Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

Subang, Ulama Salaf Online. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang Jawa Barat resmi dilantik oleh Rais PCNU Subang KH Agus Salim di halaman Masjid Besar Kecamatan Dawuan pada Rabu (25/3).

Pada pelantikan yang sekaligus pengajian bulanan Muslimat NU Subang itu, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH Musyfiq Amrullah sangat mengapresiasi kinerja pengurus MWCNU Dawuan dan mengharapkan kepada mereka agar lebih aktif lagi dalam berorganisasi.

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

"Saya mengharapkan agar pengurus MWCNU Dawuan lebih baik dari sebelum dilantik. Karena sebelum dilantik saja sudah banyak kegiatan, apalagi kalau sudah dilantik," katanya.

Ulama Salaf Online

Di tempat terpisah, Ketua MWCNU Dawuan, Toto Ubaidillah Haz mengatakan program unggulan MWCNU Dawuan adalah di bidang ekonomi, bahtsul masail, dan pendidikan.

Ulama Salaf Online

"Program unggulan kita mungkin lebih ke di bidang ekonomi agar para pengurus bisa sejahtera sehingga dalam kegiatan tidak terlalu pusing dalam mencari dana,” teranganya.?

Menurut dia, kegiatan kegiatan pelantikan tersebut juga tidak meminta pihak lain dengan proposal. Panggung, sound system, konnsumsi disediakan MWCNU.?

Dalam kesempatan itu, turut hadir Bupati Subang, Camat Dawuan, Kepala Kemenag Subang dan para Pengurus PCNU serta ratusan ibu-ibu pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Subang. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, AlaSantri, Nasional Ulama Salaf Online

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran

Pohuwato, Ulama Salaf Online. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani mengatakan, untuk memperjuangkan kebenaran maka umat Islam harus berorganisasi agar gerakan dan dakwah mereka menjadi terorganisir dan tertata.

“Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan kebatilan yang terorganisir,” kata Kiai Manan dalam acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Pohuwato Provinsi Gorontalo, Rabu (6/12).

Pada dasarnya, lanjutnya, perjuangan itu tidak bisa dilakukan sendirian. Nabi Muhammad, juga menghimpun sahabat-sahabatnya untuk bersama-sama menyebarkan dan mendakwahkan Islam kepada masyarakat Arab zaman itu.

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran

Menurut dia, manusia diciptakan Allah itu sebagai umat atau kelompok, bukan individu-individu yang berdiri sendiri karena manusia itu secara kodrati adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan yang lainnya. 

Wakholaqol insanu dho’ifa (dan aku Allah menjadikan manusia itu lemah),” ucapnya mengutip ayat Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Kiai Manan menuturkan, dengan adanya organisasi yang menjadi kekuatan masyarakat sipil maka konflik antar anak bangsa bisa diredam. Di Indonesia ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas lainnya sehingga tidak ada konflik langsung antara masyarakat dengan pemerintah. 

Ulama Salaf Online

“Di Indonesia ada kiai-kiai yang terorganisir di bawah NU misalnya. Sehingga tidak mudah diprovokasi,” jelasnya.

Sementara di beberapa negara Islam seperti Afghanistan, Suriah, Yaman, Irak, dan lainnya tidak ada kekuatan masyarakat sipil seperti di Indonesia. Ketika terjadi konflik antara satu dengan yang lainnya, maka mereka tidak mudah didamaikan.

Ulama Salaf Online

“Berorganisasi harus, berorganisasi itu penting,” cetusnya.

Kenapa harus ber-NU

Kiai asal Cirebon itu menyebutkan, ada tujuh alasan mengapa umat Islam Indonesia –bahkan dunia- harus ikut organisasi NU, yaitu NU didirikan para ulama, ulama adalah pewaris nabi, ulama NU adalah penerus Wali Songo, NU berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah, sanad keilmuan NU sampai kepada Nabi Muhammad, NU berdiri di atas kebenaran, dan NU memiliki pandangan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sesuatu yang sudah final.  

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ta’mir Masjid PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng dan Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Nasional Ulama Salaf Online

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

Cirebon, Ulama Salaf Online. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Machasin mengungkapkan bahwa, di ranah keluarga, ulama perempuan mempunyai peluang yang besar dalam membentuk kepribadian anak-anak, memberi bekal kepada mereka untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat dan membentuk keluarga sendiri.

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

“Ia dapat membentuk ruang keluarga yang memungkinkan pribadi-pribadi yang hidup di situ berkembang secara wajar, menjadi sandaran jiwani,” kata Machasin dalam makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4).

Menurutnya, di ranah publik banyak ruang kosong yang tidak dapat diisi oleh fungsi keulamaan laki-laki.

Hal itu Karena pada realitasnya, lanjut Machasin, agama yang menganjurkan persatuan justru memisah-misahkan orang. Menganjurkan kasih sayang, tapi justru menimbulkan banyak peperangan yang menumpahkan banyak darah. Menganjurkan kelembutan, tapi justru muncul banyak orang yang keras dan bengis.

Ulama Salaf Online

“Berperan dalam ruang publik yang sudah didominasi laki-laki tidak berarti ulama perempuan mesti bersaing, namun mengisi apa yang belum terisi, meluruskan yang menyimpang, dan memberikan kelembutan,” katanya.

Menurutnya, setidaknya perempuan memiliki tiga kekuatan yang tidak atau jarang dimiliki ulama laki-laki, yaitu ilmu agama yang peka terhadap adanya ketidakadilan dan penindasan, kelembutan, dan kepemimpinan yag melindungi dan mencintai umat yang dipimpin.

Ulama Salaf Online

Selain Machasin, hadir pula menjadi pembicara pada seminar tersebut, yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Arijawinangujn Cirebon KH Husein Muhammad, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, dan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yogyakarta Siti Aisyah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, RMI NU, Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Sampang, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sampang bertakziah ke rumah duka bersama sahabat-sahabat PAC dan Banser, Selasa (6/2) siang. Mereka melakukan tahlil dan doa bersama untuk mendiang guru budi.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu sempat beredar perihal seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun Sampang Ahmad Budi Cahyanto yang meninggal setelah dianiaya muridnya sendiri yang berinisial NL.

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Guru Budi meninggal akibat mengalami pecah pembuluh darah di batang otak sehingga membuat seluruh organ dalam tidak berfungsi hingga merenggut nyawanya.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Sampang Gus Khoirul Anwar menuturkan bahwa takziyah ini merupakan kegiatan solidaritas kemanusiaan sekaligus belasungkawa mendalam dari jajaran GP Ansor Sampang.

"Takziah ini merupakan wujud dari rasa belasungkawa dan solidaritas kami kepada almarhum."

Ulama Salaf Online

Sementara Gus Amin Syafiuddin menambahkan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan moral kepada keluarga agar senantiasa ikhlas melepas kepergian sang guru.

"Semoga keluarga guru Budi tetap tabah dan sabar serta bisa mengikhlaskan kepergiannya," imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Kabupaten Sampang.

"Kami atas nama GP Ansor Sampang berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali." (Ainur Ridho/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 05 Februari 2018

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU berencana akan mengumpulkan para pengasuh pesantren se-Jawa. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat.

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren

Draf acuan kegiatan (ToR) yang diterima Ulama Salaf Online menyebutkan, pertemuan para kiai ini akan diwujudkan dalam bentuk halaqah bertema “Penguatan Peran Pesantren sebagai Pusat Peradaban” di Jakarta, 29-30 Desember 2012.

Rencananya, 40 pengasuh pesantren yang menjadi peserta akan memetakan potensi pesantren, terutama dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya; merumuskan strategi penguatan kelembagaan dan kerja sama lintas sektor; serta merumuskan aksi bagi upaya penguatan pesantren sebagai pusat peradaban.

Ulama Salaf Online

Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama, RMI bertekad akan mengembalikan fungsi pesantren sebagai agen perubahan sebagaimana yang dilakukan generasi pendahulu.

Ulama Salaf Online

“Pesantren tidak hanya  menjadi lembaga agama, tetapi juga menjadi lembaga sosial yang mengemban fungsi-fungsi kemasyarakatan bagi komunitas di sekitarnya,” demikian bunyi ToR acara halaqah pengasuh pesantren ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

Indramayu, NUOnline

Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (31/10) malam mengikuti kuliah umum perdana di Kampus STIDKI NU sekaligus Kantor PCNU Indramayu, Jln. Gatot Subroto No.09 Indramayu. Kuliah umum tersebut digelar sebagai tanda dimulainya perkuliahan di perguruan tinggi milik Nahdlatul Ulama tersebut.

Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu yang juga Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, menegaskan pentingnya nasionalisme di kalangan mahasiswa. 

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

“Dengan digelarnya kuliah umum perdana ini, selain untuk menandai dan membekali para mahasiswa dalam menempuh perkuliahan di STIDKI NU Indramayu, juga untuk membekali mahasiswa pemahaman kebangsaan," papar Doktor jebolan Jerman tersebut.

Menurutnya saat ini masih ada kelompok-kelompok yang terus menerus mempersoalkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mahasiswa sebagai kader terdidik NU, kata Rektor, harus tampil ke depan membela negara dan bangsa dari berbagai ancaman dan rongrongan.

KH. Muhammad Faris Elhaq Fuad Hasyim dari Buntet Pesantren Cirebon sebagai narasumber Kuliah Umum Perdana menguraikan pentingnya pemahaman kebangsaan bagi para mahasiswa dan kader NU. 

Ulama Salaf Online

“Hanya NU yang bisa berbicara mengenai empat pilar kebangsaan secara fasih dan benar, bahwa Pancasila itu sudah syar’i; UUD 1945 itu sudah syar’i; Bhinneka Tunggal Ika itu sudah syar’i dan NKRI juga sudah syar’i, sehingga wajarlah jika para pendiri NU menegaskan bahwa hubbul wathon minal iman, atau cinta tanah air itu sebagian dari iman,” urainya.

Ulama Salaf Online

Dikatakan Kiai Fariz, dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu merupakan kebanggan bagi warga NU Indramayu khususnya dan Jawa Barat umumnya, karena dengan adanya perguruan tinggi milik NU tersebut, akan menjadi kawah candra dimuka bagi kader-kader NU dan ulama yang mumpuni secara intelektual, memiliki nasionalisme yang tinggi dan menjaga Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

“Saya merasa bangga dengan berdirinya STIDKI NU Indramayu, saya yakin perguruan tinggi milik NU ini akan mejadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang,” pungkasnya.

Sebelumnya, bakda shalat Maghrib, para mahasiswa mengikuti istighotsah. Istoghosah tersebut untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus mendoakan para orang tua asuh dan donator yang telah membiayai mereka sehingga para mahasiswa STIDKI NU Indramayu bisa mengikuti perkuliahan secara gratis.

Selain itu, mahasiswa juga membacakan ikrar sebagai wujud kecintaan mereka kepada tanah air. 

Berikut teks lengkap ikrar yang dibacakan tersebut;

Kami mahasiswa STIDKI NU Indramayu berikrar: selalu setia dan siap siaga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.  Kami siap berdiri di depan melawan siapa pun yang merongrong Pancasila, serta pantang menyerah dalam mengawal cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan semangat Revolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

(Iin Rohimin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Bahtsul Masail, Nasional Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Jakarta, Ulama Salaf Online. Anggota Senat Australia, Nick Xenophon, Selasa (10/3/2015) datang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ? (PBNU) untuk meminta dukungan atas keinginan pemerintahnya agar hukuman mati terhadap duo Bali Nine ditunda.?

"Kami sadar (pemberlakuan) hukuman mati ini hak Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu kami tidak meminta dibatalkan, tapi mohon untuk itu ditunda, agar ke depan juga bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Australia bahwa narkoba membawa bahaya yang sangat besar," kata Imam Masjid Afghan, Adelaide, Australia, Syech Kafrawi Abdurrahman Hamzah, peterjemah sekaligus pendamping kedatangan Nick Xenophon ke PBNU.?

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Dua orang delegasi dari Australia itu diterima oleh Syuriyah PBNU KH. Masdar F. Masudi, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsyudi Syuhud, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra, Ketua PBNU H. Mohammad Maksoem Mahfudz, H. Slamet Efendi Yusuf, H. Iqbal Sullam, dan H. Kacung Marijan.?

Ulama Salaf Online

"Jadi kami ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia, dan juga umat agama lain di sini, termasuk Pemerintah Indonesia, bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sudah menunjukkan keinginan bertobat yang kuat. Islam adalah agama rahmat, mengedepankan pengampunan, maka sudah sewajarnya dua warga Australia itu mendapatkan pengampunan," tambah Kafrawi.?

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut Kafrawi mengatakan, pihaknya khawatir jika hukuman mati tetap diberlakukan terhadap duo Bali Nine maka yang terjadi adalah permusuhan antara Australia dan Indonesia.?

Menjawab keinginan yang disampaikan delegasi Australia, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud menegaskan sikap PBNU yang mendukung hukuman mati terhadap pengedar dan bandar narkoba.?

"Tidak semua hukuman mati kami dukung. Ketika Pemerintah Mesir akan mengeksekusi mati tahanan politik, kami bersurat ke PBB agar bisa menghentikan itu. Tapi kalau narkoba beda, karena narkoba sudah membunuh 50 orang di Indonesia setiap harinya," tegas Marsudi.?

Nick Xenophon mengaku bisa menerima sikap keras PBNU terhadap rencana hukuman mati duo Bali Nine. Meski tetap berharap hukuman mati ditangguhkan, dia mengaku tak bisa mengintervensi hukum yang diterapkan di Indonesia. (Samsul Hadi Karim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Hikmah Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan

Malang, Ulama Salaf Online. Bulan Ramadhan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini IPNU-IPPNU Anak Cabang Blimbing Kota Malang mengadakan acara Safari Ramadhan Penuh Hikmah 2013 Bareng IPNU IPPNU Ancab Blimbing. 

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan

Acara yang berlangsung setiap akhir pekan di bulan Ramadhan 1434 H ini dilaksanakan di halaman Masjid Sabilillah.

Dibuka dengan penampilan grup sholawat IPNU-IPPNU Komisariat SMKN 5 Malang, hari Sabtu,13 Juli 2013 bada Ashar, suasana di halaman Masjid Sabilillah kian ramai. Acara berlangsung hingga pukul 17.00, dilanjutkan dengan pengajian sebelum berbuka puasa dan pembagian takjil.

Ulama Salaf Online

Pada hari Ahad, diadakan ajang kreasi patrol yang diikuti oleh grup patrol dari wilayah Kecamatan Blimbing. "Alhamdulillah acara berlangsung cukup meriah, walaupun sempat diguyur hujan yang semakin menambah suasana menjadi lebih berkesan,” ungkap Maziatul Hikmah, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Ulama Salaf Online

Tampil sebagai pemenang adalah grup Kicauan Kuda dari Kelurahan Polowijen yang menampilkan patrol dengan iringan musik kontemporer ala remaja Polowijen.

Tampil sebagai juri adalah M Afifudin dari Lesbumi kota Malang serta Hisbullah Huda perwakilan dari media.

"Acara seperti ini harus bisa dikemas semakin menarik supaya tidak hancur oleh jaman dan semoga tahun depan IPNU-IPPNU bisa mengadakan kegiatan yang tak kalah menarik lagi,” ungkap rekan yang lebih akrab dipanggil Mas Hisa yang juga pernah menjadi presenter di salah satu televisi lokal tersebut.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Uswatun Hasanah, Elfy Rahmanita

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Pertandingan, Nasional Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Magelang, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengharapkan kehadiran parlemen Israel dalam suatu pertemuan parlemen berbagai negara di Pulau Bali jangan sampai memicu keributan di Indonesia.

"Sebenarnya Israel itu tidak tanggungan Indonesia karena yang mengundang itu perkumpulan parlemen internasional, mudah-mudahan tidak ada apa-apa, tidak ada keributan, itu sudah tidak tanggungjawab nya Indonesia," katanya di Magelang, Kamis.

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Rencananya pertemuan Inter Parliamentary Union (IPU) ke-166 diikuti 148 negara termasuk parlemen Israel berlangsung di Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007.

Ia menyatakan kawatir kehadiran parlemen Israel dalam pertemuan itu menimbulkan keributan, demo dan gangguan kamtibmas sehingga mengakibatkan citra Indonesia di mata internasional buruk.

Apalagi, katanya, kehadiran parlemen Israel dikawatirkan menimbulkan aksi terorisme yang memanfaatkan situasi yang ada. "Kalau sampai terjadi demo, gangguan, Indonesia sekalipun tidak ngundang juga kena, apalagi kalau ada teroris dan teroris biasanya sangat senang mengada-ada Israel," katanya.

Ia mengharapkan, pertemuan IPU yang akan digelar di Indonesia itu bisa berlangsung lancar. "Kita cuma mengharapkan agar selamat," kata KH Hasyim Muzadi. (ant/kut)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Santri, Nasional, Humor Islam Ulama Salaf Online

Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri

Rembang, Ulama Salaf Online. KH Ahmad Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus meminta seluruh santri di Indonesia untuk menjaga toleransi terhadap mereka yang tidak setuju dengan penetapan Hari Santri, yang jatuh pada 22 Oktober. Para santri, kata Gus Mus, tidak perlu terpancing emosi oleh perbedaan pendapat.

Demikian disampaikan Gus Musa saat menerima kedatangan rombongan peserta Kirab Panji Resolusi Jihad sekaligus peringatan Hari Santri yang singgah di pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Senin (19/10) pagi.

Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Santri NU Jangan Reaktif Soal Keberatan Hari Santri

"Kalau ada kelompok lain kurang sependapat, santri sebaiknya tetap menghormati. Semisal belakangan dari kalangan Muhammadiyah tidak setuju penetapan Hari Santri Nasional, santri NU jangan menyerang balik.”

Ulama Salaf Online

Gus Mus berharap semua pihak mewaspadai kemungkinan adanya upaya pihak-pihak tertentu yang hendak membenturkan antara NU dan Muhammadiyah, dan memecah belah keduanya.

“Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah merupakan aset kekayaan bangsa Indonesia. Jika kedua belah pihak dapat dibenturkan dan hancur, negara ini pun bisa hancur,” kata Gus Mus.

Ulama Salaf Online

Ia meminta, kedua belah pihak dapat menahan diri dan saling menghormati tentang adanya perbedaan perihal Hari Santri yang telah ditetapkan pemerintah dan diperingati oleh para santri NU. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Nasional, Aswaja Ulama Salaf Online

Senin, 08 Januari 2018

Belajar Toleransi dari Italia

Italia adalah negara penuh peradaban. Bukan hanya olahraga sepak bolanya yang melegenda, tetapi keagamaan dan budaya tetap dijaga. Banyak kota-kota di Italia yang menjadi landmark atau brand iconic dunia, salah satunya adalah Pisa yang terkenal dengan menaranya yang miring. Orang biasa menyebutnya menara miring Pisa.

Roma yang merupakan sumber peradaban kuno juga dikenal sebagai kerajaan Romawi Kuno. Colloseum yang sering kita baca sebagai tempat diadunya para gladiator sampai mati, juga istana dan benteng Kaisar Nero yang terkenal sangat sadis. Roma sampai hari ini masih menyimpan rapi bukti-bukti sejarahnya. Dahulu kota ini terkenal dengan Imperium Romawi. Banyak benteng kokoh sebagai tembok pertahanan.

Belajar Toleransi dari Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi dari Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi dari Italia

Sebagai warga Indonesia, saya berbangga dengan Indonesia. Di kota Roma ini, Indonesia memiliki kantor di pusat kota yang strategis. Tidak banyak negara yang dapat memiliki atau menempati kantor sebagai kedutaan di Via Campania, Kota Roma ini, karena mungkin saja di sekitar gedung di sini sudah tidak boleh lagi dimiliki sendiri.

Selain Indonesia yang kantor kedutaannya berkedudukan di Via Compania, adalah Amerika Serikat dan Jepang yang kantor kedutaannya di zona yang tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan ini.

Ulama Salaf Online

Toleransi di Itali, terlihat? seperti di Milan, Roma, dan Vatikan yang tampak sangat damai. Sering adanya undangan dialog keagamaan dari Vatikan untuk Muslim di Roma agar menjaga keharmonisan, kerukunan antarumat beragama, dan keutuhan kebangsaan. Begitu yang diceritakan oleh Adnan kepada saya.

Adnan adalah seorang staf KBRI yang juga ahli hukum Islam. Kepada saya, ia banyak menjelaskan toleransi di Roma. Banyak pemuka agama di Vatikan yang bahkan lebih tahu tentang hukum-hukum dalam keislaman dibandingkan umat Islam sendiri di sini. Sebagai Muslim seharusnya kita termotivasi untuk mempelajari keislaman lebih banyak, dengan menyediakan waktu untuk membaca dan belajar Al-Qur’an.

Ulama Salaf Online

“Sebagai Muslim yang minoritas, yang berada di negara dengan mayoritas Katolik, haruslah tetap berbuat baik, sopan santun, dan berakhlak baik,” kata Adnan.

Ia pun menyarankan kepada saya setiap menyampaikan ceramah Ramadhan tidak menyentuh masalah-masalah yang berbau politik, apalagi masalah-masalah hubungan negara yang diplomatik. Tidak memberikan keterangan-keterangan yang memancing kerisauan umat Islam. Apalagi di sini background mereka berbeda-beda.

***

Lebaran di Italia tidak semegah dan semeriah di kampung halaman, Indonesia. Takbiran pun dibatasi, menghormati tetangga yang sedang istirahat. Begitu juga dengan izin mengadakan keramaian kepada polisi setempat. Jangan tanyakan tentang takbir keliling di Italia, itu jelas tidak ada.

Beruntung bagi diaspora Muslim Indonesia di Roma, karena KBRI menyelenggarakan shalat Idul Fitri di halaman wisma dan difasilitasi oleh Nadwah Ukhuwah Roma (NUR) yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.

Saya berkesempatan mengimami dan memberikan khutbah Idul Fitri. Saya sampaikan judul khutbah, “Menjadi Manusia Ramadhan yang Mandiri dan Rabbani”. Judul itu sengaja saya pilih yang berisi uraian bagaimana pemantapan tauhid kita bersama.

Karena suasana lebaran masuk musim panas, ini jadi ujian juga, terutama ujian pandangan. Panasnya menyengat, karena suhu di Roma pada akhir bulan Juni ini mencapai 31 derajat.

Bagi penduduk Italia, ini waktunya berlibur. Sekolah libur tiga bulan lebih. Yang punya uang banyak bisa liburan ke luar negeri. Yang uangnya pas-pasan liburan di pantai sekitar Italia. Bagi saya ini agak aneh. Saat? panas mereka ke pantai berjemur. Saat musim dingin mereka ke gunung. Bukannya malah tambah panas ketika musim panas, dan tambah dingin ketika musim dingin?

Diaspora Indonesia, terutama para mahasiswa ada yang pulang kampung ke Indonesia. Karena musim panas ini, adalah libur panjang di Italia. Libur bulan Juni hingga pertengahan September.

Para pekerja di Italia ada yang bisa mengambil cuti, ada juga yang tidak bisa mengambil cuti, tergantung bidang pekerjaannya. Mereka yang bisa ambil cuti, bisa jalan-jalan menikmati indahnya pemandangan alam Italia. Italia juga terkenal dengan batu alamnya. Granit, marmer, keramik, semuanya terunggul di dunia. Batu alam Italia terkenal kokoh dan cantik. Marmer dan bebatuan Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, sebagian besar berasal dari Italia.

Banyak lokasi yang bisa dikunjungi di Italia saat libur lebaran. Colloseum di Roma, tempat para gladitor diadu dengan hewan sampai mati. Pantheon, gereja tua yang dibangun pada tahun 27 Masehi. Trevi Fountain, air mancur yang mitosnya pengunjung akan balik ke Roma jika melempar koin ke dalam kolamnya. Menara miring Pissa, termasuk gereja-gereja besar di sekitar Roma. Eldumo di Milan. Stadion-stadion sepak bola Sansiro, Turino, Olimpico. Begitu juga wisata? sejarah? di Napoli, Kampung Pompeyy. Ada juga wisata air Venesia.

Sayangnya saya tidak bisa menyusuri keindahan Venesia dan Pompeyy. Padahal keduanya adalah wisata terkenal di Italia yang bisa dijadikan sebagai wahana tadabbur alam. Venesia adalah wisata kampung air yang dapat dibilang terbaik di dunia. Pompeyy adalah kampung yang penduduknya berbuat maksiat dan langsung diazab dengan lahar panas gunung Vesuviius di Napoli.

Menurut orang-orang yang sudah sampai ke sana, Irwanda, staff KBRI salah satunya, sisa-sisa sejarahnya masih utuh. Kerangka mereka terlhat seperti berbuat maksiat waktu dulu. Memang letaknya sangat jauh dari kota Roma. Membutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan dengan bus atau 5-6 jam dengan kereta. Harus kuat fisik juga menyusuri keindahannya.

Mengisi liburan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan memang penting, sebagai bentuk membaca kebesaran ciptaan Allah yang memang harus dijadikan pelajaran.

Tetapi, lebih penting lagi, karena suasana masih dalam Idul Fitri adalah mengunjungi orangtua, kerabat, teman, dan keluarga. Itu yang lebih utama, sebagaimana Rasulullah bersabda, “Siapa yang mau diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, sambunglah silaturrahmi,” (HR Muslim).

H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai dan Media Internasional (TIDIM) LDNU, dan Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma, Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Syariah Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahya Purnama (Ahok) mendukung gerakan advokasi dan sosialisasi imunisasi pentavalen Muslimat NU. Ahok melihat kehadiran Muslimat NU yang berbasis kaum ibu cukup strategis dalam melakukan penyuluhan imunisasi pentavalen khususnya di DKI Jakarta.

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahok Buka Gerakan Imunisasi Pentavalen Muslimat NU

“Muslimat NU bisa bantu kami pemerintah soal RT siaga. Kita ingin Muslimat NU terdepan dalam melayani warga, bagaimana anak panas, dan lainnya,” kata Ahok membuka advokasi dan sosialisasi imunisasi pentavalen Muslimat NU di balai agung Kantor Balai Kota jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Jumat (23/10) siang.

Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta Muslimat NU untuk hadir mengisi kerohanian warga Jakarta. “Di Jakarta tidak cukup orang hanya pintar. Mereka juga harus memiliki rohani yang kuat. Orang harus tahu dirinya dan tahu Penciptanya,” kata Ahok di hadapan sedikitnya 150 pengurus Muslimat NU di Jakarta.

Ulama Salaf Online

Muslimat NU DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Kemenkes RI, akan menggarap pendampingan dan sosialisasi imunisasi pentavalen di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

Ulama Salaf Online

“Tiga kota itu kita garap berdasarkan tingginya angka kematian bayi dibandingkan Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, maupun Jakarta Selatan,” kata Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim.

Imunisasi pentavalen ini terbilang memudahkan, Ketua PP Muslimat NU bidang Kesehatan Hj Rosmani Sudibyo manambahkan. Menurutnya, dengan imunisasi ini orang tua tidak perlu lagi mengatur jadwal imunisasi lainnya. Karena pentavalen mengandung lima vaksin yang dibutuhkan balita seperti vaksin polio, meningitis, hepatitis b, dan lainnya.

Sementara Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada anggota Muslimat NU di Jakarta untuk mengawal imunisasi pentavalen. “Monitoring terhadap vaksinasi itu harus. Penelantaran anak bukan hanya karena tidak memberikan makan yang cukup, tetapi juga membiarkan mereka tumbuh tanpa vaksin.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, AlaNu Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Wonosobo, Ulama Salaf Online?

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberikan modal usaha kepada 120 fakir miskin. Pemberian secara simbolis dilakukan pada Istighosah dan Pengajian sebagai salah satu rangkaian Rapat Pleno PBNU di kampus Unsiq, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat malam (6/9).

Menurut Direktur Eksekutif LAZISNU Amir Ma’ruf, total sumbangan kepada mereka adalah 120 juta rupiah. Sumbangan didapat PP LAZISNU dari dana kebajikan CIMB Niaga Syariah di Jakarta pada akhir Ramadhan lalu.?

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

“Penerima tidak hanya warga di Wonosobo, tapi di beberapa LAZISNU cabang pulau Jawa, Cabang Kalimantan dan Sumatera,” jelasnya. ?

Ulama Salaf Online

Amir menjelaskan, kriteria warga yang diberi sumbangan adalah, tergolong fakir miskin dan mereka memiliki potensi pembangunan usaha. “Supaya duit itu tidak konsumtif, tapi untuk modal usaha.”?

Kemudian, kata Amir, LAZISNU tidak melepas begitu saja. Supaya sesuai dengan tujuan, LAZISNU mendampingi mereka di bidang marketing, manajemen, dan pendampingan rohani, “Problem pemberdayaan umat itu tidak ? hanya pada modal, tapi soal pendampingan yang tiga itu,” katanya.

Ulama Salaf Online

Manajemen diperlukan untuk mendorong mempu mengelola modalnya. Marketing , supaya mereka mampu memasarkan produknya. “Pendampingan rohani dilakukan karena fakir itu dekat dengan kekufuran, dan dekat dengan kepasrahan dan menyerah.”?

Yang jelas, kata Amir, LAZISNU berpandangan bahwa mereka tidak cukup diberi modal usaha, tapi didampingi, ditongkrongin.?

Kemudian nanti dilakukan evaluasi pada forum-forum bulanan yang dikemas pada saat pengajian, sharing persoalan, dan pemecahan masalah. “Di samping tim lazisnu melakukan monitoring langsung.”?

Penyerahan modal usaha tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj dan perwakilan CIMB Niaga Cabang; kepada Slamet Sugiyarto dari Kalibeber dan Darsinah dari Jaraksari. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Nasional Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Blitar, Ulama Salaf Online

Pembuatan Kartanu di Wilayah Kabupaten Blitar, 4 April kemarin mulai dilaksanakan. Pemotretan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gandusari. 

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Mengingat luasnya wilayah MWC, maka pemotretan dilakukan di 48 titik secara pergantian.

Sambutan warga NU dan banomnya sangat luar biasa. Hal ini terlihat, sejak pagi hari para anggota sudah siap menunggu petugas pomotretan setelah lebih dulu didaftar oleh panitia. 

Ulama Salaf Online

Alhamdulillah antusias warga NU secara keseluruhan sangat bagus. Semoga target NU Kabupaten Blitar bisa terpenuhi,’’ ujar H Mohammad Faizin kepada Ulama Salaf Online, Jum’at.

Ulama Salaf Online

Menurut Faizin, target awal PCNU Kabupaten Blitar bisa membuat setidaknya 25 ribu Kartanu. Namun melihat antusias anggota NU, khususnya dukungan para anggota badan otonom, diperkirakan ada kenaikan yang luar bisa ada kemungkinan bisa lebih dari itu. 

“Sebagai panitia kami sangat bangga dengan warga NU beserta banomnya. Mereka sangat mendukung sekali dengan program Kartanu ini. Dengan melihat itu ada kemungkinan program ini bisa melebihi target bahkan bisa dua kali,’’ ungkap mantan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Blitar ini.

Diperkirakan, tim Kartanu ada sekitar sebulan melakukan pendataan dan pemotretan. Hal ini terkait dengan kondisi daerah yang memiliki wilayah 22 Kecamatan dengan lokasi tempuh yang sangat jauh. Khususnya wilayah di Blitar Selatan.

Bagaimana dengan banom? Ia mengtatakan peran banom sangat besar sekali. Karena mereka yang jadi ujung tombak penyuksesan program ini. Contohnya Muslimat NU. Di semua titik banom ini yang menjadi ujung tombaknya. Anggotanya terkoordinasi dengan baik. 

“Semua banom memiliki peran masing-masing. Baik Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor. Kalau Ansor yang aktif adalah para Bansernya,’’ katanya.

Paran ISNU ( Ikatan Sarjana NU) juga lumayan bagus. Meski di Kabupaten Blitar terbilang masih baru namun sudah memperlihatkan perannya. Misalnya, dalam program Kartanu ini selain anggotanya dikerahkan untuk ikut menjadi anggota, ISNU juga memfasilitasi pembuatan seragam petugas Kartanu. 

“PC ISNU Blitar membuatkan seragam bagi petugas Kartanu. Bantuan itu membuat tim Kartanu tampil beda,’’ tandasnya.

Info lainnya, lanjut Faizin, para pejabat daerah setempat juga minta dibuatkan Kartanu. Misalnya Bupati dan wakilnya, Ketua DPRD dan beberapa pejabat eselon. “ 

Pak Bupati dan Ketua DPRD tadi juga kontak. Agar didaftar sebagai anggota NU. Periode dulu juga sudah dan dalam program ini mereka juga mengajukan,’’ tambahnya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Halaqoh, Daerah Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren

Jember, Ulama Salaf Online - Wacana penerapan full day school yang digagas Mendikbud Muhajir Efendi terus menggelinding sebagai perbincangan publik. Mereka terbelah kepada yang pro, dan juga yang kontra. Tapi sesungguhnya, bagi dunia pesantren, full day school bukan sesuatu yang baru. Bahkan durasi dan pola pengajaran di pesantren lebih dari sekadar full day.

Pendapat ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jember H Hobri Ali Wafa. Menurutnya, jika memang salah satu latar belakang munculnya ide full day school adalah karena pendidikan di rumah dinilai kurang berkualitas, maka pesantren seharusnya menjadi alternatif.

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Wacana Full Day School Bisa Rugikan Pesantren

"Full day school yang sesungguhnya yaitu memondokkan anak di pesantren. Hal ini jika diasumsikan bahwa pendidikan anak di rumah kurang berkualitas," kata H Hobri kepada Ulama Salaf Online di Jember, Kamis (11/8).

Ulama Salaf Online

Ia menyatakan bahwa sah-sah saja full day school diterapkan asalkan tidak mengabaikan unsur-unsur edukasi dan bermain anak. Menurutnya, full day school bisa membantu orang tua dalam melakukan perlindungan terhadap anak dengan menitipkannya lebih lama di sekolah. Untuk masalah bermain, di rumah juga kadang-kadang cara bermain anak tidak terkontrol dan kurang berkualitas, apalagi sekarang zamannya game.

"Full day school bagus, tapi yang lebih bagus lagi adalah memondokkan anak di pesantren. Apalagi sekarang banyak pesantren yang memiliki lembaga formal dengan kualifikasi modern dan maju," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Hobri mengaku khawatir penolakan terhadap full day school, imajnya akan menjalar ke pesantren dengan asumsi-asumsi yang tidak menguntungkan. Sebab, bisa jadi kegiatan pendidikan di pesantren yang begitu padat, juga akan dicap tidak memberikan ruang bermain pada anak serta memforsir mereka untuk belajar.

"Asumsi ini sangat keliru. Pesantren walaupun disiplinnya tinggi, tapi sistem pengasuhannya seperti ibu dan anak," kata mantan aktivis PMII Universitas Jember ini. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Nasional, Warta Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

Fadhilah Puasa di Bulan Dzulhijjah

Allah swt memiliki tiga waktu istimewa yang masing-masing berisi sepuluh hari dalam tiap tahunnya yang dibahasakan dengan stalsta a’syaratin (sepuluh hari yang tiga) yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan (asyrul awakhir min ramadhan), 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, dan 10 hari pertama pada bulan Muharram.

Banyak hadits yang menerangkan keistimewaan bulan Dzulhijjah. Bulan yang seharusnya dimanfaatkan kaum muslimin untuk melipat gandakan ibadahnya karena, pahala yang dijanjikan Allah swt di dalamnya sangat luar biasa. Dua hadits berikut dapat dijadikan ukuran keistimewaan bulan Dzul Hijjah ini.

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Fadhilah Puasa di Bulan Dzulhijjah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fadhilah Puasa di Bulan Dzulhijjah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fadhilah Puasa di Bulan Dzulhijjah

Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata “Tidak ada hari di mana amal shaleh di dalamnya sangat dicintai oleh Allah ? melebihi 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah. Para sahabat lantas bertanya “apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?” bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga ia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik..

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?

Tidaka ada hari yang paling disukai oleh Allah swt, ? dimana Dia disembah pada hari itu kecuali, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama halnya dengan puasa satu tahun. Ibadah, shalat malam sekali pada malamnya seperti sahalat malam selama satu tahun pula.

Ulama Salaf Online

Ada tiga hari teristimewa dalam sepuluh hari spesial awal bulan Dzulhijjah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. Meskipun tiga hari ini bernilai spesial, tetapi ketujuh hari lannya juga msih tetap istimewa karena kandungan sejarah yang luar biasa.

Secara historis, Ibnu Abbas pernah menerangkan bahwa dalam rentangan sejarahnya hari-hari di sepuluh pertama bulan Dzulhijjah ini adalah hari penuh makna karena terjadi berbagai peristiwa besar yang berhubungan pada perubahan kehidupan manusia selanjutnya.

Ulama Salaf Online

Hari pertama Dzulhijjah adalah hari pertama dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah swt, setelah beberapa lama beliau meminta pengampuanan atas kesalahannya memakan buah huldi di surga. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda

Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan memaafkan dosa-dosanya sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam.

Hari kedua Dzulhijjah adalah hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perutnya sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah swt. Pada hari inilah Nabi Yunus dipersilahkan keluar dari perut ikan Nun. Oleh karena itulah Rasulullah saw pernah bersabda:

Barang siapa beribadah di hari kedua bulan Dzulhijjah baginya pahala yang menyerupai ibadah satu tahun tanpa ada maksiat.

Hari ketiga Dzulhijjahh adalah hari dikabulkannya do’a nabi Zakariya as. untuk kemudian dianugerahi seorang anak.namanya Yahya. Adapun hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa as. Hari kelima Dzulhijjah hari kelahiran Musa as. Hari keenam Dzulhijjah adalah hari-hari kemenangan para Nabi dalam memperjuangkan ajaran tauhid. Hari ketujuh bulan Dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu neraka Jahannam. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda

Barang siapa berpuasa di hari ke tujuh bulan Dzulhijjah akan ditutup tiga puluh kesulitan dalam hidupnya dan dibuka tiga puluh pitu kemudahan baginya.

Adapun hari kedelapan yang disebut dengan hari tarwiyah diantara fadhilah yang masyhur bagi mereka yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala yang sangat besar, yang karena sangat besarnya tiada yang tahu pasti ukurannya kecuali allah swt.

Begitu pula hari kesembilan yang disebut dengan hari tasu’a, barang siapa yang berpuasa pada hari kesembilan maka pahala baginya seperti berpuasa selama enampuluh tahun. Adapun pada hari kesepuluh yang disebut dengan yaumun nahr hari penyembelihan korban, maka diharamkan kepada siapapun berpuasa waktu itu. (Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 27 November 2017

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali

Subang,Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa barat sukses menggelar sebanyak 10 kali proses kaderisasi selama satu periode kepemimpinan atau 4 tahun.

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dimana kaderisasi GP Ansor di Kabupaten Subang belum pernah sebanyak ini. Dan mestinya ini harus kita pertahankan dimasa yang akan datang," ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata saat memberikan sambutan Konferensi Cabang XV di Hotel Markoni Pamanukan, Rabu (31/8).

Ia merinci, dalam penyelenggaraan kaderisasi tersebut, sebanyak 4 kali melakukan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan 6 kali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Ulama Salaf Online

"Tentunya dari sekian banyak kaderisasi tersebut sudah dilakukan di semua zona kaderisasi yang ada di Kabupaten Subang meliputi 30 Kecamatan dan 253 desa se Kabupaten Subang," katanya.

Sehingga, kata Asep, dengan keberhasilan kaderisasi tersebut, target membentuk kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting sudah tercapai.

Ulama Salaf Online

"Tinggal pemberdayaan sumberdaya manusia aja yang akan kita maksimalkan kedepan. Sehingga para pengurus di tingkat grassrhoot memiliki sumberdaya yang handal," tegas Mantan Ketua PMII Subang tersebut.

Dirinya berharap dengan sejumlah prestasi yang dimiliki GP Ansor Subang tersebut bisa menjadi motivasi untuk lebih massif dan progress lagi dalam? membesarkan GP Ansor di masa yang akan datang.

"Saat ini Kita sudah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ansoruna sebagai bahan pemberdayaan pengurus dan masyarakat dalam dunia Pendidikan. Semoga ke depan GP Ansor Subang bisa memantapkan eksistensinya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Amalan, News Ulama Salaf Online

Kamis, 23 November 2017

ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Cirebon, Ulama Salaf Online

Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Cirebon menggelar seminar sehari, Kamis (4/2/2016) di Hotel Koening Jl Tuparev Cirebon, Jawa Barat. Seminar yang di ikuti oleh perangkat desa dari 100 desa yang berada di Kabupaten Cirebon ini menurut Selamet Supriyadi, ketua panitia Seminar, bertujuan mengajak perangkat desa untuk aktif menyosialisasikan bahaya radikalisme agama bagi masa depan NKRI dan masa depan kebergamaan di Indonesia. Apalagi gerakan radikalisme agama sudah mulai mendekat di desa-desa.?

Seminar bertajuk ‘Membendung Radikalisme Agama di Desa untuk Memperkuat NKRI’ ini menghadirkan Abdul Muiz Syaerozie dan Marzuki Rais sebagai narasumber. Menurut Muiz, gerakan radikalisme Agama di Cirebon sangat besar. Peristiwa Bom bunuh diri yang di lakukan oleh M Syarief di Polresta Cirebon beberapa tahun yang lalu, menurut ketua Cabang ISNU Cirebon ini, menjadi bukti bahwa Cirebon menjadi daerah rawan teroris.

ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Cirebon Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Bukan hanya itu, orang-orang yang ditangkap Densus 88 lantaran terduga terlibat dalam Bom Sarinah di Jakarta Januari 2016 lalu, juga bearada di salah satu desa di Kabupaten Cirebon. “Ini menyedihkan. Cirebon sebagai kota wali, justru di dalamnya terdapat sekelompok masyarakat yang tidak mencerminkan keislaman para wali,” ungkap Muiz.

Oleh karena itu, keterlibatan para perangkat desa untuk menyosialisasikan bahaya radikalisme bagi masa depan NKRI kepada masyarakatnya menjadi sangat penting, mengingat desa merupakan jantung budaya bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi taraf pendidikan masyarakat desa yang rendah, dan kondisi kemiskinan yang masih banyak terjadi di desa menjadi pintu masuk bagi rekrutmen anggota kelompok gerakan radikalisme agama.?

Gerakan teroris di Cirebon banyak merekrut masyarakat desa yang minim pengetahuan tentang agama yang rahmatan lil ‘alamin. Kondisi ekonomi masyarakatnya yang miskin juga menjadi sasaran bagi rekrutmen anggota kelompok antitoleransi.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Marjuki Rais yang menjadi narasumber kedua memaparkan sel-sel jaringan teroris yang berada di Cirebon. Menurutnya, kelompok-kelompok yang ditengarai mengajarkan radikalisme agama di Cirebon cukup banyak. Satu sama lainnya memiliki kedekatan emosional dan sering bergerak bersama dalam melakukan aksi-aksi antitoleransi.

“Mereka kerap menebar kebencian antaragama dan menebar kebencian pada sekelompok ? aliran keagamaan tertentu,” ujarnya. (Dedi Suryadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Sejarah, Nasional Ulama Salaf Online

Kamis, 16 November 2017

Terkait Muktamar Khilafah, ISNU Sesalkan Keteledoran Kemenag

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menyesalkan keteledoran Kementerian Agama (Kemenag) yang terkesan membiarkan berbagai aliran keagamaan yang menyimpang dari cita-cita para ulama pendiri bangsa. Jika tidak segera ditangani aliran itu pada gilirannya akan menjelma gerakan politik.

Terkait Muktamar Khilafah, ISNU Sesalkan Keteledoran Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Muktamar Khilafah, ISNU Sesalkan Keteledoran Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Muktamar Khilafah, ISNU Sesalkan Keteledoran Kemenag

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU Ali Masykur Musa terkait pelaksanaan Muktamar Khilafah 2013 di Jakarta awal bulan lalu.

“Ini (Muktamar Khilafah: red) adalah kelemahan dan keteledoran Kementerian Agama,” kata Ali Masykur kepada Ulama Salaf Online di sela acara istighotsah di kediamannya, Jalan Condet, Jakarta Timur, Selasa (11/6) malam.

Ulama Salaf Online

Menurut Ali Masykur, Kemenag berkewajiban melakukan upaya-upaya ‘menengahkan kembali’ pandangan-pandangan yang tidak sesuai dengan mayoritas umat Islam di Indonesia yang menganut ahlusssunnah wal jamaah.

Ulama Salaf Online

Lebih dari itu, gerakan khilafah tidak sekedar gerakan keagamaan, namun sudah menjurus kepada gerakan politik. Maka selain Kemenag, aparat aparat keamanan juga perlu waspada.

“Kalau gerakannya selalu ingin mengganti sistem politik berarti ini gerakan politik. Mereka selalu ingin menyusupkan paham ini dalam sistem kenegaraan, dan pada saatnya mereka ingin mengganti sistem kenegaraan kita,” katanya.

Ali Masykur juga menyayangkan kasus penayangan Muktamar Khilafah di Televisi Republik Indonesia (TVRI) beberapa hari setelah kegiatan itu berlangsung. Menurut nya TVRI harus nirpolitik, baik politik kepartaian maupun aliran tertentu.

“Bahkan TVRI harus punya paradigma luruskan Islam yang benar. Sangat disayangkan hanya TVRI menayangkan itu hanya karena ada slot. Tentunya penayangan itu tidak gratis,,” katanya.

Terkait cita-cita mendirikan khilafah islamiyah, ? menurut Ali Masykur, dalam catatan sejarah sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga masa Khulafaur Rasyidin yakni masa kepempimpinan Sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, tidak ada sistem kenegaraan yang konsisten dalam Islam.

“Sistem politik dalam Islam tidak dalam posisi terpola. Meminjam istilah Gus Dur, tidak ada sistem politik dalam Islam,” katanya.

Menurutnya, sistem politik Islam berpedoman pada tiga prinsip yakni al-muasawah atau kesederajatan, as-syuro atau permusyawaratan , dan al-‘adl atau keadilan. “Selama sistem pemerintahan mengedepankan tiga prinsip itu ya itulah sistem politik menurut Islam,” tambahnya.

Di lingkungan NU, Muktamar ke-27 NU di Situbondo Jawa Timur telah menegaskan bahwa negara Pancasila sebagai dasar negara adalah upaya final. “Pendirian khilafah di dalam negara Pancasila tidak sejalan dengan prinsip NU,” pungkasnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, IMNU Ulama Salaf Online

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Pengurus harian Pimpinan Cabang Muslimat NU kota Probolinggo menggelar ta’arruf dan orientasi pengurus baru periode 2015-2020 di aula Kantor PCNU Probolinggo, Kedopok, Probolinggo, Sabtu (30/5). Pertemuan 43 pengurus baru ini diadakan untuk memaksimalkan peran dan fungsi program kerja ke depan.

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

“Ta’aruf dan orientasi pengurus baru Muslimat NU ini digelar dengan maksud perkenalan antara pengurus baru Muslimat NU dan pengurus harian PCNU Kota Probolinggo,” kata Wakil Sekretaris Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi.

Dengan silaturahmi ini, koordinasi antara pengurus NU dan Banomnya dapat membangun kesinkronan program kerja.

Ulama Salaf Online

Menurut Musyarofah, kegiatan ini digelar supaya para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo bisa memahami tugas dan perannya. Dengan demikian, setiap pengurus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

“Melalui kegiatan ini para pengurus semakin jelas akan tugas dan kewajibannya. Selain itu para pengurus baru akan semakin lebih semangat lagi dan eksis di Muslimat NU Kota Probolinggo,” harapnya.

Ulama Salaf Online

Dalam acara ini para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo mendapatkan materi pemantapan organisasi dari beberapa narasumber yang berasal dari PCNU Kota Probolinggo.

Penyampaian peran dan fungsi pengurus diisi oleh Abdul Halim. Sementara materi keorganisasian disampaikan oleh Misbahul Munir. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Nasional, Pertandingan Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock