Jumat, 15 April 2011

Ketum PBNU: Ini yang Susah Ditiru dari Gus Dur

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak masyarakat untuk meneladani Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Teladan tersebut bisa dilihat baik dari keberaniannya, maupun tanggung jawabnya kepada masyarakat akar rumput.

“Gus Dur lah satu-satunya tokoh yang berani mengatakan tidak di saat yang lain bilang iya. Beliau pula yang berani mengatakan iya di saat yang lain bilang tidak,” ujar Kiai Said di hadapan ribuan warga yang memenuhi kediaman Gus Dur di Jalan Warung Sila 10 Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (26/12) malam.

Menurut Kiai Said, keberanian Gus Dur sangat susah ditiru karena saat itu berhadapan dengan pemerintah Orde Baru. “Mestinya Ketua Umum PBNU ya begitu. Dulu saat masih ada Gus Dur, saya agak berani. Tapi sekarang nggak berani. Beliau memang tiada duanya,” ujar kiai asal Kempek Cirebon ini.

Ketum PBNU: Ini yang Susah Ditiru dari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Ini yang Susah Ditiru dari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Ini yang Susah Ditiru dari Gus Dur

Gus Dur, bagi Kiai Said, merupakan guru spiritual yang mengajarkan bagaimana dirinya bisa memanfaatkan sedikit banyak khazanah ilmu yang dimilikinya. “Kata beliau, ini lebih sulit melakukannya daripada mendapatkan ilmu itu sendiri. Boleh saja perguruan tinggi gudangnya profesor, tapi belum tentu bisa bermanfaat bagi orang banyak,” paparnya.

Faktanya, lanjut Kiai Said, meski seorang guru besar namun belum tentu bisa mencerdaskan masyarakat secara umum. “Gus Dur lah yang ngajari saya, bahwa ilmu saya itu untuk ini. Pertama, Anda harus memahami ilmu ahwal. Yaitu ilmu tentang kondisi sekitar kita. Kita harus paham posisi kita dan harus berbuat seperti apa,” ungkapnya.

Ulama Salaf Online

Kiai Said lalu mengutip pendapat Imam Abul Qasim al-Junaidi al-Baghdadi (sufi besar, wafat pada 297 H), bahwa as-sufi ibnu waqtihi (sufi itu orang yang paling kenal zamannya). “Maka, sufi bisa hidup kapan dan di mana saja serta di era apa saja,” paparnya.

Para menteri Kabinet Kerja juga hadir. Antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, dan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa.

Rais Aam Syuriyah PBNU KH Maruf Amin dan Ketua PBNU H Marsudi Syuhud juga terlihat antusias mengikuti acara di tengah ribuan hadirin dari berbagai kota hingga acara usai. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Sejarah, Kyai Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online. Ketum PBNU: Ini yang Susah Ditiru dari Gus Dur di Ulama Salaf Online ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock