Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

NU Padang Sosialisasikan Kartanu

Padang, Ulama Salaf Online. Warga Nahdlatul ? Ulama (NU) di Kota Padang diminta untuk terus meningkatkan ukhuwah islamiyah, baik di bulan suci Ramadhan maupun setelahnya. Karena dengan ukhuwayah ? islamiyah yang semakin kuat, berbagai persoalan di tengah umat dapat dicarikan solusinya.?

?

Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Padang Yultel Ardi, menyebutkan hal itu pada acara buka bersama keluarga besar NU Kota Padang, Jumat (1/7), di kantor PCNU Padang. Menurut Yultel ? jika ukhuwah islamiyah umat rusak, maka akan menimbulkan kekacauan. Kalau sudah kacau, tentu tidak akan memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam beribadah dan berbuat amal kebaikan.

NU Padang Sosialisasikan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Padang Sosialisasikan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Padang Sosialisasikan Kartanu

"Dengan acara buka bersama ini, momen penting bagi keluarga NU Padang meningkatkan ukhuwah islamiyah," kata ? Yultel Ardi, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat.?

Menurut Yultel, selain buka bersama, yang lebih penting pula adalah sosialisasi Kartanu (Kartu Anggota NU). Disebutkan, anggota NU di Indonesia berjumlah jutaan orang. Namun tidak memiliki kartu sebagai tanda anggota. "Salah satu upaya mendata anggota NU tersebut adalah dengan menerbitkan Kartanu. Melalui momen ini, kami minta agar orang NU di Padang dan Sumatera Barat mulai mendaftarkan dirinya sebagai anggota NU ke kantor PC NU," ujar dia.?

Ulama Salaf Online

"Selain itu, di bulan Ramadhan masjid, surau, mushalla ramai dikunjungi jamaah. Pasca Ramadhan biasanya masjid, surau dan mushalla kembali sepi dari jamaah. Pengurus NU sebagai tokoh umat diminta tetap memakmurkan masjid pasca Ramadhan. Masjid harus dimakmurkan dengan berbagai kegiatan ibadah dan amaliah," kata Yultel menambahkan.?

Usai buka bersama, Ketua PC NU Padang Yulter Ardi menyerahkan paket lebaran kepada salah seorang anggota NU Padang secara simbolis. (Armaidi Tanjung/Zunus)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Hadits Ulama Salaf Online

Jumat, 23 Februari 2018

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian

Lombok Tengah, Ulama Salaf Online. Ekspedisi Islam Nusantara yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh tiba di pulau Lombok pada Ahad (5/6). Mereka disambut Wakil Bupati dan pengurus NU di Desa Lendang Simbe, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian

Mereka disambut dengan iringan gendang baleq. Kemudian satu per satu tim Ekspedisi Islam Nusantara dikalungi songket khas Sasak.

Menurut salah seorang tokoh kesenian Sasak, Lalu Putria, gendang beleq pada mulanya adalah kesenian penyemangat kepada prajurit perang di kerajaan Sasak di masa lampau.

Ulama Salaf Online

“Di era kekinian gendang beleq dijadikan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan yang hadir di bumi Sasak ini,” katanya.

Ulama Salaf Online

Setelah disambut, kemudian Ekspedisi Islam Nusantara disuguhi penampilan pria-pria pemberani sasak, melalui presean. Menurut Lalu, presean adalah olahraga kedigjayaan pria Sasak untuk memilih prajurit tangguh pada era kerajaan.

“Saat ini olahraga tersebut untuk menunjukkan sebagai sifat kekesatriaan para lelaki Sasak,” lanjutnya.

Kemudian tim Ekspedisi Islam Nusantara berpindah tempat ke Pondok Pesantren Nurul Qur’an. Mereka berjalan kaki sekitar 300 meter sambil tetap diiringi gendang beleq.

Di pesantren tersebut lagi-lagi disambut kesenian, yaitu marawis dari santri putra dan putri serta tarian rudat.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat TGH Ahmad Tqiyuddin Mansur, Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah TGH Ma’ruf Ma’mun, putra TGH Faisal yaitu TGH Habib Rahman, dan para tuan guru lain, serta ratusan masyarakat di sekitar pesantren. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Quote, Hadits Ulama Salaf Online

Kamis, 22 Februari 2018

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Brebes, Ulama Salaf Online

Pimpinan Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes, mewajibkan peserta Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) CBP dan KPP menghafal Mars Syubanul Wathan. Lagu kebangsaan karangan KH Wahab Chasbullah ini diyakini mampu menginspirasi para pelajar NU untuk lebih mencintai tanah air.

“Saya yakin para pelajar NU akan termotivasi lebih mencintai tanah air ketika menyanyikan Mars Syubhanul Wathan,” ucap Ketua PAC IPNU Ketanggungan Abdul Aziz di sela-sela pendidikan dan latihan utama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Lembaga Korps Pelajar Putri (KPP) Kecamatan Ketanggungan di SMK Islam Bustanul Ulum, Karangmalang, Ketanggungan, Brebes, Ahad (5/6).

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Setiap peserta, lanjut Azis, untuk bisa lulus Diklatama wajib setor mars tersebut dihadapan para fasilitator dan instruktur. “Kalau belum bisa, maka akan diulang-ulang terus hingga hafal sehingga dinyatakan lulus diklatama,” tuturnya.

Diklatama diikuti 43 peserta yang nantinya akan kembali menjalani seleksi sebagai pengurus Dewan Kerja Anak Cabang (DKAC) CBP-KPP Ketanggungan sehingga menjadi kader yang tangguh dan militan.?

Diklatama digelar selama tiga hari dengan materi ideologisasi berupa paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, ? Ke-CBP/KKP-an.?

Materi Wajib meliputi peraturan baris–berbaris dan tata laksana upacara, latihan dasar bela diri, manajemen perjalanan, medical first responder basic, pengetahuan SAR, wawasan kebangsaan dan bela negara, pelestarian alam dan lingkungan hidup, komunikasi dan kerjasama Tim, serta sosiologi pedesaan.

Ulama Salaf Online

Untuk materi teknis lapangan meliputi basic ropes (dasar tali temali), prusicking dan rappelling, navigasi darat I, dan survival.

Alfiyatun Hasanah dari Ranting Cikeusal Kidul terpilih menjadi peserta terbaik untuk KPP dan Abdul Rohman dari Ranting Kubangsari berhasil menjadi peserta terbaik CBP.

“Sebagai generasi muda wajib hukumnya meneruskan perjuangan para ulama NU dalam mempertahankan NKRI dan Pancasila dari rongrongan para pemberontak yang ingin meruntuhkan NKRI dan berusaha mengganti Pancasila dengan Khilafah,” kata salah satu peserta, Abdul Rohman. (Wasdiun/Zunus)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 10 Februari 2018

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir

Kairo, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir dikunjungi antropolog asal Jerman, Prof. Dr. Judith Schlehe di Kairo, Selasa malam (15/12). Kunjungannya dalam rangka meneliti dinamika warga negara Indonesia di negeri tersebut.

Guru Besar Universitas Freiburg hadir didampingi asistennya, Faridah Ulfa. Turut serta Ahmad Ginanjar Syaban selaku Wakil Homestaff KBRI. Mereka disambut pengurus harian, dan sejumlah nahdliyyin di Mesir.

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Antropolog Jerman Kaji Peran NU Mesir

Sebelum memulai dialog, profesor yang lancar berbahasa Indonesia ini mengucapkan terima kasih atas keramahan dan bantuan teman-teman Indonesia. Sehingga selama di Mesir ia mendapat kemudahan mendapat akses dan data untuk bahan penelitiannya.

Ulama Salaf Online

Setelah Ketua Tanfidziyah Nurul Ahsan memaparkan struktur organisasi dan kegiatannya, Bu Judith, begitu rekan-rekan NU Mesir memanggilnya, menyampaikan kekagumannya terhadap NU.

Ulama Salaf Online

Ia sangat mengapresiasi peran NU dalam membangkitkan dinamika pemikiran dan mengakomodasi kebutuhan organisasi anggotanya yang beragam. Tercatat lebih dari 7 lembaga yang ada di bawah PCINU Mesir, masing-masing memilki fokus pada bidang tertentu, semisal; kajian filsafat dan pemikiran, budaya, seni, turats Islam, fatwa, jelajah sejarah, sampai media dan jurnalistik (cetak/online).

Hal ini, kata dia,? tentunya akan berdampak positif dan memberi warna tersendiri bagi mahasiswa dan dinamikanya.

Dialog berlangsung dengan sistem dua arah dan dibuat sesantai mungkin hingga setiap orang bisa menjadi pembicara maupun pendengar. Dr. Judith memulai percakapan dengan mengajukan beberapa pertanyaan perihal motif belajar di Mesir, hubungan WNI dengan orang Mesir, serta hubungan ulama Indonesia dengan syeikh-syeikh di Mesir. Pada kesempatan itu, setiap peserta yang hadir memberikan opini maupun pengalaman pribadinya.

Semua peserta tampak semakin antusias tatkala pengarang buku berjudul Religion, Tradition and The Popular mengajukan pertanyaan-klarifikasi tentang Masisir (Masyarakat Indonesia di Mesir) yang dianggap eksklusif di mata Atase Pendidikan dan KBRI. Pernyataan tersebut langsung disanggah oleh salah satu peserta yang mengungkapkan bahwa pihak KBRI sendirilah yang sebenarnya belum bergaul dengan Masisir.

Pengajar di Institut für Völkerkunde Freiburg ini juga membagikan pengalamannya saat meneliti di Indonesia, termasuk bagaimana ia dan beberapa dosen UGM memprakarsai kerjasama antar dua perguruan tinggi dalam bidang Antropologi. Ia juga bercerita tentang pengalamannya saat meneliti dan mempelajari mitos Nyai Roro Kidul di pantai selatan maupun mitos lainnya di pulau Jawa.

Ada satu pengalaman yang sangat menarik bagi Dr. Judith, yaitu saat ia meneliti prosesi budaya kirab di Yogyakarta.

"Ketika acara kirab berlangsung ada salah satu ormas setempat yang tidak menyetujui acara tersebut. Bagi organisasi keagamaan ini, acara tersebut tidak ada dalam Islam," katanya mengawali cerita.

Ia menyampaikan bahwa yang membuatnya kagum adalah ketika abdi-dalem keraton bisa meyakinkan ormas tersebut agar menerima kirab tanpa meninggalkan konflik berlarut.

"Abdi-dalem mengatakan bahwa ini bukan untuk prosesi agama, melainkan hanya sebagai pertunjukan budaya dan penarik turis belaka. Acara ini lantas mendapat dukungan dari ormas tersebut dan berlanjut setiap tahun," ucapnya.

Penggagas program pertukaran antropolog Indonesia-Jerman sejak tahun 2004 ini juga menambahkan bahwa hal menarik menjadi antropolog saat penelitian adalah ketika kita bisa menemukan dan memahami sudut pandang tertentu yang tidak dimiliki penduduk lokal.

Di akhir dialog, Dr. Judith menyampaikan harapannya untuk Indonesia. Setelah meneliti Indonesia dan masyarakatnya, ia menemukan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang berpotensi menjadi negara maju.

Apalagi di matanya, Indonesia adalah negara mayoritas muslim yang sukses menjodohkan antara Islam dan Demokrasi. Ia juga berharap, bahwa sentralisasi urusan dunia ke satu negara harus dihentikan dan berganti menjadi desentralisasi, semisal China sebagai contoh ekonomi, Jerman sebagai pusat teknologi, Indonesia sebagai contoh perjodohan Islam dan demokrasi, maupun pusat lainnya.

Bu Judith memberi nasehat penutup pada rekan PCINU Mesir untuk segera pulang apabila telah selesai belajar di luar negeri dan segera ikutserta membangun Indonesia dari dalam. Perbincangan ditutup dengan pertukaran cendera mata. [Miftah Wibowo/Mhd/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaNu, Doa, Hadits Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Februari 2018

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Depok, Ulama Salaf Online. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin Kota Depok tampak gembira. Dengan berseragam batik hijau, anggota Fatayat-Muslimat memenuhi aula Masjid Dian Al-Mahri Jl Meruyung Raya Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/5).

Mereka bersiap sejak kemarin untuk menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dijadwalkan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok periode 2013-2018.

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Dalam pantauan Ulama Salaf Online, di sepanjang jalan menuju masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Mas ini tampak bendera NU yang melambai-lambai dari pepohonan rindang. Beberapa jamaah Nahdliyat tampak berjalan santai menuju aula masjid tempat pelantikan digelar. Bus-bus dan kendaraan pribadi berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Aparat keamanan baik negeri (Polisi) maupun swasta (Banser) tampak berjaga-jaga di beberapa titik.

Ulama Salaf Online

Dalam pidato pengarahannya selaku Ketum PBNU, Kiai Said menyatakan pentingnya Nahdliyin Depok memahami garis perjuangan NU. Selain mengamalkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), NU Depok juga harus mendakwahkannya. Hal ini dilakukan agar bangsa ini tidak pecah, tidak tercabik-cabik, dan tererai-berai. Agama Islam harus dipahami dan dikaji, bukan dilembagakan.

Ulama Salaf Online

“NU tidak butuh negara Islam. Sayang kalau namanya sudah kadung jadi negara Islam tetapi pejabatnya banyak yang korupsi, banyak yang dipanggil KPK. Malu nggak Islam? Makanya, NU lebih memilih negara kebangsaan, negara nasionalis, tetapi berakhlak mulia,” kata Kang Said.

Hal ini, lanjutnya, seperti Nabi Muhammad SAW ketika dari kota Mekah ke kota Yatsrib. Pada waktu itu, Rasulullah mendapati masyarakat yang plural. Ada orang orang Islam: Auz dan Khazraj, ada pula non muslim, Yahudi: Bani Quraidhah, Bani Qainuqa’, Bani Nadlir. Makanya di Quran banyak ayat yang mengajak bicara orang Yahudi. Artinya penduduk Yatsrib itu multikultural.

“Lalu, Rasulullah membuat perjanjian yang disepakati bersama antara kaum muslimin dan non muslim. Perjanjian tersebut terkenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah. Rasulullah menegaskan, Ini ketetapan Muhammad untuk semua warga, asal satu cita-cita, satu visi-misi, satu garis perjuangannya sesungguhnya mereka itu umat yang satu,” papar Kiai Said.

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah Saudi Arabia ini menambahkan, Nabi Muhammad berhasil membangun sebuah negara yang diikat dengan satu cita-cita dan visi-misi. Tidak diikat dengan dasar agama atau kesukuan. Nabi tidak mendeklarasikan negara berbasis agama dan suku karena di dalamnya ada Muslim dan non-Muslim, ada Arab dan non-Arab.

“Anehnya, dalam perjanjian Madinah itu sebagaimana tertulis dalam Sirah Nabawiyah juz II halaman 61, 2 setengah halaman tidak ditemukan kata-kata Islam sama sekali. Artinya Nabi membangun masyarakat berbasis budaya dan peradaban,” tegas Kiai Said.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, yang asalnya bernama Yatsrib berubah nama menjadi Madinah yang berarti peradaban (berasal dari kata tamaddun, madaniyyah, masyarakatnya disebut mutamaddin). Warganya yang benar dilindungi, yang salah dihukum. Negara seperti ini disebut Negara Madinah.

“Contohnya, ada sahabat membunuh orang Yahudi. Nabi marah besar. Barangsiapa membunuh nonmuslim berhadapan dengan saya, saya advokatnya nanti. Dan barangsiapa yang berhadapan dengan saya, maka tidak akan masuk surga,” ujar Kiai Said. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, Doa, Hadits Ulama Salaf Online

Minggu, 21 Januari 2018

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Jakarta, Ulama Salaf Online - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menggelar kajian fikih ramah penyandang disabilitas di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/10). Mereka dalam kajian ini menghadirkan sejumlah komunitas penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini komunitas tersebut mengungkapkan sejumlah konstruksi dan fasilitas rumah ibadah agama Islam yang belum ramah terhadap penyandang disabitilas. Mereka juga menyampaikan kebutuhan buku-buku hadits dan fikih berhuruf Braile yang masih sangat minim.

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Ketua LBM PBNU KH Najib Hasan menyampaikan bahwa kesadaran raham penyandang disabilitas memang belum merata di kalangan pengelola fasilitas ibadah baik masjid maupun mushala.

Ulama Salaf Online

“Belum ada masjid dan pesantren yang memikirkan masalah penyandang disabilitas. Untuk itu kita ingin mendorong semua pihak untuk terbuka dengan amsalah ini,” kata Kiai Najib.

Ulama Salaf Online

Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna mengatakan bahwa P3M sebenarnya sudah lama memberikan masukan kepada PBNU.

“Pak Setia, waktu itu ia datang ke PBNU menemui Ketua PBNU KH Imam Aziz, lalu ia memanggil saya. Isu disabilitas ini disetujui Kiai Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU. Pertemuan kita kali adalah dalam rangka menyiapkan draf awal terkait materi fikih ramah disabilitas,” kata Sarmidi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, RMI NU, Sunnah Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit

Semarang, Ulama Salaf Online. Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara (LSN) Regional 2 Jawa Tengah menggelar Technical Meetting (TM) dan diskusi publik di Gedung Berlian (DPRD Jawa Tengah) Kota Semarang, Kamis (25/8).?

Demi menjaga moralitas santri yang dikenal santun dan anti kekerasan, dalam TM itu disepakati oleh para manajer klub bahwa setiap pemain yang mendapat kartu kuning harus mencium tangan wasit. "Ini demi menjaga supaya tidak ada santri yang main kemudian terjadi hal-hal yang diinginkan," demikian dikatakan salah satu peserta TM. ?

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit

Ketua panitia pelaksana Regional 2 Jateng, Shalahuddin menyatakan ada 18 klub pesantren yang telah dinyatakan lolos verifikasi data dengan catatan penting semua klub harus main fair play terlebih masalah pemain santri. "Kalau ditemukan ada pemain dari non-santri, kami tidak segan untuk mendiskualifikasi klub tersebut," tandasnya. (Mundzir/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Hadits, Habib Ulama Salaf Online

Minggu, 07 Januari 2018

Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan

Kudus, Ulama Salaf Online. Di tengah semakin maraknya paham radikalisme, para kader IPNU-IPPNU kecamatan Gebog Kudus terus merapatkan barisan. Setiap tanggal 15 bulan hijriyah, mereka yang notabene pelajar NU ini berkumpul dalam majlis pertemuan bertajuk "Padang Bulanan" yang bertempat di masjid desa secara bergilirian.

Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Kudus Rapatkan Barisan

Dalam majlis itu, para kader membaca tahlil, bersholawat, membaca manaqib dan mendengarkan mauidhoh hasanah. Seperti Padang Bulanan di Masjid Husnul Khatimah dukuh Kebon Alas Besito Sabtu malam (4/4) yang bertepatan 15 Jumadil Akhir, mereka penuh semangat mengumandangkan sholawatan dengan iringan rebana yang dimainkan ratusan penabuh terbang kader IPNU.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Gebog Muhammad Noor Aris mengatakan Padang bulanan adalah salah satu wadah penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penanaman amalan dan wawasan ke-NU-an dan kebangsaan bagi generasi muda NU.

Ulama Salaf Online

"Di samping melaksanakan amalan aswaja seperti maulidan, tahlilan dan manaqiban, kader IPNU-IPPNU mendapat bekal wejangan ideologi dari tokoh NU maupun alumni IPNU yang kita hadirkan di majlis ini,"ujarnya kepada Ulama Salaf Online, usai acara (4/4) lalu.

Dijelaskan, kegiatan padang bulanan ini merupakan program lanjutan IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog periode sebelumnya. Pada periode kepemimpinannya, kata Aris, sudah memasuki putaran kedua setelah bergiliran di 11 desa di wilayah kecamatan Gebog.

Ulama Salaf Online

"Kita sengaja bertempat di masjid dalam upaya mendekatkan kader NU dengan jamah dan rumah Allah ini. Termasuk berupaya menjaga masjid dari ancaman paham radikalisme,"ungkap Aris.

Mengapa namanya padang bulanan? Aris menjelaskan pelaksanaanya karena memanfaatkan tanggal !5 bulan hijriyah dimana malam itu bersamaan munculnya padang bulan purnama. "Yang jelas dengan adanya cahaya bulan purnama, bisa menjadi momentum yang mencerahkan buat kader IPNU-IPPNU,"imbuhnya.

Disamping itu, Padang Bulanan ternyata mampu sebagai sarana untuk konsolidasi organisasi dan berbagai informasi kegiatan rutinan yang dilaksanakan oleh IPNU-IPPNU Gebog. Begitu juga, dengan adanya rebana bisa menjaga syiar seni terbang tetap lestari.

"Semoga melalui kegiatan ini kader NU semakin bertambah mahabbahnya kepada Rasuluillah dan memperkuat syiar Islam Aswaja di kampung-kampung. Para kader juga mampu memaksimalkan kesempatan supaya kelak menjadi pewarna kebaikan di masyarakat seutuhnya," tandasnya. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits Ulama Salaf Online

Sabtu, 06 Januari 2018

Gelar "Jakarta Bersyukur", LDNU Harapkan Foke dan Jokowi Hadir

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) akan menggelar Istighotsah dan Pengajian Bulanan di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (31/10) malam. Menyambut suksesnya pemilukada DKI Jakarta, kegiatan rutin ini disepakati mengambil tema “Jakarta Bersyukur”.

Sekretaris PP LDNU H Nurul Yakin Ishaq mengatakan, pihaknya merasa perlu mengapresiasi pemilukada DKI Jakarta yang mampu melewati proses demokrasi dengan tertib dan damai. Isu SARA yang sempat berhembus ternyata tak sampai merusak kerukunan di masyarakat.

Gelar Jakarta Bersyukur, LDNU Harapkan Foke dan Jokowi Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Jakarta Bersyukur, LDNU Harapkan Foke dan Jokowi Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar "Jakarta Bersyukur", LDNU Harapkan Foke dan Jokowi Hadir

“Sebab prinsipnya, kita ingin membangun harmonitas di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Untuk agenda ini, LDNU sedang melayangkan undangan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan mantan rivalnya dalam Pemilukada Fauzi Bowo (Foke). Diharapkan, keduanya bersedia hadir dalam Istighasah dan Pengajian Bulanan nanti.

“Acara ini dalam rangka mendoakan pemimpin baru, semoga mendapatkan bimbingan dan kekuatan dalam mengemban tanggun jawab. Masyarakat diharapkan juga akan lebih sejahtera, tertib, serta mempunyai kesadaran beragama dan bermasyarakat,” papar Yakin.

Ulama Salaf Online

LDNU juga menyadari, sebagai gubernur DKI periode 2007-2012, Foke turut berjasa dalam membangun DKI Jakarta. “Tidak bisa menafikan kerja keras Fauzi Bowo, sehingga patut juga kita apresiasi dan kita hargai,” tambahnya.

Acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan LDNU rencananya akan dihadiri para kiai, habaib, serta para tokoh, pejabat publik, dan jamaah dari Jakarta dan sekitarnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits Ulama Salaf Online

Jumat, 29 Desember 2017

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

Jombang, Ulama Salaf Online. Aqidah Ahlussunah wal Jamaah secara substantif telah ada sejak zaman sahabat. Pendiri madzhab ini, Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari, lalu menyusun doktrinnya secara sistematis, sehingga menjadi pedoman atau madzab resmi umat Islam.

Demikian disampaikan Ketua Aswaja NU Center Jombang Ustadz Yusuf Suharto saat mengisi Sekolah Aswaja yang digelar PYF (Pro Yakin Fondation) bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Jatirejo dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Ahad (10/5) malam.

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

“Kita jangan ragu berpaham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Karena selain paham yang mayoritas dianut muslimin didunia, Aswaja ini secara sanad (mata rantai) keilmuan paling jelas dibanding paham-paham yang lain, bahkan mereka itu tidak mempunyai mata rantai sehingga paham mereka perlu dipertanyakan kebenarannya,” tambahnya.

Ulama Salaf Online

Tapi, menurutnya, jumlah yang sangat besar di dunia bisa melengahkan para penganutnya. Sehingga, tingkat militansi dakwahnya bisa tertinggal dari kelompok-kelompok Islam non-moderat yang berseberangan dengan paham Aswaja.

“Kenapa NU sekarang terlihat adem-ayem, secara amaliah kalah dengan HTI, PKS yang tiap hari jamaah terkontrol, puasa Senin-Kamisnya juga. Kenapa? Mungkin dikarenakan kita terlalu asyik dengan jumlah kita yang banyak,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Sekrteris Perstuan Guru NU (Pergunu) Jombang ini menilai, sebanyak 80 persen Muslim di dunia adalah penganut paham Aswaja, ada yang berafiliasi ke Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari. “Kita terlalu gemuk hingga untuk jalan saja susah,” tuturnya.

Sekolas Aswaja kali ini mengusung tema “Memperkuat Paham Ahlussunah wal Jamaah di Era Globalisasi”. Sekolah Aswaja diagendakan hingga 6 kali pertemuan yang diselenggarakan satu bulan sekali di Rumah Belajar PYF, Pacolgowang, Jombang, Jawa Timur.

Menurut H Abdul Rojak, ketua PYF, Sekolah Aswaja penting diadakan untuk memberi wawasan kepada mahasiswa yang kini hampir tidak pernah mendikusikan masalah-masalah yang berhubungan dengan Aswaja. Sekolah Aswaja diharapkan mampu mengarahkan mahasiswa agar tidak terjerumus ke aliran-aliran yang mengatasnamakan Aswaja namun dalam praktiknya jauh dari nilai-nilai Aswaja yang moderat dan toleran. (Aldo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pondok Pesantren, Warta, Hadits Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara

Jakarta, Ulama Salaf Online. Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) siap menggelar dzikir dan istighotsah kubro bersama sejumlah eleman bangsa, 1 Agustus 2017 mendatang di halaman Istana Negara. Dzikir bersama ini merupakn permintaan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara

Orang nomor satu di Indonesia ini mengemukakan hal tersebut saat didaulat berpidato di arena Halaqah Nasional Alim Ulama dan deklarasi MDHW di Hotel Borobudur, Jakarta (13/7) lalu.

“Agustus nanti akan ada rangkaian acara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. MDHW saya minta untuk memeriahkan acara, entah berbentuk istighotsah ataupun dzikir bersama, terserah para kiai,” ujar Presiden disambut aplaus ratusan kiai dari berbagai daerah.

Pada kesempatan tersebut, selain Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar, hadir para kiai sepuh seperti KH Maemun Zubair Sarang Rembang, TGH Turmudzi Badruddin Lombok.

Sebagaimana dilansir sejumlah media, Presiden Jokowi didaulat menjadi Dewan Pembina MDHW. KH Maruf Amin menjadi Dewan Penasihat MDHW. Sementara, KH Mustofa Aqil Siroj asal Cirebon diplot sebagai Ketua Umum.

Ulama Salaf Online

Sekretaris Jenderal MDHW, Hery Haryanto Azumi mengungkapkan, acara yang bakal digelar di halaman Istana Negara nantinya rencananya bertajuk ‘Dzikir Kebangsaan’ dengan simpul tema ‘Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia.’

“Selain sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, acara ini merupakan wadah silaturrahim seluruh elemen bangsa. Kita ingin bersama-sama kembali meneguhkan untuk selalu merawat keberagaman,” terang mantan Ketua Umum PB PMII tersebut di sekretariat MDHW, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/7).

Ulama Salaf Online

Dalam acara Dzikir Kebangsaan di Istana Negara, rencana akan diikuti sekitar 2.000 tamu undangan. Di antaranya para alim ulama, habaib, santri, cendekiawan, budayawan, pegiat seni, tokoh agama, tokoh organisasi masyarakat dan pejabat negara.

Selain itu, dalam kesempatan berharga tersebut akan diisi pidato kebangsaan yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dilanjutkan arahan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin serta tausyiah dan doa kebangsaan dari para alim ulama. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Hadits Ulama Salaf Online

Rabu, 13 Desember 2017

Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Dewan Tahfiz Al-Qur’an Dunia (al-Hayah al-Alamiyyah li Tahfizh Al-Quran) mengumumkan rencana digelarnya Musabaqah Tahfizh Al-Quran (MTQ) tingkat internasional putaran keenam di kota Jeddah, Saudi Arabia awal bulan Ramadhan nanti.

Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Digelar MTQ Internasional VI di Jeddah

Kantor berita Moheet (26/7) melansir, selain MTQ internasional, Dewan Tahfiz Al-Quran juga akan menggelar acara pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkhidmah untuk kitab suci itu, mulai para qari, pengajar, penulis dan pengkaji di bidang kajian Al-Qur’an.

Penghargaan yang diberikan oleh Dewan Tahfiz Al-Quran akan meliputi sepuluh bidang, yaitu tokoh pengkhidmah terbaik atas Alquran tahun 1434 H, perguruan tinggi Al-Qur’an terbaik, perlombaan Al-Qur’an terbaik, lembaga tahfiz Al-Qur’an terbaik, program telvisi dan radio Al-Qur’an terbaik, situs Al-Qur’an terbaik, penghargaan para qari internasional dan juga kajian terbaik dalam bidang pengajaran Al-Qur’an.

Ulama Salaf Online

Acara MTQ internasional merupakan acara rutin yang digelar setiap satu tahun sekali, tepatnya setiap bulan Ramadhan oleh Dewan Tahfiz Al-Qur’an dunia. Gelaran acara tersebut juga untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan yang disebut juga sebagai bulan Al-Qur’an. Tahun lalu, acara tersebut digelar di Kairo, Mesir.

Ulama Salaf Online

Penulis: Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Ubudiyah, Warta Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Jakarta, Ulama Salaf Online

Pada dasarnya ruilslag atau tukar guling tanah wakaf tidak diperbolehkan dalam hukum positif di Indonesia. Pasal 40 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dengan jelas menyebutkan bahwa harta benda wakaf dilarang ditukar. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Profesor Syibli Syarjaya di Kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI), Jakarta, hari ini (22/11), menanggapi beredarnya pemberitaan mengenai penukaran tanah wakaf yang terdampak proyek pembangunan jalan tol.

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tukar Guling Tanah Wakaf Sudah Ada Aturannya

Namun, jelas Syibli, larangan itu tidak mutlak. Pasal 41 Undang-Undang Wakaf menyatakan bahwa ruilslag tanah wakaf diperbolehkan apabila harta benda wakaf digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan syariah dan setelah memperoleh izin tertulis dari menteri agama atas persetujuan Badan Wakaf Indonesia.

“Adanya pengecualian ini, antara lain agar program pembangunan jalan yang melewati tanah wakaf tetap bisa dilaksanakan. Juga agar tanah wakaf bisa lebih produktif setelah dilakukan ruilslag,” kata Syibli.

Ulama Salaf Online

Menurut Syibli, undang-undang wakaf melarang ruilslag harta wakaf untuk menjaga kemaslahatan harta wakaf. Maka ketika ruilslag diperbolehkan, kemaslahatan harta wakaf pun harus tetap dijaga.

“Karena itulah ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses ruilslag,” jelas Syibli.

Syibli pun mengingatkan agar tahapan ruilslag sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Wakaf segera dilaksanakan agar proses ruilslag tanah wakaf yang terdampak jalan tol bisa cepat selesai. 

“Jangan sampai karena ingin serba cepat, lalu aturan undang-undang diabaikan. Akibatnya nanti cacat hukum dan di kemudian hari bisa digugat,” ujar Syibli.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 dan prosedur ruilslag yang dimuat di laman resmi Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, disebutkan bahwa proses ruilslag setidaknya melewati tujuh tahap sebelum keluarnya izin menteri agama.

Ulama Salaf Online

Tahapan itu ialah (1) KUA, (2) Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, (3) Tim Penilai yang terdiri atas unsur Pemkot/Pemkab, MUI kab/kota, BPN kab/kota, dan nazhir, (4) Kantor Kementerian Agama Provinsi, (5) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, (6) Badan Wakaf Indonesia, dan (7) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. 

“Kalau dibaca prosedurnya memang panjang, tetapi ya itulah undang-undangnya yang saat ini ada. Pembangunan jalan tol itu kan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Seharusnya sudah jauh hari pula urusan ruilslag diproses dengan nazhir dan kementerian terkait,"  kata Syibli.

Ia menambahkan sebetulnya yang lama adalah pada proses pencarian tanah pengganti yang sesuai dengan kebutuhan wakaf. Proses lainnya bisa dipercepat karena alasan ruilslagnya jelas untuk pembangunan.

Syibli berharap semua pihak bisa memahami ketentuan undang-undang mengenai proses ruilslag ini sehingga tidak saling menyalahkan, proyek pembangunan bisa berjalan dengan lancar, dan tanah wakaf menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.(Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Hadits Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sidoarjo, Ulama Salaf Online,?

Sebanyak 35 kader penggerak Nahdatul Ulama yang berasal dari Majlis Wakil Cabang (MWCNU), Lembaga dan Banom mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan PCNU Sidoarjo . Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji sejak Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret hari ini.?

Menurut Panitia Pelaksana, Aris Karomay, acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH. Dr. As’ad Ali itu bertujuan membekali kader NU dengan berbagai wawasan ke-Aswajaan dan ideologi gerakan.?

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan tersebut peserta punya bekal untuk menggerakkan organisasi di lingkungannya sesuai dengan Khittoh NU,” ujar Gus Aris.

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sebelumnya, ? panitia melakukan seleksi terhadap 49 peserta yang terdaftar melalui Test Screening secara tertulis dan interview. Alasan panitia melakukan seleksi tersebut karena banyak peserta yang berminat mengikuti pelatihan, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta PKPNU mengetahui dan memahami tentang organisasi NU.

Dikatakan, panitia sengaja memilih tempat di Ponpes Panji (sebutan lain Ponpes Al-Hamdaniyah) karena mempunyai nilai sejarah besar bagi NU sebagai tempat Rois Akbar NU KH. Hasyim Asya’ri menimba ilmu agama. Bahkan di tempat tersebut masih terdapat kamar Mbah Hasyim yang masih dirawat oleh para santri secara turun temurun.

”Mudah-mudahan dari tempat ini (ponpes red;), akan melahirkan kader-kader penggerak NU yang mempunyai semangat seperti Mbah Hasyim," tambah Gus Aris.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU, Dr. Asad Ali berharap kepada para kader NU untuk serius belajar dan menambah pengetahuan. "Kader NU diharapkan bisa menguasai semua bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, agar cita-cita besar NU dapat tercapai," jelasnya. [Aw Avendi Anwar/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online AlaNu, Hadits, RMI NU Ulama Salaf Online

Senin, 04 Desember 2017

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Babak semifinal CSSMORA Health and Medical Science (CHEMO) digelar Ahad (12/3) di FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semifinal berlangsung dalam dua tahap, yakni semifinal pertama dan semifinal kedua. Sebanyak 14 tim terlibat dalam kompetisi yang menguji pengetahuan dan keterampilan dalam bidang IPA dan medis tersebut.?

Ke-14 tim diseleksi dari 31 tim yang berasal dari 10 regional, yaitu Serang, Pandeglang, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Depok dan Bandung.

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri

Ketua Panitia Pelaksana CHEMO, Muhammad Rizki Ramadan mengungkapkan, tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan CHEMO kelima. CHEMO diadakan sebagai ajang silaturahim dan olimpiade para santri yang bersekolah di bawah naungan Kementerian Agama RI.

“CHEMO ini untuk mengumpulkan para santri yang bersekolah di tingkat MA dan SMA untuk berkompetisi dan silaturahim dalam wadah olimpiade IPA dan medis. Selama ini masih jarang ada olimpiade bagi para santri yang menguji di bidang tersebut,” terang mahasiswa FKIK UIN Syarif Hidayatullah alumni Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto.

Ulama Salaf Online

Pada tahap semifinal hari ini, panitia menyaring tim menjadi 6 besar. ? Selanjutnya pada tahap semifinal kedua dilakukan untuk memilih 3 besar. Dan pada tahap final akan terpilih juara 1, 2, dan 3.

Pengujian pada tahap semifinal dilakukan dengan mengerjakan praktikum. Tahap semifinal kedua dengan presentasi, dan pada tahap final dengan soal cerdas cermat.

CSSMORA sendiri kependekan dari Community of Santri Scholarship of Ministry of Religious Affair (CSSMORA), sebuah komunitas yang menaungi mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Adapun PBBS merupakan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Hadits, Fragmen Ulama Salaf Online

Minggu, 03 Desember 2017

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan

Teheran, Ulama Salaf Online

Seorang pengemudi taksi di Kota Rasht, Iran Utara, telah mengisi mobilnya dengan buku untuk mendorong penumpangnya membaca di dalam taksinya, kata kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa (26/4).

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan

Sahel Filsoof, yang telah mengubah taksinya menjadi perpustakaan mobil, percaya orang dapat menyelesaikan banyak masalah mereka dengan membaca.

"Gagasan untuk mengisi taksi saya dengan buku muncul di benak saya sudah cukup lama," kata Filsoof kepada IRNA, sebagaimana dikutip Xinhua.?

Ia menambahkan, membaca buku bisa memberi asupan mental ke dalam diri masyarakat.

Taksinya berisi sebanyak 50 buku dengan bermacam topik, termasuk psikologi, anak-anak dan sejarah, dan kebanyakan penggemar taksinya adalah perempuan dan pemuda, kata Filsoof.

Ulama Salaf Online

Menurut pengemudi taksi tersebut, ia meminta wewenang dari pengelola perpustakaan umum di seluruh Provinsi Gilan di Iran Utara untuk mendukung tindakannya dan ia diberi sejumlah buku untuk menambah kualitas perpustakaan bergeraknya.

Ulama Salaf Online

"Ketika saya ada penumpang saya yang meminta buku untuk dibaca, saya baru menyadari bahwa saya melakukan pekerjaan yang baik," kata Filsoof. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Hadits, Pertandingan Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

Sesungguhnya kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya khusus untuk-Nya.

Dan Dia Yang Maha Perkasa tanpa peduli akan melemparkan siapapun yang sombong ke dalam api neraka.

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. sungguh hanya dengan taqwalah kita dapat mengisi kehidupan ini dengan segala sifat-sifat kebaikan dan menghindar dari sifat tercela. Diantara sifat baik yang dulu menjadi karakter bangsa ini dan kini semakin menipis karena terkena erosi kehidupan materialistic adalah tawadhu'. Dan hal ini secara otomatis menyuburkan sifat tercela yang menjadi kebalikannya yaitu takabbur atau sombong.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan ini, khatib hendak menengok kembali kedua sifat yang saling bertentangan ini. sekedar sebagai pengingat bagi kita semua agar tidak semakin terjerumus dalam kesombongan-kesombongan yang menyebabkan Allah swt membenci kita.

Hadirin Jama'ah Jum'ah yang Berbahagia

Tawadhu' termasuk salah satu sifat terpuji yang harus dimilki oleh seorang muslim. Tawadhu' secara bahasa dapat dimaknai dengan 'merendahkan diri'. Artinya sengaja memposisikan diri lebih rendah dari posisi sebenarnya. Pada dasarnya tawadhu' hanya ditujukan kepada Allah Yang Maha Agung. Yakni merasa lemah dan tidak berdaya dibanding dengan kekuasaan Allah swt. apalah kuasa manusia sampai berani mengharap surganya Allah? apakah Allah rela memberikan surga kepada seorang hamba, jika hamba tersebut merasa tidak memerlukan surga? Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa tujuan tawadhu sebenarnya adalah mengharapkan surga (ridha-Nya) Allah swt dan menghindarkan diri dari api neraka (thoma'an li jannatihi ta'ala wa rahban min narihi ta'ala).

Meskipun tawadhu' ditujukan kepada Allah swt sebagai bukti adanya hubungan fertikal, tetepi harus dibuktikan dalam praktek keseharian ketika bermuamalah dengan seksama yang mengandaikan hubungan horizontal. Sebagaimana di terangkan dalam surat al-Furqan ayat 63

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Artinya bahwa diantara tanda-tanda orang yang memiliki sifat tawadhu' selalu berjalan dengan menundukkan kepala. Seolah-olah tidak pernah melihat langit. Berjalan dengan santai tanpa membusungkan dada. Meskipun ia memiliki kuasa sebagai gubernur, jendral ataupun ulama misalnya. Hal ini berbeda dengan orang-orang yang sombong yang berjalan dengan mendongak ke atas tidak pernah melihat bumi. Bahkan ketika mereka disapa dan dikomentari, mereka hanya menjawab 'salama', yang artinya keselamatan atas kita semua, diantara kita tidak ada yang lebih baik, aku juga tidak lebih baik dari kamu begitu juga sebaliknya.

Begitu spesialnya sifat tawadhu, sehingga Allah mengistimewakan mereka yang memiliki sifat tawadhu' dengan menyebut 'ibadurrahman' hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang. Hal ini sejalan dengan janji Allah sebagaimana disampaikan kepada Rasulullah saw dalam haditsnya

? ? ? ? ? ? ? ?

Allah akan mengangkat derajat mereka yang memiliki sifat tawadhu', dan akan membenamkan mereka yang bersifat sombong.

Jama'ah Rahimakumullah

Lalu apakah sebenarnya pentingnya tawadhu'? selain mengharapkan derajat dari Allah swt, tawadhu juga menghindarkan diri kita dari sifat yang paling dibenci Allah Yang Maha Kuasa yaitu sombong. Karena kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya pantas dimiliki-Nya. Oleh karena itu Allah sangat membenci orang yang sombong. Hal ini terbersit dari hadits qudsi yang disampaikan oleh Rasulullah saw

? ? ? ? : ? ? ? - ? ? ? ? - : ( ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? (? ?)

Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.

Artinya, kesombongan dan keagungan itu hanya khusus milik Allah. Allah sungguh tidak terima bila ada hamba yang memilki sifat keduanya. Begitu tersinggungnya Allah hingga Ia akan melempar siapapun yang 'menggunakan' kedua sifat itu, ke Neraka tanpa peduli. Tanpa peduli apakah dia seorang sufi, seorang wali, seorang nabi, seorang preiden atau juga seorang raja.

Oleh karena itu guna mempermudah diri melatih menuju ketawadhuan kepada Allah hendaknya seorang hamba harus mengakui dan memiliki beberapa perasaan. Pertama, merasa hina (dzlil) dan meyakini bahwa yang mulia adalah Allah. seorang hamba harus segera sadar bahwa ia seorang yang hina. Ia hanyalah berasal dari setetes air mani, yang jikalau Allah swt menghendaki bisa saja mani itu tumpah dan menjadi konsumsi semut dan lalat.

Kedua, merasa faqir selalu membutuhkan dan Allahlah yang Maha Kaya Raya. Sekarang para hartawan dan miliyuner akan merasa bangga atas kejayaan dan mengandalkan segala macam harta yang dimilikinya padahal kata Allah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...

Sesungguhnya semua harta itu adalah hartaKu, orang-orang faqir itu keluargaKu, dan para hartawan adalah wakilku. Barang siapa yang berlaku pelit terhadap keluargaKu. Aku akan menyiksanya tanpa peduli.

Ketiga, merasa bahwa dirinya adalah orang yang bodoh dan Allah yang Yang Maha Mengetahui. Seringkali para hamba yang dianugerahi ilmu oleh Allah swt. melupakan bahwasannya ilmu itu hanya sekedar titipan Allah swt yang dapat diambil kapanpun. Lihatlah ketika seorag professor, doctor, cendekia tetapi terkena struk apa yang dapat ia lakukan?

Keempat, merasa lemah dan hanya Allah Yang Maha Kuat. Sebagai pelajaran betapa banyak legenda tentang kejayaan para raja yang berkuasa begitu hebatnya, tetapi sekarang hanya tinggal dalam kenangan dan catatan sejarah saja. Bukankah kekuatan negara adidaya di dunia juga selalu silih berganti?

Jama'ah Jum'ah yang Dimuliakan Allah

Adapun gambaran praktek tawadhu kepada sesama dalam kehidupan sehari sangatlah bagus berpegang pada pesan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani kepada muridnya bahwa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jikalau kamu berjumpa dengan seseorang maka hendaklah engkau melihat keunggulannya dibanding denganmu. Dan katkanlah (dalam hati) bahwa "orang itu lebih baik dari pada aku di mata Allah swt". Maka apabila (kamu berjumpa) dengan anak kecil, hendaklah berkata (dalam hati) dia ini belum terlalu banyak maksyiyat (karena umurnya lebih muda) dan otomatis dia lebih baik dari pada aku. Dan apabila (kamu berjumpa) dengan orang tua, hendaklah berkata orang ini telah lama beribadah kepada Allah sebelum aku (karena umurnya lebih tua, maka dia lebih baik dia dari pada aku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang 'alim, hendaklah berkata (dalam hati) dia telah diberi sesuatu (pengetahuan) yang aku belum memilikinya dan dia telah memperoleh sesuatu yang aku belum peroleh dan dia juga telah mengerti apa yang aku tidak mengerti. Dia beamal dengan ilmunya (pastilah lebih diterima amalnya dari padaku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang bodoh, hendaklah berkata dia maksyiat karena kebodohannya, sedangkan aku melakukan maksyiat dengan ilmuku. Sungguh aku tidak tahu apakah aku lebih baik dari pada dia?

Demikianlah khutbah sigkat kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Ya Allah tunjukkanlah jalan kepada hambamu yang sombong ini jalan menuju ketawadhu'an yang engkau ridhai. Karena sesungguhnya hanya engkaulah yang mampu menjadikan kami orang yang bertawadhu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Hadits, Habib Ulama Salaf Online

Minggu, 26 November 2017

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan para ulama, umara, dan pengusaha. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Shangri-la Jakarta, Kamis (23/6) petang.

Ketua PWNU DKI Jakarta, H Saefullah mengatakan kepengurusan PWNU Jakarta belum genap satu semester sejak pelantikan. Namun telah membuat berbagai trobasan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Bank Muamalat dan CMNP yang membagikan takjil di 18 pintu tol, serta memfasilitasi taushiyah di beberapa masjid. Kedua kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadhan ini.

Pria yang menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta ini menambahkan jalinan kerja sama PWNU Jakarta dengan dunia usaha penting dilakukan untuk memberi kemanfaatan bagi umat. Hal ini untuk membuktikan bahwa NU bisa menjadi payung masyarakat di Kota Jakarta, sekaligus? menyebarkan ajaran NU yang sejak awal menjunjung tinggi? ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Arya dan Stefani dari Bank Muamalat mengungkapkan kerja sama Bank Muamalat dengan PWNU DKI Jakarta semakin erat. Kerja sama tersebut menunjukkan NU sangat concern dengan ekonomi kerakyatan. Saat ini kerja sama yang dijalin adalah pendirian gerai Muamalat sebagai loket layanan pembayaran sejumlah transaksi keuangan.?

Baca:? PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Jajang Hasan Basri mewakili Kapolda DKI Jakarta menegaskan, silaturahim ini sangat penting untuk mengenalkan pengurus baru. Kerja sama di lapangan juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengatasi persoalan buruk sangka dan proxy war. Selain itu, juga perlu untuk saling mengingatkan.

Ia menambahkan, ? PWNU DKI Jakarta dan Kepolisian mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di DKI Jakarta. Jajang mengutip Surat Al Maidah ayat 32 yang menyebutkan waman ahyaa haa faka annamaa ahyannasajamiian (Barang siapa yang mampu melindungi seseorang, maka sama saja telah melindungi orang banyak). (Kendi Setiawan/Zunus)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Ubudiyah, Habib Ulama Salaf Online

Rabu, 22 November 2017

PCNU Probolinggo Santuni Dhu’afa dan Gerakkan Ekonomi MWCNU

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Ahad (3/1). Pada kesempatan kunjungan yang dialngsungkan di Masjid Al-Barokah Desa Tunggak Cerme, PCNU Probolinggo memberikan santunan kepada 20 orang dhu‘afa dan bantuan dana operasional kepada MWCNU setempat.

Tampak hadir pengurus seluruh MWCNU dan ranting NU se-Kecamatan Wonomerto. Terlihat Wakil Rais Syuriyah KH Hilmi Ihsanan, Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi, Wakil Ketua PCNU Probolinggo H Hadi Prayitno dan Bambang Lasmono, Sekretaris Khairul Ishaq dan Wakil Bendahara H Santoso.

PCNU Probolinggo Santuni Dhu’afa dan Gerakkan Ekonomi MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Santuni Dhu’afa dan Gerakkan Ekonomi MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Santuni Dhu’afa dan Gerakkan Ekonomi MWCNU

Kedatangan mereka disambut oleh Ketua MWCNU Wonomerto Hasan dan Camat Wonomerto Totok Hariyanto Enggal.

Ulama Salaf Online

Kiai Abdul Hadi mengungkapkan bahwa semua pengurus PCNU tidak pernah memakai uang organisasi untuk keperluan transportasi dan konsumsi ketika mengurus NU.

“PCNU akan selalu memberikan subsidi kepada MWCNU, asalkan dapat dimanfaatkan untuk menjalankan program NU. PCNU akan menciptakan banyak bidang usaha yang akan mampu menopang kegiatan organisasi. Dalam 5 tahun ke depan, PCNU tidak akan mengandalkan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Ulama Salaf Online

Sementara H Hadi Prayitno menyampaikan bahwa PCNU akan berusaha membantu memberikan bedak bagi masyarakat yang berjualan di Pasar Patalan untuk digunakan sebagai badan usaha MWCNU Wonomerto.

“Di samping itu, PCNU akan berupaya menjadikan MWCNU Wonomerto sebagai salah satu penyalur pupuk bersubsidi untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan Khairul Ishaq mengatakan turba sendiri diagendakan oleh PCNU Probolinggo sejak Musyawarah Kerja Cabang (Musker) dan menjalankan amanah Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Probolinggo.

“Tujuannya utamanya adalah sebagai komunikasi dan koordinasi dengan semua jajaran pengurus MWCNU demi menyukseskan semua program bisa terealisasi dengan baik. Ke depan diharapkan ada sebuah koordinasi dan komunikasi yang sangat erat antara PCNU dan MWCNU di Probolinggo,” harapnya.

Karena momentumnya bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, turba ini diawali dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh pengurus PCNU Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Hadits Ulama Salaf Online

Senin, 20 November 2017

PKB Tuntut Pembatalan Lima Hari Sekolah Mendikbud

Jakarta, Ulama Salaf Online?

Penolakan massif dari berbagai kalangan masyarakat tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah menjadi perhatian serius bagi Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB).?

PKB Tuntut Pembatalan Lima Hari Sekolah Mendikbud (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB Tuntut Pembatalan Lima Hari Sekolah Mendikbud (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB Tuntut Pembatalan Lima Hari Sekolah Mendikbud

Peraturan yang mewajibkan siswa berkegiatan dengan sekolah mulai Senin sampai Jumat dari pagi sampai petang ini dinilai gegabah dan merugikan masyarakat karena keadaan masyarakat Indonesia yang beragam baik secara geografis, sosiologis maupun budaya. ?

Merespon pengesahan peraturan yang lebih populer dikalangan masyarakat sebagai kebijakan Full Day School (FDS) ini DPP PKB melalui Desk Halaqoh mengundang berbagai kalangan masyarakat yang peduli dengan pendidikan untuk berdiskusi secara serius dalam acara Halaqoh Kebangsaan di Hotel Acacia Jakarta Pusat, Senin (7/8).?

Halaqoh kebangsaan ini akan dihadiri oleh anggota legislatif FPKB DPR RI komisi VIII dan X, perwakilan-perwakilan ormas Islam, Pengasuh Pesantren, Madrasah Diniyah dan TPQ dari DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, serta elemen masyarakat yang peduli pendidikan.?

“Dari awal sebelum dijadikan peraturan resmi, kami sudah menolak adanya sekolah lima hari yang mengatur jam sekolah dari pagi sampai sore hari,” ujar Abdul Kadir Karding, Sekretaris Jenderal DPP PKB.?

Ulama Salaf Online

“PBNU, KPAI, LPOI beberapa pemerintah daerah seperti Papua, NTT, Pasuruan, Tegal, Purwakarta sudah tegas menolak bahkan sejak peraturan ini masih jadi wacana dan sampai sekarang sikap mereka tidak berubah, hal ini seharusnya didengar oleh Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi,” imbuhnya lagi.?

Seperti yang sudah diketahui, salah satu nawa cita Presiden Joko Widodo adalah merevolusi karakter bangsa, akan tetapi menerjemahkannya dengan peraturan sekolah lima hari atau full day school menurut Karding sama sekali tidak tepat.

“Kami sepakat dengan revolusi karakter bangsa atau penguatan karakter bangsa, sebab itu yang sudah dilakukan oleh Pesantren dan Madrasah Diniyah selama ini, bahkan sejak sebelum Indonesia Merdeka. Maka dari itu, kami akan tolak segala kebijakan yang akan melemahkan atau bahkan menghapus lembaga pendidikan asli Indonesia ini,” tegas Ketua FPKB MPR RI ini.?

Ulama Salaf Online

“Yang terancam bukan hanya Pesantren dan Madrasah Diniyah tapi justru karakter bangsa sedang terancam, lebih jauh NKRI bisa terancam,” katanya lagi.

Pria yang akrab disapa dengan AKK ini juga menegaskan bahwa partainya telah menginstruksikan kepada seluruh kader untuk terus berjuang menolak adanya FDS. PKB menilai FDS telah menafikan peran-peran kesejarahan dan peran madrasah dalam membangun karakter bangsa dan akhlak mulia.?

PKB menyatakan bahwa pembangunan karakter bangsa tidak bisa diukur dengan banyaknya hari dan jam anak belajar di sekolah akan tetapi lewat kualitas proses pendidikan dan kesungguhan para guru/ustadz dalam membimbing dan memberi tauladan bagi peserta didik.

Baginya, tidak semua kebijakan politik bisa dinegosiasikan, salah satunya adalah kebijakan full day school yang tidak boleh dinegosiasikan dengan alasan apapun.?

Harapannya, Halaqoh Kebangsaan ini bisa merumuskan hal-hal strategis menyangkut penguatan karakter bangsa dan langkah taktis-strategis untuk menolak pelaksanaan Permendikbud nomor 23 tahun 2017 ini.?

Adapun narasumber yang akan hadir adalah Robikin Emhas (Ketua PBNU Bidang Hukum), Arifin Junaidi (Ketua LP Ma’arif NU), Lukman Hakim (Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), Irsyad Yusuf (Bupati Kab Pasuruan), dan Margaret AM (Komisioner KPAI). (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Hadits Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock