Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam

Sleman, Ulama Salaf Online. Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Nusron Wahid mengutuk kekerasan atas nama agama yang dilancarkan kelompok kecil bersenjata. Nusron menyebut kelompok ekstrem ini sebagai penjahat kemanusiaan tiada tara.

Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron: Kekerasan Kelompok Kecil Nodai Islam

“Kekerasan beberapa hari lalu di Perancis dan juga di Timur Tengah, sama sekali mencemarkan keluhuran ajaran Islam,” kata Nusron dalam sambutan pembukaan Kongres XV GP Ansor di pesantren Sunan Pandanaran jalan Kaliurang, kabupaten Sleman, Kamis (26/11) pagi.

Perhatian masyarakat dunia dikejutkan oleh penyerangan kelompok kecil bersenjata terhadap sipil yang merenggut lebih dari seratus korban jiwa. Bagaimana pun, Nusron menambahkan, kekerasan atas nama apapa pun tidak bisa diterima.

Ulama Salaf Online

Ia mengajak warga Nahdlatul Ulama termasuk aktivis GP Ansor untuk berpartisipasi menyebarkan keluhuran dan keberadaban Islam di tengah masyarakat dunia.

Ulama Salaf Online

“NU dan Ansor wajib melawan kejahatan semacam ini. Wajib dicegah,” tegas Nusron. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Jadwal Kajian, Tokoh Ulama Salaf Online

Selasa, 20 Februari 2018

Makna Ukhuwah Islamiyah

Selama ini, masyarakat seringkali memaknai ukhuwah Islamiyah sebagai persaudaraan terhadap sesama orang Islam. Mestinya tidak demikian. Ukhuwah Islamiyah (Islamic brotherhood) berbeda dengan ukhuwah baynal-muslimin atau al-Ikhwanul-Muslimun (moslem brotherhood).

Makna persaudaraan antara sesama orang Islam itu bukan ukhuwah Islamiyah, tetapi ukhuwah baynal-muslimin/ al-Ikhwanul-Muslimun (Moslem Brotherhood). Jika dikaji dari segi nahwu, ukhuwah Islamiyah adalah dua kata yang berjenis mawshuf atau kata yang disifati (ukhuwah) dan shifat atau kata yang mensifati (Islamiyah). Sehingga, ukhuwah Islamiyah seharusnya dimaknai sebagai persaudaraan yang berdasarkan dengan nilai-nilai Islam. Sedangkan persaudaraan antar sesama umat Islam dinamakan dengan ukhuwah diniyyah.

Dari pemaknaan tersebut, maka dapat dipahami bahwa ukhuwah diniyyah (persaudaraan terhadap sesama orang Islam), ukhuwah wathâniyyah (persaudaraan berdasarkan rasa kebangsaan), dan ukhuwah basyâriyyah (persaudaraan berdasarkan sesama makhluk Tuhan) memiliki peluang yang sama untuk menjadi Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah tidak sekedar persaudaraan dengan sesama orang Islam saja, tetapi juga persaudaraan dengan setiap manusia meskipun berbeda keyakinan dan agama, asalkan dilandasi dengan nilai-nilai keislaman, seperti saling mengingatkan, saling menghormati, dan saling menghargai.

Makna Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Ukhuwah Islamiyah

Implementasi Ukhuwah Islamiyah

Revitalisasi makna ukhuwah Islamiyah tersebut merupakan sebuah pencerahan terutama ketika jaman ini sudah didominasi oleh sikap radikal dan agresif meski itu dalam bidang agama dan keyakinan. Peristiwa saling menyerang dan merugikan dalam internal agama meski berbeda paham sudah sangat sering dijumpai di negeri ini, negeri yang katanya paling religius dan memiliki norma paling halus di antara negeri lain.

Hanya karena berbeda penafsiran dari ayat Al Qur’an dan Hadits, tak jarang suatu kelompok menjelek-jelekkan kelompok lain, bahkan sampai keluar kata “kafir dan sesat”. Tidak hanya sampai itu, kebencian terhadap kelompok lain yang sejatinya masih seagama itu juga disebarkan ke kalangan awam. Terlebih lagi kebencian terhadap kalangan agama lain, yang seringkali disertai argumentasi yang berasal dari fantasi sendiri sehingga menjadi bumbu penyedap yang pada akhirnya virus kebencian tersebut benar-benar menyebar.

Indonesia, 90% lebih penduduknya beragama Islam. Kondisi ini membuat Indonesia menajdi negara yang penduduk Islamnya terbanyak sedunia. Di dalam agama Islam itu sendiri, tidak dapat dipungkiri dan sudah menjadi sunnatulah, bahwa terdapat bermacam penafsiran terhadap teks Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum Islam. Pada akhirnya muncul berbagai paham dan madzhab dalam Islam. Hal ini pun sudah diprediksi oleh Nabi Muhammad SAW bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 golongan (Sunan al-Tirmîdzî [2565]).

Ulama Salaf Online

Kondisi yang mustahil untuk dihindari ini mestinya disikapi dengan bijak, terlebih lagi Islam adalah agama yang tidak hanya sekedar membuat pengikutnya selamat di akhirat, tetapi juga di dunia. Islam berasal dari kata “salimu” yang artinya selamat, bahkan Nabi Muhammad SAW mempertegas orang tidak dikatakan beragama Islam jika orang yang berada di sekitarnya belum selamat dari mulut, tangan, dan sikapnya. Pemaknaan ini yang juga mempertegas bahwa Islam adalah rahmat untuk seluruh alam.

Ulama Salaf Online

Revitalisasi makna Ukhuwah Islamiyah tersebut seharusnya menjadi spirit baru dalam kehidupan beragama, sehingga agama menjadi sebuah institusi yang menyejukkan, bukan institusi yang menebar virus kebencian. Di satu sisi, keteguhan dalam memegang prinsip dan tafsir yang diyakini adalah penting, tetapi di sisi lain, keteguhan tersebut tidak menjadi kebenaran ketika disertai dengan sikap memaksa, mengkafirkan, menyesatkan, dan menyebarkan kebencian. Pada taraf inilah, ukhuwah (persaudaraan) dengan orang Islam tidak menjadi ukhuwah Islamiyah, ketika disertai dengan sikap saling merugikan dan mendhalimi. Tetapi, ketika persaudaraan dengan orang lain meskipun berbeda keyakinan, pada saat itu juga persaudaraan itu menjadi ukhuwah Islamiyah.

Implementasi dari ukhuwah Islamiyah ini memang harus benar-benar ditegakkan. Ditegakkan bukan hanya sekedar simbol dan semboyan. Tetapi juga harus berusaha diinternalisasikan kepada seluruh orang Islam. Seringkali penulis masih menemui kondisi yang tidak mencerminkan ukhuwah Islamiyah meskipun sesama orang Islam sendiri. Padahal, seluruh pimpinan ormas-ormas Islam di Indonesia mencontohkan kerukunan dan persaudaraan yang tinggi, misalkan antara para petinggi di PBNU dan PP Muhammadiyah. Pada taraf ini, persaudaraan sudah terjalin dengan baik.

Namun, satu hal yang tertinggal, bahwa internalisasi nilai ukhuwah Islamiyah tersebut juga harus sampai pada tingkat “akar rumput”, misalkan tingkat desa. Hal yang seringkali terjadi adalah pada tingkat atas sudah dapat mengimplementasikan ukhuwah Islamiyah dengan baik sedangkan pada tingka “akar rumput” belum mampu melaksanakannya. Kondisi ini harus menjadi perhatian khusus.

Selain itu, bagaimana ukhuwah Islamiyah ini bisa terimplementasikan dengan baik tidak hanya sekedar ketika bertemu dengan orang yang berlainan pemahaman, tetapi juga ketika tidak bertemu sekalipun. Masih banyak majelis-majelis yang membicarakan kejelekan saudara Islam dan menjatuhkannya meski hanya persoalan perbedaan pemahaman. Ini menjadi PR besar untuk semua umat Islam di Indonesia.

Pada konteks eksternal, ukhuwah Islamiyah inter keyakinan dan agama ini juga masih harus ditingkatkan demi kemaslahatan. Sikap saling menghargai dan menghormati baik itu ketika berada “di depan” maupun ketika berada “di belakang” harus lebih ditingkatkan dengan memahamkan masyarakat bahwa berbeda itu bukan berarti lawan, karena semua manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki hak asasi dalam beragama. Sikap ukhuwah ini tentunya tetap disertai dengan sikap keteguhan dan memegang prinsip dan keyakinan sebagai jati diri beragama.

Dengan demikian, sikap ukhuwah Islamiyah akan menjadi representasi Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam. Ukhuwah Islamiyah akan merepresentasikan bahwa agama adalah institusi yang menyelamatkan dan menyejukkan. Pada akhirnya kerukunan dan persaudaraan pada agama Islam pada khususnya dan Indonesia pada umumnya akan menjadi kuat dan kokoh. Dengan ukhuwah, umat akan terberdayakan. Dengan ukhuwah, umat akan mencapai kemaslahatan.

Ahmad Saifuddin, Mahasiswa S2 Program Magister Psikologi Profesi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bergiat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama Kabupaten Klaten dan Sekretaris Lembaga Kajian Pemikiran Islam Darul Afkar Klaten.

 

Catatan: Sebagian besar artikel ini diinspirasi dari KH Abdul Malik Madani, Katib Aam PBNU saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional yang bertemakan “Merajut Ukhuwah, Membangun ‘Izzah, Menggapai Mashlahah (Aktualisasi Ukhuwah Islamiyah dan Kesejahteraan Umat)”. Seminar diselenggarakan Sabtu, 15 Maret 2014, oleh Yayasan Jama’ah Haji Al Mabrur Kabupaten Klaten dalam rangka tasyakuran Hari Lahirnya yang ke-35. Selain KH Abdul Malik Madani, hadir Prof Hamim Ilyas dari PP Muhammadiyah, dan Prof Musa Asy’ari, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Pertandingan Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Jakarta, NU.Online
Perubahan? pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) dari pola birokrasi menuju paradigma profesional masih menyisakan sejumlah kontroversial dimasyarakat.? Hal ini terlihat dari pola penerimaan mahasiswa dengan 2 pola seleksi? yaitu, Penelurusan Minat Bakat dan Potensi (PMBP) dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang sebelumnya satu jalur lewat UMPTN.

Dibeberapa perguruan tinggi negeri yang menggunakan pola BHMN (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor) menuai kritik karena dengan pola baru tersebut dianggap mematikan potensi mahasiswa yang tidak mampu secara finansial. dan berpotensi menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus.

Komentar tersebut dikemukakan sejumlah kalangan, Senin (16/6), setelah sejumlah PTN berlomba membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru dengan memasang tarif Rp 15 juta hingga Rp 150 juta. Langkah PTN menjaring dana dengan berbagai cara itu menyusul kebijakan dijadikannya kampus mereka sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN), yang diharuskan untuk mencari dana sendiri

Menanggapi "komersialiasi" PTN tersebut, Mendiknas Malik Fadjar menegaskan, ukuran masuk perguruan tinggi tetap akademis, dan sumbangan yang ditetapkan sama sekali tidak menghilangkan ukuran akademis itu. "Saya selalu menekankan jangan sampai uang menjadi persyaratan utama untuk masuk sekolah," ujar Malik usai menghadap Wakil Presiden Hamzah Haz di kantor Wapres di Jakarta, Senin.

Malik? mengatakan, sumbangan itu sifatnya sukarela. Ditanya mengapa sampai ada yang mematok Rp 150 juta, Malik menjawab, "Yang penting itu terbuka, transparan, dan akuntabilitasnya terjamin. Itu saja." Malik menambahkan, besarnya sumbangan tidak perlu diberi batasan. "Kita berikan peluang kepada masing-masing untuk tetap memperhatikan kemampuan (uang) dan persoalan (akademis). Ukurannya harus tetap akademis. Dulu juga kita sudah punya aturan seperti itu, tapi tidak jalan karena banyak mahasiswa mengaku dari golongan tidak mampu," katanya.

Ditanya soal mekanisme kontrol tentang sumbangan itu, Malik menjawab, "Kan sudah ada wali amanah dan dewan akuntabilitas akademis."

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro, pembukaan jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa baru PTN harus disertai dengan akuntabilitas penggunaan anggaran dan jaminan mutu akademik. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas akan mengevaluasi kinerja PTN yang membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru di luar jalur reguler. Berdasarkan evaluasi tersebut pemerintah akan membuat rambu-rambu menyangkut penerimaan mahasiswa baru yang berorientasi pencarian dana.

"Intinya, setiap PTN boleh saja mencari dana melalui penerimaan mahasiswa baru. Akan tetapi, harus transparan soal penggunaan anggaran, tidak diskriminatif, dan lebih penting lagi hasil seleksinya harus sesuai standar mutu akademik," kata Satryo Soemantri? Brodjonegoro

Sementara menurut? anggota Komisi VI DPR Ferdiansyah dari Fraksi Partai Golkar "Aturan itu ibarat menebar benih-benih diskriminasi dan eksklusivisme dalam kehidupan kampus," kata , menilai maraknya pembukaan jalur mandiri di kalangan PTN itu. Walaupun mahasiswa jalur mandiri dipersyaratkan mengikuti seleksi, dipertanyakan siapa yang bisa menjamin bahwa PTN bersangkutan bisa obyektif.

"Karena niat dari awal mencari dana, PTN bersangkutan bakal tergiur dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa. Kalau begini, hasil seleksi bisa jadi tidak merupakan pertimbangan utama," katanya.

Dalam pelayanan akademik, lanjut Ferdiansyah, akan sangat sulit bagi PTN untuk berlaku sama rata terhadap seluruh mahasiswanya. Ada kemungkinan mahasiswa jalur mandiri dimanjakan dengan sejumlah kemudahan, termasuk dalam persyaratan kelulusan mata kuliah. Hal yang buruk itu akan terakumulasi nantinya dalam mutu kelulusan sarjana.

Sementara itu, kendati sejumlah PTN favorit berlomba-lomba membuka jalur khusus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tetap bertahan dengan sistem yang ada selama ini.

"ITS tidak akan ikut serta menyelenggarakan program serupa," kata Rektor ITS Dr Ir Mohammad Nuh DEA. "Dalam menyeleksi calon mahasiswa baru, kami tetap mengutamakan nilai akademis calon mahasiswa. Selain itu, ITS juga memiliki nilai-nilai tetap, salah satunya berupa tanggung jawab sosial, dengan memberikan kesempatan memperoleh pendidikan bagi siapa pun," ujarnya.

Rektor ITS menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah nilai-nilai yang mereka tetapkan dalam menerima mahasiswa baru.Tanpa menyalahkan PTN yang telah menerapkan kebijakan program khusus tersebut, Nuh menandaskan bahwDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Olahraga, Warta Ulama Salaf Online

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benih Diskriminatif dalam PMBP

Selasa, 30 Januari 2018

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Wonosobo, Ulama Salaf Online. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin resmi me-launching Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren. Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug dan penyerahan Piagam Pendidikan Diniyah Formal untuk 14 pesantren dan Surat Keputusan bagi 31 Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren ? yang diwakili pimpinan pesantren masing-masing di Pesantren Al-Mubaarak, Manggisan – Wonosobo, Selasa (26/5) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur PD Pontren Mohsen, Kakanwil Kemenag Jateng Ahmadi, Kakanwil Kemenag Yogyakarta Nizar, Bupati Wonosobo Abdul Khalik Farid, dan ulama dan tokoh masyarakat Wonosobo. Demikian berita yang dikutip dari situs kemenag.go.id

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Meng menjelaskan, pendidikan diniyah formal ini hakekatnya adalah pesantren yang selama ini mengembangkan pendidikan diniyah kemudian itu diformalkan. Dalam artian, bahwa tetap kebebasan masing-masing pontren itu tetap menjadi hak-nya masing-masing pontren.?

Ulama Salaf Online

“Pemerintah atau negara menyiapkan kurikulum, pola pengajaran, menyiapkan sejumlah mata pelajaran yang 70 persen itu agama, 30 persen umum yang semuanya itu kita coba standarkan,” terang Menag.?

Ulama Salaf Online

Dan ini, tandas Menag, tidak sama sekali ada paksaan, ini sepenuhnya sukarela bagi pondok-pondok pesantren yang bersedia mengikuti program ini, yang nanti kemudian dengan standarisasi yang sama dilakukan ujian dan evaluasi secara nasional.

Hingga kemudian, lanjut Menag, diniyah kita yang selama ini lulusannya sulit melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi itu, kemudian disamakan keberadaannya dengan madrasah-madrasah lain dan lulusannya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Bedanya pendidikan diniyah formal dengan madrasah, kalau madrasah formalnya ada di madrasah, sementara pendidikan diniyah formal proses belajarnya tetap dilakukan di pontren. Ini salah satu wujud tanggung jawab pemerintah ? terhadap keberadaan pontren kita,” ujar Menag.?

Dikatakan Menag, mengapa negara perlu bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pontren, menurutnya karena kita sadar betul bahwa dalam konteks keindonesiaan, keberadaan pontren ada jauh sebelum merdeka, pontren hakekatnya adalah lembaga pendidikan khas Indonesia.?

Ini cara pendahulu dan guru-guru kita, begitu arifnya mereka dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam masuk ke wilayah nusantara ini. Pontren sesungguhnya adalah pola pendidikan yang sebelum Islam masuk ke nusantara itu sudah dikenal oleh masyarakat nusantara. Bagaimana sejumlah santri berkumpul, lalu mencari seorang guru, lalu guru yang diangkat karena memiliki keahlian itu kemudian ditimba ilmunya.?

Menurutnya, itulah corak pendidikan sejak ratusan tahun lalu, oleh para pendahulu kita pola tersebut tidak dirubah, yang dirubah adalah materi atau muatannya. Hingga kemudian pontren merupakan corak khas pendidikan di Indonesia dalam kaitannya dengan lembaga pendidikan keagamaan Islam.?

“Ini yang menyebabkan Islam di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri,” kata Menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Sejarah, Pertandingan Ulama Salaf Online

Senin, 22 Januari 2018

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan

Malang, Ulama Salaf Online. Bulan Ramadhan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini IPNU-IPPNU Anak Cabang Blimbing Kota Malang mengadakan acara Safari Ramadhan Penuh Hikmah 2013 Bareng IPNU IPPNU Ancab Blimbing. 

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbing Gelar Safari Ramadhan

Acara yang berlangsung setiap akhir pekan di bulan Ramadhan 1434 H ini dilaksanakan di halaman Masjid Sabilillah.

Dibuka dengan penampilan grup sholawat IPNU-IPPNU Komisariat SMKN 5 Malang, hari Sabtu,13 Juli 2013 bada Ashar, suasana di halaman Masjid Sabilillah kian ramai. Acara berlangsung hingga pukul 17.00, dilanjutkan dengan pengajian sebelum berbuka puasa dan pembagian takjil.

Ulama Salaf Online

Pada hari Ahad, diadakan ajang kreasi patrol yang diikuti oleh grup patrol dari wilayah Kecamatan Blimbing. "Alhamdulillah acara berlangsung cukup meriah, walaupun sempat diguyur hujan yang semakin menambah suasana menjadi lebih berkesan,” ungkap Maziatul Hikmah, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Ulama Salaf Online

Tampil sebagai pemenang adalah grup Kicauan Kuda dari Kelurahan Polowijen yang menampilkan patrol dengan iringan musik kontemporer ala remaja Polowijen.

Tampil sebagai juri adalah M Afifudin dari Lesbumi kota Malang serta Hisbullah Huda perwakilan dari media.

"Acara seperti ini harus bisa dikemas semakin menarik supaya tidak hancur oleh jaman dan semoga tahun depan IPNU-IPPNU bisa mengadakan kegiatan yang tak kalah menarik lagi,” ungkap rekan yang lebih akrab dipanggil Mas Hisa yang juga pernah menjadi presenter di salah satu televisi lokal tersebut.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Uswatun Hasanah, Elfy Rahmanita

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Pertandingan, Nasional Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak

Kudus, Ulama Salaf Online. Untuk kesekian kalinya, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan aksi kepeduliannya pada kaum dhuafa. Jumat pagi (26/9) kemarin, pengurus dan relawan LAZISNU membagikan nasi bungkus untuk para tukang becak.

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak

Setiap tukagn Becak yang berada di sepanjang jalan, mulai kantor NU Jalan Pramuka, Pasar Bitingan hingga Alun-alun Kudus mendapatkan satu nasi bungkus bersama minuman sebagai menu makan siang mereka. Pada kesempatan itu,  relawan juga membagikan brosur LAZISNU kepada masyarakat untuk memperkenalkan eksistensi lembaga yang mengurusi dan menyalurkan zakat, infak dan sedekah ini.

Ketua LAZISNU Kudus Syaroni Suyanto mengatakan, pemberian makan kaum dhuafa merupakan bentuk program kepedulian sosial yang akan dilaksanaka setiap hari Jumat. Pihaknya ingin berbagi kebahagiaan dan empati terhadap kehidupan kaum lemah ini.

Ulama Salaf Online

 

"Alhamdulillah,  LAZISNU sudah memperoleh mitra sebagai donatur tetap dalam merealisasikan program ini. Insyaallah rutin seminggu sekali," katanya kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

 

Untuk yang pertama kali ini, kata dia, pemberian makan difokuskan pada para tukang becak karena  mereka ini termasuk pekerja berat untuk mencari rezeki bagi keluarganya. Sebagai permulaan, LAZISNU baru  membagi 50 bungkus nasi dan minuman dahulu pada mereka.

 

"Walaupun kecil nilainya namun bisa mengurangi beban biaya makan siang mereka dan alhamdulillah para abang becak merasa sangat senang," ujar Syaroni.

 

Ditambahkan, saat ini LAZISNU masih mencari formula teknis pelaksanaan program sehingga ke depan bisa bertambah baik dari sisi pelayanan dan jumlahnya. "Dalam pengembangannya nanti, kita akan berusaha tidak hanya abang becak , tapi semua kaum dhuafa di pelosok ranting pedesaan juga bisa tersentuh merasakan program LAZISNU berbagi ini," pungkasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, AlaSantri Ulama Salaf Online

Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya

Makassar, Ulama Salaf Online 

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai mengingatkan kepada peserta Pelatihan Penggerak Masjid tentang keberadaan masjid-masjid yang berkultur Nahdlatul Ulama yang sudah mulai dikuasai oleh kelompok-kelompok lain.

Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Lindungi Masjid NU dengan Cara Memakmurkannya

Menurut Hasan, kelompok yang melakukan pengambilan masjid NU itu menggunakan strategi yang matang. Dari mulai menjadi tukang sapu masjid, tukang adzan, menjadi imam, sampai menjadi pengurus masjid. 

Demikian disampaikan Hasid Hasan Palogai saat memberikan sambutan pada acara Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Aula Masjid Syuro Kota Makassar yang diselenggarakan atas kerja sama Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senin (4/12). 

"Anehnya, masyarakat tidak mempersoalkan, ini karena bisa jadi pemahaman masyarakat (tidak mengerti)," katanya. 

Ulama Salaf Online

Oleh karena itu, ia berpesan kepada peserta yang mengikuti pelatihan agar lebih mengaktifkan dan menyemarakkan masjid untuk mencegah pengambilan masjid-masjid oleh kelompok-kelompok lain. 

Kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI" ini dibuka Ketua PCNU Kota Makassar Abdul Wahid Tahir didampingi Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Makassar KH Abdul Mutthalib, dan Bendahara PCNU Kota Makassar H Hasnawi Makkatutu. 

Adapun peserta yang mengikuti pelatihan di Kota Makassar ini berjumlah 100 orang  yang terdiri atas beberapa badan otonom NU seperti Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, PMII dan juga dari remaja masjid sekitar Kota Makassar. (Husni Sahal/Mahbib)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Pertandingan Ulama Salaf Online

Posko Tanggap Bencana NU Tahlilkan Mbah Sahal

Jepara, Ulama Salaf Online. Dalam rangka memperingati tujuh hari wafatnya KH Sahal Mahfudh, Posko Tanggap Bencana NU yang berada di Gedung NU Jepara melaksanakan tahlilan di aula lantai 1, Jalan Pemuda No.51, Kamis (30/1) malam.

Posko Tanggap Bencana NU Tahlilkan Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Posko Tanggap Bencana NU Tahlilkan Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Posko Tanggap Bencana NU Tahlilkan Mbah Sahal

Tahlilan untuk Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dipimpin Sholikhin JR, mantan komandan Banser Satkorcab Jepara. Hadir dalam kesempatan itu Ketua MWCNU Kecamatan Kota K Hamzah, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kota Harun Salim dan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kembang, Zainuddin.

Kegiatan yang juga dihadiri puluhan relawan tanggap bencana itu dipungkasi dengan makan dekem bersama. Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri yang diwakili Wakil Ketua, H Anas Arbaani sebagai warga NU dipaparkannya harus meneladani Mbah Sahal yang menurutnya sosok nan kharismatik.

Ulama Salaf Online

Selain tinggalan ahli fikihnya (Mbah Sahal, red) tersohor dengan pandangan “khittah” politiknya. Anas lantas menceritakan kisahnya saat sowan ke ndalemnya ke Kajen pra pendirian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa tahun lalu.

Ulama Salaf Online

Hasilnya, saat ia bersama Muhammadi Kosim, mantan ketua PCNU Jepara Mbah Sahal tidak setuju dengan pendirian partai tersebut, berbeda pandangan dengan KH Ilyas Ru’yat yang menyatakan setuju. “Itu yang menurut kami beliau sangat menjaga betul khittah NU,” jelasnya usai tahlilan.

Hal lain disampaikan H Hisyam Zamroni. Setelah wafatnya Mbah Sahal warga NU harus meneruskan perjuangan dan cita-citanya. Senada dengan Anas, Hisyam, Sekretaris Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Kabupaten Jepara juga menyatakan Mbah Sahal sangat memegang khittah NU.

Anas menambahkan cita-cita yang mesti diteruskan oleh warga NU yakni tahun 2026 sebagai high politics, politik tingkat tinggi. “Untuk menuju politik tingkat tinggi ini perlu kesiapan yang lama untuk menuju kemandirian dalam bidang organisasi, sosial dan ekonomi,” lanjut Anas Arbaani. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Pertandingan Ulama Salaf Online

Selasa, 09 Januari 2018

Kenduri Syafaat, Majelis Kumpulnya Pemuda

Jepara, Ulama Salaf Online. Majlis dzikir dan shalawat “Kenduri Syafaat” pesantren Nailun Najah desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 silam.



Kenduri Syafaat, Majelis Kumpulnya Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenduri Syafaat, Majelis Kumpulnya Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenduri Syafaat, Majelis Kumpulnya Pemuda

Majelis yang dilaksanakan selapan sekali pada malam Senin Kliwon diisi dengan membaca maulid dan ratib al-hadad. Kegiatan ini merupakan tempat berkumpulnya para pemuda.

Untuk jamaah mulanya dari pengurus maupun anggota PAC IPNU-IPPNU Kalinyamatan lambat laun merambah kepada pemuda secara umum. 

Ulama Salaf Online

“Awal mula jamaah dari PAC IPNU–IPPNU Kalinyamatan karena waktu itu kakak saya Gus Muhammad pernah menjadi ketua PAC IPNU. Kini, jamaah semakin menyebar tidak hanya dari kalangan IPNU-IPPNU saja,” terang Abdur Rohman mewakili Gus Muhammad selaku pengasuh. 

Dalam setiap majlis jelas Gus Maman sapaan akrbanya kegiatan hanya berisi ritual pembacaan maulid dan ratib. 

Ulama Salaf Online

“Untuk momen-momen tertentu semisal haul Maulana Jalaluddin Rumi 17 Desember kemarin kami mengundang pemain kecapi dari Blora. Momen lain kami juga pernah mengundang PC Lesbumi Jepara dan masih banyak lagi,” katanya saat ditemui di kediamannya, Ahad malam (20/1).

Kegiatan tersebut lanjut alumnus UIN Jogjakarta merupakan upaya untuk melanjutkan perjuangan ayahanda almarhum Kiai Suhaimi yang sempat vakum. “Sebagai anak-anak yang ditinggalkan abah kami perlu nguri-nguri pesantren yang pernah dirintis beliau,” imbuhnya. 

Gus Maman menambahkan majlis bertujuan untuk mewadahi pemuda berkumpul bareng. Bagi mereka yang enggan bertemu dengan sosok kiai sepuh melalui Kenduri Syafaat hal itu ditanggalkannya karena sama-sama masih muda. Melalui kegiatan selapanan tersebut Gus Maman merasa terbantu karena pesantrennya semakin syiar.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim   

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan Ulama Salaf Online

Senin, 01 Januari 2018

Para pengikut Saddam disingkirkan

Jakarta, NU.Online
Amerika ingin mencegah Partai Baath menjadi kekuatan yang teratur. Ribuan anggota partai Baath pimpinan Saddam Husein dilarang memegang jabatan di pemerintahan. Langkah ini akan memberantas Partai Baath, dengan menancapkan "sebuah pancang di jantungnya", seorang pejabat senior dari kantor pemerintah sipil baru Amerika di Irak mengatakan kepada wartawan.

Peraturan pemerintah dikeluarkan sehari setelah kepala pemerintahan baru, Paul Bremer, mengatakan bahwa pasukan koalisi yang menduduki Irak bertekad untuk membasmi partai mantan Presiden Saddam Hussein itu.

Pasukan Amerika di Irak juga telah melancarkan misi untuk menghentikan kekacauan, yang telah melanda negeri itu sejak rezim lama disingkirkan lima minggu yang lalu.

Pejabat dari Kantor Pembangunan Kembali dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika (ORHA) di Irak mengatakan, para mantan anggota partai Baath menyulut aksi kejahatan dan demonstrasi anti Amerika di Irak.

Perkembangan lainnya

- Kanselir Jerman Gerhard Schroeder menyatakan dukungannya terhadap usulan resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Irak.

- Amnesti Internasional menyelidiki tuduhan sejumlah tawanan perang Irak bahwa mereka disiksa oleh pasukan Amerika dan Inggris.

- Kerangka 45 orang dikeluarkan dari kuburan massal di Karbala, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Penjarah ditangkap

Amerika Serikat dituduh gagal mengembalikan ketenangan dan ketertiban sejak perang berakhir.
Ratusan penjarah ditangkap. Namun salah satu jendral senior Amerika di Baghdad, Mayjen Buford Blunt mengatakan, jumlah polisi militer di Baghdad akan bertambah dua kali lipat, menjadi sekitar 4000 di akhir bulan ini.

Pasukan Amerika meningkatkan operasi melawan penjarahan, menangkap sekitar 300 orang sejak hari Rabu, sebagian dilaporkan berusia 10 tahun.

Mayjen Blount mengatakan bahwa di masa depan para penjarah akan ditahan selama tiga minggu, bukan beberapa jam atau beberapa hari seperti sekarang.

Pasukan Amerika juga telah memasang berbagai poster dalam bahasa Arab di sekitar ibukota untuk memperingatkan para penjarah kerugian terhadap upaya pembangunan kembali akibat perbuatan mereka.

"Pilihannya ada di tangan anda, anda dapat membantu pembangunan kembali Irak dan membantu membangun Irak yang makmur, atau anda dapat menyebabkan generasi masa depan hidup dalam kemiskinan. Lakukanlah apa yang disarankan akal sehat anda," kata poster tersebut.

Blount mengatakan bahwa sekitar 90% masalah keamanan disebabkan oleh penjahat biasa, yang sebagian dibebaskan dari penjara oleh Saddam Hussein dalam amnesti massal tahun 2002.

Pembasmian massal

Larangan terhadap anggota Partai Baath bekerja untuk pemerintah itu akan berdampak pada antara 15,000 dan 30,000 pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat ORHA itu.

Sebuah proses penyaringan teratur akan dimulai hari Sabtu, termasuk wawancara dan pemeriksaan catatan resmi, katanya.

Sampai 2000 anggota Partai Baath senior masih bekerja sebagai pejabat tinggi di berbagai departemen Irak, tambahnya.

Ia mengakui bahwa pembasmian orang-orang Baath berarti akan ada inefisiensi dalam sektor publik untuk beberapa lama.(BBC/Cih)
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Pertandingan, RMI NU Ulama Salaf Online

Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para pengikut Saddam disingkirkan

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta

Jakarta, Ulama Salaf Online
Menyusul aksi warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) yang menuntut dibubarkannya FPI, MMI dan HTI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membantah dirinya telah diusir oleh ormas-ormas Islam radikal dalam acara Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta, Jawa Barat (23/5) lalu. Menurutnya, yang terjadi hanyalah kesalahpahaman saja.

"Siapa yang diusir, saya dari awal sudah bilang sama panitia bahwa saya tidak bisa mengikuti acara sampai habis. Begitu selesai berbicara dan tanya-jawab, saya langsung pulang. Bukan pengusiran," kata Gus Dur saat hadir dalam acara bincang-bincang di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (27/5)

Kesalahpahaman terjadi dalam acara yang digelar PC GP Ansor Purwakarta tersebut. Gus Dur dan beberapa anggota FPI saling tuding yang mengakibatkan penandatanganan prasasti kebersamaan yang sedianya dilakukan oleh para pemuka agama, pemerintah dan elemen masyarakat lainnya batal.

Akibatnya, Jumat (26/5) lalu sejumlah massa pendukung Gus Dur dari Garda Bangsa mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan FPI, mereka tidak menerima aksi pengusiran yang dilakukan terhadap mantan Presiden RI ke-4 tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani menyatakan bahwa tuntutan para pendukung Gus Dur tersebut tidak bisa dipenuhi. “FPI tidak bisa dibubarkan. Ada kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (26/5) lalu.

Firman menolak pernyataan bahwa polisi memberi angin segar bagi FPI sehingga dua organisasi tersebut bisa bertindak anarkis. "Kami memberikan angin segar kepada mereka yang berserikat secara baik," ujarnya.

Bahkan, kata Firman, polisi masih menahan 21 anggota FPI di Bekasi karena bertindak anarkis, walau ada sejumlah anggota FPI yang berunjukrasa meminta 21 anggota yang ditahan dibebaskan. Menurut Firman, mereka tidak akan dilepaskan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Warta, Santri, Pertandingan Ulama Salaf Online

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta

Selasa, 19 Desember 2017

Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah

Jakarta, Ulama Salaf Online

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin mengatakan, kelompok teroris sebenarnya menyandera Islam dan berusaha mengubah wajah Islam menjadi anarkis serta bernuansa terorisme. Hal ini sangat bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.

Mustasyar PBNU ini melanjutkan bahwa salahnya kelompok teroris terletak pada keinginan menyulap dan memaksakan manusia menjadi malaikat tanpa dosa dan kesalahan. Bid’ah itu adalah ingin membuat Islam melampaui Islam itu sendiri.

Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Nasaruddin Umar Sebut Cita-cita Teroris itu Bid’ah

“Apapun yang menghalalkan kekerasan dalam memajukan Islam, maka itu wajib ditolak,” tuturnya pada pertemuan para dai yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui mitra kerjanya Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Rabu (20/4), di Jakarta.

Ulama Salaf Online

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini, Sekretaris Utama BNPT RI Mayjend TNI R Gautama Wiranegara memaparkan bahwa yang bertanggung jawab dalam aksi terorisme adalah mereka yang memiliki paham radikal dalam menafsirkan agama. “Sudah 15 tahun kita menangani aksi terorisme, sampai sekarang belum juga selesai,” ujar jendral bintang dua ini.

Ulama Salaf Online

Peran TNI, tambahnya, tidak cukup untuk mencegah terorisme. Menurutnya, harus ada usaha saling bahu-membahu dalam penggulangan radikalisme dan terorisme. Para dai diharapkan dapat memberikan solusi dan kontribusi dalam penanggulangan terorisme, termasuk menekan isu SARA yang mungkin terjadi di Jakarta.

Firdaus Syam, pembicara lain, mengatakan bahwa dai adalah seseorang yang diharapkan untuk mencerdaskan umat, bukan memprovokasi mereka sehingga melahirkan kebencian. Baginya, dakwah harus menebarkan kasih sayang dan cinta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Pertandingan, Internasional Ulama Salaf Online

Minggu, 17 Desember 2017

Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya?

Surabaya, Ulama Salaf Online 

Direktur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) A. Ginanjar Syaban mengatakan, Hadratussyekh KH Hasyim Asyari mengaji tasawuf kepada Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Abdul Syakur. Jika Syekh Nawawi adalah guru besar Ulama Nusantara yang namanya sangat terkenal, lalu siapa Syekh Abdul Syakur?

Hal ini menjadi pembahasan dan tema menarik yang diungkap Ginanjar dan Zainul Milal Bizawi dalam kajian Turats Ulama Nusantara di Islam Nusantara Center (INC), Sabtu (5/8). 

Syekh Abdul Syakur adalah salah satu guru KH Hasyim Asyari dari Surabaya. Mbah Hasyim mengkhatamkan kitab "al-Hikam al-Athiyyah" dengan metode "sorogan". Serta mendapat ijazah dan sanad dari gurunya ini.

Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Guru Tasawuf Hadratussyekh KH Hasyim Asyari dari Surabaya?

"Karena itu Mbah Hasyim Asyari tidak populer sebagai ulama ahli tarekat. Bukannya tidak belajar tasawuf, tapi tasawuf yang diambil tasawuf akhlaqi," jelas penulis Mahakarya Islam Nusantara ini.

Bisa dilihat dalam pada naskah kitab Hikam milik KH Hasyim Asyari bahwa beliau mengaji pada bulan Ramadhan tahun 1318 Hijriah. 

Ulama Salaf Online

Dalam Kitab-kitab "Thabaqat" (Hagiography) ataupun "Asanid" (transmisi Intelektual) berbahasa Arab, menurut Ginanjar tidak ditemukan entri penjelasan Syekh Abdul Syakur Surabaya.

"Yang mengejutkan, informasi tentang Syekh Abdul Syakur Surabaya ada dalam sumber Barat, yaitu dalam catatan Snouck Hurgronje ketika berada di Makkah pada tahun 1885-1886," tandasnya.

Syekh Abdul Syakur punya jaringan yang sangat luas, aktivitas yang sangat padat, reputasi tinggi dengan para ulama yang mengajar di Mekkah. Rumah yang terletak di dekat masjidil Haram menjadi tujuan sowan orang-orang dari berbagai kalangan dan lapisan.

Catatan Mbah Hasyim dan Snock menjadi informasi pembuka tentang Syekh Abdul Syakur. "Pertanyaannya, kenapa nama Syekh Abdul Syakur terkubur, tidak seperti Syekh A. Khotib Minangkabau atau Syekh Mukhtar Bogor," kata Ginanjar.

"Mungkin karena karya-karya beliau belum ditemukan, atau tidak menulis. Tapi rasanya kemungkinan kecil kalau beliau tidak menulis. Karena mertuanya seorang ulama besar dan iparnya adalah pengarang Ianatut Thalibin. Sulit jika Syekh Abdul Syakur tidak memiliki kitab karangan", tambahnya.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Gus Milal mengatakan bahwa bisa jadi Syekh Abdul Syakur memakai nama lakob atau nama anaknya karena ketawadhuannya. Sehingga perlu dicari informasi detail. Termasuk wilayah tepatnya di Surabaya dimana ia berasal.

"Belum terlacak Surabayanya sebelah mana. Apakah Syekh Abdul Syakur berasal dari Sidoresmo Surabaya. Ini perlu dilemparkan kepada publik santri agar ikut mencari dan meneliti," ujar Milal.

Tugas para santri di sini adalah meneliti jejak langkah dan karya Syekh Abdul Syakur dan ulama Nusantara lainnya. (Damar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Santri, Pertandingan, Lomba Ulama Salaf Online

Minggu, 10 Desember 2017

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah

Cirebon, Ulama Salaf Online. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Cirebon menyatakan sepakat pada mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU yang bermuara pada supremasi syuriyah NU. Pilihannya jatuh pada penerapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai proses pemilihan Rais Aam PBNU oleh dewan kiai khos pada Muktamar ke-33 NU dan muktamar NU selanjutnya.

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah

"KBNU Cirebon mendukung penuh dan siaga berada di garda terdepan untuk mengawal penerapan AHWA sebagai sistem pemilihan kepemimpinan NU mendatang, dimulai dari Muktamar ke-33, 1-5 Agustus 2015 besok di Jombang," kata KH Marzuki Wahid, perwakilan NU Cirebon kepada sejumlah awak media di Kantor PCNU Kota Cirebon, Senin (8/6).

Persiapan Muktamar ke-33 NU yang direncanakan digelar di Jombang pada Agustus 2015 ini, sudah memasuki pembahasan mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mekanisme ini rencananya akan ditetapkan pada Musyawarah Nasional (Munas) NU pada 14-15 Juni 2015 di Jakarta.

Ulama Salaf Online

AHWA, menurut Marzuki, merupakan mekanisme pemilihan yang dipandang lebih layak untuk diterapkan dalam Muktamar NU. Hal ini dapat menghilangkan potensi politis dan saling olok antarpendukung tokoh yang dicalonkan.

"AHWA bagi kami adalah demokrasi ala NU, demokrasi nahdliyyah, atau musyawarah mubarakah yang telah lama dipraktikkan oleh para kiai dan nyai-nyai NU dalam setiap Muktamar jauh sebelum diterapkan pemilihan langsung model demokrasi liberal, yang berprinsip one man one vote," katanya.

Ulama Salaf Online

Sementara mengenai apakah mekanisme AHWA bisa mengurangi hak politik warga NU atau tidak, Kiai Marzuki menjawab bahwa hak politik warga NU bisa dilibatkan dalam penentuan para tokoh kiai yang akan dijadikan sebagai anggota AHWA.

"Sebab, siapa yang berhak untuk menjadi anggota AHWA ditentukan oleh warga dan pengurus NU sesuai dengan tingkat kepengurusannya," kata Marzuki.

Sebelumnya, banyak beredar kabar bahwa sekelompok warga NU menolak pemberlakuan AHWA karena dianggap sebagai kemunduran nilai demokratis. Namun di sisi lain, AHWA merupakan tradisi pemilihan pengurus NU yang pernah diterapkan orang-orang shaleh. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Pertandingan Ulama Salaf Online

Minggu, 03 Desember 2017

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan

Teheran, Ulama Salaf Online

Seorang pengemudi taksi di Kota Rasht, Iran Utara, telah mengisi mobilnya dengan buku untuk mendorong penumpangnya membaca di dalam taksinya, kata kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa (26/4).

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengemudi Taksi di Iran Ubah Mobilnya Jadi Perpustakaan

Sahel Filsoof, yang telah mengubah taksinya menjadi perpustakaan mobil, percaya orang dapat menyelesaikan banyak masalah mereka dengan membaca.

"Gagasan untuk mengisi taksi saya dengan buku muncul di benak saya sudah cukup lama," kata Filsoof kepada IRNA, sebagaimana dikutip Xinhua.?

Ia menambahkan, membaca buku bisa memberi asupan mental ke dalam diri masyarakat.

Taksinya berisi sebanyak 50 buku dengan bermacam topik, termasuk psikologi, anak-anak dan sejarah, dan kebanyakan penggemar taksinya adalah perempuan dan pemuda, kata Filsoof.

Ulama Salaf Online

Menurut pengemudi taksi tersebut, ia meminta wewenang dari pengelola perpustakaan umum di seluruh Provinsi Gilan di Iran Utara untuk mendukung tindakannya dan ia diberi sejumlah buku untuk menambah kualitas perpustakaan bergeraknya.

Ulama Salaf Online

"Ketika saya ada penumpang saya yang meminta buku untuk dibaca, saya baru menyadari bahwa saya melakukan pekerjaan yang baik," kata Filsoof. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Hadits, Pertandingan Ulama Salaf Online

Kamis, 30 November 2017

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

Bojonegoro, Ulama Salaf Online. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Gayam Bojonegoro meluncurkan forum dialog bertajuk Obrolan Bareng Ansor (Obor) dan Buletin Irodah. Dua kegiatan ini diresmikan langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Gayam, Sabtu (5/9) kemarin.

Ketua PAC GP Ansor Gayam, Nur Chamid mengatakan, dialog Obor akan diadakan setiap satu bulan sekali, tema yang diangkat nantinya akan? berbeda-beda setiap bulanya.

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Luncurkan “Obor” dan Media Dakwah “Irodah”

"Temanya nanti kita bedakan menjadi tiga, pertama tentang problematika ke NU-an, Kedua tentang wirausaha dan ketiga soal keilmuwan multidisiplin," paparnya.

Ulama Salaf Online

Harapanya, kegiatan tersebut dapat memberikan peningkatan wawasan dan manfaat bagi para pemuda setempat. Selain itu, ia berharap nantinya lewat kegiatan itu akan muncul pula wirausahawan dari kalangan pemuda Ansor.

"Kedepanya. Akan ada banyak diskusi dengan tema - tema yang menarik dan kontekstual," lanjutnya.

Ulama Salaf Online

Disisi lain,? adanya pembuatan Buletin Irodah diharapkan akan menjadi media syiar pemuda Ansor Gayam. "Termasuk memuat hasil Kajian Obor, profil tokoh islam lokal serta berisi konten dakwah lainya," tandasnya.

Sementara itu, Rois syuriyah MWCNU Gayam, Solikhin Shohih menyampaikan apresiasinnya terhadap kajian dan buletin tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut? bisa menjadi forum yang mencetak kader - kader potensial.

"Kegiatan ini akan menjadi Laboratorium Sosial di Ansor Gayam, semoga bermanfaat untuk masyarakat luas," harap kyai yang juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren alm KH Sahal Mahfudh ini. (M. Yazid/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Pertandingan, Aswaja Ulama Salaf Online

Selasa, 28 November 2017

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU

Demak, Ulama Salaf Online. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren merupakan lembaga tertua yang dimiliki Nahdlatul Ulama, ia sebagai pencetak kader bangsa dan merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan ilmu agama sejak zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka seperti sekarang,?

“Pesantren itu lembaga paling tua dalam pencetak kader akhlaq anak bangsa mulai merebut kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan.”?

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib PBNU: Indonesia Untung Punya Pesantren dan NU

Demikian disampaiakan Katib Syuriyah PBNU KH Muhammad Musthofa Aqil dari Kempek Cirebon Jawa Barat pada acara haflah khotmil Qur’an dan haul akbar KH Raden Muhammad bin Syech Mafduz At - Tarmasie di pesantren Busytanu Usyaqil Qur’an Betengan Demak Jl.Sunan Kalijaga no.35 Betengan Demak 59511, Sabtu (13/4).

Ulama Salaf Online

Pengasuh pesantren Al-Gadzier Kempek Cirebon tersebut lebih lanjut menandaskan bangsa Indonesia sudah sewajarnya berterima kasih dengan pesantren dan pengelola yang masih mempertahankan sistem pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah yang selalu berpedoman dengan Al Qur’an, sunnah Rasul serta salah satu imam empat sebagai acuan beraqidah sebagai pedoman orang orang NU

Ulama Salaf Online

“Bangsa Indonesia dan umat muslim secara keseluruhan harus bersyukur masih ada pesantren masih ada Alqur’an masih ada NU,” tandas kiai Musthofa Aqil.

Pesantren dan NU merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan sejak berdirinya lembaga ini dan munculnya organisasi Aswaja tersebut dan jikalau ditengok dengan lahirnya para syuhada atau pejuang kemerdekaan banyak lahir dari pesantren di seluruh tanah air

“Kalau tidak ada pesantren dan NU maka rusak tatanan hidup bangsa ini, bahkan mungkin Indonesia belum merdeka,” tambahnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, Sunnah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Kamis, 16 November 2017

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Pengurus harian Pimpinan Cabang Muslimat NU kota Probolinggo menggelar ta’arruf dan orientasi pengurus baru periode 2015-2020 di aula Kantor PCNU Probolinggo, Kedopok, Probolinggo, Sabtu (30/5). Pertemuan 43 pengurus baru ini diadakan untuk memaksimalkan peran dan fungsi program kerja ke depan.

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

“Ta’aruf dan orientasi pengurus baru Muslimat NU ini digelar dengan maksud perkenalan antara pengurus baru Muslimat NU dan pengurus harian PCNU Kota Probolinggo,” kata Wakil Sekretaris Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi.

Dengan silaturahmi ini, koordinasi antara pengurus NU dan Banomnya dapat membangun kesinkronan program kerja.

Ulama Salaf Online

Menurut Musyarofah, kegiatan ini digelar supaya para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo bisa memahami tugas dan perannya. Dengan demikian, setiap pengurus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

“Melalui kegiatan ini para pengurus semakin jelas akan tugas dan kewajibannya. Selain itu para pengurus baru akan semakin lebih semangat lagi dan eksis di Muslimat NU Kota Probolinggo,” harapnya.

Ulama Salaf Online

Dalam acara ini para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo mendapatkan materi pemantapan organisasi dari beberapa narasumber yang berasal dari PCNU Kota Probolinggo.

Penyampaian peran dan fungsi pengurus diisi oleh Abdul Halim. Sementara materi keorganisasian disampaikan oleh Misbahul Munir. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Nasional, Pertandingan Ulama Salaf Online

Senin, 13 November 2017

Pengurus NU Harus Ikhlas

Cirebon, Ulama Salaf Online. Para pengurus NU harus berjuang membesarkan jam’iyyah yang didirikan 1926 tersebut, dengan ikhlas seperti para pendahulu dan kiai-kiai di pesantren. 

Pengurus NU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Ikhlas

Menurut KH Ja’far Aqil Siroj, supaya NU lebih terasa di masyarakat, pengurus NU harus banyak berbuat untuk kepentingan mereka. Disamping itu, yang terpenting didasari keikhlasan.

“Yang pertama kita harus banyak berbuat, dan yang utama adalah ikhlas. Tulus!” tegasnya di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Cirebon, 14-17 September lalu.  

Ulama Salaf Online

Kiai kelahiran 1951 tersebut kemudian bercerita perjuangan ayahnya dalam mengajarkan agama. 

Ulama Salaf Online

“Kiai Aqil itu kalau mengisi pengajian, pulangnya saya tahu sendiri paling dapat ubi, sampeu (singkong) atau boled, nggak pernah minta,” ujarnya.

Dengan sikap seperti itu, sambung Kiai Ja’far, akan membekas di hati masyarakat. 

“Kalau sekarang, mubaligh itu saya akan datang, kumpulkan sepuluh ribu umat. Ini, ini. Jadi kayak tontonan. Pulang nggak ada bekasnya.” 

Jadi, NU itu harus dibawa dengan ikhlas. “Insyaallah kalau ikhlas akan berkah,” ujarnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Habib, News, Pertandingan Ulama Salaf Online

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Jakarta, Ulama Salaf Online

Para pemuka agama Kristen menyatakan penyesalannya atas penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang terjadi di Batu Malang. Aksi pelecehan tersebut disebarkan dalam sebuah VCD yang kini mulai beredar di Batu dan sekitarnya.

Dalam pernyataan lembaga geraja tingkat nasional terhadap isu SARA di Malang. Para pimpinan geraja menyatakan penyesalannya sehubungan terjadinya peristiwa di Batu-Malang yang benuansa SARA, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak sejalan dengan semangat kerukunan antar umat beragama yang kini sedang dibangun dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia.

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Selanjutnya pimpinan geraja-geraja di Indonesia menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Batu-Malang tidak berada dalam koordinasi pimpinan gereja-geraja di Indonesia.

Pimpinan gereja-geraja di Indonesia mengharapkan agar peristiwa tersebut tidak mencederai hubungan antara umat beragama di Indonesia dalam upaya bersama untuk memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa, dan meminta pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat, secara hukum.

Peryataan tersebut diungkapkan dalam kunjungan para pemuka geraja ke PBNU dan ditandatangani oleh Ketua Umum Persatuan Gereja-Geraja Indonesia Pdt. Dr. AA. Yewangoe, Wakil Sekum Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia Pdt. Ing Dahlan Setiawan dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia Pdt. Suhandoko Wirhaspati, Kamis, 5 April 2005.

Ulama Salaf Online

Baik fihak geraja maupun PBNU berharap agar masalah tersebut tidak berubah menjadi masalah nasional. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah meminta fihak keamanan di Malang dan NU di Batu untuk menganbil tindakan antisipasi agar masalah ini tidak membesar.

“Kami takut masalah ini menjadi besar karena saat ini informasi bisa menyebar dengan cepat,” tutur Yewangoe.

Ditambahkannya bahwa tindakan sekelompok orang radikal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. “Untuk menunjukkan keluhuran agama, tidak boleh dengan melecehkan agama lain. Untuk menegangi tidak dengan mematikan lilin orang lain,” tuturnya.

Ulama Salaf Online

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi. “Pemeluk agama yang sholeh tidak akan merusak agama lainnya. Karena itu, pembuat provokasi ini harus ditindak,” paparnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut menuturkan jika dua kelompok agama yang radikal bertemu, mereka bisa menimbulkan pertentangan dan anarkisme yang akan mendorong umat pada tindakan kekerasan. “Karena itu polisi harus bertindak agar kesalahan ini tidak ditimpakan pada umat,” tandasnya.

World Conference on Religion and Peace tersebut meminta agar masing-masing agama bisa menakan terjadinya radikalisme dimasing-masing agama. Ia juga meminta agar dakwah dilakukan dengan memperhatikan budaya yang Indonesiawi.

“Jangan sampai kalau umat Islam ada masalah, lapornya ke Arab Saudi, demikian juga kalau Kristen ada masalah, lapornya ke Amerika. Nanti situasinya malah semakin ruwet,” katanya.

Karena itu proses dialog antar para pemimpin agama dan saling menjaga kerukunan menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik SARA di Indonesia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock