mampu bertindak di luar cakupan prediksi.

Akhirnya, Ia berlari menghampiri Imam Abu Yazid al-Bistham, memohon maaf dan menyatakan diri bertaubat. Taubat pemuda bangsawan itu bukan karena terancam oleh sesuatu, tapi kehalusan budi Imam Abu Yazid al-Bistham. 

Sehingga Fariduddin ‘Attar menggambarkan taubatnya pemuda itu dengan kalimat: “Taba min al-ma’ashi bi barakah dzalika al-huluq al-husn al-shadir ‘an Abi Yazid rahima Allah—pemuda itu bertaubat dari segala kemaksiatan karena berkah akhlak mulia yang keluar dari diri Abu Yazid, semoga Allah merahmatinya.” (Fariduddin ‘Attar, Tadzkirah al-Auliya’, hlm 193).

Akhlak mulia itu bersumber pada kontinuitas taubat, setiap saat, dimanapun tempatnya dan kapanpun waktunya. Baginya, taubat tidak perlu harus bermaksiat dulu, taubat seharusnya dilakukan setiap saat, untuk menjaga hati kita dari sifat-sifat tercela. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.





Muhammad Afiq Zahara, alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

Hari ini, Sepuluh Ribu Pelajar Jatim Gelar Doa

Surabaya, Ulama Salaf Online. Formula Ujian Nasional (Unas) tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk bisa sukses, diperlukan motivasi dan kiat khusus serta doa agar bisa sesuai harapan.



Hari ini, Sepuluh Ribu Pelajar Jatim Gelar Doa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari ini, Sepuluh Ribu Pelajar Jatim Gelar Doa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari ini, Sepuluh Ribu Pelajar Jatim Gelar Doa

Sadar dengan sulit dan berbadanya pelaksanaan Unas tahun 2013, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menyelenggarakan acara Doa Sukses Unas dan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu 6/4.

“Ini bentuk komitmen IPNU, khususnya di jawa Timur terhadap suksesnya pelaksanaan Unas,” kata Ketua PW IPNU Jatim, Imam Fadlli. “Diharapkan pada pelaksanaannya nanti, para pelajar dan santri NU mampu menyelesaikan tahapan Unas dengan baik dan bisa lulus seratus persen,” katanya kepada Ulama Salaf Online (5/4).

Ulama Salaf Online

Pada acara yang akan diikuti sekitar sepuluh ribu pelajar dan santri se Jawa Timur ini, juga akan hadir Mendiknas, Prof Muhammad Nuh, Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah, Gubernur Jawa Timur dan Wakil, DR Soekarwo, Saifullah Yusuf, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, DR Harun.?

Ulama Salaf Online

Dalam pandangan Imam Fadlli, Unas tahun ini sangat berbeda dengan sebelumnya. “Karena itu, para pelajar harus mendapatkan pemahaman yang memadai akan hal tersebut,” kata pria kelahiran Lamongan ini.?

Baginya, sukses Unas juga bukan semata diukur oleh jumlah kelulusan yang mencapai angka absolud, namun juga tidak terjadinya kecurangan.?

“Sukses Unas itu maknanya juga tidak terjadinya saling contek, bocornya soal, serta perilaku negatif lain yang mencederai makna sukses tersebut,” katanya saat didampingi Novi Trihartanto, Sekretaris PW IPNU Jatim.

Oleh karena itu, sejumlah pelajar sengaja dikumpulkan demi mendapatkan seputar Unas serta tambahan motivasi bagi kesiapan mental para pelajat tersebut. Doa sukses nantinya akan diawali dengan istigotsah.?

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Februari 2018

Kemenag Sidoarjo Bentuk Pameran Kitab-kitab Kuno

Sidoarjo, Ulama Salaf Online

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo, Achmad Rofii, akan menghidupkan kembali beberapa kitab kuno yang legendaris di Sidoarjo, Jawa Timur.?

Kemenag Sidoarjo Bentuk Pameran Kitab-kitab Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Sidoarjo Bentuk Pameran Kitab-kitab Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Sidoarjo Bentuk Pameran Kitab-kitab Kuno

Hal itu dilakukan Rofii agar generasi penerus bangsa memahami latar belakang sejarah klasik yang bisa dipertanggungjawabkan dengan sanad-sanad yang shahih dari kumpulan kitab-kita kuno tersebut.

"Untuk dunia pendidikan khususnya budaya pustaka, kami ingin menghidupkan kembali kita-kitab kuno yang menjadi legendaris di Sidoarjo ini. Budaya pustaka itu akan kami wujudkan dalam bentuk pameran kitab-kitab klasik. Supaya anak-anak mempunyai latar belakang sejarah kelasik yang bisa dipertanggung jawabkan dengan sanad-sanad yang shohe," kata Rofii, Rabu (24/2/2016).

Rofii meminta kepada seluruh pondok pesantren serta lembaga di bawah naungan Kemenag Sidoarjo, supaya mengamankan dan mengkaji kembali kitab-kitab klasik itu sendiri.?

"Kitab-kitab kuno itu sendiri tentu banyak sekali. Salah satu contohnya penerjemahan kitab Ihya Ulumuddin, itu nanti bisa dicontohkan," tuturnya.

Ulama Salaf Online

Ia menjelaskan, pengajian serta amalan-amalan Kiai sepuh dulu yang sudah dilakukan selain membaca dan menulis, akan dimunculkan dalam pameran kitab klasik. "Itulah amaliyah para Kiai dulu, selain mengaji juga menulis. Nanti akan kami tampilkan kembali agar bisa istiqomah," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Makam Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Persahabatan kita dengan orang saleh dapat membawa keuntungan kepada kita. Persahabatan ini menjadi tanda bahwa kita juga setidaknya mendekati kesalehan yang diridhai oleh Allah SWT sebagaimana disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “(Mahasuci Allah) yang tidak ‘mempertemukan’ kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya.”

Ulama Salaf Online

Syekh Syarqawi coba menjelaskan bahwa Allah juga memiliki kecemburuan di mana ia tidak memperkenankan orang lain bergaul dengan orang-orang saleh yang menjadi kekasih-Nya. Bahkan, sebagian kekasih-Nya (para wali) tidak dikenal oleh makhluk-Nya termasuk para malaikat sehingga Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka.

? ? ?) ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya, “(Mahasuci Allah yang tidak ‘mempertemukan’) memperkenalkan dan menyatukan (kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya) karena para wali itu adalah kekasih-Nya sehingga dapat menimbulkan ‘cemburu’ jika Allah mempertemukan selain kekasih-Nya dengan para wali itu. Ini berlaku untuk sebagian wali. Mereka adalah orang yang digerakkan untuk suluk. Sedangkan orang yang dikehendaki sampai pada-Nya akan dipertemukan dengan para wali dalam bentuk persahabatan khusus. Para wali itu terbagi dua kategori. Satu kelompok wali diperkenalkan oleh Allah kepada kalangan awam dan kalangan tertentu. Satu kelompok wali lainnya diperkenalkan oleh-Nya hanya kepada kalangan tertentu. Tetapi ada juga sekelompok wali yang tidak diperkenalkan kepada satupun makhluk-Nya termasuk malaikat hafazhah. Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka dan tidak memperkenankan tanah mengurai jasad mereka,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 2-3).

Pergaulan dengan orang saleh membawa berkah tersendiri bagi kesehatan batin manusia. Pergaulan itu membawa pengaruh tersendiri kepada batin manusia dengan catatan tetap menjaga adab terhadap orang-orang saleh itu. Kalau hujan saja bermakna berkah, apalagi para kekasih Allah sebagaimana disebutkan oleh Syekh Zarruq dalam kutipan berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, yang dimaksud ‘wushul’ atau ‘sampai’ di sini adalah mengenal wali Allah dalam bentuk pergaulan yang menuntut pelaksanaan kewajiban berupa penghormatan terhadap perintah dan larangannya… Sejumlah ulama mengatakan, ‘Hujan adalah saat-saat dekat dengan Allah karenanya kita dianjurkan untuk keluar dan tabarukan saat hujan turun. Ini disebutkan oleh Rasulullah SAW. Itu baru keberkahan hujan, apalagi orang beriman ahli makrifat (arifin)?’... Salah satu dalil bahwa memandang wajah arifin dapat menambah makrifat dan lain sebagainya adalah ucapan Anas RA, ‘Tidaklah kami menghalau debu makam Rasulullah SAW yang melekat di tangan kami melainkan kami merasakan ada sesuatu yang kurang di hati ini,’ (lanjutkan terusannya). Secara umum, para wali Allah adalah pintu-Nya. Perkenalan dengan mereka adalah kunci pintu tersebut. Sementara gigi kunci itu adalah upaya menjaga diri agar tetap hormat, khidmat, sopan, dan keluasan rahmat kepada mereka. Siapa yang berinteraksi dengan mereka melalui cara demikian, maka ia akan dibukakan pintu. Tetapi kalau tidak dengan cara itu, maka ia berada dalam bahaya,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 133-134).

Orang-orang saleh adalah pintu kita masuk kepada Allah. Mereka adalah orang-orang pilihan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang selayaknya kita kenal lebih dekat dengan penuh adab dan kesantunan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online PonPes, Makam, Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Senin, 15 Januari 2018

Produktif Menulis, Lahirkan 4 "Buku Berat"

Di dunia tulis-menulis, nama Muhammad Al-Fayyadl (27 tahun) sudah cukup dikenal. Sejumlah buku terlahir dari pria yang kini menempuh pendidikan di Universite Paris 8 pada jurusan Filsafat dan Kritik Kontemporer Kebudayaan itu.

Dilahirkan di lingkungan pondok pesantren, 27 tahun silam, gaya hidup seorang santri memang sangat melekat dengan sosok Muhammad Al-Fayyadl. Setidaknya, itu terlihat ketika Kontributor Ulama Salaf Online Probolinggo menemuinya pada Ahad (4/8) di rumahnya.

Pria yang baru pulang dari Prancis, pada Ahad (28/7) dini hari itu, mengenakan sarung dan berkopiah, layaknya santri lainnya. Menekuni filsafat barat dan belajar di negeri Napoleon ternyata tidak membuat gaya hidup Al Fayyadl jadi kebarat-baratan. Identitas santri tetap melekat pada pria kelahiran Oktober 1985 itu.

Produktif Menulis, Lahirkan 4 Buku Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Produktif Menulis, Lahirkan 4 Buku Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Produktif Menulis, Lahirkan 4 "Buku Berat"

Ya, masa kecilnya memang banyak dihabiskan di lingkungan pesantren. Mulai Pesantren Nurul Jadid, di Kecamatan Paiton, Pesantren Nurul Qur’an di Kecamatan Kraksaan  sampai Pesantren Annuqayah, di Kabupaten Sumenep, Madura.

Fayyadl dilahirkan di lingkungan Pesantren Nurul Jadid Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Pendidikan dasar ia kenyam di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Mun’im, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton. Selama di Paiton, ia rutin mengikuti pengajian bersama santri lain pada kakeknya, alm KH. Hasan Abdul Wafi, dan pengasuh Pesantren Nurul Jadid saat itu alm KH. Abdul Wahid Zaini. “Kalau Ramadhan, saya pasti ikut pengajian,” katanya.

Selain menimba ilmu di Pesantren Nurul Jadid, Fayyadl juga pernah nyantri di Pesantren Nurul Qur’an, di Kecamatan Kraksaan namun tak sampai setahun. Di pesantren tersebut, penulis buku Derrida ini, sempat menghafal beberapa surat dalam Al Qur’an.

Ulama Salaf Online

Lulus MI, ia mondok di Pesantren Annuqayah, di Kabupaten Sumenep. Di pesantren tersebut dia menempuh pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Di sini, dia mulai menaruh minat pada bidang Tasawuf dan sastra Indonesia melalui buku-buku yang dibacanya dari perpustakaan.

Saat masih duduk di bangku kelas 2 MTs, dia sudah mulai membaca buku Ibnu Sina dan nama-nama lain dalam dunia tasawuf. Ia juga mulai membaca karya-karya Imam Ghazali yang selain sufi, juga seorang filsuf.

Ulama Salaf Online

Di bidang sastra, Fayyadl mulai membaca buku-buku Pramoedya Ananta Toer. Antara lain “Bumi Manusia” dan “Anak Semua Bangsa” (dua buku pertama dari empat buku tetralogi Paramoedya, Red). “Buku Jejak Langkah dan Rumah Kaca, waktu itu saya belum dapat,” kata putra sulung dari H. Malthuf Siraj dan Hj. Hamidah Wafie tersebut.

Buku-buku tersebut, dia dapat dengan cara meminjam pada Makmun, seorang familinya di pesantren. Dari perpustakaan Makmun, Fayyadl juga banyak membaca buku-buku sosial dan filsafat. Hingga akhir Tsanawiyah, dia mulai aktif menulis di buletin pesantren. “Saya suka menulis dengan bentuk esai karena lebih bebas berekspresi,” katanya.

Memasuki tahun 2000, bersama seorang temannya Faisol, Fayyadl menerbitkan buku kumpulan puisi berjudul “Pertemuan Sufi”. Yang spesial baginya, penyair kenamaan dan pemilik Diva Pers Edi AH. Iyubenu bersedia menulis epilog dalam buku perdananya tersebut.

“Buku itu dibedah di pondok. Dan itu pengalaman pertama saya berbicara di depan orang banyak,” kenang penulis buku Teologi Negatif Ibn Arabi, terbitan LKiS tersebut.

Fayyadl mulai memberanikan diri menulis di media massa, setelah bertemu dan banyak berdiskusi dengan Abdul A’la (kini Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, Red) yang juga pamannya. “Dia (Abdul A’la, Red) banyak menulis di jurnal Taswirul Afkar, Jawa Pos, Kompas, serta media lain,” kata Fayyadl.

Itulah yang melecutkan semangatnya untuk melakukan hal serupa. Hingga akhirnya, tulisannya dimuat di majalah Aula (terbitan PW NU Jawa Timur). Fayyadl ingat betul topik yang ia bahas di tulisan perdananya di media massa tersebut: fiqh.

Saat kelas 3 MA, Radar Madura (Jawa Pos Group) menyediakan halaman opini. Beberapa tulisan Fayyadl, termuat di koran tersebut. Tanpa ia sadari, kebiasaannya menulis di koran lokal tersebut telah memudahkannya menulis di Koran Jawa Pos. Dan, itu terjadi saat ia mulai kuliah di Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Jogjakarta pada Fakultas Ushuluddin, jurusan Aqidah Filsafat.

Lulus dari Jogjakarta, Fayyadl lantas melanjutkan studi di Universite Paris 8 pada jurusan Filsafat dan Kritik Kontemporer Kebudayaan pada 2012 lalu. Hingga kini, terhitung telah ada empat buku yang lahir dari tangannya.

Selain kumpulan puisi Pertemuan Sufi, ia juga menerbitkan buku Tawashin: Kitab Kematian (diterbitkan saat kuliah di semester II) yang merupakan terjemahan dari tulisan Al-Hallaj, seorang tokoh sufi yang tewas dibunuh. Kemudian ada buku filsafat berjudul Derrida (2005) dan yang terakhir Teologi Negatif Ibn Arabi: Kritik Metafisika Ketuhanan (2012).

Selain buku pertama, buku karya Fayyadl diterbitkan di Jogjakarta. Buku yang disebutkan terakhir, adalah pengembangan dari skripsinya di IAIN Sunan Kalijaga. Dan kini, sebuah buku baru tengah disiapkannya.

Saat mendapat galar sarjana strata 1 dari IAIN Sunan Kalijaga, ada empat alternatif karir pemikiran (begitu dia memberi istilah) yang akan dijalaninya. Yakni, menekuni filsafat barat, studi keislaman, ilmu-ilmu social, dan sastra.

Namun, pria yang pernah menjadi editor pada penerbitan LKiS Jogjakarta tersebut, memilih filsafat. “Saya rasa, pengetahuan saya di sini masih kurang,” kata penulis yang sempat berencana menempuh studi di Maroko dan Mesir saat lulus Aliyah tersebut.

Ia berobsesi memberikan kontribusi pada wacana filsafat di Indonesia yang menurutnya belum begitu mengakar. Padahal, hal itu sangat penting. Tanpa itu, katanya, tak mungkin founding fathres Indonesia Soekarno merangkai republik ini pada 1945 silam. Baginya, presiden pertama tersebut, terpengaruh pada wacana kebebasan yang berkembang dalam revolusi Prancis saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.  (Syamsul Akbar: Red/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi?

Pringsewu, Ulama Salaf Online

Allah SWT telah menganugerahkan kenikmatan kepada manusia dalam kehidupannya di dunia. Saking banyaknya kenikmatan-kenikmatan yang diperoleh tersebut, bisa dipastikan tidak bakal bisa dihitung satu persatu oleh manusia. Namun nikmat-nikmat yang dikaruniakan kepada kita ini bisa dihitung bedasarkan kategorinya menjadi 5 jenis seperti yang diterangkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin.

Demikian kata Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim di depan Jamaah Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi yang memadati Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (27/3).

Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenis Nikmat Apakah yang Paling Tinggi?

Lebih lanjut Alumni Pesantren Pandanaran Yogyakarta ini menjelaskan kategori nikmat yang dianugerahkan kepada manusia meliputi pertama yaitu nikmat harta benda atau kekayaan. "Nikmat ini merupakan nikmat yang paling rendah. Namun pada prakteknya dizaman sekarang ini justru ini yang paling diburu oleh manusia," ujarnya.

Jenis nikmat yang kedua adalah nikmat kesehatan. Nikmat kesehatan ini menurut Taufiq tidak bisa diukur dan lebih berharga dibandingkan dengan nikmat kekayaan. "Saking bernilainya nikmat ini, harta kekayaan manusia bisa habis untuk mengembalikan nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah," terangnya.

Nikmat yang ketiga adalah kenikmatan telah diberikan kelengkapan anggota tubuh dan panca indera. Kenikmatan ini menurut taufiq sangat patut disyukuri karena bila sampai kehilangan salah satu kelengkapan tubuh maka bisa dipastikan kelancaran dalam beraktifitas akan terganggu.

Ulama Salaf Online

"Ingat jangan sampai kita mengomersilkan anggota tubuh kita dengan menjualnya untuk kepentingan materi dan ingat juga jika anggota tubuh kita tidak ada spare part-nya. Jaga baik-baik," candanya diikuti senyum para jamaah.

Ulama Salaf Online

Selanjutnya nikmat yang keempat adalah nikmat diberikannya ruh atau nyawa dalam badan kita. Taufiq menjelaskan bahwa dengan adanya ruh inilah manusia dapat beraktifitas. "Kita dapat menikmati dunia ini serta masih dihargai oleh orang lain karena masih ada ruh ditubuh kita," jelasnya.

Dari 4 jenis nikmat tersebut yang paling tinggi adalah nikmat yang kelima yaitu nikmat iman dan Islam. "Kita harus bersyukur telah dilahirkan dalam Islam dan keimanan. Karena nikmat inilah yang akan menjadi bekal bagi kehidupan yang paling abadi yaitu kehidupan di akhirat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Kantin yang berada di Sekolah Menengah Kejuruan Plus Nahdlatul Ulama (SMK Plus NU) Sidoarjo ini setiap harinya selalu menerapkan sifat dan sikap jujur dalam melakukan transaksi jual beli yakni dengan menciptakan kantin yang diberi nama ‘kantin kejujuran’.

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Meskipun di belakang sekolah tersebut terdapat beberapa kantin, namun kantin kejujuran ini tetap menjadi rujukan bagi para siswa untuk mencari kebutuhan sekolah. Di dalamnya terdapat beberapa macam barang dagangan seperti obat-obatan (sirup dan lainnya), buku, pulpen, makanan ringan, air mineral, nasi bungkus, dan sebagainya.

Kantin yang mempunyai ukuran 3x6 meter itu dibangun sejak tahun 2014 lalu. Menurut Ketua OSIS SMK plus NU Sidoarjo Tri Dewi Nurjanah kelas XI Farmasi mengatakan, bahwa sekolah membiasakan berlaku dan berprilaku jujur sehingga bisa terwujud hingga ke masyarakat luas.?

Ulama Salaf Online

"Hal ini tidak lain untuk membiasakan kejujuran. Karena dengan kebiasaan itu nanti kedepannya akan jujur terus. Dan selama ini alhamdulillah tidak ada yang tidak jujur," tuturnya, Rabu (25/3).

Sementara itu, Kepala SMK Plus NU Sidoarjo M Fathul Jinan mengatakan, bahwa dengan adanya kantin kejujuran itu para siswa tidak lagi membeli apa yang menjadi kebutuhannya di tempat lain. Dengan adanya kantin kejujuran ini mereka akan menerapkan dan membiasakan jual beli dengan jujur.

Ulama Salaf Online

"Target kami adalah untuk melatih riyadho dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan membiasakan berbuat dan bersikap jujur, dalam kehidupan sehari-harinya mereka akan terbiasa jujur. Kelak ketika mereka sudah terjun di masyarakat, untuk berkata dan berbuat jujur pun mereka sudah bisa," ungkap Fathul Jinan. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, PonPes, Makam Ulama Salaf Online

Selasa, 26 Desember 2017

Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Demak, Ulama Salaf Online

Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak menyelenggarakan kegiatan Jalsah Mubarokah bersama Al Habib As Sayyid Amin bin Muhammad bin Ali Al Hasaniy dari Lebanon, cucu dari As Sayyidi Asy Syaikh Abdul Qodir Al jilani. 

Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani Sambangi Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Kegiatan tersebut di laksanakan di Masjid An Nur Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, yang diikuti oleh santri, kiai dan pengasuh yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Futuhiyyah. 

Pihak pondok mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas  kehadiran Al Habib As Sayyid Amin bin Muhammad bin Ali Al Hasaniy dari Lebanon, yang sebelumnya juga sudah pernah hadir juga cucu Syekh Abdul Qodir Al Jilani lainnya, yaitu Asy Syaikh As Sayyid Muhammad Asyrof Kalim Asyrof Al Jilani dan Asy Syaikh As Sayyid Jamal Asyrof Asyrofi Al Jilani dari India, dan juga Syekh Muhammad Fadhil Al Jilani dari Turki. 

Pesantren Futuhiyyah memang berkeinginan untuk menghadirkan para cucu Syekh Abdul Qodir Al Jilani, yang mana beliau adalah mursyid Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsyabandiyyah yang sanadnya sampai kepada Syekh Abdul Qodir Al Jilani. 

Selanjutnya dalam Mauidhoh Al Habib As Sayyid Amin bin Muhammad bin Ali Al Hasaniy mengajak kepada hadirin untuk menggunakan waktu sebaik-baik mungkin, untuk mencari ilmu, beribadah, beramal sholeh, aktivitas yang bermanfaat pada orang lain, dan lain sebagainya. 

Ulama Salaf Online

Dia menjelaskan tentang kandungan surat Al Mujadilah ayat 11, bahwasanya Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman sekaligus orang yang berilmu.

Dia juga menjelaskan tentang hukum mencari ilmu, ada hukum yang sifatnya fardu ‘ain (wajib bagi setiap orang) yaitu ilmu tentang syari’at, dan juga ada hukum mencari ilmu yang sifatnya fardu kifayah (wajib bagi sebagian orang) seperti halnya ilmu kedokteran, ilmu perbintangan, dll. 

Pada kesempatan tersebut Sayyid Amin memberikan ijazah secara umum untuk mengamalkan bacaan tahlil (La ilaha illah) 100 kali, istighfar 100 kali dan sholawat 100 kali setiap pagi dan sore. (Abdus Shomad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Makam, Warta Ulama Salaf Online

Sabtu, 23 Desember 2017

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Tegal, Ulama Salaf Online - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai Said) menegaskan bahwa NU, masyarakat, dan Indonesia juga harus maju. Hal itu dikatakan Kiai Said saat menghadiri Halal Bihalal di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Kamis (20/7).

Kemajuan itu, kata Kiai Said, yakni maju di bidang agama, akhlak, ilmu religi, kultur, moral, kemanusiaan, dalam bahasa arabnya Tsaqafah. "Kalau masyarakat Tegal, warga NU, semuanya agamanya bagus, akhlaknya bagus, cerdas berpendidikan, namanya masyarakat itu telah maju di bidang tsaqafah," ujar Kiai Said.

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Yang kedua, lanjutnya, kemajuan dibidang ekonomi, tatanan kehidupan masyarakat, administrasi, manajemen, pembangunan fisik. "Kemajuan itu dalam bahasa arab namanya hadharah. Jika kedua-duanya maju, maka orang itu disebut tamaddun atau mutamadin. Sedangkan masyarakatnya disebut Madinah," jelasnya

Ulama Salaf Online

Menurut kiai kelahiran Cirebon itu, Warga NU masih bisa dibanggakan tsaqafahnya, agamanya, akhlaknya, moralnya bagus. Tetapi warga NU yang masih ketinggalan dibidang hadoroh, kesejahteraannya masih ketinggalan.

Ulama Salaf Online

"Masih banyak warga NU yang sangat-sangat miskin, sangat-sangat fakir, menyedihkan kalau kita lihat, masih banyak warga NU yang masih berpikir besok makan apa. Hari ini tidak makan, tapi besok makan apa? Ungkap Kiai Said

Fakir itu, kata Kiai Said, rezekinya ditentukan oleh tulang punggungnya. Kalau mau angkat-angkat dia bisa makan, kalau tidak angkat-angkat, maka tidak makan. "Kalau miskin punya sumber rezeki/gaji, punya masukkan tapi kurang mencukupi," terangnya

Oleh karena itu, bagaimana caranya agar agamanya maju, akhlaknya baik, pendidikannya maju, ekonominya juga maju.

"Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah berhasil 15 abad yang lalu membangun Madinah. Masyarakatnya? beriman, berakhlak, berbudaya, bermoral, dan sejahtera, tidak ada yang kelaparan. Maka negaranya namanya Madinah, karena masyarakatnya cukup sandang, pangan, papan, dan agamanya bagus," urai Kiai Said.

Ia menegaskan, tidak boleh ada orang atau sekelompok orang kaya sendiri, tidak boleh kenyang sendirian. Tidak boleh organisasi hanya memikirkan kepentingan organisasinya saja.

"Semua harus bekerja sama untuk mewujudkan itu. Kewajiban pemerintah bagaimana membangun kesehatan masyarakat, kesejahteraan, pendidikan dan lainnya agar maju semua. Negara maju bukan hanya ekonomi saja tapi juga pemerataan," imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman, sejumlah kiai, Pemuda Ansor, Banser dan ratusan warga Nahdliyin. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Makam, Tokoh Ulama Salaf Online

Rabu, 20 Desember 2017

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2)

Mataram, Ulama Salaf Online. Proses pembuatan bendera raksasa NU, hingga kemarin, Senin (20/11) memakan waktu 40 hari. Beberapa faktor, terutama masalah cuaca, menyebabkan proses pembuatannya molor 10 hari dari waktu yang ditargetkan. Pasalnya, beberapa tahap perampungan bendera itu dilakukan di ruangan terbuka, bahkan di lapangan sepak bola.   

“Kini tahap finishing, tapi saya yakin akan selesai,” kata koordinator pembuatan bendera itu, Muhammad Hirjan, di kompleks Pendidik NU, kota Mataram, Senin malam (20/11).

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (2)

Ia menjelaskan, bendera raksasa berukuran 60 m x 40 m atau seluas 240 m persegi. Bobotnya sekitar 600 kg atau 6 kuintal. Sementara yang menjahit kain-kain berwarna hijau itu menjadi satu, hanya satu orang, Ahmad Ritaudin, yang dibantu oleh beberapa asistennya.

Ulama Salaf Online

“Hingga malam ini, ia masih mengerjakannya, memperluas kain itu,” kata dia.

Ulama Salaf Online

Logo NU di bendera di kain itu, lanjutnya, dilakukan secara manual oleh sembilan orang. Mereka tidak membuat pola atau seketsa terlebih dahulu, melainkan langsung menggunakan rol. Sembilan orang itu memang ahli kaligrafi Lombok sehingga bisa menyerasikan ukuran besar huruf dengan luas kain.

Semua yang terlibat pada pembuatan itu, kata dia, adalah para santri dari pesantren-pesantren bumi seribu mesjid. Ahmad Ritaudin misalnya, adalah alumnus pondok pesantren Qomarul Huda, Bagu, yang diasuh Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin.

Bendera NU raksasa itu akan dihadirkan pada Pawai Ta’aruf Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2017 di Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).

Pawai itu akan diawali dengan yang dihadiri belasan ribu Nahdliyin, Selasa (22/11). Rute pawai itu dari Islamic Center kota Mataram ke lapangan Sangkareang sejauh 1 km. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Kajian, Makam Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Untuk Dakwah, NU Buka Pintu Kesenian

Jakarta, Ulama Salaf Online. Untuk kepentingan dakwah, Nahdlatul Ulama membuka pintu kesenian. Kesenian merupakan ruang luas yang sangat efektif bagi kepentingan dakwah dan syiar Islam.

Demikian dikatakan violinis santri yang mendunia Sagaf Faozata Adzkiya kepada Ulama Salaf Online dalam sebuah wawancara lewat telepon, Kamis (21/3) malam.

Untuk Dakwah, NU Buka Pintu Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Dakwah, NU Buka Pintu Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Dakwah, NU Buka Pintu Kesenian

“NU tidak menyampaikan dakwah melalui satu medium. Penanaman dakwah juga dilakukan melalui pintu seni dan budaya,” ungkap Sagaf yang dibesarkan dalam keluarga pesantren di Cilacap Jawa Tengah.

Atas sikap NU itu, Sagaf yang menamatkan sekolah musik di Yogyakarta (2003) menyatakan kenyamanannya berekspresi. Karena, NU menurutnya, tidak membenturkan agama dengan kesenian.

Ulama Salaf Online

Dengan sikap NU atas kesenian, umat Islam secara leluasa mengembangkan bakat dan aneka bentuk ekspresi tanpa beban keagamaan, tambah Sagaf yang menyelesaikan kuliah jurusan musik di ISI Yogyakarta, (2011).

Sagaf Faozata Adzkiya adalah anggota orkestra kemerdekaan 17 Agustus (Gita Bahana Nusantara) di Istana Merdeka pada tahun 2002, 2007, 2008, 2009, dan 2010. Ia juga anggota Southeast Asian Youth Orchestra and Wind Ansamble (SAYOWE) di Bangkok tahun 2004, 2007, 2008.

Ulama Salaf Online

Pada malam Pidato Kebudayaan dan malam Anugerah Asrul Sani dalam rangka 10 tahun Ulama Salaf Online, Kamis (28/3) malam, ia akan mementaskan irama Selawat Badar, Indonesia Raya, dan beberapa lagu lain dengan instrumen violin.

?

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam Ulama Salaf Online

Jumat, 15 Desember 2017

Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar

Banda Aceh, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU) Kota Banda Aceh menggelar Training Spiritual Leadership? dan Latihan Kepemimpinan Muda (Lakmud), Sabtu (31/12). Penguatan ke-Aswajaan NU ini diadakan selama sehari di Aula Museum UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Ketua IPNU Ridwan Idy mengatakan, Training Spiritual Leadership dan Latihan Kader Muda IPNU dan IPPNU Banda Aceh bertujuan untuk menanam aqidah bagi kader muda NU agar sesuai dengan pengamalan ajaran Islam yang sebenarnya, Ahlussunah wal Jamaah.

Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banda Aceh Perkuat Ke-Aswajaan di Kalangan Pelajar

Sekretaris PWNU Aceh Ustadz Asnawi M Amin pada pertemuan ini mengatakan, "IPNU dan IPPNU di Aceh tidak begitu terkenal. Berbeda dengan IPNU dan IPPNU di Pulau Jawa. Kalau di Pulau Jawa, gerakan pelajar NU lebih aktif sampai ke tingkat sekolah-sekolah," ujarnya.

Pendidikan ini diisi oleh tiga pemateri yaitu Ustadz Asnawi M Amin, Ustadz Umar Rafsanjani, dan Afdhal Khalilullah Mukhlis. (Ketua KNPI Kota Banda Aceh). (Fauzan/Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Makam Ulama Salaf Online

Senin, 11 Desember 2017

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Oleh Mohamad Muzamil

Sebagai umat Islam kita patut bersyukur atas terselenggaranya Konferensi Internasional Bela Negara yang diselenggarakan Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Muktabaroh al-Nahdliyah (Jatman) bekerja sama dengan Kementerian pertahanan RI tanggal 27-29 Juli di Pekalongan. Konferensi yang dihadiri ulama thariqah dari 40 Negara tersebut menghasilkan 15 poin kesepakatan penting, agar umat Islam dan segenap komponen bangsa di dunia ini mencintai negaranya masing-masing serta mendorong terwujudnya kerja sama internasional dalam mewujudkan perdamaian, keadilan dan kemakmuran.

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kebangsaan Ulama Thariqah

Kesepakatan dalam konferensi internasional tersebut mencerminkan kedalaman dan keluasan serta pengamalan ilmu yang dimiliki ulama thariqah. Ulama thariqah bukan semata-mata menguasai ilmu tasawuf semata namun juga mengusai ilmu tauhid dan syariah secara lengkap serta menguasai ilmu-ilmu untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.

Dengan demikian ulama thariqah adalah kumpulan orang-orang yang muwahid (memahami dan mengamalkan tauhid), faqih (memahami dan mengamalkan syariah) dan shufi (memahami dan mengamalkan al-ihsan). Mereka termasuk orang-orang yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah, menebarkan semua kebahagiaan dan kebaikan dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat kelak.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Mereka termasuk orang-orang pilihan Allah yang dikehendaki-Nya diberikan ilmu, hikmah dan keutamaan-keutamaan serta istiqomah dalam ibadah dan kebaikan. Mereka sama sekali tidak menaruh syak wasangka kepada siapa pun utamanya kepada orang-orang yang belum mendapat petunjuk sekalipun. Justru para ulama tersebut memiliki rasa kasih sayang yang besar kepada umat sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mencintai umat manusia.

Mereka selalu berikhtiar dan mendoakan kepada semua umat manusia di dunia ini agar mendapatkan hidayah, keadilan dan kemakmuran dalam kehidupannya.

Dalam menjalankan amar maruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan mencegah keburukan), mereka melakukannya dengan hikmah, kearifan dan tanpa tindakan kekerasan. Mereka tidak memiliki kepentingan pribadi kecuali semata-mata mengharap ridha Allah Taala.? Mereka selalu berbuat baik kepada siapa pun sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya serta para al-salaf al-shalih melakukannya dalam sejarah yang telah lampau.

Para ulama thariqah selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Jika mereka melihat orang yang lebih tua maka mereka beranggapan bahwa orang yang lebih tua itu telah memiliki amal kebaikan yang sangat banyak. Sedangkan jika mereka melihat orang yang lebih muda maka mereka menganggap bahwa yang masih muda belum memiliki dosa dan kesalahan yang banyak. Hal ini menjadi karakter yang luar biasa dari ulama thariqah karena diilhami sultan auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani radliyallahu anh. Pernah suatu ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailani pulang dari shalat jamaah di masjid. Dalam perjalanan ia bertemu seorang pemuda yang sedang dalam kondisi mabuk karena minuman keras. Waktu itu dalam hati Syekh Abdul Qadir al-Jailani terlintas dalam pikirannya (tidak dikatakan): "Pemuda kok mabuk-mabukan". Alangkah terkejutnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pemuda itu mengatakan dengan lantangnya: "Hai Syekh, anda ditakdirkan Allah termasuk orang yang al-alim al-allamah dan rajin beribadah. Bagaimana jika anda ditakdirkan Allah seperti saya yang pemabuk ini?" Seketika itu pula Syekh Abdul Qadir menangis mohon ampun kepada Allah Taala.

Semangat Kebangsaan

Semangat kebangsaan para ulama thariqah diilhami dari semangat Rasulullah dalam mencintai umatnya. Karena begitu besar rasa cinta Rasulullah kepada umat atau bangsanya, Rasulullah tidak ingin adanya pertumpahan darah yang akan memakan korban akibat ancaman dan perilaku keras orang-orang kafir Quraisy. Berdasarkan wahyu dari Allah, Rasulullah memerintahkan kepada umatnya untuk hijrah ke Habasyah. Setelah itu diperintahkan untuk hijrah ke Yatsrib atau Madinah.

Hijrah Rasulullah dan para sahabatnya ke Madinah bukan untuk menjajah sebagaimana orang-orang imperialis, tetapi untuk melaksanakan perintah Allah dan adanya pertolongan dari penduduk Madinah yang disebut kaum Anshar. Rasulullah dan para sahabatnya (kaum muhajirin) dapat hidup rukun dan bekerjasama dalam membentuk peradaban baru yang damai atas dasar nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Taala.

Kaum muhajirin bukan hanya bekerjasama dengan kaum anshar yang muslim tetapi juga kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani di Madinah. Mereka saling memperkuat satu sama lainnya dan membentuk pertahanan yang kokoh di Madinah dari serangan musuh. Ini lah contoh sebuah peradaban yang agung dan sangat mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Semangat cinta tanah air juga dilakukan para ulama di Nusantara ini sejak datangnya kaum penjajah. Hal ini misalnya dilakukan para Wali Songo pada abad ke-15 masehi dengan adanya perlawanan Raden Fatahillah kepada penjajah Portugis di Batavia, kemudian disusul perlawanan dari kesultanan yang ada di nusantara ini seperti Sultan Hasanudin, Sultan Agung Hanyukrokusumo, Sultan Ternate, Tidure dan sebagainya yang kesemuanya adalah atas bimbingan dan nasihat dari para ulama thariqah.

Setelah itu pada awal abad ke-19, muncul Pangeran Diponegoro dari kasultanan Mataram Yogyakarta, yang melakukan perlawanan kepada penjajah Belanda di tanah air pada tahun 1825-1830. Pangeran Diponegoro adalah termasuk pengamal thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Kemudian perjuangan kemerdekaan Indonesia dilanjutkan oleh ulama thariqah seperti Syekh Yusuf almakasari, Syekhuna Mbah Kholil Bangkalan, Hadratus Syekh KH M Hasyim Asyari, Syekh Hasyim bin Yahya, Syekh KH Abdul Wahab Hasbullah, Syekh Subkhi Parakan, dan masih banyak lagi ulama thariqah hingga Indonesia dapat merdeka seperti sekarang ini.

Semangat dan cinta tanah air seperti ditunjukkan oleh para ulama thariqah tersebutlah yang harus diwarisi oleh generasi sekarang dan mendatang, guna mewujudkan perdamaian dan keadilan seluruh umat manusia. Wallahu alam.

Mohamad Muzamil, pernah tabarukan di Pesantren Al-Fattah Setinggil, Al-Istiqomah Kembangan, dan Futuhiyah Mranggen, Demak.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Pesantren Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU

Jombang, Ulama Salaf Online

Warga Nahdhatul Ulama (NU) Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur resmi memiliki Baitul Mal wat Tamwil Nahdhatul Ulama (BMT-NU) cabang setempat dan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU), Ahad (21/2/2016) pagi menjelang siang.

Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Nahdliyin Kesamben Miliki BMT-NU Sekaligus Gedung NU

Melengkapi momentum peringatan hari lahir (harlah) ke-90NU, peluncuran BMT-NU juga peresmian kantor MWCNU tersebut dilakukan secara bersamaan. Hal ini merupakan kegembiraan tersendiri bagi masyarakat Nahdliyin, khususnya di Kesamben dan warga NU secara umum.

Peresmian yang dilangsungkan di aula kantor MWCNU Kesamben itu dilakukan Ketua NU Jombang, KH Isrofil Amar dan didampingi Ketua DPRD Jawa Timur, H A Halim Iskandar, Ketua DPC PKB Jombang, M Subaidi Mukhtar dan Ketua BMT-NU Jombang pusat, Khairul Anam.

Dalam sambutannya, Kiai Isrofil mengapresiasi terhadap kesolidan kinerja pengurus MWCNU Kesamben dan badan otonom (banom) NU yang lain untuk mendirikan lembaga keuangan mikro tersebut.  

“Kami sangat senang karena di Kesamben mulai Muslimat, Fatayat, Ansor dan banom yang lain sangat kompak,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Ia berharap kesolidan dan kebersamaan yang sudah dilakukan mereka hendaknya terus berlanjut hingga BMT-NU menjadi lembaga keuangan yang maju dan berkembang pesat, dan tidak mengenyampingkan tujuan awal berdirinya BMT-NU untuk menjembatani kesejahteraan warga masyarakat. “Semoga kebersamaan yang sudah dilakukan oleh Nahdliyin Kesamben bersifat selamanya,” harapnya.

Sementara Halim, begitu dia disapa setiap harinya disaat yang sama menyatakan akan terus mendorong pengembangan BMT-NU. Menurutnya optimalisasi pengembangan lembaga perekonomian sangat berkaitan dan mendorong dengan agenda besar Jawa Timur ke depan, yaitu pengembangan bidang ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan.

“Kita berdayakan ekonomi warga NU. Jangan sampai ekonomi Indonesia dimasuki ekonomi liberal,” tegas Halim, Ketua DPW PKB Jatim ini.

Ia juga memberikan bantuan kepada Pengurus Fatayat NU Kesamben berupa sepeda motor untuk kebutuhan operasional, dan kepada Pengurus Muslimat NU berupa peralatan kantor.

Ulama Salaf Online

Sementara M Subaidi Mukhtar, salah satu orang yang sangat berperan dalam pendirian gedung MWCNU dan BMT-NU di Jombang menegaskan bahwa BMT-NU tersebut adalah satu dari delapan BMT-NU yang difasilitasi oleh DPC PKB Jombang. 

“BMT NU kesamben ini adalah salah satu paket program yang telah disiapkan oleh DPC PKB Jombang. Saya sampaikan selamat atas diresmikannya BMT NU di kecamatan Kesamben ini,” kata Subaidi yang juga Wakil Ketua DPRD Jombang ini.

Namun demikian, melihat perkembangan BMT-NU yang begitu pesat di tiga MWC-NU Jombang yang sudah ada, menurutnya, DPC PKB Jombang akan mempercepat gerakan ekonomi kerakyatan yang dikelola Lembaga Perekonomian (LP) NU Jombang tersebut. yang semula target rampung pada tahun 2019 untuk 8 BMT-NU, namun akan dilakukan akselerasi sehingga pada 2017 mendatang semuanya sudah berdiri.

Dengan diresmikannya gedung MWCNU dan BMT-NU, Iin Inayatul Ainiyah, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat yang juga sebagai Pengurus BMT-NU Kesamben berharap akan menambah semangat dan kerjasama yang baik dalam menjalankan program NU yang sudah direncanakan. 

“Semoga dengan diresmikan gedung MWCNU akan menambah semangat seluruh pengurus MWCNU serta banom-banomnya dalam berorganisasi dengan niat berjuan di jalan Allah. Kepada para pengurus BMT-NU mari kita mantapkan niat, berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan BMT-NU, karena lembaga keuangan ini berjalan dengan baik jika pengelolaan dilakukan dengan baik dan tentunya didasari dengan SDM yang mumpuni,” ucapnya. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, Makam Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung

Demak, Ulama Salaf Online. Bupati Demak Drs. H.A. Dakhirin Said, MSi, membuka Konferensi Badan Pengelola Pendidikan (BPP) Lembaga Pendidikan Maarif NU (LP Ma’arif NU) Raudlatul Mualimin Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Ahad, (18/1) lalu di MTs NU Raum Wedung, Demak, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Dakhirin menekankan pentingnya masa depan generasi yang tidak lepas dari pendidikan. Sehingga, tambahnya, transfer ilmu pengetahuan agar diikuti oleh ketulusan dan keikhlasan sehingga ilmu yang amalkan akan memiliki manfaat dan keberkahan.?

Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Demak Buka Konferensi BPP LP Ma’arif NU Kecamatan Wedung

“Penting juga partisipasi aktif orang tua dalam mengawal proses dan hasil belajar anak-anaknya dalam menempuh pendidikannya,” ujar Dhakiri.

Ulama Salaf Online

Menurut Ketua Panitia Konferensi, Drs. Ahmad Said bahwa BPP Maarif NU Raum ini berdiri sejak 8 Pebruari 1967 dan sekarang telah memiliki 3 satuan pendidikan, yakni MTs NU Raum Wedung, MANU Raum Wedung dan SMK NU Raum Wedung. “Serta memiliki UKM Mart yang menjadi kebanggaan anggota dan masyarakat Wedung,” tutur Said.

Hasil dari Konferensi ini, lanjut Siad, telah menetapkan AD/ART baru, penerimaan LPJ Pengurus lama dan memilih kepengurusan BPP Maarif NU Raum masa khidmat 2015-2020. Adapun, tambahnya, yang terpilih menjadi Ketua KH. Masykuri Abdillah, M.Ag., Sekretaris Zainuddin, S.PdI., Bendahara Sucipto, S.PdI., dan 2 orang formatur dari unsur MWC NU Wedung, KH. Salman Dahlawi, S.Ag, M.PdI., dan utusan peserta, KH. Fatkhul Qarib, S.PdI.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan yang sama Bupati Demak meresmikan penempatan kantor baru UKM Mart yang merupakan pengembangan dari usaha dari BPP Maarif NU Raudlatul Mualimin Kecamatan Wedung Kabupaten Demak.?

“Harapannya UKM yang telah berkembang ini dapat ikut memandirikan pengelolaan pendidikan milik NU Kecamatan Wedung,” ucap Dhakirin

Konferensi ini diikuti oleh 31 peserta dari semua unsur baik dari PC Maarif NU, MWC NU Wedung, BPP Maarif NU Raum Wedung, Perwakilan dari satuan pendidikan di bawah pengelolaan BPP Ma’arif NU Raum, pimpinan Banom NU Kecamatan Wedung, ? tokoh ulama dan tokoh masyarakat. (Faojin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Makam Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren

Jember, Ulama Salaf Online - Wacana penerapan full day school yang digagas Mendikbud Muhajir Efendi terus menggelinding sebagai perbincangan publik. Mereka terbelah kepada yang pro, dan juga yang kontra. Tapi sesungguhnya, bagi dunia pesantren, full day school bukan sesuatu yang baru. Bahkan durasi dan pola pengajaran di pesantren lebih dari sekadar full day.

Pendapat ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jember H Hobri Ali Wafa. Menurutnya, jika memang salah satu latar belakang munculnya ide full day school adalah karena pendidikan di rumah dinilai kurang berkualitas, maka pesantren seharusnya menjadi alternatif.

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren

"Full day school yang sesungguhnya yaitu memondokkan anak di pesantren. Hal ini jika diasumsikan bahwa pendidikan anak di rumah kurang berkualitas," kata H Hobri kepada Ulama Salaf Online di Jember, Kamis (11/8).

Ulama Salaf Online

Ia menyatakan bahwa sah-sah saja full day school diterapkan asalkan tidak mengabaikan unsur-unsur edukasi dan bermain anak. Menurutnya, full day school bisa membantu orang tua dalam melakukan perlindungan terhadap anak dengan menitipkannya lebih lama di sekolah. Untuk masalah bermain, di rumah juga kadang-kadang cara bermain anak tidak terkontrol dan kurang berkualitas, apalagi sekarang zamannya game.

"Full day school bagus, tapi yang lebih bagus lagi adalah memondokkan anak di pesantren. Apalagi sekarang banyak pesantren yang memiliki lembaga formal dengan kualifikasi modern dan maju," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Hobri mengaku khawatir penolakan terhadap full day school, imajnya akan menjalar ke pesantren dengan asumsi-asumsi yang tidak menguntungkan. Sebab, bisa jadi kegiatan pendidikan di pesantren yang begitu padat, juga akan dicap tidak memberikan ruang bermain pada anak serta memforsir mereka untuk belajar.

"Asumsi ini sangat keliru. Pesantren walaupun disiplinnya tinggi, tapi sistem pengasuhannya seperti ibu dan anak," kata mantan aktivis PMII Universitas Jember ini. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Nasional, Warta Ulama Salaf Online

Rabu, 06 Desember 2017

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan dan silaturrahim elit pengurus Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sore ini, Jumat (8/1) di Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164.

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU

Kedatangan elit partai pemenang pemilu 2014 itu dalam rangka mengundang secara khusus Ketua Umum dan Sekjend PBNU ke acara Rakernas dan Harlah PDI-P pada tanggal 10 Januari 2016 di JJC Kemayoran Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa ada banyak kesamaan visi antara PBNU dengan PDIP terutama yang menyangkut pendampingan wong cilik dan program-program kerakyatan.

Ulama Salaf Online

“PDIP memiliki visi memberdayakan rakyat kecil dan itu sejalan dengan visi NU yang sangat peduli pada rakyat kecil,” tandas Hasto.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menceritakan, ia telah melaporkan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri soal dirinya yang bergabung dalam kepengurusan LAZISNU periode 2015-2020 ini. Menanggapi hal itu Megawati sangat berbahagia dan mendukung sepenuhnya.

Sementara itu dalam sambutannya KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa PDIP sebagai partai penguasa hendaknya harus terus bersinergi dengan ormas-ormas yang ada untuk urusan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta itu juga banyak memberi masukan soal keadaan terkini dunia Islam terutama soal kondisi konflik yang mendera negara-negara teluk di kawasan Timur Tengah.

“Di saat negara-negara teluk berkonflik, kita di Indoenesia harus memberi contoh, bahkan harus siap memediasi,” tandas Kang Said.

Lebih Lanjut, Sekjen HA Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa Indonesia sangat siap untuk menjadi juru damai dan mediator konflik yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran ini.

“Kita sangat siap untuk menjadi juru damai konflik negara-negara teluk yang sangat meresahkan itu. Kedua negara baik Iran mapun Arab Saudi adalah representasi negara Islam. Jadi sebagai sesama muslim kita siap membantu mengatasi konflik,” ujar Kang Helmy.

Selain KH Said Aqil Siroj dan H Helmy Faishal Zaini, hadir juga Bendum PBNU, Bina Suhendra, Wasekjen PBNU H Imam Pituduh, dan H Ishfah Abidal Aziz.

Sementara dari pihak PDIP rombongan terdiri dari Sekjen Hasto Kristiyanto, Wasekjen Ahmad Basarah serta beberapa pengurus harian lainnya. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Doa, Makam, Berita Ulama Salaf Online

Selasa, 28 November 2017

Institut Zainul Hasan Bentengi Mahasiswa Baru dengan Aswaja Sejak Dini

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Pimpinan Komisatiar Perguruan Tinggi (PKPT) Institut Zainul Hasan (Inzah) Genggong Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (27/9) menggelar masa kesetiaan anggota (Makesta) di SMK Ma’arif NU di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

Kegiatan ini diikuti oleh 39 orang peserta mahasiswa baru (maba) terdiri dari laki-laki 18 orang dan perempuan 21 orang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kota Kraksaan Khoirul Imam, Ketua PKPT IPNU Inzah Umarul Faruq dan Ketua PKPT IPPNU Inzah Yuyun Nur Hayati.

Institut Zainul Hasan Bentengi Mahasiswa Baru dengan Aswaja Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Institut Zainul Hasan Bentengi Mahasiswa Baru dengan Aswaja Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Institut Zainul Hasan Bentengi Mahasiswa Baru dengan Aswaja Sejak Dini

“Selain untuk membentengi kader IPNU lebih awal, kegiatan ini bertujuan untuk membentengi kader khususnya di lingkungan kampus Inzah agar tidak masuk dalam paham selain Ahlussunnah wal Jamaah,” kata Ketua PKPT IPNU Inzah Umarul Faruq.

Dalam kegiatan ini para peserta Makesta diberikan beberapa materi diantaranya ke-NU-an, ke-IPNU-an dan ke-IPPNU an, ke-aswaja-an, ke-pancasila-an dan yang terpenting ke-Indonesia-an. “Semua ini dilakukan agar para mahasiswa calon kader IPNU-IPPNU tetap berhaluan pada NKRI,” tegasnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam berpesan agar para mahasiswa kader IPNU-IPPNU ini tetap memperkuat Aswaja untuk menjadikan pondasi sehingga tidak terjerumus ke lain faham.

Ulama Salaf Online

“Semoga dengan kegiatan ini, para kader muda NU ini tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sebab saat ini sudah banyak paham-paham baru yang sengaja menyerang generasi muda. Jika tidak dibentengi sejak awal, maka khawatir mereka akan terjerumus kepada paham lain yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock