Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Jakarta, Ulama Salaf Online. Banyak wanita kerap mengartikan kata cantik dengan pengunaan kosmetik yang tebal dan mahal. Apalagi, saat ini ada banyak sekali produk kecantikan yang membanjiri pasar dengan harga yang beragam. Anggapan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar.

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Terkait itu, PP Muslimat  NU mengajak masyarakat tampil cantik dan halal dalam sebuah acara yang  digelar di Gedung Aneka Bhakti Kementerian sosial RI, Jumat (27/11/2015). Ormas perempuan terbesar itu menggandeng Dharma Wanita Kemeterian Sosial untuk menyosialisasikan kosmetik yang mengedepankan prinsip kosmetik halal.

Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2011 Tentang penggunaan plasenta hewan halal untuk bahan kosmetika dan obat luar menyatakan, bahwa penggunaan kosmetik untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat bahan yang digunakan halal dan suci.

Ulama Salaf Online

Ketua Periodik PP Muslimat NU, Dr Mursyidah Thohir yang juga anggota komisi fatwa MUI mengatakan, bahwa ada titik kritis yang akan mengganggu jika kita menggunakan kosmetik yang tidak halal, itu dikarenakan kosmetik tersebut menggunakan plasenta hewan babi, alkohol bahkan bangkai binatang.

Mursyidah juga mendukung penuh kegiatan sosisalisasi seperti ini agar sampai pada akar rumput karena tidak banyak yang tahu bahwa ada produk halal dan juga produksi Indonesia yang bisa digunakan dengan aman dan halal tentunya. "Produk kosmetik yang ramah wudlu harus bisa meresap air minimal 30 persen, dan produk wardah bisa menyerap air sampai 50,” imbuhnya

Ulama Salaf Online

Sementara itu Ketua Umum Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak ibu-ibu tampil cantik dan halal. "Tetaplah jadi diri kita, syukuri nikmat yang dianugerahkan kita, dengan cara merawat anugerah tersebut dengan cara yang sehat, halal dan asli," katanya.

"Menggunakan kosmetik yang halal sama saja dengan kita menjaga anugerah Allah, jadilah kita indah di mata orang, indah ragawi, dan indah jasmani," imbuhnya. (Winnie Diova/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Internasional, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Kamis, 22 Februari 2018

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Brebes, Ulama Salaf Online

Pimpinan Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes, mewajibkan peserta Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) CBP dan KPP menghafal Mars Syubanul Wathan. Lagu kebangsaan karangan KH Wahab Chasbullah ini diyakini mampu menginspirasi para pelajar NU untuk lebih mencintai tanah air.

“Saya yakin para pelajar NU akan termotivasi lebih mencintai tanah air ketika menyanyikan Mars Syubhanul Wathan,” ucap Ketua PAC IPNU Ketanggungan Abdul Aziz di sela-sela pendidikan dan latihan utama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Lembaga Korps Pelajar Putri (KPP) Kecamatan Ketanggungan di SMK Islam Bustanul Ulum, Karangmalang, Ketanggungan, Brebes, Ahad (5/6).

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Setiap peserta, lanjut Azis, untuk bisa lulus Diklatama wajib setor mars tersebut dihadapan para fasilitator dan instruktur. “Kalau belum bisa, maka akan diulang-ulang terus hingga hafal sehingga dinyatakan lulus diklatama,” tuturnya.

Diklatama diikuti 43 peserta yang nantinya akan kembali menjalani seleksi sebagai pengurus Dewan Kerja Anak Cabang (DKAC) CBP-KPP Ketanggungan sehingga menjadi kader yang tangguh dan militan.?

Diklatama digelar selama tiga hari dengan materi ideologisasi berupa paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, ? Ke-CBP/KKP-an.?

Materi Wajib meliputi peraturan baris–berbaris dan tata laksana upacara, latihan dasar bela diri, manajemen perjalanan, medical first responder basic, pengetahuan SAR, wawasan kebangsaan dan bela negara, pelestarian alam dan lingkungan hidup, komunikasi dan kerjasama Tim, serta sosiologi pedesaan.

Ulama Salaf Online

Untuk materi teknis lapangan meliputi basic ropes (dasar tali temali), prusicking dan rappelling, navigasi darat I, dan survival.

Alfiyatun Hasanah dari Ranting Cikeusal Kidul terpilih menjadi peserta terbaik untuk KPP dan Abdul Rohman dari Ranting Kubangsari berhasil menjadi peserta terbaik CBP.

“Sebagai generasi muda wajib hukumnya meneruskan perjuangan para ulama NU dalam mempertahankan NKRI dan Pancasila dari rongrongan para pemberontak yang ingin meruntuhkan NKRI dan berusaha mengganti Pancasila dengan Khilafah,” kata salah satu peserta, Abdul Rohman. (Wasdiun/Zunus)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi dewasa ini, Pengurus dan Anggota Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) harus mampu memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat seiring perkembangan zaman.

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PW IPPNU Provinsi Lampung Amalia Fadhila saat hadir di arena Konferensi Cabang ke 2 PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu, Sabtu (22/4).

Amalia Fadhila yang menahkodai PW IPPNU Lampung periode 2017-2020 ini juga mengajak agar pelajar NU saat ini ikut mewarnai dunia maya dengan rajin menulis.?

"Mari tuangkan pikiran kita melalui media-media sosial khususnya yang bernafas NU," ajaknya dihadapan para peserta Konferensi yang terdiri dari Pengurus PAC, Ranting dan Komisariat yang telah terbentuk di Pringsewu.

Ulama Salaf Online

"Kita sekarang hidup di dua dunia, Dunia Nyata dan Dunia maya. Jangan hanya jadi user saja yang gampang termakan hoax. Mari cerdas hidup didunia maya dan mengisinya dengan konten yang benar dan menyejukkan," ajaknya dihadapan peserta Konferensi yang juga dihadiri oleh Pengurus PW IPNU Lampung, Pengurus NU, Banom di Pringsewu dan beberapa undangan dari ormas kepemudaan diluar NU.

Konferensi yang mengangkat tema "Satukan Tekad untuk Memantapkan Roda Organisasi" ini dibuka oleh Wakil Sekretaris PCNU Pringsewu Muhammad Faizin. Dalam sambutannya, ia juga mengajak pengurus IPNU dan IPPNU Pringsewu untuk mampu menjawab tantangan zaman dengan terus berbenah menyiapkan diri melanjutkan Jamiyyah NU.

"IPNU dan IPPNU merupakan Kawah candra dimuka pembentukan kader kader penerus NU. Jadi mari tingkatkan keilmuan baik dibidang agama maupun dibidang ? organisasi sebagai modal membesarkan Jamiyyah," terangnya seraya berharap seluruh PAC dan Ranting di Kabupaten Pringsewu dapat dibentuk kepengurusannya.

Ulama Salaf Online

Bagi para senior IPNU dan IPPNU ia mengajak untuk segera menyiapkan diri untuk aktif berkiprah di Organisasi atau Badan Otonom lainnya yang ada di NU sesuai dengan jenjang umurnya seperti Ansor dan Fatayat. "Ayo move on. Cinta IPNU dan IPPNU boleh. Tapi Banom lainnya sudah menunggu kalian," pungkasnya disambut senyum para pengurus yang sebentar lagi paripurna.

Pada acara Konferensi tersebut juga dibagikan sejumlah piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Konferensi tersebut. Lomba yang dipertandingkan antara lain Bulu Tangkis, Kaligrafi dan berbagai lomba lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

Sarat Wajib adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah. Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Sedangkan rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Adapun Syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah. Karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:



Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Ulama Salaf Online

Syarat yang kedua seseorang itu berkewajiban menjalankan ibadah puasa ramadhan, yaitu ia sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid. Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun.

Ulama Salaf Online

Dan bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya. Dengan syarat ketentuan baligh ini, menegaskan bahwa ibadah puasa ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi cirri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewjiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa dikemudian hari (mengganti di hari selain bulan ramadhan).



رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i: orang yang tidur sapai ia terbagngun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh. (Hadits Shahih, riwayat Abu Daud: 3822, dan Ahmad: 910. Teks hadits riwayat al-Nasa’i)

Syarat keempat adalah kuat menjalankan ibadah puasa. Selain islam, baligh, dan berakal,  seseorang harus  mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah. Untuk keterangan lebih detailnya akan dijelaskan pada fasal selanjutnya yang insyaallah akan diterangkan pada pasal permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan ibadah puasa.

Syarat kelima Mengetahui Awal Bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu. Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadlon dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan sya’ban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad s.a.w, yang diriwayatkan oleh Imam Buchori, r.a:



صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ 



Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari (H.R. Imam Buchori)



عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: جَاءَ اَعْرَبِيُّ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِنِّي رَاَيْتُ اْلهِلَالَ فَقَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّاَ اللهَ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: يَا بِلَالُ اَذِّنْ فِى النَّاسِ فَلْيَصُوْمُوْا غَدًا 

Dari ‘ikrimah, ia dapatkan dari Ibnu Abbas, berkata: datanglah orang Arab Badui menghadap Nabi s.a.w, ia berkata: sesungguhnya aku telah melihat hilal. Nabi menjawab: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”, orang Arab Badui tadi menjawab; “ia”. Lalu Nabi bertanya lagi: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “ sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah”, dan Orang Arab Badui menjawab “ia”. Lalu Nabi bersabda; “wahai Bilal perdengarkanlah adzan ditengah-tengah kerumunan manusia, dan perintahkanlah mereka untuk mengerjakan puasa pada esok hari” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh lima Imam, kecuali Ahmad)

Adapun Rukun puasa hanya dua, pertama Niat. Niat puasa Ramadhan merupakan pekerjaan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya didalam niat tersebut, contoh; saya berniat untuk melakukan puasa fardlu bulan Ramadhan, atau lengkapnya dalam bahsa Arab, sebagai berikut:



نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah s.w.t, semata.

Sedangkan dalil yang menjelaskan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari adalah sabda Nabi Muhammad s.a.w, sebagai berikut:



 Ù…َنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ 



Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa. (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i:2293).

Adapun dalil yang menjelaskan waktu mengucapkan niat untuk puasa sunnah, bisa dilakukan setelah terbit fajar, yaitu:



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ ÙˆÙŽ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ØŸ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ 

Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, suatu hari Nabi s.a.w, dating kepadaku dan bertanya, “apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak”. Maka Belaiu bersabda, “hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau dating lagi kepadaku, lalu aku katakana kepadanya, “wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa” lalu Beliau memekannya. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 1952, Abu Daud: 2099, al-Tirmidzi; 666, al-Nasa’i:2283, dan Ahmad:24549)

Dan rukun kedua adalah Menahan Diri Dari Segala Sesuatu Yang Membatalkan Puasa. Untuk detailnya apa-apa yang membatalkan puasa akan dijelaskan pada pasal sesuatu yang membatalkan puasa.



...فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ...

“…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba...(QS. al-Baqarah, 2: 187) 

(Penulis: KH.Syaifullah Amin/Red: Ulil H). Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Kajian Islam, IMNU Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

Bandung, Ulama Salaf Online. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Eman Suryaman menginstruksikan kepada seluruh cabang-cabang NU di Jawa Barat agar jangan sampai terlibat dalam konflik sosial. Hal ini terkait berbagai aksi kekerasan agama yang kerapkali terjadi di wilayah Jawa Barat.

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

"NU adalah ormas Islam yang menghormati kebhinnekaan, artinya menerima pihak manapun dalam membangun negara yang maju, aman dan damai. NU juga harus menjaga netralitasnya dalam menghadapi segala konflik yang terjadi di Jawa Barat Khususnya dan Indonesia pada umumnya," tutur Eman.

Eman juga mengatakan bahwa radikalesme harus segera dihentikan, karena Islam tidak mengajarkan kekerarasan, terlebih memaksakan orang lain untuk masuk ke ajaran manapun.

Ulama Salaf Online

Ditambahkan sebagai agama rahmatan lil alamin, seharusnya orang yang beragama Islam mampu memberikan pencerahan dengan cara-cara yang cantik. Para wali penyebar Islam di Nusantara pun sukses mengislamkan sebagian besar masyarakat Indonesia ? bukan dengan kekerasan, melainkan dengan mencontohkan ahlakul karimah dan uswatun hasanah.

"Ada cara-cara yang lebih baik untuk menghadapi beberapa kelompok yang menyimpangkan agama daripada menyikapinya dengan kekerasan. Para wali saja bisa mengajak masyarakat yang bukan beragama Islam, masa yang melencengkan agama masa tidak bisa diajak kembali kepada ajaran yang sebenarnya?” katanya.

Ulama Salaf Online

Ditambahkan, untuk meluruskan ajaran yang menyimpang seperti Ahmadiyah jangan menggunakan kekerasan, bahkan sampai dibunuh atau dianiaya. Ada cara-cara lain yang bisa membuat mereka tertarik kepada ajaran yang sesungguhnya.

"Mereka juga tahu ketika mereka lahir dan dibesarkan, Al-Qur’an yang jadi pegangan mereka sama dengan kita," pungkasnya?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Humor Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat

Magelang, Ulama Salaf Online. Sinar Mentari pagi yang cerah menyambut ribuan guru yang mulai berdatangan ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Magelang, Sabtu 19 September 2015. Mereka menggunakan kaos putih berlengan hijau bertuliskan "Saatnya Maarifku bangkit" ini hendak mengikuti jalan sehat yang digelar pengurus Cabang LP Maarif NU Kabupaten Magelang dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) ke-56 Lembaga Maarif NU.?

Kegiatan dengan melibatkan ribuan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan NU tersebut, diharapkan bisa menumbuhkan sikap perjuangan dan pengorbanan untuk Nahdlatul Ulama, menyehatkan badan juga ? mengingatkan masyarakat tentang hari lahir Lembaga Maarif yang notabene mengurusi bidang pendidikan Nahdlatul Ulama.

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat

Bambang Ardiansyah, ketua Maarif NU Magelang mengatakan kegiatan ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Lembaga Maarif siap menerima amanah membantu mencerdaskan anak bangsa dalam bingkai Islam Ahlusunnah wal Jamaah sehingga ? diharapkan warga NU menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah maupun madrasah di bawah naungan Lembaga Maarif agar terhindar dari doktrinasi paham dan aliran sesat yang dalam beberapa tahun ini meluas.

Ulama Salaf Online

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajak para guru bersemangat mengajar agar mendapat kepercayaan masyarakat.

Ribuan guru ? sejak pukul 07.00 WIB sudah mulai berdatangan, dan memenuhi parkiran kantor PCNU dan sekitarnya. Acara sendiri dimulai jam 08.00 WIB dengan start dan finish di halaman kantor tersebut.

Ulama Salaf Online

Jalan sehat yang dilepas oleh Wakil Bupati Magelang tersebut mengambil rute mengelilingi desa Bojong kecamatan Mungkid kurang lebih sejauh 3 km. Diakhir acara panitia membagikan ratusan doorprize dan sebagai hadiah utama berupa TV LED, sepeda, kompor gas dan ratusan hadiah hiburan lainnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Quote Ulama Salaf Online

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Jakarta, Ulama Salaf Online. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZIS) NU Se-Indonesia secara serentak akan memulai penyembelihan hewan kurban pada Rabu, 17 November 2010. Penyaluran hewan kurban pada tahun ini diprioritaskan ke daerah-daerah yang mayoritas penduduknya adalah dhuafa.

“Sesuai dengan keputusan PBNU bahwa Idul Adha jatuh pada hari Rabu, maka LAZIS NU se-Indonesia akan memulainya Rabu pagi setelah salat Ied. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” tegas KH Masyhuri Malik, Ketua LAZIS PBNU kepada Ulama Salaf Online Selasa, 14 November 2010.

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Sementara itu, Bendahara LAZIS PBNU, Agus Salim Thoyib menyatakan, “Kami terus berkoordinasi dengan LAZIS Wilayah, Cabang, dan Cabang Luar Negeri untuk meningkatkan jumlah hewan kurban. Namun yang terpenting bagaimana agar kurban tepat sasaran. Hewan kurban juga ada yang kita kirim ke Merapi dan Mentawai.”

Ulama Salaf Online

Peningkatan jumlah hewan kurban yang diterima LAZIS NU tahun ini meningkat cukup cukup signifikan. “Hasil koordinasi di daerah-daerah, peningkatan penerimaan hewan kurban naik hingga 70 persen,” ujar Mohamad Zuhdi, Sekretaris LAZIS PBNU.

Ulama Salaf Online

Selain itu, pemilihan hewan kurban yang disalurkan oleh LAZIS NU juga melalui pemerikasaan yang cukup ketat. LAZIS NU juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan disembelih. “Kalau tidak hati-hati, kurban bisa menimbulkan penyakit karena daging yang tidak sehat. Makanya sebelum disembelih kami telah memeriksanya dengan teliti,” lanjut Zuhdi.

LAZIS NU juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dermawan yang telah memercayakan kurban melalui LAZIS NU. “Kami atas nama LAZIS NU, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” pungkas Agus Salim.

Pengelolaan hewan kurban adalah salah satu bagian penting dari tugas pokok dan fungsi LAZIS NU. Program-program yang ditangani LAZIS NU berorientasi menibgkatkan kesejahteraan masyarakat. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Nahdlatul Ulama, Doa Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Amalan Mustajab Seusai Jumatan

Syair ini pada tahun 1950an kerap dilantunkan orang-orang tua. Demikian diceritakan orang-orang tua di masa kini. Syair yang juga dipopulerken Gus Dur ini kerap dinisbahkan kepada seorang legenda yang sangat cendekia dan jenaka. Walhasil syair ini keluar dari seseorang yang dikenal dengan sebutan Abu Nawas atau Abu Nuwas.

Tidak salah kalau syair berikut ini memiliki tempat di hati kalangan orang-orang baik. Selain kandungannya yang berbobot, syair ini diharapkan memberikan manfaat bagi pembacanya sebagaimana anjuran salah seorang ulama besar yang menghimpun syariat dan hakikat Syekh Abdul Wahhab Sya’roni.

Amalan Mustajab Seusai Jumatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Mustajab Seusai Jumatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Mustajab Seusai Jumatan

Sayid Bakri bin M Sayid Syatho Dimyathi dalam karyanya I‘anatut Tholibin mengutip ucapan Syekh Abdul Wahhab Sya’roni.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Syekh Abdul Wahhab Sya’roni-semoga Allah memberikan maslahat kepada kita berkat Syekh Wahhab-bahwa siapa saja yang melazimkan dua bait ini setiap hari Jum’at, maka Allah akan ambil ruhnya dalam keadaan Islam tanpa ragu sedikitpun.

Kedua bait syair itu berbunyi: Ilahi lastu lil Firdausi ahla # Wa la aqwa ala naril jahimi / Fa hab li taubatan waghfir dzunubi # Fainnaka ghafirudz dzanbil ‘azhimi.

(Tuhanku, aku bukanlah penghuni yang pantas surga-Mu. Aku pun tidak sanggup masuk neraka. Karena itu, bukalah pintu tobat-Mu. Ampunilah segenap dosaku. Karena sungguh Engkau ialah Zat yang maha pengampun).

Perihal berapa kali dan jam berapa, memang tidak disebutkan oleh Syekh Wahhab. Namun, Sayid Bakri mengutip pendapat sebagian ulama yang mengamalkan syair tersebut.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dikutip dari sejumlah ulama bahwa dua bait syair itu dibaca sebanyak 5 kali setelah mengerjakan sembahyang Jum‘at.

Kalau hanya membaca lima kali setiap pekan, amalan ini dengan faidahnya yang luar biasa tampaknya ringan. Artinya, sayang kalau dilewatkan begitu saja. Syair ini bisa dibaca sebelum meninggalkan sajadah Jumatan. Setelah Ashar pun tidak menjadi masalah. Wallahu A‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Di Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat terdapat sebuah tempat bernama "The Hollywood Walk of Fame", yakni trotoar sepanjang 15 blok di Hollywood Boulevard dan 3 blok di Vine Street. Di trotoar ini tertulis nama-nama orang terkenal di bidang seni dan hiburan, seperti Jackie Chan, Celine Dion dan Walt Disney. Muhammad Ali pada awalnya menolak namanya tertulis di sini demi menghormati Nabi Muhammad SAW.

The Hollywood Walk of Fame menampilkan lebih dari 2.600 ubin keramik bergambar bintang dan bertuliskan nama-nama artis dan karakter fiksi sebagai bentuk penghargaan dari Kamar Dagang Hollywood atas sumbangsih mereka bagi industri hiburan. 

Petinju Muhammad Ali baru menyetujui namanya tertulis di sana setelah terjadi pembicaraan alot mengenai di mana namanya akan dituliskan. Masalahnya, ia menolak jika namanya ditulis di atas lantai atau trotoar sebagaimana yang berlaku pada artis-artis lain karena nama Muhammad adalah nama Nabi Besar Muhammad SAW. 

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Ia mengatakan, “I bear the name of our honorable Prophet Muhammad Peace be upon him, and it is impossible that I allow people to trample on his name (Saya mengemban nama Baginda Nabi Muhammad SAW, dan tidaklah mungkin saya membolehklan orang-orang menginjak-injak nama beliau).”

Muhammad Ali baru menyetujui namanya ditulis di situ setelah ada titik temu bahwa namanya akan ditulis di dinding dan bukan di lantai atau trotoar. Gagasan tersebut juga disetujui oleh Kamar Dagang Hollywood, dan pada tanggal 11 Januari 2002 nama Muhammad Ali secara resmi tertulis di The Hollywood Walk of Fame . 

Ulama Salaf Online

Dengan tertulisnya nama Muhammad Ali di tempat itu, maka hingga tahun 2017 petinju Muhammad Ali merupakan satu-satunya dari 2.600 orang terkernal di dunia seni dan hiburan yang namanya terukir di dinding dan bukan di lantai atau trotoar Hollywood. Hal ini memunculkan celetukan bahwa nama Muhammad Ali tidak tercantum di The Hollywood Walk of Fame (walk = tempat berjalan) tetapi di The Hollywood Wall of Fame (wall = dinding). Tempat yang disebut terakhir ini tidak dikenal. . 

Begitulah cara Muhammad Ali menghormati Nabi Muhammad SAW. Di Amerika Serikat sebetulnya sudah biasa nama-nama orang berjasa diabadikan di trotoar jalan, dan di sana bukan merupakan penghinaan ketika nama-nama itu diinjak orang-orang yang berjalan di atasnya. Tetapi adalah hak Muhammad Ali sebagai seorang Muslim ketika ia berpikir lain menyangkut Nabi Muhammad SAW. Bagaimamapun ini harus diapresiasi sebagai keberhasilan dakwahnya di Amerika tanpa kekerasan. Ia wafat dalam usia 74 tahun pada tanggal 3 Juni 2016. 

Ulama Salaf Online

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Daerah, Olahraga Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan

Jepara, Ulama Salaf Online. Aktor senio Slamet Rahardjo, menyebut Saifin Nuha atau Alex Komang merupakan “mutiara” dari Pecangaan Jepara. Desa Pecangaan Kulon kecamatan Pecangaan merupakan kampung kelahiran lelaki yang menghembuskan napas terakhir pada usia 53 ini.

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Slamet Rahardjo: Alex Komang Mutiara dari Pecangaan

Alex muda, anak seorang kiai kampung KH Shohibul Munir memberanikan diri untuk hijrah ke Jakarta dan menemui sutradara kenamaan Teguh Karya. Meski ia sempat diejek sebagai anak kampungan, namun lambat laun ia diterima sebagai muridnya.

Waktu itu, Teguh Karya akan menerimanya dengan syarat dilarang malas dan harus tekun. Dengan bekal ketekunan, patuh terhadap guru lambat-laun kiprahnya makin diterima masyarakat.

Ulama Salaf Online

Buktinya ia pernah menyabet predikat aktor terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 1987. “Jakarta hanya sebagai pembungkus. Mutiaranya salah satunya lahir dari Pecangaan,” tegasnya.

Ulama Salaf Online

Bagi lelaki kelahiran Serang, Banten 66 tahun ini, Alex memang memiliki kebiasaan unik. Saat teman di sanggar tidur, ia bangun. Saat orang tertidur lelap ia malah bangun. Meski begitu keberadaannya semakin mewarnai sanggar teater Popular.

Sehingga Slamet meyakini kepergian almarhum tidaklah sia-sia. Sebab sudah banyak karya kebudayaan ia dedikasikan untuk bangsa dan negara.

Memet panggilan masa kecil Slamet juga mengenal ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) sebagai warga “bintang sembilan” tulen. Terbukti dengan keikutsertaannya dengan lembaga NU, Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU.

Kakak kandung Erot Djarot ini menambahkan kematian adalah keniscayaan. “Pergilah kamu, Alex. Pergilah dengan baik. Kamu tidak dipanggil oleh bupati, tidak gubernur dan tidak juga presiden. Tetapi kamu dipanggil oleh Allah. Datanglah dengan terhormat,” tuturnya.

Hanya doa, lanjutnya, yang bisa dipanjatkan untuk mengantarkan kepergian Alex Komang ke tempat peristirahatan terakhir. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Warta, Jadwal Kajian Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Kantin yang berada di Sekolah Menengah Kejuruan Plus Nahdlatul Ulama (SMK Plus NU) Sidoarjo ini setiap harinya selalu menerapkan sifat dan sikap jujur dalam melakukan transaksi jual beli yakni dengan menciptakan kantin yang diberi nama ‘kantin kejujuran’.

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Meskipun di belakang sekolah tersebut terdapat beberapa kantin, namun kantin kejujuran ini tetap menjadi rujukan bagi para siswa untuk mencari kebutuhan sekolah. Di dalamnya terdapat beberapa macam barang dagangan seperti obat-obatan (sirup dan lainnya), buku, pulpen, makanan ringan, air mineral, nasi bungkus, dan sebagainya.

Kantin yang mempunyai ukuran 3x6 meter itu dibangun sejak tahun 2014 lalu. Menurut Ketua OSIS SMK plus NU Sidoarjo Tri Dewi Nurjanah kelas XI Farmasi mengatakan, bahwa sekolah membiasakan berlaku dan berprilaku jujur sehingga bisa terwujud hingga ke masyarakat luas.?

Ulama Salaf Online

"Hal ini tidak lain untuk membiasakan kejujuran. Karena dengan kebiasaan itu nanti kedepannya akan jujur terus. Dan selama ini alhamdulillah tidak ada yang tidak jujur," tuturnya, Rabu (25/3).

Sementara itu, Kepala SMK Plus NU Sidoarjo M Fathul Jinan mengatakan, bahwa dengan adanya kantin kejujuran itu para siswa tidak lagi membeli apa yang menjadi kebutuhannya di tempat lain. Dengan adanya kantin kejujuran ini mereka akan menerapkan dan membiasakan jual beli dengan jujur.

Ulama Salaf Online

"Target kami adalah untuk melatih riyadho dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan membiasakan berbuat dan bersikap jujur, dalam kehidupan sehari-harinya mereka akan terbiasa jujur. Kelak ketika mereka sudah terjun di masyarakat, untuk berkata dan berbuat jujur pun mereka sudah bisa," ungkap Fathul Jinan. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, PonPes, Makam Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI

Kudus, Ulama Salaf Online. Sedikitnya 5000 kader NU mengikuti Kirab kebangsaan yang diadakan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jati Kudus, Sabtu (2/5) lalu. Dengan dilepas ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi, mereka yang terdiri dari pelajar NU, anggota GP Ansor, IPNU-IPPNU ini berjalan santai beriringin berseragam identitas sesuai organisasinya.

Lima grup drum band tampil sepanjang jalan menambah kesemarakan kirab yang menempuh rute start-finish di halaman Masjid Wali Loram Kulon Jati Kudus. Diakhir acara, panitia mengundi ratusan hadiah sebagai door prize bagi peserta yang beruntung.

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI

Menurut panitia, Dwi Saifullah, kirab kebangsaan ini dalam rangka harlah ke-92 NU dan ke-81 GP Ansor dan menyambut pengukuhan pengurus baru PAC GP Ansor, dan IPNU-IPPNU Kecamatan Jati. Tujuannya, untuk meneguhkan perjuangan kader NU dalam memperkokoh Aswaja dan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ulama Salaf Online

"Kader muda NU harus selalu berada dalam baris terdepan mengawal dan menjaga Aswaja dan NKRI," ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

Pada kesempatan itu, Sekretaris PC GP Ansor Kudus, Suparno, membacakan empat komitmen kader ? NU di dalam memperkokoh ideologi Aswaja dan NKRI. Yaitu Kader NU mengakui NKRI adalah harga mati, Pancasila sebagai ideologi Negara, Aswaja an-Nahdliyah sebagai ideologi keislaman, dan menolak paham radikalisme serta ISIS di bumi Nusantara.

"Keempat komitmen ini menjadi pegangan kader NU dalam berjuang dan mengabdi kepada bangsa, agama, negara dan masyarakat," tegasnya.

Sehari sesudahnya Ahad (3/5), kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan dan rapat kerja pengurus GP Ansor, IPNU dan IPPNU Kecamatan Jati di Gedung Muslimat NU Ranting Loram Kulon. Usai pelantikan, mereka mengadakan rapat kerja guna merumuskan program kerja selama satu periode ke depan.

Dalam acara itu, kegiatan diisi ceramah ilmiah yang disampaikan pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor ? H Ahmad Nadhif Abdul Mujib. Hadir pada kesempatan itu, Wakil ketua PWNU Jateng H Hasyim Asyari, PC GP Ansor Kudus, Camat Jati, MWCNU Jati dan ratusan kader dari tiga badan otonom NU tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pondok Pesantren, Kajian Islam, Sunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 22 Desember 2017

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Pengurus Aswaja NU Center (Asnuter) PCNU Pamekasan terus bergerak aktif menguatkan paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Selain getol menjadi fasilitator kajian keaswajaan, pengurus Asnuter juga menyebarkan buku Khazanah Aswaja ke masyarakat sekaligus warga pergerakan.

"Kami melakukan itu supaya pemahaman terhadap Aswaja betul-betul berbasis literasi, tidak sebatas dari diskusi semata," terang Sekretaris Asnuter K Mukhlis Nashir, Ahad (19/11).

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja

Tiap kali menjadi pemateri dalam sebuah forum diskusi, pria yang akrab disapa Ra Mukhlis tersebut membagikan buku Khazanah Aswaja secara gratis kepada panitia. Itu masih terlihat pada Sabtu (18/11) saat Ra Mukhlis menjadi pemateri Aswaja sebagai Manhajul Fikr di Mapaba Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PR PMII) As-Syafiie Komisariat Universitas Madura (Unira) Cabang Pamekasan di Balai Desa Plakpak, Pegantenan, Pamekasan.

Ulama Salaf Online

"Buku yang diterbitkan PWNU Jawa Timur ini penting kita pelajari, mesti jadi pijakan dalam tiap kali diskusi keaswajaan," tarang Ra Mukhlis Nashir.

Ulama Salaf Online

Ketua Rayon PMII As-Syafiie Umarul Faruq menegaskan, pihaknya akan memanfaatkan dengan baik buku yang diterimanya dari mantan aktifis PMII UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Setelah kegiatan Mapaba, terangnya, akan ada tindak lanjut dan kajian sehingga nanti buku Khazanah Aswaja bisa dibedah bersama-sama oleh warga pergerakan. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Kajian Islam, RMI NU Ulama Salaf Online

Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi

Jakarta, Ulama Salaf Online. Survei yang dilakukan Wahid Foundation tahun 2016 menemukan fakta bahwa intoleransi yang dilakukan oleh umat Muslim kepada sesama Muslim yang berbeda kelompok, angkanya lebih tinggi dibandingkan intoleransi orang Muslim kepada non-Muslim. Intoleransi kepada non-Muslim sebanyak 38, 4 persen; sementara kepada sesama Muslim mencapai 49 persen.

Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Astaghfirullah, Intoleransi Sesama Muslim Lebih Tinggi

Data juga diperkuat dengan temuan bahwa angka toleransi kepada non-Muslim mencapai 40, 4. Sementara angka toleransi kepada sesama Muslim hanya 0,6 persen.

Demikianlah salah satu poin penting yang disampaikan pada Diskusi Terfokus (FGD) Pembahasan draft Rekomendasi Kebijakan dan Program Kontra Radikalisme, Kamis (16/11) di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Wahid Foundation melandaskan ukuran intoleransi dengan sikap-sikap antara lain penerimaan terhadap pendirian rumah ibadah, kegiatan keagamaan yang dilakukan penganut agama, dan penerimaan kepemimpian non-Muslim dalam pemerintahan.

Terkait dengan potensi radikalisme, Wahid Foundation mendapati 7,7 persen orang yang bersedia bertindak radikal; 0,4 persen melakukan tindak radikal; 19,9 persen tidak memilih sikap; dan 72 persen menolak tindakan radikal.?

Ulama Salaf Online

Kabar baiknya, pencegahan dan penanggulangan radikalisme terus menjadi isu prioritas di Indonesia. Radikalisme disadari sebagai ancaman serius bagi Indonesia yang ingin maju, demokratis, dan sejahtera.?

Hal itu tergambar antara lain dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 sebagai ujung tombak Polri berhasil melemahkan jaringan terorisme dengan melumpuhkan aktor-aktor yang terlibat.

Ulama Salaf Online

Kemudian, melalui pemblokiran oleh Kemenkominfo dan investigasi ujaran kebencian oleh Polri, pemerintah juga berhasil memaksa pengelola situs-situs berkonten radiskalisme untuk berubah jadi lebih ‘lunak’.

Melalui BNPT, pemerintah juga sangat serius untuk melakukan deradikalisasi. Upaya tersebut mulai berbuah positif. Beberapa pelaku terorisme mengubah sikap ekstrim nya dan bahkan bersedia ambil bagian dalam mengkampanyekan kontra radikalisme ke masyarakat.

Sejak Januari 2017 Wahid Foundation mengimplementasikan Program Promosi Pluralisme dan Toleransi (Proposi) untuk memperkuat kerja sama masyarakat dengan negara dalam mencegah radikalisme dan terorisme.

Salah satu yang dilakukan dalam kerangka program Proporsi, adalah melakukan kajian terhadap program dan kebijakan pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme yang telah dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Jakarta, Ulama Salaf Online. Rais Syuriyah Pengururs Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon periode lalu, KH Usamah Manshur menyampaikan bahwa perkembangan Islam sangat cepat karena muballigh dan Walisongo dilakukan dengan pendekatan yang sopan dalam menghormati budaya dan kearifan lokal.?

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Perkembangan tersebut sampai kepada Mbah Kholil Bangkalan, lalu tongkat estafet nilai-nilai aswaja diserahkan ke Mbah Hasyim Asy’ari lewat Mbah As’ad Syamsul Arifin, nilai-nilai Aswaja tersebut ? kemudian menjelma menjadi Nahdlatul Ulama.

Dulu, kata Kiai Usamah, saat Mbah Hasyim mendirikan NU, virus-virus yang mengganggu Ahlussunnah Waljamaa’ah An-Nnahdiyah masih terkonsetrasi di Hijaz.?

“Tapi saat saya memimpin NU Cirebon bersama kiai Ali Murtadlo ini virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai ASWAJA sudah ada di teras-teras rumah kita,” ujarnya pada acara Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Cirebon yang bertempat di Susukan, Cirebon, Sabtu (25/2).

Munculnya kelompok-kelompok ekstrem, kelompok takfiri mulai mengganggu keberislaman di Indonesia karena kelompok-kelompok tersebut suka mengklaim dirinya yang paling benar.

Ulama Salaf Online

Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut yang suka menyudutkan NU, karena NU mengayomi bahkan mempelopori hal-hal yang mereka anggap bid’ah.?

Juga soal propaganda-propaganda yang terus didengungkan mereka, katanya, mereka menuduh presiden, menteri, bupati sampai kuwu, RT/RW adalah pemerintahan yang toghut yang harus diperangi dan harus diganti dengan sistem pemerintah khilafah.

Ulama Salaf Online

“Dan mereka menganggap musuh yang utama adalah NU, sebab NU semboyannya dimanapun dan kapan pun NKRI harga mati,” tegasnya diikuti tepuk tangan peserta Konfercab.

Maka kemudian seperti HTI, Salafi Wahabi ini akan menjadi virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai NU. “Maka saya berpesan siapapun yang terpilih harus mengawal nilai ideologi NU,” ujarnya. (Husni Sahal/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Kamis, 07 Desember 2017

Pascasarjana Islam Nusantara Unusia Gelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menjelang perkuliahaan tahun akademik 2017/2018, Pascasarjana Program Magister Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar orientasi studi, Kamis (7/9) di Gedung PBNU Jakarta.

Pascasarjana Islam Nusantara Unusia Gelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana Islam Nusantara Unusia Gelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana Islam Nusantara Unusia Gelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru

Dalam orientasi studi itu, Pascasarjana Unusia menghadirkan Wakil Rektor III Unusia KH Mujib Qulyubi, dan dua asisten Direktur Pascasarajana Muhammad Ulinnuha serta Hamdani.

Kiai Mujib mendorong mahasiswa baru untuk menyelesaikan studi tepat waktu dua tahun alias empat semester. Kiai Mujib juga mendorong mahasiswa untuk melakukan riset tesisnya tidak hanya mengkaji tentang Indonesia

“Bisa tentang Thailand, Malaysia dan negara-negara tetangga lainnya,” ujar Kiai Mujib kepada seluruh mahasiswa Pascasarajana yang hadir memadati ruang acara.

Ulama Salaf Online

Sebab menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan ini, serpihan-serpihan Islam Nusantara baik dari sisi naskah, tradisi dan budaya negara-negara di Asia Tenggara memiliki keterkaitan dengan Indonesia.  

Sementara itu, Ulinnuha, Asdir Keuangan menyoroti soal ketepatan melakukan administrasi bagi mahasiswa reguler. Ia juga menyinggung soal komitmen untuk menggali dan mengeksplorasi khazanah Islam Nusantara yang menurutnya penting dilakukan secara bersama-sama. 

“Hanya dengan mengenali jati diri, bangsa ini bisa maju. Salah satu caranya adalah dengan kerja akademik melalui Pascasarjana Unusia.

Senada dengan Ulinnuha, Hamdani mendorong mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris akan diajak mengikuti berbagai riset dan konferensi-konferensi akademik baik nasional maupun internasional. 

Ulama Salaf Online

“Tahun ini salah satu mahasiswa Pascasarjana Unusia juga ada yg mengikuti diskusi panel di AICIS, sebuah konferensi tahunan yang digelar oleh Kementerian Agama,” ujar Hamdani.

Hamdani juga menyampaikan cakupan topik penelitian Islam Nusantara itu luas. Bisa berkaitan dengan budaya/tradisi, pemikiran, gerakan, manuskrip, arsitektur, dan topik sosial keagamaan lainnya. 

Dalam penulisan akademik, mahasiswa juga harus memperhatikan penggunaan bahasa akademik dan tata cara penulisan menurut sistem yang sudah ditentukan.                        

Mahasiswa baru Pascasarjana UNU Indonesia tahun akademik 2017/2018 berjumlah 45 orang dengan komposisi 25 mahasiswa reguler dan 20 mahasiswa beasiswa kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online PonPes, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Jumat, 03 November 2017

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

Ulama Salaf Online

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Ulama Salaf Online

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Anti Hoax, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Kamis, 14 September 2017

Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya!

Coxs Bazar, Ulama Salaf Online. Seorang pejabat tinggi PBB mengatakan, rencana Bangladesh untuk membangun kamp pengungsi terbesar di dunia bagi 800.000 lebih Muslim Rohingya berbahaya karena kepadatan penduduk yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan bisa menyebar dengan cepat.

Pengungsi dari Myanmar yang melewati perbatasan Bangladesh terus mengalir. Hingga sekarang jumlahnya mencapai lebih dari setengah juta orang. Eksodus ini dipicu oleh tindakan keras tentara di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Operasi militer bersenjata memaksa penduduk setempat lari menyelamatkan diri sejak 25 Agustus lalu.

Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya!

(Baca: Hutan Bangladesh Ditebangi untuk Kamp Pengungsian Rohingya)

Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (7/10), Pemerintah Bangladesh bersikeras akan memperluas sebuah kamp pengungsian di Kutupalong di dekat kota perbatasan Coxs Bazar guna menampung semua orang Rohingya datang.

Ulama Salaf Online

Namun demikian Robert Watkins, koordinator residen PBB di Dhaka, mengatakan Bangladesh seharusnya mencari lokasi baru untuk membangun lebih banyak kamp.

"Ketika Anda memusatkan terlalu banyak orang ke daerah yang sangat kecil, terutama orang-orang yang sangat rentan terhadap penyakit, itu berbahaya," kata Watkins kepada AFP.

Menurutnya, dalam suasana padat orang demikian, kemungkinan kuat terjadinya persebaran penyakit menular sangat tinggi dan prosesnya pun bisa amat cepat. Baginya, jauh lebih mudah mengelola orang berikut kesehatan dan keamanannya bila kamp tidak terkonsentrasi dalam satu tempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Sejarah, Bahtsul Masail, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Senin, 03 Juli 2017

PW IPNU-IPPNU NTB Rekrut Kader CBP-KPP

Lombok, Ulama Salaf Online. Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Nusa Tenggara Barat (NTB) merekrut 60 orang kader Corp Brigade Pelajar (CBP) dan Korp pelajar Putri (KPP) dari unsur pelajar yang berbasis pesantren NU yang ada di Pulau Lombok.

PW IPNU-IPPNU NTB Rekrut Kader CBP-KPP (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPNU-IPPNU NTB Rekrut Kader CBP-KPP (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPNU-IPPNU NTB Rekrut Kader CBP-KPP

Proses kegiatan rekrutmen kader ini akan berlangsung selama empat hari, Rabo-Sabtu (22-25/10) di Pondok Pesantren Al Mansuriah NU jalan TGH Saleh Hambali Bonder Lombok Tengah NTB.

Kegiaan kali ini berbeda dari acara-acara yang pernah dan sering dilakukan oleh wilayah dan atau cabang yang ada di NTB seperti Makesta, Lakud, Lakmud dan lain lain yang banyak blajar di forum atau di ruangan. Kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh PW IPNU IPPNU NTB ini lebih banyak berada di lapangan mengingat kegiatan ini dilatih ala militir.

Ulama Salaf Online

“Dengan adanya kegiatan ini maka dapat diukur bahwa regenerasi di internal IPNU IPPNU NTB akan baik,” kata Irfan Suriadiata Ketua PW IPNU NTB.

Ulama Salaf Online

Di tempat yang sama ketua panitia Habibul Umam yang merupakan anak kedua dari Ketua Tanfidziah NU NTB ini mengungakpakan bahwa latihan CBP KPP ini diniatkan untuk mencari generasi penerus bagi IPNU IPPNU, mengingat ada beberapa cabang yang vakum dan tidak bisa menjalankan programnya sama? sekali.

“Hal ini akan mengkhawatirkan kalau tidak di pesiapkan dari sekarang. Maka kedepan akan terjadi stagnasi kader dan generasi penerus,” terangnya.

Kegiatan kaderisasi ini dibuka oleh pengasuh pondok pesantren Al-Mansuriah yang juga ketua PWNU NTB Drs. TGH. A. Taqiuddin Mansur,M.Pd.I. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 22 Oktober 2016

Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes

Brebes, Ulama Salaf Online. Rais Am Jamiyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya (31/1) memimpin Apel Akbar Banser Kabupaten Brebes. Apel digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama.

Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes

Kepada Ulama Salaf Online, Komandan Satuan Kordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Brebes Moh Ikhwan HMS menjelaskan, apel digelar pukul 14.00 WIB sampai selesai di Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes.?

Menurut Ikhwan, Apel diikuti lebih kurang 5000 Banser perwakilan dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. "Meskipun Brebes memiliki lebih dari 10.000 Banser, tapi mengingat tempat dan keterbatasan jumlah peserta hanya mengirimkan sekitar 2000 anggota.

Habib Luthfi yang telah mendapat predikat Jenderal Banser tersebut, juga akan menyampaikan mauidlatul khasanah dan penguatan ideologi Pancasila dan NKRI. Akan hadir Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi.

Ulama Salaf Online

Apel ini, lanjut Ikhwan, sekaligus sebagai Apel kesetiaan terhadap NKRI sebagai upaya menolak keras aliran radikal yang berusaha mengobok-obok NKRI, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes. “Banser harus menjadi garda terdepan untuk tetap tegaknya NKRI, NKRI harga mati,” tegasnya.

?

Ulama Salaf Online

Ikhwan mengajak kepada seluruh Satkoryon mengkoordinasikan semua pasukannya. Apel ini harus dilakukan secara ikhlas tanpa paksaan, dan bagi Banser yang belum punya seragam PDH/PDL, boleh memakai Baju Ansor atau Kaos Diklatsar Peci hitam dan Celana Hitam.

Sementara Kasatkoryon Banser Ketanggungan Ahmad Fauzan menambahkan, Banser Ketanggungan akan start dari Masjid Agung Izzul Islam-Ketanggungan usai Sholat Dzuhur berjamaah dengan berkonvoi ke Islamic Center Brebes.

Kasatkorcab Banser Kota Tegal Trinanda Aji menyatakan siap mengirim pasukan ke Brebes sesuai yang dijadwalkan. Apel juga akan dihadiri Plt Bupati Brebes Budi Wibowo, Forkopimda Kabupaten Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Nasional Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock