Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

Jakarta, Ulama Salaf Online



Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin menyesalkan bahwa ada pejabat negara yang ikut gabung kelompok terorisme ISIS (Negara Islam Irak dan Syiria).?

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta, Senin, (9/5).

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

“(Salah satu motifnya adalah) Mereka mempercayai bahwa sekarang sudah akhir zaman, maka mereka berbondong ke tanah Suriah untuk jihad dan menunggu sang imam Mahdi,” kata Hamidin.

Menurutnya, ada dua cara mengapa orang bisa sampai bergabung dengan kelompok radikalisme tersebut. “Pertama face to face (antara calon teroris dan teroris) dan yang kedua adalah lewat media sosial,” tegasnya. ? ?

Ia menjelaskan bahwa ada 133 organisasi terorisme di dunia, 21 jaringan berada di Indonesia, 7 yang berkaitan langsung dengan ISI. “Tiga (dari tujuh) diantaranya melakukan rekrutmen langsung untuk ISIS,” ungkap laki-laki kelahiran Sumatera Selatan tersebut.

Ulama Salaf Online

Meski demikian, lanjut Hamidin, Indonesia tidak bisa melakukan banyak hal terhadap gerakan-gerakan yang secara benderang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia karena Undang-undang tentang terorisme itu usang dan perlu diperbaharui. ?

“Orang menyerukan teroris, orang berangkat ke luar negeri (untuk gabung kelompok terorisme), orang mengaku ISIS, orang mengaku tentara ISIS terang-terangan, orang mendukung ISIS, dan orang yang simpati terhadap ISIS. Mereka tidak bisa diapa-apakan oleh negara,” paparnya.

Hamidin menilai bahwa kelompok terorisme itu bukanlah Islam. “Pada saat menangkap Basri (anggota kelompok teroris Santoso), saya melihat banyak tato di tubuhnya, ada juga gambar wanita telanjang. Ketika saya ajak debat soal agama, meski pengetahuan agama saya seadanya, ia tidak bisa menjawab,” ungkap Hamidin.

“Mereka hanya menggunakan simbol agama (Islam) untuk membenarkan dan melegitimasi gerakan mereka,” pungkasnya.

Ulama Salaf Online

Selain Brigjen Pol Hamidin, ada KH Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam Nahdlatul Ulama) dan C Holland Taylor (Direktur Bayt Rahmah California Amerika) yang juga menjadi narasumber. (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang

Jeddah, Ulama Salaf Online - Jemaah haji yang wafat di Arab Saudi kini mencapai 43 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak pemberangkatan gelombang pertama 28 Juli 2017, hingga Sabtu (19/8) kedatangan di Kota Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Mayoritas jemaah meninggal karena terkena serangan jantung dan gangguan pernafasan.

Informasi ini berdasarkan data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, sebagaimana dilansir situs resmi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Ahad (20/8).

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 43 Orang

Jemaah bernama Enung binti Renung Ukin (79) dari kloter 003 Jakarta (JKG 003) meninggal di pemondokan Makkah karena gangguan pernafasan.

Ulama Salaf Online

Marzuki bin Abdur Rahmat (79) dari kloter 01 Palembang (PLM 01) meninggal di Sektor Makkah karena serangan jantung.

Ulama Salaf Online

Suwanah binti Hajemin Maridin (60) dari kloter 40 Jakarta (JKG 40) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Airport Jeddah karena serangan jantung.

Jakaria bin Jawas Pallo (54) dari kloter 015 Ujungpandang (UPG) meninggal di perjalanan menuju Makkah karena serangan jantung.

Kaseri bin Kasan Dikromo (68) dari kloter 012 Surabaya (SUB 012) meninggal di Sektor Makkah karena serangan jantung.

Abdul Rahman bin Kelsabar (68) dari kloter 014 Ujungpandang (UPG 0014) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan saluran pernafasan.

Sarfiddin bin Sahbuddin Muhammad (65) dari kloter 04 Batam (BTH 04) meninggal di pemondokan Makkah karena gangguan saluran pernafasan.

Berikut data jemaah haji yang wafat sebelumnya:

1. Diah Rialati Kasbullah Tjasuri (SOC 05), wafat 7 Agustus 2017 di RS Al Ansaar, Madinah, karena sakit pada saluran pernafasan.

2. Samidi Ciro Sentono (BTH 06), wafat 7 Agustus 2017 di RS King Fahd karena serangan jantung.

3. Mudjiono Sukibat bin Somodimedjo (SUB 08), wafat 5 Agustus 2017 pukul 10.43 WAS di hotel karena mengalami serangan jantung.

4. Supono Suseno Satari bin Suseno (SUB 07), wafat 5 Agustus 2017 jelang Salat Subuh di halaman Masjid Nabawi karena mengalami serangan jantung.

5. Amnah Hasri Husin binti Husin (MES 02), wafat 4 Agustus 2017 pukul 03.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

6. Sarnata Sarun (JKG 05), wafat 3 Agustus 2017 pukul 20.00 di hotel karena serangan jantung.

7. Ilebbi binti Jinatta Lepu (UPG 08), wafat 3 Agustus 2017 jam 16.16 WAS di pelataran Masjid Nabawi karena serangan jantung.

8. Hadiarjo Singarejo Singaleksana Kasenet bin Singarejo Kasenet (SOC 01), wafat 3 Agustus 2017 jam 13.00 WAS di hotel karena serangan jantung.

9. Sukamto bin Sudarman Muryadi (JKS 16), wafat 3 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena serangan jantung.

10. Indriyani Wahadi Wiyono (SOC 02), wafat 2 Agustus 2017 di RS Al Anshoor, karena penyakit jantung.

11. Agus Salim Mulia Siregar (MES 02), wafat 1 Agustus 2017, karena trauma pada tulang leher disebabkan terjatuh.

12. Umi Nadiroh Yunus Husen (SUB 05), wafat 31 Juli 2017 di RS Al Anshoor, karena mengalami serangan jantung.

13. Marfuah merupakan jemaah dari kloter 17 embarkasi Surabaya (SUB 17), wafat di Al Dar Hospital Madinah karena mengalami serangan jantung.

14. Engkos Kostiman bin Darya dari embarkasi JKS 6, asal Parung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, wafat di Makkah karena serangan jantung.

15. Slamet Tarni Achad (62), calon haji asal Ploso Kandang, Tulungagung, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir di Makkah karena gangguan saluran pencernaan.

16. Risda Yarni Muhammad Rasyid (47) dari embarkasi Batam kloter 6. Meninggal di pemondokan, Madinah.

17. Siti Aminah Janip Sain (53) jemaah haji dari kloter 11 Jakarta-Bekasi, meninggal di pemondokan, Makkah, akibat serangan jantung.

18. Imas Yuhana Misbah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi atau JKS 3 berumur 61 tahun, wafat di Makkah karena terkena serangan jantung.

19. Ilyas Muhammad Jasa dari embarkasi Batam atau BTH 8, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah. Ilyas meninggal dunia dalam umur 64 tahun.

20. Ramlah Abdul Jalil Silalahi asal embarkasi Medan atau MES 8. Ia meninggal di pemondokan saat mengikuti rangkaian ibadah Arbain di Madinah. Ramlah meninggal di usia 69 tahun.

21. Dahlia Hanum Nasution (60), berasal dari Embarkasi Medan kloter 5 (MES 5), meninggal pada 12 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi akibat serangan jantung.

22. Jembar Untung Semo (61), berasal dari Embarkasi Surabaya kloter 18 (SUB 18), meninggal pada 14 Agustus 2017 di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat gangguan pernafasan.

23. Suyahtri Kasmi Tohjoyo berusia 51 tahun, berasal dari Embarkasi Surabaya Kloter 7 (SUB 7). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) karena serangan jantung.

24. Dadang Iskandar Empan, berusia 65 tahun dan jemaah dari Jakarta kloter 35 (JKS 35). Meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat serangan jantung.

25. Nasiman Mochamad Sahlan (65), dari kloter 46 Solo (SOC 46). Meninggal di pemondokan karena ada pendarahan dalam tubuhnya.

26. Ida Rosika P binti Maradaman HSB (78), berasal dari kloter 007 embarkasi Medan. Ia meninngal di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

27. Razali Haka bin Abdul Karim (82), berasal dari 016 Batam, meninggal di Masjid Makkah karena serangan jantung.

28. Kusno bin Kadari Mursadi (75), berasal dari kloter 041 embarkasi Surabaya meninggal Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan saluran pencernaan.

29. Utami binti Kasan Kasti (46) kloter 040 Jakarta-Bekasi (JK 040) meninggal Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan pernapasan.

30. Bedjo Al Juwahir bin Poncokromo (73) dan Sumaryam binti Kerti Mat (62). Bedjo Al Juwahir yang tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) wafat di pemondokan. Makkah karena serangan jantung.

31. Sumaryam adalah jemaah kloter 53 Embarkasi Surabaya (SUB 53). Alrmahumah wafat di pemondokan Makkah karena serangan jantung.

32. Emdenis bin Mukhtarudin (60). Almarhumah adalah jemaah kloter 16 Embarkasi Padang (PDG 16). Almarhumah wafat di pemondokan Makkah karena gangguan pernafasan.

33. Purni binti Pungut Minan (65), kloter 023 Jakarta meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena serangan jantung

34. Iyah binti Saari Ili (50) kloter 040 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 040) meninggal di pemondokan Madinah karena serangan jantung.

35. Solikhin bin Mursidik Dipawikrama (60) kloter 046 embarkasi Solo meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernafasan.

36. Sutomo bib H Sosro Harsono (83) kloter 022 Jakarta-Bekasi meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Makkah akibat penyakit tumor.

(Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Lomba, Olahraga, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106

Solo, Ulama Salaf Online. Menjelang puncak peringatan haul ke-104 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo, Jawa Tengah, Senin-Selasa (8-9/1) para tamu dari berbagai luar kota mulai hadir di Kota Solo.

Pihak Pemerintah Kota Solo bahkan telah mempersiapkannya sejak hari Ahad (6/9), dengan mengalihkan sebagian arus lalu lintas. Melalui edaran yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Jalan Kapten Mulyadi yang berada di depan Masjid Riyadh selama 3 hari ke depan akan ditutup.

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106

“Untuk mengantisipasi kemacetan akan dilakukan beberapa perubahan arus lalu lintas, antara lain di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Ahmad Dahlan,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno.

Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga, Habib Muhammad bin Husein bin Anis, menuturkan rangkaian acara haul di Masjid Riyadh akan digelar selama 3 hari.

Ulama Salaf Online

“Rangkaian peringatan haul akan dilaksanakan mulai Ahad bakda ashar, dengan kegiatan Rauhah,” terangnya.

Ditambahkan dia, sejumlah kegiatan lainnya juga akan diadakan untuk memeriahkan acara haul ini. “Selama 3 malam berturut-turut, akan ada penampilan hijir marawis dan tarian zafin,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Quote, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Joko Widodo mengunegerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkontribusi besar untuk Indonesia. Masing-masing yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau, dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.?

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 4 Tokoh

Upacara penganugerahan tersebut dilakukan di Istana Negara, Kamis (9/11). Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada Oktober lalu.

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut keluarga ahli waris keempat tokoh, para menteri kabinet kerja, dan para pejabat tinggi negara lainnya.?

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengatakan dengan penganugerahan keempat pahlawan nasional baru tersebut, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Para pahlawan tersebut berasal dari sipil dan juga TNI/Polri.?

Khofifah menjelaskan Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan pemerintah kepada seorang Warga Negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara yang semasa hidupnya tanpa cela.?

Ulama Salaf Online

"Mereka yang menyandang gelar pahlawan nasional tidak hanya yang berjasa di medan perang tapi juga di bidang lain yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional," terangnya.?

"Permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden melalui Dewan Gelar. Sebelumnya diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, serta sarasehan," katanya.?

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras mengatakan ada syarat umum dan syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum akhirnya tokoh tersebut diputuskan memperoleh gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden. Dikatakan, empat tokoh yang memperoleh anugerah tahun ini telah memenuhi seluruh persyaratan.?

Hartono menerangkan, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid lahir di Nusa Tenggara Barat 19 April 1908 dan wafat pada 21 Oktober 1997. Beliau merupakan seorang nasionalis pejuang kemerdekaan, dai, ulama, dan tokoh pendidikan emansipatoris. Ia merupakan pendiri organisasi Islam Nahdatul Wathan. Organisasi ini menjadi organisasi Islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama.

Ulama Salaf Online

Gelar pahlawan nasional kedua diberikan kepada Laksamana Malahayati yang merupakan tokoh pejuang asal Nanggroe Aceh Darussalam. Malahayati lahir pada tahun 1550 dan wafat pada 1615 dimakamkan di Krueng Raya, Aceh Besar. Malahayati adalah laksamana perempuan pertama dari Aceh. Ia membentuk pasukan "Inong Balee" yang berisi para janda prajurit Aceh yang mahir menembakkan meriam dan menunggang kuda.?

Tahun 1559 Malahayati memimpin armada laut berperang melawan Belanda dan berhasil menewaskan Cornelis De Houtman. Di Tahun 1606, Malahayati bersama Darmawangsa Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) berhasil mengalahkan armada laut Portugis. Sebelumnya nama Malahayati telah diabadikan sebagai nama kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali kelas Fatahillah milik TNI AL dengan nomor lambung 362.?

Sementara itu, lanjut Hartono, gelar ketiga Pahlawan Nasional diberikan kepada Sultan Mahmud Riayat Syah asal Kepulauan Riau. Sultan Mahmud lahir di Sulu Sungai Riau Agustus 1760 silam dan wafat pada 12 Januari 1812. Pada rentang tahun 1782 hingga 1784, Sultan berhasil mengalahkan Belanda yang ingin menanamkan pengaruhnya di Riau dalam Perang Riau I. Kapal Komando Belanda Malakas Walvaren berhasil diledakkan.

Ditahun 1784, Sultan kembali memimpin perang melawan Belanda yang dipimpin Pieter Jacob van Braam di Tanjung Pinang. Sultan Mahmud menolak ajakan Belanda untuk berdamai dan menerapkan startegi gerilya laut untuk mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau. Tahun 1811 Sultan Mahmud mengirimkan bantuan kapal perang lengkap guna melawan ekspansi Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.?

Adapun, gelar pahlawan nasional keempat diberikan kepada Lafran Pane tokoh asal Yogyakarta. Lafran Pane lahir di Sipirok 12 April 1923 dan wafat di Yogyakarta 24 Januari 1991. Lafran Pane dikenal sebagai tokoh pergerakan pemuda dan memprakarsasi pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam pada tanggal 5 Februari 1947.?

Dalam perjalanannya, HMI secara konsisten menolak gagasan Negara Islam yang digagas oleh Sekar Maridjan Kartosoewiryo pendiri gerakan Darul Islam. Lafran Pane menjadi salah satu tokoh utama penentang pergantian ideologi negara dari Pancasila menjadi komunisme. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Jakarta, Ulama Salaf Online. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZIS) NU Se-Indonesia secara serentak akan memulai penyembelihan hewan kurban pada Rabu, 17 November 2010. Penyaluran hewan kurban pada tahun ini diprioritaskan ke daerah-daerah yang mayoritas penduduknya adalah dhuafa.

“Sesuai dengan keputusan PBNU bahwa Idul Adha jatuh pada hari Rabu, maka LAZIS NU se-Indonesia akan memulainya Rabu pagi setelah salat Ied. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” tegas KH Masyhuri Malik, Ketua LAZIS PBNU kepada Ulama Salaf Online Selasa, 14 November 2010.

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Sementara itu, Bendahara LAZIS PBNU, Agus Salim Thoyib menyatakan, “Kami terus berkoordinasi dengan LAZIS Wilayah, Cabang, dan Cabang Luar Negeri untuk meningkatkan jumlah hewan kurban. Namun yang terpenting bagaimana agar kurban tepat sasaran. Hewan kurban juga ada yang kita kirim ke Merapi dan Mentawai.”

Ulama Salaf Online

Peningkatan jumlah hewan kurban yang diterima LAZIS NU tahun ini meningkat cukup cukup signifikan. “Hasil koordinasi di daerah-daerah, peningkatan penerimaan hewan kurban naik hingga 70 persen,” ujar Mohamad Zuhdi, Sekretaris LAZIS PBNU.

Ulama Salaf Online

Selain itu, pemilihan hewan kurban yang disalurkan oleh LAZIS NU juga melalui pemerikasaan yang cukup ketat. LAZIS NU juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan disembelih. “Kalau tidak hati-hati, kurban bisa menimbulkan penyakit karena daging yang tidak sehat. Makanya sebelum disembelih kami telah memeriksanya dengan teliti,” lanjut Zuhdi.

LAZIS NU juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dermawan yang telah memercayakan kurban melalui LAZIS NU. “Kami atas nama LAZIS NU, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” pungkas Agus Salim.

Pengelolaan hewan kurban adalah salah satu bagian penting dari tugas pokok dan fungsi LAZIS NU. Program-program yang ditangani LAZIS NU berorientasi menibgkatkan kesejahteraan masyarakat. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Nahdlatul Ulama, Doa Ulama Salaf Online

Selasa, 23 Januari 2018

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin

Pamekasan, Ulama Salaf Online - Koperasi NU Mandiri Syariah diluncurkan di halaman Kantor PCNU Pamekasan, Selasa (28/3). Peluncuran ini dihadiri pengurus dan warga nahdliyin dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Sesuai namanya, koperasi ini hadir dalam rangka mendorong warga nahdliyin mandiri secara ekonomi," ujar Direktur Koperasi NU Mandiri Syariah KH Mudarris (Gus Dar).

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Direktur Koperasi NU Pamekasan Dorong Kemandirian Nahdliyin

Ia menambahkan, dengan diresmikannya koperasi milik PCNU Pamekasan pihaknya berharap akan menambah semangat dan kerja sama yang baik dalam menjalankan program NU yang sudah direncanakan.

"Semoga diresmikan Koperasi NU Mandiri Syariah ini akan menambah semangat seluruh pengurus PCNU, MWCNU, serta banom-banomnya dalam berorganisasi dengan niat berjuang di jalan Allah," tegas Pengasuh Pesantren Nurul Falah, Batubintang, Batumarmar Pamekasan tersebut.

Ulama Salaf Online

Kepada para pengurus koperasi, Gus Dar mengajak agar memantapkan niat, berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan koperasi NU karena lembaga keuangan tersebut berjalan dengan baik jika pengelolaannya dilakukan dengan baik.

Ulama Salaf Online

"Tentunya didasari dengan SDM yang mumpuni," kata Gus Dar. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama, Habib Ulama Salaf Online

Rabu, 17 Januari 2018

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api

Probolinggo, Ulama Salaf Online - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan, sejumlah santri yang berada di Pondok Pesantren Nurul Islam Kelurahan Triwung Lor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo bermain olahraga sepakbola api. Rutininas selama bulan suci Ramadhan ini dilakukan usai shalat Tarawih.

Namun sebelum melakukan olahraga sepakbola api ini, para santri terlebih dahulu diberi wejangan dan ilmu kebal oleh kiai pengasuh supaya tubuh tidak merasakan sakit sedikitpun saat bermain sepakbola api.

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Tarawih, Santri Nurul Islam Main Sepakbola Api

Olahraga sepak bola ini memang sangat berbeda dengan sepakbola pada umumnya. Selain bola terbuat dari kelapa yang kering direndam dalam minyak tanah, seluruh pemainnya tidak boleh mengenakan sepatu alias bertelanjang kaki saat menendang bola.

Uniknya, meskipun menendang bola api dengan kaki telanjang, para pemain ini tidak merasakan panas atau sakit sedikit pun saat menggiring dan menendang bola api. Bahkan yang mereka rasakan hanya seperti menggiring bola pada umumnya.

Ulama Salaf Online

Para santri mengaku usai diberi ilmu kebal oleh kiai, mereka tidak merasakan sakit sedikitpun saat menendang bola api, yang mereka rasakan hanya capek berlarian mengejar bola untuk disarangkan ke gawang lawan.

Ulama Salaf Online

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Ustadz Mukhlas mengatakan kegiatan semacam ini sudah rutin dilakukan di kalangan pesantren. Selain menguji ilmu kebal juga merupakan hiburan tersendiri dikalangan santri.

“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap malam selama bulan suci Ramadhan. Semua ini kami lakukan untuk menguji ilmu kebal yang diamalkan oleh para santri,” katanya, Ahad (19/6).

Setelah puas bermain dan melihat sepakbola api, para santri selanjutnya membersihkan diri dan melakukan tadarus Al Qur’an. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock