Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian

Lombok Tengah, Ulama Salaf Online. Ekspedisi Islam Nusantara yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh tiba di pulau Lombok pada Ahad (5/6). Mereka disambut Wakil Bupati dan pengurus NU di Desa Lendang Simbe, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian

Mereka disambut dengan iringan gendang baleq. Kemudian satu per satu tim Ekspedisi Islam Nusantara dikalungi songket khas Sasak.

Menurut salah seorang tokoh kesenian Sasak, Lalu Putria, gendang beleq pada mulanya adalah kesenian penyemangat kepada prajurit perang di kerajaan Sasak di masa lampau.

Ulama Salaf Online

“Di era kekinian gendang beleq dijadikan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan yang hadir di bumi Sasak ini,” katanya.

Ulama Salaf Online

Setelah disambut, kemudian Ekspedisi Islam Nusantara disuguhi penampilan pria-pria pemberani sasak, melalui presean. Menurut Lalu, presean adalah olahraga kedigjayaan pria Sasak untuk memilih prajurit tangguh pada era kerajaan.

“Saat ini olahraga tersebut untuk menunjukkan sebagai sifat kekesatriaan para lelaki Sasak,” lanjutnya.

Kemudian tim Ekspedisi Islam Nusantara berpindah tempat ke Pondok Pesantren Nurul Qur’an. Mereka berjalan kaki sekitar 300 meter sambil tetap diiringi gendang beleq.

Di pesantren tersebut lagi-lagi disambut kesenian, yaitu marawis dari santri putra dan putri serta tarian rudat.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat TGH Ahmad Tqiyuddin Mansur, Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah TGH Ma’ruf Ma’mun, putra TGH Faisal yaitu TGH Habib Rahman, dan para tuan guru lain, serta ratusan masyarakat di sekitar pesantren. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Quote, Hadits Ulama Salaf Online

Rabu, 21 Februari 2018

Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Setiap pengguna media sosial atau Medsos harus ekstra hati-hati. Disarankan menghindari hal yang akan menjadi masalah, apalagi gesekan sesama warga NU. Justru keberadaannya bisa dijadikan sarana untuk menambah ilmu dan berbagi kebaikan.

Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Khozin: Jangan Ciptakan Gesekan di Media Sosial

"Jadikanlah Medsos sebagai sarana ngaji, baik fikih, dalil amaliyah dan sejenisnya," kata Kiai Maruf Khozin, Ahad (13/8).

Pandangan ini disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Ngaji Medsos; Media Dakwah Santri di Era Cyber yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Siwalanpanji, Buduran.?

Menurut Kiai Maruf, saat berinteraksi di dunia maya seperti Medos, maka disarankan untuk menjaga etika. "Apalagi pernah nyantri, maka harus menjaga etika seperti halnya saat di pesantren," pesan alumni Pondok Pesantren Ploso Kediri tersebut.

Sikap ala pesantren juga akan tercermin ketika mengomentari ataupun status yang dimunculkan di Medsos. Apalagi para santri dan alumni tidak bisa dipisahkan dari Nahdlatul Ulama. "Tidak boleh mengomentari masalah yang menimbulkan gesekan di antara sesama NU," kata salah seorang anggota dewan pakar PW Aswaja NU Center Jatim ini.?

Ulama Salaf Online

Etika dan sikap ekstra hati-hati tersebut juga hendaknya menjadi ciri khas dari para santri, khususnya mereka yang tengah maupun sudah selesai menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. "Karena KH Nurul Huda Jazuli ? ada di jajaran Syuriah PBNU. Apalagi para masyayikh Pesantren Ploso sangat baik dengan siapapun," pesannya.

Setidaknya ada seratus peserta yang mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam tersebut. Mereka terhimpun dalam Forum Komunikasi Putra Delta PP Al-Falah Ploso Mojo Kediri di Sidoarjo. Bahkan ada peserta dari Pondok Pesantren Langitan Tuban dan sejumlah pesantren lain dari berbagai kota di Jawa Timur.?

Sejumlah narasumber dihadirkan yakni Hakim Jayli dan Sururi Arumbani dari TV9, tim pemateri dari PW Lembaga Talif wan Nasyr NU Jatim, Ulama Salaf Online dan Majalah Aula. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, IMNU Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain

Jakarta, Ulama Salaf Online. Untuk kesekian kalinya organisasi intoleran yang menamakan diri ANNAS (Aliansi Nasional Anti-Syiah) mencatut nama Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari gerakan mereka. Kali ini terjadi menjelang acara pelantikan pengurus ANNAS Bogor Raya.

Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor baru-baru ini menerima selebaran acara pengukuhan itu. Di dalamnya tertulis acara meliputi “Materi Ilmiyyah” yang berisi diskusi “Syiah Bukan Islam”, “Bahaya Syiah terhadap NKRI”, dan “Bahaya Syiah terhadap Umat Islam”.

Selebaran tersebut memasang logo resmi NU dan ormas-ormas lain seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, Hidayatullah, MUI, Persis, Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Forum Umat Islam, Majelis Az Zikra, dan lainnya. Di kertas itu juga terpampang foto Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Ketua Dewan Syuro ANNAS Bogor Didin Hafiduddin sebagai pembicara kunci.

Ulama Salaf Online

Ketua PCNU Bogor Ifan Haryanto mengatakan sangat keberatan dengan aksi pencantuman logo NU itu. “Jika organisasi tersebut tidak merevisi undangan yang mencatut logo NU itu, PCNU Kota Bogor mempertimbangkan untuk melaporkan organisasi tersebut ke pihak yang berwajib,” katanya kepada Ulama Salaf Online, Kamis (19/11) malam.

Ulama Salaf Online

Berdasarkan selebaran itu, acara pelantikan digelar Ahad, 22 November 2015, pukul 08.00 sampai dengan 11.30 WIB, di Aula KONI Kota Bogor, Jalan Pemuda No. 4, GOR Padjajaran Bogor, Jawa Barat. Narasumber pada “Materi Ilmiyyah” antara lain KH. Khaerul Yunus (Penasihat MUI Bogor dan Ketua Dewan Pakar ANNAS), Dr. H. Abdul Chair Ramadhan SH, MH (Komisi Hukum MUI Pusat dan Ketua Litbang MIUMI), dan KH. M. Rizal Fadhilah, SH (Dewan Pakar ANNAS Pusat).

Dalam kegiatannya di berbagai daerah ANNAS kerap mencatut NU secara organisasi terlibat dalam sejumlah aksi intoleransi. Dalam aksi deklarasi anti Syiah di Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan pada Maret 2015 lalu, organisasi yang diketuai tokoh Wahabi KH Athian Ali Dai ini juga melakukan hal yang sama. PCNU setempat menegaskan menolak kegiatan tersebut.

Sebagai ormas berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, dalam berbagai forum, NU berulang kali menyatakan tak sepaham dengan Syiah. Hanya saja, perbedaan pendapat tersebut tak mesti diekspresikan dengan jalan memusuhi. (Mahbib)

Sabtu, 03 Februari 2018

Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian

Rembang, Ulama Salaf Online. Hari lahir (Harlah) ke-61 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Harlah ke-60 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) terus diperingati di berbagai daerah. Pimpinan Ranting IPNNU-IPPNU Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, meramaikan momen tahunan ini dengan beragam agenda.

Penyelenggaraan karnaval jalan santai sukses digelar pada Kamis (26/2) siang, disambung malamnya dengan acara pengajian serta santunan anak yatim. Sebelumnya, organisasi pelajar NU ini juga mengadakan Bazar Sembako Murah pada 22-23 Februari 2015.

Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah dengan Sembako Murah, Karnaval, hingga Pengajian

Karnaval yang dimulai dari perempatan Desa Kumbo menuju Dukuh Bamban itu berhasil menarik ribuan massa untuk mengikuti acara tersebut. Prosesi pembukaan dibuka secara resmi oleh Jatmiko, mewakili Camat Kecamatan Sedan.

Ulama Salaf Online

Dalam acara karnaval itu panitia juga menampilkan beberapa hiburan, di antaranya Orkes, Stand Up Comedy, serta hadiah menarik bagi peserta. Acara yang berpusat di Dukuh Bamban, Desa Kumbo, itu turut didukung beberapa perusahaan dan lembaga sosial, di antaranya PT Semen Indonesia, PT Wings, serta Yayasan Bina Dhuafa Rembang.

Ulama Salaf Online

M Aan Ainun Najib, Ketua PR IPNU Kumbo mengatakan, acara pengajian serta santunan anak yatim menjadi puncak acara. Dalam kesempatan itu, pihak panitia mengundang puluhan anak yatim dan dihadiri KH Ubaidillah Musthofa dari Kota Pati sebagai pembicara.

"Alhamdulillah acara jalan santai cukup sukses, terbukti dengan banyaknya massa yang mengikuti acara tersebut. Mulai dari seluruh perwakilan jenjang pendidikan yang ada di Desa Kumbo dan sekitarnya juga turut hadir perwakilan dari Anak Cabang dan Cabang (IPNU-IPPNU) Kabupaten Rembang," ungkap Aan yang merangkap sebagai ketua panitia pelaksana. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online IMNU, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Dua Pilar Utama dalam Beragama

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pilar Utama dalam Beragama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali atau yang kita kenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa agama itu mengandung dua hal pokok, yakni meninggalkan maksiat dan berbuat ketaatan. Semua hal yang dilarang Allah adalah maksiat. Sedangkan melaksanakan ketaatan berarti mematuhi perintah-perintah-Nya.

Ulama Salaf Online

Demikianlah, perintah dan larangan, maksiat dan taat, merupakan dua unsur beragama yang bertolak belakang. Dua-duanya menjadi bagian mutlak dalam menjalani kehidupan beragama. Terkait dua hal itu, Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa meninggalkan maksiat lebih berat ketimbang berbuat taat. Kata beliau dalam kitab Bidâyatul Hidâyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Meninggalkan maksiat itu amat berat. Setiap orang masih sanggup melakukan ketaatan. Tapi berpaling dari syahwat (hawa nafsu) hanya mampu dilakukan oleh orang-orang shiddîqûn (yang benar-benar beriman).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Meninggalkan larangan lebih berat daripada melaksanakan perintah karena kecenderungan sifat manusia yang ingin bebas tanpa ada yang membatasi. Inginnya, semua hal yang dikehendaki terwujud; seluruh yang membuatnya penasaran bisa terungkap. Nah, sementara larangan menjadi musuh itu semua dan karenanya menjadi sangat berat.

Kita semua mungkin saja masih bisa melaksanakan perintah shalat jum’at, puasa, zakat, dan seabrek ibadah lainnya. Namun, berapa banyak dari kita yang sanggup meninggalkan maksiat godaan hawa nafsu yang ditimbulkan setelah berbuat ketaatan tersebut? Shalat dan puasa itu bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah shalat dan puasa tetapi tetap tidak merasa lebih suci dan lebih baik dari orang lain yang tidak melaksanakan shalat dan puasa. Sedekah dan menolong orang lain bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah sedekah dan menolong orang lain tetapi tidak mengharap imbalan dan pujian apa pun dari siapa pun.

Hal ini juga membuktikan bahwa taat dan maksiat memang bertolak belakang, namun keduanya bukan berarti tak bisa bercampur. Seorang hamba di satu masa bisa sangat rajin ibadah tapi di saat bersamaan menumpuk maksiat dan melenyapkan pahala ibadah tersebut karena melanggar rambu-rambu penyakit hati, seperti ‘ujub (bangga diri), riya’ (pamer), dan lainnya. Itulah mengapa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Al-muhâjiru man hajaras sû’a wal mujâhidu man jâhada hawâhu (orang yang berhijrah adalah rang pindah dari keburukan, sementara orang yang berjihad adalah orang berperang dengan hawa nafsunya sendiri).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Seluruh anggota badan manusia adalah titipan atau amanat. Ia tak hanya harus disyukuri tapi juga wajib dipelihara agar tak melenceng dari fungsi maslahatnya. Berbuat maksiat, kata Imam Al-Ghazali, masuk kategori pengkhianatan terhadap titipan Tuhan. Selain itu, sikap tersebut juga cerminan dari ketaksanggupan seseorang dalam menjalankan fungsi kepemimpinan terhadap dirinya sendiri. Padahal Rasulullah mengingatkan:

? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya ini.”

Memimpin tak selalu identik dengan kekuasaan politik atau jabatan publik. Memimpin juga bisa terjadi dalam sekup yang paling kecil, seperti komunitas, keluarga, hingga diri sendiri. Sering kali memimpin diri sendiri lebih susah ketimbang memimpin orang lain. Adakah musuh dan halangan paling berat ketimbang diri sendiri?

Demikian, semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang sanggup melaksanakan perintah tapi juga meninggalkan larangan dengan sepenuh hati. Menjadi pribadi yang taat dan jauh dari maksiat (baik jasmani maupun ruhani) yang berlandaskan kesadaran penuh ketuhanan.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi LuhurDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Anti Hoax, Habib Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

Sumenep, Ulama Salaf Online. Sejumlah aktivis karang taruna di kawasan ini memanfaatkan kantor balai desa dengan kegiatan keagamaan. Yang dilakukan awal adalah dengan mentradisikan tahlilan, doa bersama, serta tentu saja silaturahim. 

Balai desa dimaksud adalah di daerah Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih Sumenep Jawa Timur. Tampak sejumlah pegiat karang taruna menjadikan kantor setempat sebagai sarana koordinasi yang diisi dengan kegiatan keagamaan.

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

"Awalnya memang ada agenda mingguan ke rumah anggota, namun itu berlangsung sebelum balai desa ada,” kata Hanafi, Rabu (4/1). 

Penggerak Karang Taruna Batuputih Kenek ini memandang bahwa keberadaan balai desa sangat penting bila diisi dengan aneka kegiatan. Karenanya, dengan berbagai pertimbangan diputuskan bahwa setiap kegiatan rapat dan lainnya diselenggarakan di kantor desa, lanjutnya.

Apalagi selama ini banyak anggapan bahwa kantor tersebut diperuntukkan hanya bagi para aparatur desa. “Dan hal tersebut akhirnya dapat ditepis oleh para pegiat karang taruna,” jelasnya. 

Ulama Salaf Online

Pada setiap pertemuan, para pemuda melakukan mengawali pertemuan dengan tahlilan dan doa bersama yang dilanjut musyawarah. “Kebiasaan ini dilakukan atas dasar kesadaran bersama akan peran sebagai pemuda serta mengamalkan ajaran guru ngaji tentang pentingnya silaturahim, tahlilan, dan doa bersama untuk mereka yang telah berjasa,” ungkap Hanafi.

Ulama Salaf Online

Sedangkan tokoh setempat, yakni Abdul Karim menginginkan selain ngaji dan tahlilan hendaknya kegiatan diisi dengan hal produktif. “Misalnya dengan ada tabungan serta simpan pinjam yang diperuntuhkan anggota,” kata Kepala Desa Banyuputih Kenek ini. Hal tersebut ditujukan agar ada perekat lain, sehingga para anggota dapat bertemu dan menyadarai tanggung jawabnya. 

"Hendaknya mulai dipikirkan pentingnya menyelenggarakan kegiatan simpan pinjam bagi pengurus dan anggota,” ucap Bapak Karim. 

Tanggapan positif disampaikan salah seorang pengurus, Afif. Diharapkan selanjutnya akan terjalin ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah antar aktivis dan pemuda setempat. “Inilah cara kita mengabdi kepada desa dengan merawat tradisi sebagai orang NU. Pada saat yang sama, seluruh program karang taruna dapat berjalan sesuai rencana,”pungkasnya. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Tegal, Halaqoh Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Jepara, Ulama Salaf Online. Masih dalam suasana bulan Syawal, selain dimanfaatkan untuk melaksanakan halal bihalal saling maaf memaafkan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Fathan Subchi memanfaatkan hari kemenangan dengan melakukan dialog interaktif dengan warga NU Jepara yang berlangsung di aula Gedung Haji/ IPHI, Jalan MT Haryono Kompleks Islamic Center, Jepara, Kamis (30/7).

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Kegiatan yang diikuti ratusan orang ini melibatkan perwakilan MWCNU, Badan Otonom NU serta tamu undangan dari unsur lain. Juga dihadiri perwakilan dari Pemkab Jepara.

Dalam paparannya, Fathan menyampaikan dalam kurun waktu 10 bulan masyarakat boleh kecewa dan merasa belum puas dengan kinerja DPR tetapi pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu menjelang 1 tahun ini pihaknya melakukan reses selama 5 kali. Reses adalah turun ke rakyat mendengar dan mendengar aspirasi rakyat.?

Ulama Salaf Online

Pada periode 2014-2019 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi sosial, agama dan pemberdayaan perempuan. Misalnya perihal haji, pihaknya meminta Kemenag untuk melakukan reformasi. Karena sebagaimana hasil studi banding di Turki di sana penyelenggaraan haji dikelola 2 badan pemerintah menangani 80 % dan swasta 20 %.?

Ulama Salaf Online

“Di sana ada juga badan pengelola keuangan haji,” lanjutnya.

Karena itu RUU Haji perlu dirumuskan kembali oleh DPR. RUU lain yang ia tangani ialah Disabilitas atau penanganan orang cacat.

Masih di komisinya Wakil Ketua PP Lazisnu juga memperjuangkan keberadaan dana bagi pesantren dan madrasah. Menurutnya dana senilai 20-25 trilyun layak untuk pengembangan pesantren dan madrasah agar pendidikan agama menjadi semakin bagus.

Ia menegaskan tidak boleh ada dikotomi sekolah dan madrasah sehingga 20% anggaran untuk agama. Sebab dengan agama moral bangsa menjadi lebih baik. Agar lebih baik perlu ditopang dengan sumber pendanaan yang mencukupi. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Pendidikan, Warta Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo

Probolinggo, Ulama Salaf Online. Ketua Dewan Penasihat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari akhirnya secara resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur H Soekarwo sebagai Bupati Probolinggo periode 2013-2018, Rabu (20/2) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Bersama Wakil Bupatinya HA Timbul Prihanjoko, istri mantan Bupati Probolinggo sebelumnya H Hasan Aminuddin ini dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Tentang Pengangkatan dan Pengesahan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo.

Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat Muslimat NU Dilantik Sebagai Bupati Probolinggo

Hj Puput Tantriana Sari terpilih sebagai Bupati Probolinggo setelah dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Probolinggo yang dihelat 8 November 2012 lalu meraih suara terbanyak dibandingkan dengan dua pasangan lainnya.

Kemudian berdasarkan rekapitulasi suara Pemilukada Kabupaten Probolinggo dalam rapat pleno KPU Kabupaten Probolinggo, Tantri-Timbul dinyatakan sebagai pemenang.

Ulama Salaf Online

Tidak hanya itu, kemenangan Tantri semakin dikuatkan oleh Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI yang menolak gugatan dua pasangan calon lainnya. Yaitu, Salim Qurays-Agus Setiawan (Bagus) dan H Kusnadi-H Wahid Nurrahman (Kawan).

Pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI, Kapolda Jawa Timur  Irjen Pol Hadiatmoko, Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur Hj. Nina Soekarwo, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah serta sejumlah Kepala Daerah se Jawa Timur.

Ulama Salaf Online

Gubernur Jawa Timur H Soekarwo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Hj Puput Tantriana Sari danHA Timbul Prihanjoko sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo periode 2013-2018 dengan harapan dapat mengemban amanah rakyat dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap semua keberhasilan yang sudah diraih selama ini bisa dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Salah satu faktor pokoknya adalah kerja sama dengan DPRD yang baik. Tidak ada yang tidak bisa dibicarakan dengan musyawarah mufakat,” ungkapnya.

Pade Karwo, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur ini meminta agar Bupati dan Wakil Bupati yang baru selalu melibatkan Forum Pimpinan Daerah, ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk merumuskan apa saja yang dapat diselesaikan dengan baik.

“Memang menjadi Bupati dan Wakil Bupati itu harus mengurangi tidur. Memang banyak menghabiskan energi untuk melakukan koordinasi dengan Forpimda, toga, tomas, parpol dan ormas,” tegasnya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Syariah Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Jakarta, Ulama Salaf Online

Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Polri soal rencana pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai tidak Pancasilais.

"Kemendagri sudah rapat koordinasi dengan Kejaksaan dan Polri. Ada Ormas dapat disebut melakukan makar dan akan dibubarkan. Kami merekomendasikan agar tindakan ormas diproses secara hukum," kata Tjahjo Kumolo pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Tjahjo Kumolo mengatakan hal itu menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy, yang meminta penjelasan soal pernyataan Menteri Dalam Negeri bahwa Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai tidak sejalan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelumnya, pada Rembuk Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasai), di Purwakarta, Senin (9/5), Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan, Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai menolak Pancasila.

Menurut Tjahjo, Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, sudah bertemu dan membahas hal itu, yakni melarang ormas anti-Pancasila.

Ulama Salaf Online

Tjahjo enggan menyebutkan nama ormas tersebut, tapi ormas itu cukup besar.

"Ormasnya cukup besar dan terang-terangan anti-Pancasila," katanya.

Ulama Salaf Online

Tjahjo menambahkan, hasil keputusan dari rapat koordinasi Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, dikirim ke seluruh pemerintah daerah di Indonesia, agar menjadi pegangan di tiap daerah.

"Supaya pimpinan daerah tidak bingung menindaklanjutinya," katanya.

Dia menegaskan, Pancasila adalah konsensus nasional dan ideologi negara yang merekatkan bangsa Indonesia.

"Karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menghujat Pancasila," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Kyai, Khutbah Ulama Salaf Online

Kamis, 21 Desember 2017

PCNU Sumedang Gelar Halaqah Aswaja

Sumedang, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menggelar Halaqah Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) se-Kabupaten Sumedang di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Kami (17/1) ini dihadiri perwakilan dari tiap Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan banom-banom NU se-Kabupaten Sumedang. 

PCNU Sumedang Gelar Halaqah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Gelar Halaqah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Gelar Halaqah Aswaja

Kegiatan halaqoh dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 dan diisi dengan tiga materi. Materi pertama tentang Aswaja sebagai manhajul fikr dan makna sejarah kelahiran firqoh-firqoh dalam Islam yang disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sumedang, KH. Drs. Adam Malik Ibrahim.

Ulama Salaf Online

Materi kedua tentang Pandangan Aswaja terhadap masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya serta penerapannya yang disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, KH. Sa’dulloh, SQ., M.M.Pd. Dan materi ketiga tentang peran NU dalam penegakan hukum di Indonesia yang disampaikan oleh Katua GP Anshor Propinsi Jawa Barat, Hendrik Kurniawan, S.Ag. 

Ulama Salaf Online

KH. Sa’dulloh, SQ., M.M.Pd. dalam sambutannya mengatakan, Halaqah Ulama Aswaja yang diselenggarakan ini merupakan Halaqoh Ulama Aswaja yang kedua. Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan yang serupa ini pada tahun yang lalu dengan menghadirkan pemateri Habib Luthfi yang menjabat sebagai Ketua Jam’iyyah Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Pusat.

Kegiatan Halaqah Ulama Aswaja ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan demi menjaga ajaran faham-faham Aswaja yang benar ala Nahdlatul Ulama khususnya di daerah Kabupaten Sumedang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ayi Abdul Kohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Kiai Ulama Salaf Online

Rabu, 20 Desember 2017

Harlah Pancasila, Pelajar MINU Salafiyah Lomba Warnai

Kudus, Ulama Salaf Online - Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Salafiyah Desa Gondoharum Jekulo Kabupaten Kudus mengadakan lomba mewarnai di aula madrasah setempat, Sabtu (4/6). Kegiatan hasil kerja sama dengan Faber Castell ini diikuti 100 anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Desa Gondoharum.

Kepala MINU Salafiyah Naning Idha Rodliyah menjelaskan, lomba mewarnai ini dimaksudkan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan promosi Penerimaan Pendaftaran Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016/2017. Tujuannya adalah meningkatkan rasa cinta tanah air serta menumbuhkan semangat berprestasi bagi anak-anak TK/PAUD.

Harlah Pancasila, Pelajar MINU Salafiyah Lomba Warnai (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Pancasila, Pelajar MINU Salafiyah Lomba Warnai (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Pancasila, Pelajar MINU Salafiyah Lomba Warnai

"Rasa cinta tanah air sangat penting ditumbuhkan sejak dini di lingkungan anak-anak. Sehingga, ketika dewasa mereka akan tetap meyakini Negara Kesatuan Republik Indosia (NKRI) sebagai tanah airnya," ujarnya.

Ulama Salaf Online

Lomba mewarnai ini memberikan ruang bagi anak menunjukkan kreatifitasnya. Anak-anak mewarnai beragam gambar pemandangan alam, burung garuda sebagai lambang Negara, dan gambar sekolahan yang di dalamnya terdapat bendera merah putih.

"Mereka ternyata mampu mewarnai sesuai dengan daya kreasinya. Hasilnya sangat indah, mereka juga tidak salah mewarnai bendera merah putih," imbuh Naning.

Ulama Salaf Online

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari salah seorang wali murid peserta. Menurut H Achied Arifuddin, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat meningkatkan kemampuan dan kreasi serta mengenalkan NKRI kepada anak.

"Lewat lomba mewarnai ini, anak bisa kenal lingkungannya, lambang atau simbol negara sehingga rasa cinta tanah airnya semakin meningkat," katanya kepada Ulama Salaf Online. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Selasa, 19 Desember 2017

Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang PMII Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar perayaan Maulid Nabi di Aula Kantor Kementerian Agama setempat, Jumat (15/1) malam. Pengasuh Pondok Pesantren Al Abror Pamekasan KH Syatibi Sayuthi, hadir sebagai penceramah.

Dalam taushiyah yang dirangkai dengan Muspimcab PMII, Kiai Syatibi mengajak seluruh kader PMII untuk bersama memantapkan paham Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di dunia kampus. Itu untuk menangkal radikalisme sebagai embrio dari terorisme.

Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Paham Aswaja, Tangkal Embrio Radikalisme

Kiai Syatibi juga menegaskan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan berorganisasi. Di samping itu, juga diketengahkan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk kepentingan dakwah dan keagamaan.

Ulama Salaf Online

Serta, Kiai Syatibi menegaskan pentingnya mempertahankan seni budaya lokal yang selaras dengan syariat Islam.

"Dengan teknologi hidup menjadi mudah, dengan seni budaya hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online RMI NU, Khutbah, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Sabtu, 09 Desember 2017

Panitia Isomil PBNU Terus Matangkan Agenda dan Konsep Acara

Jakarta, Ulama Salaf Online

Panitia International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat yang diselenggarakan oleh PBNU terus mematangkan agenda dan konsep acara. Terakhir, panitia ISOMIL mengadakan rapat lanjutan di Lantai 5 Gedung PBNU, Rabu (16/3).?

Panitia Isomil PBNU Terus Matangkan Agenda dan Konsep Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Isomil PBNU Terus Matangkan Agenda dan Konsep Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Isomil PBNU Terus Matangkan Agenda dan Konsep Acara

“Untuk (mengundang) narasumber alhamdulillah persiapannya sudah sampai 90 persen saat ini, termasuk diantaranya mengundang peserta dalam negeri dan peserta dari luar negeri. Dan yang lainnya juga (persiapannya) 90 persen lah” jelas Imam Aziz, Ketua Pelaksana Isomil.?

Lebih lanjut, Aziz menuturkan bahwa alasan diadakannya acara ini adalah untuk merespon perkembangan Islam dunia. “Menjadi sebuah keprihatinan bahwa negara-negara Islam mengalami masalah-masalah yang serius seperti perang antarnegara (Islam), radikalisme yang cukup kuat, dan lainnya,” ucap Aziz.

Permasalahan-permasalahan tersebut, imbuh Aziz, membuat masyarakat negara Islam tersebut menjadi tercerai-berai dan melakukan migrasi ke negara-negara Eropa.?

Ulama Salaf Online

“Seperti negara Suriah. Pada saat terjadi perang seperti sekarang dan tidak ada kekuatan civil society yang kuat, maka masyarakatnya menjadi tercerai-berai,” ujarnya.

Dengan demikian, Aziz menjelaskan bahwa maksud dan tujuan diadakannya Isomil adalah untuk mendorong kekuatan Islam moderat yang ada di dunia untuk memberikan kontribusinya terhadap persoalan-persoalan tersebut dan juga mempromosikan Islam Nusantara yang ramah, toleran, serta mengharagai kearifan lokal. ?

Ulama Salaf Online

“Namun Islam moderat itu diancam dari berbagai sisi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Maka dari itu, kita harus memperkuat Islam moderat dan salah satu caranya adalah dengan mengadakan pertemuan-pertemuan seperti ini,” kata laki-laki yang juga menjabat sebagai Ketua PBNU tersebut.

“Kita juga berharap acara ini bisa mendorong para pemimpin Islam moderat dunia untuk memperkuat civil society,” pungkasnya.

Acara Isomil akan diadakan dari tanggal 5 sampai 9 Mei 2016 di Jakarta Convention Center (JCC). Rencananya acara tersebut akan dihadiri oleh sekitar 100 pemimpin negara dan organisasi Islam dari seluruh dunia serta para pengurus NU dari tingkat wilayah. (Ahmad Muchlishon/Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax Ulama Salaf Online

Senin, 04 Desember 2017

Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS

Batang, Ulama Salaf Online



Puluhan ribu Nahdliyin Kabupaten Batang, Jawa Tengah berjalan bersama-sama dari gedung PCNU menuju Kompleks Pemkab, Jl. Veteran, Senin (28/8). Mereka melakukan aksi damai Rapat Akbar NU untuk menolak dan menuntut pembatalan kebijakan 5 hari sekolah atau five/full day scholl (FDS). Kebijakan yang diatur dalam Permendikbud no 23 tahun 2017 tersebut dianggap menimbulkan keributan dalam pendidikan dan secara nyata merugikan lebih dari 70 ribu Madrasah Diniyah (Madin), dan ratusan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta kegiatan mengaji anak-anak sekolah karena energi mereka terkuras di sekolah.

Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Puluhan Ribu Warga, Bupati Batang Aksi Tolak FDS

Dalam Rapat Akbar NU tersebut hadir Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU beserta jajarannya, juga dihadiri Bupati Batang Wihaji, yang ikut berorasi menolak kebijakan Permendikbud No. 23 Tahun 2017.?

Koordinator Rapat Akbar NU Batang A. Munir Malik mengatakan, Permendikbud terkait lima hari sekolah dianggap memberangus pelajaran nilai spiritual, yang menjadi bagian tradisi pendidikan keagamaan ribuan santri. Kebijakan tersebut hanya mementingkan kognitif dan mengesampingkan pembelajaran moral keagamaan.?

Dalam jangka panjang, kebijakan ini akan menghancurkan kepribadian anak bangsa. "Pondok pesantren terancam gulung tikar. Juga kegiatan agama. Anak-anak tak lagi berpikir pelajaran agama karena lelah belajar, padahal sore hari sudah jadi bagian tradisi NU untuk belajar agama,"?

Dan, kata dia, meskipun sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Batang tidak menerapkan kebijakan Permendikbud no 23 tahun 2017 karena Bupati Batang juga menolak, tapi untuk tingkat SLTA masih menerapkan karena mengikuti kebijakan Gubernur Jawa Tengah.?

Ulama Salaf Online

“Akibatnya, beberapa anak sekolah SMA Negeri di Batang yang sebelumnya mereka mengaji di malam hari, sekarang mereka tidak lagi mengikuti kegiatan mengaji karena kelelahan," kata Munir.

Ulama Salaf Online

Pemberlakuan kebijakan itu ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) daripada mashlahatnya (manfaatnya). Dari sisi kultural, mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di dalam madrasah diniyah. Dari sisi sarana dan prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai.?

"Selain itu, jika full day school bertujuan untuk melakukan pendidikan karakter, maka pendidikan karakter yang sesungguhnya di Indonesia sudah berlangsung lama sejak prakemerdekaan melalui pondok pesantren dan madrasah. Pendidikan karakter di Indonesia sesungguhnya adalah pendidikan agama. Karena berbagai pertimbangan itulah, maka NU Kabupaten Batang menolak kebijakan 5 hari sekolah, dan menuntut dibatalkan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 oleh Presiden Jokowi.

Ketua PCNU Batang H. Ahmad Taufiq, dalam pernyataan sikapnya menegaskan bahwa PCNU Batang menolak dengan tegas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, karena tidak sesuai dengan Undang-undang Dasar tahun 1945 dan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang nyata-nyata telah menimbulkan keresahan di masyarakat.?

Pihaknya juga menolak menolak kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, yang melakukan tindakan sewenang-wenang, dengan tetap memaksakan kehendak untuk menerapkan 5 (lima) Hari Sekolah di satuan pendidikan yang ada, tanpa memperhatikan aspirasi penolakan yang berkembang di masyarakat.

Untuk itu, PCNU mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera Mencabut dan Membatalkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah, dan menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Pendidikan Karakter yang bersifat holistik, integratif, dan nondiskriminatif, dengan tidak menghapuskan dan menghilangkan eksistensi Pendidikan Keagamaan di Indonesia, yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, dan telah mampu melahirkan generasi bangsa yang berkarakter, dan memiliki komitmen untuk menjaga keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Rabu, 22 November 2017

Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel

Sumenep, Ulama Salaf Online - Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Ahmad Falhan Afifi meraih juara lomba cerpen nasional peringkat ketiga dengan tema Teka-Teki Silang dalam Festival Jurnalistik LPM Solidaritas UINSA, Kamis (4/5). Ia telah mengasah kemampuan menulisnya sejak sekolah di madrasah aliyah.

"Saya belajar menulis mulai sejak duduk di sekolah MA I Annuqayah. Masuk kampus Instika saya juga aktif di LPM Fajar. Tapi, selama saya aktif di LPM, saya masih belum punya keberanian mengikuti lomba, apalagi even skala nasional," kata mahasiswa semister akhir Fakultas Ekonomi Islam, Ahmad Falhan Afifi.

Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Instika Raih Juara Menulis Cerpen Nasional di UIN Sunan Ampel

Upaya yang ditempuhnya, menurut Ahmad Falhan, adalah berdoa kepada Allah dan terus berusaha menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Menurutnya, yang memicu semangatnya mengikuti lomba even nasional adalah itikad meningkatkan akreditasi Fakultas Ekonomi Islam kampusnya. Hal ini mendorongnya untuk mengikuti even lomba skala nasional.

Ulama Salaf Online

"Meskipun tema kali ini tidak ada kaitannya dengan Fakultas Ekonomi Islam, tapi saya yakin dengan prestasi yang saya torehkan mendapat juara tiga, insya Allah bisa menjadi inspirasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam di bidang tulis-menulis.”

Ahmad Falham Afifi berpesan, Annuqayah adalah buminya penulis. Jadi, ungkapkan apa yang harus diungkapkan mahasiswa demi mendapatkan apa yang diinginkan adalah salah satunya menulis.

Ulama Salaf Online

"Intinya menulis. Karena event-event tersebut menanti mahasiswa Instika secara umum," tegas Ahmad Falhan Afifi.

Menurut Warek I Instika Maimun Syamsuddin, prestasi karya tulis baik fiksi atau nonfiksi adalah tradisi Instika dari tahun ke tahun, sebagaimana lomba kebahasaan asing.

"Setiap event perlombaan, kami ikut sertakan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi. Itu dilakukan untuk pengembangan intelektual dan membuktikan daya saing Instika di level nasional," kata Maimun Syamsuddin.

Ia berharap para mahasiswanya terus meningkatkan prestasi. Ia menyatakan, pihaknya juga terus melakukan pembinaan dan kaderisasi secara berjenjang. (Zainal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Syariah Ulama Salaf Online

Jumat, 10 November 2017

Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser

Musirawas, Ulama Salaf Online - Sebanyak 176 orang mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) angkatan ke-IV selama empat hari di Pesantren Irsyaduttholibin, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musirawas, Kamis-Ahad (3-6/8). Sebagai syarat keanggotaan Ansor dan Banser, mereka rela menempuh perjalanan selama 8-9 jam dari Palembang untuk ke lokasi pendidikan.

Di lokasi yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit dan karet ini peserta dilatih dan belajar baik materi ruangan maupun kelas. Menurut Ketua GP Ansor Musirawas Efran Heryadi, pengurus Ansor di Musirawas harus melakukan pengkaderan berjenjang terus.

Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Jarak Tak Halangi Pemuda Palembang Ikuti Pendidikan GP Ansor-Banser

"Di Musirawas sekarang sudah ada hampir 750 personel Banser dari empat angkatan DTD. Kami akan terus bergerak untuk mencetak kader-kader baru, bukan cuma Diklatsar kami juga akan mengadakan pendidikan berjenjang lainnya? agar kualitas Banser di Musirawas,? khususnya dan Sumatra Selatan semakin baik," kata Efran.

Ulama Salaf Online

Sekretaris GP Ansor Sumatera Selatan Nurul Mubarok mengatakan, peserta yang hadir di lokasi menyambut baik inisiatif dan kreativitas Ansor dan Banser Musirawas. Menurutnya, bukti keseriusan seorang pengurus adalah melaksanakan visi dan misi organisasi yang salah satunya adalah kaderisasi.

"Bagaimana membesarkan, merawat tradisi, dan menjaga organisasi serta NKRI kalau tidak melaksanakan kaderisasi? Kaderisasi mutlak harus jalan dan didukung oleh semua elemen kepengurusan. Pengurus itu mengurus, bukan minta diurus, apalagi jadi urusan," kata Nurul Mubarok.

Wakil Ketua PWNU Sumatera Selatan Hernoe Roesprijadji mendukung kegiatan-kegiatan pengkaderan yang ada di lingkungan NU dan banomnya.

Ulama Salaf Online

"Pengkaderan itu untuk menambah anggota baru yang militan, sekaligus untuk meningkatkan kualitas kader yang ada di bawah NU sehingga tugas NU dalam berdakwah, membimbing, dan menjaga akan semakin luas jangkauannya," kata Hernoe. (Herry BH/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 09 November 2017

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Banyumas, Ulama Salaf Online

Pengurus Cabang? Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas memberangkatkan 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) ke pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen untuk mengikuti Istighotsah Akbar dan Apel Penggerak Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Tengah Sabtu Sore (15/4) dan Ahad (16/4).

Pemberangkatan dipimpin langsung Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Ahmad Hasan (Gus Hasan) di halaman masjid Nur Sulaiman Jl. Alun-alun Barat Banyumas.

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Gus Hasan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa warga NU akan bergerak ke Kebumen untuk mengibarkan bendera NU di pantai Petanahan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan, siapa yang mengganggu Indonesia akan berhadapan dengan NU.

Ulama Salaf Online

"Segala sesuatu yang akan menggangu NKRI maka akan berhadapan dengan NU," katanya.

Ulama Salaf Online

Selain 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, PCNU Banyumas juga menerjunkan 500 anggota banser untuk ikut mengamankan lokasi kegiatan.

"Ada sekitar 500-an anggota Banser yang kami turunkan," kata Kasatkorcab Banser Banyumas Slamet Ibnu Ansori.

Para kader penggerak Nahdlatul Ulama terlihat sangat semangat mengikuti acara pemberangkatan tersebut.

"Kita sengaja berkumpul dulu di sini. Dari sini kita akan berangkat bersama-sama ke Kebumen," kata Sarwono dari Ajibarang. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Tegal, Halaqoh Ulama Salaf Online

Jumat, 03 November 2017

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

Ulama Salaf Online

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Ulama Salaf Online

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Anti Hoax, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Selasa, 31 Oktober 2017

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura

Sepuluh Muharram termasuk hari paling bersejarah bagi penganut agama samawi, khususnya Islam. Pada hari itu, Nabi Adam diterima pertobatannya oleh Allah SWT; kapal Nabi Nuh terdampar di daratan; Nabi Yusuf dikeluarkan dari sumur; Nabi Yunus keluar dari perut ikan; Nabi ‘Isa lahir pada sepuluh Muharram; dan Nabi Musa diselamatkan dari kejaran pasukan Fir’aun juga pada tanggal sepuluh Muharram.

Seluruh kejadian fenomenal ini disebutkan oleh Ibnu Bathal di dalam kitab Syarah Shahih Al-Bukhari.

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Ulama Perihal Waktu Pelaksaan Puasa Asyura

Maka dari itu, ketika Rasulullah SAW berada di Madinah, Beliau mendapati seorang Yahudi sedang berpuasa. Nabi bertanya, “Puasa apa yang kamu lakukan ini? Mereka menjawab, “Pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Akhirnya Nabi Musa puasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur.” Mendengar jawaban ini, Nabi berkata:

? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya, “Kami lebih berhak atas puasa Musa daripada kalian." Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk puasa,” (HR Ibnu Majah).

Ulama Salaf Online

Badruddin Al-‘Ayni dalam Umdatul Qari mengatakan, menurut madzhab Hanafi, puasa Muharram termasuk puasa wajib pada awalnya. Kemudian hukum wajib tersebut dihapus setelah adanya perintah wajib puasa Ramadhan. Pada waktu umat Islam diwajibkan mengerjakan puasa Ramadhan, maka status hukum puasa ‘Asyura berubah menjadi sunah. Kendati ulama menyepakati kesunahan puasa ‘Asyura, mereka berbeda pendapat terkait waktu pelaksanaan puasa ‘Asyura itu sendiri. Ada yang mengatakan sembilan dan ada pula yang mengatakan sepuluh Muharram. Perbedaan ini didasarkan pada variasi riwayat terkait puasa ‘Asyura.

Untuk menengahi perbedaan tersebut, maka puasa ‘Asyura dapat dibagi menjadi tiga tingkatan: Pertama, mengerjakan puasa dari tanggal sembilan sampai sebelas Muharram; kedua, puasa pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram; ketiga, puasa tanggal sepuluh Muharram saja. Pembagian ini sebagaimana dijelaskan Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi.



Pendapat ulama yang menganjurkan puasa sebelum dan sesudah sepuluh Muharram berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Puasalah kalian pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Kerjakan puasa dari satu hari sebelumnya sampai satu hari sesudahnya,” (HR Ahmad).

Hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud ‘Asyura itu adalah sepuluh Muharram, bukan sembilan Muharram. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW meminta pelaksanaan puasanya menjadi tiga hari, yaitu dari tanggal sembilan sampai sebelas. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi berencana puasa tanggal sembilan Muharram, namun Beliau sudah wafat sebelum menunaikan niat itu.

Penjelasan ini dapat dipahami bahwa ulama menyepakati kesunahan puasa ‘Asyura. Bahkan dianggap sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Akan tetapi, lebih disunahkan lagi mengerjakannya mulai dari tanggal sembilan hingga sebelas. Kalaupun tidak mampu melaksanakan tiga hari, diperbolehkan puasa khusus pada tanggal sepuluh Muharram tersebut. Wallahu alam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Anti Hoax, AlaNu Ulama Salaf Online

Rabu, 25 Oktober 2017

Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan

Demak, Ulama Salaf Online. Pondok Pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an, Rabu (13/5) malam yang terdiri dari peserta Khotmil Qur’an Juz ‘Amma Bil Hifdzi dan Khotmil Qur’an Bin Nadzri. 

Kegiatan Khotmil Qur’an merupakan agenda tahunan yang ada di Pesantren Nurul Burhany. Acara tersebut dilaksanakan di halaman Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, yang juga merupakan induk dari Nurul Burhany.

Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Khotmil Qur’an Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Hapal Surat Pilihan

Menurut KH Helmi Wafa, pengasuh Pesantren Nurul Burhany, untuk menjadi peserta khotmil Qur’an para santri diharuskan untuk menghapal sura-surat pilihan. “Di antaranya surat Yasin, Al-Kahfi, Al-Waqi’ah, Ar-Rahman serta Surat Al-Mulk,” terangnya.

Ulama Salaf Online

Disamping menghafal al-Qur’an, di pesantren ini juga diajarkan pegajian tafsirnya, dengan harapan santri tidak hanya hafal saja, tetapi juga harus paham maksud kandungan yang ada dalam ayat al-Qur’an tersebut. 

Ulama Salaf Online

“Sebab al-Qur’an merupakan pedoman hidup, sangat disayangkan kalau kita punya sebuah pedoman, tetapi tidak tahu atau paham apa yang ada di dalamnya,” tuturnya.

Kiai Helmi berharap setelah khatam al-Qur’an ini para santri dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam rutinitas bacaannya, maupun berinteraksi dengan beinteraksi ‘Ala al-Qur’an. (Abdus Shomad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, RMI NU, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock