Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Jakarta, Ulama Salaf Online. Banyak wanita kerap mengartikan kata cantik dengan pengunaan kosmetik yang tebal dan mahal. Apalagi, saat ini ada banyak sekali produk kecantikan yang membanjiri pasar dengan harga yang beragam. Anggapan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar.

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Terkait itu, PP Muslimat  NU mengajak masyarakat tampil cantik dan halal dalam sebuah acara yang  digelar di Gedung Aneka Bhakti Kementerian sosial RI, Jumat (27/11/2015). Ormas perempuan terbesar itu menggandeng Dharma Wanita Kemeterian Sosial untuk menyosialisasikan kosmetik yang mengedepankan prinsip kosmetik halal.

Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2011 Tentang penggunaan plasenta hewan halal untuk bahan kosmetika dan obat luar menyatakan, bahwa penggunaan kosmetik untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat bahan yang digunakan halal dan suci.

Ulama Salaf Online

Ketua Periodik PP Muslimat NU, Dr Mursyidah Thohir yang juga anggota komisi fatwa MUI mengatakan, bahwa ada titik kritis yang akan mengganggu jika kita menggunakan kosmetik yang tidak halal, itu dikarenakan kosmetik tersebut menggunakan plasenta hewan babi, alkohol bahkan bangkai binatang.

Mursyidah juga mendukung penuh kegiatan sosisalisasi seperti ini agar sampai pada akar rumput karena tidak banyak yang tahu bahwa ada produk halal dan juga produksi Indonesia yang bisa digunakan dengan aman dan halal tentunya. "Produk kosmetik yang ramah wudlu harus bisa meresap air minimal 30 persen, dan produk wardah bisa menyerap air sampai 50,” imbuhnya

Ulama Salaf Online

Sementara itu Ketua Umum Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak ibu-ibu tampil cantik dan halal. "Tetaplah jadi diri kita, syukuri nikmat yang dianugerahkan kita, dengan cara merawat anugerah tersebut dengan cara yang sehat, halal dan asli," katanya.

"Menggunakan kosmetik yang halal sama saja dengan kita menjaga anugerah Allah, jadilah kita indah di mata orang, indah ragawi, dan indah jasmani," imbuhnya. (Winnie Diova/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Internasional, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 24 Februari 2018

Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren

Bandung, Ulama Salaf Online 

Liga Santri Nasional (LSN) 2017 menyisakan banyak harapan-harapan dari berbagai kalangan, terutama pesantren peserta LSN tahun ini yang digelar di kota Bandung 23-29 Oktober. Harapan-harapan tersebut mulai dari keberlanjutan LSN di tahun depan, penjaringan pemain santri yang harus lebih selektif, hingga harapan tentang terbentuknya the dream team atau tim terbaik jebolan LSN 2017.

Sebagaimana menurut pelatih tim Nurul Fauzi, Karim, menyetujui terbentuknya semacam The Dream Team atau Tim Nasional Pesantren setelah pagelaran LSN 2017 ini. Ia menilai hal ini akan menambah motivasi persaingan anak-anak pesantren. Apalagi Liga Santri diadakan memang untuk memfasilitasi anak-anak di daerah untuk seleksi Timnas Indonesia. 

Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kompetisi, Peserta Liga Santri Harapkan Dibentuk Tim Nasional Pesantren

"Saya setuju pisan, apalagi kesempatan anak-anak (pesantren) kan sudah habis. Kalau dikaitkan di PSSI kan kebanyakan anak-anak SSB. Yang namanya SSB kan terprogram, sedangkan di pesantren masih bersifat ekstrakulikuler,” papar Karim yang juga pengajar di pesantren tersebut.

Hal yang sama juga diungkap kapten tim DDI Kaballangan Sahrul yang menyarankan kepada Kemenpora supaya lebih teliti dalam mengamati potensi pemain Liga Santri supaya bisa dibentuk the dream team.

"Mudah-mudahan ada," ujar pemain yang berposisi bek yang menginjak kelas 3 Madrasah Aliyah itu, Kamis (26/10), di barak penginapan para pemain di Pusdikif, kota Bandung. 

Ulama Salaf Online

Ali Hamid, rekan satu tim Sahrul, juga mendukung supaya pemain sepak bola santri bisa maju. Di pesantren cukup bagus juga pemain bolanya. Menurutnya, setelah LSN 2017 selesai, pemain-pemain terbaik di segala posisi diambil lalu disatukan menjadi semacam timnas pesantren.

“Tidak ada Timnas sepak bola selain Indonesia yang mempunyai Timnas Pesantren,” harap Ali yang telah menyarangkan 7 gol, namun timnya kalah di babak 16 besar dari tim Al-Kahfi Kebumen.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Direktur Pertandingan Mohamad Kusnaeni menuturkan ia memang mempunyai target setelah Liga Santri Nusantara, jebolan pesantren bisa ikut kompetisi reguler, seperti Liga Suratin.

Hanya saja, komentator bola yang akrab disapa Bung Kus ini melihat kalau kondisi saat ini memang belum ada langkah nyata untuk merealisasikan target yang ingin dicapai, terutama dari penyelenggara Liga Santri Nusantara. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Sampang, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sampang bertakziah ke rumah duka bersama sahabat-sahabat PAC dan Banser, Selasa (6/2) siang. Mereka melakukan tahlil dan doa bersama untuk mendiang guru budi.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu sempat beredar perihal seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun Sampang Ahmad Budi Cahyanto yang meninggal setelah dianiaya muridnya sendiri yang berinisial NL.

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Guru Budi meninggal akibat mengalami pecah pembuluh darah di batang otak sehingga membuat seluruh organ dalam tidak berfungsi hingga merenggut nyawanya.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Sampang Gus Khoirul Anwar menuturkan bahwa takziyah ini merupakan kegiatan solidaritas kemanusiaan sekaligus belasungkawa mendalam dari jajaran GP Ansor Sampang.

"Takziah ini merupakan wujud dari rasa belasungkawa dan solidaritas kami kepada almarhum."

Ulama Salaf Online

Sementara Gus Amin Syafiuddin menambahkan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan moral kepada keluarga agar senantiasa ikhlas melepas kepergian sang guru.

"Semoga keluarga guru Budi tetap tabah dan sabar serta bisa mengikhlaskan kepergiannya," imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Kabupaten Sampang.

"Kami atas nama GP Ansor Sampang berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali." (Ainur Ridho/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 05 Februari 2018

Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M

Pamekasan, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan meminta Pemkab Pamekasan untuk menggunakan secara efektif anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk memperbaiki tangkis laut di sepanjang pantai Pamekasan. Karena, kondisi tangkis laut di sejumlah titik mengalami rusak parah menyusul gelombang tinggi di perairan Pamekasan.

"Sehingga, abrasi yang terus-menerus itu mengancam perumahan warga di sepanjang pesisir. Rencana Pemkab yang mengusulkan anggaran lebih dari Rp 20 miliar, realisasinya nanti harus efektif," terang Sekretaris PCNU Pamekasan KH Abdurrahman Abbas saat dihubungi Ulama Salaf Online, Selasa (27/5).

Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Abrasi, PCNU Pemkasan Dorong Efektifitas Penggunaan Anggaran Rp 20 M

Imbauan Kiai Abbas ini merujuk pada semangat Pemkab Pamekasan mengusulkan pembangunan proyek tangkis laut di desa Tlontoh Raja Pasean yang pembangunannya langsung ditangani pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan, pada 2014 ini pihaknya akan mengusulkan penambahan anggaran pembangunan tangkis laut itu. Karena menurutnya, tangkis laut dari tumpukan sak berisi pasir itu hanya pembangunan tahap awal.

Ulama Salaf Online

"Nanti akan ditutup dengan beton. Sehingga bisa lebih kuat menahan gelombang," ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Syafii juga menyebut bahwa pembangunan tangkis laut dengan menggunakan beton direncanakan akan dibangun pada tahun ini mengingat tangkis laut dari tumpukan pasir itu hanya bertahan seumur jagung.

Beberapa waktu yang lalu, Syafii mengaku turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi proyek yang dinilai asal-asalan itu. Waktu itu Pemkab Pamekasan mempertemukan masyarakat dengan pihak BBWS Brantas.

”Saya waktu itu mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek. setelah mendapat penjelasan, akhirnya saya memahami, ” ujarnya.

Sebelumnya setelah sempat terjadi polemik, perwakilan BBWS Isgiyanto langsung meninjau proyek di lapangan. Pihaknya menjelaskan, pengerjaan proyek tangkis laut di Tlontoh Raja sudah sesuai rencana. Memang diakuinya, perencanaan proyek tersebut berlangsung cepat.

Sebab, Pemkab Pamekasan berkirim surat meminta pemerintah pusat untuk membangun tangkis laut di wilayah pesisir pantura pada 1 Januari 2013 lalu. Padahal, anggaran sudah tidak ada karena proyek 2013 sudah direncanakan 2012 lalu.

Atas pertimbangan kebutuhan, lanjut Isgiyanto, selanjutnya dianggarkan dalam APBNP sekitar Juli-Agustus 2013. Karung pasir hanya bagian inti dari tangkis laut, sedangkan bungkusnya memang direncanakan menggunakan beton.

Jika betonisasi juga dibangun pada waktu itu, lanjutnya, panjang garis pantai yang bisa dilindungi hanya berjarak sekitar 400 meter. Sementara garis pantai yang harus dilindungi sangat panjang, sehingga lapis penutup beton tidak dipasang pada 2013. Dana yang ada digunakan untuk membangun bagian inti, sehingga panjangnya mencapai 1.000 meter.

"Pembangunan akan dilanjutkan tahun ini. Menunggu surutnya gelombang. Memang bertahap sesuai anggaran yang ada,” urainya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional Ulama Salaf Online

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Ulama Salaf Online

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Ulama Salaf Online

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, PonPes, Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

Malang, Ulama Salaf Online. Para aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, turun ke jalan membagi-bagikan masker, sejak Sabtu (15/2) pagi, menyusul hujan abu vulkanik yang mengguyur Kota Malang akibat erupsi Gunung Kelud.

Aksi bagi-bagi pelindung pernafasan tersebut diperuntukkan kepada para pengguna jalan maupun masyarakat setempat daerah Tlogomas, Malang. Berbeda dari yang lain, para aktivis PMII ini melakukan aksinya tanpa menggunakan atribut organisasi kemahasiswaan Islam tersebut.

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Universitas Muhammadiyah Malang Bagi-bagi Masker

“Memang begitu, ketika kita berdiri atas nama kemanusiaan, sudah selayaknya kita melepaskan atribut apapun,” ujar Ketua Komisariat PMII UMM Syukron Anshori.

Ulama Salaf Online

Pembagian masker disambut baik para pengendara. Umumnya mereka menepi dan menutupi mulut mereka dengan masker pemberian PMII UMM. Masyarakat Kota malang diimbau tetap menggunakan masker atau kacamata untuk mengindari serbuan abu vulkanik Gunung Kelud yang disertai bau belerang itu.

Ulama Salaf Online

Selain PMII, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) beserta sejumlah badan otonom dan komunitas NU lainnya ? juga aktif menggalang bantuan di sejumlah daerah terdampak. Di samping bagi-bagi masker, mereka turut menyuplai bahan makanan, selimut, perlengkapan shalat, kebutuhan bayi, dan lainnya. (Orie Muhammad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, RMI NU, Internasional Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Jakarta, Ulama Salaf Online. Terjadinya penyiksaan maupun pembunuhan terhadap TKI di luar negeri yang menimpa Sumiati, Haryatin, Kikim Komalasari dan lain-lain menunjukkan jika kebijakan yang dibuat pemerintah tidak tegas sehingga tidak efektif. Ini memalukan dan merendahkan harkat dan martabat banagsa Indonesia.

“Kebijakan yang dibuat harus tegas dan seefektif mungkin agar majikan TKI di luar negeri itu tidak seenaknya melakukan pelanggaran HAM sampai TKI ini cacat bahkan meninggal dunia,”tandas Ketua PBNU Kacung Marijan pada Ulama Salaf Online di Jakarta, Jumat (19/11).

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Yang pasti menurut guru besar Universitas Airlangga Surabaya ini, peristiwa Ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan sudah sering terjadi. Baik di Saudi Arabia, Malaysia dan Negara-negara lain. Kasus ini menunjukkan kebijakan perlindungan terhadap TK di luar negeri ini masih lemah dan belum efektif.

Ulama Salaf Online

Sementara Indonesia dalam posisi subordinat di negara-negara tersebut. Sementara dari sisi sumber daya manusia (SDM), TKI yang dikirim tersebut kurang bagus dan tidak profesional. “Ke depan hal itu harus diperhatikan dengan memprioritaskan mereka yang terampil dan lebih professional,”tutur Kacung mengingatkan.

Penyiksaan terhadap TKI di Arab Saudi belum juga berakhir. Dua kasus terakhir menimpa Sumiati asal Dompu NTB, Haryatin asal Blitar Jatim, dan Kikim Komalasari asal Cianjur Jabar, yang tewas dibunh majikannya tiga hari menjelang hari raya idul Adha 1431 H di kota Abha, Saudi Arabia.

Ulama Salaf Online

Sedangkan Sumiati, mungkin masih lebih beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan dan kini dalam kondisi sudah membaik. Sumiati menderita luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan sebagian bibirnya digunting majikannya. Saat ini, Sumiati sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Fahd, Madinah

Dalam merespon kasus pelanggaran HAM berat tersebut, selain mengadili pelaku sampai ke pengadilan, pemerintah juga akan melakukan kesepakatan(MoU) dengan pemerintah Arab Saudi dll dalam melindungi TKI tersebut. Bahkan para TKI di luar negeri itu nanti akan dilengkapi HP untukmelakukan komunikasi dengan KJRI (konsulat jenderal Republik Indonesia) maupun Kedubes RI setempat.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Budaya Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock