Sabtu, 01 Agustus 2015

Warga Nahdliyin di Korsel, Membawa Puasa Rasa Indonesia

Seoul,? Ulama Salaf Online. Bulan Ramadhan atau yang biasa disebut sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat. Bulan suci yang tidak dilewatkan begitu saja oleh kaum muslimin di seluruh dunia, tidak terkecuali Nahdliyin di Korea Selatan. Bulan dimana amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Bisa dikatakan bahwa seluruh kaum muslimin menjadikannya sebagai bulan yang spesial, meningkatkan amal ibadah serta berlomba untuk berbuat baik kepada sesama.

Warga Nahdliyin di Korsel, Membawa Puasa Rasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Nahdliyin di Korsel, Membawa Puasa Rasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Nahdliyin di Korsel, Membawa Puasa Rasa Indonesia

Jika di Indonesia kita sering mendengar istilah ngabuburit yaitu menunggu waktu berbuka sambil melakukan sesuatu, entah itu dengan membaca Al-Quran, mendengarkan pengajian-pengajian atau mungkin dengan berbagi takjil buka puasa, maka di Korea Selatan pun demikian. Di berbagai masjid dan musholla yang letaknya menyebar dalam dan luar kota digelar pengajian-pengajian. Ada yang sengaja memulainya setelah sholat ashar, ada pula yang hanya taushiyah singkat setengah jam sebelum waktunya berbuka puasa.

Ulama Salaf Online

Adalah Masjid Sayyidina Bilal, sebuah masjid yang letaknya di kota Changwon. Perjalanan ke masjid ini sekitar empat sampai lima jam jika ditempuh dengan kendaraan dari Seoul. Ada ? ustadz Masdain Rifai ? MA menjadi imamnya, yaitu salah satu ustadz yang didatangkan dari Indonesia ? oleh PCINU Korea Selatan dengan kerjasama Kyeongnam moslem community (KMC) untuk mengisi kegiatan Ramadhan. Ustadz yang kesehariannya mengajar di salah satu madrasah di Jakarta ini bahkan rencananya diminta untuk ? menetap di Korea Selatan selama ? satu tahun.

Ulama Salaf Online

Suasana Ramadhan ala Indonesia terasa kental di masjid ini. Karena selain sebagian besar jamaahnya adalah orang Indonesia, masjid ini juga dihidupkan dengan kajian-kajian keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah yang disampaikan secara santun dan penuh makna oleh Ustadz Masdain.

Kajian demi kajian disampaikan kepada para jamaah menggunakan metode pesantren salaf, seakan mengajak para mustamiin masuk ke dunia pesantren. Tetapi meskipun demikian, Ustadz Masdain juga membahasa masalah-masalah kekinian khususnya yang berkaitan dengan keseharian WNI di Korea Selatan.

Belum afdhal rasanya kalau perkumpulan WNI tidak disertai makanan Indonesia. Di masjid ini sengaja ? disediakan menu takjil ? dan berbuka sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Terlihat sesekali ada Kolak dan Soto. "Kebersamaan dan menu masakan Indonesia seperti ini yang membuat kami serasa di negeri sendiri," kata seorang jamaah yang ikut aktif di masjid Sayyidina Bilal.? (Imam Sibaweh/Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online. Warga Nahdliyin di Korsel, Membawa Puasa Rasa Indonesia di Ulama Salaf Online ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock