Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Sidoarjo, Ulama Salaf Online

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat NU Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) pada Senin (23/5) telah resmi dilantik. Pengukuhan tersebut bertepatan dengan pembukaan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa Unusida Open 2016 se-Jawa-Bali yang diikuti sekitar 500 peserta dan tim pendamping.

Acara yang digelar di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah itu berlangsung selama 4 hari, 23-26 Mei 2016, dengan mempertandingkan lima kelas putra-putri dan dua kategori, yakni tarung dan seni.

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Ilham Athoillah, ketua UKM yang juga ketua panitia kejuaraan tersebut mengatakan, Unusida Open 2016 merupakan program kerja pertama UKM yang dipimpinnya yang sengaja dilaksanakan bersamaan dengan acara pengukuhan.

Ulama Salaf Online

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifudin yang merupakan mantan ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Sidoarjo membuka secara resmi Unusida Open 2016, yang ditandai dengan pemukulan gong pertandingan dan diiringi Shalawat Nabi.

Cak Nur, sapaan Wakil Bupati Sidoarjo, saat memberi sambutannya di depan para peserta menyampaikan, pendekar Pagar Nusa merupakan benteng NU dan NKRI, karena itu masa depan NU dan Indonesia salah satunya berada di pundak mereka. "Kalian-kalianlah yang menjaga masa depan NU dan keutuhan NKRI dari berbagai hal yang mengancam," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Menurut Cak Nur, Pagar Nusa merupakan organisasi yang punya andil besar dalam membentuk karakter, terutama membentuk mental para pemimpin. Diharapkan para peserta yang sebagian besar masih berstatus pelajar dan mahasiswa kelak menjadi manusia yang memiliki jiwa besar.? ? ? ?

?

Dukungan pun datang dari Rektor Universitas NU Sidoarjo Dr. Fatkul Anam. Ia berharap, ajang kejuaraan tersebut menjadi agenda tahunan UKM Pagar Nusa UNU Sidoarjo. "Ini salah satu agenda yang mudah-mudahan bisa jadi agenda tahunan," ungkapnya. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, News Ulama Salaf Online

Senin, 19 Februari 2018

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Jombang, Ulama Salaf Online - Setidaknya ada enam lagu baru yang akan? ditetapkan sebagai lagu perjuangan nasional oleh Kementerian Sosial, salah satunya adalah "Ya Ahlal Wathan" atau yang kerap disebut “Ya ‘Lal Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah.

"Kini dalam proses penyelesaian oleh tim sebelum nanti ditetapkan jelang peringatan hari pahlawan, 10 November 2016," ujar Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansah saat menghadiri Haul pendiri , penggerak NU, KH Wahab Chasbullah ke-45 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/8) malam.

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Mensos menambahkan, lagu Cinta Tanah Air yang diciptakan KH Wahab Chasbullah ini menurutnya layak untuk menjadi salah satu lagu nasional. Karena menggelorakan semangat cinta tanah air yang sangat luar biasa. (Unduh Lagu Ya Lal Wathan di Sini)

"Kita tahu lagu-lagu nasional sejak lama tidak ada perubahan, sejak saya duduk di SD lagu-lagu nasional tidak ada perubahan. Ketika lagu ini saya perdengarkan ke tim yang sudah menggodok ternyata layak untuk dijadikan lagu nasional," imbuh Khofifah yang datang bersama pejabat Direktorat Jenderal Kepahlawanan dari Kementerian Sosial.

Ulama Salaf Online

Menurutnya, untuk dapat menjadi lagu perjuangan nasional, maka ada sejumlah syarat yang harus dilalui, di antaranya aransemen. "Kami telah menyiapkan aransemen dan partitur lagu tersebut," kata perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Demikian pula syair lagu yang awalnya berbahasa Arab, maka harus digubah ke bahasa Indonesia. "Karena kalau tetap berbahasa Arab, kami khawatir ini dikira lagunya ISIS. Itu kan bahaya," katanya disambut tawa hadirin.

Persyaratan lain yang mesti dilalui dalam penetapan ini adalah izin dari pihak keluarga. Jika direstui untuk diubah, kata Khofifah, maka lagu Ya Ahlal Wathon akan menjadi salah satu dari 6 lagu yang sekarang dalam penyelesaian oleh tim.

Ulama Salaf Online

“Saat ini sudah ada 5 lagu, jika disetujui pihak keluarga maka akan ada 6 lagu nasional. Salah satunya lagu Ya Ahlal Wathan," kata Menteri yang dikenal dekat dengan Presiden KH Abdurrahman Wahidini.

Lagu Ya Ahlal Wathan diciptakan Mbah Wahab sekitar tahun 1916, saat aktif dalam dunia pergerakan kebangsaan di Surabaya. Lagu ini selalu dinyanyikan siswa atau santri Madrasah Nahdlatul Wathan di Surabaya.

?

Khofifah pun mengatakan, sebelumnya sudah meminta elemen yang ada di NU agar selalu menyanyikan lagu ini saat mengadakan acara. Seperti acara diklat, seminar, maupun lainnya. "PMII, Fatayat, Muslimat sudah kami minta menyanyikan lagu ini saat acara," katanya.

?

Haul Mbah Wahab kali ini mengambil tema mengukuhkan hubbul wathan minal iman. Tampak hadir Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan pejabat yang lain. (Muslim Abdurrahman/Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Hikmah, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Sumenep, Ulama Salaf Online. Setiap bangsa mendambakan keadilan negaranya. Negara yang adil dapat mengkristalkan kewibawaan. Sedikitnya ada 4 "bahan bakar" untuk mewujudkan hal itu. Demikian penegasan Hakim Agung Kamar Pidana RI Dr H Artedjo Alkostar saat mengisi kuliah perdana ratusan mahasiswa baru Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk, Sumenep, di Aula As-Syarqawi Annuqayah, Sabtu (3/9).

"Keempatnya meliputi; negara memberikan makan bangsa, menyediakan transportasi, menegakkan keadilan, dan menjaga kearifan lokal," terang Artidjo.

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Wakil Rektor III KH. A. Wasil Hasyim menyatakan, kuliah perdana tahun ini mengangkat tema Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat Madani dan Anti Korupsi". Tujuannya, dalam rangka membentuk mental mahasiswa supaya tidak terjebak para lumpur kotor korupsi.?

"Sekarang ini bantuan dana dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan cukup besar. Untuk itu, setelah mahasiwa lulus kuliah, diharapkan sukses mengantisipasi potensi korupsi dalam lembaga pendidikan maupun pemerintahan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Rektor Instika KH Abbadi Ishom mengaku bersyukur atas kehadiran Alkostar. Kata Kiai Abbadi, Alkostar ibarat malaiakat bagi para koruptor yang menegakkan keadilan.

"Saya memiliki pertanyaan kepada Bapak Artidjo Alkostar. Saya selaku pinpinan merasa sangat sulit untuk memajukan pendidikan kampus. Sebab, kampus swasta sering dianaktirikan oleh pemerintah. Sementara yang berbasis negeri, lumayan dianakemaskan," kritiknya.

Diterangkan, ketimpangan perhatian tersebut dikarenakan dari pemerintahan sendiri. Terdapat diskriminasi dalam Undang-Undang kependidikan yang mendikotomi terhadap kampus swasta dan kampus negeri.

"Diakui atau tidak, pendidikan swasta lebih-lebih yang ada di naungan pesantren, cukup besar perannya dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Seperti halnya pendidikan di kampus Instika ini. Pendidikan pesantren punya andil bsar dalam kemajuan bangsa," tekannya.

Dalam sejarah kemerdekaan pun, tambah Kiai Abbadi, pesantren tidak bsa dipisahkan dengan jasa-jasa kemerdekaan. Bagi Kiai Abbadi, sangat membingungkan sekali dengan kebijakan atau peraturan yang ada di Indonesia.

Ulama Salaf Online

"Belum lama ini kami mengajukan jurusan Pedidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika. Itu tidak diterima oleh pemerintah. Padahal, di kampus negeri, Pendidikan Bahasa Inggris ada. ? Saya bertanya mengapa di kampus negeri itu ada Pendidikan Bahasa Inggris. Pemerintah selalu berdalih bahwa pendidikan kampus negeri dan pendidikan swasta tidak bisa disamakan," terangnya.

Pernyataan Rektor Instika yang menyebutkan diskriminasi aturan dalam pendidikan dibenarkan oleh Artiedjo Alkostar. Ia menyarankan agar pesantren memperjuangkan usahanya dan mencari celah-celah dari Undang- Undang tersebut. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Pendidikan Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar

Jombang, Ulama Salaf Online - Para mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim Asy‘ari (Unhasy) Tebuireng Kabupaten Jombang melakukan penyelamatan manuskrip-manuskrip lama. Mereka menyalin manuskrip untuk menyelamatkan teks klasik karena manuskrip aslinya rusak dan renta dimakan usia.

Kegiatan ini berlangsung di Kampus B Unhasy Tebuireng, Kamis (1/6) siang. Penyalinan manuskrip dibagi dalam beberapa tim untuk menyelesaikan beberapa teks. Bentuk penyalinan dilakukan memakai bahan alas lontar agar terlihat klasik dan lebih ke arah pengembalian bentuk aslinya.

Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar

“Kegiatan ini diharapkan agar anak muda mau peduli terhadap peninggalan nenek moyang kita sekaligus mempelajari teks klasik untuk ditarik relevansinya dengan dunia sekarang. Proses penyalinan semacam ini tidak lain sebagai alternatif penyelamatan manuskrip aslinya, karena kondisi manuskrip asli sudah dalam kondisi rusak. Harapan kami ke depan, manuskrip-manuskrip yang ada akan dilakukan proses digitalisasi,” kata dosen PBSI FIP Unhasy Agus Sulton.

Manuskrip yang disalin bermuatan nilai-nilai budi pekerti dan kewajiban anak kepada orang tua. Selain itu juga berupa teks cerita teladan atau perjuangan Nabi Muhammad selama di Mekkah.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Antusias mahasiswa dan mahasiswi sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan ketelitian mereka pada saat proses penyalinan.

“Saya merasakan begitu luar biasa perjuangan pendahulu kita dalam proses penyalinan manuskrip atau naskah kuno. Untuk sekadar memiliki naskah mereka harus rela menyalin sendiri atau membelinya dengan harga yang tidak murah. Menyalin merupakan perjuangan melatih kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Kalau hal itu tidak dibekali biasanya akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal,” kata Zenius Nila Atika Sari, mahasiswi PBSI FIP Unhasy semester empat. (Robiah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kementerian Kenegakerjaan (Kemenaker) akan menyiapkan skema program retraining (pelatihan kembali) bagi karyawan atau pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kebijakan tersebut dilakukan Kemnaker agar pekerja yang memiliki kompetensi dan terkena PHK memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

"Pekerja yang terkena PHK pasti membutuhkan suatu pekerjaan baru untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Ketika pekerjaan serupa tidak didapatkan usai ter-PHK, maka dibutuhkan pekerjaan baru. Di sini lah, pekerja tersebut membutuhkan alih profesi dengan adanya pelatihan lagi (re-training) agar nantinya mampu memperoleh pekerjaan baru," kata Menaker Hanif usai menerima Presiden Federasi Sarbumusi bersama 5 orang Ketua LPA dari 5 provinsi untuk diskusi tentang perlindungan anak dan eksploitasi ekonomi, di Jakarta, Senin (21/8).

Menaker menambahkan program pelatihan kembali ini rencananya akan membidik korban pekerja PHK yang berusia di atas 40 tahun mengingat di umur tersebut, pekerja atau masyarakat umumnya akan sulit beralilh profesi setelah menekuni suatu bidang dalam kurun waktu yang panjang.

"Jadi, orang yang kena PHK mesti dapat skema retraining. Ini bisa akses pelatihan kualitas di mana mereka mau," ujar Hanif.

Menurut Menaker Hanif, pihaknya sedang mengkaji pemberian retraining ini dengan menyiapkan konsep  dana cadangan pesangon. Nantinya, selama masa training enam bulan, biaya bulanan akan diambil dari dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan sampai menemukan pekerjaan yang baru.

Ulama Salaf Online

"Dana cadangan pesangon, jadi dia bisa pergi pelatihan ke mana saja. Pelatihan selama ena bulan, dia dicover diberikan bulanan enam bulan kemudian kerja. Jadi pasti akan punya peluang dapatkan pekerjaan baru," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Lebih jauh Menaker menjelaskan, saat ini SDM yang dibutuhkan bukan hanya tenaga yang bisa kerja. Tetapi tenaga kerja yang berbasis kompetensi dan knowledge. Oleh karenanya. Akses dan mutu pendidikan dan Pelatihan vokasi menjadi semakin penting karena adanya tantangan itu tadi. Hingga saat ini, Kemnaker terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM Indonesia melalui skema training dan retraining

"Training, untuk menggarap angkatan kerja baru yang miss match. Retraining ini untuk memfasilitasi mereka yang di PHK, agar mereka tetap bisa mengembangkan kompetensi melalui pelatihan kerja sehingga bisa kembali masuk ke pasar kerja secara cepat dan tepat, " ujar Menaker Hanif.

Hanif mengatakan, program ini sebenarnya masih perlu  dimatangkan. Pasalnya hingga kini belum diketahui apakah nanti dana cadangan pesangon ditarik dari pendapatan si pekerjanya atau perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya.

 "Sebenarnya ini nanti saja, masih perlu kajiam dan perhitungan matang karena masih dibahas. Intinya pekerja yang kena PHK, bisa masuk kerja lagi dan seterusnya begitu," kata Menaker. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Hikmah, Pesantren Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Februari 2018

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan

Sorong, Ulama Salaf Online. Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sorong Papua Barat yang terletak di KM 12 telah selesai diresmikan pekan lalu. Kantor baru seluas 150 meter persegi ini dibangun setahun lamanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan

Ketua Umun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj, Ahad (14/9) lalu melantik PCNU Kota Sorong masa bakti 2013-2018 sekaligus melakukan peresmian kantor PCNU Kota Sorong ini.

“Kantor PCNU Kota Sorong dibangun atas dukungan swadaya umat Islam, Pemda Kota Sorong dan Pemprop Papua Barat; Setelah rampungnya pembangunan kantor PCNU, pada hari yang bersamaan juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Lembaga Ekonomi PCNU Kota Sorong yang berada di Harapan Indah,” kata Ketua PCNU Kota Sorong. H. Supran, S.Pd., M.Si.

Ulama Salaf Online

Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM dalam sambutannya mengatakan, dengan hadirnya Ketua Umum PBNU di Kota Sorong, diharapkan dapat lebih meningkatkan pembinaan umat, jangan hanya melihat Indonesia di bagian barat, tapi Indonesia di bagian timur salah satunya adalah Kota Sorong juga membutuhkan perhatian.

Ulama Salaf Online

“Setelah kembali dari Sorong ke Jakarta, Ketua Umum PBNU kiranya juga dapat menyampaikan kondisi di Sorong yang masyarakatnya begitu harmonis, dan hal ini terus dijaga dan dibina demi terus berkelanjutannya pembangunan di seluruh wilayah NKRI termasuk di Tanah Papua,” tutur Walikota.

Ketua Umum PBNU di tempat yang sama menerangkan, sesuai tema Mengukuhkan Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan NKRI. Ketiga hal tersebut merupakan solidaritas yang dibangun dalam NU yaitu solidaritas persaudaraan yang dibangun pertama adalah ukhuwah islamiyah yaitu sesama umat Islam.

Menurutnya, ukhuwah sesama umat Islam saja tidak cukup karena hubungan baik bukan hanya dibina sesama umat Islam saja tetapi terdapat umat lain, yang tentunya harus juga saling menghargai dan menghormati terlebih di Indonesia beragam agama, adat dan budaya. Oleh karena itu, terdapat Ukhuwah Wathoniah yang dipersatukan dan dipersamakan oleh satu bangsa yaitu Indonesia dan selanjutnya Ukhuwah Basyariyah yaitu membina hubungan baik sesama umat manusia.

“Tiga hal sangat penting  dan mendasar dalam NU yaitu Ukhuwah IsIamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah. Tiga hal ini harus dijalankan dengan baik, kalau hanya ukhuwah islamiyah saja tentu tidak cukup, seperti halnya di negara Islam seperti di Irak, Pakistan dan sejumlah negara Islam lainnya, sesama muslim saling perang dan saling membunuh, dan hal ini tentunya tidak boleh terjadi di negeri ini,” terang Ketua Umum PBNU.

Peresmian Kantor PCNU Kota Sorong ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PBNU, dilanjutkan pengguntingan pita oleh Ketua PBNU bersama Walikota Sorong. Usai peresmian Ketua Umum PBNU meninjau dari dekat kantor PCNU yang dibangun dua lantai tersbut. (Imam Khoirudin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pesantren, Hikmah Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Februari 2018

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Tulisan ini adalah lanjutan dialog Kontributor Ulama Salaf Online Moh Yasir Alimi dengan Syaikh Mustafa Mas’ud al-Naqsabandi al-Haqqani. Pada bagian pertama, telah diartikan apa itu thariqat, getar di dada, dan kisah tentang Sahabat Abu Bakar. Berikut ini lanjutannya, bagian kedua.

Kisah Abu Bakar selanjutnya bagaimana, Syaikh? 

Nabi Muhammad berjalan. Sayidina Abu Bakar mengikuti. Ketika akan sampai, 8 km dari arah Masjidil Haram, baru Sayidina Abu Bakar sadar.  "Ooo … Mau istirahat ke Gua Tsur, karena sudah mendekati Gunung Tsur. Ketika Rasulullah naik, Oooo…kesimpulan Sayidina Abu Bakar.” With no curiousity, tidak dengan rewel, tidak dengan mempertanyakan, memaklumi.

Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Pertama-tama, dalam Islam yang kita butuhkan bukan`ngerti syariat, tapi cinta terhadap yang mengajarkannya dan Dzat Maha Suci yang menurunkannya. Tanpa kacamata tersebut, tanpa rasa cinta tersebut, kita tidak akan mengerti Islam. Islam hanya menjadi "The Matter of Transaction", tawar menawar. Itu tidak terjadi pada Abu Bakar. Begitu Rasulullah mau naik ke arah gua, di Jabal Tsur itu, maka kemudian Beliau (Abu Bakar) menarik kesimpulan, "Oooo … Rasulullah mau istirahat di Gua Tsur."

Ulama Salaf Online

Beliau (Abu Bakar) mengerti sebagai orang gurun, tidak akan pernah ada lubang bebatuan di gunung, pasti ada ular berbisanya. Itu reason, pikiran digunakan sesudah ‘cinta’, sesudah tulus, sesudah bersedia untuk patuh. Itu namanya pikiran yang well enlighted, pikiran yang tercerahkan, bukan pikiran yang cluthak (tidak senonoh), yang bisa bertingkah macam-macam, menimbulkan problem. 

Lantas, apa yang kemudian dilakukan Abu Bakar?.

Ulama Salaf Online

Beliau kemudian mendekati Rasulullah, kasih aku kesempatan masuk. Rasulullah dan Abu Bakar, interespecting, saling menghargai. Sayidina Abu Bakar masuk gua. Gua itu kecil kalau diisi 3. Barangkali sudah kruntelan di situ, kayak bako susur yang dijejel-jejelkan (dimasukkan) ke mulut. Sayidina Abu Bakar masuk, beliau cari, bener ada lubang di situ. Beliau buka sandalnya, ditaruhnya kaki kanannya di mulut lubang itu. Dengan cinta, Beliau korbankan kakinya untuk Rasulullah. Beliau tidak mau Rasulullah digigit ular. 

Akhirnya kakinya dicatel (digigit) oleh ular. Kemudian Beliau bilang, “Silakan masuk Rasulullah dengan penuh cinta, dengan penuh pengorbanan dan husnudzon.” Rasul masuk dan berbaring dipaha Abu Bakar. Rupanya Rasulullah terkena angin sepoi-sepoi pagi. Beliau tertidur. Ketika Beliau tertidur, ketika itu pulalah Abu Bakar menahan bisa dari ular yang sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh. Abu Bakar berkeringat, dan diriwiyatkan bahwa keringatnya sudah berisi darah. Tetesan keringat Abu Bakar mengenai Rasulullah. 

Bagaimana respon Rasulullah, Syaikh?. "Nangis Sampean?” tanya Rasulullah.

"Tidak,” jawab Abu Bakar, “kakiku digigit ular." 

There was something happen. Ditariknya kaki Abu Bakar dari lubang itu, maka kemudian Rasulullah berkata pada ular.

" Hai Tahu nggak Kamu? Jangankan daging, atau kulit Abu Bakar, rambut Abu Bakar pun haram Kamu makan?" 

Dialog Rasulullah dengan Ular itu didengar pula oleh Abu Bakar as-Shidiq, berkat mukjizat Beliau. 

"Ya aku ngerti Kamu, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah mengatakan ‘Barang siapa memandang kekasih-Ku, Muhammad, fi ainil mahabbah atau dengan mata kecintaan. Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke surga,” kata ular.

“Ya Rabb, beri aku kesempatan yang begitu cemerlang dan indah. “Aku (ular) ingin memandang wajah kekasih-Mu fi ainal mahabbah,” lanjut ular.

Apa kata Allah?. "Silakan pergi ke Jabal Tsur, tunggu disana, kekasihKu akan datang pada waktunya,’ jawab Allah.

“Ribuan tahun aku menunggu disini. Aku digodok oleh kerinduan untuk jumpa Engkau, Muhammad. Tapi sekarang ditutup oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah dia. Aku tidak ada urusan dengan Abu Bakar, aku ingin ketemu Engkau, Wahai Muhammad. "

“Lihatlah ini. Lihatlah wajahku,” kata Rasulullah. (Bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Pendidikan, Hikmah Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Jakarta, Ulama Salaf Online. Anggota Senat Australia, Nick Xenophon, Selasa (10/3/2015) datang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ? (PBNU) untuk meminta dukungan atas keinginan pemerintahnya agar hukuman mati terhadap duo Bali Nine ditunda.?

"Kami sadar (pemberlakuan) hukuman mati ini hak Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu kami tidak meminta dibatalkan, tapi mohon untuk itu ditunda, agar ke depan juga bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Australia bahwa narkoba membawa bahaya yang sangat besar," kata Imam Masjid Afghan, Adelaide, Australia, Syech Kafrawi Abdurrahman Hamzah, peterjemah sekaligus pendamping kedatangan Nick Xenophon ke PBNU.?

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Dua orang delegasi dari Australia itu diterima oleh Syuriyah PBNU KH. Masdar F. Masudi, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsyudi Syuhud, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra, Ketua PBNU H. Mohammad Maksoem Mahfudz, H. Slamet Efendi Yusuf, H. Iqbal Sullam, dan H. Kacung Marijan.?

Ulama Salaf Online

"Jadi kami ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia, dan juga umat agama lain di sini, termasuk Pemerintah Indonesia, bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sudah menunjukkan keinginan bertobat yang kuat. Islam adalah agama rahmat, mengedepankan pengampunan, maka sudah sewajarnya dua warga Australia itu mendapatkan pengampunan," tambah Kafrawi.?

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut Kafrawi mengatakan, pihaknya khawatir jika hukuman mati tetap diberlakukan terhadap duo Bali Nine maka yang terjadi adalah permusuhan antara Australia dan Indonesia.?

Menjawab keinginan yang disampaikan delegasi Australia, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud menegaskan sikap PBNU yang mendukung hukuman mati terhadap pengedar dan bandar narkoba.?

"Tidak semua hukuman mati kami dukung. Ketika Pemerintah Mesir akan mengeksekusi mati tahanan politik, kami bersurat ke PBB agar bisa menghentikan itu. Tapi kalau narkoba beda, karena narkoba sudah membunuh 50 orang di Indonesia setiap harinya," tegas Marsudi.?

Nick Xenophon mengaku bisa menerima sikap keras PBNU terhadap rencana hukuman mati duo Bali Nine. Meski tetap berharap hukuman mati ditangguhkan, dia mengaku tak bisa mengintervensi hukum yang diterapkan di Indonesia. (Samsul Hadi Karim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Hikmah Ulama Salaf Online

Rabu, 24 Januari 2018

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi

Banyuwangi, Ulama Salaf Online 

Tugas pemuda bukan hanya membaca sejarah, tapi mengingat dan menjadikannya refleksi. Kaum muda memperjuangkan kemerdekaan dengan semangat yang sangat tinggi. Bagi mahasiswa harus mengingat sejarah kemerdekaan yang kala itu dimotori oleh para pemuda. 



Hal tersebut disampaikan Direktur Student Crisis Centre IPNU Banyuwangi, Ibnu Tsani Rosyada pada kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi)) Pelajar Keren di Taman Hijau Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Banyuwangi (16/09).

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi

Ibnu yang akrab disapa Noe, mengungkapkan pentingnya organisasi, mengingat para pemuda dulu juga berorganisasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Yang terpenting dalam sebuah organisasi adalah proses. Dan, pemuda dituntut sebagai insan yang terpelajar yang dapat menghadirkan perubahan. Tidak melihat saja," katanya.

Noe juga mengatakan para pemuda hari ini diharapkan menjadi penerus generasi selanjutnya.

Ulama Salaf Online

“Tentunya perlu ada persiapan baik ilmu pengetahuan maupun sebuah karya," tambah Noe.

Menurutnya banyak cara ketika pemuda dalam berkarya. Seperti memberikan sebuah pemikiran, atau menghasilkan produk tertentu. 

Acara yang digelar Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng tersebut berjalan aktif. Para peserta didominasi kader-kader Nahdliyin muda, mahasiswa baru, dan pengurus PMII Ibrahimy Genteng. Dipenghujung diskusi, para peserta Ngopi Pelajar Keren diajak mengumandangkan shalawat badar. (Red/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Hikmah Ulama Salaf Online

Jumat, 19 Januari 2018

Musik Meriahkan Khataman Kitab Kuning

Subang, Ulama Salaf Online. Pesantren At-Tawazun menggelar “Gebyar Salafiyah’’ atau khataman kajian kitab kuning. Gebyar tersebut digelar di komplek pesantren yang beralamatkan di Kalijati, Subang, Jabar, Jumat (23/11) malam.



Musik Meriahkan Khataman Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Musik Meriahkan Khataman Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Musik Meriahkan Khataman Kitab Kuning

Acara yang di adakan tiap enam bulan sekali tersebut dimeriahkan penampilan kesenian santri dari semua marhalah atau angkatan. Beragam alat musik Sunda ditampilkan. Mulai angklung, celempung, dan karinding. Di samping itu ada juga yang menggunakan drum, marawis, dan galon.

Penampilan-penampilan tidak asal dipilih panitia, melainkan dengan cara pengundian. Peserta pertama, yaitu "Maximum Agression D’CR", angkatan kelima pesantren yang diasuh Ketua PCNU Subang, KH Musyfiq Amrullah tersebut. Mereka melantunkan nadoman Alfiyah dengan menggunakan alat musik khas sunda.? ?

Ulama Salaf Online

Penampilan kedua, “Pemuda-Pemudi 08”, angkatan kedelapan. Mereka melantunkan Amtsilah Tasrifiyah diiringi marawis. Penampilan ketiga "D’vixtiteria", angkatan ketujuh. Mereka melantunkan nadom Imriti. Penampilannya diiringi musik suling bambu dan celempung.

Kemudian "D’vixtivention", kembaran dari D’vixtiteria. Mereka melantunkan Amtsilah Tasrifiyah diiringi hadroh.

Kelima, ‘’The King of Ten,’’ angkatan kesepuluh. Mereka menampilkan ? muthola’ah disertai drama diiringi karinding dan suling bambu.

Keenam, "D’nice of Riciation" angkatan kesembilan. Mereka melantunkan Amtsilah Tasrifiyah diiringi marawis. Penampilan terakhir bernama "Sesuatu" angkatan keenam. Berbeda dengan kelompok lain, mereka menggunakan galon sebagai alat musiknya.?

Ulama Salaf Online

Acara yang dimulai selepas Isya hingga tengah malam ini diselingi kuis oleh panitia. Hadiahnya langung diberikan kepada pemenang.?

Acara yang berlangsung tertib dan lancar tersebut kemudian ditutup dengan doa majelis oleh salah seorang pembimbing pesantren, yaitu Ustadz Muslihudin.

?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Muhammad Thobathoba

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah Ulama Salaf Online

Selasa, 16 Januari 2018

Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji

Jakarta, Ulama Salaf Online. Setelah hasil rapat koordinasi di PP PON Kementerian Pemuda dan Olahraha, Jakarta Timur, Jumat, (16/10). Kompetisi sepak bola U-17 Liga Santri Nusantara (LSN) babak 16 besar akan digulirkan 26-31 Oktober 2015 dengan mengambil lokasi pertandingan di Lapangan Sepakbola AURI/PSAU Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma.

"Undian pertandingan sudah kami lakukan. Begitu juga dengan besaran hadiah yang akan diterima oleh pemenang," kata Ketua Panitia LSN 2015, Mukaffi Makki.

Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji

Kompetisi yang bekerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut akan memperebutkan Piala Menpora, dan juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan Rp100 juta, juara dua 75 juta, dan juara ketiga 50 juta.

“Untuk hadiah uang pembinaan yang telah ditentukan kemarin, ada tambahan hadiah untuk juara harapan sebesar 25 juta, pemain terbaik, pelatih, dan top score masing-masing mendapatkan 10 juta,” kata Mukaffi Makki.

Sebelum persiapan menuju ke babak 16 besar Panpel LSN akan melakukan screening pemain. Proses screening melewati tiga tahap, administrasi, fisik, dan kesehatan.

Ulama Salaf Online

“Panitia screening terdiri dari perwakilan dokter umum/dokter tulang, dokter gigi, kepolisian dan Panpel LSN. Untuk administrasi, para official klub wajib menunjukkan ijazah dan akte kelahiran yang asli, atau salah satunya,” tambah Mukaffi Makki.

Berikut hasil undian pertandingan babak 16 besar LSN:

1. PP Nurul Islam Jember (Zona Jatim I) VS PP Al-Anwar Ngawen (Zona Jateng III)

2. PP Al-Mujaddadiyah Madiun (Zona Jatim III) VS PP Alfiah Purwakarta (Zona Jabar I)

3. PP Nur Iman Mlangi (Zona DI Yogyakarta) VS PP Salafiyah Polman (Zona Sulawesi Barat)

Ulama Salaf Online

4. PP Nurul Huda Natar (Zona Lampung) VS PP Darul Maarif Indramayu (Zona Jabar III)

5. PP Darunnajah Cikajang Garut (Zona Jabar II) VS PP Bayyinul Ulum Lombok Utara Zona NTB)

6. PP Ali Imron Sumenep (Zona Jatim II:) VS PP Walisongo Sragen (Zona Jateng I)

7. PP Ummushabri Kendari (Zona Sulawesi Tenggara) VS PP Al Ikhlas (Zona DKI Jakarta)

8. PPTQ Sabilillah Wonosobo (Zona Jateng II) VS PP Al Asy Ariyah Kabupaten Tanggerang (Zona Banten)

(Red. Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Hikmah Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap

Cilacap, Ulama Salaf Online. Ribuan orang nampak mengantar pemakaman KH Syahid Muchson atau yang biasa di sapa Gus Sahid, Jumat (3/5). ? Meninggalnya Ketua PCNU Kabupaten Cilacap Jawa Tengah ini memang mengejutkan banyak orang.

Pasalnya setelah mengalami sakit gangguan paru, ulama yang dikenal pekerja keras dan salah satu pendiri KBIH NU Cilacap ini dikabarkan mulai membaik kesehatannya. Namun tiba-tiba ulama yang pernah tinggal di Mekkah belasan tahun itu mengalami kritis dan akhirnya meninggal dunia, Jum’at (3/5) pukul 11.30.

Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap

Sontak kabar meninggalnya Ketua PCNU Cilacap periode 2012-2017 yang belum sempat dilantik menjadi kabar duka bagi warga Nahdliyin di Kabupaten Cilacap. Ribuan orang pun datang ke rumah duka di Komplek PP AL Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap.

Ulama Salaf Online

Bahkan pelayat yang datang dari berbagai kalangan seperti ulama, tokoh masyarakat maupun pengjrus NU dari berbagai tingkatan yang ? sangat mengenal Gus Sahid. Salah satu tokoh yang cukup kehilangan adalah pengasuh PP Ail Ihya Ulumadin KH Hasbullah Badawi BA.

Ulama Salaf Online

Menurutnya sejak kembali dari Mekkah kiprah Gus Sahid memang cukup besar baik bagi PP AL Ihya Ulumadin maupun PC NU Kabupaten Cilacap. Hal itu juga diakui oleh kakaknya KH Suhud Muchson Lc yang mengakui sejak bersama-sama mendirikan KBIH NU.

“Waktu itu NU Kabupaten Cilacap ingin membuat KBIH namun tidak jalan-jalan, nah saya dengan Mbah Su’ada (Rois Suriyah) kemudian melihat potensi yang dimiliki adik saya itu sehingga kita minta untuk pulang ke Cilacap,” kata dia.

Di bawah kendalinya KBIH NU Cilacap langsung mendapat respon dari para jamaah yang mempercayakan bimbingannya kepada KBIH NU. Lantas pada periode ? 2007-2012 ? Gus Sahid juga masuk dalam struktur PCNU menjadi wakil ketua.

Satu periode masuk dalam struktur pengurus PCNU Cilacap ternyata membuat pengurus MWC dan Ranting NU se-Kabupaten Cilacap mempercayakan PCNU Cilacap dibawah pimpinnya. Sayang sejak itu pula ulama yang sudah 28 kali naik haji ini mengalamisakit hingga akhirnya meninggal.

“Saya tidak mengira jika semangat yang begitu membara ternyata telah mengalahkan rasa sakit yang diderita Gus Sahid hingga Allah SWT memanggilnya,” kata M Taufiq Hidayatullah SAg salahsatu tokoh muda Nu Cilacap yang mengenal dekat Gus Sahid.

Hal yang sama dikatakan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap H Akhmad Muslikhin SH MSi yang mengaku Gus Sahid sebagai sosok yang mampu memberikan semangat harmonisasi sehingga NU dan PKB di Kabupaten Cilacap mulai membangun kembali politi kebangsaan.

“Sayang beliau telah wafat dan membawa sebagain semangatnya yang tetap menyala diakhir hayatnya dan sebagian yang sudah ditorehkan harus kami lanjutkan sebagai wujud penghargaan kepada Gus Sahid atas jasa-jasanya,” kata dia.

KH Syahid Muchson meninggalkan seorang istri Ny Uun Unaisyah sahid Al Hafidzoh serta tiga orang putra Naely, Awwad dan ‘Affan Hafidz. Meski sedih harus melepas orang yang dicintainya namun apa yang telah diwasiatkan membuat putra-putri Gus Sahid terlihat tabah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Daryanto?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Hikmah, Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 05 Januari 2018

IPNU-IPPNU Wanasari Gelar Estafet Kirab Aswaja

Brebes, Ulama Salaf Online. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) menggelar kirab estafet bendera IPNU-IPPNU.  Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (28/2) dimulai start dari desa Jagalempeni sampai desa Sawojajar.

Kirab tersebut diikuti oleh ratusan pelajar dan anggota IPNU-IPPNU se-Kecamatan Wanasari dengan cara bergantian tiap-tiap ranting dan komisariat. Kegiatan ini dilombakan dengan mencari peserta terbaik. Penilaian lomba diambil dari kekompakan, kerapian dan kemeriahan.  

IPNU-IPPNU Wanasari Gelar Estafet Kirab Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Wanasari Gelar Estafet Kirab Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Wanasari Gelar Estafet Kirab Aswaja

"Kirab ini kami gelar untuk memeriahkan harlah ke-62 IPNU dan ke-61 IPPNU," ucap Wiharjo Ketua PAC IPNU Kecamatan Wanasari

Ranting terbaik akan mendapatkan hadiah berupa trofi dan uang pembinaan dari PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wanasari. Bunyi nyanyian yel-yel bersorak dari semua peserta kirab.  Para peserta kirab pun terlihat semangat dalam mengikutinya.  Iringan tabuh marching band dan rebana semakin menambah kemeriahan kirab di tiap-tiap pos pergantian peserta dibacakan Panji Aswaja. 

Ulama Salaf Online

"Kami sangat senang melihat kesemangatan peserta," ungkap ketua PAC IPPNU Kecamatan Wanasari Umi Mukaromah.

Pada pembukaan acara tersebut hadir Ketua MWCNU Kecamatan Wanasari KH Sobarudin, Sekretaris PC IPNU Kabupaten Brebes Muh Abdul Aziz,  Ketua PC IPPNU Ade Melly Seftiana, Ketua PC GP Ansor Ahmad Munsip dan para pembina PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wanasari. 

"Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PAC IPNU IPPNU kecamatan Wanasari.  Dengan adanya kirab ini maka masyarakat akan semakin merasakan ghiroh semangat IPNU IPPNU di kecamatan Wanasari,” ujar Abdul Aziz.

Diakhir kegiatan, ditutup dengan penyerahan bandera IPNU, IPPNU, NU dan Merah Putih kepada Ketua MWCNU. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Harlah dimana nanti akan di selenggarakan pula rekam jejak perjalanan IPNU-IPPNU di Kecamatan Wanasari sejak pertama kali berdiri. (Red: Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara

Jakarta, Ulama Salaf Online. Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) siap menggelar dzikir dan istighotsah kubro bersama sejumlah eleman bangsa, 1 Agustus 2017 mendatang di halaman Istana Negara. Dzikir bersama ini merupakn permintaan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

1 Agustus, Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dzikir di Istana Negara

Orang nomor satu di Indonesia ini mengemukakan hal tersebut saat didaulat berpidato di arena Halaqah Nasional Alim Ulama dan deklarasi MDHW di Hotel Borobudur, Jakarta (13/7) lalu.

“Agustus nanti akan ada rangkaian acara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. MDHW saya minta untuk memeriahkan acara, entah berbentuk istighotsah ataupun dzikir bersama, terserah para kiai,” ujar Presiden disambut aplaus ratusan kiai dari berbagai daerah.

Pada kesempatan tersebut, selain Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar, hadir para kiai sepuh seperti KH Maemun Zubair Sarang Rembang, TGH Turmudzi Badruddin Lombok.

Sebagaimana dilansir sejumlah media, Presiden Jokowi didaulat menjadi Dewan Pembina MDHW. KH Maruf Amin menjadi Dewan Penasihat MDHW. Sementara, KH Mustofa Aqil Siroj asal Cirebon diplot sebagai Ketua Umum.

Ulama Salaf Online

Sekretaris Jenderal MDHW, Hery Haryanto Azumi mengungkapkan, acara yang bakal digelar di halaman Istana Negara nantinya rencananya bertajuk ‘Dzikir Kebangsaan’ dengan simpul tema ‘Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia.’

“Selain sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, acara ini merupakan wadah silaturrahim seluruh elemen bangsa. Kita ingin bersama-sama kembali meneguhkan untuk selalu merawat keberagaman,” terang mantan Ketua Umum PB PMII tersebut di sekretariat MDHW, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/7).

Ulama Salaf Online

Dalam acara Dzikir Kebangsaan di Istana Negara, rencana akan diikuti sekitar 2.000 tamu undangan. Di antaranya para alim ulama, habaib, santri, cendekiawan, budayawan, pegiat seni, tokoh agama, tokoh organisasi masyarakat dan pejabat negara.

Selain itu, dalam kesempatan berharga tersebut akan diisi pidato kebangsaan yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dilanjutkan arahan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin serta tausyiah dan doa kebangsaan dari para alim ulama. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Hadits Ulama Salaf Online

Sabtu, 23 Desember 2017

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Oleh Hagie Wana



Salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari proses berkomunikasi adalah kebutuhan akan simbolisasi atau penggunaan lambang. Simbol atau lambang adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Simbol tersebut dapat berupa kata-kata (verbal), gerakan tubuh (nonverbal) ataupun objek lainnya yang maknanya disepakati bersama seperti contohnya memasang bendera kuning adalah tanda berduka bagi sebagian masyarakat di Pulau Jawa. Simbol atau lambang tersebut sangat variatif dan bergantung pada kebudayaan yang berlaku di sebuah tempat.

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Dalam dunia Islam, penggunaan simbol sebagai media berkomunikasi bukanlah hal yang asing. Namun minimnya pengetahuan dan kekakuan dalam menginterpretasikan nash/dalil, tak jarang banyak pihak yang menolak keberadaan simbol-simbol dalam proses kehidupan beragama. Yang kemudian mengategorikan simbol-simbol dalam kehidupan beragama itu ke dalam takhayul, bid’ah, khurafat atau bahkan tak tanggung-tanggung, yaitu musyrik.

Ulama Salaf Online

Sebagai contoh, suatu ketika saat Rasulullah SAW melaksanakan shalat Istisqa, Rasul memutar posisi sorbannya sebagai bentuk doa bir rumuz, yakni berdoa dengan menggunakan isyarat atau simbol. Berdoa dengan simbol pun sering dilakukan oleh umat Islam di Nusantara. Contohnya sebagian kelompok masyarakat Sunda ketika akan pindah/menempati rumah baru, hal yang pertama dipindahkan adalah pabeasan (tempat menyimpan beras) terlebih dahulu sebelum barang yang lain. Ini adalah bentuk doa agar kelak saat mendiami rumah tersebut akan tercukupi kebutuhan pangannya.

Ulama Salaf Online

Tidak hanya dalam doa, penggunaan simbol juga biasa dilakukan dalam proses pendidikan. Sebagaimana dilakukan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz, ketika beliau mendapat aduan dari Yahudi yang merasa dizalimi oleh salah satu gubernurnya di wilayah pemerintahnnya kala itu, Umar bin Abdul Aziz mengambil sebuah tulang unta, kemudian membuat goresan lurus pada tulang tersebut dengan pedang, lalu beliau memerintahkan Yahudi itu untuk membawa tulang tersebut pada gubernurnya. Ketika tulang dibawakan ke hadapan gubernur, tiba-tiba sang gubernur bergetar dan bercucuran keringat. Si Yahudi pun terheran-heran. Saat ditanyakan, sang gubernur menjawab “Ini adalah pesan dari khalifah Umar agar aku berbuat adil (lurus) sebagaimana lurusnya garis pada tulang ini. Kalau aku tak sanggup, maka pedanglah yang akan meluruskan perbuatanku”. Sang gubernur itu lalu meminta maaf atas kekhilafannya. Menyaksikan kejadian ini, Yahudi itu tertunduk kagum pada dua orang yang ditemuinya itu, lalu dengan mantap ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Proses komunikasi dengan simbol tersebut, telah berperan mengantarkan Yahudi tadi memeluk agama Islam.

Jadi, proses pengunaan simbol yang kerap dilakukan oleh leluhur kita sebagai media bekomunikasi apa pun itu konteksnya, entah sebagai doa, nasihat, atau proses pendidikan, bukanlah hal yang bertabrakan dengan aqidah. Sebagaimana telah dilakukan dari zaman Rasul, Sahabat, dan generasi-generasi berikutnya hingga sampai pada kita sekarang. Ada banyak pesan moral yang terkandung dalam simbolisasi tersebut. Orang tua kita telah sedemikian sempurna dalam menyampaikan sebuah pesan melalui media simbol yang terkadang lebih efektif dan efisien dibanding dengan beretorika belaka. Masalahnya kita tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk mencari makna dari pesan yang terkandung di balik simbol-simbol tersebut, lalu terjebak pemahaman yang cenderung normatif daripada substanstif dalam menginterpretasikan dalil, menyebabkan kekeliruan memahami konsep musyrik yang sebenaranya.

Lalu seiring perubahan zaman, masih efektifkah proses penyampaian pesan menggunakan simbol-simbol? Atau mampukah kita membuat model komunikasi dengan penggunaan simbol sebagaimana yang telah dilakukan orang-orang terdahulu kita?

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Quote Ulama Salaf Online

Jumat, 22 Desember 2017

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Pengurus Aswaja NU Center (Asnuter) PCNU Pamekasan terus bergerak aktif menguatkan paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Selain getol menjadi fasilitator kajian keaswajaan, pengurus Asnuter juga menyebarkan buku Khazanah Aswaja ke masyarakat sekaligus warga pergerakan.

"Kami melakukan itu supaya pemahaman terhadap Aswaja betul-betul berbasis literasi, tidak sebatas dari diskusi semata," terang Sekretaris Asnuter K Mukhlis Nashir, Ahad (19/11).

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja NU Center PCNU Pamekasan Sebar Buku Khazanah Aswaja

Tiap kali menjadi pemateri dalam sebuah forum diskusi, pria yang akrab disapa Ra Mukhlis tersebut membagikan buku Khazanah Aswaja secara gratis kepada panitia. Itu masih terlihat pada Sabtu (18/11) saat Ra Mukhlis menjadi pemateri Aswaja sebagai Manhajul Fikr di Mapaba Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PR PMII) As-Syafiie Komisariat Universitas Madura (Unira) Cabang Pamekasan di Balai Desa Plakpak, Pegantenan, Pamekasan.

Ulama Salaf Online

"Buku yang diterbitkan PWNU Jawa Timur ini penting kita pelajari, mesti jadi pijakan dalam tiap kali diskusi keaswajaan," tarang Ra Mukhlis Nashir.

Ulama Salaf Online

Ketua Rayon PMII As-Syafiie Umarul Faruq menegaskan, pihaknya akan memanfaatkan dengan baik buku yang diterimanya dari mantan aktifis PMII UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Setelah kegiatan Mapaba, terangnya, akan ada tindak lanjut dan kajian sehingga nanti buku Khazanah Aswaja bisa dibedah bersama-sama oleh warga pergerakan. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Kajian Islam, RMI NU Ulama Salaf Online

Jumat, 08 Desember 2017

PWNU Sumbar : Korban Gempa Jangan Larut, Harus Bangkit

Padang, Ulama Salaf Online. Masyarakat yang menjadi korban bencana gempa jangan sampai larut dengan kondisi musibah yang sudah menimpa tersebut. Sebagai umat beragama, harus bangkit membangun potensi yang ada.

Wakil Ketua PWNU Sumbar Zainal MS menyampaikan hal tersebut dihadapan warga Kelurahan Berok Nipah Kecamatan Padang Barat Kota Padang, Sabtu (17/10).? PWNU Sumbar yang turun ke masyarakat setempat dengan memberikan bantuan 170 paket sembako, sekaligus melakukan pembinaan mental dengan ceramah.

PWNU Sumbar : Korban Gempa Jangan Larut, Harus Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumbar : Korban Gempa Jangan Larut, Harus Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumbar : Korban Gempa Jangan Larut, Harus Bangkit

Dikatakan Zainal, NU sebagai ormas Islam di Indonesia, ikut berduka cita dengan bencana gempa di Sumbar.? Memang dari segi ilmu pengetahuan, Indonesia, termasuk Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana. Namun sebagai makhluk yang berkeyakinan kepada Allah Swt, hanya dengan izin Allah bencana tersebut terjadi.

Ulama Salaf Online

“Untuk itu, umat harus terus meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah,”katanya seperti dilaporkan kontributor Ulama Salaf Online Padang Bagindo Armaini Tanjung.

Sedangkan Wakil Ketua PWNU Sumbar Tamrin Ahmad menambahkan, musibah didatangkan dalam tiga bentuk. Pertama, ketakutan. Takut terhadap bencana gempa dan bencana lainnya diberikan kepada manusia. Kedua, kelaparan. Sulit mendapatkan bahan makanan. Termasuk membeli mie instans saja dalam kondisi bencana amat sulitnya. Ketiga, kekurangan harta. Dengan terjadinya bencana gempa, harta benda hancur. Hanya dalam hitungan detik, kekayaan, rumah, gedung,? yang selama ini menjadi kebanggaan, hancur seketika.

Ulama Salaf Online

“Sebaliknya, bencana dapat untuk meningkatkan keimanan. Karena dengan bencana sebagai umat beragama diuji dalam menghadapi bencana. Bencana harus dijadikan pelajaran. Dan yang tak kalah pentingnya, bencana menjadi sarana meningkatkan ukhuwah Islamiyah, insaniah, wathoniyah dan basyariah. Ukhuwah Islamiyah, meningkatkan persaudaraan sesama umat beragama Islam. Insaniah, dapat meningkatkan hubungan manusia dengan Tuhannya. Wathoniyah meningkatkan hubungan sesame masyarakat Indonesia. Karena dari berbagai daerah dan propinsi berdatangan bantuan, baik tenaga relawan, bantuan maupun peralatan.

Sedangkan basyariah, hubungan antara negara dan bangsa pun meningkat. Ini terlihat banyaknya relawan dan sumbangan dari berbagai negara datang ke Sumbar.

“Jadi, sebagai umat beragama harus mengambil hikmah dari sesuatu yang dialami. Termasuk bencana yang tidak diinginkan semua orang,” kata Tamrin. Sekretaris PW NU Sumbar? Firdaus menyatakan, bantuan diberikan pada warga di RT 03, RT 04 dan RT 05 Kelurahan Berok Nipah Kecamatan Padang Barat yang masing-masingnya terdiri beras 4 liter, minyak goring 1 liter, mie instansi 3 buah.

Tim PWNU ini juga diperkuat tenaga dari relawan Banser Ansor Kediri Jawa Timur Edi Niam. Di tempat ini dilaporkan banguan rusak berat 300 buah, rusak menengah 415, rusak ringan 100 dan 1 masjid.

“Hingga kini sudah 900 paket yang dibagikan kepada korban gempa yang disebar ke daerah Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman, Kota Pariaman dan Kota Padang, Selain itu, pengobatan oleh Tim Relawan PBNU diselenggarakan di daerah Pesisir Selatan, Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah Ulama Salaf Online

Kamis, 30 November 2017

NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka

Jepara, Ulama Salaf Online

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan Soekarno-Hatta, dua ormas besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan organisasi yang paling “berkeringat” sebelum bangsa ini lahir.

NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Paling ‘Berkeringat’ Sebelum Indonesia Merdeka

Hal itu memompa semangat H. Fachrurrozi, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Jepara saat menyampaikan kata sambutan dalam halal bihalal ke-1 keluarga besar NU dan Muhammadiyah yang dipusatkan di Pendopo kabupaten Jepara, Ahad (17/07) kemarin.

Menurutnya, kedua pendiri organisasi itu dari satu kakek yakni Sunan Giri. Dari segi silsilah keturunan, KH Ahmad Dahlan dari jalur bapak Fadlullah dan KH Hasyim Asyari dari bapak Abdurrahman (Jaka Tingkir). Sehingga ia masih ingat ketika Kh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hadir ke Jepara mengaku sebagai cucu Jaka Tingkir.

Ulama Salaf Online

“Dua tokoh besar ini ialah tokoh moderat yang turut membangun bangsa dan negara ini. Rumah sakit, perguruan tinggi maupun pesantren yang sudah dikembangkan oleh NU-MD merupakan andil besar untuk bangsa,” katanya kepada hadirin yang memadati Pendopo Jepara.

Jika dihitung kiprah NU dan Muhammadiyah untuk bangsa dan negara baru 100-an tahun. Masih jauh dari sumbangsih Al-Azhar Kairo yang sudah lebih dari 1000 tahun.

Ulama Salaf Online

Seraya mengutip Surat ash-Shaf ayat 45, ia menyatakan orang besar akan meninggalkan jasa yang besar. Fachrur meyakini siapa yang menanam akan menuai hasilnya. Untuk itu, semua sektor baik ekonomi, politik, hukum, serta pendidikan harus tetap dikembangkan.

Ia menegaskan, kiprah NU dan Muhammadiyah sudah tidak diragukan lagi sehingga sudah diakui oleh Mendagri. Pantas, lanjutnya, jika NU dan Muhammadiyah menerima dana yang besar untuk terus berkiprah terhadap republik ini.

KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara dalam mauidlahnya menekankan pemerintah harus membesarkan kedua organisasi tersebut. NU dan Muhammadiyah, kata kiai yang sering disapa Mbah Obet itu, tidak perlu demo apalagi sampai bertindak anarkis karena aspirasi disampaikan dengan cara yang santun.

“Jika NU-MD sudah besar aparat keamanan cukup ‘sare’, tidur saja. Tetapi, jika ada yang membikin rusuh dan memakai atribut ‘NU’, mesti itu bukan NU, tetapi NU jadi-jadian,” tegasnya.

NU dan Muhammadiyah memang tidak lepas perbedaan. Karena itu dalam sambutannya Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi berharap kedua oraganisasi ini mampu mengemas perbedaan menjadi rahmat. Caranya, sebut Marzuqi, dengan duduk bareng antara NU dan Muhammadiyah untuk Jepara yang bermartabat dan berkemajuan.

Kegiatan halal bihalal bertajuk “Halal bihalal sebagai Wahana Silaturrahim untuk Membangun dan Memajukan Jepara” dihadiri ribuan anggota dari dua organisasi itu baik tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Selain itu dihadiri Forkompinda dan tokoh lintas agama. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, RMI NU, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Sabtu, 25 November 2017

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, Ulama Salaf Online - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Ulama Salaf Online

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Aswaja, Budaya Ulama Salaf Online

Minggu, 19 November 2017

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi

Solo, Ulama Salaf Online. Belum lama ini, bendera simbol warga Nahdlatul Ulama (NU) bersanding dengan bendera merah putih berkibar di atas puncak gunung Merapi.

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi

Bagi seorang pendaki gunung, momentum menancapkan bendera saat mencapai puncak tertinggi, merupakan salah satu momen yang membanggakan. Terlebih apabila bendera yang ditancapkan merupakan bendera kebanggaan sang pendaki.

Begitu juga dengan para kelompok pendaki dari Banser Solo. Perjalanan melelahkan mulai dari Basecamp New Selo Boyolali, seakan terbayar lunas ketika melihat bendera berlogo bumi dikelilingi bintang sembilan berkibar di puncak Merapi.

Ulama Salaf Online

Saat ditemui Ulama Salaf Online, salah satu anggota tim pendaki Banser Solo, Muharrom Fajar Adi, mengaku tidak hanya sekali ini mengibarkan bendera NU di puncak gunung. “Sudah sering, terkadang sebulan sampai dua kali,” paparnya, Sabtu (19/10).

Selain Merapi, gunung yang berhasil mereka taklukkan, Di antaranya Merbabu, Lawu, Sindoro, Sumbing, dan Slamet. “Insyaallah Desember nanti, kita berencana ke Semeru,” imbuhnya.

Ulama Salaf Online

Hal ini dilakukannya karena ia dan kawan-kawanya memiliki obsesi untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan NU di semua puncak gunung. “Dengan naik gunung kita juga bisa lebih mengagungi ciptaann-Nya. Juga untuk menunjukkan NU tak pernah lekang oleh waktu, abadi selamanya di Bumi Pertiwi,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Pahlawan Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock