Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Bulukumba Gelar Festival Perjuangan Penyebaran Islam Datu Tiro

Bulukumba, Ulama Salaf Online. Pemerintah Kabupaten Bulukumba bekerja sama dengan Komunitas Rumah Cinta dan Universitas Islam Makassar mengadakan Festival Datu Tiro. Kegiatan bertajuk “Vitalisasi Budaya dan Spirit Islamisasi Datu Tiro” tersebut dipusatkan di Pantai Samboang Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bulukumba Gelar Festival Perjuangan Penyebaran Islam Datu Tiro (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulukumba Gelar Festival Perjuangan Penyebaran Islam Datu Tiro (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulukumba Gelar Festival Perjuangan Penyebaran Islam Datu Tiro

Festival Budaya pada 1 Februari 2015 ini bertujuan mengingatkan upaya Datu Tiro dalam menyebarkan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah di tanah Bulukumba atau yang dikenal Bumi Panrita Lopi.

“Datu Tiro menyebarkan Islam tanpa harus menghilangkan identitas budaya yang melekat di masyarakat Bulukumba,” ungkap Andika sebagai Ketua Panitia.

Ulama Salaf Online

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud menghargai para leluhur, utamanya Datu Tiro sebagai salah satu penyebar Islam Ahlusunnah wal Jamaah di Bulukumba.

Untuk memajukan sebuah wilayah, kata dia, masyarakat mesti memelihara dan mengamalkan nilai-nilai kearifan lokal apa tak lagi terkait dengan nilai-nilai keislaman Nusantara. ?

Ulama Salaf Online

Rektor Universitas Islam Makassar Dr. Majdah M. Zain Agus AN menyampaikan orasi budaya. Menurut dia, penyebaran Islam di Sulawesi Selatan tak terlepas dari peran tiga datu yang dikenal, yaitu Datu Ribandang, Datu Fatimang, dan Datu Tiro.

Nama Datu Tiro, kata yang juga Ketua Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan ini, dikenal sebagai peletak batu pertama penyebaran Islam di Bumi Panrita Lopi Bulukumba.

Menurut Majdah, kedatangan Datu Tiro dalam menyebarkan Islam di Bulukumba, dikenal mampu memadukan ajaran Islam dan nilai-nilai budaya sebagai sebuah ajaran yang diterima secara luas masyarakat Bulukumba.

Ia berpendapat, nilai-nilai budaya yang disebarkan Datu Tiro di tanah Bulukumba ini harus senantiasa dipelihara dan diamalkan sebagai sebuah ajaran dan identitas masyarakat Bulukumba.

Kemudian Majdah juga menyinggung bobroknya moralitas kepemimpinan bangsa ini, tak lain disebabkan nilai-nilai Islam jauh dari amalan keseharian kita. Dalam tradisi kepemimpinan Bugis yang sesuai dengan ajaran Islam, kita mengenal istilah macca (cerdas), lempu (jujur), warani (berani), dan getteng (tegas).

“Ketika empat nilai ini diamalkan, Insya Allah bangsa ini jauh dari keterpurukan moralitas, tambahnya.

Dalam prosesi Festival Datu Tiro ini menampilkan beberapa kesenian diantaranya pembacaan riwayat dan sepak terjang Datu Tiro melalui kesenian Singrili, Gandrang Bulu Sitobo Lalang Lipa, seni bela diri.

Secara simbolik Rektor UIM memberikan bantuan Al Quran kepada masyarakat Desa Tri Tiro Bulukumba yang diwakili Pemerintah setempat sebagai bentuk UIM peduli buta aksara Quran.

Tampak hadir menyaksikan Festival Datu Tiro ini Ketua DPRD Bulukumba, Wakil Rektor I UIM Musdalifah Mahmud, Dekan Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UIM Arfah Shiddiq, Asdir I Pasca Sarjana UIM Suardi Bakri, Ketua Muslimat NU Bulukumba, dan ribuan masyarakat Nahdliyin Bulukumba. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Jadwal Kajian Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Yogyakarta, Ulama Salaf Online  

Dalam rangka memperingati hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM bekerjasama dengan Pusat Studi Energi UGM menyelenggarakan diskusi bulanan ke-3 pada Rabu, (18/10). Diskusi ini mengusung tema “Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat.” 

Hadir sebagai pembicara Satyaguna Rakhmatullah, alumni S2 Fakultas Peternakan UGM yang sekarang menjadi  peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Selain itu ia juga aktif sebagai pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. 

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Satyaguna menyampaikan bahwa pangan fungsional itu erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pangan fungsional ini adalah pangan yang tidak hanya memberikan nutrient atau nilai gizi, tetapi juga memberikan nilai kesehatan lebih bagi tubuh kita. 

Lebih lanjut, Satyaguna mengatakan bahwa pangan fungsional yang jumlahnya sangat banyak itu dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita baik dalam bentuk umbi, sayur, maupun buah-buahan lokal. 

Ulama Salaf Online

Pemerintah diharapkan dapat mendorong kampanye pangan fungsional ini dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat baik dalam sisi kesehatan maupun dalam konteks ekonomi. Setiap desa diharapkan dapat mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari hasil alam yang organik sebagi ciri khas daerah tersebut dan sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat.

Sementara Ahmad Rahma Wardhana, perwakilan Pusat Studi Energi menyampaikan bahwa yang terpenting dalam menyelenggarakan diskusi seperti ini adalah keistiqomahan. 

Ulama Salaf Online

Selain itu ia juga menyampaikan, sebagai forum yang berisi mahasiswa dari litas disiplin, forum ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sudut pandang multi perspektif, untuk keluasan dan kedewasaan dalam mengambil keputusan. 

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa S2 dan S3 yang berasal dari bebagai jurusan di kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UNY.  Forum ini merupakan wadah diskusi untuk mengembangkan intelektualitas mahasiswa Pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu yang terikat oleh satu rasa emosi yang sama, yakni sebagai keluarga besar Nahdhlatul Ulama. (Irsyadul Ibad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Fragmen Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Februari 2018

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pikiran orang Wahabi tidak istiqomah. Klasifikasi bid‘ah seringkali ditentukan sepihak oleh mereka. Namun ketika mereka sendiri melakukan amal ibadah tertentu yang bersifat bid‘ah, mereka tidak komentar apapun, bahkan merasa nyaman dengan amal itu. 

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur KH Muhyiddin Abdusshomad mengatakan perihal itu dalam pelatihan aswaja dan empat pilar di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) sore.

KH Muhyiddin Abdusshomad menunjuk sejumlah praktik ibadah yang terdapat di bulan suci Ramadhan. Ia menyebut doa panjang seraya menangis saat sembahyang Tarawih di malam ke 27 dan 29 Ramadhan.

Ulama Salaf Online

“Ini tidak terdapat dalam hadis Rasulullah SAW apalagi Al-Quran,” tegas KH Muhyiddin Abdusshomad di hadapan sedikitnya 100 peserta pelatihan.

Ulama Salaf Online

Belum lagi misalnya, lanjut KH Muhyiddin Abdusshomad, mereka mematok satu juz Al-Quran setiap malamnya. Hal ini dimaksudkan agar Al-Quran bisa dikhatamkan selama bulan Ramadhan.

Kita baru mencatat ketidakistiqomahan pikiran ini di dalam bulan Ramadhan. Sementara praktik ibadah yang termasuk bid‘ah di luar bulan Ramadhan lebih banyak lagi ditemukan.

Penentuan bid‘ah secara sepihak sementara mereka juga mengerjakan bid‘ah dalam bentuk lainnya, merupakan tindakan sewenang-wenang dan kezaliman dalam beragama.

Pelatihan Aswaja dan Empat Pilar berlangsung dari Jum‘at-Ahad (19-21/7). Pelatihan diikuti oleh kader Himpunan Da‘iyah dan Majelis Taklim Muslimat Nahdlatul Ulama (Hidmat NU) di lima cabang Jakarta dan kader da‘i Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Sunnah, Khutbah Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Februari 2018

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Tulisan ini adalah lanjutan dialog Kontributor Ulama Salaf Online Moh Yasir Alimi dengan Syaikh Mustafa Mas’ud al-Naqsabandi al-Haqqani. Pada bagian pertama, telah diartikan apa itu thariqat, getar di dada, dan kisah tentang Sahabat Abu Bakar. Berikut ini lanjutannya, bagian kedua.

Kisah Abu Bakar selanjutnya bagaimana, Syaikh? 

Nabi Muhammad berjalan. Sayidina Abu Bakar mengikuti. Ketika akan sampai, 8 km dari arah Masjidil Haram, baru Sayidina Abu Bakar sadar.  "Ooo … Mau istirahat ke Gua Tsur, karena sudah mendekati Gunung Tsur. Ketika Rasulullah naik, Oooo…kesimpulan Sayidina Abu Bakar.” With no curiousity, tidak dengan rewel, tidak dengan mempertanyakan, memaklumi.

Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Pertama-tama, dalam Islam yang kita butuhkan bukan`ngerti syariat, tapi cinta terhadap yang mengajarkannya dan Dzat Maha Suci yang menurunkannya. Tanpa kacamata tersebut, tanpa rasa cinta tersebut, kita tidak akan mengerti Islam. Islam hanya menjadi "The Matter of Transaction", tawar menawar. Itu tidak terjadi pada Abu Bakar. Begitu Rasulullah mau naik ke arah gua, di Jabal Tsur itu, maka kemudian Beliau (Abu Bakar) menarik kesimpulan, "Oooo … Rasulullah mau istirahat di Gua Tsur."

Ulama Salaf Online

Beliau (Abu Bakar) mengerti sebagai orang gurun, tidak akan pernah ada lubang bebatuan di gunung, pasti ada ular berbisanya. Itu reason, pikiran digunakan sesudah ‘cinta’, sesudah tulus, sesudah bersedia untuk patuh. Itu namanya pikiran yang well enlighted, pikiran yang tercerahkan, bukan pikiran yang cluthak (tidak senonoh), yang bisa bertingkah macam-macam, menimbulkan problem. 

Lantas, apa yang kemudian dilakukan Abu Bakar?.

Ulama Salaf Online

Beliau kemudian mendekati Rasulullah, kasih aku kesempatan masuk. Rasulullah dan Abu Bakar, interespecting, saling menghargai. Sayidina Abu Bakar masuk gua. Gua itu kecil kalau diisi 3. Barangkali sudah kruntelan di situ, kayak bako susur yang dijejel-jejelkan (dimasukkan) ke mulut. Sayidina Abu Bakar masuk, beliau cari, bener ada lubang di situ. Beliau buka sandalnya, ditaruhnya kaki kanannya di mulut lubang itu. Dengan cinta, Beliau korbankan kakinya untuk Rasulullah. Beliau tidak mau Rasulullah digigit ular. 

Akhirnya kakinya dicatel (digigit) oleh ular. Kemudian Beliau bilang, “Silakan masuk Rasulullah dengan penuh cinta, dengan penuh pengorbanan dan husnudzon.” Rasul masuk dan berbaring dipaha Abu Bakar. Rupanya Rasulullah terkena angin sepoi-sepoi pagi. Beliau tertidur. Ketika Beliau tertidur, ketika itu pulalah Abu Bakar menahan bisa dari ular yang sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh. Abu Bakar berkeringat, dan diriwiyatkan bahwa keringatnya sudah berisi darah. Tetesan keringat Abu Bakar mengenai Rasulullah. 

Bagaimana respon Rasulullah, Syaikh?. "Nangis Sampean?” tanya Rasulullah.

"Tidak,” jawab Abu Bakar, “kakiku digigit ular." 

There was something happen. Ditariknya kaki Abu Bakar dari lubang itu, maka kemudian Rasulullah berkata pada ular.

" Hai Tahu nggak Kamu? Jangankan daging, atau kulit Abu Bakar, rambut Abu Bakar pun haram Kamu makan?" 

Dialog Rasulullah dengan Ular itu didengar pula oleh Abu Bakar as-Shidiq, berkat mukjizat Beliau. 

"Ya aku ngerti Kamu, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah mengatakan ‘Barang siapa memandang kekasih-Ku, Muhammad, fi ainil mahabbah atau dengan mata kecintaan. Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke surga,” kata ular.

“Ya Rabb, beri aku kesempatan yang begitu cemerlang dan indah. “Aku (ular) ingin memandang wajah kekasih-Mu fi ainal mahabbah,” lanjut ular.

Apa kata Allah?. "Silakan pergi ke Jabal Tsur, tunggu disana, kekasihKu akan datang pada waktunya,’ jawab Allah.

“Ribuan tahun aku menunggu disini. Aku digodok oleh kerinduan untuk jumpa Engkau, Muhammad. Tapi sekarang ditutup oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah dia. Aku tidak ada urusan dengan Abu Bakar, aku ingin ketemu Engkau, Wahai Muhammad. "

“Lihatlah ini. Lihatlah wajahku,” kata Rasulullah. (Bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Pendidikan, Hikmah Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Usaha Tidak Pernah Mengkhianati Hasil

Sumedang, Ulama Salaf Online - Siswi Madrasah Aliyah (MA) Mia Siti Rahmani (18) berhasil menyandang peringkat kedua pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat MA se-Kabupaten Sumedang. Pada kompetisi berlangsung di Pondok Pesantren Darul Hikmah Sukawangi beberapa waktu lalu itu, Mia berhasil juara pada mata pelajaran biologi.

Siswi kelas XI Madrasah Aliyah Plus Al-Hikam Tanjungkerta itu menceritakan pengalamannya. "Memerlukan persiapan yang matang, ketekunan, dan semangat yang tinggi untuk mencapainya,“ ujarnya ketika ditemui di aula PCNU Sumedang (12/5).

Usaha Tidak Pernah Mengkhianati Hasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Usaha Tidak Pernah Mengkhianati Hasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Usaha Tidak Pernah Mengkhianati Hasil

Untuk mengikuti kompetisi itu, Mia berlatih selama tiga bulan, “Dari Februari sampai April dibantu oleh guru yang ahli dalam bidangnya, beliau bernama Ibu Hediana," lanjutnya.

Ulama Salaf Online

Siswi yang aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengaku, mengikuti kegiatan itu merupakan pengalaman pertamanya. “Pertama kalinya saya mengikuti dan menjuarai KSM tingkat MA se-Kabupaten Sumedang," ujar santriwati yang hobi membaca ini.

Meski meraih juara dua, dari 16 peserta di bidang Biologi, Mia mengaku senang dan bangga atas usaha yang ditempuhnya, “Ya walaupun sedikit kecewa. Memang benar usaha itu tidak ada yang mengkhianati hasil. Mungkin waktu yang saya tempuh untuk memperdalamnya terlalu singkat dan usaha saya pun mungkin kurang, jadi hasilnya tidak maksimal," pungkasnya.

Ulama Salaf Online

Kompetisi Sains Madrasah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang ini disponsori Ganesha Operation (GO), dihadiri oleh 105 orang peserta? dari berbagai cabang mata pelajaran. Masing-masing mata pelajarannya adalah Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Ekonomi, dan Geografi. (Ayu Linggasari/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah Ulama Salaf Online

Minggu, 21 Januari 2018

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Jakarta, Ulama Salaf Online - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menggelar kajian fikih ramah penyandang disabilitas di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/10). Mereka dalam kajian ini menghadirkan sejumlah komunitas penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini komunitas tersebut mengungkapkan sejumlah konstruksi dan fasilitas rumah ibadah agama Islam yang belum ramah terhadap penyandang disabitilas. Mereka juga menyampaikan kebutuhan buku-buku hadits dan fikih berhuruf Braile yang masih sangat minim.

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Ketua LBM PBNU KH Najib Hasan menyampaikan bahwa kesadaran raham penyandang disabilitas memang belum merata di kalangan pengelola fasilitas ibadah baik masjid maupun mushala.

Ulama Salaf Online

“Belum ada masjid dan pesantren yang memikirkan masalah penyandang disabilitas. Untuk itu kita ingin mendorong semua pihak untuk terbuka dengan amsalah ini,” kata Kiai Najib.

Ulama Salaf Online

Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna mengatakan bahwa P3M sebenarnya sudah lama memberikan masukan kepada PBNU.

“Pak Setia, waktu itu ia datang ke PBNU menemui Ketua PBNU KH Imam Aziz, lalu ia memanggil saya. Isu disabilitas ini disetujui Kiai Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU. Pertemuan kita kali adalah dalam rangka menyiapkan draf awal terkait materi fikih ramah disabilitas,” kata Sarmidi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, RMI NU, Sunnah Ulama Salaf Online

Minggu, 07 Januari 2018

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Tarim, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menerapkan sistem Ahlul Halli pada pemilihan pemimpin baru dalam Konferensi Cabang Istimewa Ke-3. Penentuan rais syuriah dan ketua tanfidhiyah dilakukan oleh tim formatur yang terdiri dari utusan beberapa organisasi di Yaman.

Tim formatur terdiri dari para ketua organisasi seperti PPI, AMI Al Ahgaff, FLP Yaman, dan organisasi kedaerahan seperti OPISI (Sumatera), Pajajaran (Jawa Barat & Banten), PPJJ (Jawa Tengah), Keramat Jatim, Fosmaya (Madura), dan Roudlotul Banjariyyin.

Sidang pleno yang dipimpin Rais Syuriah PCINU Yaman Nuril Izza Muzakki ini sebelumnya memunculkan dua kandidat rais Syuriah, yaitu Hasan Bashri Hayy dan Muhammad Gufron, dan dua kandidat ketua tanfidhiyah, yakni H M Thohir Uzt dan Abdul Rahman Malik.

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Pemilihan yang diagendakan hanya 15 menit berjalan alot hingga molor sampai satu jam. Namun forum akhirnya memutuskan dan menetapkan Hasan Bashri Hayyi sebagai Rais Syuriah PCINU Yaman dan Abdul Rahman Malik sebagai Ketua Tanfidhiyah PCINU Yaman masa khidmah 2015-2016.

Ulama Salaf Online

Pemilihan ketua yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Al Ahgaff, Tarim, Rabu malam (11/15) waktu setempat itu berlangsung dalam sidang pleno ketiga. Sebelumnya telah dilaksanakan sidang laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus demisioner dan sidang soal program PCINU ke depan.

"Laporan pertanggungjawaban merupakan hasil realisasi program selama satu periode berdasarkan lajnah dan lembaga yang ada di PCINU Yaman," tutur Nuril. Lajnah dan lembaga itu meliputi Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengemembangan Sumber Daya Manusia), LDNU (Lembaga Dakwah NU), LMI-NU (Lembaga Media dan Informasi NU), LTNNU (Lanjah Talif wa Nasyr NU) dan LBMNU (Lajnah Bahtsul Masail NU).

Ulama Salaf Online

Acara pada malam itu disambung dengan peluncuran buku karya aktivis NU Yaman "Membumikan Maqashid Syariah" dan kitab "Mighnathisul Afrah fi Adiyatin Nikah". Acara semakin meriah dengan pengumuman pemenang Lomba Menulis Artikel Islam (LMAI) PCINU Yaman yang digelar sejak 30 Desember 2014. Hadiah berupa uang tunai, piagam penghargaan, dan buku “Wisata Religi di Negeri Para Wali” karya LTN-NU diberikan kepada tiga juara terbaik.

Rangkaian acara Konferensi Cabang Istimewa ini dimulai sejak Ahad (8/2) dengan agenda seminar tentang ISIS, bahtsul masail, diskusi panel, dan kuliah umum bersama KH Yunus Roichan. (Arman Malieky/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Fragmen, Sunnah Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda kembali menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan paham keagamaan NU, Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Ia mengajak para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk turut serta melestarikan paham yang dikenal moderat itu.

“Bagaimanapun juga, PMII adalah bagian dari NU. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga serta melestarikan Aswaja dari paham-paham baru yang muncul akhir-akhir ini,” kata Kiai Nuril saat menjadi penceramah pada acara Semarak Ramadhan yang digelar Pengurus Cabang (PC) PMII Jakarta Pusat, di Masjid Jami’ Al-Ma’mur, Jalan Raden Saleh, Jakarta (25/9)

Di hadapan para aktivis organisasi berbasis mahasiswa NU itu, Kiai Nuril menjelaskan, saat ini Aswaja tengah terancam keberadaannya. Pasalnya, tidak sedikit muncul paham baru yang mengatasnamakan ahlussunnah. “Sekarang harus diingat, ada (paham, red) ahlussunnah tok (saja, red), ada ahlussunah yang ada wal jama’ah-nya,” terangnya.

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

“Ahlussunnah tidak sama dengan Aswaja. Ajaran yang tanpa mengejek orang lain, keyakinan orang lain, paham yang dianut orang lain, itulah Aswaja,” jelas Kiai Nuril.

PMII, sebagai organisasi yang menghimpun para pemuda NU, kata Kiai Nuril, memiliki peran besar dalam rangka turut serta melestarikan Aswaja. Menurutnya, pemuda memiliki semangat yang masih besar. Hal itulah yang menurutnya dibutuhkan oleh NU saat ini .

Selain para aktivis PMII, acara tersebut juga diikuti sekitar 100 anak-anak yang tinggal di sekitar Masjid Jami’ Al-Ma’mur. Mereka memang sengaja diundang pada acara Semarak Ramadhan itu untuk berbuka bersama.

Ulama Salaf Online

Acara tersebut merupakan pembukaan dari serangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan PC PMII Jakpus selama bulan Ramadhan kali ini, antara lain, Pesantren Kilat, Halaqoh dan Pengajian Kitab Salaf, Buka Bersama Anak Jalanan dan Silaturrahmi Antar-Tokoh Ormas Islam dan OKP. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, AlaSantri, Sunnah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Selasa, 26 Desember 2017

PCNU Bondowoso Siap Gelar Konfercab Ke-22

Bondowoso, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur akan mengadakan konferensi ke-22. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu tanggal 16 Januari 2016. Kegiatan itu akan melibatkan seluruh pengurus cabang, MWCNU, sampai ranting.

PCNU Bondowoso Siap Gelar Konfercab Ke-22 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Siap Gelar Konfercab Ke-22 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Siap Gelar Konfercab Ke-22

Konfercab bertema “Aktualisasi peran jamiyah membumikan Islam Nusantara demi kokohnya NKRI” tersebut akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurut Tholabah Dusun Bunder, Krajan, Desa Pancoran Rt 17, Rw 03, Kecamatan Bondowoso.

Sekeretaris Panitia Konferensi NU ke-22 Ustdz Misyono menjelaskan kegiatan itu akan diikuti perwakilan 239 Ranting NU dan 23 MWCNU. “Tingkat ranting itu hanya sebagai peninjau saja dan untuk MWCNU sebagai peserta penuh," ungksp Ustdz Misyono di kantor PCNU Bondowoso Selasa (12/1) sore.

Ulama Salaf Online

Misyono mengatakan, hingga kini, kesiapan konfercab telah mencapai sembilan puluh persen. Dengan kesiapan seperti itu, ia berharap konferensi berjalan dengan lancar sesuai dengan agenda-agenda. Tidak hanya itu, juga berharap perserta fokus untuk berbicara program NU ke depan.

Ulama Salaf Online

“Konfercab ini tidak terfokus suksesi atau pemilihan pengurus karena tantangan ke depan semakin berat, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah di program-program NU,” jelasnya.

Pantauan Ulama Salaf Online, menjelang konfercab telah diwarnai dengan baliho ucapan selamat dan sukses dari berbagai partai, lembaga NU, banom NU, sampai MWCNU. Ucapan-ucapan itu terpasang di sudut-sudut jalan menuju kota Bondowoso.

Konferensi tersebut akan dihadiri perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Bondowoso, Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin, Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil A., Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf, Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Ketua DPRD H. Ahmad Dafir. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI

Kudus, Ulama Salaf Online. Sedikitnya 5000 kader NU mengikuti Kirab kebangsaan yang diadakan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jati Kudus, Sabtu (2/5) lalu. Dengan dilepas ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi, mereka yang terdiri dari pelajar NU, anggota GP Ansor, IPNU-IPPNU ini berjalan santai beriringin berseragam identitas sesuai organisasinya.

Lima grup drum band tampil sepanjang jalan menambah kesemarakan kirab yang menempuh rute start-finish di halaman Masjid Wali Loram Kulon Jati Kudus. Diakhir acara, panitia mengundi ratusan hadiah sebagai door prize bagi peserta yang beruntung.

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI

Menurut panitia, Dwi Saifullah, kirab kebangsaan ini dalam rangka harlah ke-92 NU dan ke-81 GP Ansor dan menyambut pengukuhan pengurus baru PAC GP Ansor, dan IPNU-IPPNU Kecamatan Jati. Tujuannya, untuk meneguhkan perjuangan kader NU dalam memperkokoh Aswaja dan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ulama Salaf Online

"Kader muda NU harus selalu berada dalam baris terdepan mengawal dan menjaga Aswaja dan NKRI," ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

Pada kesempatan itu, Sekretaris PC GP Ansor Kudus, Suparno, membacakan empat komitmen kader ? NU di dalam memperkokoh ideologi Aswaja dan NKRI. Yaitu Kader NU mengakui NKRI adalah harga mati, Pancasila sebagai ideologi Negara, Aswaja an-Nahdliyah sebagai ideologi keislaman, dan menolak paham radikalisme serta ISIS di bumi Nusantara.

"Keempat komitmen ini menjadi pegangan kader NU dalam berjuang dan mengabdi kepada bangsa, agama, negara dan masyarakat," tegasnya.

Sehari sesudahnya Ahad (3/5), kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan dan rapat kerja pengurus GP Ansor, IPNU dan IPPNU Kecamatan Jati di Gedung Muslimat NU Ranting Loram Kulon. Usai pelantikan, mereka mengadakan rapat kerja guna merumuskan program kerja selama satu periode ke depan.

Dalam acara itu, kegiatan diisi ceramah ilmiah yang disampaikan pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor ? H Ahmad Nadhif Abdul Mujib. Hadir pada kesempatan itu, Wakil ketua PWNU Jateng H Hasyim Asyari, PC GP Ansor Kudus, Camat Jati, MWCNU Jati dan ratusan kader dari tiga badan otonom NU tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pondok Pesantren, Kajian Islam, Sunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 21 Desember 2017

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ponorogo, Ulama Salaf Online - Kedatangan Menpora RI H Imam Nahrawi dalam rangka membuka Kickoff Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I di stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo, Kamis (28/8) sore, disambut oleh tari-tarian dan pertunjukan Reog Ponorogo. Menpora berkesempatan menaiki topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari burung merak itu.

Setelah berada di atas kepala reog, sambil diiringi jathilan, warok, dan tabuhan gamelan, Nahrawi kemudian dibawa ke tengah lapangan stadion sambil melambaikan tangan kepada para santri dan penonton yang memenuhi sudut Stadion Batoro Katong.

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ia tampak senang saat berada di atas kepala singa yang menjadi simbol kekuatan kesenian itu. Para juru warta tidak ingin ketinggalan mengabadikan momen langka tersebut. Mereka berebut mengambil gambar dari berbagai sudut.

Ulama Salaf Online

“Terima kasih banyak. Saya sangat senang. Sampai sini (stadion) langsung disambut oleh kesenian Reog Ponorogo,” ujar Menpora.

Reog Ponorogo dibawakan oleh oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam yang dipoles warna-warni. Sementara 6-8 gadis dengan keanggunannya membawakan tarian tradisional khas kesenian Reog. Selain itu, Menpora bersama para hadirin juga disuguhi atraksi dari pendekar Pagar Nusa yang menunjukkan kebolehan dalam ilmu beladiri dan tenaga dalam.

Bupati Ponorogo H Ipong Muclissoni berterima kasih atas kehadiran Menpora RI di Kota Reog ini. Ia mengatakan, Ponorogo dikenal sebagai kabupaten seribu pesantren.

Ulama Salaf Online

“Pak Menteri, di Ponorogo ini ada sekitar 200 lebih pesantren. Bila Jombang dikenal dengan kota santri, maka Ponorogo pun sebenarnya merupakan kota santri,” kata H Ipong di hadapan Menpora.

Terkait pelaksanaan LSN di Ponorogo, Ipong mengapresiasi kerja sama antara Pemkab Ponorogo dan Panitia Pelaksana LSN. Bahkan LSN Region Jatim I dapat dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo U 18. Ia optimis LSN dapat berjalan sesuai harapan dan mampu menjadi media untuk pembinaan sepakbola santri pesantren.

Tampak hadir pada pembukaan LSN Region Jatim I yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin, Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Pengurus PCNU Ponorogo, Ketua RMI Ponorogo Gus Munir, Koordinator LSN Region Habib Mustofa, para kiai, para gus, dan para ribuan santri dari pesantren peserta LSN. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Budaya Ulama Salaf Online

Selasa, 05 Desember 2017

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid

Jakarta, Ulama Salaf Online 



Warga NU kehilangan salah seorang kiainya, yaitu Ajengan KH Ahamd Syahid. Dia adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia wafat pada Sabtu (5/8) selepas maghrib.  

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid

Ajengan KH Ahmad Syahid adalah salah satu teman KH Abdurramahman Wahid (Gus Dur). Pertemanan keduanya terdata pada sebuah tayangan Kick Andy edisi 15 Nov 2007 dengan bintang tamu Gus Dur. 

Pada satu sesi terjadi tanya jawab antara pemandu Kick Andy, Andy F. Noya dan Gus Dur seperti berikut ini:  



Andy : Apakah Gus Dur berminat mencalonkan presiden pada 2009 nanti?

Ulama Salaf Online

Gus Dur : Saya ini kalau diperintahkan oleh lima sesepuh, saya akan jadi calon, tanpa tim sukses, tanpa duit. Dulu begitu. 

Ulama Salaf Online

Andy : Kalu Gus Dur maju tanpa uang, tanpa macam-macam, modal Gus Dur apa?

Gus Dur         : Kepercayaan masyarakat. 

Andy : Apa Gus Dur yakin masyarakat masih percaya sama Gus Dur? 

Gus Dur : Lho,  ayo iku saya yuk, kalau saya ke Situbondo, 250 ribu orang 

Andy : Berbanding dua ratus, seratus juta, sedikit sekali itu, Gus. 

Gus Dur : Lho, kalau cuman dia. Banyak. Saya ini, tiap dua, tiga hari sekali ini; kiai kampung; kalau mau ikut nanti hari Kamis, ke Cicalengka dengan saya, tempatnya Ajengan Syahid. Itu 3 ribu kiai kampung.

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maman Imanulhaq Faqih mengaku pernah diajak Gus Dur ke Cicalengka. Pada kesempatan itu, Gus Dur mengomentari tentang kepribadian Ajengan KH Ahmad Syahid. 

“Kalau ingin melihat orang yang ikhlas dalam mempelajari Al-Qur’an, dialah KH Ahmad Syahid. Dia adalah qori kehidupan,” ungkap Kiai Maman yang mengutip Gus Dur. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah Ulama Salaf Online

Selasa, 28 November 2017

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU

Demak, Ulama Salaf Online. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren merupakan lembaga tertua yang dimiliki Nahdlatul Ulama, ia sebagai pencetak kader bangsa dan merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan ilmu agama sejak zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka seperti sekarang,?

“Pesantren itu lembaga paling tua dalam pencetak kader akhlaq anak bangsa mulai merebut kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan.”?

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU

Demikian disampaiakan Katib Syuriyah PBNU KH Muhammad Musthofa Aqil dari Kempek Cirebon Jawa Barat pada acara haflah khotmil Qur’an dan haul akbar KH Raden Muhammad bin Syech Mafduz At - Tarmasie di pesantren Busytanu Usyaqil Qur’an Betengan Demak Jl.Sunan Kalijaga no.35 Betengan Demak 59511, Sabtu (13/4).

Ulama Salaf Online

Pengasuh pesantren Al-Gadzier Kempek Cirebon tersebut lebih lanjut menandaskan bangsa Indonesia sudah sewajarnya berterima kasih dengan pesantren dan pengelola yang masih mempertahankan sistem pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah yang selalu berpedoman dengan Al Qur’an, sunnah Rasul serta salah satu imam empat sebagai acuan beraqidah sebagai pedoman orang orang NU

Ulama Salaf Online

“Bangsa Indonesia dan umat muslim secara keseluruhan harus bersyukur masih ada pesantren masih ada Alqur’an masih ada NU,” tandas kiai Musthofa Aqil.

Pesantren dan NU merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan sejak berdirinya lembaga ini dan munculnya organisasi Aswaja tersebut dan jikalau ditengok dengan lahirnya para syuhada atau pejuang kemerdekaan banyak lahir dari pesantren di seluruh tanah air

“Kalau tidak ada pesantren dan NU maka rusak tatanan hidup bangsa ini, bahkan mungkin Indonesia belum merdeka,” tambahnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Sunnah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Selasa, 07 November 2017

Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa

Way Kanan, Ulama Salaf Online. Media massa, baik cetak maupun elektronik memiliki tanggung jawab untuk kemajuan bangsa dengan jalan mencerdaskan masyarakat melalui pemberian informasi yang memiliki nilai positif sebagaimana perintah Islam, bukan sebaliknya.

Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Massa Bertanggung Jawab Terhadap Kemajuan Bangsa

"Salah satu fungsi media menurut pelopor teori komunikasi Harold D. Laswell untuk mendidik. Tapi dewasa ini, banyak ditemui sejumlah media justru mengabaikan fungsi utamanya, melanggar Kode Etik Jurnalistik atau KEJ hingga mengingkari Al Quran," ujar penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (3/11).

Ia mencontohkan, berita berjudul "Gus Ishom Klarifikasi Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur" di Ulama Salaf Online diubah dengan judul "Nah Lho, Tokoh NU Ini Protes Namanya Dicatut Oleh Kubu Ahok-Djarot Untuk Kampanye" di media online lain.

"Banyak berita dengan judul-judul provokatif, bombastis dan berlebihan di berbagai media online yang mengaku sebagai media Islam dengan isi berita tidak bernilai positif. Hal tersebut tentu saja berbanding terbalik dengan Islam Rahmatan lil Alamin," kata penggiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Lampung itu.

Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung itu menambahkan, dalam buku The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and the Public Should Expect (New York: Crown Publishers), Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001), merumuskan Sembilan Elemen Jurnalisme. Antara lain, kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.?

Ulama Salaf Online

"Selain independen, prinsip lain ditegaskan keduanya tentang esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi. Jurnalisme berfokus utama pada apa yang terjadi, seperti apa adanya. Berbeda dengan propaganda yang menyeleksi fakta atau merekayasa fakta, demi tujuan sebenarnya, yaitu persuasi dan manipulasi," ujar dia menjelaskan.

Ulama Salaf Online

Media-media massa yang mengabaikan esensi jurnalisme tersebut, imbuh dia, jelas melanggar KEJ yang ditetapkan Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor: 6/Peraturan-DP/V/2008 Tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik Sebagai Peraturan Dewan Pers.

Pasal satu KEJ menegaskan: Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Lalu pasal ketiga KEJ menegaskan: Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Karena itu, kata dia lagi, pemerintah melalui institusi terkait harus mengambil langkah tegas terhadap keberadaan media massa-media massa yang menyebarluaskan hal-hal negatif. Adapun bagi umat Islam dalam menyikapi media-media propaganda tak bertanggungjawab ialah dengan tidak mengingkari Al-Quran.

QS Al Hujuraat [49] ayat 6: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Atau QS An Nuur [24] ayat 15: "(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar."

"Jika film menurut Errol Morris suatu karya yang bisa membangun dan membudayakan suatu negara atau sebaliknya, berita juga mempunyai peluang demikian, konteks positif dari hal tersebut semestinya dipahami dan dilakukan seluruh jurnalis berikut media massa di Indonesia," demikian Gatot Arifianto. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Hikmah, Sunnah Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung

Jakarta, Ulama Salaf Online - Rais Aam PBNU KH Maruf Amin menyebut pemberdayaan ekonomi umat sebagai salah satu tugas utama kalangan santri masa kini. Pasalnya, sekarang ini ekonomi umat mulai melemah. Hal ini ditandai dengan berjatuhannya warung-warung kecil milik warga.

Demikian disampaikan Kiai Maruf Amin pada acara peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Kalah Saing dari Toko Swalayan, Santri Harus Perkuat Warung-warung di Kampung

Menurutnya, banyak warung kecil mulai kalah bersaing dengan Alfa Mart atau Indomart. “Ini yang harus kita pahami. Jadi harus ada penguatan (menjaga negara) dan pemberdayaan (ekonomi),” kata Kiai Maruf.

Kiai yang beberapa bulan lalu dianugerahi gelar guru besar bidang ilmu ekonomi muamalah syariah ini sempat melontarkan gagasan tentang pemberdayaan ekonomi umat.

Ulama Salaf Online

Ia menyebutnya dengan ‘arus baru ekonomi Indonesia’, yaitu membangun ekonomi dari umat dengan pusat pembangunannya dari pesantren-pesantren.

“Karena itu pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah Ulama Salaf Online

Senin, 31 Juli 2017

Ahli Ibadah Bodoh versus Orang Tidur Berilmu

Dalam sebuah Hadist dikisahkan bahwa suatu tempo Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam mendatangi pintu masjid, di situ beliau melihat setan berada di sisi pintu masjid. Kemudian Nabi SAW bertanya, "Wahai Iblis apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Maka Setan itu menjawab, "Saya hendak masuk masjid dan akan merusak shalat orang yang sedang shalat ini, tetapi saya takut pada seorang lelaki yang tengah tidur ini."

Lalu Nabi SAW berkata, "Wahai Iblis, kenapa kamu bukannya takut pada orang yang sedang shalat, padahal dia dalam keadaan ibadah dan bermunajat pada Tuhannya, dan justru takut pada orang yang sedang tidur, padahal ia dalam posisi tidak sadar?" Iblis pun menjawab, "Orang yang sedang shalat ini bodoh, mengganggu shalatnya begitu mudah. Akan tetapi orang yang sedang tidur ini orang alim (pandai)."

Ahli Ibadah Bodoh versus Orang Tidur Berilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Ibadah Bodoh versus Orang Tidur Berilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Ibadah Bodoh versus Orang Tidur Berilmu

Dari Ibnu Abbas radliyallâhu ‘anh, Nabi SAW bersabda, "Nabi Sulaiman pernah diberi pilihan antara memilih ilmu dan kekuasaan, lalu beliau memilih ilmu. Selanjutnya, Nabi Sulaiman diberi ilmu sekaligus kekuasaan.

Ulama Salaf Online

Bersumber dari Abi Hurairoh radliyallâhu ‘anh, Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa pergi menuntut ilmu maka Allah akan menunjukkannya jalan menuju surga. Sesungguhnya orang alim senantiasa dimintakan ampunan untuknya oleh makhluk yang berada di langit maupun di bumi, hingga dimintakan ampun oleh ikan-ikan di laut. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi."

Ulama Salaf Online

Hadits di atas menyiratkan betapa agama Islam begitu memuliakan, mengutamakan, dan menghargai orang yang berilmu pengetahuan. Bahkan melebihi keutamaanya orang yang ahli ibadah tapi bodoh. Menjadi jelas pula bahwa dalam agama Islam, menuntut ilmu dan mengembangkan budaya ilmiah itu termasuk bagian dari ibadah, juga merupakan tuntutan agama. Jadi tidak semata desakan kebutuhan zaman atau tuntutan dari institusi negara an sich. Itulah kunci mengapa dahulu pada masa kegemilangan peradaban Islam, banyak lahir ilmuan-ilmuan besar Muslim yang sumbangsihnya telah diakui dunia dalam banyak cabang keilmuan. Mereka menekuni disiplin keilmuan atas motif ajaran Islam, bukan tuntutan negara (daulah) waktu itu.

Begitu peduli dan perhatiannya agama Islam akan pentingnya ilmu pengetahuan, banyak pula ayat Al-Quran memberi dorongan dan motivasi agar seseorang mencintai ilmu, di antaranya ayat itu, "Samakah antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS. Al-zumar: 9). Tak hanya itu, Al-Quran sendiri mengajarkan umat manusia berdoa kepada Tuhannya agar senantiasa ditambahkan ilmu pengetahuan, "Dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah pengetahuan kepadaku".

Di ayat lain Allah juga berfirman, "Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Al-Mujaadalah: 11).

Berjibunnya apresiasi, penghargaan dan dorongan yang bersumber baik dari al-Quran ataupun Sunnah Nabi sebagaimana di atas seyogianya membuat kaum muslim pada saat ini khususnya yang masih berstatus mahasiswa, pelajar dan santri bisa lebih giat dan tekun lagi dalam mempelajari suatu ilmu dan mengembangkan tradisi ilmiah. Pun menyadarkan bahwa menurut pandangan Islam kegiatan dan aktivitas belajar dan menuntut ilmu baik di lembaga pendidikan formal atau nonformal yang ditempuh oleh seorang Muslim orientasinya tidak melulu mengejar ijazah, gelar dan jabatan tertentu, melainkan perlu diinsyafi pula bahwa belajar itu merupakan kewajiban tiap muslim dalam upaya mentaati perintah agama. Wallahu alam

M Haromain, pengajar di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo; penulis lepas, bergiat di Forum Intlektual Santri Temanggung.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 10 Juni 2017

Shalawat Badar Menggema dalam Festival Budaya di Italia

Shalatullah salamullah ‘alaa Thoha Rasulillah…







Shalawat Badar Menggema dalam Festival Budaya di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Badar Menggema dalam Festival Budaya di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Badar Menggema dalam Festival Budaya di Italia

Shalatullah salamullah ‘ala Yasiin Habibillah…

Syair seperti sudah tidak asing lagi di telinga kita, umat Islam Indonesia. Tetapi kali ini terasa berbeda, karena shalawat itu dilantunkan oleh anak-anak di Italia dalam rangka memeriahkan Festival Budaya Italia, Selasa 21 Juni 2017. Dengan ceria dan kompak, anak-anak menyuarakan nada shalawat yang begitu jarang terdengr di negara Italia ini.

Sebagai masyarakat rantau Indonesia, atau disebut diaspora di Italia, mereka memang sengaja menampilkan kesenian dan budaya Nusantara. Selain Shalawat Badar, lagu ‘Es Lilin’ dari Jawa Barat juga dinyanyikan dengan merdu oleh Elina, diaspora asal Majalengka. Lagu-lagu Nasional tidak lupa ditampilkan.

Ulama Salaf Online

?

‘Indonesia Pusaka’ dilantunkan dengan seriosa oleh sesepuh diaspora, Ibu Emi yang sudah 50 puluh tahun lebih tinggal di Italia sejak zaman Presiden Sukarno. Atas ? permintaan Bapak Presiden Sukarno pada saat itu, ibu Emi ditugaskan untuk menjadi pengajar kesenian budaya Indonesia di Italia.

Anak-anak muda dengan band juga mengiringi kemeriahan festival budaya. Tidak tanggung-tanggung enam lagu disuguhkan oleh anak-anak muda keturunan diplomat ini. Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) turut serta menyumbangkan kesenian angklungnya.

Ulama Salaf Online

?

Melihat itu, Saya tidak ketinggalan ikut memeriahkan acara. Saya bawakan lagu ‘Menjaring Matahari’ milik Ebiet G Ade. Gitar akustik oleh Pak Asep, Lokal Staff KBRI asal Bogor, ? mengiringi penampilan. Pembacaan puisi menyelingi penampilan saya.

Menurut Charles, Staf KBRI yang menangani sosial budaya, Festival Budaya Italia ini dilakukan setiap tahun tanggal 21 Juni. Semua Ambassador yang ada di Italia dianjurkan menampilkan dan memperkenalkan kesenian budaya masing-masing, sesuai ciri khas negara mereka.

Harapannya dengan pertunjukkan budaya ini dapat memupuk dan memperat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekitar, di samping juga memberikan hiburan dan wawasan kebudayaan.

Ini pengenalan budaya yang baik. Selama di dalamnya tidak ada unsur-unsur yang melanggar norma agama, negara dan masyarakat. Sebagaimana dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 disebutkan bahwa kita diciptakan berbeda-beda. Beda bahasa, beda seni dan budaya, beda suku, beda warna kulit, beda bangsa, beda negara, dan beda-beda yang lainnya.

?

Tetapi, semua itu bukan masalah. Semua perbedaan itu hendaknya menjadikan kita dewasa. Perbedaan itu dapat menjadikan kita bijkasana. Karena dengan perbedaan kita dapat saling belajar, saling memahami, saling menghargai, sehingga tidak ada lagi pertengkaran dan permusuhan. Karena orang yang paling mulia di sisi Allah, adalah orang-orang yang paling baik hatinya. Itulah tanda orang-orang yang bertakwa.

Khumaini Rosadi, Dai Ambassador Cordofa 2017, anggota anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Juni 2017

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Jakarta, Ulama Salaf Online 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU periode 2010-2015 Dr. dr. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk tutup usia di Jakarta, Selasa malam (10/10). 

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya, dan keluarga besarnya diberi keikhlasan dan ketabahan menerimanya. Amin. (Red: Abdullah Alawi)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Hadits Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Kamis, 20 April 2017

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

Pontianak, Ulama Salaf Online. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi berdiri bersamaan dengan ditandatanganinya “Prasasti Universitas Nahdlatul Ulama” oleh Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla, Sabtu (31/1), dalam momen peringatan hari lahir ke-89 NU di Jakarta. Prasasti itu menjadi simbol bagi berdirinya 23 perguruan tinggi NU di berbagai daerah di Tanah Air.

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

"Alhamdulillah, Pak Wapres sudah meresmikan UNU Kalbar. Itu berarti juga tahun ini kita siap menerima mahasiswa perdana. Kita mulai mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang," kata Rektor UNU Kalbar Dr Agung Hartoyo M Pd di kantornya, Senin (2/2).

Ia menambahkan, pihaknya tengah mengisi kepengurusan atau personel UNU Kalbar, mulai dari dekan fakultas, ketua program studi, kepala biro, tenaga administrasi, keuangan, perpustakaan, laboratorium, tenaga informasi teknologi, dan sebagainya.

Ulama Salaf Online

UNU merupakan universitas kelima di Kalbar, selain Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), dan Universitas Kapuas (Unka) Sintang. "Kita sama-sama memberikan kontribusi untuk kemajuan pendidikan di Kalbar. Untuk itu, mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar UNU Kalbar bisa diterima," harap Agung.

Ulama Salaf Online

Begitu berdiri, UNU Kalbar langsung membuka empat fakultas, antara lain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi (Fekon). "Semuanya umum," ujarnya.

Keempat fakultas itu terdiri dari 10 program studi (prodi). Untuk FKIP terdiri tiga prodi, yakni Prodi Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Kemudian, Faperta terdiri empat prodi, yakni Prodi Agribisnis, Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan, Prodi Agro Teknologi, dan Prodi Teknologi Hasil Perikanan.

"Untuk Fakultas Ekonomi hanya satu prodi, yakni Prodi Akuntansi. Sedangkan untuk Fakultas Teknik terdiri dua prodi, yakni Prodi Sistem Informasi dan Prodi Ilmu Lingkungan. Ini untuk tahap awal. Apabila nanti berkembang, bukan tidak mungkin kita menambah prodi, bila perlu fakultas," urai Agung yang dosen FKIP Untan ini.

Kampus sementara UNU Kalbar berada di Gang Jeruk Jalan KH Ahmad Dahlan, di samping kantor PMI Provinsi Kalbar. UNU Kalbar menerapkan sistem perkuliahan modern meski fasilitas kampus masih sederhana.

"Sistem perkuliahan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh PBNU. Semua akan terkoneksi, baik materi kuliah, tugas belajar, sampailah pada soal keuangan. Dengan adanya sistem ini, untuk akreditasi menjadi sangat mudah. Tinggal buka aplikasi, semua akan terekam dengan jelas," beber Agung.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalbar ini berharap, pembukaan mahasiswa perdana UNU Kalbar mendapat respons positif. Bagi masyarakat yang ingin memasukkan anaknya kuliah di UNU, tunggu pengumuman resminya. "Nanti akan kita publikasikan secara luas ke masyarakat soal pendaftaran mahasiswa baru. Termasuklah segala persyaratannya," ujarnya. (Rosadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Jadwal Kajian, Humor Islam Ulama Salaf Online

Jumat, 24 Juni 2016

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu

Bantul, Ulama Salaf Online

Gerakan Pemuda Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan RCTI Peduli, Ahad (18/6) memulai pembangunan asrama Pondok Pesantren Yayasan Yatim Piatu (Yapitu) Mabarrot, yang terletak di Daraman, Piyungan, Bantul.



Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu

Ketua PW GP Ansor DIY, Sidik Pramono, pada kesempatan itu mengungkapkan, pembangunan Yapitu yang rusak akibat gempa bumi 27 Mei lalu sesegera dikerjakan mengingat bangunan itu dihuni oleh lebih 200 anak yatim piatu. Harapannya, beberapa asrama pendidikan dan aktivitas pesantren akan dapat segera dimulai.

 



Ulama Salaf Online





"Para santri perlu segera memulai belajar dan mengaji, karenanya pembangunan ini kan segera dimulai dengan melibatkan sahabat-sahabat Banser dan juga partisipasi masyarakat," ujar Sidik didampingi beberapa pengurus GP Ansor DIY, antara lain Munsoji (Sekretaris), Karsono Muhammad (Bendahara), dan juga Komandan Baser Muhyidin. 

Ulama Salaf Online

 

Menurut Sidik, GP Ansor dan RCTI Peduli akan membangun satu lokal gedung utama Yapitu. Pembangunan ini setidaknya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan pendidikan di lembaga ini.

 

Dalam kesempatan yang sama, PP GP Ansor yang diwakili Qohari dan Muhtar Hadyu, mengungkapkan, proses pembangunan itu diharapkan dapat menjadi suntikan positif bagi para santri untuk bangkit dari keadaan pasca gempa ini. Sembari mengucapkan terima kasih kepada RCTI Peduli atas kerja samanya, Qohari dan Muhtar Hadyu, mengungkapkan, upaya GP Ansor Pusat bekerja sama dengan RCTI Peduli itu merupakan ikhtiar menuju kemaslahatan bersama.

 

“Dengan jumlah relawan sekitar 150 yang tergabung dalam Banser (Barisan Serba Guna)-Ansor DIY, pembangunan gedung utama Yapitu ini diharapkan dapat terselesaikan tiga minggu ke depan,” Ujar Munsoji, Sekretarirs PW Ansor DIY yang juga Koordinator TSK (Tim Solidaritas Kemanusiaan) NU. “jika gedung utama Yapitu ini telah diselesaikan, kita akan mengadakan Tahlilan Kubro dalam rangka memperingati 40 hari korban gempa,” katanya lagi.

 

Sementara itu, Pengasuh Yapitu, KH. M. Soleh, mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ansor pusat dan DIY serta pihak RCTI Peduli atas bantuannya. “Semoga niat baik kita ini memberikan dampak berupa keselamatan dan kemudahan-kemudahan di hari esok,” katanya. (ron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Sunnah, Tegal Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock