Ulama-ulama Indonesia generasi dahulu tak diragukan kembali bagaimana kadar kecintaan mereka pada negara. Artinya, mereka telah nyata menampakkan keberpihakan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(Baca: Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren)
| Ketika Kiai Umar Mangkuyudan Ditanya perihal Hormat Bendera (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ketika Kiai Umar Mangkuyudan Ditanya perihal Hormat Bendera
Tak terkecuali, almarhum KH Umar Abdul Mannan, pengasuh Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo. Sebagaimana dalam Ad-Durul Mukhtar yang mengupas biografi (manaqib) Kiai Umar. Kiai yang masyhur disebut sebagai wali dan pernah nyantri kepada Kiai Muhammad Munawir Krapyak ini pernah ditanya seseorang tentang hukum hormat kepada bendera merah putih."Mbah, bagaimana? pendapat anda perihal hormat bendera?"
Ulama Salaf Online
Kiai Umar menjawab, "Saya ini orang bodoh. Saya tak pernah merasakan betapa susah gentingnya mengusir penjajah. Namun begitu, sekarang saya bisa ikut merasakan nikmatnya hidup di negara yang merdeka. Alhamdulillah..."Ulama Salaf Online
(Baca juga: Cara Kiai Umar Puasa Syawal sembari Jamu Tamu Lebaran)Lalu, dengan khas tawadhunya, Kiai Umar kembali melanjutkan penjelasan singkatnya, "Menurut saya, hormat bendera itu merupakan kegiatan menampakkan syukur kepada Allah Taala, bukan dalam rangka menyembah bendera. Saya kira tak ada orang yang hormat bendera dengan niat menyembah."
Bagi Kiai Umar, masalah hormat bendera bukanlah masalah pelik di mana pelakunya harus menggunakan landasan dalil rumit untuk bisa menjalankannya. Selain itu, hormat bendera tidak merupakan kegiatan yang melanggar terhadap norma syariat agama dengan ditinjau dari sisi mana pun. (Mundzir)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ulama Salaf Online Nusantara, Nahdlatul Ulama, Doa Ulama Salaf Online
