Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Jokowi telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 74/M Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia.

Melalui Keppres tersebut Presiden mengangkat 27 orang warga negara Indonesia menjadi anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) masa jabatan tahun 2017-2020.

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Nama-nama yang diangkat oleh Presiden menjadi anggota BWI masa jabatan 2017-2020 ialah sebagai berikut:



Ulama Salaf Online

1. Prof. Dr. H. Mohammad Nuh;

2. Dr. H. Slamet Riyanto, M.Si.;

3. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si.;

Ulama Salaf Online

4. Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.;

5. Muhammad Fuad Nasar, M.Sc.;

6. Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya. LML, M.M.;

7. Dr. H. Muhammad Luthfi;

8. Ir. Jurist Efrida Robbyantono;

9. Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si.;

10. Siti Soraya Devi Zaeni, S.H., M.Kn.;

11. Ir. Rachmat Ari Kusumanto; 

12. Dr. Imam Teguh Saptono;

13. A. Muhajir, S.H., M.H.;

14. Dr. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P.;

15. Ahmad Wirawan Adnan, S.H., M.H.;

16. Dr. Atabik Luthfi;

17. Diba Anggraini Aris, M.E.;

18. Dr. Fahruroji, Lc., M.A.;

19. Dr. Hendri Tanjung;

20. Imam Nur Aziz, M.Sc.;

21. Drs. H. Zakaria Anshar;

22. H. Mochammad Sukron, S.E.;

23. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si.;

24. H. Nur Syamsuddin Buchori, S.E., S.Pd., M.Si., CIRBD;

25. H. Sarmidi Husna, M.A.;

26. Drs. H. Susono Yusuf;

27. Dr. Yuli Yasin, M.A.Berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, jumlah anggota BWI terdiri atas paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 30 (tiga puluh) orang. 

Struktur organisasi BWI, menurut Pasal 51 undang-undang wakaf tersebut, terdiri atas Dewan Pertimbangan dan Badan Pelaksana. Badan Pelaksana merupakan unsur pelaksana tugas BWI, sedangkan Dewan Pertimbangan merupakan unsur pengawas pelaksanaan tugas BWI. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Maret 2018

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Jember, Ulama Salaf Online - NU tidak cuma dakwah dengan kata-kata, tapi dakwah dengan kepedulian sosial yang nyata. Hal itu dilakukan salah satu lembaga NU, Lesbumi kepada Mbok Marija, warga Desa Karangharjo, Silo, Jember, Jawa Timur. Perempuan renta ini hidup sebatangkara, rumahnya berdinding gedek reyot dimakan usia, mendapat ularan tangan dari lembaga seni dan budaya tersebut.

Pengurus Cabang Lesbumi Jember mengirimkan bantuan berupa 1 kwintal beras dan uang 1 juta kepadanya. “Terima kasih banyak atas bantuannya,” kata Mbok Marija dengan bahasa Madura saat menerima bantuan itu, Selasa (9/8).

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)
Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Bantuan tersebut diserahkan H. Fathurrosi, tokoh masyarakat Silo, didampingi Ketua PC Lesbumi Jember H. Rasyid Zakaria dan Wakil Ketua NU Cabang Jember H. Misbahus Salam. Menurut H. Fathurrosi, rumah Mbok Marija hanya salah satu contoh dari sekian banyak rumah tak layak huni yang bertebaran di pelosok desa.

Kendati pemerintah sudah lama mempunyai program bedah rumah, tapi masih cukup banyak rumah orang miskin yang tidak tersentuh program tersebut. Atau, kalaupun dapat bantuan bedah rumah, tapi yang dipermak hanyalah rumah bagian depan saja. Sedangkan badan rumahnya tidak tersentuh, meskipun? sudah lapuk.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

“NU harus berperan, memberikan atau mencarikan sumbangan, betapapun kecilnya. Ini agar NU rahmatan? lil’alamin. Karena itu, kita ucapkan terima kasih kepada NU Jember, khususnya Lesbumi yang telah berkenan memberikan bantuan,” ucapnya.

Sementara itu, H. Misbahus Salam berharap agar bantuan tersebut dapat merangsang para aghniya’ (kaya) atau instansi untuk turut serta menyalurkan bantuan bagi wanita tersebut. Menurutnya, masalah sosial yang terkait dengan nestapa kehidupan warga miskin sejatinya cukup banyak, tapi tak pernah terekspos ke luar.

Hal tersebut, katanya, tentu tidak bisa dipasrahkan kepada pemerintah semata. Sebab, anggarannya juga terbatas. “Karena itu, semangat gotong royong harus diabangun, dan kepedulian para aghniya’ juga perlu terus didorong,” ungkapnya kepada Ulama Salaf Online. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Sejarah Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Maret 2018

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter

Demak, Ulama Salaf Online. Batikku Sudah Tak Bermotif Lagi adalah judul film dokumenter karya Yatimul Chotimah yang memenangi lomba film dokumenter se Kabupaten Demak. Sang sutradara merupakan utusan Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah, sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Demak.

Film yang naskahnya ditulis M. Azhar --siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Al Irsyad Gaja-- itu berkisah tentang perjuangan seorang anak yang memperjuangkan batik, menguatkan usaha orang tuanya. 

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter

Guru pembimbing Nurul Asror menuturkan pembuatan film ini merupakan kali kedua setelah anak-anak membuat film pendek dengan judul Bejo. Bejo berkisah tentang salah satu anak MA Al Irsyad Gajah Demak yang bernama Bejo dengan prestasinya sehingga mampu mendapatkan beasiswa di Yaman untuk dilombakan tingkat Nasional dengan mendapat juara harapan I.

Ulama Salaf Online

“Kami patut bangga karena karya anak-anak kami menang dalam lomba yang diadakan dinas pariwisata Demak. Perlu diketahui anak-anak itu tidak hanya kali ini saja dulu juga pernah juara harapan satu tingkat nasional,” tutur Asror yang juga ketua Ansor Mijen.

Ulama Salaf Online

Selain itu, lanjut Asror, pembuatan film di samping sebagai latihan bermain peran dan berkreasi kegiatan ini diharapkan dapam mengasah kemampuan anak-anak melihat dan menterjemahkan kondisi sosio kultural dilingkungan masyarakat sekitarnya.Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah H Fachrurrozi meminta anak-anak tidak puas hanya sampai di sini, terus bakatnya perlu dikembangkan. 

“Keberhasilan anak-anak NU yang ndesa-ndesa jangan dilihat dengan sebelah mata, dikarenakan prestasinya tidak kalah dengan sekolah negeri maupun swasta yang di kota dan bayarnya mahal,” ujarnya berbangga.

“Syukur alhamdulillah dengan diraihnya juara satu film dokumenter tingkat kabupaten Demak ini akan lebih memantapkan kedudukan madrasah di kalangan LP Maarif sejajar dengan sekolah sekolah yang ada,” sambung Fahrurrozi.

Di tempat terpisah Kepala Dinparbud Kabupaten Demak HM Ridwan menjelaskan, lomba karya film dokumenter merupakan tindak lanjut dari program serupa yang selenggarakan Dinbudpar Jateng. “Ini upaya mengekspos sekaligus publikasi potensi unggulan daerah, sehingga bisa terangkat atau lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.  

Pemenang kedua didapat oleh SMK Negeri 1 Demak berjudul Primadona yang Terlupakan. Sementara juara ketiga utusan dari SMA Negeri 1 Karanganyar dengan film Puing-puing Kertas

Kontributor : A. Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Senin, 26 Februari 2018

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Sampang, Ulama Salaf Online

Organisasi yang menamakan diri Silaturrahim Ikhwan dan Akhwat Thoriqoh Naqsyabandiyah (Sitqon) Gersempal menunjukkan komitmennya terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan kesetiaannya terhadap Tanah Air.

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Salah satu Pembina Sitqon Pusat, KH Syafiuddin Abdul Wahid berharap Sitqon sebagai wadah persaudaraan penganut tarekat Naqsabandiyah berpegang teguh dengan Ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamah dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, serta tradisi dan ajaran ulama-ulama salafus salih.

Syaifuddin juga mengingatkan kepada anggota untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak gerakan-gerakan ekstrem yang mengatasnamakan Islam tapi hendak menghancurkan Nusantara.

Ulama Salaf Online

Hal ini disampaikan seiring dengan momen penyelenggaraan Majelis Dzikir dan Haul Akbar Masyayikh Thoriqoh An-Naqsyabandiyah Mudzhari Gersempal oleh Pengurus SITQON Pusat di Masjid Agung Sampang, Sampang, Jawa Timur, akhir pekan kemarin (14/2).

Hadir dalam perhelatan tersebut Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), para ulama, habib, pejabat setempat, Imam Khwajagan Naqsyabandiyah Gersempal, dan pengurus Sitqon dari pusat, cabang, hingga ranting.

Ulama Salaf Online

Menurut Ketua Panitia, KH Nuruddin JC, selama hampir satu tahun ini, Sitqon sudah terbentuk di 16 Cabang yang menyebar di Indonesia dengan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan bagian pendidikan dan dakwah, bagian humas, bagian media dan informasi, bagian perekonomian, serta bagian seni dan budaya.

Nuruddin berharap ke depan pembentukan pengurus cabang Sitqon di kabupaten lainnya dapat terbentuk yang tujuannya di antaranya sebagai syiar islam, memasyarakatkan tarekat dan berpartsipasi dalam pembangunan bangsa.

Sementara Gus Ipul berpendapat, tarekat merupakan ajaran yang mengajak orang masuk surga dengan rombongan. "Karena ingin masuk surga secara rombongan, maka harus ada pemimpinnya yaitu mursyid atau dalam bahasa kita sebagai penerang yang mengarahkan jalan-jalannya sehingga pada akhirnya memperoleh ridha Allah SWT,” katanya.

Karena itu, menurutnya, seorang Mursyid tentunya harus memiliki sanad dan silsilah yang akhirnya bersambung kepada Rosulullah SAW. “Justru dengan majelis-majelis dzikir seperti  ini negara kita  diselamatkan oleh Allah SWT, sementara di negara-negara Islam lainnya seperti Suriah, Irak dan lainnya sedang mengalami kehancuran,” sambung Gus Ipul. (Dedi Haryono/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Sejarah Ulama Salaf Online

Selasa, 30 Januari 2018

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Wonosobo, Ulama Salaf Online. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin resmi me-launching Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren. Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug dan penyerahan Piagam Pendidikan Diniyah Formal untuk 14 pesantren dan Surat Keputusan bagi 31 Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren ? yang diwakili pimpinan pesantren masing-masing di Pesantren Al-Mubaarak, Manggisan – Wonosobo, Selasa (26/5) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur PD Pontren Mohsen, Kakanwil Kemenag Jateng Ahmadi, Kakanwil Kemenag Yogyakarta Nizar, Bupati Wonosobo Abdul Khalik Farid, dan ulama dan tokoh masyarakat Wonosobo. Demikian berita yang dikutip dari situs kemenag.go.id

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Meng menjelaskan, pendidikan diniyah formal ini hakekatnya adalah pesantren yang selama ini mengembangkan pendidikan diniyah kemudian itu diformalkan. Dalam artian, bahwa tetap kebebasan masing-masing pontren itu tetap menjadi hak-nya masing-masing pontren.?

Ulama Salaf Online

“Pemerintah atau negara menyiapkan kurikulum, pola pengajaran, menyiapkan sejumlah mata pelajaran yang 70 persen itu agama, 30 persen umum yang semuanya itu kita coba standarkan,” terang Menag.?

Ulama Salaf Online

Dan ini, tandas Menag, tidak sama sekali ada paksaan, ini sepenuhnya sukarela bagi pondok-pondok pesantren yang bersedia mengikuti program ini, yang nanti kemudian dengan standarisasi yang sama dilakukan ujian dan evaluasi secara nasional.

Hingga kemudian, lanjut Menag, diniyah kita yang selama ini lulusannya sulit melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi itu, kemudian disamakan keberadaannya dengan madrasah-madrasah lain dan lulusannya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Bedanya pendidikan diniyah formal dengan madrasah, kalau madrasah formalnya ada di madrasah, sementara pendidikan diniyah formal proses belajarnya tetap dilakukan di pontren. Ini salah satu wujud tanggung jawab pemerintah ? terhadap keberadaan pontren kita,” ujar Menag.?

Dikatakan Menag, mengapa negara perlu bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pontren, menurutnya karena kita sadar betul bahwa dalam konteks keindonesiaan, keberadaan pontren ada jauh sebelum merdeka, pontren hakekatnya adalah lembaga pendidikan khas Indonesia.?

Ini cara pendahulu dan guru-guru kita, begitu arifnya mereka dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam masuk ke wilayah nusantara ini. Pontren sesungguhnya adalah pola pendidikan yang sebelum Islam masuk ke nusantara itu sudah dikenal oleh masyarakat nusantara. Bagaimana sejumlah santri berkumpul, lalu mencari seorang guru, lalu guru yang diangkat karena memiliki keahlian itu kemudian ditimba ilmunya.?

Menurutnya, itulah corak pendidikan sejak ratusan tahun lalu, oleh para pendahulu kita pola tersebut tidak dirubah, yang dirubah adalah materi atau muatannya. Hingga kemudian pontren merupakan corak khas pendidikan di Indonesia dalam kaitannya dengan lembaga pendidikan keagamaan Islam.?

“Ini yang menyebabkan Islam di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri,” kata Menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Sejarah, Pertandingan Ulama Salaf Online

Jumat, 19 Januari 2018

Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman

Jakarta, Ulama Salaf Online. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Mochammad Maksum Machfoedz mengatakan bahwa keragaman adalah sebuah kenyataan. Kemudian Allah memberikan satu kata kunci untuk mensiasati keragaman tersebut; lita’arafu (supaya saling mengenal).

Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman

Ia menyampaikan hal itu saat memberikan pengantar pada acara Launching dan Bedah Buku “Ruang untuk yang Kecil dan Berbeda” yang digelar Lakpesdam PBNU di di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (26/7).

Ia mengatakan, pemaknaan kata lita’arafu itu tidak mandeg karena dalam beberapa hal juga diharuskan lita’arafu. Setidaknya dalam keberagamaan dan kelas ekonomi.

Pertama, lita’arafu dalam hal keberagamaan, menurutnya, konflik yang terjadi diberbagai tempat itu banyak terkait dengan keberagamaan. Hambatan inklusivitas itu urusan sara yang paling kencang, terutama urusan keberagamaan. Namun, dalam kehidupan akhir-akhir ini yang terjadi adalah ekslusivitas.

Ulama Salaf Online

“Sementara ajaran NU itu inklusif tidak terbatas pada bainal muslimin, siapa pun dia, apa pun kelasnya untuk masuk ke sana,” jelas pria yang juga menjabat Rektor UNU Indonesia ini.

Kedua, lita’arafu dalam kelas (ekonomi atau status sosial). Menurut pria kelahiran Demak, Jawa Tengah ini, lita’arafu dalam kelas itu harus inklusif dalam kehidupan, konsekuensinya wajib menyapa si miskin, menyapa anak yatim.

Ulama Salaf Online

“Dan kedua atribut ini menjadi catatan besar kalau tidak mau disebut yukadzibu biddin, mendustakan agama,” katanya.

Pada acara ini hadir tiga pembicara; koordinator peneliti Ahmad Zainul Hadi, Bupati Bondowoso H. Amin Said Husni, dan peneliti LIPI Irene H. Gayatri. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama

Jombang, Ulama Salaf Online

Dengan menyitir Surat al-Maun, KH Fahmi Amrullah mengingatkan bahwa menjadi Muslim yang taat dengan mengerjakan shalat secara ajek saja bukan jaminan nanti akan selamat. Bahkan ada ancaman yang bersangkutan adalah pendusta agama.

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama

"Di Surat al-Maun disebutkan bahwa pendusta agama adalah mereka yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberikan makan orang miskin," kata Gus Fahmi, sapaan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng ini, Sabtu (25/6) petang.

Penjelasan ini disampaikan saat ia memberikan ceramah pada kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan 1437 H yang diselenggarakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) di Masjid Ulul Albab Cukir Diwek Jombang Jawa Timur.

Ulama Salaf Online

Sehingga dalam paparannya, mereka yang shalat sekalipun belum bisa menjamin yang bersangkutan sebagai Muslim yang baik dan dijamin masuk surga. "Apalagi Muslim tapi tidak mengerjakan shalat," sergahnya.

Gus Fahmi kemudian menceritakan ada seorang Yahudi Majusi yang berkenan untuk merawat seorang janda dengan sejumlah anak yang dimiliki. Padahal sebelumnya ada penguasa Muslim yang ternyata menolak untuk memberikan perlindungan kepada janda tersebut.

Ulama Salaf Online

"Hingga suatu malam, sang penguasa Muslim bermimpi bertemu Rasulullah yang menyediakan istana di surga," katanya di hadapan ratusan fakir miskin, janda dan duda yang memadati masjid setempat.

Ketika ditanyakan untuk siapa bangunan megah tersebut, Nabi Muhammad SAW menyatakan diberikan kepada mereka yang berkenan untuk membantu para janda dan anak yatim. "Spontan, keesokan harinya ia menemui Yahudi Majusi agar berkenan menyerahkan janda beserta anaknya untuk ditampung di kediamannya," terangnya.

Akan tetapi Yahudi Majusi tersebut menolak permintaan sang penguasa. "Karena semalam saya bermimpi disediakan istana megah di surga lantaran menerima janda dan anak yatim ini," jelasnya. Dan saat itu juga sang Yahudi berikrar menjadi Muslim.

Karena itu yang sangat dibutuhkan umat adalah Muslim yang memiliki kepedulian kepada para fakir miskin dan mereka yang lemah. "Juga mereka yang tidak suka pamer, serta memberikan bantuan dengan sesuatu yang terbaik," ungkapnya.

Tebar Hikmah Ramadhan adalah kegiatan rutin LSPT dengan memberikan sembilan bahan pokok, uang tunai serta menu berbuka kepada sejumlah penghuni panti asuhan, janda dan duda tanpa penghasilan tetap, serta masakin di sekitar pesantren.? Untuk Ramadhan kali ini ada sekitar 1500 paket yang diberikan kepada mereka. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Sejarah Ulama Salaf Online

Senin, 15 Januari 2018

Gus Tutut: Gerakan Anti-Pancasila Ancaman Indonesia dan NU

Jakarta, Ulama Salaf Online - Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas yang biasa disapa Gus Tutut mengatakan, Indonesia dan NU menghadapi gerakan makar yang mempropagandakan penolakan NKRI dan sistem Pancasila. Gus Tutut mengajak segenap warga Indonesia terutama warga NU untuk waspada terhadap gerakan makar ini.

“Bila ada pihak-pihak yang ingin menghilangkan Pancasila dari bumi Indonesia, itu adalah ancaman bagi eksistensi tidak hanya bagi Indonesia, tetapi bagi NU. Maka tidak ada pilihan bagi kita untuk menghadapi itu,” kata Gus Tutut dalam Talkshow Kebangsaan Pancasila Jaya bertajuk Ayo Mengaji dan Membumikan Pancasila di aula Iqbal Assegaf, Graha GP Ansor , Jakarta, Senin (18/4).

Gus Tutut: Gerakan Anti-Pancasila Ancaman Indonesia dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut: Gerakan Anti-Pancasila Ancaman Indonesia dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut: Gerakan Anti-Pancasila Ancaman Indonesia dan NU

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata Gus Tutut, lahir dan berdiri berkat peran dan perjuangan para ulama. Sebagian dari mereka berasal dari kalangan NU seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah.

Sementara Sekjen DPP PKB H Abdul Kadir Karding dalam perbincangan yang dipandu Sandy Nayoan ini menggambarkan kehidupan masyarakat di kota sudah tidak saling sapa.

Ulama Salaf Online

Bahkan ada orang yang meninggal dunia tidak diketahui tetangga lainnya. Ini menandakan masyarakat sudah sangat indvidulistik, hedonis, dan semakin tergerogoti kebudayaan luar. Demikian juga kehidupan politikus di Indonesia terkungkung pada pragmatisme.

Ulama Salaf Online

Karding menyadari ketika ada banyak pihak yang kemudian mengkritik kenapa Saskia Gotik, artis yang tidak hafal Pancasila, justru dijadikan Duta Pancasila.

“Saya memahami lapangan. Cara mendidik orang yang bersalah, kita minta dia belajar keras. Itu juga hukuman bagi dia. Ini kaidah yang dipakai di NU. Supaya baik, hukuman itu dengan pendidikan dan pemembinaan, bukan dipenjara seumur hidup. Saskia Gotik menjadi duta Pancasila itulah cara NU menyelesaikan masalah.”

Menurut Karding, Pancasila sebagai asas tunggal dalam bernegara adalah final. Pancasila adalah asas tunggal yang menjadi keyakinan ideologi kita. Sebagai orang NU, meyakini menjaga dan mengamalkan Pancasila sebagai bagian dari tanggung jawab menjadi keseharian bangsa ini.

Dengan menjadikan Saskia sebagai? Duta Pancasila, bukanlah cara yang ngawur, bukan cara NU mencari panggung.

“Panggung kita sudah lebih besar dari itu,” kata Karding disambut tepuk tangan hadirin. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Terpilih, KH Ma’ruf Amin Dipercaya Jadikan MUI Tenda Besar Umat Islam

Jakarta, Ulama Salaf Online. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin yang terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020 diyakini mampu membawa MUI menjadi lembaga yang menjadi wadah dan tenda besar umat Islam.

Kiai Ma’ruf terpilih dalam sidang Tim Formatur Munas IX MUI yang diketuai oleh Prof Dr HM Din Syamsudin. "Tim formatur telah sepakat dan selamat kepada KH Maruf Amin atas amanah ini," ujar Din, Kamis (27/8) dini hari tadi.

Terpilih, KH Ma’ruf Amin Dipercaya Jadikan MUI Tenda Besar Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih, KH Ma’ruf Amin Dipercaya Jadikan MUI Tenda Besar Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih, KH Ma’ruf Amin Dipercaya Jadikan MUI Tenda Besar Umat Islam

Sidang Tim Formatur berlangsung selama sekitar dua jam. Kiai Ma’ruf akhirnya terpilih dan diyakini mampu membawa MUI menjadi lembaga yang menjadi wadah dan tenda besar umat Islam sebagaimana diharapkan.

Ulama Salaf Online

"Semuanya berjalan akrab, penuh semangat ukhuwah islamiah, dan berjalan sangat lancar," kata Din.

Kepengurusan lengkap MUI diumumkan saat itu juga sebelum Munas IX MUI ditutup secara resmi. Tim Formatur mempercayakan posisi sekretaris jenderal kepada Anwar Abbas yang juga ketua panitia pelaksana munas MUI kali ini.

Ulama Salaf Online

Posisi wakil ketua umum diisi oleh dua orang, yakni KH Slamet Effendy Yusuf dan Yunahar Ilyas, serta bendahara umum Amani Lubis.

Dalam struktur Dewan Pimpinan MUI Pusat periode 2015-2020 ini, ketua umum dan wakil ketua akan dibantu oleh 12 orang ketua, delapan wakil sekjen, dan lima orang bendahara.

Sementara Prof Din Syamsudin yang sebelumnya menjabat Ketua Umum menggantikan KH Sahal Mahfudh yang wafat awal tahun 2014 lalu, pada periode ini dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

KH Maruf Amin mengatakan, dalam waktu dekat, pengurus MUI Pusat yang baru akan segera melakukan konsolidasi organisasi sekaligus pembenahan dan perumusan kembali rencana kerja agar lebih terarah.

"Tentu saja hal ini akan membuat kinerja lebih efektif, termasuk tentang peta dakwah maupun sasaran dakwahnya," ujarnya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, Pesantren Ulama Salaf Online

Selasa, 02 Januari 2018

GP Ansor Pekalongan Selatan Gelar PKD dan Diklatsar

Pekalongan, Ulama Salaf Online 



Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Pekalongan Selatan menggelar PKD dan Diklatsar di lapangan Kertoharjo, Jumat (3/11), dengan tema “Menumbuhkembangkan Militansi Kader, Serta Rasa Nasionalisme, Demi Tegaknya Ajaran Ahlussunah wal Jamaah di Bumi Nusantara”. 

GP Ansor Pekalongan Selatan Gelar PKD dan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pekalongan Selatan Gelar PKD dan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pekalongan Selatan Gelar PKD dan Diklatsar

Acara yang dibuka pukul 09.00 WIB oleh Ketua MWCNU Pekalongan Selatan KH Mahfud Basyari itu dihadiri Kapolsek Pekalongan Selatan, Koramil, Camat Pekalongan Selatan, Lurah, serta pejuang Banser angkatan 65 serta 96 peserta dari berbagai wilayah Kota Pekalongan.

 

Kegiatan yang diagendakan berlangsung 3 sampai 5 November ini akan dihadiri Maulana al-Habib Lutfi bin Ali bin Yahya untuk memberikan materi kepada peserta PKD. 

Ulama Salaf Online

Ketua PAC Ansor Pekalongan Selatan Abdul Syukur menyampaiakan, sebagai kader NU harus selalu siap menjadi garda terdepan dalam mempertahankan dan memperkokoh NKRI.

Beberapa pemateri yang turut diundang untuk mengisi kegiatan tersebut di antaranya Habib Abu Hasyim Basaiban (Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Pekalongan), PW GP Ansor Jateng, Satkorwil Banser Jateng. (Zakka Athooillah/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

Cianjur, Ulama Salaf Online. Dengan menghadirkan pemerintah daerah dan perbankan yang menjadi mitra Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diharapkan bisa meningkatkan investasi ke desa-desa.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi menjelaskan, bahwa pameran potensi desa merupakan ajang promosi dan sosialisasi, sebagai ajang pembangunan potensi di daerah perdesaan.

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

"Dengan adanya pameran potensi desa ini, secara tidak langsung akan ada interaksi dan komunikasi antar-daerah dan beberapa perbankan yang menjadi mitra kementerian, sehingga  bisa berdampak positif pada masyarakat desa," ujar Anwar Sanusi dalam sambutannya di Cianjur, Kamis (15/10).

Ulama Salaf Online

Dari beberapa pameran potensi desa yang sudah diselenggarakan, imbuh Anwar, sudah banyak beberapa daerah yang merasakan efek positif dari pameran yang diselenggerakan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

"Ini pameran yang keempat, dari pameran-pameran sebelumnya sudah ada beberapa desa yang berhasil menarik investor untuk berinvestasi di desa," tandasnya.

Ulama Salaf Online

Anwar juga menjelaskan alasan kenapa Cianjur dipilih sebagai tuan rumah pameran potensi desa Ke-4 di tahun 2015 ini. "Cianjur memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian, perkebunan, peternakan,  dan industri kerajinan. Dan Cianjur juga merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia," papar Anwar.

Sementara itu, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh berharap dengan adanya pameran potensi desa, desa-desa yang ada di Cianjur bisa mengembangkan potensi secara mandiri. Pasalnya, di masa akan datang desa akan menjadi garda depan dalam pembangunan wilayah.

"Oleh karena itu, masyarakat desa di dorong untuk menginisiasi, memprakarsai pembangunan desa secara langsung dengan mengacu keberagaman potensi desa yang menjadi kekuatan pendukung dalam pembangunan desa," ujar Tjetjep.

Potensi unggulan kabupaten Cianjur, menurut Tjetjep didominasi sektor pertanian yang mencapai 37 persen tanaman pangan. "Selain itu ada juga sektor pariwisata, perkebunan dan industri kreatif," imbuhnya.

Sebagai informasi, pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diikuti oleh beberapa pemerintah kabupaten seperti, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kendal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Dogiyai, Papua, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Utara yang mengkordinir 10 Peserta yang terdiri atas Mitra Kabupaten, Kabupaten Boltim, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Minut, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Kotamobagu.

Selain dari pemerintah daerah, peserta pameran potensi desa juga datang dari sektor perbankan mitra kementerian yaitu Bank BTN, juga UMKM dari Jawa Timur. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Sejarah, Kajian Ulama Salaf Online

Senin, 18 Desember 2017

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

Bandung, Ulama Salaf Online 

Persatuan Guru Nahdlatul Uama (Pergunu) bekerjasama dengan Universitas Islam Nusantara (Uninus) memberikan beasiswa pascasarjana S2 dan S3 bagi guru-guru NU kuliah di Uninus. Beasiswa tersebut berbentuk parsial, sehingga para guru NU hanya membayar 50 persen dari biaya kuliahnya.

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

"Beasiswa ini dimulai pada masa perkuliahan tahun akademik 2016-2017 dengan jumlah mahasiswa S2 PAI sebanyak 87 orang, S2 Manajemen Pendidikan sebanyak 47 orang dan S3 Ilmu Pendidikan sebanyak 37 orang," papar Ketua PP Pergunu H Saepuloh, di ruang kerjanya, Kamis (20/9).

Saepuloh mengatakan untuk tahun akademik 2017-2018 beasiswa diraih oleh 104 orang untuk S2 PAI. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya.

Ulama Salaf Online

"Sedangkan untuk S2 Manajemen Pendidikan dan S3 Ilmu Pendidikan masih dalam tahap seleksi dan akan diumumkan dalam waktu secepatnya," tambahnya.

Terkait persyaratan mendapatkan beasiswa tersebut, Saepuloh menjelaskan calon mahasiswa penerima beasiswa harus mempunyai kartu tanda anggota (KTA) Pergunu, rekomendasi dari PW Pergunu, dan lolos seleksi akademik di Uninus.

Selain dengan Uninus, Pergunu juga menjalin kerja sama dengan Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto memberikan beasiswa penuh untuk program S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam.

"Beasiswa S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam di Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), ini beasiswa full yang meliputi biaya kuliah, uang makan, asrama, dan pengajian di pondok pesantren," tutur Saepuloh

Beasiswa mahasiswa IKHAC diberikan kepada 68 orang guru NU perwakilan dari semua provinsi, dengan ketentuan mendapatkan rekomendasi dari PW Pergunu atau PWNU serta siap tinggal di Pondok Pesantren Amanatul Ummah selama mengikuti pendidikan. (Awis Saepuloh/Kendi Setiawan)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Sejarah, Berita Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Ulama Salaf Online yang kami hormati. Sebelumnya mohon maaf apabila pertanyaan kami tidak berkenan di hati. Kami hendak menanyakan hal yang terkait dengan aqiqah. Kebiasaan yang berlaku aqiqah itu dengan kambing sebagaimana yang kami ketahui selama ini.

Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Yang ingin kami tanyakan bolehkah aqiqah dengan sapi? Yang kedua, jika boleh apakah satu sapi bisa untuk aqiqah tujuh anak? Bolehkah menyembelih sapi dengan niat aqiqah sebagian orang dan niat qurban sebagian lainnya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Fajri/Pemalang)

Jawaban

Ulama Salaf Online

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. aqiqah memang masalah yang tak akan lekang oleh waktu. Ia selalu berkait-kelindan dengan kelahiran anak. Sepanjang masih ada kelahiran seorang anak manusia, selama itu pula aqiqah akan tetap melekat dan tak terpisahkan.

Ajaran tentang aqiqah sudah sangat terang-benderang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan, bahwa seorang bayi itu tergadakan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan dicukur rambutnya dan diberi nama.

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya, dan diberi nama,” (HR Tirmidzi).

Pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits tersebut adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagian, kenikmatan, dan nasab. Dengan demikian aqiqah adalah salah satu bentuk taqarrub kepada Allah dan manifestasi rasa syukur kepada-Nya atas karunia yang telah dilimpahkan.

Sudah jamak diketahui bahwa aqiqah jika bayi yang lahir adalah laki-laki adalah disunahkan dengan menyembelih dua ekor kambing. Sedang apabila perempuan disunahkan dengan menyembelih seekor kambing. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam masalah ini.

Sampai di titik ini sebenarnya tidak ada persoalan serius. Namun persoalan kemudian muncul jika pihak yang mempunyai anak ingin mengganti aqiqah berupa kambing dengan hewan lain, sapi misalnya. Di sini kemudian muncul pertanyaan, bagaimana hukumnya aqiqah dengan sapi? Lantas, apakah sapi bisa dibuat aqiqah untuk tujuh orang bayi?

Untuk menjawab hal ini ada baiknya kita tengok keterangan dalam kitab Kifayatul Akhyar. Dalam kitab ini dikatakan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (al-ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (al-ghanam). Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadits yang ada (li zhahiris sunah).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).

Jika kita cermati penjelasan dalam kitab Kifayatul Akhyar itu, dengan jelas mengandaikan kebolehan beraqiqah dengan unta atau sapi. Bahkan dengan sangat gamblang dikatakan di situ, bahwa pendapat yang lebih sahih adalah yang menyatakan bahwa beraqiqah dengan unta atau sapi lebih utama dibanding dengan kambing.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan kedua mengenai soal sapi yang dijadikan aqiqah untuk tujuh anak, apakah boleh? Dalam konteks ini diperbolehkan, bahkan jika ada beberapa pihak dengan niat yang berbeda sekalipun.

Misalnya ada tujuh orang yang patungan membeli sapi, dari ketujuh orang tersebut yang tiga berniat untuk aqiqah, sedang yang lainnya berniat untuk berkurban, atau hanya sekedar mengambil dagingnya untuk dimakan ramai-ramai atau mayoran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Jika seseorang menyembelih sapi atau unta yang gemuk untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan (isytirak) sekelompok? orang dalam hal sapi atau unta tersebut maka boleh, baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk aqiqah sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya untuk pesta (makan besar/mayoran),” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VIII, halaman 409).

Bagi orang tua yang anaknya belum diaqiqahi dan sudah memiliki rezeki yang lapang, sebaiknya segera diaqiqahi.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Senin, 11 Desember 2017

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menegaskan, penerapan kurikulum 2013 yang akan diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mesti mendukung terpeliharanya muatan lokal masyarakat setempat.

”Sebab setiap sekolah mempunyai kelebihan-kelebihan lokal yang harus tetap dikembangkan,” kata Sekretaris PP LP Ma’arif NU Zamzami kepada Ulama Salaf Online, Senin (2/4).

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

Zamzami menilai, kurikulum baru yang akan menggntikan KTSP ini lebih berorientasi saintifik. Siswa dituntut menemukan sendiri keilmuan yang ada, tanpa terlalu banyak menggantungkan diri pada pengajaran guru.

Ulama Salaf Online

”Secara prinsip LP Ma’arif mendukung. Tapi yang perlu diawasi kan implementasinya bagaimana,” ujarnya sembari mengatakan pihaknya siap terlibat dalam proses sosialisasi kurikulum 2013.

LP Ma’arif NU, 21-23 Januari lalu, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. Salah satu butir kesepakatan menyebutkan, pelaksanaan kebijakan Kemendikbud RI di lingkungan madrasah harus disesuaikan dengan karakteristik madrasah.

Ulama Salaf Online

Lembaga yang menaungi pendidikan dasar dan menengah NU ini juga mendorong, madrasah-madrasah NU untuk memasukkan nilai-nilai di masyarakat, seperti kepesantrenan, kearifan lokal, dan tradisi ketimuran lainnya dalam kurikulum 2013.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Kamis, 23 November 2017

ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Cirebon, Ulama Salaf Online

Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Cirebon menggelar seminar sehari, Kamis (4/2/2016) di Hotel Koening Jl Tuparev Cirebon, Jawa Barat. Seminar yang di ikuti oleh perangkat desa dari 100 desa yang berada di Kabupaten Cirebon ini menurut Selamet Supriyadi, ketua panitia Seminar, bertujuan mengajak perangkat desa untuk aktif menyosialisasikan bahaya radikalisme agama bagi masa depan NKRI dan masa depan kebergamaan di Indonesia. Apalagi gerakan radikalisme agama sudah mulai mendekat di desa-desa.?

Seminar bertajuk ‘Membendung Radikalisme Agama di Desa untuk Memperkuat NKRI’ ini menghadirkan Abdul Muiz Syaerozie dan Marzuki Rais sebagai narasumber. Menurut Muiz, gerakan radikalisme Agama di Cirebon sangat besar. Peristiwa Bom bunuh diri yang di lakukan oleh M Syarief di Polresta Cirebon beberapa tahun yang lalu, menurut ketua Cabang ISNU Cirebon ini, menjadi bukti bahwa Cirebon menjadi daerah rawan teroris.

ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Bukan hanya itu, orang-orang yang ditangkap Densus 88 lantaran terduga terlibat dalam Bom Sarinah di Jakarta Januari 2016 lalu, juga bearada di salah satu desa di Kabupaten Cirebon. “Ini menyedihkan. Cirebon sebagai kota wali, justru di dalamnya terdapat sekelompok masyarakat yang tidak mencerminkan keislaman para wali,” ungkap Muiz.

Oleh karena itu, keterlibatan para perangkat desa untuk menyosialisasikan bahaya radikalisme bagi masa depan NKRI kepada masyarakatnya menjadi sangat penting, mengingat desa merupakan jantung budaya bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi taraf pendidikan masyarakat desa yang rendah, dan kondisi kemiskinan yang masih banyak terjadi di desa menjadi pintu masuk bagi rekrutmen anggota kelompok gerakan radikalisme agama.?

Gerakan teroris di Cirebon banyak merekrut masyarakat desa yang minim pengetahuan tentang agama yang rahmatan lil ‘alamin. Kondisi ekonomi masyarakatnya yang miskin juga menjadi sasaran bagi rekrutmen anggota kelompok antitoleransi.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Marjuki Rais yang menjadi narasumber kedua memaparkan sel-sel jaringan teroris yang berada di Cirebon. Menurutnya, kelompok-kelompok yang ditengarai mengajarkan radikalisme agama di Cirebon cukup banyak. Satu sama lainnya memiliki kedekatan emosional dan sering bergerak bersama dalam melakukan aksi-aksi antitoleransi.

“Mereka kerap menebar kebencian antaragama dan menebar kebencian pada sekelompok ? aliran keagamaan tertentu,” ujarnya. (Dedi Suryadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Sejarah, Nasional Ulama Salaf Online

Selasa, 21 November 2017

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP

Banyuwangi, Ulama Salaf Online. Majelis Musyawarah Pengasuh Pesantren (MMPP) kembali digelar untuk yang ke 159, kali ini bertempat di Pondok Pesantren Darul Abror, Sukorejo Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/9). Ratusan jamaah memadati halaman Pesantren yang didirikan oleh Almarhum KH. Thohir Syafi’i ini.?

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP

Pengajian yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali tersebut diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Masruri (MWC Pesanggaran) dan dilanjutkan pengajian Ihya Ulumuddin Juz III yang dibawakan oleh Wakil Syuriah PCNU Banyuwangi, Kyai Zainullah Marwan. Dilanjutkan dengan sambutan dari KH. Masykur Ali, Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Kiai Masykur berpesan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak dengan memasukkan anak-anak ke pondok pesantren.

“Anak-anak zaman sekarang ini sudah sulit untuk dikendalikan. Sekolah-sekolah umum sudah tidak mampu untuk mendidik anak. Maka dari itu, putra putri njenengan-njenengan yang masih sekolah, sekolahkan di sekolah yang berbasis pondok pesantren. Untung kalau dipondokkan sekalian, Kita sebagai warga NU jangan sampai terlena dengan perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini,” tegas Kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Jalen ini.

Dalam sejarahnya, MMPP pertama kali dirintis oleh delapan tokoh ulama Banyuwangi. Diantaranya adalah KH. Dimyati Ibrahim dari PP. Mathali’ul Falah, Sepanjang, Glenmore, KH. As’adi Sufyan dan KH.Syam’ani dari PP. Nahdlatut Thullab, Sukonatar, Srono, KH. Syamsul Arifin dari PP. An-Nur, Sukomukti, Kebaman, Srono, KH. Imam Muhtadi dari PP. Raudlatul Muta’allimin, Simbar, Tampo, Cluring, KH. Zuhriddin dari Swaloh, Sumbersari, Srono, KH. Mas’ud Hakim dari Pengadilan Agama Kabupaten Banyuwangi dan KH. Mukhtar Syafa’at dari PP. Darussalam, Blokagung, Tegalsari.

Ulama Salaf Online

Dalam pertemuan pertama para kiai-kiai tersebut, KH. Mukhtar Syafa’at tidak dapat hadir. Namun, restu Kiai Mukhtar yang menjadi poin penting berdirinya MMPP. Kiai Mas’ud Hakim awalnya enggan untuk ikut serta merealisasikan kegiatan tersebut, sebelum ada restu dari Kiai Syafa’at yang saat itu tidak bisa hadir dalam rapat. Kemudian, ditemenai oleh Kiai Imam Turmudzi, Kiai Mas’ud berkunjung ke Blokagung.

Sesampainya di Blokagung, Kiai Mas’ud sebagai representasi pemerintah, mendapatkan keyakinan untuk mendeklarasikan MMPP pertama kalinya, setelah Kiai Syafa’at memberi restu. Sejak itulah dibentuk kepengurusan MMPP yang kala itu masih sebatas Banyuwangi Selatan. Yaitu wilayah Banyuwangi bagian selatan, terhitung dari Kecamatan Srono ke arah selatan.

Yang ditunjuk sebagai ketua pertama MMPP adalah KH. Dimyati Ibrahim yang akrab disapa Gus Dim Jadab. Namun, ditengah perjalanan sebagai ketua MMPP, Gus Dim terlebih dahulu dipanggil kehadiran Allah SWT. Saat itulah, KH. Mukhtar Syafa’at ditunjuk menjadi pengganti Gus Dim untuk memimpin MMPP.

Ulama Salaf Online

Di bawah kepemimpinan KH. Mukhtar Syafa’at, MMPP berkembang pesat. Jama’ahnya makin bertambah banyak dan secara keorganisasian makin tertata. Nomenklatur “selatan” yang sebelumnya menempel pada kata Banyuwangi, dihapus. Hal ini, bertujuan untuk menjadikan MMPP memiliki cakupan lebih luas.

Saat kepemimpinan KH. Mukhtar Syafa’at ini, awal mula dirintisnya pengajian kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali dalam rangkaian acara MMPP. Kitab Ihya’ Ulumuddin yang dikaji khusus Juz III (tiga) saja. Menurut KH. Aly Machfud Syafa’at, putra KH. Mukhtar Syafa’at, pemilihan Juz III kitab Ihya’ Ulumuddin, bukan tanpa alasan. Ada alasan spiritual yang melatarbelakangi. Dalam pemahaman Kiai Mukhtar Syafa’at, hati (inti) dari Kitab Ihya’ Ulumuddin ada pada juz III tersebut.

Dalam perkembangannya, MMPP resmi berada dibawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi semenjak tahun 2003, tepatnya hari Jum’at, 6 Juni. Kala itu, Rais PCNU Banyuwangi adalah KH. Hisyam Syafa’at, putra almarhum KH. Mukhtar Syafa’at. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Rabu, 15 November 2017

Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal

Lamongan, Ulama Salaf Online. Corp Brigade Pelajar dan Korp Pelajar Putri NU Paciran kabupaten Lamongan mendidik 60 pelatih untuk membimbing para kader di Kantor MWCNU Paciran, Kamis-Jumat (11-12/12). Utusan dari setiap komisariat dan ranting ini, dipersiapkan secara mental dan materi untuk mengawal kader CBP-KPP di kepengurusannya masing-masing.

Komandan CBP Paciran Jion mengatakan, CBP dan KPP Paciran tengah berbenah diri khususnya dalam rangka meningkatkan kemampuan agar menjadi fasilitator andal di pelbagai kesempatan.

Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

Korp Pelajar NU Paciran Persiapkan Fasilitator Andal

“Inilah alasan mengapa sering kali CBP KPP dipercaya untuk mengisi acara outbond di lembaga pendidikan utamannya saat MOP (masa orientasi pelajar) dan LATPIM (latihan kepemimpinan),” kata Jion.

Ulama Salaf Online

Ketua IPPNU Paciran Inayati Masadah mendukung upaya ini. Menurutnya, CBP dan KPP Paciran memang harus menjadi yang terbaik utamannya dalam menjadi fasilitator andal. Ia berharap kader setiap IPNU dan IPPNU Paciran menjadi pemateri pada MOP dan LATPIM. Sementara CBP dan KPP bisa ikut andil terutama dalam permainan out door.

Ulama Salaf Online

Salah satu peserta Aprilia Rohmawati menganggap penting pelatihan seperti ini. “Dengan acara ini kami tahu bagaimana menjadi fasilitator dan bisa menciptakan permainan-permainan yang baru. Kita juga belajar bagaimana mengondisikan peserta di luar ruangan,” kata April. (Ruri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, Santri, Pesantren Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al-Ghazali

Kitab Bidayatul Hidayah Imam Al-Ghazali menerangkan tentang adab seorang muslim ketika ia bangun (terjaga) dari tidurnya. Adab tersebut sebagai berikut:

1. Hendaklah berusaha sebisa mungkin untuk bangun sebelum subuh.

Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al-Ghazali

2. Hendaklah yang terlintas pertama kali dalam mulut dan hatinya adalah dzikir kepada Allah.

3. Membaca doa ketika bangun dari tidur dengan doa sebagai berikut

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ulama Salaf Online

Artinya:

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kami kembali. Aku memasuki pagi, sedang kekuasaan tetap hanyalah milik Allah, kemuliaan dan kekuasaan milik Allah pula. (Dialah) Tuhan seru sekalian alam.  Aku menyongsong pagi dengan kesucian Islam dan dengan kalimat ikhlas (syahadat) serta dengan agama (yang dibawa) Nabi Muhammad SAW. Juga dengan agama Bapak kami Ibrahim dengan berserah diri, serta bukanlah kami termasuk golongan orang-orang musyrik. Ya Allah dengan-Mu lah kami memasuki pagi dan sore, dengan-Mu lah kami hidup dan mati dan kepada-Mu lah kami kembali. Ya Allah kami mohon bangkitkanlah kami di hari ini pada kebaikan. Dan kami berlindung kepadamu dari mengerjakan keburukan ata mempekerjakan orang islam pada keburukan dan dipekerjakan orang untuk keburukan. Aku meminta kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan yang ada di dalamnya serta memohon perlindungan dari kejelekan hari ini dan kejelekan yang ada di dalamnya.

4. Ketika hendak memakai baju, maka niatkanlah karena mengikuti perintah Allah untuk menutupi Aurat, bukan untuk dipamerkan orang.

Sumber:

Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah

Syaikh Nawawi al-Bantani, Maraqi Al-Ubudiyyah Syarh Bidayatul Hidayah

(Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tokoh, Sejarah, Quote Ulama Salaf Online

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Jakarta, Ulama Salaf Online. Momen acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (5/9), menjadi berkah bagi para pedagang, dari yang menjual makanan, pakaian, perlengkapan ibadah, asesoris, batu akik, hingga pernak-pernik ke-NU-an.

Sebagian dari mereka menggelar tikar dan berderet di pelataran dan lingkungan masjid nasional itu. Sementara sebagian yang lain berjalan mondar-mandir di antara kerumunan massa atau di tepi jalan menuju pintu masuk.

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernak-pernik Muktamar Masih Laris di Pasaran

Salah satu pedagang asal Bekasi, Jawa Barat, Erma (40) mengaku senang dengan acara pelantikan ini. Siang itu ia menjejer kaos bergambar logo Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang, 1-5 Agustus lalu.

Ulama Salaf Online

Menurut Erma, meski Muktamar NU telah berlangsung satu bulan yang lalu namun peminat kaos dagangannya masih cukup banyak. Sejenak saja ia duduk menunggu, pembeli sudah menghampirinya.

Ulama Salaf Online

"Tapi ya nggak kayak Muktamar dulu. Waktu itu saya bawa 3000 kaos. Laris. Hanya sisa ratusan," kata Erma yang saat itu didampingi dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Hal serupa juga dirasakan Heri (34), pemilik NU Distro, yang mangkal di tepi sungai depan Masjid Istiqlal. Pria asal Cirebon ini datang sejak pukul 11.00. Heri memang spealis menjual kaos bergambar logo NU atau tokoh-tokoh NU. Di lapaknya juga tampak stiker dan pin bernuansa ke-NU-an.

Kendati tak seberuntung ketika pembukaan Munas 2015 bulan lalu di tempat yang sama, Heri mengaku tetap meraup laba cukup banyak.

Ditanya tentang acara pelantikan PBNU periode 2015-2020, ia mengungkapkan harapannya kepada para pengurus baru. "Semoga lebih merangkul masyarakat, bekerja lebih keras, kembali ke Khittah (1926, red). Tidak ada agenda politik praktis," ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri ribuan warga NU dari berbagai daerah. Sebagian besar datang berombongan dengan menggunakan bus. Hadir pula Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja, dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Internasional, Sejarah Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Pusat LP Maarif NU mengkukuhkan ketua umum baru PP LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015, di Kantor PBNU lantai lima Jakarta Pusat, Rabu (16/1) siang. Pengukuhan dan pelantikan ini dihadiri oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

Pelantikan ditandai dengan serah terima jabatan oleh Mansyur Ramly, Ketua Umum PP LP Maarif NU masa khidmat 2009-2012 kepada KHZ. Arifin Junaidi, Ketua Umum baru. Sedikitnya 25 pengurus harian LP Maarif NU turut menyaksikan pelantikan ketua umum baru.

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Upacara pelantikan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan selawat Nabi Muhammad SAW. Seremoni dilanjutkan dengan pembacaan berita acara oleh Zamzami, Sekretaris baru LP Maarif NU.

Ulama Salaf Online

Sementara isi berita acara menyebutkan, penyerahan kepengurusan oleh Mansyur Ramly, Mamat Burhanuddin, dan Khoiron, jajaran pengurus lama sebagai pihak pertama kepada KHZ. Arifin Junaidi dan Zamzami, pengurus baru sebagai pihak kedua.

Usai pembacaan berita acara, pihak pertama dan pihak kedua menandatangani surat serah terima jabatan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

Ulama Salaf Online

Untuk melengkapi acara, panitia memberikan kesempatan bagi Mansyur Ramly, KHZ. Arifin Junaidi, dan Marsudi Syuhud untuk menyampaikan kata sambutan. Upacara pelantikan dan pengukuhan kepengurusan baru LP Maarif NU diteruskan dengan pembacaan SK PBNU untuk LP Maarif NU. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Sri Mulyati.

“Kami mohon bantuan pengurus harian dalam mengemban amanah kepengurusan ini. Dalam berkhidmat untuk NU pun, saya mengaharapkan bapak Mansyur Ramly yang kini sebagai penasehat Maarif NU untuk membimbing kami,” kata Arifin dalam sambutannya.

Upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum baru LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015.

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Penulis: Alhafiz Kurniawan


Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, AlaSantri Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock