Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng

Jombang, Ulama Salaf Online - Para penggemar novel-novel Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik) dapat kembali menikmati sajian cinta yang indah dan menggugah dari penulis terkemuka Indonesia tersebut. Kang Abik akan meluncurkan novel terbarunya yang berjudul Bidadari Bermata Bening. Ia direncanakan tampil bersama Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah), Jumat (28/4) siang.

Dipilihnya Pesantren Tebuireng sebagai tempat peluncuran novel ini berasal dari inisiatif dan permintaan Kang Abik. Terkait pemilihan tempat, ada dua alasan yang diungkapkan pria kelahiran Semarang ini.

Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng

"Pertama, Tebuireng merupakan tempat yang bersejarah secara nasional. Tidak hanya tentang NU. Bicara tentang peta keislaman di Indonesia, maka Tebuireng dan Jombang tidak bisa dipisahkan," ujar Kang Abik.

Ulama Salaf Online

Alasan kedua, cerita dan tokoh dalam novel Bidadari Bermata Bening itu berakar dari pesantren. "Maka, sangat tepat novel Bidadari Bermata Bening diluncurkan di pesantren, tepatnya Pesantren Tebuireng," tutur novelis alumnus Al-Azhar University Kairo itu.

Ketua Panitia Peluncuran dan Bedah Novel Bidadari Bermata Bening Septian Pribadi menuturkan, acara tersebut akan dihadiri tidak hanya santri Tebuireng.

Ulama Salaf Online

"Panitia mengundang perwakilan seluruh pesantren di Jombang, bahkan hingga Kediri. Insya Allah peluncuran dan bedah novel Bidadari Bermata Bening akan dihadiri sekitar 2.000 orang," kata Septian, Pemimpin Redaksi Majalah Tebuireng ini. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Aswaja Ulama Salaf Online

Rabu, 14 Februari 2018

Kopri PB PMII Sikapi Beredarnya Situs Nikah Siri Online

Jakarta, Ulama Salaf Online. Adanya situs nikah siri online menjadi perhatian berbagai kalangan. Adanya syarat utama pernikahan yaitu minimal 14 tahun menjadi polemik tersendiri. Hal tersebut diungkap oleh Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (Kopri) PB PMII, Septi Rahmawati.

"Pernikahan dibawah usia 18 tahun bagi perempuan dan 21 tahun bagi laki-laki hal ini berdampak pada psikis dan alat reproduksi," ungkap Septi, Senin (25/9).

Kopri PB PMII Sikapi Beredarnya Situs Nikah Siri Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PB PMII Sikapi Beredarnya Situs Nikah Siri Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PB PMII Sikapi Beredarnya Situs Nikah Siri Online

Untuk anak yang belum menikah akan mengalami gangguan psikis. Seperti tidak siap menjalani pernikahan, hamil dan merawat anak. Selain itu, secara kesehatan bagi anak yang belum siap reproduksinya tidak jarang akan mengalami keguguran.

Dia mengakui olehnya, pernikahan anak akan berimbas pada generasi penerus, baik secara fisik maupun psikis. Di mana anak-anak adalah generasi masa depan yang harus sekolah. Ketika anak-anak dipaksa untuk menikah, hal tersebut akan menggangu perkembangan usianya untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu pengetahuan

Di sisi lain, untuk menghindari anak membuka situs tersebut, orang tua harus mengawasi anak menggunakan gadget. Anak-anak telah menggunakan gadget sejak pendidikan usia dini, memudahkan mereka untuk mengetahui banyak hal, diakui atau tidak orang tua semakin sulit untuk mengontrol.

Ulama Salaf Online

"Hal ini membuat anak berpikir dan bertindak lebih cepat dari biasanya, karena informasi yang dengan cepat mereka terima," tegasnya.

Dalam konteks ini pendidikan, orang tua dalam keluarga sangat penting untuk pengawalan dalam proses perkembangan kepribadian anak menjadi tanggung jawab orangtua di rumah. Di sekolah guru juga membentuk karakter anak, sesuai dg perkembangan usianya.

Dilanjutkan dengan pendidikan ilmu agama di tempat mengaji atau disebut diniyah setelah pulang sekolah. Semua komponen akan membentuk karakter anak melalui aktivitas positif di dalamnya. rumah, sekolah, diniyah.

Ulama Salaf Online

"Semoga ini menjadi tugas kita semua, organisasi yang peduli dengan perempuan dan anak serta pemerintah terkait," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Amalan Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan permusuhan di masyarakat.?

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.?

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya," kata Rizza.

Rizza menegaskan, setiap ceramah yang disampaikan Khalid itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir, sebelumnya sudah mengingatkan panitia agar Khalid Basalamah tidak dihadirkan, karena ada penolakan. Namun, Anwar juga tidak melarag karena negara sudah menjamin semua warga untuk melaksanakan kegiatan agama. Ketika ada reaksi penolakan dan atas dasar keamanan, agar acaranya ditunda dulu.

Ulama Salaf Online

"Ke depan, kami akan melakukan silaturahim lebih baik lagi agar tidak terjadi hal yang sama karena miskomunikasi," pungkasnya.?

Sekadar diketahui, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan dan meminta pemateri pengajian, Khalid Basalamah tidak melanjutkan ceramahnya. Khalid Basalamah saat itu sedang ceramah pada acara tabligh akbar yang diadakan Takmir Masjid Shalahuddin di wilayah Gedangan Sidoarjo, Sabtu (4/3).?

Sekadar diketahui juga, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurut dia, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”. Selain itu, kata “saysyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Ulama Ulama Salaf Online

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Pringsewu, Ulama Salaf Online

Niat tulus dan ikhlas ditunjukkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Provinsi Lampung H Fauzi yang juga pemilik STMIK dan STIT Pringsewu. Berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang, ia merintis sebuah pondok pesantren bagi para mahasiswanya.

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Awalnya, doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga ia pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut. Hal ini ditujukan untuk lebih fokus dalam pembinaan akhlak mereka.

"Setelah mendirikan asrama, ia (Fauzi) pun berinisiatif untuk merintisnya menjadi sebuah pondok pesantren yang diberi nama Baitul Quran. Dalam mengelolanya ia mempercayakannya kepada saya," kata Ustadz Abdul Hamid Al Hafidz yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurra wal Huffadh NU Pringsewu saat menceritakan pesantren yang diasuhnya.

Ulama Salaf Online

Abdul Hamid menambahkan bahwa Pesantren Baitul Quran memiliki konsep beasiswa bagi para anak yatim piatu yang memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur’an. "Selain para santri menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu agama, mereka juga mendapat perkuliahan yang nantinya akan menjadikan mereka para sarjana yang hafidz quran," jelasnya, Selasa (18/5).

Ulama Salaf Online

Untuk kurikulumnya, Pesantren Baitul Quran memiliki banyak matakuliah yang difokuskan pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya ilmu Al-Qur’an. "Perkuliahan dilaksanakan di kompleks pondok yang statusnya bekerja sama dengan STIT Pringsewu yang masih merupakan (di bawah naungan) satu yayasan," imbuhnya.

Dengan mata kuliah yang diberikan Pondok Pesantren Baitul Quran, lanjutnya, para santri juga diharapkan memiliki 10 kompetensi para dai. Kompetensi tersebut yaitu memiliki aqidah yang benar, berakhlak mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

Selama di pesantren para santri diberi beasiswa penuh dan dibebaskan seluruh biaya pendidikan sarjananya serta bebas biasa asrama dan kebutuhan makan sehari hari. "Jika ada anak yatim piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Quran bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Jakarta, Ulama Salaf Online - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) menggelar bahtsul masail dan diskusi terbatas terkait taqrir jamai dan metode ilahaqul masail bi nazhairiha di Lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (31/10) siang. Pengurus harian PBNU melakukan penguatan materi untuk dibawa di forum Munas dan Konbes NU 2017 akhir November mendatang.

“Semoga pertemuan ini memberikan manfaat dan membuahkan hasil sebagai bahan Munas NU 2017,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj membuka forum diskusi.

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Forum ini dihadiri oleh pengasuh pesantren dan sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Hadir pada pertemuan ini Rais Syuriyah PBNU 2010-2015 KH Afifuddin Muhajir yang memberikan pengantar diskusi.

Ulama Salaf Online

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Munas NU 1992 di Lampung terkait taqrir jamai dan ilhaq. Kita ingin mencari formula yang lebih rinci dan operasional kedua materi tersebut,” kata Wakil Ketua LBM PBNU Komisi Maudhuiyyah KH Abdul Moqsith Ghazali yang memandu forum.

Kiai Afif membuka forum dengan penjelasan terkait taqrir. Taqrir, menurutnya, adalah sebutan lain dari istilah tarjih.

Ulama Salaf Online

“Kalau tarjih itu menyeleksi dalil, taqrir adalah memilih salah satu pendapat ulama yang beragam. Taqrir merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menyelesaikan pendapat ulama yang tampak ta’arud,” kata Kiai Afif.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta menanggapi dan memberikan masukan kepada panitia Munas NU 2017 terkait penguatan materi taqrir jamai dan ilhaqul masail bi nazhairiha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Pesantren, Amalan Ulama Salaf Online

Jumat, 12 Januari 2018

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing

Jakarta, Ulama Salaf Online. Di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober,  Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyerukan kepada 5.000 mahasiwa untuk meningkatkan daya saing dengan belajar dan bekerja lebih keras agar menjadi pribadi yang berdaya saing dan kompeten di atas standar. 

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing

Menteri Hanif juga mengajak mahasiswa untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan dan toleransi agar persatuan dan kesatuan bisa dikokohkan di atas semua perbedaan yang ada. Lawan segala bentuk upaya memecah belah bangsa dan  berbagai bentuk ekstrimisme dan radikalisme.

Seruan di tengah guyuran hujan tersebut disampaikan oleh Menaker Hanif kepada 5000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, saat memberikan kuliah akbar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di stadion Sumantri Brojonegoro, kawasan  Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10).

"Persatuan itu modal kita untuk membangun. Persatuan juga modal untuk menjadi bangsa yang besar. Persatuan itu modal kita untuk maju. Tidak ada gunanya membangun, kalau kita tidak bersatu. Tidak ada gunanya kita melakukan banyak hal kalau bersatu saja tidak bisa,” kata Hanif.

Ulama Salaf Online

“Apakah anda semua para pemuda siap untuk bersatu?" Tanya Hanif.

"Siaap," jawab serentak ribuan mahasiswa. 

Ulama Salaf Online

"Apakah Anda semua para pemuda siap untuk bersatu untuk Indonesia?" tanya Menaker lagi. Mahasiswa menjawab kompak, "Siaaap."

Pada momentum Sumpah Pemuda ini, Menaker juga mengajak mahasiswa untuk melawan berbagai bentuk pemikiran yang ingin memecah belah bangsa. 

"Harus dilawan berbagai upaya pikiran yang berusaha memecah belah sebagai bangsa,” katanya.

Menaker meyakini apabila seluruh mahasiswa bersatu maka daya Indonesia semakin kuat. Karena di era persaingan, semuanya serba persaingan. 

“Generasi muda harus meningkatkan daya saing dengan belajar dan bekerja lebih keras agar menjadi pribadi yang kompeten di atas standar,” kata Hanif.

Karena itulah, Hanif mengingatkan mahasiswa sebagai kaum muda untuk meningkatkan daya saing agar menang di era persaingan. 

"Syaratnya adalah anak-anak muda Indonesia harus di atas standar. Kalau di atas standar pasti menang," katanya.

Dengan mengokohkan daya saing SDM sekaligus soliditas dan solidaritas sebagai bangsa untuk menghalau berbagai ekstrimisme dan radikalisme, Menaker Hanif meyakini Indonesia akan menjadi negara kuat, pertumbuhan ekonomi meningkat dan berpandangan moderat, toleran, welas asih dan tenggang rasa serta santun di dalam bermasyarakat.

Di akhir sambutan, Menaker memohon doa kepada 5000an mahasiswa agar Presiden Joko Widodo dan seluruh jajarannya diberikan kekuatan untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju, damai, dan bisa memberi ruang hidup bagi zaman now. 





"Saya berpesan kepada adik-adik mahasiswa untuk terus bersama-sama, bekerjasama mengawal semua komunitas, semua ruang dengan pelbagai bentuk intervensi pemikiran-pemikiran, tindakan-tindakan moderat dan toleran. 

"Agar ini menjadi citarasa Indonesia. Jangan sampai sekelompok kecil orang mengganggu citra Indonesia yang damai, toleran," tegasnya.

Menaker Hanif mengungkapkan ada 21 juta angkatan kerja usia muda. Namun sekitar  14 juta memiliki potensi untuk radikalisme, dan itu harus diantisipasi bersama-sama baik oleh pemerintah, kampus dan pemuda serta semua entitas bangsa agar Indonesia bemar-benar menjadi negara dan bangsa yang semua untuk semua.

“Indonesia akan tumbuh jadi negara kuat disegani negara-negara lain," pungkasnya. (Red: Kend Setiawan)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Bangunan megah dua lantai di atas lahan seluas 6.728 meter persegi Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Ahad kemarin (7/11) diresmikan penggunaannya oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Drs H Mohammad Adnan, MA.

Gedung yang diberi nama Gedung Aswaja merupakan bangunan tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan. Dimana pada tahap pertama ini yang sudah selesai dibangun ruang pengelola, ruang rapat mini dan sedang. Kemudian sarana pendukung berupa kantor unit usaha simpan pinjam syariah BMT SM NU dan kafe santri serta fasilitas area parkir.

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pembangunan tahap kedua berupa gedung pertemuan berkapasitas 2000 kursi yang terletak di belakang bangunan induk saat ini masih dalap tahap proses pengerjaan pondasi.

Ulama Salaf Online

Ketua PWNU Jateng sangat berharap gedung aswaja tidak sekedar untuk tempat rapat maupun pertemuan berskala besar, akan tetapi lebih dari itu gedung aswaja harus menjadi pusat penanaman nilai nilai aswaja, khususnya kepada generasi muda yang saat ini menjadi sasaran empuk kelompok teroris.

Ulama Salaf Online

"Gedung Aswaja harus bisa menjadi benteng terhadap maraknya kelompok aliran keras yang didengungkan oleh para teroris," ujarnya.

Dikatakan, PCNU dan warga Nahdliyyin Kota Pekalongan patut berbangga atas usaha keras pengurus dalam merealisasikan bangunan Gedung Aswaja yang cukup megah ini. Pasalnya, PWNU Jateng saja hanya memiliki bangunan di atas lahan seluas 3000 meter persegi, sedangkan kantor PCNU Kota Pekalongan dua kali lipatnya.

Tentu, yang terpenting adalah bagaimana memikirkan biaya operasionalnya dan mengisi kegiatan gedung aswaja untuk kepentingan dan kemaslahatan ummat, ujar Adnan.

Gedung Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang dimiliki Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan harus bisa menjadi sarana pelatihan dan pendidikan akhlak yang saat ini sedang krisis di kalangan generasi muda.

Jika ini bisa dilakukan, maka Kota Pekalongan akan dijadikan barometer dalam pembangunan akhlaq yang berbasis ajaran aswaja, dan PCNU PCNU yang lain harus bisa mencontohnya.

Lebih lanjut dikatakan, ideologi yang dibawa para teroris yang beraliran keras, sangat tidak tepat diterapkan di bumi Indonesia yang cinta damai. Maka sikap toleran, kebersamaan dan keadilan yang menjadi ciri khas ajaran aswaja harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Adnan, nama Gedung Aswaja membawa konsekuensi dalam bentuk kegiatan yang kongkrit dalam pembinaan ummat. Karena sikap sikap yang dikembangkan Nahdlatul Ulama secara prinsip beriringan dengan kebijakan pemerintah dalam menata masyarakat agar lebih baik dalam kehidupan sehari hari.

Acara peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita dihadiri oleh utusan Pengurus Ranting NU dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se Kota Pekalongan. Kemudian Pengurus cabang, Badan Otonom, lembaga dan lajnah tingkat cabang serta tamu undangan seperti Damndim 0710, Wakapolres Pekalongan Kota serta puluhan tamu undangan lainnya.

Momentum peresmian gedung aswaja sekaligus dimanfaatkan PCNU untuk menggelar musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke - 2 NU Kota Pekalongan tahun 2010. Beberapa agenda yang terkait dengan pengembangan gedung aswaja menjadi bahasan pokok dalam muskercab tersebut. Pasalnya, pembangunan gedung yang menghabiskan dana hingga milyaran rupiah belum termasuk rencana pembangunan gedung pertemuan.

Di samping itu, konsolidasi organisasi juga menjadi materi bahasan terkait adanya beberap ranting yang sampai saat ini belum melakukan reformasi pengurus, meski SK nya telah kedaluwarsa. Ditargetkan akhir 2010 ini masalah konsolidasi dapat tuntas dan rencana pelatihan manajemen pengurus yang dijadwalkan pada awal 2011 nanti bisa segera digelar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan H. Mohammad Bowo Leksono, SH., MM dalam  sambutannya mengatakan, warga nahdlliyin Kota Pekalongan harus jeli menangkap peluang terhadap program program pemerintah yang digulirkan, sehingga peran pembangunan masyarakat tidak saja menjadi kewajiban pemerintah saja, akan tetapi ada peran peran dari masyarakat yang harus dijalankan, sehingga bisa seiring dan sejalan

Bowo mengatakan, DPRD bersama Pemerintah Kota Pekalongan siap membantu berbagai kesulitan yang dialami Nahdlatul Ulama, termasuk terhadap persoalan penyelesaian pembangunan gedung pertemuan yang saat ini baru berupa pondasi.

Meski tidak sebesar tahun lalu, paling tidak bantuan ini dapat meringankan beban panitia pembangunan yang harus merogoh kocek tidak kurang dari 1,9 milyar untuk menyelesaikan pembangunan gedung pertemuan. (iz)

Hadir dalam acara pembukaan selain Ketua PWNU Jawa Tengah, juga Ketua DPRD Kota Pekalongan HM. Bowo Leksono, Anggota DPRD Kota Pekalongan mantan anggota dewan, sesepuh NU dan mantan aktifis NU, Rais dan Ketua PCNU Batang, Kabupaten Pekalongan dan Pemalang serta utusan dari lembaga, lajnah, banom NU Cabang dan utusan dari  WC Ranting NU se Kota Pekalongan. (iz)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Amalan Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Majalengka, Ulama Salaf Online. Pengurus Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupetan Majalengka resmi dilantik, Kamis (13/03) di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

Pelantikan dipimpin langsung oleh KH. Adang Badrudin (Abah Cipulus) pengasuh Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Purwakarta selaku Ketua Umum DPP FSGN Jawa Barat didampingi oleh KH Maman Imanulhaq, pengasuh Pesantren Al-Mizan sekaligus Ketua Dewan Penasehat FSGN Kabupaten Majalengka dan jajaran pengurus DPP FSGN lainnya.

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Dalam sambutannya, KH. Adang Badrudin berpesan agar pengurus dan anggota FSGN Majalengka yang baru dilantik dapat solid dalam menjalankan amanat organisasi sebagai wadah perjuangan bagi guru-guru ngaji yang selama ini kerapkali masih diabaikan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu ketua terpilih Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupaten Majalengka, M Zanel Muhyidin, menyebutkan bahwa salah satu perjuangan FSGN adalah memperjuangkan dan mempertahankan serta melestarikan paham  dan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan berpedoman kepada Al-Qur’anul Karim, Hadits Nabi, Ijma Ulama dan Qiyas Mu’tabar.

Ulama Salaf Online

“Kita berupaya membentengi dan menjaga tradisi salafussolihin dan kearifan tradisi lokal masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh disebutkan, forum guru ngaji ini mencakup seluruh guru ngaji baik yang mengajar ngaji di  pondok pesantren, majlis ta’lim, masjid jami’ , mushola, dan rumah. 

Selanjutnya menurut Zaenal, agar forum ini sampai ke akar rumput dan dapat dirasakan manfaatnya  maka ditingkat kecamatan dan desa akan dibentuk  juga FSGN. 

“Kita akan akan wadahi, fasilitasi, dan perjuangkan nasib guru-guru ngaji di pelosok kampung-kampung yang selama ini telah konsisten tulus mengabdi mencerdaskan umat, walaupun nasib mereka tidak pernah ada yang memperhatikan,” pungkas kang Zaenal. (Ade Duryawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, News Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU

Jakarta, Ulama Salaf Online. Istri Duta Besar Pemerintah Arab Saudi di Jakarta Azzah Mubarok mengunjungi Kantor Pimpinan Pusat Muslimat NU di Jalan Pengadegan Timur Raya Nomor 2, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (8/7) siang.

Mewakili suaminya, Azzah Mubarok melakukan kunjungan balik. Sebelumnya PP Muslimat NU melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Dubes Pemerintah Arab Saudi, Selasa (2/7).

Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Istri Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muslimat NU

Azzah Mubarok disambut oleh pengurus teras PP Muslimat NU. Pengurus PP Muslimat NU yang terlihat hadir menyambut ialah Ketua Himpunan Daiyah Muslimat NU (HIDMAT NU) Hj Mahfudzoh Ali Ubaid dan Ketua III PP Muslimat NU Sri Mulyati ditemani sejumlah pengurus harian PP Muslimat NU.

Ulama Salaf Online

“Dubes Saudi sangat apresiasi dengan gerakan Muslimat NU. Sedangkan istrinya ingin mengenal lebih jauh gerakan Muslimat NU. Karena, kaum ibu yang tergabung dalam Muslimat NU memiliki kepedulian pada isu pendidikan dan isu perempuan,” kata Sri Mulyati kepada Ulama Salaf Online di teras PP Muslimat NU usai kunjungan.

Ulama Salaf Online

Gerakan Muslimat NU terbilang besar hingga melebarkan cabang istimewa di luar negeri. Karena, perempuan di Indonesia bebas berserikat dan bergerak dalam kegiatan sosial, kata Sri Mulyati mengulangi apa yang dikatakan Azzah Mubarok.

Perempuan Indonesia dalam Muslimat NU memanfaatkan kebebasan berserikat untuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan sosial, pendidikan anak usia dini, dan masalah keagamaan untuk kebutuhan kaum ibu, tegas Sri Mulyati menirukan ucapan Azzah Mubarok.

Pertemuan berlangsung selama satu jam. Kunjungan diisi dengan dialog kedua pihak. Sebagai penutup kunjungan, PP Muslimat NU memberi cendera mata berupa plakat Muslimat NU dan buku berisi visi, misi, dan kegiatan nyata Muslimat NU.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Pemurnian Aqidah Ulama Salaf Online

Sabtu, 23 Desember 2017

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Tegal, Ulama Salaf Online - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai Said) menegaskan bahwa NU, masyarakat, dan Indonesia juga harus maju. Hal itu dikatakan Kiai Said saat menghadiri Halal Bihalal di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Kamis (20/7).

Kemajuan itu, kata Kiai Said, yakni maju di bidang agama, akhlak, ilmu religi, kultur, moral, kemanusiaan, dalam bahasa arabnya Tsaqafah. "Kalau masyarakat Tegal, warga NU, semuanya agamanya bagus, akhlaknya bagus, cerdas berpendidikan, namanya masyarakat itu telah maju di bidang tsaqafah," ujar Kiai Said.

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Yang kedua, lanjutnya, kemajuan dibidang ekonomi, tatanan kehidupan masyarakat, administrasi, manajemen, pembangunan fisik. "Kemajuan itu dalam bahasa arab namanya hadharah. Jika kedua-duanya maju, maka orang itu disebut tamaddun atau mutamadin. Sedangkan masyarakatnya disebut Madinah," jelasnya

Ulama Salaf Online

Menurut kiai kelahiran Cirebon itu, Warga NU masih bisa dibanggakan tsaqafahnya, agamanya, akhlaknya, moralnya bagus. Tetapi warga NU yang masih ketinggalan dibidang hadoroh, kesejahteraannya masih ketinggalan.

Ulama Salaf Online

"Masih banyak warga NU yang sangat-sangat miskin, sangat-sangat fakir, menyedihkan kalau kita lihat, masih banyak warga NU yang masih berpikir besok makan apa. Hari ini tidak makan, tapi besok makan apa? Ungkap Kiai Said

Fakir itu, kata Kiai Said, rezekinya ditentukan oleh tulang punggungnya. Kalau mau angkat-angkat dia bisa makan, kalau tidak angkat-angkat, maka tidak makan. "Kalau miskin punya sumber rezeki/gaji, punya masukkan tapi kurang mencukupi," terangnya

Oleh karena itu, bagaimana caranya agar agamanya maju, akhlaknya baik, pendidikannya maju, ekonominya juga maju.

"Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah berhasil 15 abad yang lalu membangun Madinah. Masyarakatnya? beriman, berakhlak, berbudaya, bermoral, dan sejahtera, tidak ada yang kelaparan. Maka negaranya namanya Madinah, karena masyarakatnya cukup sandang, pangan, papan, dan agamanya bagus," urai Kiai Said.

Ia menegaskan, tidak boleh ada orang atau sekelompok orang kaya sendiri, tidak boleh kenyang sendirian. Tidak boleh organisasi hanya memikirkan kepentingan organisasinya saja.

"Semua harus bekerja sama untuk mewujudkan itu. Kewajiban pemerintah bagaimana membangun kesehatan masyarakat, kesejahteraan, pendidikan dan lainnya agar maju semua. Negara maju bukan hanya ekonomi saja tapi juga pemerataan," imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman, sejumlah kiai, Pemuda Ansor, Banser dan ratusan warga Nahdliyin. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Makam, Tokoh Ulama Salaf Online

Kamis, 21 Desember 2017

IPNU-IPPNU Kudus Konsep Lakut Mirip KKN

Kudus, Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tengah sibuk mempersiapkan jenjang pengkaderan formal Latihan Kader Utama (Lakut). Tak selayak pelaksanaan kaderisasi pada umumnya, sejak awal pengurus mengonsep Lakut kali ini mirip Kuliah Kerja Nyata (KKN).

IPNU-IPPNU Kudus Konsep Lakut Mirip KKN (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Konsep Lakut Mirip KKN (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Konsep Lakut Mirip KKN

Dalam konsep ini, selama pelatihan berlangsung para peserta sehari-hari akan berbaur langsung dengan masyarakat setempat. Peserta secara berkelompok akan tinggal di rumah-rumah warga, namun jika masuk jadwal jam efektif mereka diwajibkan mengikuti kegiatan bersama di auditorium atau lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

Pelaksanaan Lakut direncanakan akan berlangsung pada tanggal 4-8 Februari mendatang di desa wisata Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus. Tempat tersebut termasuk wilayah pinggir di kabupaten Kudus, memiliki tradisi pedesaan dengan penduduk yang tak cukup padat, namun telah secara resmi menjadi salah satu desa wisata di Kota Kretek ini.

Ulama Salaf Online

"Harapan para pengurus, selain pelaksanaan yang kita lakukan jauh berbeda dari kegiatan-kegiatan biasanya, pemilihan lokasi yang belum pernah dijangkau ini membawa misi menghidupkan kembali Ranting IPNU dan IPPNU Wonosoco. Jika sudah, nanti akan ditindaklanjuti oleh PAC IPNU bersama IPPNU Undaan. Biar bisa merangkul para remaja dan pelajar yang ada di Wonosoco lewat jamiyyahan remaja mushola atau remaja masjid," kata Ketua PC IPPNU Kudus Futuhal Hidayah.

Untuk menyiapkan penyelenggaraan acara kaderisasi tersebut, Ahad malam lalu (10/1), PC IPNU-IPPNU Kudus menggelar diskusi bersama alumni di rumah salah satu pengurus PCNU Kudus, Agus Hari Ageng. Pertemuan di kediaman mantan pengurus IPNU Kudus yang terletak di Kecamatan Gebog itu berlangsung hingga dini hari.

Ulama Salaf Online

Salah satu alumni, Ayuna Turhamun mengungkapkan apresiasinya kepada pengurus yang masih tetap menjalin hubungan dengan alumni. Menurutnya, alumni berfungsi sebagai sistem pendukung dan tempat berbagi. "Silaturrahim dan sharing itu penting," katanya yang kini pengurus Gerakan Pemuda Ansor.

Dalam pertemuan itu, ia menyoroti tentang urgensi kesiapan dan kesigapan panitia. "Kesiapan, kesigapan dan penyikapan dari panitia juga sangat dibutuhkan mengingat lokasi dan waktu, juga padatnya perencanaan jadwal sejak pra pelaksanaan, dari waktu pendaftaran sampai akhir proses. Semua terlibat dalam suksesi agenda ini, mulai panitia sendiri, pemateri, fasilitator, serta peserta. Rekrutmen pesertanya pun jangan sampe asal-asalan," ungkap mantan Wakil Ketua bidang Pengkaderan ini.

Sementara Noor Zakiyah, salah satu alumni IPPNU yang hadir, berharap besar pada kedua banom yang berisikan anak-anak muda NU ini. "Semoga IPNU dan IPPNU makin berjaya dan memasyarakatkan diri agar keberadaan organisasi semakin kuat," ujarnya bersemangat.

Ketua PC IPPNU Kudus Futuhal Hidayah mengatakan, “Tanggapan dan masukan dari para alumni akan pihaknya godok dan mantapkan lagi, yakni oleh para pengurus harian. Ini merupakan diskusi yang sangat bermakna," ujarnya. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kiai, Amalan Ulama Salaf Online

Rabu, 20 Desember 2017

Kisah Kehebatan Soekarno di Negeri Arab

Tidak ada yang memungkiri bahwa Soekarno adalah seorang pemimpin dan pemikir. Sebagai seorang pemimpin, Soekarno telah mampu menggerakkan jutaan masyarakat Indonesia pada saat itu untuk melawan penjajah dan membangun Indonesia yang merdeka. Soekarno juga adalah seorang pemikir. 

Banyak gagasan-gagasan besar dan konsep-konsep dalam bernegara yang dicetuskan oleh Soekarno. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, pemikiran-pemikiran soal revolusi, dan lainnya. Maka dari itu, banyak pemimpin dunia, termasuk Negara-negara Arab, yang kagum kepada Soekarno.

Kitab Al Audah ila Iktisyafi Tsauratina (Kitab Pemikiran Revolusi Presiden Soekarno) adalah salah satu pemikiran-pemikiran Soekarno dikaji dan dijadikan rujukan bagi masyarakat Arab. Kitab ini diterbitkan di Kairo pada 1959, dua tahun setelah diadakannya Konferensi Asia-Afrika di Bandung.

Kisah Kehebatan Soekarno di Negeri Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kehebatan Soekarno di Negeri Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kehebatan Soekarno di Negeri Arab

Pada saat ini, pemimpin terkuat di Negara-negara Timur Tengah adalah Presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser. Ia didaulat sebagai pemimpin revolusi dunai Arab. Presiden Mesri tersebut sangat menghormati dan menjadikan Soekarno sebagai guru revolusinya.  

“Abdel Nasser menyatakan diri bahwa saya (Gamal Abdel Nasser) adalah murid ideologinya Soekarno,” Kata Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Sya’ban.

Kitab Al Audah di atas adalah kumpulan pidato Soekarno yang disusun menjadi satu dan dibahasa Arabkan. Kitab tersebut diterbitkan atas perintah daripada Gamal Abdel Nasser. 

Presiden Soekarno juga pernah diundang oleh Gamal Abdel Nasser untuk menyampaikan pidato dihadapan ribuan masyarakat Mesir di Aleksandria dalam rangka peringatan tiga tahun revolusi Mesir. Ribuan masyarakat Mesir berduyun-duyun dan meneriakkan nama Ahmad Soekarno manakala dia naik mobil bak terbuka dengan Gamal Abdel Nasser. 

Ulama Salaf Online

“Ahmad Soekarno, Pemimpin terkuat dan terbesar dari Timur Asia,” kata Ginanjar menirukan teriakan masyarakat Mesir.

Ulama Salaf Online

Ketenaran nama Soekarno di negara-negara padang pasir tidak perlu diragukan lagi. Tidak sedikit nama jalan dan tempat di Negara-negara Arab tersebut yang menggunakan nama Ahmad Soekarno. Nama Ahmad Soekarno juga terukir di Ismailiyah, salah satu kota pelabuhan kecil di Mesir. 

“Ada super market di sana, super market Ahmad Soekarno. Di Kota Kairo ada jalan namanya Ahmad Soekarno” cerita alumni Universitas Al Azhar Mesir itu.

Selain di Mesir, nama Soekarno juga dijadikan nama jalan di Maroko dan Pakistan. Di Rusia, nama Soekarno menjadi nama sebuah masjid. Sedangkan di Kuba, nama Soekarno diabadikan menjadi nama perangko. 

Soekarno adalah eksportir ideologi. Istilah-istilah dan konsep revolusi yang dicetuskan oleh sang putera fajar tersebut dialih bahasakan menjadi Arab. Seperti Al Mabadi’ Al Khomsah (Pancasila), A Wihdah fi tanawwu’i (Bhinneka Tunggal Ika), Al Wathoniyah wa Diniyah wa Syuyu’iyah (Nasakom), Al Bayan Al Siyasi An Wihdah Al Isytirakiyyah wa Dimuqratiyyah (Manipol Usdek). Ideologi-ideologi tersebut dipelajari dan menjadi inspirasi masyarakat Arab. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan Ulama Salaf Online

Ali Masykur: Tiga Hal Jadi Target Amandemen Kelima

Jakarta, Ulama Salaf Online. Amandemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945 yang telah dilakukan beberapa kali telah memperbaiki sistem kenegaraan Indonesia, terutama dalam hal perimbangan kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Termasuk juga mengenai perimbagan kekuasaan antara pusat dan daerah.

“Perubahan paling monumental adalah tentang pemilihan presiden secara langsung dan pemenuhan hak-hak asasi manusia,” kata Ali Maskur Moesa, anggota DPR RI yang aktif terlibat dalam proses amandemen UUD 45, saat berbicara dalam Diskusi Kebangsaan bertajuk ‘Legalitas Amandemen Undang-undang Dasar 1945: Prosedur Hukum dan Dimensi Politik’ di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (12/6).

Namun, diakui oleh Ali Maskur, masih banyak kesimpangsiuran dalam UUD yang telah dirombak, terutama kewenangan antara lembaga negara. “Misal Mahkamah Konstitusi mengapa sampai mengurusi masalah konflik pilkada yang kecil-kecil,” katanya.

Ali Masykur: Tiga Hal Jadi Target Amandemen Kelima (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: Tiga Hal Jadi Target Amandemen Kelima (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: Tiga Hal Jadi Target Amandemen Kelima

Hal lain yang saat ini gencar diusulkan adalah soal penambahan kewenangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Wakil baru di lembaga legislatif yang merupakan pengganti utusan daerah ini nyaris tidak mempunyai wewenang. “Padahal kalau dua lembaga itu menyatu kan tidak merubah kelamin dari UUD.”

Soal lain adalah dicabutnya utusan golongan dalam MPR. Menurut Ali Masykur ini berawal dari paradigma bahwa bagaimana mungkin orang yang tidak pernah dipilih oleh rakyat bisa menjadi wakil rakyat. Namun belakangan disadari bahwa banyak golongan terutama dari kalangan minoritas yang tidak terwadahi aspirasinya.

Ulama Salaf Online

Menurut Ali Masykur, apapun perubahan UUD yang diinginkan jangan sampai hanya mengacu pada kepentingan politik jangka pendek.

“Kalau milih boleh milih, maka saya akan mengusulkan tiga hal penting saja, yakni? ekonomi, hukum, dan sosial. Biarlah yang tekait lembaga negara sementara seperti itu,” katanya. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Amalan Ulama Salaf Online

Senin, 18 Desember 2017

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena

Meskipun bukan kelahiran Solo, namun di Kota Bengawan inilah awal bakatnya di dunia tulis menulis mulai tampak. Ia memulai karier menulisnya ketika Ia duduk di bangku Sekolah, sebagai Redaktur majalah Sekolah Dasar di Solo.

Mahbub Junaidi, Sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar menulis, bahkan ia pernah berstatemen, “Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis.”

Ia adalah anak pertama dari 13 Saudara kandungnya. Ayahandanya  H. Djunaidi  adalah tokoh NU dan pernah jadi anggota DPR hasil Pemilu 1955. Keluarganya harus mengungsi ke Solo karena kondisi yang belum aman pada saat awal kemerdekaan. Di Solo, ia menempuh pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum. Di tempat itu Mahbub diperkenalkan tulisan-tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain-lain. “Masa-masa itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya,” cerita Mahbub.

Saat Belanda menduduki Solo tahun 1948, Mahbub Junaidi dan keluarganya kembali ke Jakarta.  Di Jakarta ia kemudian melanjutkan pendidikannya, masuk ke SMA Budi Utomo. Di sekolah barunya bakat menulis yang dimilikinya semakin terasah. Ia sering menulis sajak, cerpen, dan esei. Tulisan-tulisannya banyak dimuat majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Bakatnya ini terus berlanjut hingga ia menjadi mahasiswa, organisatoris, kolumnis, sastrawan, jurnalis, agawaman, poltisi dan sebagainya. Ya, selain sebagai seorang penulis, sosok yang satu ini juga dikenal sebagai tokoh yang multitalenta.

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena

Dalam hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya, misalnya beliau yang menerjemahkan buku 100 tokoh yang berpengaruh di dunia karangan Michael H. Hart. Pun, dalam menulis kolom, Mahbub sangat terkenal dengan bahasa satire dan bahasanya yang humoris. Bahkan, Bung Karno samapai terkesan dengan tulisan beliau, karena Mahbub mengatakan Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence, sehingga Bung Karno sempat mengundang Mahbub ke Istana Bogor, dari situlah Mahbub Junaidi menjadi sangat dekat dengan Bung Karno, dan Mahbub sangat kagum dengan “sang penyambung lidah rakyat tersebut.”

Ajaran Bung Karno, memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya. “Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bukan bahasa gua.

Ulama Salaf Online

Salah satu ciri dari tulisan Mahbub adalah kepandaiannya dalam memasukkan unsur humor. Humor adalah cara dari Mahbub untuk mengajak seseorang masuk kedalam suatu masalah, karena salah satu kebiasaan dari orang Indonesia adalah suka tertawa, maka untuk mengkritik dengan cara yang enak adalah lewat humor. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gus Dur, “dengan humor kita dapat sejenak melupakan kesulitan hidup.”

Sebagai kolumnis, tulisan Ketua Umum PB PMII Tiga Periode Ini kerap dimuat harian Kompas, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Pelita, dan TEMPO. Kritik sosial yang tajam tanpa kehilangan humor adalah ciri khas tulisan Sang Pendekar Pena ini. Akibat tulisannya yang tajam, Ia pernah ditahan selama satu tahun di tahun 1978. Jeruji besi dan gelapnya penjara tak menghambat nalar menulisnya di dalam penjara ia menerjemahkan Road to Ramadhan, karya Heikal, dan menulis sebuah novel Maka Lakulah Sebuah Hotel. Jaya pada tahun 1975.

Ketua PMII Tiga Periode

Ulama Salaf Online

Dalam kariernya sebagai aktivis mahasiswa, Mahbub Junaidi bersama sahabat-sahabatnya membentuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 1960, dan pada saat itu juga Mahbub Junaidi terilih sebagai ketua umum. Jabatannya sebagai Ketua Umum PP.PMII diembannya selama tiga periode, yaitu periode 1960–1961, hasil Musyawarah Mahasiswa Nahdliyin pada saat PMII pertama kali didirikan di Surabaya Jawa Timur. Periode 1961-1963, Hasil Kongres I PMII di Tawangmangu Jawa Barat. Dan Periode 1963-1967, hasil Kongres PMII II di Kaliurang Yogjakarta.

Pada masa kepemimpinan sahabat Mahbub Junaidi inilah PMII secara politis menjadi sangat populer di dunia kemahasiswaan dan kepemudaan, sampai pada periode pertama sahabat Zamroni. Pernah ketika itu, sebagai ketua umum PMII dirinya menunjukkan tajinya, saat HMI hendak dibubarkan oleh Bung Karno, dikarenakan tokoh-tokoh Masyumi terlibat dalam pemberontakan PRRI PERMESTA di Sumatera Barat, Mahbub yang menjabat sebagai ketua PMII langsung berangkat ke Istana Bogor untuk berdialog langsung dengan Bung Karno, dan pemintaan Mahbub sangat tegas, yaitu “HMI jangan dibubarkan.” Dan akhirnya tuntutannya itu terkabul.

Saat menjadi aktivis mahasiswa, Mahbub juga ahli dalam membuat lagu, mars PMII dan mars Gerakan Pemuda Ansor juga ciptaan dari Mahbub Junaidi. Dari kariernya sebagai ketua umum PB PMII, membuat kaiernya melesat ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sebagai jurnalis, penulis dan sastrawan, Mahbub telah meraih prestasi yang sangat baik. Tulisannya sebagai Pemred Duta Masyarakat telah menunjukkan benang merah dari gagasan dan pikirannya mengenai berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita. Perjalanan panjang dalm organisasi di lingkungan NU dapat menjadi bukti dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Kiprahnya sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat dari petunjuk dari pengabdiannya dalam mengembangkan kehidupan pers nasional. Tulisannya sebagai sastrawan telah menununjukkan keragaman kemampuan yang dimilikinya dengan meraih penghargaan sastra tingkat nasional. Kolom “Asal Usul” yang dimuat secara tetap di tiap hari minggu harian Kompas selama jangka waktu yang cukup lama menunjukkan kemampuan Mahbub dalam menulis dan daya pikat tulisannya terhadap masyarakat. Gaya tulisannya sekarang banyak ditiru oleh penulis Indonesia.

Mahbub Djunaidi adalah tokoh nasional yang bersahaja, seorang jenius yang berkarakter mengamati perkembangan hidup melalui tulisan-tulisannya, penggerak organisasi dan seniman politik yang dimiliki oleh NU dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sementara Mahbub Djunaidi meninggal dunia pada tahun 1995 di usia 62 tahun, usia yang masih cukup untuk beraktivitas dan berjuang. (Ajie Najmuddin/disarikan dari berbagai sumber)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, RMI NU, Amalan Ulama Salaf Online

Senin, 11 Desember 2017

Rahasia Keanehan Gus Dur Membaca dengan Cepat

Jakarta, Ulama Salaf Online 



KH Buchori Masroeri menceritakan keistimewaan KH Abdurraahman Wahid (Gus Dur) terkait kemampuan membacanya. Menurut dia, ketika menjadi santri KH Chudlori di Tegalrejo, Magelang, sekitar tahun 1955, bacaan Gus Dur yang masih berusia 15 tahun adalah Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa Inggris, “The Holy Quran”.

“Zaman tahun 1955, Gus Dur cekenale (pegangannya) Al-Qur’an terjemahan bahasa Inggris. “The Holy Quran”. Pangepunten (mohon maaf), kacamatanya udah tebel waktu itu,” katanya pada ceramah Haul Gus Dur di Masjid Agung Demak 2014 yang diakses Ulama Salaf Online Sabtu (5/8) melalui video yang disebarluaskan di YouTube.  

Rahasia Keanehan Gus Dur Membaca dengan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Keanehan Gus Dur Membaca dengan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Keanehan Gus Dur Membaca dengan Cepat

Waktu itu, Kiai Buchori yang pencipta lagu “Perdamaian” yang dipopulerkan grup kasidah Nasida Ria, masih belum mengenalnya dan merasa heran akan kemampuan cucu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu. 

“Saya heran, di dunia ini kok ada orang yang seperti Gus Dur. Pabrik ora ngetokno orang koyok kui (pabrik tidak mengeluarkan lagi orang seperti itu,” ungkap dai yang menurut Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) berdakwah dengan ilmu itu.

Ulama Salaf Online

Ia melanjutkan keanehan tentang Gus Dur membaca dari informasi lain. Informasi itu adalah, Gus Dur mampu menyelesaiakan "The Satanic Verses" (Ayat-ayat Setan) karangan Salman Rushdie di pesawat terbang dari Soekarno Hatta, Jakarta, sampai Juanda, Surabaya. Buku tebal itu dilahap Gus Dur sampai tamat.  

Kulo diceritakno; mboten ngandel, mosok iyo, (saya diceritakan tentang hal itu, tidak percaya, masak iya),” katanya.  

Ulama Salaf Online

Lalu, ketika menjadi Ketua PWNU Jawa Tengah, ia mengirimkan surat langsung ke Jakarta dan diterima langsung Gus Dur. Nah, ketika menerima surat itu, Gus Dur membaca surat itu tidak seperti orang umumnya membaca. Ia tidak melihat surat itu. 

Kiai Buchori, di video itu, mempraktikkan cara membaca Gus Dur. Ia mengambil kertas yang ada di podium, kemudian kertas itu ditempelkan ke mukanya. Lalu ditarik ke atas dengan agak cepat, sementara kertas itu masih menempel muka, hingga melewati kepala. Ia mempraktikkan hal itu beberapa kali. 

Menurut Kiai Buchori, dengan menempelkan kertas ke muka, seolah-olah surat itu discanner atau difoto copy otak Gus Dur. 

Ternyata, lanjutnya, apa yang dilakukan Gus Dur itu tidak ngawur. Buktinya apa yang dinyatakan di surat itu, ditanyakan satu per satu oleh Gus Dur dengan tepat. 

“Kalau bukan discanner apa lagi? 

Dari situ, ia menyimpulkan, jika begitu, pantas saja, sejak kecil, Gus Dur sudah bisa membaca cepat dan bahkan dalam bahasa asing. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Amalan, Meme Islam Ulama Salaf Online

Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur

Mataram, Ulama Salaf Online. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku gembira dengan suasana Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang mendapat dukungan pemerintah lokal maupun pusat. Ini berbeda dari perhelatan serupa yang juga digelar di Nusa Tenggara Barat 20 tahun lalu bertepatan dengan era Orde Baru.

Namun demikian, katanya, forum kali ini diiringi dengan rasa bela sungkawa seiring dengan bencana banjir bandang yang menimpa 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sedikitnya dua orang meninggal dunia.

Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas-Konbes NU Berduka atas Bencana di Lombok Timur

“Semoga korban diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran,” ucap Kiai Said saat pidato pada acara pembukaan Munas-Konbes NU 2017 yang berlangsung di pelataran Islamic Center NTB, Kota Mataram, Kamis (23/11).

NU Care-LAZSINU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) telah terjun ke lokasi bencana untuk meninjau dan melakukan penyaluran bantuan, Senin (20/11) malam. Aksi penyaluran bantuan dilakukan bersama PMII Lombok Timur yang bergerak ke lokasi bencana. 

Hujan berintensitas tinggi menyebabkan dua buah embung di bagian bawah Bendungan Pandandure meluap. Buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai memperparah keadaan menyebabkan bandang menerjang permukiman dan lahan pertanian. 

Ulama Salaf Online

Dampak banjir bandang di Desa Sepit Kecamatan Seruak mengakibatkan 15 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, 15 rumah rusak ringan, dan 4 jembatan rusak. Sedangkan di Desa Senyiur, banjir bandang merusak 47 rumah rusak berat, 25 rumah rusak sedang, dan 2 jembatan rusak. 

Ulama Salaf Online

Kiai Said mengajak musyawirin untuk turut berpatisipasi meringankan beban korban dengan menyalurkan bantuan melalui NU Care-LAZISNU. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Amalan Ulama Salaf Online

Kamis, 07 Desember 2017

Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi

Kudus, Ulama Salaf Online. Empat bersaudara pegiat rebana Aljiyada Dukuh Karangrejo, Jurang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, mengembangkan musik akustik bernuansa religi. Pada tahun 2007, mereka membentuk group musik  “Lentera7nada”  dengan merilis puluhan lagu karya sendiri.

Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pegiat Rebana Kembangkan Musik Akustik Bernuansa Religi

Berbekal kemampuan yang sudah dimiliki, keempat bersaudara yang terdiri dari Aziz (melodi), Maulida (vocal), Aan (drum) dan Alik (bass) mengawali berlatih pada tahun 2004 di sebuah studio sewaan. Semula menyanyikan lagu-lagu karya musisi ternama, namun perlahan-lahan mereka mampu menciptakan karya lagu sendiri.

“Waktu itu jamiyah rebana Aljiyada vakum kegiatan sehingga kami memberanikan diri beralih memainkan musik akustik berupa gitar dan kendang atau drum. Alhamdulillah bisa dan masih eksis hingga sekarang,” tutur Koordinator Lentera7nada Maulida kepada Ulama Salaf Online saat pentas di festival seni Padang Bulanan IPNU-IPPNU Gebog Kudus pertengahan Ramadlan (12/7) lalu.

Ulama Salaf Online

Maulida menjelaskan, Lentera7nada didirikan bertujuan untuk memberikan hiburan, motivasi, dan berdakwah lewat musik. Nama group ini, kata dia, memiliki arti sekaligus harapan bahwa berangkat dari tujuh nada atau not irama musik mampu menjadi lentera (penerang) bagi masyarakat.

Ulama Salaf Online

“Sesuai nama group ini, kita selalu menghibur sekaligus menerangi melalui syair-syair bernuansa religi,”imbuhnya.

Hingga kini, jelas pria yang biasa disapa Likda ini, group musik ini sudah merilis puluhan lagu karya sendiri. Di antara lagu tersebut berjudul Sholawat tuk Nabi, Laa Ilaha Illallah, Gadis Berjibab, Bersyukur, Marhaban ya Ramadlan, Malin Kundang, dan puluhan judul lainnya..

“Semua lagu yang kita ciptakan bernuansa pop religi yang bertema tentang kehidupan manusia maupun ajakan kebaikan,” terangnya.

Beberapa kali, Lentera7nada mendapat undangan mengisi berbagai event yang dilaksanakan ormas pemuda maupun keagamaan mulai dari kegiatan pengajian, jalan sehat maupun pentas seni dan budaya. Mereka tidak hanya tampil di  Kota Kudus saja melainkan pernah pentas di sejumlah daerah lain, seperti Jepara dan Pati.

“Sampai sekarang kita masih menerima panggilan dari organisasi di wilayah Kudus dan sekitarnya,” katanya.

Pada waktu acara Festival seni IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog pertengahan Ramadlan, Ulama Salaf Online terkesima dengan penampilannya yang memainkan beberapa musik religi. Yang menarik, mereka mampu menyanyikan mars IPNU-IPPNU diiringi irama musiknya.

Bahkan saat disodori sebuah syair yang ditulis ketua IPNU setempat berjudul NU beberapa saat sebelum manggung, mampu digubah dan dinyanyikan bagus penuh rancak dan menyentuh penonton yang sebagian pelajar NU.

“Beberapa musik karya Lentera7nada banyak yang diposting di dunia maya, baik berupa video di youtube maupun mp3,” pungkasnya sambil meninggalkan nomor HP 08641573997 buat yang ingin mengundang group ini. Semoga sukses dan  tetap jaya! (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Tegal Ulama Salaf Online

Senin, 04 Desember 2017

Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS

Batang, Ulama Salaf Online



Puluhan ribu Nahdliyin Kabupaten Batang, Jawa Tengah berjalan bersama-sama dari gedung PCNU menuju Kompleks Pemkab, Jl. Veteran, Senin (28/8). Mereka melakukan aksi damai Rapat Akbar NU untuk menolak dan menuntut pembatalan kebijakan 5 hari sekolah atau five/full day scholl (FDS). Kebijakan yang diatur dalam Permendikbud no 23 tahun 2017 tersebut dianggap menimbulkan keributan dalam pendidikan dan secara nyata merugikan lebih dari 70 ribu Madrasah Diniyah (Madin), dan ratusan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta kegiatan mengaji anak-anak sekolah karena energi mereka terkuras di sekolah.

Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS

Dalam Rapat Akbar NU tersebut hadir Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU beserta jajarannya, juga dihadiri Bupati Batang Wihaji, yang ikut berorasi menolak kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2017.?

Koordinator Rapat Akbar NU Batang A. Munir Malik mengatakan, Permendikbud terkait lima hari sekolah dianggap memberangus pelajaran nilai spiritual, yang menjadi bagian tradisi pendidikan keagamaan ribuan santri. Kebijakan tersebut hanya mementingkan kognitif dan mengesampingkan pembelajaran moral keagamaan.?

Dalam jangka panjang, kebijakan ini akan menghancurkan kepribadian anak bangsa. "Pondok pesantren terancam gulung tikar. Juga kegiatan agama. Anak-anak tak lagi berpikir pelajaran agama karena lelah belajar, padahal sore hari sudah jadi bagian tradisi NU untuk belajar agama,"?

Dan, kata dia, meskipun sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Batang tidak menerapkan kebijakan Permendikbud no 23 tahun 2017 karena Bupati Batang juga menolak, tapi untuk tingkat SLTA masih menerapkan karena mengikuti kebijakan Gubernur Jawa Tengah.?

Ulama Salaf Online

“Akibatnya, beberapa anak sekolah SMA Negeri di Batang yang sebelumnya mereka mengaji di malam hari, sekarang mereka tidak lagi mengikuti kegiatan mengaji karena kelelahan," kata Munir.

Ulama Salaf Online

Pemberlakuan kebijakan itu ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) daripada mashlahatnya (manfaatnya). Dari sisi kultural, mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di dalam madrasah diniyah. Dari sisi sarana dan prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai.?

"Selain itu, jika full day school bertujuan untuk melakukan pendidikan karakter, maka pendidikan karakter yang sesungguhnya di Indonesia sudah berlangsung lama sejak prakemerdekaan melalui pondok pesantren dan madrasah. Pendidikan karakter di Indonesia sesungguhnya adalah pendidikan agama. Karena berbagai pertimbangan itulah, maka NU Kabupaten Batang menolak kebijakan 5 hari sekolah, dan menuntut dibatalkan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 oleh Presiden Jokowi.

Ketua PCNU Batang H. Ahmad Taufiq, dalam pernyataan sikapnya menegaskan bahwa PCNU Batang menolak dengan tegas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, karena tidak sesuai dengan Undang-undang Dasar tahun 1945 dan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang nyata-nyata telah menimbulkan keresahan di masyarakat.?

Pihaknya juga menolak menolak kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, yang melakukan tindakan sewenang-wenang, dengan tetap memaksakan kehendak untuk menerapkan 5 (lima) Hari Sekolah di satuan pendidikan yang ada, tanpa memperhatikan aspirasi penolakan yang berkembang di masyarakat.

Untuk itu, PCNU mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera Mencabut dan Membatalkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah, dan menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Pendidikan Karakter yang bersifat holistik, integratif, dan nondiskriminatif, dengan tidak menghapuskan dan menghilangkan eksistensi Pendidikan Keagamaan di Indonesia, yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, dan telah mampu melahirkan generasi bangsa yang berkarakter, dan memiliki komitmen untuk menjaga keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Senin, 27 November 2017

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali

Subang,Ulama Salaf Online. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa barat sukses menggelar sebanyak 10 kali proses kaderisasi selama satu periode kepemimpinan atau 4 tahun.

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Sukses Kaderisasi 10 Kali

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dimana kaderisasi GP Ansor di Kabupaten Subang belum pernah sebanyak ini. Dan mestinya ini harus kita pertahankan dimasa yang akan datang," ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata saat memberikan sambutan Konferensi Cabang XV di Hotel Markoni Pamanukan, Rabu (31/8).

Ia merinci, dalam penyelenggaraan kaderisasi tersebut, sebanyak 4 kali melakukan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan 6 kali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Ulama Salaf Online

"Tentunya dari sekian banyak kaderisasi tersebut sudah dilakukan di semua zona kaderisasi yang ada di Kabupaten Subang meliputi 30 Kecamatan dan 253 desa se Kabupaten Subang," katanya.

Sehingga, kata Asep, dengan keberhasilan kaderisasi tersebut, target membentuk kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting sudah tercapai.

Ulama Salaf Online

"Tinggal pemberdayaan sumberdaya manusia aja yang akan kita maksimalkan kedepan. Sehingga para pengurus di tingkat grassrhoot memiliki sumberdaya yang handal," tegas Mantan Ketua PMII Subang tersebut.

Dirinya berharap dengan sejumlah prestasi yang dimiliki GP Ansor Subang tersebut bisa menjadi motivasi untuk lebih massif dan progress lagi dalam? membesarkan GP Ansor di masa yang akan datang.

"Saat ini Kita sudah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ansoruna sebagai bahan pemberdayaan pengurus dan masyarakat dalam dunia Pendidikan. Semoga ke depan GP Ansor Subang bisa memantapkan eksistensinya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Amalan, News Ulama Salaf Online

Jumat, 24 November 2017

Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda

Klaten, Ulama Salaf Online . Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Klaten menggelar training dai-daiyah muda di Klaten, Jawa Tengah pada Ahad, (14/7).

Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Klaten Latih Dai Muda

Ketua PC IPNU Kabupaten Klaten Ahmad Saifuddin mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi beberapa hal. Di satu sisi, sudah banyak muncul orang yang baru hafal satu dua ayat maupun hadits, lalu berani berdakwah, bahkan berfatwa. 

Di sisi lain, banyak pendakwah yang justru lebih mementingkan aspek hiburan semata, sehingga menjadi sasaran tembak untuk membunuh karakter pendakwah. 

Ulama Salaf Online

“Dalam training ini, peserta akan dibekali retorika dakwah dan cara menghadapi masyarakat sebagai lahan dakwah serta berbagai tips menjadi pendakwah super”, ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut Saifuddin mengatakan, training tersebut bukan merupakan “produksi satu kali langsung jadi”, namun lebih pada sebuah langkah awal untuk membangkitkan motivasi dan mental para kader muda untuk berani berdakwah dan menyiapkan diri mereka untuk menegakkan kebenaran Islam. 

Sehingga, diharapkan akan ada tindak lanjut dari para peserta dan panitia untuk membentuk karakter pendakwah yang berkualitas.

Training tersebut diikuti 54 peserta dari berbagai kecamatan, bahkan ada yang dari luar Klaten, misalnya Boyolali. 

Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Drs. Syamsuddin Asyrofi, MM menyampaikan "retorika dakwah". 

Sesi kedua, salah seorang pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Klatenh KH. Drs. Munawwir menyampaiakn materi “memahami masyarakat sebagai lahan dakwah. 

Sementara sesi tiga, para peserta mempraktikan apa yang disampaikan para pemateri. Sementara pemateri sendiri memberikan masukan demi meingkatnya kualitas para peserta.

Pada pembukaan kegiatan bertema “Menjadi Pendakwah Super” hadir sejumlah tokoh NU Klaten, badan otonom-badan otonom NU Klaten, dan juga dewan Pembina IPNU-IPPNU Klaten. Hadir juga perwakilan dari pemerintah, seperti perwakilan dari bupati, MUI, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan Klaten. 

Redaktur: Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Doa, Amalan, Humor Islam Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock