Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Turki terpilih Recep Tayyip Erdogan, dibantu oleh Perdana Menteri baru Ahmet Davutoglu memulai masa jabatannya dengan perbaikan besar-besaran pada sistem pendidikan di negeri ini. 

Meskipun telah ditetapkan setahun yang lalu, rencana reformasi, yang sebagian besar tidak menarik perhatian publik, mulai dilaksanakan tahun ini dan memperluas pendidikan agama Islam untuk semua tingkat sekolah. 

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Turki baru Erdogan, yang akan merayakan seratus tahun Republik Turki sekuler yang didirikan oleh Kemal Ataturk pada 2023, mewajibkan pendidikan agama Islam dari tingkat sekolah dasar dan menengah untuk 12 jenjang kelas. Sampai saat ini, pendidikan agama hanya tersedia di sekolah menengah berbasis agama seperti Aliyah di Indonesia, mulai di kelas 9. 

Ulama Salaf Online

Perubahan signifikan lain adalah bahwa lulusan sekolah agama sekarang dapat mendaftar di seluruh fakultas di universitas agar bisa mendapat keahlian untuk posisi administrasi publik. Bahkan presiden Turki saat ini, yang mempelajari Administrasi Bisnis, bukan ilmu politik, harus keluar karena dia lulusan sekolah agama. 

Tampak jelas bahwa sistem sekolah yang dimimpikan oleh para pemimpin AKP terinspirasi oleh sekolah agama yang ada. 

Ulama Salaf Online

Langkah berikutnya dalam reformasi adalah pengajaran bahasa Arab, bahkan sebagai bahasa kedua, untuk memungkinkan siswa untuk memahami Al-Quran. 

Namun, sekolah Turki Armenia dan Ortodoks tidak perlu untuk memberikan pendidikan agama Islam untuk siswa mereka yang masing-masing berjumlah 2.000 dan 250. 

Mereka yang tidak ingin masuk sekolah negeri untuk menghindari pendidikan agama harus masuk ke sekolah swasta, yang hanya bisa dimasuki orang kaya karena biaya pendidikan yang tinggi. (islam. ru/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen, Meme Islam, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Minggu, 25 Februari 2018

PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf mengapresiasi dibahasnya isu kemerdekaan Pelestina dalam peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung akhir April ini. ?

“Adanya deklarasi soal Pelestina sudah tepat. Kali ini mestinya peringatan ini bisa membuat tuntutan yang lebih konkret, termasuk peta jalan penyelesaiannya dan ini harus adil. Memberi keadilan bagi rakyat Palestina dan keadilan bagi rakyat Israel,” katanya di gedung PBNU, Senin.?

PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Peringatan KAA Hasilkan Solusi Kongkret bagi Palestina

Menurutnya, penyelesaian adil adalah pengakuan adanya dua negara, Palestina dan Israel berdasarkan wilayah sebelum perang 1967. “Dan tekanan internasional melalui KAA ini harus efektif, termasuk seharusnya bisa menekan backing Israel, yaitu Amerika Serikat yang membiarkan apa saja polah Israel,” tambahnya.

Dua isu strategis soal Palestina adalah pencaplokan wilayah Palestina untuk pemukiman bagi orang Israel dari mana saja di dunia yang mau bermukin disana. Dan kedua, tembok pembatas yang membatasi pergerakan dalam wilayah tersebut.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

“Jadi, saya kira ini harus ada tekanan politik yang nyata kepada Israel dan Amerika Serikat,” tegasnya.?

Di luar masalah Palestina, peringatan KAA ini juga harus memberi perhatian terhadap konflik internal di negara Asia Afrika yang berpotensi memecah belah bangsa akibat oleh konflik domestik. Tetapi ini tidak bisa dipahami semata-mata domestik karena ada faktor campur tangan asing.?

Ia menginatkan, dulu KAA berhasil melahirkan kekuatan anti kolonial yang luar biasa. Sekarang, muncul apa yang disebut neo kolonialisme, dan ini bukan main dahsyatnya. “Sekarang saatnya membuat pernyataan baru melawan neo kolonialisme dan menginginkan kehidupan yang seimbang,” jelasnya.

Untuk bisa sukses ini, negara-negara Asia dan Afrika harus mengurangi perbedaan, misalnya antara China dan negara tetangganya. Di Afrika juga begitu, baik konflik antar negara atau konflik internal.?

“Karena itu, saya mengusulkan kelompok kerja yang memantau pelaksanaan dari KAA ini. Jadi harus ditunjuk beberapa negara dari Asia dan Afrika, untuk mengontrol atau mengingatkan kalau ada deviasi dari tujuan yang telah ditetapkan,” tandasnya.?

“Sekarang saatnya negara Asia Afrika untuk bisa menciptakan keadilan dan kesejahtaraan bagi kawasan Asia Afrika ini yang merupakan masa depan peradaban dunia,” imbuhnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen Ulama Salaf Online

Minggu, 18 Februari 2018

Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pemerhati anak yang juga pendongeng Seto Mulyadi mengatakan akan mendorong istrinya untuk menjadi anggota Muslimat NU.

“Tadi pas dinyanyikan Mars Muslimat NU, saya ikut bernyanyi. Muslimat NU ini hebat sekali. Lalu saya ingin mendorong istri saya jadi anggota Muslimat NU,” kata Psikolog yang akrab disapa Kak Seto saat tampil pada Halal Bihalal Muslimat NU dan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.?

Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kak Seto Dorong Istrinya untuk Masuk Muslimat NU

Tak ayal para hadirin pun menyambut ucapan Kak Seto dengan tepuk tangan meriah.

Pada kesempatan tersebut Kak Seto tampil bersama Kak Heny Purwonegoro dan tim akrobatik. Mereka membawakan lagu-lagu dan cerita berisi pesan-pesan kebaikan dan karakter yang sesuai untuk anak-anak serta aksi-aksi akrobat.

Ulama Salaf Online

?

Sesekali mereka menyapa dan mengajak anak-anak menari dan bernyanyi, sehingga pertunjukan menjadi sangat interaktif. Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para kader Muslimat NU dari sejumlah daerah.? (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Fragmen, Khutbah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Yogyakarta, Ulama Salaf Online  

Dalam rangka memperingati hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM bekerjasama dengan Pusat Studi Energi UGM menyelenggarakan diskusi bulanan ke-3 pada Rabu, (18/10). Diskusi ini mengusung tema “Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat.” 

Hadir sebagai pembicara Satyaguna Rakhmatullah, alumni S2 Fakultas Peternakan UGM yang sekarang menjadi  peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Selain itu ia juga aktif sebagai pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. 

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Satyaguna menyampaikan bahwa pangan fungsional itu erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pangan fungsional ini adalah pangan yang tidak hanya memberikan nutrient atau nilai gizi, tetapi juga memberikan nilai kesehatan lebih bagi tubuh kita. 

Lebih lanjut, Satyaguna mengatakan bahwa pangan fungsional yang jumlahnya sangat banyak itu dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita baik dalam bentuk umbi, sayur, maupun buah-buahan lokal. 

Ulama Salaf Online

Pemerintah diharapkan dapat mendorong kampanye pangan fungsional ini dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat baik dalam sisi kesehatan maupun dalam konteks ekonomi. Setiap desa diharapkan dapat mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari hasil alam yang organik sebagi ciri khas daerah tersebut dan sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat.

Sementara Ahmad Rahma Wardhana, perwakilan Pusat Studi Energi menyampaikan bahwa yang terpenting dalam menyelenggarakan diskusi seperti ini adalah keistiqomahan. 

Ulama Salaf Online

Selain itu ia juga menyampaikan, sebagai forum yang berisi mahasiswa dari litas disiplin, forum ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sudut pandang multi perspektif, untuk keluasan dan kedewasaan dalam mengambil keputusan. 

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa S2 dan S3 yang berasal dari bebagai jurusan di kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UNY.  Forum ini merupakan wadah diskusi untuk mengembangkan intelektualitas mahasiswa Pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu yang terikat oleh satu rasa emosi yang sama, yakni sebagai keluarga besar Nahdhlatul Ulama. (Irsyadul Ibad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Fragmen Ulama Salaf Online

Selasa, 23 Januari 2018

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama

Jakarta, Ulama Salaf Online



Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui oleh negara, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Masing-masing agama tentu memiliki istilah keagamaan yang sifatnya spesifik. Untuk menghindari kesalahan pemaknaan terhadap istilah-istilah keagamaan tersebut Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan LKK) membuat sebuah Kamus Istilah Keagamaan (KIK).

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama

KIK pada dasarnya merupakan sebuah buku besar yang memuat entri pilihan yang disusun secara alfabetik menyangkut aspek keyakinan, hukum, etika, moral, dan sosial kemasyarakatan yang dipraktekkan dalam agama di Indonesia, khususnya Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.?

Dalam laporan yang disusun Puslitbang LKK (2015), penyusunan KIK bertujuan melindungi keyakinan umat beragama dari kekeliruan dalam memahami ajaran agama dan lebih mendorong terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Indonesia.?

Puslitbang LKK berharap kehadiran KIK diharapkan dapat, pertama menghindarkan kesalahpahaman atau salah pengertian masyarakat terhadap istilah keagamaan setiap agama. Kedua, memperkuat jalinan persaudaraan dan perekat kerukunan antara umat beragama. Ketiga, mendidik masyarakat untuk menghargai adanya perbedaan dalam hal keyakinan beragama, dan keempat sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku, baik buku pelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan maupun buku bacaan umum.

Proses penyusunan KIK yang berlangsung selama empat tahun ini, berhasil menyelesaikan sebuah produk yang memuat 9.134 entri meliputi peristilahan dalam agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dengan berketebalan 623 halaman, yang bisa dimanfaatkan sebagai rujukan akedemik dan umum pemeluk agama di Indonesia. (Mukafi Niam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Fragmen, Daerah Ulama Salaf Online

Minggu, 07 Januari 2018

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Tarim, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menerapkan sistem Ahlul Halli pada pemilihan pemimpin baru dalam Konferensi Cabang Istimewa Ke-3. Penentuan rais syuriah dan ketua tanfidhiyah dilakukan oleh tim formatur yang terdiri dari utusan beberapa organisasi di Yaman.

Tim formatur terdiri dari para ketua organisasi seperti PPI, AMI Al Ahgaff, FLP Yaman, dan organisasi kedaerahan seperti OPISI (Sumatera), Pajajaran (Jawa Barat & Banten), PPJJ (Jawa Tengah), Keramat Jatim, Fosmaya (Madura), dan Roudlotul Banjariyyin.

Sidang pleno yang dipimpin Rais Syuriah PCINU Yaman Nuril Izza Muzakki ini sebelumnya memunculkan dua kandidat rais Syuriah, yaitu Hasan Bashri Hayy dan Muhammad Gufron, dan dua kandidat ketua tanfidhiyah, yakni H M Thohir Uzt dan Abdul Rahman Malik.

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Pemilihan yang diagendakan hanya 15 menit berjalan alot hingga molor sampai satu jam. Namun forum akhirnya memutuskan dan menetapkan Hasan Bashri Hayyi sebagai Rais Syuriah PCINU Yaman dan Abdul Rahman Malik sebagai Ketua Tanfidhiyah PCINU Yaman masa khidmah 2015-2016.

Ulama Salaf Online

Pemilihan ketua yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Al Ahgaff, Tarim, Rabu malam (11/15) waktu setempat itu berlangsung dalam sidang pleno ketiga. Sebelumnya telah dilaksanakan sidang laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus demisioner dan sidang soal program PCINU ke depan.

"Laporan pertanggungjawaban merupakan hasil realisasi program selama satu periode berdasarkan lajnah dan lembaga yang ada di PCINU Yaman," tutur Nuril. Lajnah dan lembaga itu meliputi Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengemembangan Sumber Daya Manusia), LDNU (Lembaga Dakwah NU), LMI-NU (Lembaga Media dan Informasi NU), LTNNU (Lanjah Talif wa Nasyr NU) dan LBMNU (Lajnah Bahtsul Masail NU).

Ulama Salaf Online

Acara pada malam itu disambung dengan peluncuran buku karya aktivis NU Yaman "Membumikan Maqashid Syariah" dan kitab "Mighnathisul Afrah fi Adiyatin Nikah". Acara semakin meriah dengan pengumuman pemenang Lomba Menulis Artikel Islam (LMAI) PCINU Yaman yang digelar sejak 30 Desember 2014. Hadiah berupa uang tunai, piagam penghargaan, dan buku “Wisata Religi di Negeri Para Wali” karya LTN-NU diberikan kepada tiga juara terbaik.

Rangkaian acara Konferensi Cabang Istimewa ini dimulai sejak Ahad (8/2) dengan agenda seminar tentang ISIS, bahtsul masail, diskusi panel, dan kuliah umum bersama KH Yunus Roichan. (Arman Malieky/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Fragmen, Sunnah Ulama Salaf Online

Rabu, 03 Januari 2018

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja

Tegal, Ulama Salaf Online



Terkait dengan konferensi Anak Cabang, IPNU ke XVII dan IPPNU ke XVI Kecamatan Tarub Tegal, para kader muda NU ini mengadakan beberapa kegiatan, di antaranya kemah bhakti, seminar dan karnaval budaya. Kemah bhakti sudah dilaksanakan pada tanggal 1-3 Januari di Bumi Perkemahan Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu Tegal yang diikuti oleh 60 peserta.

Kegiatan kedua berupa seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada Hari Senin, 8 Februari 2016 di Balai Desa Bulakwaru Kec. Tarub Kab. Tegal dengan tema “Kenakalan Remaja, Salah Siapa?”

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja

Seminar ini diisi oleh 3 narasumber yaitu pihak Dinas Sosial Kab. Tegal, Kapolsek Tarub, dan Tokoh Agama dari Ketua PAC GP Ansor Tarub (Ustadz Abdul Ghofir).

Terdapat 170 peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulilllah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 170 peserta dan bukan hanya dihadiri oleh kader-kader Kecamatan Tarub, tapi dari Kecamatan tetangga juga hadir bahkan mereka yang tidak ikut IPNU-IPPNU pun tertarik mengikuti kegiatan ini,” kata Ganang Fatkhu Rokhim, selaku ketua panitia.

Ketua IPNU Anak Cabang Tarub Moh. Ali Sukron dalam kesempatan tersebut menyampaikan “Kegiatan ini sengaja mengambil tema “Kenakalan Remaja, Salah Siapa?” Itu bukan kita mencari, menjustifikasi atau bahkan mengkambinghitamkan salah satu pihak, tapi di sini sebagai ajang analisa diri (muhasabah) karena semua orang/remaja memiliki potensi untuk nakal, dan diharapkan ketika sudah membaca diri sendiri mulai ada aksi nyata untuk melakukan aksi sosial, yang dimotori oleh anda sekalian (kader-kader IPNU-IPPNU),” katanya.

Ulama Salaf Online

Camat Tarub, Munawar menyambut baik kegiatan seperti ini. Ia mengharapkan kader IPNU-IPPNU menjadi duta pemerintahan bahkan agen perubahan demi tercapainya generasi emas yang memiliki moral dan akhlak yang baik.

“Saya sangat bangga, melihat kader-kader IPNU-IPPNU Kec. Tarub yang luar biasa dalam membantu mengawal para pemuda-pemudi di Kec Tarub,” tandasnya.

Di sesi terakhir Ketua IPPNU Kec. Tarub Hesty Ayu selaku melakukan pembagian kelompok kerja sebagai aksi nyata menjadi duta antikenakalan remaja.

Ulama Salaf Online

“Kami membagi di setiap desa dan di setiap sekolahan itu ada koordinatornya. Untuk desa yang belum memiliki kepengurusan, dipegang oleh desa tetangga yang ada IPNU-IPPNUnya, mereka diberi nomor pihak terkait, dari Camat Tarub, Kapolsek, Danramil, Dinsos dan pihak terkait lainnya”. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Fragmen Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol

Kuningan, Ulama Salaf Online. Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar mengingatkan kembali filosofi tiga simbol yang disampaikan Syaikhuna Kholil Bangkalan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, yaitu QS Thoha ayat 17-23, tongkat, dan tasbih.

“Para muassis menginginkan NU yang sakti seperti tongkat Nabi Musa. Filosofi tongkat menunjukkan aspek kepemimpinan,” papar Kiai Akhyar, Selasa (24/10) pada Halaqah Alim Ulama se-Wilayah 3 Cirebon, Ciamis, dan Banjar di Pondok Pesantren Mursyidul Falah. 

Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir

Aspek kepemimpinan tersebut, lanjut Kiai Akhyar, meniscayakan NU sebenarnya tidak alergi terhadap politik, namun tentu saja politik yang santun, bermoral, dan menjunjung kemaslahatan umat.

Ulama Salaf Online

Adapun simbol tasbih sebagai fondasi ruhaniyah dan religiusitas dalam ber-NU. 

Untuk menyambut 100 tahun NU, Kiai Akhyar mengusulkan perlunya tiga hal yaitu grand design, grand strategy, dan grand control dalam menjalankan roda organisasi.

Sementara itu, H Ali Anwar Yusuf dari PWNU Jawa Barat mengungkapkan menjadi pengurus NU merupakan khidmah atau pengabdian.

Ulama Salaf Online

“(Pengabdian yang) dilandasi oleh tiga hal yaitu ilmu, keikhlasan dan kesungguhan,” kata H Yusuf.

Sekretaris PCNU Kuningan KH Aang Asy’ari berharap, halaqah ini menjadi momentum menjadikan NU sebagai organisasi tangguh, memperkuat, mengembangkan pemikiran aswaja an-Nahdiyyah, dan menjaga eksistensi NKRI dan ideologi dari gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merongrongnya. (Das/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Fragmen, Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 23 Desember 2017

Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil

Gresik, Ulama Salaf Online. Rukyatul hilal penentuan awal bulan Rajab 1434 H pada Jum’at (10/5) sore bertepatan dengan 29 Jumadil Akhir di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik tidak berhasil melihat hilal. Posisi hilal sebenarnya sudah layak dirukyat (imkanurrukyat) namun pengamatan hilal terhalang awan.

Dari markaz perhitungan Condrodipo Gresik, seperti dalam data hisab metode Irsyadul Murid yang dihitung oleh Ibnu Zahid Abdo el-Moeid, umur hilal sudah mencapai 09:48:54. Sementara tinggi hilal pada saat dilakukan pengamatan mencapai 03018’ 08,38”.

Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyat Awal Rajab 1434 di Gresik Tak Berhasil

Rukyat diawali dengan istighotsah dan tahlil yang dipimpin oleh KH Taufiqurrahman. Rukyat awal Rajab kali ini sangat istimewa karena diikuti oleh para kiai dan ahli hisab dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Lajnah Falakiyah PBNU di Gresik.

Ulama Salaf Online

Proses rukyat dipandu oleh Abdo el-Moeid, pengurus Lajnah Falakiyah Gresik, bersama H. Ahmad Izzuddin, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat yang juga mengikuti rukyat di bukit Condrodipo yang berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan air laut.

Pada sekitar pukul 17.40 WIB saat hilal sudah tenggelam (ghurub) rukyat di Balai Rukyat Condrodipo itu Gresik. Sebenarnya di tengah pelaksanaan rukyat ada yang mengaku melihat hilal, namun setelah diverifikasi dengan gambar yang diambil persekian detik oleh kamera teleskop sama sekali tidak ditemukan hilal. Posisi ufuk barat memang sangat gelap karena tertutup awan.

Ulama Salaf Online

Hingga berita ini ditulis pada Jum’at malam, belum ada satu laporan pun yang mengatakan telah berhasil melihat hilal. Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri yang mengikuti rukyatul hilal di Condrodipo Gresik itu mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan pengamatan hilal di titik rukyat yang lain.

Penulis: A. Khoirul Anam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Fragmen, Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Selasa, 05 Desember 2017

Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa

Solo, Ulama Salaf Online. Menjelang bulan Mulud (Rabi’ul Awal), suasana alun-alun utara Kota Surakarta terasa lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Lapangan disulap jadi pasar yang penuh dengan penjual dengan macam-macam barang dagangannya. Dan masyarakat Solo dan sekitarnya, akan berbondong-bondong datang.

Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Potret Islam dalam Kebudayaan Jawa

Mereka ada yang sekedar datang untuk mengunjungi pasar rakyat, sebagian adapula yang datang untuk menghadiri prosesi Maleman Sekaten, yang puncaknya pada malam 12 mulud, ? masyarakat akan menunggu gong sekaten yang akan dibunyikan pihak keraton.

Maleman Sekaten atau Grebeg Mulud pada tahun ini, sudah dimulai sejak 29 Desember lalu. Rencananya panitia akan mengadakan berbagai rangkaian acara yang akan melibatkan banyak pihak. Publikasi acara melalui spanduk ataupun baliho terpasang di beberapa sudut kota. Salah satunya di gapura masuk alun-alun utara, terpampang jelas tulisan: Maleman Sekaten 2013: “Mangayubagya Grebeg Mulud, Jimakir 1946, Karaton Surakarta (Memperingati Hari Lahir Nabi Muhammad SAW).”

Ulama Salaf Online

Dari pantauan Ulama Salaf Online, Ahad (6/1), di lokasi acara. Terlihat animo yang tinggi dari warga terhadap acara tahunan ini. Salah seorang pengunjung, Rodif (21), menuturkan tanggapannya saat mengunjungi sekaten, “Pasar rakyat dan sekaten memang perlu dihidupkan. Ini adalah warisan leluhur. Saya pikir Pemkot dan masyarakat perlu bekerjasama untuk tetap memberi ruang dan menghidupkan acara semacam ini,” ujar mahasiswa asal Pekalongan ini di tengah keramaian pasar rakyat.

Acara Sekaten atau Grebeg Mulud, merupakan cerminan dari akulturasi antara Islam dan kebudayaan lokal, dalam hal ini yakni kebudayaan Jawa. Keduanya membentuk sebuah perpaduan baru yang kemudian dikenal dengan Islam-Jawa. Perpaduan dari kedua hal tadi, tak lepas dari kreasi para Walisongo.

Ulama Salaf Online

Walisongo dalam metode dakwahnya, mencipta dan menggabungkan berbagai jenis kebudayaan sebagai alat dakwah. Semisal gong sekaten, terdiri Kiai Sekati dan Nyai Sekati, merupakan perlambang Syahadatain (dua syahadat). Demikian pula dengan wayang, gamelan dan lain sebagainya. Kesemuanya, menurut Bibit Suprapto (2009), mempunyai filsafat tertentu berisi nilai-nilai ketauhidan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Fragmen, Internasional Ulama Salaf Online

Senin, 04 Desember 2017

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Babak semifinal CSSMORA Health and Medical Science (CHEMO) digelar Ahad (12/3) di FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semifinal berlangsung dalam dua tahap, yakni semifinal pertama dan semifinal kedua. Sebanyak 14 tim terlibat dalam kompetisi yang menguji pengetahuan dan keterampilan dalam bidang IPA dan medis tersebut.?

Ke-14 tim diseleksi dari 31 tim yang berasal dari 10 regional, yaitu Serang, Pandeglang, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Depok dan Bandung.

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri

Ketua Panitia Pelaksana CHEMO, Muhammad Rizki Ramadan mengungkapkan, tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan CHEMO kelima. CHEMO diadakan sebagai ajang silaturahim dan olimpiade para santri yang bersekolah di bawah naungan Kementerian Agama RI.

“CHEMO ini untuk mengumpulkan para santri yang bersekolah di tingkat MA dan SMA untuk berkompetisi dan silaturahim dalam wadah olimpiade IPA dan medis. Selama ini masih jarang ada olimpiade bagi para santri yang menguji di bidang tersebut,” terang mahasiswa FKIK UIN Syarif Hidayatullah alumni Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto.

Ulama Salaf Online

Pada tahap semifinal hari ini, panitia menyaring tim menjadi 6 besar. ? Selanjutnya pada tahap semifinal kedua dilakukan untuk memilih 3 besar. Dan pada tahap final akan terpilih juara 1, 2, dan 3.

Pengujian pada tahap semifinal dilakukan dengan mengerjakan praktikum. Tahap semifinal kedua dengan presentasi, dan pada tahap final dengan soal cerdas cermat.

CSSMORA sendiri kependekan dari Community of Santri Scholarship of Ministry of Religious Affair (CSSMORA), sebuah komunitas yang menaungi mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Adapun PBBS merupakan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Hadits, Fragmen Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama

Sukoharjo, Ulama Salaf Online. Pencak Silat Pagar Nusa NU Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggelar latihan bersama di halaman kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sukoharjo, Ahad (16/11). Latihan tersebut diikuti ratusan anggota dari berbagai daerah anak cabang.

Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Seragamkan Jurus, Pagar Nusa Sukoharjo Latihan Bersama

“Ratusan peserta yang hadir datang dari Pagar Nusa Anak Cabang Polokarto, Tawangsari, Kartasura, Bulu, dan Kota Sukoharjo,” terang wakil ketua PC Pagar Nusa Sukoharjo, Muhammad Hasyim.

Lebih lanjut Hasyim menerangkan, kegiatan latihan bersama ini bertujuan untuk menyeragamkan jurus.

Ulama Salaf Online

“Inti dari kegiatan ini, disamping silaturahim antar anggota, juga untuk menyeragamkan jurus. Sebab di Sukoharjo ini, ada beberapa cabang pencak silat Pagar Nusa, antara lain Gasmi dan Pagar Nusa Nasional,” paparnya.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Ketua PCNU Sukoharjo H.M. Naqib Sutarno yang hadir dalam acara tersebut, menceritakan sejarah Pagar Nusa dan memberikan semangat kepada para pendekar NU tersebut.

Menurutnya Pagar Nusa menjadi bagian penting dalam tubuh NU, “Saya harapkan para anggota Pagar Nusa di Sukoharjo, juga dapat ikut nguri-nguri (menjaga) NU,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Fragmen, Kyai Ulama Salaf Online

Selasa, 14 November 2017

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader

Bandung, Ulama Salaf Online. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diharapkan menjadi organisasi kader yang mampu menyiapkan generasi unggul di tengah perubahan zaman.

“IPPNU adalah akar. Jika akarnya busuk maka busuklah NU ke depan,” kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bagdja saat memberikan sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional Rakernas IPPNU di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Cigondewah, Bandung, Kamis (30/8).

Dalam Rakernas bertajuk “Reposisi Pelajar dan Santri Menuju Kader Mandiri di Tengah Transisi Kebangsan” Kiai Bagdja berpesan, IPPNU harus melakukan reposisi secara lebih baik. Dikatakan, peran organisasi pelajar saat ini patut dipertanyakan. “IPPNU harus membangunkan kembali semangat pelajar yang rusak,” katanya.

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Diharap Menjadi Organisasi Kader

Menurut Sekjen PBNU era KH Abdurrahman Wahid itu, reposisi hanya bisa dilakukan jika mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam tiga domain utama, yakni politik, ekonomi dan sosial.

“Mulailah melakukan hal-hal yang kecil, nanti akan menjadi besar. Tak ada finish kalau kita tidak melakukan start. Jangan menuliskan program yang tidak mungkin bisa dilaksanakan,” katanya.

Ulama Salaf Online

Ketua umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma mengakui, IPPNU memang sangat potensial untuk masuk ke dalam arus ideologi transnasional yang terbuka sejak era reformasi 1998, baik ideologi liberal kapitalis yang menggeser moral dan mengusik akidah, maupun ideologi yang dibawa oleh kalangan Islam radikal yang hendak membuyarkan format agama-negara di Indonesia yang telah dirintis oleh para ulama pendahulu.

“IPPNU memang berada dalam situasi sulit. Kami merasa tidak bisa menghadapinya sendiri. Kami butuh dibimbing dan diarahkan. Kita bersinergi untuk memunculkan generasi penerus masa depan,” katanya.

Rakernas dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Brat yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Maarif H Numan Abdul Hakim, lalu dilanjutkan dengan acara peluncuran website resmi IPPNU yang berlamat www.ippnu.or.id dan majalah Rek-Anita sebagai media ekspresi remaja putri.

Ulama Salaf Online

Pada acara Rakernas itu Ketua Umum IPPNU menandatangi nota kesepahaman (MoU) bersama Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nadlatul Ulama H Thayyib IM mengenai pendirian komisariat IPPNU di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Ma’arif.

IPPNU juga bertekad mengaktifkan kembali Lembaga Korp Kepanduan Putri (L-KKP) yang merupakan lembaga pengembangan SDM di bidang lingkungan alam, kepanduan, kesehatan dan kemasyarakatan.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Fragmen, Sholawat Ulama Salaf Online

Senin, 13 November 2017

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Garut, Ulama Salaf Online. Santri-santri di Garut melahirkan ratusan karya tulis. Diantara mereka yang terkenal adalah Raden Haji Muhammad Musa, Haji Hasan Mustofa, H. Usep Romli HM, H Enas Mabarti, dan KH Moh. Nuh Ad-Dawami.

Haji Muhammad Musa (1822- 1886), adalah pemula dalam sastra Sunda. Karangan terkenalnya Wawacan Panji Wulung. Haji Hasan Mustofa (1852- 1930) pengarang, ulama, dan tokoh Sunda abad ke-19. Diriwayatkan, ia menulis 10.000 bait dangding yang mutunya dianggap sangat tinggi oleh para pengeritik sastra Sunda.

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Dari tangan Usep Romli HM lahir puluhan karya, mulai novel, puisi, cerita anak dan esai. Ia dua kali dianugerahi Sastra Rancage. Enas Mabarti menulis buku Sidep Rencep Gunem dan Padoman Politik Keur Warga NU. KH M Nuh Ad-Dawami, menulis, menukil dan menerjemahkan kitab hingga 20 buah lebih. Yang lebih muda ada Iip D. Yahya, serta penulis-penulis lain.   

Ulama Salaf Online

Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan pada pelatihan jurnalistik dengan tema “Santriwati menulis; mendokumentasikan khidmah pesantren”, berlangsung di Pesantren Nurul Huda Cibojong, Kecamatan Cisurupan, 25 km ke arah selatan dari pusat Kota Garut, pada Ahad-Senin (10-11/2).

Ulama Salaf Online

Pesertanya 20 santriwati. Mereka para aktivis di Fatayat, Kopri PMII, IPPNU, santriwati, dan OSIS. “Selama ini kan ngomong pesantren itu selalu laki-laki. Ingin menginisiasi pesantren dari persepektif perempuannya melalui aktivitas menulis,” jelas Irham Saifuddin, salah seorang panitia, ketika ditanya Ulama Salaf Online, Senin (11/2).

Ia menambahkan, kita baru tahu Abdurrahman Wahid dan adiknya yang hebat-hebat itu dibesarkan oleh ibunya yang luar biasa. Sehingga ia dikatakan “ibu perjuangan”. Ini artinya, perempuan juga bisa berperan penting.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menciptakan perempuan yang bisa bergerak keagamaan di daerah masing-masing,”  tambah Ai Sadidah salah seorang pemateri.    

Sementara itu, salah seorang pengasuh pesantren Ajengan Cecep Jaya Krama mengatakan, menulis  juga bisa dijadikan alat untuk berdakwah. Ia menukil sebuah kaidah bahwa dakwah itu ada tiga; bil-hal, bil lisan dan bi-tadwin. Nah, menulis ini adalah bagian dakwah bi-tadwin (tulisan).

Penulis: Abdullah Alawi   

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Olahraga, Fragmen Ulama Salaf Online

Senin, 06 November 2017

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

Banda Aceh, Ulama Salaf Online - Pengurus Lakpesdam NU Aceh terus mendorong kerja-kerja kemanusiaan yang melibat sejumlah komunitas beragama di Aceh. Akhir pekan ini, mereka menggelar senam sehat dan donor darah di SD Negeri 20 Gampong Mulia Banda Aceh, Banda Aceh, Ahad (13/3) pagi.

Ketua Lakpesdam NU Aceh Marini mengatakan, acara ini terselenggara berkat kerja sama pihak Lakpesdam NU Aceh, Yayasan Hakka Aceh, Bank Mandiri KK Peunayong, PMI, dan Ahlul Bait Gampong Mulia.

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Aceh Adakan Senam Tai Chi dan Donor Darah

"Melalui program sehat dalam keberagaman ini kita berharap masyarakat sekitar ikut termotivasi untuk menjaga kesehatan salah satunya dengan senam dan donor darah," ujar Marini.

Ketua panitia acara Syukriadi menambahkan, para peserta senam berasal dari sekitar Gampong Mulia, Laksana, Peunayong, Lampulo, seputaran Kuta Alam, dan bahkan Situi.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

"Kami selaku tuan rumah merasa puas karena masyarakat sangat antusias untuk hadir dan mengikuti semua kegiatan. Semoga nanti kami bisa mengumpulkan darah lebih dari 100 kantong," tambah Syukriadi.

Sementara kegiatan senam Tai Chi ini dipandu oleh Wulung, salah satu praktisi Tai Chi di Banda Aceh. Ia merupakan salah seorang pengurus yayasan Hakka Aceh.

"Senam Tai Chi 24 sangat populer di Cina karena sangat membantu untuk memperlancar aliran  darah kita. Semoga kita bisa latihan sama-sama di Banda Aceh setiap hari Rabu dan Sabtu di sasana barongsai Golden Dragon Aceh di belakang Gereja Methodis Gampong Mulia,” tambah Wulung didampingi Ketua Yayasan Hakka Aceh Aky. (Ismi Amran/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen, Kyai, Internasional Ulama Salaf Online

Tawakal dan Tiga Hikmahnya

Khutbah I



Tawakal dan Tiga Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tawakal dan Tiga Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tawakal dan Tiga Hikmahnya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Ulama Salaf Online

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Tawakal merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat penting. Karenanya, tawakal sangat ditekankan di dalam Al Qur’an. Kata “tawakal” disebut di dalam Kitab Suci ini tidak kurang dari 30 kali yang tersebar di dalam 19 surah yang berbeda, misalnya surah Ali Imran, ayat 122; Al Maidah, ayat 11; Al A’raf, ayat 89; dan sebagainya. Tawakal inilah yang merupakan salah satu hal yang membedakan antara orang beriman dengan orang tak beriman. 

Menurut Imam Ahmad bin Hambal, atau yang lebih dikenal dengan Imam Hambali, tawakal merupakan perbuatan hati. Artinya, tawakal bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Juga bukan merupakan sebuah wacana atau sekedar pengetahuan belaka. Tetapi sekali lagi, tawakal merupakan perbuatan hati sehingga tidak bisa diwujudkan dalam bentuk fisik, seperti berdiam diri tanpa melakukan suatu ikhtiar lahiriyah. 

Ulama Salaf Online

Sikap pasrah yang ditunjukkan dengan tidak adanya usaha fisik atau ikhtiar lahiriyah seperti itu tidak bisa disebut sebagai tawakal, tetapi Ibarat perang, merupakan sikap menyerah sebelum maju ke medan pertempuran. Rasulullah SAW telah memberikan gambaran tentang tawakal sebagaimana beliau sabdakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban:

? ?

Artinya: “Ikatlah untamu dan bertawakkallah.”

Hadits tersebut memberikan pengertian bahwa tawakal tidak meniadakan usaha lahiriyah atau perbuatan fisik seperti mengikat seekor unta ketika seseorang menginginkan hewan ternaknya itu tidak meninggalkan dirinya alias hilang. Pertanyaan yang sering muncul terkait dengan tawakal adalah kapan seharusnya tawakal itu kita lakukan; apakah sebelum, pada saat, atau setelah usaha atau ikhtiar kita lakukan? 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Kalau kita perhatikan hadits tersebut, maka jelas bahwa Rasulullah SAW memerintahkan agar seseorang berusaha atau berikhtiar terlebih dahulu baru kemudian bertawakal. Artinya, manusia tidak boleh berdiam diri, berpangku tangan, berenak-enakan, atau bermalas-malasan, sementara urusannya diserahkan begitu saja kepada Allah SWT. 

Tetapi kalau hadits di atas kita hubungankan dengan Surah Al Imran, ayat 159, yang berbunyi: 

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Maka, kita akan mengetahui bahwa ketika kita baru sampai pada tahapan niat saja untuk mencapai sesuatu, atau krentek dalam bahasa Jawa, pada tahapan itu pun kita sudah harus melakukan tawakal kepada Allah SWT. Dengan kata lain, tawakal harus kita lakukan baik sebelum maupun sesudah kita berusaha untuk mencapai maksud tertentu. 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Kita semua tahu bahwa perbuatan atau usaha manusia terdiri dari 3 (tiga) tahap, yakni: (1) tahap niat, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap hasil. Berdasar pada Surah Ali Imran, ayat 159 dan hadits Rasulullah SAW itu, maka tawakal harus kita lakukan pada akhir setiap tahap. Artinya, kita harus bertawakal kepada Allah SWT dalam keseluruhan tahap itu. 

Maksud dari uraian tersebut adalah bahwa ketika kita baru menyelesaikan tahap niat, maka segera setelah itu kita harus bertawakal kepada Allah SWT dengan memasrahkan niat atau tekad kita itu kepada Allah SWT Yang Maha Tahu atas Segala Sesuatu. 

Kemudian, ketika kita baru menyelesaikan tahap pelaksanaan, maka segera setelah itu kita harus bertawakal kepada Allah SWT dengan memasrahkan usaha atau ikhtiar itu kepada Allah SWT, Yang Maha Kuasa atas Segala Sesuatu.

Dan akhirnya, ketika kita telah sampai pada tahap terakhir, yakni tahap hasil, kita harus lebih bertawakal dengan memasrahkan apa pun hasilnya kepada Allah SWT Yang Maha Adil dan Bijaksana sebab tahap hasil adalah wilayah Allah SWT. Bagaimanapun Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Jika hasilnya positif, yakni Allah memberi kita keberhasilan mencapai apa yang kita maksudkan, maka kita harus bersyukur kepada Allah SWT. Jika sebaliknya, kita harus bersabar dengan tetap introspeksi atau evaluasi diri dimana letak kekurangan atau kelemahan kita pada setiap tahap yang kita lewati. 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Tawakal memiliki banyak sekali hikmah sebagaimana ditegaskan di dalam Al Quran; di antaranya adalah:

Pertama, orang yang bertawakal kepada Allah akan mendapat perlindungan, pertolongan dan bahkan anugerah dari Allah SWT sebagaimana ditegaskan di dalam Surah Al-Anfal, ayat 49, yang berbunyi: 

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Orang-orang yang senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap urusannya, Allah akan menunjukkan bukti keperkasaan dan kebijaksanaan-Nya. Tentu kita ingat bagaimana ketika Rasulullah hendak dibunuh dengan diacungi sebilah pedang terhusnus oleh seorang kafir Quraisy bernama Suraqah bin Malik.

Dalam keadaan seperti itu, Rasulullah SAW yang hatinya selalu bertawakal kepada Allah SWT, mendapat perlindungan dari Allah SWT. Secara mendadak bumi yang ada di depan Suraqah yang sedang memacu kudanya, retak dan menelan kaki kudanya hingga Suraqah dan kudanya tak berdaya. Suraqah kemudian menyerah pada Rasululah dan meminta maaf dan mengajak berdamai. 

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Kedua, orang yang bertawakal kepada Allah SWt akan mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat sebagaimana ditegaskan dalam Surah An-Nahl, ayat 41-42:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Allah saja mereka bertawakkal.”

Orang-orang yang selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupannya, akan selalu mendapat balasan dari Allah SWT, tidak hanya balasan kebaikan di dunia tetapi terlebih balasan di akherat nanti. 

Di dunia saja, mereka akan hidup dengan tenang dan tentram sehingga terhindar dari stres berat maupun depresi yang berkepanjangan. Terlebih di akherat, mereka akan mendapat surga yang tinggi karena Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakal kepada-Nya.

Ketiga, orang yang bertawakal hidupnya akan dicukupi oleh Allah SWT sebagai ditegaskan dalam Surah Ath-Thlaaq, ayat 3: 

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.”

Ayat tersebut merupakan jaminan dari Allah SWT bahwa orang-orang yang hatinya senantiasa bertawakal kepada-Nya, akan dicukupi seluruh keperluan hidupnya, baik secara material maupun spiritual. Orang-orang yang hidupnya dicukupi oleh Allah SWT tidak mungkin mengalami kekurangan meskipun bisa saja orang itu orang sederhana dan bukan orang kaya. Demikian pula, orang-orang kaya yang hatinya selalu bertawakal kepada Allah tidak akan mengalami kekhawatiran akan bangkrut sebab Allah akan selalu mencukupinya. 

Sebaliknya, orang-orang kaya yang masih suka serakah dengan berbuat curang atau korupsi demi memperoleh keuntungan besar bukanlah orang kaya yang senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Orang-orang seperti itu tidak akan pernah merasa cukup dalam hidupnya karena Allah membuatnya tidak cukup meski sekaya apapun. Karun adalah contoh orang kaya yang tidak pernah merasa cukup karena tidak pernah bertawakal kepada Allah SWT.

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat membuka kesadaran kita semua, terutama saya sendiri, untuk senantiasa bertawakal kepada Allah SWT karena dengan tawakal itulah kita akan dicukupi oleh Allah SWT, baik secara material maupun spiritual. Semoga kita selalu diberi oleh Allah SWT kemudahan-kemudahan dalam melaksnakan perintah-perintah-Nya, termasuk dalam masalah tawakal kepada-Nya. Amin...amin... ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?





Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Fragmen Ulama Salaf Online

Minggu, 05 November 2017

Bersama Rektor, PMII Unsuri Gelar Istighotsah dan Diskusi

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Sunan Giri (Unsuri) di Waru Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar acara istighotsah dan diskusi bersama bertajuk "Peran Pemuda dalam berbangsa dan bernegara" di gedung Fisip C Unsuri, Kamis (29/10).

"Kami mengadakan istighotsah dan diskusi bersama ini agar para kader serta pengurus komisariat hingga rayon PMII Unsuri dapat mengambil tindakan yang bisa membangun pribadinya sendiri dan pribadi orang lain menjadi lebih baik," kata Ketua Komisariat PMII Unsuri, Muhtadi.

Bersama Rektor, PMII Unsuri Gelar Istighotsah dan Diskusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Rektor, PMII Unsuri Gelar Istighotsah dan Diskusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Rektor, PMII Unsuri Gelar Istighotsah dan Diskusi

Istighotsah dan diskusi bersama itu dikemas dalam rangka refleksi Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Dengan mengangkat tema "Peran Pemuda dalam berbangsa dan bernegara" ini dapat ditarik benang merahnya bahwa peran pemuda dalam memajukan bangsa dan negara sangatlah penting.

Ulama Salaf Online

Pasalnya, maju dan tidaknya suatu bangsa dan negara tergantung pada pemudanya. Jika pemuda mempunyai semangat juang Nasionalisme tinggi, maka secara otomatis bangsa serta negara itu akan maju, begitu pula sebaliknya.

Ulama Salaf Online

"Jika semangat juang para pemuda itu minim, maka akan serasa sukar untuk maju. Bung Karno pernah berkata bahwa Beri aku 10 pemuda maka akan ku goncangkan dunia. Dari pepatah itu, pemudalah yang menjadi agent of change dan agent of control saat ini," ujar Muhtadi.

Acara istighotsah dan diskusi bersama yang dihadiri sekitar 50 peserta terdiri dari Rektor Unsuri, H Soenarjo, Pengurus Komisariat PMII Unsuri, Pengurus Rayon Al-Azhar, Rayon Radikal Ekonomi, Rayon Nusantara beserta kader PMII Unsuri Sidoarjo berjalan penuh khidmat.

Rektor Unsuri Sidoarjo, H Soenarjo mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Komisariat PMII Unsuri yang telah mengadakan acara tersebut sehingga bisa bertatap muka dengan para generasi penerus bangsa.

"Semoga kita mampu berperan aktif dalam gerakan kemerdekaan seperti lambang NU," ucapnya singkat. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Fragmen Ulama Salaf Online

Kamis, 02 November 2017

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Sutarman akhirnya mengizinkan polisi wanita (polwan)menggunakan jilbab pada saat bertugas. Apa alasan mantan ajudan Gus Dur itu mengizinkan polwan berjilbab?

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Menurut Jenderal Sutarman, penggunaan jilbab merupakan hak pribadi setiap warga negara, terkait keyakinan terhadap ajaran agamanya.

"Itu hak asasi seseorang, saya sudah sampaikan kepada anggota kalau misalnya ada anggota yang mau pakai, silakan!" katanya di sela-sela acara Silaturahmi Kapolri dengan Insan Pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Selasa (19/11) kemarin.

Ulama Salaf Online

Ketentuan mengenai seragam polisi, termasuk di dalamnya polwan, diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005. Memang tidak tertulis larangan berjilbab dalam surat keputusan Kapolri lama itu. Namun, SK itu sudah dianggap mewajibkan semua anggota untuk mengenakan seragam yang telah ditentukan itu, dan tidak ada jilbab untuk polisi wanita.

Pernyataan Kapolri Sutarman yang belum lama dilantik itu mengakhiri polemik di kalangan pejabat kepolisian terkait boleh tidaknya polwan berjilbab. Meski demikian sampai saat ini belum ada aturan resmi baru yang dikeluarkan Kapolri terkait penggunaan jilbab, terkait anggaran dan model jilbab yang boleh dipakai.

Ulama Salaf Online

Kata Kapolri, Polwan yang ingin menggunakan jilbab dipersilakan membeli sendiri. "Anggaran belum ada, kalau mau beli, silakan. Contohnya kan sudah ada. Mulai besok kalau ada yang mau pakai saat tugas tidak masalah," ujarnya enteng.? (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen, Pahlawan Ulama Salaf Online

Rabu, 25 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

Lamongan, Ulama Salaf Online. Dalam rangka meningkatkan mutu kader-kader muda Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan menggelar Latihan Kader Utama (Lakut) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi di tingkat cabang.

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

?

Lakut berlangsung mulai tanggal 6-9 Oktober 2016 di TPQ Syech Maulana Ishaq Kemantren-Paciran-Lamongan yang diikuti oleh 50 orang kader pilihan dari PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan dan beberapa kader yang didelegasikan oleh PC IPNU-IPPNU di Jawa Timur di antaranya Surabaya, Sumenep, Pamekasan, dan Tulungagung.

Pembukaan Lakut dihadiri dan dibuka langsung oleh jajaran PCNU Kabupaten Lamongan, yaitu Fauzi Ahmad (wakil Ketua), Imam Ghazali (sekretaris), Gus Syahrul (ketua RMI NU), dan Husen (ketua LP Ma’arif NU).?

Fauzi menyatakan bahwa IPNU-IPPNU adalah ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama dengan karakter dan pemahaman yang tepat terhadap keadaan zaman. Kaderisasi adalah langkah kongkret dalam organisasi guna mewujudkan kader penerus yang kompeten, memiliki loyalitas, dan totalitas terhadap organisasi.

Ulama Salaf Online

“Terpimpin dan terkomando merupakan konsep yang diusung oleh PC IPNU IPPNU Kab. Lamongan dalam Lakut Angkatan II. Di mana kami berharap pasca kegiatan tersebut para kader mampu menjadi pelopor IPNU-IPPNU di wilayahnya masing-masing dan siap menghadapi segala macam bentuk fenomena di Indonesia,” tutur Muhlisin Ketua PC IPNU Kab. Lamongan.

Ulama Salaf Online

Peserta begitu antusias dan bersemangat dalam menerima pemaparan dari para narasumber. Mereka dituntut aktif dan kritis terhadap seluruh materi yang disampaikan dengan pengaplikasian tindakan dalam realita.

Ketua PC IPPNU Kab.Lamongan Alifa Puteri menjelaskan memperbaiki tatanan organisasi menjadi lebih baik dan benar merupakan modal untuk mengembangkan dan mencetak kader IPNU-IPPNU yang berdaya guna serta mengkader para pemimpin melalui kegiatan yang terarah dan terukur merupakan suatu kewajiban yang harus segera dilaksanakan.?

“Kami berharap dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan kader di masa depan, senantiasa melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan para masyayikh terdahulu tanpa mengenal batas waktu,“ jelas Alifa Puteri. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Fragmen Ulama Salaf Online

Sabtu, 21 Oktober 2017

Masuki Perairan Iran, Marinir Inggris Minta Maaf

Tehran, Ulama Salaf Online. Seorang marinir Inggris Faye Turney yang menjadi anggota Angkatan Laut Kerajaan F99, Rabu (28/3), meminta maaf kepada Iran karena diakuinya dirinya bersama sejumlah marinir Inggris lainnya telah memasuki perairan Iran.



Masuki Perairan Iran, Marinir Inggris Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Perairan Iran, Marinir Inggris Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Perairan Iran, Marinir Inggris Minta Maaf

Turney yang segera dibebaskan mengatakan, dirinya dan anggora marinir lainnya diperlakukan dengan baik dan ramah oleh para penjaga pantai Iran yang menangkap mereka.

"Nama saya Faye Turney, Saya datang dari Inggris, Sekarang saya tinggal di Inggris. Saya telah bekerja di F99. Saya sudah bekerja di Angkatan Laut selama 9 tahun. Pada Jumat, 23 Maret lalu saya ditangkap karena jelas-jelas telah melintasi perairan Iran," terang Turney.

Ulama Salaf Online

"Saya diperlakukan dengan baik dan ramah, mereka adalah orang-orang yang baik. Mereka menjelaskan kenapa kami ditangkap dan tidak ada serangan, siksaan, perlakuan kasar. Mereka sangat sayang," ungkap Turney dalam sebuah wawancara.

Ulama Salaf Online

Sumber Irna melaporkan, selama berada di Iran, Turney mengirimkan surat kepada keluarganya di Inggris untuk memberitahukan bahwa keadaannya baik-baik saja.

Seorang pejabat kementrian luar negeri mengirimkan surat Turney itu kepada Dubes Inggris di Tehran, Jeffrey Adams pada Rabu.

"Saya ingin kalian semua tahu bahwa saya baik-baik saja. Saya diperlakukan dengan baik,"

"Orang-orang di sini sangat baik dan ramah, sangat sayang dan hangat. Saya telah menulis sebuah surat kepada rakyat Iran untuk memaafkan kami karena memasuki wilayah perairan mereka,"

"Mohon jangan khawatirkan saya. Saya baik-baik saja. Semoga tidak lama lagi saya berada di rumah," ungkap Turney dalam suratnya yang tulis kepada keluarganya.

Seperti diberitakan, para penjaga pantai Iran pada Jumat lalu telah menangkap 15 anggota marinir Inggris yang melanggar perbatasan perairan Iran di Teluk Persia. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock