Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot

KH. Ruhiat adalah tokoh terkenal pada zamannya karena dialah pendiri pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya. Namun generasi saat ini kurang lagi mengenal ketokohannya. Bahkan puteranya yaitu KH Iyas Ruhiat lebih dikenal apalagi setelah menduduki jabatan tertinggi di NU sebagai Rais Aam. Hal itu bisa dimengerti, kiai sepuh tersebut telah meninggal 29 tahun lalu. Tanggal 17 Dzulhijjah 1426 H yang bertepatan dengan 17 Januari 2006, adalah haul (peringatan hari wafat) ke-29 KH. Ruhiat.

Pesantren Cipasung saat ini merupakan pesantren terbesar dan paling berpengaruh di Jawa Barat. Perannya dalam penyiaran agama, pengembangan masyarakat dan menjaga harmoni sosial sangat besar. Selain keteguhannya mengembangkan pesantren yang responsif pada perkembangan dunia pendidikan, pada masa penjajahan, Ajengan Ruhiat juga seorang patriot yang mengorbankan tenaga dan pikirannya untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Ajengan Patriot

Jika syarat seorang pahlawan nasional adalah mendukung kemerdekaan sejak awal mula diproklamasikan, maka Ajengan Ruhiat (AR) memenuhi syarat itu. Tak lama setelah berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Cipasung, AR segera pergi ke kota Tasikmalaya. Dengan menghunus pedang, ia berpidato di babancong, podium terbuka yang tak jauh dari Pendopo Kabupaten. Ia menyatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan yang sudah diraih cocok dengan perjuangan Islam, oleh karenanya harus dipertahankan dan jangan sampai jatuh kembali ke tangan penjajah. Ia meneriakkan pekik merdeka seraya menghunus pedangnya itu. Dia tokoh Islam pertama di Tasikmalaya yang melakukan hal itu.

Ketika pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) berlangsung, ia tak goyah sekalipun gangguan dari pihak DI sangat kuat. Ia menolak tawaran menjadi salah seorang imam DI. Ia menampik gerakan yang disebutnya ‘mendirikan negara di dalam negara’ itu, karena melihatnya sebagai bughat (pemberontakan) yang harus ditentang. Puncaknya ia hampir diculik oleh satu regu DI, tetapi berhasil digagalkan. Akibat sikapnya yang tegas itu ia mengalami keprihatinan yang luar biasa, karena terpaksa harus mengungsi setiap malam hari, selama tiga tahun lamanya.

Kegigihannya sebagai seorang pejuang dibuktikan dengan pernah dipenjara tak kurang dari empat kali. Pertama, pada tahun 1941 ia dipenjara di Sukamiskin selama 53 hari bersama pahlawan nasional KH. Zainal Mustofa. Alasan penahanan ini karena Pemerintah Hindia Belanda cemas melihat kemajuan Pesantren Cipasung dan Sukamanah yang dianggap dapat menganggu stabilitas kolonial. Kedua, bersama puluhan kiai ia dijebloskan ke penjara Ciamis. Ia hanya tiga hari di dalamnya karena keburu datang tentara Jepang yang mengambil alih kekuasaan atas Hindia Belanda tahun 1942. Ketiga, tahun 1944 ia dipenjara oleh pemerintah Jepang selama dua bulan, sebagai dampak dari pemberontakan KH. Zainal Mustofa di Sukamanah. Pada saat itu, Ajengan Cipasung dan Sukamanah lazim disebut dua serangkai dan sama-sama aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Kecintaan sang Ajengan pada NU sangat mendalam, oleh karena itu pada saat Ajengan Sukamanah berbulat tekad untuk melawan Jepang, keduanya membuat kesepakatan. Ajengan Sukamanah tidak akan melibatkan NU secara organisasi dan perjuangannya bersifat pribadi, agar NU tidak menjadi sasaran tembak tentara Jepang. Secara organisatoris, Ajengan Sukamanah menyatakan keluar dari NU (Aiko Kurasawa,1993). Dengan kesepakatan ini, jika terjadi akibat buruk dari perlawanannya--sesuatu yang sudah mereka perhitungkan--, organisasi NU tidak akan terbawa-bawa dan AR tetap bisa mengembangkan NU di Tasikmalaya dan Jawa Barat. Kesepakatan itu dibuktikan oleh Ajengan Ruhiat lewat keterlibatannya di NU sampai ke tingkat pusat.

Karirnya di PBNU dibuktikan dengan menjadi A’wan (pembantu) Syuriah PBNU periode 1954-56 dan 1956-59, serta perkembangan NU di Tasikmalaya dan Jawa Barat yang ditunjang oleh para alumni Cipasung. Keempat, ia dijebloskan ke penjara Tasikmalaya selama sembilan bulan pada aksi polisionil kedua, dan dibebaskan setelah penyerahan kedaulatan. Ini membuktikan bahwa AR seorang non-kooperatif sehingga sangat dibenci penjajah yang membonceng pasukan NICA itu. Sebelum masuk penjara yang terakhir itu, sepasukan tentara Belanda datang ke pesantren pada waktu ia sedang solat ashar bersama tiga orang santrinya. Tanpa peringatan apapun, tentara Belanda itu memberondongkan peluru ke arah mereka yang sedang solat. AR luput dari tembakan, tetapi dua santrinya tewas dan seorang lagi cedera di kepala.

Mungkin ia tidak disebut sebagai pahlawan karena tidak pernah menduduki jabatan dalam pemerintahan, sebab konsisten memilih jalur pendidikan pesantren sebagai pengabdiannya, bahkan sebagai tarekat-nya. “Tarekat Cipasung adalah mengajar santri,” ujarnya. Atau karena tidak pernah menjadi politisi yang berjuang di parlemen. Sebab katanya, “Biarlah bagian politik itu sudahDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Kajian Ulama Salaf Online

KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot (Sumber Gambar : Nu Online)
KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot (Sumber Gambar : Nu Online)

KH. Ruhiat CipasungSeorang Ajengan Patriot

Rabu, 14 Februari 2018

Politik Uang dan SARA, Dua Hal Perusak Demokrasi

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencatat mekanisme demokrasi yang selama ini dipraktikkan oleh para politisi justru telah menghasilkan dua ekses yang merusak demokrasi, politik uang dan SARA.

Politik Uang dan SARA, Dua Hal Perusak Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Uang dan SARA, Dua Hal Perusak Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Uang dan SARA, Dua Hal Perusak Demokrasi

 

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan muhasabah 2017 dan resolusi kebangsaan 2018, Rabu (3/1) lalu di kantor PBNU Jakarta.

Menurut Kiai Said, keduanya (politik uang dan SARA) adalah bentuk kejahatan yang terbukti bukan hanya menodai demokrasi, tetapi mengancam Pancasila dan NKRI. 

“Jika politik uang merusak legitimasi, maka politik SARA merusak kesatuan sosial melalui sentimen primordial yang mengoyak anyaman kebangsaan yang telah susah payah dirajut oleh para pendiri bangsa,” tegas kiai kelahiran Kempek, Cirebon ini.

Ulama Salaf Online

Ia menegaskan, perhelatan Pilgub DKI Jakarta 2017 masih menyisakan noktah hitam bahwa perebutan kekuasaan politik dapat menghalalkan segala cara yang merusak demokrasi dan menggerogoti pilar-pilar NKRI. 

Pengalaman ini, menurutnya, harus menjadi bahan refleksi untuk mawas diri. Demokrasi harus difilter dari ekses-ekses negatif melalui literasi sosial dan penegakan hukum. Masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam penyelenggaraan demokrasi yang sehat tanpa politik uang dan sentimen primordial.

“Aparat penegak hukum harus kredibel dan andal dalam penegakan hukum terkait kejahatan politik uang dan penggunaan sentimen SARA. Ini penting karena pada tahun 2018 dan 2019, Indonesia akan memasuki tahun-tahun politik,” terang Kiai Said.

Ulama Salaf Online

Tahun 2018 akan digelar Pilkada serentak di 171 daerah. Tahun 2019 akan digelar hajatan akbar yaitu Pilpres dan Pileg serentak. “Bercermin dari kasus Pilkada DKI, kontestasi politik dapat mengganggu kohesi sosial akibat penggunaan sentimen SARA, penyebaran hoax, fitnah, dan ujaran kebencian,” jelasnya.

Dan ini, lanjut Kiai Said, semakin parah karena massifnya penggunaan internet dan media sosial. PBNU perlu menghimbau warganet agar bijak dan arif menggunakan teknologi internet sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan perdamaian, bukan fasilitas untuk menjalankan kejahatan dan merancang permusuhan.

“PBNU mengakui dan menegaskan demokrasi adalah pilihan terbaik sebagai sistem penyelenggaraan kehidupan berbangsa yang majemuk. Mekanisme dan kelembagaan demokrasi telah berjalan dan sampai ke titik yang tak bisa mundur lagi,” tandasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Penyebaran informasi dan berita bohong (hoaks) baik melalui lisan maupun tulisan untuk kepentingan apa saja, termasuk politik, harus dihindari demi menjaga keutuhan hubungan persaudaraan sebangsa dan persaudaraan sesama manusia.

Hal ini diingatkan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin yang akrab dipanggil Gus Ishom, Kamis (21/9) yang saat ini masih berada di Kota Madinah dalam rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji.

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Melawan Hoaks dan Mengobati Penyakit Lisan

Menurutnya Keinginan hawa nafsu untuk menjatuhkan citra baik orang lain dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran agama dan norma-norma ketimuran harus cepat dikekang.

"Sangatlah tidak patut meraih kehormatan diri dengan cara menjatuhkan martabat orang lain, lebih-lebih dengan memfitnah orang terhormat yang selalu nenjaga kehormatannya," ujarnya.

Oleh karena itu menurutnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit lisan dan tulisan yang saat ini banyak sekali tersebar dengan mudahnya dan membahayakan bagi pembacanya.

Ulama Salaf Online

Yang pertama adalah tidak terburu-buru memercayai berita yang tidak jelas kebenarannya dengan bersikap kritis dan membiasakan tabayun, kroscek atau klarifikasi.

"Cegahlah diri sendiri atau orang lain dari menyampaikan berita dusta itu, baik dengan lisan atau tulisan," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar jangan mudah berburuk sangka kepada siapa saja karena sebagian buruk sangka itu perbuatan dosa.

Ulama Salaf Online

"Jangan turut serta atau terlibat dalam mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Sampaikan kritik yang konstruktif dengan prosedur yang benar dan cara yang santun," tegasnya.

Selanjutnya Ia mengingatkan agar jangan suka mengikuti hawa nafsu untuk suka bermusuhan dan membenci saat tidak setuju dengan pihak lain. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Warta, Olahraga Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda

Solo, Ulama Salaf Online - Tanggal 28 Oktober 1928, menjadi  salah satu momen yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itu, dicetuskan “Sumpah Pemuda” yang menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Rupanya, pada tanggal yang sama di Kota Solo, tepatnya di daerah Kampung Tegalsari, Bumi, Laweyan, dibangun sebuah masjid swasta (bukan dari keraton, red) yang pertama. Masyarakat di sana biasa menyebutnya dengan Masjid Tegalsari.

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid di Solo Ini Dibangun Bersamaan Momen Sumpah Pemuda

Tanggal pembangunan masjid pada tanggal 28 Oktober 1928 dibuktikan pada sebuah prasasti yang terletak di tembok sebelah barat masjid.

Ulama Salaf Online

Saat Ulama Salaf Online mengunjungi lokasi masjid, Sabtu (28/10), terlihat dua prasasti yang ditulis dengan aksara jawa serta aksara latin. Kedua prasasti tersebut menerangkan tahun pemasangan tiang utama, berikut sejumlah nama pendiri.

Sesepuh Masjid Tegalsari H Ahmaduhidjan menerangkan tiang utama masjid dipasang pada hari Ahad tanggal 13 Jumadil Awal 1347 H atau 28 Oktober 1928 M. “Para pendiri antara lain KH Ahmad Shofawi, H Umar, KH Asy’ari, KH Muh Adnan, dan lain sebagainya,” terangnya.

Masjid Tegalsari ini dibangun pada tahun 1928 dan diresmikan pada tahun 1929. Hingga saat ini, selama 89 tahun berdirinya Masjid Tegalsari, bangunan masjid masih berdiri kokoh, dan tidak banyak yang berubah bahkan hampir sama sejak pertama kali masjid ini berdiri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Meme Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

Indramayu, NUOnline

Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (31/10) malam mengikuti kuliah umum perdana di Kampus STIDKI NU sekaligus Kantor PCNU Indramayu, Jln. Gatot Subroto No.09 Indramayu. Kuliah umum tersebut digelar sebagai tanda dimulainya perkuliahan di perguruan tinggi milik Nahdlatul Ulama tersebut.

Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu yang juga Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, menegaskan pentingnya nasionalisme di kalangan mahasiswa. 

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

“Dengan digelarnya kuliah umum perdana ini, selain untuk menandai dan membekali para mahasiswa dalam menempuh perkuliahan di STIDKI NU Indramayu, juga untuk membekali mahasiswa pemahaman kebangsaan," papar Doktor jebolan Jerman tersebut.

Menurutnya saat ini masih ada kelompok-kelompok yang terus menerus mempersoalkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mahasiswa sebagai kader terdidik NU, kata Rektor, harus tampil ke depan membela negara dan bangsa dari berbagai ancaman dan rongrongan.

KH. Muhammad Faris Elhaq Fuad Hasyim dari Buntet Pesantren Cirebon sebagai narasumber Kuliah Umum Perdana menguraikan pentingnya pemahaman kebangsaan bagi para mahasiswa dan kader NU. 

Ulama Salaf Online

“Hanya NU yang bisa berbicara mengenai empat pilar kebangsaan secara fasih dan benar, bahwa Pancasila itu sudah syar’i; UUD 1945 itu sudah syar’i; Bhinneka Tunggal Ika itu sudah syar’i dan NKRI juga sudah syar’i, sehingga wajarlah jika para pendiri NU menegaskan bahwa hubbul wathon minal iman, atau cinta tanah air itu sebagian dari iman,” urainya.

Ulama Salaf Online

Dikatakan Kiai Fariz, dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu merupakan kebanggan bagi warga NU Indramayu khususnya dan Jawa Barat umumnya, karena dengan adanya perguruan tinggi milik NU tersebut, akan menjadi kawah candra dimuka bagi kader-kader NU dan ulama yang mumpuni secara intelektual, memiliki nasionalisme yang tinggi dan menjaga Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

“Saya merasa bangga dengan berdirinya STIDKI NU Indramayu, saya yakin perguruan tinggi milik NU ini akan mejadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang,” pungkasnya.

Sebelumnya, bakda shalat Maghrib, para mahasiswa mengikuti istighotsah. Istoghosah tersebut untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus mendoakan para orang tua asuh dan donator yang telah membiayai mereka sehingga para mahasiswa STIDKI NU Indramayu bisa mengikuti perkuliahan secara gratis.

Selain itu, mahasiswa juga membacakan ikrar sebagai wujud kecintaan mereka kepada tanah air. 

Berikut teks lengkap ikrar yang dibacakan tersebut;

Kami mahasiswa STIDKI NU Indramayu berikrar: selalu setia dan siap siaga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.  Kami siap berdiri di depan melawan siapa pun yang merongrong Pancasila, serta pantang menyerah dalam mengawal cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan semangat Revolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

(Iin Rohimin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Bahtsul Masail, Nasional Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Jakarta, Ulama Salaf Online. Terjadinya penyiksaan maupun pembunuhan terhadap TKI di luar negeri yang menimpa Sumiati, Haryatin, Kikim Komalasari dan lain-lain menunjukkan jika kebijakan yang dibuat pemerintah tidak tegas sehingga tidak efektif. Ini memalukan dan merendahkan harkat dan martabat banagsa Indonesia.

“Kebijakan yang dibuat harus tegas dan seefektif mungkin agar majikan TKI di luar negeri itu tidak seenaknya melakukan pelanggaran HAM sampai TKI ini cacat bahkan meninggal dunia,”tandas Ketua PBNU Kacung Marijan pada Ulama Salaf Online di Jakarta, Jumat (19/11).

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Yang pasti menurut guru besar Universitas Airlangga Surabaya ini, peristiwa Ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan sudah sering terjadi. Baik di Saudi Arabia, Malaysia dan Negara-negara lain. Kasus ini menunjukkan kebijakan perlindungan terhadap TK di luar negeri ini masih lemah dan belum efektif.

Ulama Salaf Online

Sementara Indonesia dalam posisi subordinat di negara-negara tersebut. Sementara dari sisi sumber daya manusia (SDM), TKI yang dikirim tersebut kurang bagus dan tidak profesional. “Ke depan hal itu harus diperhatikan dengan memprioritaskan mereka yang terampil dan lebih professional,”tutur Kacung mengingatkan.

Penyiksaan terhadap TKI di Arab Saudi belum juga berakhir. Dua kasus terakhir menimpa Sumiati asal Dompu NTB, Haryatin asal Blitar Jatim, dan Kikim Komalasari asal Cianjur Jabar, yang tewas dibunh majikannya tiga hari menjelang hari raya idul Adha 1431 H di kota Abha, Saudi Arabia.

Ulama Salaf Online

Sedangkan Sumiati, mungkin masih lebih beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan dan kini dalam kondisi sudah membaik. Sumiati menderita luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan sebagian bibirnya digunting majikannya. Saat ini, Sumiati sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Fahd, Madinah

Dalam merespon kasus pelanggaran HAM berat tersebut, selain mengadili pelaku sampai ke pengadilan, pemerintah juga akan melakukan kesepakatan(MoU) dengan pemerintah Arab Saudi dll dalam melindungi TKI tersebut. Bahkan para TKI di luar negeri itu nanti akan dilengkapi HP untukmelakukan komunikasi dengan KJRI (konsulat jenderal Republik Indonesia) maupun Kedubes RI setempat.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Budaya Ulama Salaf Online

Rabu, 24 Januari 2018

Bahtsul Masail Bangkitkan Gairah Intelektual Masyarakat Bawah

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Masyarakat bawah yang meliputi petani, peternak, pekebun, dan sejenisnya, nyaris sulit punya waktu untuk belajar karena dibekap kesibukan bekerja. Karenanya, mereka sangat terbantu dengan program bahtsul masail yang hingga kini rutin dilaksanakan oleh PCNU Pamekasan.

Hal itu diakui oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kadur Ustadz Abd Syukur di tengah-tengah pelaksanaan bahtsul masail MWCNU Kadur di Pesantren Karang Anyar Pamoroh, Kadur, Pamekasan, Jumat (15/12).

Bahtsul Masail Bangkitkan Gairah Intelektual Masyarakat Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Bangkitkan Gairah Intelektual Masyarakat Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Bangkitkan Gairah Intelektual Masyarakat Bawah

Menurutnya, program bahtsul masail merupakan salah satu kekayaan ilmiah yang dimiliki oleh NU dan pesantren. Karena dengannya, ukhawah islamiah dan spirit keilmuan bisa dibangun serta menjadi tradisi positif di tengah kesibukan bekerja masyarakat di tingkat bawah.

"Di samping itu, tali silaturrahmi juga bisa hidup dengan baik. Karena selain sulit punya waktu belajar, masyarakat bawah juga terkendala sibuk bekerja untuk membangun silaturrahmi secara istikamah," terangnya.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan itu, masail yang dibahas ialah mahram bagi wanita safar haji. Deskripsi masalahnya berpangkal pada banyak wanita secara materi sudah mampu melaksanakan safar haji, tetapi ia tidak mempunyai mahram. Tapi di daerahnya ada lelaki yang saleh yang ingin melaksanakan haji bersama beberapa wanita dari mahramnya.

Ulama Salaf Online

Deskripsi masalah tersebut mengerucut pada empat masail, yaitu apa definisi mahram kaitan dengan wanita yang ingin melaksanakan safar haji? Bolehkah Lelaki yang saleh tersebut diangkat menjadi mahram oleh wanita tersebut kaitannya dengan safar haji?

Selanjutnya, kalau tidak boleh, apakah sah haji wanita tersebut jika pergi bersama seorang lelaki saleh yang pergi bersama beberapa wanita mahramnya dan lelaki tersebut sebagai pembimbingnya? Terakhir, apakah gugur dari kewajiban haji dikarenakan tidak ada mahram yang mendampingi padahal ia telah mampu dari sisi materi?

Segala jawaban yang dirumuskan, nanti akan direkomendasikan kepada pihak Kemenag Pamekasan untuk dikonsumsi secara umum.

"Hasilnya nanti juga akan disebar secara tertulis kepada pengurus NU hingga ke tingkat ranting. Muaranya, bisa tersebar luas di lingkungan masyarakat," kata Ustadz Syukur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan

Malang, Ulama Salaf Online. Bulan Ramadhan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini IPNU-IPPNU Anak Cabang Blimbing Kota Malang mengadakan acara Safari Ramadhan Penuh Hikmah 2013 Bareng IPNU IPPNU Ancab Blimbing. 

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan

Acara yang berlangsung setiap akhir pekan di bulan Ramadhan 1434 H ini dilaksanakan di halaman Masjid Sabilillah.

Dibuka dengan penampilan grup sholawat IPNU-IPPNU Komisariat SMKN 5 Malang, hari Sabtu,13 Juli 2013 bada Ashar, suasana di halaman Masjid Sabilillah kian ramai. Acara berlangsung hingga pukul 17.00, dilanjutkan dengan pengajian sebelum berbuka puasa dan pembagian takjil.

Ulama Salaf Online

Pada hari Ahad, diadakan ajang kreasi patrol yang diikuti oleh grup patrol dari wilayah Kecamatan Blimbing. "Alhamdulillah acara berlangsung cukup meriah, walaupun sempat diguyur hujan yang semakin menambah suasana menjadi lebih berkesan,” ungkap Maziatul Hikmah, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Ulama Salaf Online

Tampil sebagai pemenang adalah grup Kicauan Kuda dari Kelurahan Polowijen yang menampilkan patrol dengan iringan musik kontemporer ala remaja Polowijen.

Tampil sebagai juri adalah M Afifudin dari Lesbumi kota Malang serta Hisbullah Huda perwakilan dari media.

"Acara seperti ini harus bisa dikemas semakin menarik supaya tidak hancur oleh jaman dan semoga tahun depan IPNU-IPPNU bisa mengadakan kegiatan yang tak kalah menarik lagi,” ungkap rekan yang lebih akrab dipanggil Mas Hisa yang juga pernah menjadi presenter di salah satu televisi lokal tersebut.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Uswatun Hasanah, Elfy Rahmanita

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Pertandingan, Nasional Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, belum lama ditinggal ibunya pada 13 Juli lalu, Wakil Ketua LTN NU Saiful Hadi Chalid kini menyusulnya. Ia mengembuskan nafas terakhir pada Ahad (15/10) pukul 21.15 di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan.

Putra mendiang KH Idham Chalid ini aktif di dunia jurnalistik 1980-an. Puncak karirnya menjabat sebagai Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sejak 2012 hingga 2016.

Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Direktur LKBN Antara 2012-2016 Saiful Hadi Chalid Tutup Usia

Bersama rekannya, Ipul, begitu ia akrab disapa, pernah berniatan membuat catatan perjalanannya selama menjadi wartawan. Ia bahkan sudah menyiapkan judul untuk catatan yang sedianya dibuat dalam bentuk novel itu, yakni The Prince and The Eel Hunter.

“Kami pernah punya niat untuk membuat novel yang didasarkan pada kisah hidup kami. Bahkan Saiful sudah memberikan judul novel tersebut; The Prince and The Eel Hunter. Kisah Pangeran dan Pencari Belut yang Ditakdirkan untuk Bersahabat selama lebih 25 tahun,” tulis Akhmad Kusaeni pada ucapan bela sungkawanya pada dinding Facebook.

Alumni Pondok Buntet Pesantren itu dikenal baik oleh kerabatnya. “Alm Saiful adalah sahabat yang baik. Tutur katanya santun dan menyenangkan,” tulis Timbo Siahaan dalam ucapan dukanya melalui dinding Facebook. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online AlaNu, Budaya Ulama Salaf Online

Selasa, 16 Januari 2018

Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif

Tulungagung,Ulama Salaf Online

Para pemain kesebelasan Pondok Pesantren Darut Taibin (DaTa) Campur Darat Tulungagung tidak bisa istirahat total. Kesebelasan yang menoreh kemenengan dalam Liga Santri Nusantara, 31 September 2016 di Stadion Brawijaya Kota Kediri lalu tersebut, hanya sempat jeda dua hari. Kemudian mereka langsung digenjot latihan intensif.

Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren DaTa Genjot Pemain Latihan Intensif

”Tidak ada waktu leha-leha. Anak-anak? langsung? digenjot latihan fisik dan teknik,’’ ungkap? Manajer DaTa Ahmad Syaif’i kepada Ulama Salaf Online Sabtu siang (3/9).

Begitu selesai pertandingan, para pemain diistirahatkan dua hari. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa sekolah dan mengaji.

Ulama Salaf Online

“Pagi setelah subuh senam dan latihan fisik. Terus sekolah. Sore harinya setelah istirahat dia latihan game-game di lapangan,’’ katanya.

Sebagimana diketahui DaTa berhasil menjadi juara Liga Santri Nusantara Region Jatim II. Tim dari kota marmer itu juara setelah berhasil melibas Tim An-Nur 2 Turen Malang dengan skor 3-0. Atas keberhasilan tersebut, DaTa selain lolos ke tingkat Nasional, juga berhak atas tropi juara dari Walikota Kediri.

Ulama Salaf Online

Karena mereka para santri maka tidak ada waktu luang dan leha-leha. Setelah diberi istirahat dua hari oleh pelatih. Mulai Sabtu pagi, merekaharus berlatih lagi.

”Tidak boleh hanya puas setelah menang kemarin karena kompetisi yang? sebenarnya dan yang berat nanti yadi tingkat nasional itu,’’ tambah Agus pelatih DaTa.

Ia yakin, yang masuk babak selanjutnya di tingkat nasional ini nanti pasti tim terbaik karena hasil seleksi se-nusantara.

“Daerah-daerah yang selama ini menjadi sentral pemain pasti akan kuat sepakbolanya seperti daerah-daerah Timur,’’ tambah Agus. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Jumat, 05 Januari 2018

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum PBNU mengapresiasi hasil KTT Luar Biasa ke-5 OKI di Jakarta pada 6-7 Maret ini dengan hasil Deklarasi Jakarta sebagai upaya untuk mendorong perjuangan kemerdekaan Palestina.?

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Ia menyatakan, kemerdekaan Palestina bisa dicapai dengan persatuan bangsa Arab. Selama mereka tidak bersatu, negara lain tidak akan menghargai negara-negara tersebut mengingat mereka sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah internalnya.?

“Selama bangsa Arab masih kacau balau, karut-marut, perang saudara, Mustahil, mereka (Israel) akan menghargai negara Arab. Senjata yang paling utama, bukan embargo minyak, bukan embargo produk Israel, tapi yang paling penting adalah, negara Arab bersatu. Insyaallah, barakah Allah akan turun, pertolongan Allah akan turun,” katanya di Gedung PBNU, Selasa (8/3).

?

Negara Arab yang besar secara regional yaitu Mesir, Irak, dan Syiria, kini semuanya sedang dalam masalah.?

Ulama Salaf Online

“Senjata utama untuk mengalahkan Israel adalah kesatuan dan persatuan Arab. Selama negara Arab tidak bersatu, tidak mungkin bisa mengalahkan Israel,” tegasnya.?

Sebagaimana dilaporkan oleh Antara, bagian pertama dari Deklarasi Jakarta, OKI sepakat untuk mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.

Deklarasi Jakarta juga mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Langkah-langkah tersebut disebutkan dalam butir pembentukan "Al Quds and Al Aqsha Funds" (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina.

Ulama Salaf Online

Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Langkah konkret dalam Deklarasi Jakarta juga menyebut aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.

Poin-poin terakhir berisikan langkah OKI untuk mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintasagama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Syariah, Budaya Ulama Salaf Online

Rabu, 03 Januari 2018

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far

Cirebon, Ulama Salaf Online. Bahtsul masail, salah satu rangkaian menyambut Peringatan Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Buntet Pesantren Cirebon diawali doa bersama untuk almarhum Buya KH Ja’far Aqil Siroj, pengasuh Pesantren Kempek Cirebon yang wafat hari Selasa (1/4). Doa bersama berlangsung khidmat di Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kamis (3/4) malam.

Sebelum membuka acara, KH Amirudin Abkari yang didaulat untuk memberikan sambutan atas nama dewan sesepuh Buntet Pesantren mengatakan, Buya Ja’far merupakan sosok yang banyak berjasa bagi masyarakat pesantren dan warga Cirebon secara umum.

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far

“Selain sebagai salah tokoh pesantren di Cirebon, almarhum merupakan orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap warga Cirebon secara keseluruhan. Beliau juga memaksimalkan peran selama hidup sebagai Ketua MUI Kabupaten Cirebon secara tulus,” ungkap Kiai Amir.

Ulama Salaf Online

Kiai Amir juga menyebutkan bahwa Buya Ja’far merupakan sosok yang dengan penuh semangat mendorong kemajuan pesantren. Hal ini, menurut Kiai Amir, yang membuat Buya Ja’far akan selalu dikenang banyak orang.

Ulama Salaf Online

“Mari kita mengirimkan Fatihah secara khusus untuk Buya KH Ja’far Aqil Siroj, sosok yang patut dikenang dan diteladani,” pungkasnya.

Setelah mengirimkan doa dan berbela sungkawa atas meninggalnya Buya Ja’far, ratusan peserta bahtsul masail yang terdiri dari para tokoh sepuh dan kiai muda se-Wilayah III Cirebon ini mulai membahas dan memecahkan masalah kontemporer melalui pandangan fiqih, di antaranya ialah pembahasan soal hukum pemburuan macan Sumatra dan hukum eksploitasi Gunung Ciremai oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengundang kontroversi belakangan ini. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Budaya, Lomba Ulama Salaf Online

Kamis, 28 Desember 2017

Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketika membandingkan tentang logika berpikir antara orang Barat dan orang Islam, peneliti sejarah Islam Nusantara, Agus Sunyoto menyampaikan bahwa logika berpikir Barat lebih cenderung bersumber pada hal-hal materialistik atau bendawi.

Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Logika Berpikir Matematis Barat Meniru Islam

"Kita lihat logika berpikir Barat dari angka. Munculnya angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0 itu niru angka Arab pada Abad pertengahan, sebelumnya I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X. Logika berpikir Eropa itu hanya sampai pada angka V, kelipatan V, kelipatan V, angka X itu dua V yang digabungkan dan dibalik satunya jadinya X,” terang Agus Sunyoto di hadapan Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta Kelas Ciganjur, Jumat (26/9).

Menurut Agus Sunyoto, penulisan angka itu merupakan bentuk internalisasi dari logika berpikir yang mengedepankan alam material atau bendawi.

Ulama Salaf Online

“Kenapa? Sebelumnya orang Eropa itu asumsinya terbatas, jadi angka I contohnya lidi-nya satu, angka II lidi-nya dua, angka III lidi-nya tiga, angka IV lidi-nya satu sebelum angka V, angka VI lidinya satu setelah angka V dan seterusnya, makanya dulu itu tidak ada perkalian dan pembagian, mereka hanya punya simbol tambah (+) dan kurang (-).”

“Anda bisa membayangkan bagaimana ngitung perkalian dan pembagian menggunakan angka Romawi,” tambah Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) itu.

Ulama Salaf Online

Penulis buku “Atlas Wali Songo” itu pun menyebutkan bahwa angka Romawi tidak mempunyai angka 0, selain itu jika dibandingkan antara angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 0 dengan angka ?, ?, ?, ?, ?, ?, ?, ?, ?, dan ? ternyata mempunyai kemiripan.

Walaupun logika berpikir Arab bisa mengubah logika berpikir Barat dalam hal angka, tambah Agus, namun tidak demikian dengan sebaliknya. Sebab dalam pemikiran Arab angka yang besar itu ada disebelah kiri, sementara angka romawi sebaliknya, dengan demikian angka yang di sebelah kiri lebih besar dari angka yang ada di sebelah kanan, contohnya adalah angka 9001 itu lebih besar dari angka 1009.

“Ini saya diberi tahu sama teman yang ngambil kuliah Pascasarjana di Amerika, ternyata logika berpikir matematis ini tidak bisa diubah karena sudah berkembang di dunia,” pungkasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Warta Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Menteri Eko: Produk Unggulan Desa Bisa Kurangi Desa Tertinggal

Pandegelang, Ulama Salaf Online. Komitmen pemerintah dalam percepatan pembangunan desa terus membuhkan hasil nyata. Gelontoran Dana Desa yang tahun ini mencapai 60 triliun dan tahun depan diharapkan 120 triliun dipastikan memberi dampak perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa.

Menteri Eko: Produk Unggulan Desa Bisa Kurangi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Eko: Produk Unggulan Desa Bisa Kurangi Desa Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Eko: Produk Unggulan Desa Bisa Kurangi Desa Tertinggal

"Ada tahapannya, setelah menggenjot infrastruktur seperti pembangunan embung dan sarana lainnya, kita sekarang harus mulai fokus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sehingga pengurangan angka kemiskinan bisa dipercepat. Salah satu caranya dengan mulai menentukan dan mengoptimalkan Produk Unggulan Desa," kata Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di sela-sela kesempatan berdialog dengan 1200 lebih kepala desa, anggota BPDes, dan camat di seluruh Kabupaten Pandegelang, Jumat (7/4).

Di hadapan peserta dialog, menteri Eko juga mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Pandegelang dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana desa sehingga status desa-desa tertinggal bisa dikurangi.

Ulama Salaf Online

"Saya senang Kabupaten Pandegelang telah berhasil mengurangi desa tertinggal dari 140 menjadi 70 desa. Mudah-mudahan dengan dana desa dalam waktu paling lama dua tahun kedepan tidak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Pandegelang." Ujar Eko mengapresiasi.?

Namun demikian Eko mengingatkan, tujuan utama dana desa paling utama untuk pengentasan kemiskinan masyarakat supaya dapat dipercepat.

Karenanya, lanjut Eko, jika infrastruktur desa sudah terbangun, dana desa diharapkan dapat menyokong pemberdayaan ekonomi masyarakat. ?

"Ke depan harapannya, Dana Desa itu bukan sebagai sumber pembangunan desa, melainkan menjadi pengungkit pembangunan ekonomi desa," katanya.

Agar jadi pengungkit, desa perlu badan usaha yang bisa menghasilkan uang. Untuk itulah dibentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

Ulama Salaf Online

“Dimulai dari pembanguan infrastruktur desa, BUM Desa, Embung, Produk Unggulan yang dimiliki tiap desa atau kawasan perdesaan harus segera membuktikan diri menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan pengentasan kemiskinan perdesaan. Kita semua harus berkomitmen dan bekerjasama untuk ini.” ? tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya Ulama Salaf Online

Kamis, 21 Desember 2017

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ponorogo, Ulama Salaf Online - Kedatangan Menpora RI H Imam Nahrawi dalam rangka membuka Kickoff Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I di stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo, Kamis (28/8) sore, disambut oleh tari-tarian dan pertunjukan Reog Ponorogo. Menpora berkesempatan menaiki topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari burung merak itu.

Setelah berada di atas kepala reog, sambil diiringi jathilan, warok, dan tabuhan gamelan, Nahrawi kemudian dibawa ke tengah lapangan stadion sambil melambaikan tangan kepada para santri dan penonton yang memenuhi sudut Stadion Batoro Katong.

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ia tampak senang saat berada di atas kepala singa yang menjadi simbol kekuatan kesenian itu. Para juru warta tidak ingin ketinggalan mengabadikan momen langka tersebut. Mereka berebut mengambil gambar dari berbagai sudut.

Ulama Salaf Online

“Terima kasih banyak. Saya sangat senang. Sampai sini (stadion) langsung disambut oleh kesenian Reog Ponorogo,” ujar Menpora.

Reog Ponorogo dibawakan oleh oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam yang dipoles warna-warni. Sementara 6-8 gadis dengan keanggunannya membawakan tarian tradisional khas kesenian Reog. Selain itu, Menpora bersama para hadirin juga disuguhi atraksi dari pendekar Pagar Nusa yang menunjukkan kebolehan dalam ilmu beladiri dan tenaga dalam.

Bupati Ponorogo H Ipong Muclissoni berterima kasih atas kehadiran Menpora RI di Kota Reog ini. Ia mengatakan, Ponorogo dikenal sebagai kabupaten seribu pesantren.

Ulama Salaf Online

“Pak Menteri, di Ponorogo ini ada sekitar 200 lebih pesantren. Bila Jombang dikenal dengan kota santri, maka Ponorogo pun sebenarnya merupakan kota santri,” kata H Ipong di hadapan Menpora.

Terkait pelaksanaan LSN di Ponorogo, Ipong mengapresiasi kerja sama antara Pemkab Ponorogo dan Panitia Pelaksana LSN. Bahkan LSN Region Jatim I dapat dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo U 18. Ia optimis LSN dapat berjalan sesuai harapan dan mampu menjadi media untuk pembinaan sepakbola santri pesantren.

Tampak hadir pada pembukaan LSN Region Jatim I yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin, Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Pengurus PCNU Ponorogo, Ketua RMI Ponorogo Gus Munir, Koordinator LSN Region Habib Mustofa, para kiai, para gus, dan para ribuan santri dari pesantren peserta LSN. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Budaya Ulama Salaf Online

Rabu, 20 Desember 2017

Diluncurkan, Islam Nusantara Center Langsung Perkuat Jaringan

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Islam Nusantara Center (INS) diluncurkan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa (11/4) sore. Pada kesmpatan itu pula, lembaga tersebut langsung menandatangani kerja sama dengan Penandatangan MoU Kerja Sama PPSDM UIN Jakarta. Pada kesempatan itu, Direktur INS Ahmad Ginanjar Sya’ban ? mengatakan, lembaga yang dipimpinnya itu sebetulnya telah berjalan meski baru diluncurkan.

Kegiatan tersebut, menurut dia, di antaranya telah melaksanakan bergai macam kegiatan seperti diskusi, penelitian, dan seminar. ? Bahkan, INS sudah melaksanakan penandatangan kerja sama dengan bebeberapa lembaga.

Diluncurkan, Islam Nusantara Center Langsung Perkuat Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diluncurkan, Islam Nusantara Center Langsung Perkuat Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diluncurkan, Islam Nusantara Center Langsung Perkuat Jaringan

“Salah satunya adalah dengan PPSDM (Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebelumnya juga sudah dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pusat Islam Nusantara STAINU Jakarta,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Penandatangan MoU Kerja Sama PPSDM UIN Jakarta dengan Islam Nusantara Center dan Peluncuran Islam Nusantara Center.

Misi utama INS, jelas Sya’ban, adalah ingin menjadikan kembali Indonesia sebagai pusat kebudayaan Islam dunia. “Sebagaimana yang dulu pernah dilakukan oleh para ulama kita. Bagaimana mereka menjadikan Indonesia sebagai kiblat ilmu pengetahuan keislaman dunia,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Maka dari itu, ia meminta kepada semua pihak untuk turut membantu dan mendukung apa yang dilakukan INS agar misi yang dicita-citakannya tersebut bisa terwujud.?

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dede Rosyada meminta, kerja sama yang dijalin antara PPSDM UIN Jakarta dan INS tersebut akan bisa mengembangkan nilai-nilai sejarah Islam Indonesia.?

Terlebih, ia menjelaskan, apa yang dikerjakan kedua lembaga tersebut tidak hanya pada tataran kajian histok saja, tetapi juga pada tataran normatif dan penerapannya. “Bukan hanya sekedar kajian historis, tetapi dalam bentuk karya implementasi dan karya nyata,” ucapnya.

Dengan peluncuran Islam Nusantara Center, ia berharap akan memberikan manfaat kepada UIN, Indonesia, dan dunia.?

Ulama Salaf Online

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UIN Jakarta dan juga Ikatan Sarjana NU (ISNU) Masykuri Abdillah, Inisiator INS Jazilul Fawaid dan Zainul Milal Bizawie, Dewan Pakar INS Ngatawi Al Zastruow, Mastuki, Ahmad Husnul Karim, Wasekjen PBNU Ulil Abshor Hadrawi, Kepada Badan Litbang Kemenag Abdurrahman Mas’ud, Direkturs PPSDM Mundzir Suparta, dan beberapa tokoh lainnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya Ulama Salaf Online

Minggu, 03 Desember 2017

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan

Teheran, Ulama Salaf Online

Seorang pengemudi taksi di Kota Rasht, Iran Utara, telah mengisi mobilnya dengan buku untuk mendorong penumpangnya membaca di dalam taksinya, kata kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa (26/4).

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan

Sahel Filsoof, yang telah mengubah taksinya menjadi perpustakaan mobil, percaya orang dapat menyelesaikan banyak masalah mereka dengan membaca.

"Gagasan untuk mengisi taksi saya dengan buku muncul di benak saya sudah cukup lama," kata Filsoof kepada IRNA, sebagaimana dikutip Xinhua.?

Ia menambahkan, membaca buku bisa memberi asupan mental ke dalam diri masyarakat.

Taksinya berisi sebanyak 50 buku dengan bermacam topik, termasuk psikologi, anak-anak dan sejarah, dan kebanyakan penggemar taksinya adalah perempuan dan pemuda, kata Filsoof.

Ulama Salaf Online

Menurut pengemudi taksi tersebut, ia meminta wewenang dari pengelola perpustakaan umum di seluruh Provinsi Gilan di Iran Utara untuk mendukung tindakannya dan ia diberi sejumlah buku untuk menambah kualitas perpustakaan bergeraknya.

Ulama Salaf Online

"Ketika saya ada penumpang saya yang meminta buku untuk dibaca, saya baru menyadari bahwa saya melakukan pekerjaan yang baik," kata Filsoof. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Hadits, Pertandingan Ulama Salaf Online

Sabtu, 25 November 2017

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, Ulama Salaf Online - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Ulama Salaf Online

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Aswaja, Budaya Ulama Salaf Online

Kamis, 23 November 2017

Banser Harus Militan dan Ideologis

Jepara, Ulama Salaf Online. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Batealit Jepara selama tiga hari Jum’at-Ahad, (16-18/10) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Diklatsar yang digelar di Dukuh Setro, Desa Batealit, kecamatan Batealit kabupaten Jepara itu diikuti 45 peserta yang kini telah dibaiat menjadi angota Banser baru.

Diklatsar itu merupakan kali pertama digelar PAC GP Ansor Batealit. Sementara di Jepara, merupakan Dikltasar angkatan kelima.

Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Harus Militan dan Ideologis

Peserta yang mengikuti Diklastar itu sebagian besar dari wilayah Kemacatan Batealit dan beberapa ada delegasi dari PAC Tahunan, Keling dan Donorojo.

Ulama Salaf Online

Ketua PAC GP Ansor Batealit, Nur Alimin mengatakan Diklatsar banser diadakan dalam rangka menyiapkan barisan kader muda NU yang tanggap akan problem keumatan dan kebangsaan demi mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ulama Salaf Online

“Banser menjadi garda terdepan Ansor maupun NU yang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai problem. Khususnya masalah-masalah keumatan dan kebangsaan,” tambahnya sebagaimana rilis yang diterima Ulama Salaf Online.

Subchan Zuhri, Wakil Ketua PAC Ansor Batealit menambahkan dalam rangka membentuk kader Banser yang tangguh peserta Diklastar diberi materi yang lengkap. Mulai dari materi Ke-NU-an, Aswaja, Keansoran, Kebanseran, analisis SWOT, leadership, wawasan kebangsaan, PBB, kelalulintasan, SAR, Bagana, dan materi-materi pendukung lainnya.

Pada malam terakhir kemarin, panitia juga menghadirkan KH Subakir dari Kudus untuk memberikan materi penguatan mental spriritual kader banser,” imbuhnya.

Diklatsar Banser di Batealit Jepara itu juga dihadiri Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali. Mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah itu menyampaikan materi Keansoran di hari pertama.

Sholahuddin menegaskan, bahwa Banser sebagai kekuatan utama Ansor harus memiliki militansi dan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang kuat. Tantangan Banser dan Ansor pada saat ini semakin kompleks dan harus dihadapi dengan kemampuan-kemampuan khusus.

“Sikap Banser adalah merepresentasikan Ansor dan NU yang harus menampakkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Quote Ulama Salaf Online

Selasa, 21 November 2017

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional

Jakarta, Ulama Salaf Online. Madrasah kembali membawa nama harum Indonesia di kancah Internasional. Setelah berhasil meraih prestasi pada olimpiade sains nasional yang berlangsung di Yogyakarta beberapa hari lalu, salah satu ? siswa madrasah didaulat menjadi duta Indonesia di kancah olimpiade sains tingkat dunia.?

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional

Adalah Muhammad Ahdillah Fadlila Dayajati, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gorontalo terpilih menjadi salah satu duta Indonesia dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) tahun 2015. Ajang bergengsi tingkat dunia ini akan berlangsung di Magelang pada tanggal 26 juli – 4 Agustus 2015, seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Perjuangan Fadhil, begitu biasanya ia disapa, tidaklah mudah. Dia memulai prestasi olimpiade sejak masih duduk di kelas X dan XI di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Saat itu, Fadhil berhasil mendapatkan medali perunggu dalam ajang OSN tahun 2013 di Bandung. Tidak ? menyerah sampai disitu, Fadhil terus belajar dengan giat, dan akhirnya berhasil mendapatkan medali emas setahun kemudian, tepatnya dalam ajang OSN 2104 yang berlangsung di Mataram NTB.?

Ulama Salaf Online

Mendapat medali emas OSN 2014 bukanlah akhir dari perjuangan Fadhil. Setidaknya ada tiga tahapan seleksi menuju IOAA yang harus dilaluinya, yaitu: pelatnas tahap 1 atau 30 besar yang diadakan di Bandung pada Oktober – November 2014, pelatnas tahap 2 atau 22 besar pada Maret 2015, dan pelatnas tahap 3 atau 16 besar pada April – Mei 2015.?

Setelah mengikuti pelatnas ketiga yang merupakan penentu ke tahap internasional, akhirnya Muhammad Ahdillah Fadlilla DJ berhasil menjadi yang terbaik dan masuk sebagai MAIN TEAM (TIM UTAMA) yang akan berlaga di ajang IOAA tahun 2015 bersama beberapa siswa lainnya. Tim Nasional Indonesia untuk mengikuti IOAA 2015 di Magelang tanggal 26 Juli – 4 Agustus 2015 terdiri dari ? 10 siswa ? yang terbagi ? dalam 2 ? Tim (Main Team dan Guest Team) dan ? masing-masing terdiri dari 5 (lima) siswa. ?

Ulama Salaf Online

Prestasi Muh. Ahdillah Fadlilla DJ tak luput dari perhatian Direktur Pendidikan Madrasah kemenag RI. ?

“Kami sangat mengapresiasi prestasi ananda Muh. Fadlilla yang mampu bersaing dan menjadi duta Indonesia dalam ajang IOAA tahun ini. Kami senantiasa mendorong madrasah untuk terus berprestasi dan menjadi kiblat pendidikan di Tanah Air,” papar M. Nur Kholis, Jakarta, Senin (06/01). Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berpesan agar prestasi yang ditorehkan siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo ini dapat memacu semangat madrasah lain agar terus berprestasi.?

Sementara itu, Kepala MAN IC Gorontalo Moh. Naim mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras semua pihak, khususnya tim olimpiade dan guru pembina olimpiade dalam menggembleng peserta didik sejak kelas X. Ini juga buah perhatian dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dinas Dikpora Provinsi Gorontalo serta Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI.?

“Terima kasih kepada semua pihak dan mohon doanya agar ananda Fadlilla bisa sukses memperoleh medali di ajang IOAA 2015 ini,” harapnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Budaya Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock