Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global

Oleh Suwendi*

Belakangan ini, kalangan pendidikan Islam Indonesia, khususnya pemangku kebijakan yang bertanggung jawab atas pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, menekadkan diri untuk menjadikan pendidikan Islam Indonesia sebagai destinasi pendidikan Islam global. Tentu kebijakan ini pada aspek tertentu membutuhkan kesiapan strategi dan keseriusan internal Kementerian Agama, di samping dukungan masyarakat dan seluruh stakeholders secara serius.

Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren sebagai Destinasi Pendidikan Islam Global

Terdapat sejumlah alasan mengapa kita perlu mendukung kebijakan itu. Pertama, pemahaman Islam yang berkembang di Indonesia adalah pemahaman Islam yang Rahmatan lil’alamin. Islam yang senaniasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghargai hak-hak asasi manusia, menghormati ragam budaya dan kultur masyarakat, mengidamkan kedamaian, keadilan, toleransi, dan sikap yang keseimbangan (tawazun). Di tengah pelbagai perbedaan dan keragaman sosio-kultural, agama, adat dan budaya, bahasa, dan lokalitas dalam ribuan pulau serta lainnya, namun Indonesia tetap kekar dalam bingkai persatuan dan kesatuan keindonesiaan. Ini menunjukkan pemahaman keagamaan Islam yang berkembang adalah Islam yang damai, toleran, dan menghargai segala bentuk perbedaan. Kedua, sebagai negara-bangsa yang mayoritas muslim dengan sosial budaya dan kultur yang sangat beragam, Indonesia patut untuk mengambil bagian strategis sebagai barometer tingkat peradaban pendidikan Islam yang dibanggakan. Dalam konteks ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi teladan bagi negara muslim dunia lainnya. Ketiga, gejolak sosial politik di Indonesia jauh lebih kondusif dibanding dengan negara muslim lainnya. Kondisi gejolak sosial-politik dan perkembangan keislaman di sejumlah negara muslim belakangan ini, terlebih di kawasan Timur Tengah, patut disayangkan. Gejolak tersebut mengakibatkan pusat-pusat keislaman pun menjadi redup. Mesir, Libya, Suriah, Yaman dan Saudi, kini ditimpa musibah konflik yang hingga kini belum usai. Demikian juga dengan pusat-pusat keislaman di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei cenderung belum mendapatkan momentumnya yang tepat. Maka bisa dikatakan, Indonesia menjadi negara yang paling memungkinkan untuk mengambil posisi sebagai pusat harapan pendidikan Islam dunia.

Di samping sejumlah alasan di atas, sesungguhnya yang menjadi alasan kuat untuk menjadikan pendidikan Islam Indonesia sebagai destinasi pendidikan dunia lebih disebabkan karena negara ini memiliki lembaga pendidikan Islam asli (genuin) Indonesia, yakni pondok pesantren. Dibanding dengan lembaga pendidikan Islam lainnya, semisal sekolah, madrasah dan perguruan tinggi agama Islam, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam khas dan otentik Indonesia.

Pondok pesantren merupakan dunia tradisonal Islam yang mampu mewarisi dan memelihara kesinambungan tradisi Islam yang dikembangkan ulama dari masa ke masa, tidak terbatas pada periode tertentu. Oleh karena itu, ketahanan lembaga pesantren agaknya secara implisit menunjukkan bahwa dunia Islam dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Keniscayaan bahwa pesantren tetap utuh hingga kini bukan hanya disebabkan kemampuannya dalam melakukan akomodasi-akomodasi tertentu, tetapi juga lebih banyak disebabkan karena karakter eksistensialnya. Karakter yang dimaksud adalah, sebagaimana dikatakan Nurcholish Madjid, pesantren tidak hanya menjadi lembaga yang identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous).?

Sebagai lembaga yang murni berkarakter keindonesiaan, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat sekitar, sehingga antara pesantren dengan komunitas lingkungannya memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan. Hal ini tidak hanya terlihat dari hubungan latar belakang pendirian pesantren dengan lingkungan tertentu, tetapi juga dalam pemeliharaan eksistensi pesantren itu sendiri melalui pemberian wakaf, sadaqah, hibah, dan sebagainya. Sebaliknya, pihak pesantren melakukan ‘balas jasa’ kepada komunitas lingkungannya dengan bermacam cara, termasuk dalam bentuk bimbingan keagamaan, sosial, kultural, dan ekonomi. Dalam konteks terakhir inilah, pesantren dengan kiainya memainkan peran yang disebut Clifford Geertz sebagai ‘cultural brokers’ (pialang budaya) dalam pengertian seluas-luasnya.

Ulama Salaf Online

Di samping karakter keindonesiaan, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman keagamaan Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak radikal. Jauh dari doktrin terorisme, saling mengkafir-bid’ahkan, apalagi pembenaran atas letupan-letupan bom bunuh diri. Dalam kondisi Indonesia yang komplek dan plural, pondok pesantren telah memainkan peranan yang strategis. Ia mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Pesantren telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di masyarakat. Oleh karenanya, tidak berlebihan jika pesantren menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman Islam yang Rahmatan lil’alamin.

Setidaknya terdapat lima substansi yang dikembangkan oleh pondok pesantren. Pertama, Pesantren mengajarkan nasionalisme. Sejarah membuktikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperjuangkan oleh ulama-ulama. Para kiai dan santri memiliki ‘saham’ besar dalam membentuk bangsa dan negara ini. Sejak awal, nasionalisme sudah tertanam kuat dalam dada para santri. Tidak satupun pesantren yang menolak pondasi dassar negara; Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kedua, pendidikan pesantren menanamkan ajaran-ajaran Islam yang toleran. Toleransi merupakan basis dan pilar pendidikan Islam di pesantren. Pesantren senantiasa menghargai akan perbedaan pendapat yang berbeda dan jauh dari klaim-klaim kebenaran tunggal. Ketiga, pendidikan Islam di pesantren mengajarkan Islam yang moderat, tidak ekstrim radikal dan tidak ekstrim liberal. Keseimbangan dan penguatan akan nilai-nilai moderasi (tawazun) ini telah menjadi kekhasan lembaga pendidikan pesantren. Keempat, pesantren menghargai keragaman agama, budaya, dan etnis (multikulturalisme) yang diarahkan dalam rangka lita’arafu (agar saling mengenal), bukan litabaghadu (saling membenci dan memusuhi). Kelima, pendidikan pesantren mengajarkan Islam yang bersifat inklusif, bukan eksklusif. Pesantren terbuka dan menerima siapapun, termasuk non-muslim. Kelima pilar inilah yang selama ini diajarkan di pondok-pondok pesantren.?

Peran dan karakteristik pesantren inilah yang di antaranya membedakan antara pesantren dengan lembaga pendidikan Islam lainnya. Sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi agama Islam merupakan bentuk improvisasi dan modernisasi lembaga pendidikan yang mengadopsi dari dunia luar. Kehadiran lembaga-lembaga pendidikan ini jauh lebih belakangan dibanding pondok pesantren. Demikian juga, lembaga-lembaga ini tidak hanya dimiliki oleh Indonesia, tetapi juga terdapat di dunia muslim lainnya, bahkan dengan tingkat kualitas yang lebih baik. Oleh karenanya, pesantrean sebagai kekhasan Indonesia patutlah didorong sebagai destinasi pendidikan Islam global, tentunya dengan keseriusan kita bersama.

Ulama Salaf Online

* Pengurus Lembaga Perguruan Tinggi NU dan alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Sholawat, Lomba Ulama Salaf Online

Senin, 26 Februari 2018

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Sampang, Ulama Salaf Online

Organisasi yang menamakan diri Silaturrahim Ikhwan dan Akhwat Thoriqoh Naqsyabandiyah (Sitqon) Gersempal menunjukkan komitmennya terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan kesetiaannya terhadap Tanah Air.

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Salah satu Pembina Sitqon Pusat, KH Syafiuddin Abdul Wahid berharap Sitqon sebagai wadah persaudaraan penganut tarekat Naqsabandiyah berpegang teguh dengan Ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamah dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, serta tradisi dan ajaran ulama-ulama salafus salih.

Syaifuddin juga mengingatkan kepada anggota untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak gerakan-gerakan ekstrem yang mengatasnamakan Islam tapi hendak menghancurkan Nusantara.

Ulama Salaf Online

Hal ini disampaikan seiring dengan momen penyelenggaraan Majelis Dzikir dan Haul Akbar Masyayikh Thoriqoh An-Naqsyabandiyah Mudzhari Gersempal oleh Pengurus SITQON Pusat di Masjid Agung Sampang, Sampang, Jawa Timur, akhir pekan kemarin (14/2).

Hadir dalam perhelatan tersebut Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), para ulama, habib, pejabat setempat, Imam Khwajagan Naqsyabandiyah Gersempal, dan pengurus Sitqon dari pusat, cabang, hingga ranting.

Ulama Salaf Online

Menurut Ketua Panitia, KH Nuruddin JC, selama hampir satu tahun ini, Sitqon sudah terbentuk di 16 Cabang yang menyebar di Indonesia dengan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan bagian pendidikan dan dakwah, bagian humas, bagian media dan informasi, bagian perekonomian, serta bagian seni dan budaya.

Nuruddin berharap ke depan pembentukan pengurus cabang Sitqon di kabupaten lainnya dapat terbentuk yang tujuannya di antaranya sebagai syiar islam, memasyarakatkan tarekat dan berpartsipasi dalam pembangunan bangsa.

Sementara Gus Ipul berpendapat, tarekat merupakan ajaran yang mengajak orang masuk surga dengan rombongan. "Karena ingin masuk surga secara rombongan, maka harus ada pemimpinnya yaitu mursyid atau dalam bahasa kita sebagai penerang yang mengarahkan jalan-jalannya sehingga pada akhirnya memperoleh ridha Allah SWT,” katanya.

Karena itu, menurutnya, seorang Mursyid tentunya harus memiliki sanad dan silsilah yang akhirnya bersambung kepada Rosulullah SAW. “Justru dengan majelis-majelis dzikir seperti  ini negara kita  diselamatkan oleh Allah SWT, sementara di negara-negara Islam lainnya seperti Suriah, Irak dan lainnya sedang mengalami kehancuran,” sambung Gus Ipul. (Dedi Haryono/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Sejarah Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Tiga Resep Kiai Sahal Agar Terhindar Racun Hati

Pati, Ulama Salaf Online. KH Khoiruzzad selalu terkenang akan petuah KH M A Sahal Mahfudh kala mengajar kitab Mukhtashar Ihya’. Petuah itu ia ungkapkan kembali di hadapan ratusan jama’ah pada malam 100 hari wafatnya Rais Aam PBNU tersebut, di Pati, Jawa Tengah.

Tiga Resep Kiai Sahal Agar Terhindar Racun Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Resep Kiai Sahal Agar Terhindar Racun Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Resep Kiai Sahal Agar Terhindar Racun Hati

“Kebanyakan manusia, paham betul akan kekurangan orang lain. Namun sebaliknya, ia tak tahu, bahkan abai pada keadaan dirinya sendiri,” bagitu dawuh Mbah Sahal yang diungkapkan Khoiruzzad yang termaktub pada salah satu kitab babon dalam bidang tasawuf, Sabtu malam (3/5).

Untuk itulah, sambung Khoiruzzad, Kiai Sahal memberikan tiga resep agar terhindar dari racun hati ini. Pertama, hendaklah selalu mukholathah (berkumpul) dengan para masyayikh yang dapat mengetahui sirr al-qalb (rahasia hati). Namun, mereka ini adalah golongan yang amat langka.

Ulama Salaf Online

Untuk mengatasinya, bisa mempraktikkan resep yang kedua, carilah teman karib yang saleh. Resep ini dicontohkan oleh sahabat Umar bin Al-Khattab kala menjabat khalifah. Ia meminta sahabat Salman untuk mengevaluasi kinerjanya.

Ulama Salaf Online

Resep yang terakhir, dengarkanlah ucapan musuhmu, orang yang membencimu atau mendengkimu. Karena mereka tidak akan pernah mengatakan secuil kebaikan yang ada pada dirimu. Ini menjadikan dirimu akan selalu tawadlu’ dan muhasabah al-nafs (introspeksi diri).

Setelah KH Khoiruzzad menyampaikan sambutan keluarga, acara selanjutnya yaitu tahlil dan do`a yang dipimpin oleh Kiai Ali Fattah Ya’qub. Ia salah satu guru yang mengampu di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM). Di PIM inilah, Kiai Sahal menjabat sebagai direktur selama puluhan tahun. Setelah al-Fatihah pengiring doa selesai, acara kemudian ditutup oleh Kiai Muhshon. (Mukhamad Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa

Blitar, Ulama Salaf Online. Heee.... gembrot, kamu kesini? Panggil salah satu instruktur pendamping pada Masa Orentasi Siswa (MOS) Baru di Madrasah Aliyah Ma’arif, salah satu sekolahan di Blitar tahun lalu. Setelah Gembrot menghadap, ia ditanya mengapa kamu tidak pakai baju kresek biru seperti teman-temanmu yang lain. Selain itu mengapa kamu tidak pakai jilbab hitam?

Ditanya begitu, Gembrot langsung menjawab “Lupa Kak...tadi tergesa-gesa,’’ jawabnya.

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Blitar Sudah Tak Ada Lagi Ploncoan Siswa

Tahu keselahan kamu? gertak instruktur.

Ulama Salaf Online

“Tidak tahu kak,’’ jawabnya. “Kalau gitu kamu pus up 10 kali,’’perintah? instruktur tadi dengan ketus.

Ulama Salaf Online

Model ploncoaan dalam MOS? siswa baru seperti itu pada tahun ini di Madrasah Aliyah Ma’arif Udanawu sudah tidak ada lagi. Sekarang pola itu diganti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan berbagai peraturan yang lebih mendidik.

“Kita sudah tidak menggunakan MOS. Kita laksanakan MPLS,’’ ungkap Edi Basuki, kepala Aliyah Ma’arif kepada Ulama Salaf Online, Selasa siang (19/7).

Mengingat, lanjut Edi Basuki, sesuai evaluasi Mendiknas pola seperti itu tidak ada korelasinya dengan dunia pendidikan. Bahkan cenderung merugikan siswa.

”Tidak jarang pola orientasi seperti itu menjadikan siswa sakit. Bahkan ada yang meninggal meski di Ma’arif tidak ada yang pernah meninggal karena MOS,’’ katanya.

Untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan baru yakni Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka mulai pada tahun pelajaran 2016 – 2017 Masa Orientasi Siswa Baru berubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan maksimal 3 hari oleh penyelenggara yaitu guru,’’ tambahnya.

Sementara Plt Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Suhartono mengatakan Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan pada hari dan jam sekolah dan tidak boleh melibatkan alumni atau senior. Mereka hanya untuk membantu guru sebagai penyelenggara.

“Pada Pengenalan Lingkungan Sekolah dihari pertama, kami memastikan tidak ada perpeloncoan di lembaga sekolah di Kabupaten Blitar. Selain itu untuk wali murid dapat mengantarkan anak didik hingga masuk kesekolah. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan orang tua murid dengan guru maupun mengenal lingkungan sekolah,’’ ujar? Suhartono.

Masih menurut Suhartono, total Lembaga yang melakukan Pengenalan Lingkungan Sekolah di Kabupaten Blitar berjumlah 7 Lembaga untuk SMA Negeri, SMK 6 Lembaga dan SMP Negeri 48 Lembaga dengan total 61 Lembaga.

Begitu juga di lingkungan pendidikan agama dibawah kementerian agama di Kabupaten Blitar. Menurut salah satu guru Aliyah Negeri di wilayah Kabupaten Blitar Moh Syaikoni, mulai ajaran baru tahun ini sudah tidak ada lagi model peloncoaan. Karena sudah menerapkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

”Semua sekolah di Blitar sudah melaksanakan Permendikbud No 18tahun 2016,’’ ungkap Syaikoni. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Jakarta, Ulama Salaf Online. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengaku gembira dengan umat Islam Tanah Air yang dalam dekade terakhir aktif memperingati tahun baru dalam kalender hijriyah. Menurut dia, ini adalah momentum terbaik bagi evaluasi diri (muhasabah).

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Kiai Malik menyampaikan hal tersebut dalam program rutin Bincang Tentang NU (Bintang NU) Radio NU yang disiarkan secara online di radio.nu.or.id, Senin (4/10), pukul 10.00 WIB.

“Dan muhasabah ini diungkapkan dalam bahasa yang sangat indah oleh Sayyidina Umar bin Khattab: hasibu anfusakum qabla an tuhasabu. Wazinuha qabla an tuzanu. Lakukanlah perhitungan terhadap dirimu sebelum pihak lain menghitungmu. Timbanglah dirimu sebelum pihak lain, terutama Allah, menimbangmu,” katanya.

Ulama Salaf Online

Kiai asal Madura ini lalu mengutip pernyataan Imam al-Ghazali yang? berbunyi, “Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun (Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka)."

Menurut Kiai Malik, pertambahan tahun memberi beban kepada setiap manusia untuk berupaya lebih baik. Hal itu pula yang sedang diusahakan NU sebagai ormas sosial keagamaan dengan melakukan koreksi diri dan peningkatan kerja kelembagaan.

Ulama Salaf Online

“Kita merangsang lembaga, lajnah, dan banom (badan otonom) untuk meningkatkan kiprahnya di bidang sosial itu juga agar ke depan secara lebih baik,” ujarnya.

Pada tahun 1435 hijriyah kali ini, lanjut Kiai Malik, tantangan menjadi kian besar karena menjelang musim politik 2014. Warga NU diuji idealismenya untuk tidak tergoda dengan kepentingan-kepentingan pragmatis yang dapat merugikan organisasi, bahkan Indonesia secara umum. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Berita Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Hukum Membunuh dalam Islam

Oleh Hengki Ferdiansyah



Pada dasarnya tidak ada satupun agama di dunia ini yang menghalalkan pembunuhan, sebab tujuan agama adalah untuk perdamaian, menyebarkan kasih sayang, dan mengatur tatanan sosial agar lebih baik. Begitu pula dengan doktrin agama Islam, sejak awal penurunannya sudah ditegaskan bahwa Islam mengemban visi kerahmatan (QS: al-Anbiya’: 107). Sehingga hampir tidak ditemukan pembenaran kejahatan dalam ajaran Islam. Dengan demikian, bila ada sekelompok orang melakukan kejahatan dengan mengatasnamakan Islam, ketahuilah bahwa apa yang mereka lakukan itu sangat bertentangan dengan filosofi Islam itu sendiri.

Hukum Membunuh dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Membunuh dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Membunuh dalam Islam

Dalam al-Qur’an dikatakan, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS: Al-Maidah: 32).Ayat ini adalah salah satu contoh kecaman Islam atas setiap pembunuhan yang dilakukan dengan semena-mena.

Membunuh satu orang manusia ditamsilkan dengan membunuh semua manusia. Karena setiap manusia pasti memiliki keluarga, keturunan, dan ia merupakan anggota dari masyarakat. Membunuh satu orang, secara tidak langsung akan menyakiti keluarga, keturunan, dan masyarakat yang hidup di sekelilingnya. Maka dari itu, Islam menggolongkan pembunuhan sebagai dosa besar kedua setelah syirik (HR: al-Bukhari dan Muslim). Kelak pelaku pembunuhan akan mendapatkan balasan berupa neraka jahannam (QS: al-Nisa’: 93).

Ulama Salaf Online

Aturan ini tentu tidak hanya dikhususkan untuk umat Islam saja dan bukan berati non-muslim dihalalkan darahnya,karena misi kerahmatan yang dibawa Islam tidak hanya untuk orang Islam semata, tetapi untuk seluruh semesta. Dalam hadis riwayat al-Bukhari disebutkan, man qatala dzimmiyan lam yarih ra‘ihah al-jannah, orang yang membunuh seorang dzimmi (non-muslim yang berada dalam perjanjian keamanan), maka ia tidak akan mencium aroma surga.? Hadis ini ialah salah satu landasan larangan membunuh non-muslim dalam Islam.

Pembunuhan yang Diperbolehkan

Ulama Salaf Online



Dalam kondisi terntentu, pembunuhan tetap diperbolehkan dengan beberapa syarat dan aturan. Ada dua kondisi yang dibolehkan untuk menghilangkan nyawa manusia: membunuh ketika perperangan dan membunuh ketika menghukum. Membunuh dalam kedua kondisi ini diperbolehkan selama tidak berlebih-lebihan (QS: Al-Baqarah: 190). Konflik yang berimbas pada perperangan tentu membunuh antara satu sama lainnya tidak terelakkan.

Perperangan yang dimaksud di sini ialah perperangan yang terjadi dalam rangka mempertahankan agama, negara, dan harga diri. Perang bisa dilakukan ketika keberadan satu komunitas diancam oleh komunitas lain dan tidak menemukan cara lain? untuk mengatasinya kecuali dengan berperang. Selama masih bisa diselesaikan dengan cara lain, maka perang tidak boleh dilakukan. Oleh sebab itu, jika merujuk kepada sejarah Islam, perang adalah solusi terakhir dan biasanya terjadi ketika umat Islam sudah diserang dan dikhianati terlebih dahulu oleh musuh.

Namun perlu digarisbawahi, membunuh diperbolehkan ketika kedua belah pihak sudah sepakat untuk berperang. Bila salah satunya sudah mengalah, maka menyerang lawan tidak boleh dilakukan. Dan perlu diketahui pula, yang diperbolehkan untuk dibunuh hanyalah pasukan perang saja. Sementara anak, istri, dan keluarganya yang tidak ikut berperang tidak boleh dibunuh.

Andaikan terjadi perperangan antara orang Islam dengan non-muslim, maka non-muslim yang dibunuh hanyalah yang ikut serta dalam perperangan saja, sedangkan yang tidak ikut berperang diharamkan untuk dibunuh. Ibnu al-‘Arabi dalam Ahkam al-Qur’an mengatakan, “Janganlah membunuh kecuali terhadap orang yang telah memerangimu. Orang yang diperbolehkan untuk dibunuh dalam perperangan ialah laki-laki dewasa saja, sementara perempuan, anak-anak, dan para pendeta tidak diperbolehkan untuk membunuhnya.”

Kemudian, pembunuhan boleh dilakukan ketika menghukum pelaku kriminal. Maksudnya, membunuh dalam rangka menghukum. Hal ini tentu hanya berlaku bagi negara yang menerapkan hukuman mati. Dalam Islam,? hukum mati boleh dilakukan ketika pelaku telah membunuh orang lain, melakukan pemberontakan, dan melakukan kejahatan yang menganggu kenyaman hidup orang banyak. Hukuman mati boleh dilakukan ketika di sebuah negara sepakat untuk menerapkannya dan orang yang diperbolehkan untuk melakukannya hanyalah pejabat yang sudah ditunjuk oleh hakim ataupun presiden.

Jika seorang melakukan pembunuhan misalnya, hukuman tersebut bisa diterapkan bila keluarga korban menuntut untuk membalasnya dengan bentuk hukuman yang setimpal (nyawa dibayar nyawa). Akan tetapi, hukuman qishash? terbatalkan bila pelaku mendapatkan ampunan dan maaf dari keluarga korban. Begitu pula dengan pelaku makar dan perusak hidup orang banyak, mereka baru bisa dihukum mati bila hakim dan pembuat kebijakan negara memutuskan hukuman mati untuk mereka. Wallahu a’lam

Hengky Ferdiansyah adalah Peneliti Hadis di El-Bukhori Institute. Alumni Pondok Pesantren ilmu hadis Darus-Sunnah, Ciputat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Sholawat Ulama Salaf Online

Jumat, 29 Desember 2017

Bupati Jember Puji Keberhasilan Ma’arif NU

Jember, Ulama Salaf Online. Bupati Jember Hj Faida memuji Lembaga Ma’arif Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember Jawa Timur atas keberhasilannya merubah sistem manajemen pendidikan dan organisasi lebih modern.

?

Bupati Jember Puji Keberhasilan Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Jember Puji Keberhasilan Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Jember Puji Keberhasilan Ma’arif NU

Hati Bupati semakin tergerak setelah lantunan Hubbul Wathon dikumandangkan, bahkan Faida, menyangsikan, jika yang hadir tidak merinding ketika mendengar lantunan lagu itu dan melihat ribuan generasi cilik Nahdlatul Ulama (NU) Jember ini yang pandai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

?

"Gus Jun (pembina TPQ Ma’arif), saya ke sini mengajak Umi saya. Beliau bisik-bisik ke saya, Subhanallah acara ini luar biasa, Faida...! Ini acara hebat, LP Ma’arif itu hebat," ujar Faida menirukan pernyataan ibunya, yang disambut tepuk tangan ribuan hadirin dan santri di GOR PKSO Jember, Ahad (14/5).

Ulama Salaf Online

?

"Tapi Umi lantas bisik-bisik lagi. Apakah sudah ada anggaran di APBD Jember, apa belum? " tanya Umi. Saya langsung menjawab bahwa tahun 2017 ini anggaran untuk TPQ LP Ma’arif NU Kabupaten Jember, akan kita perjuangkan," katanya usai mewisuda 300 santri TPQ LP Ma’arif NU Jember.

?

Ulama Salaf Online

Ketua LP Ma’arif, Hobri mengatakan bahwa manajemen LP Ma’arif sudah modern, tidak konservatif, tidak jadul, dan tidak kolot. Bahkan, agar bisa mencetak generasi Islam NU yang berkualitas dan modern dirinya sedang menyusun naskah akademik sistem pendidikan dan pengajaran TPQ.

?

"LP Ma’arif masih menyusun naskah akademik kurikulum, metode pengajaran dan pendidikan, mulai mahorijul huruf hingga teori pendidikan dan pengajaran khot. "Kita akan bekerja sama dengan Pemkab Jember agar cita-cita mewujudkan Jember religius bisa terwujud," ujarnya.

?

Metode yang dipakai, "Alliman" berjenjang I-VI, teori taksonomi Bloom, salah-satunya diterapkan TPQ Al Hikmah. Metode Lorin Anderson ditemukan Benyamin S Bloom, ahli pendidikan kognitif, AS.?

"Pengajaran bertahap, proses mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan berkreativitas.

?

Bahkan kualitas tutor dibuat dalam 5 jenjang berikut afeksinya. Metode ini menitikberatkan kualitas kontrol. Sejak tahun ini, ustadz-ustadzah akan diberi sertifikat dengan tiap tingkatan. "Berkat kegigihan pembina TPQ Gus Moch Junaidi Al Hafidz, lulusan santri TPQ meningkat," ujar Hobri.

?

Hal itu dibenarkan pembina TPQ Ma’arif NU Jember, KH Moh Junaidi, menurutnya berdasar data, LP Ma’arif telah melakukan munasaqoh atau ujian akhir setiap tahun dengan sembilan gelombang. Tahun ini meningkat dari 1.200 menjadi 2.600 santri TPQ dan pasca-TPQ yakni Madrasah Diniyah yang telah hotami (lulus).

?

Setelah semua siswa TPQ ? diwisuda diharapkan jenjang yang ditempuh tetap di lingkungan Ma’arif, yakni ke Madrasah Diniyah LP Ma’arif, selama tiga tahun. Saat ini, jumlah TPQ di Kabupaten Jember lebih kuang ada 400 lembaga, dengan 3.500 ustadz dan ustadzah, serta 30 ribu orang santri.

?

Yang membanggakan kata Gus Jun, dari 2.600 santri yang diwisuda sekarang terdapat satu santriwati lulusan ? terbaik dan juaran MTQ tartil tingkat Kabupaten Jember. Menurut rencana dia akan dikirim ke MTQ Tartil tingkat Jatim, duta dari Jember.

?

Bak gayung bersambut, perubahan menejemen ini disambut baik, bahkan Faida, meminta uji kompetensi guru ngaji, diselenggarakan atas fasilitasi Pemkab. "Para ustad-ustadzah, pimpinan Ma’arif, pimpinan NU, pembina, pengasuh, sesepuh TPQ ? agar tetap kuat melahirkan ? generasi Islam yang qurani", pungkasnya. (Khoerus/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat Ulama Salaf Online

Senin, 11 Desember 2017

Ketika Perut Rasulullah Berbunyi

Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”

Ketika Perut Rasulullah Berbunyi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Perut Rasulullah Berbunyi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Perut Rasulullah Berbunyi

Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”?

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”

Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”?

Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.” (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Sholawat, Kajian Ulama Salaf Online

Kamis, 23 November 2017

Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Musim haji menjelang. Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus melakukan persiapan, salah satunya melakukan rekrutmen petugas haji, baik petugas kelompok terbang (kloter) maupun non-kloter.

“Pada 12 Mei 2016 dilaksanakan tes petugas haji yang menyertai jemaah (kloter) di seluruh Indonesia secara serentak,” terang Kasubdit Pembinaan Petugas Khoirizi Dasir di Jakarta, Rabu (11/5) melalui rilis yang diterima Ulama Salaf Online.?

Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Gelar Seleksi Petugas Kloter Haji Serentak di Seluruh Kanwil

Menurut Khoirizi, seleksi petugas kloter ini akan diikuti oleh 2.188 peserta hasil seleksi di tingkat Kabupaten dan Kota yang dilaksanakan pada Rabu (27/4) lalu. Mereka terdiri dari unsur Kemenag Kabupaten/Kota, unsur masyarakat, pondok pesantren, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan instansi terkait.?

Seleksi ini akan memperebutkan 770 kuota petugas kloter yang terbagi dalam dalam dua kategori, yaitu: Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) ? dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Proses seleksi akan dilakukan di Kanwil Kemenag Provinsi. Untuk wilayah DKI Jakarta, akan dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dan dimulai pukul 08.00 WIB.

Ulama Salaf Online

“Untuk menjaga kerahasiaan dokumen tes, maka seluruh berkas akan dibawa langsung oleh petugas Supervisi ke masing-masing provinsi,” kata Khoirizi.?

Dokumen tersebut, lanjut Khoirizi, sudah disiapkan dan diserahkan langsung oleh Dirjen PHU Abdul Djamil kepada petugas Supervisi pada Senin (9/5) lalu di ruang sidang Dirjen PHU. “Pelaksanaan tes akan diawasi langsung oleh Tim Pengawas dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama,” tegasnya.

Khoirizi berharap seleksi petugas kloter ini akan dapat menjaring para petugas haji yang profesional dan lebih mengutamakan pelaksanaan tugas pembinaan, pelayanan dan perlindungan jamaah saat bertugas nanti. Hal ini menurutnya sesuai dengan motto: “Saya ibadah untuk bertugas, bukan bertugas untuk ibadah.” (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Sholawat, AlaNu Ulama Salaf Online

Rabu, 22 November 2017

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim

Surabaya, Ulama Salaf Online



Gubernur Jawa Timur H Soekarwo secara resmi membuka Musyawarah Kerja Wilayah atau Muskerwil yang diselenggarakan PWNU Jatim. Kegiatan yang yang berlangsung sejak Ahad hingga Senin (24-25/9)  tersebut diikuti seluruh pengurus baik unsur syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jatim, lembaga dan badan otonom serta utusan PCNU se-Jatim.

Dalam sambutannya, Soekarwo mengapresiasi tema besar yang yang diusung Muskerwil ketiga yang berlangsung di Graha Residence kali ini yakni  "Percepatan implementasi program strategis NU". Dia berharap kedekatan antara ulama dan umara atau pengusa dapat terjalin dengan semakin baik.

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim

"Mengapa Jawa Timur aman? Hal tersebut lantaran antara ulama dan umara kompak," tandas Pakde Karwo, sapaan akrabnya. Karena itu gubernur dua periode ini berharap agar kekompakan yang telah terjalin dapat dipertahankan dan ditingkatkan, lanjutnya.

Di hadapan para kiai, termasuk Wakil Rais ‘Aam dan Sekretaris Jenderal PBNU tersebut, Pakde Karwo menawarkan kepada pesantren untuk ikut terlibat dalam meningkatkan sumber daya manusia khususnya dalam sektor pendidikan. "Ini agar kita semakin siap menghadapi tantangan jaman yang terus berubah," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Soekarwo menjelaskan sejumlah kemajuan yang telah diraih Pemerintahan Provinsi Jatim di berbagai hal, baik pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya. "Bahkan di sejumlah hal, kita mengalami surplus dan menjadi penyangga kebutuhan nasional," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Di ujung penjelasannya, Pakde Karwo meminta pesantren juga turut meningkatkan ketahanan ekonomi kelas menengah dan kecil dengan mengambangkan UMKM di setiap pesantren. |"Karena dalam kenyataannya, justru usaha kecil dan menengah inilah yang mampu menopang pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat," terangnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Sholawat Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan

Persalinan merupakan sebuah proses yang harus dilalui oleh seorang ibu untuk menghadirkan kehidupan yang baru di dunia. Perasaan khawatir, harap-harap cemas dan lainnya campur aduk menjadi satu saat proses ini terjadi. Satu hal yang pastinya paling diharapkan ialah bayi yang dilahirkan berada dalam kondisi sehat, utuh tanpa cacat, dan segala kebaikan lainnya. Di samping itu juga berharap ibu yang melahirkan juga selamat dan cepat kembali bugar.

Agar persalinan lancar dan terhindar dari segala bahaya melahirkan, Syekh Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, dalam al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr, (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 298 menjelaskan bahwa ketika detik-detik persalinan berlangsung, seyogianya sang suami, sambil menunggu lahirnya jabang bayi, membaca:

1. Ayat kursi sebanyak satu kali

Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca saat Proses Persalinan

2. Membaca Surat al-A’raf ayat 54:

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

“Inna Rabbakumulladzî kholaqas samâwâti wal ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal ‘arsyi yughsyil lailan nahâra yathlubuhu hatsîtsan wasy syamsa wal qamara wan nujûma musakhkharâtim bi amrihi alâ lahul khalqu wal amru tabârokaLlâhi rabbil ‘âlamîn” 

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Lalu Dia bersemayam di ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

3. Surat al-Falaq sebanyak satu kali

4. Surat an-Nâs sebanyak satu kali

5. Di samping bacaan di atas, suami juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa di bawah ini:

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Lâ ilâha illaLlâhul ‘adzîmul halîm. Lâ ilâha illaLlâhu Rabbul ‘arsyil ‘adzîm. Lâ ilâha illaLlâhu Rabbus samâwâti wal ardli wa Robbul ‘arsyil ‘adzîm

“Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Bijaksana. Tiada tuhan selain Allah Pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada tuhan selain Allah Pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang Agung”.

 

Demikian semoga bermanfaat dan semoga diijabah oleh Allah SWT. Amin. Wallahu a’lam bi shawab. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Sholawat, Cerita Ulama Salaf Online

Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah

Pariaman, Ulama Salaf Online. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman gelar aksi demo ke Kantor Balaikota dan DPRD Kota Pariaman yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Jumat (20/5). Aksi demo yang berlangsung tertib, diterima Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan anggota DPRD Kota Pariaman Reza Saputra.

Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harkitnas, Ini Sejumlah Tuntutan PMII Pariaman kepada Pemerintah

Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman  Masrizal yang turun langsung memimpin aksi tersebut menyampaikan sejumlah tuntutannya. Antara lain, terkait dengan wajib belajar 12 tahun yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pariaman. Di satu sisi kebijakan tersebut sangat berdampak positif terhadap kemajuan pendidikan di Kota Pariaman. Namun, disayangkan hanya berlaku bagi sekolah umum. Sedangkan, sekolah madrasah tetap dipungut biaya. Hendaknya, Pemko juga dapat membebaskan siswa yang sekolah di sekolah agama. 

Masrizal juga menyebutkan informasi yang menyebutkan adanya sekitar 400 tenaga honorer dilingkungan Pemko Pariaman. Ada diantaranya yang tidak menerima honor. Untuk itu, Pemko Pariaman dapat memperhatikannya. 

"Perparkiran sebagai salah satu bagian yang menunjang pengembangan pariwisata di Kota Pariaman harus dirapikan. Jangan ada lagi yang main pakuak (menetapkan harga yang melebihi standar). Selain itu, kuliner yang menjual berbagai makanan sudah seharusnya memiliki daftar tarif. Sehingga harga makanan yang dijual ke konsumen memiliki standar," kata Masrizal mantan Ketua PK PMII STIE Sumbar.

Menurutnya, PMII mendukung pengembangan wisata Islami di Kota Pariaman. Namun jangan ada even-even yang digelar dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islami. "Seperti iven Triatlon yang mendatangkan peserta dari luar Pariaman dan luar negeri, tapi pakaiannya sungguh tidak islami," kata Masrizal yang sekaligus sebagai koordinator lapangan aksi demo.  

Ulama Salaf Online

Terkait dengan pembangunan Kota Pariaman, perlu pemerataan di empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman. Jangan hanya tertumpu pada Kecamatan Pariaman Tengah. Pemerataan pembangunan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat Kota Pariaman secara keseluruhan, tambahnya.

Sebagai generasi muda, kata Masrizal, PMII menolak paham komunis muncul kembali dan berkembang di Kota Pariaman. Untuk itu, Pemko Pariaman diminta untuk terus mewaspadai kemungkinan munculnya paham komunis tersebut di tengah masyarakat.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memberikan apresiasi terhadap aksi demo yang berlangsung damai dari PMII Kota Pariaman. "Kita akan tampung aspirasi dari adik-adik mahasiswa yang tergabung di PMII Kota Pariaman," kata Mukhlis Rahman.

Ulama Salaf Online

Menurut Mukhlis, aksi demo yang dilakukan ini murni dari hati nurani mahasiswa PMII. Tidak ada pihak tertentu yang memprovokasi atau membonceng dari aksi demo mahasiswa ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat Ulama Salaf Online

Rabu, 15 November 2017

Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Setelah berlangsung selama 6 hari, Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar (KMD) yang dilaksanakan oleh Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif NU Pringsewu berakhir pada Sabtu (26/12). Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan seperti dari Ketua LP Maarif Pringsewu Ahmad Rifai.

Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kursus Pembina Pramuka Maarif Pringsewu 6 Hari Selesai

Menurutnya, kegiatan KMD yang baru pertama kali digelar oleh Pengurus Sako Maarif ini mampu meningkatkan semangat para pembina pramuka khususnya di lingkungan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Maarif Pringsewu.

"Hasil KMD Sako Maarif Pringsewu sangat berkesan. Mari kita tingkatkan ukhwah kita agar kita semua tetap mampu mengajarkan risalah Rasulullah melalui pendidikan akhlaq," harapnya, Sabtu (26/12).

Ulama Salaf Online

Menurutnya, pendidikan pramuka memiliki cara untuk mengajarkan peserta didik bagaimana menjadi pribadi yang tangguh dan disiplin.

Ulama Salaf Online

"Hal ini sesuai dengan risalah Rasullullah yang senantiasa mengedepankan moralitas bukan intelektualitas semata," jelasnya di sela sela penutupan kegiatan.

Ia menyimpulkan bahwa pramuka memunyai model pendidikan yang mengedepankan hal tersebut.

Pada hari terakhir pelaksanaan, peserta KMD mendapatkan materi dari Afif Anshori yang merupakan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Daerah (Pusdiklatda) Provinsi Lampung. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Sholawat, Santri Ulama Salaf Online

Selasa, 14 November 2017

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader

Bandung, Ulama Salaf Online. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diharapkan menjadi organisasi kader yang mampu menyiapkan generasi unggul di tengah perubahan zaman.

“IPPNU adalah akar. Jika akarnya busuk maka busuklah NU ke depan,” kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bagdja saat memberikan sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional Rakernas IPPNU di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Cigondewah, Bandung, Kamis (30/8).

Dalam Rakernas bertajuk “Reposisi Pelajar dan Santri Menuju Kader Mandiri di Tengah Transisi Kebangsan” Kiai Bagdja berpesan, IPPNU harus melakukan reposisi secara lebih baik. Dikatakan, peran organisasi pelajar saat ini patut dipertanyakan. “IPPNU harus membangunkan kembali semangat pelajar yang rusak,” katanya.

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader

Menurut Sekjen PBNU era KH Abdurrahman Wahid itu, reposisi hanya bisa dilakukan jika mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam tiga domain utama, yakni politik, ekonomi dan sosial.

“Mulailah melakukan hal-hal yang kecil, nanti akan menjadi besar. Tak ada finish kalau kita tidak melakukan start. Jangan menuliskan program yang tidak mungkin bisa dilaksanakan,” katanya.

Ulama Salaf Online

Ketua umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma mengakui, IPPNU memang sangat potensial untuk masuk ke dalam arus ideologi transnasional yang terbuka sejak era reformasi 1998, baik ideologi liberal kapitalis yang menggeser moral dan mengusik akidah, maupun ideologi yang dibawa oleh kalangan Islam radikal yang hendak membuyarkan format agama-negara di Indonesia yang telah dirintis oleh para ulama pendahulu.

“IPPNU memang berada dalam situasi sulit. Kami merasa tidak bisa menghadapinya sendiri. Kami butuh dibimbing dan diarahkan. Kita bersinergi untuk memunculkan generasi penerus masa depan,” katanya.

Rakernas dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Brat yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Maarif H Numan Abdul Hakim, lalu dilanjutkan dengan acara peluncuran website resmi IPPNU yang berlamat www.ippnu.or.id dan majalah Rek-Anita sebagai media ekspresi remaja putri.

Ulama Salaf Online

Pada acara Rakernas itu Ketua Umum IPPNU menandatangi nota kesepahaman (MoU) bersama Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nadlatul Ulama H Thayyib IM mengenai pendirian komisariat IPPNU di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Ma’arif.

IPPNU juga bertekad mengaktifkan kembali Lembaga Korp Kepanduan Putri (L-KKP) yang merupakan lembaga pengembangan SDM di bidang lingkungan alam, kepanduan, kesehatan dan kemasyarakatan.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Fragmen, Sholawat Ulama Salaf Online

Kamis, 09 November 2017

Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan

Itikaf adalah salah satu ibadah yang dianjurkan selama Ramadhan. Sebagaimana yang dilaksanakan oleh Rasulullah saw.

Hadits Aisyah ra. menerangkan:



عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ اَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ 

Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Itikaf Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan

Dari Aisyah r.a, isteri Nabi s.a.w, meneuturkan: “sesungguhnya Nabi s.a.w, melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bukan Ramadhan hingga Beliau wafat, kemudian isteri-isterinya mengerjakan I’tikaf sepeniggal Beliau”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006

Ulama Salaf Online

I’tikaf secara bahasa memiliki arti menetapi suatu kebaikan atau kejelekan, dan secara ilmu fiqh berdiam diri dalam masjid dengan ketentuan-ketentuan tertentu, diantara ketentuan tersebut adalah; pertama orang yang melakukan I’tikaf adalah orang islam, maka i’tikaf yang dilakukan oleh orang selain beragam islam itu hukumnya tidak sah (batal). Kedua, berakal sehat, Apabila mu’takif itu gila atau terserang penyakit epilepsy maka batal (tidak sah) I’tikafnya. Ketiga orang jyang beri’tikaf (mu’takif) harus dalam keadaan suci dari haid dan nifas bagi seorang perempuan, dan suci dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan diwajibkannya mandi junnub.

Adapun rukun i’tikaf yang harus dipenuhi adalah; pertama Niat untuk untuk berdiam diri di dalam masjid, dan bagi mereka yang bernadzar untuk I’tikaf, maka diwajibkan baginya untuk mengucapkan kata fardu di dalam niat I’tikafnya. Dan kedua berdiam diri dalam masjid dalam rentang waktu lebih dari lamanya thumaninah dalam sholat.

Selain syarat dan rukun yang harus dijaga, hendaknya  bagi mereka yang beri’tikaf memperhatikan beberapa pantangan yang dapat membatalkan I’tikaf. Diantaranya bersetubuh dengan istri

Ulama Salaf Online



وَلَا تُبَا شِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِى الْمَسْجِدِوَتِلْكَ حُدُوْدُاللهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ ءَايَتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ 

…dan janganlah kalian campuri mereka (isterimu) itu, sedang kalian sedang dalam keadaan I’tikaf di ,asjid, itulah ketentuan Allah, maka janganlah kalian mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah, 2:187)

Kedua, keluar dari masjid tanpa udzur atau halangan yang dibolehkan syariat. Tetapi bila keluar dari masjid karena ada udzur, misalnya buang hajat atau air kecil dan yang serupa dengan itu, tidak membatalkan I’tikaf. Diperbolehkan keluar dari masjid karena mengantarkan keluarga ke rumah, atau untuk mengambil makanan di luar masjid, bila tidak ada yang mengantarkannya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah r.a:



 Ø¹ÙŽÙ†Ù’ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي اِلَيَّ رَاْسَهُ فَاُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ اِلَّا لِحَاجَةِ الْاِنْسَانِ

Dari Aisyah r.a, menuturkan, Nabi s.a.w, apabila beri’tikaf, Beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, lalu aku sisir rambutnya, dan Beliau tidak masuk rumah kecuali untuk keperluan hajat manusia (buang air besar atau buang air kecil)”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1889 dan Muslim: 445).

Mengenai waktu I’tikaf bisa dilakukan di setiap waktu, tetapi waktu yang sangat dianjurkan untuk beri’tikaf adalah pada malam sepuluh terakir dari bulan Ramadlon. Dengan alasan sebagai usaha untuk mencari dan menemukan malam lailatul qadar yang memiliki keistimewaan 1:1000 keistimewaan bulan selain bulan Ramadlon, oleh karena itu I’tikaf pada saat-saat itu sangat dianjurkan. 



عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ اَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ 

Dari Aisyah r.a, isteri Nabi s.a.w, meneuturkan: “sesungguhnya Nabi s.a.w, melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bukan Ramadhan hingga Beliau wafat, kemudian isteri-isterinya mengerjakan I’tikaf sepeniggal Beliau”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Sholawat Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

Kehadiran lailatul qadar ditunggu siapapun. Ia merupakan malam penuh berkah dan kemuliaan. Beribadah pada malam tersebut dianggap lebih baik ketimbang beribadah di bulan lain, sekalipun selama seribu bulan. Begitulah cara Allah SWT mengistimewakan malam ini.

Akan tetapi, tidak ada satupun yang mengetahui kapan waktu pasti kehadirannya. Kepastiannya dirahasiakan oleh Yang Maha Kuasa. Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa lailatul qadhar datang pada sepuluh hari akhir Ramadhan. Karenanya, Beliau SAW memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam tersebut.

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Rasulullah SAW Saat Lailatul Qadar

‘Aisyah mengatakan, “Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Hadits ini dijadikan Ibnu Bathal sebagai landasan bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan.

Ulama Salaf Online

Sementara Abu Ishaq al-Syirazi, dalam kitabnya At-Tanbih menuliskannya sebagai berikut,

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Hal itu bukan berati lailatul qadar tidak terjadi pada malam genap atau sebelum sepuluh terakhir. Sangat mungkin lailatul qadar hadir di malam genap dan sebelum sepuluh terakhir.

Maka dari itu, usahakan beribadah sebanyak mungkin dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Bisa jadi satu dari sekian banyak ibadah yang kita kerjakan bertepatan dengan malam penuh kemuliaan itu.

Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan, “Siapa yang mendirikan (memperbanyak ibadah) pada malam lailatul qadar atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka dosanya diampuni, baik yang berlalu maupun yang akan datang.”

Hadits ini mengisyaratkan kita untuk terus-menerus dan menjaga konsistensi ibadah di bulan Ramadhan karena kita tidak tahu kapan datangnya lailatul qadar.

‘Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, andaikan aku bertemu lailatul qadar, do’a apa yang bagus dibaca? Rasul menjawab, ‘Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku),” (HR Ibnu Majah).

Lagi-lagi kita tidak tahu waktu pasti terjadinya lailatul qadar. Untuk itu do’a yang diajarkan Rasul ini sangat baik untuk dibaca pada terutama sepuluh malam terakhir Ramadhan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Sholawat Ulama Salaf Online

Minggu, 29 Oktober 2017

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

Way Kanan,Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Way Kanan bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Cabang Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa di sekretariat gedung PCNU Way Kanan Rabu (29/6).

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Way Kanan KH Nurhuda mengatakan bahwa kemandirian ekonomi warga nahdliyin perlu ditingkatkan dengan berbagai upaya agar kesejahteraan dapat terwujud.

“Melalui program Kartu Komunitas Desa ini akan banyak membantu warga nahdliyin yang terlibat didalamnya baik sebagai agen maupun sebagai tenaga marketing,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Nantinya hasil penjualan atau pun jasa yang dilakukan melalui outlet-outlet, NU mendapatkan royalti atas keuntungan yang didapat. Ini merupakan suatu trobosan nyata untuk warga nu khususnya dan umumnya masyarakat Way Kanan.

Sementara itu bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya mengapresiasi langkah kongret yang dilakukan pengurus NU Way Kanan. Dirinya berharap ke depan ada lagi inovasi yang bisa dikembangkan untuk mensejahterakan warga NU dan masyarakat Way Kanan.

Ulama Salaf Online

“Saya akan membuka pintu selebar-lebarnya apabila ada gagasan yang dapat berguna untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kepala Cabang Indosat Ooredoo Way Kanan H. Ali Murtadho bahwa pihaknya bersama NU Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan yang saat ini telah berdiri 1 kantor cabang dan 11 outlet yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan mempunyai program untuk transaksi online berbagai jenis pembayaran, di antaranya pembayaran listrik, transfer, pembayaran listrik,token, PDAM, Telpon, TV berlangganan, BPJS dan penjualan paket data maupun pulsa.

“Keuntungan kerja sama ini yakni untuk nu akan mendapatkan royalti yang dapat digunakan untuk operasional dan kegiatan-kegiatan NU lainnya,” pungkasnya. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Sholawat, Lomba Ulama Salaf Online

Senin, 16 Oktober 2017

Upaya Khofifah Menuai Hasil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketika merasa dikalahkan secara tidak fair oleh lawan politiknya dalam Pilgub Jatim, Khofifah Indarparawansa tidak putus asa. Walaupun pengaduannya ke Mahkamah Konstitusi untuk kesekian kalinya ditolak, dengan penuh semangat ia membeberkan temuannya tentang berbagai kecurangan yang terjadi di provinsi itu ke berbagai lembaga, partai politik dan media massa.



Upaya Khofifah Menuai Hasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Khofifah Menuai Hasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Khofifah Menuai Hasil

Upaya Khofifah pun menuai hasil. Sejumlah partai politik peserta pemilu yang dipelopori oleh PDIP dan Gerindra dikabarkan akan berkumpul membahas masalah tersebut pada Senin (23/3) pekan depan. Semua partai politik khawatir kecurangan dalam Pilgub Jatim akan terulang dalam Pemilu legislatif dan presiden.

“Ini saya lakukan bukan karena tidak legowo, tetapi semata memberikan peringatan bahwa kecurangan terutama dalam menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT)  itu bisa dilakukan pada pemilu legislatif dan presiden nanti,” kata Khofifah saat membeberkan kecurangan DPT Pilgub Jatim di kantor redaksi Ulama Salaf Online, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ulama Salaf Online

Melihat gugatannya terus menggelinding dan tidak bisa dibendung lagi Khofifah berkomentar, “Kecuranagan memang tidak bisa ditutup secara formal seperti yang dilakukan oleh MK dengan berapriori menolak pengaduan saya. Tetapi kebenaran akan terkuak, dan isu terus menggelinding,” katanya.

Ulama Salaf Online

Kini kejahatan terbuka dengan sendirinya, karena realitas di lapangan bergerak sendiri sesuai dengan dinamikan politik di bawah, sehingga baik kalangan aparat maupun KPUD tidak bisa terlepas dari kasus ini.

Dalam situasi yang buruk muncul seorang anggota polisi yang memiliki hati nurani sehingga mengangkat kembali kecurangan Pilgub Jatim. Seperti diberitakan, pengunduran diri mantan Polda Jatim  Irjen Herman SS dari kesatuan Polri ketika terjadi  perbedaan pandapat dengan Mabes Polri soal intervensi dalam kasus Pilgub Jatim ini menguak apa yang sebenarnya terhjadi dalam Pilgub Jatim.

Dalam penyelidikannya Irjen Herman menemukan pemalsuan DPT di Bangkalan dan Sampang mencapai 345.034 orang  dari total jumlah 1.244.619 orang pemilih. Dengan pemalsuan sebesar 27 persen DPT itu ia menetapkan Ketuia KPUD Jatim sebagai tersangka.

Menurut Khofifah, memang tidak terlampau susah membuktikan terjadinya kecurangan disana sebab semuanya dilakukan sedemikian transparan dan sedemikian vulgar, dan dibiarkan oleh semua pihak.

“Ini momentum yang penting berkesan dengan pelaksanaan pemilu legislatif, sehingga ada upaya lebih jujur dan adil dalam menyelenggarakan Pemilu bulan April mendatang,” kata Khofifah. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Sholawat, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 28 September 2017

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

Subang, Ulama Salaf Online. Puluhan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Huda Pungangan, Subang, Jawa Barat, mengikuti study tour yang diselenggarakan madrasah setempat ke beberapa lokasi di Jakarta, Sabtu (28/2).

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

"Kami harap anak-anak dapat menikmati study tour ini sehingga mulai pekan besok mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fresh," ungkap Dedi Setiawan, salah satu guru yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTN PCNU Subang itu menambahkan, lokasi tujuan study tour ini adalah Museum Fatahillah, Monumen Nasional (Monas), dan Masjid Istiqlal.

Ulama Salaf Online

"Mereka kita minta untuk menulis seputar sejarah dan kondisinya pada masa kini, tujuannya sekaligus agar anak-anak gemar dan punya keterampilan menulis," imbuhnya

Sementara itu, Muhammad Heryadi, Kepala MTs Al-Huda Pungangan menyampaikan keinginannya untuk mengubah paradigma anak-anak, karena selama ini ada anggapan bahwa tempat belajar terbatas hanya di kelas saja.

Ulama Salaf Online

"Kita ingin menyampaikan kepada anak-anak bahwa belajar itu bukan hanya di kelas saja, semua tempat adalah sekolah, tempat belajar yang bisa kita petik ilmunya jadi tidak dibatasi ruang dan waktu," pungkas Ketua IPNU Subang periode 2000-2004 itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Sholawat Ulama Salaf Online

Rabu, 20 September 2017

Obor dan Gambus, Suguhan Pesantren Alpansa Sambut Kirab Resolusi Jihad

Klaten, Ulama Salaf Online. Setelah diterima di Pendopo Kabupaten Sragen dan bersilaturahmim ke Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo, Tim Kirab Resolusi Jihad NU bersilaturahim ke Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) Senin (17/10) malam.?

Memasuki kawasan pesantren yang berada di Desa Troso, Karanganom, Klaten, para santri dan segenap keluarga besar Pesantren Alpansa menyambut dengan iringan marching band konvoi obor. Tim pun dikawal dalam barisan konvoi. Sementara para santri yang tidak masuk barisan konvoi, berdiri di kanan dan kiri arena konvoi hingga mengular sepanjang kurang lebih 300 meter.?

Obor dan Gambus, Suguhan Pesantren Alpansa Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Obor dan Gambus, Suguhan Pesantren Alpansa Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Obor dan Gambus, Suguhan Pesantren Alpansa Sambut Kirab Resolusi Jihad

Para santri itu berdiri tegak dengan kedua tangan masing-masing saling bertautan. Mulut mereka melafalkan solawat hingga Tim memasuki ruang upacara penyambutan di halaman makam H Muslim Rifa’I Imampuro atau yang lebih akrab dikenal sebagai Mbah Liem.

Masih dalam posisi berdiri, Tim pun diajak mengumandangkan lagu Indonesia Raya, tanda upacara penyambutan sudah dimulai. Suara mereka menyatu dengan suara seluruh hadirin. Tak lupa lantunan doa dan tahlil dipanjatkan.

Ulama Salaf Online

Ketua Yayasan Ponpes Alpansa A. Muhammad Choiri Fatkullah berpesan agar para peserta kirab dapat menjiwai makna kirab, sehingga dapat mewarnai Indonesia dan dunia, menegakkan rasa aman dan damai.?

Sementara itu, Ketua PCNU Klaten H Mujiburohman menyampaikan, adalah tepat Tim Kirab singgah di Ponpes Alpansa. Karena dapat meneladani Mbah Liem, yang dikenal sebagai tokoh ulama yang sangat memedulikan persoalan kebangsaan. Hal itu merupakan acuan dalam kehidupan di Indonesia.?

Selesai mendengarkan sambutan, 21 personel Kelompok Gambus Alpansa siap menghibur. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa. Juga lelah yang sebenarnya dirasakan anggota Tim, seakan sirna. Tidak hanya mendengar dan melihat aksi Gambus Alpansa, Tim juga ikut bernyanyi dan menari, bahkan memesan sebuah lagu.

Tetapi hanya dua judul lagu yang bisa mereka nikmati, karena perjalanan Tim harus segera berlanjut, yakni ke Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak, Yogyakarta. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Sholawat, Pertandingan, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock