Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU

Oleh Faridur Rohman

Tidak sedikit warga NU itu seperti pisau, tajam menggilas bagi siapa saja yang menghujat ritual keagamaan juga pada orang-orang yang merongrong keutuhan berbangsa dan bernegara. Sayangnya pisau itu perlu diasah kembali agar lebih tajam untuk membela kaum petani dan kebanyakan.

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU

Langit masih mendung, beberapa jam lalu gerimis mengguyur. Gedung berundak yang menjulang tinggi di Jalan Pahlawan Kota Semarang masih dikerumuni puluhan orang bercaping dan berjarik. Sudah seminggu lamanya mereka bertahan. Sisa-sisa hujan masih tercecer membasahi jalan bercampur dengan air mata.?

Ada yang duduk menggigil kedinginan, ada yang berdiri menghadap ke jalan, melihat lalu lalang kendaraan. Sebagian lagi menatap tajam pada siapa saja yang ada di dalam gerbang sembari memegang erat payung di tangan kanan. Mereka setia menunggu keputusan tegas dari sang durjana. Setegas spanduk yang mereka bentangkan pada pagar beruji besi “#RembangMelawan #TolakPabrikSemen #KawalPutusanMA”.

"Saya sangat mendukung gerakan ibu-ibu dari pegunungan Kendeng yang menuntut pemerintah dalam hal ini gubernur Jateng supaya melaksanakan putusan MA. Tidak ada hukum yang tertinggi selain MA. Oleh karena itu saya minta kepada Pak Ganjar untuk bersikap sebagai negarawan dan tidak berbelit belit. Sebenarnya urusan melestrikan lingkungan itu urusan negara juga."

Ulama Salaf Online

Begitu bunyi pesan yang disampaikan salah satu ketua ormas keagamaan terbesar di negeri ini, Nahdlatul Ulama. Menjadi oase di padang kerontangnya garis perjuangan. Imam Aziz kala itu, Jum’at (30/12) dengan memakai kemeja lengan pendek, celana bahan bersandal jepit mendatangi aksi petani pegunungan Kendeng dan sekitar. Membagi suplemen semangat dan harapan. Berdiri bersama memegang payung sebagai simbol kaum papa harus dilindungi. Memberi isyarat bahwa NU bersama anak muda dan mahasiswa progresifnya juga masih peduli dengan isu-isu agrarian.

Lain Kendeng lain Sukamulya. Para petani desa yang menolak pengukuran lahan imbas akan dibangunnya bandara terpaksa bentrok dengan aparat. Peristiwa November itu juga menjadi catatan merah soal isu-isu agrarian. Lewat lembaga batuan hukum NU, dibantu pemudanya (Anshor) dan mahasiswanya (PMII) sigap melakukan kajian strategis dan turut aktif membantu menyelesaikan soal sengketa lahan ini. Menegasikan kembali, ditataran akar rumput NU hadir mejadi bahu untuk mereka bersandar.

Masih banyak contoh sengketa lahan yang terjadi pada tahun ini, 2016. Entah itu melibatkan warga dengan pabrik, Aparat, Perusahaan korporasi, tambang dan lain sebagainya. Masih ingat? Sebut saja, Selok Awar Awar, Lumajang, Urut Sewu Kebumen, Kendal,Tulang Bawang, Lampungdan banyak lagi di Sumatera ditambah Kalimatan dan wilayah timur Indonesia yang tak terekam media. Mestinya ini juga menjadi garis perjuangan NU baik ditataran pusat sampai yang paling rendah, ranting atau desa.

Di mana semestinya NU

Refleksi itu bernama cermin, tempat di mana seseorang bisa berkaca tentang apa yang ada pada diri dan apa yang harus dibenahi. Semestinya NU juga harus harus berkaca tentang tujuan untuk apa ia didirikan. Salah satu butir yang ditelurkan berdirinya NU atau yang disebut Khittah NU 1926 adalah membentuk organisasi untuk memajukan pertanian, perdagangan, dan industri yang halal menurut hukum Islam. Ini memberikan bukti bahwa kiai-kiai khas NU memikirkan soal pertanian sekaligus para petaninya.Tidak berhenti pada itu, hasil muktamar Situbondo 1984, juga menelurkan hal yang sama salah satunya soal pengembangan pertanian.

Ulama Salaf Online

Bagi kalangan nahdliyin (sebutan warga NU) pasti tidak asing dengan kata “Pak Tani itulah penolong negeri”. Kata itu benar adanya, pernah ditulis oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ri, kurang lebih kata itu diambil dari cuplikan tulisan beliau, “Pendek kata, bapak tani adalah goedang kekajaan, dan dari padanja itoelah Negeri mengeloearkan belandja bagi sekalian keperloean. Pa’ Tani itoelah penolong Negeri apabila keperloean menghendakinja dan diwaktoe orang pentjari-tjari pertolongan. Pa’ Tani itoe ialah pembantoe Negeri jang boleh dipertjaja oentoek mengerdjakan sekalian keperloean Negeri, jaitoe diwaktunja orang berbalik poenggoeng (ta’ soedi menolong) pada negeri; dan Pa’ Tani itoe djoega mendjadi sendi tempat ? negeri didasarkan.”

Dimana semestinya NU jika terjadi sengketa lahan yang melibatkan para petani?. Bagi penulis setiap penambangan yang dilakukan oleh korporasi, mesti madharatnya lebih besar dibanding asas kemanfaatan. Semisal yang terjadi pada petani Kendeng jika pabrik semen benar berdiri? Apa ada jaminan ia memberikan kesejahteraan atau sebaliknya kerusakan ekosistem lingkungan, bencana, kekeringan dan langka pangan yang terjadi.?

Yang hanya ada janji janji pendapatan bertambah dan itu memang benar. Bertambah bagi segelintir orang dan pucuk perwakilan. Sedang para petani dan kebanyakan akan menjadi buruh di mana setelah kering keringatnya, mereka akan tersingkir digantikan keringat yang segar. Bagaimanapun juga, menjaga kelestarian adalah harga mati, seperti halnya menjaga keutuhan NKRI, semestinya.

Ratusan orang tidak cukup untuk mengembalikan hutan yang gundul dalam sekejap. Tidak saja menanam tapi merawat agar tumbuhan tetap tumbuh dan besar butuh energi ekstra dan waktu yang amat panjang. Sedangkan cukup, tidak lebih dari puluhan orang, dan puluhan hari satu hutan bisa dihabiskan dalam waktu yang singkat.

“Mencemarkan lingkungan, baik udara, air maupun tanah, ? apabila menimbulkan dlarar, maka hukumnya haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat)” begitu bunyi Keputusan Muktamar NU Cipasung, Tasikmalaya 1994. Diperkuat lagi dengan Halaqoh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta 2007, negara sedang genting mengalami krisis ekologi adalah kaca di mana semestinya NU berdiri.

Saya akhiri tulisan ini dengan mengutip kata Imam Syafi’i “Pendapatku benar tetapi bisa jadi mengandung kesalahan, sedangkan pendapatmu salah tetapi bisa jadi memiliki kebenaran.” Wallahu A’lam.

Penulis adalah Pegiat Omah Aksoro, Nyantri di Nutizen dan pernah belajar di STAINU Jakarta, Kader PMII karena sudah menyelesaikan PKD.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Bahtsul Masail, Habib Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Dua Pilar Utama dalam Beragama

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pilar Utama dalam Beragama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali atau yang kita kenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa agama itu mengandung dua hal pokok, yakni meninggalkan maksiat dan berbuat ketaatan. Semua hal yang dilarang Allah adalah maksiat. Sedangkan melaksanakan ketaatan berarti mematuhi perintah-perintah-Nya.

Ulama Salaf Online

Demikianlah, perintah dan larangan, maksiat dan taat, merupakan dua unsur beragama yang bertolak belakang. Dua-duanya menjadi bagian mutlak dalam menjalani kehidupan beragama. Terkait dua hal itu, Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa meninggalkan maksiat lebih berat ketimbang berbuat taat. Kata beliau dalam kitab Bidâyatul Hidâyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Meninggalkan maksiat itu amat berat. Setiap orang masih sanggup melakukan ketaatan. Tapi berpaling dari syahwat (hawa nafsu) hanya mampu dilakukan oleh orang-orang shiddîqûn (yang benar-benar beriman).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Meninggalkan larangan lebih berat daripada melaksanakan perintah karena kecenderungan sifat manusia yang ingin bebas tanpa ada yang membatasi. Inginnya, semua hal yang dikehendaki terwujud; seluruh yang membuatnya penasaran bisa terungkap. Nah, sementara larangan menjadi musuh itu semua dan karenanya menjadi sangat berat.

Kita semua mungkin saja masih bisa melaksanakan perintah shalat jum’at, puasa, zakat, dan seabrek ibadah lainnya. Namun, berapa banyak dari kita yang sanggup meninggalkan maksiat godaan hawa nafsu yang ditimbulkan setelah berbuat ketaatan tersebut? Shalat dan puasa itu bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah shalat dan puasa tetapi tetap tidak merasa lebih suci dan lebih baik dari orang lain yang tidak melaksanakan shalat dan puasa. Sedekah dan menolong orang lain bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah sedekah dan menolong orang lain tetapi tidak mengharap imbalan dan pujian apa pun dari siapa pun.

Hal ini juga membuktikan bahwa taat dan maksiat memang bertolak belakang, namun keduanya bukan berarti tak bisa bercampur. Seorang hamba di satu masa bisa sangat rajin ibadah tapi di saat bersamaan menumpuk maksiat dan melenyapkan pahala ibadah tersebut karena melanggar rambu-rambu penyakit hati, seperti ‘ujub (bangga diri), riya’ (pamer), dan lainnya. Itulah mengapa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Al-muhâjiru man hajaras sû’a wal mujâhidu man jâhada hawâhu (orang yang berhijrah adalah rang pindah dari keburukan, sementara orang yang berjihad adalah orang berperang dengan hawa nafsunya sendiri).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Seluruh anggota badan manusia adalah titipan atau amanat. Ia tak hanya harus disyukuri tapi juga wajib dipelihara agar tak melenceng dari fungsi maslahatnya. Berbuat maksiat, kata Imam Al-Ghazali, masuk kategori pengkhianatan terhadap titipan Tuhan. Selain itu, sikap tersebut juga cerminan dari ketaksanggupan seseorang dalam menjalankan fungsi kepemimpinan terhadap dirinya sendiri. Padahal Rasulullah mengingatkan:

? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya ini.”

Memimpin tak selalu identik dengan kekuasaan politik atau jabatan publik. Memimpin juga bisa terjadi dalam sekup yang paling kecil, seperti komunitas, keluarga, hingga diri sendiri. Sering kali memimpin diri sendiri lebih susah ketimbang memimpin orang lain. Adakah musuh dan halangan paling berat ketimbang diri sendiri?

Demikian, semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang sanggup melaksanakan perintah tapi juga meninggalkan larangan dengan sepenuh hati. Menjadi pribadi yang taat dan jauh dari maksiat (baik jasmani maupun ruhani) yang berlandaskan kesadaran penuh ketuhanan.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi LuhurDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Anti Hoax, Habib Ulama Salaf Online

Selasa, 23 Januari 2018

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Koperasi NU Mandiri Syariah diluncurkan di halaman Kantor PCNU Pamekasan, Selasa (28/3). Peluncuran ini dihadiri pengurus dan warga nahdliyin dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Sesuai namanya, koperasi ini hadir dalam rangka mendorong warga nahdliyin mandiri secara ekonomi," ujar Direktur Koperasi NU Mandiri Syariah KH Mudarris (Gus Dar).

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin

Ia menambahkan, dengan diresmikannya koperasi milik PCNU Pamekasan pihaknya berharap akan menambah semangat dan kerja sama yang baik dalam menjalankan program NU yang sudah direncanakan.

"Semoga diresmikan Koperasi NU Mandiri Syariah ini akan menambah semangat seluruh pengurus PCNU, MWCNU, serta banom-banomnya dalam berorganisasi dengan niat berjuang di jalan Allah," tegas Pengasuh Pesantren Nurul Falah, Batubintang, Batumarmar Pamekasan tersebut.

Ulama Salaf Online

Kepada para pengurus koperasi, Gus Dar mengajak agar memantapkan niat, berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan koperasi NU karena lembaga keuangan tersebut berjalan dengan baik jika pengelolaannya dilakukan dengan baik.

Ulama Salaf Online

"Tentunya didasari dengan SDM yang mumpuni," kata Gus Dar. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Habib Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit

Semarang, Ulama Salaf Online. Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara (LSN) Regional 2 Jawa Tengah menggelar Technical Meetting (TM) dan diskusi publik di Gedung Berlian (DPRD Jawa Tengah) Kota Semarang, Kamis (25/8).?

Demi menjaga moralitas santri yang dikenal santun dan anti kekerasan, dalam TM itu disepakati oleh para manajer klub bahwa setiap pemain yang mendapat kartu kuning harus mencium tangan wasit. "Ini demi menjaga supaya tidak ada santri yang main kemudian terjadi hal-hal yang diinginkan," demikian dikatakan salah satu peserta TM. ?

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Kartu Kuning, Pemain LSN Jateng Wajib Cium Tangan Wasit

Ketua panitia pelaksana Regional 2 Jateng, Shalahuddin menyatakan ada 18 klub pesantren yang telah dinyatakan lolos verifikasi data dengan catatan penting semua klub harus main fair play terlebih masalah pemain santri. "Kalau ditemukan ada pemain dari non-santri, kami tidak segan untuk mendiskualifikasi klub tersebut," tandasnya. (Mundzir/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Hadits, Habib Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Jakarta, Ulama Salaf Online. Lembaga Pengembangan Perekonomian Nahdlatul Ulama Lampung Selatan mengambil pembudidayaan lebah madu sebagai program unggulannya ke depan. Kesepakatan ini diambil dalam musyawarah pengurus LPPNU Lampung Selatan, Sabtu (6/12).

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Ketua LPPNU Lampung Selatan Slamet Novianto mengatakan, LPPNU Lampung Selatan ke depan fokus pada pembudidayaan lebah madu sebagai salah satu potensi lokal.

“Tentu kita juga berharap untuk bisa menjaga, melanjutkan, dan membangun hasil-hasil pertanian masyarakat Lampung Selatan yang warganya mayoritas Nahdhiyyin, di samping hasil bumi pertanian dan peternakan,” ujar Slamet.

Ulama Salaf Online

Pembudidayaan lebah madu sudah diawali sebelumnya oleh salah satu pengurus LPPNU Ustadz Khoiruddin. Ia merupakan Koordinator Divisi Kehutanan dan Tata Ruang di LPPNU.

Ulama Salaf Online

Ketua PCNU Lampung Selatan H Nur Mahfud yang hadir pada rapat pengurus ini mengajak pengurus LPPNU Lampung Selatan agar bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Kalau diamati Lampung Selatan sangat luas dan mayoritas petani baik itu perkebunan, sawah, peternakan dan lainnya. Banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan wadah LPPNU ini masyarakat bisa terbantu baik dalam pengolahan, pemasaran yang benar-benar bisa bermafaat,” kata H Mahfud. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib Ulama Salaf Online

Sabtu, 16 Desember 2017

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Pemerintah dinilai panik dan frustasi menyikapi persoalan perberasan yang meruncing karena harga beras di banyak tempat telah naik tajam. Keputusan pemerintah menambah jumlah beras impor sebesar 500.000 sangat membahayakan ketahanan pangan Indonesia.

”Bagi saya, ini sungguh keputusan politik yang tergesa-gesa. Alasan-alasan yang dibangun juga sangat klasik, produksi yang turun, konsumsi naik, jumlah penduduk naik, dan alasan-alasan instan reaktif lainnya,” kata KH. Mohammad Maksum, Wakil Ketua Penguruts Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Ulama Salaf Online di Yogyakarta, Kamis (15/2).

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan

Menurut Maksum yang juga peneliti di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gajah Mada (UGM), semua pihak harus duduk bersama dan mencermati urusan pangan dari perpektif jangka panjang. Keberlanjutan ketahanan dan kedaulatan RI harus diprioritaskan.

“Banyak yang harus kita telah sehingga tidak reaktif -impor begitu saja. Padahal itu membahayakan kedaulatan pangan dan RI kita. Selain itu impor beras untuk kebutuhan Operasi Pasar itu lebih banyak mubazirnya,” kata Maksum.

Dikatakan, mestinya pemerintah berangkat dari mempertanyakan kenapa OP yang baru-baru ini digencarkan selalu gagal dan tidak efektif. Menurut teori OP berfungsi untuk menyetabilkan harga, namun kenyataannya tidak demikian. “Misteri itu harus diungkap.. Harus kita sadari bahwa misteri itu ada,” katanya.

Gejolak perberasan memang menjadi kebiasaan tahunan. Pada Januari-Februari tahun ini kenaikan harga beras termasuk paling dahsyat. Namun, kata Maksum, perlu diingat bahwa ada kelambatan panen di satu fihak dan ada manipulasi pasar di fihak lain. Pembangunan pertanian harus dilakukan secara sistemik pernah sistemik dan tidak reaktif begitu saja.

Ulama Salaf Online

”Apakah dengan impor persoalan selesai? Saya yakin tidak! Kecuali kita reorientasi membangun bangsa ini dengan mementingkan pertanian dan kaum sebagai kiblat dan pusat perhatian, bukan hanya sebagai semboyan seperti dulu. Tanpa memahami sistem pasar yang terjadi di balik dinamika harga ini, solusinya pasti reaktif, jangka pendek, dan tidak pernah selesaikan persoalan,” katanya. (nam)

Ulama Salaf Online



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Habib, Khutbah Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Padang Pariaman, Ulama Salaf Online. Ketua yayasan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan H Idarussalam memberikan gelar “Tuanku Imam Nahdliyin” untuk Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi di pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Padang Pariaman, Ahad (18/1). Pemberian gelar kehormatan ini merupakan kali pertama dilakukan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan.

Pemberian gelar ini berlangsung saat tabligh akbar maulud Nabi Muhammad SAW. Kiai Hasyim sendiri hadir sebagai penyampai taushiyah pada tabligh akbar tersebut.

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Menurut H Idarussalam, pemberian gelar merupakan kesepakatan pimpinan dan majelis guru pesantren Nurul Yaqin. "Kami menilai kehadiran Kiai Hasyim ke pesantren Ringan-Ringan patut diberikan penghargaan. Walaupun banyak tokoh yang sudah pernah hadir di pesantren ini, namun kehadiran Kiai Hasyim mampu mengangkat harkat pesantren Nurul Yaqin," kata H Idarussalam.

Ulama Salaf Online

Yang lebih penting lagi, kata H Idarussalam, Kiai Hasyim merupakan tokoh kiai kaliber nasional yang memahami kitab-kitab yang diajarkan di pesantren Ringan-Ringan. Kiai Hasyim merupakan tokoh ulama, bukan sekadar ulama. Paham keagamaannya Aswaja seperti yang diajarkan di pesantren Nurul Yaqin ini.

Ulama Salaf Online

"Gelar Tuanku Imam Nahdliyin disematkan karena Kiai Hasyim memang imamnya orang NU yang disebutkan warga nahdliyin. Sebagai pesantren yang melahirkan ulama dengan gelar “Tuanku” dan diakui oleh Pemkab Padang Pariaman, kita patut memberikan gelar tersebut," kata H Idarussalam.

Pesantren Nurul Yaqin selama ini terbuka terhadap kultur masing-masing santri dalam memberikan sebuah gelar. Sehingga gelar dari tamatan pesantren Nurul Yaqin pun beragam. Ada yang berbau Padang Pariaman seperti Tuanku Sidi, Bagindo, Sutan. Ada pula yang berbau Arab, Indonesia, dan juga ada yang menyesuaikan dengan daerah masing-masing di luar Padang Pariaman.

"Kita serahkan kepada masing-masing keluarga santri siapa gelar “Tuanku” yang diberikan kepada anaknya," tambah H Idarussalam. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Olahraga, Habib Ulama Salaf Online

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Wonosobo, Ulama Salaf Online?

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberikan modal usaha kepada 120 fakir miskin. Pemberian secara simbolis dilakukan pada Istighosah dan Pengajian sebagai salah satu rangkaian Rapat Pleno PBNU di kampus Unsiq, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat malam (6/9).

Menurut Direktur Eksekutif LAZISNU Amir Ma’ruf, total sumbangan kepada mereka adalah 120 juta rupiah. Sumbangan didapat PP LAZISNU dari dana kebajikan CIMB Niaga Syariah di Jakarta pada akhir Ramadhan lalu.?

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

“Penerima tidak hanya warga di Wonosobo, tapi di beberapa LAZISNU cabang pulau Jawa, Cabang Kalimantan dan Sumatera,” jelasnya. ?

Ulama Salaf Online

Amir menjelaskan, kriteria warga yang diberi sumbangan adalah, tergolong fakir miskin dan mereka memiliki potensi pembangunan usaha. “Supaya duit itu tidak konsumtif, tapi untuk modal usaha.”?

Kemudian, kata Amir, LAZISNU tidak melepas begitu saja. Supaya sesuai dengan tujuan, LAZISNU mendampingi mereka di bidang marketing, manajemen, dan pendampingan rohani, “Problem pemberdayaan umat itu tidak ? hanya pada modal, tapi soal pendampingan yang tiga itu,” katanya.

Ulama Salaf Online

Manajemen diperlukan untuk mendorong mempu mengelola modalnya. Marketing , supaya mereka mampu memasarkan produknya. “Pendampingan rohani dilakukan karena fakir itu dekat dengan kekufuran, dan dekat dengan kepasrahan dan menyerah.”?

Yang jelas, kata Amir, LAZISNU berpandangan bahwa mereka tidak cukup diberi modal usaha, tapi didampingi, ditongkrongin.?

Kemudian nanti dilakukan evaluasi pada forum-forum bulanan yang dikemas pada saat pengajian, sharing persoalan, dan pemecahan masalah. “Di samping tim lazisnu melakukan monitoring langsung.”?

Penyerahan modal usaha tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj dan perwakilan CIMB Niaga Cabang; kepada Slamet Sugiyarto dari Kalibeber dan Darsinah dari Jaraksari. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Nasional Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat

Oleh KH MA Sahal Mahfudh. Dakwah dalam arti bahasa berarti mengajak, me nyeru, memanggil. Berangkat dan pengeritian bahasa itu, lalu dihubungkan dengan nash Al-Qur’an dan Hadits yang berkaitan dengan dakwah Islam, Syekh Ali Mahfudh dalam kitabnya Hidayatul-Mursyidin menetapkan definisi dakwah sebagai benkut:

Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk (Allah), menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat.

Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dan Pemberdayaan Rakyat

Definisi di atas menunjukkan, dakwah adalah usa ha sadar yang disengaja untuk memberikan motivasi kepada orang atau kelompok (biasa disebut kelompok sasaran) yang mengacu ke arah tercapainya tujuan di atas.

Ulama Salaf Online

Ilmu manajemen menyebut, salah satu syarat keberhasilan usaha motivasi adalah terpenuhinya kebutuhan kelompok sasaran. Dengan demikian, melakukan kegiatan dakwah yang pada dasarnya adalah memberi motivasi kepada orang lain, perlu memperhatikan kebutuhan kelompok sasaran. Apalagi muara dakwah tidak lain dari tercapainya kesejahteraan dunia dan akhirat. Sesungguhnya dakwah dalam pengertian ini adalah memberdayakan masyarakat atau rakyat.

Ulama Salaf Online

Pelaku dakwah tentunya harus mengetahui secara persis, menggali kebutuhan kelompok, menggali potensi (manusia, alam dan teknologi) yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kelompok dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan melakukan penggalian kebutuhan tidak saja diharapkan bisa mengetahui kebutuhan atau masalah yang mendesak dan mendasar, tetapi juga kemampuan mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, atas dasar kebutuhan sekarang, perkembangan sosial budaya, perkembangan teknologi dan lingkungan di masyarakat.

Dalam teori motivasi dikenal adanya hirarki kebutuhan (hierarchy of need). Artinya ada semacam hirarki yang mengatur dengan sendirinya kebutuhan manusia, mulai kebutuhan fisik, keamanan, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri.

1. Kebutuhan fisik seperti gaji, upah, tunjangan, honorarium, bantuan pakaian, sewa rumah, uang transportasi dan sebagainya.

2. Kebutuhan keamanan seperti jaminan masa tua (pensiun), santunan kecelakaan, jaminan asuransi kesehatan, aman dari tindak kejahatan.

3. Kebutahan sosial seperti orang menjadi anggota kelompok fformal atau informal, menjadi ketua organisasi atau yayasan.

4. Kebutuhan penghargaan agar orang menghargai, usaha dirinya seperti status, titel, promosi, perjamuan.

5. Kebutuhan aktualisasi diri, seperti keinginan memaksimalkan potensi diri, menjadi pemuda pelopor, jadi tokoh ideal, atlet pemecah rekor.

Secara umum kebutuhan fisik (makan, sandang, papan) menempati urutan teratas. Barulah kebutuhan keamanan dan seterusnya. Dengan kata lain, ketika kebutuhan fisik umumnya sudah terpenuhi, manusia baru termotivasi memenubi kebutuhan lain.

Namun teori ini juga mengakui adanya pengecualian. Ada seseorang yang lebih mementingkan kebutuhan aktualisasi diri daripada kebutuhan fisik. Contohnya Mahatma Gandhi di India. Meskipun Gandhi secara fisik melarat, tapi berani berjuang bahkan berani mogok makan dalam rangka kemerdekaan diri dan bangsanva. Barangkali banyak kasus seperti Gandhi, misalnya pejuang-pejuang kemerdekaan kita, atau para kiai yang shalih dan wara’ atau para santri dan pendukungnya, adalah figur yang tidak terlalu memerlukan kebutuhan fisik. Mereka lebih membutuhkan aktualisasi diri atau sosial.

Berangkat dari teori ini, dakwah harus disesuaikan dengan masyarakat sasaran. Materi dakwah juga perlu dipilah antara untuk kader dakwah dan masyarakat sasaran. Motivasi untuk kader tidak harus sama dengan motivasi untuk kelompok sasaran.

Pemilahan sasaran dakwah secara jeli juga penting, mengingat ketimpangan ekonomi dalam masyarakat sebenarnya semakin melebar. Kalau kita melihat data sekunder kependudukan di Indonesia, maka dapat disebutkan, pada tahun 1990 pendapatan rata-rata setiap orang sebesar Rp 620,- tiap hari. Jumlah itu untuk biaya makan, minum, pendidikan, kesehatan, rokok, perawatan rumah, beli minyak, sewa listrik dan sebagainya.

Ukuran itu digunakan untuk saudara-saudara kita yang mempunyai pabrik, rumah tingkat, deposito pada bank asing, mau pun yang hidup di bawah kolong jembatan dan kekurangan gizi parah. Tidak peduli bagi 30%, penduduk yang hidup tanpa tanah, air bersih atau tanpa perawatan kesehatan dan tanpa pengobatan. Tidak peduli juga bagi 50% penduduk buta huruf yang berusia di atas 15 tahun. Mereka semua diasumsikan berpendapatan sama. Padahal kalau melihat data primer secara empiris, dari desa atau kota, betapa melaratnya rakyat kecil. Sebagian besar di antara penduduk Indonesia yang miskin, mayoritas adalah muslim.

Gambaran di atas menurjukkan betapa besar dan luas, sasaran dakwah. Dengan demikian organisasi pemuda yang mempunyai banyak potensi barangkali secara bertahap tetapi pasti harus lebih terpanggil, untuk berdakwah.

***

Penting untuk diperhatikan, bila dakwah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kelompok, maka perlu pendekatan yang partisipatif, bukan pendekatan teknokratis. Dengan pendekatan itu, kebutuhan digali oleh motivator dakwah (kader) bersama kelompok sasaran yang akan diberdayakan. Pemecahan masalah direncanakan dan dilaksanakan oleh kader kelompok. Bahkan kegiatan pun dinilai bersama, untuk memperbaiki aktifitas selanjutnya. Pendekatan macam ini, perlu sistem monitoring dalam pelaporan yang up to date. Inilah yang sekarang di kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat sedang populer disebut “riset aksi”.

Dengan demikian dakwah tidak dilakukan dengan perencanaan global yang turun dari atas (top down), yang kadang-kadang sampai di bawah tidak menyelesaikan masalah. Perencanaan model top down sering mengabaikan pemetaan masalah, potensi dan hambatan spesifik berdasarkan wilayah atau kelompok, apalagi per jenis kegiatan. Tipe satu kelompok masyarakat di satu desa, tidak akan sama dengan kelompok lain di tempat yang berbeda.

Dakwah inilah yang sekarang disebut dengan dakwah bil hal atau dakwah pembangunan, atau dakwah bil hikmah menurut bahasa Al-Quran. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Nahl ayat 125, “Serulah manusia ke jalan, Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantulah mereka dengan cara yang baik."

Dra Chadidjah Nasution menyebutkan, dakwah bil hikmah adalah berdakwah dengan memusatkan pikiran kepada tugasnya atau tidak mencampuradukkan masalah-masalah lain di dalam pikirannya, sehingga dai dapat mengetahui apakah yang dibutuhkan oleh penerima dakwahnya.

Orang menyebut dakwah bil hal, barangkali merupakan koreksi terhadap dakwah selama ini yang banyak terfokus kepada dakwah mimbar yang monoton dari sisi penerima dan pembicaranya, sementara dana dan daya habis untuk kegiatan semacam itu tanpa perubahan berarti.

Namun kalau melakukan dakwah bil hal atau dakwah bil hikmah, apakah lalu dakwah bil lisan atau mau’idhah hasanah ditinggalkan? Sama sekali tidak. Sebab tetap ada media untuk dakwah model mauidhah hasanah. Dakwah mimbariyah tetap perlu dalam konteks tertentu, misalnya soal giliran khatib Jumat, atau seorang kepala keluarga yang memberi nasihat kepada anak istri dan anggota keluarga lain, sebagai pengasuh/guru untak menasehati anak didik.

Juga tidak ditinggalkan cara berdakwah yang ketiga, yaitu mujadalah yang lebih ahsan atau seperti dalam forum dialog, seminar, simposium, atau diskusi-diskusi.

Melihat sasaran dakwah yang begitu luas, sementara perkembangan teknologi begitu pesatnya, maka dakwah perlu menggunakan media sesuai dengan kelompok sasaran. Klasifikasinya ditinjau dari umur, status sosial, tingkat pendidikan dan kebutuhan kelompok sasaran itu sendiri.

Dengan menyebarnya media yang beragam, segala kecanggihan teknologi di tengah masyarakat serta cepatnya arus informasi, tanpa menggunakan media yang sesuai, maka kelompok sasaran akan enggan dan malas menerima penampilan dakwah yang dilakukan secara konvensional. Pada akhirnya dakwah yang dilakukan tidak memenuhi selera sasaran dan tujuan, meski berjalan, tetapi tetap berada di tempat. Mundur tidak maju pun tidak.

Data statistik menunjukkan kemunduran jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia. Ini baru secara kuantitatif. Belum lagi kalau yang berkurang adalah orang yang ‘abid dan shalih, maka itu sudah menyangkut kualitas. Artinya angka orang yang benar-benar muslim mungkin lebih sedikit dari yang diduga orang.

Di samping menggunakan media yang dapat diterima oleh kelompok sasaran, diperlukan arah dan strategi yang matang. Soalnya, dakwah beorientasi pada pencapaian sasaran itu, tidak berada dalam “ruangan" yang hampa. "Ruang" sudah berisi budaya, teknologi, sistem nilai dan peraturan perundangan yang mengikat. Kelompok sasaran dakwah adalah warga negara Indonesia yang bernaung di bawah negara kesatuan yang mempunyai peraturan perundang-undangan. Agar dakwah berdaya guna dan berhasil guna, maka harus mengacu pada pencapaian tujuan dan memakai strategi yang bisa mengatasi hambatan yang diperkirakan.

Dari sini dai dituntut untak melakukan persiapan sosial yang matang, perencanaan yang mendasar sampai kepada data empiris, terkoordinasi misalnya dengan sesama organisasi NU mau pun non-NU. Sehingga dengan demikian tidak terjadi over lapping antar sesama organisasi NU atau persaingan tidak sehat dengan organisasi lain.

Lalu siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan dakwah dengan jangkauan begitu luas dan begitu beragam pendekatannya? Kalau kita menyandarkan diri kepada Al-Quran surat Ali Imron ayat 104, maka kewajiban dakwah itu diharuskan kepada sebagian atau segolongan umat Islam. Maka dari itu ada yang berpendapat, dakwah hukumnya fardlu kifayah.

Namun persoalannya siapa segolongan umat itu? Golongan kiai, golongan orang kaya, golongan intelektual atau sebagian dari setiap golongan tersebut? Melihat kompleknya masalah. dakwah tersebut diatas, maka semua lapisan muslim yang mempunyai kelebihan bertanggung jawab untuk melakukan dakwah sesuai dengan kemampuan dan sasarannya.

Dakwah juga bisa dalam bentuk pengembangan masyarakat. Keduanya tidak jauh berbeda. Sebab pengembangan masyarakat atau pemberdayaan rakyat adalah proses dari serangkaian kegiatan yang mengarah kepada peningkatan taraf hidup dan kesejahteran masyarakat. Proses tersebut mengandung kegiatan yang diharapkan dapat mengubah dan mengembangkan sikap, gaya hidup, pola berpikir serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Setidaknya ada kesamaan antara keduanya. Ia sama-sama ingin mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat atau sekelompok sasaran. Dan ia sama-sama meningkatkan kesadaran dari berperilaku tidak baik, untuk berperilaku yang baik.

Di samping ada kesamaan di atas, usaha dakwah bil hal mempunyai implikasi terhadap pengembangan masyarakat, yaitu:

1. Masyarakat yang menjadi sasaran dakwah, pendapatannya bertambah untuk membiayai pendidikan keluarga, atau memperbaiki kesehatan.

2. Dapat menarik partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sebab masyarakat terlibat sejak perencanaan sampai pelaksanaan usaha dakwah bil hal.

3. Dapat menumbuhkan atau mengembangkan swadaya masyarakat dan dalam proses jangka panjang bisa menumbuhkan kemandirian.

4. Dapat mengembangkan kepemimpinan daerah setempat, dan terkelolanya sumber daya manusia yang ada. Sebab anggota kelompok sasaran tidak saja jadi obyek kegiatan, tetapi juga menjadi subyek kegiatan.

5. Terjadinya proses belajar-mengajar antara sesama warga yang terlibat dalam kegiatan. Sebab kegiatan direncanakan dan dilakukan secara bersama. Hal ini menimbulkan adanya sumbang saran secara timbal balik.

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS). Tulisan ini pernah dimuat majalah Aula edisi No.6 Tahun IX, Agustus 1987. Judul asli “Dakwah dan Pengembangan Masyarakat”.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Tegal Ulama Salaf Online

Sabtu, 02 Desember 2017

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

Sesungguhnya kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya khusus untuk-Nya.

Dan Dia Yang Maha Perkasa tanpa peduli akan melemparkan siapapun yang sombong ke dalam api neraka.

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. sungguh hanya dengan taqwalah kita dapat mengisi kehidupan ini dengan segala sifat-sifat kebaikan dan menghindar dari sifat tercela. Diantara sifat baik yang dulu menjadi karakter bangsa ini dan kini semakin menipis karena terkena erosi kehidupan materialistic adalah tawadhu'. Dan hal ini secara otomatis menyuburkan sifat tercela yang menjadi kebalikannya yaitu takabbur atau sombong.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan ini, khatib hendak menengok kembali kedua sifat yang saling bertentangan ini. sekedar sebagai pengingat bagi kita semua agar tidak semakin terjerumus dalam kesombongan-kesombongan yang menyebabkan Allah swt membenci kita.

Hadirin Jama'ah Jum'ah yang Berbahagia

Tawadhu' termasuk salah satu sifat terpuji yang harus dimilki oleh seorang muslim. Tawadhu' secara bahasa dapat dimaknai dengan 'merendahkan diri'. Artinya sengaja memposisikan diri lebih rendah dari posisi sebenarnya. Pada dasarnya tawadhu' hanya ditujukan kepada Allah Yang Maha Agung. Yakni merasa lemah dan tidak berdaya dibanding dengan kekuasaan Allah swt. apalah kuasa manusia sampai berani mengharap surganya Allah? apakah Allah rela memberikan surga kepada seorang hamba, jika hamba tersebut merasa tidak memerlukan surga? Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa tujuan tawadhu sebenarnya adalah mengharapkan surga (ridha-Nya) Allah swt dan menghindarkan diri dari api neraka (thoma'an li jannatihi ta'ala wa rahban min narihi ta'ala).

Meskipun tawadhu' ditujukan kepada Allah swt sebagai bukti adanya hubungan fertikal, tetepi harus dibuktikan dalam praktek keseharian ketika bermuamalah dengan seksama yang mengandaikan hubungan horizontal. Sebagaimana di terangkan dalam surat al-Furqan ayat 63

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Artinya bahwa diantara tanda-tanda orang yang memiliki sifat tawadhu' selalu berjalan dengan menundukkan kepala. Seolah-olah tidak pernah melihat langit. Berjalan dengan santai tanpa membusungkan dada. Meskipun ia memiliki kuasa sebagai gubernur, jendral ataupun ulama misalnya. Hal ini berbeda dengan orang-orang yang sombong yang berjalan dengan mendongak ke atas tidak pernah melihat bumi. Bahkan ketika mereka disapa dan dikomentari, mereka hanya menjawab 'salama', yang artinya keselamatan atas kita semua, diantara kita tidak ada yang lebih baik, aku juga tidak lebih baik dari kamu begitu juga sebaliknya.

Begitu spesialnya sifat tawadhu, sehingga Allah mengistimewakan mereka yang memiliki sifat tawadhu' dengan menyebut 'ibadurrahman' hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang. Hal ini sejalan dengan janji Allah sebagaimana disampaikan kepada Rasulullah saw dalam haditsnya

? ? ? ? ? ? ? ?

Allah akan mengangkat derajat mereka yang memiliki sifat tawadhu', dan akan membenamkan mereka yang bersifat sombong.

Jama'ah Rahimakumullah

Lalu apakah sebenarnya pentingnya tawadhu'? selain mengharapkan derajat dari Allah swt, tawadhu juga menghindarkan diri kita dari sifat yang paling dibenci Allah Yang Maha Kuasa yaitu sombong. Karena kesombongan akan menimpa mereka yang tidak memiliki ketawadhuan. Padahal sejatinya kesombongan itu hanya pantas dimiliki-Nya. Oleh karena itu Allah sangat membenci orang yang sombong. Hal ini terbersit dari hadits qudsi yang disampaikan oleh Rasulullah saw

? ? ? ? : ? ? ? - ? ? ? ? - : ( ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? (? ?)

Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.

Artinya, kesombongan dan keagungan itu hanya khusus milik Allah. Allah sungguh tidak terima bila ada hamba yang memilki sifat keduanya. Begitu tersinggungnya Allah hingga Ia akan melempar siapapun yang 'menggunakan' kedua sifat itu, ke Neraka tanpa peduli. Tanpa peduli apakah dia seorang sufi, seorang wali, seorang nabi, seorang preiden atau juga seorang raja.

Oleh karena itu guna mempermudah diri melatih menuju ketawadhuan kepada Allah hendaknya seorang hamba harus mengakui dan memiliki beberapa perasaan. Pertama, merasa hina (dzlil) dan meyakini bahwa yang mulia adalah Allah. seorang hamba harus segera sadar bahwa ia seorang yang hina. Ia hanyalah berasal dari setetes air mani, yang jikalau Allah swt menghendaki bisa saja mani itu tumpah dan menjadi konsumsi semut dan lalat.

Kedua, merasa faqir selalu membutuhkan dan Allahlah yang Maha Kaya Raya. Sekarang para hartawan dan miliyuner akan merasa bangga atas kejayaan dan mengandalkan segala macam harta yang dimilikinya padahal kata Allah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...

Sesungguhnya semua harta itu adalah hartaKu, orang-orang faqir itu keluargaKu, dan para hartawan adalah wakilku. Barang siapa yang berlaku pelit terhadap keluargaKu. Aku akan menyiksanya tanpa peduli.

Ketiga, merasa bahwa dirinya adalah orang yang bodoh dan Allah yang Yang Maha Mengetahui. Seringkali para hamba yang dianugerahi ilmu oleh Allah swt. melupakan bahwasannya ilmu itu hanya sekedar titipan Allah swt yang dapat diambil kapanpun. Lihatlah ketika seorag professor, doctor, cendekia tetapi terkena struk apa yang dapat ia lakukan?

Keempat, merasa lemah dan hanya Allah Yang Maha Kuat. Sebagai pelajaran betapa banyak legenda tentang kejayaan para raja yang berkuasa begitu hebatnya, tetapi sekarang hanya tinggal dalam kenangan dan catatan sejarah saja. Bukankah kekuatan negara adidaya di dunia juga selalu silih berganti?

Jama'ah Jum'ah yang Dimuliakan Allah

Adapun gambaran praktek tawadhu kepada sesama dalam kehidupan sehari sangatlah bagus berpegang pada pesan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani kepada muridnya bahwa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jikalau kamu berjumpa dengan seseorang maka hendaklah engkau melihat keunggulannya dibanding denganmu. Dan katkanlah (dalam hati) bahwa "orang itu lebih baik dari pada aku di mata Allah swt". Maka apabila (kamu berjumpa) dengan anak kecil, hendaklah berkata (dalam hati) dia ini belum terlalu banyak maksyiyat (karena umurnya lebih muda) dan otomatis dia lebih baik dari pada aku. Dan apabila (kamu berjumpa) dengan orang tua, hendaklah berkata orang ini telah lama beribadah kepada Allah sebelum aku (karena umurnya lebih tua, maka dia lebih baik dia dari pada aku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang 'alim, hendaklah berkata (dalam hati) dia telah diberi sesuatu (pengetahuan) yang aku belum memilikinya dan dia telah memperoleh sesuatu yang aku belum peroleh dan dia juga telah mengerti apa yang aku tidak mengerti. Dia beamal dengan ilmunya (pastilah lebih diterima amalnya dari padaku). Apabila (kamu berjumpa) dengan seorang yang bodoh, hendaklah berkata dia maksyiat karena kebodohannya, sedangkan aku melakukan maksyiat dengan ilmuku. Sungguh aku tidak tahu apakah aku lebih baik dari pada dia?

Demikianlah khutbah sigkat kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Ya Allah tunjukkanlah jalan kepada hambamu yang sombong ini jalan menuju ketawadhu'an yang engkau ridhai. Karena sesungguhnya hanya engkaulah yang mampu menjadikan kami orang yang bertawadhu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Hadits, Habib Ulama Salaf Online

Minggu, 26 November 2017

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan para ulama, umara, dan pengusaha. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Shangri-la Jakarta, Kamis (23/6) petang.

Ketua PWNU DKI Jakarta, H Saefullah mengatakan kepengurusan PWNU Jakarta belum genap satu semester sejak pelantikan. Namun telah membuat berbagai trobasan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Bank Muamalat dan CMNP yang membagikan takjil di 18 pintu tol, serta memfasilitasi taushiyah di beberapa masjid. Kedua kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadhan ini.

Pria yang menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta ini menambahkan jalinan kerja sama PWNU Jakarta dengan dunia usaha penting dilakukan untuk memberi kemanfaatan bagi umat. Hal ini untuk membuktikan bahwa NU bisa menjadi payung masyarakat di Kota Jakarta, sekaligus? menyebarkan ajaran NU yang sejak awal menjunjung tinggi? ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Arya dan Stefani dari Bank Muamalat mengungkapkan kerja sama Bank Muamalat dengan PWNU DKI Jakarta semakin erat. Kerja sama tersebut menunjukkan NU sangat concern dengan ekonomi kerakyatan. Saat ini kerja sama yang dijalin adalah pendirian gerai Muamalat sebagai loket layanan pembayaran sejumlah transaksi keuangan.?

Baca:? PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Jajang Hasan Basri mewakili Kapolda DKI Jakarta menegaskan, silaturahim ini sangat penting untuk mengenalkan pengurus baru. Kerja sama di lapangan juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengatasi persoalan buruk sangka dan proxy war. Selain itu, juga perlu untuk saling mengingatkan.

Ia menambahkan, ? PWNU DKI Jakarta dan Kepolisian mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di DKI Jakarta. Jajang mengutip Surat Al Maidah ayat 32 yang menyebutkan waman ahyaa haa faka annamaa ahyannasajamiian (Barang siapa yang mampu melindungi seseorang, maka sama saja telah melindungi orang banyak). (Kendi Setiawan/Zunus)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Ubudiyah, Habib Ulama Salaf Online

Sabtu, 25 November 2017

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja

Siak, Ulama Salaf Online

Sebanyak 105 peserta Diklatsar I Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dinyatakan lulus dan diberi tugas mengawal Kabupaten Siak, Riau sebagai bumi Aswaja (Ahlusunnah wal Jamaah) sebagaimana ketika masih berada dibawah kekuasaan Kesultanan Melayu Siak Sri Indrapura.

Tugas itu secara khusus disampaikan Ketua PW Ansor Riau, Purwaji yang menjadi instruktur Diklatsar bersama Dansatkornas Banser, Alfa Isnaini, Satkorwil Banser Riau, Ibadullah SE, Slamet Riyadi, Ketua PC Ansor Siak, Agus Mudhofar, dan para kiai NU Riau.

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja

Menurut Purwaji, dalam praktik keagamaannya, Kesultananan Siak Sri Indrapura adalah penganut paham Ahlusunnah wal Jamaah yang dibuktikan dengan masih digelarnya Haul Sultan Sultan Siak sampai sekarang ini oleh keluarga kerajaan. Ditambah lagi dengan masih eksisnya tradisi ziarah ke makam para Raja dan ulama penyebar Islam di kabupaten itu seperti Makam Raja Kecik, Makam Syech Abdurrahman, Makam Sultan Syarif Kasim, dan lainnya.

"Kabupaten Siak ini tanah Aswaja yang harus kita jaga dengan sekuat tenaga. Bentengi agama kita dan amaliyah-amaliyahnya dari serangan paham radikal yang tidak toleran dan suka mengafirkan orang lain," kata Purwaji.

Ulama Salaf Online

Dalam pantauan PW Ansor Riau, paham Islam radikal sudah masuk ke Siak dan semakin berani menunjukkan aksi melarang amaliyah-amaliyah orang NU dan orang Siak seperti yasinan, tahlilan dan maulidan.?

"Padahal Kerajaan Siak dulu Aswaja tulen, dan banyak keturunan Baginda Nabi Muhammad SAW yang berdakwah dan menjadi keluarga Kerajaan Siak. Amaliyah mereka adalah Aswaja yang sama dengan apa yang diamalkan warga NU. Karena itu Ansor dan Banser harus ikut menjaganya," kata Purwaji.

Diklatsar Banser Siak pertama ini digelar di Pondok ? Pesantren Al-Muttaqin Desa Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya selama tiga hari dari Jumat sampai Ahad (5-7/2/2016). Selama Diklat peserta diberi materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, Aswaja dan materi lapangan seperti baris-berbaris, tata upacara Banser, bela diri, serta latihan ketahanan fisik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Pendidikan, Habib Ulama Salaf Online

Senin, 13 November 2017

Pengurus NU Harus Ikhlas

Cirebon, Ulama Salaf Online. Para pengurus NU harus berjuang membesarkan jam’iyyah yang didirikan 1926 tersebut, dengan ikhlas seperti para pendahulu dan kiai-kiai di pesantren. 

Pengurus NU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Ikhlas

Menurut KH Ja’far Aqil Siroj, supaya NU lebih terasa di masyarakat, pengurus NU harus banyak berbuat untuk kepentingan mereka. Disamping itu, yang terpenting didasari keikhlasan.

“Yang pertama kita harus banyak berbuat, dan yang utama adalah ikhlas. Tulus!” tegasnya di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Cirebon, 14-17 September lalu.  

Ulama Salaf Online

Kiai kelahiran 1951 tersebut kemudian bercerita perjuangan ayahnya dalam mengajarkan agama. 

Ulama Salaf Online

“Kiai Aqil itu kalau mengisi pengajian, pulangnya saya tahu sendiri paling dapat ubi, sampeu (singkong) atau boled, nggak pernah minta,” ujarnya.

Dengan sikap seperti itu, sambung Kiai Ja’far, akan membekas di hati masyarakat. 

“Kalau sekarang, mubaligh itu saya akan datang, kumpulkan sepuluh ribu umat. Ini, ini. Jadi kayak tontonan. Pulang nggak ada bekasnya.” 

Jadi, NU itu harus dibawa dengan ikhlas. “Insyaallah kalau ikhlas akan berkah,” ujarnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, News, Pertandingan Ulama Salaf Online

Helat Maulid Nabi, Minsyaul Wathon Hadirkan Ketua Lesbumi

Pati,Ulama Salaf Online. Yayasan Pendidikan Islam Minsyaul Wathon Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (25/1), siang. Peringatan tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU, Sastro Ngatawi.

Helat Maulid Nabi, Minsyaul Wathon Hadirkan Ketua Lesbumi (Sumber Gambar : Nu Online)
Helat Maulid Nabi, Minsyaul Wathon Hadirkan Ketua Lesbumi (Sumber Gambar : Nu Online)

Helat Maulid Nabi, Minsyaul Wathon Hadirkan Ketua Lesbumi

Sastro mengatakan, kaum muslimin harus rajin menyambung silaturrahim kepada siapapun agar belajar mendengarkan dan mengambil hal-hal yang positif. “Undzur maa qaal, wa laa tandzur man qaal. Lihat apa yang dibicarakan, jangan lihat siapa yang bicara,” tegasnya.

Meskipun yang bicara jenderal bintang sembilan atau kiai yang bersurban besar, lanjut pimpinan grup sholawat Ki Ageng Ganjur ini, jika materi yang bicarakan tidak bermanfaat maka jangan didengarkan, apalagi diikuti.

Ulama Salaf Online

“Selain itu, saya sepakat dengan pidato Kiai Makhtum tadi, kita harus menjunjung tinggi kejujuran dan membudayakan kebersamaan untuk kemaslahatan masyarakat. Jika ada politisi yang suka bohong, maka jangan dipilih lagi. Ini penting apalagi tahun politik seperti sekarang ini,” katanya.

Ulama Salaf Online

Sebelumnya, selaku pengurus yayasan, KH Ali Makhtum di hadapan ratusan hadirin menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi jadwal resmi Minsyaul Wathon.

“Pesan dari sesepuh yayasan, KH Suyuthi A Hannan, acara maulid harus dilaksanakan besar-besaran biar meriah. Karena maulid merupakan hari istimewa,” terangnya.

Untuk tahun ini, lanjut Kiai Makhtum, maulid diselenggarakan pada 23 Rabi’ul Awal 1435 H. Pelaksanaannya memang tidak selalu bertepatan dengan tanggal lahir Nabi. Akan tetapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi termasuk cuaca yang sepekan kemarin dilanda banjir.

Meski demikian, seluruh siswa mulai tingkat PAUD, ibtidaiyah hingga tsanawiyah beserta para wali murid dan anggota majlis guru tumplek blek memenuhi halaman madrasah. Hadir pada kesempatan itu Ketua PBNU KH Arvin Hakim Thoha. Hadir juga dalam acara tersebut kepala desa Grogolan yang baru dilantik beserta para perangkat dan tokoh masyarakat. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Pertandingan Ulama Salaf Online

Rabu, 01 November 2017

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

Bandung, Ulama Salaf Online. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat terus melakukan inovasi program kerja, tidak hanya masalah sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam bidang ekonomi. Belakangan Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar mengembangkan bisnis sayur melalui teknik hidroponik dan pupuk organik.

Nurfais Al-Mubarok, Ketua Bidang Ekonomi PW GP Ansor Jabar menjelaskan, program kerja bisnis sayur ini ditempatkan di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sedangkan yang menjalankan adalah kader-kader GP Ansor di kecamatan tersebut setelah melewati seleksi dan pembinaan.

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bisnis Sayur, Ansor Jabar Kembangkan Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik

“Kecamatan Kertasari merupakan daerah sentra sayur yang hari ini rawan konflik lahan. Sehingga dengan hidroponik diharapkan bisa memberi solusi, karena hidroponik merupakan sistem pertanian irit lahan,” ungkapnya kepada Ulama Salaf Online, Sabtu (7/3).

Ulama Salaf Online

Dia menambahkan, selain teknik hidriponik, pihaknya juga mengembangkan pupuk organik. Hal ini didorong oleh kondisi bahwa di Kecamatan Kertasari banyak warga mempunyai peternakan sapi yang bisa menghasilkan limbah kotoran yang terbuang ke sungai Citarum hingga mencapai 20 ton per hari.

Ulama Salaf Online

“Sehingga mereka (kader Ansor Kertasari) berinisiatif membuat instalasi yang menghasilkan pupuk padat dan cair khusus untuk hidroponik. Hasil pupuk cair ini diarahkan untuk menjadi basis sistem nutrisi hidroponik,” ujar penanggung jawab riset pupuk organik cair yang produknya diberi nama “Ansoruna” itu.

Soal pupuk organik, Nurfais mengungkapkan bahwa usaha tersebut sudah dirintis sejak dua tahun yang lalu oleh tim kecil dari kader-kader PAC Kertasari. “Alhamdulillah kini coba tersebut berhasil dengan baik, bahkan ketika dibandingkan dengan hidroponik formula pupuk kimia hasilnya jauh lebih memuaskan,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan tersebut, pihaknya mengarahkan untuk mengisi pasar sayur eksklusif dan organik yang sudah ditawarkan. Misalnya tawaran dari pesantren Al Ittifaq Ciwidey, Bandung, yang diasuh KH Fuad Affandi yang sudah sejak lama mengisi 54 outlet supermarket sayur. “Ada tuntutan pasar yang trennya ke arah organik. Hari ini kader Ansor kecamatan Kertasari menjawab tuntutan tersebut,” terang Nurfais.

Dia menuturkan benih-benih sayur dikembangkan kini sedang dirumuskan oleh pengurus wilayah. Selain itu, pengurus wilayah juga berencana membangun laboratorium kultur jaringan yang dikelola oleh sumber daya manusia profesional di bawah supervisi sekolah ilmu dan teknologi hayati Institut Teknologi Bandung.

“Ada kurang lebih 70-an jenis sayur ekslusif yang beredar di pasar, misalnya pakcoy, kangkung darat, horenzo, lettuce head, siomak. Tahap awal kita membidik 5 ranking tereksklusif dan mahal, salah satunya saat ini sudah menyebarkan benih asparagus,” tuturnya.

Kalau sistem di PAC Ansor Kertasari sudah selesai, pihaknya baru akan melibatkan pengurus anak cabang lain di kabupaten Bandung. “Insyaallah dari pengurus cabang di kabupaten lain juga yang memiliki daerah sentra sayur,” cetusnya.

Nurfasi mengaku bangga karena program ini lahir dari kreativitas kader-kader PAC Kertasari, sementara Bidang Ekonomi PW Ansor Jabar hanya mengarahkan dan fasilitator untuk pola kerja sama dengan pihak lain.

“Itupun sifatnya bukan sumbangan, tetapi business to business, karena para kader memang sudah siap dan layak,” tandasnya. (Muhammad Zidni? Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Pertandingan, Tegal Ulama Salaf Online

Sabtu, 28 Oktober 2017

Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel

Semarang, Ulama Salaf Online. Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) cabang kota Semarang menggelar pelatihan penulisan artikel. Bertempat di aula masjid Al-Jauhari tampak ? puluhan kader dari Universitas Islam Walisongo, Universitas Diponegoro, dan Universitas Negeri Semarang dan Universitas Wahid Hasyim, Ahad (17/5).?

Acara dibuka langsung oleh KH Ahmad selaku sesepuh pergerakan Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan Semarang.?

Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel

KH Ahmad yang pernah menjadi wakil gubernur Jawa Tengah menanggapi positif diselenggarakannya pelatihan ini.?

Ulama Salaf Online

"Pembelaan dari segi pers dan jurnalis harus kita tingkatkan," tambah sesepuh asli Magelang ini. Tulisan di media bisa mengarahkan kebenaran dan keburukan yang terjadi di masyarakat. Sudut pandang dan cara penulisan jurnalis menjadi salah satu cara untuk mengontruksi kebenaran tersebut.

Ia juga bercerita mengenai seorang muslimah berkewarganegaraan Jerman yang menyelamatkan seorang wanita yang diperkosa di sebuah kafe. Namun, muslimah tersebut terbunuh oleh geng pemerkosa. Kebanyakan media tidak menonjolkan bahwa wanita tersebut muslimah. Kiai Ahmad yang pernah menjadi ketua tanfidziyyah menambahkan banyak pemberitaan yang menyudutkan Islam.?

Ulama Salaf Online

Selain itu, hadir M. Rikza Chamami M.Si dosen UIN Walisongo Semarang yang sering mengirimkan artikelnya ke media massa memberikan motivasi kepada kader yang hadir. Selain itu, Ida Nur Laila redaktur Harian Jawa Pos Radar Semarang memberikan materi teknik dan cara penulisan artikel dan trik menembus media massa.?

Pelatihan penulisan sehari ini memberikan suntikan semangat sendiri bagi kader-kader agar mulai memandang pentingnya dunia penulisan dalam dunia pergerakan.?

"Peningkatan kualitas penulisan dan pemahaman kader dalam dunia jurnalistik ke depan harus lebih baik," ungkap Abdur Rahman selaku ketua cabang. Media massa yang ada di Semarang bisa menjadi alternatif bagi kader-kader untuk menyalurkan ide dan gagasan dalam dunia tulis-menulis. Berbagai macam rubrik bisa menjadi tujuan dari kader PMII kota Semarang.?

Dengan lahirnya kader baru pergerakan dalam dunia tulis menulis harapannya PMII tidak hanya berkoar di jalan menyuarakan aspirasi rakyat namun, melalui pembentukan opini di media massa. Selain itu dunia tulis-menulis juga bisa menjadi lahan belajar bagi kader pergerakan dalam memahami dunia jurnalistik. (m zulfa/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Habib Ulama Salaf Online

Minggu, 22 Oktober 2017

Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah

Banda Aceh, Ulama Salaf Online. Rais Syuriyah PWNU Aceh Tgk. H Nuruzzahri (Waled Nu) ditetapkan sebagai pelaksana tugas (plt) Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), di kantor HUDA, Banda Aceh pada Selasa malam (11/6).

Ia ditetapkan setelah para pengurus menggelar musyawarah yang membahas kekosongan Ketua Umum HUDA, Abu Panton wafat. Hadir pada musyawarah tersebut Abu Mudi, Waled Nu, Abu Tanjong Bungong, Aba lamno, dan sejumlah pimpinan dayah lainnya.

Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah

Sekretaris Panitia Mubes HUDA, Tgk. Muslem Hamdani mengatakan, Mubes ulama dayah berjalan dengan lancar dan demokratis.

Ulama Salaf Online

Setelah 1 jam lebih musyawarah berlangsung, tambah Muslem, para ulama se-Aceh sepakat untuk mengisi kekosongan tampuk ketua HUDA dengan menunjukkan Tgk. H. Nuruzzahri sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PB. HUDA Aceh,

Sekretaris Jenderal Huda Tgk. H. Faisal Ali, dalam sambutannya mengatakan, almarhum Abu Panton meminta kepadanya. Permintaan almarhum adalah untuk menyelenggarakan Mubes HUDA mengingat masa jabatan Abu hampir berakhir.

Ulama Salaf Online

Adapun Mubes HUDA untuk menentukan ketua defenitif? di rencanakan akan digelar pada bulan Muharram nanti.

Mubes tersebut ditutup dengan membaca samadiah, tahlilan kepada Almarhum Abu Panton.

Redaktur? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor: Muslem Hamdani

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Habib Ulama Salaf Online

Kamis, 14 September 2017

Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984

Jakarta, Ulama Salaf Online. 10.000 jamaah yang memadati kediaman Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam peringatan haul keluarganya, Senin (24/4) di Jemursari, Surabaya mendadak terhenyak ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an yang sedang didengungkan merdu oleh Ustadz Jakfar Abdurrahaman terhenti dari tenggorokannya.

Terlihat dalam video yang dirilis Sonni Video Production, seorang pria yang ditugaskan menjadi pembawa acara dibantu oleh beberapa orang di panggung seketika membaringkan badan Ustadz Jakfar yang sudah tak bersuara dengan kondisi kepala menunduk tapi masih memegang mikrofon. Video tersebut saat ini sedang viral di media sosial.

Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadz Jakfar yang Wafat saat Baca Al-Quran Qori di Muktamar NU 1984

“Yang ada dokter, dokter. Kalau ada dokter silakan ke depan. Jamaah (mohon) tenang,” ujar salah seorang pria di panggung memberikan perhatian dengan mikrofon.

Dalam hitungan menit, petugas medis menaiki panggung untuk memapah Ustadz Jakfar menggunakan tandu menuju Rumah Sakit Jemursari yang terletak tepat di samping rumah Khofifah. Raut muka sedih dan prihatin dari para jamaah terlihat ketika Ustadz Jakfar ditandu, tak terkecuali Khofifah. Beberapa saat kemudian, Khofifah mendapatkan informasi, Ustadz Jakfar meninggal dunia.

Ulama Salaf Online

Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut mengenang ketika Ustadz Jakfar menjadi Qori di Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo. Menurutnya, Muktamar NU tersebut merupakan perhelatan paling bersejarah karena pada saat itu NU adalah satu-satunya Ormas yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal organisasi. ?

“Maka pembukaan Muktamar bersejarah itu tak sembarang orang. Mau cari orang yang baca Al-Qur’an dan suaranya bagus banyak sih, tapi disetujuilah Ustadz Jakfar Abdurrahman,” kenang Khofifah seperti dikutip Ulama Salaf Online dari laman PWNU Jawa Timur.

Khofifah memang sering meminta Ustadz Jakfar untuk menjadi Qori setiap dia mengadakan kegiatan besar. Menurutnya, Kiai Jakfar tidak pernah menolak ketika diminta olehnya.

Ulama Salaf Online

Namun, tidak ada yang menyangka, ayat-ayat suci dari Surat Al-Mulk yang dibaca Ustadz Jakfar di kediaman Khofifah tersebut merupakan lantunan ayat terkahirnya. Simpati dan kesan mendalam pun terus mengalir sehingga kisah wafatnya Ustadz Jakfar kini ramai diperbincangkan di media sosial. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Internasional, Syariah Ulama Salaf Online

Minggu, 30 Juli 2017

Akar Khittah NU Terletak Sebelum Lahir

Cilacap, Ulama Salaf Online

Garis perjuangan NU hendaknya tak sebatas mengacu pada periode kelahiran 1926 dan setelahnya. Spirit kebangkitan yang jauh lebih peting justru terletak sejak sebelum organisasi Islam terbesar ini lahir.

Akar Khittah NU Terletak Sebelum Lahir (Sumber Gambar : Nu Online)
Akar Khittah NU Terletak Sebelum Lahir (Sumber Gambar : Nu Online)

Akar Khittah NU Terletak Sebelum Lahir

Budayawan Ahmad Tohari menyampaikan pandangan ini pada sesi diskusi Bahtsul Masail Nasional yang digelar Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) di Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (8/12).

”Sebelum Nahdlatul Ulama lahir, para ulama Aswaja (Ahlussunah wal Jamaah), paling tidak tidak dua ulama besar, yaitu KH Hasyim Asy’ari dan MbahWahab Hasbullah sudah memberikan pijakan yang sangat penting, nanti-nantinya akan menjadi akar NU,” katanya.

Tohari merujukkan pendapatnya pada komitmen para ulama Aswaja untuk mendirikan sejumlah lembaga, seperti Tashwirul Afkar (Pengembangan Pemikiran), Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Kaum Saudagar), dan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negara).

Ulama Salaf Online

Menurut Tohari, tiga komitmen ini menjadi bukti luasnya jangkauan misi para pendiri NU dari sekadar kepentingan-kepentingan pragmatis berjangka pendek. Para ulama bertekad ingin membangun masyarakat yang cerdas, mandiri secara ekonomi, dan berjiwa kebangsaan.

”Ketika berdiri Nahdlatul Wathan, yang terbayang pada beliau-beliau apakah sebuah partai politik, apakah suatu wawasan politik kebangsaan? Saya kira bukan partai politik yang ada di hati mereka, tetapi wawasan kebangsaan Indonesia, sebagai suatu wadah masyarakat Ahlussunah wal Jamaah,” ujarnya.

Sastrawan asal Banyumas ini berharap, NU hari ini meneladani cita-cita besar tersebut agar tidak terseret terlalu jauh, misalnya, oleh ketergantungan ekonomi kepada pihak luar dan kepentingan partai. NU mesti menjadi solusi bagi kemaslahatan rakyat banyak, termasuk untuk melawan penindasan negara-negara asing terhadap republik ini.

?

Ulama Salaf Online

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Habib Ulama Salaf Online

Minggu, 09 Juli 2017

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru

Khartoum, Ulama Salaf Online . Sebuah rombongan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan yang terdiri dari beberapa jajaran tanfidziyah, mustasyar, dan para ketua lembaga PCINU Sudan, Sabtu (22/3), bersilaturahmi ke kediaman Burhanuddin yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea.

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sudan Audiensi dengan Duta Besar Baru

Dalam audiensi tersebut, Rais Syuriyah PCINU Sudan Ust. H. Auzai Mahfudz memperkenalkan organisasinya, termasuk hubungan bilateralnya dengan beberapa badan pemerintah setempat. Pada kesempatan yang sama Ketua PCINU Sudan Ust. Miftahul Munif memaparkan sejumlah kegiatan pihaknya, baik ilmiah ataupun kemasyarakatan yang berkaitan dengan mahasiswa dan para pekerja yang ada di Sudan.

Inti dari pertemuan yang dilaksanakan setelah Maghrib waktu setempat ini adalah pengenalan organisasi yang sudah berjalan hingga periode ke-14.

Ulama Salaf Online

Dalam hal ini Burhanuddin mengatakan bahwa kesan pertama terhadap PCINU Sudan adalah kagum. Ia menyampaikan beberapa poin kepada PCINU. Yaitu, karakter tawassuth yang diharapkan bisa selalu menengahi pelbagai problem masyarakat, baik di Sudan atau di Indonesia sendiri.

Burhanuddin juga mengingatan agar tidak terlalu betah atau berlama-lama tinggal di negara lain, karena negara sendiri sangat membutuhkan. Dan ketika menghadapi suatu masalah, ia juga berpesan supaya bisa bersikap secara bijak.

Ulama Salaf Online

Terakhir ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada PCINU Sudan dan mengaharapkan supaya nanti bisa menjadi mitra yang baik bagi KBRI dalam bermasyarakat di Sudan. (Azim Aufaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, Bahtsul Masail, Doa Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock