Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Aceh Utara, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan, Selasa (14/7) dengan mengunjungi pengusi Rohingya di Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara di Dusun Krueng Inoeng, Desa Blang Adoe, Kemukiman Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara,? sekitar pukul 14.30 WIB.

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Kunjungan kali ini untuk membagikan paket lebaran, berupa alat kosmetik dan peralatan mandi.? “Sumbangan ini semua bersumber dari Pimpinan Pusat LPBI NU yang disalurkan oleh PCNU Aceh Utara,” kata Teungku Zulfadli selaku koordinator penyalur bantuan dan juga sekaligus ketua tanfidziyah PCNU Aceh Utara.

Bantuan diserahkan langsung kepada pengungsi Rohingnya dan mereka sangat antusias dan mengucapkan terimakasih kepada PP LPBI NU. “Mereka sampaikan ucapkan terimakasih kami dan salam kami kepada PP LPBI NU”, tutur Hasan salah satu pengungsi Rohinngya yang bisa bahasa Melayu.

Ulama Salaf Online

Turut hadir Sekretaris Tanfidziyah PCNU Aceh Utara Tgk. Armia Sulaiman, Bendahara Tgk. Hamdani A.Hamid serta satu orang perwakilan muntasyar Tgk. H.Ismail. (Indra/Anam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Pahlawan, Makam Ulama Salaf Online

Selasa, 13 Februari 2018

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Jombang, Ulama Salaf Online. Selama bulan Muharram, PC Muslimat NU Jombang Jawa Timur menyelenggarakan layanan kesehatan gratis di sejumlah lokasi. Kegiatan bekerjasama dengan sejumlah pihak, dan berpindah ke sejumlah kecamatan.

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Ahad (16/10) kemarin, kegiatan diselenggarakan di halaman keluarga Nyai Hj Marfuah yang juga sesepuh Muslimat Anak Cabang Perak, Jombang.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Hj Hasanah menyampaikan bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama PC Muslimat NU Jombang dan Dinas Kesehatan setempat. "Sebagaimana diketahui bahwa Muharram merupakan bulan amal bakti sosial bagi Muslimat NU se-Indonesia," katanya.

Dan PC Muslimat NU Jombang dengan berbagai elemen masyarakat termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh warga mengadakan bakti sosial di seluruh kecamatan. "Beragam kegiatan diselenggarakan termasuk santunan anak yatim dan pengobatan gratis," terangnya.

Ulama Salaf Online

"Silakan manfaatkan kesempatan ini. Yang mau periksa kolesterol, asam urat dan diabetes monggo gratis," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Perak. Tak pelak, ulahnya mengundang tepuk tangan warga yang memadati lokasi. "Apalagi buat para embah, panjenengan tidak perlu jauh-jauh menyeberang jalan ke Puskesmas," lanjutnya.

Kegiatan yang didukung Unipdu Medika, Stikes ICME, STIKES Pemkab dan RSIA Muslimat tersebut mendapat apresiasi dari warga. "Ini pertanda baik lantaran besarnya kesadaran warga akan kesehatan," kata Khudrotun Nafisah, ketua panitia.

Sebelumnya, Hj. Munjidah Wahab mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangkaian peringatan bulan Muharram. "Sehingga kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 30 Oktober 2016 mendatang," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Bakti sosial juga sebagai perwujudan nyata kepedulian PC Muslimat NU untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga masyarakat, khususnya nahdliyin. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pahlawan, Warta Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kementerian Kenegakerjaan (Kemenaker) akan menyiapkan skema program retraining (pelatihan kembali) bagi karyawan atau pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kebijakan tersebut dilakukan Kemnaker agar pekerja yang memiliki kompetensi dan terkena PHK memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

"Pekerja yang terkena PHK pasti membutuhkan suatu pekerjaan baru untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Ketika pekerjaan serupa tidak didapatkan usai ter-PHK, maka dibutuhkan pekerjaan baru. Di sini lah, pekerja tersebut membutuhkan alih profesi dengan adanya pelatihan lagi (re-training) agar nantinya mampu memperoleh pekerjaan baru," kata Menaker Hanif usai menerima Presiden Federasi Sarbumusi bersama 5 orang Ketua LPA dari 5 provinsi untuk diskusi tentang perlindungan anak dan eksploitasi ekonomi, di Jakarta, Senin (21/8).

Menaker menambahkan program pelatihan kembali ini rencananya akan membidik korban pekerja PHK yang berusia di atas 40 tahun mengingat di umur tersebut, pekerja atau masyarakat umumnya akan sulit beralilh profesi setelah menekuni suatu bidang dalam kurun waktu yang panjang.

"Jadi, orang yang kena PHK mesti dapat skema retraining. Ini bisa akses pelatihan kualitas di mana mereka mau," ujar Hanif.

Menurut Menaker Hanif, pihaknya sedang mengkaji pemberian retraining ini dengan menyiapkan konsep  dana cadangan pesangon. Nantinya, selama masa training enam bulan, biaya bulanan akan diambil dari dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan sampai menemukan pekerjaan yang baru.

Ulama Salaf Online

"Dana cadangan pesangon, jadi dia bisa pergi pelatihan ke mana saja. Pelatihan selama ena bulan, dia dicover diberikan bulanan enam bulan kemudian kerja. Jadi pasti akan punya peluang dapatkan pekerjaan baru," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Lebih jauh Menaker menjelaskan, saat ini SDM yang dibutuhkan bukan hanya tenaga yang bisa kerja. Tetapi tenaga kerja yang berbasis kompetensi dan knowledge. Oleh karenanya. Akses dan mutu pendidikan dan Pelatihan vokasi menjadi semakin penting karena adanya tantangan itu tadi. Hingga saat ini, Kemnaker terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM Indonesia melalui skema training dan retraining

"Training, untuk menggarap angkatan kerja baru yang miss match. Retraining ini untuk memfasilitasi mereka yang di PHK, agar mereka tetap bisa mengembangkan kompetensi melalui pelatihan kerja sehingga bisa kembali masuk ke pasar kerja secara cepat dan tepat, " ujar Menaker Hanif.

Hanif mengatakan, program ini sebenarnya masih perlu  dimatangkan. Pasalnya hingga kini belum diketahui apakah nanti dana cadangan pesangon ditarik dari pendapatan si pekerjanya atau perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya.

 "Sebenarnya ini nanti saja, masih perlu kajiam dan perhitungan matang karena masih dibahas. Intinya pekerja yang kena PHK, bisa masuk kerja lagi dan seterusnya begitu," kata Menaker. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Hikmah, Pesantren Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

P3M Turut Bicara Masjid

Bantul, Ulama Salaf Online. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) melalui direkturnya, Anas Saidi, turut membincang hubungan NU dengan masjidnya. Anas menilai orang NU tidak memanfaatkan masjid dengan baik.

“Kita terlalu terlena dengan keadaan yang katanya mayoritas, sehingga kita tidak memanfaatkan masjid dengan baik," ujar Anas yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Pesantren Al-Muhsin, Krapyak Wetan-Sewon, Bantul, Rabu (13/3).

P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

P3M Turut Bicara Masjid

Padahal, lanjut Anas, masjid itu  bisa menjadi tempat yang strategis jika dikelola dengan baik, displin, dan istiqamah. 

Ulama Salaf Online

Sebelumnya, dalam acara yang sama, KH Masdar Arif Mas’udi mengungkapkan bahwa jika ingin membangun umat harus dimulai dari masjid.

“Kalau kita ingin membangun umat, mulailah dari masjidnya. Masjid itu menjadi potret umat Islam. Kalau ingin tahu bagaimana kondisi umat Islam, lihatlah masjidnya," jelas Rais Syuriah PBNU itu. 

Ulama Salaf Online

Acara diskusi tentang kemasjidan tersebut terselenggara hasil kerja sama PC LTMNU Kabupaten Bantul dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren (P3M)DIY. Acara yang diikuti puluhan orang tersebut dimulai Rabu siang dan berakhir Jumat, 15 Maret. 

“Dalam rangka menyambut 1 abad NU  tahun 1926 mendatang, sudah seharusnya NU bertumpu pada dua kaki, yakni pesantren masjid dan pesantren. Pesantren sebagai rujukan kultural dan keilmuan sedangkan masjid sebagai rujukan struktural kegiatan,” Kiai Masdar.

Di pelbagai daerah, Kiai Masdar bersama LTM NU, Lazis NU, dan lain-lain kembali giat mensyiarkan masjid sebagai pusat aktivitas umat dalam banyak bidang. Semoga dengan turutnya P3M mengusung tema masjid, gerakan "kembali ke masjid" yang dipelopori LTM NU, menjadi makin kuat.



Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Pahlawan Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah

Banjarmasin, Ulama Salaf Online

Kekhasan Islam yang tumbuh di negeri Khatulistiwa ini tidak ada bandingnya. Dari sisi jumlah, Indonesia berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Dari sisi aliran atau madzhab, Indonesia memayungi banyak aliran. Dari sisi budaya, Indonesia paling beragam, dan ramah dengan budaya serta tradisi lokal. Inilah Islam Nusantara, Islam yang memiliki masa depan cerah untuk dikaji dan menjadi rujukan kehidupan yang beradab. 

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, Muhammad Ali dalam pembukaan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10 di Banjarmasin (1/11). Hadir dalam acara pembukaan itu mantan menteri agama KH Tholha Hasan, mantan menteri sekretaris kabinet Djohan Efendi, hakim Agung Abdurrahman, dan para pejabat setempat.

Kamis, 11 Januari 2018

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Blitar, Ulama Salaf Online. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Blitar Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU setempat diawali dengan workshop kewirausahaan dan seni yang berlangsung Gedung Radio Mahardika FM, milik Pemkot Blitar.

Menurut ketua panitia acara, Mohammad Sidik, workshop ini mengambil tema “Membangun Kebersamaan Dalam Seni Budaya di Masa Depan”.

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Workshop berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00 Wib. Bertindak selaku pembicara Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar  KH Abdul Karim Muhaimin  (Gus Karim)dan Hary Panca dari Trans Power Umat yang berbagi pengalaman tentang TV production.  Acara yang dimoderatori oleh Habib Bawafi itu berlangsung gayeng.

Ulama Salaf Online

Acara ini juga mendapat sambutan luar biasa dari warga dan pengurus NU Kota Blitar. "Mereka adalah utusan dari MWCNU, Pengurus Ranting, para guru serta warga sekitar,"  ungkap Mohammad Sidik.

Ulama Salaf Online

Ketua LAZISNU Kota Blitar menyampaikan,  usai kegiatan workshop acara dilajutan dengan penampilan kesenian Islami oleh Group Qosidah moderan dari Mamnu Kota Blitar. 

Pembukaan Pasar Rakyat dilakukan pada Sabtu (26/1) sore dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat Blitar dan sekitarnya.  Hadir di lapangan PPIP, Sentul, Jl Dr Mohammad Hatta, tempat dilaksanakannya acara, antara lainWakil Walikota  Blitar H Purnawan Buchori, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar KH Abdul Karim Muhaimin (Gus Karim), Ketua Tafidziyah NU Drs Mohammad Bakir dan sejumlah pengurus lainnya. 

Pasar Rakyat di Kota Blitar akan berlangsung hingga Ahad besok. Para pengunjung bisa mendapatkan beberapa bahan sembako dengan harga lebih murah dari harga pasar. Kegiatan diselingi dengan panggung hiburan.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Kyai, Pahlawan Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Bangunan megah dua lantai di atas lahan seluas 6.728 meter persegi Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Ahad kemarin (7/11) diresmikan penggunaannya oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Drs H Mohammad Adnan, MA.

Gedung yang diberi nama Gedung Aswaja merupakan bangunan tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan. Dimana pada tahap pertama ini yang sudah selesai dibangun ruang pengelola, ruang rapat mini dan sedang. Kemudian sarana pendukung berupa kantor unit usaha simpan pinjam syariah BMT SM NU dan kafe santri serta fasilitas area parkir.

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pembangunan tahap kedua berupa gedung pertemuan berkapasitas 2000 kursi yang terletak di belakang bangunan induk saat ini masih dalap tahap proses pengerjaan pondasi.

Ulama Salaf Online

Ketua PWNU Jateng sangat berharap gedung aswaja tidak sekedar untuk tempat rapat maupun pertemuan berskala besar, akan tetapi lebih dari itu gedung aswaja harus menjadi pusat penanaman nilai nilai aswaja, khususnya kepada generasi muda yang saat ini menjadi sasaran empuk kelompok teroris.

Ulama Salaf Online

"Gedung Aswaja harus bisa menjadi benteng terhadap maraknya kelompok aliran keras yang didengungkan oleh para teroris," ujarnya.

Dikatakan, PCNU dan warga Nahdliyyin Kota Pekalongan patut berbangga atas usaha keras pengurus dalam merealisasikan bangunan Gedung Aswaja yang cukup megah ini. Pasalnya, PWNU Jateng saja hanya memiliki bangunan di atas lahan seluas 3000 meter persegi, sedangkan kantor PCNU Kota Pekalongan dua kali lipatnya.

Tentu, yang terpenting adalah bagaimana memikirkan biaya operasionalnya dan mengisi kegiatan gedung aswaja untuk kepentingan dan kemaslahatan ummat, ujar Adnan.

Gedung Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang dimiliki Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan harus bisa menjadi sarana pelatihan dan pendidikan akhlak yang saat ini sedang krisis di kalangan generasi muda.

Jika ini bisa dilakukan, maka Kota Pekalongan akan dijadikan barometer dalam pembangunan akhlaq yang berbasis ajaran aswaja, dan PCNU PCNU yang lain harus bisa mencontohnya.

Lebih lanjut dikatakan, ideologi yang dibawa para teroris yang beraliran keras, sangat tidak tepat diterapkan di bumi Indonesia yang cinta damai. Maka sikap toleran, kebersamaan dan keadilan yang menjadi ciri khas ajaran aswaja harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Adnan, nama Gedung Aswaja membawa konsekuensi dalam bentuk kegiatan yang kongkrit dalam pembinaan ummat. Karena sikap sikap yang dikembangkan Nahdlatul Ulama secara prinsip beriringan dengan kebijakan pemerintah dalam menata masyarakat agar lebih baik dalam kehidupan sehari hari.

Acara peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita dihadiri oleh utusan Pengurus Ranting NU dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se Kota Pekalongan. Kemudian Pengurus cabang, Badan Otonom, lembaga dan lajnah tingkat cabang serta tamu undangan seperti Damndim 0710, Wakapolres Pekalongan Kota serta puluhan tamu undangan lainnya.

Momentum peresmian gedung aswaja sekaligus dimanfaatkan PCNU untuk menggelar musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke - 2 NU Kota Pekalongan tahun 2010. Beberapa agenda yang terkait dengan pengembangan gedung aswaja menjadi bahasan pokok dalam muskercab tersebut. Pasalnya, pembangunan gedung yang menghabiskan dana hingga milyaran rupiah belum termasuk rencana pembangunan gedung pertemuan.

Di samping itu, konsolidasi organisasi juga menjadi materi bahasan terkait adanya beberap ranting yang sampai saat ini belum melakukan reformasi pengurus, meski SK nya telah kedaluwarsa. Ditargetkan akhir 2010 ini masalah konsolidasi dapat tuntas dan rencana pelatihan manajemen pengurus yang dijadwalkan pada awal 2011 nanti bisa segera digelar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan H. Mohammad Bowo Leksono, SH., MM dalam  sambutannya mengatakan, warga nahdlliyin Kota Pekalongan harus jeli menangkap peluang terhadap program program pemerintah yang digulirkan, sehingga peran pembangunan masyarakat tidak saja menjadi kewajiban pemerintah saja, akan tetapi ada peran peran dari masyarakat yang harus dijalankan, sehingga bisa seiring dan sejalan

Bowo mengatakan, DPRD bersama Pemerintah Kota Pekalongan siap membantu berbagai kesulitan yang dialami Nahdlatul Ulama, termasuk terhadap persoalan penyelesaian pembangunan gedung pertemuan yang saat ini baru berupa pondasi.

Meski tidak sebesar tahun lalu, paling tidak bantuan ini dapat meringankan beban panitia pembangunan yang harus merogoh kocek tidak kurang dari 1,9 milyar untuk menyelesaikan pembangunan gedung pertemuan. (iz)

Hadir dalam acara pembukaan selain Ketua PWNU Jawa Tengah, juga Ketua DPRD Kota Pekalongan HM. Bowo Leksono, Anggota DPRD Kota Pekalongan mantan anggota dewan, sesepuh NU dan mantan aktifis NU, Rais dan Ketua PCNU Batang, Kabupaten Pekalongan dan Pemalang serta utusan dari lembaga, lajnah, banom NU Cabang dan utusan dari  WC Ranting NU se Kota Pekalongan. (iz)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Amalan Ulama Salaf Online

Minggu, 17 Desember 2017

Arab Pegon Pemersatu dan Pemicu Perlawanan terhadap Penjajahan

Sleman, Ulama Salaf Online?



Rektor UIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta Yudian Wahyudi mengatakan, keberadaan Arab pegon berkembang seiring dengan proses islamisasi di Nusantara (sebelum, indonesia terlahir).?

Arab pegon, lanjutnya, tidak dapat dipisahkan dari aktivitas perdagangan yang masif kala itu. “Arab pegon merupakan akulturasi dari kebudayaan Arab dengan kebudayaan lokal Nusantara seperti Jawa,” ungkapnya pada seminar Kajian Literasi Arab Pegon dan Budaya Literasi Khasanah Sastra dan Pengetahuan Keislaman di masjid Pathok Negoro Plosokuning, Sleman, Yogyakarta pada Senin (27/3) yang dimotori Pesantren Qashrul Arifin.?

Arab Pegon Pemersatu dan Pemicu Perlawanan terhadap Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon Pemersatu dan Pemicu Perlawanan terhadap Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon Pemersatu dan Pemicu Perlawanan terhadap Penjajahan

Ia menambahkan, perkembangan dan kelestarian Arab pegon tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pondok-pondok pesantren dan Pangeran Diponegoro beserta pengikutnya. ? Sebagian besar pengikut Pangeran Diponegoro merupakan santri-santri pondok pesantren yang tersebar dibeberapa karasidenan di Jawa, seperti karasidenan Madiun, Kedu, Banyumas dan lainnya.?

“Arab pegon menjadi budaya tulis bagi masyarakat, terlebih bagi pondok pesantren, banyak dari kitab kuning yang bertuliskan Arab pegon. Bahkan dalam beberapa penafsiran banyak berisikan pesan antikolonialisasi.”

Dalam beberapa kitab, lanjutnya, seperti Majemuk Syareat yang bertuliskan Arab pegon secara langsung menyebutkan meniru-niru gaya hidup pihak kolonial dikatakan sebagai perbuatan tidak terpuji dan beberapa kebiasaan pihak kolonial dianggap sebagai keharaman.?

Ulama Salaf Online

Ia menyebutkan Arab pegon sebagai budaya pemersatu dan melahirkan budaya perlawanan terhadap kolonialisasi. “Hilangnya budaya tulis Arab pegon, terkait dengan kebijakan negara dengan adanya program pemberantasan buta huruf,” ujarnya.?

Ulama Salaf Online

Nasionalisme sebagai kekuatan baru, dengannya tercipta kesatuan dan lahirnya NKRI dan dengan adanya identitas nasional, maka bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan ilmiah secara otomatis bergandeng dengan aksara Latin. Tetapi Arab pegon masih menjadi bagian dari dinamika kebudayaan, lanjutnya.?

Walaupun bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional, akan tetapi bukan berarti tidak ada persinggungan dengan budaya tulis pegon dikarenakan adanya Arab pegon Melayu. “Untuk kembali memasifkan Arab pegon dalam masyarakat dapat dimulai kembali, seperti pembuatan komik dengan Arab pegon dan cara-cara lainnya,” usulnya.?

Selain Rektor UIN Sunan Kalijaga, pembicara seminar itu adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tarekat Qashrul Arifin KH Ruhullah Taqi Murwat dan perwakilan Dinas Kebudayaan Yogyakarta dan Kraton Ngayogyakarta. (Wiwit Subekti/ Hasan Bashori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Kiai Ulama Salaf Online

Kamis, 14 Desember 2017

Menlu India Undang Kiai Said Isi Ceramah di Negeri Anak Benua

Jakarta, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Menteri Urusan Luar Negeri India Mubasyar Jawid Akbar di gedung PBNU Jakarta, Kamis (11/5).?

Kiai Said menyambut baik kedatangan Menlu negeri Islam terbesar kedua di dunia tersebut. “Selamat datang di kantor PBNU,” kata Kiai Said.

Kiai Said kemudian menjelaskan, NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia yang anti terhadap kekerasan. Prinsip NU adalah moderasi dan toleran. “Kami anti kekerasan,” jelas kiai asal Cirebon itu.

Menlu India Undang Kiai Said Isi Ceramah di Negeri Anak Benua (Sumber Gambar : Nu Online)
Menlu India Undang Kiai Said Isi Ceramah di Negeri Anak Benua (Sumber Gambar : Nu Online)

Menlu India Undang Kiai Said Isi Ceramah di Negeri Anak Benua

Dia menyampaikan keprihatinan yang mendera negara-negara Timur Tengah yang terus bergejolak. Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa Indonesia dan India yang cenderung stabil bisa menjadi kiblat Islam dunia.?

Mubasyar Jawid Akbar mengungkapkan, kedatangannya ke PBNU tersebut adalah bentuk penghormatannya kepada organisasi Islam terbesar itu. Menurutnya, NU adalah adalah organisasi yang benar-benar Islam. Ia berharap, NU akan bisa terus menjadi tameng dari segala bentuk radikalisme atas nama agama.?

Ulama Salaf Online

Selain itu, ia bermaksud untuk mengundang Kiai Said untuk mengisi seminar di kampus-kampus di India, mengunjungi serta melihat sendiri kehidupan umat Islam di negeri anak benua itu.

“Kita mengharapkan untuk mengundang Kiai Said ke India, untuk mengunjungi dan melihat sendiri umat Islam India,” ucap penulis buku Tinder Box: The Past and The Future of Pakistan itu.?

Ia menilai, Kiai Said adalah sosok kiai dan pemimpin yang dibutuhkan bukan hanya NU, tetapi juga dunia Islam saat ini.

“Dunia ini perlu pemimpin sekaliber Bapak Kiai,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus) ? ?

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan Ulama Salaf Online

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat

Jepara, Ulama Salaf Online. Keberadan madrasah saat ini harus benar-benar berada di tengah-tengah masyarakat. Semakin membuka diri (inklusif) tidak terkesan eksklusif. Hal itu dikemukakan Achmad Makhali, Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam (YPI) NU Safinatul Huda Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jika dulu menyebut madrasah murni pendidikan agama dan terkesan eksklusif, sekarang lanjutnya, hampir sama antara sekolah dan madrasah.? Madrasah ada pelajaran umum juga pelajaran agama. “Murid madrasah pinter sains juga pinter kitab salaf,” terang Kepala MA NU Safinatul Huda ini.?

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat

Jika pelajaran salaf dan umum dikuasai, menurut dia, siswa akan menjadi manusia yang seutuhnya.? Mestinya, madrasah saat ini harus semakin mempunyai kepercayaan diri. Sebab nilai plusnya pembelajaran akhlak tidak ditemukan di sekolah umum.?

“Guru dan siswa madrasah tidak boleh minder,” katanya yang juga Sekretaris Pergunu Jepara disela-sela kegiatan Sarasehan “Madrasah Dulu, Sekarang dan Akan Datang” di Madrasah Safinatul Huda, Kamis (15/9) lalu.

Ulama Salaf Online

Ia menegaskan kini kualitas madrasah juga semakin bagus. Misalnya guru madrasah tidak hanya menempuh S1 dan S2 saja tetapi sudah masuk ke jenjang S3. Itu tidak lain, tambahnya, dalam rangka menerjemahkan slogan Lebih Baik Madrasah, Madrasah Lebih Baik.?

Kegiatan Sarasehan merupakan rangkaian Harlah YPI NU Safinatul Huda ke-61. Dalam Harlah yang berlangsung dua hari itu Rabu-Kamis (14-15/9) juga diisi ? dengan Praktik Qurban, Aneka Lomba, Pentas Rebana, Istighotsah, Tahlil, Ziarah Wali dan Pendiri dan Kilas Balik Berdirinya Yayasan. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Cerita, Pahlawan Ulama Salaf Online

Selasa, 12 Desember 2017

Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU

Jakarta, Ulama Salaf Online

Di sela-sela perhelatan International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil), Amy Chew wartawan asal Malaysia, menceritakan kesan dan pengalamannya kepada Ulama Salaf Online, tentang kehidupan umat Islam, khususnya NU, di Indonesia.

“Saya pertama kali datang ke Indonesia tahun 1998. Saya sampai ke Jakarta 6 minggu sebelum Pak Harto (Presiden Soeharto) lengser. Jadi saya waktu itu banyak meliput aksi demonstrasi setiap harinya,” papar Amy memulai ceritanya, Selasa (10/5), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Wartawan Non-Muslim Asal Malaysia tentang NU

Amy yang saat itu menjadi wartawan Reuters meneruskan, suatu hari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menggelar istighotsah di Istora Senayan. Teman-teman Amy memintanya agar berangkat pagi-pagi, karena massa Gus Dur sangat besar.

Ulama Salaf Online

Amy sampai di lokasi 45 menit sebelum acara. Waktu itu Istora Gelora Bung Karno (dulu bernama Istora Senayan) sudah dipadati warga, keadaan pun susah untuk dilewati.

Ulama Salaf Online

“Saya sampai mencopot sandal ketika jalan,” tutur perempuan ini dengan wajah berbinar-binar mengingat semua pengalamannya.

Amy sebenarnya belum tahu sosok Gus Dur seperti apa dan belum mengenal secara dekat. Informasi tentang Gus Dur Amy dapatkan  dari membaca surat kabar.

Amy melihat sajadah-sajadah  peserta istighotsah sudah terhampar di tanah. Orang-orang itu sangat ramah dan menerima Amy dengan mengatakan, “Silakan silakan.”

Keramahan itu membuat Amy sangat tersentuh. Sampai ketika akhirnya Amy bertemu Gus Dur di atas panggung, Amy sungguh terharu.

Menurut Amy, bagaimana sosok pemimpin bisa dinilai dari warganya. Amy mendapati warga NU sangat ramah dan sangat inklusif. Mulai dari situ Amy, tahu. “Oh, ini yang namanya Gus Dur.”

Amy tinggal di Indonesia selama 12,5 tahun. Ia sering meliput acara Gus Dur, dan mendengar pidato Gus Dur. Dari situ ia semakin mengenal Gus Dur dan NU.  Menurutnya, cara NU dalam beragama sungguh indah.

“Buat saya walau saya nonmuslim, cara NU beragama mencerminkan asas nilai-nilai agama Islam yang ramah dan inklusif, penuh kepedulian terhadap orang lain,  bersikap baik walaupun kepada warga nonmuslim,” kata Amy.

Gus Dur turun langsung ke lapangan atau mengerahkan Banser untuk membantu warga nonmuslim dalam kesusahan atau dalam keadaan terancam, misalnya setelah aksi pengeboman gereja pada Natal tahun 2000.

“Saya masih ingat Gus Dur mengerahkan Banser untuk mengamankan gereja. Saya rasa sampai hari ini pun NU seperti itu, semua orang bisa berpartisipasi dan kehidupan beragama dan kehidupan Islam menjunjung tinggi  nilai kekeluargaan, kemasyarakatan, dan persahabatan. Ini bukan hal yang saya baca, tapi sesuatu yang saya alami sendiri.”

Itu sebabnya jika  ada orang bertanya tentang NU, Amy menjawab bahwa NU bukan untuk dipelajari, tapi untuk dialami.

Ketika ditanya kesannya sebagai warga Malaysia bila NU hadir di sana, misalnya melalui Muslimat NU seperti yang sudah berjalan beberapa waktu, Amy merasa sangat senang mendengarnya.

“Saya menyambut kehadiran NU dengan baik karena NU membantu memperkaya Islam, Islam  Nusantara yang amat ramah dan inklusif mencakup nilai-nilai yang ada di Nusantara. Saya menyambut kehadiran NU di  Malaysia,” paparnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pahlawan, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Kamis, 07 Desember 2017

Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai

Subang, Ulama Salaf Online. Kerinduan para santri Al-Karimiyyah terobati dengan menonton film Sang Kiai. Para santri putra menonton film di aula pesantren Al-Karimiyyah di dusun Pungangan desa Rancabango kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat. Kamis (7/2).

Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Rindu Hadlratus Syekh, Santri Al-Karimiyyah Tonton Sang Kiai

Seorang pengurus Al-Karimiyyah Dedi Setiawan mengungkapkan, acara nonton bareng ini memang sudah diagendakan sejak 2013 silam. Namun, karena terkendala teknis akhirnya baru bisa dilaksanakan di Februari tahun ini.

"Film ini kaya akan nilai sejarah terutama sejarah peran kaum santri yang selama ini terpinggirkan," kata Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTNNU PCNU Subang.

Ulama Salaf Online

Pemutaran film ini ditujukan agar para santri memperluas cakrawala sejarahnya sendiri. Kelak mereka tidak tercerabut nilai-nilai baru. Karena, biasanya orang yang tidak tahu akar tradisi dan sejarahnya akan mudah terbawa arus, tambah Dedi. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Pahlawan, Daerah, Pendidikan Ulama Salaf Online

Senin, 04 Desember 2017

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Babak semifinal CSSMORA Health and Medical Science (CHEMO) digelar Ahad (12/3) di FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semifinal berlangsung dalam dua tahap, yakni semifinal pertama dan semifinal kedua. Sebanyak 14 tim terlibat dalam kompetisi yang menguji pengetahuan dan keterampilan dalam bidang IPA dan medis tersebut.?

Ke-14 tim diseleksi dari 31 tim yang berasal dari 10 regional, yaitu Serang, Pandeglang, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Depok dan Bandung.

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

14 Tim Lolos Semifinal Olimpiade Kedokteran dan Kesehatan Santri

Ketua Panitia Pelaksana CHEMO, Muhammad Rizki Ramadan mengungkapkan, tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan CHEMO kelima. CHEMO diadakan sebagai ajang silaturahim dan olimpiade para santri yang bersekolah di bawah naungan Kementerian Agama RI.

“CHEMO ini untuk mengumpulkan para santri yang bersekolah di tingkat MA dan SMA untuk berkompetisi dan silaturahim dalam wadah olimpiade IPA dan medis. Selama ini masih jarang ada olimpiade bagi para santri yang menguji di bidang tersebut,” terang mahasiswa FKIK UIN Syarif Hidayatullah alumni Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto.

Ulama Salaf Online

Pada tahap semifinal hari ini, panitia menyaring tim menjadi 6 besar. ? Selanjutnya pada tahap semifinal kedua dilakukan untuk memilih 3 besar. Dan pada tahap final akan terpilih juara 1, 2, dan 3.

Pengujian pada tahap semifinal dilakukan dengan mengerjakan praktikum. Tahap semifinal kedua dengan presentasi, dan pada tahap final dengan soal cerdas cermat.

CSSMORA sendiri kependekan dari Community of Santri Scholarship of Ministry of Religious Affair (CSSMORA), sebuah komunitas yang menaungi mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Adapun PBBS merupakan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Hadits, Fragmen Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

Imam Islamic Center of New York Jelaskan Penyakit Manusia Modern

Makassar, Ulama Salaf Online. Imam Islamic Center of New York Shamsi Ali memberikan tausiah Halal Bihalal dengan tema "Sucikan Hati, Kuatkan Silaturrahim" di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Sabtu (8/7). Ia menyampaikan, saat ini Islam Indonesia menjadi sorotan. Ada yang mengatakan di Indonesia sudah tidak toleran. Tentunya ini pandangan yang keliru.

Imam Islamic Center of New York Jelaskan Penyakit Manusia Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Islamic Center of New York Jelaskan Penyakit Manusia Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Islamic Center of New York Jelaskan Penyakit Manusia Modern

"Model keislaman Indonesia tentunya memiliki ciri khas, di antaranya adanya nilai-nilai moderat, inklusif, ramah, dan lain sebagainya,” katanya pada acara yang digelar berbagai organisasi yakni PW Muslimat NU Sulsel, Forum Kajian Cinta Alquran Sulsel, Yayasan Jantung Cabang Utama Sulsel, FKA ESQ Sulsel, BK PAKSI Sulsel, Pengda Soina Sulsel, Perwosi Sulsel, IKA Pascasarjana Unhas.?

Oleh karena itu, menurut dia, negara lain tak perlu mengajarkan Indonesia tentang moderat, inklusif dan lain sebagainya karena model keislaman seperti itu sudah menjadi karakter dan telah lama mendarah daging pada umat Islam Indonesia.

Ulama Salaf Online

“Alhamdulillah, kita telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Oleh karena itu, ketakwaan senantiasa harus tercermin dalam diri kita, puasa sesungguhnya adalah menahan atau dikenal imsak,” ungkap pria asal Kabupaten Bulukumba.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada tiga penyakit yang disebabkan oleh hawa nafsu yang tak bisa kita tahan di dunia modern, yakni pertama, militerisme yaitu kecendurangan melakukan peperangan yang membabi buta seperti yang terjadi di Suriah.?

Kedua, rasisme. Ketika manusia sudah membicarakan proses penciptaan manusia, dunia modern malah cenderung rasisme, adanya tekanan politik dari negara tertentu ke negera berkembang atau dengan kata lain dinamakan rasisme sistem.

Ketiga, materialisme. Islam tidak melarang hambanya untuk mencari kekayaan. Justru Islam mengajak umatnya untuk menjadi kaya. Yang dilarang adalah menjadikan materi segalanya atau bahkan menjadikannya sebagai tuan.?

“Semua penyakit di atas menandakan kita tak mampu menahan atau disebut imsak,” ujarnya. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan Ulama Salaf Online

Minggu, 19 November 2017

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi

Solo, Ulama Salaf Online. Belum lama ini, bendera simbol warga Nahdlatul Ulama (NU) bersanding dengan bendera merah putih berkibar di atas puncak gunung Merapi.

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi

Bagi seorang pendaki gunung, momentum menancapkan bendera saat mencapai puncak tertinggi, merupakan salah satu momen yang membanggakan. Terlebih apabila bendera yang ditancapkan merupakan bendera kebanggaan sang pendaki.

Begitu juga dengan para kelompok pendaki dari Banser Solo. Perjalanan melelahkan mulai dari Basecamp New Selo Boyolali, seakan terbayar lunas ketika melihat bendera berlogo bumi dikelilingi bintang sembilan berkibar di puncak Merapi.

Ulama Salaf Online

Saat ditemui Ulama Salaf Online, salah satu anggota tim pendaki Banser Solo, Muharrom Fajar Adi, mengaku tidak hanya sekali ini mengibarkan bendera NU di puncak gunung. “Sudah sering, terkadang sebulan sampai dua kali,” paparnya, Sabtu (19/10).

Selain Merapi, gunung yang berhasil mereka taklukkan, Di antaranya Merbabu, Lawu, Sindoro, Sumbing, dan Slamet. “Insyaallah Desember nanti, kita berencana ke Semeru,” imbuhnya.

Ulama Salaf Online

Hal ini dilakukannya karena ia dan kawan-kawanya memiliki obsesi untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan NU di semua puncak gunung. “Dengan naik gunung kita juga bisa lebih mengagungi ciptaann-Nya. Juga untuk menunjukkan NU tak pernah lekang oleh waktu, abadi selamanya di Bumi Pertiwi,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Pahlawan Ulama Salaf Online

Rabu, 15 November 2017

Penghormatan Ajengan Masthuro kepada Preman

Suatu hari seseorang mencari tahu seluk-beluk memancing ikan di wahangan (sungai). Padahal biasanya orang itu menggengam pena, menekuri kitab kuning, mengajar santri, dan kadang menulis kitab. Ia adalah Ajengan Muhammad Masthuro.

Tak tanggung-tanggung, sang ajengan bertanya kepada dedengkot tukang mancing. Ia bernama Mar’i. Selain tukang mancing, pria berperawakan kekar tersebut dikenal sebagai seorang preman yang berperangai buruk dan ditakuti warga.

Penghormatan Ajengan Masthuro kepada Preman (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghormatan Ajengan Masthuro kepada Preman (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghormatan Ajengan Masthuro kepada Preman

Bagi Ajengan Masthuro, memancing adalah celah untuk mengenal Mar’i. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ketika ditanya kegemarannya, Mari menanggapi dengan semangat. Ia menjelaskan dari A hingga Z. Tentu saja memancing tidak berhenti di teori. Keduanya memutuskan mempraktikannya di wahangan.

Ulama Salaf Online

Ketika asyik memancing, Ajengan Masthuro tiba-tiba berhenti. Ia melaksanakan Shalat Dhuhur di atas batu. Sementara Mar’i menyaksikan sambil memancing. Selepas shalat, Ajengan Masthuro kembali memancing. Ketika Ashar tiba, kembali ia menunaikannya.

Ulama Salaf Online

Menjelang maghrib, kaduanya pulang. Ajengan Masthuro mengajak Mar’i mampir ke rumahnya. Mar’i setuju. Istiri sang ajengan pun sudah menyiapkan makan malam untuk keduanya. Sebelum makan, Ajengan Masthuro izin shalat Maghrib. Seperti sebelumnya, Mar’i mengiyakan tanpa turut serta.

Karena ada tamu, Ajengan Masthuro meninggalkan dua kebiasaan yang tak pernah ditinggalkannya, yaitu wiridan dan shalat sunat. Kemudian keduanya makan bersama. Setelah makan dan ngobrol, Mar’i undur diri. Tak dinyana, Ajengan Masthuro membekalinya dengan ikan-ikan besar untuk keluarga yang ditinggal seharian karena mancing tadi siang tak membuahkan hasil.

Penghormatan Ajengan Masthuro tersebut, menghunjamkan kesan mendalam di hati Mari. Ia simpatik kepadanya.

Di lain waktu, Ajengan Masthuro pernah menyambangi komunitas penggemar tembang Sunda; sekitar 4 km dari kediamannya. Sayangnya kegemaran tersebut melupakan tuntunan Islam, seperti shalat. Untuk mendekati mereka, ia mengajak temannya yang pandai melantunkan tembang Sunda.

Keduanya mendatangi mereka dan turut memperbincangkan tembang. Hal itu menimbulkan simpati, apalagi ketika temannya Ajengan Masthuro menyumbangkan tembang. Karena sudah simpati, mereka mudah diajak membaca Qul-hu (surat al-Ikhlas) dan mempelajari bacaan-bacaan shalat dan Al-Quran.

?

***

Ajengan KH Muhammad Masthuro adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Masthuriyyah, Tipar, Cisaat, Sukabumi. Ia lahir di Kampung Cikaroya pada tahun 1901.

Masa kanak-kanak Masthuro dihabiskan untuk belajar kepada ayahnya bernama Kamsol, seorang amil atau lebe yang bertugas mengurusi masalah keagamaan di desa. Kemudian ia berguru kepada kiai-kiai di Sukabumi diantaranya: H. Asy’ari (dari tahun1909 sampai 1911) KH Katobi (dari1911 sampai 1914) KH Hasan Basri (tahun 1914 sampai 1915) KH Muhammad Kurdi (tahun 1914 sampai 1915), KH Ghazali (dari 1915-1916) KH Muhammad Sidiq (tahun1916-1916) KH Ahmad Sanusi (tahun 1918 sampai 1920).

Ia juga mereguk ilmu kepada Al-Habibib Syekh Ibnu Salim Al Attas, guru para ajengan Sukabumi. KH Masthuro merupakan santrinya paling disayang. Sehingga, menjelang wafat, Habib Syekh berpesan? supaya dikebumikan di samping KH Masthuro.

Sebelum wafat, KH Masthuro mewasiatkan 6 hal kepada anak-anak dan mantu-mantunya, yaitu: 1. Kudu ngahiji dina ngamajukeun Pesantren, Madrasah. Ulah Pagirang-girang tampian. (harus bersatu untuk kemajuan pesantren) 2) Ulah hasud (jangan hasud) .3) Kudu nutupan kaaeban batur, (harus menutupi aib orang lain) 4.) Kudu silih pikanyaah, (saling mengasihi) 5.) Kudu boga karep sarerea hayang mere,(suka memberi) 6.) Kudu mapay thorekat anu geus dijalankeun ku Abah (harus mengikuti tarekat KH Masthuro).

Wasiat tersebut, hingga kini menjadi pegangan keturunan dan penerus KH Masthuro di pesantren Al-Masthuriyah.

Kepemimpinan pesantren yang sudah lengkap dari PAUD hingga perguruan tinggi ini, kini dilanjutkan putra-putrinya. Salah seorang putranya, KH E. Fachrudin Masthuro, pernah menjabat Wakil Rais ‘Aam PBNU. (Hingga wafatnya ia menjadi salah seorang Musytasyar PBNU).

KH Masthuro mengarang kitab berjudul Kaifiyatus Solat, tebal 89 halaman, yang ditulis dengan bahasa Arab. Kitab ini merupakan tukilan dari berbagai kitab yang membahas bab solat, mulai dari Safinatun Naja, Sulam Munajat, Fathul Qorib, Fathul Mu’in, tapi lebih banyak dari kitab Bajuri. Kitab ini ditulis dengan bahasa Arab yang mudah dipahami. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Lomba, Warta Ulama Salaf Online

Jumat, 03 November 2017

Santri Al-Falakhussadah Belajar Olah Sampah Plastik

Way Kanan, Ulama Salaf Online?

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falakhussadah KH Zainal Maarif mengapresiasi pengolahan sampah plastik dan bakti sosial penyembuhan alternatif diinisiasi Gusdurian Lampung serta PAC Ansor Pakuan Ratu dan PAC Ansor Negara Batin.?

"Untuk pengolahan sampah plastik sangat bagus guna menumbuhkan bakat dan keterampilan santri selain sebagai upaya mengurai persoalan sampah yang selama ini membuat gelisah," kata dia di Pakuan Ratu, Kamis (10/11).

Santri Al-Falakhussadah Belajar Olah Sampah Plastik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Falakhussadah Belajar Olah Sampah Plastik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Falakhussadah Belajar Olah Sampah Plastik

Kiai Zainal menambahkan, pihaknya merasa kebingungan dalam upaya menangani sampah plastik. Jika dibuang dan dibakar tentu tidak bijak dan tidak pernah selesai.

"Dalam sehari produksi sampah plastik para santri yang jumlahnya dua ratus orang cukup banyak. Bagaimana jika dalam satu bulan, sudah berapa banyak sampah yang ada dan tidak dimanfaatkan dengan bijak," ujarnya.

Ulama Salaf Online

Kiai Zainal merasa tertarik dengan upaya pengolahan sampah plastik dijadikan bantal seperti dilakukan Gusdurian Lampung dan PC GP Ansor Way Kanan bersama Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) beberapa waktu lalu di Pesantren Assidiqiyah 11, Gunung Labuhan.

"Santri jika orang tuanya ke pondok, kebanyakan memesan bantal. Harapan saya kalau bisa orang tua santri kesini pulangnya membawa bantal bukan sebaliknya," ujarnya.

Pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi bantal dan ecobricks dibimbing penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto. Adapun bakti sosial penyembuhan alternatif dilakukan kader Ansor Pakuan Ratu. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Pahlawan, Warta, Pesantren Ulama Salaf Online

Kamis, 02 November 2017

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Sutarman akhirnya mengizinkan polisi wanita (polwan)menggunakan jilbab pada saat bertugas. Apa alasan mantan ajudan Gus Dur itu mengizinkan polwan berjilbab?

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Kapolri Baru Izinkan Polwan Berjilbab

Menurut Jenderal Sutarman, penggunaan jilbab merupakan hak pribadi setiap warga negara, terkait keyakinan terhadap ajaran agamanya.

"Itu hak asasi seseorang, saya sudah sampaikan kepada anggota kalau misalnya ada anggota yang mau pakai, silakan!" katanya di sela-sela acara Silaturahmi Kapolri dengan Insan Pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Selasa (19/11) kemarin.

Ulama Salaf Online

Ketentuan mengenai seragam polisi, termasuk di dalamnya polwan, diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005. Memang tidak tertulis larangan berjilbab dalam surat keputusan Kapolri lama itu. Namun, SK itu sudah dianggap mewajibkan semua anggota untuk mengenakan seragam yang telah ditentukan itu, dan tidak ada jilbab untuk polisi wanita.

Pernyataan Kapolri Sutarman yang belum lama dilantik itu mengakhiri polemik di kalangan pejabat kepolisian terkait boleh tidaknya polwan berjilbab. Meski demikian sampai saat ini belum ada aturan resmi baru yang dikeluarkan Kapolri terkait penggunaan jilbab, terkait anggaran dan model jilbab yang boleh dipakai.

Ulama Salaf Online

Kata Kapolri, Polwan yang ingin menggunakan jilbab dipersilakan membeli sendiri. "Anggaran belum ada, kalau mau beli, silakan. Contohnya kan sudah ada. Mulai besok kalau ada yang mau pakai saat tugas tidak masalah," ujarnya enteng.? (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen, Pahlawan Ulama Salaf Online

Minggu, 29 Oktober 2017

Kang Said: Wali Allah Penggerak Revolusi Spiritual

Jakarta, Ulama Salaf Online. Di tengah orientasi manusia pada umumnya terhadap dunia, para wali Allah memiliki arah hati dan pikiran berbeda. “Mereka adalah pelopor gerakan spiritual. Mereka revolusioner dalam dunia spiritual dan gemar menangis.”

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj dalam pembukaan acara peluncuran buku ‘Atlas Wali Songo’ karya Agus Sunyoto di lantai delapan Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (5/7) siang.

Kang Said: Wali Allah Penggerak Revolusi Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Wali Allah Penggerak Revolusi Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Wali Allah Penggerak Revolusi Spiritual

Menurutnya, kata ‘wali’ berasal dari bahasa Arab. ‘Wali’ berbentuk ‘fa‘il’, mengasihi dan maf’ul, dikasihi. Mereka, kata Kang Said, cenderung dilanda mabuk cinta kepada Allah. Mereka kerap menangis karena kedalaman cinta pada Allah.

Ulama Salaf Online

Di hadapan sekitar 150 hadirin, Kang Said menyatakan dalil keberadaan para wali ada Al-Qur’an, “Ala inna auliya Allah la khaufun alahim wa la hum yahzanun.” Artinya, “Ingat! Para wali Allah itu tidak sedih, cemas, sedih, dan khawatir.”

“Kehadiran para wali Allah tidak bisa dipungkiri. Hal ini dibuktikan oleh sejarah Islam itu sendiri. Sepanjang sejarah, Allah menunjuk siapa yang dikehendaki untuk menjadi wali-Nya. Mereka mengambil sikap zuhud, upaya menjauhkan diri dari kemewahan dunia,” jelasnya.

Zuhud adalah sikap hidup. Kemewahan duniawi tidak menggiurkan hati mereka sedikit pun. Mereka mengosongkan hati dari segala perhatian. Kekosongan hati ini kemudian diisi dengan Allah.

Ulama Salaf Online

Di tengah masyarakat yang cenderung linear materialistik dan hedonistik, kezuhudan para wali membuka cakrawala aneka penafsiran nilai kehidupan. Pola hidup asketis para wali, dapat dijadikan alternatif atas kebuntuan cara pandang manusia.

Harga kehidupan tidak melulu dinilai dari materi dan kenikmatan lahir semata. Manusia akan terjebak dalam kekacauan sejauh menempatkan kenikmatan profan dalam hati. Karenanya, manusia harus menerbangkan jiwa dari kungkungan ambisi duniawi.

Dengan pola zuhud, mereka cenderung dinamis dan revolusioner. Kompleksitas pemikiran dan kekayaan sudut pandang wali terhadap hidup, sanggup memecah kebuntuan pola pikir dan hidup manusia yang materialis. Dengan kompleksitas pemikiran, mereka dapat menerobos segala hal yang tidak bisa dijangkau oleh manusia lain.

Peluncuran ‘Atlas Wali Songo’ ini kemudian dilanjutkan dengan seminar yang dimoderatori oleh A. Khoirul Anam, Wakil Ketua LTN NU. Dengan pembicara Agus Sunyoto, penulis buku ‘Atlas Wali Songo’, Abdul Munim DZ, Wasekjen PBNU, Irmawati Marwoto Johan, Arkeolog UI, dan Sudjiwo Tedjo, Seniman kondang, seminar berjalan khidmat. Suasana penuh canda para pembicara, tidak mengurangi tingkat keseriusan pembahasan.

Sebelum menutup sambutan, Kang Said menyatakan apresiasi yang cukup besar terhadap karya garapan Agus Sunyoto, Wakil Ketua Lesbumi. ‘Atlas Wali songo’ yang didukung oleh Penerbit Iman, Transpustaka dan LTN NU, memberikan peta yang jelas akan posisi Wali Songo dalam khazanah akademik Indonesia.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Pahlawan, Lomba Ulama Salaf Online

Senin, 16 Oktober 2017

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk

Pati, Ulama Salaf Online. Gundul-gundul pacul-cul gembelengan, nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan wakul glempang segone dadi sak latar. Tembang Gundul-gundul Pacul ditembangkan oleh Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa CakNun saat datang ke Suluk Maleman yang bertemakan Mampir Mabuk, Sabtu (15/4) hingga Ahad (16/4) pagi .?

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Maleman; Peradaban Mabuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Maleman; Peradaban Mabuk

Bukan tanpa alasan, Cak Nun menilai ada kesamaan hal yang terjadi antara tembang Gundul-gundul Pacul itu dengan tema yang dibawakan Suluk Maleman edisi ke-64 itu. Baginya para penguasa ibarat bocah gundul yang tengah nyunggi (membawa di kepala, Red) wakul itu.

Jika sang penguasa gembelengan atau diartikan mabuk baik secara tekstual maupun kontekstual maka yang terjadi juga akan sama. Wakulnya glempang. Padahal wakul yang berisi nasi itu bisa diartikan kesejahteraan maupun amanah dari rakyat.

“Padahal sekarang yang terjadi ini wakulnya glempang. Kedaulatannya glempang, akal pikiran bangsa ini glempang, termasuk budaya politik juga telah glempang,” ujar lelaki pimpinan Kiai Kanjeng itu.

Cak Nun pun menegaskan agar setiap individu dapat segera mencarikan solusi dan bukannya menambah masalah. Bahkan dalam mengambil penyelesaian masalah itupun juga harus hati-hati agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

Ulama Salaf Online

“Kita bisa belajar dari tembang e dayohe teko. Di situ diceritakan cara menangani masalah dengan cara yang kurang tepat dan justru menimbulkan masalah demi masalah baru. Seperti saat menambal tikar dengan jadah yang sudah busuk. Tentu itu akan membuat dayoh atau tamu menjadi tidak nyaman bahkan bisa saja marah,” ujar Cak Nun.

Meski begitu Cak Nun tetap mengisyaratkan agar umat Muslim tak perlu khawatir. Karena Allah telah menjamin dalam surat Alam Nasyrah bahwa dalam setiap kesulitan selalu disertakan kemudahan.

Ulama Salaf Online

“Bahkan bukan sesudahnya namun berbarengan dengan kesulitan itu sendiri. Itu sudah jelas disebutkan,” ujarnya yang kemudian dilanjutkan dengan mengajak para hadirin membaca surat tersebut.

Sementara Anis Sholeh Ba’asyin menambahkan, dalam menghadapi zaman seperti saat ini agar masyarakat jangan mau dijadikan jangkrik aduan. Karena dalam fenomena jangkrik aduan itu jelas bahwa jangkriknya harus berkelahi mempertaruhkan hidup dan matinya sedangkan pengadunya tertawa cengingisan saat menggelitik jangkrik aduannya itu.

“Begitulah kalau mau menghancurkan Indonesia tinggal mengadu domba orang Islam dengan orang Islam dan sekarang itu tengah dilakukan,” tambahnya.

Penggagas Suluk Maleman tersebut juga menambahkan bahwa dalam era peradaban mabuk ini yang justru perlu diwaspadai adalah orang-orang yang sengaja yang memabukkan diri. Seperti halnya kecenderungan manusia untuk menjadi Tuhan.

“Banyak yang justru mudah melihat ketidak sempurnaan orang lain sedangkan ketidaksempurnaan diri sendiri tidak terlihat. Padahal tidak ada orang yang benar-benar sempurna,” ujarnya.

Kedatangan Cak Nun sebagai salah satu ulama sepuh di Indonesia ini rupanya mampu menarik perhatian ribuan warga masyarakat Pati dan sekitarnya. Bahkan mereka tetap khusyuk menikmati diskusi dan ngaji budaya yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia hingga Ahad sekitar pukul 03.30.

Apalagi dalam diskusi kali ini tak hanya menghadirkan Cak Nun namun juga Presiden Jancukers Sujiwo Tedjo dan Dr Ilyas sebagai narasumbernya. Presiden Jancukers itu juga sempat membawakan sejumlah lagu bersama Sampak GusUran yang tentu kian menghangatkan suasana. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Pahlawan Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock