Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Aceh Utara, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan, Selasa (14/7) dengan mengunjungi pengusi Rohingya di Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara di Dusun Krueng Inoeng, Desa Blang Adoe, Kemukiman Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara,? sekitar pukul 14.30 WIB.

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Kunjungan kali ini untuk membagikan paket lebaran, berupa alat kosmetik dan peralatan mandi.? “Sumbangan ini semua bersumber dari Pimpinan Pusat LPBI NU yang disalurkan oleh PCNU Aceh Utara,” kata Teungku Zulfadli selaku koordinator penyalur bantuan dan juga sekaligus ketua tanfidziyah PCNU Aceh Utara.

Bantuan diserahkan langsung kepada pengungsi Rohingnya dan mereka sangat antusias dan mengucapkan terimakasih kepada PP LPBI NU. “Mereka sampaikan ucapkan terimakasih kami dan salam kami kepada PP LPBI NU”, tutur Hasan salah satu pengungsi Rohinngya yang bisa bahasa Melayu.

Ulama Salaf Online

Turut hadir Sekretaris Tanfidziyah PCNU Aceh Utara Tgk. Armia Sulaiman, Bendahara Tgk. Hamdani A.Hamid serta satu orang perwakilan muntasyar Tgk. H.Ismail. (Indra/Anam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Pahlawan, Makam Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat?

Mandi besar atau mandi junub adalah aktivitas membersihkan badan dari hadats besar. Biasanya mandi ini dilakukan setelah berhubungan seks antara suami-istri ataupun setelah mimpi basah, yakni mimpi yang ketika bangun didapati keluar mani.

Berbeda halnya dengan wudhu. Wudhu adalah sarana untuk membersihkan hadats kecil, seperti kentut, buang air besar atau kecil, menyentuh alat kelamin, dan lain sebagainya.

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Haruskah Berwudhu Kembali Setelah Mandi Jinabat?

Namun bolehkan kita langsung melaksanakan shalat tanpa berwudhu setelah mandi jinabat?

Siti Aisyah radliyallâhu ‘anhâ  meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah melakukan shalat tanpa berwudhu setelah mandi junub.

Ulama Salaf Online

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya: “Dari Aisyah radliyallâhu ‘anhâ berkata: Rasulullah sering mandi kemudian melakukan shalat dua rakaat dan shalat subuh. Dan aku tidak melihatnya memperbarui wudhunya setelah mandi.”

Ulama Salaf Online

Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi. Redaksi “kâna” yang disusul dengan fi‘il mudlâri‘ sebagaimana yang digunakan Siti Aisyah dalam riwayat di atas menunjukkan arti kontinuitas atau sering Nabi melakukan hal tersebut. 

Bahkan Aisyah menambahi bahwa dia tidak pernah melihat Nabi berwudhu setelah mandi junub. Sehingga bisa disimpulkan bahwa selama dalam pengamatan Aisyah, Nabi selalu melakukan shalat tanpa berwudu setelah mandi junub.

Dalam redaksi hadits lain riwayat Ibnu Majah juga disebutkan dengan kata yang jazim:

? ? ? ? ?

Artinya: “Nabi tidak pernah berwudhu setelah mandi jinabat.”

Ibnu Umar pernah bercerita bahwa Nabi pernah ditanya terkait wudhu setelah mandi junub.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Ibnu Umar berkata: ketika Rasulullah Saw. ditanya terkait wudhu setelah mandi, (beliau menjawab) adakah wudhu yang lebih umum daripada mandi.” (HR Ibnu Abi Syaibah)

Dalam hadits riwayat Ibnu Umar tersebut secara langsung menjelaskan bahwa kedudukan mandi lebih umum daripada wudhu. Artinya, ketika seorang telah melakukan mandi junub, maka itu sekaligus mencakup wudhu.

Hal ini juga diperkuat dengan pendapat beberapa ulama’ seperti Abu Bakar bin Al-Araby yang dikutip oleh al-Mubarakfury dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Abu Bakar bin al-Araby berkata bahwa tidak ada ulama yang berbeda pendapat terkait permasalah wudhu yang telah termasuk dalam mandi. Dan sesungguhnya niat mensucikan jinabat itu menyempurnakan niat mensucikan hadats sekaligus menggugurkan mensucikan hadats (wudhu). Karena hal-hal yang mencegah jinabat itu lebih banyak daripada hal-hal yang mencegah hadats.”

Imam Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh Muhadzab mengatakan bahwa boleh tidak berwudhu setelah mandi jinabat karena sudah termasuk dalam mandi tersebut. Walaupun Imam Nawawi menyebutkan tiga pendapat lain, namun beliau mengatakan bahwa pendapat ini yang paling sahih. Wallahu A’lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal Ulama Salaf Online

Minggu, 18 Februari 2018

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

Cirebon, Ulama Salaf Online. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Machasin mengungkapkan bahwa, di ranah keluarga, ulama perempuan mempunyai peluang yang besar dalam membentuk kepribadian anak-anak, memberi bekal kepada mereka untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat dan membentuk keluarga sendiri.

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

“Ia dapat membentuk ruang keluarga yang memungkinkan pribadi-pribadi yang hidup di situ berkembang secara wajar, menjadi sandaran jiwani,” kata Machasin dalam makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4).

Menurutnya, di ranah publik banyak ruang kosong yang tidak dapat diisi oleh fungsi keulamaan laki-laki.

Hal itu Karena pada realitasnya, lanjut Machasin, agama yang menganjurkan persatuan justru memisah-misahkan orang. Menganjurkan kasih sayang, tapi justru menimbulkan banyak peperangan yang menumpahkan banyak darah. Menganjurkan kelembutan, tapi justru muncul banyak orang yang keras dan bengis.

Ulama Salaf Online

“Berperan dalam ruang publik yang sudah didominasi laki-laki tidak berarti ulama perempuan mesti bersaing, namun mengisi apa yang belum terisi, meluruskan yang menyimpang, dan memberikan kelembutan,” katanya.

Menurutnya, setidaknya perempuan memiliki tiga kekuatan yang tidak atau jarang dimiliki ulama laki-laki, yaitu ilmu agama yang peka terhadap adanya ketidakadilan dan penindasan, kelembutan, dan kepemimpinan yag melindungi dan mencintai umat yang dipimpin.

Ulama Salaf Online

Selain Machasin, hadir pula menjadi pembicara pada seminar tersebut, yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Arijawinangujn Cirebon KH Husein Muhammad, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, dan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yogyakarta Siti Aisyah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, RMI NU, Nasional Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Setiap tahun, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya selalu memantau sekaligus ikut serta mengamankan arus lalu lintas mudik lebaran.

Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Tahun, Habib Luthfi Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran

Demikian disampaikan salah seorang putera Habib Luthfi, Habib Bahaudin usai mengikuti ayahnya memantau arus mudik di Pos Penjagaan Lalu Lintas THR Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (4/7) malam.

"Setiap tahun Abah (Habib Luthfi) selalu ikut mengawasi dan mengatur lalu lintas, beliau melakukan demikian setiap H-3 lebaran sampai malam lebaran H-1," kata Habib Bahaudin.

Ditambahkannya, pemudik yang melewati jalur pekalongan tidak banyak yang tahu bahwa Habib Luthfi turun ke lapangan untuk mengamankan lalu lintas karena saat di lapangan Habib Luthfi selalu memakai kostum petugas keamanan.

Ulama Salaf Online

"Saat ikut mengurai kemacetan, tidak semua orang tahu bahwa beliau itu adalah Habib Luthfi, karena beliau nyamar jadi petugas," imbuhnya.

Diceritakannya, saat melihat Habib Luthfi ikut mengamankan lalu lintas arus mudik lebaran, Habib Bahaudin merasa terenyuh hatinya karena melihat ayahnya yang usianya sudah lanjut namun memiliki kepedulian sosial yang luar biasa.

"Saya kira sangat jarang sekali yang seperti Abah, seorang ulama dan hukama rela turun ke jalan ikut mengamankan arus mudik Lebaran, semoga ulama, hukama atau kiai bisa mencontoh beliau," harapnya. (Aiz Luthfi-Azmat Maula/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Kajian, Tegal Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

Sumenep, Ulama Salaf Online. Sejumlah aktivis karang taruna di kawasan ini memanfaatkan kantor balai desa dengan kegiatan keagamaan. Yang dilakukan awal adalah dengan mentradisikan tahlilan, doa bersama, serta tentu saja silaturahim. 

Balai desa dimaksud adalah di daerah Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih Sumenep Jawa Timur. Tampak sejumlah pegiat karang taruna menjadikan kantor setempat sebagai sarana koordinasi yang diisi dengan kegiatan keagamaan.

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

"Awalnya memang ada agenda mingguan ke rumah anggota, namun itu berlangsung sebelum balai desa ada,” kata Hanafi, Rabu (4/1). 

Penggerak Karang Taruna Batuputih Kenek ini memandang bahwa keberadaan balai desa sangat penting bila diisi dengan aneka kegiatan. Karenanya, dengan berbagai pertimbangan diputuskan bahwa setiap kegiatan rapat dan lainnya diselenggarakan di kantor desa, lanjutnya.

Apalagi selama ini banyak anggapan bahwa kantor tersebut diperuntukkan hanya bagi para aparatur desa. “Dan hal tersebut akhirnya dapat ditepis oleh para pegiat karang taruna,” jelasnya. 

Ulama Salaf Online

Pada setiap pertemuan, para pemuda melakukan mengawali pertemuan dengan tahlilan dan doa bersama yang dilanjut musyawarah. “Kebiasaan ini dilakukan atas dasar kesadaran bersama akan peran sebagai pemuda serta mengamalkan ajaran guru ngaji tentang pentingnya silaturahim, tahlilan, dan doa bersama untuk mereka yang telah berjasa,” ungkap Hanafi.

Ulama Salaf Online

Sedangkan tokoh setempat, yakni Abdul Karim menginginkan selain ngaji dan tahlilan hendaknya kegiatan diisi dengan hal produktif. “Misalnya dengan ada tabungan serta simpan pinjam yang diperuntuhkan anggota,” kata Kepala Desa Banyuputih Kenek ini. Hal tersebut ditujukan agar ada perekat lain, sehingga para anggota dapat bertemu dan menyadarai tanggung jawabnya. 

"Hendaknya mulai dipikirkan pentingnya menyelenggarakan kegiatan simpan pinjam bagi pengurus dan anggota,” ucap Bapak Karim. 

Tanggapan positif disampaikan salah seorang pengurus, Afif. Diharapkan selanjutnya akan terjalin ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah antar aktivis dan pemuda setempat. “Inilah cara kita mengabdi kepada desa dengan merawat tradisi sebagai orang NU. Pada saat yang sama, seluruh program karang taruna dapat berjalan sesuai rencana,”pungkasnya. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Tegal, Halaqoh Ulama Salaf Online

Senin, 08 Januari 2018

Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab

Majalengka, Ulama Salaf Online. Sebanyak 13 santri puteri kelas III Pondok Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, mengadakan syukuran hafalan kitab matan “Yaqulu” atau Nadham Maqshud di salah satu rumah orang tua santri di desa Mekarjaya, Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Ahad (25/5).

Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab

Acara yang diawali dengan mancing dan makan bersama ini diikuti pula oleh ustadz M Zaenal Muhyidin sebagai Pengajar kitab Yaqulu di Pondok Pesantren al-Mizan.

Ade Emay, sebagai tuan rumah dan salahseorang yang hafal nazham Yaqulu mengatakan, “Acara ini sengaja diadakan sebagai ungkapan rasa syukur kami kepada Allah Swt atas khatamnya kitab Yaqulu yang kami pelajari. Mudah-mudahan kami mendapat berkah dari kitab tersebut,” katanya.

Ulama Salaf Online

Menurut Ade, walaupun diadakan secara sederhana tapi kegiatan ini sangat bermakna. Melalui syukuran ini, katanya, para santri yang berasal dari daerah yang berbeda bisa bergaul, memasak bersama, dan tentunya saling mengerti dan menghargai. Dan ini salahsatu ilmu yang kami dapatkan di Pesantren Al-Mizan.

Ulama Salaf Online

“Nadham Yaqulu atau Nazham Maqsud yang dikarang oleh Asyaikh Muhammad ‘Alis Rahimahullah dan terdiri dari 100 bait lebih ini kami hafal setiap pengajian shubuh dan itu pun tidak setiap hari kami hafal tapi dua hari sekali dengan minimal tiga bait satu harinya. Alhamdulillah walaupun awalnya kami merasakan sulit sekali menghafal kitab ini tapi akhirnya bisa hafal juga,” jelasnya. (Wildan Fauzi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, PonPes, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Ini Para Pemenang Musabaqah Hifzhil Quran Nasional Ketiga

Jakarta, Ulama Salaf Online. Musabaqah Hifzhil Quran Tingkat Nasional ketiga antar pesantren se-Indonesia yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta sejak 28 Oktober lalu resmi ditutup Senin (30/10) siang. Sejumlah pemenang pun diumumkan dalam acara penutupan yang sangat meriah tersebut.

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Darunnajah

Ini Para Pemenang Musabaqah Hifzhil Quran Nasional Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Para Pemenang Musabaqah Hifzhil Quran Nasional Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Para Pemenang Musabaqah Hifzhil Quran Nasional Ketiga

Musabaqoh Hifzhil Quran tahun ini diikuti sekitar 426 peserta putra dan putrid. Pemenang (terbaik) pertama pada tiap golongan, baik putra dan putri mendapatkan hadiah ibadah umrah. Sedangkan terbaik 2, terbaik 3, harapan 1, dan harapan 2 mendapatkan dana pembinaan.

Sofwan Manaf, Pimpinan Pesantren Darunnajah menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menajdi upaya mencerdaskan kader bangsa bagi umat agar mencintai agama dan negara.

“Juga membawa nilai-nilai agamis serta mampu menjaga toleransi dan keberagaman antar etnis yang ada di Indonesia, berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila demi terciptanya ruh untuk menjaga keutuhan Indonesia ini," ujarnya.

Ulama Salaf Online

Dalam 5 Tahun, Tunanetra Ini Hafal 30 Juz

Dari 426 hafidz dan hafidzah yang terdaftar sebagai peserta, berikut adalah daftar 12 besar juara Musabaqah Hifzhil Quran Tingkat Nasional ketigatahun 2017

Ulama Salaf Online

1.Lalu M. Hayyi (Darunnajah 2)

2.Juara 1: Rofiqoh (Darunnajah 2)

3.M. Nasrullah Jamil (Rumah Tahfizh Zam-Zami)

4.Hikmatul Husna (Dayah Insan Qurani)

5.Rihanul Azhar (Bani Arsyad Ganjar)

6.Nabilah Suharso  (Yayasan Islamiv Centre Sumatera Utara)

7. Muhammad Rifat (Syekh muhammad Arsyad Al Banjari, Balikpapan)

8. Miftahul Rizkiah Haling (Tahfidz Quran Al Hudzaifiyyah, Kolaka)

9. Syaiful Anam (Riyadhus Sholihin, Probolinggo)

10. Rasine Orti Utama (Tahfidz Al-Falah 2, Nagreg Bandung)

11. Abdurrohman (Mahad Ihya As Sunnah, Tasikmalaya)

12. Siti Nadlifah (Pesantren Takhassus Iiq)(Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Banyuwangi, Ulama Salaf Online - Salah seorang ulama Nusantara yang terkemuka pada akhir abad XIX di Haramain adalah Syekh Nahrawi Al-Banyumasi. Ia adalah guru besar di Masjidil Haram yang semasa dengan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syekh Mahfudz Termas.

Ulama asal Banyumas ini juga merupakan guru pendiri NU KH Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan semasa keduanya belajar di Mekkah.

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Sayangnya, kiprah Syekh Nahrawi yang cukup masyhur pada masanya itu, laksana hilang terkubur pada masa kini. Tak banyak catatan yang menulis tentang biografinya atau karya-karyanya.

Ulama Salaf Online

Direktur Islam Nusantara Center (ICN) Ahmad Ginanjar Syaban dalam bukunya yang terbaru, Mahakarya Islam Nusantara (2017), hingga saat ini, masih belum menemukan karya intelektual Syekh Nahrawi.

Amirul Ulum, salah seorang penulis biografi ulama Nusantara, juga tak mencantumkan satu judul pun karya Syekh Nahrawi saat mengupas biografinya. Dalam bukunya, Ulama-Ulama Aswaja Nusantara yang Berpengaruh di Negeri Hijaz (2015), ia hanya menulis tentang Syekh Nahrawi sebagai guru besar di Masjidil Haram dan mursyid tarekat Syadiliyah. Tak disinggung sedikitpun tentang karyanya.

Di tengah "hilangnya" jejak intelektual putra KH Harja Muhammad itu, Komunitas Pegon berhasil menemukan sebuah karya intelektual Syekh Nahrawi. Komunitas yang bergerak di dalam mendokumentasi dan memublikasi sejarah pesantren dan NU di Banyuwangi itu, menemukannya dari koleksi kitab KH. Abdullah Faqih, Cemoro, Songgon.

Ulama Salaf Online

"Kami menemukannya saat memeriksa empat kardus dari tujuh kardus kitab peninggalan Kiai Faqih Cemoro," kata Koordinator Komunitas Pegon Ayung Notonegoro saat ditemui di markasnya yang berada di kompleks Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (10/7).

Kitab langka ini, terang Ayung, merupakan catatan (ta‘liq) dari Risalah Istiarat karya Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan al-Makki, salah seorang mufti Mekkah dari madzab Syafi’iyah yang menjadi guru para ulama besar di Indonesia. Termasuk juga Syekh Nahrawi sendiri. "Kitabnya hanya terdiri dari 8 halaman," tutur Ayung.

Kitab ini, diterbitkan oleh Mathbaah Taraqi Al-Majidiyah al-Utsmaniyah di Mekkah pada 1331 H atau sekitar 1912 M. Penerbit ini, dikenal sebagai pencetak utama karya-karya ulama Nusantara di Mekkah yang dimiliki oleh adik ipar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. "Di dalamnya tidak ada keterangan kapan Syekh Nahrawi memulai ataupun menyelesaikan karyanya tersebut," kata Ayung.

Dengan penemuan kitab langka ini di Banyuwangi, Ayung meyakini bahwa keterlibatan ulama-ulama Banyuwangi pada awal abad ke-20 telah berjejaring dengan ulama lainnya. Tidak hanya di Nusantara, tapi juga di dunia.

"Banyak sebenarnya, kiai-kiai Banyuwangi pada masa awal abad ke-20 yang telah berjejaring dengan ulama-ulama besar Nusantara, bahkan hingga ke Haramain. Selain Kiai Faqih, ada juga Kiai Saleh Lateng, Kiai Syamsuri Singonegaran dan juga Kiai Manan Berasan," jelasnya.

Tetapi, keluh Ayung, kiprah para kiai Banyuwangi tersebut tak banyak terungkaps sehingga kiprah kiai Banyuwangi seolah tak ada dalam perbincangan khazanah Islam Nusantara di Indonesia.

"Atas keprihatinan ini, kami menginisiasi Komunitas Pegon," pungkasnya. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Nahdlatul, Tegal Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

"Ziarah Budaya" Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kegiatan bertajuk Ziarah Budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat malam (28/9), melengkapi peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurahman Wahid, (Gus Dur).

Ziarah budaya menyajikan beragam ? penampilan. Ada doa lintas iman, orasi, kesaksian, hingga pentas seni mulai dari baca puisi, monolog, marawis, barongsai, dan musik kolaborasi.

Ziarah Budaya Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah Budaya Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ziarah Budaya" Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Sebelumnya telah digelar bedah buku, tahlilan akbar, pentas wayang kulit, khotmil Qur’an, shalawatan, hingga taushiyah dari pada ulama. Tema umum peringatan 1000 hari Gus Dur adalah Menggerakkan Tradisi, Meneguhkan Indonesia

Ulama Salaf Online

Dalam kegiatan ziarah budaya di TIM Jum’at malam itu Alissa Qatrunnada, putri tertua Gus Dur, mengungkapkan, ayahnya telah mencapai puncak-puncak pranata sosial tinggi. Dia pernah jadi Ketua DKJ, Ketua Umum PBNU, ketua dewan juri film, esais bernas, bahkan jadi presiden. Di samping itu, sebagai bawaan lahir, dia adalah cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Ulama Salaf Online

“Tapi dia tidak gila hormat,” ungkap Alissa mewakili ibundanya, Ny. Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid.

Dikatakan Alissa, memperingati seribu hari kewafatan, bukan untuk memuja-muja karena Gus Dur tak suka dipuja. Juga bukan orang yang suka membanggakan apa yang sudah diraih.

“Tapi untuk mendoakan, untuk belajar dari kehidupan beliau. Dan yang utama, mengambil inspirasi dari kehidupannya supaya bisa meneladani, melakukannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas puteri sulung Gus Dur tersebut.

Seribu hari yang lalu, sambung Alissa, jutaan orang mengantarkan jasad Gus Dur ke peristirahatan terakhir di Jombang, “Tapi kata orang bijak, yang pulang bersama para peziarah, dan tidak ikut terkubur bersama jasad, adalah karakter dan potret perjalanan penuh inspirasi.”

“Gus Dur hanya pulang, tidak pergi!” tegasnya.”Ia masih tetap hidup bersama kita. Ketika melihat ketimpangan polah pemimpin, Gus Dur hadir. Melihat kekerasan dan penindasan, orang-orang mengingatnya.”

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Tegal Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, Ulama Salaf Online. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

Ulama Salaf Online

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Aswaja, RMI NU Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat

Oleh KH MA Sahal Mahfudh. Dakwah dalam arti bahasa berarti mengajak, me nyeru, memanggil. Berangkat dan pengeritian bahasa itu, lalu dihubungkan dengan nash Al-Qur’an dan Hadits yang berkaitan dengan dakwah Islam, Syekh Ali Mahfudh dalam kitabnya Hidayatul-Mursyidin menetapkan definisi dakwah sebagai benkut:

Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk (Allah), menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat.

Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat

Definisi di atas menunjukkan, dakwah adalah usa ha sadar yang disengaja untuk memberikan motivasi kepada orang atau kelompok (biasa disebut kelompok sasaran) yang mengacu ke arah tercapainya tujuan di atas.

Ulama Salaf Online

Ilmu manajemen menyebut, salah satu syarat keberhasilan usaha motivasi adalah terpenuhinya kebutuhan kelompok sasaran. Dengan demikian, melakukan kegiatan dakwah yang pada dasarnya adalah memberi motivasi kepada orang lain, perlu memperhatikan kebutuhan kelompok sasaran. Apalagi muara dakwah tidak lain dari tercapainya kesejahteraan dunia dan akhirat. Sesungguhnya dakwah dalam pengertian ini adalah memberdayakan masyarakat atau rakyat.

Ulama Salaf Online

Pelaku dakwah tentunya harus mengetahui secara persis, menggali kebutuhan kelompok, menggali potensi (manusia, alam dan teknologi) yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kelompok dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan melakukan penggalian kebutuhan tidak saja diharapkan bisa mengetahui kebutuhan atau masalah yang mendesak dan mendasar, tetapi juga kemampuan mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, atas dasar kebutuhan sekarang, perkembangan sosial budaya, perkembangan teknologi dan lingkungan di masyarakat.

Dalam teori motivasi dikenal adanya hirarki kebutuhan (hierarchy of need). Artinya ada semacam hirarki yang mengatur dengan sendirinya kebutuhan manusia, mulai kebutuhan fisik, keamanan, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri.

1. Kebutuhan fisik seperti gaji, upah, tunjangan, honorarium, bantuan pakaian, sewa rumah, uang transportasi dan sebagainya.

2. Kebutuhan keamanan seperti jaminan masa tua (pensiun), santunan kecelakaan, jaminan asuransi kesehatan, aman dari tindak kejahatan.

3. Kebutahan sosial seperti orang menjadi anggota kelompok fformal atau informal, menjadi ketua organisasi atau yayasan.

4. Kebutuhan penghargaan agar orang menghargai, usaha dirinya seperti status, titel, promosi, perjamuan.

5. Kebutuhan aktualisasi diri, seperti keinginan memaksimalkan potensi diri, menjadi pemuda pelopor, jadi tokoh ideal, atlet pemecah rekor.

Secara umum kebutuhan fisik (makan, sandang, papan) menempati urutan teratas. Barulah kebutuhan keamanan dan seterusnya. Dengan kata lain, ketika kebutuhan fisik umumnya sudah terpenuhi, manusia baru termotivasi memenubi kebutuhan lain.

Namun teori ini juga mengakui adanya pengecualian. Ada seseorang yang lebih mementingkan kebutuhan aktualisasi diri daripada kebutuhan fisik. Contohnya Mahatma Gandhi di India. Meskipun Gandhi secara fisik melarat, tapi berani berjuang bahkan berani mogok makan dalam rangka kemerdekaan diri dan bangsanva. Barangkali banyak kasus seperti Gandhi, misalnya pejuang-pejuang kemerdekaan kita, atau para kiai yang shalih dan wara’ atau para santri dan pendukungnya, adalah figur yang tidak terlalu memerlukan kebutuhan fisik. Mereka lebih membutuhkan aktualisasi diri atau sosial.

Berangkat dari teori ini, dakwah harus disesuaikan dengan masyarakat sasaran. Materi dakwah juga perlu dipilah antara untuk kader dakwah dan masyarakat sasaran. Motivasi untuk kader tidak harus sama dengan motivasi untuk kelompok sasaran.

Pemilahan sasaran dakwah secara jeli juga penting, mengingat ketimpangan ekonomi dalam masyarakat sebenarnya semakin melebar. Kalau kita melihat data sekunder kependudukan di Indonesia, maka dapat disebutkan, pada tahun 1990 pendapatan rata-rata setiap orang sebesar Rp 620,- tiap hari. Jumlah itu untuk biaya makan, minum, pendidikan, kesehatan, rokok, perawatan rumah, beli minyak, sewa listrik dan sebagainya.

Ukuran itu digunakan untuk saudara-saudara kita yang mempunyai pabrik, rumah tingkat, deposito pada bank asing, mau pun yang hidup di bawah kolong jembatan dan kekurangan gizi parah. Tidak peduli bagi 30%, penduduk yang hidup tanpa tanah, air bersih atau tanpa perawatan kesehatan dan tanpa pengobatan. Tidak peduli juga bagi 50% penduduk buta huruf yang berusia di atas 15 tahun. Mereka semua diasumsikan berpendapatan sama. Padahal kalau melihat data primer secara empiris, dari desa atau kota, betapa melaratnya rakyat kecil. Sebagian besar di antara penduduk Indonesia yang miskin, mayoritas adalah muslim.

Gambaran di atas menurjukkan betapa besar dan luas, sasaran dakwah. Dengan demikian organisasi pemuda yang mempunyai banyak potensi barangkali secara bertahap tetapi pasti harus lebih terpanggil, untuk berdakwah.

***

Penting untuk diperhatikan, bila dakwah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kelompok, maka perlu pendekatan yang partisipatif, bukan pendekatan teknokratis. Dengan pendekatan itu, kebutuhan digali oleh motivator dakwah (kader) bersama kelompok sasaran yang akan diberdayakan. Pemecahan masalah direncanakan dan dilaksanakan oleh kader kelompok. Bahkan kegiatan pun dinilai bersama, untuk memperbaiki aktifitas selanjutnya. Pendekatan macam ini, perlu sistem monitoring dalam pelaporan yang up to date. Inilah yang sekarang di kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat sedang populer disebut “riset aksi”.

Dengan demikian dakwah tidak dilakukan dengan perencanaan global yang turun dari atas (top down), yang kadang-kadang sampai di bawah tidak menyelesaikan masalah. Perencanaan model top down sering mengabaikan pemetaan masalah, potensi dan hambatan spesifik berdasarkan wilayah atau kelompok, apalagi per jenis kegiatan. Tipe satu kelompok masyarakat di satu desa, tidak akan sama dengan kelompok lain di tempat yang berbeda.

Dakwah inilah yang sekarang disebut dengan dakwah bil hal atau dakwah pembangunan, atau dakwah bil hikmah menurut bahasa Al-Quran. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Nahl ayat 125, “Serulah manusia ke jalan, Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantulah mereka dengan cara yang baik."

Dra Chadidjah Nasution menyebutkan, dakwah bil hikmah adalah berdakwah dengan memusatkan pikiran kepada tugasnya atau tidak mencampuradukkan masalah-masalah lain di dalam pikirannya, sehingga dai dapat mengetahui apakah yang dibutuhkan oleh penerima dakwahnya.

Orang menyebut dakwah bil hal, barangkali merupakan koreksi terhadap dakwah selama ini yang banyak terfokus kepada dakwah mimbar yang monoton dari sisi penerima dan pembicaranya, sementara dana dan daya habis untuk kegiatan semacam itu tanpa perubahan berarti.

Namun kalau melakukan dakwah bil hal atau dakwah bil hikmah, apakah lalu dakwah bil lisan atau mau’idhah hasanah ditinggalkan? Sama sekali tidak. Sebab tetap ada media untuk dakwah model mauidhah hasanah. Dakwah mimbariyah tetap perlu dalam konteks tertentu, misalnya soal giliran khatib Jumat, atau seorang kepala keluarga yang memberi nasihat kepada anak istri dan anggota keluarga lain, sebagai pengasuh/guru untak menasehati anak didik.

Juga tidak ditinggalkan cara berdakwah yang ketiga, yaitu mujadalah yang lebih ahsan atau seperti dalam forum dialog, seminar, simposium, atau diskusi-diskusi.

Melihat sasaran dakwah yang begitu luas, sementara perkembangan teknologi begitu pesatnya, maka dakwah perlu menggunakan media sesuai dengan kelompok sasaran. Klasifikasinya ditinjau dari umur, status sosial, tingkat pendidikan dan kebutuhan kelompok sasaran itu sendiri.

Dengan menyebarnya media yang beragam, segala kecanggihan teknologi di tengah masyarakat serta cepatnya arus informasi, tanpa menggunakan media yang sesuai, maka kelompok sasaran akan enggan dan malas menerima penampilan dakwah yang dilakukan secara konvensional. Pada akhirnya dakwah yang dilakukan tidak memenuhi selera sasaran dan tujuan, meski berjalan, tetapi tetap berada di tempat. Mundur tidak maju pun tidak.

Data statistik menunjukkan kemunduran jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia. Ini baru secara kuantitatif. Belum lagi kalau yang berkurang adalah orang yang ‘abid dan shalih, maka itu sudah menyangkut kualitas. Artinya angka orang yang benar-benar muslim mungkin lebih sedikit dari yang diduga orang.

Di samping menggunakan media yang dapat diterima oleh kelompok sasaran, diperlukan arah dan strategi yang matang. Soalnya, dakwah beorientasi pada pencapaian sasaran itu, tidak berada dalam “ruangan" yang hampa. "Ruang" sudah berisi budaya, teknologi, sistem nilai dan peraturan perundangan yang mengikat. Kelompok sasaran dakwah adalah warga negara Indonesia yang bernaung di bawah negara kesatuan yang mempunyai peraturan perundang-undangan. Agar dakwah berdaya guna dan berhasil guna, maka harus mengacu pada pencapaian tujuan dan memakai strategi yang bisa mengatasi hambatan yang diperkirakan.

Dari sini dai dituntut untak melakukan persiapan sosial yang matang, perencanaan yang mendasar sampai kepada data empiris, terkoordinasi misalnya dengan sesama organisasi NU mau pun non-NU. Sehingga dengan demikian tidak terjadi over lapping antar sesama organisasi NU atau persaingan tidak sehat dengan organisasi lain.

Lalu siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan dakwah dengan jangkauan begitu luas dan begitu beragam pendekatannya? Kalau kita menyandarkan diri kepada Al-Quran surat Ali Imron ayat 104, maka kewajiban dakwah itu diharuskan kepada sebagian atau segolongan umat Islam. Maka dari itu ada yang berpendapat, dakwah hukumnya fardlu kifayah.

Namun persoalannya siapa segolongan umat itu? Golongan kiai, golongan orang kaya, golongan intelektual atau sebagian dari setiap golongan tersebut? Melihat kompleknya masalah. dakwah tersebut diatas, maka semua lapisan muslim yang mempunyai kelebihan bertanggung jawab untuk melakukan dakwah sesuai dengan kemampuan dan sasarannya.

Dakwah juga bisa dalam bentuk pengembangan masyarakat. Keduanya tidak jauh berbeda. Sebab pengembangan masyarakat atau pemberdayaan rakyat adalah proses dari serangkaian kegiatan yang mengarah kepada peningkatan taraf hidup dan kesejahteran masyarakat. Proses tersebut mengandung kegiatan yang diharapkan dapat mengubah dan mengembangkan sikap, gaya hidup, pola berpikir serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Setidaknya ada kesamaan antara keduanya. Ia sama-sama ingin mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat atau sekelompok sasaran. Dan ia sama-sama meningkatkan kesadaran dari berperilaku tidak baik, untuk berperilaku yang baik.

Di samping ada kesamaan di atas, usaha dakwah bil hal mempunyai implikasi terhadap pengembangan masyarakat, yaitu:

1. Masyarakat yang menjadi sasaran dakwah, pendapatannya bertambah untuk membiayai pendidikan keluarga, atau memperbaiki kesehatan.

2. Dapat menarik partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sebab masyarakat terlibat sejak perencanaan sampai pelaksanaan usaha dakwah bil hal.

3. Dapat menumbuhkan atau mengembangkan swadaya masyarakat dan dalam proses jangka panjang bisa menumbuhkan kemandirian.

4. Dapat mengembangkan kepemimpinan daerah setempat, dan terkelolanya sumber daya manusia yang ada. Sebab anggota kelompok sasaran tidak saja jadi obyek kegiatan, tetapi juga menjadi subyek kegiatan.

5. Terjadinya proses belajar-mengajar antara sesama warga yang terlibat dalam kegiatan. Sebab kegiatan direncanakan dan dilakukan secara bersama. Hal ini menimbulkan adanya sumbang saran secara timbal balik.

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS). Tulisan ini pernah dimuat majalah Aula edisi No.6 Tahun IX, Agustus 1987. Judul asli “Dakwah dan Pengembangan Masyarakat”.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Tegal Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

Jangan Telanjangi Islam

Oleh Kumail Jafar



Pakaian atau penutup adalah sesuatu yang harus dipakai setiap manusia. Jika tidak maka ia akan merasakan yang namanya malu, dan yang melihatnya pun menilainya? negatif. Karena dengan berpakaian, manusia dapat menutupi anggota tubuhnya, juga agar selalu terjaga kehormatanya, sebab dengan berpakaian, manusia bisa dibedakan mana yang normal dan mana yang tidak normal. Oleh karena itu, saat menjelang tanggal 1 Syawal (Idul Fitri), kita selalu melihat, khususnya di Indonesia, umat muslim berbondong-bondong ke pasar untuk membeli pakaian baru. Tujuanya, untuk menghias dirinya, agar terlihat modis dan menarik.

Jangan Telanjangi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Telanjangi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Telanjangi Islam

Namun, lebih jauh,? banyak orang yang berpikir,? bahwa pakaiannya itu hanya sebatas celana dan baju yang selalu membalut tubuh mereka. Padahal, kalau kita perhatikan, ternyata bukan hanya manusia yang harus berpakaian. Lebih dari itu, agama Islam pun juga memiliki yang namanya pakaian atau penutup.? Seandainya pakaian Islam ini tidak diperhatiakan dan tidak dipakainya, penganut agama Islam pun sudah dipastikan telanjang, telanjang bukan secara dzahir (luar), melainkan dalam konteks batin (dalam/ruh).

Ulama Salaf Online

Terkait dengan kasus telanjang, ini juga tak luput dari singgungan Kanjeng Nabi Saw, ketika salah satu dari sahabatnya yang bernama Abi Dzar bertanya padanya, "Siapa orang Muslim itu wahai Kanjeng Nabi?" Ia pun? menjawabnya, "Orang Muslim adalah mereka yang selalu bertakwa, pakaian mereka adalah ketakwaaan." Kalau kita renungkan, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari hadits tersebut, sebab hadits ini secara tidak langsung menyuruh kita agar tidak menelanjangi Islam, seperti judul? tulisan ini.

Kalau kita amati, di media pemberitaan, baik berupa cetak maupun elektronik,? tak sedikit orang yang perlahan berupaya mencoreng Islam itu sendiri. Dan bentuknya pun beragam, yang intinya merusak nilai-nilai Islam yang sebenarnya. Apalagi bagi mereka yang memisahkan kebudayaan dari Islam, tentu hal ini tidak bisa dibenarkan, sebab masuknya Islam ke bumi Nusantara ini, melalui budaya-budaya yang ada. Jadi, bagi mereka yang memisahkan kebudayaan dari keIslaman, sudah dipastikan kalau pengetahuan mereka akan keislaman dan keindonesiaan masih terbilang minim.

Ulama Salaf Online

Seperti yang sudah kita lihat pada realita yang ada,? banyak dari individu umat Islam yang hanya mengklaim dirinya Muslim, atau mengaku dirinya sebagai umatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW, namun sikap dan ucapannya sering kali bersebrangan dengan apa yang diajarkan oleh Islam. Oleh karena itu, mengaku menjadi Muslim? itu mudah, namun sangat sulit apabila mengamalkan ajaran-ajaran luhurnya. Sederhananya, kita mengaku Muslim, tetapi sikap dan ucapan kita? kadang tidak mencerminkan layaknya orang Muslim.

Menurut? penulis, permasalahan yang mengungkung Umat Islam zaman sekarang ini ialah, bahwa; kebanyakan mereka? memiliki hobi yang berseberangan dengan ajaran Islam. Karena itu, Menantu Kanjeng Nabi yang bernama Sayyidina Ali kw berkata, "Wahai saudaraku, kebiasaan itu belum tentu benar, akan tetapi, kebenaran itu yang harus dibiasakan."? Maksudnya,? umat Islam jangan memelihara perbuatan yang negatif, yang pada akhirnya perbuatan yang negatif itu dijadikan kebiasaan, namun, kita seharusnya memelihara perbuatan yang positif, yang pada akhirnya yang positif itu yang seharusnya dibiasakan.

Nah, hobi negatif yang sudah menjadi kebiasaan umat Islam, khususnya umat Islam di Indonesia ialah; suka menilai kekurangan orang lain daripada menilai kekurangan? diri sendiri. Seperti yang sudah ramai terjadi pada saat ini, terlebih di negara-negara Timur-Tengah, seperti Irak, Syiria dan lainnya. Pembunuhan tanpa sebab sudah meraja lela, kezaliman pun sudah terjadi di mana-mana, saling mencaci, saling memgkafirkan, saling melaknat dan lain sebagainya yang merusak citra dan kultural Islam. Yang lebih fatal lagi, mereka mengatasnamakan bela Islam. Menurut penulis, mereka itulah di antara sebagian Muslim yang secara perlahan menelanjangi Islam, hingga banyak orang memandang Islam sebagai agama yang negatif, cinta kekerasan dan lain-lain.

Kita harus banyak merenung, kita biasakan suatu perbuatan yang baik dan yang positif.? Jangan sampai kita telanjangi Islam ini dengan perilaku kita yang amoral dan tidak sesuai? dengan ajaran suci? Rasulullah Saw.? Dan yang perlu kita catat, kita harus selalu sadar akan perkataan Kanjeng Nabi? Saw "Hisablah (perhitungkanlah) diri kita sebelum kita dihisab oleh Allah Swt kelak di akhirat". Maka itu, merenunglah, sebab masih banyak yang perlu kita perbaiki dari kita sendiri.

Akhir kata, hidup itu bukan tentang siapa yang terbaik, akan tetapi siapa yang bisa berbuat baik dan bisa menyembunyikan perbuatan baiknya dari pandangan orang lain, bukan berpura-pura baik.

Salam saling menebarkan senyum

Penulis adalah pendiri dan pengasuh "Majlis Syafaat" di Jakarta; pengajar di salah satu pesantren di Jakarta Timur



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Quote Ulama Salaf Online

Kamis, 07 Desember 2017

Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi

Kudus, Ulama Salaf Online. Empat bersaudara pegiat rebana Aljiyada Dukuh Karangrejo, Jurang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, mengembangkan musik akustik bernuansa religi. Pada tahun 2007, mereka membentuk group musik  “Lentera7nada”  dengan merilis puluhan lagu karya sendiri.

Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi

Berbekal kemampuan yang sudah dimiliki, keempat bersaudara yang terdiri dari Aziz (melodi), Maulida (vocal), Aan (drum) dan Alik (bass) mengawali berlatih pada tahun 2004 di sebuah studio sewaan. Semula menyanyikan lagu-lagu karya musisi ternama, namun perlahan-lahan mereka mampu menciptakan karya lagu sendiri.

“Waktu itu jamiyah rebana Aljiyada vakum kegiatan sehingga kami memberanikan diri beralih memainkan musik akustik berupa gitar dan kendang atau drum. Alhamdulillah bisa dan masih eksis hingga sekarang,” tutur Koordinator Lentera7nada Maulida kepada Ulama Salaf Online saat pentas di festival seni Padang Bulanan IPNU-IPPNU Gebog Kudus pertengahan Ramadlan (12/7) lalu.

Ulama Salaf Online

Maulida menjelaskan, Lentera7nada didirikan bertujuan untuk memberikan hiburan, motivasi, dan berdakwah lewat musik. Nama group ini, kata dia, memiliki arti sekaligus harapan bahwa berangkat dari tujuh nada atau not irama musik mampu menjadi lentera (penerang) bagi masyarakat.

Ulama Salaf Online

“Sesuai nama group ini, kita selalu menghibur sekaligus menerangi melalui syair-syair bernuansa religi,”imbuhnya.

Hingga kini, jelas pria yang biasa disapa Likda ini, group musik ini sudah merilis puluhan lagu karya sendiri. Di antara lagu tersebut berjudul Sholawat tuk Nabi, Laa Ilaha Illallah, Gadis Berjibab, Bersyukur, Marhaban ya Ramadlan, Malin Kundang, dan puluhan judul lainnya..

“Semua lagu yang kita ciptakan bernuansa pop religi yang bertema tentang kehidupan manusia maupun ajakan kebaikan,” terangnya.

Beberapa kali, Lentera7nada mendapat undangan mengisi berbagai event yang dilaksanakan ormas pemuda maupun keagamaan mulai dari kegiatan pengajian, jalan sehat maupun pentas seni dan budaya. Mereka tidak hanya tampil di  Kota Kudus saja melainkan pernah pentas di sejumlah daerah lain, seperti Jepara dan Pati.

“Sampai sekarang kita masih menerima panggilan dari organisasi di wilayah Kudus dan sekitarnya,” katanya.

Pada waktu acara Festival seni IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog pertengahan Ramadlan, Ulama Salaf Online terkesima dengan penampilannya yang memainkan beberapa musik religi. Yang menarik, mereka mampu menyanyikan mars IPNU-IPPNU diiringi irama musiknya.

Bahkan saat disodori sebuah syair yang ditulis ketua IPNU setempat berjudul NU beberapa saat sebelum manggung, mampu digubah dan dinyanyikan bagus penuh rancak dan menyentuh penonton yang sebagian pelajar NU.

“Beberapa musik karya Lentera7nada banyak yang diposting di dunia maya, baik berupa video di youtube maupun mp3,” pungkasnya sambil meninggalkan nomor HP 08641573997 buat yang ingin mengundang group ini. Semoga sukses dan  tetap jaya! (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Tegal Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

Pensiun dari Pengurus Harian, Nyai Machfudhoh Pilih Konsentrasi di Dakwah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Palu yang dipegang diangkat tinggi-tinggi. “Apakah LPj (Laporan Pertanggungjawaban) bisa diterima?” tanyanya dengan suara datar penuh kharisma. “Setuju..!!” koor peserta kongres. Palu kemudian diketukan tiga kali tanda LPj disetuju secara utuh.

Begitulah ‘gaya’ Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid. Di usia 72 tahun masih penuh semangat memimpin sidang pleno LPj PP Muslimat NU masa khidmat 2011-2016 saat Kongres XVII, 23-27 November 2016 lalu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Pensiun dari Pengurus Harian, Nyai Machfudhoh Pilih Konsentrasi di Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pensiun dari Pengurus Harian, Nyai Machfudhoh Pilih Konsentrasi di Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pensiun dari Pengurus Harian, Nyai Machfudhoh Pilih Konsentrasi di Dakwah

Tak sembarang kader bisa melakukannya, terlebih memimpin sidang yang dihadiri 500-an lebih anggota PW dan PC se-Indonesia plus PCI. Tapi salah satu putri pendiri Nahdlatul Ulama, KH Wahab Chasbullah itu melakukannya dengan tenang, tanpa gaduh dan semua PW diberi kesempatan yang sama untuk menyampaikan padangan terkait LPj.

Sayangnya, di kepengurusan 2016-2021 ini dia memilih pensiun dari pengurus harian. Padahal dalam banyak kesempatan, Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa kerap menyebut Nyai Machfudhoh adalah ‘jimat’ Muslimat NU.

“Saya ini sudah lima periode (25 tahun) dan usia tak muda lagi. Kalau terus di situ kapan memberi kesempatan yang lain. Tapi kalau masih diberi kesempatan biar saya fokus di dakwahnya, di Hikmat untuk melanjutkan pengabdian di Muslimat NU,” katanya, Selasa (29/11) dilansir laman resmi PP Muslimat NU, MUlama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

Di periode 2011-2016, selain menjabat Ketua I, Nyai Machfudhoh merangkap sebagai ketua Hidmat (Himpunan Daiyah Majelis Taklim Muslimat NU). Di kepengurusan 2016-2021, Ketua I dimandatkan kepada Dr Hj Sri Mulyati.

“Saya sudah bilang ke Mbak Khofifah kalau menempatkan orang di yayasan ini (Hidmat) jangan rangkap jabatan. Saya mengalami, kemarin di bidang organisasi dan Hidmat, hati kecil saya nggak puas dan hasilnya nggak signifikan,” paparnya.

“Hidmat perlu penanganan sendiri. Itu kalau mau diurusi secara serius sibuknya kayak pengurus harian. Tergantung bagaimana kita memfungsikan wadah itu. Dengan kondisi dan usia saya saat ini rasanya lebih banyak manfaatnya di sini (Hidmat). Semoga diberi umur panjang agar bisa terus melanjutkan pengabdian di Muslimat NU.”

Penanganan lebih serius

Ulama Salaf Online

Bagi Nyai Machfudhoh, penanganan dakwah harus lebih serius karena tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih kompleks. Mulai soal bahaya narkoba, LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) serta aliran seperti Wahabi dan liberal.

“Kalau kita nggak kuat bisa merusak akidah,” katanya.

Dia meraskan tantangan yang ada sekarang sasarannya adalah orang NU karena memang gemar dzikir, ziarah ke makam, silaturahim hingga ? melakukan kegiatan secara aktif di hari besar Islam.

Tapi justru event itulah yang memperkuat posisi NU. “Karena rasa kekuatannya di situ, ya ibadahnya, ukhuwahnya bahkan bisa memberikan refreshing. Nah kalau ini nggak dipegang secara khusus bagaimana bisa signifikan hasilnya,” paparnya.

Tanpa Nyai Machfudhoh, apakah ‘jimat’ Muslimat NU akan hilang? “Ya nggak dong. Pengurus kan formalitas kepengurusan, tapi hati ini tetap di sana. Saya tetap bagian dari Muslimat NU, ketika nanti ada yang nggak benar, misalnya, ya tetap kita luruskan,” tandasnya.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Lomba Ulama Salaf Online

Kamis, 09 November 2017

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Banyumas, Ulama Salaf Online

Pengurus Cabang? Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas memberangkatkan 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) ke pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen untuk mengikuti Istighotsah Akbar dan Apel Penggerak Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Tengah Sabtu Sore (15/4) dan Ahad (16/4).

Pemberangkatan dipimpin langsung Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Ahmad Hasan (Gus Hasan) di halaman masjid Nur Sulaiman Jl. Alun-alun Barat Banyumas.

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Gus Hasan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa warga NU akan bergerak ke Kebumen untuk mengibarkan bendera NU di pantai Petanahan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan, siapa yang mengganggu Indonesia akan berhadapan dengan NU.

Ulama Salaf Online

"Segala sesuatu yang akan menggangu NKRI maka akan berhadapan dengan NU," katanya.

Ulama Salaf Online

Selain 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, PCNU Banyumas juga menerjunkan 500 anggota banser untuk ikut mengamankan lokasi kegiatan.

"Ada sekitar 500-an anggota Banser yang kami turunkan," kata Kasatkorcab Banser Banyumas Slamet Ibnu Ansori.

Para kader penggerak Nahdlatul Ulama terlihat sangat semangat mengikuti acara pemberangkatan tersebut.

"Kita sengaja berkumpul dulu di sini. Dari sini kita akan berangkat bersama-sama ke Kebumen," kata Sarwono dari Ajibarang. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Tegal, Halaqoh Ulama Salaf Online

Rabu, 08 November 2017

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian

Jombang, Ulama Salaf Online?

Dalam waktu dekat, Universitas Hasyim Asyari Tebuireng, Jombang, akan berkolaborasi dengan Universiti Sultan Azlan Syah (USAS) Malaysia untuk mengadakan penelitian bersama. Penelitian itu dimaksudkan untuk mendapatkan potret utuh perkembangan gerakan radikal dan liberal di kawasan Asia.

"Selain penelitian, kami juga akan menjalin kerjasama program dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen antar kedua universitas. Juga kerjasama di bidang penelitian, penulisan jurnal ilmiah dan pertukaran budaya," kata Wakil Rektor III Mif Rohim Syarkun, Jumat (10/2/2017).

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia di kampus Unhasy Tebuireng, sehari sebelumnya. Dari pihak USAS, delegasi dipimpin oleh Deputy Vice-Chancellor Academic and Student Affair (Wakil Rektor I), Dato Wan Sabri Bin Wan Yusof. Sedangkan delegasi Unhasy dipimpin oleh Wakil Rektor I Unhasy Muhsin Ks.

Nantinya, kata Rohim, jika ada dosen Unhasy yang mengambil studi S3 di USAS, salah satu dosen Unhasy akan diminta menjadi co-promotor atau co-supervisor. "Untuk penulisan jurnal, kami akan mengkaji pemikiran keislaman yang dikembangkan oleh Hadlratus Syaikh Hasyim Asyari," ungkap pria yang sebelumnya cukup lama mengajar di Universiti Teknologi Malaysia ini.

Di tempat sama, Wakil Rektor I USAS Wan Sobri menuturkan, kerja sama ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak. Sebab, Unhasy memiliki tradisi keilmuan yang cukup lama. Pesantren Tebuireng sejak berdiri pada 1899 dan Unhasy pada 1967, menurut dia, sudah memulai tradisi keilmuan dan kajian keislamanan yang cukup memadai.

Ulama Salaf Online

"MoU kali ini kami bekerja sama dalam bidang akademik, penulisan, penyelidikan (penelitian, red), pertukaran pelajar dan staf/pengajar. Supaya pengalaman yang sudah dimiliki dua universiti ini dapat dikongsikan (dikerjasamakan, red). Advantage-advantage masing-masing juga dapat dikongsikan," tutur Dato Wan Sabri dengan logat khas Melayu.

Selain berkunjung ke kampus Unhasy, rombongan USAS juga berziarah ke makam KH Hasyim Asyari dan KH Abdurrahman Wahid Gus Dur di Kompleks Pesantren Tebuireng.

"Saya sangat kagum dengan pondok dan kampus ini. Pondoknya sangat bersih dan teratur. Dan saya bangga bisa berpeluang menziarahi Allah Yarham Gus Dur," ungkap Dato Wan Sabri. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Makam, Tegal Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

PMII Dukung Penguatan Peran Perempuan di Sektor Publik

Jakarta, Ulama Salaf Online. Tanggal 8 Maret yang ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional menjadi titik balik perjuangan perempuan atas keberhasilan mereka di bidang ekonomi, politik dan sosial. Namun, kaum perempuan masih menghadapi problem kompleks salah satunya karena pengaruh arus globalisasi.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Korps PMII Putri ( PB Kopri) Athik Hidayatul Ummah kepada Ulama Salaf Online, Rabu (8/3) di Jakarta.

PMII Dukung Penguatan Peran Perempuan di Sektor Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Dukung Penguatan Peran Perempuan di Sektor Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Dukung Penguatan Peran Perempuan di Sektor Publik

"Kita yang terlahir sebagai perempuan patut bersyukur dapat menjadi perhatian agama, negara, bahkan dunia. Walaupun saat ini perempuan masih menghadapi problem yang kompleks. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari arus globalisasi," kata Athik.

Salah satu problem tersebut adalah adanya sebagian pihak yang mempersoalkan kiprah perempuan di sektor publik. Menurut Athik hal itu mestinya tidak perlu lagi dipersoalkan, karena fakta membuktikan bahwa perempuan memiliki peran cukup strategis bagi masa depan bangsa dan dunia ini.

Ulama Salaf Online

"Setiap zaman memiliki orangnya. Zaman yang terus berganti, tantangannya juga mengikuti. Sejarah telah mencatat sederet nama perempuan yang berhasil memimpin kerajaan, peradaban, gerakan, dan menjadi negarawan yang dapat menjadi inspirasi kiprah perempuan muda masa kini," katanya.

Lulusan Magister Komunikasi Politik Universitas Indonesia ini menyadari, budaya patriarki di berbagai daerah di Indonesia masih kental dan kuat. Perempuan masih dianggap sebagai kelas kedua dari sisi perannya setelah laki-laki.?

"Perlu kita sadari sebagian dari kita masih hidup di tengah masyarakat patriarki. Masih banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan, trafficking, dan lainnya. Kompleksitas persoalan perempuan ini menunjukkan gagalnya negara mewujudkan kebahagiaan rakyatnya," tegasnya.

Upaya menuju sebuah tatanan kehidupan yang lebih baik harus terus digulirkan melalui gerakan perempuan di semua lini kehidupan. Pembangunan kapasitas diri perempuan perlu dilakukan dengan selalu mengasah intelektual dan meningkatkan keterampilan yang dimiliki.

Ulama Salaf Online

"Melihat realitas ini, perempuan harus bangkit. Kebangkitan perempuan harus dengan kualitas dan prestasi. Maka, diperlukan serangkaian aksi demi melampaui sebuah fase kebebasan, kepemimpinan dan keadilan," imbuhnya.

Kandidat Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) PB PMII ini menegaskan bahwa PMII sebagai organisasi kader, tempat bergeraknya kaum intelektual organik yang mempunyai tanggung jawab untuk hadir menyumbangkan pikiran dan bergerak ke lapangan untuk melakukan kerja kritis bagi penguatan peran perempuan untuk membangun peradaban dunia.

"Melalui wadah perempuan PMII, Kopri mempunyai peran penting untuk dapat memberikan solusi atas segala masalah tentang perempuan dan Indonesia sekaligus. Ikhtiar ini sudah dimulai dengan skema kaderisasi yang ada di dalam tubuh PMII. Sehingga nanti, perempuan di PMII akan bisa berteriak dengan lantang dan berani menyatakan, inilah kami wahai Indonesia," pungkasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Warta, Kiai Ulama Salaf Online

Rabu, 01 November 2017

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

Bandung, Ulama Salaf Online. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat terus melakukan inovasi program kerja, tidak hanya masalah sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam bidang ekonomi. Belakangan Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar mengembangkan bisnis sayur melalui teknik hidroponik dan pupuk organik.

Nurfais Al-Mubarok, Ketua Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar menjelaskan, program kerja bisnis sayur ini ditempatkan di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sedangkan yang menjalankan adalah kader-kader GP Ansor di kecamatan tersebut setelah melewati seleksi dan pembinaan.

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

“Kecamatan Kertasari merupakan daerah sentra sayur yang hari ini rawan konflik lahan. Sehingga dengan hidroponik diharapkan bisa memberi solusi, karena hidroponik merupakan sistem pertanian irit lahan,” ungkapnya kepada Ulama Salaf Online, Sabtu (7/3).

Ulama Salaf Online

Dia menambahkan, selain teknik hidriponik, pihaknya juga mengembangkan pupuk organik. Hal ini didorong oleh kondisi bahwa di Kecamatan Kertasari banyak warga mempunyai peternakan sapi yang bisa menghasilkan limbah kotoran yang terbuang ke sungai Citarum hingga mencapai 20 ton per hari.

Ulama Salaf Online

“Sehingga mereka (kader Ansor Kertasari) berinisiatif membuat instalasi yang menghasilkan pupuk padat dan cair khusus untuk hidroponik. Hasil pupuk cair ini diarahkan untuk menjadi basis sistem nutrisi hidroponik,” ujar penanggung jawab riset pupuk organik cair yang produknya diberi nama “Ansoruna” itu.

Soal pupuk organik, Nurfais mengungkapkan bahwa usaha tersebut sudah dirintis sejak dua tahun yang lalu oleh tim kecil dari kader-kader PAC Kertasari. “Alhamdulillah kini coba tersebut berhasil dengan baik, bahkan ketika dibandingkan dengan hidroponik formula pupuk kimia hasilnya jauh lebih memuaskan,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan tersebut, pihaknya mengarahkan untuk mengisi pasar sayur eksklusif dan organik yang sudah ditawarkan. Misalnya tawaran dari pesantren Al Ittifaq Ciwidey, Bandung, yang diasuh KH Fuad Affandi yang sudah sejak lama mengisi 54 outlet supermarket sayur. “Ada tuntutan pasar yang trennya ke arah organik. Hari ini kader Ansor kecamatan Kertasari menjawab tuntutan tersebut,” terang Nurfais.

Dia menuturkan benih-benih sayur dikembangkan kini sedang dirumuskan oleh pengurus wilayah. Selain itu, pengurus wilayah juga berencana membangun laboratorium kultur jaringan yang dikelola oleh sumber daya manusia profesional di bawah supervisi sekolah ilmu dan teknologi hayati Institut Teknologi Bandung.

“Ada kurang lebih 70-an jenis sayur ekslusif yang beredar di pasar, misalnya pakcoy, kangkung darat, horenzo, lettuce head, siomak. Tahap awal kita membidik 5 ranking tereksklusif dan mahal, salah satunya saat ini sudah menyebarkan benih asparagus,” tuturnya.

Kalau sistem di PAC Ansor Kertasari sudah selesai, pihaknya baru akan melibatkan pengurus anak cabang lain di kabupaten Bandung. “Insyaallah dari pengurus cabang di kabupaten lain juga yang memiliki daerah sentra sayur,” cetusnya.

Nurfasi mengaku bangga karena program ini lahir dari kreativitas kader-kader PAC Kertasari, sementara Bidang Ekonomi PW Ansor Jabar hanya mengarahkan dan fasilitator untuk pola kerja sama dengan pihak lain.

“Itupun sifatnya bukan sumbangan, tetapi business to business, karena para kader memang sudah siap dan layak,” tandasnya. (Muhammad Zidni? Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Pertandingan, Tegal Ulama Salaf Online

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kembangkan Hortikultura, Tim Akreditasi Puji SMA Maarif 1 Pamekasan

Pamekasan, Ulama Salaf Online

SMA Maarif 1 Pamekasan, Jawa Timur, mendapat apresiasi positif dari tim asesor akreditasi sekolah. Sebab, lembaga pendidikan ini dikenal sangat menonjol dan berhasil dalam mengembangkan ekstrakurikuler hortikultura di Kabupaten Pamekasan.

Kembangkan Hortikultura, Tim Akreditasi Puji SMA Maarif 1 Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Hortikultura, Tim Akreditasi Puji SMA Maarif 1 Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Hortikultura, Tim Akreditasi Puji SMA Maarif 1 Pamekasan

"Karena sangat jarang di tingkat SMA terdapat ekstrakurikuler hortikultura. Kami menganjurkan agar tetap dikembangkan. Bahkan, kalau bisa harus bekerja sama dengan dinas pertanian setempat," pinta Nukhan.

Lembaga pendidikan NU Sekolah yang berdiri 25 Mei 2012 di Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan tersebut menyambut tim asesor akreditasi sekolah dengan musik hadrah, atraksi sampure, dan musik modern kontemporer oleh siswa-siswi SMA Maarif, Rabu (8/6).

Ulama Salaf Online

Wakil Kepala SMA Maarif Ainul Gurri menegaskan, pihaknya berharap dengan adanya akreditasi tersebut, SMA Maarif 1 Pamekasan semakin berkualitas. Pihaknya mengaku bertekad mengelola SMA Maarif dengan sepenuh hati.

"Agar pendidikan yang ada di bawah naungan LP Maarif Pamekasan semakin berkualitas dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Jawa Timur, lebih-lebih lembaga pendidikan di Kabupaten Pamekasan," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Selama ini, SMA Maarif 1 Pamekasan memang dikenal sangat sukses membina siswa-siswinya dalam mengembangkan hortikultura. Semisal, menggalakkan penanaman sayur.

Sejauh ini, jenis sayur yang ditanam oleh para siswa di lahan milik yayasan SMA Maarif 1 meliputi sawi, gambas, dan jenis sayur lainnya. Bibit sayur yang dimanfaatkan tergolong bibit unggul, sehingga hasilnya pun sangat bagus.

Bagian Kesiswaan SMA Maarif 1 Abusiri menerangkan, kegiatan ekstrakurikuler bertani tanaman hortikultura bagi siswanya itu untuk menambah pengetahuan tentang dunia pertanian. Diharapkan, spirit bertani tidak memudar dalam diri siswa. Itu mengingat rata-rata orangtua mereka adalah petani.

"Meskipun kelak mereka berprofesi bukan petani, setidaknya dalam memberdayakan petani di lingkungan keluarganya beserta masyarakat petani sekitarnya," tukas Abusiri. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Tegal, Quote Ulama Salaf Online

Dakwah Jitu Bukan dengan Marah, Tapi Lembut dan Ramah

Jember, Ulama Salaf Online. Suatu ketika di Situbondo, Jawa Timur ada sekolompok orang “tidak patuh” kepada KH As’ad Syamsul Arifin. Lalu, sejumlah ? anggota Pelopor NU usul kepada untuk “memberi pelajaran” terhadap mereka.?

Dakwah Jitu Bukan dengan Marah, Tapi Lembut dan Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Jitu Bukan dengan Marah, Tapi Lembut dan Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Jitu Bukan dengan Marah, Tapi Lembut dan Ramah

Namun Kiai As’ad sama sekali tidak berkenan. “Jangan. Kalaupun mereka tidak masuk Islam, mungkin anak-anaknya. Kalau bukan anak-anaknya, mungkin cucu-cucunya,” ucap Kiai As’ad waktu itu.

Cerita tersebut diungkapkan oleh Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyidin Abdusshomad saat menjadi pemateri dalam Diskusi Regional yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Ma’had Aly, Situbondo di Gedung Soetarjo Universitas Jember, Senin (22/5).?

Menurut Kiai Muhyiddin, Kiai As’ad memang memilki kelembutan dan keluesan dalam menghahadapi masyarakat. “Dalam banyak kasus, Kiai As’ad selalu menghadapinya dengan lembut, tapi ujung-ujungnya orang bisa ikut,” tukasnya.

Ulama Salaf Online

Kiai Muhyiddin menambahkan, salah satu strategi dakwah yang cukup jitu adalah mengedepankan kelembutan dan kesopanan. Seorang pemimpin atau pendakwah, tidak perlu marah-marah ketika mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. ?

Sebab, bisa jadi kemarahan itu akan membuat yang dihadapi tidak simpati, bahkan benci. “Rasulullah dalam dakwahnya, selalu mengutamakan kesabaran dan kesopanan. Dan itu terbukti ? berhasil,” jelasnya.

Katanya, dalam manajemen modern, ternyata strategi itu sudah lama diterapkan. Misalnya di toko-toko berjaringan, semua karyawan dan pramuniaganya sebagai ujung ? tombak di lapangan, memang dibuat lembut sedemikian rupa, khususnya ? dalam menghadapi calon pembeli.?

Ulama Salaf Online

“Mereka tersenyum, lalu menyapa dengan ramahnya. Itu sebenarnya ? strategi marketing yang diadopsi dari strategi dakwah Nabi,” urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Hikmah, Syariah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock