Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Turki terpilih Recep Tayyip Erdogan, dibantu oleh Perdana Menteri baru Ahmet Davutoglu memulai masa jabatannya dengan perbaikan besar-besaran pada sistem pendidikan di negeri ini. 

Meskipun telah ditetapkan setahun yang lalu, rencana reformasi, yang sebagian besar tidak menarik perhatian publik, mulai dilaksanakan tahun ini dan memperluas pendidikan agama Islam untuk semua tingkat sekolah. 

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Turki baru Erdogan, yang akan merayakan seratus tahun Republik Turki sekuler yang didirikan oleh Kemal Ataturk pada 2023, mewajibkan pendidikan agama Islam dari tingkat sekolah dasar dan menengah untuk 12 jenjang kelas. Sampai saat ini, pendidikan agama hanya tersedia di sekolah menengah berbasis agama seperti Aliyah di Indonesia, mulai di kelas 9. 

Ulama Salaf Online

Perubahan signifikan lain adalah bahwa lulusan sekolah agama sekarang dapat mendaftar di seluruh fakultas di universitas agar bisa mendapat keahlian untuk posisi administrasi publik. Bahkan presiden Turki saat ini, yang mempelajari Administrasi Bisnis, bukan ilmu politik, harus keluar karena dia lulusan sekolah agama. 

Tampak jelas bahwa sistem sekolah yang dimimpikan oleh para pemimpin AKP terinspirasi oleh sekolah agama yang ada. 

Ulama Salaf Online

Langkah berikutnya dalam reformasi adalah pengajaran bahasa Arab, bahkan sebagai bahasa kedua, untuk memungkinkan siswa untuk memahami Al-Quran. 

Namun, sekolah Turki Armenia dan Ortodoks tidak perlu untuk memberikan pendidikan agama Islam untuk siswa mereka yang masing-masing berjumlah 2.000 dan 250. 

Mereka yang tidak ingin masuk sekolah negeri untuk menghindari pendidikan agama harus masuk ke sekolah swasta, yang hanya bisa dimasuki orang kaya karena biaya pendidikan yang tinggi. (islam. ru/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen, Meme Islam, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Februari 2018

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pikiran orang Wahabi tidak istiqomah. Klasifikasi bid‘ah seringkali ditentukan sepihak oleh mereka. Namun ketika mereka sendiri melakukan amal ibadah tertentu yang bersifat bid‘ah, mereka tidak komentar apapun, bahkan merasa nyaman dengan amal itu. 

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur KH Muhyiddin Abdusshomad mengatakan perihal itu dalam pelatihan aswaja dan empat pilar di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) sore.

KH Muhyiddin Abdusshomad menunjuk sejumlah praktik ibadah yang terdapat di bulan suci Ramadhan. Ia menyebut doa panjang seraya menangis saat sembahyang Tarawih di malam ke 27 dan 29 Ramadhan.

Ulama Salaf Online

“Ini tidak terdapat dalam hadis Rasulullah SAW apalagi Al-Quran,” tegas KH Muhyiddin Abdusshomad di hadapan sedikitnya 100 peserta pelatihan.

Ulama Salaf Online

Belum lagi misalnya, lanjut KH Muhyiddin Abdusshomad, mereka mematok satu juz Al-Quran setiap malamnya. Hal ini dimaksudkan agar Al-Quran bisa dikhatamkan selama bulan Ramadhan.

Kita baru mencatat ketidakistiqomahan pikiran ini di dalam bulan Ramadhan. Sementara praktik ibadah yang termasuk bid‘ah di luar bulan Ramadhan lebih banyak lagi ditemukan.

Penentuan bid‘ah secara sepihak sementara mereka juga mengerjakan bid‘ah dalam bentuk lainnya, merupakan tindakan sewenang-wenang dan kezaliman dalam beragama.

Pelatihan Aswaja dan Empat Pilar berlangsung dari Jum‘at-Ahad (19-21/7). Pelatihan diikuti oleh kader Himpunan Da‘iyah dan Majelis Taklim Muslimat Nahdlatul Ulama (Hidmat NU) di lima cabang Jakarta dan kader da‘i Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Sunnah, Khutbah Ulama Salaf Online

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Pringsewu, Ulama Salaf Online

Niat tulus dan ikhlas ditunjukkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Provinsi Lampung H Fauzi yang juga pemilik STMIK dan STIT Pringsewu. Berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang, ia merintis sebuah pondok pesantren bagi para mahasiswanya.

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Awalnya, doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga ia pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut. Hal ini ditujukan untuk lebih fokus dalam pembinaan akhlak mereka.

"Setelah mendirikan asrama, ia (Fauzi) pun berinisiatif untuk merintisnya menjadi sebuah pondok pesantren yang diberi nama Baitul Quran. Dalam mengelolanya ia mempercayakannya kepada saya," kata Ustadz Abdul Hamid Al Hafidz yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurra wal Huffadh NU Pringsewu saat menceritakan pesantren yang diasuhnya.

Ulama Salaf Online

Abdul Hamid menambahkan bahwa Pesantren Baitul Quran memiliki konsep beasiswa bagi para anak yatim piatu yang memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur’an. "Selain para santri menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu agama, mereka juga mendapat perkuliahan yang nantinya akan menjadikan mereka para sarjana yang hafidz quran," jelasnya, Selasa (18/5).

Ulama Salaf Online

Untuk kurikulumnya, Pesantren Baitul Quran memiliki banyak matakuliah yang difokuskan pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya ilmu Al-Qur’an. "Perkuliahan dilaksanakan di kompleks pondok yang statusnya bekerja sama dengan STIT Pringsewu yang masih merupakan (di bawah naungan) satu yayasan," imbuhnya.

Dengan mata kuliah yang diberikan Pondok Pesantren Baitul Quran, lanjutnya, para santri juga diharapkan memiliki 10 kompetensi para dai. Kompetensi tersebut yaitu memiliki aqidah yang benar, berakhlak mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

Selama di pesantren para santri diberi beasiswa penuh dan dibebaskan seluruh biaya pendidikan sarjananya serta bebas biasa asrama dan kebutuhan makan sehari hari. "Jika ada anak yatim piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Quran bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Ulama Salaf Online

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

Lampung Tengah, Ulama Salaf Online - Sebelum aktif memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran 2016/2017, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah telah sukses melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), selama 3 hari, Selasa-Kamis lalu, 19-21 Juli 2016.

Badil Aqif Aroni selaku Sekretaris MWC NU Bumi Nabung mengatakan, saat ini Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah menaungi empat unit pendidikan, yakni MTs Maarif 05 Bumi Nabung, MTs Maarif 08 Bumi Nabung, MA Maarif 14 Bumi Nabung, dan SMA Maarif 8 Bumi Nabung.

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

?

MPLS melibatkan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Lampung Tengah. Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan MPLS kali ini antara lain pengenalan lingkungan dan tata taertib madrasah, Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ke-IPNU-an, ke-IPPNU-an, dan kedisiplinan, ditambah dengan beberapa permainan dan lomba-lomba.

?

Edi Hermawan selaku Ketua PC IPNU Lampung Tengah, di hadapan puluhan peserta mengatakan, siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di bangku madrasah di bawah naungan LP Maarif NU secara otomotisi menjadi kader IPNU dan IPPNU. Para siswa akan digembleng secara lebih mendalam dalam jenjang kaderisasi tingkat peajar, yakni Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) dan Lakmud (Latihan Kader Muda).

Ulama Salaf Online

?

Ulama Salaf Online

"Kami dari keluarga besar PC IPNU-IPPNU Lampung Tengah mengaku bangga Pimpinan Komisariat hidup di lingkungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, dan semoga ini terus berkelanjutan dan melahirkan kader-kader NU muda yang berkualitas dan berakhlaqul karimah," tambah alumni S1 IAIM NU Metro-Lampung ini.

?

"Dalam proses MPLS ini kami dari PC IPNU - IPPNU Lampung Tengah lebih menekankan kepada materi Ahlussunnah wal Jamaah. Karena (Awaja) sebagai nilai harus ditanamkan kepada murid-murid sejak dini baik MTs maupun MA khususnya di lingkungan LP Maarif NU. Aswaja adalah ciri khas, karakter pendidikan yang di bawah naungan jamiyyah Nahdlatul Ulama," imbuh mahasiswa Pascasarjana IAIN Raden Intan Bandar Lampung ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Ulama Salaf Online - Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (PP LP Maarif NU) melayangkan sejumlah rekomendasi untuk khususnya Kemenag RI dan Kemendikbud RI sebagai penyelenggara pendidikan nasional. Catatan ini dibuat bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2016? untuk dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik ke depan.

Mereka meminta dua kementerian negaraini untuk memberikan perhatian yang adil dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama dalam hal mendistribusikan anggaran negara/daerah terkait bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Pemerintah, kata Ketua PP LP Maarif NU H Z Arifin Junaidi, diharapkan memerhatikan terhadap keseimbangan pendapatan antara gaji guru negeri dan swasta.

Menurut Arifin Junaidi, rendahnya kesejahteraan guru akan berdampak pada rendahnya mutu para pendidiknya.

Ulama Salaf Online

Dua kementerian ini diminta untuk memberikan akses? dan kesempatan yang sama terhadap para pendidik di sekolah/madrasah untuk mengikuti pelbagai pendidikan dan pelatihan, baik guru negeri maupun swasta.

Pemerintah, menurutnya, mesti memberikan perhatian khusus kepada lembaga-lembaga pendidikan di daerah-daerah pedesaan, wilayah pinggiran, wilayah perbatasan, dan daerah-daerah di Indonesia yang masuk dalam kategori daerah tertinggal.

Ulama Salaf Online

LP Maarif NU mendesak pemerintah dan parlemen untuk segera merevisi UU 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, terutama terkait Pasal 9 yang berbunyi “masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumberdaya dalam penyelenggaraan pendidikan”.

Kata “wajib” dalam pasal tersebut perlu diganti dengan kata “dapat” sehingga ada kepastian ketersediaan layanan pendidikan bermutu bagi seluruh warga Negara Indonesia di manapun berada. Persoalan ketidakhadiran pemerintah di beberapa daerah pinggiran dalam memberikan layanan pendidikan bermutu dinilai akibat dari ketergantungan pemerintah terhadap masyarakat setempat.

“Negara mesti lebih serius memberi tekanan pada pendidikan karakter,” kata H Arifin Junaidi yang disampaikannya dalam rangka peringatan Hardiknas 2016 di Jakarta, Senin (2/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai

Rembang, Ulama Salaf Online. Ratusan Pengurus dan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kaliori, Rembang, mengadakan pawai silaturrahim di kediaman para tokoh dan pengurus NU yang ada di wilayah Kecamatan Kaliori dan Rembang kota, Ahad (11/8) kemarin, dimulai jam satu siang.

Kegiatan yang di tujukan untuk meminta maaf dan nasehat dari para kiai dan tokoh tersebut, dikoordinir langsung oleh Ketua PAC Ansor Kaliori, Abdul Rosyid.

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai

Kegiatan dimulai dari rumah Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Kaliori KH Muhamad Yamin di desa pengkol, kemudian diteruskan ke kediaman Ketua Tanfidziyahnya H Ali Armani yang berada di Sidomulyo dan sembilan tokoh NU lainnya.

Ulama Salaf Online

“Pemuda Ansor agar senantiasa berkumpul dan melestarikan setiap kegiatan Ahlussunah wal Jama’ah. Mengingat di zaman sekarang banyak dari kalangan pemuda yang berselisih, tanpa mengingat statusnya bahwa kita sebagai saudara seiman,” kata Syuriyah MWCNU KH Muhamad Yamin di hadapan anggota GP Ansor yang hadir. 

Ulama Salaf Online

Muhamad Yamin juga mengajak kepada para Pemuda NU itu, untuk bejuang menegakkan panji-panji NU khususnya di kecamatan Kaliori dan umumnya di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Ansor Kecamatan Kaliori Abdul Rosyid mengatakan, dirinya sangat merasa senang dengan berbagai nasihat yang diberikan oleh Kiai yang berusia 63 tahun tersebut. Dengan lentera nasihat yang dikeluarkan menambah nilai lebih bagi para anggota dan pengurus Ansor yang hadir guna memperjuangkan NU di Kecamatan Kaliori.

Abdul Rosyid mengajak kepada seluruh anggota ranting yang ada di bawahnya untuk melestarikan silaturrahim ke tempat para tokoh dan sesepuh NU. 

“Dengan adanya kunjungan seperti ini, kita bisa menilai seberapa besar tolak ukur perjuangan yang dilakukan oleh kita semua. Kita juga mendapatkan jalan keluar setiap permasalahan yang di hadapi dalam organisasi,” tambah rosyid.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Dua Pilar Utama dalam Beragama

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pilar Utama dalam Beragama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali atau yang kita kenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa agama itu mengandung dua hal pokok, yakni meninggalkan maksiat dan berbuat ketaatan. Semua hal yang dilarang Allah adalah maksiat. Sedangkan melaksanakan ketaatan berarti mematuhi perintah-perintah-Nya.

Ulama Salaf Online

Demikianlah, perintah dan larangan, maksiat dan taat, merupakan dua unsur beragama yang bertolak belakang. Dua-duanya menjadi bagian mutlak dalam menjalani kehidupan beragama. Terkait dua hal itu, Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa meninggalkan maksiat lebih berat ketimbang berbuat taat. Kata beliau dalam kitab Bidâyatul Hidâyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Meninggalkan maksiat itu amat berat. Setiap orang masih sanggup melakukan ketaatan. Tapi berpaling dari syahwat (hawa nafsu) hanya mampu dilakukan oleh orang-orang shiddîqûn (yang benar-benar beriman).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Meninggalkan larangan lebih berat daripada melaksanakan perintah karena kecenderungan sifat manusia yang ingin bebas tanpa ada yang membatasi. Inginnya, semua hal yang dikehendaki terwujud; seluruh yang membuatnya penasaran bisa terungkap. Nah, sementara larangan menjadi musuh itu semua dan karenanya menjadi sangat berat.

Kita semua mungkin saja masih bisa melaksanakan perintah shalat jum’at, puasa, zakat, dan seabrek ibadah lainnya. Namun, berapa banyak dari kita yang sanggup meninggalkan maksiat godaan hawa nafsu yang ditimbulkan setelah berbuat ketaatan tersebut? Shalat dan puasa itu bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah shalat dan puasa tetapi tetap tidak merasa lebih suci dan lebih baik dari orang lain yang tidak melaksanakan shalat dan puasa. Sedekah dan menolong orang lain bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah sedekah dan menolong orang lain tetapi tidak mengharap imbalan dan pujian apa pun dari siapa pun.

Hal ini juga membuktikan bahwa taat dan maksiat memang bertolak belakang, namun keduanya bukan berarti tak bisa bercampur. Seorang hamba di satu masa bisa sangat rajin ibadah tapi di saat bersamaan menumpuk maksiat dan melenyapkan pahala ibadah tersebut karena melanggar rambu-rambu penyakit hati, seperti ‘ujub (bangga diri), riya’ (pamer), dan lainnya. Itulah mengapa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Al-muhâjiru man hajaras sû’a wal mujâhidu man jâhada hawâhu (orang yang berhijrah adalah rang pindah dari keburukan, sementara orang yang berjihad adalah orang berperang dengan hawa nafsunya sendiri).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Seluruh anggota badan manusia adalah titipan atau amanat. Ia tak hanya harus disyukuri tapi juga wajib dipelihara agar tak melenceng dari fungsi maslahatnya. Berbuat maksiat, kata Imam Al-Ghazali, masuk kategori pengkhianatan terhadap titipan Tuhan. Selain itu, sikap tersebut juga cerminan dari ketaksanggupan seseorang dalam menjalankan fungsi kepemimpinan terhadap dirinya sendiri. Padahal Rasulullah mengingatkan:

? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya ini.”

Memimpin tak selalu identik dengan kekuasaan politik atau jabatan publik. Memimpin juga bisa terjadi dalam sekup yang paling kecil, seperti komunitas, keluarga, hingga diri sendiri. Sering kali memimpin diri sendiri lebih susah ketimbang memimpin orang lain. Adakah musuh dan halangan paling berat ketimbang diri sendiri?

Demikian, semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang sanggup melaksanakan perintah tapi juga meninggalkan larangan dengan sepenuh hati. Menjadi pribadi yang taat dan jauh dari maksiat (baik jasmani maupun ruhani) yang berlandaskan kesadaran penuh ketuhanan.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi LuhurDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Anti Hoax, Habib Ulama Salaf Online

Jumat, 12 Januari 2018

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing

Jakarta, Ulama Salaf Online. Di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober,  Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyerukan kepada 5.000 mahasiwa untuk meningkatkan daya saing dengan belajar dan bekerja lebih keras agar menjadi pribadi yang berdaya saing dan kompeten di atas standar. 

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing

Menteri Hanif juga mengajak mahasiswa untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan dan toleransi agar persatuan dan kesatuan bisa dikokohkan di atas semua perbedaan yang ada. Lawan segala bentuk upaya memecah belah bangsa dan  berbagai bentuk ekstrimisme dan radikalisme.

Seruan di tengah guyuran hujan tersebut disampaikan oleh Menaker Hanif kepada 5000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, saat memberikan kuliah akbar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di stadion Sumantri Brojonegoro, kawasan  Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10).

"Persatuan itu modal kita untuk membangun. Persatuan juga modal untuk menjadi bangsa yang besar. Persatuan itu modal kita untuk maju. Tidak ada gunanya membangun, kalau kita tidak bersatu. Tidak ada gunanya kita melakukan banyak hal kalau bersatu saja tidak bisa,” kata Hanif.

Ulama Salaf Online

“Apakah anda semua para pemuda siap untuk bersatu?" Tanya Hanif.

"Siaap," jawab serentak ribuan mahasiswa. 

Ulama Salaf Online

"Apakah Anda semua para pemuda siap untuk bersatu untuk Indonesia?" tanya Menaker lagi. Mahasiswa menjawab kompak, "Siaaap."

Pada momentum Sumpah Pemuda ini, Menaker juga mengajak mahasiswa untuk melawan berbagai bentuk pemikiran yang ingin memecah belah bangsa. 

"Harus dilawan berbagai upaya pikiran yang berusaha memecah belah sebagai bangsa,” katanya.

Menaker meyakini apabila seluruh mahasiswa bersatu maka daya Indonesia semakin kuat. Karena di era persaingan, semuanya serba persaingan. 

“Generasi muda harus meningkatkan daya saing dengan belajar dan bekerja lebih keras agar menjadi pribadi yang kompeten di atas standar,” kata Hanif.

Karena itulah, Hanif mengingatkan mahasiswa sebagai kaum muda untuk meningkatkan daya saing agar menang di era persaingan. 

"Syaratnya adalah anak-anak muda Indonesia harus di atas standar. Kalau di atas standar pasti menang," katanya.

Dengan mengokohkan daya saing SDM sekaligus soliditas dan solidaritas sebagai bangsa untuk menghalau berbagai ekstrimisme dan radikalisme, Menaker Hanif meyakini Indonesia akan menjadi negara kuat, pertumbuhan ekonomi meningkat dan berpandangan moderat, toleran, welas asih dan tenggang rasa serta santun di dalam bermasyarakat.

Di akhir sambutan, Menaker memohon doa kepada 5000an mahasiswa agar Presiden Joko Widodo dan seluruh jajarannya diberikan kekuatan untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju, damai, dan bisa memberi ruang hidup bagi zaman now. 





"Saya berpesan kepada adik-adik mahasiswa untuk terus bersama-sama, bekerjasama mengawal semua komunitas, semua ruang dengan pelbagai bentuk intervensi pemikiran-pemikiran, tindakan-tindakan moderat dan toleran. 

"Agar ini menjadi citarasa Indonesia. Jangan sampai sekelompok kecil orang mengganggu citra Indonesia yang damai, toleran," tegasnya.

Menaker Hanif mengungkapkan ada 21 juta angkatan kerja usia muda. Namun sekitar  14 juta memiliki potensi untuk radikalisme, dan itu harus diantisipasi bersama-sama baik oleh pemerintah, kampus dan pemuda serta semua entitas bangsa agar Indonesia bemar-benar menjadi negara dan bangsa yang semua untuk semua.

“Indonesia akan tumbuh jadi negara kuat disegani negara-negara lain," pungkasnya. (Red: Kend Setiawan)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Ulama Salaf Online

Senin, 08 Januari 2018

Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab

Majalengka, Ulama Salaf Online. Sebanyak 13 santri puteri kelas III Pondok Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, mengadakan syukuran hafalan kitab matan “Yaqulu” atau Nadham Maqshud di salah satu rumah orang tua santri di desa Mekarjaya, Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Ahad (25/5).

Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Santri Putri Al-Mizan Rayakan Khataman Hafalan Kitab

Acara yang diawali dengan mancing dan makan bersama ini diikuti pula oleh ustadz M Zaenal Muhyidin sebagai Pengajar kitab Yaqulu di Pondok Pesantren al-Mizan.

Ade Emay, sebagai tuan rumah dan salahseorang yang hafal nazham Yaqulu mengatakan, “Acara ini sengaja diadakan sebagai ungkapan rasa syukur kami kepada Allah Swt atas khatamnya kitab Yaqulu yang kami pelajari. Mudah-mudahan kami mendapat berkah dari kitab tersebut,” katanya.

Ulama Salaf Online

Menurut Ade, walaupun diadakan secara sederhana tapi kegiatan ini sangat bermakna. Melalui syukuran ini, katanya, para santri yang berasal dari daerah yang berbeda bisa bergaul, memasak bersama, dan tentunya saling mengerti dan menghargai. Dan ini salahsatu ilmu yang kami dapatkan di Pesantren Al-Mizan.

Ulama Salaf Online

“Nadham Yaqulu atau Nazham Maqsud yang dikarang oleh Asyaikh Muhammad ‘Alis Rahimahullah dan terdiri dari 100 bait lebih ini kami hafal setiap pengajian shubuh dan itu pun tidak setiap hari kami hafal tapi dua hari sekali dengan minimal tiga bait satu harinya. Alhamdulillah walaupun awalnya kami merasakan sulit sekali menghafal kitab ini tapi akhirnya bisa hafal juga,” jelasnya. (Wildan Fauzi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, PonPes, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

Cianjur, Ulama Salaf Online. Dengan menghadirkan pemerintah daerah dan perbankan yang menjadi mitra Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diharapkan bisa meningkatkan investasi ke desa-desa.

Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi menjelaskan, bahwa pameran potensi desa merupakan ajang promosi dan sosialisasi, sebagai ajang pembangunan potensi di daerah perdesaan.

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Potensi Desa Bisa Tingkatkan Investasi ke Desa

"Dengan adanya pameran potensi desa ini, secara tidak langsung akan ada interaksi dan komunikasi antar-daerah dan beberapa perbankan yang menjadi mitra kementerian, sehingga  bisa berdampak positif pada masyarakat desa," ujar Anwar Sanusi dalam sambutannya di Cianjur, Kamis (15/10).

Ulama Salaf Online

Dari beberapa pameran potensi desa yang sudah diselenggarakan, imbuh Anwar, sudah banyak beberapa daerah yang merasakan efek positif dari pameran yang diselenggerakan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

"Ini pameran yang keempat, dari pameran-pameran sebelumnya sudah ada beberapa desa yang berhasil menarik investor untuk berinvestasi di desa," tandasnya.

Ulama Salaf Online

Anwar juga menjelaskan alasan kenapa Cianjur dipilih sebagai tuan rumah pameran potensi desa Ke-4 di tahun 2015 ini. "Cianjur memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian, perkebunan, peternakan,  dan industri kerajinan. Dan Cianjur juga merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia," papar Anwar.

Sementara itu, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh berharap dengan adanya pameran potensi desa, desa-desa yang ada di Cianjur bisa mengembangkan potensi secara mandiri. Pasalnya, di masa akan datang desa akan menjadi garda depan dalam pembangunan wilayah.

"Oleh karena itu, masyarakat desa di dorong untuk menginisiasi, memprakarsai pembangunan desa secara langsung dengan mengacu keberagaman potensi desa yang menjadi kekuatan pendukung dalam pembangunan desa," ujar Tjetjep.

Potensi unggulan kabupaten Cianjur, menurut Tjetjep didominasi sektor pertanian yang mencapai 37 persen tanaman pangan. "Selain itu ada juga sektor pariwisata, perkebunan dan industri kreatif," imbuhnya.

Sebagai informasi, pameran potensi desa ke IV yang diselenggarakan di Cianjur diikuti oleh beberapa pemerintah kabupaten seperti, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kendal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Dogiyai, Papua, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Utara yang mengkordinir 10 Peserta yang terdiri atas Mitra Kabupaten, Kabupaten Boltim, Kabupaten Bolmong, Kabupaten Minut, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Kotamobagu.

Selain dari pemerintah daerah, peserta pameran potensi desa juga datang dari sektor perbankan mitra kementerian yaitu Bank BTN, juga UMKM dari Jawa Timur. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Sejarah, Kajian Ulama Salaf Online

"Ziarah Budaya" Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kegiatan bertajuk Ziarah Budaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat malam (28/9), melengkapi peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurahman Wahid, (Gus Dur).

Ziarah budaya menyajikan beragam ? penampilan. Ada doa lintas iman, orasi, kesaksian, hingga pentas seni mulai dari baca puisi, monolog, marawis, barongsai, dan musik kolaborasi.

Ziarah Budaya Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah Budaya Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ziarah Budaya" Lengkapi Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Sebelumnya telah digelar bedah buku, tahlilan akbar, pentas wayang kulit, khotmil Qur’an, shalawatan, hingga taushiyah dari pada ulama. Tema umum peringatan 1000 hari Gus Dur adalah Menggerakkan Tradisi, Meneguhkan Indonesia

Ulama Salaf Online

Dalam kegiatan ziarah budaya di TIM Jum’at malam itu Alissa Qatrunnada, putri tertua Gus Dur, mengungkapkan, ayahnya telah mencapai puncak-puncak pranata sosial tinggi. Dia pernah jadi Ketua DKJ, Ketua Umum PBNU, ketua dewan juri film, esais bernas, bahkan jadi presiden. Di samping itu, sebagai bawaan lahir, dia adalah cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Ulama Salaf Online

“Tapi dia tidak gila hormat,” ungkap Alissa mewakili ibundanya, Ny. Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid.

Dikatakan Alissa, memperingati seribu hari kewafatan, bukan untuk memuja-muja karena Gus Dur tak suka dipuja. Juga bukan orang yang suka membanggakan apa yang sudah diraih.

“Tapi untuk mendoakan, untuk belajar dari kehidupan beliau. Dan yang utama, mengambil inspirasi dari kehidupannya supaya bisa meneladani, melakukannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas puteri sulung Gus Dur tersebut.

Seribu hari yang lalu, sambung Alissa, jutaan orang mengantarkan jasad Gus Dur ke peristirahatan terakhir di Jombang, “Tapi kata orang bijak, yang pulang bersama para peziarah, dan tidak ikut terkubur bersama jasad, adalah karakter dan potret perjalanan penuh inspirasi.”

“Gus Dur hanya pulang, tidak pergi!” tegasnya.”Ia masih tetap hidup bersama kita. Ketika melihat ketimpangan polah pemimpin, Gus Dur hadir. Melihat kekerasan dan penindasan, orang-orang mengingatnya.”

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Tegal Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia

Jakarta, Ulama Salaf Online - Kabar duka kembali menyelimuti warga Nahdlatul Ulama (NU). Innalillahi wa inna ilaihi raji‘un. telah pulang ke rahmatullah almukarram Ajengan KHR Mukhtar Ruyani. Kiai yang mengabdikan diri untuk warga NU ini wafat Selasa (12/4) sore.

Semasa hidupnya almarhum diamanahi sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Mustasyar PBNU 2015-2020.

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia

"Ia sudah priode ke-4 sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor. Ia wafat tadi sore hari Selasa (12/4) jam 17.00. Almarhum juga Pengasuh Pesantren Riyadul Aliyyah, Cisempur, Cipunegara, Caringin Bogor," kata Mantan Katib PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub melalui pesan singkatnya.

Ulama Salaf Online

KH Zuhri Yaqub menambahkan, "Kiai Mukhtar sangat peduli dengan NU sebagai jamaah dan jamiyyah. Pengabdiannya terhadap NU patut dijadikan contoh."

Ulama Salaf Online

"Semoga ilmu, amal dan pengabdiannya kepada NU menjadi amal baik," tutup Zuhri. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat

Jember, Ulama Salaf Online. Peningkatan kualitas dan performa IPNU-IPPNU Cabang Kencong, Jember, Jawa Timur terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggelar Diklat Administrasi dan Paduan Suara.

Kegiatan yang digelar? Ahad (29/1) di aula MTs. Negeri Kencong tersebut diikuti oleh 40 peserta. Mereka berasal dari unsur Pimpinan Anak Cabang, Ranting dan Pimpinan Komisariat? IPNU-IPPNU se-Cabang Kencong.

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas, IPNU-IPPNU Kencong Gelar Diklat

Menurut Ketua IPNU Cabang Kencong, Muhammad Mansyur, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberi bekal kepada peserta dalam? mengelola organisasi agar kedepan lebih baik dan tertib. Dikatakannya, selama ini secara umum pengelolaan administrasi di lingkungan NU masih jauh dari harapan. Padahal, penataan dan pengelolaan administrasi itu bagian tak terpisahkan dari kemajuan organisasi. “Tertib administrasi itu penting agar roda organisasi berjalan sesuai relnya,? dan ini bagian dari penguatan struktural juga,” ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Alumni Universitas Islam Jember (UIJ) itu menambahkan, selama ini penguatan struktural organisasi di lingkungan NU lebih menitikberatkan kepada rekruitmen anggota dan konsolidasi internal. Pengembangan visi yang berbasis Ahlussunnah wal-Jama’ah selalu menjadi titik tekan organisasi di lingkungan NU, dan itu berjalan dengan baik.

“Tapi ketika berbicara administrasi, susah. Padahal fungsinya? banyak. Salah satunya adalah ukuran dan capaian kinerja ada di situ. Data-data anggota dan sebagainya juga penting, dan di situlah perlunya tertib administrasi,” ungkapnya.

Sementara Diklat Paduan Suara bertujuan untuk mendorong kader IPNU-IPPNU yang punya minat atau bakat di bidang tarik suara agar dapat dikembangkan. Diungkapkan Mansyur, sejatinya potensi seni itu ada dalam jiwa mansuia, sehingga perlu digali dan didorong agar berkembang.

Ulama Salaf Online

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap rekan-rekan yang punya bakat di bidang tarik suara. Kami beri pelatihan dengan mendatangkan yang ahli di bidangnya,” jelas Mansyur. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, News, Warta Ulama Salaf Online

Selasa, 28 November 2017

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

Umat Islam yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah haji akan diselamatkan oleh Allah dari berbagai hambatan dan rintangan, sebagaimana kisah yang disampaikan oleh KH Tb Ahmad Rifqi Chowas saat memberikan tausiyahnya dalam acara walimatus safar di Pesantren Al-Huda, Pungangan, Subang, Ahad (31/7).

Pengasuh Pesantren Darussalam Buntet Pesantren Cirebon ini mengisahkan bahwa pada tahun 1940-an Kiai Abbas Buntet beserta istri dan dua anaknya yaitu KH Mustamid Abbas yang pada saat itu baru aqil baligh dan KH Nahduddin Abbas yang baru saja menginjak usia empat tahun.

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

"Kalau Kiai Mustamid itu bisa haji berkat burung perkutut yang dapat nemu dari kebun belakang rumah dan dibeli oleh Kuwu (Lurah) di Cikedung Inderamayu seharga ONH (Ongkos Naik Haji, red)," ujarnya.

Ulama Salaf Online

Kiai yang biasa disapa Kang Entus itu melanjutkan, saat Kiai Abbas dan ribuan calon haji lainnya berada di tengah tengah samudera Indonesia, sang Kapten kapal mendapat telegram berisi ancaman dari tentara Jepang yang akan membombardir dan menenggelamkan kapal beserta isinya.

"Ribuan penumpang itu panik, namun sebagian dari mereka mengadu kepada Kiai Abbas. Akhirnya kiai sepuh ini istikharah," katanya.

Ulama Salaf Online

Hasil istikharah Kiai Abbas, kata dia, jamaah calon haji yang berada di kapal itu boleh melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, boleh juga balik lagi ke kampung halaman, namun Kiai Abbas beserta keluarganya tetap melanjutkan perjalanan ke Makkah dengan separuh penumpang kapal, sisanya pulang kampung dengan kapal susulan.

"Akhirnya, jamaah haji ini tiba di Makkah dengan selamat, namun kemudian saat kapal balik lagi ke Indonesia, ternyata kapal yang tadi membawa jamaah haji ini benar-benar di bom oleh Jepang dan teggelam beserta ABK-nya," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Nahdlatul, Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 10 November 2017

Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser

Musirawas, Ulama Salaf Online - Sebanyak 176 orang mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) angkatan ke-IV selama empat hari di Pesantren Irsyaduttholibin, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musirawas, Kamis-Ahad (3-6/8). Sebagai syarat keanggotaan Ansor dan Banser, mereka rela menempuh perjalanan selama 8-9 jam dari Palembang untuk ke lokasi pendidikan.

Di lokasi yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit dan karet ini peserta dilatih dan belajar baik materi ruangan maupun kelas. Menurut Ketua GP Ansor Musirawas Efran Heryadi, pengurus Ansor di Musirawas harus melakukan pengkaderan berjenjang terus.

Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser

"Di Musirawas sekarang sudah ada hampir 750 personel Banser dari empat angkatan DTD. Kami akan terus bergerak untuk mencetak kader-kader baru, bukan cuma Diklatsar kami juga akan mengadakan pendidikan berjenjang lainnya? agar kualitas Banser di Musirawas,? khususnya dan Sumatra Selatan semakin baik," kata Efran.

Ulama Salaf Online

Sekretaris GP Ansor Sumatera Selatan Nurul Mubarok mengatakan, peserta yang hadir di lokasi menyambut baik inisiatif dan kreativitas Ansor dan Banser Musirawas. Menurutnya, bukti keseriusan seorang pengurus adalah melaksanakan visi dan misi organisasi yang salah satunya adalah kaderisasi.

"Bagaimana membesarkan, merawat tradisi, dan menjaga organisasi serta NKRI kalau tidak melaksanakan kaderisasi? Kaderisasi mutlak harus jalan dan didukung oleh semua elemen kepengurusan. Pengurus itu mengurus, bukan minta diurus, apalagi jadi urusan," kata Nurul Mubarok.

Wakil Ketua PWNU Sumatera Selatan Hernoe Roesprijadji mendukung kegiatan-kegiatan pengkaderan yang ada di lingkungan NU dan banomnya.

Ulama Salaf Online

"Pengkaderan itu untuk menambah anggota baru yang militan, sekaligus untuk meningkatkan kualitas kader yang ada di bawah NU sehingga tugas NU dalam berdakwah, membimbing, dan menjaga akan semakin luas jangkauannya," kata Hernoe. (Herry BH/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 27 Oktober 2017

Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih

Semarang, Ulama Salaf Online. Muhammad Ghulam Dhofir Mansur dan Alifa Muhadisholihah Afif resmi terpilih sebagai ketua Pimpinan Komisariat Perguruan tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang masa khidmah 2014-2015 melalui Rapat Anggota Komisariat yang dilaksanakan Sabtu (20/12) kemarin. Ghulam unggul dari calon lain, Ahmad Syaidur Rozat; dan Alifa unggul dari tiga calon yang lain.

Ghulam mengungkapkan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah dari anggota yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. "Amanah ini merupakan bentuk kepercayaan dari anggota kepada kita sehingga harus dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan IPNU IPPNU pada khususnya dan agama islam pada umumnya," ungkapnya saat memberikan sambutan kemenangan kemarin.

Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Ghulam-Alifa Ketua IPNU-IPPNU Unnes Terpilih

Hal senada juga diungkapkan oleh Alifa, dia mengaku tidak ada impian untuk menjadi ketua IPPNU. "Tidak ada impian sedikitpun untuk menjadi ketua IPPNU, saya bergabung dengan IPPNU hanya ingin belajar berorganisasi serta mengembangkan kemapuan diri yang ada didalam diri saya," ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Dia menuturkan akan bekerja dengan baik untuk kemajuan PKPT IPNU-IPPNU Unnes ke depan. "Bersama pengurus kita akan mengembangkan IPNU-IPPNU agar kaderisasi yang ada di Unnes dapat berjalan dengan baik serta memiliki pengaruh terhadap PKPT diperguruan tinggi yang lain." tuturnya.

Ulama Salaf Online

Alifa berharap, semua pihak dapat berkontribusi serta menyukseskan IPNU IPPNU ke depan. "Saya berharap bimbingan serta arahan baik dari pengurus NU Semarang ataupun dari alumni serta bantuan seluruh anggota untuk berkontribusi demi kemajuan IPNU IPPNU mendatang," harapnya. (Riful Mazid Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Senin, 16 Oktober 2017

Upaya Khofifah Menuai Hasil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketika merasa dikalahkan secara tidak fair oleh lawan politiknya dalam Pilgub Jatim, Khofifah Indarparawansa tidak putus asa. Walaupun pengaduannya ke Mahkamah Konstitusi untuk kesekian kalinya ditolak, dengan penuh semangat ia membeberkan temuannya tentang berbagai kecurangan yang terjadi di provinsi itu ke berbagai lembaga, partai politik dan media massa.



Upaya Khofifah Menuai Hasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Khofifah Menuai Hasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Khofifah Menuai Hasil

Upaya Khofifah pun menuai hasil. Sejumlah partai politik peserta pemilu yang dipelopori oleh PDIP dan Gerindra dikabarkan akan berkumpul membahas masalah tersebut pada Senin (23/3) pekan depan. Semua partai politik khawatir kecurangan dalam Pilgub Jatim akan terulang dalam Pemilu legislatif dan presiden.

“Ini saya lakukan bukan karena tidak legowo, tetapi semata memberikan peringatan bahwa kecurangan terutama dalam menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT)  itu bisa dilakukan pada pemilu legislatif dan presiden nanti,” kata Khofifah saat membeberkan kecurangan DPT Pilgub Jatim di kantor redaksi Ulama Salaf Online, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ulama Salaf Online

Melihat gugatannya terus menggelinding dan tidak bisa dibendung lagi Khofifah berkomentar, “Kecuranagan memang tidak bisa ditutup secara formal seperti yang dilakukan oleh MK dengan berapriori menolak pengaduan saya. Tetapi kebenaran akan terkuak, dan isu terus menggelinding,” katanya.

Ulama Salaf Online

Kini kejahatan terbuka dengan sendirinya, karena realitas di lapangan bergerak sendiri sesuai dengan dinamikan politik di bawah, sehingga baik kalangan aparat maupun KPUD tidak bisa terlepas dari kasus ini.

Dalam situasi yang buruk muncul seorang anggota polisi yang memiliki hati nurani sehingga mengangkat kembali kecurangan Pilgub Jatim. Seperti diberitakan, pengunduran diri mantan Polda Jatim  Irjen Herman SS dari kesatuan Polri ketika terjadi  perbedaan pandapat dengan Mabes Polri soal intervensi dalam kasus Pilgub Jatim ini menguak apa yang sebenarnya terhjadi dalam Pilgub Jatim.

Dalam penyelidikannya Irjen Herman menemukan pemalsuan DPT di Bangkalan dan Sampang mencapai 345.034 orang  dari total jumlah 1.244.619 orang pemilih. Dengan pemalsuan sebesar 27 persen DPT itu ia menetapkan Ketuia KPUD Jatim sebagai tersangka.

Menurut Khofifah, memang tidak terlampau susah membuktikan terjadinya kecurangan disana sebab semuanya dilakukan sedemikian transparan dan sedemikian vulgar, dan dibiarkan oleh semua pihak.

“Ini momentum yang penting berkesan dengan pelaksanaan pemilu legislatif, sehingga ada upaya lebih jujur dan adil dalam menyelenggarakan Pemilu bulan April mendatang,” kata Khofifah. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Sholawat, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 21 September 2017

Mayoritas NU dan Muhammadiyah, Tapi Mereka Tak Berderma ke LAZISNU atau LAZISMU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menurut Asia Development Bank (ADB), kelas menengah adalah mereka yang memiliki pengeluaran dua hingga dua puluh dollar Amerika atau dua puluh tujuh ribu hingga dua ratus tujuh puluh ribu rupiah per kapita per hari.

Mayoritas NU dan Muhammadiyah, Tapi Mereka Tak Berderma ke LAZISNU atau LAZISMU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mayoritas NU dan Muhammadiyah, Tapi Mereka Tak Berderma ke LAZISNU atau LAZISMU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mayoritas NU dan Muhammadiyah, Tapi Mereka Tak Berderma ke LAZISNU atau LAZISMU

Berdasarkan data BCG tahun 2012, jumlah kelas menengah di Indonesia adalah tujuh puluh empat juta. Bahkan, ada yang menyebut kalau jumlah kelas menengah Indonesia adalah seratus empat puluh satu juta.

Sedangkan muslim adalah mereka yang memeluk agama Islam dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan Islam. Maka dengan demikian, kelas menengah muslim adalah mereka yang memiliki daya beli dan juga memiliki tingkat religiusitas yang tinggi.

Beberapa waktu lalu, Alvara Research Center melakukan survei terhadap kalangan muslim kelas menengah. Dalam survei tersebut ditemukan fakta bahwa mayoritas kelas menengah muslim tersebut dekat dan berafiliasi dengan ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. 

Dengan masing-masing prosetase 40,6 persen mengaku berafiliasi terhadap NU dan 20,7 persen mengaku menjadi anggota NU. Sedangkan 13,3 persen berafiliasi dengan Muhammadiyah dan 7,8 persen responden mengaku sebagai anggotanya. 

Ulama Salaf Online

Namun yang menarik adalah kelas menengah muslim yang mayoritas NU dan Muhammadiyah tersebut sebagian besar tidak menyalurkan dermanya ke lembaga amil zakat dua ormas tersebut. Lalu, ke lembaga mana mereka berderma?  

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menjelaskan, sebetulnya kelas menengah muslim itu ringan tangan dalam berderma. Umumnya, mereka memiliki pendapatan dan jiwa sosial keagamaan yang tinggi. Maka dari itu, mereka tidak segan-segan untuk membantu sesama saudaranya yang seiman yang memang membutuhkan.

Ulama Salaf Online

Hasil riset menunjukkan bahwa dari 1200 responden atau 100 persen menyatakan pernah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui musholla, 40,5 persen menyalurkan langsung kepada yang membutuhkan, dan 20,9 persen pernah menyalurkan melalui lembaga zakat.

“Dari 20 persen kelas menengah yang menyatakan pernah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui LAZIS mereka menyatakan menyalurkannya melalui Dompet Dhuafa 31,5 persen, Rumah Zakat 23,9 persen, dan Rumah Yatim 12,7 persen,” kata Hasan usai menyampaikan rilis hasil survei di Jakarta, Senin (23/10).

Dengan demikian, jika menyebut lembaga amil zakat di kalangan kelas menengah muslim, maka yang paling diingat adalah Dhompet Dhuafa dan Rumah Zakat. Hal disebabkan karena dua lembaga amil zakat tersebut merupakan pelopor dalam transformasi lembaga zakat dengan pengelolaan yang profesional dan modern.

“Mayoritas NU dan Muhammadiyah, tapi mereka tidak meyalurkan zakatnya (infak dan sedekah) ke LAZISNU atau LAZISMU,” tandas Hasan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Senin, 26 Juni 2017

Pagi yang Cerah

Gus Dur bercerita tentang seorang bupati yang menghadiri acara peresmian lumbung padi. Pak Bupati mendapatkan kesempatan untuk berpidato. Ia membaca teks yang sudah disiapkan oleh para staf ahlinya.

Pagi itu mendung cukup gelap, dan bahkan saat Bupati berpidato, hujan mulai mengguyur.

Pak Bupati mulai berpidato, dan seperti biasa, dengan tetap membaca teks: “Pada pagi yang cerah ini, marilah kita mengucapkan syukur……..” (Anam)

?

Pagi yang Cerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagi yang Cerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagi yang Cerah

***

Saat menjabat presiden, Gus Dur dikritik karena pidatonya sering ceplas-ceplos, tidak memakai teks standar. Setelah tak lagi menjabat presiden, sebaliknya penggantinya selalu berpidato dengan teks. (red)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online RMI NU, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Rabu, 21 Juni 2017

KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah menyita masjid Syaikhona Kholil terkait kasus korupsi yang dilakukan mantan bupati Bangkalan Fuad Amin.

KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Bantah Sita Masjid Syaikhona Kholil

"Perlu diklarifikasi bahwa tidak benar KPK melakukan penyitaan terhadap masjid tersebut," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (24/3).

Menurut Priharsa, seluruh penyitaan yang dilakukan KPK harus dikonfirmasi terlebih dahulu dengan tersangka. Petugas KPK, hanya menyita aset yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Fuad.

Ulama Salaf Online

"Penyitaan dilakukan setelah ada keyakinan bahwa aset tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana," kata Priharsa.

Sebelumnya, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Fuad Amin mengatakan, masjid Syaikhona Kholil telah disita oleh KPK.

Ulama Salaf Online

"Terpuruk saya, Masjid Martajasa, masjid Mbah saya yang keramat itu terampas karena tanahnya disita karena atas nama saya," ujar Fuad Senin (23/3). Kontan pernyataan ini menjadi berita menarik dan dikutip banyak wartawan.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Slamet Effendi Yusuf mengaku pihaknya juga mendapatkan pertanyaan dari berbagai daerah terkait isu penyitaan masjid bersejarah itu.

“Banyak sekali pertanyaan dari berbagai daerah seluruh penjuru Indonesia, karena Syaikhona Kholil merupakan guru dari pendiri NU. Makam beliau yang tidak jauh dari masjid tersebut juga selalu dikunjungi peziarah,” kata Slamet.

"Kita berharap berita itu tidak benar dan KPK harap segera mengklarifikasi. Kita gembira kalau KPK sudah mengklarifikasi," tambahnya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock