Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Sumenep, Ulama Salaf Online. Setiap bangsa mendambakan keadilan negaranya. Negara yang adil dapat mengkristalkan kewibawaan. Sedikitnya ada 4 "bahan bakar" untuk mewujudkan hal itu. Demikian penegasan Hakim Agung Kamar Pidana RI Dr H Artedjo Alkostar saat mengisi kuliah perdana ratusan mahasiswa baru Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk, Sumenep, di Aula As-Syarqawi Annuqayah, Sabtu (3/9).

"Keempatnya meliputi; negara memberikan makan bangsa, menyediakan transportasi, menegakkan keadilan, dan menjaga kearifan lokal," terang Artidjo.

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Wakil Rektor III KH. A. Wasil Hasyim menyatakan, kuliah perdana tahun ini mengangkat tema Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat Madani dan Anti Korupsi". Tujuannya, dalam rangka membentuk mental mahasiswa supaya tidak terjebak para lumpur kotor korupsi.?

"Sekarang ini bantuan dana dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan cukup besar. Untuk itu, setelah mahasiwa lulus kuliah, diharapkan sukses mengantisipasi potensi korupsi dalam lembaga pendidikan maupun pemerintahan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Rektor Instika KH Abbadi Ishom mengaku bersyukur atas kehadiran Alkostar. Kata Kiai Abbadi, Alkostar ibarat malaiakat bagi para koruptor yang menegakkan keadilan.

"Saya memiliki pertanyaan kepada Bapak Artidjo Alkostar. Saya selaku pinpinan merasa sangat sulit untuk memajukan pendidikan kampus. Sebab, kampus swasta sering dianaktirikan oleh pemerintah. Sementara yang berbasis negeri, lumayan dianakemaskan," kritiknya.

Diterangkan, ketimpangan perhatian tersebut dikarenakan dari pemerintahan sendiri. Terdapat diskriminasi dalam Undang-Undang kependidikan yang mendikotomi terhadap kampus swasta dan kampus negeri.

"Diakui atau tidak, pendidikan swasta lebih-lebih yang ada di naungan pesantren, cukup besar perannya dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Seperti halnya pendidikan di kampus Instika ini. Pendidikan pesantren punya andil bsar dalam kemajuan bangsa," tekannya.

Dalam sejarah kemerdekaan pun, tambah Kiai Abbadi, pesantren tidak bsa dipisahkan dengan jasa-jasa kemerdekaan. Bagi Kiai Abbadi, sangat membingungkan sekali dengan kebijakan atau peraturan yang ada di Indonesia.

Ulama Salaf Online

"Belum lama ini kami mengajukan jurusan Pedidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika. Itu tidak diterima oleh pemerintah. Padahal, di kampus negeri, Pendidikan Bahasa Inggris ada. ? Saya bertanya mengapa di kampus negeri itu ada Pendidikan Bahasa Inggris. Pemerintah selalu berdalih bahwa pendidikan kampus negeri dan pendidikan swasta tidak bisa disamakan," terangnya.

Pernyataan Rektor Instika yang menyebutkan diskriminasi aturan dalam pendidikan dibenarkan oleh Artiedjo Alkostar. Ia menyarankan agar pesantren memperjuangkan usahanya dan mencari celah-celah dari Undang- Undang tersebut. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Pendidikan Ulama Salaf Online

Selasa, 13 Februari 2018

IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme

Kudus, Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kudus, Jawa Tengah, secara tegas menolak keberadaan paham radikalisme dan ISIS di bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, paham radikalisme telah merongrong pemikiran setiap orang dan merusak keyakinan ideologi agama dan bangsa.

IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Ajak Pelajar-Santri Bentengi Diri dari Radikalisme

"Kami pelajar NU menolak radikalisme dan ISIS karena ajaran doktrinnya tidak sesuai ajaran Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW," tegas Ketua PC IPPNU Kudus Futuhal Hidayah, Jumat (3/4).

Ulama Salaf Online

Hidayah mengatakan, penganut paham radikalisme telah keliru memahami makna jihad dengan kekerasan berkedok agama. Hal ini sangat berlawanan dengan Islam yang hadir sebagai penyebar kasih sayang bagi semua (rahmatan lil alamain).

Ulama Salaf Online

"Jihad itu bukan iming-iming get list masuk surga semata namun bagaimana memperjuangkan ajaran Islam yang kita lakukan tetap dalam koridor agama dan berpedoman Al Quran," tandasnya.

?

Oleh karenanya,? Hidayah mengajak mengajak pelajar, santri, dan semua kader IPPNU meningkatkan ketaqwaan dan keimanan guna membentengi diri dari paham radikalisme atau ISIS. Kader IPPNU, pesannya,? supaya selalu merapatkan diri dengan alim ulama,? para ibu nyai dan habaib dalam berjamiyyah, khususnya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

?

"Dengan kedekatan berjamiyyah (IPPNU) di lingkungan keluarga diharapkan fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dapat memberikan pembekalan ilmu secara intensif," ujarnya lagi.

?

Lewat organisasi di IPPNU, tegas dia,? pelajar dan santri? akan terbuka cakrawala dunia karena mereka akan ditempa berbagai wawasan keislaman, keilmuan, kebangsaan. "Tak kalah pentingnya, mengaji? di surau, langgar, pondok, mushala dan masjid," imbuh Hidayah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Syariah Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Februari 2018

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Tulisan ini adalah lanjutan dialog Kontributor Ulama Salaf Online Moh Yasir Alimi dengan Syaikh Mustafa Mas’ud al-Naqsabandi al-Haqqani. Pada bagian pertama, telah diartikan apa itu thariqat, getar di dada, dan kisah tentang Sahabat Abu Bakar. Berikut ini lanjutannya, bagian kedua.

Kisah Abu Bakar selanjutnya bagaimana, Syaikh? 

Nabi Muhammad berjalan. Sayidina Abu Bakar mengikuti. Ketika akan sampai, 8 km dari arah Masjidil Haram, baru Sayidina Abu Bakar sadar.  "Ooo … Mau istirahat ke Gua Tsur, karena sudah mendekati Gunung Tsur. Ketika Rasulullah naik, Oooo…kesimpulan Sayidina Abu Bakar.” With no curiousity, tidak dengan rewel, tidak dengan mempertanyakan, memaklumi.

Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Pertama-tama, dalam Islam yang kita butuhkan bukan`ngerti syariat, tapi cinta terhadap yang mengajarkannya dan Dzat Maha Suci yang menurunkannya. Tanpa kacamata tersebut, tanpa rasa cinta tersebut, kita tidak akan mengerti Islam. Islam hanya menjadi "The Matter of Transaction", tawar menawar. Itu tidak terjadi pada Abu Bakar. Begitu Rasulullah mau naik ke arah gua, di Jabal Tsur itu, maka kemudian Beliau (Abu Bakar) menarik kesimpulan, "Oooo … Rasulullah mau istirahat di Gua Tsur."

Ulama Salaf Online

Beliau (Abu Bakar) mengerti sebagai orang gurun, tidak akan pernah ada lubang bebatuan di gunung, pasti ada ular berbisanya. Itu reason, pikiran digunakan sesudah ‘cinta’, sesudah tulus, sesudah bersedia untuk patuh. Itu namanya pikiran yang well enlighted, pikiran yang tercerahkan, bukan pikiran yang cluthak (tidak senonoh), yang bisa bertingkah macam-macam, menimbulkan problem. 

Lantas, apa yang kemudian dilakukan Abu Bakar?.

Ulama Salaf Online

Beliau kemudian mendekati Rasulullah, kasih aku kesempatan masuk. Rasulullah dan Abu Bakar, interespecting, saling menghargai. Sayidina Abu Bakar masuk gua. Gua itu kecil kalau diisi 3. Barangkali sudah kruntelan di situ, kayak bako susur yang dijejel-jejelkan (dimasukkan) ke mulut. Sayidina Abu Bakar masuk, beliau cari, bener ada lubang di situ. Beliau buka sandalnya, ditaruhnya kaki kanannya di mulut lubang itu. Dengan cinta, Beliau korbankan kakinya untuk Rasulullah. Beliau tidak mau Rasulullah digigit ular. 

Akhirnya kakinya dicatel (digigit) oleh ular. Kemudian Beliau bilang, “Silakan masuk Rasulullah dengan penuh cinta, dengan penuh pengorbanan dan husnudzon.” Rasul masuk dan berbaring dipaha Abu Bakar. Rupanya Rasulullah terkena angin sepoi-sepoi pagi. Beliau tertidur. Ketika Beliau tertidur, ketika itu pulalah Abu Bakar menahan bisa dari ular yang sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh. Abu Bakar berkeringat, dan diriwiyatkan bahwa keringatnya sudah berisi darah. Tetesan keringat Abu Bakar mengenai Rasulullah. 

Bagaimana respon Rasulullah, Syaikh?. "Nangis Sampean?” tanya Rasulullah.

"Tidak,” jawab Abu Bakar, “kakiku digigit ular." 

There was something happen. Ditariknya kaki Abu Bakar dari lubang itu, maka kemudian Rasulullah berkata pada ular.

" Hai Tahu nggak Kamu? Jangankan daging, atau kulit Abu Bakar, rambut Abu Bakar pun haram Kamu makan?" 

Dialog Rasulullah dengan Ular itu didengar pula oleh Abu Bakar as-Shidiq, berkat mukjizat Beliau. 

"Ya aku ngerti Kamu, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah mengatakan ‘Barang siapa memandang kekasih-Ku, Muhammad, fi ainil mahabbah atau dengan mata kecintaan. Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke surga,” kata ular.

“Ya Rabb, beri aku kesempatan yang begitu cemerlang dan indah. “Aku (ular) ingin memandang wajah kekasih-Mu fi ainal mahabbah,” lanjut ular.

Apa kata Allah?. "Silakan pergi ke Jabal Tsur, tunggu disana, kekasihKu akan datang pada waktunya,’ jawab Allah.

“Ribuan tahun aku menunggu disini. Aku digodok oleh kerinduan untuk jumpa Engkau, Muhammad. Tapi sekarang ditutup oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah dia. Aku tidak ada urusan dengan Abu Bakar, aku ingin ketemu Engkau, Wahai Muhammad. "

“Lihatlah ini. Lihatlah wajahku,” kata Rasulullah. (Bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Pendidikan, Hikmah Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

Kapolres Dukung Jember Kota Santri Tetap Lestari

Jember, Ulama Salaf Online. Wakil Ketua DPRD Jember, Jawa Timur, Ayub Junaidi mengaku risih dengan banyaknya tempat hiburan malam (karaoke) di Jember, lebih-lebih pasca tertangkapnya pelaku penyalahgunaan narkoba di sebuah tempat karaoke.?

Sebab, selama ini Jember disebut sebagai kota relijius dengan puluhan pesantren besar di dalamnya. Tidak hanya itu, Jember juga dikenal banyak melahirkan tokoh dan ulama ? nasional.?

Kapolres Dukung Jember Kota Santri Tetap Lestari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Dukung Jember Kota Santri Tetap Lestari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Dukung Jember Kota Santri Tetap Lestari

Pesantren-pesantren tersebut menjadi petunjuk tentang relijiusitas kota tembakau ini, bahkan Pemkab Jember sendiri sudah menjuluki diri sebagai kota relijius sejak lama.?

“Kalau seperti ini, kita semua jadi malu. Katanya Jember kota santri. Kenyataannya banyak rumah karaoke yang berubah fungsi jadi tempat mabuk-mabukan,” ucap Ayub saat hearing dengan Polres Jember, Dinas Pariwisata, Disperindag, Satpol PP dan perwakilan rumah karaoke Star di ruang Banmus, Rabu (19/4).

Menurutnya, ini bertolak belakang dengan semangat Jember yang menamakan diri kota santri, kota relijius. Ia berharap agar label Kota Santri jangan sampai ternodai.

Ulama Salaf Online

Dukungan terhadap lestarinya Jember sebagai kota santri juga disampaikan oleh Kapolres Jember, Kusworo Wibowo. Menurutnya, Jember yang telah lama mencanangkan diri sebagai kota santri harus tetap dipertahankan. Salah satu caranya adalah ? dengan menjaga dan menertibkan tempat-tempat hiburan malam.?

"Kita juga gak kepingin Jember yang dilabel sebagai kota santri, menjadi luntur. Nanti timbul pertanyaan, pas eranya siapa itu luntur. Kita malu, masak di era kita Jember kehilangan nama kota santri. Mudah-mudahan jangan ya. Jadi kita pertahankan hal yang baik," tuturnya.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, Anas Maruf mengungkapkan bahwa jumlah rumah karaoke di Jember mencapai 10 buah. Dari jumlah tersebut hanya satu yang punya ijin menjual minuman keras, yaitu Aston.?

"Karena itu, kita akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengadakan penertiban," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Khutbah Ulama Salaf Online

Selasa, 16 Januari 2018

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit

Pati, Ulama Salaf Online. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengajak dan mengajarkan warga sekitar cara berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah yang kerap menumpuk sia-sia.

“Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli polybag untuk menawan sayuran seperti sledri, sawi, kangkung, bayam, cabe dan lain sebagainya.” jelas Siswanto, penanggung jawab Devisi Litbang Lakpesdam Pati, Senin (30/11).

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Sampah, Pelopori Gerakan Berkebun di Lahan Sempit

Gerakan ini diharapkan menjadi solusi bagi aksi hijau di tengah keterbatasan lahan dan pemanfaatan sampah yang semakin melimpah ruah. Lakpesdam NU Pati membuat percontohan di rumah-rumah pengurus terlebih dahulu, untuk kemudian ditiru masyarakat.

Ulama Salaf Online

“Untuk kali ini rumahnya Khoirun Niam di desa Plukaran Gembong Pati, yaitu pengurus Lakpesdam dari Devisi Kajian dan Penerbitan sebagai tempat percontohan, menanam sledri di media tanam dari plastik bekas,” ujar Ratna Andi Irawan, Ketua Lakpesdam NU Pati

Ke depan diharapkan masyarakat Pati bisa berkebun sendiri di lahan sempit, bisa di depan ataupun samping rumah. Media tanamnya pun bisa cukup dengan memanfaatkan barang-barang rumah tangga yang sudah tak terpakai. Selain mengurangi penumpukan sampah, kegiatan kreatif ini bisa sedikit menghemat anggaran dapur karena sawi, sledri, kangkung, bayam, atau cabe dapat dipetik dari kebun sendiri.

Ulama Salaf Online

Siswanto menambahkan, dalam waktu dekat ini Lakpesdam NU akan mengadakan pelatihan tentang menumpuk rupiah dari sampah. Peserta akan diberikan pemahaman bahwa sampah bisa bernilai ekonomis apabila kita mengetahui cara mengelolanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Jepara, Ulama Salaf Online. Masih dalam suasana bulan Syawal, selain dimanfaatkan untuk melaksanakan halal bihalal saling maaf memaafkan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Fathan Subchi memanfaatkan hari kemenangan dengan melakukan dialog interaktif dengan warga NU Jepara yang berlangsung di aula Gedung Haji/ IPHI, Jalan MT Haryono Kompleks Islamic Center, Jepara, Kamis (30/7).

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Kegiatan yang diikuti ratusan orang ini melibatkan perwakilan MWCNU, Badan Otonom NU serta tamu undangan dari unsur lain. Juga dihadiri perwakilan dari Pemkab Jepara.

Dalam paparannya, Fathan menyampaikan dalam kurun waktu 10 bulan masyarakat boleh kecewa dan merasa belum puas dengan kinerja DPR tetapi pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu menjelang 1 tahun ini pihaknya melakukan reses selama 5 kali. Reses adalah turun ke rakyat mendengar dan mendengar aspirasi rakyat.?

Ulama Salaf Online

Pada periode 2014-2019 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi sosial, agama dan pemberdayaan perempuan. Misalnya perihal haji, pihaknya meminta Kemenag untuk melakukan reformasi. Karena sebagaimana hasil studi banding di Turki di sana penyelenggaraan haji dikelola 2 badan pemerintah menangani 80 % dan swasta 20 %.?

Ulama Salaf Online

“Di sana ada juga badan pengelola keuangan haji,” lanjutnya.

Karena itu RUU Haji perlu dirumuskan kembali oleh DPR. RUU lain yang ia tangani ialah Disabilitas atau penanganan orang cacat.

Masih di komisinya Wakil Ketua PP Lazisnu juga memperjuangkan keberadaan dana bagi pesantren dan madrasah. Menurutnya dana senilai 20-25 trilyun layak untuk pengembangan pesantren dan madrasah agar pendidikan agama menjadi semakin bagus.

Ia menegaskan tidak boleh ada dikotomi sekolah dan madrasah sehingga 20% anggaran untuk agama. Sebab dengan agama moral bangsa menjadi lebih baik. Agar lebih baik perlu ditopang dengan sumber pendanaan yang mencukupi. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Pendidikan, Warta Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak

Jakarta, Ulama Salaf Online?



Sebanyak 14 organisasi massa (ormas) Islam menolak kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sekolah Lima Hari. Penolakan ormas-ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Islam (LPOI) tersebut disampaikan pada konferensi pers di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (7/7).?

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak (Sumber Gambar : Nu Online)
LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak (Sumber Gambar : Nu Online)

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak

Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj mengatakan, ormas-ormas Islam mengapresiasi langkah pemerintah yang membatalkan Permendikbud yang akan menggantinya dengan Perpres.

“Namun kami menunggu bukti nya Permen itu telah dibatalkan karena nyatanya Mendikbud masih bersikeras menjalankan Permen yang dibatalkan itu,” katanya.?

Madrasah yang ada di desa-desa ada sekitar 76 ribu lebih telah menjadi bagian dari masyarakat Islam.?

Ulama Salaf Online

“Sampai kapan pun, tidak dialog, tidak diskusi, tidak ada tawar-menawar, kami, NU, LPOI juga meminta (kebijakan) itu dibatalkan.”

Sekjen LPOI H. Luthfi At-Tamimi mengatakan, kebijakan tersbut mengancam keberadaan pendidikan di madrasah dan pesantren.?

“Mereka tidak membubarkan pesantren, tapi mereka membuat acara sampai jam lima supaya pesantren tidak laku,” katanya. (Abdullah Alawi) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Pendidikan Ulama Salaf Online

Jumat, 05 Januari 2018

Meriahkan Harlah Ke-91, Garut Pilih Ranting NU Percontohan

Garut, Ulama Salaf Online

Dalam rangka memperingati hari lahir ke-91 NU yang jatuh pada 31 Januari 2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar berbagai kegiatan, termasuk penilaian terhadap Pengurus Ranting NU (PRNU) agar menjadi contoh bagi elemen NU yang lain. ?

Penilaian untuk memacu peningkatan kapasitas kelembagaan ini dilakukan ke seluruh MWCNU dan Pengurus Ranting se-Kabupaten Garut. Penilaian ini meliputi tata kelola organisasi, administrasi, dan program kerja. Indikator penilaian secara rinci diverifikasi juga divalidasi melaui visitasi.

Meriahkan Harlah Ke-91, Garut Pilih Ranting NU Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahkan Harlah Ke-91, Garut Pilih Ranting NU Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahkan Harlah Ke-91, Garut Pilih Ranting NU Percontohan

Hasilnya untuk tingkat ranting, PRNU Desa Dano, Kecamatan Leles, terpilih sebagai PRNU terbaik. PRNU Dano meraih poin penuh dalam kelengkapan indikator lomba. Ia diharapkan menjadi percontohan bagi pemberdayaan dan peningkatan mutu tata kelola organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput. Ranting yang baru dibentuk satu tahun tersebut dinilai mampu mengimbangi akselerasi visi dan misi juga program kerja PCNU Garut.

Ulama Salaf Online

Salah satu pengurus PRNU Dano, Dadan Ahmad Zaini Dahlan menyatakan, selama satu tahun ia beserta jajaran pengurus bekerja ekstra dalam melaksanakan program kerja juga tertib administrasi. Hal ini dalam upaya menjamiyyahkan Jamaah dan Menahdlahkan Nahdliyyin sesuai visi PCNU Garut.

Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 11 Januari 2017. Tahun ini, peringatan harlah NU juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, antara lain lomba pidato keagamaan, cerdas cermat keaswajaan, paduan suara, kreasi tumpeng, dan olahraga. (Red: Mahbib)

Ulama Salaf Online



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Daerah Ulama Salaf Online

Selasa, 02 Januari 2018

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Jakarta, Ulama Salaf Online. Dalam perjuangannya membumikan Islam selama hidupnya, memanusiakan masyarakat, menegakkan keadilan hukum, kesejahteraan, demokratisasi dan pluralism di Indonesia, yang pantang menyerah diibaratkan Gus Yusuf (Magelang Jateng) sebagai perwujudan Islam yang tidak boros takbir atau terlalu sering mengucapkan Allahu Akbar.

“Kalau di kampus-kampus dan kota-kota di Indoensia makin marak dengan kumandang takbir dalam menjalankan ajaran agama, tapi tidak demikian dengan Gus Dur. Karena bagi santri itu sehari-semalam cukup lima kali takbir. Sebab, kalau sering disebut was-was, peragu dan itulah yang dekat dengan syetan,”tandas Gus Yusuf dalam acara haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12) malam.

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Yang jelas kata Gus Yusuf, Gus Dur itu merupakan inspirasi bagi bangsa ini yang menempatkan sama antara satu dengan golongan masyarakat yang lain. Sehingga Gus Dur dan NU pun bisa diterima di mana-mana dan kapan saja. Sebagaimana keikhlasan dan ketulusannya dalam mengabdi kepada masyarakat, maka dalam kondisi sakit parah pun beliau masih sempat mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada teman-temannya

Ulama Salaf Online

Untuk itulah lanjut Gus Yusuf, kehadiran kita dalam haul ini sebegai generasi muda adalah sebagai komitmen untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur, menegakkan niat dan meluruskan perjuangan. Dan, yang paling penting adalah sebagai ta’dzim, hormat kita kepad guru dan orangtua, yang kini mulai pudar di negeri ini.

Apa artinya symbol-simbol agama yang megah dan mewah, jika kondisi masyarakatnya terpecah-belah dan memprihatinkan. Gus  Dur kata Gus Yusuf, Selalu menceritakan ketika di Pesantren Tegalrejo, Magelang asuhan KH Khudori. Dalam cerita itu terjadi tarik-menarik kepentingan masyarakat antara mendirikan masjid dan membeli gamelan.

Ulama Salaf Online

“Mengingat tanpa masjid pun umat Islam bisa beribadah, sedangkan mereka juga perlu hiburan, maka KH Khudori memilih uang desa itu digunakan untuk membeli gamelan. Toh dengan kebersamaan, masjid pasti akan terbangun. Sedangkan gamelan bekas itu tidak mesti selalu ada, apalagi dengan harga murah,”katanya menirukan cerita Gus Dur.

Cerita lain lanjut Gus Yusuf,  sewaktu ingin makan ikan, Gus Dur mengajak keempat temannya untuk mengambil di kolam ikan pesantren miliki KH Khudori. Ketika malam itu ikannya sudah banyak dalam ember, KH Khudori keluar menggunakan sandal (bakiak). Mendengar itu Gus Dur menyuruh teman-temannya lari meninggalkan kolam ikan. Sedangkan Gus Dur duduk di samping ikan dalam ember tersebut.

Karuan saja ketika kepergok KH Khudori, beliau menanyakan,”Lagi ngapain Durrahman?”  Kata  Gus Dur, “Ini kiai, lagi menyelamatkan ikan yang mau diambil, tadi orangnya berlarian.” “Ya, sudah kamu goring saja?” jawab KH Khudori. Akhirnya Gus Dur kembali masuk kamar pesantren dan memanggil teman-temannya tadi. Teman-temannya pun menolak dituduh sebagai pencuri, karena semua itu atas inisiatif Gus Dur.

Lalu Gus Dur mengatakan, “Kamu kan tadi ingin ikan dan sekarang sudah ada ikannya, halal lagi. Jadi, ayo kita goreng.” Maka digorenglah semua ikan emas dalam ember tersebut. Artinya, seluruh liku-liku, hiruk-pikuk, pahit getirnya perjuangan Gus Dur selama ini adalah dilalui dengan jalan yang benar, halal dan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita semua harus meneladani dan melanjutkan perjuangannya.(amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Kajian, Pendidikan Ulama Salaf Online

Rabu, 13 Desember 2017

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

Kehadiran lailatul qadar ditunggu siapapun. Ia merupakan malam penuh berkah dan kemuliaan. Beribadah pada malam tersebut dianggap lebih baik ketimbang beribadah di bulan lain, sekalipun selama seribu bulan. Begitulah cara Allah SWT mengistimewakan malam ini.

Akan tetapi, tidak ada satupun yang mengetahui kapan waktu pasti kehadirannya. Kepastiannya dirahasiakan oleh Yang Maha Kuasa. Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa lailatul qadhar datang pada sepuluh hari akhir Ramadhan. Karenanya, Beliau SAW memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam tersebut.

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

‘Aisyah mengatakan, “Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Ulama Salaf Online

Hadits ini dijadikan Ibnu Bathal sebagai landasan bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan.

Sementara Abu Ishaq al-Syirazi, dalam kitabnya At-Tanbih menuliskannya sebagai berikut,

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Hal itu bukan berati lailatul qadar tidak terjadi pada malam genap atau sebelum sepuluh terakhir. Sangat mungkin lailatul qadar hadir di malam genap dan sebelum sepuluh terakhir.

Maka dari itu, usahakan beribadah sebanyak mungkin dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Bisa jadi satu dari sekian banyak ibadah yang kita kerjakan bertepatan dengan malam penuh kemuliaan itu.

Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan, “Siapa yang mendirikan (memperbanyak ibadah) pada malam lailatul qadar atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka dosanya diampuni, baik yang berlalu maupun yang akan datang.”

Hadits ini mengisyaratkan kita untuk terus-menerus dan menjaga konsistensi ibadah di bulan Ramadhan karena kita tidak tahu kapan datangnya lailatul qadar.

‘Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, andaikan aku bertemu lailatul qadar, do’a apa yang bagus dibaca? Rasul menjawab, ‘Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku),” (HR Ibnu Majah).

Lagi-lagi kita tidak tahu waktu pasti terjadinya lailatul qadar. Untuk itu do’a yang diajarkan Rasul ini sangat baik untuk dibaca pada terutama sepuluh malam terakhir Ramadhan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Kamis, 07 Desember 2017

Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai

Subang, Ulama Salaf Online. Kerinduan para santri Al-Karimiyyah terobati dengan menonton film Sang Kiai. Para santri putra menonton film di aula pesantren Al-Karimiyyah di dusun Pungangan desa Rancabango kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat. Kamis (7/2).

Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai

Seorang pengurus Al-Karimiyyah Dedi Setiawan mengungkapkan, acara nonton bareng ini memang sudah diagendakan sejak 2013 silam. Namun, karena terkendala teknis akhirnya baru bisa dilaksanakan di Februari tahun ini.

"Film ini kaya akan nilai sejarah terutama sejarah peran kaum santri yang selama ini terpinggirkan," kata Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTNNU PCNU Subang.

Ulama Salaf Online

Pemutaran film ini ditujukan agar para santri memperluas cakrawala sejarahnya sendiri. Kelak mereka tidak tercerabut nilai-nilai baru. Karena, biasanya orang yang tidak tahu akar tradisi dan sejarahnya akan mudah terbawa arus, tambah Dedi. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Pahlawan, Daerah, Pendidikan Ulama Salaf Online

Rabu, 29 November 2017

Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek!

Cirebon, Ulama Salaf Online?

Para peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2012, mengucapkan terima kasih kepada pesantren Kempek yang menjadi sohibul bait. Peserta menilai Kempek sukses menyelenggarakannya.

A. Hasyim Asy’ari, salah seorang peserta Munas dari PWNU Jawa Barat mengapresiasi positif terhadap pelayanan panitia Munas-Konbes Kempek. ?

Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek! (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek! (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek!

“Saya sangat mengapresiasi panitia. Mulai dari ikromud dluyuf (menghormati tamu). Kemudian fasilitasnya terintegrasi. Tempat istirahat peserta sangat bagus dan layak. Tidak jauh ke ruang rapat dan tempat makan. Kalaupun ada yang jauh, panitia menyediakan kendaraan,” ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Ia juga menilai kebersihan lokasi sangat terjaga, mulai dari toilet dan halaman. “Juga kalau ada kebutuhan-kebutuhan kecil, para santri cepat tanggap membantu,” tambah Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Barat tersebut.

Lebih jauh, ia menilai Munas adalah ajang silaturahim yang sangat mahal harganya. “Saya bisa bertemu dengan teman-teman yang sudah lama, ketika di sekolah dan pesantren.”?

Ulama Salaf Online

Ketua PWNU Sulawesi Utara H Halil Domu, juga mengapresiasi positif terhadap panitia dan pesantren Kempek.?

“Setiap sesuatu yang kita lakukan, ada kurang dan lebihnya. Untuk Munas dan Konbes kali ini, positifnya lebih banyak,” ujarnya.?

Halil menilai, dari segi pelayanan dan tempat sangat memadai, “Pelayanan konsumsi malah sangat berlebihan, menurut saya. Sanitasi ? juga bagus,” tambahnya. ?

KH Muhammad Rasyid, Ketua PWNU Kalimantan Timur terkesan dengan keramahan para santri Kempek.?

“Kita bisa bertemu santri-santri yang sopan-sopan dan ramah-ramah yang tidak mungkin kita temukan di hotel di kota-kota,” tambahnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Kajian Ulama Salaf Online

Sabtu, 25 November 2017

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja

Siak, Ulama Salaf Online

Sebanyak 105 peserta Diklatsar I Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dinyatakan lulus dan diberi tugas mengawal Kabupaten Siak, Riau sebagai bumi Aswaja (Ahlusunnah wal Jamaah) sebagaimana ketika masih berada dibawah kekuasaan Kesultanan Melayu Siak Sri Indrapura.

Tugas itu secara khusus disampaikan Ketua PW Ansor Riau, Purwaji yang menjadi instruktur Diklatsar bersama Dansatkornas Banser, Alfa Isnaini, Satkorwil Banser Riau, Ibadullah SE, Slamet Riyadi, Ketua PC Ansor Siak, Agus Mudhofar, dan para kiai NU Riau.

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja

Menurut Purwaji, dalam praktik keagamaannya, Kesultananan Siak Sri Indrapura adalah penganut paham Ahlusunnah wal Jamaah yang dibuktikan dengan masih digelarnya Haul Sultan Sultan Siak sampai sekarang ini oleh keluarga kerajaan. Ditambah lagi dengan masih eksisnya tradisi ziarah ke makam para Raja dan ulama penyebar Islam di kabupaten itu seperti Makam Raja Kecik, Makam Syech Abdurrahman, Makam Sultan Syarif Kasim, dan lainnya.

"Kabupaten Siak ini tanah Aswaja yang harus kita jaga dengan sekuat tenaga. Bentengi agama kita dan amaliyah-amaliyahnya dari serangan paham radikal yang tidak toleran dan suka mengafirkan orang lain," kata Purwaji.

Ulama Salaf Online

Dalam pantauan PW Ansor Riau, paham Islam radikal sudah masuk ke Siak dan semakin berani menunjukkan aksi melarang amaliyah-amaliyah orang NU dan orang Siak seperti yasinan, tahlilan dan maulidan.?

"Padahal Kerajaan Siak dulu Aswaja tulen, dan banyak keturunan Baginda Nabi Muhammad SAW yang berdakwah dan menjadi keluarga Kerajaan Siak. Amaliyah mereka adalah Aswaja yang sama dengan apa yang diamalkan warga NU. Karena itu Ansor dan Banser harus ikut menjaganya," kata Purwaji.

Diklatsar Banser Siak pertama ini digelar di Pondok ? Pesantren Al-Muttaqin Desa Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya selama tiga hari dari Jumat sampai Ahad (5-7/2/2016). Selama Diklat peserta diberi materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, Aswaja dan materi lapangan seperti baris-berbaris, tata upacara Banser, bela diri, serta latihan ketahanan fisik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Pendidikan, Habib Ulama Salaf Online

Jumat, 24 November 2017

Pergunu Jakarta Barat Dilantik

Jakarta, Ulama Salaf Online?

Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta melantik Pimpinan Cabang Pergunu Jakarta Barat di aula Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional akhir pekan lalu.?

Pergunu Jakarta Barat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jakarta Barat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jakarta Barat Dilantik

Kegiatan tersebut dirangkai dengan sarasehan bertema "Membendung Radikalisme dengan Pengutan Pemahaman Ahlussunah Wal Jamaah An-Nahdliyah".

Ketua PC Pergunu Jakarta Barat H. Nur Sehat mengungkapkan, Pergunu merupakan pilihan yang tepat bagi guru untuk memperjuangkan nilai-nilai Aswaja dan nilai kebangsaan melalui jalur pendidikan.?

“Kerana melalui guru, nilai kebangsaan ala NU akan ditanamkan menjadi karakter peserta didik,” katanya melalui siaran pers Selasa (25/10).?

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut, Nur Sehat yang kepala SMPN 207 menjelaskan keberadaan Pergunu juga diharapkan mampu membendung berkembangnya paham radikalisme di lingkungan sekolah. Karena paham tersebut kalau dibiarkan berkembang akan menjadi bom waktu bagi NKRI.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Ketua PW Pergunu DKI Jakarta Aris Adi Leksono dalam sambutannya menekankan bahwa nilai dan prinsip perjuangan Pergunu selaras dengan NU.?

Maka, menurutnya Pergunu wajib memperjuangkan paham Aswaja An-Nahdliyah melalui jalur pendidikan. Maka dari itu, anggota Pergunu harus memiliki empat kompetensi yang menjadi amanat undang-undang, juga harus memiliki kompetensi ideologis berbasis Aswaja Annahdliyah.

Lebih lanjut, Aris menekankan pentingnya guru dalam naungan Pergunu dalam praktek pembelajaran mengambil referensi dari ulama salafunassolikh. Pandahulu NU, dalam mendidik selalu memegang teguh keikhlasan dan ruh jihad sebagai seorang guru yang peka dan peduli pada peserta didiknya. "athoriqotu ahammu minal maadah, wal mudarrisu ahammu minat thoriqoh, wa ruuhul mudarrisu ahammu minal mudarrisi binafsihi".

Sebagai narasumber sarasehan Aswaja, KH Mujib Qulyubi, Katib Syuriyah PBNU, dan Jakfar Amirudin, Ketua LP Maarif DKI Jakarta yang juga Anggota Komisi Pusat Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah.?

Menurut Kiai Mujib, paham Aswaja sudah teruji dalam lintasan sejarah mampu menghadirkan wajah Islam yang sejuk dan kedamaian.?

“Kiprah NU sebagai organisasi kemasyarakatan juga sudah mendapatkan pengakuan, baik secara nasional maupun internasional. Salah satu buktinya adalah hari ini kita peringati hari Santri.”

Sementara itu, Jakfar Amirudin mengungkapkan perlu mengemas paham Aswaja An-Nahdliyah dengan medotologi yang modern. Bagaimana kemudian dakwah Aswaja ini memanfaatkan media IT yang sekarang cepat. Dengan kemasan jenaka dan kata-kata atau kalimat yang familier di semua kalangan, khususnya kalangan remaja, pemuda, dan belajar. Untuk itu, LP Maarif DKI Jakarta mengajak bersinergi dengan Pergunu dalam merumuskan konsep dan gerakan Aswaja dengan sajian yang kompatibel dengan perkembangan zaman.?

Hadir dalam pelantikan dan sarasehan Aswaja tersebut H. Solahi, Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Timur, AKBP Fauzan, Waka Polres Jakarta Barat, KH Fahrurrozi, Ketua PCNU Jakarta Barat, Kepala Badan Kesmas Wali Kota Jakarta Barat, segenap banom dan lembaga NU se-Jakarta Barat, Pengurus MWCNU, serta organisasi profesi guru lainnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mempertanyakan dasar pemberhalaan praktik ziarah kubur di makam para wali. Dengan menyebut makam wali sebagai berhala, Ditjen Pendis Kemenag dalam buku guru SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 sudah seharusnya mempertanggungjawabkan pijakan argumentasinya.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir meminta Kemenag mengeluarkan klarifikasi dan pernyataan permohonan maaf secara terbuka atas keteledorannya.

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Penghinaan Tradisi Ziarah di Kurikulum Madrasah

“Di mana letak pemberhalaan ziarah kubur?” Kiai Saifuddin menuntut penjelasan Kemenag, Rabu (17/9) pagi.

Ulama Salaf Online

Orang-orang yang berziarah ke makam orang tuanya, para guru dan kiai, orang-orang saleh, para wali hingga makam Rasulullah Saw, hakikatnya mengikuti perintah Rasulullah sendiri. Kiai Saifuddin menyitir hadits Nabi Muhammad Saw, ‘Ala fazuruha. Liannaha tudzakkirukumul mauta’ (Ingat, berziarahlah. Karena, ziarah kubur itu akan mengingatkanmu pada kematian).

“Jadi kalau Nabi yang menyuruh orang ziarah untuk mengingat kematian, kok malah disamakan dengan penyembahan berhala? Musyrik? Apanya yang musyrik? Yang musyrik itu orang yang mempertahankan sesuatu selain Allah,” kata Rais Syuriyah PBNU yang aktif mengajar kitab kuning di puluhan masjid di Jakarta kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

Kiai Saifuddin menantang pihak Kemenag untuk musyawarah perihal argumentasi pernyataan itu. “Saya pengen banget lihat tampang orang Kemenag yang sok-sok begitu, yang ngomongnya ngaco. Kalau mereka bisa meruntuhkan argumentasi kesunahan ziarah kubur, saya akan membayar mereka.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Warta, IMNU Ulama Salaf Online

Sabtu, 18 November 2017

PMII OKU Timur Dorong Kader Dirikan Koperasi

OKU Timur, Ulama Salaf Online. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP Nurul Huda Sukaraja Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan menggelar acara Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dengan tema “Membentuk Kader yangg Ideal (Inovatif, Demokratis, Edukatif, Agamis dan Loyal) di Balai Desa Tebat Jaya Kecamatan Buay Madang, OKU Timur, Jumat-Ahad (10-12/10).

Nurul Huda, Ketua Komisariat STKIP OKU Timur mengatakan, materi yang disampaikan dalam kegiatan pengkaderan awal ini tidak hanya materi wajib PMII saja, tapi juga membahas mengenai pemberdayaan ekonomi organisasi. “Kami berharap kader baru PMII dapat bersama-sama merealisasikan program kemandirian ekonomi melalui pendirian koperasi,” tandasnya

PMII OKU Timur Dorong Kader Dirikan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII OKU Timur Dorong Kader Dirikan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII OKU Timur Dorong Kader Dirikan Koperasi

Sementara itu Heri Amanudin, Ketua II PKC PMII Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut mengatakan bahwa PMII adalah organisasi pengkaderan yang fokus pada pemberdayaan generasi muda khususnya mahasiswa.

Ulama Salaf Online

“Kader PMII harus mempertajam militansi gerakannya namun di samping itu juga harus dibarengi dengan kemampuan kewirausahaan yang nyata,” tuturnya.

Ketua PMII OKU Timur 2011-2012 ini mengungkapkan, Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang kini dirilis oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 60/2013 tentang susunan organisasi, personalia, dan mekanisme kerja lembaga permodalan kewirausahaan pemuda (LPKP) harus menjadi angin segar bagi pemuda Indonesia yang bermental wirausaha.  (Red: Mahbib Khoiron)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan Ulama Salaf Online

Sabtu, 11 November 2017

Aswaja Center NU Jember Luncurkan Majalah OASE

Jember, Ulama Salaf Online. Aswaja Center NU Jember melakukan langkah maju di bidang penulisan. Hal ini salah satunya bisa dilihat dari diterbitkannya Majalah OASE. Peluncuran majalah tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan bulanan warga nahdliyyin di halaman Kantor PCNU Jember, Senin (7/8) malam.

Aswaja Center NU Jember Luncurkan Majalah OASE (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Center NU Jember Luncurkan Majalah OASE (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Center NU Jember Luncurkan Majalah OASE

Direktur Aswaja Center NU Jember, Kiai Abdul Haris menegaskan bahwa penerbitanmajalah tersebutdimaksudkan sebagai media dakwah NU  sekaligus media silaturrahim antar warga nahdliyyin. Lebih dari itu, kehadiran OASE dirancang untuk mengimbangi penetrasi penerbitan media cetak yang selama ini gencar dilancarkan oleh sejumah kelompok kontra Aswaja An-Nahdliyah.

"Bagaimanapun, kita harus mengimbangi untuk memberikanpencerahan, yang salah satunya lewat media ini," tukas Kiai Abdul Haris saat meluncurkan OASE.

Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Jember tersebut berharap agar kehadiran OASE dapat menjadi penyejuk di tengah riuhnya  tudingan dan berita-berita provokatif cenderung menyudutkan amaliah NU. Karenaitu, ia mohon dukungan dari segenap warga NU demi kesinambungan media dakwah tersebut. 

Ulama Salaf Online

"Isitilahnya bukan membeli, tapi beramal dengan menyumbang untukmemperoleh majalah ini,meski sumbangantersebut ada batas minimalnya," lanjut Kiai Abdul Haris.

Majalah OASE tampil menawan, dengan tebal 43 halaman full colour. Di box redaksi, pelindung adalah KH. Muhyidin Abdusshomad dan KH. Abdullah Syamsul Arifin (Rais Syuriyah dan Ketua PCNU Jember). Sedangkan pemimpin umum dijabat oleh Kiai Abdul Haris sendiri. Sementara pemimpin redaksi ditangani  oleh Abdul Wahab Ahmad. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan, Nahdlatul, RMI NU Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Senin, 06 November 2017

Kang Said: Hakim Pun Harus Punya "Hakim" dalam Dirinya

Jakarta, Ulama Salaf Online. Manusia dianugerahi Tuhan hati yang berfungsi sebagai petunjuk dan pengendali keseluruhan sikap pemiliknya. Meski bertingkat-tingkat, jika diberdayakan sebagaimana mestinya hati sanggup memandu manusia untuk tetap dalam koridor kebenaran.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan taushiyah di Jakarta, Jumat (4/10) siang. Kiai yang akrab disapa Kang Said ini menjelaskan lima tingkatan hati (qalb) dari sudut pandang ilmu tasawuf, yakni bashirah, dlamir, fu’ad, asrar, dan lathifah.

Kang Said: Hakim Pun Harus Punya Hakim dalam Dirinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Hakim Pun Harus Punya Hakim dalam Dirinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Hakim Pun Harus Punya "Hakim" dalam Dirinya

Terkait dlamir, doktor Universitas Ummul Qura Mekah ini mengartikannya sebagai nurani yang memerintah dan melarang manusia melakukan atau menghindari tindakan-tindakan tertentu. Intruksi batin tersebut, menurut Kang Said, umum dikenal sebagai “seruan moral”.

Ulama Salaf Online

Kang Said menambahkan, ada tiga jenis dlamir, yaitu moralitas yang didorong oleh norma yang berkembang di masyarakat atau lingkungan (dlamir ijtima’i), norma ditentukan oleh undang-undang formal (dlamir qanuni), dan norma yang dimotivasi oleh tujuan murni karena Allah (dlamir dini).

“Mau ada polisi atau tidak, mau ada KPK atau tidak, tetap sama: melakukan yang baik lillahi ta’ala. Itu yang disebut dlamir dini,” paparnya.

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut, alumni Pesantren Lirboyo ini menerangkan, fu’ad dalam diri manusia berfungsi laksana hakim. Fu’ad memberi keputusan dan pengakuan tentang baik-buruk secara jujur. Hal ini selaras dengan hadits Rasulullah, “Ambillah fatwa dari hatimu sendiri (istafti qalbak)”.

“Semua pasti memiliki ‘hakim’ ini. Tidak bisa bohong. Hakim pun harus punya ‘hakim’ dalam dirinya,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Quote, Pendidikan Ulama Salaf Online

Rabu, 11 Oktober 2017

Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Konferancab II GP Ansor Ambarawa kabupaten Pringsewu digelar pada Rabu (2/9) malam di Gedung Muslimat Al-Hidayah Ambarawa Barat. Acara tiga tahunan ini dibuka oleh Rais Syuriyah MWCNU Ambarawa Kiai Mufassirin (Abah Anom) dan dihadiri seluruh pimpinan ranting yang ada di Ambarawa.

Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Ketua, Hayatul Makki Siap Majukan GP Ansor Ambarawa

Tampak beberapa PAC GP Ansor dari kecamatan lain untuk memilih pengurus harian PAC Ansor Ambarawa yang baru yaitu masa khidmat 2015-2018. Hadir pula Ketua MUI Ambarawa, Kiai Mubalighin (pengasuh pesantren Mathlaul Huda) dan Tim buletin Aswaja Pringsewu yang juga datang untuk melakukan pendataan Nahdliyin melalui pembuatan Kartu NU (KartaNU) di sela-sela pelaksanaan Konferancab ini.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti semua proses acara yang berlangsung dari pukul 19.30 sampai pukul 24.00 WIB, hingga akhirnya terpilihlah sahabat Hayatul Makki sebagai Ketua GP Ansor Ambarawa melalui mekanisme musyawarah-mufakat.

Ulama Salaf Online

Sebagai ketua terpilih, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memercayakan tugas ini kepadanya.

Ulama Salaf Online

"Saya dan seluruh pengurus harian yang terpilih pada malam hari ini akan bekerja keras dan bekerja sama dengan semua elemen yang ada di Ambarawa, khususnya banom-banom NU untuk menjadikan NU melalui GP Ansor sebagai organisasi yang maju dan berkualitas demi kemaslahatan umat," imbuhnya.

Ia berjanji untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan cabang dan pimpinan ranting dalam melaksanakan program-program yang akan dilaksanakan.

“Kami juga akan membuat media informasi berupa web-blog serta akun-akun media sosial yang lain seperti fesbuk dan twiter guna untuk mempermudah akses informasi bagi angoota Ansor itu sendiri maupun khalayak ramai seperti yang dilakukan oleh cabang. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Pendidikan Ulama Salaf Online

Minggu, 01 Oktober 2017

Mapaba Raya PMII UIN Bandung Satukan Rayon-rayon

Bandung, Ulama Salaf Online. Dengan memanfaatkan momen tahun ajaran baru, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djari Bandung mengadakan Masa Penerimaan Mahasiswa Baru (Mapaba) di Cigendel, Sumedang, Jawa Barat. Berbeda dari biasanya, Mapaba Raya kali ini digelar bersama gabungan rayon-rayon PMII di kampus setempat.

Mapaba Raya PMII UIN Bandung Satukan Rayon-rayon (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba Raya PMII UIN Bandung Satukan Rayon-rayon (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba Raya PMII UIN Bandung Satukan Rayon-rayon

Menurut ketua pelaksana, Asep Zaelani, Mapaba Raya diselenggarakan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendaftar di stan yang disediakan oleh PMII.

"Selain menjaga semangat mahasiswa seusai mengikuti Ospek kampus, karena jika dibiarkan nantinya dikhawatirkan mahasiwa cenderung malas terhadap kegiatan-kegiatan organisasi," katanya.

Ulama Salaf Online

Melalui Mapaba bertajuk “Transformasi Budaya PMII dalam membangun Pribadi yang Muttaqin” tersebut pengurus komisariat juga berniat mempersatukan rayon-rayon sebagai tingkatan organisasi di bawahnya.

"Menyatukan bukan berarti dalam wilayah lokalitasnya, tetapi dalam wilayah pemahaman pencetakan pribadi kader yang muttaqin," tambah Asep, mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah itu.

Ulama Salaf Online

Tujuan lainnya, lanjut Asep, mempersatukan proses pendidikan antarrayon agar paham bahwa Mapaba harus mengacu pada prinsip ideal, multilevel strategi, dan AD/ART.

Aktivis PMII lulusan Pesantren Yaspida Sukabumi ini menilai bahwa selama ini Mapaba biasanya cenderung monoton, statis, hanya sekedar seremonial saja.

"Namun kalau bicara Mapaba Raya desain acara yang dilaksanakan akan cenderung ke pementoran. Kalau biasanya mentoring hanya sekali, namun untuk Mapaba Raya bisa sampai tiga kali setelah narasumber menyampaikan materi," terangnya.

Kelebihan Mapaba Raya,  disamping kekuatan massa lebih besar dan efektifitas kerja jadi lebih efektif serta memiliki semangat yang tinggi karena ada unsur misalnya gengsi antarrayon.

"Para peserta Mapaba Raya supaya cinta dan yakin terhadap PMII bahwa PMII akan memberikan sebuah motivasi, semangat baru dalam mencari ilmu," harap Asep kepada peserta.

Rencananya, Mapaba Raya akan dilaksanakan tanggal 13-14 September. Sementara itu, untuk menunjang tema, para peserta akan diberi sajian materi-materi seperti Islam Indonesia, analisis gender, nilai dasar pergerakan, keorganisasian PMII, dan lain-lain. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pendidikan Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock