Jumat, 22 November 2013

Ironi, Tidak Setuju Pancasila Tapi Tinggal di Indonesia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Irfan Idris mengungkapkan keironisan terhadap kelompok-kelompok tertentu yang tidak menyetujui Pancasila sebagai dasar negara, tetapi masih tinggal di Indonesia.

Ironi, Tidak Setuju Pancasila Tapi Tinggal di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironi, Tidak Setuju Pancasila Tapi Tinggal di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ironi, Tidak Setuju Pancasila Tapi Tinggal di Indonesia

Irfan mengumpamakan sikap dan perilaku kelompok ini seperti orang yang sedang menaiki perahu tetapi berusaha membocorkan perahunya sehingga akan tenggelam. Padahal sendirinya ada di dalam perahu tersebut.

“Ini sama saja lagi naik perahu tapi membocorkannya,” ujar Irfan Idris saat memberikan materi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik, Selasa (12/12) di Jakarta yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Menurut doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, substansi atau inti dari Pancasila sudah sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam sehingga tidak perlu mengganti dasar negara. Bahkan menurutnya, Pancasila berhasil menciptakan harmonisasi kehidupan berbangsa sebagai wujud dari prinsip rahmatan lil ‘alamin.

Ulama Salaf Online

“Kita ini dianjurkan meneguhkan nilai-nilai agama, bukan mendirikan formalitas agama ke dalam sistem negara,” tegas Irfan.

Dia menyadari, benturan antara Pancasila dan agama disebabkan karena beberapa masyarakat belum memahami korelasi nilai-nilai Pancasila dengan agama. Sebab itu, menurutnya, harus ada yang bisa memberikan pemahaman Pancasila dengan integrasi nilai-nilai agama. 

“Pemahaman Pancasila ini mulai bergeser karena masyarakat belum banyak yang memahami,” tuturnya.

Ulama Salaf Online

Ia menegaskan, Indonesia sudah sesuai syariat Islam, tidak bertentangan dengan agama. Berbeda tidak harus sama. Dan Indonesia mampu menciptakan harmonisasi kehidupan beragama. Adapun, katanya, konflik bisa diselesaikan secara bersama-sama sehingga tidak menjalar ke persoalan sentimen keagamaan.

“Tanpa adanya negara, agama tidak dapat disebarkan. Sehingga memperkuat negara menjadi hal utama untuk mendakwahkan nilai-nilai agama secara luas,” tandas Irfan Idris. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online. Ironi, Tidak Setuju Pancasila Tapi Tinggal di Indonesia di Ulama Salaf Online ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock