Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Jokowi telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 74/M Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia.

Melalui Keppres tersebut Presiden mengangkat 27 orang warga negara Indonesia menjadi anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) masa jabatan tahun 2017-2020.

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Nama-nama yang diangkat oleh Presiden menjadi anggota BWI masa jabatan 2017-2020 ialah sebagai berikut:



Ulama Salaf Online

1. Prof. Dr. H. Mohammad Nuh;

2. Dr. H. Slamet Riyanto, M.Si.;

3. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si.;

Ulama Salaf Online

4. Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.;

5. Muhammad Fuad Nasar, M.Sc.;

6. Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya. LML, M.M.;

7. Dr. H. Muhammad Luthfi;

8. Ir. Jurist Efrida Robbyantono;

9. Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si.;

10. Siti Soraya Devi Zaeni, S.H., M.Kn.;

11. Ir. Rachmat Ari Kusumanto; 

12. Dr. Imam Teguh Saptono;

13. A. Muhajir, S.H., M.H.;

14. Dr. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P.;

15. Ahmad Wirawan Adnan, S.H., M.H.;

16. Dr. Atabik Luthfi;

17. Diba Anggraini Aris, M.E.;

18. Dr. Fahruroji, Lc., M.A.;

19. Dr. Hendri Tanjung;

20. Imam Nur Aziz, M.Sc.;

21. Drs. H. Zakaria Anshar;

22. H. Mochammad Sukron, S.E.;

23. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si.;

24. H. Nur Syamsuddin Buchori, S.E., S.Pd., M.Si., CIRBD;

25. H. Sarmidi Husna, M.A.;

26. Drs. H. Susono Yusuf;

27. Dr. Yuli Yasin, M.A.Berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, jumlah anggota BWI terdiri atas paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 30 (tiga puluh) orang. 

Struktur organisasi BWI, menurut Pasal 51 undang-undang wakaf tersebut, terdiri atas Dewan Pertimbangan dan Badan Pelaksana. Badan Pelaksana merupakan unsur pelaksana tugas BWI, sedangkan Dewan Pertimbangan merupakan unsur pengawas pelaksanaan tugas BWI. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Maret 2018

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Jember, Ulama Salaf Online - NU tidak cuma dakwah dengan kata-kata, tapi dakwah dengan kepedulian sosial yang nyata. Hal itu dilakukan salah satu lembaga NU, Lesbumi kepada Mbok Marija, warga Desa Karangharjo, Silo, Jember, Jawa Timur. Perempuan renta ini hidup sebatangkara, rumahnya berdinding gedek reyot dimakan usia, mendapat ularan tangan dari lembaga seni dan budaya tersebut.

Pengurus Cabang Lesbumi Jember mengirimkan bantuan berupa 1 kwintal beras dan uang 1 juta kepadanya. “Terima kasih banyak atas bantuannya,” kata Mbok Marija dengan bahasa Madura saat menerima bantuan itu, Selasa (9/8).

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)
Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija (Sumber Gambar : Nu Online)

Uluran Tangan Lesbumi NU Jember untuk Mbok Marija

Bantuan tersebut diserahkan H. Fathurrosi, tokoh masyarakat Silo, didampingi Ketua PC Lesbumi Jember H. Rasyid Zakaria dan Wakil Ketua NU Cabang Jember H. Misbahus Salam. Menurut H. Fathurrosi, rumah Mbok Marija hanya salah satu contoh dari sekian banyak rumah tak layak huni yang bertebaran di pelosok desa.

Kendati pemerintah sudah lama mempunyai program bedah rumah, tapi masih cukup banyak rumah orang miskin yang tidak tersentuh program tersebut. Atau, kalaupun dapat bantuan bedah rumah, tapi yang dipermak hanyalah rumah bagian depan saja. Sedangkan badan rumahnya tidak tersentuh, meskipun? sudah lapuk.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

“NU harus berperan, memberikan atau mencarikan sumbangan, betapapun kecilnya. Ini agar NU rahmatan? lil’alamin. Karena itu, kita ucapkan terima kasih kepada NU Jember, khususnya Lesbumi yang telah berkenan memberikan bantuan,” ucapnya.

Sementara itu, H. Misbahus Salam berharap agar bantuan tersebut dapat merangsang para aghniya’ (kaya) atau instansi untuk turut serta menyalurkan bantuan bagi wanita tersebut. Menurutnya, masalah sosial yang terkait dengan nestapa kehidupan warga miskin sejatinya cukup banyak, tapi tak pernah terekspos ke luar.

Hal tersebut, katanya, tentu tidak bisa dipasrahkan kepada pemerintah semata. Sebab, anggarannya juga terbatas. “Karena itu, semangat gotong royong harus diabangun, dan kepedulian para aghniya’ juga perlu terus didorong,” ungkapnya kepada Ulama Salaf Online. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Makam, Sejarah Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Maret 2018

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter

Demak, Ulama Salaf Online. Batikku Sudah Tak Bermotif Lagi adalah judul film dokumenter karya Yatimul Chotimah yang memenangi lomba film dokumenter se Kabupaten Demak. Sang sutradara merupakan utusan Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah, sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Demak.

Film yang naskahnya ditulis M. Azhar --siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Al Irsyad Gaja-- itu berkisah tentang perjuangan seorang anak yang memperjuangkan batik, menguatkan usaha orang tuanya. 

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Al Irsyad Gajah Juara 1 Film Dokumenter

Guru pembimbing Nurul Asror menuturkan pembuatan film ini merupakan kali kedua setelah anak-anak membuat film pendek dengan judul Bejo. Bejo berkisah tentang salah satu anak MA Al Irsyad Gajah Demak yang bernama Bejo dengan prestasinya sehingga mampu mendapatkan beasiswa di Yaman untuk dilombakan tingkat Nasional dengan mendapat juara harapan I.

Ulama Salaf Online

“Kami patut bangga karena karya anak-anak kami menang dalam lomba yang diadakan dinas pariwisata Demak. Perlu diketahui anak-anak itu tidak hanya kali ini saja dulu juga pernah juara harapan satu tingkat nasional,” tutur Asror yang juga ketua Ansor Mijen.

Ulama Salaf Online

Selain itu, lanjut Asror, pembuatan film di samping sebagai latihan bermain peran dan berkreasi kegiatan ini diharapkan dapam mengasah kemampuan anak-anak melihat dan menterjemahkan kondisi sosio kultural dilingkungan masyarakat sekitarnya.Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah H Fachrurrozi meminta anak-anak tidak puas hanya sampai di sini, terus bakatnya perlu dikembangkan. 

“Keberhasilan anak-anak NU yang ndesa-ndesa jangan dilihat dengan sebelah mata, dikarenakan prestasinya tidak kalah dengan sekolah negeri maupun swasta yang di kota dan bayarnya mahal,” ujarnya berbangga.

“Syukur alhamdulillah dengan diraihnya juara satu film dokumenter tingkat kabupaten Demak ini akan lebih memantapkan kedudukan madrasah di kalangan LP Maarif sejajar dengan sekolah sekolah yang ada,” sambung Fahrurrozi.

Di tempat terpisah Kepala Dinparbud Kabupaten Demak HM Ridwan menjelaskan, lomba karya film dokumenter merupakan tindak lanjut dari program serupa yang selenggarakan Dinbudpar Jateng. “Ini upaya mengekspos sekaligus publikasi potensi unggulan daerah, sehingga bisa terangkat atau lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.  

Pemenang kedua didapat oleh SMK Negeri 1 Demak berjudul Primadona yang Terlupakan. Sementara juara ketiga utusan dari SMA Negeri 1 Karanganyar dengan film Puing-puing Kertas

Kontributor : A. Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Senin, 26 Februari 2018

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Sampang, Ulama Salaf Online

Organisasi yang menamakan diri Silaturrahim Ikhwan dan Akhwat Thoriqoh Naqsyabandiyah (Sitqon) Gersempal menunjukkan komitmennya terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan kesetiaannya terhadap Tanah Air.

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Salah satu Pembina Sitqon Pusat, KH Syafiuddin Abdul Wahid berharap Sitqon sebagai wadah persaudaraan penganut tarekat Naqsabandiyah berpegang teguh dengan Ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamah dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, serta tradisi dan ajaran ulama-ulama salafus salih.

Syaifuddin juga mengingatkan kepada anggota untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak gerakan-gerakan ekstrem yang mengatasnamakan Islam tapi hendak menghancurkan Nusantara.

Ulama Salaf Online

Hal ini disampaikan seiring dengan momen penyelenggaraan Majelis Dzikir dan Haul Akbar Masyayikh Thoriqoh An-Naqsyabandiyah Mudzhari Gersempal oleh Pengurus SITQON Pusat di Masjid Agung Sampang, Sampang, Jawa Timur, akhir pekan kemarin (14/2).

Hadir dalam perhelatan tersebut Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), para ulama, habib, pejabat setempat, Imam Khwajagan Naqsyabandiyah Gersempal, dan pengurus Sitqon dari pusat, cabang, hingga ranting.

Ulama Salaf Online

Menurut Ketua Panitia, KH Nuruddin JC, selama hampir satu tahun ini, Sitqon sudah terbentuk di 16 Cabang yang menyebar di Indonesia dengan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan bagian pendidikan dan dakwah, bagian humas, bagian media dan informasi, bagian perekonomian, serta bagian seni dan budaya.

Nuruddin berharap ke depan pembentukan pengurus cabang Sitqon di kabupaten lainnya dapat terbentuk yang tujuannya di antaranya sebagai syiar islam, memasyarakatkan tarekat dan berpartsipasi dalam pembangunan bangsa.

Sementara Gus Ipul berpendapat, tarekat merupakan ajaran yang mengajak orang masuk surga dengan rombongan. "Karena ingin masuk surga secara rombongan, maka harus ada pemimpinnya yaitu mursyid atau dalam bahasa kita sebagai penerang yang mengarahkan jalan-jalannya sehingga pada akhirnya memperoleh ridha Allah SWT,” katanya.

Karena itu, menurutnya, seorang Mursyid tentunya harus memiliki sanad dan silsilah yang akhirnya bersambung kepada Rosulullah SAW. “Justru dengan majelis-majelis dzikir seperti  ini negara kita  diselamatkan oleh Allah SWT, sementara di negara-negara Islam lainnya seperti Suriah, Irak dan lainnya sedang mengalami kehancuran,” sambung Gus Ipul. (Dedi Haryono/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Sejarah Ulama Salaf Online

Selasa, 30 Januari 2018

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Wonosobo, Ulama Salaf Online. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin resmi me-launching Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren. Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug dan penyerahan Piagam Pendidikan Diniyah Formal untuk 14 pesantren dan Surat Keputusan bagi 31 Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren ? yang diwakili pimpinan pesantren masing-masing di Pesantren Al-Mubaarak, Manggisan – Wonosobo, Selasa (26/5) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur PD Pontren Mohsen, Kakanwil Kemenag Jateng Ahmadi, Kakanwil Kemenag Yogyakarta Nizar, Bupati Wonosobo Abdul Khalik Farid, dan ulama dan tokoh masyarakat Wonosobo. Demikian berita yang dikutip dari situs kemenag.go.id

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Meng menjelaskan, pendidikan diniyah formal ini hakekatnya adalah pesantren yang selama ini mengembangkan pendidikan diniyah kemudian itu diformalkan. Dalam artian, bahwa tetap kebebasan masing-masing pontren itu tetap menjadi hak-nya masing-masing pontren.?

Ulama Salaf Online

“Pemerintah atau negara menyiapkan kurikulum, pola pengajaran, menyiapkan sejumlah mata pelajaran yang 70 persen itu agama, 30 persen umum yang semuanya itu kita coba standarkan,” terang Menag.?

Ulama Salaf Online

Dan ini, tandas Menag, tidak sama sekali ada paksaan, ini sepenuhnya sukarela bagi pondok-pondok pesantren yang bersedia mengikuti program ini, yang nanti kemudian dengan standarisasi yang sama dilakukan ujian dan evaluasi secara nasional.

Hingga kemudian, lanjut Menag, diniyah kita yang selama ini lulusannya sulit melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi itu, kemudian disamakan keberadaannya dengan madrasah-madrasah lain dan lulusannya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Bedanya pendidikan diniyah formal dengan madrasah, kalau madrasah formalnya ada di madrasah, sementara pendidikan diniyah formal proses belajarnya tetap dilakukan di pontren. Ini salah satu wujud tanggung jawab pemerintah ? terhadap keberadaan pontren kita,” ujar Menag.?

Dikatakan Menag, mengapa negara perlu bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pontren, menurutnya karena kita sadar betul bahwa dalam konteks keindonesiaan, keberadaan pontren ada jauh sebelum merdeka, pontren hakekatnya adalah lembaga pendidikan khas Indonesia.?

Ini cara pendahulu dan guru-guru kita, begitu arifnya mereka dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam masuk ke wilayah nusantara ini. Pontren sesungguhnya adalah pola pendidikan yang sebelum Islam masuk ke nusantara itu sudah dikenal oleh masyarakat nusantara. Bagaimana sejumlah santri berkumpul, lalu mencari seorang guru, lalu guru yang diangkat karena memiliki keahlian itu kemudian ditimba ilmunya.?

Menurutnya, itulah corak pendidikan sejak ratusan tahun lalu, oleh para pendahulu kita pola tersebut tidak dirubah, yang dirubah adalah materi atau muatannya. Hingga kemudian pontren merupakan corak khas pendidikan di Indonesia dalam kaitannya dengan lembaga pendidikan keagamaan Islam.?

“Ini yang menyebabkan Islam di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri,” kata Menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Sejarah, Pertandingan Ulama Salaf Online

Jumat, 19 Januari 2018

Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman

Jakarta, Ulama Salaf Online. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Mochammad Maksum Machfoedz mengatakan bahwa keragaman adalah sebuah kenyataan. Kemudian Allah memberikan satu kata kunci untuk mensiasati keragaman tersebut; lita’arafu (supaya saling mengenal).

Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Mengenal Kunci Menyisiati Keragaman

Ia menyampaikan hal itu saat memberikan pengantar pada acara Launching dan Bedah Buku “Ruang untuk yang Kecil dan Berbeda” yang digelar Lakpesdam PBNU di di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (26/7).

Ia mengatakan, pemaknaan kata lita’arafu itu tidak mandeg karena dalam beberapa hal juga diharuskan lita’arafu. Setidaknya dalam keberagamaan dan kelas ekonomi.

Pertama, lita’arafu dalam hal keberagamaan, menurutnya, konflik yang terjadi diberbagai tempat itu banyak terkait dengan keberagamaan. Hambatan inklusivitas itu urusan sara yang paling kencang, terutama urusan keberagamaan. Namun, dalam kehidupan akhir-akhir ini yang terjadi adalah ekslusivitas.

Ulama Salaf Online

“Sementara ajaran NU itu inklusif tidak terbatas pada bainal muslimin, siapa pun dia, apa pun kelasnya untuk masuk ke sana,” jelas pria yang juga menjabat Rektor UNU Indonesia ini.

Kedua, lita’arafu dalam kelas (ekonomi atau status sosial). Menurut pria kelahiran Demak, Jawa Tengah ini, lita’arafu dalam kelas itu harus inklusif dalam kehidupan, konsekuensinya wajib menyapa si miskin, menyapa anak yatim.

Ulama Salaf Online

“Dan kedua atribut ini menjadi catatan besar kalau tidak mau disebut yukadzibu biddin, mendustakan agama,” katanya.

Pada acara ini hadir tiga pembicara; koordinator peneliti Ahmad Zainul Hadi, Bupati Bondowoso H. Amin Said Husni, dan peneliti LIPI Irene H. Gayatri. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama

Jombang, Ulama Salaf Online

Dengan menyitir Surat al-Maun, KH Fahmi Amrullah mengingatkan bahwa menjadi Muslim yang taat dengan mengerjakan shalat secara ajek saja bukan jaminan nanti akan selamat. Bahkan ada ancaman yang bersangkutan adalah pendusta agama.

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama

"Di Surat al-Maun disebutkan bahwa pendusta agama adalah mereka yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberikan makan orang miskin," kata Gus Fahmi, sapaan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng ini, Sabtu (25/6) petang.

Penjelasan ini disampaikan saat ia memberikan ceramah pada kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan 1437 H yang diselenggarakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) di Masjid Ulul Albab Cukir Diwek Jombang Jawa Timur.

Ulama Salaf Online

Sehingga dalam paparannya, mereka yang shalat sekalipun belum bisa menjamin yang bersangkutan sebagai Muslim yang baik dan dijamin masuk surga. "Apalagi Muslim tapi tidak mengerjakan shalat," sergahnya.

Gus Fahmi kemudian menceritakan ada seorang Yahudi Majusi yang berkenan untuk merawat seorang janda dengan sejumlah anak yang dimiliki. Padahal sebelumnya ada penguasa Muslim yang ternyata menolak untuk memberikan perlindungan kepada janda tersebut.

Ulama Salaf Online

"Hingga suatu malam, sang penguasa Muslim bermimpi bertemu Rasulullah yang menyediakan istana di surga," katanya di hadapan ratusan fakir miskin, janda dan duda yang memadati masjid setempat.

Ketika ditanyakan untuk siapa bangunan megah tersebut, Nabi Muhammad SAW menyatakan diberikan kepada mereka yang berkenan untuk membantu para janda dan anak yatim. "Spontan, keesokan harinya ia menemui Yahudi Majusi agar berkenan menyerahkan janda beserta anaknya untuk ditampung di kediamannya," terangnya.

Akan tetapi Yahudi Majusi tersebut menolak permintaan sang penguasa. "Karena semalam saya bermimpi disediakan istana megah di surga lantaran menerima janda dan anak yatim ini," jelasnya. Dan saat itu juga sang Yahudi berikrar menjadi Muslim.

Karena itu yang sangat dibutuhkan umat adalah Muslim yang memiliki kepedulian kepada para fakir miskin dan mereka yang lemah. "Juga mereka yang tidak suka pamer, serta memberikan bantuan dengan sesuatu yang terbaik," ungkapnya.

Tebar Hikmah Ramadhan adalah kegiatan rutin LSPT dengan memberikan sembilan bahan pokok, uang tunai serta menu berbuka kepada sejumlah penghuni panti asuhan, janda dan duda tanpa penghasilan tetap, serta masakin di sekitar pesantren.? Untuk Ramadhan kali ini ada sekitar 1500 paket yang diberikan kepada mereka. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Aswaja, Sejarah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock